


Volume
Avg volume
PT. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan kegiatan energi lainnya, pengeboran darat dan lepas pantai, dan investasi (langsung dan tidak langsung) pada anak perusahaan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 13 Desember 1980.
IHSG Kembali Jatuh 3,27%!!! Naiknya Harga Minyak Jadi Penyebabnya?
Hari ini IHSG jatuh 3,27% yang ditutup pada level 7.337, penurunan ini membuat IHSG sepanjang tahun 2026 sudah turun hingga 15,1%.
Penurunan IHSG tersebut disebabkan oleh banyaknya sentimen negatif yang sedang terjadi di market, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat, kenaikan signifikan harga minyak, defisit APBN Indonesia yang berpotensi melebar, bahkan rupiah sempat melemah hingga tembus Rp17.019 per dolar AS.
Tensi geopolitik di Timur Tengah antara AS - Israel dengan Iran masih memanas sampai saat ini, kondisi tersebut juga membuat harga minyak global naik signifikan hari ini.
Dimana harga minyak mentah WTI naik hingga 15,3% menuju USD 104,79 per barel, kondisi tersebut terjadi setelah adanya rencana pemangkasan produksi minyak dari negara-negara Timur Tengah akibat adanya gangguan di Selat Hormuz, dimana mereka tidak bisa mengekspor produksinya. Naiknya harga minyak tersebut menjadi level harga minyak tertinggi sejak bulan Juli 2022.
Di Irak, produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan turun sekitar 70% menjadi 1,3 juta barel per hari dari sebelumnya 4,3 juta barel sebelum ada konflik. Sedangkan Kuwait juga mulai memangkas produksi sejak dan menyatakan force majeure. Qatar sendiri juga sudah lebih dulu memangkas produksi LNG.
Menteri Keuangan Purbaya juga menyampaikan jika harga rata-rata minyak sepanjang tahun mencapai USD 92 per barel, hal tersebut bisa menekan fiskal.
Dengan skenario tersebut, defisit APBN Indonesia bahkan bisa mencapai sekitar 3,6% terhadap PDB. Padahal batas maksimal aman-nya ditetapkan sebesar 3%.
Kondisi tersebut tentu saja menjadi sentimen yang negatif bagi market, karena investor asing berpotensi keluar yang membuat terjadinya capital outflow, rupiah sendiri sempat menyentuh hingga level Rp17.019 per dolar AS.
Gimana kondisi portfolio-mu, apakah merah juga seperti IHSG?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$IHSG $ELSA $MEDC
1/4




STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Senin (09/3/2026) ditutup di posisi 7.321,072, merosot 264,614 poin atau anjlok 3,49%. Ini dipicu harga saham 717 emiten yang berakhir melemah, sementara hanya sebanyak 63 saham ditutup naik dan 36 saham ...

stockwatch.id

Kenapa $MEDC turun? disini mengalami koreksi signifikan sebesar -4,25% ke level 1.690 pada penutupan hari ini, 9 Maret 2026. Penurunan ini tergolong tajam mengingat harga minyak dunia sebenarnya sedang melonjak.
1. Aksi Ambil Untung (Profit Taking) Pasca ATH: MEDC baru saja mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level 1.995 pada awal Maret. Koreksi saat ini adalah fase wajar bagi investor untuk merealisasikan keuntungan setelah kenaikan agresif sebesar 48,3% (ytd).
Beban Kinerja Entitas Asosiasi (AMMN): Laba MEDC secara historis sangat dipengaruhi oleh kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Adanya isu larangan ekspor konsentrat dan penurunan laba di sektor tambang terafiliasi menjadi beban psikologis bagi pemegang saham MEDC.
Risiko "Sell on News": Meski harga minyak mentah Brent melonjak di atas $110/barel akibat tensi geopolitik AS-Israel vs Iran, pasar cenderung melakukan aksi jual ketika berita tersebut sudah mencapai puncaknya (antisipasi perang sudah "terdiskon" di harga sebelumnya).
2. Produksi: Secara operasional, perusahaan justru sangat solid. MEDC menargetkan produksi migas 165–170 mboepd pada 2026, yang akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dividen & Buyback: Perusahaan telah mengembalikan dana sebesar USD 110 juta kepada pemegang saham melalui dividen dan buyback sepanjang 2025.
Laporan Keuangan Audit: Investor sedang dalam posisi "Wait and See" menunggu rilis laporan keuangan tahunan 2025 yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026.
3. Support Jebol: Harga telah menembus ke bawah garis Moving Average pendek di area 1.760. Level 1.680 saat ini menjadi support kritis.
Indikator menunjukkan status Big Dist (Distribusi Besar) dari broker-broker tertentu, yang menekan harga turun meskipun volume beli ritel mungkin terlihat ada.
Area Support: Analis mematok support kuat di kisaran 1.635 hingga 1.610 sebagai batas stop loss terakhir.
4. Tren Pembukaan: Kemungkinan besar akan dibuka Sideways hingga Melemah Terbatas.
Sentimen Penentu: Jika harga minyak dunia (Brent) tetap bertahan di atas $105-110, akan ada potensi technical rebound. Namun, jika IHSG secara keseluruhan masih tertekan (tadi sempat anjlok 4,05%), MEDC mungkin akan tes support di area 1.610 - 1.635 sebelum kembali menguat.
Saran untuk pantau area 1.610. Selama harga tidak break di bawah itu, tren jangka panjang MEDC masih dianggap bullish didukung fundamental produksi yang kuat.
; )
Rilis Survei Konsumen Indonesia Feb 2026 oleh BI
* Indeks Keyakinan Konsumen *
➖ Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) = 125,2
(vs Jan 2026 127,0, vs Feb 2025 126,4)
➖ Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) = 134,4 (vs Jan 2026 138,8, vs Feb 2025 138,7)
✅ Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) = 115,9
(vs Jan 2026 115,1, vs Feb 2025 114,2)
Keyakinan konsumen melemah ditekan oleh ekspektasi yang menurun, walaupun masih bertahan dalam level optimisme yang cukup kuat.
Di sisi lain, kondisi konsumen saat ini justru meningkat, lebih baik dari bulan sebelumnya dan dari periode yang sama tahun lalu.
Rilis ini mengindikasikan masyarakat mulai merasakan pemulihan ekonomi, namun masih punya sedikit kekhawatiran apakah kondisi baik ini dapat terus dipertahankan di masa mendatang.
* Komposisi Penggunaan Pendapatan Rumah Tangga *
❌ Porsi Konsumsi = 71,6% (vs Jan 72,3%)
✅ Porsi Tabungan = 17,7% (vs Jan 16,5%)
✅ Porsi Cicilan Pinjaman = 10,6% (vs Jan 11,2%)
Masyarakat menurunkan porsi konsumsi namun di sisi lain menaikkan porsi tabungan.
Porsi cicilan pinjaman juga menurun.
Rilis ini sejalan dengan figur keyakinan konsumen.
Masyarakat sudah mengalami peningkatan kondisi ekonomi, namun masih berjaga-jaga terhadap risiko dan pengeluaran di masa mendatang, khususnya jelang lebaran.
$BBCA $MEDC $ASII

Emiten hulu migas $MEDC dan $ENRG merah, lah ini $OILS emiten minyak kelapa malah naik g mau turun. wkwkwkkwkk
$MEDC lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak lah kocak
ternyata jepang lbh miris turun nya drpda di RI
saat ini market lg takut beli meskipun minyak naik ugal2an $ENRG $BIPI $MEDC
1/2


Mmmmmmmmmm..
Kenaikan harga minyak mentah ke level $102 (melewati asumsi aman di $92) memberikan tekanan yang signifikan pada postur APBN Indonesia. Selisih $10 ini bukan angka kecil karena berdampak langsung pada rantai pasok energi dan fiskal negara.
Masalah Utama yang Muncul:
• Bengkaknya Subsidi & Kompensasi Energi: APBN harus menanggung beban lebih besar untuk menjaga harga BBM (seperti Pertalite dan Biosolar) serta LPG 3kg agar tidak naik di tingkat konsumen. Setiap kenaikan harga minyak dunia biasanya diikuti dengan kenaikan nilai subsidi yang harus dibayarkan pemerintah ke Pertamina dan PLN.
• Tekanan pada Kurs Rupiah: Kenaikan harga minyak seringkali memperburuk defisit transaksi berjalan karena Indonesia adalah net importer minyak. Hal ini memicu permintaan dolar AS yang tinggi, yang berisiko melemahkan nilai tukar Rupiah.
• Efek Domino Inflasi: Jika harga BBM industri atau biaya logistik naik, harga barang kebutuhan pokok akan ikut terkerek naik. Ini bisa menurunkan daya beli masyarakat secara luas.
• Risiko Pelebaran Defisit APBN: Jika penerimaan negara (dari pajak dan PNBP migas) tidak cukup untuk menutup kenaikan biaya subsidi, defisit anggaran terancam melebar melampaui target awal.
________________________________________
Purbaya kemungkinan besar akan mengambil langkah-langkah berikut:
1. Penebalan Bantalan Sosial (Shock Absorber): Fokus utama biasanya adalah memastikan APBN berfungsi sebagai peredam kejut. Menkeu mungkin akan mengalokasikan cadangan anggaran atau re-alokasi belanja non-prioritas untuk memperkuat subsidi energi agar harga di masyarakat tetap stabil dalam jangka pendek.
2. Audit & Efisiensi Belanja: Menkeu akan meminta kementerian/lembaga untuk melakukan pengetatan belanja guna mengalihkan dana ke pos energi. "Disiplin fiskal" akan menjadi kata kunci utama dalam pernyataannya.
3. Optimalisasi Windfall Profit: Pemerintah akan memantau apakah kenaikan harga komoditas lain (seperti batu bara atau sawit) bisa memberikan tambahan penerimaan negara untuk menyeimbangkan kenaikan biaya impor minyak.
4. Komunikasi Publik yang Menenangkan: Respon resmi biasanya tetap bernada optimis dengan menekankan bahwa "Kondisi fiskal masih terkendali" dan "Pemerintah terus memantau dinamika global." Namun, di balik layar, koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah akan diperketat.
Tensi politik memberikan gambaran yang jelas mengapa sektor energi menjadi "pelabuhan" bagi investor saat ini. Faktor kenaikan utama ini dipicu oleh ketidakpastian di Timur Tengah (jalur Selat Hormuz) dan gangguan produksi global yang membuat pasokan semakin ketat.
1. $MEDC
• Medco adalah saham yang paling responsif terhadap harga minyak mentah (WTI/Brent). Karena Medco memiliki aset di dalam dan luar negeri, setiap ada konflik yang mengganggu suplai global, harga jual rata-rata (Average Selling Price) mereka langsung naik, yang secara otomatis meningkatkan margin laba bersih.
• Investor melihat MEDC sebagai proxy utama harga minyak dunia di BEI. Jika tensi geopolitik memanas, MEDC biasanya menjadi incaran pertama karena struktur pendapatannya yang sangat bergantung pada harga pasar minyak internasional.
2. $ELSA
• ELSA bergerak di bidang jasa hulu migas. Secara tidak langsung, ketika harga minyak bertahan di atas $100 akibat faktor geopolitik, perusahaan kontraktor migas (seperti Pertamina) akan lebih agresif melakukan eksplorasi dan pengeboran untuk mengejar lifting.
• ELSA diuntungkan oleh meningkatnya aktivitas jasa migas. Jika pemerintah merespon krisis energi global dengan instruksi "genjot produksi dalam negeri" untuk mengurangi impor, maka kontrak kerja ELSA akan meningkat pesat.
3. $AKRA
• Berbeda dengan MEDC, AKRA adalah pemain distribusi. Geopolitik yang menyebabkan harga minyak tinggi bisa menjadi pisau bermata dua. Namun, AKRA memiliki model bisnis pass-through, di mana kenaikan harga minyak dunia dibebankan kepada konsumen industri.
• AKRA dianggap sebagai saham yang lebih defensif. Di tengah ketidakpastian geopolitik, AKRA diuntungkan dari sisi inventory gain (stok minyak yang dibeli di harga murah, dijual saat harga tinggi). Selain itu, bisnis kawasan industrinya memberikan stabilitas ketika sektor perdagangan BBM sedang volatil.
Minimal Tau Area sahamnya lagi Distribusi atau Akumulasi. investasi harusnya lebih tenang
$ENRG $MEDC $BUMI

Dilema APBN: Subsidi BBM vs Program Populis? 🛢️
Harga minyak di atas $100 adalah momok bagi Indonesia sebagai net importer. Tekanan terhadap subsidi energi kini mengancam stabilitas pasar modal. Investor asing sedang memantau ketat: apakah pemerintah akan melakukan pivot strategis demi menjaga kesehatan fiskal?
Jangan abai dengan risiko downgrade status MSCI ke Frontier Market yang bisa memicu outflow masif. Pahami peta jalannya sebelum mengambil keputusan investasi.
Bedah tuntas bom waktu APBN dan dampaknya ke saham defensif:
https://cutt.ly/wtTjXZyC
Tag: $MEDC $ELSA $ICBP
Just reminder IHSG beberapa kali alami crash pasca libur panjang lebaran. Sebenarnya mau manfaatin mini kucing mati ya silahkan asal tau kapan keluar masuknya. Masalah tiba saat niatnya mau scalping tau2 justru telat keluar dgn alasan klasik "yakin bisa naik lebih lagi". Ujung2nya apa? Dihajar market, rungkad.
Gaktau bottom IHSG dimana. Saham yang kadung sangkut pun belum tentu perform di tahun 2026. Alhasil momen lebaran nanti jadi momen penuh penyesalan. Saudara masih bisa memaafkan tapi market tiada pernah memaafkan.
Cc : $NETV $MEDC $ENRG
$ENRG $ELSA $MEDC hari ini sebagai bukti bahwa emiten oil bukan digerakan oleh oil price tapi tergantung kepentingan bandarnya.. catat itu!!