


Volume
Avg volume
PT Bank OCBC NISP Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor perbankan. Perusahaan ini beroperasi dengan nama Bank OCBC NISP atau OCBC NISP. Selain perbankan konvensional, perusahaan ini juga menawarkan layanan perbankan Syariah. Jaringannya terdiri dari cabang di berbagai wilayah Indonesia seperti Bali, Balikpapan, Bandung, Banjar Baru, Banjarmasin, Tangerang, Batam, Bekasi, Binjai, Bitung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cikarang, Cimahi, Cirebon, Deli Serdang, Depok, Gresik, Jambi, Surabaya, Kediri, Kendari, Bandar Lampung, Madiun, Magelang, Makassar, Manado, Medan, Mataram, Padang, Palu, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Pontiana... Read More
Rilis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Q4 2025 oleh BI
➖ Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh +0,83% yoy dan +0,17% qtq pada Q4 2025
Melambat dibandingkan Q3 2025 yang tumbuh +0,84% yoy dan +0,22% qtq.
Melambat juga dibandingkan Q4 2024 yang tumbuh +1,39% yoy dan +0,19% qtq.
✅ Penjualan rumah tumbuh +7,83% yoy dan +2,01% qtq pada Q4 2025.
Menguat dibandingkan Q3 2025 yang kontraksi -1,29% yoy dan -5,21% qtq.
Menguat signifikan dibandingkan Q4 2024 yang kontraksi -15,09% yoy dan -6,62% qtq.
✅ Suku bunga KPR secara rata-rata turun jadi 7,42% pada Q4 2025.
Dari semula 7,45% pada Q3 2025 dan 7,43% pada Q4 2024.
➖ KPR tumbuh melambat secara tahunan menjadi +7,05% yoy pada Q4 2025.
Dari semula +7,39% yoy pada Q3 2025 dan +9,67% yoy pada Q4 2024.
Namun secara kuartalan KPR tumbuh menguat menjadi +1,72% qtq pada Q4 2025, dari semula +1,30% qtq pada Q3 2025.
Walaupun sedikit melambat dibandingkan Q4 2024 yang tumbuh +2,04% qtq.
...........................
Walaupun sektor properti Indonesia masih lemah, namun tanda pemulihan mulai terlihat dari penjualan yang kembali tumbuh dan suku bunga KPR yang mulai bergerak turun.
Harga properti masih tumbuh terbatas dan KPR mulai melawan tren penurunan.
$BBCA $BNGA $NISP

$NISP Bank yg paling menguntungkan di pasar saham. Produk yang bagus dan innovatif, dikelola dengan standar keamanan & profesionalitas perbankan Singapura.

Alhamdulillah, ternyata dapat kejutan, growth di atas revised down ekspektasi, $BRIS tumbuh 8% di atas $BBCA dan $NISP
Laba $NISP melesat bukan cuma karena operasional? 🧐
Hati-hati terjebak euforia! Ada angka "Bargain Purchase" sebesar Rp852 Miliar di balik laporan keuangan NISP 2025 hasil akuisisi Commonwealth. Ini cuan satu kali gebrak (one-off gain) yang cantik banget di atas kertas.
Tapi apakah ini berkelanjutan? Atau justru beban operasional eks-Commonwealth bakal jadi batu sandungan di 2026?
Kita bedah sisi gelap dan terang akuisisi ini di sini:
https://cutt.ly/wtbiSt4h
$BBCA $BMRI
Tebak pilihan danantara kira2 apa untuk perbankan Good Growth, Fundamental, Liquidity, CashFlow $BRIS $BBCA $NISP ?
Beberapa hari lalu ane bahas contoh investasi dengan hurdle rate 15% untuk saham $TOTL dan $SMSM
Apakah return kita benar-benar hanya 15% apabila membeli kedua saham tersebut? Pelan donk bro kalo cuma 15% setahun. 7 tahun baru bagger.
Jawabannya tidak mentok di 15%, bahkan bisa berpuluh-puluh persen.
Baca dulu post https://stockbit.com/post/27790477 agar memahami konteksnya.
Kemarin saya sampaikan data Cost of Equity dari Prof Aswath ada di 11,19%. Kita anggap saja 12%.
Jika suatu saat vibe market menjadi optimistis, maka hurdle rate para investor lain bisa turun dari 15% menjadi 12%. Ketika itu terjadi dan investor masuk di TOTL, maka return yang dia harapkan hanya 12% saja sudah puas.
Maka perhitungannya menjadi: Dividen Yield + growth = 12%
Kita asumsikan growth rate sama dengan estimasi terendah kemarin di 6%. Maka investor dengan hurdle rate 12% akan demand dividen dengan yield minimal 6%.
Scenario 1: Dividen 75 perak, maka harga saham TOTL ada di level 1250.
Scenario 2: Dividen 90 perak, maka harga saham TOTL ada di level 1500.
Dengan Anda membeli di harga 1000 kemarin sesuai contoh di post sebelumnya, maka return anda menjadi
Scenario 1: 25%
Scenario 2: 50%
Maka, total return Anda bisa lebih dari 15% padahal hurdle rate anda hanya 15%.
Ini menjelaskan mengapa saya hold TOTL baru 2 tahunan, return sudah bagger, di luar dividennya.
Ketika market in good mood, akan terjadi multiples expansion. Hurdle rate jadi turun karena investor akan less risk-aversed. Hurdle rate orang lain yang turun hanya beberapa % saja, bisa menyebabkan return saham kita jadi signifikan.
Apakah market akan masuk good mood? Well, tergantung berbagai faktor, termasuk dari kesuksesan otoritas bursa dalam bersih-bersihnya beberapa waktu ke depan.
Sekarang Anda tau kenapa ucapan "Be greedy when others are fearful" jadi masuk akal. Beli ketika mood market jelek...!!! Jangan kebalik, beli ketika saham terbang, itu konyol sekali!!!
Semoga bermanfaat!
$NISP
Banks mana yang mungkin memberikan dividen Paling Nendang?
$BBNI Div Yield +- 7 - 7.5%
$BNGA Div Yield +- 8 - 8.5%
BBRI Div yield Final +4.8%
$NISP Div Yield +- 7.3%
Saya main dividen dulu saja, nanti pas sudah risk on baru main aggresive lagi... YTD target porto growth semoga bisa double digit, bisa triple digit lagi Alhamdulillah... walau sulit rasanya, karena butuh HOKI yang besar
Mencari Bank yang Paling Efisien dari BOPO vs NIM vs CIR: $BBCA x $NISP x $BBNI
Banyak investor di Stockbit yang mungkin masih bingung soal BOPO, NIM, dan CIR karena kelihatannya cuma rasio, padahal ini yang paling cepat membedakan bank efisien versus bank yang cuma besar. Kalau investor salah baca, efeknya bisa fatal, bank terlihat murah padahal biayanya bocor, atau terlihat mahal padahal mesin labanya rapi. Rasio ini juga nyambung langsung ke kualitas laba, karena sedikit perubahan biaya dana atau biaya operasional bisa menggerus profit miliaran Rupiah. Dan yang bikin makin tricky, angka bisa membaik bukan karena bisnis makin sehat, tapi karena siklus pencadangan sedang longgar atau sedang ketat. Jadi investor perlu paham definisi dan komponennya dulu, baru masuk ke perbandingan angka. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
NIM itu Net Interest Margin, ukuran kemampuan bank menghasilkan margin dari aset produktif. Aset produktif itu aset yang menghasilkan bunga, terutama kredit dan penempatan berbunga. NIM biasanya dihitung dari NII dibagi rata-rata aset produktif.
NII itu Net Interest Income atau pendapatan bunga bersih, intinya pendapatan bunga dari kredit dan aset berbunga dikurangi beban bunga ke deposan dan sumber dana lain.
Karena itu NIM sangat sensitif ke CoF yaitu Cost of Fund atau biaya dana, dan struktur CASA yaitu Current Account Saving Account atau dana murah dari giro dan tabungan. Bank yang CASA-nya kuat biasanya CoF rendah, NII lebih tahan banting, lalu NIM cenderung stabil. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
CIR itu Cost to Income Ratio, fokusnya lebih sempit ke biaya overhead non-bunga dibanding pendapatan operasional bersih. Overhead itu biaya kantor seperti biaya karyawan, biaya umum dan administrasi, sistem, jaringan, dan operasional harian.
CIR yang rendah artinya mesin operasionalnya efisien, setiap Rp1 biaya kantor menghasilkan pendapatan lebih besar.
BOPO itu biaya operasional terhadap pendapatan operasional, cakupannya biasanya lebih lebar dibanding CIR, karena memasukkan lebih banyak komponen beban operasional.
Dalam praktik bank di Indonesia, BOPO bisa terdorong naik karena beban bunga dan juga CKPN. CKPN itu Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, alias beban pencadangan kerugian kredit, yang sering jadi pembeda kualitas laba karena langsung memotong laba berjalan saat bank mempertebal bantalan risiko. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi skala NII tahun 2025, BBCA paling besar Rp85,55 T dan masih tumbuh 3,9%. BBNI Rp40,33 T tetapi turun 0,3%. NISP Rp10,95 T dan turun 0,8%.
Dari sisi overhead non-bunga 2025, BBCA Rp36,73 T naik 1,2%, NISP Rp6,16 T naik 1,3%, BBNI Rp30,86 T naik 6,0%, jadi tekanan biaya paling terasa ada di BBNI.
Dari sisi CKPN 2025, BBCA Rp4,01 T naik 97,2%, BBNI Rp9,72 T naik 18,4%, NISP Rp0,25 T berubah dari kondisi 2024 yang sempat mendapat pembalikan cadangan.
Kalau lihat CIR, yang paling efisien itu BBCA dengan 32,79% dan membaik dari 34,07% atau turun 1,28 poin. NISP 47,03% membaik dari 49,66% atau turun 2,63 poin. BBNI 48,01% justru memburuk dari 46,11% atau naik 1,90 poin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BBCA jelas menang telak di efisiensi operasional, karena pendapatan operasional naik 5,12% sementara overhead cuma naik 1,20%, bahkan beban umum dan administrasi turun 0,56%, ini pola bank yang makin digital dan biaya rutinnya makin rapat. Lonjakan CKPN BBCA 97,2% lebih masuk akal dibaca sebagai langkah konservatif dan bersih-bersih neraca, apalagi ada write-off Rp7,73 T, jadi profit masih kuat tapi bank mempertebal bantalan risiko. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
NISP terlihat sedang merapikan pasca-merger, NII sedikit tertekan karena yield pinjaman turun dari 8,07% ke 7,84%, tetapi CIR membaik, artinya integrasi dan disiplin biaya mulai kebaca.
BBNI tampak ekspansif, kredit tumbuh kencang, tapi overhead naik 6,0% dan CKPN naik 18,4% sehingga laba tertekan, ini tipikal fase growth yang belum matang, mesin pendapatan ada, tapi biaya dan risiko masih ngejar. Potensi ke depan, BBNI bisa menarik kalau pertumbuhan pendapatan kembali mengalahkan pertumbuhan overhead dan CKPN mulai stabil, sementara BBCA cocok buat investor yang mengejar stabilitas mesin laba, dan NISP cocok buat investor yang mencari perbaikan efisiensi dengan profil skala menengah.
✅ BOPO = biaya operasional dibanding pendapatan operasional
✅ CIR = Cost to Income Ratio = biaya overhead non-bunga dibanding pendapatan operasional bersih
✅ NIM = Net Interest Margin = margin bunga bersih dari aset produktif
✅ NII = Net Interest Income = pendapatan bunga bersih
✅ CKPN = Cadangan Kerugian Penurunan Nilai = beban pencadangan kerugian kredit
✅ CoF = Cost of Fund = biaya dana
✅ CASA = Current Account Saving Account = giro dan tabungan sebagai dana murah
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📌 NIM naik biasanya karena NII naik lebih cepat dari aset produktif, atau CoF turun
📌 CIR turun artinya biaya kantor makin efisien dibanding pendapatan
📌 BOPO naik bisa karena overhead naik, beban bunga naik, atau CKPN naik
Data 2025
🟦 BBCA
💰 NII Rp85,55 T naik 3,9%
🧾 Overhead Rp36,73 T naik 1,2%
🧱 CKPN Rp4,01 T naik 97,2%
🎯 CIR 32,79% dari 34,07% turun 1,28 poin
🟨 NISP
💰 NII Rp10,95 T turun 0,8%
🧾 Overhead Rp6,16 T naik 1,3%
🧱 CKPN Rp0,25 T
🎯 CIR 47,03% dari 49,66% turun 2,63 poin
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🟥 BBNI
💰 NII Rp40,33 T turun 0,3%
🧾 Overhead Rp30,86 T naik 6,0%
🧱 CKPN Rp9,72 T naik 18,4%
🎯 CIR 48,01% dari 46,11% naik 1,90 poin
🔍 Sinyal yang biasanya dianggap bagus oleh investor bank
🟢 NII tumbuh sambil CIR turun
🟢 Overhead tumbuh lebih lambat dari pendapatan
🟢 CKPN naik tapi dibarengi langkah bersih-bersih yang jelas dan kualitas aset tetap rapi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⚠️ Sinyal yang perlu dipantau ketat
🟠 NII turun tapi overhead naik cepat
🟠 CIR naik, artinya biaya kantor makin berat per rupiah pendapatan
🟠 CKPN naik berulang tanpa perbaikan kualitas kredit, ini biasanya makan laba lebih lama
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8







