


Volume
Avg volume
PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau BNGA bergerak di bidang usaha Bank Umum, Bank Devisa dan Bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah. Perseroan menawarkan produk dan layanan perbankan konvensional dan syariah yang komprehensif dengan gabungan kekuatan di bidang Perbankan Konsumer, Usaha Menengah Kecil dan Mikro, Perbankan Komersial dan Korporat, Tresuri serta layanan pembayaran. CIMB Niaga memiliki dua anak perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor, yaitu PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) dan PT KITA Finance (KITAF) dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 99,9% dan 51,0%. Per 31 De... Read More
ANALISIS SEROK SAHAM – $CLEO
Harga Saat Ini : 406
1️⃣ KONDISI HARGA
Harga berada di area tengah setelah pergerakan naik sebelumnya.
Belum menyentuh zona bawah ekstrem.
Area sekarang cenderung area supply minor, bukan zona serok ideal.
2️⃣ MAPPING ZONA SEROK
Zona Serok 1 (Ringan)
380 – 395
Area support terdekat.
Cocok untuk cicil 20–30%.
Zona Serok 2 (Ideal)
350 – 370
Support kuat sebelumnya.
Risk–reward lebih sehat.
Cocok untuk tambah posisi utama.
Zona Serok 3 (Diskon Bandar)
310 – 340
Area panic selling / flush.
Entry agresif jika muncul reversal + volume.
3️⃣ TARGET PANTULAN
TP1 : 440
TP2 : 470
TP3 : 500 – 540 (jika momentum kuat)
4️⃣ STOPLOSS WAJIB
Jika tutup di bawah 300
Struktur rusak → wajib disiplin cut.
5️⃣ SIMULASI RISK : REWARD
(Contoh Entry Zona Ideal 360)
Risiko ±60 poin
Potensi TP1 ±80 poin
Potensi TP2 ±110 poin
Estimasi R:R
1 : 1,3 sampai 1 : 1,8
Masuk bawah = tekanan psikologis lebih kecil.
KESIMPULAN PASUKAN SEROK
Harga 406 bukan zona terbaik untuk serok maksimal.
Strategi terbaik menunggu ditekan ke 370 – 350.
Jangan beli karena FOMO naik.
Kita beli saat orang panik dan harga murah.
Yang sering nyangkut beli di atas.
Pasukan Serok hadir beli di bawah, Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $PTBA $BNGA
ANALISA SAHAM $SMGA
Harga Sekarang: Rp 109
Zona Area Beli Aman:
Rp 100 – 104
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 95
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 114 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 114 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 125
• TP2 = Rp 140 – 160
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 100, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham small cap, volatilitas tinggi dan sangat sensitif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $BNGA $BBTN
@lyoxdt Terima kasih sudah berbagi sudut pandang dan pengalaman pribadi. Saya sepakat bahwa tidak semua penurunan harga otomatis menjadikan sebuah saham sebagai dividend trap. Ada perbedaan besar antara bisnis yang sedang mengalami tekanan siklus atau penurunan struktural dengan bisnis yang memang kehilangan daya tahannya secara permanen. Itu sebabnya konteks selalu lebih penting daripada sekadar angka yield.
Dividend trap yang saya maksud dalam tulisan bukanlah label otomatis untuk setiap saham yang harganya turun atau labanya menyusut. Trap terjadi ketika kita membeli semata-mata karena yield tinggi, tanpa cukup memahami mengapa yield itu menjadi tinggi. Jika seseorang memahami model bisnisnya, sadar akan tren penurunan laba, menerima risikonya, dan tetap nyaman secara rasional — itu bukan terjebak. Itu keputusan sadar.
Saya juga setuju bahwa kenyamanan pribadi dan pemahaman mendalam terhadap bisnis memegang peranan penting. Selama kita tahu apa yang kita miliki, memahami risiko penurunan laba, dan tidak menutup mata terhadap kemungkinan perubahan fundamental, maka itu bagian dari proses investasi. Tidak semua investasi dengan kinerja menurun adalah kesalahan; kadang itu fase transisi, kadang memang perubahan jangka panjang yang harus dihadapi.
Soal exit plan juga sangat relevan. Dividend investing bukan berarti pasif tanpa batas. Jika ada perubahan struktural yang signifikan — misalnya arus kas tidak lagi mendukung pembagian, utang memburuk, atau model bisnis kehilangan relevansi — maka evaluasi ulang menjadi wajib. Bukan karena panik, tetapi karena disiplin.
Dan benar, terlalu banyak pertimbangan bisa membuat kita kehilangan momentum. Di sisi lain, terlalu sedikit pertimbangan bisa membuat kita mengabaikan risiko. Mungkin keseimbangan di situlah yang sedang kita latih bersama dalam seri ini: bukan menjadi paling cepat, bukan juga paling hati-hati, tetapi menjadi paling sadar terhadap keputusan yang kita ambil.
Appreciate the thoughtful 2 cents. Diskusi seperti ini justru membuat cara berpikir kita makin tajam 🙏
$MPMX $BNGA $HEXA
Ini saham Multibagger ini punya peluang Buat naik 2-3 kali ini $SUPA Aplagi ketua direktur nya sekaligus Ceo Bank$SUPA dan dia mantan Ceo Bank $BNGA Aku optimis dia bakalan naik Lagi
@Sasyah punya grafik pengaruh perang ke ihsg dari belum lahir mpe sekarang? kalo punya, pasti dah tau jawaban nya.
kalo belum punya, nanti saya share insyAllah,
bobo siang dulu ya...
sembarang tag :$BJBR, $BNLI, $BNGA
EMA 100 Rejection – Bull Trap - Technical rebound
Pantauan teknikal pada salah satu emiten yang sedang rebound.
Saat ini harga tertekan dibawah EMA 100 dan menunjukkan penolakan (rejection) Ema 100.
Selama harga tidak mampu breakout dan berkonsolidasi di atas EMA 100, kenaikan ini hanyalah Technical Rebound dalam struktur downdrend. Secara psikologi pasar, kegagalan menembus resisten dinamis ini memperbesar risiko pembentukan Lower Low (LL) baru jika support lokal kembali tertembus.
Konfirmasi volume dan akumulasi di area bawah tetap menjadi kunci sebelum memutuskan entry.
salah satu contoh dibawah
kenapa kamu perlu PLAN jelas , entry , SL dan target
Prediksi awal technical rebound menuju area 2.100 ternyata tertahan lebih awal di EMA 100.
Inilah pentingnya objektivitas dalam trading.
Kita menganalisis data yang tersaji di depan mata, bukan mengatur chart sesuai keinginan kita. Ketika harga gagal menembus resisten dinamis EMA 100, narasi berubah menjadi antisipasi Lower Low (LL).
target awal 39.5% gagal disentuh
hrga berbalik / hnya up 32% dari entry.
close profit 19% (batas amankan profit) dan support minor di TF 4h.
keputusan dibuat berdasar data bukan ego...
g perlu memaksakan market bergerak ke target kita. TPI kita harus menyesuaikan dgn pergerakan market.
TP 40% gagal , 32% area tertinggi dan close 19 % langkah awal antisipasi harga potensi kembli ke entry /lbih rendah .
daripada hangus 😌😅.
$DEWA $BRMS $BNGA

$BNGA
Emiten perbankan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,93 triliun sepanjang 2025.
Capaian ini meningkat tipis 0,53% dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp6,9 triliun.
random tag: $ARTO $BBHI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang sangat mengesankan. Bank swasta nasional ini sukses membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi perseroan sebagai salah satu pemain utama di in...

stockwatch.id

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba sebelum pajak konsolidasi, audited, sebesar Rp 8,8 triliun di akhir 2025. Capaian ini membuat perseroan sukses meraih earnings per share sebesar Rp 273,53 per saham.
Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 27/02/20...

www.cnbcindonesia.com
Sejumlah bank terbesar Asia tengah bersiap mengajukan penawaran untuk aset ritel HSBC di Indonesia. Nama-nama besar seperti DBS, OCBC $NISP , UOB, CIMB Group $BNGA , hingga Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG) $BTPN disebut masuk dalam daftar calon pembeli. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi mereka di pasar Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
HSBC sendiri sedang melakukan tinjauan strategis atas bisnis ritelnya di beberapa negara, termasuk Indonesia, Australia, dan Mesir. Binding bids dijadwalkan masuk pada pertengahan Maret 2026. Jika transaksi ini terealisasi, aset HSBC Indonesia bisa bernilai lebih dari US$200 juta, sekaligus membuka babak baru persaingan perbankan regional di pasar domestik.
Naskah dan Desain : Asep Suherman
#HSBC #PerbankanAsia #IndonesiaFinance #BankRitel #EkonomiAsia

KABARBURSA.COM – Laba bersih PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada kuartal IV-2025 tercatat turun 5 persen secara tahunan dan 11 persen secara kuartalan. Dengan capaian tersebut, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp6,9 triliun atau tumbuh 1 persen dibandingkan 2024.
Walau demikian, realisasi ini se...

www.kabarbursa.com

BNGA: Laba Bersih +1% YoY pada 2025, Sejalan Ekspektasi
Stockbit's take:
▪️Bank CIMB Niaga ($BNGA) mencatat laba bersih sebesar Rp1,6 T pada 4Q25 (-5% YoY, -11% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp6,9 T (+1% YoY), sejalan dengan ekspektasi (98% estimasi 2025F konsensus).
▪️PPOP pada 2025 tercatat flat, seiring: 1) pertumbuhan kredit yang melambat di tengah pelemahan NIM; dan 2) kenaikan opex. Di sisi lain, beban provisi turun -7% YoY selama 2025 seiring perbaikan kualitas aset.
▪️Untuk 2026, manajemen BNGA menurunkan guidance pertumbuhan kredit sebagai bentuk sikap prudent dalam menjaga kualitas aset. Sementara itu, guidance NIM relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Kami akan terus mencermati perkembangan pertumbuhan kredit BNGA serta kemampuan perseroan untuk meningkatkan kontribusi segmen retail dan SME dalam portofolio ke depan, yang berpotensi menopang loan yield.
▪️Manajemen BNGA juga memberikan guidance return on equity (ROE) di kisaran 12,5–13,5% pada 2026 (vs. realisasi 2025: 13%).
Pertumbuhan Kredit Melambat; NIM Melemah
Pertumbuhan kredit BNGA melandai ke level +4,5% YoY per Desember 2025 (vs. September 2025: +4,6% YoY, Desember 2024: +6,9% YoY), menandai pertumbuhan terendah sejak 1Q22 dan melanjutkan tren penurunan sepanjang 2025. Sejalan dengan perlambatan tersebut, guidance pertumbuhan kredit pada 2026 diturunkan menjadi +3–5% YoY. Terkait strategi penetrasi ke kota–kota tier–2, manajemen BNGA mengatakan bahwa dampak positif diperkirakan mulai terlihat dalam 6–12 bulan ke depan, seiring pertumbuhan kredit dan CASA yang baik di wilayah tersebut.
Sementara itu, loan yield turun sebesar -18 bps QoQ/-32 bps YoY pada 4Q25 di tengah lingkungan suku bunga rendah. Earnings asset yield juga tertekan seiring meningkatnya porsi kas (+37% YoY) akibat menurunnya penempatan pada surat berharga (-9% YoY) per Desember 2025. Kas tersebut akan kembali diinvestasikan pada pasar obligasi ketika kondisi dinilai lebih optimal. Dari sisi pendanaan, Cost of Fund (CoF) turun -19 bps QoQ/-30 bps YoY pada 4Q25 seiring meningkatnya CASA (+10% YoY) serta turunnya time deposit (-8% YoY), sejalan dengan keputusan perseroan untuk tidak bersaing secara agresif dalam menghimpun time deposit. Adapun NIM turun menjadi 4% selama 2025 (vs. 2024: 4,1%), sesuai guidance 2025 dari manajemen. Guidance NIM untuk 2026 sendiri relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, didukung ekspektasi penurunan CoF dan terjaganya loan yield seiring meningkatnya porsi kredit retail.
Opex Naik Seiring Persiapan Spin–off CIMB Syariah
BNGA mencatat kenaikan opex sebesar +6% YoY sepanjang 2025, didorong oleh kenaikan beban lainnya (+5%). Manajemen BNGA menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terkait persiapan spin–off CIMB Syariah, termasuk pengembangan infrastruktur dan biaya konsultan. Pada 2026, beban persiapan spin–off diperkirakan mencapai ~Rp110 M, setara 1% opex 2025, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 karena sebagian besar biaya telah dibukukan sebelumnya. Cost to Income Ratio (CIR) naik menjadi 46% selama 2025 (vs. guidance 2025: <45%).
Beban Provisi Turun Seiring Perbaikan Kualitas Aset
BNGA mencatat penurunan beban provisi sebesar -35% YoY/-7% YoY pada 4Q25/2025. Hal ini sejalan dengan penurunan NPL Gross menjadi 1,8% per Desember 2025 (vs. September 2025: 2%, Desember 2024: 1,8%) dan LAR ke 6,9% (vs. September 2025: 7,7%, Desember 2024: 8,6%). Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,4% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 1,3%, 4Q24: 0,8%). Namun, penurunan ini turut dipengaruhi oleh reklasifikasi loan recovery income dari pos Non–Interest Income ke beban provisi. Tanpa reklasifikasi tersebut, CoC diperkirakan berada di level 0,7% pada 4Q25, yang tetap lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

Rilis data ekonomi US
➖ Initial Jobless Claims = 212K (vs previous 208K, vs consensus 215K)
❌ Continuing Jobless Claims = 1833K (vs previous 1864K, vs consensus 1860K)
Rendahnya jobless claims mengindikasikan pasar tenaga kerja US yang masih resilien.
Sampai saat ini belum ada sinyal yang kuat bagi Fed untuk melanjutkan cut rate.
$ANTM $BNGA $BBCA
$BNGA coba sekali2 maen masuk ke bank2 besar,kebanyakan sepi transaksi nasabah,yg keliatan rame cuma $BBCA,disusul bank pemerintah.
$BNGA
Halo rekan-rekan investor! Mari kita bedah performa PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) di sepanjang tahun 2025. Sebagai mentor Anda, saya melihat ada beberapa poin fundamental krusial dari laporan keuangan terbaru mereka yang wajib Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan investasi:
**1. Ekspansi Bisnis dan Pertumbuhan Aset yang Solid**
BNGA menunjukkan otot bisnis yang kuat dengan peningkatan total aset dari Rp360,22 triliun pada 2024 menjadi Rp372,69 triliun di akhir tahun 2025. Motor utama pertumbuhan ini berasal dari ekspansi kredit bruto (termasuk pembiayaan konvensional dan syariah) yang sukses dikerek naik dari Rp217,94 triliun menjadi Rp227,99 triliun. Artinya, mesin pencetak uang utama bank beroperasi dengan lebih agresif dan bertumbuh positif tahun ini.
**2. Strategi Pendanaan (CASA) yang Sangat Brilian**
Ini adalah metrik fundamental favorit saya di laporan BNGA kali ini. Bank sukses besar memperbaiki struktur pendanaannya dengan fokus mengumpulkan dana murah atau CASA (Giro dan Tabungan). Giro pihak ketiga melesat pesat dari Rp91,53 triliun menjadi Rp102,88 triliun, dan tabungan pihak ketiga juga tumbuh solid dari Rp79,97 triliun menjadi Rp86,06 triliun. Sebaliknya, manajemen secara sadar dan strategis memangkas dana mahal berupa deposito berjangka pihak ketiga dari Rp88,54 triliun turun menjadi Rp81,04 triliun. Langkah efisiensi *cost of funds* (biaya dana) ini merupakan katalis yang sangat luar biasa untuk menjaga tingkat profitabilitas margin bunga bersih (NIM) bank di masa depan.
**3. Manajemen Risiko Terkendali di Tengah Ekspansi**
Banyak bank tersandung rasio kredit macet saat sedang agresif berekspansi, namun BNGA membuktikan manajemen risikonya bekerja secara disiplin. Rasio pembiayaan bermasalah (*Non-Performing Financing* / NPF) gross hanya berada di angka yang amat terkendali yaitu 1,81% (naik sangat tipis dari 1,76% di 2024), sementara NPF net terkelola prima di level 0,72%. Hal ini menjadi bukti bahwa perseroan tidak serampangan dalam menyetujui pinjaman.
**4. Pertumbuhan Laba dan Penebalan Ekuitas**
Dari sisi profitabilitas, laba operasional perusahaan bertumbuh meyakinkan menjadi Rp8,78 triliun dibandingkan Rp8,36 triliun pada tahun sebelumnya. Hasilnya, BNGA sanggup mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp6,87 triliun, tumbuh dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp6,82 triliun. Tidak hanya itu, akumulasi ekuitas perseroan juga menebal pesat dari Rp53,19 triliun menjadi Rp58,15 triliun. Ini berita fundamental yang sangat baik bagi Anda, karena Nilai Buku (*Book Value*) saham BNGA otomatis bertumbuh semakin bernilai!
**Arahan (Insight) untuk Investor:**
Rekan-rekan, BNGA terus memperlihatkan kualitas sebagai salah satu pilar emiten perbankan dengan fundamental yang kokoh dan strategi efisiensi dana murah yang sangat efektif. Saham ini sangat menarik bagi Anda yang memiliki strategi *value investing* maupun *dividend investing* berhorizon jangka menengah hingga panjang. Dengan laba yang bertumbuh serta postur ekuitas yang makin tebal, BNGA memiliki kapasitas yang mumpuni untuk terus bertumbuh dan membagikan dividen yang sehat ke depan.
Pantau selalu valuasi *Price to Book Value* (PBV) secara historis dan valuasi industrinya. Jadikan momentum koreksi harga di pasar modal sebagai area cicil beli (akumulasi) yang atraktif. Teruslah rasional, hindari FOMO, dan disiplin dalam merencanakan porsi portofolio Anda! Kesabaran adalah kunci utama bagi kesuksesan seorang investor saham sejati.
https://cutt.ly/otWM7Qyy
RANDOM TAG $NISP $BDMN
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengumumkan laporan keuangan tahun 2025, dengan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun. Kinerja ini menghasilkan earnings per share sebesar Rp273,53, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan bisnis Bank.
Presi...

www.cnbcindonesia.com

Masa iya deviden yield-nya $BNGA 8,3% an sudah kemahalan? Coba bandingkan dengan $NISP yang cuma 6% an.

$BNGA sayang Q4nya turun dibanding tahun lalu. Kinerja 2025 mirip ama 2024. Klo kebijakan DPRnya sama, Dividennya sekitar 155-160. Yield sekitar 8.5%. Tinggi? rendah? Balik ke target msg-msg. Silahkan putuskan sendiri.
Sejumlah Bank Besar Asia Dikabarkan Incar Bisnis Bank Konsumer HSBC di Indonesia
Bloomberg melaporkan bahwa beberapa bank besar di Asia — termasuk DBS Group Holdings Ltd., Oversea–Chinese Banking Corp., United Overseas Bank Ltd., CIMB Group Holdings Bhd., dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. — sedang dalam tahap penawaran untuk mengakuisisi bisnis konsumer HSBC Holdings Plc di Indonesia. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa valuasi penjualan bisnis konsumer HSBC di Indonesia dapat mencapai lebih dari US$200 juta, dengan penawaran yang mengikat kemungkinan diajukan pada pertengahan Maret 2026. HSBC sebelumnya mengumumkan sedang melakukan strategic review terhadap bisnis ritelnya di Australia, Indonesia, dan Mesir, meski belum ada keputusan yang dibuat.
[Sumber: Bloomberg]
$NISP $BNGA $BTPN
__________
Stockbit Sekuritas