4,690

+130

(2.85%)

Today

4,300

Volume

5,018

Avg volume

Company Background

PT Indo Kordsa Tbk bergerak di bidang industi serat/filament buatan, kain ban, benang Nylon dan benang Polyester. Perseroan menghasilkan jenis-jenis produk antara lain: Kain Ban (nylon 66 dan Polyester), Benang nylon 66, dan Benang Polyester hmLS (high-modulus Low-Shrinkage). Perseroan merupakan perusahaan pemasok utama bahan penguat ban premium di kawasan Asia Tenggara. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, ke Eropa, Asia dan Timur Tengah. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada 1 April 1987.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah Pasar Ban Lagi Lesu?

Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Bisnis ban itu butuh vendor dan pelanggan yang mumpuni karena ban tidak bisa laku tiap hari. Ban itu bukan mie instan, permintaannya lebih banyak datang dari siklus, ganti ban, armada logistik, dan order pabrikan, jadi jaringan pelanggan menentukan napas. Di sisi lain, vendor menentukan nyawa produksi karena bahan baku ban itu sensitif, harga bisa naik turun, dan kalau pasokan seret pabrik tetap jalan tapi marginnya bisa tersayat. Investor yang cuma melihat penjualan total sering kelewat satu hal, konsentrasi pelanggan bisa bikin angka terlihat stabil tapi sebenarnya rapuh. Kebalikannya, angka penjualan bisa turun sedikit tapi kualitas pelanggan dan vendor justru makin solid, jadi risikonya menurun diam-diam. Karena itu, yang perlu dilihat bukan cuma siapa jualan paling besar, tapi siapa yang punya pembeli inti yang benar-benar bayar, dan siapa yang punya pemasok yang benar-benar sanggup kirim. Kalau salah pilih pelanggan, piutang menumpuk, diskon membesar, dan kas jadi seret walau revenue tampak ramai. Kalau salah pilih vendor, produksi tersendat, kualitas turun, dan pelanggan bagus pun bisa pindah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi pelanggan, $GJTL terlihat punya nama besar, tetapi kontribusi pelanggan teratasnya tidak mendominasi sendirian, GITI Tire (USA) Ltd. Rp858,32 miliar setara 6,54% dari penjualan 9M 2025, lalu GITI Tire Global Trading Pte. Ltd. Rp477,18 miliar setara 3,64%, dan PT Speedwork Solusi Utama Rp281,94 miliar setara 2,15%. Secara total, pihak berelasi menyumbang 13% dari penjualan bersih, jadi ketergantungan ke jaringan relasi ada, tetapi tidak sampai membuat seluruh cerita hanya ditopang satu pembeli. Masalahnya, total penjualan GJTL justru turun -2,38% dibanding 9M 2024, dan yang paling terasa adalah GITI Tire (USA) turun -35,4% dari sekitar Rp1,33 triliun menjadi Rp858 miliar. Di tengah penurunan itu, ada satu angka yang mencolok, PT Speedwork Solusi Utama melonjak +2.211%, ini biasanya sinyal pergeseran kanal penjualan atau pergeseran pola distribusi, jadi investor perlu curiga sehat, lonjakan ekstrem itu bagus kalau repeatable, tapi rawan kalau cuma efek base kecil atau kontrak sesaat.

$GDYR ceritanya lebih terkonsentrasi dan lebih berbasis jaringan relasi grup. Goodyear Malaysia Bhd. menyumbang $20,19 juta setara 16,78% dari penjualan 9M 2025, lalu Goodyear Philippines Inc. $8,19 juta setara 6,81%, dan Goodyear (Thailand) Public Co., Ltd. $8,10 juta setara 6,74%. Total pihak berelasi menyumbang 36% dari penjualan bersih, artinya mesin revenue GDYR cukup bergantung pada ekosistem internal regional. Namun total penjualan GDYR turun -7,6% dari $130,1 juta menjadi $120,2 juta, dan penjualan domestik turun -11,08%, sementara Goodyear Malaysia justru naik tipis +0,85%. Ini memberi kesan sederhana, ekspor intra grup lebih tahan, domestik yang lebih mudah goyah, jadi kalau domestik lemah berkepanjangan, GDYR akan makin bergantung pada order relasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$BRAM paling bikin kaget karena penurunannya bukan lagi koreksi kecil, tetapi seperti kehilangan volume besar. Kontributor terbesar Kordsa Brazil S.A. $5,54 juta setara 5,89% dari pendapatan bersih, lalu Kordsa Inc. Amerika Serikat $4,87 juta setara 5,18%, dan total pihak berelasi 6,49%. Angkanya terlihat tidak terlalu terkonsentrasi, tetapi total pendapatan BRAM turun -47,8% dibanding September 2024, dengan Kordsa Inc. USA turun -65,2% dan Kordsa Brazil turun -37,3%. Ini lebih mirip masalah demand atau utilisasi pabrik, bukan sekadar geser pelanggan, karena jatuhnya terlalu dalam untuk dianggap normal.

TYRE berbeda sendiri karena seluruh penjualan dilakukan ke pihak ketiga, bukan relasi, dan penjualannya justru tumbuh. Total penjualan naik +5,48% dari Rp428,2 miliar menjadi Rp451,7 miliar, dan segmen ban luar tumbuh +9,85%. Data pelanggan utama yang ditampilkan untuk TYRE adalah berbasis saldo piutang, jadi ini lebih menggambarkan konsentrasi tagihan dan kanal distribusi daripada komposisi revenue. Tiga nama teratasnya PT Wahana Kreasindo Utama Rp14,48 miliar, CV Motorindo Sejahtera Rp12,63 miliar, dan PT Pratama Inti Distribusindo Rp7,66 miliar, ini menandakan ada beberapa distributor yang memegang porsi penagihan besar, sehingga kualitas penagihan dan disiplin kredit jadi krusial. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masuk ke sisi vendor, di bisnis ban vendor itu bukan sekadar pemasok, tetapi juga penentu stabilitas biaya. GDYR punya vendor bahan baku yang kontribusinya besar, PT Bitung Gunasejahtera menyumbang pembelian bahan baku $11,27 juta dan Junma Tyre Cord Company Ltd. $5,82 juta, keduanya lebih dari 10% total pembelian bahan baku. Total pembelian bahan baku GDYR relatif datar, turun tipis -0,32% dari $64,75 juta menjadi $64,55 juta, jadi penurunan penjualan -7,6% tadi bukan karena belanja bahan baku jatuh drastis, bisa saja ada perubahan mix produk, inventory, atau efisiensi produksi. Ada juga saldo utang ke Goodyear Dalian Tire Co. Ltd. sebesar $1,24 juta, yang menegaskan keterikatan rantai pasok internal masih aktif.

GJTL menampilkan pendekatan yang lebih bankable untuk karet alam lewat approved suppliers di fasilitas SKBDN, dengan PT Bitung Gunasejahtera dan PT Karias Tabing Kencana sebagai pemasok yang diidentifikasi. Biaya bahan baku yang dipakai dalam produksi naik +4,38% dari Rp6,47 triliun menjadi Rp6,75 triliun, ini bisa terjadi walau penjualan turun tipis, karena harga bahan baku, perubahan mix, atau timing pembelian dan pemakaian. Saldo utang pihak berelasi yang disebutkan justru kecil, misalnya ke PT Speedwork Solusi Utama Rp3,44 juta dan ke GITI Radial Tire (Anhui) Co. Ltd. Rp1,68 juta, jadi sisi vendor relasi tidak terlihat mendominasi utang usaha.

BRAM unik karena belanja ke pihak berelasi melonjak +607% dari $1,31 juta menjadi $9,28 juta, sementara COGS turun -39,7% akibat volume produksi yang lebih rendah. Vendor relasi terbesarnya Kordsa Inc. USA dengan pembelian $6,34 juta setara 10,18% total pembelian, serta Kordsa Teknik Tekstil A.S. Turki $2,93 juta setara 4,71%. Total utang ke pemasok pihak ketiga sebesar $19,38 juta, jadi secara operasi, BRAM masih punya beban payable eksternal yang cukup berarti walau volume turun, ini salah satu titik yang biasanya membuat manajemen harus ekstra rapi mengatur kas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TYRE lebih berbasis vendor lokal dan bahan penolong, dengan saldo utang usaha terbesar ke PT Sari Sarana Kimiatama Rp4,76 miliar, PT Cabot Indonesia Rp3,70 miliar, dan PT Sumber Cipta Energi Rp2,81 miliar. Pembelian persediaan turun -1,95% dari Rp267,09 miliar menjadi Rp261,89 miliar, sementara penjualan naik +5,48%, ini kombinasi yang menarik karena bisa berarti perputaran inventory membaik atau perusahaan memanfaatkan stok yang sudah ada.

Terakhir, skala organisasi memberi petunjuk seberapa berat mesin operasi dan seberapa fleksibel perusahaan beradaptasi. GJTL adalah yang paling besar, dengan 17.278 karyawan per 30 September 2025 naik dari 17.014 per 31 Desember 2024, ini menggambarkan struktur pabrik dan distribusi yang masif, tetapi juga berarti fixed cost dan kompleksitas tinggi. GDYR relatif ramping 799 karyawan turun dari 805, perubahan kecil, lebih seperti penyesuaian biasa. BRAM turun dari 1.503 menjadi 1.282 karyawan, penurunan ini sejalan dengan pendapatan yang jatuh -47,8%, jadi ada upaya menyesuaikan kapasitas. TYRE turun dari 173 menjadi 100 karyawan, ini memberi sinyal perampingan besar, tetapi penjualannya tetap tumbuh, sehingga investor perlu menilai apakah ini efisiensi yang sehat atau ada risiko operasional yang ditahan dengan beban kerja yang makin padat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GJTL masih punya jaringan pelanggan yang tidak terlalu terkonsentrasi, tetapi ada tekanan di pembeli besar GITI USA dan ada pergeseran kanal yang sangat ekstrem di Speedwork. GDYR kuat di jaringan relasi regional, tetapi domestik sedang melemah sehingga ketergantungan ke ekosistem relasi makin besar. BRAM sedang mengalami penurunan demand yang tajam, dan kenaikan pembelian dari pihak berelasi di saat revenue jatuh adalah sinyal yang wajib dipantau ketat. TYRE sedang bertumbuh dan seluruhnya pihak ketiga, tetapi konsentrasi piutang di beberapa distributor berarti disiplin kredit dan kualitas pelanggan menjadi kunci, karena ban memang tidak laku tiap hari, tetapi tagihan bisa menumpuk setiap hari kalau salah pilih kanal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $GJTL Senang Melihat Dollar Meroket dan Rupiah Nyungsep?

Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Tidak semua perusahaan bahagia melihat Dollar naik. Di sektor ban, Dollar itu seperti cuaca, kadang jadi angin belakang, kadang jadi badai di muka. Investor sering mengira semua eksportir otomatis senang, padahal struktur utang dan mata uang pembukuan bisa membalik cerita dalam satu kuartal. Kalau mata uang fungsional perusahaan USD, penguatan Rupiah atau Baht bisa terasa seperti beban yang tiba-tiba membesar saat dikonversi. Kalau mata uang fungsionalnya Rupiah dan perusahaan pegang banyak aset USD, pelemahan Rupiah justru bisa bikin laba kurs muncul tanpa menjual satu ban pun. Tetapi kalau yang dominan utang USD, pelemahan Rupiah itu seperti cicilan yang naik sendiri. Jadi pertanyaan investor bukan Dollar naik itu bagus atau jelek, tapi investor perlu lihat posisi moneter bersih, aset moneter bersih atau liabilitas moneter bersih. Di data per 30 September 2025, empat emiten ban ini memberi contoh yang kontras, ada yang berbalik diuntungkan, ada yang tetap sensitif, ada yang tampak rapi tapi tetap rugi kurs. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Konsep dasarnya sederhana. Aset moneter bersih positif berarti kas, bank, dan piutang dalam mata uang asing lebih besar daripada utang moneter dalam mata uang asing, sehingga ketika mata uang asing itu menguat terhadap mata uang fungsional, perusahaan cenderung mencatat laba selisih kurs. Kebalikannya, liabilitas moneter bersih atau aset moneter negatif berarti utang moneter lebih besar daripada kas dan piutang, sehingga penguatan mata uang asing biasanya memukul laba lewat rugi kurs. Ini murni efek penjabaran ulang saldo moneter di tanggal laporan, jadi dampaknya bisa muncul walau operasi bisnis tidak berubah banyak.

Kasus paling menarik datang dari GJTL karena terjadi putar balik dari 2024 ke 2025. Per 31 Desember 2024, GJTL berada di posisi liabilitas moneter bersih sekitar Rp 0,75 triliun. Per 30 September 2025, posisinya berubah menjadi aset moneter bersih positif Rp 1,60 triliun. Pemicu utamanya penurunan besar utang obligasi dalam USD dari sekitar $178,9 juta menjadi nihil, jadi sisi utang valas mengecil drastis sementara aset valas masih ada. Dengan kurs akhir periode sekitar Rp 16.680 per 1 USD, saldo piutang usaha GJTL juga memuat komponen USD sekitar $188,18 juta, ditambah kas dan setara kas Rp 866,79 miliar, surat utang Rp 383,74 miliar, piutang lain-lain Rp 62,24 miliar, dan aset keuangan tidak lancar lain Rp 101,49 miliar dalam campuran mata uang asing. Efek akhirnya, GJTL mencatat laba selisih kurs bersih Rp 98,18 miliar, selaras dengan posisi aset moneter bersih yang sudah positif. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$BRAM kebalikannya, secara posisi moneter bersih masih negatif walau membaik. Per 30 September 2025, BRAM mencatat liabilitas moneter bersih sekitar $3,55 juta, turun dari $4,70 juta di 31 Desember 2024. Artinya, untuk mata uang non USD yang relevan bagi BRAM, porsi utangnya masih lebih besar daripada asetnya. Padahal aset moneter BRAM terlihat besar, kas dan setara kas $18,08 juta, piutang usaha $25,57 juta, klaim piutang asuransi $20,00 juta, pinjaman ke pihak berelasi $30,00 juta, dan tagihan pajak $2,34 juta. Namun karena mata uang fungsional BRAM adalah USD, saldo dalam Rupiah atau Baht yang netonya lebih banyak utang akan menghasilkan rugi kurs ketika mata uang tersebut bergerak menguat terhadap USD. Itulah sebabnya BRAM tetap membukukan rugi selisih kurs bersih sekitar $115,31 ribu, walau eksposurnya sudah mengecil dibanding akhir 2024.

GDYR kelihatannya seolah otomatis aman karena basisnya USD, tetapi tetap bisa untung rugi dari mata uang non USD. Goodyear Indonesia memantau aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain USD, lalu semua efek penjabaran masuk ke laba rugi. Di sisi aset moneter, GDYR punya kas dan bank $9,63 juta, piutang usaha $11,32 juta dengan porsi pihak berelasi $6,4 juta, piutang lain-lain $0,40 juta, serta tagihan restitusi pajak $4,38 juta. Karena mata uang fungsionalnya USD, perubahan nilai Rupiah atau Euro terhadap USD akan langsung memantul ke laporan laba rugi. Hasil akhirnya, GDYR mencatat laba selisih kurs bersih $113,97 ribu, angkanya tidak besar, tetapi menunjukkan efek kurs tetap hidup walau bisnisnya berbasis USD. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$TYRE adalah contoh klasik bahwa punya saldo kas valas tidak otomatis bikin aman, karena yang menentukan adalah selisih bersih antara aset dan utang valas. TYRE membukukan rugi selisih kurs sekitar Rp 1,29 miliar. Kurs yang dipakai per 30 September 2025 sekitar Rp 16.683 per 1 USD dan Rp 2.343 per 1 CNY. TYRE punya kas dan bank Rp 21,76 miliar yang memuat saldo kecil USD sekitar $220.979 dan CNY 1.781.030, dana dibatasi penggunaannya Rp 0,63 miliar, serta piutang usaha Rp 86,35 miliar. Namun perusahaan juga memiliki utang usaha dalam USD dan CNY, dan ketika kenaikan nilai utang valas lebih besar daripada kenaikan nilai aset valas saat dijabarkan ke Rupiah, hasilnya rugi kurs. Ini tipe risiko yang sering menipu investor, karena kas terlihat ada, tetapi struktur utang dagang valas yang dominan bisa membuat kurs bergerak jadi beban, bukan bonus.

GJTL sekarang berada di rezim yang lebih ramah ketika USD menguat karena posisi aset moneter bersihnya sudah positif setelah utang USD dibereskan. BRAM masih sensitif karena posisi moneter bersihnya tetap negatif, jadi pergerakan mata uang non USD bisa menekan. GDYR relatif stabil karena basis USD, namun tetap bisa mencatat laba rugi kurs dari eksposur non USD. TYRE menunjukkan sisi rawan perusahaan berbasis Rupiah yang punya utang dagang valas, karena walau ada kas valas, yang menentukan tetap netonya, bukan sekadar punya saldo USD atau CNY.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $GIAA
HARGA SAAT INI : 96

1ļøāƒ£ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – spekulatif (base bawah)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak di area bawah historis, rawan volatil namun masih berpotensi technical rebound selama support kunci bertahan

2ļøāƒ£ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 92 – 94
- Support Kunci : 90
- Resistance 1 : 100
- Resistance 2 : 108 – 112

3ļøāƒ£ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul di area bawah → indikasi spekulasi & akumulasi jangka pendek
- Kenaikan masih terbatas, belum distribusi besar
- Selama harga di atas 90 → peluang rebound teknikal masih terjaga

4ļøāƒ£ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 96
- Stop Loss : 90 (±6,3%)
- Target Swing : 110 (±14,6%)
- Risk : Reward : 1 : 2,3 → LAYAK (SANGAT SPEKULATIF)

5ļøāƒ£ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten maskapai nasional dalam proses restrukturisasi
- Fundamental masih berisiko tinggi, sangat sensitif berita & sentimen
- Cocok untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan investasi jangka panjang

šŸ“Œ KESIMPULAN SWING TRADER
GIAA hanya cocok untuk **swing spekulatif** selama bertahan di atas support kunci 90.
Fokus cepat ambil profit, disiplin stop loss, dan hindari average down.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik Nama Saham,Contohnya $ASPI $BRAM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TOWR $BRAM $ROTI cicil bertahap Januari

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRMS

⚔ SCALPING PLAN: BRMS

🟢 Entry
Buy on pullback: 1.020 – 1.060 (Area pengujian support psikologis dan zona permintaan historis).

Buy breakout (agresif): > 1.140 (Valid jika harga menembus resisten minor harian dengan volume tebal).

šŸŽÆ Take Profit
TP 1: 1.180 – 1.200 → jual 40% (Target menguji kembali area konsolidasi sebelum koreksi terakhir).

TP 2: 1.280 – 1.320 → jual sisa (Target untuk menguji puncak reli Desember).

šŸ”“ Stop Loss
SL pullback: 980.

SL breakout: 1.080.

Daily close < 1.000 → CUT LOSS mutlak (Risiko kejatuhan berlanjut menuju level 850–900).

āš ļø Catatan Cepat
Karakter Saham: BRMS sangat dipengaruhi oleh sentimen komoditas logam dan pergerakan saham grup Bakrie lainnya; pastikan memantau volume transaksi secara real-time.

Momentum Alert: Waspadai garis MACD; jika jarak antara garis biru dan merah melebar ke bawah, segera hindari akumulasi berlebih.

Disiplin: Mengingat penurunan yang cukup dalam, fokuslah pada pemulihan teknikal cepat daripada memegang posisi terlalu lama di fase koreksi ini.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$BRIS $BRAM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indo Kordsa Tbk - BRAM
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/AtaWG8hW

$BRAM

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM 19 transaksi 21 jt nilainya bisa naik 2,28% enak di goreng

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@dchrst kayanya memang dimakan AI semua ini $RAAM dan $BRAM šŸ—æ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@addriannp Yang bener $BRAM šŸ—æ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"Kepemimpinan Pasar Memberi Pricing Power."

Bisnis yang merupakan pemimpin pasar di industrinya (pangsa pasar terbesar) cenderung memiliki kekuatan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan banyak pelanggan (pricing power). Ini krusial saat inflasi tinggi.

$TPIA $PEVE $BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laporan Laba Rugi 2025Q3
Tahun 2025 Kuartal 3
$BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Q3 2025 $BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM, di saat yg lain pada merah, $BRAM doang yg ijo. @virginmoist

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM Terimakasih Bapak/Ibu Emiten Owner & Market Maker untuk profit selama saya hold sejak 8 Agustus 2025 dalam posisi Morning Star. Saya exit TP karena bukan pecinta candle-candle panjang dan emiten ini sangat sepi.
Semoga bisa trading kembali di kemudian hari.
Berkah Dalem.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NPGF (Nusa Palapa Gemilang Tbk)
Harga Terakhir: 57
Perubahan Mingguan: +7.6 (+11.76%)
Sektor: Barang Baku
Kategori: Syariah
Kode: DBX

šŸ”¹ 1. Trend Harga
Minggu ini harga NPGF menunjukkan kenaikan signifikan sebesar +11.76%. Pergerakan harga berada dalam kisaran 50 (low) hingga 62 (high), menunjukkan momentum bullish yang kuat dengan breakout dari level psikologis 50–52.

šŸ”¹ 2. Support & Resistance
Support terdekat: 50 – area low mingguan dan support psikologis.
Support berikutnya: 48 – level di bawah 50 yang dapat menjadi zona beli.
Resistance terdekat: 62 – high mingguan.
Resistance berikutnya: 65–68 – zona target berikutnya jika breakout berlanjut.

šŸ”¹ 3. Volume & Momentum
Tidak tersedia data volume spesifik, tetapi kenaikan harga lebih dari 11% dalam seminggu mengindikasikan adanya peningkatan minat beli dan momentum bullish. Saham sedang dalam fase akumulasi atau sedang di-drive oleh sentimen positif.

šŸ”¹ 4. Skenario Trading
Buy on Strength: Akumulasi di area 54–56 (jika ada pullback).
Breakout Buy: Jika harga konsisten di atas 62 dengan konfirmasi volume.
Take Profit: Parsial di 62–65, kemudian 68.
Cut Loss: Jika harga break di bawah 48.

šŸ”¹ 5. Kesimpulan
NPGF sedang dalam momentum bullish dengan kenaikan mingguan yang kuat. Saham berpotensi melanjutkan tren naik selama harga mampu mempertahankan level di atas 50. Perlu konfirmasi volume dan breakout di atas 62 untuk membuka ruang lebih tinggi.

šŸ”¹ 6. Strategi Entry
Entry pada pullback ke 54–56 (risk-reward lebih baik).
Entry tambahan jika break dan close di atas 62.
Target: 65–68.
Cut Loss: di bawah 48.

šŸ“Œ Random Tag: $BRAM $SMRA

=====================
Disclaimer Always On – Bukan ajakan membeli/menjual. Lakukan analisis dan riset mandiri sebelum investasi. Jangan lupa follow untuk update saham potensial lainnya dan cek bio.

https://stockbit.com/chat/group/invitation/oHzgNB11VpCo

Read more...

$WOOD šŸ’€

Tadi pagi saya memutuskan untuk exit di 370, setelah tektokan dari November tahun lalu.. *capek kali wak

Sebetulnya potensi di emiten ini masih ada; Carbon Credit, ESG, SDG, perluasan pasar export ke Eropa & Timur Tengah, juga kemitraan dengan China, bla bla bla..

Tapi saya memutuskan untuk mengurangi jumlah saham di porto, jadi bisa dibilang ini bagian dari rebalancing porto.. hari ini aja saya sudah divestasi total di bbrp emiten seperti $BRAM (goodbye pak Omur) dan $INCO, well sizenya juga gak begitu besar, so.. yasudahlah

Terlalu banyak saham di porto bikin pusing kepala, lebih baik fokus di beberapa yang memang lebih berpotensi, seperti ........ (follow untuk baca selanjutnya) šŸ˜‰ *just kidding.. jangan follow saya, saya aliran sesat šŸ™ƒ

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRAM Rugi Karena Pabrik Kebanjiran

Itu lah kenapa bangun pabrik di Indonesia itu harus ada mitigation buat banjir. Susah kalau bangkrut pabrik di wilayah langganan banjir.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy