indikator notasi khusus
Perusahaan memiliki Notasi Khusus
X

21

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

Company Background

PT. Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) bergerak di bidang pembuatan dan distribusi produk keramik. Produk-produk perusahaan yaitu, dengan merek dagang 'KIA' untuk konsumen segmen kelas atas, 'Impresso' untuk pasar kelas menengah dan 'Spectra' untuk segmen kelas bawah. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan produk 'KIA Roof' dan 'KIA Ceiling Brick'. Produk-produk perusahaan dipasarkan secara lokal dan diekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ARNA: Mesin Dividen Anti-Krisis? 💸 Bedah Resep 'Cuan Rutin' Si Raja Keramik.
Tags: $MLIA $KIAS
Halo streamers,
Di tengah market yang masih volatile, banyak yang mulai 'berburu' saham defensif yang rajin bagi dividen. Bicara soal ini, ARNA (Arwana Citramulia) pasti langsung muncul di radar.
Kenapa? Di harga saat ini [~Rp 550-560], Dividend Yield ARNA ada di kisaran 7.5% - 7.8% (TTM). Angka yang jelas lebih menarik daripada 'parkir' di deposito.
Tapi, pertanyaannya: Apakah dividen jumbo ini sustainable? Mari kita bedah "resep"-nya.
________________________________________
📈 Resep 1: 'Raja' di Pasar yang Tepat
Banyak yang salah paham, ARNA ini bukan main di keramik mewah. Moat (keunggulan kompetitif) utama mereka adalah dominasi absolut di segmen menengah-bawah.
Ini segmen yang defensive. Saat ekonomi lesu, orang mungkin tunda beli rumah mewah, tapi renovasi rumah atau pembangunan perumahan (mass market) tetap jalan. Dan mereka butuh keramik yang 'value for money'. Di situlah ARNA berkuasa.
Buktinya? Cek laporan Q3 2025 (9 bulan):
• Penjualan (Revenue): Tembus Rp 2,17 Triliun.
• Ini NAIK 13.1% dibanding periode yang sama tahun lalu (9M 2024) yang hanya Rp 1.92 Triliun
Di saat banyak yang 'tiarap', ARNA masih bisa growth penjualannya. Ini bukti pasarnya solid.
________________________________________
📉 Resep 2: Efisiensi Brutal (Tapi Ada 'Satu' Masalah)
Nah, ini nih.....
"Loh, kok laba bersih (Net Profit) 9M 2025 turun 4.3% YoY jadi Rp 302 Miliar, padahal pendapatan naik?"
Good question! Jawabannya ada di margin.
• GPM (Gross Profit Margin) 9M 2025: 30.3%
• NPM (Net Profit Margin) 9M 2025: 13.9%
Margin ini sebenarnya MASIH SANGAT SEHAT. Tapi, memang ada penurunan dibanding tahun lalu (GPM 9M 2024: 34.8%).
Biang keroknya? Beban pokok (HPP) yang naik, terutama karena kenaikan harga gas. Isu HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) ini jadi sentimen utama yang menekan margin ARNA.
Tapi, fakta bahwa mereka masih bisa cetak GPM 30%+ di tengah gempuran harga gas, itu membuktikan satu hal: Pabrik mereka (terutama Plant 4 & 5) LUAR BIASA efisien.
________________________________________
🛡️ Resep 3: 'Benteng' Keuangan Super Kuat
Oke, margin sedikit tertekan. Apakah bahaya?
Di sinilah ARNA menunjukkan kelasnya. Coba intip Balance Sheet-nya:
• DER (Debt-to-Equity Ratio): Konsisten di bawah 0.1x (bahkan data terakhir cenderung di 0.05x).
• Artinya? Ya utang mereka JAUH lebih kecil dari modal. Sehat banget.
Perusahaan ini sepertinya 'anti-ngutang' untuk hal yang tidak perlu. Dividen besar yang mereka bagi bukan dari utang, tapi murni dari cash flow operasi yang kuat.
💰 'The Verdict': Sinyal dari Manajemen & Valuasi
Ini bagian paling menarik menurut saya.
Saat margin tertekan dan harga sahamnya terkoreksi, apa yang dilakukan manajemen ARNA? Mereka baru saja mengumumkan rencana BUYBACK SAHAM senilai Rp 50 Miliar.
Bagi saya, ini sinyal terkuat. Manajemen 'pasang badan' dan memberi tahu pasar: "Kami percaya fundamental perusahaan kami kuat, dan harga saham saat ini sudah murah (underpriced)."
Valuasi Sederhana:
• PER (Price-to-Earnings Ratio): Di harga sekarang, PER ARNA ada di ~9.8x (TTM).
• Ini ada di di bawah rata-rata historis 5 tahunnya (yang biasanya di 11x-13x).
________________________________________
Kesimpulan Analis:
Punya ARNA di harga saat ini ibarat mendapatkan 'paket 3-in-1':
1. Harga Murah: Valuasi PER di bawah rata-rata historis.
2. Dividen Tinggi: Yield ~7.8% yang rutin dibagikan.
3. Konfirmasi Manajemen: Ada aksi buyback yang menunjukkan kepercayaan internal.
Risiko Utama? Cuma satu: Harga Gas. Jika isu HGBT tidak berlanjut dan harga gas melambung, margin akan semakin tertekan.
Tapi dengan balance sheet sekuat baja dan dominasi pasar yang tak tergoyahkan, ARNA sepertinya didesain untuk jadi 'mesin dividen anti-krisis'.
Gimana pandangan teman-teman? Apakah ARNA masih jadi 'saham aman' andalan di portofolio kalian? Diskusi di bawah!

--Disclaimer ON. (Analisa ini bersifat pribadi, bukan ajakan buy/sell). Utamakan DYOR--

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laporan Laba Rugi 2025Q3
Tahun 2025 Kuartal 3

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

$KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ARNA untuk saat ini cuma perusahaan ini yang Oke dibidang Keramik. Boleh kalian cek sendiri laporan keuangan perusahaan seperti $KIAS ataupun $CAKK. Tapi disini gua cuma memiliki pandangan pribadi ya, sisanya silahkan analisa sendiri.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Q3 2025 $KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Lepas suspended to the moon ini saham $KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selama orang masih berak, bakal naik terus. Kecuali proses BAB diganti pake otomatisasi AI $TOTO $CAKK $KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS klo ada yang mau jual, silahkan DM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS yang mau jual nego silahkan DM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ARNA
- Rutin bagi dividend dengan yield terakhir 8%.
- Laba tahunan setelah masa covid konsisten diatas dari yang diperoleh sebelum covid.
- Performa laba dan valuasi jauh mengungguli rival seperti $CAKK, $KIAS
- Valuasi PER 9,1 baik namun dengan PBV 2,26
- RoE 24%, NPM 13,5%, DER 0.09 (<1)
- PE Band sedang dibawah -2 SD sehingga cukup menarik untuk entry untuk swing/dividend hunter
- Secara teknikal chart weekly sudah oversold dengan MACD disertai bullish divergence. Potensi reversal terbuka lebar terutama apabila perseroan mampu menjaga laba bersih Q3 2025nya.
- Perusahaan sedang mempersiapkan upgrading mesin produksi 4.0 untuk efisiensi biaya produksi, serta ekspansi kapasitas produksi keramik porselen, P4D di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Pabrik terbaru ini dilengkapi mesin dengan teknologi terbarukan yang didesain untuk memproduksi keramik porselen ukuran besar dan direncanakan mulai produksi komersial pada akhir 2025.
- Pada 2025, ARNA membidik volume penjualan sebesar 73,7 juta meter persegi. Target itu naik sekitar 7 juta meter persegi dibandingkan dengan tahun lalu.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS klo ada yang mau jual di harga 10 silahkan DM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS Yg mao jual via pasar nego boleh offer ke gwe via PM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS WTB kias dm aja harga asal menarik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS kok bisa suspend ya? padahal activity perusahaan ini 24 jam.. shift ada 3x..valuasi juga gedee

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS yang mau jual monggo dm

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS wtb dm aja

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS yang mau jual saham kias monggo bisa DM nego harga

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS info terbaru unsuspend kapan nih om

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS Yang mau cairin duitnya di saham ini. Saya bisa beli. DM aja. Kita nego.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS wtb 12/lembar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS izin suhu, saham ini kena saspen kenapa?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS yang mau jual di pasar nego Rp 11 di pasar nego dilahkan DM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KIAS kalo open suspend menarik bgt nih 🤔

2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy