


Volume
Avg volume
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (“Panin Bank Syariah”) atau PNBS merupakan salah satu anak perusahaan Panin Bank. Ruang lingkup kegiatan Panin Bank Syariah adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dengan prinsip bagi hasil berdasarkan syariat Islam, diantaranya penghimpunan dana, pembiayaan komersial dan ritel, pendanaan instiusi dan tresuri. Panin Dubai Syariah memiliki 19 jaringan kantor yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Makassar, Lampung, Palembang, dan Medan.
$PNBS
Halo Sobat Investor! Mari kita bedah rapor keuangan tahun penuh 2025 dari PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (kode saham: PNBS).
**1. Pertumbuhan Aset dan Likuiditas**
Kabar baik datang dari sisi neraca, di mana total aset PNBS tumbuh solid menjadi Rp 19,11 triliun dari posisi Rp 16,83 triliun di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh meroketnya Dana Syirkah Temporer (dana simpanan/investasi mudharabah dari nasabah) yang naik tajam dari Rp 11,66 triliun menjadi Rp 15,14 triliun. Di saat yang sama, perseroan sukses memangkas liabilitas secara signifikan dari Rp 2,27 triliun menjadi hanya Rp 1,00 triliun. Ekuitas juga menguat tipis menjadi Rp 2,97 triliun. Angka ini menunjukkan likuiditas bank melimpah dan kepercayaan nasabah yang sangat kuat.
**2. Tantangan Profitabilitas dan Kualitas Aset**
Meski pendapatan pengelolaan dana bank sebagai mudharib berhasil tumbuh menjadi Rp 1,20 triliun, PNBS menghadapi tantangan berat di *bottom line*. Laba bersih anjlok drastis menjadi hanya Rp 20,01 miliar, merosot jauh dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar Rp 135,93 miliar. Laba Per Saham (EPS) otomatis menyusut dari 3,50 menjadi 0,51.
Apa penyebabnya? Penurunan laba utamanya ditekan oleh dua faktor:
* Membengkaknya pembagian hasil untuk pihak ketiga yang mencapai Rp 824,28 miliar.
* Perseroan harus mengalokasikan pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset produktif yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp 152,74 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 88,69 miliar. Hal ini mengindikasikan manajemen sedang mengambil langkah konservatif untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah.
**3. Pemulihan Arus Kas (Cash Flow)**
Kondisi arus kas perseroan justru menunjukkan pemulihan luar biasa. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencetak angka positif Rp 151,28 miliar, *turnaround* dari kondisi minus Rp 794,28 miliar di tahun sebelumnya. Hal ini turut mendongkrak saldo akhir kas dan setara kas menjadi tebal di angka Rp 1,42 triliun. Laporan ini juga mengantongi opini Wajar Tanpa Modifikasian dari auditor KAP Liana Ramon Xenia Rekan.
**Arahan Mentor:**
Secara fundamental neraca dan perputaran kas, PNBS tampil jauh lebih kuat. Namun, terjun bebasnya laba bersih akibat tingginya beban pencadangan merupakan sinyal peringatan bahwa kualitas pembiayaan di tahun 2025 menemui kendala.
Bagi calon investor, langkah terbaik saat ini adalah ***Wait and See***. Pantau laporan keuangan kuartal selanjutnya untuk melihat apakah beban pencadangan kredit sudah mencapai puncaknya dan mulai melandai. Jika PNBS berhasil menekan kredit bermasalah dan mengoptimalkan simpanan nasabahnya menjadi pembiayaan yang menguntungkan, saham ini bisa menjadi peluang *turnaround* yang sangat atraktif. Jangan terburu-buru menangkap pisau jatuh!
https://cutt.ly/ttWZgifx
RANDOM TAG $BANK $BTPS
$PNBS
Secara keseluruhan, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk berhasil memperluas skala bisnisnya yang terlihat dari pertumbuhan aset dan dana syirkah temporer. Namun, dari sisi profitabilitas, perusahaan menghadapi tantangan dengan penurunan laba bersih yang cukup tajam pada tahun 2025.
$PNBS Berdasarkan data fundamental PNBS per Q4 2025 yang Tersedia di keystats, berikut adalah analisis fundamental.
Secara garis besar, PNBS sedang mengalami "Earnings Compression" yang cukup brutal meskipun top-line (pendapatan) relatif stabil. Terjadi anomali antara pertumbuhan aset dengan profitabilitas yang dihasilkan.
1. Income Statement Analysis: The Margin Squeeze
bedah satu per satu angka bottom-line yang mengkhawatirkan ini:
Net Income (TTM) & Annualised 20 B: Terjadi degradasi profitabilitas yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan FY2024 89 B, laba bersih anjlok -77,4%.
Quarterly Performance (Q4 2025): Emiten mencatatkan Net Loss sebesar 23 B pada kuartal keempat saja. Ini adalah red flag utama. Penurunan laba kuartalan secara YoY mencapai -391,5%.
Revenue TTM 1,156 B: Secara revenue, emiten sebenarnya resilient dengan kenaikan tipis 3,44% YoY. Artinya, masalah utama bukan pada kemampuan menarik nasabah/pembiayaan, melainkan pada lonjakan beban operasional atau pembentukan CKPN
(Pencadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang masif di akhir tahun.
EBITDA TTM 80 B: Angka ini terlihat kecil dibandingkan asetnya, menunjukkan inefisiensi biaya operasional (Cost to Income Ratio kemungkinan besar membengkak).
2. Valuation & Per Share Metrics: Overvalued Junk?
Valuasi PNBS saat ini berada di teritori yang sangat mahal jika dilihat dari kacamata earnings:
PE Ratio (TTM/Annualised: 100,83x): Ini adalah angka yang absurd untuk sektor perbankan syariah yang tidak sedang dalam fase hyper-growth. Investor membayar 100 kali lipat dari laba tahunan. Secara fundamental, ini mengindikasikan harga saham saat ini tidak didukung oleh fundamental yang sehat.
Price to Book Value (PBV: 0,68x): Secara sekilas, PBV di bawah 1 terlihat "murah" (diskon 32% dari nilai buku). Namun, dalam perbankan, PBV rendah dengan ROE rendah biasanya merupakan "Value Trap".
EPS (0,52): Turun tajam dari 2,28 di tahun sebelumnya. Earning power perusahaan tergerus hampir 80%.
3. Profitability Ratios: The Efficiency Crisis
Inilah bagian yang paling mengecewakan bagi pemegang saham:
Return on Equity (ROE: 0,67%): Ini sangat buruk. Ekuitas sebesar 2,97 Triliun hanya mampu menghasilkan return di bawah 1%. Sebagai perbandingan, menaruh uang di instrumen risk-free seperti deposito atau SBN jauh lebih menguntungkan daripada modal yang dikelola manajemen PNBS saat ini.
Return on Assets (ROA: 0,10%): Standard industri perbankan yang sehat biasanya di atas 1,5% - 2%. Angka 0,10% menunjukkan aset sebesar 19 Triliun tidak dikelola secara produktif.
Net Profit Margin (Q4: 5,66%): Meskipun margin kuartalan terlihat ada, namun secara akumulatif TTM, efisiensi operasional sangat rendah.
4. Balance Sheet & Cash Flow: Liquidity vs Solvability
Total Assets 19,118 B vs Total Equity 2,972 B : Struktur permodalan masih cukup solid dalam hal solvabilitas (Capital Adequacy), namun utilitas asetnya sangat rendah.
Cash from Operations TTM 151 B : Ada arus kas masuk dari operasional, yang berarti secara cash basis bank ini masih bernapas. Namun, angka ini tidak cukup kuat untuk mendorong ekspansi agresif.
Sharp Conclusion & Executive Summary
PNBS sedang terjebak dalam Low-Profitability Trap.
Analisis :
Earnings Miss: Penurunan laba bersih sebesar 77% YoY di tengah pendapatan yang naik 3% menunjukkan adanya leakage (kebocoran) besar di pos biaya. Kemungkinan besar adalah pembengkakan Non-Performing Financing (NPF) yang memaksa bank melakukan pencadangan (CKPN) besar-besaran di Q4 (rugi 23 B).
Valuation Disconnect: Saham diperdagangkan di PE 100x. Pasar mungkin masih memberikan "premium" karena faktor grup (Panin) atau spekulasi korporasi, tetapi secara murni operasional, harga ini tidak justifiable.
Efficiency Nightmare: ROE 0,67% adalah sinyal bahwa manajemen gagal mendistribusikan modal secara efisien.
Secara fundamental, emiten ini underperforming terhadap sektornya.
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
oke lanjut part 19 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 2 emiten dulu (LPIN, PNBS)
$LPIN PT Multi Prima Sejahtera Tbk
Produsen & distributor busi merek “Champion” (lisensi Federal Mogul, USA)
- Suku cadang otomotif (aftermarket)
- Perdagangan besar mesin & perlengkapan
Karakter bisnis:
- Bukan high growth
- Cenderung value–cyclical + income play
- Sangat dipengaruhi kondisi pasar otomotif & daya beli
2021 Recovery pasca covid. laba normal. Rebound
2022 Normalisasi. laba Lebih baik. Expansion ringan
2023 Stabil. laba Konsisten. Mature
2024 Efisiensi + asosiasi. true earning Naik.
2025 Konsolidasi. laba stabil. Mature plateau
fair 8–10x = 440-660 per share
secara struktur bisnis, market LPIN relatif “itu-itu saja” sejak 2021.
- Produk utama: busi aftermarket (mature industry)
- Tidak ada ekspansi kapasitas besar
- Tidak ada diversifikasi produk signifikan
- Capex konservatif
- Model bisnis distribusi konvensional
$PNBS Bank Panin Dubai Syariah Tbk
Bank Umum Syariah (BUS) dengan model bisnis:
- Pembiayaan utama: Musyarakah & Mudharabah (porsi terbesar)
- Murabahah & Ijarah (porsi lebih kecil)
- Pendanaan: Dana Pihak Ketiga (DPK) – giro, tabungan, deposito syariah
- Investasi: Surat berharga syariah & penempatan BI
Karakteristik:
- Bank syariah berbasis akad bagi hasil
- Sensitif terhadap likuiditas industri & penurunan Net Imbalan (NI)
- Margin relatif tipis → leverage & efisiensi sangat menentukan
2021. Recovery. Restrukturisasi & pembersihan pembiayaan
2022. Ekspansi awal. Pembiayaan mulai naik signifikan
2023. Stabil. Aset & pembiayaan tumbuh
2024. Konsolidasi. Tekanan margin industri
2025. Ekspansi agresif. Musyarakah & Mudharabah melonjak
Fair multiple konservatif: 6–8x True EPS = 8-11 per share
Posisi Saat Ini:
- Bank kecil-menengah
- ROE rendah
- Margin tertekan
- Tapi pembiayaan tumbuh
Cocok untuk: Value investor sabar, bukan growth stock cepat
Analisis Laporan Keuangan $PNBS
Analisis Singkat Laporan Keuangan PT Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) 2025 vs 2024 (dengan Perubahan Angka & Persentase)
1. Pertumbuhan Aset (Naik Signifikan)
Total aset naik dari 16,84 triliun menjadi 19,12 triliun (+2,28 triliun / +13,5% YoY). Kenaikan terbesar berasal dari pembiayaan musyarakah yang meningkat dari 9,64 triliun menjadi 11,56 triliun (+1,92 triliun / +19,9%).
2. Laba Bersih Turun Tajam (Poin Kritis)
Laba bersih turun dari 135,93 miliar menjadi 20,02 miliar (−115,91 miliar / −85,3%). Artinya bank masih profit, tetapi profitabilitas melemah drastis dibanding tahun sebelumnya.
3. Beban Kerugian Pembiayaan Melonjak
Beban penurunan nilai naik dari 9,27 miliar menjadi 65,62 miliar (+56,35 miliar / +607%). Ini mengindikasikan peningkatan risiko pembiayaan seiring ekspansi kredit yang agresif.
4. Laba Usaha Melemah
Laba usaha turun dari 104,40 miliar menjadi 28,70 miliar (−75,70 miliar / −72,5%). Ini menunjukkan tekanan efisiensi operasional dan margin bank.
5. Liabilitas Turun Drastis (Struktur Neraca Lebih Ringan)
Total liabilitas turun dari 2,28 triliun menjadi 1,00 triliun (−1,27 triliun / −55,9%). Penurunan terbesar berasal dari liabilitas kepada Bank Indonesia (402,3 miliar → 0) dan simpanan pihak ketiga yang turun dari 1,80 triliun menjadi 918,23 miliar (−49%).
6. Ekuitas Meningkat Moderat
Ekuitas naik dari 2,90 triliun menjadi 2,97 triliun (+73,26 miliar / +2,5%). Kenaikan ini sejalan dengan total laba komprehensif sebesar 73,26 miliar, yang sebagian berasal dari penghasilan komprehensif lain (kenaikan nilai surat berharga), bukan murni laba operasional.
7. Likuiditas Tetap Kuat
Kas dan setara kas naik dari 1,31 triliun menjadi 1,42 triliun (+108,68 miliar / +8,3%). Meskipun kas kecil turun (21,79 miliar → 18,48 miliar / −15,2%), total likuiditas tetap meningkat karena penempatan di Bank Indonesia naik.
8. Perubahan Struktur Pendanaan
Dana syirkah temporer meningkat dari 11,66 triliun menjadi 15,14 triliun (+3,48 triliun / +29,9%), menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada dana investasi syariah sebagai sumber pendanaan utama.
Kesimpulan:
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk mencatat pertumbuhan aset dan ekspansi pembiayaan yang kuat pada 2025, dengan liabilitas menurun dan likuiditas tetap solid. Namun, kualitas profit memburuk signifikan akibat lonjakan beban kerugian pembiayaan dan penurunan laba bersih lebih dari 85%. Secara keseluruhan, bank berada dalam fase ekspansi agresif dengan tekanan profitabilitas jangka pendek meskipun struktur neraca terlihat lebih kuat.
$PNBS LK Full Year 2026: Laba Nyungsep
Penyebab laba nyungsep adalah meroketnya Beban Kerugian Penurunan Nilai dari 9 milyar aja jadi 65 Milyar. GIla sih ini beban.
Masalah timbul dari Pembiayaan Musyarakah yang memiliki beban kerugian penurunan nilai meroket efek dari write off sekitar 132 milyar.
Pembiayaan musyarakah adalah bentuk kerja sama kemitraan antara bank syariah dan nasabah, di mana kedua belah pihak berkontribusi modal untuk membiayai suatu proyek atau usaha tertentu. Keuntungan usaha dibagi sesuai kesepakatan, sedangkan risiko kerugian ditanggung bersama sesuai porsi modal masing-masing.
NPF bruto nya udah tembus 5,22% dari sebelumnya 3,58%.
Entah apa masalahnya ini bank sampai NPF nya tinggi begini. Beda banget sama $BRIS dan $BTPS yang labanya naik di 2025.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Absen LK Tahun 2025
update : $PNBS , $LPIN , Update $ITMG
Kalau ada yang beda/salah, nanti saya koreksi.
Catatan :
1. BLUE : EPS TW IV negatif, bukan karena laba negatif, terjadi penurunan laba dari Q3 ke Q4.
2. ADMF merger dengan MFIN : Tanggal Efektif: 1 Oktober 2025. MFIN Delisting MFIN: 2 Oktober 2025. Entitas Penerima: ADMF (Adira Finance) mengambil alih seluruh aktivitas usaha MFIN. Perlu Restate LK kebelakang seolah - olah sudah terjadi sehingga LK terlihat realistis seperti sudah merger.
3. Perubahan jumlah sahaam BBHI : Jumlah saham terbaru / tercatat di LK tahun 2025 : 21.703.311.507. Sedangkan untuk data KSEI tahun 2026 bulan JANUARI masih menggunakan 21.730.256.442

Analisa mengharapkan $PNBS naik ke fair value, mengingat potensi industri keuangan syariah sangat terbuka lebar.
Tinggal emiten mau ambil potensi ini atau 🙂↔️
https://cutt.ly/gtWRq4yy
$BUMI jauh dari hari ini da ku kasih gambaran..... toh ada baca notif baru terkait bumi kan ☺
ARA kah senin ?!?
Btw tahu kan soal influence raja pom² kena denda ?!? oleh sebab itu saya g pernah aja orang beli², cm kasih opini pandangan aja..... ada yang ikut masuk dan cuan ya syukur.... kalau rugi ya maaf 🤣
$PNBS $BBRI
!! DISCLAIMER !!
Perlu diingat bahwa opini yang disampaikan di sini adalah pendapat pribadi dan tidak merupakan saran investasi. Investasi saham memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk risiko kehilangan modal. Pastikan Anda untuk melakukan riset yang menyeluruh dan memahami risiko sebelum melakukan investasi.
Setiap keputusan jual beli serta untung rugi setelah membaca opini ini adalah tanggung jawab anda pribadi... Jika merasa tidak cocok silahkan block aja, tidak ada ajakan follow

$PNBS Area buy terbaik 59
Target minimal 800.1200, Tertinggi 12000
Panin Dubai tersambung dengan Dirham Emirat Arab yang berbasis Perak.
Dirham 4000an akan ke 12000
Investing di PNBS sangat bagus.
$PNBN
4 fase dalam 1 siklus market:
Fase akumulasi: fase awal dari siklus. Fase awal dari satu kepentingan . Fase dmn terjadi balance antara bull vs bear. Bull mampu menahan keagresifan bear
Fase mark up: fase dmn terjadi imbalance antara bull vs bear. Kekuatan bull lbh dominan, shg bear terpukul mundur
Fase distribusi: fase dmn kembali terjadi balance antara bull vs bear. Bear mampu menahan keagresifan bull
Fase mark down: fase akhir dr siklus. Fase dmn kepentingan sdh selesai. Fase dmn kembali terjadi imbalance antara bull vs bear. Kekuatan bear lbh dominan, shg bull terpukul mundur
REPEAT again
"Know which phase you are in the cycle, and half of the battle is won.”
One million dollar question, PNBN $PNBS $BBKP ada di fase yg mana?
test kekuatan bear PNBN
not financial advice