


Volume
Avg volume
PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau BNGA bergerak di bidang usaha Bank Umum, Bank Devisa dan Bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah. Perseroan menawarkan produk dan layanan perbankan konvensional dan syariah yang komprehensif dengan gabungan kekuatan di bidang Perbankan Konsumer, Usaha Menengah Kecil dan Mikro, Perbankan Komersial dan Korporat, Tresuri serta layanan pembayaran. CIMB Niaga memiliki dua anak perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor, yaitu PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) dan PT KITA Finance (KITAF) dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 99,9% dan 51,0%. Per 31 De... Read More
INFO KINERJA PERBANKAN PER OKTOBER 2025 (berdasarkan rilis berita hingga saat ini):
🔸 $BBTN : laba bersih hingga Okt-25 tumbuh +13,72% secara YoY
🔸 $BNGA : laba bersih hingga Okt-25 tumbuh +6,46% secara YoY
Disclaimer on
“Membedakan Ketertarikan Sementara dan Minat Nyata Pasar”
Tidak semua lonjakan aktivitas mencerminkan minat pasar yang berkelanjutan. Ada aktivitas yang bersifat sementara dan ada yang memiliki struktur kuat. Tantangan utama trader adalah membedakan keduanya.
Trigger Smart Money dirancang untuk membaca karakter aktivitas tersebut. Sistem menganalisis apakah peningkatan transaksi terjadi secara sporadis atau konsisten. Dengan pendekatan ini, trader tidak mudah terkecoh oleh pergerakan sesaat yang terlihat menarik tetapi tidak berlanjut.
Identifikasi ini membantu trader memilih peluang yang lebih berkualitas. Keputusan menjadi lebih selektif dan terarah. Alih-alih mengejar semua pergerakan, trader fokus pada situasi yang memiliki dasar jelas.
Hasilnya adalah efisiensi keputusan dan pengelolaan risiko yang lebih baik.
$CBDK $DEWA $BNGA
1/2


🫡 ANZ Dikabarkan Jual PNBN ke Pengendali, Mizuho Disebut Siap Akuisisi
Kontan melaporkan bahwa ANZ Group Holdings Ltd. telah menyepakati divestasi seluruh kepemilikannya atas 38,82% saham Bank Pan Indonesia ($PNBN) kepada ultimate beneficial owner PNBN, Mu’min Ali Gunawan, dengan valuasi 0,72x P/BV. Jika transaksi ini terealisasi, Mu'min akan memiliki 84,86% saham PNBN, baik secara langsung maupun tidak langsung. Narasumber Kontan juga mengatakan bahwa Mizuho Financial Group akan masuk ke dalam PNBN sebagai investor strategis atau membeli seluruh saham PNBN milik Mu'min — termasuk porsi yang dibeli dari ANZ Group — pada valuasi 1,2x P/BV.
Menanggapi isu ini, Direktur Utama PNBN, Herwidayatmo, mengatakan kepada Kontan bahwa dirinya belum mendengar informasi tersebut.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pada Mei 2025 bahwa PNBN tengah mencari suntikan modal baru dan tengah menjajaki kehadiran investor strategis.
Rencana divestasi saham PNBN oleh ANZ Group sendiri telah bergulir sejak 2013, tetapi proses negosiasinya terhambat karena permasalahan valuasi. Sebelumnya, pada Juli 2025, Reuters melaporkan bahwa proses divestasi PNBN oleh keluarga Gunawan dan ANZ kepada calon pembeli — yakni, CIMB Group dan DBS Group — terhenti karena tidak dapat memenuhi ekspektasi valuasi dari penjual di harga lebih dari 2x P/BV. Pada 2023, saham PNBN milik ANZ juga sempat diminati oleh Mitsubishi UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui Financial Group, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.
Selama 9M25, PNBN mencatat penurunan laba bersih sebesar -3% YoY. Kinerja tersebut tertekan oleh: 1) pelemahan Net Interest Income (-2% YoY) seiring penurunan kredit -5% YoY; dan 2) lonjakan beban provisi +35% YoY, yang menorong Cost of Credit naik ke 1,1% (vs. 9M24: 0,8%).
🔑 Key Takeaway
Per Kamis (27/11), valuasi P/BV PNBN berada di level 0,55x, lebih rendah dibandingkan beberapa mid–banks lain seperti $BNGA (0,8x) dan $NISP (0,74x), meski tidak serendah BDMN (0,46x). Sementara itu, rumor valuasi divestasi ANZ Group dan akuisisi Mizuho Financial — berdasarkan pemberitaan Kontan — mengimplikasikan valuasi premium, masing–masing lebih tinggi +30% dan +117% dibandingkan valuasi PNBN saat ini berdasarkan nilai buku per September 2025. ANZ Group sendiri saat ini sedang menjalani restrukturisasi, di mana perusahaan telah melakukan impairment atas kepemilikannya di PNBN sebesar 285 juta dolar Australia setelah melakukan review terhadap nilai investasinya. Pada perdagangan hari Kamis (27/11), harga saham PNBN melonjak +8,3% ke level 1.245 rupiah per lembar.
Stockbit Snips 27 November 2025:
https://cutt.ly/styqvAkf

$BJTM yok turun di harga 500 atau 400an .. dan $BNGA turun di harga 1.400 / 1.500an .. mau tembak banyak langsung.. 🤧
Bangun side hustle
Sharing ide trading menggunakan analisa teknikal, sambil membuat jurnal trading juga mendapat tambahan jajan.
Trading setup minggu ini $BNGA & $ARTO
Ada ide saham yang mau dibantu boleh komen dibawah
https://cutt.ly/3tt8CPtb
$IHSG
$PNBS kemungkinan akan bermain di harga 100an, karena Menkeu sudah keluarkan kebijakan modal bank minimal berapa²
$BBRI 3000 kalau ampe sini gua beli lagi
$BNGA Yuk bisa 5000
!! DISCLAIMER !!
Perlu diingat bahwa opini yang disampaikan di sini adalah pendapat pribadi dan tidak merupakan saran investasi. Investasi saham memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk risiko kehilangan modal. Pastikan Anda untuk melakukan riset yang menyeluruh dan memahami risiko sebelum melakukan investasi.
Setiap keputusan jual beli serta untung rugi setelah membaca opini ini adalah tanggung jawab anda pribadi... Jika merasa tidak cocok silahkan block aja, tidak ada ajakan follow
$CPRO sabar ya kemungkinan esok giliran kmu terbang, menjelang akhir tahun $IHSG akan menyentuh 9000 an $BNGA
PT Bank CIMB Niaga Tbk - BNGA
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
$BNGA
1/4




[WATCHLIST ONLY : 143 EMITEN]
Selasa, 25 November 2025 15:55
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
GAP UP:
🔼 $BNGA gap up ke 1840 (+65 / +3.66%) dari 1775
🔼 $ELSA gap up ke 520 (+10 / +1.96%) dari 510
🔼 ISAT gap up ke 2280 (+40 / +1.79%) dari 2240
🔼 BBCA gap up ke 8550 (+150 / +1.79%) dari 8400
🔼 PTPP gap up ke 366 (+6 / +1.67%) dari 360
🔼 ADHI gap up ke 254 (+4 / +1.6%) dari 250
🔼 BMRI gap up ke 5050 (+70 / +1.41%) dari 4980
🔼 INTP gap up ke 6600 (+75 / +1.15%) dari 6525
🔼 HRTA gap up ke 1430 (+15 / +1.06%) dari 1415
🔼 MDKA gap up ke 2310 (+20 / +0.87%) dari 2290
🔼 BRIS gap up ke 2400 (+20 / +0.84%) dari 2380
🔼 GGRM gap up ke 15425 (+125 / +0.82%) dari 15300
🔼 INCO gap up ke 3840 (+30 / +0.79%) dari 3810
🔼 MAPI gap up ke 1295 (+10 / +0.78%) dari 1285
🔼 ASII gap up ke 6475 (+50 / +0.78%) dari 6425
