


Volume
Avg volume
PT Supra Boga Lestari Tbk, didirikan pada 28 Mei 1997, adalah pelopor ritel modern segmen menengah atas di Indonesia dengan portofolio merek premium seperti Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet by Ranch Market, Day2Day by Farmers Market, dan Pasarina by Ranch Market. Perseroan bergerak dalam perdagangan eceran berbagai produk makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga melalui konsep supermarket. Perseroan saat ini fokus pada perluasan jaringan dan optimasi konsep toko untuk meningkatkan pengalaman belanja. Perseroan merupakan anak usaha PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli.com) yang mendukung integrasi strategi omnichannel... Read More
Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan seiring dengan persaingan yang terjadi di pasar. Berdasarkan data Forbes Billionaires per Selasa (6/1), konglomerat pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu, masih kokoh menempati posisi orang terkaya nomor satu di Tanah Air.
Nilai kekayaann...

katadata.co.id
$MPPA vs $RANC: Duel Rugi Lippo dan Djarum
Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
MPPA dan RANC sama-sama perusahaan rugi, dan ini bukan rugi kecil yang bisa ditutup pakai kata restrukturisasi. MPPA punya pendapatan 9 bulan 2025 Rp5,47 triliun tapi tetap rugi bersih Rp91,8 miliar. RANC pendapatannya Rp2,19 triliun dan rugi bersih Rp40,8 miliar. MPPA dibackup Lippo lewat $MLPL, RANC dibackup Djarum lewat PT Global Digital Niaga Tbk, tapi pemilik besar tidak otomatis membuat ritel jadi mesin laba. Penyebab utamanya bukan karena sepi pembeli, melainkan margin tipis ketemu biaya toko yang tebal. MPPA cuma punya margin kotor 16,99%, artinya dari tiap Rp100 penjualan, sisa kotor cuma Rp16,99 sebelum bayar sewa, gaji, listrik, logistik, dan bunga. RANC margin kotornya lebih tebal 24,45%, tapi biaya operasional naik lebih cepat daripada penjualan, jadi laba usaha tetap negatif. Jadi pertanyaan yang benar buat investor bukan siapa konglomeratnya, tapi siapa yang bisa bikin toko untung tanpa bakar kas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau ditarik dari sejarah dan karakter bisnis, MPPA itu ritel skala besar yang main di format hypermarket dan supermarket lewat merek seperti Hypermart, Foodmart, Hyfresh, dan Boston Health and Beauty. Perusahaan berdiri 11 Maret 1986 dan melantai Desember 1992, jadi ini pemain lama dengan organisasi besar, karyawan 6.847 orang per 30 September 2025. RANC itu ritel supermarket yang lebih premium dan spesifik, lewat merek Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet, Day2Day, dan Pasarina. RANC berdiri 28 Mei 1997 dan melantai 7 Juni 2012, organisasinya jauh lebih ramping, karyawan tetap 853 orang. Perbedaan format ini penting, karena ritel mass market biasanya menang volume tapi kalah margin, sedangkan ritel premium biasanya menang margin tapi gampang kalah oleh biaya sewa lokasi bagus dan biaya operasional per toko.
Rugi perusahaan industri ritel itu biasanya terjadi saat sisa uang setelah jual barang tidak cukup buat bayar biaya toko. Sisa uang ini namanya laba kotor, yaitu penjualan dikurangi beban pokok penjualan, sederhananya biaya beli barang dari pemasok. MPPA di 9 bulan 2025 penjualan Rp5,47 triliun, beban pokok penjualan Rp4,54 triliun, jadi sisa kotornya kira-kira Rp930 miliar. Kedengarannya besar, tapi lalu datang beban operasional Rp974 miliar, isinya sewa, gaji, promosi, listrik, logistik, dan biaya kantor. Hasilnya, laba usaha MPPA cuma sekitar Rp4,6 miliar, ini level yang secara praktis rapuh, karena goyang sedikit langsung ambruk. Setelah itu MPPA masih harus bayar beban keuangan Rp94,8 miliar, jadi wajar ujungnya rugi bersih Rp91,8 miliar. Ini pola ritel yang paling menyebalkan, kerja keras muter barang triliunan, tapi marjin keburu dimakan biaya tetap dan bunga. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
RANC ceritanya beda rasa tapi ujungnya sama. Penjualan 9 bulan 2025 Rp2,19 triliun, beban pokok penjualan Rp1,65 triliun, jadi sisa kotornya sekitar Rp534 miliar. Ini kenapa margin kotor RANC terlihat lebih enak, 24,45% dibanding MPPA 16,99%. Masalahnya, beban operasional RANC Rp587 miliar, lebih besar dari sisa kotornya. Artinya secara toko inti, RANC masih rugi usaha, sekitar Rp19,3 miliar. Beban keuangannya Rp23,2 miliar, akhirnya rugi bersih Rp40,8 miliar. Jadi RANC bukan kalah di harga barang, RANC kalah di biaya operasional yang belum bisa ditekan sampai di bawah kemampuan margin tokonya.
Bagian yang bikin investor sering bingung itu ini, kok rugi tapi arus kas operasi positif. Arus kas operasi itu uang kas yang benar-benar masuk dari aktivitas jual beli setelah dihitung perubahan persediaan, utang dagang, dan biaya operasional yang benar-benar dibayar. Di ritel, perusahaan bisa rugi di laporan laba rugi tapi kas tetap masuk karena ada biaya besar yang sifatnya non-kas, misalnya penyusutan aset toko dan pencatatan hak-guna sewa. MPPA rugi Rp91,8 miliar, tapi arus kas operasi positif Rp246,2 miliar, bahkan arus kas bebas setelah belanja aset masih positif Rp220,4 miliar. RANC rugi Rp40,8 miliar, tapi arus kas operasi positif Rp69,8 miliar, dan arus kas bebas positif Rp63 miliar. Jadi, dua-duanya belum sesak napas dari sisi kas harian, tapi dua-duanya belum berhasil membuat model toko yang secara akuntansi juga untung. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor mau menilai mana yang lebih baik atau lebih buruk, kuncinya bukan cuma rugi bersih, tapi kualitas rugi dan risiko struktur neraca. MPPA punya masalah yang lebih bahaya di modal kerja. Liabilitas jangka pendek sekitar Rp2,08 triliun lebih besar dari aset lancar sekitar Rp1,58 triliun, jadi defisit modal kerja Rp502,3 miliar. Ini bahasa gampangnya, tagihan yang jatuh tempo dekat lebih besar daripada aset lancar yang siap dipakai bayar, sehingga perusahaan harus pintar mengatur tempo pembayaran pemasok, sewa, dan kewajiban lain. RANC juga defisit, tapi skalanya jauh lebih kecil, liabilitas jangka pendek Rp567,5 miliar vs aset lancar Rp508,1 miliar, defisit Rp59,3 miliar. Jadi dari sisi risiko neraca, MPPA lebih rawan jika ada guncangan operasional atau pemasok mengetatkan tempo.
Namun MPPA punya keunggulan skala dan mesin kas yang lebih besar. Kas MPPA Rp201 miliar, kas RANC Rp75,8 miliar. Persediaan MPPA Rp1,05 triliun, persediaan RANC Rp405 miliar. Di ritel, persediaan itu pedang bermata dua. Kalau muternya cepat, ini jadi sumber kas. Kalau muternya lambat, ini jadi beban diskon dan potensi barang basi. MPPA justru menurunkan persediaan 12,8%, ini bisa dibaca sebagai usaha merapikan stok dan mempercepat uang kembali jadi kas. RANC persediaannya naik 1,7%, belum tentu jelek, tapi di kondisi rugi usaha, investor wajib curiga apakah kenaikan stok ini benar-benar karena strategi barang laku, atau karena barang kurang laku lalu numpuk.
Dari sisi efisiensi model bisnis, RANC terlihat punya produk dan positioning yang lebih ramah margin. Margin kotor 24,45% memberi ruang napas lebih panjang dibanding MPPA 16,99%. Ini keunggulan RANC yang nyata. Tapi RANC punya kelemahan klasik ritel premium, biaya operasional per toko tinggi, dan ketika penjualan cuma tumbuh 0,8% sementara beban operasional naik 3,3%, rugi usaha jadi susah hilang. MPPA kebalikannya, margin tipis bikin ruang napas sempit, tapi jaringan dan volume besar memberi peluang perbaikan lewat efisiensi logistik, negosiasi pemasok, dan optimalisasi toko. Masalahnya, MPPA harus melakukan itu sambil membawa beban bunga yang besar, karena beban keuangannya Rp94,8 miliar, jauh di atas RANC Rp23,2 miliar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Soal kepemilikan saham, MPPA punya porsi publik 36,57% sehingga likuiditas pasar biasanya lebih enak, sedangkan RANC publik 11,77% sehingga saham bisa lebih sepi dan pergerakannya bisa lebih gampang digerakkan sentimen. Ini bukan soal baik atau buruk fundamental, tapi soal kenyamanan investor di pasar. Yang lebih penting adalah arah perbaikan operasional. MPPA itu sudah di titik laba usaha nyaris nol, jadi sedikit perbaikan margin atau efisiensi beban bisa langsung mengubah cerita, tapi risikonya besar karena struktur modal kerja defisitnya juga besar. RANC masih rugi usaha, jadi pekerjaannya lebih berat karena harus menurunkan beban operasional atau menaikkan produktivitas toko sampai melewati titik impas, tapi risiko neracanya relatif lebih ringan dibanding MPPA.
Kalau harus memilih siapa lebih baik hari ini berdasarkan data 9 bulan 2025, jawabannya tidak bisa cuma satu kata, tapi garis besarnya begini. Dari sisi kualitas margin dan potensi per toko, RANC lebih unggul karena margin kotor lebih tebal. Dari sisi skala, kas operasional, dan opsi turnaround lewat volume, MPPA lebih unggul, tapi MPPA membawa risiko modal kerja dan beban bunga yang lebih mengganggu. Jadi investor yang suka cerita perbaikan cepat biasanya akan melirik MPPA karena tinggal selangkah dari laba usaha yang bermakna, dengan catatan risiko neraca dipantau ketat. Investor yang lebih suka bisnis dengan margin lebih sehat biasanya akan melirik RANC, dengan catatan manajemen harus membuktikan beban operasional bisa ditekan, karena tanpa itu margin tebal pun tetap habis sebelum sampai ke laba bersih. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π MPPA vs RANC 9 bulan 2025
πͺ Kinerja rugi
π₯ PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) penjualan Rp5,47 triliun, rugi Rp91,8 miliar, margin kotor 16,99% jadi dari Rp100 jualan sisa Rp16,99.
π₯ PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) penjualan Rp2,19 triliun, rugi Rp40,8 miliar, margin kotor 24,45% jadi sisa Rp24,45.
π Akar masalah
π Margin ketemu biaya toko.
β«οΈMPPA sisa kotor habis buat biaya, lalu bunga Rp94,8 miliar.
β«οΈRANC sisa kotor habis buat biaya, lalu bunga Rp23,2 miliar.
βοΈ Mana lebih baik
β
RANC unggul di margin dan gap bayar dekat lebih kecil Rp59,3 miliar.
β οΈ MPPA unggul skala, tapi gap bayar dekat Rp502,3 miliar dan bunga lebih berat.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/4




$GZCO
β‘ SCALPING PLAN
π’ Entry
Buy on Weakness: 240 β 250 (Menunggu di area support psikologis berikutnya setelah penurunan tajam hari ini).
Buy on Rebound: > 264 (Konfirmasi jika harga berhasil memantul dan melewati harga penutupan hari ini dengan volume beli yang signifikan).
π― Take Profit
TP 1: 272 β 276 (Target awal untuk amankan profit cepat di area resisten minor pertama).
TP 2: 290 β 300 (Area supply di mana harga sebelumnya sempat tertahan sebelum melanjutkan kejatuhan).
TP 3: 320+ (Target jika terjadi pembalikan arah tren utama menuju area puncak konsolidasi lama).
π΄ Stop Loss
SL Area: < 236 (Jika harga menembus level ini, tren penurunan kemungkinan besar akan berlanjut menuju area 200-an).
Note: Jika ditutup (Daily Close) di bawah 236 β WAJIB CUT LOSS.
β οΈ Catatan Singkat
Momentum Bearish: MACD menunjukkan tekanan jual yang masih sangat dominan, sehingga scalping di sini memiliki risiko sangat tinggi (high risk).
Disiplin Ketat: Jangan melakukan averaging down di saham yang sedang terjun bebas (falling knife) tanpa adanya volume perlawanan yang jelas.
Sektor Perkebunan: Perhatikan juga pergerakan harga komoditas CPO global yang biasanya mempengaruhi pergerakan saham ini.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $RANC
$RANC -tampak di jagain seperti hal nya di blue π€£
$NIRO -dijagain juga entah kapan jalan nyaπ€£
$URBN -udh running
analisa ulang sebelum membeli saham nya saya cuma melakukan analisa dan melihat sahamnya
Supra Boga Lestari Tbk - RANC
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/atpMoSYY
$RANC
1/4




Random tag $AIMS $RANC $BOLA
Duduk yang tenang saja, jangan terlalu euphoria, pestanya bisa saja baru di mulai
$RANC
Mesti diingat jika membeli saham, salah satu yang dilihat adalah siapa di belakangnya, RANC $SUPR $DATA 1 owner, kalo barangnya tipis, ada kemungkinan di minta hold panjang karena tipikal saham2 group Djarum ya seperti itu, berbeda dengan PP, lain pula dengan Lippo, semua punya DNA masing masing.
Jangan salah pilih dan jangan salah posisi
hold aja bang..pengalaman gw ni diemiten $RANC lebih gede dari ini minesny..eh 2 minggu kmudian rebound..parah sih dimainin otak gwππ
$BBCA
$BELI
$RANC
SUPR
TOWR
https://cutt.ly/UtrJ4CuF