


Volume
Avg volume
PT Cikarang Listrindo Tbk, didirikan pada 28 Juli 1990 dan resmi melakukan Penawaran Umum Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia pada 14 Juni 2016 (kode saham POWR), bergerak dalam bidang pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik meliputi pembangkit gas dan uap dengan total kapasitas terpasang 1.179,8 MW (termasuk co‑firing biomassa 70 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 35,8 MWp serta tambahan 14,1 MWp yang sedang dibangun) serta penyediaan Sertifikat Energi Terbarukan (I‑REC) dan pengoperasian 11 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini Perseroan memfokuskan pengembangan energi ... Read More
$DCII LK Full Year 2025: Growth Double Digit Continue
Kalau lihat LK Full Year 2025 DCII, kita bisa lihat bahwa growth perusahaan lumayan kencang. Bukan cuma naiknya revenue dan laba, tapi yang lebih penting, uangnya benar-benar masuk ke kas, lalu diputar lagi buat ekspansi. Ini tipe perusahaan yang kelihatan sangat matang dari sisi monetisasi, tetapi tetap punya beberapa titik yang wajib investor awasi karena skala makin besar biasanya membuat risiko konsentrasi dan transaksi afiliasi makin relevan. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
DCII itu perusahaan data center dan hosting, core-nya colocation. Mereka menyewakan ruang, daya listrik, dan konektivitas untuk server pelanggan. Didirikan 18 Juli 2011, operasi komersial sejak 2013, kantor pusat di Jakarta, fasilitas data center di Bekasi, IPO Januari 2021. Pemegang kendali akhirnya adalah tiga pendiri, Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia. Ada juga Anthoni Salim yang memegang porsi signifikan, dan publik sekitar 22,36%. Struktur pemegang saham ini memberi kesan bahwa perusahaan ini dekat dengan ekosistem besar teknologi dan grup usaha kuat, yang biasanya membantu akses pelanggan dan pendanaan.
Angka growth 2025 memang nendang. Pendapatan naik 40,1% dari Rp1,81 triliun menjadi Rp2,54 triliun. Laba bersih naik 25,7% dari Rp796,8 miliar menjadi Rp1,00 triliun. Jadi ini bukan cerita perusahaan yang baru break even. Ini sudah skala laba triliunan rupiah, dan tetap bisa tumbuh agresif. Yang bikin investor senyum bukan cuma laba, tapi kualitas labanya. CFO tembus Rp1,53 triliun, sehingga CFO terhadap laba 1,53x. Artinya laba bersihnya bukan laba kertas. Uang tunai yang dihasilkan bahkan lebih besar daripada laba akuntansi, karena ada komponen non-kas seperti depresiasi yang besar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Walau begitu, margin turun. GPM turun dari 58,3% menjadi 54,0%. OPM turun dari 53,8% menjadi 49,8%. NPM turun dari 43,9% menjadi 39,4%. Kalau hanya baca sekilas, orang bisa mengira bisnisnya melemah. Namun penjelasan utamanya lebih spesifik. Beban sewa colocation ke pihak berelasi meroket dari Rp3,8 miliar menjadi Rp255,2 miliar. Ini memberi sinyal bahwa DCII semakin banyak memakai kapasitas yang disediakan entitas afiliasi untuk kemudian dijual kembali ke pelanggan. Jadi margin turun bukan karena harga jual ambruk, melainkan karena struktur biaya berubah, ada porsi biaya sewa afiliasi yang besar. Ada indikasi makan dalam tapi setidaknya laba masih growth jadi makan dalam dimaafkan untuk saat ini.
Model pendapatannya sendiri mayoritas recurring. Colocation biasanya kontrak berulang, dibayar bulanan atau tahunan. Ada juga jasa instalasi yang sifatnya non-recurring, tetapi pengakuan pendapatannya bisa ditangguhkan dan diakui seiring waktu kontrak. Model seperti ini membuat pendapatan dan kas relatif stabil, selama occupancy dan kontrak pelanggan terjaga. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun ada red flag yang tidak bisa dianggap kecil. Konsentrasi pelanggan. Dua pelanggan menyumbang Rp1,21 triliun atau sekitar 47,9% dari total pendapatan 2025. Ini sangat besar. Kalau salah satu pelanggan besar menahan ekspansi, renegosiasi harga, atau pindah, revenue bisa langsung goyang. Di bisnis data center, pelanggan besar biasanya kontraknya panjang dan switching cost tinggi, tetapi tetap saja angka hampir setengah pendapatan di dua nama membuat risiko jadi nyata, bukan teori.
Di sisi pemasok yang krusial, listrik. Pemasok listrik utama adalah PT Cikarang Listrindo $POWR, dengan nilai sekitar Rp396,7 miliar yang merepresentasikan 15,62% dari pendapatan. Ini nyambung karena listrik adalah nyawa data center. Kabar baiknya, ada perjanjian yang sifatnya menguntungkan dan diperpanjang otomatis, sehingga pasokan listrik relatif stabil. Ini penting karena gangguan listrik atau lonjakan biaya bisa langsung memukul kualitas layanan dan margin.
Sisi yang menarik dari DCII adalah bagaimana mereka memonetisasi ekosistem afiliasinya. DCII punya kontrak pengoperasian pusat data dengan pihak berelasi seperti DISM dan DISP. Mereka dapat fee keahlian awal dan juga skema bagi hasil 5% sampai 15% dari monthly recurring revenue mitra. Artinya DCII bisa ikut menikmati pertumbuhan kapasitas data center milik pihak berelasi tanpa harus menanggung 100% capex pembangunan gedung. Ini strategi yang cerdas, tapi investor tetap perlu memantau fairness transaksi pihak berelasi, karena di situlah margin bisa bergeser tanpa disadari. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Neraca DCII juga membesar cepat. Total aset naik 37,9% menjadi Rp6,64 triliun. Mayoritasnya aset tetap Rp5,13 triliun, didominasi mesin dan peralatan mekanis listrik Rp2,85 triliun serta bangunan data center Rp1,38 triliun. Ini wajar untuk bisnis data center, karena biaya awal besar dan aset fisiknya berat. Utang bank total Rp1,87 triliun, ekuitas Rp4,00 triliun, sehingga DER 0,47x. Ini masih sehat. Kalau dibandingkan dengan CFO Rp1,53 triliun, utang terhadap CFO sekitar 1,22x, artinya secara kemampuan bayar, satu tahun arus kas operasi hampir menutupi total utang. Itu posisi yang kuat.
Ada satu anomali yang sering bikin orang panik, modal kerja negatif. Aset lancar Rp938,9 miliar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek Rp988,6 miliar, sehingga modal kerja negatif sekitar Rp49,7 miliar. Tetapi konteksnya penting. Liabilitas jangka pendek ini banyak berasal dari akrual pembelian aset tetap yang besar, bukan utang dagang operasional yang mendadak meledak karena krisis. Selain itu, perusahaan punya fasilitas kredit belum ditarik Rp225 miliar dan CFO besar, sehingga kemampuan melunasi kewajiban jangka pendek tetap kuat. Piutang juga sehat Rp615,7 miliar tanpa cadangan kerugian piutang, dan persediaan nyaris nol sekitar Rp20 miliar karena bisnisnya jasa.
Arus kas menjelaskan cerita ekspansi. Kas bersih naik tipis Rp38,2 miliar menjadi Rp255,7 miliar. Kenapa tipis padahal CFO besar? Karena belanja investasi juga besar. Kas untuk investasi sekitar Rp2,22 triliun, capex aset tetap Rp1,72 triliun, sehingga free cash flow menjadi negatif sekitar minus Rp182,8 miliar. Ini bukan sinyal bahaya. Ini sinyal perusahaan sedang membangun kapasitas baru, seperti proyek JK6 yang progresnya 15% dan E2 progres 80%. Untuk menutup gap FCF negatif ini, DCII menarik utang baru, terlihat dari arus kas pendanaan positif Rp726 miliar dan penarikan utang bank baru Rp1,1 triliun. Polanya masuk akal. Operasi menghasilkan kas besar, lalu dipakai untuk membiayai pertumbuhan, sisanya ditutup dengan utang yang masih terukur. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ada juga cerita landbank yang menarik untuk perusahaan data center. Tanah dinilai wajar Rp1,07 triliun dan dicatat sebagai aset tetap karena dipakai sendiri, bukan untuk dijual. Setelah periode laporan, 12 Desember 2025 mereka menandatangani pembelian tanah baru 59.726 meter persegi senilai Rp131,39 miliar dan dibayar lunas Februari 2026. Ini sinyal ekspansi lanjut, bukan ekspansi sekali lalu berhenti.
Dari sisi regulasi, DCII termasuk yang dapat karpet merah. Mereka memperoleh tax holiday PPh badan 100% selama lima tahun untuk gedung tertentu, dan dampaknya besar karena mengurangi beban pajak secara material. Ada juga isu pajak minimum global 15% yang tidak berdampak karena mereka tidak masuk cakupannya. Tidak ada kasus hukum material yang menghambat.
DCII di 2025 tumbuh cepat, profit tinggi, dan kualitas laba sangat bagus karena kas operasinya lebih besar dari laba bersih. Mereka agresif menambah kapasitas, sehingga FCF negatif itu wajar karena uangnya dipakai membangun gedung dan infrastruktur baru. Neraca masih sehat, utang relatif aman dibanding CFO, dan ada dukungan regulasi pajak yang menguntungkan. Tetapi investor tidak boleh menutup mata pada dua titik sensitif. Konsentrasi di dua pelanggan besar yang hampir memegang setengah pendapatan, dan besarnya transaksi pihak berelasi yang bisa menggeser margin lewat skema sewa colocation dan kontrak operasional. Ini bukan berarti jelek, tapi ini area yang harus diawasi ketat karena di situ cerita bagus bisa berubah arah kalau ada satu variabel yang goyang.
🧠 Jasa data center colocation hosting
🗓️ Berdiri 18 Jul 2011 operasi 2013 IPO Jan 2021
📍 Kantor Jakarta fasilitas Bekasi
👥 PSP pendiri
👤 Otto Toto Sugiri 29,90%
👤 Marina Budiman 22,51%
👤 Han Arming Hanafia 14,11%
👤 Anthoni Salim 11,12%
🌐 Publik 22,36%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📈 Growth 2025
🧾 Revenue Rp2,54 T naik 40,1%
💰 Laba bersih Rp1,00 T naik 25,7%
💧 CFO Rp1,53 T CFO terhadap laba 1,53x
📉 Margin turun tapi ada sebab
📦 GPM 54,0% dari 58,3%
🏢 OPM 49,8% dari 53,8%
🧾 NPM 39,4% dari 43,9%
🔗 Sewa colocation pihak berelasi Rp255,2 B naik dari Rp3,8 B
⚠️ Risiko utama
🎯 2 pelanggan Rp1,21 T sekitar 47,9% revenue
⚡ Listrik vital dari Cikarang Listrindo Rp396,7 B
🏦 Neraca dan ekspansi
🧱 Aset Rp6,64 T naik 37,9% aset tetap Rp5,13 T
🏦 Utang bank Rp1,87 T ekuitas Rp4,00 T DER 0,47x
🧩 Modal kerja negatif kira-kira Rp49,7 B tapi ada fasilitas Rp225 B
🧮 FCF minus kira-kira Rp182,8 B karena capex Rp1,72 T
🏗️ Proyek JK6 15% E2 80%
🌱 Tanah Rp1,07 T beli 59.726 m2 Rp131,39 B lunas Feb 2026
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏛️ Regulasi
🎁 Tax holiday PPh 100% 5 tahun untuk JK3 JK5
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






$POWR 📊 Ringkasan Teknikal — Saat ini, POWR berada dalam strong uptrend dengan pola candle Doji yang menunjukkan indecision. Harga saat ini berada di 735, dengan RSI(14) yang netral dan MACD yang menunjukkan bullish momentum.
🧠 Analisa Mendalam — Dari sisi moving averages, MA20, MA50, dan MA200 semua berada di atas harga saat ini, menunjukkan tren utama yang kuat. Namun, Stochastic menunjukkan bearish cross, yang bisa menjadi pertanda potensi koreksi. Bollinger Band menunjukkan bahwa harga berada di antara mid-upper BB, dengan volatilitas harian yang relatif normal. Volume hari ini sepi, yang bisa menjadi pertanda kurangnya minat beli.
🎯 Trading Plan (LONG ONLY) —
• Bias: Bullish karena tren utama yang kuat dan MACD yang positif.
• Action: BUY karena setup teknikal yang mendukung dan risk/reward yang layak.
• Entry zone: 730-735, yang merupakan level support yang kuat dan realistis.
• Cut Loss: 713 (-2.99% dari entry), yang berada di bawah support dan entry.
• Target 1: 768 (+4.49% dari entry), yang berada di atas resistance dan menawarkan risk/reward yang baik.
• Target 2: 801 (+8.98% dari entry), yang menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dengan risk/reward yang lebih baik.
• Time horizon: Swing (beberapa hari) karena tren utama yang kuat dan potensi koreksi yang relatif kecil.
⚡ Skenario Risiko — Skenario risiko yang paling besar adalah jika harga breakdown support 725, yang bisa menandakan akhir dari tren utama. Selain itu, volume yang sepi juga bisa menjadi pertanda kurangnya minat beli, yang bisa mempengaruhi harga.
📌 Kesimpulan — BUY di 730-735 dengan cut loss di 713 dan target 1 di 768, serta target 2 di 801. Pastikan untuk memantau volume dan tren utama untuk menghindari potensi koreksi yang tidak terduga.
📊 Score: 68/100 🟡 BULLISH LEMAH — WATCHLIST | ATR: 18.929
⚠️ Bukan rekomendasi investasi. DYOR & manage risk RTAG: $MPOW $TOWR
$POWR $IHSG
Bahan bakar utama gas bumi dan batubara (87%), perang panjang harga bahan bakar naik, beban bengkak.
Dari historical, Deviden mungkin di kisaran 40-50 perak atau kisaran 6% harga sekarang.
Uncertainty tinggi karena perang.
Jadi stockbitor pilih mana?
$POWR turunkan dar wkwkw
NI foreign lucu bgt, jualan abis di 700, kemaren beli lg di 740.
Mungkin beliau salah info dan tidak masuk circle nya om donal bebek 🗿
oke lanjut part 28 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (BWPT, POWR, LPCK)
$BWPT , perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi:
- Budidaya TBS (tanaman menghasilkan & belum menghasilkan)
- Produksi CPO & PK
- Pengelolaan plasma
- Aset biologis & nursery
- Beberapa investasi surat berharga (2025 mulai muncul Rp 500 miliar)
Core revenue: CPO + PK (highly cyclical, tergantung harga CPO global & yield).
Karakter bisnis:
- Fixed cost tinggi
- Sensitif terhadap harga CPO
- Sensitif terhadap suku bunga (utang historis besar)
- Sensitif terhadap cuaca & El Nino
Catatan penting:
2024–2025: stabilisasi aset
2025 muncul investasi surat berharga Rp 500 miliar → indikasi perbaikan likuiditas
Karakter BWPT: Debt heavy history, Asset impairment risk, CPO cyclic, Yield belum optimal, ROA rendah.
fase BWPT
2021 Survival, Leverage pressure, CPO recovery
2022 Windfall, Cash improvement, CPO peak
2023 Normalisasi, Margin compress, CPO turun
2024 Stabilizing, Balance sheet membaik, CPO sideways
2025 Turnaround awal, Likuiditas kuat, CPO mulai firm
Pola Capex 2021–2025
Fokus:
- Replanting terbatas
- Maintenance tanaman menghasilkan
- Efisiensi pabrik
- Optimalisasi yield
2024–2025:
- Penurunan immature plantation drastis (dibanding 2021)
- Mature plantation turun → aging asset
- 2025 ada investasi surat berharga Rp 500 miliar
2025 TEPS 18, Fair value wajar: 18 x 6–8 = 108 – 144 per share
👉 sinyal manajemen: Tidak agresif ekspansi, Fokus stabilisasi cash, Mengurangi risiko impairment
Strategi capex = defensif, bukan growth aggressive.
kesimpulan BWPT = turnaround cyclical play, bukan compounder.
lanjut $POWR , Independent Power Producer (IPP) : pembangkit listrik berbasis gas & batubara + transmisi untuk kawasan industri.
Model bisnis:
- Kontrak jangka panjang (take-or-pay) dengan: Tenant kawasan industri (Jababeka & sekitarnya), PLN (sebagian kapasitas)
- Revenue sangat stabil & predictable
- Cost structure dominan fuel + O&M + depresiasi
Karakter: cash flow stabil, defensif, high dividend profile.
fase emiten
2021, Recovery Stabil, Defensive Utility, Tenant industri pulih
2022, Pressure Year, Cash stabil, Fuel cost naik
2023, Normalisasi, Dividend Machine, Industri solid
2024, Mature Peak, Cash Cow, Stabil
2025, Mature Plateau, Bond Proxy Stock, Sideways growth
POWR sudah masuk fase Utility Mature – Plateau Phase
Capex POWR tidak agresif ekspansi besar, lebih ke:
2021–2022 : Maintenance capex, Upgrade efficiency plant, Emission control
2023 : Optimasi heat rate, Perbaikan reliability
2024 : Smart grid & digital monitoring, Transmission reinforcement
2025 : Minor expansion + ESG improvement
Karakter CAPEX: Tidak spekulatif, Fokus reliability, ROIC tinggi, Tidak merusak FCF.
Inilah alasan dividend sustainability tinggi.
Karakter POWR: Mature utility, Growth rendah (2–4%), Cash cow, Dividen tinggi (70–90% payout)
Utility regional biasanya dihargai: 10–14x earnings
Normalized EPS wajar: Rp95–105
Karena: Risiko rendah, Kontrak panjang, Tidak high growth
Fair PE multiple: 11–13x
Fair value konservatif: 1.100 – 1.250 per share
Untuk investor:
- Cocok untuk defensive portfolio
- Cocok untuk dividen stabil
- Kurang cocok untuk capital gain agresif
lanjut $LPCK , developer township terintegrasi + industrial estate + recurring income.
Lini bisnis utama:
- Penjualan residensial (rumah tapak, apartemen)
- Unit komersial (ruko)
- Penjualan lahan industri
- Pengelolaan kota (air, listrik, maintenance, dll)
- Properti investasi
Karakter bisnis:
- Capital intensive
- Earnings volatile (tergantung serah terima)
- Inventory heavy
- Cashflow tergantung siklus proyek
fase LPCK
2021 Bottoming, Recovery awal, Residensial lemah
2022 Early Recovery, Stabil, Tapak mulai naik
2023 Accumulation, Improving, Serah terima meningkat
2024 Transition, Restrukturisasi & akuisisi, Konsolidasi
2025 Expansion Spike, Earnings melonjak, Demand residensial kuat
Karena 2025 adalah lonjakan serah terima → cenderung peak earnings.
📌 Jadi multiple wajar sekarang: 5–7x normalized earnings
Jika TES normalized = 25 → Fair value = 25 × 7 = 175 per share
Jika TES peak = 53 → Fair value peak = 53 × 5 = 265 per share
Range wajar konservatif ➡ 170 – 260 per share
Segment utama 2025: Rumah tapak 58% marketing sales, Komersial 38%, Industri 4%
Artinya:
➡ LPCK makin fokus ke residensial
➡ Industri bukan core driver utama lagi
➡ Township monetization lebih dominan
Dari pola capex 2021–2025:
2021–2022 : Capex minimal, Fokus survival & inventory cleanup
2023 : Infrastruktur kawasan, Persiapan serah terima
2024 : Akuisisi MSU (ekspansi recurring), Integrasi proyek
2025 :
- Percepatan penyelesaian unit
- Capex difokuskan untuk: Monetisasi inventory, Produk baru (Allegra, Neo Top), Cosmopolis development
Strategi capex bukan agresif ekspansi landbank, melainkan monetisasi aset existing.
Ini positif untuk cashflow.
Posisi sekarang: LPCK baru saja mencatat peak earnings.
$POWR reksadana kalau mau jualan gak kyk retail Indomie boss
“I need to know nooow, can you love me againnn”
🗿🗿
Yang sudah jualan dan take profit, saya berterima kasih atas jasamu.
Kalau dilepas Net; sebenernya XL atau broker ritel laennya tetep ada yg buy kok. 😭🙏

$POWR Berdasarkan data laporan keuangan FY 2025 berikut adalah analisis POWR.
1. Sharp Financial Analysis (Bedah Angka Q4/FY 2025)
Net Revenue: USD 553,49 Juta (↑ 1,2% YoY)
Pertumbuhan pendapatan yang sangat tipis menunjukkan model bisnis yang sudah mencapai fase mature . Kontribusi dominan tetap dari pelanggan industri (USD 498,16 Juta), sementara porsi PLN cenderung stagnan/turun tipis. Ini mengonfirmasi status POWR sebagai defensive-utility play.
Net Profit: USD 72,06 Juta (↓ 4,36% YoY)
Terjadi margin compression. Meskipun pendapatan naik, laba bersih menyusut dari USD 75,34 Juta di 2024. Penyebab utamanya adalah lonjakan operating expenses (beban bahan bakar dan biaya pendanaan). Efisiensi operasional sedang diuji oleh volatilitas harga energi global.
EPS (Earnings Per Share): USD 0,0046 (setara ±Rp72 - Rp75)
Penurunan EPS secara langsung menekan potensi dividen final jika menggunakan asumsi payout ratio yang sama.
De-leveraging (The Star of the Show): Liabilitas Turun 24,2%
Analisis: Liabilitas terpangkas dari USD 628,63 Juta (2024) menjadi USD 476,47 Juta. Ini adalah langkah financial engineering yang brilian. Manajemen melakukan refinancing dan pelunasan utang untuk memperkuat neraca (balance sheet optimization), mengurangi beban bunga di masa depan.
Cash Position: USD 174,18 Juta (↓ 9% YoY)
Analisis: Penurunan kas adalah konsekuensi logis dari aktivitas pelunasan utan ,Namun, posisi kas ini masih sangat tebal untuk mendukung capital expenditure maupun pembagian dividen.
2. Pandangan "The Cash Cow Strategy"
Dari kacamata fund manager institusi, POWR bukan lagi saham growth, melainkan mesin pencetak uang.
Capital Structure: Pengurangan utang (liabilitas) sebesar 24% adalah sinyal bahwa manajemen sedang mempersiapkan "benteng" menghadapi era suku bunga yang fluktuatif.
Secara fundamental, risiko kebangkrutan atau gagal bayar hampir nol.
Dividend Yield Play: Wal
Analis melihat powr sebagai obligasi yang menyamar jadi saham. Dengan laba USD 72,1 Juta dan histori Dividend Payout Ratio (DPR) yang sangat tinggi (seringkali >90%), POWR diproyeksikan tetap akan memberikan yield di kisaran 8% - 10% pada harga saat ini.
Operational Risk: Masalah utama adalah kenaikan biaya bahan bakar. Jika POWR tidak mampu melakukan pass-through biaya ke pelanggan secara instan, margin akan terus tergerus.
3. Kesimpulan & Penilaian Valuasi.
Kesimpulan:
POWR menunjukkan performa yang Solid namun Stagnan di sisi top-line, dengan tekanan pada bottom-line akibat biaya operasional. Namun, perbaikan struktur modal melalui pemangkasan utang secara masif adalah nilai tambah yang luar biasa bagi stabilitas jangka panjang.
Keterangan Valuasi:
Status: UNDERVALUED (Secara Relatif terhadap Yield & Asset)
Justifikasi: Dengan PBV di kisaran 0,9x - 1,0x dan potensi dividen yield dua digit, market saat ini belum memberikan apresiasi penuh terhadap kekuatan kas perusahaan.
Fair Value: Berdasarkan metode Dividend Discount Model (DDM), harga wajar konservatif berada di area Rp800 - Rp850.
Saat ini Rp.745 saham ini menawarkan margin of safety yang cukup bagi investor jangka panjang.
Final Verdict:
"POWR adalah instrumen defensif terbaik untuk portofolio yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian makro"
Jangan harapkan capital gain yang eksplosif, tapi harapkan aliran kas yang konsisten.
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data FY 2025 yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
$POWR WKWKWKW asing net buy berapa bang ritel? tolong jawab yg suka ngefear or udah jual POWR
6 milyar berapa bang?
tolong coba filter foreign dari CC (broker Mandiri) udah berapa puluh ribu lot dari tahun kemaren bang Messi?
Ritel distribusi -> asing akumulasi artinya apa bang Messi?
Real apa Barcelona nih?
$ITMG batu bara naekkk gas poll bang
60ribu lot gak bakal gue jual bang
Salam Palestin FREEDOM!
$BMRI dah punya barang. Naik ya syukur, turun di bawah rata-rata tinggal serok lagi. Saya nggak punya banyak waktu, jadi main aman aja di pasar saham.
Tag: $ADRO $POWR
$TRUE
sebenarnya lokasi datacenter microsof lebih besar 3x dari $DCII dengan kebutuhan listrik juga 3x lipat menuju si $POWR semoga saja TRUE kebagian setidaknya perumahan yang dekat dengan lokasi, kalau data center mungkin si trin.
haluuu dulu serokkkk sebelum airnya kering
News Update
👉 Sesi I IHSG ditutup amblas 1,60% ke level 8,103.
👉 BEI dorong peningkatan kualitas perusahaan tercatat lewat penegakan disiplin.
👉 BEI himbau investor tetap rasional dan fokus pada fundamental hadapi geopolitik AS-Iran.
👉 Ke-4 kalinya, BEI menggembok sementara perdagangan saham TIRT hari ini.
👉 $INPP berikan jaminan utang untuk fasilitas kredit anak usaha ke Bank Oke senilai Rp237M.
👉 $POWR catatkan laba bersih USD72,05jt, turun 4,36% secara YoY.
👉 $LPPF catatkan laba bersih Rp725,4M pada 2026, atau turun 12,4% secara YoY.
👉 Struktur permodalan kuat dukung ekspansi masif CLEO menghadapi tantangan 2026.

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) membukukan laba bersih sebesar USD 72,05 juta (USD 0,0046 per saham) pada 2025, susut 4,36% jika dibandingkan USD 75,34 juta (USD 0,0048 per saham) tahun 2024.
Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang diterbitkan Senin, (2/3/2026), pen...

stockwatch.id

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengantongi laba bersih sebesar USD 72,1 juta sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan materi Paparan Publik perseroan yang dipublikasikan Senin (2/3), total pendapatan neto POWR tercatat mencapai USD 553,5 juta. Beban operasional emiten...

stockwatch.id

$POWR LK Full Year 2026: Mandi Kembang Untuk Buang Sial
POWR adalah perusahaan listrik yang menyalurkan listrik ke kawasan industri. Bayangkan sebuah perusahaan yang benar-benar jadi jantung bagi ribuan pabrik. Kalau POWR berhenti beroperasi, ekonomi kawasan bisa langsung sesak napas. Namun, menjadi pemain besar bukan berarti jalannya selalu mulus tanpa hambatan. Di balik angka-angka megah dalam laporan keuangan, ada drama hukum yang sempat menguras energi dan taktik kucing-kucingan dengan sekelompok pelanggan yang hobi menunda bayar. Secara objektif, POWR di tahun 2025 ini sedang melakukan aksi bersih-bersih besar. Mereka mencoba tetap menjadi mitra idaman di mata pemasok, sambil harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tidak semua pelanggan industrinya punya etika bayar yang sama disiplinnya. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Berbicara soal beban masa lalu, investor perlu melihat bahwa tahun 2025 menjadi momen buang sial bagi perusahaan ini. Ingat drama gugatan pipa gas dengan PT Gasindo Pratama Sejati yang sempat bikin pusing itu? Kabar baiknya, hantu masa lalu tersebut sudah resmi diusir. Jika pada tahun 2024 perusahaan harus mencatatkan beban gugatan sebesar AS$3,69 juta akibat putusan Mahkamah Agung, di tahun 2025 angka tersebut sudah nol. Artinya, masalah hukum ini sudah tuntas-tas secara finansial. Perusahaan sudah membereskan kewajiban bayar ganti rugi secara tanggung renteng, sehingga sekarang manajemen bisa fokus penuh tanpa perlu bolak-balik ke pengadilan lagi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun, ada cerita unik yang patut dicermati investor soal perilaku pelanggan mereka. Secara total sebenarnya urusan tagihan POWR membaik, apalagi pelanggan kelas kakap seperti PLN yang menyumbang risiko kredit 12% justru makin rajin membayar. Tapi, jika lebih teliti, ada sekelompok pelanggan industri kecil-menengah yang mulai menunjukkan gelagat bandel. Bayangkan saja, piutang yang sudah jatuh tempo lebih dari 120 hari melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi AS$839.219. Ini adalah sinyal bahwa ada beberapa pengusaha industri yang mungkin sedang kesulitan napas atau memang sengaja menunda pembayaran. Untungnya, kebandelan ini sebenarnya hanya gangguan kecil karena kontribusinya terhadap total aset sangat mungil, yaitu hanya 0,07%.
Menariknya, meskipun ada segelintir pelanggan yang nakal, manajemen POWR menunjukkan kelasnya dalam mengelola uang. Mereka berhasil melakukan pembalikan penyisihan piutang sebesar AS$290.363, yang artinya tim penagihan mereka sangat efektif dalam menarik kembali utang-utang lama. Kehebatan manajemen ini terbukti dari arus kas operasional yang tetap kokoh di angka AS$155,25 juta. Bahkan, uang tunai yang mereka terima dari pelanggan sebenarnya lebih besar daripada angka penjualan neto di laporan laba rugi. Hal ini menunjukkan bahwa POWR punya posisi tawar yang kuat di mata pelanggan besarnya. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sisi lain, POWR benar-benar menjaga martabatnya sebagai mitra bisnis yang jujur. Perusahaan sama sekali tidak menularkan kebiasaan telat bayar kepada para pemasoknya seperti $PGAS atau Pertamina. Sekitar 93% utang usaha perusahaan dibayar tepat waktu dalam rentang 1-30 hari dengan nilai AS$31,33 juta. Tidak ada catatan utang yang menunggak di atas 90 hari. Ini adalah opini kuat saya bahwa POWR memiliki integritas keuangan yang sangat tinggi. Mereka tidak perlu memutar uang vendor untuk membiayai operasional harian karena arus kas mereka memang sangat sehat.
Lalu, mengapa laba bersih mereka turun 4,36%? Investor jangan buru-buru panik. Penurunan ini sama sekali bukan karena masalah pelanggan yang bandel tadi. Penyebab utamanya adalah kenaikan beban bahan bakar, terutama solar yang melonjak gila-gilaan dari AS$3,9 juta menjadi AS$25,9 juta, serta penurunan pendapatan bunga. Selain itu, perusahaan sedang rajin melakukan investasi masa depan dengan membangun mesin gas dan gardu listrik baru yang membuat belanja modal naik menjadi AS$56,09 juta. Jadi POWR adalah perusahaan yang sehat secara finansial dan mental. Masalah hukum sudah selesai, hubungan dengan vendor sangat harmonis, dan meskipun ada sedikit riak dari pelanggan kecil yang sulit ditagih, perusahaan tetap berdiri tegak sebagai penguasa listrik kawasan industri yang sangat stabil. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⚖️ Status Hukum & Gugatan
✅ Masalah Tuntas: Beban hukum jadi AS$0 di 2025.
🏛️ Kasus GPS (pipa gas) selesai lewat ganti rugi 2024.
🛡️ Risiko finansial masa lalu sudah tereliminasi sepenuhnya.
⚠️ Profil Piutang (Pelanggan)
🚩 Indikasi "Bandel": Lonjakan piutang >120 hari (AS$839k).
🏬 Segmen: Industri kecil/menengah di luar PLN.
📉 Kolektibilitas: Naik 3x lipat dibanding tahun lalu.
🤝 Relasi PLN: Membaik drastis (Turun ke AS$5,75 juta).
💰 Efektivitas: Berhasil balikkan penyisihan piutang AS$290k.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🤝 Hubungan dengan Vendor
🏆 Mitra Teladan: 93% utang dibayar dalam <30 hari.
⛽ Vendor Utama: PGN & Pertamina dibayar tepat waktu.
🚫 Nol Tunggakan: Tidak ada utang macet di atas 90 hari.
📊 Dampak Growth & Arus Kas
💵 CFO Kuat: Penerimaan kas (AS$563,9jt) > Penjualan.
🏗️ FCF Melandai: Akibat ekspansi mesin & gardu (CapEx naik).
📉 Laba Turun: Efek lonjakan beban solar, bukan gagal bayar.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






$ENRG
Tidak selamanya semua orang harus merasakan RASA yg sama. Ketika porto kita MERAH MEMBARA, ada saja porto orang lain yang HIJAU CERAH. 🫡
$BMRI $POWR

$POWR saya tunggu thesis2 / teori2 negatif atau fear nya om/tante. Wkwkwkw
Pengen liat seberapa desperate dapet powr harga bajaj.
$POWR
Halo rekan investor! Mari kita bedah langsung performa keuangan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) di tahun 2025. Sebagai investor, kalian harus melihat gambaran besar dari fundamental perusahaan ini, mulai dari kinerja penjualan, manuver manajemen terhadap utang, hingga komitmen dividennya.
**1. Kinerja Top-Line Stabil, Bottom-Line Tertekan Biaya**
POWR mencatatkan pertumbuhan penjualan neto menjadi AS$553,49 juta pada 2025, naik dari AS$547,01 juta pada 2024. Pendapatan ini sangat solid karena didominasi oleh pelanggan industri sebesar AS$498,16 juta dan PLN sebesar AS$55,33 juta. Namun, laba tahun berjalan sedikit menyusut menjadi AS$72,05 juta dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar AS$75,34 juta. Hal ini sangat wajar mengingat adanya tekanan dari beban bahan bakar yang membengkak menjadi AS$294,81 juta dari sebelumnya AS$272,07 juta.
**2. Langkah Cerdas Restrukturisasi Neraca (De-leveraging)**
Ini adalah sentimen yang paling positif. Manajemen POWR berhasil menyehatkan postur neracanya secara masif dengan memangkas total liabilitas dari AS$628,63 juta (2024) menjadi AS$476,47 juta pada 2025. Rahasianya ada pada strategi *refinancing* utang mereka. Pada Maret 2025, perusahaan menerbitkan Surat Utang Senior (Senior Notes) baru jatuh tempo 2035 senilai AS$350 juta dengan bunga 5,65%. Dana ini, bersama dengan kas internal, digunakan untuk menebus dan melunasi Senior Notes 2026 yang nilainya mencapai AS$500 juta.
Berkat manuver pelunasan utang ini, rasio utang neto (*gearing ratio*) POWR turun drastis dari level 0,49 kali menjadi hanya 0,39 kali, yang berarti profil risiko keuangannya jauh lebih aman. Posisi ekuitas pun tetap bertumbuh kokoh di angka AS$714,98 juta.
**3. Mesin Pencetak Kas dan Saham Defensif Pencetak Dividen**
Meskipun laba sedikit tergerus, POWR tetaplah mesin pencetak kas yang tangguh. Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai AS$155,25 juta sepanjang tahun 2025. Kas yang kuat ini memungkinkan perusahaan untuk tetap konsisten memberikan apresiasi kepada kita para pemegang saham. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah membayar dividen kas sebesar AS$66,87 juta. Hal ini juga diperkuat dengan dipertahankannya peringkat kredit global mereka di level investasi yang sangat memadai, yaitu BBB- (Stable) dari Standard & Poor’s dan Baa3 (Stable) dari Moody's.
**Arahan Mentor:**
Untuk kalian para investor, POWR sangat layak dipertimbangkan sebagai **koleksi saham defensif (defensive stock)** di dalam portofolio kalian. Penurunan laba murni karena harga bahan bakar, tetapi kekuatan fundamental, efisiensi dari beban bunga masa depan berkat penurunan utang wesel, dan konsistensi dividen membuat saham ini sangat menarik untuk *hold* jangka panjang. Selalu perhatikan pergerakan harga komoditas (gas dan batu bara) karena ini adalah kunci utama yang akan memengaruhi margin keuntungan POWR di kuartal-kuartal berikutnya. Tetap disiplin dan nikmati dividennya!
https://cutt.ly/3tEDbRA8
$POWR https://cutt.ly/mtEDsmgx
$POWR https://cutt.ly/5tEDshBf
$POWR udah pada sadar, berapa M pun ritel coba buang barang ada yg nampungin? Wkwkw
Nanti kita liat saja broksum bang. Aseng akum lagi atau ikut dumping? 😎😎
Chill guy