🔼 MEDC gap up ke 1330 (+10 / +0.76%) dari 1320
🔼 UNVR gap up ke 2640 (+20 / +0.76%) dari 2620
🔼 NISP gap up ke 1390 (+10 / +0.72%) dari 1380
🔼 INDF gap up ke 7275 (+50 / +0.69%) dari 7225
🔼 BBNI gap up ke 4430 (+20 / +0.45%) dari 4410
🔼 UNTR gap up ke 27400 (+100 / +0.37%) dari 27300
GAP DOWN:
🔽 ADMF gap down ke 8800 (-50 / -0.56%) dari 8850
🔽 SRTG gap down ke 1580 (-10 / -0.63%) dari 1590
🔽 AADI gap down ke 7650 (-50 / -0.65%) dari 7700
🔽 PBSA gap down ke 1355 (-10 / -0.73%) dari 1365
🔽 BBRI gap down ke 3830 (-30 / -0.78%) dari 3860
🔽 DRMA gap down ke 1050 (-10 / -0.94%) dari 1060
🔽 MNCN gap down ke 262 (-4 / -1.5%) dari 266
🔽 SPMA gap down ke 248 (-4 / -1.59%) dari 252
🔽 $GPRA gap down ke 135 (-3 / -2.17%) dari 138
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
$BNGA https://cutt.ly/0ttbigY6
Sumber : Dari masing-masing situs Bank
Update : $BNGA
DI ANTARA RISIKO, LIKUIDITAS, DAN DUNIA RIBA YANG MENGIKAT
Pada November 2025, kondisi perbankan Indonesia memperlihatkan kombinasi antara perlambatan pertumbuhan dan ketahanan fundamental yang masih kuat. Bank Indonesia melaporkan bahwa pertumbuhan kredit per Oktober 2025 melambat menjadi 7,36% yoy dari 7,70% sebelumnya, didorong oleh permintaan pembiayaan yang belum pulih sepenuhnya. Banyak pelaku usaha masih menahan ekspansi, memilih menggunakan kas internal, dan sebagian masih terbebani suku bunga kredit yang belum turun signifikan. Perlambatan ini juga tercermin dari jumlah undisbursed loan yang sangat besar, mencapai sekitar Rp2.450 triliun atau hampir 23% dari total plafon kredit, menunjukkan bahwa ruang pembiayaan tersedia tetapi belum diserap oleh dunia usaha. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh lebih lambat, yakni 8,1% yoy, turun dari periode sebelumnya. Meski begitu, komposisi DPK menunjukkan pola yang tetap positif: giro mencatat pertumbuhan 13,2% yoy, tabungan naik 7,2% yoy, sementara simpanan berjangka tumbuh lebih lambat di sekitar 4,9% yoy. Hal ini menunjukkan preferensi nasabah terhadap instrumen dengan likuiditas lebih tinggi di tengah dinamika suku bunga dan aktivitas ekonomi.
Kondisi likuiditas perbankan tetap sangat kuat, tercermin dari rasio alat likuid terhadap DPK yang berada di sekitar 29,47%, menandakan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga. Pemerintah turut memperkuat struktur likuiditas ini melalui penempatan dana sebesar Rp76 triliun pada 10 November 2025, yang dialokasikan ke beberapa bank besar seperti Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing sekitar Rp25 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas perbankan sekaligus memastikan ketersediaan ruang pembiayaan bagi sektor produktif. Dari sisi industri, OJK melalui Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) untuk kuartal IV-2025 mencatat bahwa perbankan masih berada di zona optimis, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis (IBP) di level 66. OJK menilai risiko perbankan tetap terkendali hingga akhir tahun, dengan permodalan yang kuat dan profil risiko yang relatif stabil. Data ini sejalan dengan penilaian BI yang menyebut permodalan bank sangat solid, didukung capital adequacy ratio yang tinggi.
Risiko kredit juga berada pada level yang aman, dengan rasio NPL bruto sekitar 2,24% dan neto 0,87% per September 2025. Meski demikian, terdapat sedikit kenaikan pada kredit UMKM, dengan NPL bruto naik dari 4,46% menjadi sekitar 4,51%, yang menunjukkan segmen ini masih menjadi titik perhatian, terutama bagi bank yang memiliki eksposur UMKM cukup besar. Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia menurut survei ekonom diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% pada pertemuan 19 November 2025, dengan peluang penurunan suku bunga pada bulan-bulan berikutnya jika transmisi kebijakan moneter dinilai berjalan efektif. Stabilnya suku bunga acuan dan kuatnya likuiditas dapat menjadi katalis bagi pemulihan kredit apabila permintaan dari sektor riil mulai meningkat.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat perlambatan pertumbuhan kredit dan DPK, sektor perbankan Indonesia di November 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kokoh. Likuiditas yang ample, permodalan yang kuat, dukungan dana pemerintah, serta risiko kredit yang terjaga memberikan fondasi yang solid bagi bank untuk melanjutkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. Tantangannya adalah pemulihan permintaan kredit dari dunia usaha, terutama dari sektor UMKM yang masih rentan, serta efektivitas kebijakan moneter dalam mendorong penurunan suku bunga kredit. Jika faktor-faktor ini membaik, perbankan berpotensi memasuki fase ekspansi pembiayaan yang lebih kuat pada tahun 2026.

BNGA 10M25: Laba Bersih Bank Only +6% YoY
Bank CIMB Niaga ($BNGA) mencatat laba bersih bank only sebesar 632 miliar rupiah pada Oktober 2025 (+47% YoY, -30% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 10M25 mencapai 5,8 triliun rupiah (+6% YoY), setara 81% estimasi konsolidasi 2025F konsensus (vs. 10M24: 79% realisasi konsolidasi tahunan).
Faktor pendorong kinerja laba bersih secara tahunan pada Oktober 2025/10M25 dipengaruhi oleh pertumbuhan Non–Interest Income (+111% YoY/+15% YoY) dan penurunan beban provisi (-60% YoY/-17% YoY). Kenaikan Non–Interest Income pada Oktober 2025/10M25 utamanya berasal dari keuntungan penjualan aset keuangan. Di sisi lain, top–line BNGA masih tertekan dengan Net Interest Income turun -1% YoY/-2% YoY pada Oktober 2025/10M25.
Pertumbuhan kredit bank only BNGA juga lanjut melambat menjadi +4% YoY per Oktober 2025 (vs. September 2025: +4,5% YoY, Oktober 2024: +5,6% YoY). Dalam earnings call 3Q25, manajemen BNGA memperkirakan bahwa realisasi pertumbuhan kredit selama 2025 akan berada di batas bawah guidance yang berada di kisaran +5–7% YoY [https://stockbit.com/post/22937159].
_____
Stockbit Sekuritas

#41 : Laporan Arus Kas -> Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Di bagian ini dapat diamati 'real cash' yang dikeluarkan perusahaan untuk :
1. memperoleh aset tetap,
2. menambah investasi pada entitas asosiasi atau joint venture,
3. membeli surat berharga atau efek sebagai investasi jangka panjang,
4. membayar sewa jangka panjang (aset hak guna),
5. memperoleh aset tak berwujud (lisensi, merek, HAKI, dll)
6. memperoleh aset tidak lancar lainnya (pemberian jaminan proyek, jaminan pembelian, dll).
Aset-aset yang diperoleh tersebut bukan merupakan pengeluaran rutin sehari-hari dalam operasional perusahaan.
Melainkan digunakan sebagai pendukung operasional, kemudian mempertahankan dan mengembangkan (ekspansi) operasional di masa mendatang.
Pengeluarannya besar dalam satu waktu, tapi bisa digunakan untuk waktu yang lama.
Inilah yang disebut sebagai capital expenditure (capex).
Sehingga, terkait dengan capex boleh diperhatikan hal-hal berikut :
1. Kesesuaian antara realisasi capex (angka yang terlihat di laporan arus kas), dengan rencana capex yang disampaikan oleh perusahaan lewat ragam laporan, statement, keterbukaan informasi, berita dan rumor media.
2. Apakah capex tersebut digunakan untuk 'peremajaan' (mengganti aset yang usang dengan aset yang baru), atau untuk 'ekspansi' (menambah kapasitas dan jangkauan operasional).
3. Apakah capex digunakan untuk memperoleh aset yang benar-benar berguna (efektif) untuk usaha.
4. Apakah capex dilakukan dengan efisien. Artinya uang yang dikeluarkan memang sepadan dengan kuantitas dan kualitas aset yang didapatkan.
5. Apakah capex selaras dengan kinerja arus kas operasional yang baik saat ini dan kedepannya.
Artinya tidak membebani operasional saat ini, dan hasil yang didapat dari capex harus lebih besar dari beban-beban yang timbul di masa mendatang.
6. Dari mana sumber pendanaan capex diperoleh.
Apakah dari utang ?
Apakah dari tukar guling aset (penukaran, menjual aset lama untuk membeli aset baru) ?
Apakah dari tambahan modal (IPO, right issue, waran, private placement) ?
Atau dari hasil operasional (laba ditahan) ?
........................
Selain itu, bagian arus kas investasi ini juga menampilkan penerimaan kas ketika perusahaan melepas (menjual atau divestasi) aset-aset tersebut.
Bisa diamati apakah pelepasan aset yang dilakukan menguntungkan atau merugikan bagi perusahaan ?
Secara jangka pendek, menguntungkan jika harga jual aset lebih tinggi dari nilai buku aset yang tercatat, sehingga perusahaan akan mencatatkan laba.
Merugikan jika harga jual aset lebih rendah dari nilai buku, sehingga perusahaan akan mencatat kerugian.
Tapi perlu diperkirakan juga dampaknya secara jangka panjang, apakah pelepasan aset tersebut akan mengurangi potensi pendapatan di masa mendatang ?
Atau justru perusahaan bisa mengefisiensi beban-beban yang selama ini memang tidak sepadan dengan pendapatan yang diperoleh ?
Contoh pelepasan aset yang bagus.
Misalnya mobil sudah dipakai lama, lebih dari umur ekonomisnya, nilai buku sudah 0, sudah disusutkan (depresiasi) sampai habis.
Tapi perusahaan ternyata masih bisa jual mobil bekas itu dan dapat uang.
Uangnya bisa dipakai sebagai tambahan untuk beli mobil baru, yang lebih mendukung untuk operasional, dan lebih irit biaya perawatan, tanpa harus keluar uang 100%.
Di laporan keuangan, contoh seperti ini akan dicatat jadi 'keuntungan penjualan aset tetap'.
Lalu di sisi lain, capex irit, kas keluar lebih sedikit dari yang semestinya, tapi asetnya bisa tambah.
Misal mobil baru harganya Rp 800 juta, tapi karena perusahaan bisa dapat uang Rp 200 juta dari jual bekas mobil lama yang depresiasinya sudah habis, maka :
Aset Tetap akan tambah Rp 800 juta, Kas secara akumulasi cuma keluar Rp 600 juta, sisanya Rp 200 juta dicatat jadi keuntungan yang bertambah ke ekuitas.
Secara aktual, perusahaan jadi punya mobil yang lebih bagus, dengan harga yang lebih murah Rp 200 juta dari yang semestinya.
...................................
Oleh karena itu, boleh diamati hubungan antara arus kas investasi ini dengan bagian-bagian lain di laporan arus kas, akun-akun neraca yang terkait, dan laba rugi.
Dari situ akan diperoleh gambaran utuh, apakah perusahaan sedang dalam fase terburuk, turun, stagnan, tumbuh normal, atau tumbuh cepat.
Apakah investasi dan divestasi dilakukan secara efektif dan efisien.
Apakah bakal menguntungkan atau justru merugikan pemegang saham publik secara jangka pendek maupun jangka panjang.
.....................
Contoh laporan keuangan emiten yang dipakai di postingan ini
$NAIK yang jual mobil bekas dengan nilai buku 0 untuk beli mobil baru. NAIK juga menambah uang jaminan proyek.
$ERAA yang ada aktivitas investasi dan divestasi di anak usaha, joint venture, dan entitas asosiasi. Ada penambahan uang jaminan. Dan juga ada capex untuk sewa guna usaha.
$BNGA sebagai contoh perusahaan bidang jasa keuangan, sudah jadi praktik umum di bidang ini tentu punya investasi di surat berharga (efek-efek).
.................................................
Postingan ini adalah lanjutan dari series laporan keuangan.
Postingan sebelumnya dari series ini :
#40 : Laporan Arus Kas -> Arus Kas dari Aktivitas Operasional
https://stockbit.com/post/20901208
1/6






@YudhistiraPerwiraK Ah masa ginian doang di BTC, doi auto marah2 ampe sensi bro
Malu atuh ama teman2 investor/trader saham ma crypto generasi Covid (khususnya moment panic selling), baru mulai auto bangkrut
Random tags:
$GGRM $BNGA $ADRO
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan penyaluran kredit kian lesu, hanya naik 7,36% secara tahunan atau year on year (yoy) pada bulan Oktober 2025. Realisasi itu turun dari sebulan sebelumnya sebesar 7,7% yoy.
Padahal, pemerintah telah mengucurkan likuiditas, melalui penempatan saldo anggaran lebih ...

www.cnbcindonesia.com

[WATCHLIST ONLY : 143 EMITEN]
Jum'at, 21 November 2025 15:54
Saham potensial gap-up/down di CLOSING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
GAP UP:
🔼 $BNGA gap up ke 1840 (+50 / +2.79%) dari 1790
🔼 $MBMA gap up ke 565 (+15 / +2.73%) dari 550
🔼 $INCO gap up ke 3940 (+90 / +2.34%) dari 3850
🔼 MDKA gap up ke 2230 (+50 / +2.29%) dari 2180
🔼 AUTO gap up ke 2630 (+40 / +1.54%) dari 2590
🔼 DRMA gap up ke 1035 (+15 / +1.47%) dari 1020
🔼 LSIP gap up ke 1400 (+20 / +1.45%) dari 1380
🔼 BMRI gap up ke 4980 (+70 / +1.43%) dari 4910
🔼 DSNG gap up ke 1695 (+20 / +1.19%) dari 1675
🔼 PTPP gap up ke 374 (+4 / +1.08%) dari 370
🔼 BBCA gap up ke 8425 (+75 / +0.9%) dari 8350
🔼 EPMT gap up ke 2340 (+20 / +0.86%) dari 2320
🔼 CPIN gap up ke 4770 (+40 / +0.85%) dari 4730
🔼 BRIS gap up ke 2420 (+20 / +0.83%) dari 2400
🔼 BBRI gap up ke 3980 (+30 / +0.76%) dari 3950
🔼 SMGR gap up ke 2710 (+20 / +0.74%) dari 2690
🔼 TINS gap up ke 3040 (+20 / +0.66%) dari 3020
GAP DOWN:
🔽 PANI gap down ke 14025 (-50 / -0.36%) dari 14075
🔽 TBIG gap down ke 1965 (-10 / -0.51%) dari 1975
🔽 PGAS gap down ke 1720 (-10 / -0.58%) dari 1730
🔽 BLUE gap down ke 2980 (-20 / -0.67%) dari 3000
🔽 TKIM gap down ke 7000 (-50 / -0.71%) dari 7050
🔽 BTPS gap down ke 1360 (-10 / -0.73%) dari 1370
🔽 ICBP gap down ke 8325 (-75 / -0.89%) dari 8400
🔽 INDF gap down ke 7025 (-75 / -1.06%) dari 7100
🔽 TSPC gap down ke 2760 (-30 / -1.08%) dari 2790
🔽 HRTA gap down ke 1355 (-15 / -1.09%) dari 1370
🔽 ASII gap down ke 6325 (-75 / -1.17%) dari 6400
🔽 ASSA gap down ke 1070 (-15 / -1.38%) dari 1085
🔽 IPCC gap down ke 1235 (-20 / -1.59%) dari 1255
🔽 ANTM gap down ke 2880 (-60 / -2.04%) dari 2940
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
Rilis data uang beredar Indonesia Okt 2025 oleh BI
➖ Uang Beredar Luas (M2) Okt Rp 9.783,1 triliun, tumbuh +7,7% yoy.
Naik dibandingkan Sep Rp 9.773,4 triliun, namun tumbuh melambat dari Sep yang +8,0% yoy.
✅ Uang Beredar Sempit (M1) Okt Rp 5.573,4 triliun, tumbuh +11,0% yoy.
Naik dibandingkan Sep Rp 5.573,4 triliun, dan meningkat laju pertumbuhannya dari Sep yang +10,7% yoy.
❌ Uang Kuasi Okt Rp 4.166,3 triliun, tumbuh +5,5% yoy.
Turun dari Sep Rp 4.194,2 triliun, dan melambat pertumbuhannya dari Sep yang +6,3% yoy.
➖ Uang Primer (M0) Adjusted Okt Rp 2.117,6 triliun, tumbuh +14,4% yoy.
Turun -1,6% mtm dari Sep Rp 2.152,4 triliun, dan tumbuh melambat dari Sep yang +18,6% yoy.
➖ Penyaluran Kredit Okt Rp 8.106,8 triliun, tumbuh +6,9% yoy.
Naik dari Sep Rp 8.051,9 triliun, tapi tumbuh melambat dari Sep yang +7,2% yoy.
➖ Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Okt Rp 9.153,6 triliun, tumbuh +8,1% yoy.
Naik dari Sep Rp 9.144,5 triliun, tapi tumbuh melambat dari Sep +8,4% yoy.
✅ Suku bunga kredit secara rata-rata tertimbang turun ke 9,00% di Okt, dari semula 9,04% di Sep.
Suku bunga simpanan berjangka tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan menurun.
Sementara suku bunga simpanan tenor 24 bulan meningkat.
...............................
Uang beredar luas M2, sempit M1, dan base money M0, semuanya masih tumbuh cukup baik.
Kredit dan DPK juga masih tumbuh.
Namun sinyal perlambatan kembali terlihat, yang kalau terus terjadi akan membuyarkan momentum pemulihan.
Perlambatan inilah yang menjadi alasan Kemenkeu menambah Rp 76 triliun penempatan dana ke perbankan, dan membuka peluang untuk menambah lagi.
Transmisi kebijakan fiskal dan moneter yang longgar dan ekspansif, perlahan sudah mulai terlihat dampaknya ke suku bunga kredit dan simpanan yang turun secara gradual.
$BRIS $BNGA $NISP

$BNGA $ARTO $BBYB https://cutt.ly/RtrxiO6q
$NISP $BNGA ada yg disebut sector rotation di bursa saham: bank digital, batubara, big bank, saham konglo, dan yg terakhir emiten terkait migas.
mungkin nanti ada saatnya saham bank asing yg manggung 🤲🤲🤲
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) bersama PT Primarajuli Sukses, anak perusahaan emiten industri tekstil PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI), menandatangani perjanjian fasilitas modal kerja berbasis Sustainability-Linked Loan (SLL) sebesar Rp117 miliar.
Fasilitas ini menjadi bagian ...

www.cnbcindonesia.com
