348

0.00

(0.00%)

Today

59,200

Volume

505,192

Avg volume

Company Background

PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) bergerak dalam industri makanan ringan terutama di kacang tanah, coklat dan biskuit dan pengolahan susu. Pada saat ini, kegiatan perusahaan di bidang industri makanan ringan dan minuman. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1994. Perseroan, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan dengan nama PT Garuda Putra Putri Jaya berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 24 Agustus 1994 yang dibuat di hadapan Dokteranda Selawati Halim, S.H., Notaris di Pati

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Musbar015 sabar seminggu mau lebaran naik banyak yg butuh kacang $GOOD 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD nyangkut di 354

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GEMA $SMRA $GOOD akan kah ara?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ICBP $GOOD $SCMA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. - GOOD
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/Stbsv2BF

$GOOD

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD kok gk dapet ya padahal udh antri dari jam 11.00 😌😌😌

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD $IDEA pak EKO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

aku ga pernah disayang... $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

Halo Investor! Mari kita duduk sejenak dan bedah "jeroan" dari **PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat saham ini sedang berada di persimpangan jalan yang menarik antara fundamental yang solid dan tekanan teknikal jangka pendek per awal Februari 2026.

Berikut adalah arahan investasi saya berdasarkan data pasar terkini:

### 1. Bedah Fundamental: Mesin Pertumbuhan Masih Panas
Secara bisnis, GOOD bukan perusahaan sembarangan. Mereka adalah pemain dominan, terutama di segmen kacang kulit (pangsa pasar 66,5%) dan camilan.
* **Kinerja Keuangan:** Mesin pendapatan mereka terus berputar kencang. Pendapatan TTM (Trailing Twelve Months) di awal 2026 mencapai **Rp12,77 triliun**, naik dari Rp12,24 triliun pada full year 2024. Ini menunjukkan permintaan produk mereka resilien.
* **Sinergi Global:** Jangan lupakan "kartu as" mereka: **Hormel Foods**. Hormel memegang sekitar 30% saham GOOD. Sinergi ini bukan sekadar di atas kertas; ini membuka pintu ekspansi internasional dan diversifikasi produk yang lebih luas.
* **Valuasi (Mahal tapi Premium):** Di sini Anda harus hati-hati. GOOD diperdagangkan dengan **P/E Ratio sekitar 21,3x**. Ini jauh lebih mahal dibandingkan rata-rata sektornya yang hanya sekitar 11,1x, dan lebih mahal dari INDF (7,6x). Pasar memberikan harga premium karena ekspektasi pertumbuhan dari kemitraan Hormel. Namun, Net Profit Margin (NPM) mereka masih tipis di kisaran 5-7%, kalah efisien dibanding ICBP (15,8%).

### 2. Analisa Teknikal: Jangan Tangkap Pisau Jatuh!
Sobat investor, meskipun fundamentalnya oke, grafik harga per 3 Februari 2026 sedang "berdarah".
* **Sinyal Pasar:** Indikator teknikal berteriak **"Sangat Jual" (Strong Sell)**. Seluruh 12 indikator Moving Average (dari MA5 hingga MA200) memberikan sinyal jual.
* **Posisi Harga:** Saham ini diperdagangkan di level **Rp348**, turun 0,57% hari ini. Trennya jelas *bearish* (turun).
* **Level Kunci:**
* **Support Kuat:** Perhatikan level **Rp330 - Rp338**. Jika jebol di bawah Rp330, bisa makin dalam.
* **Pivot Point:** Titik keseimbangan ada di **Rp354**. Selama harga masih di bawah ini, penjual masih menguasai pasar.

### 3. Arahan Strategi (Game Plan)
Sebagai mentor, saya tidak ingin Anda masuk sembarangan. Berikut strategi berdasarkan profil Anda:

**A. Untuk Trader (Jangka Pendek): WAIT AND SEE**
Jangan masuk dulu. Tren sangat *bearish*. Indikator MACD masih negatif (-0.756) yang artinya momentum penurunan masih kuat.
* *Sinyal Masuk:* Tunggu sampai ada pembalikan arah (reversal) yang jelas atau jika harga berhasil bertahan (rebound) di area support **Rp338 - Rp344** dengan volume tinggi.

**B. Untuk Investor (Jangka Panjang): BUY ON WEAKNESS (Cicil Bawah)**
Jika Anda percaya pada cerita jangka panjang Hormel dan kekuatan distribusi SNS (anak usaha distribusi GOOD), penurunan ini adalah diskon.
* *Strategi:* Jangan *all-in*. Mulai cicil beli (akumulasi) secara bertahap jika harga menyentuh area **Rp330** (level terendah 52 minggu).
* *Dividen:* GOOD rutin membagi dividen dengan *yield* sekitar **2,7%**. Ini cukup lumayan sebagai pemanis sambil menunggu harga saham naik kembali.

### 4. Risiko yang Wajib Diwaspadai
Seorang investor cerdas selalu melihat risiko. Untuk GOOD, perhatikan:
1. **Margin Tipis:** Profit margin mereka kalah dari pesaing seperti Mayora dan Indofood. Efisiensi harus ditingkatkan.
2. **Harga Komoditas:** Gejolak harga bahan baku (CPO, gandum, gula) bisa memukul margin mereka lebih jauh jika tidak hati-hati.

**Kesimpulan Mentor:**
GOOD adalah perusahaan bagus (*Good company*), tapi saat ini harganya sedang dalam tekanan jual teknikal (*Bad timing*). **Jangan FOMO.** Biarkan harga mencari lantai dasarnya di area Rp330-338 sebelum Anda mulai mengoleksi.

*Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Gunakan analisis ini sebagai panduan, bukan perintah mutlak.*

https://cutt.ly/WtvAoqbk

RANDOM TAG $ROTI $STTP

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Agan-agan & Sista-sista trader dan investor,
mau tanya kalo ini tuh apa ya? apakah dividen? ataukah hal lainnya? dan apakah ini harus lapor pajak?

mohon pencerahan bagi noob saham..
terima kasih

Random Tag
$MYOR $GOOD $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$OMED

Halo Investor. Mari kita duduk dan bedah strategi investasi untuk **PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED)**.

Sebagai mentor Anda, saya melihat OMED di awal tahun 2026 ini bukan sekadar perusahaan pembuat perban dan suntikan biasa. Mereka sedang bertransisi menjadi pemain *high-tech manufacturer* dengan fundamental yang sangat solid.

Berikut adalah analisis mendalam saya ("Bedah Saham") untuk portofolio Anda:

### 1. Kinerja Fundamental: Efisiensi di Atas Ekspektasi
Mari kita lihat angka riilnya. Hingga Kuartal III 2025 (9M25), OMED menunjukkan performa "cantik" di mana pertumbuhan laba jauh melampaui pertumbuhan pendapatan. Ini tanda efisiensi manajemen yang luar biasa.
* **Pendapatan:** Naik 7,7% menjadi **Rp1,47 triliun**. Meski belanja pemerintah sempat melambat di awal tahun, sektor swasta menopang dengan pertumbuhan 18%,,.
* **Laba Bersih:** Melonjak **20,5%** menjadi **Rp254,2 miliar**. Mengapa bisa naik setinggi ini? Karena *Net Profit Margin* (NPM) mereka menebal ke level **17,3%** (vs 15,5% tahun lalu),.
* **Neraca:** Sangat sehat ("Cash Rich") dengan kas mencapai **Rp1,26 triliun** dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang sangat rendah di **0,15x**,. Ini adalah "benteng pertahanan" yang kuat untuk menghadapi volatilitas ekonomi 2026.

### 2. Katalis Pertumbuhan: "The Pivot" (2026 Outlook)
Investor cerdas tidak hanya membeli masa lalu, tapi membeli masa depan. Ada tiga mesin pertumbuhan OMED yang sedang panas di 2026:
* **Ekspansi Ekspor ke AS:** OMED memanfaatkan perang dagang AS-China. Dengan tarif masuk hanya 19% (dibandingkan China yang lebih tinggi), produk Indonesia jadi primadona. Pendapatan ekspor tercatat meroket **117%** pada 9M25,,.
* **Hilirisasi & Teknologi:** Mereka tidak hanya jualan barang habis pakai. OMED mulai agresif di segmen *Biotech & Lab* serta alat diagnostik digital (seperti tensimeter digital) yang margin labanya lebih tebal. Penjualan segmen Biotech tumbuh 18%,.
* **Pabrik Baru Beroperasi:** Fasilitas di Batang dan ekspansi di Mojoagung telah meningkatkan kapasitas produksi, termasuk sterilisasi *E-Beam* yang memangkas biaya operasional,.

### 3. Valuasi & Aksi Korporasi: Masih Diskon?
Di harga pasar saat ini (sekitar **Rp210** per penutupan Januari 2026), OMED tergolong *undervalued* jika dibandingkan dengan rekan sejenisnya,.
* **PE Ratio:** OMED diperdagangkan di **~14,3x**, lebih murah dibandingkan rata-rata industri yang berada di **16,5x**,.
* **ROE (Return on Equity):** Mencapai **14%**, jauh lebih efisien dibanding rata-rata industri yang hanya 6%.
* **Sinyal Manajemen:** Perusahaan telah melakukan *buyback* saham secara masif di tahun 2025 (sekitar 33 juta saham). Ini sinyal keras bahwa manajemen sendiri merasa harga sahamnya terlalu murah,.

### 4. Rekomendasi & Strategi Trading
Berdasarkan data di atas, arahan saya untuk Anda:

* **Rekomendasi:** **BUY (Beli)**,.
* **Target Harga:** Analis menargetkan harga wajar di kisaran **Rp234** hingga **Rp264** dalam 12 bulan ke depan,.
* **Strategi Masuk:**
* Jika Anda *trader*: Perhatikan level teknikal. Harga baru saja *breakout* dari resisten lama. Support kuat ada di area **Rp170-180**. Selama bertahan di atas level ini, tren masih *bullish*.
* Jika Anda *investor dividen*: OMED rutin membagikan dividen dengan *payout ratio* sekitar 26% dan *yield* sekitar 1,7%. Bukan yang terbesar, tapi sangat aman dan stabil,.

### Risiko yang Perlu Diwaspadai
Sebagai mentor yang bijak, saya harus ingatkan risikonya:
1. **Kurs Rupiah:** Karena sebagian bahan baku masih impor, pelemahan Rupiah bisa menggerus margin, meskipun lindung nilai alami dari ekspor mulai berjalan.
2. **Anggaran Pemerintah:** Ketergantungan pada BPJS/anggaran kesehatan pemerintah masih ada (sekitar 30% pendapatan). Penundaan pembayaran atau pemangkasan anggaran bisa berdampak pada arus kas,.

**Kesimpulan Mentor:**
OMED adalah saham "defensif yang agresif". Bisnisnya stabil (kesehatan), keuangannya kuat (kas banyak), tapi punya potensi pertumbuhan tinggi dari ekspor. Ini adalah aset yang layak dikoleksi untuk portofolio 2026 Anda.

*Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Pelajari kembali dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing.*

https://cutt.ly/ttvibWVR

RANDOM TAG $GOOD $ROTI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SMKM ini memang menarik. tapi ada yang perlu dipastikan untuk teman2 yang percaya storynya.

1. belum ganti nama
2. belum ada penambahan kbli
3. ratio RI nya krg masuk akal sama jumlah dana yang mau diraih
4. KI jualan terus
5 LSO yang mau disuntik adalah aset bermasalah tidak lulus audit otoritas SG

yang perlu diperhatikan, jika ada keterbukaan informasi, harga naik, lalu KI jualan, maka keliatannya skemanya sama seperti $LABA alias cuma jualan mimpi.

$GOOD luck!

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

semua orang gak bisa tidur nanti ngemil kacang $GOOD sama makan mie $INDS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD kacang tahan banting 😆🤪

$COAL $PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD kacang... kacang... 🤣🤣🤣

$ANTM $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI $INDO $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD ngga kompak ah yg lain merah lohh yaaaa km kok malah ijoo sih

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Rohmatali98 noted $GOOD. thanks pak 🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD anteng bae lebaran laris nih buat mudik 🤣

$ANTM $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Berhubung $ACES Udah Out dari Index LQ45

Maka hipotesis skenario
1. Fund manager lokal yang mirroring LQ45 potensial dump ACES
2. Fund manager aseng, mereka ndak peduli sama LQ45. Mereka mainnya MSCI

Jadi ya prepare for the worst aja untuk ACES

All time low 5 years ACES = 392 rupiah

See you ACES di sana.

Kalau ternyata ndak nyungsep ke 392, berarti belum rejeki 🗿

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$GOOD $CPIN

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD krik... krik... krik....

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mantap saham $GOOD $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dollar Meroket Adalah Berkah Buat Saham yang Doyan Ekspor

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ada investor yang sengaja cari saham nyangkut yang punya napas ekspor, karena ketika USD meroket, peluang cuan bisa datang dari dua arah sekaligus. Banyak orang mengira semua emiten yang terdengar global otomatis aman saat rupiah melemah. Padahal yang paling menentukan itu struktur pendapatan, struktur biaya, dan posisi moneter valas. Ekspor yang benar-benar hidup di laporan biasanya terasa seperti tameng alami. Impor yang dominan justru bisa berubah jadi beban yang diam-diam menggerus margin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Cara baca yang paling aman adalah memisahkan dua sumber dampak USD. Pertama, dampak operasional, yaitu penjualan ekspor yang dibayar valas atau yang bergerak searah USD. Kedua, dampak akuntansi, yaitu laba-rugi selisih kurs dari aset moneter neto valas. Keduanya bisa sama-sama positif, tapi bobotnya bisa sangat beda antar emiten. Karena itu, angka posisi valas yang besar tidak otomatis berarti bisnisnya pro-USD.

$FWCT kelihatan paling jelas membawa cerita ekspor sebagai mesin bisnis inti. Sampai September 2025, ada beban penjualan ekspor Rp35,5 miliar, lalu ada pelanggan utama Far East American Inc dan Concannon Lumber Co dengan nilai transaksi Rp457,7 miliar. Dengan pendapatan FWCT Rp1,14 triliun, transaksi ke dua pelanggan itu setara kira-kira 40,1% dari pendapatan, jadi ekspor FWCT besar sekaligus terkonsentrasi. FWCT juga punya fasilitas Kredit Pembiayaan Modal Kerja Ekspor dari Eximbank, jadi ekspornya bukan sekadar klaim, tetapi memang ada infrastruktur pembiayaannya.

Konsekuensi dari konsentrasi itu dua sisi. Di satu sisi, kalau order dari pelanggan utama stabil, utilisasi produksi dan arus kas bisa jauh lebih terjaga dibanding emiten yang ekspornya hanya sisipan. Di sisi lain, ketergantungan pada sedikit nama membuat risiko permintaan menjadi lebih tajam. Saat ada gangguan order atau renegosiasi harga, efeknya bisa langsung merembet ke volume dan margin. Jadi, FWCT menarik bukan karena ekspornya ada, tetapi karena ekspornya dominan dan terukur.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$GOOD juga punya ekspor yang nyata, penjualan ekspor Rp283,6 miliar sampai September 2025. Bedanya dengan FWCT, GOOD lebih mengandalkan distributor pihak ketiga untuk pasar luar negeri, dengan perjanjian distribusi berdurasi 8 bulan sampai 2 tahun. Model ini biasanya membuat ekspansi pasar terasa lebih ringan dari sisi capex dan operasional. Namun ada titik rawan yang perlu disadari investor, yaitu perjanjian seperti ini bisa diakhiri oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan tertentu, sehingga kesinambungan kanal perlu dijaga terus-menerus.

$CPIN punya penjualan luar negeri Rp196 miliar untuk 9M 2025, tetapi dibanding penjualan neto konsolidasian Rp50,6 triliun, porsinya hanya sekitar 0,39%. Artinya, kalau ada investor yang menjadikan CPIN sebagai pegangan ekspor ketika USD melonjak, pijakan utamanya bukan dari porsi ekspor. Pijakan CPIN lebih banyak ada pada skala domestik, kemampuan menjaga margin, dan kemampuan meneruskan perubahan biaya ke harga jual. Di CPIN, cerita besarnya lebih dekat ke manajemen komoditas dan risiko operasional, bukan ke cerita ekspor.

ACES paling berbeda karena inti bisnisnya ritel domestik, bukan penjualan ekspor yang material. ACES punya ketergantungan impor yang tinggi, 87,03% dari total pembelian adalah barang impor. Jadi ketika USD menguat, tekanan pertama yang muncul sering kali ada di harga pokok barang dagangan. Jika penyesuaian harga jual tidak mulus, margin bisa tertekan meskipun secara akuntansi ada komponen valas yang terlihat positif. Ini yang membuat ACES terlihat seperti punya exposure valas, tetapi secara bisnis bisa merasakan sisi yang berlawanan.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi laba-rugi kurs dan posisi moneter neto valas, semua emiten ini sebenarnya berada di sisi yang secara teori diuntungkan USD karena aset moneter neto valasnya positif. FWCT mencatat laba kurs Rp4,69 miliar, dengan posisi moneter neto valas positif Rp96,8 miliar, dan kenaikan 1% kurs USD meningkatkan laba sebelum pajak Rp5,8 miliar. CPIN mencatat laba kurs Rp47,6 miliar, posisi moneter neto valas positif Rp491 miliar, dan kenaikan 1% kurs USD berdampak Rp5,2 miliar pada laba sebelum pajak. GOOD punya posisi moneter neto valas positif Rp170,7 miliar, dan penguatan 1% USD meningkatkan laba setelah pajak Rp1,33 miliar.

ACES mencatat rugi kurs Rp10,1 miliar meskipun posisi moneter neto valasnya positif Rp282,4 miliar, dan kenaikan 1% kurs USD berdampak Rp2,8 miliar pada laba sebelum pajak. Ini contoh bagus bahwa arah dampak tidak berhenti di angka moneter neto saja, karena realisasi kurs, struktur transaksi, dan timing bisa membuat hasil periode berjalan terlihat berbeda. Dan yang lebih penting untuk investor, ACES tetap membawa risiko operasional dari sisi impor 87,03% yang bisa menekan margin ketika USD naik. Jadi, gain kurs yang terlihat bisa saja tidak cukup untuk menutup kenaikan biaya barang.

Kalau dibanding dari sisi risiko yang paling menentukan hasil akhir, FWCT dan GOOD lebih dekat ke pola natural hedge karena ada penjualan ekspor yang bisa membantu menyeimbangkan tekanan biaya terkait USD. CPIN lebih ditentukan oleh risiko bisnis dan komoditas, termasuk ketidakpastian faktor alam seperti penyakit ayam, serta fluktuasi jagung dan bungkil kedelai, dengan mitigasi utama lewat penyesuaian harga. ACES membawa risiko pasokan dan harga impor yang membuat USD kuat berpotensi menjadi tekanan, terutama bila daya beli dan kompetisi ritel membatasi ruang kenaikan harga. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi untuk investor yang sengaja mencari saham nyangkut yang pro-USD, yang paling nyaman biasanya bukan yang sekadar punya aset moneter neto valas positif, melainkan yang punya arus pendapatan ekspor yang cukup nyata untuk menjaga margin tetap hidup saat USD naik.

🌍 Saham ekspor dan sensitivitas USD
🌲 FWCT ekspor kayu lapis dan veneer dominan
  📦 Transaksi pelanggan luar negeri Rp457,7 miliar
  💵 Beban penjualan ekspor Rp35,5 miliar
  🏦 Kredit modal kerja ekspor Eximbank
  📊 Posisi moneter valas positif Rp96,8 miliar
  📈 USD naik 1% laba sebelum pajak naik Rp5,8 miliar Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🍗 CPIN bisnis domestik skala besar
  🚢 Penjualan luar negeri Rp196 miliar
  📉 Porsi ekspor sekitar 0,39% dari revenue
  💰 Posisi moneter valas positif Rp491 miliar
  📊 USD naik 1% laba sebelum pajak naik Rp5,2 miliar
  🌽 Risiko utama jagung bungkil kedelai dan penyakit ayam

🍪 GOOD ekspor lewat distributor
  🌏 Penjualan ekspor Rp283,6 miliar
  🤝 Kontrak distribusi 8 bulan sampai 2 tahun
  💵 Posisi moneter valas positif Rp170,7 miliar
  📈 USD naik 1% laba setelah pajak naik Rp1,33 miliar

🏬 ACES ritel domestik impor berat
  📦 Impor 87,03% dari total pembelian
  💼 Posisi moneter valas positif Rp282,4 miliar
  📉 Rugi kurs Rp10,1 miliar
  ⚠️ USD naik tekan margin karena biaya barang Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

  ✅ Pro USD operasional FWCT
  ⚖️ Seimbang ringan GOOD
  🏭 Domestik kuat CPIN
  🚨 Rentan USD kuat ACES

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Makin Sering Nyangkut = Makin Banyak Berdoa = Makin Banyak Belajar

Lanjutan dari pembahasan saham nyangkut di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ketika investor tidak nyangkut, rantai pasok itu terasa seperti detail yang tidak penting, karena yang dilihat cuma harga saham dan headline kinerja. Begitu sudah nyangkut, barulah otak investor dipaksa turun ke dapur perusahaan, bahan bakunya apa, belinya dari siapa, pakai impor atau lokal, dan siapa yang sebenarnya pegang tombol harga. Di titik itu, nyangkut berubah jadi semacam sekolah kilat, karena setiap angka di Laporan Keuangan mendadak punya konsekuensi langsung ke portofolio. Yang menarik, semakin besar dan semakin kompleks perusahaannya, semakin banyak juga area yang bisa bocor, bukan cuma dari laba, tapi dari bahan baku, kurs, kontrak, dan relasi. Jadi manfaat nyangkut itu salah satunya sederhana tapi mahal nilainya, investor jadi belajar sampai ke akar, bukan cuma sampai ke permukaan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibedah dari sisi bahan baku, perbedaan karakter antar emiten langsung terlihat dari skala dan jenis risiko yang dibawa. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) itu dunia komoditas dan impor yang volumenya masif, bahan baku yang digunakan sampai September 2025 mencapai Rp35,76 triliun, terutama jagung dan bungkil kacang kedelai untuk pakan, ditambah bahan kemasan, bahan farmasi, dan bahan baku segmen ayam olahan. Sementara PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) lebih seperti keranjang multi-komoditas untuk makanan-minuman, kacang tanah, jagung, kedelai, coklat bubuk dan cair, susu cair segar, buah-buahan, sayuran, lalu bahan kemasan, barang setengah jadi, sampai barang habis pakai dan suku cadang, dengan beban pokok bahan baku yang digunakan sekitar Rp4,8 triliun. Secara statistik, ini bukan beda tipis, CPIN kira-kira 7,45 kali lebih besar dari GOOD dalam konsumsi bahan baku, jadi volatilitas harga komoditas dan kurs di CPIN punya daya rusak yang jauh lebih besar per satuan waktu.

Begitu masuk ke pola pembelian, investor yang nyangkut biasanya baru sadar bahwa siapa pemasoknya sering sama pentingnya dengan berapa margin labanya. GOOD melakukan pembelian persediaan signifikan dari pihak berelasi seperti PT Tudung Putra Putri Jaya (TPPJ), PT Garuda Elang Nusantara (GEN), dan PT Hormel Garudafood Jaya (HGJ), lalu lewat entitas anak PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) ada jalur bahan baku khusus untuk keju merek Prochiz. Ini memberi dua lapis efek, satu sisi bisa mengamankan pasokan dan standar kualitas, sisi lain membuat investor wajib mengecek kewajaran harga transfer dan ketahanan pasok kalau ada perubahan kebijakan grup. Sebagai mitigasi, GOOD menyebut pengawasan tingkat persediaan dan kadang memakai kontrak berjangka komoditas, yang artinya manajemen sadar harga bahan baku bisa menggoyang margin kapan saja. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

CPIN membawa bentuk kompleksitas lain, karena ketergantungan impor dan jaringan pemasok grupnya membuat risiko kurs ikut menempel ke biaya. Sumber bahan bakunya mencakup impor luar negeri untuk komoditas utama, pembelian signifikan melalui entitas sepengendali seperti PT SHS International, PT Satria Multi Sukses, PT Indovetraco Makmur Abadi, Great Emerald Pte. Ltd., PT Nugen Bioscience Indonesia, PT Surya Alam Permai, sampai CP Meiji https://cutt.ly/itzQnv4x. dari Thailand untuk barang jadi tertentu, lalu tetap ada pemasok pihak ketiga dengan utang usaha Rp975,1 miliar. Pola ini membuat tren risiko CPIN cenderung mengikuti tiga gelombang yang sering datang bersamaan, harga komoditas global, kurs, dan biaya pendanaan modal kerja, karena pakan itu game volume dan perputaran. CPIN juga memitigasi dengan kontrak pembelian saat harga murah, sesekali kontrak berjangka komoditas, dan formula produksi yang memungkinkan substitusi bahan baku tanpa menurunkan kualitas, tetapi mitigasi seperti ini biasanya mengurangi guncangan, bukan menghapusnya.

FWCT beda cerita, karena di sini nyangkut sering membuka mata investor bahwa risiko tidak selalu datang dari harga komoditas global, tapi dari konsentrasi pasok dan struktur perjanjian. PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) membeli veneer, log kayu, bahan pembantu, dan suku cadang, dengan persediaan veneer Rp16,91 miliar per 30 September 2025. Pasokan veneer signifikan datang dari pihak berelasi PT Wijaya Triutama Plywood Industri (WTPI) lewat perjanjian jual-beli jangka panjang 10 tahun sampai 1 November 2030, dan nilai pembelian dari WTPI mencapai Rp60,55 miliar atau 8,74% dari total pembelian grup. Untuk mengunci pasokan, FWCT menempatkan security deposit Rp21 miliar sebagai aset keuangan tidak lancar, plus ada kerja sama pemanfaatan hutan dengan Perum Perhutani KPH Kediri untuk FGS Jabon, serta pembelian dari pihak ketiga lain tanpa ada pemasok individu yang melebihi 10% dari total penjualan konsolidasian. Di sisi pembiayaan, ada fasilitas dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Eximbank dengan tujuan spesifik untuk pembelian bahan baku, yang membuat rantai pasok FWCT melekat pada disiplin bank dan kelancaran ekspor. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

ACES itu contoh kontras yang sering bikin investor salah fokus kalau belum nyangkut, karena ACES bukan manufaktur, jadi tidak punya bahan baku produksi, yang ada adalah persediaan barang dagangan untuk dijual ulang. Persediaan ACES terbagi ke home improvement products, lifestyle products, dan toys products yang dikelola juga lewat PT Toys Games Indonesia (TGI). Yang bikin efeknya tajam adalah sumber pembeliannya, porsi impor mencapai 87,03% dari total pembelian per 30 September 2025, lalu ada pembelian dari ekosistem Grup Kawan Lama seperti PT Krisbow Indonesia dan entitas lain, serta sebelumnya ada hak eksklusif pembelian produk Ace dari Ace Hardware Corporation sampai akhir 2024. Jadi tren risikonya di ACES itu lebih banyak mengikuti kurs, biaya logistik, ketersediaan pasokan impor, dan dinamika siklus konsumsi, bukan soal naik-turun harga jagung atau veneer.

Kalau investor menyusun benang merahnya, kelihatan bahwa manfaat nyangkut paling terasa saat investor mulai membaca bahan baku sebagai peta risiko, bukan sekadar catatan akuntansi. CPIN itu permainan skala dengan bahan baku Rp35,76 triliun, jadi perubahan kecil pada harga dan kurs bisa bergetar ke laba karena basisnya besar dan berulang. GOOD lebih kecil di Rp4,8 triliun, tetapi multi-komoditas dan ada pola pembelian pihak berelasi, sehingga investor belajar menguji kewajaran transaksi dan daya tahan supply chain internal grup. FWCT terlihat kecil dari angka persediaan veneer Rp16,91 miliar, tetapi punya kontrak pasok panjang, pembelian pihak berelasi 8,74% dari total, deposit Rp21 miliar, dan pembiayaan Eximbank untuk bahan baku, jadi risiko utamanya sering muncul dari eksekusi perjanjian, ketergantungan pasok, dan ritme ekspor. ACES malah mengajarkan pelajaran paling sederhana, ketika impor 87,03% jadi sumber utama barang dagangan, maka kurs dan logistik adalah bahan baku sesungguhnya bagi ritel, walaupun tidak tercatat sebagai bahan baku pabrik. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Nyangkut membuat investor belajar karena begitu nyangkut, investor biasanya berhenti bertanya harga sahamnya ke mana, lalu mulai bertanya perusahaan ini hidup dari apa, beli dari siapa, dan apa yang terjadi kalau jalur pasok itu tersendat. Angka-angka yang awalnya terasa cuma pelengkap, seperti utang usaha pihak ketiga Rp975,1 miliar di CPIN, pembelian pihak berelasi di GOOD, impor 87,03% di ACES, atau deposit Rp21 miliar di FWCT, mendadak berubah jadi faktor yang menentukan tenang atau paniknya investor saat kondisi makro berubah. Dan dari sisi pola geraknya, semakin besar skala bahan baku dan semakin berat ketergantungan pada impor atau relasi tertentu, semakin cepat juga risiko bisa pindah dari catatan ke laba. Itulah kenapa investor yang sudah nyangkut sering justru jadi investor yang lebih paham, karena rasa sakit membuat mereka belajar sampai tuntas.

🏭 $GOOD
🥜 Kacang tanah
🌽 Jagung
🫘 Kedelai
🍫 Coklat bubuk dan cair
🥛 Susu cair segar
🥭 Buah-buahan dan sayuran
📦 Bahan kemasan
🧩 Barang setengah jadi
🔧 Barang habis pakai dan suku cadang
🤝 Pihak berelasi
🏢 TPPJ, GEN, HGJ
🧀 MBR Prochiz
💰 Bahan baku digunakan sekitar Rp4,8 triliun
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🐔 $CPIN
🌽 Jagung
🫘 Bungkil kedelai
📦 Bahan kemasan
💊 Farmasi dan obat hewan
🌍 Impor bahan utama
🤝 Pihak berelasi
🏢 SHS International, Satria Multi Sukses, Indovetraco, Nugen, dan lain-lain
💰 Bahan baku digunakan Rp35,76 triliun

🪵 $FWCT
🧱 Veneer
🤝 WTPI Rp60,55 miliar, 8,74% pembelian, kontrak sampai 1 November 2030
🌲 Log kayu
🌳 Perum Perhutani KPH Kediri
💼 Security deposit Rp21 miliar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏬 ACES
📦 Barang dagangan jadi
🌍 Impor 87,03% pembelian
🤝 Vendor grup
🧰 Krisbow Indonesia dan ekosistem Kawan Lama

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@kicikici saya tidak percaya kalau itu cewe beneran. hahahaha $BUDI $BAIK $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Is it $GOOD?

GOOD itu emiten yang cukup tricky, karena kelihatan seperti bisnis konsumsi yang lurus-lurus saja, padahal banyak layer yang bikin investor gampang salah baca. Di permukaan, cerita besarnya cuma snack dan minuman, tetapi di balik itu ada permainan struktur pemegang saham, relasi global, dan penguatan distribusi yang sifatnya defensif tapi tetap agresif. Banyak investor melihat partner global lalu langsung berasumsi ekspor akan jadi mesin utama, padahal angka ekspor justru kecil dan sempat turun. Ada juga jebakan klasik, penjualan naik, tetapi laba yang jatuh ke pemilik turun, jadi yang tumbuh bukan otomatis berarti yang dinikmati investor ikut membesar. GOOD itu contoh perusahaan yang sedang membangun benteng, sambil tetap harus bertarung melawan tekanan biaya.Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Pemegang saham terbesar GOOD adalah HSBC CMB S A Hormel Food 30,173%, lalu PT Tudung Putra Putri Jaya 10,04%, jadi ada blok 40,21% yang memberi kestabilan arah, jarang terjadi pada emiten konsumsi ukuran menengah. Namun kontribusi relasi Hormel ke omzet sekarang belum terlihat dominan, karena penjualan ke Hormel China sekitar Rp7,39 miliar dan ke Hormel Foods International sekitar Rp1,02 miliar, total Rp8,41 miliar, yang hanya sekitar 0,09% dari penjualan bersih Rp9,44 triliun. Ekspor juga masih kecil, Rp283,60 miliar atau sekitar 3,00% dari penjualan bersih, dan turun 4,63% dibanding Rp297,38 miliar. Artinya, saat ini GOOD masih ditopang domestik, sementara koneksi global lebih terasa sebagai akses standar kualitas, opsi produk, dan pintu jaringan yang bisa dimonetisasi nanti, bukan sebagai sumber penjualan utama hari ini.

Dari sisi mesin uang, makanan dalam kemasan menyumbang Rp8,45 triliun dan minuman Rp986 miliar, jadi kontribusi minuman sekitar 10,45% dari gabungan dua segmen itu. Penjualan bersih 9M 2025 naik menjadi Rp9,44 triliun dari Rp8,90 triliun, naik 6,07%, tetapi beban pokok penjualan naik lebih cepat, Rp6,82 triliun dari Rp6,35 triliun, naik 7,40%, sehingga margin kotor turun dari 28,65% menjadi 27,75% atau turun 0,90 poin. Laba periode berjalan memang Rp534,8 miliar, tetapi laba yang dapat diatribusikan ke pemilik turun dari Rp500,84 miliar menjadi Rp480,13 miliar, turun 4,14%, dan EPS turun dari 13,58 menjadi 13,02, turun 4,12%. Di sisi lain, struktur modal justru membaik, gearing turun dari 0,27 menjadi 0,24, sementara aset Rp8,57 triliun dan ekuitas Rp4,14 triliun memberi bantalan ekuitas sekitar 48,31% dari aset. Lalu langkah akuisisi dan distribusi mempertegas arahnya, kepemilikan PT Garuda Beverage Sukses 97,19% memperkuat minuman, dan PT Sinarniaga Sejahtera 91,09% adalah kunci yang sering diremehkan investor, karena distribusi itu pembeda biaya dan kecepatan yang sulit ditiru. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

• Penjualan bersih 9M 2025 Rp9,44 triliun
◦ 9M 2024 Rp8,90 triliun
◦ Kenaikan 6,07%

• Total aset Rp8,57 triliun
• Total ekuitas Rp4,14 triliun
◦ Bantalan ekuitas sekitar 48,31% dari aset
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🌍 Jangkar kepemilikan dan relasi global
• HSBC CMB S A Hormel Food 30,173%
• PT Tudung Putra Putri Jaya 10,04%
◦ Gabungan 40,21%

• Kepemilikan di PT Hormel Garudafood Jaya 49%
• Penjualan ke jejaring Hormel Rp8,41 miliar
◦ Porsinya sekitar 0,09% dari penjualan bersih
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

• Pinjaman ke HGJ Rp27,28 miliar
◦ Bunga JIBOR + 2,5% per tahun

🚢 Eksposur ekspor yang sering disalahpahami investor
• Penjualan ekspor 9M 2025 Rp283,60 miliar
◦ 9M 2024 Rp297,38 miliar
◦ Perubahan 4,63% turun
◦ Porsi sekitar 3,00% dari penjualan bersih
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🍪 Mesin pendapatan operasional
• Makanan dalam kemasan Rp8,45 triliun
• Minuman Rp986 miliar
◦ Kontribusi minuman sekitar 10,45% dari gabungan dua segmen

📉 Bagian yang terlihat bagus, tapi ada harga yang dibayar
• Beban pokok penjualan Rp6,82 triliun
◦ Naik 7,40%
• Margin kotor turun 0,90 poin
◦ 28,65% menjadi 27,75%

💰 Bagian bawah laporan yang wajib jadi fokus investor
• Laba yang jatuh ke pemilik Rp480,13 miliar
◦ Turun 4,14% dari Rp500,84 miliar
• EPS 13,02
◦ Turun 4,12% dari 13,58
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧱 Struktur modal yang relatif aman untuk ekspansi
• Gearing 0,24
◦ Dari 0,27
◦ Turun 11,11%

🧩 Gerak strategis yang membentuk karakter GOOD
• PT Garuda Beverage Sukses 97,19%
◦ Penguatan lini minuman
• PT Sinarniaga Sejahtera 91,09%
◦ Penguncian distribusi dan efisiensi biaya
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IHSG ATH, Rupiah ATL. Ane sarankan defensive, and yet aggressive mode.

Pilih saham yg minimum downside, unknown upside, dari sektor yg relatif tdk punya korelasi.

Jauhi saham yg minimum upside, unknown downside.

not financial advice

$SMGR $PNBN $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

adauhai pedasnya 😂🤣 $INET, serok gak nih.

$CGAS $GOOD

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy