


Volume
Avg volume
PT Summarecon Agung Tbk adalah perusahaan yang bergerak dibidang Properti dan Real Estate. Kegiatan usaha perusahaan yaitu Mengembangkan kawasan perumahan skala besar, yang diintegrasikan dengan kawasan komersial serta fasilitas pendukung yang lengkap, menjadi kota terpadu (township). Unit bisnis Summarecon: Pengembangan Properti, Investasi & Manajemen Properti, serta Rekreasi, Perhotelan dan Lainnya. Proyek perusahaan antara lain Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, dan Summarecon Mutiara Makassar.
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $SMRA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 398
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 390 β 405
- Stoploss: < 370
- TP1: 430
- TP2: 460 β 480
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing SMRA masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative β Paling Aman)
- Entry: 350 β 370
- Stoploss: < 330
- TP1: 405
- TP2: 440 β 480
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 420 dengan volume besar
- Stoploss: < 390
- TP1: 460
- TP2: 500 β 540
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
β’ Harga masih di area demand
β’ Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
β’ Breakout 420 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
β’ Kalau 350 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
β’ Breakout tanpa volume rawan fake
β’ Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$DATA $KBAG
,DM βmauβ jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar π² di bawah ya. Terima kasih banyak π
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $FUTR (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 388
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 375 β 395
- Stoploss: < 355
- TP1: 420
- TP2: 450 β 480
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing FUTR masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative β Paling Aman)
- Entry: 340 β 355
- Stoploss: < 320
- TP1: 395
- TP2: 430 β 480
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 410 dengan volume besar
- Stoploss: < 375
- TP1: 450
- TP2: 500 β 540
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
β’ Harga masih di area demand
β’ Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
β’ Breakout 410 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
β’ Kalau 340 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
β’ Breakout tanpa volume rawan fake
β’ Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$SMRA $SMDM
,DM βmauβ jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar π² di bawah ya. Terima kasih banyak π
Golden cross MACD di $IHSG hari ini: $SMRA
Selengkapnya di https://cutt.ly/PtmPBVbg
Sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra dalam mendukung perjalanan bisnis perusahaan, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar Summarecon Awards 2026, event signature yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin...

www.neraca.co.id

$DILD
I. Analisa Struktur Elliott Wave (Big Picture)
1. Identifikasi Tren Utama (Trend Identification)
DILD sedang mengalami pembalikan arah yang signifikan. Setelah membentuk dasar jangka panjang pada tahun 2025, saham ini mulai bergerak naik dan sekarang sedang dalam fase pemulihan setelah koreksi.
Major Bottom (Start of Cycle): Siklus kenaikan saat ini dimulai dari level terendah 110 pada April 2025.
Initial Impulse (Wave 1): Harga kemudian bergerak naik secara bertahap hingga mencapai puncaknya di 173 pada awal Januari 2026 (+57%). Ini adalah Impulse Wave pertama yang menandai berakhirnya tren Bearish.
Sharp Correction (Wave 2): Setelah puncak 173, harga mengalami koreksi tajam dan cepat, jatuh ke level terendah 120 pada akhir Januari 2026. Koreksi ini menghapus sebagian besar kenaikan Wave 1, yang merupakan karakteristik umum dari saham lapis kedua/ketiga yang volatil.
2. Posisi Wave Saat Ini (Current Wave Position)
DILD saat ini berada di fase awal Wave (3).
Validasi Reversal: Pantulan dari 120 (29 Jan 2026) ke harga saat ini 148 (13 Feb 2026) adalah sinyal kuat kembalinya minat beli.
Higher Low: Level 120 (Low Wave 2) lebih tinggi daripada 110 (Start Wave 1). Selama harga tidak menembus di bawah 110, struktur Bullish jangka panjang tetap valid.
3. Konstruksi Hitungan (Primary Wave Count)
Start of Cycle: 110 (8 April 2025).
Puncak Wave (1): 173 (9 Januari 2026).
Lembah Wave (2): 120 (29 Januari 2026).
Support Kuat: Area 120 menjadi Higher Low yang krusial.
Current Action: Harga di 148 sedang mencoba menembus level psikologis 150 untuk melanjutkan momentum kenaikan.
4. Validasi & Aturan Mutlak
Wave 2 Rule: Low 120 tidak menembus Start Wave 1 (110). (VALID)
Impulsif: Kenaikan dari 120 ke 148 (+23%) dalam waktu singkat menunjukkan karakter impulsif, mendukung skenario awal Wave 3.
Visualisasi Struktur Gelombang:
Grafik berikut memperlihatkan struktur Wave 1-2 yang telah selesai dan awal dari Wave 3 yang sedang berlangsung.
Kesimpulan Bagian I:
DILD menunjukkan potensi pembalikan arah yang menarik. Koreksi tajam di Wave 2 tampaknya sudah selesai, dan harga mulai membangun momentum untuk Wave 3. Posisi saat ini menawarkan peluang masuk di awal tren baru dengan risiko yang terukur.
II. Fibonacci Retracement & Golden Ratio Analysis
1. Analisa Koreksi Wave (2) [Deep Retracement]
DILD mengalami koreksi yang cukup brutal:
Rentang Wave 1: 110 -> 173 (Kenaikan 63 poin).
Low Aktual Wave 2: 120.
Rasio Retracement: 84%. Harga hampir kembali ke titik awal. Namun, level 110 tidak tertembus. Dalam Elliot Wave, ini sering disebut sebagai "Deep Correction". Selama 110 bertahan, potensi upside masih sangat terbuka dengan risiko yang terukur.
2. Strategi "Buy on Dip" (Sub-wave ii)
Setelah memantul dari 120 hingga mencapai level tertinggi baru-baru ini di 159, harga saat ini di 148 sedang mengalami koreksi wajar. Kita bisa memanfaatkan koreksi ini untuk masuk:
Support 0.5 (140): Area akumulasi pertama.
Golden Zone 0.618 (135): Area 135-140 adalah zona beli ideal dengan risiko paling rendah. Jika harga jatuh ke area ini, ini adalah kesempatan emas.
3. Proyeksi Target Wave (3) [High Upside Potential]
Mengingat volatilitas tinggi saham ini, target kenaikannya juga cukup tinggi:
Target 1 (Equality): 183
Deskripsi: Menguji kembali dan sedikit melampaui puncak Wave 1 (173). Ini adalah target realistis pertama.
Potensi Kenaikan: +23% dari harga sekarang (148).
Target 2 (Aggressive / 1.618 Extension): 222
Deskripsi: Target ideal untuk saham properti yang sedang rebound.
Potensi Kenaikan: +50%.
Visualisasi Fibonacci:
Grafik di bawah ini memvisualisasikan area "Golden Entry" di 135-140 dan target tinggi di 183 & 222.
III. Price Action & Volume Analysis
1. Karakteristik Volume per Wave (The Volume Signature)
Wave (1) - The Initial Rally (Apr 2025 - Jan 2026):
Rata-rata Volume: ~20.5 Juta lembar/hari.
Analisa: Fase markup harga yang panjang ini didukung oleh volume yang stabil. Ini menunjukkan partisipasi institusi yang konsisten untuk membalikkan tren turun jangka panjang.
Wave (2) - The Correction Phase (Jan 2026):
Rata-rata Volume: ~54.6 Juta lembar/hari (Lonjakan Signifikan).
Analisa: Volume selama koreksi tajam ini melonjak drastis. Ini biasanya menakutkan, tetapi jika dilihat lebih dekat, lonjakan terbesar terjadi tepat di dasar (Panic Selling Climax). Ini adalah ciri khas Selling Climax di mana tangan lemah membuang barang dan Smart Money menampungnya.
Start of Wave (3) - The Rebound (Jan 2026 - Sekarang):
Rata-rata Volume: ~32.5 Juta lembar/hari.
Analisa: Volume saat rebound lebih tinggi dari rata-rata Wave 1, tetapi lebih rendah dari puncak kepanikan Wave 2. Ini adalah tanda yang sehat. Pembeli mulai masuk kembali dengan cukup agresif, tetapi tidak ada FOMO yang berlebihan. Kestabilan volume di atas rata-rata 20 hari menunjukkan minat beli yang serius.
2. Price Action & Candlestick Patterns
V-Shape Reversal: Pola pembalikan arah tajam dari 120 ke 148 menunjukkan bahwa penjual kehabisan tenaga secara mendadak dan pembeli langsung mengambil alih kendali.
Volume Spike at Low: Lonjakan volume di area 120 (akhir Januari) adalah indikasi kuat adanya pertukaran kepemilikan saham dari Weak Hands ke Strong Hands.
Kesimpulan Bagian III: Struktur volume DILD sangat menarik. Selling Climax di Wave 2 telah membersihkan pasar dari penjual jangka pendek. Kenaikan saat ini didukung oleh volume yang sehat, mengonfirmasi validitas awal Wave 3.
IV. Skenario & Trading Plan (Simulasi)
1. Summary & Market Structure
Outlook: BULLISH REVERSAL.
Posisi Saat Ini: DILD berada di 148, sedang mencoba menembus level psikologis 150. Pantulan dari 120 ke 148 (+23%) cukup kuat, namun koreksi sehat (pullback) sangat mungkin terjadi sebelum kenaikan berlanjut.
Implikasi: Mengejar harga di 148 berisiko terkena koreksi jangka pendek. Strategi terbaik adalah menunggu harga turun ke zona diskon.
2. Primary Count (The Bull Case)
Skenario: Harga akan terkoreksi menuju area 130 - 134 (Retracement 50% - 61.8% dari pantulan terakhir). Di area ini, pembeli akan kembali masuk (Re-entry) untuk melanjutkan tren naik menuju 173 dan 183.
Trigger: Harga bertahan di atas 130 dengan volume rendah, kemudian mulai naik kembali dengan volume yang meningkat.
3. Alternate Count (The Bear Case - Risk)
Skenario: Jika tekanan jual kembali masif dan harga jebol di bawah 110, maka skenario Bullish batal. Harga berpotensi kembali ke titik terendah sebelumnya.
Tindakan: Stop Loss mutlak di bawah 110.
4. Trading Plan (Simulasi Setup)
Strategi kita adalah "Buy on Dip / Pullback":
ENTRY ZONE (Area Beli): 130 - 134
Strategi: Pasang antrian beli (Buy Limit) di rentang ini.
Logika: Membeli di area koreksi sehat memberikan Risk/Reward yang jauh lebih baik daripada membeli saat harga sedang rally.
STOP LOSS (Proteksi): < 110 (Close Daily)
Alasan: Level ini adalah invalidasi dari struktur Bullish jangka panjang.
TAKE PROFIT 1 (Conservative): 173
Target: Puncak Wave 1.
Potensi Cuan: ~30% (Dari harga beli 132).
TAKE PROFIT 2 (Moderate): 183
Target: Fibonacci Projection 1.0 (Equality).
Potensi Cuan: ~38%.
TAKE PROFIT 3 (Aggressive): 222
Target: Fibonacci Extension 1.618.
Potensi Cuan: ~68%.
5. Risk/Reward Ratio Calculation
Jika kita ambil harga tengah beli di 132:
Risk (ke 110): 22 poin (-16.6%) -> Moderate Risk.
Reward 1 (ke 173): 41 poin (+31%) -> Rasio 1 : 1.9
Reward 2 (ke 183): 51 poin (+38.6%) -> Rasio 1 : 2.3
Reward 3 (ke 222): 90 poin (+68.1%) -> Rasio 1 : 4.1 (Sangat Baik)
Visualisasi Trading Plan:
Grafik di bawah ini memetakan zona beli yang ideal (kuning) untuk menangkap gelombang naik berikutnya.
Trading Plan: Scale In DILD (Buy on Weakness) Simulasi 50 Juta.
Strategi: Pembelian bertahap di 5 level harga untuk mendapatkan harga rata-rata yang kompetitif di tengah tren penurunan/koreksi.
Rencana Area Entry
Pembelian menggunakan porsi modal yang membesar di harga bawah (Metode Fibonacci):
Level 1 (Entry Awal): Rp 134 | 310 Lot (Porsi: 8,3%)
Level 2 (Watchlist): Rp 126 | 330 Lot (Porsi: 8,3%)
Level 3 (Rebound Area): Rp 117 | 712 Lot (Porsi: 16,7%)
Level 4 (Strong Support): Rp 109 | 1.146 Lot (Porsi: 25%)
Level 5 (Final Buy): Rp 100 | 2.083 Lot (Porsi: 41,7%)
Ringkasan Portofolio (Jika Semua Level Terisi)
Total Modal Terpakai: Rp 49.963.800
Total Muatan: 4.581 Lot
Harga Rata-rata (Avg Price) jika Buy 1 sampai 5 done : Rp 117
Risk ke SL 105 (9%) -> Low Risk.
$SMRA $KIJA
1/4




Sengketa Lahan $APLN vs $SMRA vs $BSDE
Dalam dunia properti, sengketa itu hal yang wajar karena memang begitu realitanya. Sengketa lahan itu makanan sehari-hari. APLN jadi contoh yang paling gampang dilihat karena sengketanya bukan kecil-kecil. Investor boleh saja fokus ke marketing sales, tapi izin dan sertifikat itu yang menentukan uangnya benar-benar bisa mengalir atau tidak. Jadi sengketa di properti itu bukan sekadar drama hukum, tapi bisa jadi monster yang makan cashflow. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dibandingkan APLN, BSDE, dan SMRA, pembeda paling penting ada di dua hal. Pertama, seberapa besar angka yang benar-benar nyangkut di akun persediaan atau aset. Kedua, siapa lawannya, perorangan atau kebijakan pemerintah, karena itu menentukan seberapa sulit jalan keluarnya. Dari sisi sengketa ini, APLN paling berat bebannya.
Di APLN, ketidakpastian material menempel langsung ke persediaan real estat sekitar Rp826,68 miliar. Angka itu datang dari Pulau I Rp510,65 miliar dan Pulau F Rp316,02 miliar. Ini bukan sengketa batas lahan biasa, tapi sengketa yang berakar dari pembatalan izin reklamasi, dan sudah ada putusan Mahkamah Agung yang membatalkan izin. Dampaknya sederhana tapi tajam, selama izin belum pulih, proyek sulit jalan, pendapatan masa depan tertahan, dan nilai persediaan berisiko kena penurunan nilai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sisi baik dari APLN tetap ada, karena kalau suatu hari ada pemulihan izin yang jelas dan bisa dieksekusi, persediaan itu bisa berubah jadi mesin pendapatan yang besar. Syaratnya ketat, harus ada kepastian regulasi dan administrasi, bukan sekadar optimisme manajemen. Dari data yang dibawa, syarat itu belum bisa dibilang terpenuhi karena upaya hukum atau administratif masih berjalan dan hasil akhirnya belum mengembalikan kepastian proyek. Jadi kuncinya bukan di narasi, tapi di status izin yang benar-benar pulih.
BSDE posisinya jauh lebih tenang karena sengketa yang disebutkan ada di entitas anak DUTI terkait sertifikat HGB, dan perkara-perkara besarnya sudah dimenangkan sampai kasasi serta berkekuatan hukum tetap. Artinya, risiko aset inti tiba-tiba hilang atau berhenti dimonetisasi jadi lebih kecil. Gokil sih ini pengacara DUTI dan BSDE, menang semua kasusnya. π€
Sisi kurang enaknya, biaya hukum dan friksi operasional bisa tetap ada, tapi biasanya itu tidak mengunci satu akun persediaan raksasa seperti kasus reklamasi. Bagi investor, ini tipe risiko yang lebih bisa diprediksi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
SMRA berada di tengah, kasusnya tersebar di beberapa proyek seperti Kelapa Gading, Bekasi, dan Bogor. Banyak gugatan perorangan, tapi mayoritas perkara besar yang disebutkan sudah inkracht dimenangkan, jadi ancaman sistemiknya mengecil. Sisi baiknya, karena tersebar, satu kasus jarang mematikan keseluruhan perusahaan. Sisi buruknya, jumlah perkara yang banyak bisa menyedot fokus, waktu, dan biaya, serta tetap bisa mengganggu ritme penjualan di proyek tertentu walau nilainya per objek relatif terkendali.
Jadi bisa dikatakan kalau sengketa paling berat itu adalah APLN, lalu SMRA, lalu BSDE. APLN membawa risiko yang bisa menahan monetisasi dan membuka potensi impairment pada angka yang besar. SMRA lebih menghadapi gangguan yang terfragmentasi, biasanya lebih banyak mengganggu level proyek, bukan level perusahaan. BSDE terlihat paling bersih karena sengketa utamanya sudah selesai, sehingga ruang gerak bisnisnya lebih fokus ke eksekusi dan ekspansi.
𧨠Sengketa
π΄ APLN
π° Persediaan terkait reklamasi sekitar Rp826,68 miliar
π§© Pulau I Rp510,65 miliar
π§© Pulau F Rp316,02 miliar
π’ BSDE
π§Ύ Sengketa HGB di DUTI sudah inkracht dimenangkan
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π‘ SMRA
π§· Sengketa menyebar per proyek, perkara besar banyak yang inkracht dimenangkan
βοΈ Dampak paling terasa ke laporan keuangan
π§± APLN
β Potensi monetisasi tertahan karena izin belum pulih
π Risiko impairment persediaan jika kepastian tidak kembali
ποΈ BSDE dan SMRA
β
Risiko aset inti lebih terkendali karena basis hukum lebih kuat dan banyak kemenangan inkracht
πΈ Dampak lebih sering berupa biaya dan friksi eksekusi
π Syarat supaya berubah sengketa jadi kabar baik
π΄ APLN
π§Ύ Pemulihan izin yang jelas dan bisa dieksekusi, bukan sekadar proses berjalan
π§© Tanda proyek bergerak, bukan hanya tetap tercatat sebagai persediaan
π’ BSDE
π Fokus ke eksekusi proyek karena sengketa besar sudah selesai
π‘ SMRA
π§° Menjaga agar kasus-kasus kecil tidak mengganggu ritme proyek utama
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






$SMRA
I. Analisa Struktur Elliott Wave (Big Picture)
1. Identifikasi Tren Utama (Trend Identification)
SMRA menunjukkan pola Reversal yang sangat klasik dari sektor properti. Setelah mengalami tekanan jual panjang di akhir 2025, saham ini berhasil menemukan dasar pijakan yang kuat.
Major Bottom (Start of Cycle): Level terendah siklus ini berada di 340 pada April 2025.
Initial Impulse (Wave 1): Dari dasar 340, harga naik signifikan hingga mencapai puncak 488 pada Agustus 2025 (+43%). Ini adalah gelombang motif pertama yang mengindikasikan perubahan tren jangka panjang.
Deep Correction (Wave 2): Setelah puncak 488, harga terkoreksi sangat dalam dan lambat (fase biring) hingga menyentuh titik terendah 354 pada 29 Januari 2026. Koreksi ini hampir menyentuh titik awal tren (340), namun berhasil bertahan.
2. Posisi Wave Saat Ini (Current Wave Position)
SMRA saat ini berada di tahap Awal Wave (3).
Wave (2) Completed: Penurunan ke 354 pada akhir Januari 2026 kemungkinan besar adalah akhir dari koreksi Wave 2.
Validasi: Level 354 adalah Higher Low (354 > 340). Fakta bahwa harga tidak menembus 340 adalah kunci utama validitas struktur Bullish ini.
Start of Wave (3): Pantulan dari 354 ke harga saat ini 398 (13 Februari 2026) terjadi cukup meyakinkan. Kenaikan +12% dalam dua minggu terakhir adalah indikasi awal bahwa Smart Money mulai mengakumulasi kembali.
3. Konstruksi Hitungan (Primary Wave Count)
Start of Cycle: 340 (8 April 2025).
Puncak Wave (1): 488 (26 Agustus 2025).
Lembah Wave (2): 354 (29 Januari 2026).
Support Kuat: Area 350-354 terbukti menjadi "Lantai Beton". Selama harga bertahan di atas ini, potensi Upside sangat besar.
Current Action: Harga sedang mencoba menembus level psikologis 400. Jika 400 ditembus, ini akan mengonfirmasi pola Double Bottom atau V-Shape Recovery jangka pendek.
4. Validasi & Aturan Mutlak
Wave 2 Rule: Low 354 tidak menembus Start Wave 1 (340). (VALID)
Risk/Reward: Karena harga saat ini (398) masih relatif dekat dengan Invalidation Level (340), rasio risiko terhadap potensi keuntungan sangat menarik.
II. Fibonacci Retracement & Golden Ratio Analysis
1. Analisa Koreksi Wave (2) [Super Deep Retracement]
Fakta yang paling mencolok adalah kedalaman koreksi Wave 2.
Rentang Wave 1: 340 ->488 (Kenaikan 148 poin).
Low Aktual Wave 2: 354.
Rasio Retracement: 91%. Ini sangat dalam! Dalam banyak kasus, ini adalah sinyal Stop Hunting atau pembersihan akhir sebelum tren baru dimulai. Selama harga tidak menembus 340, struktur ini valid dan menawarkan Risk/Reward terbaik (risiko kecil, potensi besar).
2. Strategi "Buy on Pullback" (Sub-wave ii)
Setelah memantul dari 354 ke 398 (+12%), harga kemungkinan akan melakukan koreksi sehat (pullback) jangka pendek. Inilah area antrian beli yang strategis:
Support 0.5 (376): Area pertama untuk mulai mencicil beli.
Golden Zone 0.618 (370): Area 370-376 adalah zona beli ideal. Jika harga turun ke sini, risikonya sangat minim dengan potensi upside yang terbuka lebar.
3. Proyeksi Target Wave (3) [The Recovery]
Jika skenario pembalikan arah ini valid, target kenaikan Wave 3 adalah:
Target 1 (Conservative / Equality): 500
Deskripsi: Target ini melampaui puncak Wave 1 (488). Mencapai level ini berarti SMRA telah pulih sepenuhnya dari koreksi dalamnya.
Potensi Kenaikan: +26% dari harga sekarang (398).
Target 2 (Aggressive / 1.618 Extension): 595
Deskripsi: Target jangka menengah jika momentum sektor properti kembali bergairah.
Potensi Kenaikan: +50%.
Visualisasi Fibonacci:
Grafik di bawah ini memvisualisasikan strategi "Finding the Sweet Spot" di area 370-376.
III. Price Action & Volume Analysis
1. Karakteristik Volume per Wave (The Volume Signature)
Wave (1) - The Initial Rally (Apr - Aug 2025):
Rata-rata Volume: ~59.6 Juta lembar/hari.
Analisa: Fase markup harga dari 340 ke 488 didukung oleh volume yang sangat tinggi. Ini menunjukkan partisipasi institusi yang masif untuk membalikkan tren turun jangka panjang.
Wave (2) - The Correction Phase (Aug 2025 - Jan 2026):
Rata-rata Volume: ~46.0 Juta lembar/hari (Turun 23%).
Analisa: Volume selama koreksi ini menurun dibandingkan saat naik. Ini adalah sinyal positif (divergensi volume), yang berarti tekanan jual tidak sekuat tekanan beli sebelumnya. Penjual mulai kehabisan barang.
Start of Wave (3) - The Quiet Accumulation (Jan 2026 - Sekarang):
Rata-rata Volume: ~31.3 Juta lembar/hari.
Analisa: Volume saat ini masih relatif rendah. Ini wajar untuk tahap awal pembalikan arah di saham properti yang seringkali bergerak lambat di awal (Laggard).
Implikasi: Kita sedang berada di fase "Silent Accumulation". Smart Money sedang mengumpulkan barang tanpa memancing kenaikan harga yang terlalu mencolok. Ledakan volume kemungkinan baru akan terjadi saat harga menembus level psikologis 400.
2. Price Action & Candlestick Patterns
Morning Star / Bullish Engulfing: Di area 354 (akhir Januari), terbentuk pola candlestick pembalikan arah yang cukup jelas.
Higher Low: Kemampuan harga untuk bertahan di 354 (di atas 340) adalah kemenangan teknikal terbesar bagi Bullish Camp.
Kesimpulan Bagian III: Meskipun belum ada ledakan volume raksasa, struktur volume SMRA (Tinggi saat naik, Rendah saat turun) sangat sehat. Fase akumulasi senyap ini adalah kesempatan emas bagi investor yang sabar sebelum Crowd (ritel) menyadari perubahan tren ini.
IV. Skenario & Trading Plan (Simulasi)
1. Summary & Market Structure
Outlook: BULLISH REVERSAL (Early Stage).
Posisi Saat Ini: SMRA berada di 398, baru saja bangkit dari dasar 354. Harga masih berada di tahap awal pemulihan, memberikan ruang gerak (upside) yang masih sangat luas.
