51

+1

(2.00%)

Today

7.72 M

Volume

32.43 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (“Panin Bank Syariah”) atau PNBS merupakan salah satu anak perusahaan Panin Bank. Ruang lingkup kegiatan Panin Bank Syariah adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dengan prinsip bagi hasil berdasarkan syariat Islam, diantaranya penghimpunan dana, pembiayaan komersial dan ritel, pendanaan instiusi dan tresuri. Panin Dubai Syariah memiliki 19 jaringan kantor yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Makassar, Lampung, Palembang, dan Medan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS mirip DADA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS met bobok di 50, ditambah g ada dividen. 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS tidur 50, ga bagi dividen fca aja lah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$MCOL
$PNBS
$BISI

#DYOR (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBN Cakep banget akumnya, semoga segera up biar anaknya $PNBS ikutan naik.

$PNLF ditampung banyak juga broker XA, ada informasi yg kita belum tau dibalik broker XA yg akum banyak.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS bandarnya menolak tidur, $IHSG $DADA, masuk top gainers hhh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS Namanya juga bank Syariah pasti super sekali

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS 5 perak🔥🔥🔥🔥 atau 150🥶🥶🥶

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS siap" ke fca nih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS alibi buat laporan rugi nya maksa banget

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS investor diatas1% gak ada woi,,, retail semua wkwkkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS balik ke 50 lagi

😂😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS 24K lot

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS $IHSG 👀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRIS $PNBS SIAP SIAP TURUN KE DASAR LAUTAN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$ADRO
$SPMA
$PNBS

#DYOR (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS kuat nih saham 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di tahun 2025, PT Bank Panin Dubai SyariahTbk (PNBS) membukukan laba bersih sebesar Rp20,02 miliar (Rp0,52  per saham) atau anjlok 85,27% dibanding Rp135,93 miliar (Rp3,50 per saham) pada tahun 2024. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.
...

www.neraca.co.id

www.neraca.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS semoga di beli warren buffet

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BNBR namanya belum rejeki, tadinya mau entry di sini tapi qadarullah feeling masuk ke $PNBS

$PNBS per januari 2026 pnbs membalikan keadaan dari tahun sebelumnya. sama sama di januari, pnbs mampu mencetak pendapatan SETELAH distribusi sebesar 40 Milyar yg sebelumya di januari 2025 hanya 28 Milyar dan laba bersih 15 milyar yang sebelumnya di januari 2025 mengalami kerugian. kenaikan aset menjadi 19.2 T dibanding aset tahun 2025. sekian sekilas info terimakasih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS

Halo Sobat Investor! Mari kita bedah rapor keuangan tahun penuh 2025 dari PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (kode saham: PNBS).

**1. Pertumbuhan Aset dan Likuiditas**
Kabar baik datang dari sisi neraca, di mana total aset PNBS tumbuh solid menjadi Rp 19,11 triliun dari posisi Rp 16,83 triliun di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh meroketnya Dana Syirkah Temporer (dana simpanan/investasi mudharabah dari nasabah) yang naik tajam dari Rp 11,66 triliun menjadi Rp 15,14 triliun. Di saat yang sama, perseroan sukses memangkas liabilitas secara signifikan dari Rp 2,27 triliun menjadi hanya Rp 1,00 triliun. Ekuitas juga menguat tipis menjadi Rp 2,97 triliun. Angka ini menunjukkan likuiditas bank melimpah dan kepercayaan nasabah yang sangat kuat.

**2. Tantangan Profitabilitas dan Kualitas Aset**
Meski pendapatan pengelolaan dana bank sebagai mudharib berhasil tumbuh menjadi Rp 1,20 triliun, PNBS menghadapi tantangan berat di *bottom line*. Laba bersih anjlok drastis menjadi hanya Rp 20,01 miliar, merosot jauh dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar Rp 135,93 miliar. Laba Per Saham (EPS) otomatis menyusut dari 3,50 menjadi 0,51.

Apa penyebabnya? Penurunan laba utamanya ditekan oleh dua faktor:
* Membengkaknya pembagian hasil untuk pihak ketiga yang mencapai Rp 824,28 miliar.
* Perseroan harus mengalokasikan pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset produktif yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp 152,74 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 88,69 miliar. Hal ini mengindikasikan manajemen sedang mengambil langkah konservatif untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah.

**3. Pemulihan Arus Kas (Cash Flow)**
Kondisi arus kas perseroan justru menunjukkan pemulihan luar biasa. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencetak angka positif Rp 151,28 miliar, *turnaround* dari kondisi minus Rp 794,28 miliar di tahun sebelumnya. Hal ini turut mendongkrak saldo akhir kas dan setara kas menjadi tebal di angka Rp 1,42 triliun. Laporan ini juga mengantongi opini Wajar Tanpa Modifikasian dari auditor KAP Liana Ramon Xenia Rekan.

**Arahan Mentor:**
Secara fundamental neraca dan perputaran kas, PNBS tampil jauh lebih kuat. Namun, terjun bebasnya laba bersih akibat tingginya beban pencadangan merupakan sinyal peringatan bahwa kualitas pembiayaan di tahun 2025 menemui kendala.

Bagi calon investor, langkah terbaik saat ini adalah ***Wait and See***. Pantau laporan keuangan kuartal selanjutnya untuk melihat apakah beban pencadangan kredit sudah mencapai puncaknya dan mulai melandai. Jika PNBS berhasil menekan kredit bermasalah dan mengoptimalkan simpanan nasabahnya menjadi pembiayaan yang menguntungkan, saham ini bisa menjadi peluang *turnaround* yang sangat atraktif. Jangan terburu-buru menangkap pisau jatuh!

https://cutt.ly/ttWZgifx

RANDOM TAG $BANK $BTPS

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS
Secara keseluruhan, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk berhasil memperluas skala bisnisnya yang terlihat dari pertumbuhan aset dan dana syirkah temporer. Namun, dari sisi profitabilitas, perusahaan menghadapi tantangan dengan penurunan laba bersih yang cukup tajam pada tahun 2025.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS dingin dingin, empuk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBS Berdasarkan data fundamental PNBS per Q4 2025 yang Tersedia di keystats, berikut adalah analisis fundamental.


​Secara garis besar, PNBS sedang mengalami "Earnings Compression" yang cukup brutal meskipun top-line (pendapatan) relatif stabil. Terjadi anomali antara pertumbuhan aset dengan profitabilitas yang dihasilkan.


​1. Income Statement Analysis: The Margin Squeeze

​bedah satu per satu angka bottom-line yang mengkhawatirkan ini:
​Net Income (TTM) & Annualised 20 B: Terjadi degradasi profitabilitas yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan FY2024 89 B, laba bersih anjlok -77,4%.


​Quarterly Performance (Q4 2025): Emiten mencatatkan Net Loss sebesar 23 B pada kuartal keempat saja. Ini adalah red flag utama. Penurunan laba kuartalan secara YoY mencapai -391,5%.


​Revenue TTM 1,156 B: Secara revenue, emiten sebenarnya resilient dengan kenaikan tipis 3,44% YoY. Artinya, masalah utama bukan pada kemampuan menarik nasabah/pembiayaan, melainkan pada lonjakan beban operasional atau pembentukan CKPN
(Pencadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang masif di akhir tahun.


​EBITDA TTM 80 B: Angka ini terlihat kecil dibandingkan asetnya, menunjukkan inefisiensi biaya operasional (Cost to Income Ratio kemungkinan besar membengkak).


​2. Valuation & Per Share Metrics: Overvalued Junk?

​Valuasi PNBS saat ini berada di teritori yang sangat mahal jika dilihat dari kacamata earnings:

​PE Ratio (TTM/Annualised: 100,83x): Ini adalah angka yang absurd untuk sektor perbankan syariah yang tidak sedang dalam fase hyper-growth. Investor membayar 100 kali lipat dari laba tahunan. Secara fundamental, ini mengindikasikan harga saham saat ini tidak didukung oleh fundamental yang sehat.


​Price to Book Value (PBV: 0,68x): Secara sekilas, PBV di bawah 1 terlihat "murah" (diskon 32% dari nilai buku). Namun, dalam perbankan, PBV rendah dengan ROE rendah biasanya merupakan "Value Trap".


​EPS (0,52): Turun tajam dari 2,28 di tahun sebelumnya. Earning power perusahaan tergerus hampir 80%.


​3. Profitability Ratios: The Efficiency Crisis
​Inilah bagian yang paling mengecewakan bagi pemegang saham:

​Return on Equity (ROE: 0,67%): Ini sangat buruk. Ekuitas sebesar 2,97 Triliun hanya mampu menghasilkan return di bawah 1%. Sebagai perbandingan, menaruh uang di instrumen risk-free seperti deposito atau SBN jauh lebih menguntungkan daripada modal yang dikelola manajemen PNBS saat ini.


​Return on Assets (ROA: 0,10%): Standard industri perbankan yang sehat biasanya di atas 1,5% - 2%. Angka 0,10% menunjukkan aset sebesar 19 Triliun tidak dikelola secara produktif.


​Net Profit Margin (Q4: 5,66%): Meskipun margin kuartalan terlihat ada, namun secara akumulatif TTM, efisiensi operasional sangat rendah.


​4. Balance Sheet & Cash Flow: Liquidity vs Solvability
​Total Assets 19,118 B vs Total Equity 2,972 B : Struktur permodalan masih cukup solid dalam hal solvabilitas (Capital Adequacy), namun utilitas asetnya sangat rendah.


​Cash from Operations TTM 151 B : Ada arus kas masuk dari operasional, yang berarti secara cash basis bank ini masih bernapas. Namun, angka ini tidak cukup kuat untuk mendorong ekspansi agresif.


​Sharp Conclusion & Executive Summary
​PNBS sedang terjebak dalam Low-Profitability Trap.

​Analisis :
​Earnings Miss: Penurunan laba bersih sebesar 77% YoY di tengah pendapatan yang naik 3% menunjukkan adanya leakage (kebocoran) besar di pos biaya. Kemungkinan besar adalah pembengkakan Non-Performing Financing (NPF) yang memaksa bank melakukan pencadangan (CKPN) besar-besaran di Q4 (rugi 23 B).


​Valuation Disconnect: Saham diperdagangkan di PE 100x. Pasar mungkin masih memberikan "premium" karena faktor grup (Panin) atau spekulasi korporasi, tetapi secara murni operasional, harga ini tidak justifiable.


​Efficiency Nightmare: ROE 0,67% adalah sinyal bahwa manajemen gagal mendistribusikan modal secara efisien.

Secara fundamental, emiten ini underperforming terhadap sektornya.

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...

oke lanjut part 19 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (LPIN, PNBS, ARKO)

$LPIN PT Multi Prima Sejahtera Tbk
Produsen & distributor busi merek “Champion” (lisensi Federal Mogul, USA)
- Suku cadang otomotif (aftermarket)
- Perdagangan besar mesin & perlengkapan
Karakter bisnis:
- Bukan high growth
- Cenderung value–cyclical + income play
- Sangat dipengaruhi kondisi pasar otomotif & daya beli

2021 Recovery pasca covid. laba normal. Rebound
2022 Normalisasi. laba Lebih baik. Expansion ringan
2023 Stabil. laba Konsisten. Mature
2024 Efisiensi + asosiasi. true earning Naik.
2025 Konsolidasi. laba stabil. Mature plateau

fair 8–10x = 440-660 per share

secara struktur bisnis, market LPIN relatif “itu-itu saja” sejak 2021.
- Produk utama: busi aftermarket (mature industry)
- Tidak ada ekspansi kapasitas besar
- Tidak ada diversifikasi produk signifikan
- Capex konservatif
- Model bisnis distribusi konvensional

$PNBS Bank Panin Dubai Syariah Tbk
Bank Umum Syariah (BUS) dengan model bisnis:
- Pembiayaan utama: Musyarakah & Mudharabah (porsi terbesar)
- Murabahah & Ijarah (porsi lebih kecil)
- Pendanaan: Dana Pihak Ketiga (DPK) – giro, tabungan, deposito syariah
- Investasi: Surat berharga syariah & penempatan BI

Karakteristik:
- Bank syariah berbasis akad bagi hasil
- Sensitif terhadap likuiditas industri & penurunan Net Imbalan (NI)
- Margin relatif tipis → leverage & efisiensi sangat menentukan

2021. Recovery. Restrukturisasi & pembersihan pembiayaan
2022. Ekspansi awal. Pembiayaan mulai naik signifikan
2023. Stabil. Aset & pembiayaan tumbuh
2024. Konsolidasi. Tekanan margin industri
2025. Ekspansi agresif. Musyarakah & Mudharabah melonjak
Fair multiple konservatif: 6–8x True EPS = 8-11 per share

Posisi Saat Ini:
- Bank kecil-menengah
- ROE rendah
- Margin tertekan
- Tapi pembiayaan tumbuh
Cocok untuk: Value investor sabar, bukan growth stock cepat

$ARKO , pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga air run-of-river di Indonesia.
Karakter model bisnis:
- Developer proyek hydro
Pendapatan dari:
- konstruksi proyek konsesi (akuntansi PSAK 115)
- penjualan listrik ke PLN (PPA jangka panjang)
Saat proyek masih dibangun → revenue konstruksi tinggi
Saat COD → recurring revenue listrik meningkat
Kapasitas saat ini sekitar 62.8 MW dengan pipeline proyek >300 MW.
Artinya ARKO masih dalam fase growth / build-out asset base.

Valuasi Wajar
Karena bisnis ini:
- renewable energy
- long term PPA
- growth pipeline besar

PER wajar biasanya 18x – 22x true earnings
asumsi 20x, Valuasi fair
True EPS 2025 = 7.2
Fair value: 7.2 × 20 = ~144
Range wajar: 130 – 160 per share

ARKO menjalankan model developer-owner hydropower.

Strategi capex:
1. Project pipeline scaling : pipeline hydro >300 MW, ekspansi bertahap
2. Service concession model
Perusahaan: membangun proyek, mengakui revenue konstruksi, setelah COD → listrik dijual ke PLN
Ini terlihat dari dominasi revenue konstruksi pada laporan.
3. Recycle capital
Proyek selesai → arus kas dipakai untuk: proyek hydro baru, refinancing
4. Asset heavy utility model
Sebagian besar aset adalah: concession asset, plant & equipment hydro
terlihat dari neraca yang didominasi financial assets concession project

Fase & Status Emiten
- Fase bisnis : Early utility expansion
- Model bisnis : Developer + operator hydropower
- Revenue quality : Masih banyak konstruksi
- Recurring income : Akan meningkat setelah COD
- Risiko utama : proyek delay & capex tinggi
- Potensi : renewable energy boom

Kondisi Market Segment
Segmen ARKO: renewable hydro power
Prospek:
positif karena PLN target renewable, hydro termasuk baseload renewable, kontrak listrik panjang (20-30 tahun)
Tapi growth lambat karena pembangunan hydro lama, capex besar

Outlook Q1–Q2 2026
Hal penting untuk ARKO:
- COD proyek baru : revenue listrik naik
- konstruksi proyek pipeline : revenue konstruksi tetap tinggi
- suku bunga : mempengaruhi cost project finance
- PLN demand renewable : tailwind
Jika 1-2 proyek masuk COD: profit bisa naik signifikan karena recurring income.

Kesimpulan ARKO adalah utility growth story, bukan earnings play jangka pendek.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Analisis Laporan Keuangan $PNBS

Analisis Singkat Laporan Keuangan PT Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) 2025 vs 2024 (dengan Perubahan Angka & Persentase)

1. Pertumbuhan Aset (Naik Signifikan)
Total aset naik dari 16,84 triliun menjadi 19,12 triliun (+2,28 triliun / +13,5% YoY). Kenaikan terbesar berasal dari pembiayaan musyarakah yang meningkat dari 9,64 triliun menjadi 11,56 triliun (+1,92 triliun / +19,9%).

2. Laba Bersih Turun Tajam (Poin Kritis)
Laba bersih turun dari 135,93 miliar menjadi 20,02 miliar (−115,91 miliar / −85,3%). Artinya bank masih profit, tetapi profitabilitas melemah drastis dibanding tahun sebelumnya.

3. Beban Kerugian Pembiayaan Melonjak
Beban penurunan nilai naik dari 9,27 miliar menjadi 65,62 miliar (+56,35 miliar / +607%). Ini mengindikasikan peningkatan risiko pembiayaan seiring ekspansi kredit yang agresif.

4. Laba Usaha Melemah
Laba usaha turun dari 104,40 miliar menjadi 28,70 miliar (−75,70 miliar / −72,5%). Ini menunjukkan tekanan efisiensi operasional dan margin bank.

5. Liabilitas Turun Drastis (Struktur Neraca Lebih Ringan)
Total liabilitas turun dari 2,28 triliun menjadi 1,00 triliun (−1,27 triliun / −55,9%). Penurunan terbesar berasal dari liabilitas kepada Bank Indonesia (402,3 miliar → 0) dan simpanan pihak ketiga yang turun dari 1,80 triliun menjadi 918,23 miliar (−49%).

6. Ekuitas Meningkat Moderat
Ekuitas naik dari 2,90 triliun menjadi 2,97 triliun (+73,26 miliar / +2,5%). Kenaikan ini sejalan dengan total laba komprehensif sebesar 73,26 miliar, yang sebagian berasal dari penghasilan komprehensif lain (kenaikan nilai surat berharga), bukan murni laba operasional.

7. Likuiditas Tetap Kuat
Kas dan setara kas naik dari 1,31 triliun menjadi 1,42 triliun (+108,68 miliar / +8,3%). Meskipun kas kecil turun (21,79 miliar → 18,48 miliar / −15,2%), total likuiditas tetap meningkat karena penempatan di Bank Indonesia naik.

8. Perubahan Struktur Pendanaan
Dana syirkah temporer meningkat dari 11,66 triliun menjadi 15,14 triliun (+3,48 triliun / +29,9%), menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada dana investasi syariah sebagai sumber pendanaan utama.

Kesimpulan:
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk mencatat pertumbuhan aset dan ekspansi pembiayaan yang kuat pada 2025, dengan liabilitas menurun dan likuiditas tetap solid. Namun, kualitas profit memburuk signifikan akibat lonjakan beban kerugian pembiayaan dan penurunan laba bersih lebih dari 85%. Secara keseluruhan, bank berada dalam fase ekspansi agresif dengan tekanan profitabilitas jangka pendek meskipun struktur neraca terlihat lebih kuat.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $PNBS

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy