


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
$BMRI
ayo SERBU PASUKAN SEJUTA UMAT
aku bantu badare promosi .biasanyadikasih disciunt lagi
tapi ingat yo .berani bertanggung jawab pada dananya sendiri yo💯👌👈👍🙏
KONON : 🇺🇸 U.S. BANKS ARE CURRENTLY FACING UNREALIZED LOSSES OF $306BILLION
Bgmn dengan $BBRI $BBCA $BMRI ??
Terus musim kek gini ada bocil yg ksh pandangan masuk bank2 kecil... tolong...

$BUVA $BMRI $TLKM
IHSG sempat menguat, namun akhirnya ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (24/2/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan turun 115,25 poin (-1,37%) ke level 8.280,83 di Bursa Efek Indonesia.
Menariknya, saat indeks turun, investor asing justru mencatat net buy Rp1,38 triliun di seluruh pasar.
Saham yang paling banyak diborong asing:
• BMRI – Rp592,6 miliar (Bank Mandiri)
• BUVA – Rp477,7 miliar (Bukit Uluwatu Villa)
• TLKM – Rp212,8 miliar (Telkom Indonesia)
Sementara saham yang paling banyak dilepas asing:
• IMPC – Rp141,2 miliar (Impack Pratama Industri)
• BUMI – Rp102,3 miliar (Bumi Resources)
• BIPI – Rp72,7 miliar (Astrindo Nusantara Infrastruktur)
Kabar menariknya, pada perdagangan Rabu pagi (25/2/2026), IHSG langsung rebound dan sempat naik ke sekitar 8.372 di awal sesi.
Menurut kalian, ini hanya technical rebound atau mulai ada potensi penguatan lagi? 📈
#IHSG #SahamIndonesia #NetBuy #MarketUpdate #Investasi #akuinvestor

Strategi Terbaik Tidak Ada Artinya Jika Anda Tidak Sanggup Menjalani Prosesnya
Dalam investasi, kita sering terobsesi mencari strategi terbaik. Strategi yang historisnya paling tinggi imbal hasilnya, paling canggih analisanya, atau paling meyakinkan ceritanya. Namun ada satu kenyataan yang sering diabaikan. Strategi sebaik apa pun tidak akan membawa kita ke garis akhir jika kita tidak sanggup menjalaninya secara konsisten.
Investasi bukan sekadar soal apa yang optimal di atas kertas, tetapi tentang apa yang realistis untuk dijalani oleh manusia nyata, dengan emosi nyata. Banyak orang merasa dirinya cukup rasional dan tahan banting. Mereka yakin bisa menghadapi volatilitas, koreksi pasar, dan fase sulit. Di atas kertas, semua terlihat masuk akal. Masalahnya, pengalaman nyata hampir selalu jauh lebih berat daripada yang dibayangkan.
Kebanyakan orang berpikir mereka sanggup melihat nilai tabungan seumur hidupnya turun hingga 40%. Secara teori, itu hanya angka. Secara teori, kita tinggal berkata, “Saya investor jangka panjang,” lalu menunggu pasar pulih. Namun ketika penurunan itu benar-benar terjadi, ceritanya berubah. Yang turun bukan sekadar angka di layar, tetapi rasa aman, rencana masa depan, dan kepercayaan diri terhadap keputusan yang pernah diambil.
Di titik itulah banyak strategi “terbaik” gagal, bukan karena strateginya salah, tetapi karena investornya menyerah. Panik muncul. Keraguan mengambil alih. Kita mulai mempertanyakan semua asumsi, membandingkan diri dengan orang lain, dan tergoda untuk berhenti tepat di saat yang paling tidak tepat. Perlombaan belum selesai, tetapi kita sudah keluar lintasan.
Investor yang bertahan lama memahami satu hal penting. Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi oleh kesesuaian antara strategi dan kapasitas psikologis kita. Strategi yang sedikit kurang optimal tetapi bisa dijalani dengan tenang sering kali jauh lebih unggul dibanding strategi unggulan yang membuat kita sulit tidur setiap malam.
Karena itu, sebelum bertanya “strategi apa yang paling menguntungkan,” tanyakan lebih dahulu “strategi apa yang bisa saya jalani saat keadaan terburuk terjadi.” Ini mencakup banyak hal, mulai dari toleransi terhadap volatilitas, pemahaman terhadap risiko, hingga struktur portofolio yang tidak memaksa kita mengambil keputusan emosional saat pasar bergejolak.
Dalam praktiknya, investor yang bijak lebih fokus membangun sistem yang bisa bertahan daripada mengejar hasil maksimal. Mereka sadar bahwa perjalanan investasi penuh dengan fase tidak nyaman. Penurunan tajam, periode stagnan yang panjang, dan hasil yang tertinggal dari ekspektasi adalah bagian dari proses, bukan penyimpangan.
Investasi adalah maraton, bukan sprint. Garis akhir tidak dicapai oleh mereka yang punya rencana paling indah di awal, tetapi oleh mereka yang tetap berjalan meski jalannya terasa berat. Strategi terbaik adalah strategi yang masih bisa Anda jalani ketika keyakinan sedang diuji, bukan ketika semuanya berjalan mulus.
Jika suatu hari nilai portofolio Anda turun jauh lebih dalam dari yang pernah Anda bayangkan, apakah strategi yang Anda pilih hari ini masih sanggup Anda jalani? Dan apakah keputusan investasi Anda saat ini dibuat dengan mempertimbangkan versi terburuk dari diri Anda, bukan hanya versi paling optimistis?
@Blinvestor
Random tags: $BBRI $BMRI $BBNI
SCALPING $BMRI (5300)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (5150 – 5450)
Take Profit 1 (TP1) 5600
Take Profit 2 (TP2) 5900
Zona Stoploss (< SL) 4900
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (5250)
Risiko (Risk)
Entry 5250 → Stoploss 4900
Risiko = 350 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 350 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 650 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,9
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
$BRMS $BMSR
hasil taking profit dari trading, jgn lupa goalnya untuk diinvestasikan ke saham berdividen konsisten diharga diskon skrg $BBRI$BBCA$BMRI
Adakah kakak-kakak sekalian yang tahu emiten apa saja yang berencana bagi deviden dalam waktu dekat?
*)BBCA Maret RUPS
rendom teg $BMRI $ASII $BBRI
$BMRI masih bagus kok, lagi koreksi sehat aja ini.
BMRI ada Support terdekat dikisaran angka 5200an-5275, selama BMRI bisa bertahan diatas ini, BMRI viewnya masih clear bisa naik ke 5450-5550.
$BBRI $BBNI
$BMRI bbri bris bbca ini knp tidak naik bertahun2, emiten ni cpt naikny dlm 1 hari ratusan persen $BNLI $MEGA. apakah fair?
Porto kamu stagnan Bertahun-tahun? Ternyata Ini Penyebabnya…
Banyak orang mikir:
“Kurang modal nih…”
Padahal seringnya bukan soal modal ❌
Tapi karena beli saham TANPA tahu nilai wajarnya.
Kita beli cuma karena: • Kata influencer 🚀
• Lagi rame 🚨
• Takut ketinggalan (FOMO) 😵
Akhirnya?
Harga turun dikit → panik.
Harga naik dikit → buru-buru jual.
Sahamnya malah ngendap.
---
🔎 Investor Serius Selalu Hitung NILAI WAJAR
Salah satu cara paling powerful: Metode DCF (Discounted Cash Flow)
Tenang… ini nggak serumit kelihatannya 👇
📊 Cara Hitung Nilai Wajar Pakai DCF (Versi Simple)
1️⃣ Ambil data Free Cash Flow (FCF) perusahaan (dari laporan keuangan).
2️⃣ Estimasikan pertumbuhan FCF 5–10 tahun ke depan.
3️⃣ Tentukan discount rate (biasanya pakai WACC / minimal 10–15% buat safety).
4️⃣ Diskontokan semua proyeksi cash flow ke hari ini.
5️⃣ Tambahkan terminal value.
6️⃣ Bagi dengan jumlah saham beredar.
Rumus intinya:
Nilai Perusahaan = Σ (FCF / (1+r)^t ) + Terminal Value
Kalau: Harga pasar < Nilai wajar → Undervalued ✅
Harga pasar > Nilai wajar → Overvalued ⚠️
---
🎯 Kenapa Ini Penting?
Karena market itu fluktuatif,
tapi nilai intrinsik itu fondasi.
Investor konsisten nggak fokus ke harga harian.
Mereka fokus ke VALUE.
Ingat: 📌 Harga itu apa yang kamu bayar
📌 Value itu apa yang kamu dapat
---
🔥 Mau Template DCF Siap Pakai?
Biar nggak ribet hitung manual,
aku sudah siapin Template DCF (Excel) yang tinggal isi angka:
✔ Otomatis hitung intrinsic value
✔ Ada skenario konservatif & optimis
✔ Cocok buat pemula
---
Kalau selama ini porto kamu stag…
mungkin kamu beli harga, bukan beli value 😉
$BMRI $ADRO $ANTM

$BMRI $IHSG
📸
Gapapa dijuluki tukang fear
tapi aku hanya share outlook
namanya juga analisa
bisa benar ✅️
bisa salah 🔥
Tapi itu semua Probability
========
IHSG Polanya jelek ❌️