Implikasi: Harga belum "terbang" terlalu jauh. Koreksi sedikit ke bawah adalah kesempatan untuk masuk dengan harga diskon.
2. Primary Count (The Bull Case)
Skenario: Harga akan melakukan pullback sehat menuju area 370 - 376 (Retracement 50% - 61.8% dari pantulan awal). Setelah itu, harga akan membentuk Higher Low dan melesat menembus 400 menuju 488.
Trigger: Harga turun ke area 370-an dengan volume rendah, kemudian muncul demand baru yang mendorong harga kembali ke atas 380.
3. Alternate Count (The Bear Case - Risk)
Skenario: Jika sentimen properti memburuk dan harga kembali jebol di bawah 354, maka skenario Bullish batal. Harga berpotensi menguji kembali titik terendah siklus di 340.
Tindakan: Stop Loss mutlak di bawah 340.
4. Trading Plan (Simulasi Setup)
Strategi kita adalah "Buy on Weakness / Pullback":
ENTRY ZONE (Area Beli): 370 - 380
Strategi: Pasang antrian beli (Buy Limit) di rentang ini.
Logika: Area ini adalah Golden Zone Fibonacci. Membeli di sini memberikan rasio risiko dan keuntungan terbaik.
STOP LOSS (Proteksi): < 340 (Close Daily)
Alasan: Ini adalah level Invalidation struktur Wave 2. Jika jebol, tren turun berlanjut.
TAKE PROFIT 1 (Conservative): 488
Target: Puncak Wave 1.
Potensi Cuan: ~30% - 32%
TAKE PROFIT 2 (Moderate): 500
Target: Fibonacci Projection 1.0 (Equality).
Potensi Cuan: ~33% - 35%
TAKE PROFIT 3 (Aggressive): 595
Target: Fibonacci Extension 1.618.
Potensi Cuan: ~60% - 62%
5. Risk/Reward Ratio Calculation
Jika kita ambil harga tengah beli di 374:
Risk (ke 340): 34 poin (-9.1%)
Reward 1 (ke 488): 114 poin (+30.5%) -> Rasio 1 : 3.3 (Sangat Baik)
Reward 2 (ke 500): 126 poin (+33.7%) -> Rasio 1 : 3.7
Reward 3 (ke 595): 221 poin (+59.1%) -> Rasio 1 : 6.5 (Luar Biasa)
1/4




$KIJA UMR Play di Kendal
Lanjutan dari diskusi hari ini di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
KIJA saat ini sangat fokus di Kendal karena UMR Kendal sangat rendah jika dibandingkan dengan kawasan industri seperti Cikarang. Ini bukan sekadar pindah lokasi proyek, ini perpindahan pusat profit dari area yang makin mahal menuju area yang masih kompetitif untuk pabrik baru. Kalau investor masih menganggap KIJA cuma jual tanah seperti emiten properti biasa, investor sedang melewatkan perubahan struktur bisnisnya. Kendal membuat KIJA punya senjata baru, yaitu arbitrase biaya tenaga kerja plus insentif kawasan, yang efeknya langsung terasa ke daya tarik tenant. Dan ketika tenant masuk deras, yang ikut naik bukan hanya penjualan lahan, tapi juga utilitas dan jasa kawasan yang sifatnya berulang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bisnis KIJA di Kendal mencetak Rp2,02T pada LK Q3 2025 dan ini sudah mengalahkan bisnis KIJA di Cikarang yang hanya Rp1,63T. Secara tren, Kendal naik dari Rp1,57T pada 9M 2024 menjadi Rp2,02T pada 9M 2025, tumbuh 29,1%. Cikarang kebalikannya, turun dari Rp1,80T menjadi Rp1,63T, turun 9,2%. Artinya jelas banget, permintaan yang dulunya terkonsentrasi di koridor mapan Cikarang mulai bergeser ke koridor yang lebih murah secara biaya operasional seperti Kendal.
Skala amunisi KIJA juga tidak main-main, karena lahan yang dikuasai bukan hanya satu akun. Tanah untuk pengembangan tercatat 4.396 Ha, dengan 2.338 Ha sudah bersertifikat, kira-kira 53,2% dari land bank, sisanya masih proses pelepasan hak atau balik nama. Di aset tetap, ada tanah 1.581.650 m2 atau sekitar 158 Ha yang tersebar di banyak kota, jadi ini bukan hanya satu klaster. Ditambah persediaan tanah yang secara nilai berada dalam aset segmen pengembangan kawasan industri dan real estat senilai Rp20,43T, yang banyak berlokasi di Cikarang dan juga dipakai sebagai jaminan pinjaman. Kalau disatukan secara estimasi, total lahan KIJA berada di sekitar 4.554 Ha, sehingga game KIJA adalah game skala dan opsi monetisasi yang banyak. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kenapa Kendal bisa mengalahkan Cikarang, jawabannya bukan cuma karena UMR murah, tapi matematika biaya pabrik. UMK Kendal sekitar Rp2,8 sampai Rp2,9 juta, sedangkan Cikarang sekitar Rp5,2 sampai Rp5,5 juta, selisihnya sekitar 45 sampai 50% per karyawan per bulan sebelum mempertimbangkan turunan lain. Untuk pabrik padat karya, selisih ini bukan kosmetik, ini penentu apakah ekspansi layak atau tidak. Lalu ada faktor insentif kawasan ekonomi khusus yang membuat economics transaksi lahan dan aktivitas kawasan lebih menarik, termasuk dampak finansial seperti restitusi pajak yang tercatat Rp24,37 miliar pada 2025 dan Rp22,89 miliar pada 2024. Kombinasi ini membuat Kendal bukan sekadar lokasi alternatif, tapi lokasi yang secara total cost lebih meyakinkan untuk tenant baru.
Kalau dibandingkan dengan emiten properti lain, karakter KIJA memang beda kelasnya. DMAS punya sekitar 206 Ha dan sangat terpusat di Cikarang, sehingga unggul fokus tapi kurang diversifikasi ketika biaya Cikarang naik. BSDE unggul di nilai nominal land bank Rp17,60T dengan fokus kota mandiri residensial, sementara $DILD sekitar 2.025 Ha dan $SMRA sekitar 1.895 Ha juga bermain di residensial dan mixed-use yang sensitif ke siklus konsumen dan suku bunga. KIJA berdiri di jalur yang berbeda, karena demand utamanya datang dari investasi industri dan rantai pasok, sehingga relevansi perbandingan utamanya adalah magnet tenant dan kemampuan monetisasi kawasan, bukan sekadar luas lahan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Daya tarik KIJA terlihat dari dua sisi yang saling menguatkan, yaitu likuiditas dan recurring income. Kas melonjak ke Rp3,29T dari Rp2,05T, lalu gearing ratio turun dari 36,48% menjadi 20,37%, ini sinyal deleveraging yang nyata. Recurring income dari power plant dan jasa kawasan memberi stabilisator, dengan pendapatan power plant sekitar Rp1,37T dan kontribusi laba ke induk sekitar Rp332,88 miliar, jadi KIJA tidak sepenuhnya bergantung pada jual tanah one-off. Namun risikonya juga nyata, yaitu Senior Notes jatuh tempo 2027 sekitar Rp4,62T, ditambah kovenan yang bisa membatasi dividen dan ruang investasi. Tambahan lagi, EPS turun 43% meskipun revenue naik 8,2%, jadi investor harus peka bahwa pertumbuhan top line belum tentu langsung mengalir ke pemegang saham kalau beban pendanaan dan struktur biaya menekan laba per saham.
Jadi KIJA ini asset play yang sedang diuji oleh jatuh tempo utang gede di 2027. Optimisnya, dengan PBV sekarang yang masih di bawah 1 memberi ruang upside besar bila monetisasi Kendal bisa terus kencang dan refinancing utang bisa dilakukan tanpa mengorbankan nilai pemegang saham, bahkan jika target PBV 1x maka potensi upsde KIJA makin besar. Tapi peru diingat bahwa land bank sebesar apa pun bisa berubah jadi alat tawar kreditor kalau cashflow tidak cukup kuat dan seluruh kenaikan revenue tersedot bunga serta pelunasan. Versi realistisnya sederhana, Kendal sudah terbukti jadi growth driver, tapi manajemen harus mempercepat monetisasi yang terlihat di cashflow melalui JV, divestasi aset non-core, atau struktur pembiayaan yang lebih ringan, karena tanpa itu, valuasi akan terus didiskon meski lahan dan ceritanya menarik.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/2


$KIJA: Berburu Kawasan Industri di Kendal
Diskusi tentang kawasan industri hari ini di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
KIJA saat ini sangat fokus di Kendal karena UMR Kendal sangat rendah jika dibandingkan dengan kawasan industri seperti Cikarang. Ini bukan sekadar narasi biaya tenaga kerja, ini strategi menangkap gelombang relokasi pabrik yang mencari struktur biaya paling efisien. Kalau investor masih melihat KIJA sebagai saham properti yang jual tanah lalu selesai, itu sudah ketinggalan cerita. KIJA sedang memindahkan pusat gravitasi bisnisnya dari zona yang mulai mahal dan jenuh ke zona yang masih murah dan lapar investasi. Dan saat pergeseran ini berhasil, yang berubah bukan cuma revenue, tapi valuasi lahan, daya tawar ke tenant, dan kualitas arus kas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari data LK Q3 2025 KIJA, terlihat jelas bahwa kawasan Kendal resmi mengalahkan Cikarang dalam bisnis KIJA. Revenue Kendal Rp2,02T, Cikarang Rp1,63T. Secara tren, Kendal tumbuh 29,1% YoY, sedangkan revenue KIJA di Cikarang justru turun 9,2%. Ini mengirim sinyal bahwa permintaan lahan industri dan aktivitas turunannya sedang pindah pusat, dari koridor yang biaya buruhnya tinggi dan kompetisinya ketat ke koridor yang lebih kompetitif untuk pabrik padat karya. Dengan selisih upah yang lebar, pabrik yang sensitif ke gaji akan menghitungnya sebagai selisih biaya tetap tahunan yang bisa mengubah margin hidup-mati.
Di balik fokus Kendal, ada logika skala yang lebih rapi. KIJA punya land bank untuk pengembangan 4.396 Ha, ditambah tanah aset tetap sekitar 158 Ha dari 1.581.650 m2, sehingga total estimasi lahan mendekati 4.554 Ha. Ini ukuran yang besar untuk emiten kawasan industri, dan yang membuatnya menarik adalah sebaran geografisnya. Cikarang memberi ekosistem matang, Kendal memberi biaya operasional rendah, Pandeglang memberi aset pariwisata yang bisa jadi agunan global untuk pendanaan. Diversifikasi ini membuat KIJA tidak bergantung pada satu klaster ekonomi saja, tetapi juga menambah kompleksitas eksekusi karena tiap lokasi punya karakter demand berbeda.
Kalau dibandingkan emiten lain, posisi KIJA itu unik. DMAS hanya sekitar 206 Ha dan sangat terkonsentrasi di Cikarang, jadi kuat di kedalaman satu lokasi tapi lebih rentan kalau siklus Cikarang melemah. $BSDE, DILD, $SMRA lebih besar di residensial dan kota mandiri, sehingga driver mereka lebih bergantung ke siklus properti konsumen dan suku bunga. KIJA berbeda, karena demand utamanya datang dari investasi pabrik, relokasi rantai pasok, dan kebutuhan infrastruktur kawasan. Jadi perbandingan yang paling relevan bukan sekadar luas lahan, tapi siapa yang punya magnet tenant industri dan siapa yang punya recurring income untuk menstabilkan arus kas saat penjualan lahan melambat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Esensi lain yang sering luput adalah kualitas monetisasi lahan. Di Kendal, KIJA menguasai 51% di KIK, jadi setiap pertumbuhan di sana lebih terasa ke konsolidasi. Status KEK juga memberi nilai tambah berupa insentif yang bisa memperbaiki economics transaksi lahan dan aktivitas kawasan. Ini membuat Kendal bukan hanya alternatif murah dari Cikarang, tapi paket lengkap yang lebih mudah dijual ke calon tenant karena total cost of operation lebih rendah. Ketika kawasan industri punya daya tawar, bukan cuma tanah yang laku, layanan kawasan, utilitas, sampai jasa pemeliharaan ikut naik, dan itu menciptakan revenue berulang yang lebih stabil.
Dari sisi risiko, investor perlu melihat dua hal yang saling tarik-menarik. Di satu sisi, kas naik menjadi Rp3,29T dari Rp2,05T, dan gearing ratio turun dari 36,48% menjadi 20,37%, ini tanda deleveraging yang nyata dan memperkuat daya tahan neraca. Di sisi lain, ada Senior Notes 2027 sekitar Rp4,62T yang menjadi titik fokus, karena nilai lahan sebesar apa pun tidak otomatis menguntungkan pemegang saham kalau arus kas akhirnya lebih banyak mengalir ke kreditor. Hedging NDF USD100 juta adalah langkah disiplin untuk meredam volatilitas kurs, tapi itu tetap bukan pengganti strategi inti, yaitu memastikan monetisasi lahan dan cashflow cukup kuat untuk opsi refinancing yang tidak menyakitkan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Intinya, KIJA menarik karena kombinasi skala land bank, pergeseran mesin pertumbuhan ke Kendal, dan perbaikan struktur modal yang terlihat angka-angkanya. Keunggulan utamanya ada pada arbitrase biaya tenaga kerja, pembuktian revenue Kendal yang sudah mengalahkan Cikarang, serta peluang hidden value karena lahan dicatat historis dan bisa sangat undervalued terhadap nilai pasar. Kelemahannya ada pada tekanan eksekusi, kebutuhan monetisasi yang cepat dan bersih, serta bayang-bayang jatuh tempo 2027 yang menentukan apakah rerating valuasi benar-benar terjadi. Potensinya besar bila Kendal terus menyedot tenant dan manajemen mengunci jalur pendanaan yang aman, karena saat itu KIJA bukan lagi cerita jual-beli tanah, tapi cerita platform industri dengan arus kas dan aset yang mulai dihargai lebih wajar oleh pasar.
π KIJA Berburu Kawasan Industri di Kendal
β’ πΈ UMR rendah, margin pabrik naik
β’ π§Ύ KEK, insentif pajak menekan total cost
β’ π Bukti demand, revenue Kendal 2,02T vs Cikarang 1,63T
β¦ π Kendal 29,1% YoY
β¦ π Cikarang -9,2% YoY
β’ π§° Checklist cepat
β¦ π£οΈ Tol-pelabuhan-last mile
β¦ β‘ Listrik, π§ air, π§ͺ limbah, π‘ fiber
β¦ π Legal clean, bebas sengketa
β’ β οΈ Risiko
β¦ π banjir, π izin, ποΈ eksekusi developer molor
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3



$PWON $SMRA https://cutt.ly/XtnXWlub