Volume
Avg volume
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk didirikan pada tahun 1987. Perseroan terus melakukan pengembangan bisnis di berbagai bidang usaha, yaitu penjualan ritel sepeda motor, distribusi mobil, penjualan suku cadang sepeda motor, pembiayaan, dan asuransi, sampai merambah ke jasa dealership penjualan kendaraan roda empat dengan platform online. Perseroan didukung oleh 5 Entitas Anak yang bergerak di 3 segmen operasi, yaitu Distribusi, Ritel dan Aftermarket, Transportasi, dan Lainnya. Melalui entitas anak, Perseroan merupakan distributor sepeda motor merek HONDA khusus untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur; Penyedia dan dist... Read More
$FWCT Saran aja cicil emiten ini sedari sekarang , feeling mengatakan report LK Tahunan 2024 FWCT akan melonjak dan kembali mencatatkan ATH secara revenue dlm kurun waktu 6 tahun beruntun ..
$AYAM $MPMX
saya kadang bingung lihat kebanyakan orang di stockbit ini harga saham turun pada takut beli,,,tapi pas harga naik pada berani beli,, padahal nama saham nya sama aja,, saya kasih contoh dulu $ASII Rp 6000 berani beli sekarang harganya di bawah Rp 5.000 takut padahal lihat laporan keuangan gak ada masalah kecuali hanya isu isu yang berseliweran $BBRI $MPMX
$MPMX ... harganya turun terus.. pwrasaan gak enak nih...
Bursa konoha itu bnyk insider tradingnya...
lapkeu belum keluar tapi hrg sahamnya sdh kemana2 .. kasian investor retail...
$DMAS $MEDC
🤣🤣🤑
$ASII $MPMX $IHSG
sektor penjualan mobil motor akan terkena dampak yg lumayan imbas lesunya ekonomi ditahun ini dan mungkin sampe tahun depan jika belum ada tanda perbaikan ekonomi di Indonesia karena banyak PHK dan pengangguran di 2025 ini.
Profitabilitas
Profitabilty adalah rasio yang menjadi indikator kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Secara umum, rasio profitabilitas ini ada dua kelompok, yakni 'Margin' dan 'Return'.
.....................................
Margin adalah 'sisa' selisih laba yang bisa didapat perusahaan dari keseluruhan pendapatan atau penjualan (revenue / sales) setelah dikurangi oleh beban-beban.
Berarti yang jadi pembilang adalah laba, dan yang menjadi pembagi (penyebut) adalah revenue.
Margin = Laba : Pendapatan
Sederhananya, jika perusahaan hanya butuh memperoleh sedikit pendapatan untuk menghasilkan laba yang besar, itu bagus.
Misal A dengan pendapatan 100, sudah bisa peroleh laba 20, berarti margin 20%.
Ketika pendapatan naik jadi 200, dengan margin tetap 20%, maka laba jadi 40.
Bandingkan misalnya B dengan laba yang sama 20, tapi harus kumpul pendapatan 400 dulu, berarti margin 5%.
Maka biar laba jadi 40, B perlu pendapatan 800.
Dengan margin yang lebih kecil, maka B perlu lebih banyak menambah pendapatan untuk bisa menghasilkan tambahan laba yang sama seperti A.
Secara umum, margin ini terdiri dari Gross Profit Margin (GPM) yang pembilangnya dari laba kotor, Operating Profit Margin (OPM) dari laba operasi, dan Net Profit Margin (NPM) dari laba bersih.
Sebagai penyebut atau pembagi semuanya tetap pendapatan (revenue / sales).
.................................................
Return adalah seberapa besar laba yang bisa diperoleh perusahaan dari pemanfaatan 'sumber daya' yang dimiliki.
Yang menjadi pembilang adalah laba, dan penyebutnya adalah sumber daya.
Return = Laba : Sumber Daya
Berbeda dengan margin, laba sebagai pembilang yang digunakan biasanya adalah tetap laba bersih (net profit), namun sumber daya sebagai penyebut ini yang macam-macam.
Return on Equity (ROE) yang menggunakan Ekuitas sebagai penyebut,
Return on Assets (ROA) pakai Aset,
ROI pakai nilai investasi,
ROIC yang pakai invested capital (utang berbunga ditambah ekuitas dikurangi kas dikurangi kewajiban lancar tanpa bunga), dll.
Jadi kalau perusahaan mampu menghasilkan lebih banyak laba hanya dengan memakai sedikit sumber daya, itu bagus.
Misal A punya aset 100, bisa dapat laba 20, berarti ROA 20%.
Berarti dengan aset 200, A sudah bisa dapat laba 40.
Bandingkan dengan B yang ROA misalnya cuma 5%.
Untuk dapat laba 20, perlu aset sampai 400. Dan untuk dapat laba 40, perlu aset sampai 800.
Dengan return yang lebih kecil, maka B perlu lebih banyak sumber daya untuk bisa menghasilkan tambahan laba yang sama seperti A.
................................................
Selanjutnya apakah perusahaan dengan margin dan return (profitabilitas) rendah pasti buruk ? dan yang profitabilitasnya tinggi pasti baik ?
.........
Pertama, tiap sektor usaha punya karakteristik berbeda.
Jadi bisa bandingkan dulu dengan perusahaan lainnya di satu sektor.
Profitabilitas bank bandingkan dengan bank, tambang dengan tambang, kebun dengan kebun, consumer goods dengan consumer goods, otomotif dengan otomotif, properti dengan properti, dst.
Karena dari perolehan harga beli, stabilitas atau volatilitas harga jual, target pasar dan karakteristik permintaan pelanggan, cara mengoperasikan usaha, tiap sektor itu berbeda.
Ada usaha yang memang padat modal, padat karya, padat teknologi. Ada juga yang lebih ringkas.
Jangan bandingkan profitabilitas perusahaan yang beda sektor, terus langsung bikin judgment baik atau buruk 🤔
...........
Kedua, kegiatan usaha dan bauran lini usaha yang dimiliki tiap perusahaan juga berbeda-beda.
Perusahaan jasa, pedagang (distributor / retailer), manufaktur (barang mentah, setengah jadi, barang jadi), itu beda. Walaupun mungkin masih satu sektor usaha.
Contoh : pabrik mobil, pembuat suku cadang mobil, dan penjual mobil. Walaupun kadang dianggap satu sektor yakni otomotif, namun jelas berbeda detailnya.
Apalagi kalau ada perusahaan yang dari bahan mentah, setengah jadi, barang jadi, distributor, hingga retailer dipegang semua secara vertikal.
Jelas berbeda dengan perusahaan yang hanya pegang satu tingkatan.
Kemudian secara horizontal, kalau perusahaan punya lini bisnis di sektor lain, tentu berbeda jika dibandingkan dengan perusahaan yang hanya punya satu lini bisnis.
...............
Ketiga, margin dan return besar belum tentu kontinyu dan bisa sangat besar pula volatilitasnya.
Harga beli volatil, ongkos produksi tidak stabil, harga jual dan tingkat demand juga volatil.
Sedangkan margin dan return kecil bisa saja lebih stabil dan terjamin untuk jangka panjang. Sudah ada buyer yang pasti, harga beli dan jual stabil, tingkat penjualan bisa dipertahankan tetap tinggi.
Atau mungkin produk yang dibuat atau dijual sudah jadi market leader, banyak pelanggan yang butuh, pesaing minim atau kalau ada pun tidak mengganggu tingkat penjualan, sudah pegang area distribusi yang pasti sehingga tidak ada pihak lain yang ganggu, dll.
............
Keempat, mungkin saja perusahaan punya banyak 'aset nganggur'.
Sebenarnya perusahaan tidak perlu aset sebanyak itu untuk menghasilkan besaran laba yang sama.
Ini bikin penyebut di rumus return jadi lebih besar dari yang semestinya, sehingga persentase return terkesan kecil.
Saya pernah bahas aset nganggur di postingan berikut
https://stockbit.com/post/15654917
Aset nganggur ini bisa saja nanti dibagikan jadi dividen, disiapkan untuk ekspansi di masa mendatang, atau sudah mulai dimanfaatkan tapi perlu waktu sampai bisa menghasilkan.
..........
Kelima, perusahaan memiliki potensi pendapatan yang belum tercatat secara akuntansi.
Jadi return dan margin saat ini terlihat kecil, tapi ke depannya sudah terproyeksi bakal ada peningkatan laba.
