


Volume
Avg volume
PT. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan kegiatan energi lainnya, pengeboran darat dan lepas pantai, dan investasi (langsung dan tidak langsung) pada anak perusahaan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 13 Desember 1980.
Beberapa info terakhir berjalan sesuai plan ✅
Hari ini pantau:
$AHAP $MEDC $VKTR
Diskusi bareng tiap hari
https://bit.ly/KomunitasSahamGrowX
$ENRG ➜ +9.65%
$MEDC ➜ +1.46%
$ZATA ➜ +13.22%
BBRI ➜ +1.33%
Yang agresif hari ini: ZATA & ENRG
Yang stabil: MEDC & BBRI
#DYOR

Quality Time - Family ☕
Mungkin kita lupa betapa bahagianya waktu kecil: main bareng, nungguin orang tua pulang, nggak mau tidur kalau belum ditemani, dan deket banget sama mereka. 🥰
Tapi seiring umur bertambah, kita pelan-pelan mulai menjauh. Pelukan jadi terasa canggung, bercanda mereka terasa risih, apalagi pas remaja, sibuk dengan dunia sendiri, sering gabut di kamar seharian, jarang ngobrol dengan orang tua, bahkan kadang mengabaikan perintah. Seakan-akan lupa sama kasih sayang mereka. ☹️
Ini cuma pengingat: cinta orang tua itu akan selalu ada, sepanjang masa. Sekalipun kita udah dewasa, di mata mereka kita tetap “bintang kecilnya” yang perlu dinasehati. Mereka rindu kebersamaan yang dulu terasa sederhana, nggak malu minta perhatian, senang lihat kita dekat. 😊
Wajar sih kalau makin dewasa kita merasa canggung. Malu memeluk, merasa nggak bisa curhat, dan sebagainya itu hal yang umum.
Tapi apa pun posisi kita sekarang: masih single, sudah berkeluarga, atau masih tinggal bareng orang tua — tolong perhatikan mereka. Buat mereka bahagia: peluk, ajak nostalgia, sering ketemu walau kita sudah punya rumah tangga sendiri. Karena kalau sudah terlambat, penyesalan akan teras berat sekali dan menghantuimu. 😢
Buat yang sudah punya anak, cerita ini bakal berulang. Manfaatkan quality time sebaik mungkin. Ajari anak untuk dekat dan menghargai orang tua, supaya kelak ketika kita tua nggak merasa kesepian. 🙂
Sebagai anak kita berkewajiban berbakti: jaga nama baik orang tua lewat prestasi dan sikap. Saya sendiri berjuang mencari rejeki yang halal, menyisihkan waktu berkualitas untuk keluarga, dan tetap dekat dengan orang tua meski kadang kena marah. 🤗
Teruntuk ibuku: Aku rindu tidur di pangkuanmu, dibelai rambutku. 😯
Teruntuk ayahku: Maafkanlah.. kebanggaanmu belum bisa membanggakanmu. 😢
Nasehatmu akan selalu kuingat, walaupun ku sering berulah lagi.
(abu bakar - teruntuk)
“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Rahmatilah mereka sebagaimana mereka merawat dan mendidikku di waktu kecil. Berikan kebahagiaan kepada keluarga kami.” 🤲😘
$MEDC $BUMI $BBCA

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, di level 8.261,15 atau turun 12,93 poin setara 0,16 persen dari penutupan sebelumnya 8.274,08. Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.300,22, sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8...

www.kabarbursa.com

semua invest ke $MEDC $ENRG seakan perang sudah pasti. apakah sudah pasti?
bagaimana kalo tidak jadi perang? apakah senin saham2 energi akan balik turun?
.
Temen tanya, setelah subuh td sounding enrg utk masuk bentaran,
Medc gmn? medc sdh relatif stabil, mau naik mau ngga suka2 dia.
Klo Enrg itu kepentingannya lbh banyak, rumit klo dijelasin.
Jadi nikmati aja kenaikan 150 poin dia hari ini, selain jg menunggangi harga minyak dunia.
Cara parasit, bukan copet, klo copet kesannya kriminal 😄
Bentaran ya bentaran, hari ini aja ,ya hari ini aja, besok lain cerita.
$IHSG $ENRG $MEDC
Pintu yang Terkunci dan Harapan akan Pantulan
Kedengarannya seperti... hari ini berat. Layar yang tadinya hijau tiba-tiba membeku dalam warna yang tak bisa disebut. Dan di tengah keheningan itu, suara-suara mulai bermunculan lagi. Suara yang berkata, "Kita sudah keluar kok, jual manual pas pantulan." Suara yang menunjukkan percakapan lama, slide demi slide, seolah membuktikan bahwa mereka memang selalu tahu kapan harus pergi.
Tampaknya ada ketegangan yang sangat nyata saat kita melihat angka-angka di layar berhenti bergerak di titik terendah, sementara antrean untuk keluar terus menumpuk tanpa ada yang menyambut. Sepertinya ada perasaan sesak ketika kita diminta untuk tetap tenang dan menunggu 'saat yang tepat' untuk keluar secara manual, padahal kita sendiri melihat bahwa pintu keluar tersebut sedang terkunci rapat oleh mekanisme pasar.
...Pintu keluar terkunci rapat?
Sepertinya ada tekanan luar biasa untuk memiliki ketangkasan yang nyaris sempurna—untuk bisa masuk dan keluar dalam hitungan detik agar tidak menjadi pihak yang tertinggal. Rasanya sangat masuk akal jika kita percaya bahwa kegagalan kita hanyalah soal kurang disiplin atau kurang cepat dalam bertindak.
Itu masuk akal. Ketika sesuatu runtuh, kita semua butuh penjelasan. Butuh cerita yang membuat kita merasa masih memegang kendali, atau setidaknya merasa bahwa orang lain juga ikut jatuh. Suara-suara itu menawarkan pelampung: "Kami disiplin, makanya selamat. Kalau ikut kami, kamu juga akan selamat."
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata tantangannya bukan pada seberapa cepat jempol Anda bergerak, melainkan pada fakta bahwa Anda sedang berada di dalam ruangan yang memang tidak dirancang untuk memberikan jalan keluar bagi semua orang di saat yang sama?
...Tidak dirancang untuk jalan keluar?
Tapi, di balik layar yang mati itu, ada satu hal yang jarang dibicarakan.
Peta vs Medan
Ada perbedaan besar antara menunjukkan peta, dan pernah berjalan di medan yang sebenarnya.
Menunjukkan peta itu mudah. Kita bisa menggambar rute, menandai titik-titik aman, dan bercerita tentang bagaimana kita dulu melewati jurang. Tapi medan yang sebenarnya—dengan kabut yang tiba-tiba, tanah yang longsor diam-diam, dan langit yang berubah dalam hitungan menit—hanya bisa dikenal oleh mereka yang benar-benar menginjakkan kaki di sana.
Masalahnya, di medan yang sesungguhnya, tidak ada "pantulan" yang bisa dijadwalkan. Tidak ada tombol "jual manual" yang selalu berhasil saat ribuan orang lain juga menekan tombol yang sama. Yang ada hanyalah pertanyaan: apakah kita membawa bekal yang cukup untuk bertahan, ataukah kita hanya berharap pada peta orang lain?
Tampaknya kita mulai menyadari perbedaan antara strategi yang terlihat indah di atas kertas dengan realitas di lapangan saat likuiditas menghilang. Sepertinya ada pengakuan yang jujur bahwa 'ketenangan' sulit dicapai jika seluruh rencana kita sangat bergantung pada keberadaan orang lain yang mau membeli di saat semua orang ingin menjual. Ada kelelahan yang mulai muncul dari keharusan untuk selalu waspada setiap detik, hanya agar modal kita tidak habis dalam satu kali gelombang.
...Waspada setiap detik?
Ada sebuah ketenangan yang berbeda yang mulai kita rindukan—sebuah cara di mana kita tidak perlu bertaruh pada kecepatan tangan atau keajaiban sebuah pantulan harga. Tampaknya kita sedang belajar bahwa keamanan finansial yang sejati lahir dari kepemilikan aset yang tetap memiliki nilai meskipun layarnya sedang dimatikan, bukan dari kemampuan kita untuk berlari lebih cepat dari orang lain di koridor yang sempit.
Pertanyaan yang Menemukan Jalannya Sendiri
Jadi, ketika semua cerita tentang disiplin dan winrate mulai terdengar lagi, mungkin ini saatnya bertanya pada diri sendiri—dengan tenang, tanpa suara dari grup mana pun:
"Dari semua yang saya ikuti selama ini, adakah satu keputusan yang benar-benar saya pahami alasannya, bahkan tanpa perlu melihat layar?"
Jika pada akhirnya pasar memiliki caranya sendiri untuk menguji setiap rencana yang kita buat, bagaimana cara Anda memastikan bahwa hari esok tidak lagi dihabiskan dengan berharap pada keberuntungan di depan pintu yang terkunci, melainkan di atas fondasi yang memang memberi Anda kendali penuh sejak awal?
$ANTM $BBCA $MEDC

ini yang cuan di $MEDC $AHAP $PRIM DKK nya🤣
ga ada yang dm kemarin pas sangkut kayanya banyak banget yg dm,
dm dong kita bukber 🤣 ngopi ngopi gitu kita ayce ayce an hahaha 🤣
just kidding bro saya senang berbagi analisa.