


Volume
Avg volume
PT AirAsia Indonesia Tbk Perubahan bidang usaha Perusahaan dari semula bergerak dalam bidang usaha pengadaan jasa transportasi darat, perbengkelan, perakitan suku cadang dan perdagangan umum, berubah menjadi perusahaan bergerak dalam bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen, dan perdagangan umum;
FIXED CLOSING
----------------------------
[LIST SEMUA SAHAM : 956 EMITEN - MAKS 30 GAP UP & DOWN]
Selasa, 24 February 2026 16:01
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
-------------------------------------
GAP UP:
🔼 $CMPP gap up ke 99 (+9 / +10%) dari 90
🔼 $ICON gap up ke 113 (+9 / +8.65%) dari 104
🔼 $EURO gap up ke 895 (+70 / +8.48%) dari 825
🔼 OMRE gap up ke 800 (+35 / +4.58%) dari 765
🔼 AREA gap up ke 392 (+14 / +3.7%) dari 378
🔼 PGLI gap up ke 232 (+8 / +3.57%) dari 224
🔼 KARW gap up ke 416 (+14 / +3.48%) dari 402
🔼 BBLD gap up ke 900 (+30 / +3.45%) dari 870
🔼 RICY gap up ke 90 (+3 / +3.45%) dari 87
🔼 BAIK gap up ke 428 (+14 / +3.38%) dari 414
🔼 DNET gap up ke 8975 (+275 / +3.16%) dari 8700
🔼 RANC gap up ke 690 (+20 / +2.99%) dari 670
🔼 RELI gap up ke 520 (+15 / +2.97%) dari 505
🔼 ERTX gap up ke 280 (+8 / +2.94%) dari 272
🔼 IBFN gap up ke 110 (+3 / +2.8%) dari 107
🔼 RSCH gap up ke 390 (+10 / +2.63%) dari 380
🔼 WMUU gap up ke 79 (+2 / +2.6%) dari 77
🔼 SKBM gap up ke 1210 (+30 / +2.54%) dari 1180
🔼 YULE gap up ke 3320 (+80 / +2.47%) dari 3240
🔼 HDFA gap up ke 128 (+3 / +2.4%) dari 125
🔼 BESS gap up ke 1505 (+35 / +2.38%) dari 1470
🔼 TFCO gap up ke 865 (+20 / +2.37%) dari 845
🔼 ENZO gap up ke 90 (+2 / +2.27%) dari 88
🔼 CASA gap up ke 1410 (+30 / +2.17%) dari 1380
🔼 TPIA gap up ke 7200 (+150 / +2.13%) dari 7050
🔼 BIPP gap up ke 97 (+2 / +2.11%) dari 95
🔼 PRAY gap up ke 775 (+15 / +1.97%) dari 760
🔼 CCSI gap up ke 318 (+6 / +1.92%) dari 312
🔼 OMED gap up ke 216 (+4 / +1.89%) dari 212
🔼 PZZA gap up ke 216 (+4 / +1.89%) dari 212
-------------------------------------
GAP DOWN:
🔽 CSMI gap down ke 118 (-2 / -1.67%) dari 120
🔽 MTDL gap down ke 575 (-10 / -1.71%) dari 585
🔽 GTRA gap down ke 340 (-6 / -1.73%) dari 346
🔽 HATM gap down ke 332 (-6 / -1.78%) dari 338
🔽 GZCO gap down ke 220 (-4 / -1.79%) dari 224
🔽 ADMG gap down ke 216 (-4 / -1.82%) dari 220
🔽 FUJI gap down ke 424 (-8 / -1.85%) dari 432
🔽 KICI gap down ke 210 (-4 / -1.87%) dari 214
🔽 NELY gap down ke 416 (-8 / -1.89%) dari 424
🔽 MGNA gap down ke 202 (-4 / -1.94%) dari 206
🔽 CANI gap down ke 191 (-4 / -2.05%) dari 195
🔽 AKSI gap down ke 382 (-8 / -2.05%) dari 390
🔽 BIPI gap down ke 270 (-6 / -2.17%) dari 276
🔽 JIHD gap down ke 660 (-15 / -2.22%) dari 675
🔽 BPTR gap down ke 82 (-2 / -2.38%) dari 84
🔽 MPXL gap down ke 156 (-4 / -2.5%) dari 160
🔽 OILS gap down ke 200 (-6 / -2.91%) dari 206
🔽 MANG gap down ke 64 (-2 / -3.03%) dari 66
🔽 INTA gap down ke 93 (-3 / -3.12%) dari 96
🔽 FITT gap down ke 795 (-30 / -3.64%) dari 825
🔽 PNSE gap down ke 695 (-30 / -4.14%) dari 725
🔽 SNLK gap down ke 314 (-14 / -4.27%) dari 328
🔽 SCNP gap down ke 166 (-9 / -5.14%) dari 175
🔽 BLUE gap down ke 5425 (-300 / -5.24%) dari 5725
🔽 TAMU gap down ke 36 (-2 / -5.26%) dari 38
🔽 DIGI gap down ke 34 (-2 / -5.56%) dari 36
🔽 COCO gap down ke 294 (-18 / -5.77%) dari 312
🔽 LFLO gap down ke 555 (-35 / -5.93%) dari 590
🔽 DIVA gap down ke 172 (-14 / -7.53%) dari 186
🔽 UNSP gap down ke 318 (-28 / -8.09%) dari 346
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
[LIST SEMUA SAHAM : 956 EMITEN - MAKS 30 GAP UP & DOWN]
Selasa, 24 February 2026 15:56
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
-------------------------------------
GAP UP:
🔼 $CMPP gap up ke 99 (+9 / +10%) dari 90
🔼 $ICON gap up ke 113 (+9 / +8.65%) dari 104
🔼 $EURO gap up ke 895 (+70 / +8.48%) dari 825
🔼 BAIK gap up ke 436 (+22 / +5.31%) dari 414
🔼 OMRE gap up ke 800 (+35 / +4.58%) dari 765
🔼 AREA gap up ke 392 (+14 / +3.7%) dari 378
🔼 PGLI gap up ke 232 (+8 / +3.57%) dari 224
🔼 KARW gap up ke 416 (+14 / +3.48%) dari 402
🔼 RICY gap up ke 90 (+3 / +3.45%) dari 87
🔼 ASLI gap up ke 374 (+12 / +3.31%) dari 362
🔼 RELI gap up ke 520 (+15 / +2.97%) dari 505
🔼 ERTX gap up ke 280 (+8 / +2.94%) dari 272
🔼 IBFN gap up ke 110 (+3 / +2.8%) dari 107
🔼 RSCH gap up ke 390 (+10 / +2.63%) dari 380
🔼 WMUU gap up ke 79 (+2 / +2.6%) dari 77
🔼 SIMP gap up ke 605 (+15 / +2.54%) dari 590
🔼 SKBM gap up ke 1210 (+30 / +2.54%) dari 1180
🔼 TPIA gap up ke 7225 (+175 / +2.48%) dari 7050
🔼 YULE gap up ke 3320 (+80 / +2.47%) dari 3240
🔼 HDFA gap up ke 128 (+3 / +2.4%) dari 125
🔼 BESS gap up ke 1505 (+35 / +2.38%) dari 1470
🔼 TFCO gap up ke 865 (+20 / +2.37%) dari 845
🔼 ENZO gap up ke 90 (+2 / +2.27%) dari 88
🔼 CASA gap up ke 1410 (+30 / +2.17%) dari 1380
🔼 BIPP gap up ke 97 (+2 / +2.11%) dari 95
🔼 ASPR gap up ke 148 (+3 / +2.07%) dari 145
🔼 PRAY gap up ke 775 (+15 / +1.97%) dari 760
🔼 CCSI gap up ke 318 (+6 / +1.92%) dari 312
🔼 PZZA gap up ke 216 (+4 / +1.89%) dari 212
🔼 OMED gap up ke 216 (+4 / +1.89%) dari 212
-------------------------------------
GAP DOWN:
🔽 GZCO gap down ke 220 (-4 / -1.79%) dari 224
🔽 ADMG gap down ke 216 (-4 / -1.82%) dari 220
🔽 FUJI gap down ke 424 (-8 / -1.85%) dari 432
🔽 KICI gap down ke 210 (-4 / -1.87%) dari 214
🔽 NELY gap down ke 416 (-8 / -1.89%) dari 424
🔽 MGNA gap down ke 202 (-4 / -1.94%) dari 206
🔽 BPII gap down ke 480 (-10 / -2.04%) dari 490
🔽 AKSI gap down ke 382 (-8 / -2.05%) dari 390
🔽 CANI gap down ke 191 (-4 / -2.05%) dari 195
🔽 BIPI gap down ke 270 (-6 / -2.17%) dari 276
🔽 JIHD gap down ke 660 (-15 / -2.22%) dari 675
🔽 BPTR gap down ke 82 (-2 / -2.38%) dari 84
🔽 INPP gap down ke 790 (-20 / -2.47%) dari 810
🔽 MPXL gap down ke 156 (-4 / -2.5%) dari 160
🔽 AEGS gap down ke 70 (-2 / -2.78%) dari 72
🔽 OILS gap down ke 200 (-6 / -2.91%) dari 206
🔽 MANG gap down ke 64 (-2 / -3.03%) dari 66
🔽 SNLK gap down ke 318 (-10 / -3.05%) dari 328
🔽 INTA gap down ke 93 (-3 / -3.12%) dari 96
🔽 FITT gap down ke 795 (-30 / -3.64%) dari 825
🔽 MSIN gap down ke 462 (-18 / -3.75%) dari 480
🔽 PNSE gap down ke 695 (-30 / -4.14%) dari 725
🔽 DIVA gap down ke 177 (-9 / -4.84%) dari 186
🔽 BLUE gap down ke 5425 (-300 / -5.24%) dari 5725
🔽 TAMU gap down ke 36 (-2 / -5.26%) dari 38
🔽 DIGI gap down ke 34 (-2 / -5.56%) dari 36
🔽 SCNP gap down ke 165 (-10 / -5.71%) dari 175
🔽 COCO gap down ke 294 (-18 / -5.77%) dari 312
🔽 LFLO gap down ke 555 (-35 / -5.93%) dari 590
🔽 UNSP gap down ke 318 (-28 / -8.09%) dari 346
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
$CMPP bagus diharga sekarang
potensi koreksi sedikit sebelum melanjutkan kenaikkan
swing potensial
mari mampir profilku $ASHA $MEGA

@drgMuhajir dulu $CMPP itu dikendalikan oleh rimau multi investama. kemudian masuk air asia tapi lewat RI inbreng, masukin aset. trus jd pengendali. kemudian anaknya yaitu rimau shipping dijual ke senamas indo mulia dan multi mekar lestari dijual ke senamas indonesia atau afiliasi. multi mekar lestari dan rimau multi investama alamatnya sama dg tunas binatama lestari yg mau akuisisi $GRPM yaitu jl, am sangaji 11 H. asetnya dulu 2017 59M diakuisisi 4,2M. mungkin klo saat ini nilainya mungkin 10x nya. 😁😁😁
RESUME PERDAGANGAN SAHAM HARIAN 13 Feb 2026
Hasil analisis data perkembangan harga saham pada 13 Feb 2026
Jumlah emiten saat ini ada sebanyak 958 emiten. Diantara emiten tersebut ada sebanyak 622 (64,93%) emiten yang memiliki earning per shared (eps) positif.
🔀Transaksi Non Reguler
Ada transaksi non reguler pada 128 (13,36%) emiten, tertinggi di saham $CMPP dengan volume perdagangan non-reguler sebesar 400.000.000.
🔀Transaksi Asing
Ada sebanyak 796 (83,09%) saham yang dikoleksi oleh asing. Terbanyak dibeli asing secara volume di saham $BBCA dengan harga penutupan terakhir 7.200 (-1,71%) dan volume foreign buy sebesar 135.796.300.
🔀Sentimen Positif dengan Peningkatan Pembelian
Ada sebanyak 527 (55,01%) saham yang mengalami peningkatan pembelian. Peningkatan pembelian dengan bid cukup besar $BAIK dengan harga penutupan terakhir 515 (24,40%) dan volume bid sebesar 55.113.200 dengan kenaikan 1.665,05X.
🔀Saham Murah dengan Pembelian Asing > 10 Miliar
Ada sebanyak 21 (2,19%) saham yang harganya kurang dari 1000, memiliki pembelian asing di atas 10 Miliar. Pembelian Asing paling besar BUMI dengan harga penutupan terakhir 292 (8,15%) dan volume bid sebesar 93.839.700 dengan kenaikan 1.665,05X.
🔀 Aktif diperdagangkan > 10.000 kali
Ada sebanyak 219900 (22.954,07%) saham yang harganya kurang dari 1000, memiliki frekuensi perdagangan lebih dari 10.000 kali. Frekuensi paling besar pada saham ZATA dengan frekuensi sebanyak 219.900 kali, sementara harga penutupan terakhir 121 (-3,20%) dan volume bid sebesar 8.738.000 dengan kenaikan 1.665,05X.
🔀 Terendah Dalam 52 Minggu Terakhir
Ada sebanyak 2 (0,21%) saham yang harganya kurang dari 1000 dan merupakan harga terendah pada 52 minggu terakhir. Salah satu diantaranya PADA dengan harga penutupan terakhir 220 (1,85%) dan volume bid sebesar 270.400 atau mengalami perubahan 0,30X dari hari sebelumnya.
_Disclaimer:_*)
#> Catatan ini hanya informasi, bukan ajakan jual beli.
#> Catatan ini disusun dengan algoritma analisis data yang dikembangkan oleh @PasukanCutloss Primbon Saham

Rencana PMUI Jual GRPM Ke Rimau Grup: Pemain Lama Backdoor di Bursa IHSG
Diskusi hari ini di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
$PMUI baru saja merilis keterbukaan informasi bahwa mereka melakukan perjanjian penjualan $GRPM ke Rimau Grup yang sifatnya non binding term sheet. Banyak langsung bertanya-tanya siapa ini Rimau Grup dan bagaimana konsekuensinya kalau transaksi ini benar-benar terjadi atau malah batal. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari permukaan dulu, ini bukan transaksi kecil. PMUI itu pemegang saham pengendali GRPM dengan porsi sekitar 70% lebih, jadi yang dibahas bukan jual beli portofolio minoritas, melainkan perpindahan kendali. Begitu kendali berpindah, arah strategis perusahaan hampir pasti ikut berubah, karena pengendali baru biasanya membawa agenda, struktur pendanaan, sampai desain bisnis yang berbeda.
Kenapa nama Rimau langsung bikin pasar sensitif. Karena Rimau punya sejarah di pasar modal yang, mau tidak mau, melekat dengan cerita backdoor. Jejaknya paling gampang dibaca lewat emiten berkode $CMPP. Dulu emiten itu bukan bernama Rimau. Ia berdiri 25 Juli 1989 sebagai Centris Multi Persada Pratama, lalu IPO tahun 1994 dengan melepas 20 juta saham di harga Rp2.450 per saham. Pada titik ini, belum ada Rimau di ceritanya.
Rimau masuk ke panggung pada 3 Januari 2013 saat Rimau Multi Investama membeli pengendali, sekitar 62,96% di harga Rp790 per saham. Secara definisi ketat, ini bukan backdoor listing, ini akuisisi pengendali atas emiten yang sudah listed. Namun dampaknya tetap besar, karena sejak itu bursa mulai mengasosiasikan kendaraan tersebut dengan narasi tambang dan pelayaran batubara. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Fase yang benar-benar membuat kata backdoor muncul itu 2017. Di sini bukan sekadar ganti pemilik, tetapi ganti isi perusahaan. AirAsia memilih CMPP sebagai jalur masuk pasar modal tanpa IPO, lewat penawaran umum terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Rencananya menerbitkan sekitar 13,46 miliar sampai 13,65 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp250, target dana sekitar Rp3,41 triliun, dengan dilusi yang disebut bisa tembus 97,97%. Skemanya bukan untuk menambah modal kerja batubara, tetapi untuk menggeser pusat gravitasi bisnis ke penerbangan, termasuk penggunaan dana untuk instrumen perpetual PT Indonesia AirAsia sekitar Rp2,6 triliun yang kemudian dikonversi sehingga kendaraan listed itu menjadi mayoritas di bisnis AirAsia.
Di titik ini terjadi pembalikan posisi yang menarik. Rimau yang tadinya pengendali, setelah rights issue porsinya menjadi kecil, sementara pihak terkait AirAsia dan mitranya menjadi dominan. Komposisi yang sering dikutip adalah Fersindo Nusaperkasa sekitar 49,96% dan Air Asia Investment sekitar 48%, sementara Rimau Multi Investama tinggal sekitar 1,55% dan publik sekitar 0,48%. Lalu pada 3 Januari 2018, nama emiten berubah menjadi AirAsia Indonesia Tbk dengan kode tetap CMPP. Jadi Rimau pernah berada di dua sisi sekaligus, pernah masuk lewat kendaraan listed, lalu kendaraannya dipakai pihak lain untuk transformasi besar sampai Rimau terdilusi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Masuk ke 2026, pola pikir pasar otomatis terpancing ketika Rimau lewat entitasnya kembali muncul sebagai calon pengendali emiten lain. Rencana yang beredar adalah pengambilalihan sekitar 80% GRPM oleh PT Tunas Binatama Lestari, entitas Rimau Group, dari PMUI sekitar 70,67% atau 1.091.851.700 saham dan Agus Susanto sekitar 9,33% atau 144.148.300 saham. Di fase ini baru term sheet non binding, jadi deal bisa saja lanjut, bisa juga putus di tengah jalan setelah due diligence, syarat internal, atau urusan regulator.
Kenapa hipotesis backdoor langsung kuat. Karena mismatch bisnisnya terlalu jelas. Rimau itu tambang batubara, pelabuhan, shipping, energi. GRPM itu distribusi FMCG, dekat dengan jualan minuman. Tidak ada irisan supply chain yang natural. Secara industrial logic, kalau grup tambang membeli distributor minuman, skenario yang paling masuk akal bukan sinergi operasional, melainkan penggunaan status listed GRPM untuk re-entry ke pasar modal, entah sebagai kendaraan holding, entah sebagai wadah injeksi aset tambang dan logistik.
Di tengah itu, pasar juga melihat sinyal perilaku harga. Banyak yang mengamati harga GRPM sudah naik ratusan persen jauh sebelum kabar resmi keluar. Pola seperti ini sering muncul pada saham yang sedang diendus akan menjadi kendaraan aksi korporasi besar, walau tetap tidak otomatis berarti ada kepastian transaksi. Karena term sheet non binding artinya cerita bisa berubah kapan saja, dan kalau batal, harga bisa berbalik cepat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Soal potensi kas untuk PMUI, ini bagian yang simpel tapi sensitif. PMUI memegang sekitar 1,09 miliar saham GRPM. Nilai kas kotor dari transaksi itu pada dasarnya jumlah saham dikali harga transaksi per saham. Karena harga final belum dipublikasikan, investor hanya bisa memetakan sensitivitas. Setiap tambahan Rp100 pada harga transaksi berarti tambahan kas sekitar Rp109,2 miliar untuk PMUI. Kalau harga dealnya Rp200, kas kotor kira-kira Rp218,4 miliar. Kalau Rp500, kas kotor kira-kira Rp545,9 miliar. Angka bersihnya nanti masih dipengaruhi biaya transaksi dan pajak sesuai struktur final.
Kronologi besar Rimau di pasar modal
* 1989 CMPP berdiri sebagai Centris Multi Persada Pratama.
* 1994 IPO.
* 2013 Rimau masuk sebagai pengendali lewat akuisisi.
* 2014 berubah nama menjadi Rimau Multi Putra Pratama.
* 2017 rights issue jumbo yang mengantar transformasi ke AirAsia, di sinilah backdoor paling jelas.
* 2018 berubah nama jadi AirAsia Indonesia, kode tetap CMPP.
* 2026 Rimau muncul lagi sebagai calon pengendali emiten lain, kali ini GRPM, masih tahap term sheet non binding.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kenapa backdoor GRPM terdengar paling masuk akal
* Sektor bisnis tidak nyambung.
* Rimau punya riil asset tambang, pelabuhan, shipping yang cocok untuk skema injeksi aset.
* GRPM punya status listed, free float, dan jalur pendanaan publik.
* Rekam jejak Rimau pernah bersentuhan dengan pola transformasi emiten lewat aksi korporasi besar.
Risiko dan kelemahan yang harus diakui
* Deal bisa batal di tahap due diligence atau regulator.
* Harga saham bisa koreksi tajam jika ekspektasi tidak terwujud.
* Kalau backdoor terjadi, potensi dilusi rights issue besar.
* Profil risiko investor GRPM bisa berubah drastis dari FMCG ke komoditas.
Penentu akhir arah cerita
* Apakah ada definitive agreement dan berapa harga finalnya.
* Bagaimana skema tender offer wajib dan kelanjutan kepemilikan publik.
* Ada tidaknya rights issue, injeksi aset, atau perubahan KBLI setelah pengendali pindah.
* Detail rencana bisnis pasca transaksi, apakah tetap FMCG atau bergeser ke energi dan batubara.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






$GIAA nih bagi yg nungguin merger Pelita Air dgn Garuda Indonesia
cnbcindonesia - Adapun Danantara menargetkan tahun ini akan memangkas anak hingga cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.043 entitas menjadi 300 entitas.
Hal itu dilakukan sebagai upaya konsolidasi BUMN. Nantinya anak hingga cucu usaha pelat merah akan dikonsolidasikan berdasarkan sektor.
Dony menegaskan bahwa konsolidasi BUMN ini merupakan pekerjaan yang harus dilakukan saat ini. Secara logis, sangat sulit Danantara melakukan pemantauan terhadap 1.043 entitas yang berada di bawah naungan pelat merah.
"Tapi kalau 300 kita sudah proses mapping itu jauh lebih mudah. Toh dari 300 kalau kita bagi by sector kita hanya masuk 16 saja," katanya.
tag
$GMFI $CMPP
1/3



PT AirAsia Indonesia Tbk - CMPP
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/8tb6Fri1
$CMPP
1/4




Data Bongkar Muat Barang Angkutan Udara Luar Negeri FY 2025.
Air Cargo Unloaded: 203.932 ton, turun 10,61% dibanding tahun 2024.
Air Cargo Loaded: 209.381 ton, naik 10,75% dibanding tahun 2024.
Total Air Cargo: 413.313 ton, turun 0,93% dibanding tahun 2024.
Ruang untuk bertumbuh masih sangat besar, terutama untuk Belly Cargo yang selama ini load factor nya masih sangat rendah.
Sebagai perbandingan, Thailand pada tahun 2025 mampu mencatatkan total air cargo sebanyak 1.624.261 ton, tumbuh 9% yoy. Capaian tersebut setara hampir 4x lipat dibandingkan Indonesia.
$CASS $GIAA $CMPP
Jumlah Penumpang Pesawat Internasional 2025 berdasarkan data BPS
Keberangkatan: 20.545.353 penumpang, naik 8,14% dibanding 2024.
Kedatangan: 20.463.314 penumpang, naik 8,19% dibanding 2024.
Transit: 88.716 penumpang, naik 1,45% dibanding 2024.
Total: 41.097.383 penumpang, naik 8,15% dibanding 2024.
Jumlah ini adalah all-time high, setidaknya sejak tahun 2017, menandakan pulihnya perjalanan udara rute internasional di Indonesia.
$CASS $GIAA $CMPP
Indonesia AirAsia gencar melakukan ekspansi pada 2026 dengan fokus utama perluasan rute ke Indonesia Timur, meliputi Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk, serta memperkuat rute internasional ke Melbourne dan Da Nang mulai Maret 2026. Strategi ini mencakup penguatan konektivitas domestik dan operasional virtual hub di Makassar.
Berikut rincian ekspansi Indonesia AirAsia di 2026:
Rute Domestik Baru (Mulai 7 Maret 2026):
Menghubungkan Surabaya (SUB), Makassar (UPG), Palu (PLW), Kendari (KDI), dan Luwuk (LUW).
Rute Internasional Baru (Mulai 20-21 Maret 2026): Denpasar (DPS) - Melbourne (MEL) dan Denpasar (DPS) - Da Nang (DAD).
Rute Baru Batam: Batam - Kuala Lumpur (BTH-KUL) mulai 13 Maret 2026.
Penguatan Operasional: Membentuk virtual hub di Makassar, menambah armada di Medan, dan memaksimalkan utilisasi pesawat untuk efisiensi.
Peningkatan Layanan: Penambahan frekuensi ke Adelaide dan perpindahan ke Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (CGK) untuk penerbangan domestik.
Ekspansi ini bertujuan meningkatkan konektivitas antardaerah dan memperkuat posisi pasar internasional, didukung dengan target peningkatan kinerja operasional yang lebih efisien.
$CMPP $BUMI $GMFI

$IKAI $CANI $CMPP
EUFORIA FCA nampaknya akan lebih besar ketimbang saat September kemarin. DYOR
BLTA ELTY JGLE BNBR ARKA MDIA VIVA INCF BIPP BAPI GMFI dll.
Valuasi $GMFI Pasca RI
Request member di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak investor baru ramai bertanya soal nasib GMFI justru setelah Rights Issue selesai, padahal biasanya pertanyaan seperti ini muncul sebelum aksi korporasi. Polanya klasik, begitu harga turun dari 92 ke 78, barulah rasa sakitnya terasa di porto. Penurunan itu setara 15,22%, cukup untuk bikin investor yang sudah nyangkut merasa seperti ditinggal sendirian di halte. Yang perlu dipahami, Rights Issue GMFI ini bukan sekadar cari cash, ini lebih mirip operasi besar untuk menyelamatkan neraca laporan keuangan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jumlah RI yang ditawarkan GMFI maksimal 90,05 Miliar saham baru, dan yang benar-benar terserap saat RI adalah 87,27 Miliar saham, artinya tingkat terserap 96,91%. Kedengarannya seperti sukses besar, tapi komposisinya yang menentukan cerita.
Dari 87,27 Miliar saham yang masuk via RI, porsi PT Angkasa Pura Indonesia lewat inbreng mencapai 82,10 Miliar saham, itu sekitar 94,08% dari total yang terserap. RI dari Angkasa Pura ini tidak ada real cash nya karena sifatnya inbreng alias tukar guling aset gedung jadi lembar saham.
Sementara cash murni dari publik yang tebus RI hanya 5,17 Miliar saham, sekitar 5,92% dari yang terserap. Bahkan kalau fokus ke porsi publik saja, dari jatah sekitar 7,95 Miliar saham, yang ditebus publik sekitar 65,02% dari jatah publik dan sisanya hangus, jadi minat publik pada RI GMFI ini suam - suam kuku. Ndak beneran laris tapi setidaknya lebih dari 50% jatah publik ditebus dari total jatah 7,5 Miliar lembar saham. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Efek skala yang paling terasa buat investor adalah jumlah saham beredar yang melonjak dari 37,57 Miliar menjadi 124,84 Miliar saham, naik 3,32 kali lipat. Ini berarti dilusi itu besar, dan wajar kalau pasar butuh waktu untuk mencerna, karena EPS ke depan harus bekerja lebih berat untuk menutup jumlah lembar yang jauh lebih banyak.
Dari sisi dana, inbreng bernilai 5,66 Triliun ditambah cash publik sekitar 356,67 Miliar, total headline value sekitar 6,02 Triliun.
Namun investor harus bisa membedakan, 5,66 Triliun itu aset non-cash, sementara 356,67 Miliar itu uang yang bisa dipakai beli spare part dan menggerakkan operasional. Jadi kalau investor berharap Rights Issue ini langsung menghapus masalah likuiditas, ekspektasi itu keliru dari awal, karena mayoritas suntikannya bukan uang tunai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di neraca, inbreng HGB seluas sekitar 972.123 m2 itu game changer untuk satu hal yang sangat penting, kepastian lokasi dan hilangnya beban sewa serta konsesi yang selama ini menekan, plus penghapusan liabilitas sewa terkait pihak berelasi yang sebelumnya tercatat sekitar USD 40,03 Juta, kira-kira 649,86 Miliar jika pakai kurs 16.233. Kalau memakai angka defisiensi modal sekitar USD 248,99 Juta, kira-kira 4,04 Triliun di kurs yang sama, maka kombinasi inbreng 5,66 Triliun dan cash 356,67 Miliar secara logika memang sanggup membalik ekuitas dari negatif jadi positif, kira-kira di kisaran 1,98 Triliun sebelum memperhitungkan biaya dan penyesuaian lain. Ini alasan kenapa dari sisi kesehatan neraca, Rights Issue ini memang langkah yang masuk akal. Tapi pasar saham tidak hidup dari neraca saja, pasar hidup dari kemampuan bisnis mengubah struktur itu menjadi cashflow yang konsisten.
Di titik ini baru nyambung kenapa harga masih bisa melemah walau penyerapan Rights Issue tinggi. Pasar sedang mengatakan, oke neraca dibersihkan, tapi buktikan dulu mesin uangnya jalan tanpa tersendat. Cash publik 356,67 Miliar itu membantu, tapi relatif kecil kalau dibanding skala kebutuhan modal kerja MRO, apalagi kalau rantai pasok dan terms pembayaran vendor tidak ikut membaik. Ditambah lagi ada risiko biaya transaksi yang bisa menggerus manfaat, misalnya eksposur BPHTB yang disebut sekitar 294,6 Miliar, kalau skema keringanan tidak final, itu bisa jadi lubang cash yang nyata. Jadi harga 78 itu bisa dibaca sebagai market discount atas risiko eksekusi, bukan sekadar market lupa bahwa Rights Issue sudah selesai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor ingin melihat apakah GMFI benar-benar punya harapan setelah Rights Issue, indikatornya sederhana aja sih. Pertama, cek dulu apakah penghilangan beban sewa dan konsesi benar-benar terlihat menurunkan cost base dan menaikkan margin, bukan cuma cantik di proforma. Kedua, cek juga apakah cashflow operasional membaik, terutama dari perputaran piutang dan inventory, karena bisnis MRO itu bisa profit di laporan, tapi ngos-ngosan di kas kalau billing dan collection lambat. Ketiga, cek lagi apakah ketergantungan pada pelanggan tertentu berkurang dan kontrak pihak ketiga naik, karena kalau revenue masih terlalu bertumpu pada grup sendiri, risikonya balik lagi ke masalah lama. Keempat, apakah belanja modal dan ekspansi fasilitas seperti hanggar dan engine shop benar-benar menghasilkan utilisasi dan kontrak baru, bukan sekadar rencana.
Jadi penurunan harga dari 92 ke 78 juga bisa dianggap upaya market mencerna fundamental baru GMFI. Kalau memakai jumlah saham pasca penjatahan 124,84 Miliar lembar, kapitalisasi pasar di 78 kira-kira 9,74 Triliun, sementara di 92 kira-kira 11,48 Triliun, artinya ada penyusutan nilai pasar sekitar 1,75 Triliun hanya dari perubahan harga itu.
Investor yang nyangkut sering berharap pasar menghargai Rights Issue sebagai kabar baik otomatis, padahal pasar biasanya minta output, bukan niat. Jadi harapan GMFI itu ada, tapi syaratnya jelas, manajemen harus mengubah aset dan perbaikan neraca menjadi cashflow, dan itu hanya bisa dibuktikan lewat tren kuartalan yang konsisten, bukan lewat pengumuman aksi korporasi lagi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Pada akhirnya harga tergantung bandar 😌
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$GIAA $CMPP
1/10










$CMPP, Net incomenya boncos terus... apalagi pas covid gede bgt, sebelum 2016 sja msih untung... bisnis Sunset? Tony Fernandes dah gak kedengaran lgi kiprahnya ya....
Sesuai analisis tehnikal saya pada 13 Januari 2026, emiten $CMPP perhari ini ditutup pada harga 107. Uptrend sesuai garis pergerakan rata-rata.
Happy cuan buat semua yang sudah dapat barang di harga 93 dan 94. Enjoy the ride!
Beberapa hari ini lagi rekap dan hitung data penerbangan Indonesia dari dan ke Australia. Sementara baru kelar yang tahun 2023 dan 2024. Datanya ada di gambar.
Tujuannya agar bisa mengetahui breakdown kinerja dari emiten $CASS, khususnya dari segmen cargo and ground handling.
Baris berwarna biru adalah pelanggan CASS.
Coba komentar dulu mau ga disayembarakan tebak airline nya?
$GIAA $CMPP