Ini terkait dengan akun liabiltas kontrak, pendapatan diterima di muka, pendapatan ditangguhkan yang pernah saya bahas di postingan berikut
https://stockbit.com/post/16776731
Termasuk pula laporan dan pemberitaan soal marketing sales dan perolehan kontrak penjualan.
............
Keenam, ROE besar bisa jadi karena sumber daya perusahaan banyak bersumber dari utang berbunga (debt), dibandingkan dari modal sendiri (ekuitas).
Jadi hati-hati kalau ROE besar tapi DER tinggi dengan ROA kecil.
Kemudian ada juga kasus perusahaan yang memiliki saldo laba negatif, atau tambahan modal disetor yang negatif.
Ini bikin ekuitas sebagai pembagi di rumus ROE jadi kecil, maka ROE jadi terkesan besar.
............
Ketujuh, perusahaan dengan margin dan return besar bisa jadi 'nyaman' dengan operasional yang menguntungkan saat ini.
Sehingga tidak atau belum berani menahan laba untuk ekspansi dan menggarap lini bisnis baru. Takut profitabilitas turun karena usaha baru gagal atau tidak bisa menghasilkan untung sebesar bisnis existing.
Porsi laba yang dibagikan jadi dividen masih besar. Jadinya tiap tahun aset dan ekuitas tidak ditumpuk, pembagi rumus return jadi terus kecil, ROE dan ROA terus terjaga besar.
Bahaya kalau 'masanya' sudah habis, produk sudah berkurang peminatnya, kompetitor makin banyak dan inovatif, perusahaan bisa kehilangan potensi profit besarnya jika tidak merencanakan langkah dari sekarang.
.......................................
Dan banyak faktor lainnya yang belum saya sebutkan sebelum membuat penilaian baik atau buruk cuma dari rasio profitabilitas.
Jadi kalau profitabilitas besar, pastikan capaian tersebut bisa terus dipertahankan. Tetap perlu memberi perhatian ke ekspansi dan pengembangan nilai bagi pemegang saham di masa mendatang.
Kalau profitabilitas kecil, pastikan penjualan tetap tinggi, stabil, dan bisa meningkat. Harus ada keunggulan kompetitif yang dimiliki sebagai nilai tambah dari perusahaan. Serta ada peluang dan upaya untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang.
Rasio profitabilitas ini untuk screening pilihan saham pribadi boleh, mempermudah memilih saham bagus dengan cepat.
Tapi janganlah sampai dibuat penilaian 'ngasal' dan dijadikan perdebatan yang gak bikin cuan, tanpa melihat ragam faktor pertimbangan lain secara komprehensif.
Peluang investasi bisa dari 3 hal ini :
1. Perusahaan yang sudah baik dan ke depan semakin baik (growth)
2. Perusahaan stabil dan kontinyu memberi nilai bagi pemegang sahamnya, dari dividen dan atau harga saham (stable)
3. Perusahaan yang dalam kondisi kurang baik tapi ada peluang dan upaya perbaikan (turnaround).
Besok belum tentu sama dengan hari ini, yang penting ada peluang dan upaya untuk semakin baik yang dimulai dari hari ini 👍
Lampiran cuma screenshot keystats Stockbit berbagai rasio profitabilitas dari berbagai emiten random.
$MPMX $BBRI $INDF
1/10
@HendricRenanta ya sih om,masih besaran BSSR...ini beda sektor, g ada salahnya masuk dikit aja om..✅..fluktuasi sahamnya gak kayak batubara, slowwww .....>10% sangat dimungkinkan di $MPMX....
@HendricRenanta Terima kasih, saya hargai pendapat kamu.
Tapi saya tetap persistent dgn conviction saya. Meskipun kamu bilang decline, toh nyatanya mereka masih eksis sampe sekarang, dan masih rutin royal bagi dividen 🤭. Kalo soal sengitnya persaingan, buat saya itu keniscayaan yg juga pasti dihadapi semua emiten di bursa, bukan cuma MPMX saja 😅
Alhamdulillah sudah merasakan lgsg 3x masa dividen payment, insyaallah tahun ini yg keempat 😁
Dan conviction saya tambah mantap, karena pimpinan & big owner MPMX diisi oleh orang-orang dengan reputasi integritas dan kredibilitas mumpuni macam: Sandiaga Uno, Suwito Mawarwati, Edwin Soeryadjaya, dan Arini Subianto.
Kalo sekelas mereka saja punya conviction tinggi sama $MPMX dan ikut serta investasi di dalamnya, masa saya enggak, rugi dong...hehehe
random tag $SRTG $BSSR
@ibrahimaghil @leninuranisa
NPM dan ROE kecil bukan cuma saat ini, tapi sudah cukup lama.
Kalo kamu perhatikan penjualan dan laba operasinya $MPMX, dia sdh decline bbrp tahun, puncaknya di sekitar 2015-2018, setelah itu turun terus.
Penurunan penjual yg hampir 50% ini jelas buktinya sengitnya persaingan di lapangan.
Makanya, Kenapa management tdk ambil tindakan perluas pasar ato buka cabang baru?? Karena mereka tahu, lebih baik pertahankan yang ada drpd buka baru dgn margin yg sangat tipis ini.
Semua ini krn persaingan yg sengit.😔
Kalopun dia masih bagikan dividen dgn memadai, ini tentu perlu di apresiasi.👍😃
Tapi jgn lupa dia juga pernah ompong tdk bagikan div di thn 2018.
Mungkin saat ini, dividen ini menjadi gula penarik investor, krn kalo tanpa dividen bisa terbayang apa jadinya saham MPMX ini dgn fakta performa yg trs menurun ini?.🤔🤔😅
News Update
👉 IHSG ditutup menguat 0,38% ke level 6,638 dan Asing catatkan net sell Rp585M.
👉 Rupiah ditutup di level Rp16.251/USD, naik 0,67% dibandingkan penutupan sebelumnya.
👉 Harga Properti naik, Penjualan properti turun 15,09% secara yoy pada Triwulan IV 2024.
👉 Dukung kinerja perseroan, ELPI dirikan entitas anak usaha baru PT ELPI Trans Cargo.
👉 Direksi $SOLA membeli 318.500 lembar saham Perusahaannya diharga Rp50/saham.
👉 Direksi $MPMX melakukan transaksi pengalihkan 144.800 saham di harga Rp970.
👉 WSKT informasikan adanya restrukturisasi PT Waskita Fim Perkasa Realti.
👉 $BRIS resmi meraih izin menjalankan Bisnis Bank Bulion dari OJK.
@HendricRenanta Terima kasih untuk sudah berbagi pandangan.
Mau berbagi pemikiran juga:
Saya percaya ROE, ROA, dan NPM juga merupakan indikator penting dlm menilai kinerja suatu emiten, tapi saya juga sangat percaya ketiganya bukan satu-satunya jd aspek yg menjustifikasi kinerja holistik suatu emiten.
$MPMX, dgn rasio ketiganya saat ini, tetap memberikan Dividen dgn rasio luar biasa secara konsisten. Dalam kurun 6 thn terakhir, selalu bisa kasih yield > 11%. Bahkan di 2022 mereka kasih payout ratio hampir 200% 🤣😅
Jadi, mereka bisa tunjukin komitmen konkret memuaskan investor sembari menjaga kesehatan perusahaan (sila dicek juga berapa hutang yg dipunya MPMX sekarang 😁).
Bahwa ROE dan ROA mereka belum sampai 2 digit saat ini, potensi-potensi yg saya uraikan di atas akan jadi nilai intrinsik luar biasa mereka di masa depan (gak usah banyak-banyak, nambah 2 atau 3 Provinsi area operasi lagi saja, sudah terbayang gmn impact-nya).
Dan anda betul, "manajemen lebih paham dari kita" 😁. Makanya, perluasan jangkauan area operasi sudah hampir pasti (kalo bilang pasti akan terbaca takabur) masuk dlm prioritas rencana bisnis mereka.
Tinggal dari sisi investor, mau memanfaatkan momen yg ada skrg/tidak. Karena kalo area operasi mereka sudah semakin bertambah (at least 3 Provinsi saja), tentu harganya tidak 950-960 seperti sekarang 🤩
Dan tentu, emiten seperti MPMX blm tentu cocok dgn gaya/pilihan investasi semua org. Namun bagi investor defensif yg memprioritaskan aspek "ketenangan" & concern dgn "tensi darah" 🤣, bisa jd salah satu pilihan sangat menarik. Apalagi ada salah satu "raksasa" perusahaan pengelola investasi sebagai pemilik utamanya juga (lgsg aja tag emitennya $SRTG),hehehe...
@HendricRenanta gara-gara komen anda saya jd lihat ulang informasi2 tentang $MPMX ternyata NPM 2% an itu cuma di bulan januari-Februari (ada yg bahas masih wajar karena isu pajak), kalau di buka lagi di dalam, dichart profitability, selama 5 tahun terakhir, tahun 2024 awal tahun 3% tp setelah itu naik. bahkan NPM nya pernah -8% di pertengahan tahun 2020. setelah itu saya lihat bagaimana pengaruhnya NPM terhadap keuntungan, saya lihat finansialnya, di tahun 2020 memang kecil sekitar 300an B dibanding tahun 2023 yg 400an B. lalu gmn pengaruhnya ke Deviden, saya lihat di chart deviden 5 tahunan, ternyata tahun 2020 malah $MPMX ini bagi devidennya sangat besar, 3x lipat lebih besar dari deviden yg dibagi di tahun 2024 kemarin. di tahun 2021 deviden yang dibagi (dari keuntungan tahun 2020) yield-nya juga masih di atas 10% jd menurut saya masih bagus lah sambil nunggu laporan keuangan Q4 tahun 2024. karena menurut saya presentase profit dikit tp nilainya ratusan B lebih mending drpd presentase profitnya besar tp nilainya cuma puluhan B
@leninuranisa
Semua sdh tercermin di ROE dan NPM nya.🤔😂😅
Kalo masih begitu mudah seperti yg kamu katakan, gak mungkin mau cuma untung seiprit gitu???🤔🤔😅
Paham ya.🤔😅
Nih saya bagi ilmu analisanya.
Jujur saya belum baca lapkeu nya $MPMX, saya akan baca kalo sdh melewati filter,salah 1 nya ratio ROE ROA dan NPM.
ROA rendah, artinya setiap kali emiten mau ekspansi dia butuh aset yg besar, aset ini bisa diperoleh dari pinjaman ato modal (equity) sendiri, nampaknya di MPMX lebih banyak pake equity sendiri, makanya ROE juga rendah.😔😔😅
Setelah cabang berhasil dibuka, ternyata persaingannya pahit, ini tercermin dari NPM nya yg rendah pake banget (+-2% doang), ada salah dikit aja, doi pasti terpereset dan mungkin bisa rugi tuh.🤔😂😔😅😔
Jgn kamu kira management gak tahu kalo masih banyak provinsi blm buka cabang??, mereka lebih paham dr kita.
Coba kamu main2 ke papua, NTT, Maluku ato Aceh (yg paling jauh dr Jawa), itu showroom motor sampe di semua desa juga ada. Dan krn mereka kelas rumahan, cost op nya minim.
Jadi bisa terbayangkan tingkat kompetisinya???🤔😂😅😔
Makanya tercermin NPM nya minim banget.😔
$BSSR $SRTG
@HendricRenanta...ayoh om masuk ke $MPMX hrg g ke mana mana.....deviden rutin,cash besar....ruang ekspansi masih terbuka lebar (hanya 3 (propinsi/main dealer)....jarang dipoopoom senyapppppp...sekali dipompom🔥🔥🔥🔥🚀🚀🚀
@HendricRenanta ((bisnisnya stagnan)) 🤣🤣🤣
Coba pelajari lagi lebih dalam om.
Ruang ekspansinya masih luas sekali. Dari sisi area distribusi penjualan motor saja misalnya, baru mengcover wilayah Jawa Timur, Bali, dan NTT (baru 3 dari total 38 Provinsi). Nambah 4 atau 5 Provinsi lagi saja, sudah kebayang berapa potensi revenue-nya 😁
Dari sisi rental mobil. Penurunan jumlah penjualan mobil justru menjadi "blessing in disguise" bagi $MPMX. Karena bisnis MPM Rent meningkat 30%an. Belum lagi bisnis insurancenya yg bisa tumbuh 15%.
Setiap emiten memang punya risiko dan peluangnya masing-masing.
Namun, lini-lini bisnis $MPMX masih sangat potensial utk growth lebih progresif lagi. Apalagi kalo daya beli masyarakat nanti sudah semakin menguat ✨✨