


Volume
Avg volume
PT Griptha Putra Persada (āPerseroanā) pertama kali didirikan pada tahun 2010. Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang hotel berbintang, restoran dan jasa penyelenggara pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran (MICE) beralamat di kota Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal dengan nama Hotel Griptha. Perseroan berdiri sejak tahun 2010, namun Perseroan baru memulai aktivitas operasional di tahun 2015 yang sampai saat ini memiliki 138 kamar serta fasilitas hotel seperti 7 ruang pertemuan, 1 ballroom, tempat ibadah, kolam renang, & fitness center.
Tenang bersama $EAST š
PT Eastparc Hotel Tbk memasuki tahun 2026 dengan posisi sebagai hotel keluarga berbasis MICE yang kuat di Yogyakarta. Berdiri sejak 2011 di Sleman, EAST memosisikan diri sebagai pionir hotel family friendly dengan integrasi fasilitas meeting dan konvensi yang lengkap. Identitas ini bukan sekadar slogan. Ia terlihat nyata dari 192 kamar, 20 ruang meeting, dan 29 wahana bermain anak. Bisnisnya sederhana: menjual pengalaman menginap, ruang pertemuan, dan kenyamanan keluarga. Tidak rumit, tidak bercabang ke bisnis yang sulit dipahami. Justru di situlah daya tariknya bagi saya.
Secara operasional, tahun 2025 menunjukkan performa yang sangat solid. Tingkat hunian rata-rata mencapai 93,39%, sedikit turun dari 97,95% di 2024, tetapi tetap berada di level sangat tinggi untuk industri hotel. Okupansi di atas 90% bukan angka biasa. Itu sinyal bahwa permintaan nyata ada, bahwa positioning hotel masih relevan, bahwa pasar masih menerima produk yang ditawarkan. Bagi investor jangka panjang, okupansi tinggi adalah denyut nadi bisnis.
Dari sisi keuangan, pendapatan 2025 sekitar Rp94,62 miliar dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan margin bersih di atas 30%. Untuk sektor hospitality, margin ini tergolong sangat sehat. Lebih menarik lagi, struktur keuangannya konservatif dengan DER sekitar 10,95%. Artinya, bisnis ini tidak ditopang oleh utang besar. Dalam dunia hotel yang sering kali padat modal dan berisiko leverage tinggi, EAST justru berdiri dengan fondasi yang relatif ringan.
Namun manajemen juga jujur. Inflasi, potensi resesi, pembatasan kegiatan meeting, hingga kenaikan biaya operasional diakui sebagai tantangan nyata. Hotel adalah bisnis yang sensitif terhadap siklus ekonomi. Ketika anggaran meeting ditekan atau daya beli menurun, dampaknya bisa terasa cepat. Transparansi ini justru membuat saya lebih tenang. Saya lebih nyaman dengan manajemen yang sadar risiko dibanding yang hanya berbicara pertumbuhan.
Target 2026 yang lebih konservatifāpendapatan Rp75ā85 miliar dan laba Rp18ā28 miliar dengan okupansi 70ā80%āmenunjukkan kehati-hatian. Ini bukan proyeksi bombastis. Ini manajemen yang bersiap menghadapi kemungkinan ekonomi melambat. Bagi dividend investor, pendekatan seperti ini penting. Dividen yang sehat lahir dari ekspektasi yang realistis, bukan dari target yang terlalu optimistis.
Keputusan melepas investasi emas, valas, saham, dan aset digital di awal 2026 untuk memperkuat likuiditas juga menarik. Ini menegaskan fokus pada bisnis inti. EAST bukan perusahaan investasi. Ia adalah hotel. Ketika manajemen memilih menjaga kas dan tidak bermain di luar kompetensi utamanya, itu menunjukkan disiplin. Dalam jangka panjang, disiplin sering kali lebih penting daripada ambisi.
Sekarang kita masuk ke perspektif dividend investor. Dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan struktur utang rendah, kemampuan membayar dividen secara teoritis cukup baik, selama manajemen tidak membutuhkan ekspansi besar atau capex berat. Bisnis hotel memang membutuhkan perawatan rutin, tetapi dengan margin di atas 30%, ruang pembagian laba tetap ada. Kuncinya adalah keseimbangan antara retensi laba untuk menjaga kualitas aset dan pembagian kepada pemegang saham.
Namun dividend investor juga harus jujur pada karakter bisnisnya. Hotel adalah bisnis siklikal. Okupansi bisa tinggi di tahun bagus, tetapi bisa turun ketika ekonomi melemah. Maka dividen EAST bukan tipe dividen yang ākebal siklusā. Ia akan mengikuti denyut ekonomi. Karena itu, pendekatannya harus jangka panjang: menerima bahwa ada tahun kuat dan ada tahun lebih tenang.
Yang membuat saya menyukai EAST justru kesederhanaannya. Tidak ada diversifikasi rumit, tidak ada anak usaha berlapis-lapis, tidak ada model bisnis yang sulit dimengerti. Kita bisa membaca laporan keuangannya dengan cepat dan memahami sumber labanya dengan jelas. Untuk investasi jangka panjang, kesederhanaan sering kali lebih nyaman dibanding kompleksitas yang sulit dipetakan.
Pada akhirnya, EAST bukan cerita tentang pertumbuhan agresif, melainkan tentang bisnis nyata yang menghasilkan kas dari aktivitas yang mudah dipahami. Bagi dividend investor, ini berarti peluang arus kas yang stabil selama manajemen menjaga okupansi dan margin. Tantangannya adalah siklus ekonomi, tetapi fondasi neraca yang ringan memberi bantalan. Jika tujuan kita adalah membangun kepemilikan jangka panjang pada bisnis yang sederhana dan disiplin, EAST menawarkan karakter yang sesuaiātenang, tidak berisik, tetapi tetap menghasilkan.
$GRPH $BUVA

$GRPH
masih take pictures, jujur bantingannya dari 70 kebawah kerasa banget di sesi 2 tadi tapi perlu diakui GRPH oke juga kalau dilihat sesi 2 $IHSG -2% tapi masih bisa survive
next gimana? akankah naik, turun, atau malah sideawys
1/2


$GRPH
Makasih GRPH waktu hold nya dalam kurun waktu sebulanan ini. Lot saham GRPH saya sudah habis tak tersisa. Bersyukur bisa terjual di harga 69, sebelum penutupan turun kembali ke harga 60.
Bolehlah saya beli lagi nanti di harga 57 kembali seperti average saya sebelumnya, itupun jika dikasih kesempatan lagi.
Sekali lagi terimakasih mentor dan juga saudara-saudara Stockbitor atas saran dan masukannya.
$BBRI $AXIO
1/2


$GRPH hari pertama gagal tembus 70, hari kedua juga gagal. Pertanda apa pemirsa?
yang pasti banyak sangkuters disini
udah udah jangan di liat lagi
yg haka udah pada buang brng juga
harga bakal sideways lagi
lirik yg lain dulu $GRPH