indikator notasi khusus
Perusahaan memiliki Notasi Khusus
EX

290

-30

(-9.38%)

Today

137,800

Volume

310,466

Avg volume

Company Background

PT Meratus Jasa Prima Tbk bergerak di bidang konstruksi, pengembangan dan pengoperasian fasilitas infrastruktur maritim dan jasa terkait. Perseroan mengakuisisi seluruh saham PT Perusahaan Bongkar Muat Olah Jasa Andal, salah satu dari 16 perusahaan bongkar muat yang ditunjuk oleh PT Pelabuhan Indonesia II untuk beroperasi di pelabuhan Tanjung Priok.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Prabaniswara hit $KARW

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

msh ada yg serok biji $KARW ?

$KARW semakin menarik. pemegang saham trs ATL + marcap terus mengecil. Tinggal nanti melawan waktu saja kapan papa Charles mau bermain

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@MuhamadAlfinAthailah pengendali hanya jual secuil sahamnya di pucuk untuk balik modal karena kebetulan ada yg goreng gila2an.
bandarnya yg ga paten (tolol) maksa jual di ARB. alhasil dia nyangkut, di harga 1000an baru sadar. hingga ga lama kemudian digoreng lagi.
tolol sih 🤭

bagi pengendali sepertinya $KARW ini hanya dimanfaatkan untuk keuntungan lini bisnis yg lain dengan cara transfer keuntungan dan karw nya di bikin rugi.
itu sih klo opini gw.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@StockbitReports pubex apa ini ga ada sesi Q&A $KARW

$KARW target laba di 2029 = cuma ratusan miliyar dan belum di potong oprasiilonal
jadi puluhan miliyar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW segera keluar sebelum disuspen

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW mantap

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Lorddavid ga juga sih. belajar dari pengalaman $KARW thn 2024, bisa keluar kok. karena dipompom influencer di harga 7000.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kira-kira kasus Timothy merambat gak ya... DPR sudah mempertanyakan kredibilitas influencer influencer yang suka flexing... gmn ko @dglsgh batch 26 aman? sertifikat sertifikat sudah lengkap? $PACK $KARW $BUMI 😀

Ting tong! Ada orang di rumah? Mau ngabarinnnn.... Ane baru liat Keterbukaan Informasi 5%....

$BELL is the next $DADA (sodaranya $KARW)

🛎️

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TIRT the next $KARW

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mau nge dongeng di $SOFA tapi takut nanti nasibnya seperti $KARW dan MANTA

Ada saran gess?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saya yakin ini the next nya $KARW, bisa diatas 5.000

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

dulu di $PACK juga byk yg hujat...
liat noh sekarang jadi rebutan🗿

di $KARW mungkin yg plg parah...
kita liat aja biar waktu yg membuktikan, apakah $CBRE ini the next PACK atau the next KARW🗿

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dulu naik 7000 karena rumor aset nya meratus sebanyak 20T mau di inject semua ke $KARW lewat RI, tapi kemudian pihak perusahaan membantah rumor tsb, jadi akhirnya turun terus sampai sekarang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW
Multibagger yang berujung minus besar.

Hanya butuh 1 bulan lebih 7 hari buat -80% lebih di bulan perpindahan tahun 2024-2025.

Berdasarkan sejarah berita yang ada, dikarenakan pengendali secara agresif melepas sebagian sahamnya dengan alasan penambahan saham untuk publik.
Tetapi, dampaknya domino besar.
Ditahun itu juga banyak emiten yang minus 50% lebih.

Mungkin yang pernah ikut di tahun segitu, bisa diceritakan pengalaman mendebarkannya


$RLCO $HUMI

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW Contoh nyata Rugpull di saham

$DADA $PURI

$KARW saham ini di akuisisi oleh sarana kelola di harga 66 dengan jumlah lembar saham sebesar 470.830.500 dan akan tetapi owner jualan di harga 2.000 red fleq nih owner harusnya dia gak jualan atau tambahkan lagi dong nilai sahamnya supaya investor tetap optimis eh malah jualan buat balik modal. kabar aksi korporasi pun gak ada.
harusnya pas turun atau arb berjilid jilid owner nampung dong supaya menambahkah kepercayaan ke investor.
dan jualannya di pasar reguler yang jelas-jelas dapat mempengaruhi harg.

PT Saranakelola Investa (bagian dari Meratus Group) membeli 470.830.500 lembar saham (80,19%) PT ICTSI Jasa Prima Tbk (sekarang PT Meratus Jasa Prima Tbk/KARW) dengan harga Rp66 per lembar saham. Total nilai akuisisi yang dilakukan pada 1 Februari 2024 tersebut adalah sekitar Rp31,07 miliar. Berikut rincian terkait pembelian saham oleh Saranakelola Investa: Tanggal Transaksi: 1 Februari 2024 (efektif menjadi pengendali baru).Jumlah Saham: 470.830.500 lembar saham (80,19% dari total saham).Harga per Saham: https://cutt.ly/FtxJPiCC Nilai Investasi: Rp31,07 miliar.Penjual: ICTSI Far East Limited Pte Ltd.Tujuan: Pengembangan usaha dan memperkuat posisi bisnis di industri transportasi/pelabuhan. Pasca akuisisi, Saranakelola Investa juga melakukan tender offer wajib kepada publik dengan harga yang sama. Saham KARW kemudian mengalami peningkatan signifikan setelah aksi akuisisi ini.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KARW

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ingat pola $TIRT jd keingat $KARW

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MARI mana tau kayak $KARW 2 thn lalu tetiba ke 7500 wkwkwkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ga ush lama2 tag aja lgsg $KARW yg pom2 jga a.h 😂

cuma berani 2 lot di $SINI
.
soal nya udh trauma all on di $KARW , anjlok sampe 80% ga bisa keluar. 😂
Tag $KOTA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

awal nya jadi boss habis beli $KARW lama lama balik jadi KARyaWan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Perang Bisnis Pelabuhan: $IPCC vs $IPCM vs $KARW vs PORT

IPCC adalah perusahaan yang secara bisnis sangat erat kaitannya dengan pelabuhan. Jadi kalau mau tahu seberapa bagus perusahaan ini, memang wajib dibandingkan dengan emiten lain yang sama-sama punya aroma pelabuhan. Banyak investor suka kebalik, lihat ceritanya dulu baru cari angkanya, padahal di bisnis pelabuhan justru angka yang paling cepat membocorkan kualitas operasional. Port itu bisnis padat aset, begitu mesin dan lahannya jalan, perbedaan efisiensi langsung kelihatan dari margin, laba, dan Arus Kas Operasi (Cash Flow from Operations, CFO). Dan di Q3 2025, perbandingan IPCC, IPCM, PORT, KARW itu seperti melihat empat cara berbeda mengubah aktivitas pelabuhan menjadi uang nyata. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau bicara skala laba 9M 2025, IPCC mencetak laba Rp190,3 miliar, IPCM Rp140,7 miliar, PORT Rp98,1 miliar, sementara KARW masih rugi AS$325.428 walaupun CFO-nya positif. Dari sisi tren, IPCC tumbuh kuat karena laba naik dari Rp148 miliar menjadi Rp190,3 miliar, naik sekitar 28,6%. IPCM juga naik dari Rp121,1 miliar ke Rp140,7 miliar, naik sekitar 16,2%. PORT paling dramatis karena bukan sekadar tumbuh, tapi berbalik dari rugi Rp105,1 miliar menjadi laba Rp98,1 miliar, ini swing kinerja lebih dari Rp200 miliar, sinyal ada perbaikan volume, tarif, efisiensi biaya, atau kombinasi semuanya. KARW itu kebalikannya, secara akuntansi masih berdarah-darah, sehingga investor harus baca ini sebagai cerita turnaround yang belum selesai, bukan mesin laba yang sudah stabil.

Keunikan IPCC paling gampang terlihat dari bentuk bisnisnya. IPCC itu car terminal, fokusnya bongkar muat kendaraan, penumpukan, dan jasa dermaga khusus kendaraan, jadi demand driver-nya lebih dekat ke arus distribusi otomotif dan logistik kendaraan, bukan peti kemas atau jasa kapal tunda. Model seperti ini biasanya punya karakter margin yang tebal ketika utilisasi tinggi karena biaya tetap sudah keburu ditanggung lewat aset dan fasilitas, sementara tambahan volume sering lebih cepat menetes jadi laba. Ini nyambung dengan Net Profit Margin (NPM) IPCC yang sekitar 28,8%, jauh di atas IPCM sekitar 12,9% dan PORT sekitar 10,8%, sedangkan KARW NPM-nya negatif. Kalau investor mau memahami maknanya, NPM itu ukuran seberapa banyak laba bersih yang tersisa dari setiap Rp1 pendapatan setelah semua biaya, termasuk bunga dan pajak, jadi NPM tinggi di bisnis pelabuhan biasanya berarti pricing power bagus, utilisasi aset bagus, dan biaya terkendali. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bandingkan dengan IPCM yang bisnisnya pemanduan dan penundaan kapal, tug services, dan jasa maritim lain, ini lebih service heavy tapi tetap padat aset karena kapal itu mahal. Aset terbesar IPCM adalah aset tetap kapal neto sekitar Rp593,6 miliar, sementara IPCC aset besarnya lebih dominan ke aset hak-guna sekitar Rp475,8 miliar yang mencerminkan lahan atau fasilitas pelabuhan yang dipakai lewat skema sewa atau konsesi. PORT sebagai operator terminal peti kemas lewat entitas anak, aset tetap plus aset hak-guna mencapai sekitar Rp1,52 triliun, paling besar di kelompok ini, wajar karena terminal peti kemas butuh lapangan, crane, dan peralatan berat yang besar. KARW aset tetapnya sekitar AS$7,1 juta, skala asetnya kecil, tapi problemnya bukan cuma skala, melainkan struktur permodalan dan beban yang membuat ekuitasnya defisit besar, sehingga risiko going concern jauh lebih sensitif.

Kalau kita ingin melihat kualitas laba, kunci di bisnis pelabuhan itu bukan cuma laba, tapi laba harus sejalan dengan CFO. IPCC CFO Rp298 miliar, lebih besar dari labanya Rp190,3 miliar, rasio CFO terhadap laba sekitar 1,57 kali. IPCM CFO Rp203 miliar juga lebih besar dari laba Rp140,7 miliar, rasionya sekitar 1,44 kali. PORT CFO Rp216,5 miliar jauh lebih besar dari laba Rp98,1 miliar, rasionya sekitar 2,21 kali. Secara makna, kalau CFO lebih besar dari laba, ini sering terjadi karena ada biaya non-kas besar seperti depresiasi aset tetap dan amortisasi aset hak-guna yang menekan laba tetapi tidak menguras kas, sehingga kas operasional terlihat lebih gemuk daripada laba. Ini biasanya kabar baik untuk bisnis padat aset, karena artinya laba tidak sekadar angka akuntansi, ada kas yang benar-benar masuk. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Skala operasional juga bisa kebaca dari produktivitas karyawan, dan di sini IPCC itu outlier. IPCC hanya punya 79 karyawan tetap tapi menghasilkan laba Rp190,3 miliar, artinya laba per karyawan sekitar Rp2,41 miliar dalam 9 bulan, dan CFO per karyawan sekitar Rp3,77 miliar. IPCM dengan 116 karyawan mencetak laba Rp140,7 miliar, laba per karyawan sekitar Rp1,21 miliar dan CFO per karyawan sekitar Rp1,75 miliar. PORT jauh lebih besar secara organisasi, 681 karyawan, laba Rp98,1 miliar, laba per karyawan sekitar Rp144 juta dan CFO per karyawan sekitar Rp318 juta. KARW secara CFO punya AS$1,37 juta, kira-kira CFO per karyawan sekitar AS$16.310, tetapi rugi per karyawan sekitar AS$3.874, jadi ini belum level bisnis yang mapan. Cara membaca metrik per karyawan itu sederhana, semakin tinggi angka laba atau CFO per orang, semakin tajam produktivitas organisasi, meski investor tetap perlu ingat, jumlah karyawan tetap tidak selalu menangkap tenaga outsourcing dan vendor, jadi ini hanya indikator, bukan vonis final.

Sekarang bagian rasionalitas, apakah angka-angka ini masuk akal dengan jenis bisnisnya. IPCC yang menjadi bagian ekosistem Pelindo lewat kepemilikan PT Pelindo Multi Terminal 71,28% dan IPCM lewat PT Pelindo Jasa Maritim 76,89% biasanya punya karakter pendapatan yang lebih stabil karena berada dalam jaringan pelabuhan dan layanan yang sifatnya esensial. Stabil bukan berarti tanpa risiko, tapi risikonya cenderung berbentuk kebijakan tarif, konsesi, dan ketergantungan pada grup, bukan semata perang harga. PORT itu beda cerita karena pengendali China Merchants 51,00% membuat pendekatannya lebih korporat dan ekspansif, tapi konsekuensinya sering muncul di struktur utang bank dan beban bunga, sehingga margin dan volatilitas laba bisa lebih sensitif. KARW paling ekstrem karena struktur modalnya yang tertekan, sehingga walaupun aktivitas bongkar muat ada dan CFO bisa positif karena depresiasi besar, investor harus menilai apakah arus kas itu cukup untuk membalikkan defisit modal, bukan cuma cukup untuk bertahan hidup. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

IPCC itu unik karena bermain di rel khusus kendaraan yang margin dan produktivitasnya terlihat paling tajam di Q3 2025, IPCM itu mesin jasa kapal yang lebih stabil tapi margin lebih moderat, PORT itu pemain aset besar yang baru menunjukkan sinyal pemulihan lewat turnaround laba, sedangkan KARW itu masih fase bertahan sambil mencoba membuktikan turnaround. Jadi saat investor membandingkan aroma pelabuhan, jangan cuma lihat siapa yang paling besar asetnya, tapi lihat siapa yang paling rapi mengubah aktivitas pelabuhan menjadi laba dan kas, karena di bisnis seperti ini, kas operasional yang konsisten biasanya lebih jujur daripada cerita.

🧩 Bisnis
🚗 IPCC car terminal
🚢 IPCM pilotage tug kapal
📦 PORT terminal petikemas holding
⚓ KARW stevedoring

👑 Kontrol
🏛️ IPCC Pelindo Multi Terminal 71,28%
🏛️ IPCM Pelindo Jasa Maritim 76,89%
🇨🇳 PORT CMIP 51%
🧑‍💼 KARW SKI 77,03%

📈 Laba dan CFO Q3 2025
✅ IPCC laba Rp190,3B CFO Rp298B
✅ IPCM laba Rp140,7B CFO Rp203B
✅ PORT laba Rp98,1B CFO Rp216,5B
🚨 KARW rugi USD325K CFO USD1,37Jt

⚠️ Utang
🟢 IPCC IPCM dominan sewa
🟠 PORT ada utang bank
🔥 KARW defisiensi modal USD32,5Jt utang lain USD43,3Jt

📊 Rasio ringkas
🏆 IPCC NPM 28,8% ROE 14,2%
🟦 IPCM NPM 12,9% ROE 10,6%
🟨 PORT NPM 10,8% ROE 9,2%
❌ KARW margin ROE negatif

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

jd inget $KARW

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy