BUDI

BUDI

ID flagID flag

Budi Starch & Sweetener Tbk.

218

+2

(0.93%)

Today

30,500

Volume

240,990

Avg volume

Company Background

PT Budi Starch & Sweetener Tbk, didirikan pada tahun 1979 dengan nama awal PT North Aspac Chemical Industrial Company, merupakan bagian dari kelompok usaha agribisnis besar Sungai Budi Group (SBG) yang telah berdiri sejak 1947. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pengolahan berbasis singkong, dengan merek dan produk utama meliputi tepung tapioka, glukosa, fruktosa, maltodextrin, asam sulfat, serta karung plastik. Saat ini, Budi Starch & Sweetener tengah fokus memperluas pasar domestik dan ekspor, serta meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi melalui riset dan pengembangan berbasis singkong, termasuk pengembangan bib... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Budi Starch Sweetener Tbk. - BUDI
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/XtnXTucj

$BUDI

1/4

testestestes

$BULL pengen nebak a, tapi mustahil kyk nya

$BUDI$BUAH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI
Wew Saham Kesayanganku merah aku borong konyol sekali yang menjual, kalian panik melulu kegiatanya aku serok aja Selasa Full Haka Jika Danantara Tau ini Saham Ketahanan Pangan dan Tepung Tapioka dasar dari bahan mie instan dan bakso yang kita makan mana bisa turun 10% paling sudah mentok kalau turun lagi aku beli lagi,
pada panik mengamankan uang aku tidak aku beli, saham abadiku

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI wah turun ya😛

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI Saham Tepung Tapioka yang Bergantung pada Keluarga

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

PT Budi Starch & Sweetener Tbk itu kelihatan seperti pabrik tapioka biasa, tapi pola uangnya lebih mirip mesin produksi di dalam ekosistem grup. Begitu 73,40% penjualan lewat satu pihak berelasi, angka laporan jadi sangat dipengaruhi relasi, bukan murni permintaan pasar. Ini bisa terlihat stabil saat grup kompak, tapi bisa berubah tajam kalau hubungan dagang bergeser sedikit saja. Banyak investor suka model begini karena terasa ada kepastian serapan, tapi risikonya terkonsentrasi di satu pintu. Jadi masalah utamanya bukan sekadar harga singkong atau margin produk, melainkan siapa yang pegang keran distribusi, tempo pembayaran, dan suplai. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Aset BUDI naik 5,34% dari Rp3,82 triliun menjadi Rp4,02 triliun per 30 September 2025. Struktur asetnya berat di aset produktif pabrik dan modal kerja. Aset tetap neto Rp1,51 triliun atau sekitar 37,47% dari total aset, piutang usaha pihak berelasi Rp1,22 triliun atau sekitar 30,29%, persediaan Rp940,72 miliar atau sekitar 23,40%, kas Rp145,63 miliar atau sekitar 3,62%. Ini langsung menjelaskan karakter BUDI, padat aset pabrik, padat modal kerja, dan sangat terikat relasi.

Kas BUDI melonjak 96,78% dari Rp74,01 miliar menjadi Rp145,63 miliar, persediaan naik 78,72% dari Rp526,35 miliar menjadi Rp940,72 miliar, sementara piutang pihak berelasi turun 19,94% dari Rp1,52 triliun menjadi Rp1,22 triliun. Kombinasi kas naik dan piutang turun biasanya kabar baik, tapi persediaan yang melonjak besar saat penjualan turun perlu dicurigai, bisa karena penumpukan bahan baku, antisipasi harga, atau perputaran barang melambat.

Revenue BUDI di LK Q3 2025 turun 27,11% menjadi Rp2,17 triliun dari Rp2,97 triliun. Tapi yang menarik, segmen tepung tapioka tetap jadi tulang punggung kontribusi 63,01% walau pendapatannya turun 31,97%, justru laba kotornya naik 9,36% menjadi Rp203,85 miliar dan margin laba kotor 14,93%. Artinya volume atau harga jual mungkin turun, tapi efisiensi biaya membaik, ini sinyal perbaikan kualitas margin di inti bisnis. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kontrasnya ada di sweeteners dan karung plastik. Sweeteners kontribusi 32,32% dengan penurunan 9,88% dan margin laba kotor paling tipis 7,71%, jadi segmen besar yang profitabilitasnya paling ketat. Karung plastik kontribusi 3,27% tapi pendapatannya ambruk 53,24%, menandakan bisnis kemasan internal tidak otomatis aman ketika permintaan melemah. Asam sulfat dan lainnya kontribusi kecil 6,69% namun penurunannya hanya 1,77% dan margin laba kotor tertinggi 17,75%, ini tipe segmen kecil yang sering jadi penahan saat segmen besar goyah.

Konsentrasi wilayah juga kentara. Aset paling dominan di Lampung Rp3,24 triliun atau sekitar 80,5% dari total aset, sementara Karawang Rp413,30 miliar, Surabaya Rp185,97 miliar, dan Solo Rp183,61 miliar. Dari sisi penjualan, domestik mendominasi 97,54% dan ekspor cuma 2,46% atau Rp53,23 miliar, jadi diversifikasi geografis penjualan masih kecil. Lampung juga jadi pusat penjualan Rp1,50 triliun atau 69,1%, ini mempertegas konsentrasi operasional sekaligus risiko lokasi.

Bagian yang paling menjelaskan kalimat bergantung pada pihak berelasi ada di pelanggan. PT Sungai Budi menyerap 73,40% pendapatan atau sekitar Rp1,59 triliun dan bertindak sebagai agen tunggal distribusi di Indonesia untuk beberapa produk. Tempo kredit sampai 6 bulan membuat BUDI praktis mengunci arus kasnya ke satu counterpart, dan itu tercermin dari piutang pihak berelasi yang masih Rp1,22 triliun. Selama agen tunggal ini sehat dan patuh bayar, bisnis terasa aman, tapi kalau ada dispute, renegosiasi harga, atau perlambatan penyerapan, efeknya langsung tembus ke kas, persediaan, dan produksi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

PT Golden Sinar Sakti menyumbang 14,96% dari COGS BUDI, lalu ada PT Tunas Baru Lampung Tbk $TBLA 2,49% dari COGS dan PT Budi Makmur Perkasa 0,25% dari COGS. Untuk pembiayaan pembelian, BUDI memakai fasilitas non-cash loan seperti L C dan supplier financing dari Bank Mandiri $BMRI, CIMB Niaga, dan Bank Permata. Ini membentuk satu rantai, suplai, produksi, distribusi, pembiayaan, yang sebagian besar beraroma grup.

Belanja modal BUDI mencapai Rp94,44 miliar, mayoritas ke segmen tapioka Rp79,15 miliar, jadi fokusnya menjaga mesin utama tetap efisien. Ada aset dalam pembangunan Rp31,76 miliar dengan progres 80% sampai 96%, ini biasanya proyek mesin dan bangunan yang dekat selesai dan bisa menambah kapasitas atau menurunkan biaya. Nilai perolehan mesin pembangkit listrik sendiri Rp558,4 miliar juga menggambarkan strategi kontrol biaya energi. Ada juga investasi jangka panjang termasuk penyertaan di PT Associated British Budi Rp416,20 miliar sebelum eliminasi, menambah dimensi pendapatan dan risiko dari afiliasi.

Kalau investor bertanya kenapa penjualan turun tapi kas naik, itu bisa terjadi karena penagihan membaik, belanja tertahan, atau ada pergeseran pembayaran. Tapi ujian nyatanya ada di perputaran persediaan. Persediaan naik besar saat revenue turun sering menjadi titik awal tekanan margin berikutnya, karena barang yang lama parkir berisiko diskon, biaya gudang, atau penurunan kualitas, tergantung jenis persediaannya. Di sini BUDI punya sinyal positif di margin tapioka, tapi sinyal peringatan di akumulasi stok. Maka kualitas kinerja paling jujur bukan di laba kotor, melainkan di arus kas operasional dan umur persediaan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Potensi BUDI ada di tiga hal. Pertama, inti tapioka masih bisa menjaga dan bahkan menaikkan laba kotor saat penjualan turun, artinya kontrol biaya bekerja. Kedua, segmen asam sulfat punya margin tertinggi 17,75% dan penurunannya paling kecil, jadi kandidat penstabil bila dikembangkan. Ketiga, integrasi energi dan kemasan memberi opsi efisiensi biaya yang tidak semua pesaing punya.

Tapi risiko BUDI juga jelas, yakni konsentrasi pelanggan 73,40% dan piutang relasi Rp1,22 triliun membuat BUDI seperti berjalan dengan satu roda besar, cepat, tetapi kalau roda itu bermasalah, sulit disangga oleh roda lain.

• Total aset Rp4,02 triliun, naik 5,34%
• Aset tetap Rp1,51 triliun sekitar 37,47% dari aset
• Piutang usaha pihak berelasi Rp1,22 triliun sekitar 30,29%
• Persediaan Rp940,72 miliar sekitar 23,40%
• Kas Rp145,63 miliar sekitar 3,62%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

• Kas naik 96,78%
• Persediaan naik 78,72%
• Piutang pihak berelasi turun 19,94%
• Penjualan 9 bulan turun 27,11%

🧾 Penjualan dan margin segmen
• Tepung tapioka kontribusi 63,01%, penjualan turun 31,97%, margin laba kotor 14,93%, laba kotor naik 9,36% jadi Rp203,85 miliar
• Sweeteners kontribusi 32,32%, penjualan turun 9,88%, margin laba kotor 7,71%
• Asam sulfat dan lainnya kontribusi 6,69%, penjualan turun 1,77%, margin laba kotor 17,75%
• Karung plastik kontribusi 3,27%, penjualan turun 53,24%, margin laba kotor 13,53%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧩 Ketergantungan pihak berelasi
• Penjualan ke pihak berelasi 73,40% lewat agen tunggal, tempo kredit sampai 6 bulan
• Risiko utama konsentrasi arus kas dan penyerapan barang

🧱 Konsentrasi lokasi dan pasar
• Aset di Lampung 80,5%
• Penjualan domestik 97,54%, ekspor 2,46% atau Rp53,23 miliar

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI $PBID


Halo Sobat Investor! Senang sekali Anda bertanya hari ini. Mari kita bedah portofolio potensial Anda berdasarkan data terbaru. Sebagai mentor Anda, saya melihat ada dua emiten menarik yang memiliki karakter berbeda: satu adalah **Sang Juara Bertahan (PBID)** dan satu lagi adalah **Kuda Hitam yang Sedang Diskon (BUDI)**.

Berikut adalah analisis mendalam saya untuk strategi investasi Anda:

### 1. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID): *Growth & Quality Play*

Kalau Anda tipe investor yang mencari pertumbuhan laba solid dan fundamental kuat, PBID adalah pilihan utamanya.

* **Kinerja Keuangan Cemerlang:** PBID menutup tahun 2024 dengan sangat manis. Penjualan bersih mereka naik 11,54% menjadi **Rp5,24 triliun**, dan yang lebih impresif, laba bersihnya melonjak **27,40%** menjadi **Rp613,36 miliar**. Ini menunjukkan efisiensi mereka luar biasa meskipun ekonomi global baru pulih.
* **Penguasa Pasar & Inovasi:** Mereka adalah pemimpin pasar kemasan plastik dengan pangsa pasar lebih dari 33%. Jangan khawatir soal isu lingkungan, karena PBID sangat serius dengan ESG. Mereka sudah ekspansi ke daur ulang plastik dan biji plastik *recycle* yang justru menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
* **Posisi Keuangan Sehat:** PBID konsisten membagikan dividen dan memiliki neraca yang sehat. Mereka juga terus ekspansi, seperti mendirikan anak usaha daur ulang (PT Politek Grin Packindo).

**Arahan Mentor:** *Strong Accumulate*. PBID cocok untuk disimpan jangka menengah hingga panjang karena fundamentalnya yang terus bertumbuh dan posisinya sebagai *market leader*.

---

### 2. PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI): *Value Investing & Turnaround Story*

Nah, ini untuk Anda yang suka barang diskon dengan potensi *rebound* tinggi. BUDI sedang dalam fase "tekanan", tapi masa depannya terlihat cerah berkat kebijakan pemerintah.

* **Kinerja Tertekan (Sinyal Diskon):** Laba bersih BUDI di 2024 turun drastis 38,9% menjadi **Rp61,6 miliar** karena kenaikan biaya operasional dan margin yang menipis. Arus kas operasinya juga negatif. Karena kinerja ini, harga sahamnya sedang murah-murahnya.
* **Valuasi Sangat Murah:** Saat ini BUDI diperdagangkan di PBV (Price to Book Value) sekitar **0,6x - 0,64x**. Ini jauh di bawah rata-rata industri yang bisa mencapai 1,5x. Artinya, Anda membeli perusahaan di harga diskon dari nilai bukunya.
* **Katalis Super (The Game Changer):** Pemerintah telah mengeluarkan aturan **Lartas (Larangan Terbatas)** untuk impor singkong dan tapioka (Permendag No. 31 Tahun 2025). Ini adalah "benteng pelindung" bagi BUDI. Dengan impor dibatasi, suplai tapioka di pasar akan berkurang, dan harga jual BUDI berpotensi naik. Ini bisa memulihkan margin keuntungan mereka di 2025-2026.
* **Dividen Rutin:** Meskipun laba turun, BUDI diprediksi tetap membagikan dividen dengan *yield* sekitar 4%, cukup manis untuk menunggu harga saham naik.

**Arahan Mentor:** *Buy on Weakness*. Ini saham untuk investor sabar. Risiko utamanya adalah utang yang cukup tinggi (DER 115%). Namun, jika kebijakan pembatasan impor berjalan efektif, valuasi BUDI bisa kembali ke nilai wajarnya yang jauh lebih tinggi dari sekarang.

---

### Kesimpulan Strategi Portofolio:

1. **Defensif & Pertumbuhan (60-70% Dana):** Masuk ke **PBID**. Kinerjanya sudah terbukti naik, manajemen solid, dan adaptif terhadap isu lingkungan.
2. **Agresif & Nilai (30-40% Dana):** Masuk ke **BUDI**. Manfaatkan momen penurunan laba saat ini untuk membeli di harga murah (PBV 0,6x). Sentimen pembatasan impor tapioka adalah kunci *turnaround* profitabilitas mereka di masa depan.

Ingat Sobat Investor, *market* selalu berfluktuasi. Lakukan *money management* yang baik dan jangan *all-in* di satu harga. Selamat berinvestasi!

https://cutt.ly/1tvilMPq

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI bismillah nyicil dulu, buat tes ombak😊 😊 😊 😊. fundanya bagus ini.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

gua mah klo funda nya bagus, walau market merah tetap hold aja, klo ada dana ya nambah muatan, invest itu soal waktu dan kesabaran 😇 $BUDI $CGAS $JATI, stay DYOR gaes 😁

$CNMA $BUDI $JKON
aku mencatatnya untuk kelak memanennya.
Januari - Juni 2026

🚀🚀🚀✈️✈️✈️

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI
Jika kalian Aliran Waren Buffett pasti akan memborongnya. cilok,bakso,mie dan tepung tapioka, adalah bahan awal ,dengan kemudahan nanam singkong yang subur ditanah Indonesia sebagai barand Tepung Rosebrand kenapa kalian nggak sadar padahal ini adalah pangan utama penduduk Indonesia, apakah kalian senang tambang, senang nikel, senang minyak Tampa memikirkan perut kalian setiap hari makan bakso,mie dan kue dipinggiran jalan everyday, PBV masih murah poll margin pendapatan tinggi, ada dalam buku jika kamu kuasai energi kamu menguasai negara jika kamu menguasai pangan kamu mengontrol orang pass banget buat saham ini Bapak $BUDI ( pangan) kok nggak ada yang sadar ya, ini kalau di akuisisi sama Adik Prabowo wah bakalan suasembada pangan
CHINA mulai melirik ini untuk sektor ini aku juga akum pelan pelan disini kalau pas merah aku beli aja tanpa mikir naik masa bodoh orang setiap hari banyak yang makan cilok,bakso dan mie pokok aku beli ini titik

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI halo saya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI

Hidden Gems.
Perlu dinyalain mesinnya.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@kicikici saya tidak percaya kalau itu cewe beneran. hahahaha $BUDI $BAIK $GOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI gua call saham ni target ke 288🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ini ibu $BUDI, ini Bapak $BUDI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Isu utama emiten $BUDI (PT Budi Starch & Sweetener Tbk) saat ini berpusat pada aksi korporasi positif seperti pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp50 miliar karena dianggap undervalued dan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2024 yang menarik minat investor, di tengah kinerja fundamental yang stabil didukung oleh bisnis utama tepung tapioka dan produk pemanisnya (Rose Brand)

Fokus Isu Terkini (2025-2026):

1. Buyback Saham: BUDI mengumumkan buyback hingga 200 juta saham senilai Rp50 miliar dari saldo laba, menandakan keyakinan manajemen terhadap nilai saham perusahaan yang dinilai murah.

2. Performa Saham: Adanya aksi korporasi ini memicu kenaikan harga saham BUDI dan menarik antusiasme pelaku pasar, dengan dividend yield yang menarik.

DYOR
Bukan ajakan beli
Random tag $INDF $UNVR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ANDI &i $BUDI $BAIK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI sepi amat lu.. butuh konco 🤣 $MGNA $WIFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

siapa ini?

follow akun saya.

diskusi di komentar .
bukan ajakan masuk.


$PGEO $MOLI $BUDI

$BUDI masuk radar akum harga sek murah minimal 20% lek jadi jalan , list pemantauan 👀
klo masuk sementara sl di200 tpi klo beli cicil2 ga masalah dapet diskon

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bagaimana $TBLA Bisa Survive dari Cashflow Minus?

Request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kita perlu pelajari bagaimana PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) bisa survived arus kas operasional negatif (Cash Flow from Operations atau CFO) selama beberapa tahun tanpa bangkrut. Karena kalau cuma melihat CFO negatif, banyak investor langsung mengira perusahaan ini sudah di ujung jurang. Padahal yang benar-benar bikin perusahaan tumbang itu bukan rugi akuntansi, melainkan gagal bayar tepat waktu. TBLA adalah contoh klasik perusahaan yang secara operasional masih berjalan, tetapi modal kerjanya menyedot kas sehingga napas keuangan selalu pendek. Di titik ini, permainan utamanya bukan di laporan laba rugi, melainkan di akses kredit, kualitas jaminan, dan disiplin menjaga covenant bank. Yang menarik, TBLA justru memilih membayar pemasok lebih cepat, sementara penagihan ke pelanggan relatif lebih lama. Kombinasi ini biasanya mematikan jika tidak ada bank yang siap menjadi sumber oksigen. Jadi kuncinya bukan satu faktor, melainkan mesin pendanaan yang dipasang rapat di belakang layar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di periode sembilan bulan 2025 (9M 2025), pola bertahannya terlihat sangat jelas. Arus kas operasional (CFO) TBLA minus sekitar Rp2,0T, artinya kas dari kegiatan inti benar-benar terbakar. Namun di saat yang sama, arus kas dari pendanaan (Cash Flow from Financing atau CFF) justru plus sekitar Rp2,8T. Secara sederhana, kas yang habis di dapur operasional ditutup dengan suntikan utang baru, bahkan lebih besar dari defisitnya. Dengan cara ini, TBLA tetap bisa melanjutkan produksi, membeli bahan baku, dan membayar kewajiban yang jatuh tempo. Pola bertahan seperti ini terlihat tenang dari luar, tetapi di dalamnya TBLA hidup dalam ritme refinancing, hari ini menarik pinjaman, besok melunasi pinjaman lain, lalu mengulang siklus yang sama.

Alasan operasionalnya membakar kas sebesar itu ada di pengelolaan modal kerja yang makin tidak ramah kas. Sepanjang 9M 2025, pembayaran kepada pemasok dan lainnya mencapai sekitar Rp15,9T, sementara penerimaan dari pelanggan sekitar Rp15,6T. Secara aritmetika sederhana saja sudah terlihat defisit. Ini sejalan dengan turunnya utang usaha pihak ketiga dari sekitar Rp3,3T di akhir 2024 menjadi sekitar Rp1,7T per akhir September 2025. Penurunan sekitar Rp1,6T ini menunjukkan TBLA mempercepat pembayaran ke pemasok. Dampaknya, Days Payable Outstanding atau DPO memendek tajam. DPO kuartalan turun dari sekitar 54 hari di kuartal I (Q1) menjadi sekitar 45 hari di kuartal II (Q2), lalu hanya sekitar 33 hari di kuartal III (Q3). Dari sudut pandang manajemen kas, ini membuat perusahaan harus menutup kekurangan harian dengan utang bank.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di sisi masuknya kas, penagihan ke pelanggan juga tidak cepat. Days Sales Outstanding atau DSO di Q1 sekitar 85 hari, memburuk ke sekitar 105 hari di Q2, lalu membaik ke sekitar 89 hari di Q3. Secara kumulatif 9M 2025, DSO berada di kisaran 89 hari. Artinya TBLA membayar pemasok rata-rata sekitar satu bulan, tetapi baru menerima kas dari pelanggan sekitar tiga bulan. Persediaan memang relatif lebih efisien dibanding tahun sebelumnya, tetapi tetap memakan waktu. Days Inventory Outstanding atau DIO di Q1 sekitar 86 hari, Q2 sekitar 91 hari, Q3 sekitar 83 hari, dan secara kumulatif 9M 2025 sekitar 97 hari. Kombinasi DIO dan DSO yang panjang, ditambah DPO yang makin pendek, membuat Cash Conversion Cycle atau CCC melebar. CCC Q1 sekitar 116 hari, melonjak ke sekitar 151 hari di Q2, turun sedikit ke sekitar 138 hari di Q3, dan rata-rata 9M 2025 sekitar 134 hari. Ini berarti modal kerja TBLA harus membiayai jeda sekitar 4,5 bulan sebelum uang kembali menjadi kas. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan tanpa akses kredit biasanya sudah berhenti di tengah jalan.

Lalu bagaimana TBLA menutup lubang itu. Jawabannya ada pada peningkatan besar-besaran utang bank jangka pendek. Utang bank jangka pendek naik sekitar 69% dari sekitar Rp5,2T di akhir 2024 menjadi sekitar Rp8,8T per akhir September 2025. Total utang berbunga ikut naik menjadi sekitar Rp17,7T. Komposisinya juga berubah, porsi utang jangka pendek terhadap total utang berbunga naik dari sekitar 35% menjadi hampir 50%. Di saat yang sama, total liabilitas yang jatuh tempo kurang dari satu tahun mencapai sekitar Rp12,6T. Secara praktik, TBLA menukar kenyamanan pemasok dengan ketergantungan yang semakin besar pada bank.

Di sinilah peran fasilitas pembiayaan khusus menjadi krusial. TBLA menggunakan fasilitas pre-shipment financing dari Bank Danamon dengan limit sekitar Rp4,7T untuk modal kerja, serta account payable financing dari bank seperti Indonesia Eximbank dan CTBC. Mekanismenya sederhana tetapi efeknya keras. Utang dagang yang biasanya tanpa bunga dilunasi lebih cepat, lalu digantikan dengan utang bank berbunga yang jadwal pembayarannya mengikuti ketentuan bank. Ini menjelaskan mengapa utang usaha turun, sementara utang bank jangka pendek melonjak. Dari sisi pemasok, mereka dibayar cepat. Dari sisi bank, kendali ada di covenant dan agunan. Dari sisi TBLA, ini adalah cara bertahan yang mahal tetapi efektif.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Alasan bank masih bersedia memberi napas adalah kualitas jaminan dan dukungan grup. Sekitar 79% piutang usaha dijadikan agunan, sekitar 79% persediaan juga diagunkan, dan hampir 88% tanaman produktif dijaminkan. Di atas itu ada corporate guarantee dari PT Sungai Budi dan personal guarantee dari Widarto serta Santoso Winata, ditambah jaminan silang dari berbagai entitas anak. Dalam kondisi arus kas operasional negatif, bank tidak hanya melihat laba rugi, tetapi melihat siapa yang berdiri di belakang pinjaman dan aset apa yang bisa dieksekusi jika terjadi gagal bayar.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian investor adalah kontrak operasional jangka panjang. TBLA memiliki kontrak pengadaan biodiesel Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan entitas Pertamina dan $AKRA, kerja sama pelabuhan dengan Pelindo II berbasis build operate transfer selama 25 tahun dengan bagi hasil sekitar 20% sampai 50%, serta perjanjian plasma dengan berbagai koperasi desa untuk periode 13 sampai 25 tahun. Kontrak-kontrak ini memang tidak langsung menghasilkan kas tunai, tetapi memberi visibilitas operasi dan kepastian aliran barang, sehingga bank melihat TBLA sebagai bisnis yang masih berfungsi.

Di sisi internal grup, perjanjian dengan pihak berelasi juga membentuk tulang punggung operasional. PT Sungai $BUDI menjadi distributor utama produk TBLA sampai 2028. Sewa lahan pabrik dan kantor di Bandar Lampung diperpanjang hingga 2036. Sewa lahan pabrik gula dan perkebunan tebu juga berjangka panjang. Rangkaian kontrak ini membuat operasi TBLA melekat erat pada ekosistem grup pengendali. Dari sudut tata kelola, ini bisa memunculkan tanda tanya. Namun dari sisi survivability, inilah salah satu alasan TBLA tetap bisa bertahan di tengah tekanan kas.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Tentu semua ini tidak gratis. Beban bunga 9M 2025 naik menjadi sekitar Rp1,0T dari sekitar Rp0,85T di periode yang sama tahun sebelumnya. Hampir seluruh pinjaman berbunga mengambang, dengan bunga Rupiah sekitar 7% sampai 9,5% dan bunga Dolar AS sekitar 5,5% sampai 6,7%. Sensitivitasnya tinggi, kenaikan bunga Rupiah 1% saja bisa memangkas laba sebelum pajak sekitar Rp170B. Rasio utang bersih terhadap ekuitas atau gearing ratio ikut naik dari sekitar 160% menjadi sekitar 186%. Walaupun masih di bawah batas covenant bank yang umumnya 200% sampai 260%, ruang napasnya jelas makin sempit.

Intinya, TBLA bertahan bukan karena kasnya kuat, melainkan karena kreditnya kuat. TBLA mengorbankan DPO, membiarkan DSO dan DIO tetap panjang, lalu menutup celah modal kerja dengan utang jangka pendek dan fasilitas pembiayaan yang terus diputar. Semua itu ditopang oleh agunan besar, kontrak operasional yang memberi keyakinan ke kreditur, serta dukungan pihak berelasi yang menyediakan guarantee dan struktur ekosistem aset. Selama bank masih percaya dan covenant tetap terjaga, TBLA bisa terus berjalan. Tetapi ketika bank mulai mengetatkan limit, suku bunga naik tajam, atau kualitas piutang kembali memburuk, mesin bertahan ini berpotensi berubah dari oksigen menjadi tekanan yang langsung menghimpit likuiditas.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Last 3 Months 💸
tag
$SIDO $BUDI $TOTO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI deviden sudah masuk, harga diskon lagi. saatnya nambah muatan mumpung harga diskon

random tag
$AALI $SSMS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Budi Starch Sweetener Tbk. - BUDI
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/Vto0oKKx

$BUDI

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI punyaku belom masuk yaa, apa ga kebagian??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Thanks Bapak $BUDI untuk Dividen nya 🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUDI besok cair uang MBG kah? 🤣 hiburan saat sangkut

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy