


Volume
Avg volume
PT Bank OCBC NISP Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor perbankan. Perusahaan ini beroperasi dengan nama Bank OCBC NISP atau OCBC NISP. Selain perbankan konvensional, perusahaan ini juga menawarkan layanan perbankan Syariah. Jaringannya terdiri dari cabang di berbagai wilayah Indonesia seperti Bali, Balikpapan, Bandung, Banjar Baru, Banjarmasin, Tangerang, Batam, Bekasi, Binjai, Bitung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cikarang, Cimahi, Cirebon, Deli Serdang, Depok, Gresik, Jambi, Surabaya, Kediri, Kendari, Bandar Lampung, Madiun, Magelang, Makassar, Manado, Medan, Mataram, Padang, Palu, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Pontiana... Read More
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $NISP (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1555
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1520 – 1600
- Stoploss: < 1450
- TP1: 1700
- TP2: 1800 – 1900
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing NISP masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1400 – 1450
- Stoploss: < 1350
- TP1: 1600
- TP2: 1750 – 1900
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1650 dengan volume besar
- Stoploss: < 1520
- TP1: 1800
- TP2: 2000 – 2150
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1650 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1400 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$DADA $AYLS
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Kenapa disrbut geng merah?
Ya karena selain warna logonya sama, mereka berempat suka merah merah terus harganya tiap hari 🤣🏃
$NISP $MSTI $ARNA

Dividen Bank 2025: Siapa Raja Kas?
Saham bank pada umumnya itu rajin bagi dividen. Tapi rajin itu beda-beda, ada yang rajin karena mesin labanya gede, ada yang rajin karena manajemen dipaksa induk seperti bank BUMN, ada juga yang tiba-tiba irit karena lagi menahan amunisi. Data dari 9 bank yang sudah rilis LK Full Year 2025 menunjukkan satu hal yakni makin besar bank, makin gede dividennya, sedangkan sisanya jadi pelengkap statistik. Jadi kalau investor cuma lihat kata bagi dividen tanpa lihat skala dan growthnya, investor bisa salah baca cerita. Dividen itu bukan sekadar hadiah, itu bahasa tubuh manajemen soal prioritas modal. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dilihat dari total duit yang keluar untuk bayar dividen di 2025, 9 bank ini menunjukkan kenaikan pembayaran dividen dari Rp83,89 T di 2024 jadi Rp101,08 T di 2025, tumbuh 20,50%. Namun yang paling menarik itu konsentrasinya, tiga bank terbesar saja sudah menyerap 93,43% dari total dividen 2025, jadi dunia dividen bank itu sangat tidak rata. $BMRI paling jumbo Rp43,51 T, $BBCA Rp36,98 T, lalu BBNI Rp13,95 T, setelah itu jaraknya jauh. Maknanya sederhana, skala menang telak, dan skala itu bikin stabilitas persepsi juga ikut kebawa. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini adalah real money, real cash. Imagine duit 101 Triliun dividen BBCA BMRI BBNI BBTN BRIS BTPS MEGA NISP itu semua direinvestasi masuk ke IHSG lagi. Apa ndak terbang tuh IHSG.
Begitu investor pindah ke metrik dividen per saham, ceritanya jadi lebih adil karena jumlah lembar saham 2024 dan 2025 semuanya tetap, jadi perbandingan benar-benar apel to jeruk. Peringkat dividen per saham 2025 juga tegas, BMRI Rp466,18/lembar, BBNI Rp374,06/lembar, BBCA Rp300,00, lalu turun jauh ke NISP Rp106,00. Yang lain berada di level puluhan rupiah, bahkan BRIS masih di Rp22,78 dan BNLI Rp30,00. Ini penting karena investor dividen yang fokus cashflow per lembar saham akan lebih terbantu oleh angka per saham daripada total triliunannya.
Tren 2025 versus 2024 menunjukkan siapa yang lagi ngegas dan siapa yang ngerem. NISP paling ngebut naik 47,22%, BBNI naik 33,45%, BMRI naik 31,70%, BRIS naik 22,83%, BNLI naik 20,00%, BBCA naik 11,11%, BBTN naik 7,37%. Di sisi sebaliknya, MEGA turun -57,17% dan BTPS turun -50,82% untuk dividen tahun buku penuh, jadi ada sinyal perubahan ritme. Tapi BTPS punya twist, ada dividen interim 2025, sehingga total cash out 2025 menjadi Rp570,07 M dan setara Rp74,00 per saham, itu malah 5,49% lebih tinggi daripada 2024, jadi penurunannya lebih mirip geser timing daripada benar-benar menghilang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Soal aksi buyback, dampaknya ke dividen per saham di data ini kecil karena porsinya juga kecil dibanding saham diterbitkan. BBCA buyback 262.016.800 lembar sekitar 0,21%, BMRI 84.250.000 lembar sekitar 0,09%, NISP 390.000 lembar sekitar 0,0017%, BNLI 46.738 lembar sekitar 0,0001%. Jadi inti cerita dividen di sini tetap bukan trik struktur modal, melainkan keputusan alokasi laba dan keberanian bank menjaga pola distribusi kas. Buat investor, kombinasi skala, laju kenaikan, dan konsistensi interim biasanya lebih berbobot terutama bagi investor yang pengen ikhlas nyangkut.
💰 Dividen 2025
🏆 BMRI Rp43,51 T
🥈 BBCA Rp36,98 T
🥉 BBNI Rp13,95 T
📌 Tiga terbesar menyerap 93,43% dari total 9 bank Rp101,08 T
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📈 Growth dividen 2025
🚀 $NISP naik 47,22%
🔥 BBNI naik 33,45%
⚡ BMRI naik 31,70%
🌱 BRIS naik 22,83%
🧱 BNLI naik 20,00%
🧊 BBCA naik 11,11%
🪙 BBTN naik 7,37%
📉 Yang dividennya turun dan patut diselidiki
🧨 MEGA turun -57,17% dari Rp2,46 T ke Rp1,05 T
🌀 BTPS turun -50,82% untuk dividen tahun buku penuh dari Rp540,40 M ke Rp265,78 M
🧩 BTPS kalau digabung interim 2025 jadi Rp570,07 M setara Rp74,00 per saham, naik 5,49% dibanding 2024
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧾 Dividen per saham 2025
🥇 BMRI Rp466,18 per saham
🥈 BBNI Rp374,06 per saham
🥉 BBCA Rp300,00 per saham
📍 NISP Rp106,00 per saham
📍 MEGA Rp89,64 per saham
📍 BBTN Rp53,57 per saham
📍 BTPS Rp34,50 per saham, atau Rp74,00 per saham jika termasuk interim 2025
📍 BNLI Rp30,00 per saham
📍 BRIS Rp22,78 per saham
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3



$ELPI LK Full Year 2025: Utang yang Harus Dilunasi
ELPI ini memiliki beberapa utang bank. Sekilas utangnya kelihatan aman karena induk punya likuiditas tebal dan rasio sangat longgar, tapi justru itu yang bikin investor sering lengah. Sumber risiko utamanya bukan di angka utang total, melainkan di siapa yang berutang, di mana arus kasnya, dan covenant mana yang dilanggar. Di level anak usaha, pelanggaran DSCR (Debt Service Coverage Ratio) sudah masuk wilayah technical default, walau belum tentu telat bayar. Jadi cerita utang ELPI itu bukan soal besar kecil, tapi soal titik lemah yang bisa memaksa suntikan dana, restrukturisasi, atau waiver dari bank. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Total saldo pinjaman bank per 31 Desember 2025 sekitar Rp302,213 M, jauh di atas pembiayaan non-bank, liabilitas sewa, dan utang pihak ketiga lainnya. Di dalam utang bank itu, OCBC $NISP memegang bagian terbesar lewat ENA sekitar Rp153,226 M dan SLSA sekitar Rp107,347 M, lalu Mandiri $BMRI lewat ETC Rp36,800 M dan induk Rp4,840 M. Artinya sumber tekanan operasional lebih banyak bertumpu pada entitas anak yang model bisnisnya harus menghasilkan arus kas stabil, bukan pada induk yang rasionya super longgar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sini penting bedakan payment default versus technical default. Payment default itu telat bayar pokok atau bunga, sementara technical default itu melanggar syarat rasio atau klausul perjanjian walau pembayaran masih jalan.
Data yang ada di LK ELPI mengarah ke technical default di anak usaha, DSCR SLSA 0,24x, DSCR ENA 0,78x, DSCR ETC 62% di bawah ambang, sedangkan induk justru DSCR 7335,12% dan current ratio 4138,84% atau 41,3x. Ini bisa berarti beberapa hal, bank memberi waiver sementara, ada renegosiasi yang belum memicu percepatan, atau ada struktur ring-fencing sehingga bank menilai risiko di anak usaha tapi tetap melihat induk sebagai penopang melalui penjaminan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Likuiditas induk memang terlihat kuat, kas Rp172,151 M ditambah reksadana Rp249,383 M menjadi Rp421,534 M, sekitar 2,3x dari liabilitas jangka pendek Rp177,543 M. Tetapi ada twist yang sering terjadi pada grup seperti ini, dana likuid di induk tidak selalu bisa langsung menambal semua lubang anak usaha karena ada pembatasan perjanjian, kebutuhan modal kerja, atau prioritas proyek. Ditambah lagi, sebagian utang dijamin kapal, dan ada corporate guarantee serta deficit cashflow guarantee, jadi ketika anak usaha tertekan, risiko bisa berpindah ke induk secara cepat. Inilah kenapa narasi butuh suntikan dana masuk akal, bukan karena tidak punya uang hari ini, tapi karena menjaga bank tetap nyaman biasanya lebih mahal daripada sekadar membayar cicilan.
• 🏦 Pinjaman bank total sekitar Rp302,213 M
• 🏛️ OCBC NISP melalui ENA Rp153,226 M
• 💸 Bunga 8,00%
• 📌 Ada covenant DSCR minimal 1,10x, realisasi 0,78x
• 🏛️ OCBC NISP melalui SLSA Rp107,347 M
• 💸 Bunga 6,75% sampai 8,00%
• 📌 Ada covenant DSCR minimal 1,1x, realisasi 0,24x
• 🏢 Bank Mandiri melalui ETC Rp36,800 M
• 💸 Bunga 8,25%, tenor 96 bulan
• 📌 Ada syarat DER maksimal 400% dan arus kas operasi wajib positif
• 📌 DSCR ETC 62% di bawah ambang
• 🏢 Bank Mandiri di induk Rp4,840 M
• 💸 Bunga 9%
• ✅ Rasio induk memenuhi, DSCR 7335,12%
• ✅ Catatan penting, fasilitas Mandiri untuk 25 kapal sudah lunas 2024 sampai 2025
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧾 Utang non-bank dan pihak ketiga yang lebih kecil tapi tetap relevan
• 🚗 Astra Auto Finance Rp0,855 M
• 💸 Bunga 2,47%, tenor 35 bulan
• 🧠 Utang ke First Intelligence Limited Rp58,055 M
• ⏳ Jangka pendek Rp19,352 M
• 🧱 Jangka panjang Rp38,703 M
• 🏢 Liabilitas sewa PSAK 116 Rp5,963 M
• 💰 Beban bunga sewa 2025 Rp0,503 M
🧯 Arti technical default buat investor
• ⚠️ Bank berhak minta perbaikan rasio, tambahan jaminan, atau pembatasan aksi korporasi
• 🧩 Bisa minta waiver, amend, atau reschedule, sering disertai biaya dan syarat baru
• 🔗 Risiko cross-default bisa muncul jika perjanjian mengaitkan entitas dalam grup
• 🛡️ Karena ada penjaminan, tekanan anak usaha berpotensi jadi masalah induk
💧 Kenapa tetap bisa terasa butuh suntikan dana
• 🧲 Untuk menenangkan covenant anak usaha, bukan sekadar bayar cicilan
• 🧱 Untuk memperbaiki DSCR, biasanya perlu tambah ekuitas, tambah kontrak, atau turunkan beban bunga
• 🔄 Untuk menghindari posisi negosiasi lemah saat bank mulai ketat
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
💼 Bantalan induk yang terlihat kuat
• 💰 Kas Rp172,151 M
• 📦 Reksadana Rp249,383 M
• 🧮 Total likuid Rp421,534 M
• 📌 Sekitar 2,3x liabilitas jangka pendek Rp177,543 M
• ✅ Current ratio 4138,84% atau 41,3x
• ✅ DER induk 5,72%
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9









Memegang $MTDL $SIDO & $NISP itu seperti punya mobil mesin turbo tapi terjebak macet. Kamu tahu mesinnya bagus, tapi jalannya pelan. Begitu jalanan kosong (sentimen sektor balik), dia bisa lari kencang.
Bank dengan NPL Tertinggi dan Terendah di 2025: Sejauh Ini
Dari 7 Bank yang sudah rilis LK Full Year 2025, $MEGA menjadi bank dengan NPL Gross konsolidasi paling rendah sedangkan $BBTN jadi bank dengan NPL paling tinggi. Ini bukan sekadar beda angka, ini beda DNA bisnis. Kalau investor melihatnya cuma sebagai masalah manajemen, biasanya keliru, karena struktur portofolio dan segmen debitur itu yang paling menentukan. Bank yang main di mass market perumahan akan selalu punya ekor risiko yang lebih panjang, walau agunannya properti. Sebaliknya, bank yang fokus korporasi backbone bisa menjaga NPL cantik, tapi harus siap dengan risiko konsentrasi dan biaya dana yang bisa berat. Jadi esensinya, NPL rendah dan NPL tinggi itu bukan otomatis baik atau buruk, itu lebih mirip konsekuensi dari pilihan medan perang. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Gap NPL MEGA vs BBTN sangat lebar. BBTN NPL bruto 3,08% sementara MEGA 1,07%, selisihnya 2,01 poin, atau kalau dibuat rasio, NPL BBTN sekitar 2,88 kali MEGA. Di konteks 7 bank yang sebelumnya dibahas, rata-rata NPL bruto grup 1,81% dan median 1,81%, jadi MEGA jauh di bawah rata-rata, sedangkan BBTN jauh di atas rata-rata. Bahkan BBTN memang yang tertinggi di grup, sementara MEGA yang terendah. Ini menggambarkan dua ekstrem, satu bank yang portofolionya sangat rentan terhadap stress mikro rumah tangga, satu bank yang portofolionya disaring keras sejak awal. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Perbedaan inti pertama ada di segmentasi dan skala model bisnis kredit. BBTN hidup dari KPR, di 2025 kredit konsumsi pemilikan rumah Rp268,29 T konvensional dan Rp50,85 T syariah, jadi mesin utamanya adalah jutaan debitur ritel yang sensitif ke penghasilan, PHK, cicilan lain, dan biaya hidup. Risiko ritel itu tersebar, tetapi kalau ekonomi mikro terganggu, pemburukannya bisa serempak dan volumenya besar.
Sedangkan MEGA kebalikannya, dari kredit bruto Rp67,23 T, kredit segmen korporasi mendominasi Rp41,58 T, dengan debitur lebih sedikit, seleksi lebih ketat, dan kapasitas finansial debitur biasanya lebih tebal. Jadi MEGA bisa menjaga kualitas dengan cara memilih lawan yang lebih kuat, sedangkan BBTN memilih volume yang jauh lebih besar dengan profil risiko yang lebih beragam.
Perbedaan inti kedua terlihat dari staging PSAK, karena staging itu cara bank mengaku risiko lebih dini atau lebih lambat. Di 2025, BBTN punya Stage 1 Rp311,76 T, Stage 2 Rp35,60 T, Stage 3 Rp13,91 T.
Sedangkan MEGA hanya punya Stage 1 Rp62,62 T, Stage 2 Rp2,59 T, Stage 3 Rp2,02 T. Kalau dibuat rasio terhadap total eksposur staging, Stage 2 BBTN sekitar 9,87% dari total kredit dan Stage 3 sekitar 3,85% dari total kredit, sedangkan MEGA Stage 2 sekitar 3,84% dari total kreditndan Stage 3 sekitar 2,99% dari total kredit. Itu artinya porsi kredit yang mulai goyah di BBTN jauh lebih besar, itu yang membuat ekor risiko ke depan lebih panjang. MEGA juga punya Stage 3, tetapi Stage 2-nya jauh lebih kecil karena dia memicu intervensi sejak tunggakan 30 hari, jadi kredit dipaksa masuk radar pengawasan lebih cepat sebelum jatuh ke NPL yang biasanya pakai 90 hari. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Perbedaan inti ketiga ada di cadangan, karena cadangan itulah yang menentukan apakah laba bank itu kuat atau rapuh. BBTN punya saldo CKPN Rp15,31 T dan beban CKPN tahun berjalan melonjak 211,8% menjadi Rp6,17 T, ini sinyal bank sedang membangun bantalan besar untuk menahan risiko portofolio perumahan. Sedangkan MEGA punya saldo CKPN Rp804,8 M, jauh lebih kecil secara nominal karena portofolionya relatif lebih bersih. Kalau dibandingkan dengan data 7 bank sebelumnya, beban CKPN MEGA 2025 juga naik 125,8% walau nilainya kecil, sedangkan BBTN adalah lonjakan paling ekstrem se-grup. Jadi kualitas laba BBTN di 2025 harus dibaca dengan kacamata, laba tumbuh 16,42% tapi risk bill juga meledak, sementara MEGA laba tumbuh 27,88% dengan NPL paling rendah, tetapi MEGA punya titik lemah lain yang perlu dicatat, biaya dana relatif berat, rasio beban bunga terhadap pendapatan bunga sekitar 51,67%, salah satu yang paling tinggi di grup.
Lalu soal agunan dan pemulihan, ini bagian yang sering membuat investor terlalu tenang. BBTN memang punya agunan properti yang terlihat aman, tapi likuiditas agunan itu tergantung pasar real estat, proses eksekusi, dan daya beli, jadi tidak bisa cepat menjadi cashflow.
Sedangkan MEGA di sisi lain sering punya struktur jaminan korporasi yang lebih variatif, bisa ada corporate guarantee, cash collateral, atau struktur yang lebih fleksibel saat negosiasi. BBTN juga aktif bersih-bersih portofolio, termasuk penjualan kredit bermasalah, itu strategi hilir untuk menyehatkan neraca. MEGA lebih menekan masalah dari hulu dengan seleksi awal yang prudent dan intervensi lebih dini. Jadi potensi ke depan, BBTN punya upside jika restrukturisasi efektif dan kualitas Stage 2 mulai turun, tetapi risikonya tetap tinggi karena basis debitur mass market besar. MEGA punya potensi menjaga kualitas tetap bersih, tetapi investor harus memantau biaya dana dan konsentrasi korporasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Perbandingan ini menunjukkan dua bank dengan trade-off yang berbeda. MEGA adalah contoh bank dengan kualitas kredit paling bersih di grup 7 bank, dan itu nyambung dengan strategi scoring ketat dan trigger Stage 2 sejak 30 hari. BBTN adalah contoh bank dengan mandat perumahan yang membuat risiko struktural lebih tinggi, terlihat dari NPL tertinggi, Stage 2 besar, dan kebutuhan CKPN yang agresif. Kalau investor mencari profil risiko rendah, MEGA lebih dekat ke itu, walau ada risiko biaya dana. Kalau investor mencari cerita perbaikan dengan potensi re-rating, BBTN bisa menarik, tetapi syaratnya satu, Stage 2 harus benar-benar turun dan risk bill harus mereda, bukan cuma ditunda.
🧾 Perbandingan NPL 2025.
✅ MEGA 1,07% terendah.
🚨 BBTN 3,08% tertinggi.
📏 Selisih 2,01 poin, BBTN sekitar 2,88 kali MEGA.
📊 Banding grup 7 bank, rata-rata 1,81%, median 1,81%.
🏠 vs 🏢 Model bisnis kredit.
🏠 BBTN.
👥 Mass market KPR.
💳 KPR konvensional Rp268,29 T.
🌙 KPR syariah Rp50,85 T.
🎯 Risiko sensitif ekonomi mikro.
🏢 MEGA.
🧱 Fokus korporasi backbone.
💳 Kredit bruto Rp67,23 T.
🏗️ Korporasi Rp41,58 T.
🎯 Risiko ditekan lewat seleksi.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧪 Staging PSAK 2025.
📌 BBTN.
✅ Stage 1 Rp311,76 T.
⚠️ Stage 2 Rp35,60 T, sekitar 9,87%.
🚨 Stage 3 Rp13,91 T, sekitar 3,85%.
📌 MEGA.
✅ Stage 1 Rp62,62 T.
⚠️ Stage 2 Rp2,59 T, sekitar 3,84%.
🚨 Stage 3 Rp2,02 T, sekitar 2,99%.
⏱️ MEGA trigger Stage 2 sejak tunggakan 30 hari.
🛡️ CKPN dan kualitas laba.
💥 BBTN.
🧱 CKPN Rp15,31 T.
🔥 Beban CKPN 2025 Rp6,17 T, naik 211,8%.
🧾 Laba tumbuh 16,42% tapi risk bill besar.
🧊 MEGA.
🧱 CKPN Rp804,8 M.
📈 Beban CKPN naik 125,8% tapi nominal kecil.
🧾 Laba tumbuh 27,88% dengan NPL paling rendah.
⚠️ MEGA.
💰 Biaya dana relatif berat sekitar 51,67%.
⚠️ BBTN.
🚨 NPL tertinggi dan Stage 2 besar.
🎯 Potensi 2026
🛡️ MEGA.
✅ Potensi konsisten menjaga kualitas kredit.
🔍 Monitor biaya dana dan konsentrasi korporasi.
🏠 BBTN.
✅ Potensi re-rating kalau Stage 2 turun dan CKPN mereda.
🚦 Risiko tetap tinggi karena basis mass market besar.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$NISP

@2GDRizki , dicoba dulu ja ka. Di cek tiap hari, berubah ga. Setau saya update. Kalo ada beda, terjadi karena penggunaan data jumlah saham. Mudah-mudahan codingnya ga banyak koreksian.
sembarang tag : $NISP , $BMRI , $NIKL
@LisviannaDewieAyu Karena Masih undervalue, fundamental Bank nya juga bagus. Jadi masih ngarep $NISP turun buat nyicil Lot 🤫
kalau UBOnya BUMN Qatar, BUMN Thailand, Gampang.. UU(D) mereka bisa nyebut sampai Keluarga Thani (Qatar) dan keluarga Rama (Thai).
yg susah itu BUMN yg ga punya UBO, selain Indonesia, ada Malaysia ($BNGA), dan Singapura ($NISP)
$NISP
harga wajar berdasarkan PBV: 1900
harga wajar berdasarkan performa keuangan yg konsisten naik: 2500++