


Volume
Avg volume
PT Cikarang Listrindo Tbk, didirikan pada 28 Juli 1990 dan resmi melakukan Penawaran Umum Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia pada 14 Juni 2016 (kode saham POWR), bergerak dalam bidang pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik meliputi pembangkit gas dan uap dengan total kapasitas terpasang 1.179,8 MW (termasuk co‑firing biomassa 70 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 35,8 MWp serta tambahan 14,1 MWp yang sedang dibangun) serta penyediaan Sertifikat Energi Terbarukan (I‑REC) dan pengoperasian 11 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini Perseroan memfokuskan pengembangan energi ... Read More
$POWR kita lihat ya guys, nanti apakah CC akumulasi lagi. Saya lihat itu foreign investor ternyata bukan Danantoro 😁 😆
$BBRI $AADI
$POWR anti volatilitas eksternal 😁
tapi FF nya belum 15% tuh, tinggal dikit lagi
biar makin jozz gimana kalau saham treasury dibagi jadi saham bonus 😉
FF nambah, holder makin happy 🎉
cmiiw
$POWR gue berjanji tidak ada dumping ini saham.
Barusan denger dari pepsico, mereka pabrik dimana bang?
Yap, di Cikarang. Kemungkinan expansi lagi.
Lu mau punya pabrik yg stabil listriknya ya di Cikarang, bang.
Thank you for your attention
$BBCA
untuk IHSG naik kelas dari Emerging Market menjadi Developed Market, POJK 4 th 2024 bagian ini bisa diubah menjadi 1% segera, supaya lebih transparan dan terukur untuk foreign merasa nyaman berinvestasi di IHSG tanpa rasa takut akan praktik perdagangan terkoordinasi (goreng saham), sebelum terlambat
$PGEO $POWR $NCKL

@geeaftzfafwa atau bakal RI si $POWR ini bang? kalau distribusi gitu aja bukannya bakal ngeguyur harga anjlok
$POWR
Free float 15%?
Kalau gak paham, google translate jg. Kalau masih gak paham, sewa otak dulu bang atau exit dari market. 🫨🫨
Nih:
In the Indonesian stock market context, here’s what’s most common across sectors:
Most Likely Approach: Secondary Offering (Private Placement)
This is the predominant method in Indonesia because:
- Indonesian companies typically have strong family/group control they want to maintain
- Controlling shareholders (often founders or conglomerates) prefer to sell down slightly rather than dilute their percentage through new issuance
- The company doesn’t need to justify capital raising to OJK (Otoritas Jasa Keuangan) and shareholders
Common pattern: A private placement to institutional investors (often foreign funds, local pension funds, or other strategic investors) at a small discount to market price.
Second Most Common: Rights Issue with Non-Participation
Controlling shareholders announce a rights issue but deliberately don’t take up their full entitlement, allowing the rights to be taken up by public/institutional investors. This achieves free float increase while appearing to “give opportunity” to existing shareholders.
Sector-Specific Patterns
Banks and Financial Services: Often use secondary offerings because they face regulatory capital requirements separately and don’t want to signal capital weakness by issuing new shares.
Mining and Plantations: Sometimes combine secondary offerings with strategic investor placements, especially if there are divestment requirements (like the old mining law requiring Indonesian ownership).
Property and Infrastructure: More likely to do primary issuances if they genuinely need development capital, but still often opt for secondary if it’s purely for free float compliance.
Family Conglomerates (across sectors): Almost always secondary offerings - families like Salim, Bakrie, Lippo groups prefer selling small stakes rather than diluting their control percentage.
Why Indonesia Differs
The controlling shareholder culture in Indonesia means families/groups are extremely reluctant to dilute their percentage ownership, making secondary offerings the path of least resistance for free float compliance.
$BSSR $NCKL
$POWR $TPMA $PGAS adalah saham-saham strong yg kemarin menyelamatkan porto disaat crash.
Turun dkit uda rebound ke harga normal.
Bahkan masih menaham porto tetap ijo di hari pertama IHSG -7% .
Pada saat market crash kemarin, $POWR termasuk emiten yang resilient. Dari harga 715 turun ke 690. Dan lgsg balik ke 700.
Saya sangat rekomendasikan emiten ini sebagai investasi jangka panjang kluster core. Menjadi anchor disaat badai menerjang. Tidak hanya sebagai anchor, tetapi emiten yang rutin membagikan deviden.
Crash kemarin memberi saya informasi penting, Emiten mana yang harus diperbesar bobotnya dan emiten mana yang harus dievaluasi keberadaannya dalam portofolio.
Spill dong emiten kamu yang tidak banyak terguncang saat crash kemarin?
