


Volume
Avg volume
PT Matahari Department Store Tbk bergerak pada bidang usaha ritel beberapa jenis produk seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik dan peralatan rumah tangga, dan layanan konsultasi manajemen. Perseroan menjual berbagai jenis produk, dengan merek eksklusif sendiri dan secara konsinyasi. Perseroan pada akhir tahun 2020 memiliki 147 gerai yang beroperasi di 76 kota dan sebuah toko online Matahari.com yang menawarkan berbagai macam produk berkualitas tinggi dan merek eksklusif yang dapat menunjang gaya hidup masyarakat.
$LPPF sudah waktu ny nyicil ini barang , next month potensi uptrend karna mau lebaran , bulan april jga potensi bagi deviden š double strikes it'sn it ?
News Update
š Sesi I IHSG ditutup amblas 1,60% ke level 8,103.
š BEI dorong peningkatan kualitas perusahaan tercatat lewat penegakan disiplin.
š BEI himbau investor tetap rasional dan fokus pada fundamental hadapi geopolitik AS-Iran.
š Ke-4 kalinya, BEI menggembok sementara perdagangan saham TIRT hari ini.
š $INPP berikan jaminan utang untuk fasilitas kredit anak usaha ke Bank Oke senilai Rp237M.
š $POWR catatkan laba bersih USD72,05jt, turun 4,36% secara YoY.
š $LPPF catatkan laba bersih Rp725,4M pada 2026, atau turun 12,4% secara YoY.
š Struktur permodalan kuat dukung ekspansi masif CLEO menghadapi tantangan 2026.

Mindset Hold Saham ā Next Chapter 2#: Dari Bertahan Menjadi Menumbuhkan
Setelah memahami bahwa saham bukan untuk dijual saat baru naik sedikit, tantangan berikutnya adalah tetap konsisten menambah kepemilikan di tengah fluktuasi market. Pada fase ini, investor mulai berhenti terobsesi pada harga harian dan beralih pada kualitas bisnis serta jumlah lot yang dimiliki. Ketika harga turun tetapi fundamental tetap sehat, sudut pandang berubah: bukan lagi panik, melainkan melihatnya sebagai kesempatan memperbesar porsi kepemilikan dengan ādiskonā.
Di tahap lanjutan, kesabaran tidak hanya berarti menahan diri untuk tidak menjual, tetapi juga melatih keberanian untuk membeli saat situasi tidak nyaman. Di sinilah perbedaan antara investor biasa dan investor yang bertumbuh. Investor yang matang memahami bahwa keuntungan besar sering lahir dari periode yang membosankan, ketika harga bergerak lambat dan sentimen pasar tidak menarik. Mereka tetap mengakumulasi, karena tahu bahwa waktu adalah sekutu terkuat compounding.
Peran dividen menjadi semakin terasa pada fase ini. Bukan lagi sekadar hasil tambahan, tetapi berubah menjadi bahan bakar untuk mempercepat pertumbuhan portofolio. Dividen yang diinvestasikan kembali akan menambah jumlah saham, meningkatkan potensi dividen tahun berikutnya, dan menciptakan efek bola salju yang semakin besar. Di titik ini, investor tidak lagi bergantung pada timing jual beli, karena cashflow sudah mulai bekerja secara mandiri.
Akhirnya, mindset hold saham berkembang menjadi filosofi membangun kekayaan jangka panjang. Fokusnya bukan pada kapan harus keluar, tetapi pada bagaimana terus memperbesar aset produktif yang dimiliki. Market boleh naik turun, sentimen bisa berubah, tetapi selama bisnis yang kita pegang tetap bertumbuh, waktu akan berpihak pada kita. Inilah fase ketika investor tidak lagi sekadar bertahan, melainkan benar-benar menumbuhkan kekayaan dengan tenang dan terarah.
$BBRI $ACES $LPPF

$LPPF ayo serok bro n sis.. rencana dividen 13%.. sdh keluar laporan keuangan 2025 dan usulan dividen nya
$LPPF https://cutt.ly/PtEDpkyG
$LPPF https://cutt.ly/ctEDooFe
$LPPF
PT Matahari Department Store Tbk
Pendapatan dan Laba Menurun: Penjualan menyusut dari Rp 6,39 triliun (2024) menjadi Rp 5,78 triliun (2025). Hal ini menekan laba bersih turun dari Rp 827,65 miliar menjadi Rp 725,37 miliar.
Ekuitas Menyusut: Total kewajiban (liabilitas) sedikit naik menjadi Rp 4,86 triliun , yang diiringi dengan penurunan total ekuitas dari Rp 325,78 miliar menjadi Rp 272,90 miliar.
Arus Kas Solid: Meski laba tertekan, perusahaan masih sanggup mencetak arus kas operasi yang positif sebesar Rp 1,66 triliun. Hasilnya, saldo kas dan setara kas akhir tahun justru meningkat ke angka Rp 448,27 miliar.
oke lanjut part 26 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (LPPF, LSIP, SIMP)
$LPPF , PT Matahari Department Store Tbk
- Peritel department store terbesar di segmen middleāmass Indonesia
- Fokus: fashion, footwear, beauty, kids, home
Model bisnis:
- Combination of private label (SUKO, ZES, Nevada, dll)
- Brand konsinyasi
- Omnichannel (Shop&Talk, livestream, online platform)
Biaya terbesar: sewa (PSAK 73), gaji, dan inventory risk.
Secara karakter:
- Mature retailer
- No structural growth
- High exposure to purchasing power
- Rental & labor inflation risk
- Competition from illegal imports
LPPF = high operating leverage + cyclical + tergantung daya beli kelas menengah.
history 2021-2025
2021 Net Income ± 913, Recovery pasca-Covid
2022 Net Income ± 1.32 T, Reopening boom
2023 Net Income± 1.20 T, Stabilisasi
2024 Net Income 828, Normalisasi
2025 Net Income 725, Lemah demand + one-off reversal
fase saat ini
Fase Bisnis: Mature ā Defensive cyclical
Status Emiten : Cash generative
Market Segment : Middle class retail fashion
Growth Mode : Store optimization + private label expansion
Risiko Utama : Daya beli, impor ilegal, wage inflation
Kondisi Market Segment :
- Tabungan masyarakat turun
- Youth unemployment tinggi
- Informal worker naik
- Illegal import pressure tinggi
ā” Artinya 2025ā2026 = demand environment masih soft.
Lebih cocok sebagai dividend cyclical stock
mengenai Capex digunakan untuk:
- Mono-brand SUKO & ZES expansion
- MU+KU concept store
- Renovasi gerai lama
- Teknologi omnichannel
Strategi memaksimalkan capex:
- Tutup 7 gerai rugi : Tingkatkan ROIC
- Buka mono-brand : Margin lebih tinggi
- Perbesar private label mix : GM naik
- Omnichannel : Inventory turnover lebih cepat
Ini strategi yang tepat untuk fase defensif.
dengan mempertimbangan kondisi market yang cenderung negatif, fair value di 6-7x, eps 250-280 = 1,600 ā 2,000 per share.
lanjut $LSIP , PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi (upstream)
Segmen utama:
š“ Perkebunan kelapa sawit (TBS)
š Produksi CPO (Crude Palm Oil)
š„„ PK (Palm Kernel)
š± Benih unggul sawit (seed breeding ā salah satu yang kuat di Indonesia)
Karakter bisnis:
- Pure upstream ā sangat sensitif harga CPO global
- Struktur biaya relatif efisien
- Net cash, tanpa leverage besar
- Mayoritas dimiliki Indofood Group
Karakter LSIP:
- Pure upstream
- Earnings cyclical
- Tidak punya downstream
- Net cash strong
- Governance baik
True EPS normal = ±145 ā 150 per share
multiply nya berdasarkan siklus CPO
Peak CPO = 6ā8x
Mid-cycle = 8ā10x
Bottom cycle = 12ā15x
PE wajar: 8ā10x
Fair value konservatif: 1.200 ā 1.500
kita lihat fase dan siklusnya 2021-2025
2021 Siklus CPO Recovery, fase Recovery
2022 Supercycle, fase Peak profit
2023 Koreksi, fase Normalisasi
2024 Stabil, fase Mid-cycle
2025 Stabil naik, fase Mid-cycle
2026 Berpotensi naik?, fase Early upcycle?
Hal yang perlu diperhatikan:
1ļøā£ Harga CPO global
2ļøā£ Produksi TBS (pengaruh cuaca El Nino / La Nina)
3ļøā£ Margin akibat pupuk & biaya tenaga kerja
4ļøā£ Rupiah terhadap USD
Jika Harga CPO > 4.000 MYR sustain, Produksi normal
š 2026 earning bisa tembus 1,1 ā 1,2 T
š EPS bisa 160 ā 175
Pola Capex LSIP:
1ļøā£ Replanting bertahap (tidak agresif ekspansi)
2ļøā£ Upgrade pabrik CPO (efisiensi extraction rate)
3ļøā£ Peremajaan kebun tua ā yield improvement
4ļøā£ Investasi bibit unggul (seed business margin tinggi)
Karakter capex:
- Tidak ekspansi liar
- Fokus yield & efisiensi
- Return on invested capital dijaga
- Tidak ambil utang untuk ekspansi
Ini membuat:
āļø Neraca sangat sehat
āļø Cash flow stabil
āļø Risiko rendah
Cocok dibeli saat fear siklus, 2026 potensi membaik jika CPO naik
lanjut $SIMP
SIMP = Agribusiness terintegrasi berbasis kelapa sawit.
Segmen utama:
- Perkebunan kelapa sawit (hulu)
- Produksi CPO & PK
- Refinery & produk turunan (minyak goreng, margarin, shortening)
- Produk konsumen & industrial oil
- Anak usaha penting: LSIP (London Sumatra)
Model bisnis:
š Fully integrated dari kebun ā pabrik ā refinery ā distribusi.
Karakter bisnis:
- Sangat tergantung harga CPO global
- Capital intensive
- Siklus komoditas kuat
- Margin sangat volatile
Fase Emiten
2021 Expansion, Bullish commodity, CPO naik tajam
2022 Peak Cycle, Supercycle, Margin sangat tinggi
2023 Downcycle, Koreksi, Harga CPO turun
2024 Stabilization, Recovery awal, Harga stabil
2025 Early Upswing, Normalizing, Demand membaik
Cara Manajemen Maksimalkan Capex :
- Replanting kebun tua ā naikkan yield jangka panjang
- Optimasi extraction rate CPO
- Integrasi LSIP ā sinergi biaya
- Downstream product mix ā stabilkan margin
- Automasi & efisiensi energi
Karakter Capex SIMP:
2021ā2022 : Peremajaan kebun (replanting), Modernisasi pabrik, Efisiensi milling
2023ā2024 : Fokus cost control, Optimasi yield, Maintenance capex
2025 : Peningkatan produktivitas, Investasi downstream margin lebih tinggi
Capex mereka bukan ekspansi agresif, tapi:
š productivity driven
š margin protection strategy
Risiko Utama SIMP :
- Harga CPO global
- Kebijakan ekspor Indonesia
- Pajak & levy
- Cuaca ekstrem
- ESG pressure global
- Impairment goodwill LSIP (selalu muncul di audit note)
EPS normal: 105
P/E wajar 7x
Fair value = 735 per share
IDXChannel - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) siap membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham meski menghadapi penurunan penjualan dan laba akibat lesunya daya beli.
Sepanjang 2025, Matahari membukukan penjualan Rp11,1 triliun, turun 10,2 persen secara tahunan. Pelemahan terjadi di seluru...

www.idxchannel.com

š° Dividend Play $LPPF
Dividen ditawarkan: Rp250/lembar
Harga saham: Rp1.910
Dividend Yield ā 13%
Bandingkan:
Deposito: ±3ā4%
SBN (ORI/SR/FR): ±6ā7%
LPPF: ±13% + potensi capital gain
ā”ļø Yield LPPF ~2x SBN dan ~3ā4x deposito

$LPPF EPS cuman 321, turun dibanding tahun lalu. Tapi masih di atas 300, so siapa tau masih bisa ngasih dividen 300 seperti thn lalu.
Untuk amannya, anggap aza dividen 200-250. Di harga skg, yield masih di atas 10% koq.
EmitenNews.com -Ā Matahari Department Store (LPPF) menyudahi 2025 dengan laba bersih Rp725,38 miliar. Susut 12,35 persen dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp827,65 miliar. Efeknya, laba bersih per saham dasar dan dilusian turun ke level Rp324 dari Rp366.
Pendapatan bersih Rp5,78 triliun, tu...

www.emitennews.com

@skydrugz27 jossss gandossss ulasannya Broš.....EPS nya $LPPF diatas 300. Smg dividennya sama kayak tahun laluš¤²š¤²š¤²
$ITMG,$ADRO
$LPPF
**Pendapatan & Profitabilitas Menurun**
Sepanjang tahun 2025, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menghadapi tekanan pada *top line*, dengan penjualan dan pendapatan usaha turun menjadi Rp 5,78 triliun dari Rp 6,39 triliun pada tahun 2024. Penurunan ini berdampak langsung pada *bottom line*, di mana laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk menyusut dari Rp 827,65 miliar (2024) menjadi Rp 725,37 miliar di 2025. Akibatnya, Laba Per Saham Dasar (EPS) ikut terkoreksi menjadi Rp 324 per saham, dibandingkan Rp 366 pada tahun sebelumnya.
**Kondisi Neraca & Risiko Persediaan**
Dari sisi neraca, total aset perusahaan terlihat stagnan di angka Rp 5,13 triliun. Namun, sebagai investor ritel, Anda wajib mewaspadai lonjakan persediaan barang lancar yang menumpuk menjadi Rp 954,75 miliar, naik signifikan dari Rp 727,54 miliar di 2024. Ini adalah "red flag" potensial karena perputaran barang yang lambat dapat membebani efisiensi modal kerja di sektor *department store*. Di samping itu, tingkat utang (leverage) LPPF tergolong sangat tinggi; total liabilitas mencapai Rp 4,86 triliun sementara total ekuitas hanya tersisa Rp 272,9 miliar. Utang perusahaan didominasi oleh utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp 1,3 triliun dan liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang yang menembus Rp 2,01 triliun.
**Arus Kas & Pembagian Dividen**
Satu titik terang dari kinerja LPPF adalah kemampuan mesin operasinya dalam mencetak kas. Walaupun laba menurun, LPPF masih mampu mencatatkan arus kas bersih positif dari aktivitas operasi sebesar Rp 1,66 triliun. Kekuatan arus kas ini memungkinkan manajemen untuk tetap dermawan kepada pemegang saham melalui distribusi dividen kas yang cukup masif senilai Rp 668,18 miliar sepanjang 2025.
**Arahan Mentor untuk Investor**
Kinerja LPPF menunjukkan ciri khas perusahaan matang ("mature") yang sedang menghadapi perlambatan pertumbuhan namun masih berstatus sebagai *cash cow* (penghasil kas).
1. **Bagi Dividend Hunter:** Saham ini mungkin masih menarik untuk dikoleksi jika dividen *yield* yang ditawarkan masuk dalam target Anda, karena kas operasi masih sangat kuat menopang pembagian dividen.
2. **Bagi Growth Investor:** Sebaiknya *wait and see*. LPPF harus membuktikan kemampuannya menghabiskan stok persediaan yang menumpuk dan membalikkan tren penurunan pendapatan sebelum bisa dikatakan sebagai kandidat saham *growth* yang sehat.
3. **Peringatan Risiko:** Perhatikan terus rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) yang sangat besar. Struktur modal yang padat kewajiban membuat perusahaan rentan jika terjadi guncangan makroekonomi secara tiba-tiba. Pantau kemampuan perusahaan mengelola perputaran persediaan di kuartal-kuartal mendatang.
https://cutt.ly/9tEfitR5
@skydrugz27 $LPPF juga tidak anti e-commerce, doi juga buka akun di Shopee sbgi shopeemall. tanpa harus buat aplikasi sendiri yg keluar duit banyak
Berikut saham yang net income nya naik drastis dari Q3 => Q4 2025 data terbaru s/d 27 Februari 2026:
⢠BBTN : +101% (596 M => 1,198 T)
⢠UNVR : +265% (1,180 T => 4,306 T)
⢠PJAA : +230% (37 M => 122 M)
⢠MTPS : +200% (-2 M => 2 M)
⢠WOMF : +106% (19 M => 39 M)
⢠$BNBR : +1196% (-44 M => 482 M)
⢠$LPPF : +4240% (-3 M => 124 M)
⢠$JKON : +174% (34 M => 93 M)
⢠YULE: 780% (13 M => 114 M)
NB: J = juta, M = miliar, T = triliun
$LPPF LK Full Year 2025: Masih Hidup
Pernah mikir ndak kok bisa perusahaan seperti LPPF Matahari tetap survive di tengah gempuran bisnis online. Kalau pakai logika sederhana, department store harusnya sudah tumbang waktu e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Tiktok Shop, Elevenia, dan JDID masuk Indonesia. Faktanya tidak sesederhana itu. Beberapa platform justru tutup atau berubah arah. JDID tutup. Elevenia tutup. Bukalapak menutup e-commerce dan fokus gaming. Tokopedia $GOTO malah diakuisisi Tiktok. Sementara LPPF masih berdiri dengan 143 gerai per akhir 2025. Ini bukan kebetulan. Ini soal model bisnis, positioning, dan adaptasi yang mungkin tidak terlalu terlihat di permukaan. External Community Pintar di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau melihat laporan keuangan full year 2025, LPPF mencatat pendapatan bersih Rp5,78 triliun. Sumber utamanya ada dua. Pertama penjualan eceran Rp3,33 triliun dari barang milik sendiri. Kedua penjualan konsinyasi bersih Rp2,44 triliun. Ini menarik. Nilai kotor konsinyasinya sebenarnya Rp7,69 triliun, tetapi setelah dikurangi beban pokok konsinyasi Rp5,25 triliun, yang masuk ke LPPF adalah margin bersihnya. Artinya LPPF banyak bermain di skema berbagi risiko dengan pemasok. Barang bukan sepenuhnya milik sendiri, sehingga risiko stok bisa ditekan. Pendapatan jasa hanya Rp6,7 miliar, sangat kecil. Jadi jelas mesin utamanya tetap fesyen dan produk gaya hidup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun dari sisi profitabilitas, ada tekanan. Laba kotor 2025 sebesar Rp3,81 triliun, turun dari Rp4,27 triliun di 2024. Laba tahun berjalan Rp725,37 miliar, turun 12,3% dari Rp827,65 miliar tahun sebelumnya. Ini sinyal margin tergerus. Bisa karena diskon lebih agresif, biaya operasional naik, atau perubahan pola belanja. Laba operasi Rp1,13 triliun, dan menariknya ada keuntungan lainnya bersih Rp103,37 miliar, termasuk partisipasi bazaar Rp64,74 miliar. Tanpa pos tambahan ini, tekanan laba bisa terasa lebih dalam. Jadi 2025 bukan tahun ekspansi margin, melainkan tahun bertahan dengan efisiensi dan tambahan income non-inti.
Secara geografis, Jawa masih menjadi tulang punggung. Dari total pendapatan segmen sekitar Rp5,78 triliun, wilayah Jawa menyumbang Rp3,35 triliun atau sekitar 58%, dengan hasil segmen Rp673,49 miliar. Sumatera Rp1,09 triliun dengan hasil Rp329,55 miliar. Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Rp1,03 triliun dengan hasil Rp310,12 miliar. Ini menunjukkan konsentrasi daya beli masih sangat kuat di Jawa. Struktur seperti ini membuat LPPF sangat sensitif terhadap kondisi konsumsi rumah tangga di Jawa. Kalau daya beli melemah di Jawa, dampaknya langsung terasa.
Entitas anaknya pun tidak terlalu kompleks. PT Matahari Nusantara Logistik bergerak di transportasi dan jasa, tetapi statusnya tidak aktif. PT Matahari Semesta Indah bergerak di perdagangan besar. Artinya struktur grup relatif sederhana. Tidak banyak diversifikasi agresif. Fokusnya tetap ritel department store. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jadi LPPF bertahan bukan karena melawan e-commerce secara frontal, tetapi karena punya diferensiasi. Department store menawarkan pengalaman fisik, brand positioning, dan kurasi produk yang tidak sepenuhnya bisa digantikan layar ponsel. Skema konsinyasi juga membuat struktur modal kerja lebih ringan dibanding model beli putus. Tetapi data 2025 menunjukkan pertahanan itu tidak tanpa biaya. Margin tertekan dan laba turun dua digit. LPPF masih hidup, tetapi tidak sedang dalam fase agresif bertumbuh. Ia sedang menjaga keseimbangan antara volume, margin, dan efisiensi. Pertanyaannya sekarang, apakah strategi ini cukup untuk menjaga laba tetap stabil ketika kompetisi online makin efisien dan perilaku belanja generasi muda terus berubah?
š¬ Jumlah Gerai LPPF
⢠𧿠143 gerai
š° Revenue 2025 Rp5,78 T
⢠šļø Retail Rp3,33 T
⢠š¤ Konsinyasi bersih Rp2,44 T
⢠š Kotor Rp7,69 T
⢠š¤ Beban pokok Rp5,25 T
⢠𧰠Jasa Rp6,7 M
š Profit 2025
⢠š Laba kotor Rp3,81 T turun
⢠šļø Laba operasi Rp1,13 T
⢠šµ Laba bersih Rp725,38 M turun 12,3%
š§· Penopang lain
⢠šŖ Bazaar Rp64,74 M
šŗļø Geografi
⢠šļø Jawa Rp3,35 T 58%
⢠š Sumatera Rp1,09 T
⢠š Kalisulmal Rp1,03 T
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$LPPF Analisis ini membedah LPPF berdasarkan Data Q4 2025 .
āBerikut adalah bedah fundamental mendalam
āI. Bedah Angka & Performa Operasional.
ā1. Profitabilitas & Top-Line (Income Statement)
āRevenue (TTM) 5.785 B: Terjadi penurunan 9,60% YoY. Ini mengindikasikan tekanan pada same-store sales growth (SSSG) atau daya beli segmen menengah ke bawah yang belum pulih sepenuhnya.
āNet Income (TTM) 725 B: Laba bersih anjlok 12,36% YoY. Perhatikan Q2 dan Q3 2025 yang mencatatkan kerugian bersih (39 B dan 3 B). LPPF sangat bergantung pada musiman (Lebaran di Q1/Q2 dan Year-end di Q4).
āNet Profit Margin (Quarter) 9,14%: Meskipun Gross Margin tebal di 63,50%, Operating Margin hanya 5,45%. Ini adalah "red flag" efisiensi operasional ,beban sewa, gaji, dan pemasaran menggerus mayoritas laba kotor.
ā2. Efisiensi & Solvabilitas (Balance Sheet)
āROE (TTM) 265,80%: Angka ini terlihat fantastis secara tekstual, namun bagi profesional, ini adalah distorsi akibat ekuitas yang sangat tipis (273 B dibandingkan total aset 5.139 B. LPPF menjalankan bisnis dengan leverage tinggi.
āCurrent Ratio 0,65x & Quick Ratio 0,18x: Secara likuiditas, LPPF berada di zona berbahaya (di bawah 1,0x). Quick ratio yang rendah menunjukkan ketergantungan penuh pada perputaran inventori (stok) untuk membayar kewajiban jangka pendek.
āTotal Debt 300 B vs Cash 448 B: Posisi kas masih mampu menutup utang bank, namun Total Liabilities sebesar 4,86 B didominasi oleh kewajiban sewa (PSAK 73) dan utang dagang.
ā3. Arus Kas & Dividen (Cash Flow)
āFree Cash Flow (FCF) 1.391 B: Inilah kekuatan utama LPPF. Meskipun laba akuntansi turun, cash cow tetap jalan.
āDividend Yield 15,71%: Dengan Payout Ratio 93,40%, LPPF adalah instrumen "Yield Play". Perusahaan membagikan hampir seluruh labanya karena ekspansi capex (146 B) sangat minimal.
āII. Kalkulasi Harga Wajar (Valuasi Profesional)
āBerdasarkan data: EPS (TTM) 321,21, BVPS 120,85, Laba Bersih 725 B
1. Graham Formula (Revised).
Asumsi g (pertumbuhan) = -5% (konservatif karena tren turun), Y (Bond Yield) = 7%.
Harga wajar: Invalid.
Formula Graham tidak cocok untuk perusahaan dengan pertumbuhan negatif.
2. Graham Number
Harga wajar : Rp.934
Harga pasar saat ini jauh di atas nilai aset intrinsik Graham.
3. Peter Lynch (PEG Ratio)
āPER = 5,95x. Growth = -12,36%.
āPEG = 5,95 / -12,36 = Negative.
āAnalisis: Peter Lynch membenci perusahaan dengan pertumbuhan negatif. Secara valuasi ini adalah Value Trap.
4. EPS x PER (Mean Reversion)
EPS 321,21. Historical Mean PER LPPF = 8x.
Harga wajar : 321,21 x 8 = Rp 2.569
Jika pasar mengapresiasi kembali ke rata-rata historis, ada potensi upside.
5. ROE / COE (Cost of Equity)
āROE 265%. COE (Risk Free 7% + Beta 1.5 * Risk Premium 5%) = 14,5%.
āValuasi berbasis excess return pada ekuitas yang sangat tipis memberikan angka yang bias (Terlalu tinggi secara matematis, namun berisiko secara fundamental).
ā6. PBV Wajar
āSektor ritel yang melambat biasanya dihargai PBV 1,5x - 2x.
āBVPS 120,85 x 2 = Rp.241,7.
āAnalisis: Secara Asset-Based, LPPF sangat mahal (PBV 15,81x). Harga saat ini hanya ditopang oleh aliran dividen, bukan nilai buku.
III. Kesimpulan:
āVerdict: "High Yield, High Risk Decaying Asset"
āHarga Wajar Konservatif: Rp 1.400 - Rp 1.600.
āHarga Wajar Optimis (Yield Hunter): Rp 2.200 - Rp 2.500 (Selama dividen 300/saham dipertahankan).
āLPPF bukan lagi saham growth. Ini adalah saham Bond-Proxy. Investor membeli LPPF hanya untuk dividennya. Namun, waspadai Liquidity Crunch karena Current Ratio yang sangat tipis. Jika laba terus tergerus 10-12% per tahun, maka nilai dividen di masa depan akan ikut menyusut, berpotensi memicu re-rating harga ke bawah.
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.