402

-2

(-0.50%)

Today

576,000

Volume

1.47 M

Avg volume

Company Background

PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) bergerak dalam bidang penyediaan solusi percetakan sekuriti baik dokumen ,label dan hologram, teknologi kartu yaitu kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan Biro Personalisasi, percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promoplus, gameplus, dan label premium serta penyediaan teknologi informasi.

Kinerja Toko Kelontong Rakyat Jelata 11M 2025

(Terlampir Isi Portofolio)

Start: Rp. 103.405.359,-

Net Top up (WD) : Rp. 10.000.000,-

Net Profit (Loss) : Rp. 47.909.348,-

End: Rp. 161.314.707,-

Performance (NAV) : +37,02% vs IHSG YTD +20,18%

CAGR Since January 2023: +29,00%

Teguh Hidayat Concentrated Portfolio: to be updated

Masih ada tabungan dividen SPTO BBCA KMDS yang akan cair di Desember.

Mudah-mudahan Desember nanti kita tutup tahun 2025 dengan hati yang lebih bahagia!!!

$TOTL $IPCC $JTPE

Read more...

1/3

testestes

@dederaditya Hallo Bro apa kabar

Jadi ingat diskusi kita 2 tahun yang lalu soal JTPE, dan betul 2 tahun kemudian ini company naik harga-nya 80% lebih -- hampir bagger :D))

https://stockbit.com/post/24049857

$IHSG $JTPE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE seminggu lagi mungkin akan bagi dividen interim ... semoga aja πŸ˜…

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

πŸ’‘ Transaksi Nyata Selalu Meninggalkan Jejak
Berita bisa direkayasa, grafik bisa dimanipulasi, tapi transaksi nyata tidak bisa disembunyikan. Pemain besar selalu tercermin di data volume dan arus dana.

Trigger Smart Money memusatkan analisis pada fakta tersebut.

πŸ” Volume Abnormal sebagai Alarm
Lonjakan volume berkali-kali lipat dari pola intraday menjadi tanda adanya kepentingan besar.

πŸ›  Money Flow sebagai Penyaring
Tidak semua volume tinggi berarti peluang. Dengan filter aliran dana, hanya akumulasi yang diteruskan sebagai sinyal.

πŸš€ Pendekatan ini membuat keputusan lebih tenang dan terukur.
$JTPE $OILS $CPIN

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE

Working Capital/modal kerja (WC) didefinisikan sebagai β€œuang” yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai operasi sehari-harinya. Definisi umumnya adalah aset lancar kurang liabilitas lancar. Sedangkan, dalam konsep ROIC, net working capital (NWC) adalah selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar, namun hanya yang berkaitan dengan operasional saja. Komponen non-operasional, misalnya kelebihan kas dan hutang berbunga, harus dikeluarkan.

Komponen aset operasional lancar biasanya adalah:
*Sebagian kecil kas.
*Piutang usaha/account receivables (AR)
*Beban di bayar di muka/prepaid expenses (PE)
*Persediaan/inventory (I)

Komponen kewajiban operasional lancar biasanya adalah:
*utang usaha/account payables (AP)
*pendapatan diterima di muka/deferred revenue (DR)
*utang pajak/tax payable (TP)
*biaya yang masih harus dibayar/accrued expenses (AE)

NWC sendiri merupakan komponen dalam invested capital (IC). Jika IC dihitung dari pendekatan operasi, maka rumus sederhananya adalah: NWC + PPE (aset tetap). Laba operasional setelah pajak (NOPAT) yang diperoleh dari invested capital, disebut return on invested capital (ROIC). Rumusnya:

ROIC = NOPAT/IC = NOPAT/(NWC + PPE)

Dari sini, sudah kelihatan jika PPE dan NOPAT tetap konstan, maka semakin kecil nilai NWC, semakin besar angka ROIC. Ini berarti, dengan laba dan aset tetap yang sama dibandingkan kompetitor, perusahaan yang pintar mengelola working capital dengan efisien, akan menghasilkan return yang lebih baik.

Bagaimana menilai pengelolaan WC ini efisien atau tidak? Di sinilah muncul metrik yang jarang dipedulikan mayoritas investor, namun memiliki peran yang krusial. Namanya cash conversion cycle (CCC). Pebisnis macam ko @robertgunawankeren biasanya sangat paham dengan hal ini. CCC adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengubah working capital dalam bentuk non-kas menjadi kas. Komponen dalam CCC ada 3, yang mana biasanya merupakan bagian terpenting dari keseluruhan WC. Rumusnya sebagai berikut:

CCC = DSO + DIO – DPO , di mana:

days sales outstanding (DSO) = (AR/Sales) * 365 hari
days inventory outstanding (DIO) = (Inventory/COGS) * 365 hari
days payable outstanding (DPO) = (AP/COGS) * 365 hari

DSO semakin kecil semakin baik, artinya piutang yang temponya lebih pendek lebih disukai.
DIO semakin kecil semakin bagus, artinya persediaan lebih cepat terjual dan menjadi kas.
DPO semakin besar semakin mantap, artinya semakin panjang jatuh tempo pembayaran ke supplier, semakin bagus.

Thus, semakin lama CCC, semakin tinggi kebutuhan modal kerja, dan sebaliknya. Kebutuhan modal kerja yang besar berarti invested capital juga membesar, sehingga ROIC berpotensi mengecil jika tidak diimbangi dengan peningkatan laba. Kebutuhan modal kerja yang besar, juga menjadikan uang terikat lebih lama. Orang bisnis bilangnya β€œuang mati”. Kalau demikian, maka kas dari operasi (OCF) dan free cash flow (FCF) juga akan mengecil.

Lalu apakah kita hanya boleh berinvestasi pada Perusahaan yang working capitalnya kecil? Jawabannya tentu tidak. Perusahaan yang hendak bertumbuh, membutuhkan investasi modal. Bisa via capex maupun WC. Beberapa bisnis memiliki nature yang semakin bertumbuh, membutuhkan WC yang besar pula. Jadi ukuran WC yang besar harus dijustifikasi dengan peningkatan revenue dan laba operasi yang proporsional. Otherwise, it will decrease value. Peningkatan laba operasi yang diinginkan tentunya tidak di bawah level ROIC existing, atau paling tidak, minimal harus di atas cost of capital.

Sekarang kita menyadari bahwa metric ROIC harus menjadi perhatian utama investor. ROIC adalah dasar dari DCF. Investor, semalas-malasnya melakukan DCF, tetap harus berpikir dalam framework DCF. ROIC tidak hanya sekedar berbicara tentang return saja. Ia memaksa kita untuk mengerti tiap-tiap aspek penting dalam sebuah perusahaan. Belajar tentang 1 metric ROIC saja, akan membedah banyak hal, antara lain:
*Struktur permodalan.
*Intensitas modal (capital intensity).
*Business model.
*Kualitas pengelolaan modal.
*Capital allocation.
*Growth projection.
*Kesehatan arus kas.
*dll.

That’s why, every long-term investors harus mengutamakan ROIC daripada ROE (kecuali untuk perusahaan finansial). Stop memutar film dan langsung lompat ke bagian akhirnya! Dengan demikian, anda akan memahami apa yang anda beli.

Saya sertakan pdf yang berisi penjelasan lebih rinci tentang WC dan hubungannya dengan ROIC, beserta contoh-contohnya. Mudah-mudahan bermanfaat!

$TOTL $IPCC $JTPE

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE rapih bener ini chart 6 bulan ga pernah kena badai.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE PELUANG MULTIBAGGER !!!

Kriteria Screening, Nilai Ideal Multibagger, Data JTPE (Rata-rata Historis/Terbaru), Keterangan & Penilaian

Fase 1: Kualitas Bisnis,,,
TAM & Moat, TAM Besar & Moat Kuat, "Inti bisnis: Dokumen keamanan (paspor, kartu bank) dan smart card.", "POTENSI BESAR. Bisnis didominasi pasar captive (pemerintah & bank), menciptakan moat yang kuat dan hambatan masuk yang tinggi. Permintaan didorong oleh digitalisasi dan kebutuhan identitas/transaksi."

Market Cap, Kecil/Menengah (≀ Rp 5 T), "Rp 2,63 T (per data harga Rp 390)", "LOLOS.
Kapitalisasi pasar masih relatif kecil, menyisakan ruang yang besar untuk pertumbuhan 5x atau 10x."

Fase 2: Kekuatan Finansial & Growth,,,
Revenue Growth, β‰₯20%, "17,3% - 36% (CAGR 3 tahun)", "LOLOS AMBANG BATAS.
Meskipun ada fluktuasi triwulanan (tergantung proyek pemerintah), pertumbuhan pendapatan 3 tahun terakhir berada di batas yang agresif (3Y CAGR 36% dari data laba bersih)."

Net Income Growth, β‰₯20%, 36% (CAGR 3 tahun), LOLOS.
Pertumbuhan laba bersih (36% CAGR) menunjukkan efisiensi operasional.

ROE, β‰₯15%, "18,5% - 18,96% (TTM)", LOLOS.
Angka ROE yang kuat menunjukkan manajemen sangat efisien dalam menggunakan modal pemegang saham untuk menghasilkan laba.

DER, ≀50% (0.5x), "β‰ˆ0,64x (64%)", "CUKUP LOLOS. Meskipun sedikit di atas batas ideal 0.5x, rasio utang ini masih tergolong sehat dan mudah dikelola (Aman)."

Fase 3: Valuasi,,,
PEG Ratio, ≀1.0 (Ideal ≀0.8), "1,00x (per data harga Rp 390)", PENTING: Di Ambang Batas!

πŸ₯‡ JTPE (Peluang Terbesar): Kombinasi Valuasi Murah + Size Kecil + Pertumbuhan Stabil. Masih di fase awal ("Early Stage") di mana pasar belum terlalu hype.
Risiko utama: Likuiditas saham kadang kecil (susah beli/jual dalam jumlah jumbo).

Sekali lagi, dalam konteks "Mencari Multibagger", JTPE memiliki kombinasi matematika terbaik. Kenapa BERPELUANG Multibagger? Room to Grow (VALUATION EXPANSION): Ini kunci utamanya.

Saat ini JTPE dihargai dengan P/E 7x. Jika pasar mulai menghargai kestabilan bisnisnya dan menaikkan valuasi ke P/E 14x (masih wajar), harga sahamnya sudah naik 100% (2x lipat) hanya dari re-rating valuasi, belum ditambah pertumbuhan laba.
Size Kecil: Market Cap Rp 2,6 T jauh lebih ringan untuk digerakkan naik menjadi Rp 5 T atau Rp 10 T.
Fundamental: Memiliki ROE approx 18%, tetapi dijual dengan harga "DISKON" jauh lebih murah.

Di pasar saham, waktu adalah sahabat terbaik investor fundamental.
Mari kita hitung secara objektif menggunakan data fundamental dan proyeksi pertumbuhan yang telah kita bahas.Harga Saat Ini: Rp 390, Target Multibagger (100% Gain): Rp 780.

Untuk mencapai angka Rp 780, ada dua "mesin" yang bisa menggerakkan harga saham JTPE: Pertumbuhan Laba (Earnings Growth) dan Penilaian Ulang Pasar (Valuation Re-rating).

Berikut adalah 3 Skenario Waktu berdasarkan perhitungan saya:

Skenario 1: Jalan Tol (Optimis) – Waktu: 1,5 s.d 2 Tahun
Kondisi: Laba tumbuh kencang + Pasar sadar saham ini murah (Re-rating).
Logika Hitungan: Saat ini PER JTPE adalah 10x. Jika pasar mulai menghargai bisnis digital security & export JTPE setara dengan perusahaan teknologi/jasa premium, maka PER-nya bisa naik ke 15x. (Kenaikan valuasi 50%). Ditambah pertumbuhan laba bersih 25% per tahun.
Rumus: (1 + 25% {Growth}) x (1 + 50% { Re-rating}) = 1,25 x 1,5 = 1,875.
Artinya, dalam 1 tahun saja harga bisa naik hampir 87%. Di tahun kedua awal, sudah tembus 100% (Multibagger).

Skenario 2: Jalan Normal (Realistis) – Waktu: 3 Tahun.
Kondisi: Valuasi tetap (PER 10x), harga naik murni mengikuti kenaikan laba perusahaan. Logika Hitungan (Rule of 72): Kita asumsikan JTPE mampu menjaga pertumbuhan laba bersih konsisten di angka 25% per tahun (Sesuai kinerja historis dan proyeksi). Pasar tidak memberikan premium, PER tetap 10x.
Tahun 1: Rp 390 + 25% = Rp 487
Tahun 2: Rp 487 + 25% = Rp 608
Tahun 3: Rp 608 + 25% = Rp 760 (Hampir menyentuh target Rp 780).
Kesimpulan: kamu perlu memegang ("Hold") saham ini selama kurang lebih 3 kali laporan tahunan (3 tahun).

Skenario 3: Jalan Santai (Konservatif) – Waktu: 4 s.d 5 Tahun.
Kondisi: Ekonomi melambat, pertumbuhan laba turun menjadi moderat (15% per tahun). Jika pertumbuhan laba turun ke angka 15% per tahun, maka dibutuhkan waktu sekitar 4,8 tahun untuk melipatgandakan uang mu.
Catatan: Skenario ini dibantu oleh Dividen. JTPE rutin bagi dividen 4-5%. Jika dividen itu kamu belikan saham lagi (Reinvest), waktunya bisa memendek jadi 4 tahun pas.

Kesimpulan Analis Secara realistis, dengan modal masuk di harga Rp 390, estimasi waktu untuk menjadi Multibagger adalah 2,5 sampai 3 Tahun. Faktor X yang bisa mempercepat (Menjadi < 1 Tahun): Jika ada Corporate Action besar (seperti Akuisisi, Tender Offer, atau kontrak raksasa baru yang diumumkan tiba-tiba) yang membuat pasar heboh dan dana asing masuk deras.

Saran Sikap Mental : Jangan cek harga setiap jam. Anggap uang Rp 1,5 Juta (alokasi JTPE ) itu sedang "disekolahkan".
Tahun pertama: Naik kelas (Harga ke 500).
Tahun kedua: Lulus ujian (Harga ke 650).
Tahun ketiga: Wisuda (Harga ke 780/Multibagger).

Read more...

$PPGL congrats holder PPGL, $JTPE & $PPGL otw bagger awal 2026 bismillah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

If the investment strategy is well employed, the gains from the multi-bagger winners will tend to drive the majority of overall gains, overwhelming the losses from all the losers by many times over. Diversification is the strategy, and growing concentration then becomes the outcome.

An investment portfolio should naturally become more concentrated over time, driven by the largest positions that have earned the right to be so. After all, if a stock is going to be the next multi-bagger, a little is all we need, if not, a little is all we want.

$TOTL $CASS $JTPE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@hakuna123 ga lama2 amat jg bro. $JTPE itu blm ada setahun. $IPCC dan STAA juga. TOTL dividen thn dpn sdh 3x dapat. CITA PBID jg kira2 2 tahunan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Exdate untuk deviden nya $JTPE november ini tanggal berapa ya ada yang tau?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pola pikir mendasar wajib bagi investor untuk memahami bisnis yang dibelinya... Jangan hanya terpaku dan puas pada PBV PER DER dan dividend saja...

$SMSM $JTPE $MDLA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

liat noh $JTPE saham tuh gitu, kagak banyak promo ina inu naik, ada dividendnya lagi🀣🀣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laporan Laba Rugi 2025Q3
Tahun 2025 Kuartal 3

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

$JTPE

Fokuskan investasi Anda pada yang warna biru dahulu. Jika belum tersedia peluang yang biru, baru cobalah yang hijau... Yang penting, HINDARI YANG MERAH

$STAA $MSTI $JTPE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE everything about MOATπŸ‘ŒπŸ»

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di luar $JTPE, dari list ini saya punya 4 emiten. not bad lah.. πŸ€£πŸ‘πŸ™

Market gerah – ngaso dulu

Tadi pagi karena di-ingatkan oleh salah satu reader, saya membaca ulang satu tulisan lama saya: MOAT ( https://stockbit.com/post/13127606 ). Tulisan ini saya buat untuk mengenang satu guru saya Charlie Munger, soulmate-nya Warren Buffett.

Di artikel itu ada satu saham yang masuk screener Moat saya yaitu JTPE, yang kemudian iseng-iseng saya cek berapa harganya sekarang. Ternyata dalam enam bulan terakhir naik sebesar 70%-an. Tulisan saya itu ditulis pada akhir tahun 2023, jadi kira-kira sudah berumur dua tahun.

Jadi, dalam dua tahun tersebut, JTPE naik sebesar 70%, atau per tahun menjadi 35%.

Kalau masuknya secara DCA (dollar-cost averaging), artinya setara dengan naik sebesar 56% per tahun!

Nah, iseng-iseng juga, saya jalankan ulang screener Moat ini, dan saya mendapatkan 13 saham. Tidak perlu analisa rumit-rumit, karena perusahaan-perusahaan yang masuk ke screener ini adalah perusahaan yang diduga kuat mempunyai moat lumayan dan bukan maling – sesuai dengan nama screener-nya.

Untuk safety tambahan, saya filter dengan membuang semua saham yang mempunyai P/E lebih dari 10 – ada 4 saham – sehingga tersisa masih ada 9 saham.

Jadi simply menabung rutin di saham (DCA), dibagi ke 9 saham tersebut, Anda akan mendapatkan safety maximal dari diversifikasi dan minimal return 10% per tahun. Dan kalau cukup beruntung mendapatkan tambahan puluhan persen. Plus bisa di-compunding terus.

Jadi kenapa harus rumit-rumit? Saya tahu jawaban-nya: tidak ada yang mau menjadi kayanya secara sedikit-sedikit-menjadi-bukit.

$IHSG $JTPE

Read more...

Investasi yang bagus adalah investasi pada perusahaan yang masih memiliki runway panjang dan tetap akan bertumbuh sepanjang periode itu. Bagaimana kita sebagai investor menilai bahwa suatu perusahaan atau industri memiliki runway yang panjang?

2 hukum dasar yang harus diingat adalah:
*Competition will kill profits.
*Substitution will eliminate business.

Semakin kompetitif sebuah industri, semakin kecil profit yang dihasilkan oleh tiap-tiap pemain di dalamnya. Contohnya adalah industri otomotif dan maskapai penerbangan. Semua pemain memiliki profit kecil dalam industri yang pertumbuhan ukuran marketnya juga kecil (saturated market). Jangankan untuk bertumbuh, bisa bertahan saja dalam arena saja sudah bersyukur. Kompetisi yang sengit dan berdarah-darah akan menjadikan setiap pemain di dalamnya memiliki resiko umur pendek dan bisa keluar dari arena sewaktu-waktu. Ini bertolak belakang dengan runway panjang dan growth yang diinginkan kita sebagai investor.

Ancaman substitusi selalu menghantui kebanyakan bisnis. Produk atau jasa yang banyak substitusinya akan lebih menyulitkan produsennya untuk mempertahankan demand setiap waktu. Demikian pula dengan produk/jasa yang rentan terhadap ancaman disrupsi seiring perkembangan teknologi. Bisnis seperti ini akan memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dari waktu ke waktu, sehingga panjangnya runway dan level growth menjadi sulit diprediksi.

Jadi, pilihlah industri yang tidak gampang tergantikan/terdisrupsi dan memiliki kompetisi rendah, agar runway panjang dan bertumbuh tadi lebih mungkin terjadi. Apa saja karakteristiknya?
*Bisnis yang highly regulated (terkait keselamatan dan keamanan), tapi tidak memiliki sale price cap. (Bukan pembangkit listrik ya, ini ada price cap nya..!!!)
*Bisnis yang produk/jasanya belum ada gantinya.
*Bisnis yang sifatnya monopolistik.

Ada ga di Indonesia yang seperti itu? Silahkan dicari sendiri..

$CASS $IPCC $JTPE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

FIXED CLOSING
-----------------------------
[WATCHLIST ONLY : 142 EMITEN]

Jum'at, 07 November 2025 15:59
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):

GAP UP:
πŸ”Ό $GEMS gap up ke 9275 (+100 / +1.09%) dari 9175
πŸ”Ό JPFA gap up ke 2300 (+20 / +0.88%) dari 2280
πŸ”Ό BBTN gap up ke 1230 (+10 / +0.82%) dari 1220
πŸ”Ό DSNG gap up ke 1760 (+10 / +0.57%) dari 1750
πŸ”Ό TAPG gap up ke 1825 (+10 / +0.55%) dari 1815
πŸ”Ό INCO gap up ke 4510 (+20 / +0.45%) dari 4490
πŸ”Ό CPIN gap up ke 4620 (+20 / +0.43%) dari 4600

GAP DOWN:
πŸ”½ ICBP gap down ke 8600 (-50 / -0.58%) dari 8650
πŸ”½ CLPI gap down ke 1440 (-10 / -0.69%) dari 1450
πŸ”½ HRTA gap down ke 1220 (-10 / -0.81%) dari 1230
πŸ”½ ANJT gap down ke 2140 (-20 / -0.93%) dari 2160
πŸ”½ $JTPE gap down ke 370 (-4 / -1.07%) dari 374
πŸ”½ $WIIM gap down ke 1395 (-20 / -1.41%) dari 1415

Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.

Read more...

"A gambler bet everything on a race with only one horse. Confident he'd win, he watched as the race began. Halfway through, the horse jumped the fence."

Nice quote from Howard Marks. This is the certainty paradox. Whether in life or markets, the only certainty is uncertainty.

Lessons for investors:
*There are always things that are out of our control. Best we can do is to make calculated and educated decisions.
*Hence, we should be humble, not hubristic.
*Don't let greed take away your sanity.
*Pay only with what you have. Don't use leverage, in any circumstances whatsoever!

$STAA $JTPE $BBCA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE Saham ini masi idup kah?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EBuzz – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) yang merupakan perusahaan percetakan keamanan ini mengumumkan penambahan setoran modal kepada anak usahanya, PT Jasuindo Informatika Pratama (JIP), berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 3 November 2025.
Corpora...

economixbuzz.com

economixbuzz.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JTPE
Silahkan di ambil kalo sudah kepengen..!!πŸš€πŸš€

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten penyedia solusi percetakan sekuriti dan teknologi identitas digital, mencatatkan kinerja solid hingga kuartal III tahun 2025.
Perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp1,26 triliun atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

2013-2025 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy