354

0.00

(0.00%)

Today

24,900

Volume

421,462

Avg volume

Company Background

PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) bergerak dalam industri makanan ringan terutama di kacang tanah, coklat dan biskuit dan pengolahan susu. Pada saat ini, kegiatan perusahaan di bidang industri makanan ringan dan minuman. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1994. Perseroan, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan dengan nama PT Garuda Putra Putri Jaya berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 24 Agustus 1994 yang dibuat di hadapan Dokteranda Selawati Halim, S.H., Notaris di Pati

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD bawa kemana aja siap

$BNBR $BIPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Emiten makanan ringan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688,65 miliar hingga 31 Desember 2025, naik 10,28 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp624,47 miliar pada 2024.
Dari sisi topl...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ekspor $JPFA vs $GOOD vs $ROTI

Tidak semua perusahaan melakukan ekspor. Di industri consumer, banyak emiten kelihatannya sama-sama jual makanan, tapi cara mereka terhubung ke dunia luar bisa beda jauh, dan beda kecil itu bisa jadi penentu besar saat kurs liar atau harga komoditas naik. Perbandingan GOOD, JPFA, dan ROTI di 2025 menunjukkan satu pelajaran sederhana. Semakin besar jejak globalnya, semakin besar pula disiplin manajemen risikonya yang dibutuhkan. Dan kalau tidak disiplin, laba bisa kelihatan bagus di satu tahun, lalu mendadak terseret faktor eksternal di tahun berikutnya. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi ekspor, spektrumnya jelas. GOOD ekspor, tapi kecil, sekitar 3%, dengan domestik Rp12,74 T dan ekspor Rp371,15 B. JPFA juga ekspor dan nominalnya lebih besar, lokal Rp59,37 T dan ekspor Rp1,33 T, walau secara porsi tetap kecil terhadap total. ROTI beda sendiri karena tidak ekspor, seluruh revenue berasal dari Indonesia yang dibagi wilayah Barat, Tengah, dan Timur. Buat investor, ini bukan sekadar soal bangga bisa ekspor atau tidak. Ini soal sumber valuta asing, stabilitas demand, dan seberapa besar bisnis ikut kebawa gelombang global. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Walau ROTI tidak ekspor, ketiganya tetap punya jejak impor lewat bahan baku. Tanda paling gampangnya ada di utang usaha valas. GOOD punya utang valas USD dan Euro Rp33,65 B. JPFA punya utang usaha ke pemasok luar negeri Rp135,48 B dalam USD, CNY, EUR, AUD. ROTI juga punya utang usaha valas dalam SGD, JPY, EUR, USD. Reasoning-nya masuk akal. JPFA berkutat dengan bahan baku pakan seperti jagung dan bungkil kedelai. ROTI sensitif pada gandum atau tepung terigu dan coklat. GOOD sensitif pada gandum, susu, dan gula. Ketika komoditas ini bergerak, tekanan biasanya langsung terasa ke COGS, lalu menjalar ke margin bruto.

Perbedaan paling menarik justru ada di cara mengelola risiko kurs. JPFA memilih hedging formal dan agresif, memakai derivatif seperti cross currency swap, forward, dan opsi. Ini terlihat dari aset derivatif Rp721,9 B dan liabilitas derivatif Rp1,2 B. Kenapa seagresif itu? Karena JPFA menanggung utang global dalam USD yang besar, Guaranteed Senior Notes US$350 juta sekitar Rp5,8 T. Kalau Rupiah melemah tajam, beban pokok dan bunga bisa membengkak, jadi hedging bukan gaya-gayaan, tapi sabuk pengaman. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOOD mengambil jalur tengah lewat natural hedging. Mereka tidak bergantung pada derivatif rumit, tapi menahan kas valas untuk menutup kewajiban valas. Buktinya saldo kas valas USD, Baht, Euro ekuivalen Rp139,2 B. Logikanya sederhana. Daripada hasil ekspor ditukar ke Rupiah lalu nanti beli USD lagi saat bayar vendor impor, lebih efisien tahan valas di rekening. Ini mengurangi biaya konversi dan menurunkan sensitivitas fluktuasi jangka pendek, terutama ketika porsi ekspor memang kecil.

ROTI justru minimalis. Tidak ada kebijakan lindung nilai formal, dan manajemen menyatakan tidak memakai instrumen hedging formal. Reasoning-nya karena struktur bisnisnya juga tidak menuntut hedging agresif. Tidak ada pendapatan ekspor, tidak ada utang bank USD yang besar, jadi strategi paling rasional adalah menekan transaksi dan saldo valas serendah mungkin. Konsekuensinya, ROTI tetap bisa kena dampak jika bahan baku impor naik dan USD menguat, tapi risikonya lebih murni dari sisi COGS, bukan ledakan beban utang valas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau bicara skenario perang besar di Timur Tengah yang menyeret Amerika Serikat, tiga-tiganya cenderung tidak bangkrut, tapi margin bruto bisa tertekan. Mekanismenya biasanya lewat dua jalur. Pertama minyak naik, ongkos logistik dan freight ikut naik. Kedua komoditas pangan global naik dan rantai pasok terganggu, gandum memukul ROTI dan GOOD, kedelai memukul JPFA, lalu USD menguat sehingga Rupiah melemah. Ketahanan finansial mereka yang membuatnya tidak mudah roboh. GOOD punya gearing 0,24. ROTI gearing 17,34% dengan kas besar. JPFA masih sanggup cetak laba bersih Rp4,28 T dengan CFO positif Rp5 T. Bahkan JPFA dan ROTI sudah menyebut mitigasi risiko harga komoditas lewat SOP, seperti kontrak pembelian saat harga rendah, substitusi formula bahan baku, dan pada akhirnya meneruskan kenaikan biaya ke pelanggan lewat kenaikan harga jual.

Bagian pemangku kepentingan memperlihatkan risiko yang bentuknya beda-beda. ROTI paling sensitif ke konsentrasi pelanggan, karena dua grup ritel besar, Grup Indomaret dan Grup Alfamart, menyumbang 60,02% pendapatan ROTI atau Rp2,25 T. Ini risiko bisnis yang diam-diam. Bukan soal kurs, tapi soal bargaining power dan kesehatan dua kanal itu. Di sisi lain, GOOD dan JPFA pelanggan lebih tersebar sehingga risiko demand lebih menyebar. Namun vendor justru jadi sumber tekanan margin bagi semua, karena COGS besar, produksi ROTI Rp1,76 T, GOOD Rp9,46 T, JPFA Rp47,5 T, jadi perubahan kecil harga bahan baku bisa terasa. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Transaksi pihak berelasi memberi warna tambahan. ROTI sangat dipengaruhi ekosistem Grup Salim dari hulu ke hilir, pembelian dari Indofood atau Salim Ivomas 11,21% COGS, dan penjualan ke Indomarco 34,67% revenue. JPFA juga punya dimensi berelasi yang besar, pembelian dari Annona Pte Ltd Rp7,04 T atau 11,73% dari total penjualan. Di titik ini, investor tidak cukup puas dengan angka persentase saja. Yang penting fairness harga, konsistensi pasokan, dan apakah arus kasnya sehat, karena transaksi berelasi bisa jadi penopang efisiensi, tapi juga bisa jadi sumber margin yang bocor kalau tata kelolanya longgar.

Terakhir, kreditor adalah pembeda besar profil risiko. JPFA menanggung beban keuangan Rp804,8 B karena kombinasi obligasi USD dan utang bank, sedangkan GOOD Rp155,7 B, dan ROTI Rp61 B karena utangnya kecil. Ini membuat JPFA paling rentan terhadap kombinasi kurs, suku bunga, dan refinancing, apalagi ada utang US$350 juta jatuh tempo 2026 yang membuat kebutuhan refinancing jadi agenda wajib. Kesimpulan yang paling jujur, JPFA punya profil risiko global tertinggi karena ada utang USD besar, derivatif, dan ketergantungan bahan baku impor. GOOD mengambil jalur moderat lewat ekspor kecil dan natural hedging. ROTI fokus Rupiah domestik, tapi menanggung risiko konsentrasi kanal penjualan dan ketergantungan bahan baku impor lewat harga gandum dan turunannya.

🌍 Ekspor itu pilihan, bukan default
✅ GOOD ekspor kecil
↳ Domestik Rp12,74 T 97%
↳ Ekspor Rp371,15 B 3%
✅ JPFA ekspor lebih besar nominal
↳ Lokal Rp59,37 T
↳ Ekspor Rp1,33 T
⛔ ROTI tidak ekspor
↳ Semua revenue domestik
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📦 Impor tetap ada walau tidak ekspor
💱 Utang usaha valas jadi bukti
↳ GOOD Rp33,65 B USD dan Euro
↳ JPFA Rp135,48 B USD CNY EUR AUD
↳ ROTI ada SGD JPY EUR USD

🛡️ Strategi risiko kurs beda kelas
🧯 JPFA hedging formal agresif
↳ Aset derivatif Rp721,9 B
↳ Liabilitas derivatif Rp1,2 B
↳ Notes US$350 juta sekitar Rp5,8 T
🌿 GOOD natural hedging
↳ Kas valas ekuivalen Rp139,2 B
🧊 ROTI minim transaksi valas
↳ Tidak pakai hedging formal

⚔️ Skenario perang Timur Tengah
📈 Risiko utama COGS dan logistik naik
🧱 Tidak mudah bangkrut
↳ GOOD gearing 0,24
↳ ROTI gearing 17,34%
↳ JPFA laba Rp4,28 T CFO Rp5 T
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🎯 Risiko tersembunyi pemangku kepentingan
🧨 ROTI pelanggan terkonsentrasi 60,02%
↳ 2 grup ritel Rp2,25 T
🏭 COGS besar semua
↳ ROTI Rp1,76 T GOOD Rp9,46 T JPFA Rp47,5 T
🧷 Berelasi krusial
↳ ROTI hulu 11,21% COGS hilir 34,67% revenue
↳ JPFA pembelian berelasi Rp7,04 T 11,73% sales
🏦 Beban bunga pembeda
↳ JPFA Rp804,8 B GOOD Rp155,7 B ROTI Rp61 B

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD LK Full Year 2025: Good Growth

GOOD berhasil cetak kinerja LK Full Year 2025 yang surprisingly good karena growth double digit di laba dan cashflow. Tapi ada beberapa hal yang bisa di-improve manajemen agar growthnya tetap konsisten di masa depan. Angkanya kelihatan rapi di permukaan, tapi justru karena terlihat rapi, investor perlu jeli membaca apa yang jadi mesin utamanya, apa yang berpotensi jadi remnya, dan bagian mana yang masih bisa dibuat lebih tahan banting. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Sumber revenue utama GOOD masih sangat jelas berasal dari makanan dalam kemasan. Revenue segmen ini Rp11,79 T atau 89,92% dari total penjualan bersih Rp13,11 T, lalu laba brutonya Rp3,15 T atau 86,25% dari total laba bruto Rp3,65 T. Minuman lebih kecil dari sisi skala, revenue Rp1,32 T atau 10,08%, tapi kontribusi laba bruto Rp502,8 B atau 13,75% yang berarti margin minuman cenderung lebih manis dibanding porsinya. Dari sisi geografi, GOOD masih domestik banget, Rp12,74 T atau 97%, sedangkan ekspor Rp371 B atau 3%. Ini bikin bisnisnya relatif terlindungi dari gejolak global di sisi demand, tapi juga membuat growth jangka panjang lebih bergantung ke daya beli dan distribusi di dalam negeri. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Growth-nya konsisten dan tidak cuma kosmetik. Laba tahun berjalan naik 10,04% dari Rp687,19 B ke Rp756,23 B. CFO naik 10,68% dari Rp1,12 T ke Rp1,25 T. Ini kombinasi yang investor suka, karena laba naik dan uang tunai dari operasi ikut naik. Bahkan margin CFO terhadap pendapatan membaik dari 9,23% ke 9,53%. Jadi bukan cuma jualan bertambah, tapi kemampuan mengubah jualan jadi uang tunai juga makin efisien.

Ada satu bagian yang kelihatan seperti peringatan kecil, tapi bukan bendera merah. Gross profit margin turun dari 28,55% ke 27,88%. Artinya tekanan COGS memang ada, bisa dari bahan baku, logistik, atau bauran produk. Namun net profit margin justru naik tipis dari 5,62% ke 5,76%, yang berarti manajemen berhasil menahan kebocoran di level operasional dan biaya lain. Ini sinyal bahwa tim operasional cukup adaptif, walau tetap ada pekerjaan rumah supaya margin bruto tidak terus tergerus kalau harga komoditas bergerak tidak ramah. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kualitas laba GOOD ini salah satu yang paling enak dibaca. CFO Rp1,25 T jauh di atas laba bersih Rp756,2 B, jadi laba tidak sekadar angka akuntansi. Penerimaan kas dari pelanggan Rp13,24 T bahkan sedikit lebih tinggi daripada penjualan bersih Rp13,11 T. Ini jarang terlihat kalau piutang macetnya mengganggu. Jadi dari sisi kolektibilitas, GOOD terlihat punya disiplin yang bagus, baik dari kekuatan brand, daya sebar distribusi, maupun kontrol kredit ke kanal.

Soal cash discipline, ada pola yang sehat. Mereka bisa bayar dividen tunai Rp350,33 B dan tetap jalan. Mereka juga bisa capex Rp547,8 B untuk aset tetap, dari uang tunai operasi yang memang besar. Free cash flow juga tumbuh 7,35% dari sekitar Rp627,6 B ke sekitar Rp673,7 B, dan FCF margin stabil sekitar 5,13%. Ini tipe bisnis consumer yang kualitasnya terasa, karena growth tidak memaksa perusahaan mengorbankan kas.

Kemampuan bayar utang juga nyaman. Utang jatuh tempo setahun Rp401,8 B, sedangkan kas dan setara kas Rp1,14 T. Secara matematis, GOOD bisa lunasi semua yang jatuh tempo dan masih menyisakan lebih dari Rp740 B kas. Total pinjaman Rp2,21 T dan net debt Rp1,06 T. Dengan CFO Rp1,25 T, secara teori net debt bisa dibereskan kurang dari 2 tahun kalau manajemen mau agresif menurunkan utang, apalagi gearing 0,24 yang tergolong konservatif. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Risiko kursnya ada tapi kelihatan terukur. Ada indikasi transaksi impor karena utang usaha valas Rp33,65 B, sementara mayoritas pemasok tetap Rupiah Rp1,28 T yang menunjukkan dominasi lokal. Strategi natural hedging juga masuk akal, mereka menahan kas valas untuk bayar kewajiban valas. Saldo kas valas ekuivalen USD Rp137,87 B, ada juga Baht Thailand Rp1,13 B dan Euro. Sensitivitas kursnya kecil, USD menguat 1% berdampak sekitar Rp1,13 B ke laba bersih, ini relatif kecil dibanding laba bersih Rp756,2 B.

Kalau kita bicara skenario guncangan global seperti eskalasi besar di Timur Tengah, yang paling terasa biasanya bukan demand domestik, tapi biaya. Minyak dan komoditas pangan bisa naik, COGS terdorong, biaya angkut naik, margin bruto makin tertekan. Namun struktur keuangan GOOD bikin risiko gagal bayar terlihat rendah, kas Rp1,14 T plus CFO Rp1,25 T adalah bantalan yang tebal, dan porsi domestik 97% membuat pendapatan tidak bergantung pada pasar luar yang bisa berhenti mendadak.

Bagian yang paling layak di-improve supaya growth lebih konsisten itu bukan mengejar angka revenue semata, tapi mengurangi titik rapuhnya. Pertama, lindungi margin bruto lewat strategi harga yang disiplin dan inovasi bauran produk, karena gross profit margin sudah turun. Kedua, walau pihak berelasi belum dominan di revenue, transaksi pembelian dari pihak berelasi Rp1,32 T atau 14,02% dari COGS itu cukup material, jadi investor perlu minta konsistensi fairness harga, kualitas, dan ketahanan pasokan supaya tidak jadi sumber tekanan margin yang tersembunyi. Ketiga, karena ekspor hanya 3%, manajemen bisa cari ruang ekspor yang lebih fokus, bukan supaya jadi besar tiba-tiba, tapi untuk memberi lapisan diversifikasi dan tambahan natural hedging. Keempat, pastikan capex Rp547,8 B benar-benar meningkatkan kapasitas, efisiensi, atau kualitas distribusi, bukan sekadar menambah aset yang ROI-nya biasa saja, karena growth jangka panjang biasanya menang di eksekusi detail seperti itu. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🚀 Growth yang beneran nyata
📈 Laba 2025 Rp756,23 B naik 10,04%
💧 CFO 2025 Rp1,25 T naik 10,68%
🧾 CFO Rp1,25 T > laba Rp756,23 B

🍱 Mesin bisnis
🥇 Packaged foods revenue Rp11,79 T 89,92%
🥤 Beverages revenue Rp1,32 T 10,08%
🏠 Domestik Rp12,74 T 97%
🌍 Ekspor Rp371 B 3%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🎯 Margin dan efisiensi
🟡 GPM 27,88% turun dari 28,55%
🟢 NPM 5,76% naik dari 5,62%

💸 Cash discipline
💰 Penerimaan kas pelanggan Rp13,24 T > revenue Rp13,11 T
🏗️ Capex Rp547,8 B
🎁 Dividen Rp350,33 B
🧠 FCF sekitar Rp673,7 B naik 7,35%

🛡️ Utang aman
⏳ Jatuh tempo <1 tahun Rp401,8 B
🏦 Kas Rp1,14 T
🧮 Total pinjaman Rp2,21 T
🧊 Net debt Rp1,06 T
🧷 Gearing 0,24
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

⚠️ PR manajemen
🧱 Jaga GPM dari tekanan COGS
🔍 Transaksi berelasi pembelian Rp1,32 T 14,02% COGS
🌐 Tambah ekspor selektif buat diversifikasi dan hedging

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

oke lanjut part 30 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (DMAS, GOOD, SMAR)

PT Puradelta Lestari Tbk ( $DMAS )
Bisnis: Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas (industrial land, komersial, hunian, rental & hotel).
Revenue sangat dominan dari penjualan lahan industri (data center, FMCG, F&B).
Karakter DMAS:
- Tidak punya utang
- Margin tinggi (45–55%)
- Laba sangat tergantung timing serah terima lahan

True EPS normal ≈ 950 miliar / 48,2 miliar = ~Rp19–20 per lembar
konservatif: 8x True EPS → 8 × 20 = Rp160 per lembar
Range fair value:
7x → Rp140 per lembar
9x → Rp180 per lembar

2021 Recovery, margin tinggi, driver FMCG
2022 Boom, margin sangat tinggi, driver Data center mulai, risiko Ketergantungan sektor
2023 Normalisasi, margin tinggi, driver Data center, risiko Global demand
2024 Boom 2, margin tinggi, driver Data dominan, risiko Suku bunga
2025 Koreksi ringan, margin tinggi, driver Data center 60%, risiko Geopolitik
2026(estimasi) Early rebound, margin stabil, Pipeline 75 ha, Konsentrasi data center

DMAS unik: Bukan heavy capex seperti manufaktur
Capex mainly: infrastruktur kawasan (jalan, WTP recycle, security center, TPST)

Strategi optimalisasi capex:
- Bangun infrastruktur bertahap sesuai demand
- Fokus utility (WTP recycle → ESG value)
- Security & command center → tarik data center
- Tidak over-expand landbank

Manajemen sangat disiplin:
- Tidak berutang
- Tidak agresif ekspansi
- Cash buffer tinggi
Ini membuat ROE stabil walau siklus turun.

jadi, DMAS adalah:
- Cash-rich cyclical industrial landlord
- Dengan margin sangat tinggi
- Tanpa utang
- Tapi tergantung timing revenue
Kalau siklus data center 3–5 tahun lagi berjalan → 2026–2028 bisa jadi fase akumulasi laba lagi.

lanjut $GOOD , perusahaan makanan & minuman consumer branded dengan 7 brand utama: Garuda, Gery, Chocolatos, Clevo, Prochiz, OKKY, Mountea.

Kategori produk:
- Snack (kacang, pilus, pellet, keripik)
- Biscuit & confectionery
- Dairy beverage
- Powder drink
- Keju & salad dressing
- Jelly drink & RTD tea

Didukung distribusi SNS:
- 125 depo
- 270.000 outlet
- 11 pabrik + OEM

Model bisnis:
👉 High volume – low margin – FMCG defensive

Trend penting:
- 2022 sempat tertekan CPO & bahan baku
- 2023–2025 recovery kuat
- Margin gradually improve
- Cash flow operasional stabil

harga Wajar konservatif: 14–17x = 420–480 per share.

fase GOOD
2021 Recovery pasca covid, Stabil, Snack mid mass, margin Normal, capex Maintenance
2022 Margin pressure, Tertekan bahan baku, Tertekan daya beli, margin Turun, capex Maintenance
2023 Re-acceleration, Profit rebound, Demand normalize, margin Naik, capex Upgrade line
2024 Expansion, Strong momentum, Premiumisasi, margin Improve, capex Expansion
2025 Mature Growth, Compounding FMCG, Stabil volume growth, margin Improve, capex Capacity expansion

Manajemen memaksimalkan capex dengan:
- Upgrade automation line
- Ekspansi dairy & beverage
- OEM partner strategy (asset light sebagian)
- Integrasi distribusi SNS
- Fokus high margin brand (Prochiz, Chocolatos)

Capex → diarahkan ke:
- Pabrik modern
- Efficiency cost
- Penetrasi regional
Artinya: bukan capex defensif, tapi capex growth.

jadi GOOD adalah:
✔ FMCG defensif
✔ Compounding mid tier
✔ Manajemen konservatif
✔ Distribusi kuat
✔ Capex growth oriented

Bukan saham high growth, tapi bisa jadi steady compounder 10–15% per tahun.

lanjut $SMAR , perusahaan agribusiness terintegrasi berbasis kelapa sawit:
- Upstream : Perkebunan kelapa sawit (tanaman menghasilkan & belum menghasilkan), Produksi CPO & PK
- Midstream : Refinery & fractionation, Oleochemical
- Downstream / Consumer : Minyak goreng & produk konsumen (brand Filma, dsb), Ekspor dan domestik

Karakter utama bisnis:
- Margin sangat tergantung harga CPO global
- Inventory sangat besar (25–30% aset)
- Working capital intensif
- Volatilitas tinggi karena regulasi & harga komoditas

Karakter SMAR:
- Komoditas (cyclical)
- Margin fluktuatif
- Capital intensive
- Working capital tinggi
👉 Multiple wajar historis komoditas sawit: 5–7x siklus normal = 3.725 - 5.215 per share

fase SMAR
2021 – Recovery
Fase: Pemulihan
Laba: Normal kembali
Market: Ekspor pulih, harga mulai naik

2022 – Peak Cycle
Fase: Supercycle
Laba: Lonjakan tinggi
Market: Harga CPO sangat kuat

2023 – Normalisasi
Fase: Downcycle
Laba: Turun signifikan
Market: Harga terkoreksi

2024 – Rebound
Fase: Pemulihan margin
Laba: Naik kembali
Market: Stabil lebih sehat

2025 – Mid-Cycle Stabil
Fase: Stabil kuat
Laba: Konsisten
Market: Harga tidak peak, tapi sustain

CAPEX Digunakan Untuk:
- Replanting kebun (menaikkan yield jangka panjang)
- Refinery & downstream value added
- Pabrik & efisiensi
- Peremajaan tanaman belum menghasilkan → future FFB growth

Pola Capex:
- Tidak agresif ekspansi lahan besar
- Lebih fokus optimalisasi & downstream margin
- Working capital heavy (inventory management penting)

Strategi ini membuat:
- ROIC lebih stabil
- Risiko ekspansi liar rendah
- Lebih defensif dibanding pure upstream

Fundamental:
- Neraca sehat
- Inventory dominan (perlu monitoring)
- Obligasi jatuh tempo 2026 sudah disiapkan sumber dana
- Capex stabil dan ekspansi terkontrol

SMAR = saham cyclical tactical, bukan compounder stabil.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

$GOOD: Pemegang saham dan anggota komisaris serta direksi Garudafood Putra Putri Jaya — yang terdiri dari Pangayoman Adi Soenjoto, Kusumo Dewiningrum Sunjoto, Rahajoe Dewiningroem Soenjoto, Sudhamek Agoeng Waspodo S, Hartono Atmadja, Hardianto Atmadja, dan Eka Susanto W Sunarso — masing–masing membeli ~61,6 juta, ~61,2 juta, ~59,1 juta, ~43,6 juta, ~2,5 juta, ~5 juta, dan ~85.900 saham GOOD dengan harga rata–rata Rp357/lembar atau senilai total ~Rp83,3 M pada 24 Februari 2026.

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-eskalasi-konflik-asiran-dampak-ke-ihsg?source=research

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

Halo rekan investor! Mari kita bedah performa keuangan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (kode saham: GOOD) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sebagai mentor Anda, saya melihat ada beberapa poin krusial yang menunjukkan ketangguhan fundamental emiten ini yang harus kita perhatikan.

**1. Pertumbuhan Pendapatan dan Laba yang Solid**
GOOD berhasil mencetak pertumbuhan penjualan yang sangat positif, naik dari Rp12,23 triliun pada 2024 menjadi Rp13,11 triliun pada 2025. Kenaikan *top-line* ini sukses diikuti oleh pertumbuhan Laba Bruto dari Rp3,49 triliun menjadi Rp3,65 triliun. Yang paling menggembirakan bagi kita sebagai investor adalah *bottom-line* alias Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk naik signifikan dari Rp624,47 miliar menjadi Rp688,65 miliar. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu berekspansi sekaligus menjaga profitabilitasnya.

**2. Penguatan Aset dan Modal (Ekuitas)**
Dari sisi neraca, GOOD terus bertumbuh membesar. Total Aset perusahaan meningkat tajam dari Rp8,43 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp9,33 triliun pada 2025. Walaupun ada peningkatan pada Total Liabilitas dari Rp4,42 triliun menjadi Rp4,97 triliun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena Total Ekuitas perusahaan juga menguat dari Rp4,00 triliun menjadi Rp4,36 triliun. Porsi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya pun sangat tebal, mencapai Rp2,59 triliun. Ini menandakan fundamental neraca yang tergolong sehat.

**3. Arus Kas Operasi yang Gemuk**
Ingat prinsip ini: *Cash is King*. Sebuah perusahaan bisa saja mencetak laba di atas kertas, tapi arus kasnya negatif. GOOD membuktikan kinerja operasional yang mumpuni dengan mencetak Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi sebesar Rp1,25 triliun, naik dari Rp1,12 triliun pada tahun sebelumnya. Likuiditas perusahaan juga sangat aman, terlihat dari posisi Kas dan Setara Kas di akhir periode yang meroket menjadi Rp1,14 triliun dibandingkan Rp921,5 miliar di tahun 2024. Uang kas yang melimpah ini memberikan amunisi bagi manajemen untuk membagikan dividen tunai atau melakukan investasi di masa depan.

**4. Kenaikan Laba Per Saham (EPS)**
Peningkatan laba bersih langsung berdampak manis pada Laba Per Saham (EPS) dasar dari operasi yang dilanjutkan, yang naik dari 16,93 (2024) menjadi 18,67 (2025). Ini adalah indikator langsung bahwa nilai investasi per lembar saham yang Anda pegang mengalami peningkatan kapasitas mencetak laba.

**Arahan Mentor untuk Strategi Investasi Anda:**
Emiten GOOD berada di sektor *Consumer Non-Cyclicals* (makanan dan minuman olahan) yang pergerakannya cenderung defensif dan kebal terhadap guncangan siklus ekonomi makro. Dengan melihat data finansial di atas, GOOD menunjukkan profil perusahaan yang mapan, bertumbuh secara stabil, dan jago mencetak kas ("*cash cow*").

Namun, sebagai catatan, Anda harus tetap mengawasi pos Beban Pokok Penjualan yang ikut membengkak dari Rp8,74 triliun menjadi Rp9,46 triliun. Kenaikan beban bahan baku sangat wajar di industri ini, tetapi pantau terus kemampuan manajemen dalam menaikkan harga jual produk untuk menjaga marjin laba.

Kesimpulannya, saham ini sangat layak masuk ke dalam *portfolio* Anda untuk tujuan investasi jangka menengah hingga panjang (*long-term holding*), khususnya bagi Anda yang menyukai ketenangan dan emiten dengan arus kas prima. Terapkan strategi cicil beli pada area-*area support* (*buy on weakness*) dan nikmati pertumbuhan nilainya dari waktu ke waktu! Tetap disiplin dengan *money management* Anda. Selamat berinvestasi!

https://cutt.ly/5tEKIM7o

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pemegang Saham & Komisaris GOOD Borong Saham Senilai Rp80,5 M

Pemegang saham dan anggota komisaris Garudafood Putra Putri Jaya ($GOOD) — yang terdiri dari Pangayoman Adi Soenjoto, Kusumo Dewiningrum Sunjoto, Rahajoe Dewiningroem Soenjoto, dan Sudhamek Agoeng Waspodo S — masing–masing membeli ~61,6 juta, ~61,2 juta, ~59,1 juta, dan ~43,6 juta saham GOOD dengan harga rata–rata Rp357/lembar atau senilai total ~Rp80,5 M pada 24 Februari 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]

------
Stockbit Sekuritas

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

saham bagus blm gerak $GOOD $BNBR $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Tujuh pengendali serentak memborong saham Garudafood (GOOD). Itu dilakukan dengan menyerap 233.238.000 helai alias 233,23 juta lembar. Transaksi pentolan perusahaan itu, telah ditahbiskan pada 24 Februari 2026.
Transaksi berjemaah tersebut terjadi dengan harga pelaksanaan Rp357 per...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD 24 Feb 26
Investor: KUSUMO DEWININGRUM SUNJOTO
Action: BUY
Shares Traded: +61,188,800 (+0.1658%)
Current: 3,633,383,500 (9.8471%)
Previous: 3,572,194,700 (9.6813%)
Broker: PD
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD 24 Feb 26
Investor: SUDHAMEK AGOENG WASPODO S
Action: BUY
Shares Traded: +43,594,400 (+0.1181%)
Current: 3,239,636,650 (8.78%)
Previous: 3,196,042,250 (8.6619%)
Broker: PD
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD 24 Feb 26
Investor: RAHAJOE DEWININGROEM SOENJOTO
Action: BUY
Shares Traded: +59,148,500 (+0.1603%)
Current: 2,820,880,796 (7.6451%)
Previous: 2,761,732,296 (7.4848%)
Broker: PD
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD 24 Feb 26
Investor: PANGAYOMAN ADI SOENJOTO
Action: BUY
Shares Traded: +61,586,600 (+0.1669%)
Current: 3,559,410,371 (9.6466%)
Previous: 3,497,823,771 (9.4797%)
Broker: PD
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD Ngga ada rencana Buybuck kah ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AMRT Lebih Pilih Ekspansi ke Bangladesh Ketimbang Ekspansi Ke Indonesia

Kemarin saya baca berita Alfamart ekspansi ke Bangladesh, awalnya saya mikir ngapain sih ini Alfamart jauh-jauh ekspansi ke Bangladesh wong negara kita luas, ada ribuan kota yang bisa dimasuki.

Saya baru tahu jawabannya setelah lihat pernyataan Menteri Koperasi, bukan Budi Arie yang terkopdes-kopdes, yang bilang kalau sudah ada Koperasi Merah Putih di desa, jangan lagi ada Alfamart dan Indomaret di situ.

Membaca hal itu saya jadi sadar kenapa Alfamart lebih pilih ke Bangladesh. Ada bagusnya sih buat Alfamart ekspansi ke Bangladesh, penduduk di sana juga banyak banget sih. Bagus buat ekspansi. Di sana juga sangat parah korupsinya. Tapi saya yakin Alfamart bisa lah menjalani hidup di Bangladesh yang banyak korupsi. Di Indonesia aja bisa, masa di Bangladesh ndak bisa sih. Udah terlatih dong. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Semoga saja harga barang di Kopdes harganya bisa lebih murah dari harga Alfamart Indomaret dan barangnya lebih bagus dari Alfamart dan Indomaret. Soalnya saya suka sama cream keju Puck yang di Alfamart dan Indomaret. Itu nanti ada ndak ya di Kopdes. Semoga harga Hydrococo $KLBF dan Chocolatos $GOOD bisa lebih murah di Kopdes.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@bennyyulius kalo $GOOD ada sugest ga om?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Musbar015 sabar seminggu mau lebaran naik banyak yg butuh kacang $GOOD 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD nyangkut di 354

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GEMA $SMRA $GOOD akan kah ara?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ICBP $GOOD $SCMA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. - GOOD
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/Stbsv2BF

$GOOD

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD kok gk dapet ya padahal udh antri dari jam 11.00 😌😌😌

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOOD $IDEA pak EKO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

aku ga pernah disayang... $GOOD

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy