


Volume
Avg volume
PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. atau DVLA memiliki bidang usaha Industri Farmasi berkedudukan di Jakarta, Indonesia. Perseroan memproduksi produk-produk berkualitas tinggi untuk lini produk Consumer Health dan Ethical. Saat ini, 92,66% saham Darya-Varia dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd. (BSSPL). BSSPL merupakan afiliasi dari United Laboratories, Inc. (Unilab) yang saat ini memiliki jaringan afiliasi tersebar di negara-negara Asia, termasuk di Indonesia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Laos, Kamboja dan Cina. Brand produk DVLA diantaranya NATURE-E, ENERVON-C, NEOZEP FORTE, NEW DIATABS dan VICEE.
Darya-Varia Laboratoria Tbk - DVLA
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/Vto0gXmj
$DVLA
1/4




Penyebab Utama Hancurnya Mayoritas Dinasti Kekaisaran China = Pajak Berat yang Mencekik Rakyat
Sejarah dinasti di China itu sangat panjang dan rumit, tapi kalau dilihat sebenarnya semua dinasti di China memiliki pola berulang seperti siklus hidup dan saham yang awalnya naik, jaya, lalu pelan pelan hancur. Orang Tiongkok sendiri menyebutnya sebagai Mandat Langit pindah dari satu dinasti ke dinasti berikutnya. Hampir selalu kombinasi pusat kekuasaan yang melemah, krisis ekonomi, pajak berat yang memicu pemberontakan rakyat, dan ancaman luar yang datang pas timing negara lagi rapuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dinasti paling awal yang diceritakan tradisi adalah Xia, sekitar 2.070 SM sampai 1.600 SM. Statusnya setengah legenda. Cerita klasik bilang Xia runtuh karena raja terakhirnya tiran dan bejat, pajak berat, pesta jalan terus, dan tidak peduli rakyat. Lalu muncul klan Shang yang mengaku membawa tatanan baru, menggulingkan Xia, dan mendirikan Dinasti Shang sekitar 1.600 SM sampai 1.046 SM. Shang sendiri akhirnya jatuh ke tangan Zhou. Polanya mirip. Raja terakhir Shang digambarkan mabuk kemewahan dan kejam, bangsawan banyak yang berbalik mendukung Zhou, dan dalam perang besar di Muye pasukan Shang bubar. Dinasti Zhou berdiri dan bertahan lama sekali, hampir 800 tahun dari sekitar 1.046 SM sampai 256 SM. Zhou hancur bukan karena satu perang saja, tapi karena sistem feodalnya bikin bangsawan daerah makin kuat, sementara raja Zhou makin lemah. Negara negara bawahan saling perang di era Musim Semi Gugur dan Negara Perang, sampai akhirnya kerajaan Qin yang paling disiplin dan militeristik menelan sisa Zhou yang cuma tinggal nama.
Dinasti Qin sendiri umurnya sangat pendek, sekitar 221 SM sampai 206 SM, tapi pengaruhnya besar karena pertama kali menyatukan Tiongkok dengan negara terpusat. Qin Shi Huang membangun jalan, kanal, cikal bakal Tembok Besar, dan standarisasi ukuran serta tulisan. Semua itu dibayar dengan pajak super berat, kerja paksa, dan hukum yang keras. Begitu kaisar pertama wafat, intrik istana dan penerus yang lemah mempercepat runtuhnya. Pemberontakan petani di mana mana, elit lokal ikut berbalik, dan dinasti yang kelihatan super kuat itu tumbang hanya dalam belasan tahun. Dari kekacauan ini muncul Dinasti Han yang berdiri sekitar 206 SM sampai 220 M. Han membawa stabilitas panjang, ekonomi tumbuh, budaya Konfusian menguat. Tapi menjelang akhir, pola klasik muncul lagi. Tanah terkonsentrasi di tangan tuan tanah besar, petani tercekik pajak, kasim dan pejabat saling sikut, jenderal daerah punya pasukan sendiri. Pemberontakan Serban Kuning dan gerakan lain mengguncang negara, dan Han pecah menjadi tiga kekuatan besar Wei, Shu, dan Wu.
Setelah Han, Tiongkok masuk fase panjang pecah belah. Dinasti Jin berdiri di atas puing puing Tiga Kerajaan sekitar 266 sampai 420, sempat menyatukan lagi, lalu pecah karena perang saudara di kalangan pangeran, pemberontakan, dan tekanan suku suku dari utara. Ibukota jatuh, keluarga kerajaan kabur ke selatan. Di utara dan selatan muncul banyak negara sekaligus di era Dinasti Utara Selatan. Di sini terlihat pola hancur yang beda. Bukan satu ledakan tunggal, tapi erosi perlahan. Pusat tidak cukup kuat, wilayah wilayah jadi kerajaan masing masing. Baru setelah ratusan tahun tarik menarik, muncul keluarga Yang yang akhirnya mampu menyatukan lagi lewat Dinasti Sui sekitar 581 sampai 618.
Dinasti Sui adalah contoh dinasti yang mati muda karena terlalu ambisius. Dalam waktu singkat mereka membangun Grand Canal yang menghubungkan utara selatan, memperkuat tembok, dan memulai perang besar melawan Goguryeo di Korea. Proyek raksasa ini butuh dana dan tenaga sangat besar. Kerja paksa dan perang yang tidak kunjung menang bikin rakyat dan elite lelah. Pemberontakan bermunculan di mana mana. Di tengah kekacauan, jenderal Li Yuan mengambil alih dan mendirikan Dinasti Tang pada 618. Tang bertahan hampir 300 tahun sampai 907 dan sering disebut salah satu puncak peradaban Tiongkok. Namun di pertengahan dinasti meledak Pemberontakan An Lushan yang menghancurkan ekonomi dan menguras pasukan. Untuk memadamkan krisis, istana menyerahkan banyak kekuasaan ke gubernur militer daerah yang disebut jiedushi. Lama lama mereka berubah jadi penguasa lokal semi merdeka. Korupsi, pajak berat, dan pemberontakan lanjutan seperti Huang Chao memperparah keadaan. Di titik tertentu pemerintah pusat hanya salah satu pemain di antara banyak panglima kuat. Tang runtuh, dan negara masuk era Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan yang penuh kerajaan kecil hidup mati dalam beberapa dasawarsa.
Dari dunia yang terpecah ini lahir Dinasti Song sekitar 960 sampai 1279. Pendiri Song, Zhao Kuangyin, merebut kekuasaan dari atasannya sendiri lalu pelan pelan menaklukkan negara kecil lain. Song sangat kuat di ekonomi, perdagangan, teknologi, dan budaya, tetapi sengaja melemahkan militer agar tidak mudah kudeta. Ini membawa konsekuensi panjang. Di utara ada kekuatan nomaden dan semi nomaden seperti Khitan Liao lalu Jurchen Jin yang punya tradisi militer lebih tajam. Song Utara akhirnya dikalahkan Jin, kaisar ditawan, dan keluarga kerajaan lari ke selatan mendirikan Song Selatan. Song Selatan masih mampu bertahan sekitar satu abad, tetapi pada saat yang sama Mongol bangkit. Setelah Mongol menaklukkan dinasti dinasti tetangga dan mengelilingi Song, mereka menjalankan perang panjang yang akhirnya memaksa Song menyerah. Di sini jelas sekali pola hancur yang dominan eksternal. Song bukan runtuh karena pemberontakan petani besar, tetapi karena kalah perang terus menerus melawan kekuatan militer yang lebih tangguh.
Dinasti Yuan, dinasti Mongol yang memerintah Tiongkok, memakai nama dinasti resmi sejak 1271 dan berkuasa sampai 1368. Mereka menghadapi persoalan memerintah populasi Han yang jauh lebih besar, sambil mempertahankan hirarki etnis yang menempatkan Mongol di atas. Pajak dan pungutan berat, bencana alam seperti banjir Sungai Kuning, kelaparan, dan epidemi membuat rakyat menderita. Di istana, faksi elite saling berebut posisi. Di desa, kelompok keagamaan dan rahasia seperti Serban Merah memimpin pemberontakan luas. Salah satu pemimpin yang paling sukses adalah Zhu Yuanzhang, anak petani miskin yang pernah jadi biksu. Ia menggunakan jaringan religius dan militer untuk mengusir Yuan dari Tiongkok bagian tengah dan selatan, lalu merebut ibukota dan mendirikan Dinasti Ming pada 1368. Yuan hancur sebagai kombinasi klasik tekanan ekonomi, bencana alam, pemberontakan besar, dan elite yang tidak lagi solid.
Dinasti Ming bertahan sekitar 276 tahun sampai 1644 dan sangat percaya diri sebagai dinasti Han yang mengusir Mongol. Namun menjelang akhir, Ming menghadapi krisis fiskal serius. Perdagangan perak global berubah sehingga arus pajak ke kas negara terganggu, sementara biaya pertahanan dan birokrasi terus naik. Korupsi merajalela, klik kasim dan pejabat saling menjegal, reformasi setengah hati. Di saat yang sama, ada kekeringan, kelaparan, dan wabah yang memukul pedesaan. Petani yang tidak sanggup bertahan bergabung dengan kelompok pemberontak seperti yang dipimpin Li Zicheng. Pasukannya akhirnya merebut Beijing, kaisar Chongzhen bunuh diri. Secara teori Ming sudah jatuh, tetapi di utara sudah berdiri kekuatan Manchu yang sebelumnya membangun negara sendiri. Jenderal Wu Sangui yang mengontrol gerbang utama di Shanhai, terjepit antara Li Zicheng dan Manchu, memilih bersekutu dengan Manchu. Pasukan Manchu masuk, mengalahkan Li, dan merebut Beijing. Mereka memproklamasikan Dinasti Qing yang kemudian menguasai Tiongkok.
Dinasti Qing yang berasal dari Manchuria memerintah dari sekitar 1644 sampai 1912, hampir 270 tahun. Di awal dan pertengahan, Qing cukup kuat. Mereka memperluas wilayah sampai Xinjiang, Tibet, Mongolia, dan Taiwan. Namun memasuki abad ke delapan belas akhir dan abad ke sembilan belas, kombinasi masalah internal dan eksternal menghantam sekaligus. Penduduk meledak, tekanan terhadap tanah meningkat, birokrasi membengkak dan korup, dan pemberontakan raksasa seperti Taiping serta Nian menewaskan puluhan juta orang dan menghancurkan wilayah luas. Pada saat yang sama, kekuatan Barat dan kemudian Jepang datang dengan teknologi militer yang jauh lebih maju. Kekalahan dalam Perang Candu dan perang lain memaksa Qing menandatangani perjanjian tidak adil, membuka pelabuhan paksa, dan kehilangan wilayah. Wibawa dinasti ambruk. Reformasi yang coba dilakukan sebagian elite terlambat dan tidak cukup dalam. Di awal abad dua puluh, gerakan nasionalis anti Manchu dan pro republik makin kuat. Revolusi 1911 meledak, provinsi provinsi satu per satu melepaskan diri, dan akhirnya kaisar terakhir Puyi turun tahta pada 1912. Sistem dinasti yang sudah berjalan ribuan tahun pun berakhir.
Kalau dilihat dari atas, pola hancurnya dinasti dinasti ini punya banyak kemiripan. Hampir selalu ada kombinasi pusat kekuasaan yang melemah karena intrik faksi dan korupsi, tekanan ekonomi yang berat bagi rakyat, bencana alam yang memperburuk keadaan, pemberontakan petani atau gerakan massa yang meluas, dan ancaman luar yang datang pada saat negara tidak lagi solid. Konsep Mandat Langit jadi cara orang zaman itu memberi makna. Kalau bencana dan pemberontakan bertubi tubi, itu dianggap tanda Langit sudah menarik mandatnya. Narasi resmi dinasti baru selalu mengklaim mereka datang untuk memulihkan tatanan setelah pendahulunya rusak dan tidak bermoral.
Namun tiap dinasti juga punya gaya hancur yang berbeda. Qin hancur sangat cepat karena fondasinya memang paksa dan teror, sehingga begitu penguasa kuatnya hilang, tidak ada loyalitas yang menahan. Han dan Tang hancur perlahan, lewat erosi jangka panjang dan serangkaian pemberontakan besar. Song runtuh lebih karena faktor eksternal, kalah perang dari Liao, Jin, lalu Mongol, dengan militer yang secara desain sengaja dibuat di bawah sipil. Yuan dan Qing sama sama dinasti asing, tetapi Yuan tumbang di tengah bencana dan pemberontakan petani, sementara Qing harus menghadapi tekanan ganda dari pemberontakan internal raksasa dan guncangan global modernisasi serta kolonialisme Barat. Ada juga perbedaan soal seberapa rapi transisinya. Dari Ming ke Qing ada kombinasi pemberontakan internal dan invasi luar. Dari Qing ke Republik, kekaisaran digantikan oleh sistem politik baru sama sekali, bukan oleh dinasti lain. Jadi pola besarnya berulang, tapi detailnya selalu ditentukan oleh konteks zaman, teknologi, dan siapa musuh utama di luar perbatasan pada era itu.
• 🐢 Dinasti Xia
• Periode 2.070–1.600 SM
• Durasi kira-kira 470 tahun
• Runtuh karena raja terakhir digambarkan tiran, pajak berat, pesta berlebihan, lalu bangkitnya klan Shang yang menggulingkan
• 🐲 Dinasti Shang
• Periode 1.600–1.046 SM
• Durasi kira-kira 550 tahun
• Runtuh karena raja terakhir boros dan kejam, elit berbalik arah, koalisi Zhou menang di perang Muye, Mandat Langit pindah
• 🏯 Dinasti Zhou
• Periode 1.046–256 SM
• Durasi kira-kira 790 tahun paling lama
• Runtuh pelan-pelan karena sistem feodal bikin bangsawan daerah makin kuat, raja melemah, perang terus di era Negara Perang, akhirnya negara Qin menelan sisa Zhou
• 🧱 Dinasti Qin
• Periode 221–206 SM
• Durasi kira-kira 15 tahun paling pendek di antara dinasti besar
• Runtuh karena pajak dan kerja paksa ekstrem, hukum super keras, intrik istana setelah Qin Shi Huang wafat, lalu pemberontakan petani dan bangsawan
• 🐉 Dinasti Han
• Periode 206 SM–220 M
• Durasi kira-kira 426 tahun
• Runtuh karena konflik kasim vs pejabat, tuan tanah kuasai tanah, pajak berat, pemberontakan Serban-Kuning, jenderal daerah jadi raja kecil, negara pecah jadi Tiga Kerajaan
• ⚔️ Dinasti Jin dan era Utara–Selatan
• Jin 266–420, lalu banyak kerajaan utara–selatan 420–589
• Runtuh dan terpecah karena perang saudara keluarga kerajaan, pemberontakan, dan tekanan suku utara, pusat tidak pernah cukup kuat untuk rekatkan semua wilayah
• 🚤 Dinasti Sui
• Periode 581–618
• Durasi kira-kira 37 tahun
• Runtuh karena proyek raksasa Grand Canal dan perang ke Korea habiskan tenaga serta kas, kerja paksa masif, pemberontakan di banyak daerah, jenderal Li Yuan ambil alih dan lahir Tang
• 🌸 Dinasti Tang
• Periode 618–907
• Durasi kira-kira 289 tahun
• Runtuh karena Pemberontakan An Lushan menghancurkan ekonomi, jenderal daerah jiedushi jadi terlalu kuat, korupsi dan pajak berat, pemberontakan besar lain, negara pecah ke Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan
• 📜 Dinasti Song
• Periode 960–1279
• Durasi kira-kira 319 tahun
• Runtuh terutama karena militer lemah, terlalu sipil, kalah perang dari Liao dan Jin lalu Mongol, Song Utara jatuh, Song Selatan bertahan sebentar sampai dihantam penuh oleh Mongol
• 🐎 Dinasti Yuan
• Periode 1271–1368
• Durasi kira-kira 97 tahun
• Runtuh karena administrasi kacau, hierarki etnis yang bikin benci, pajak tinggi, banjir dan kelaparan, pemberontakan Serban-Merah, Zhu Yuanzhang mengusir Mongol lalu dirikan Ming
• 🏮 Dinasti Ming
• Periode 1368–1644
• Durasi kira-kira 276 tahun
• Runtuh karena krisis kas akibat perak langka, biaya militer tinggi, korupsi parah, bencana alam dan kelaparan, pemberontakan Li Zicheng merebut Beijing, kaisar bunuh diri, Manchu masuk dan ambil alih
• 🐦 Dinasti Qing
• Periode efektif 1644–1912
• Durasi kira-kira 268 tahun
• Runtuh karena ledakan penduduk, tekanan tanah, korupsi birokrasi, pemberontakan raksasa seperti Taiping, kekalahan beruntun dari Barat dan Jepang, perjanjian tidak adil, reformasi terlambat, Revolusi 1911 paksa kaisar turun
• 🔁 Pola besar yang mirip di hampir semua dinasti
• Pusat melemah, faksi istana dan kasim pejabat jenderal tarik-menarik
• Pajak berat, ketimpangan tanah, bencana alam, rakyat marah lalu lahir pemberontakan petani
• Ancaman luar masuk pas timing negara lagi lemah
• Dinasti baru selalu mengklaim Mandat Langit pindah karena pendahulunya korup dan tidak bermoral
• 🔍 Perbedaan pola runtuh tiap dinasti
• Qin jatuh ultra-cepat, fondasi paksa tanpa loyalitas, begitu penguasa karismatik hilang langsung ambruk
• Han dan Tang erosi panjang, berakhir lewat serangkaian pemberontakan dan fragmentasi daerah
• Song lebih banyak tumbang karena faktor eksternal, dikalahkan musuh militer yang lebih tajam dari utara
• Yuan dan Qing sama-sama dinasti asing, tetapi Yuan jatuh terutama oleh pemberontakan petani, sedangkan Qing masih harus menghadapi guncangan modernisasi global dan imperialisme Barat
• Transisi Ming ke Qing kombinasi pemberontakan internal plus masuknya kekuatan luar Manchu, sedangkan transisi Qing ke Republik memutus rantai dinasti sama sekali dan ganti sistem politik penuh
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$DVLA $PRDA $SIDO

Seleksi saham syariah di sektor kesehatan berdasarkan yield dividend. Saham mana yang terbaik? Bahas di komen
Random tag : $IHSG $DVLA $SIDO
$SIDO whenever in doubt, just zoom-out and see the bigger picture.
$TSPC $DVLA
*ternyata ane beli di pucuk, nyangkut, dan mandadak menjadi investor SIDO mulai sejak saat itu..💀
https://stockbit.com/post/21070645

$DVLA LK Q3 2025: Enervon C
Musim hujan sering mengubah pola konsumsi masyarakat. Begitu cuaca mulai dingin dan tubuh mudah drop, vitamin penambah daya tahan tubuh jadi incaran. Enervon C adalah salah satu yang paling sering disebut dan produk itu diproduksi oleh PT Darya Varia Laboratoria Tbk atau DVLA. Rasanya wajar jika kita punya ekspektasi bahwa di musim penjualan tinggi seperti ini laba perusahaan akan melesat. Namun apakah kinerja DVLA secemerlang ekspektasi? Atau jangan-jangan vitamin laku, tapi uangnya tidak mengalir sebagai kas ke perusahaan? Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jika ditelusuri dari data historis 2016 sampai 2024, pendapatan DVLA cenderung naik dari tahun ke tahun. Tahun 2016 revenue berada di sekitar 1,45 triliun Rupiah, kemudian bertahap naik menjadi 1,57 triliun pada 2017, lalu 1,70 triliun pada 2018, dan menembus 1,81 triliun pada 2019. Tahun 2020 pertumbuhan sempat melambat, hanya naik tipis ke 1,83 triliun. Tahun 2021 revenue menyentuh 1,90 triliun, namun tahun 2023 sedikit turun ke 1,89 triliun. Tahun 2024 revenue kembali melonjak signifikan ke sekitar 2,09 triliun, atau meningkat lebih dari 10% dibanding tahun sebelumnya. Secara pendapatan, bisnis DVLA tergolong stabil dan jarang mengalami kontraksi dalam periode panjang.
Namun ceritanya berbeda ketika melihat laba. Laba puncak terjadi pada 2019 di angka sekitar 221 miliar Rupiah. Lalu menurun di 2020 menjadi 162 miliar, dan turun lagi di 2021 menjadi 146 miliar. Tahun 2022 dan 2023 laba stagnan di sekitar 146 sampai 149 miliar. Baru pada 2024 laba mulai pulih ke 156 miliar. Kesimpulannya, pendapatan stabil, tetapi laba cenderung stagnan pada rentang 2020 sampai 2023 sebelum akhirnya membaik pada 2024. Masalahnya tidak selesai di sini, karena grafik kas dari operasi jauh lebih volatile. Contoh ekstrem terjadi pada 2018 ketika kas dari operasi hanya 26,63 miliar. Tahun 2019 melonjak ke 272 miliar, lalu turun menjadi 106 miliar pada 2020, kemudian melonjak ke 435 miliar pada 2021. Lalu 2022 kembali jatuh menjadi minus 16,06 miliar. Tahun 2023 pulih ke 109 miliar dan 2024 naik lagi ke 331,76 miliar. Secara sederhana, laba DVLA tidak selalu berubah menjadi kas nyata. Ada tahun ketika laba bagus tetapi arus kas anjlok.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Masuk ke 2025, kita fokus ke kinerja kuartalan. Q1 2025 menghasilkan pendapatan sekitar 544 miliar. Q2 berada di kisaran yang hampir sama, sekitar 542 miliar. Q3 2025 juga stabil di 542 miliar. Sepanjang Januari sampai September 2025, total pendapatan mencapai 1,63 triliun atau naik 2,23% dibanding periode yang sama tahun 2024 yang berada di 1,59 triliun. Dari sisi laba, Q1 menghasilkan 78,86 miliar, lalu Q2 turun ke 42,57 miliar, namun Q3 naik tipis menjadi 42,89 miliar. Laba kumulatif 9 bulan 2025 mencapai 164,33 miliar, atau naik 11,50% dibanding 147,39 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham juga naik dari 132 Rupiah menjadi 147 Rupiah. Secara profit, DVLA terlihat membaik.
Namun, ketika kita membahas kas dari operasi, grafik kembali berubah watak. Q1 menghasilkan 60,54 miliar, lalu Q2 naik ke 94,03 miliar, tetapi Q3 drop tajam menjadi hanya 37,23 miliar. Secara akumulasi selama 9 bulan, arus kas operasi hanya 191,79 miliar, turun jauh dari 336,58 miliar tahun lalu. Artinya, laba naik, tetapi kas yang benar-benar masuk ke perusahaan turun drastis sekitar 43%. Penyebabnya bukan karena penjualan turun, tetapi karena penerimaan kas dari pelanggan turun dan pembayaran ke pemasok naik. Secara sederhana, penjualan laku, tetapi pembayaran dari pelanggan tidak secepat sebelumnya, sementara perusahaan harus lebih dulu membayar pemasok.
Ada sisi positif. DVLA tidak punya utang berbunga. Perusahaan menjaga kas cukup tinggi sehingga sanggup membayar dividen tunai sebesar 75,04 miliar atau 67 Rupiah per saham pada Juli 2025. Tidak memiliki utang berbunga berarti perusahaan tidak tertekan kenaikan suku bunga dan tidak dipaksa membayar cicilan. Aset tidak tergerus untuk membayar bank. Ini salah satu keunggulan yang jarang dimiliki perusahaan farmasi lain.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Selain itu, merek dagang DVLA kuat dan umurnya tidak terbatas secara pengakuan akuntansi. Mereka memiliki merek seperti Stopcold, Degirol, Supertetra, dan aset tak berwujud ini dianggap mampu menghasilkan arus kas untuk jangka panjang. Investasi domestik juga masih jalan, terlihat dari belanja modal sekitar 76 miliar pada 9 bulan 2025 untuk menambah aset tetap.
Namun risiko tetap ada. Pertama, kualitas arus kas masih buruk pada 2025. Laba meningkat, tetapi kas dari operasi turun. Biasanya ini menjadi alarm bahwa ada perubahan pola modal kerja, seperti piutang menumpuk atau pembayaran ke pemasok lebih cepat. Kedua, DVLA bergantung pada satu distributor besar untuk mengumpulkan kas dari penjualan, dan pada tahun-tahun sebelumnya tingkat konsentrasi piutang ke satu pelanggan mencapai 84%. Jika distributor itu menunda pembayaran, efeknya langsung terasa ke arus kas DVLA. Ketiga, ada kasus pajak yang belum selesai dengan potensi kewajiban sekitar 118 miliar. Jika gugatan ditolak, laba bisa terkikis signifikan. Terakhir, eksposur terhadap dolar meningkat. Sensitivitas terhadap penguatan USD naik dari 2,13 miliar menjadi 3,52 miliar pada kuartal awal 2025. Jika rupiah semakin melemah, sebagian laba bisa tergerus selisih kurs. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
DVLA menarik dari sisi pendapatan yang stabil, tidak punya utang berbunga, dan merek dagang yang kuat. Tetapi investor tidak boleh menutup mata terhadap kualitas arus kas yang menurun dan tekanan modal kerja. Laba boleh naik, tetapi kalau kas makin tipis, itu tanda bahwa uang yang dicetak perusahaan masih belum sepenuhnya masuk ke brankas. Dana dividen memang mengalir, tetapi jika pola kas seperti ini berlanjut, akan semakin sulit menjaga dividen tetap konsisten.
Vitamin bisa membantu daya tahan tubuh tetap kuat. Tetapi investor perlu memastikan arus kas DVLA juga tetap kuat. Jika tidak, maka kita hanya melihat kemasan produk warna-warni tanpa mengetahui apakah uangnya benar-benar kembali ke perusahaan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Itu alasan kenapa valuasi DVLA terasa menarik. Harga saham saat ini berada di level 1.650 Rupiah per lembar dengan jumlah saham beredar 1,12 miliar. Jika disederhanakan investor sedang membeli sebuah perusahaan farmasi yang tidak punya utang berbunga sama sekali, punya merek kuat, rutin membayar dividen, dan sedang mencetak pertumbuhan laba yang solid. Pertanyaannya bukan lagi apakah produknya laku, tetapi apakah harga sahamnya sudah mencerminkan seluruh keunggulan itu atau justru masih undervalued.
Valuasi DVLA dihitung menggunakan data laba dua belas bulan terakhir yaitu gabungan kinerja 9 bulan 2025 dan Kuartal 4 tahun 2024. Dengan pendekatan ini kita mendapatkan LPS sebesar 154 koma 54 Rupiah per lembar. Pada harga 1.650 Rupiah rasio PER DVLA berada di kisaran 10,68 kali. Angka ini sangat dekat dengan sweet spot investor nilai yang biasa memburu saham di PER 10 kali. Artinya pasar hanya menghargai DVLA sekitar sepuluh tahun laba meskipun bisnisnya stabil dan bebas utang. Untuk perusahaan farmasi yang sudah mapan PER ini tergolong menarik.
Valuasi buku menunjukkan cerita yang sama. Nilai ekuitas per saham atau book value per share berada di 1.370 koma 50 Rupiah. Dengan harga 1.650 Rupiah PBV DVLA hanya sekitar 1,20 kali. Premi yang kecil ini menggambarkan bahwa pasar belum memberi valuasi tinggi sekalipun DVLA memiliki aset tak berwujud berupa merek dagang dan goodwill. Bahkan jika goodwill dihilangkan PBV tangible hanya naik sedikit menjadi 1,22 kali. Harga sahamnya tidak mahal dibandingkan nilai bukunya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang paling mencolok justru rasio PEG yang berada di 0,93. Rasio PEG di bawah satu berarti pertumbuhan laba lebih cepat daripada kenaikan harga saham. Laba DVLA tumbuh 11,50 persen pada periode 9 bulan 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kata lain investor mendapat pertumbuhan tanpa harus membayar mahal.
Bagian terbaiknya adalah dividen. DVLA membagikan dividen 108 Rupiah per saham yang setara dividend yield sekitar 6,55 persen pada harga sekarang. Ini termasuk yield tinggi untuk perusahaan yang tidak punya utang berbunga dan masih mencetak laba stabil. Rasio payout mencapai 78,26 persen dari laba 2024 yang menunjukkan perusahaan memang serius mengembalikan keuntungan ke pemegang saham bukan hanya menimbun di neraca.
Sekarang kita fokus pada kekuatan utama DVLA yaitu neraca super aman. Kas dan setara kas berada di kisaran 363 Rupiah per saham sementara utang berbunga berada di angka nol. Investor membeli bisnis farmasi yang net cash bukan bisnis yang disokong bank. Banyak emiten farmasi tumbuh dengan utang sementara DVLA tumbuh dengan kas sendiri.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Valuasi berbasis operasional makin memperkuat tesis bahwa DVLA belum dihargai secara penuh. EV atau enterprise value DVLA berada di kisaran 1,44 triliun setelah dikurangi kas. Dengan EBITDA tahunan 349,99 miliar EV per EBITDA berada di 4,12 kali. Di sektor farmasi angka 6 sampai 8 kali dianggap wajar. DVLA hanya 4 kali. Artinya kalau investor membeli seluruh bisnis operasional DVLA tanpa kas harga yang dibayar sangat murah dibandingkan EBITDA yang dihasilkan.
Satu-satunya alarm di balik valuasi murah ini adalah kualitas arus kas operasi. Net OCF dalam dua belas bulan terakhir berada di sekitar 277 miliar tetapi arus kas 9 bulan 2025 turun 42,99 persen dibanding periode sebelumnya karena piutang meningkat dan pembayaran pemasok lebih cepat. Rasio price to cash flow memang rendah hanya sekitar 6,67 kali tetapi kualitas kasnya perlu diawasi. DVLA bisa laba besar namun kalau kas tertahan di piutang investor tidak merasakan manfaatnya.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Untuk sampai pada valuasi ideal yang lebih agresif maka DVLA harus meningkatkan laba, mengurangi dividen sementara untuk memperkuat ekuitas atau memperbaiki arus kas agar free cash flow membesar. Jika laba tumbuh konsisten valuasi akan menyesuaikan. Jika arus kas diperkuat dan piutang tidak lagi menumpuk pasar mau membayar lebih tinggi. Sebaliknya jika pertumbuhan melemah pasar akan membawa harga turun ke rentang valuasi dasar sekitar 1.370 sampai 1.545 Rupiah.
DVLA berada di tengah dua realitas yang saling bertolak belakang. Secara valuasi saham ini terlihat menarik murah dan defensif. Namun kualitas kas yang masih turun naik menjadi faktor penentu apakah harga saat ini layak diakumulasi atau tidak. Jika arus kas pulih dan growth laba terjaga saham ini bisa rerating ke valuasi lebih tinggi tanpa perlu menunggu euforia musim hujan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Pada akhirnya investor tidak membeli Enervon C. Investor membeli kemampuan DVLA menghasilkan laba dan mengubahnya menjadi dividen dan kas nyata. Produk bisa laris tetapi hanya arus kas yang menentukan imbal hasil. Jika DVLA mampu memperbaiki modal kerja dan mempertahankan pertumbuhan laba valuasi hari ini bisa menjadi titik awal cerita yang lebih menarik.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
Proyeksi Inflasi Kesehatan Indonesia
Diperkirakana di masa depan ongkos kesehatan di Indonesia akan makin menggila karena makin banyak usia tua, umur makin panjang dan gaya hidup makin tidak sehat sehingga akan banyak orang sakit yang butuh penanganan medis. Tapi ini baru proyeksi. Yang namanya proyeksi, bisa benar, bisa meleset.
Kalau benar maka bisnis asuransi bisa struggling. Mau naikkan premi, nasabah protes dan lari. Mau stay, bisa rugi. Simalakama.
Sedangkan bagi industri RS, alkes, dan farmasi, ini bisa jadi peluang. Cuma ya itu. Pemain baru di bisnis kesehatan makin banyak. Efek makin banyak sekolah dan lulusan baru sehingga rebutan niche. Pada akhirnya yang memberikan kualitas pelayanan terbaik dan paling efisien yang akan bertahan.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$SIDO $BMHS $DVLA

$DVLA
Emiten Kesehatan (DVLA) Mau Bagi Dividen Interim Rp41 per Saham
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
20 October 2025 18:00
Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merupakan keputusan sirkuler Direksi dan Dewan Komisaris.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah dividen interim yang akan dibagikan senilai Rp 45.920.000.000 atau setara dengan Rp 41 per saham.
Manajemen menegaskan, pembagian dividen interim tersebut tidak berdampak material, baik terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
Adapun jadwal pembagian dividen interim tersebut antara lain:
Cum Dividen Interim di Pasar Regular dan Negosiasi : 29 Oktober 2025
Ex Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi : 30 Oktober 2025
Cum Dividen Interim di Pasar Tunai: 31 Oktober 2025
Ex Dividen Interim di Pasar Tunai: 3 November 2025
Recording Date: 31 Oktober 2025
Pembayaran Dividen Interim kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berhak: 17 November 2025
Baca artikel CNBC Indonesia "Emiten Kesehatan (DVLA) Mau Bagi Dividen Interim Rp41 per Saham" selengkapnya di sini: https://cutt.ly/Ur70K5A3
Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://cutt.ly/Lr70K5Z3
Laporan Laba Rugi 2025Q3
Tahun 2025 Kuartal 3
$DVLA
Follow kami untuk ringkasan fundamental emiten terkini!

Analisis singkat emiten
❎️$BUAH
-> ✅️Growth revenue Q3 to Q2 2025
-> ✅️Growth Eps Q3 to Q2 2025
-> ❎️GPM Q3 to Q2 2025
❎️$SKRN
-> ✅️Growth revenue Q3 to Q2 2025
-> ❎️Growth Eps Q3 to Q2 2025
❎️$DVLA
-> ❎️Growth revenue Q3 to Q2 2025
Catatan
-> Mode investor triwulanan
-> Mode mencari core stock jelas berbeda indikatornya
-> ✅️Memenuhi kriteria
❎️ tidak memenuhi kriteria
-> Potensi upside? jelas ada, liat di beberapa postingan sebelumnya