5,125

+50

(0.99%)

Today

88.56 M

Volume

169.26 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BMRI $UNTR

Kemarin volume cukup bagus, tapi ko tbtb ada push notification “potential bearish reversal” ya 🤮

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BISMILLAH
REQUEST ANALISA SAHAM $WIFI

Dilihat dari teknikal analisisnya emiten ini menarik untuk swing yaa, kenapa?
1. MACD menunjukkan goldencross
2. RSI di area oversold
3. dilihat dari garis MA support terdekatnya di 2390
4. untuk resist terdekatnya diarea 2790


kesimpulan:
- menarik untuk swing
- area support tedekat 2390
- area resist terdekat 2790

DYOR

sekian dan terima gajiii

random tag $BBKP $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI.....ayooo.....kamu bisa.....💪🚀🚀🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@fikrikawakibi makasih bang kalau $ADRO dan $BMRI untuk jangka panjang bagus mana ya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO atau $BMRI untuk jangka panjang suhu🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

selamat sore teman" semua,

Reminder kembali yaa bahwa malam ini jam 20.00 - 21.00 WIB kita bakalan adain Live Technical Analysis GRATIS yaa di IG kita mancingsaham -> https://cutt.ly/RtQ1LScT, so jangan lupa gabung ya teman" karena disana nanti seperti biasa kita akan ulas technical analysis market kita secara overall seperti apa saat ini, lalu saham" yang memang sedang ramai diperbincangkan saat ini n saham" dari requestan teman".

semoga bermanfaat! see you guys!

$BBRI $BMRI $BBCA

Read more...

Kalender cuti Bursa 2026 $IHSG
Siapa tau ada yang lupa / menbutuhkan..
Silahkan di catat / simpan ya guyss.

Random tag $BMRI $ELSA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indonesia Lolos dari "Jebakan" Belanja $38 Miliar! 🇮🇩

​Gila, ternyata kita hampir aja kena paksa belanja barang-barang AS (Boeing, Energi, Pertanian) senilai Rp 600 Triliun lebih lewat perjanjian ART. Tapi gara-gara putusan SCOTUS di AS, posisi tawar kita sekarang naik drastis.

​Potensi pembatalan/negosiasi ulang perjanjian ini bisa bikin cadangan devisa kita lebih aman dan Rupiah lebih stabil. Saham Big Caps Perbankan bakal dapet angin segar kalau tekanan global mereda.

​Analisis lengkapnya: https://cutt.ly/gtQM2GwE

​Tag: $BBCA $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Beberapa kali kena take down 😀

Portofolio yang sempat ‘terbakar’ itu kini mulai pulih.

Random tag
$BMRI $WIFI $ANTM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pom Pom Haka Selot $BBCA $BMRI $BBRI

📌ingin ilmu Gratis lainnya? Follow dan cek postingan saya.

Jadi Ini dia salah satu cara saya filter saham agar tetap pede dan nggak gampang panik saat saham turun/market crash. Kuncinya simpel: Ikuti jejak ”Big Money”, tapi tetap berpijak pada Valuasi Rasional.

▶️ Tiga Screener Andalan Saya:
1. Frequency Spike: Deteksi dini saham yang tiba-tiba ramai (lonjakan aktivitas). Cocok untuk pantau momentum.
2. Bandar Accumulation Uptrend: Filter saham yang sedang dikumpul "Big Money" saat tren naik. Kita ikut arus besar.
3. Big Accumulation: Mencari akumulasi masif pada saham dengan fundamental sehat.

▶️ Dua Ratio "Safety Net" Wajib:
Di setiap screener, saya wajib pasang parameter ini untuk meminimalisir risiko:
1. PE Ratio < 20: Harga tidak kemahalan dibanding laba perusahaan.
2. Book Value > Price: Harga masih di bawah atau mendekati nilai aset bersihnya (PBV rendah).

▶️ Money Management & Strategi RDN:
Punya screener bagus tapi berantakan di modal itu bahaya. Strategi saya:
1. Multi-RDN: Pisahkan RDN untuk Trading (jangka pendek) dan RDN Investasi (jangka panjang) agar psikologi tidak terganggu fluktuasi harian.
2. Porsi Cash: Selalu siapkan "peluru cadangan". Jangan pernah All-In di satu harga.
3. Average Down Logis: Jika harga turun tapi akumulasi jalan terus & fundamental oke, saya pilih Average Down. Penurunan harga justru jadi "diskon" untuk nambah muatan.

Jadi Kesimpulannya,
Trading & Investasi jadi nyaman kalau kita tahu "apa" yang kita beli dan "gimana" cara kelola uangnya. Strategi ini bikin saya tetap tenang meski market lagi merah membara. Tentunya masih banyak cara-cara lain yang lebih variatif dan mungkin jauh lebih baik, jadi tetap belajar untuk bertumbuh.

⚠️ DYOR (Do Your Own Research): Screener hanyalah alat bantu. Selalu gunakan uang dingin dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing!

Random tag $INET $BBNI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM — Pergerakan dana asing melalui broker J.P. Morgan Sekuritas Indonesia pada 20 Februari 2026 memperlihatkan satu pola yang tegas. Arus modal global tidak sekadar masuk ke pasar saham domestik, tetapi memilih sektor secara selektif. Bank-bank besar menjadi tujuan utama, sementara sah...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA


Rekan investor, mari kita bedah posisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan rezim likuiditas yang ketat, BBCA tetap berdiri sebagai jangkar stabilitas, namun kita harus cermat melihat peluang dan risikonya.

**1. Fundamental: Kokoh, Namun Margin Mulai Tertekan**
Tahun 2025 menjadi bukti ketangguhan BBCA. Laba bersih konsolidasi tumbuh 4,93% menjadi Rp 57,54 triliun. Profitabilitas ini didorong oleh Return on Equity (ROE) yang sangat tinggi di level 20,4% dan keunggulan basis dana murah (CASA) yang masif. Penyaluran kredit juga tumbuh solid sebesar 7,7%.

Namun, sebagai investor yang jeli, Anda harus memperhatikan data awal 2026. Pendapatan Bunga Bersih (NII) pada Januari 2026 turun 1,04% secara tahunan, dan Net Interest Margin (NIM) tertekan ke 5,35% akibat lonjakan beban bunga. Kondisi ini terjadi karena Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75% di tengah inflasi 3,55%, yang menciptakan persaingan likuiditas ketat di industri perbankan. Artinya, BBCA sedang menghadapi tantangan peningkatan *cost of fund*.

**2. Valuasi & Dividen: Premium yang Terjustifikasi**
Saham BBCA saat ini diperdagangkan dengan valuasi Price to Book (P/B) sebesar 3,13x dan P/E 15,32x. Angka ini memang berada pada level premium dibandingkan rata-rata sektor perbankan, namun sangat wajar mengingat statusnya sebagai bank paling efisien di Indonesia. Kabar baiknya, *dividend yield* BBCA cukup menarik di kisaran 4,22%. Ditambah lagi, manajemen merencanakan aksi korporasi berupa *buyback* saham senilai Rp 5 triliun yang dapat menopang harga saham dan meningkatkan *return* kepada pemegang saham.

**3. Teknikal: Sinyal Pembalikan Arah (Rebound)**
Harga saham BBCA sempat terkoreksi signifikan dari level tertingginya di awal tahun 2026. Secara teknikal, indikator Moving Average jangka pendek dan menengah memang sempat menunjukkan sinyal jual, namun indikator MACD Histogram berubah positif pada 10 Februari 2026, yang merupakan sebuah sinyal *bullish* kuat. Relative Strength Index (RSI) berada di posisi 44,97 yang tergolong netral namun mulai condong menuju area beli.

**Arahan Strategi untuk Anda:**
Koreksi harga saham BBCA di awal 2026 ini membawa valuasinya ke level yang jauh lebih menarik dan membuka **peluang akumulasi yang langka**.

* **Titik Masuk (Entry):** Manfaatkan momentum koreksi atau *sideways*. Level psikologis Rp 6.375 - Rp 6.500 adalah *support* sangat kuat yang ideal untuk area akumulasi investasi jangka panjang.
* **Prospek Target:** Pandangan mayoritas analis tetap sangat optimis, dengan konsensus target harga rata-rata di atas Rp 10.000 (sekitar Rp 10.113), memberikan potensi *upside* nyaris 40% dari harga saat ini.
* **Sikap:** *Hold* dan akumulasi secara bertahap. Kekuatan ekosistem digital myBCA, efisiensi biaya, dan dominasi CASA akan memampukan BBCA menahan guncangan makroekonomi dan menjaga ROE di atas 20%.

Tetap disiplin pada *money management*. BBCA bukanlah saham untuk *trading* spekulatif jangka pendek, melainkan instrumen investasi kunci yang memberikan kualitas, stabilitas, dan pertumbuhan berkelanjutan dalam portofolio keuangan Anda.

https://cutt.ly/JtQNEyI0

RANDOM TAG $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mantab $BMRI.,

Ajukan NPPN Sebelum 31 Maret 2026 (Tiap Tahun Harus Diajukan Paling Lambat 31 Maret Kalau Anda Punya Pekerjaan Bebas Profesional Seperti Dokter, Pengacara, dll)

NPPN (Norma Penghitungan Penghasilan Neto) adalah metode praktis untuk menghitung penghasilan neto bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun, tanpa perlu membuat pembukuan lengkap, melainkan cukup pencatatan. Metode ini menggunakan persentase norma dari peredaran bruto untuk menghitung PPh terutang.

Apakah Karyawan Wajib NPPN?
Tidak. NPPN bukan untuk karyawan (pegawai tetap/tidak tetap yang menerima gaji dari pemberi kerja).

Siapa yang Wajib/Boleh Menggunakan?
NPPN khusus untuk Wajib Pajak yang menjalankan pekerjaan bebas (dokter, pengacara, artis, tenaga ahli, konsultan) atau kegiatan usaha (pedagang, UMKM).

Syarat Penggunaan:
Peredaran bruto kurang dari Rp4,8 miliar per tahun dan harus memberitahukan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam 3 bulan pertama tahun pajak (sebelum Maret).

Jika freelancer/pengusaha tidak melapor NPPN, mereka dianggap menggunakan metode pembukuan penuh.

Bagi karyawan, penghasilan neto sudah dihitung oleh perusahaan melalui pemotongan PPh Pasal 21, sehingga tidak memerlukan NPPN.

Jika tidak mengajukan NPPN, WP dianggap menggunakan metode pembukuan.

Ribetnya pajak zaman now.

NPPN (Norma Penghitungan Penghasilan Neto) adalah metode praktis hitung pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) beromzet di bawah Rp4,8 miliar/tahun yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas. UMKM tidak wajib menggunakan NPPN, namun wajib memberitahukan ke DJP dalam 3 bulan pertama tahun pajak jika memilih metode ini daripada pembukuan.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BMRI $BBCA

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@BELVINVVIPREAL $BBRI, $BMRI, $BBCA ... 😂😂😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

.

Hangat-hangat tai ayam,
(temporary; short momentum)


Ketika peta jalan berubah2 dalam hitungan pendek,
Itu adalah ujian, ujian tentang,

“Membedakan Mana Ilalang, Mana Gandum”

Periksalah daun hingga akarnya, baru akan ketemu jawabannya.

Akurasi jawaban tidak bisa ditemukan dengan pertanyaan, mana ARA mana ARB,
atau nafas pernyataan ultra holiganisme yg amat bersemangat, ARAin ndar, ARBin ndar 😆

Selamat menikmati minuman hangat pagi ini, sehangat market pekan depan.




$IHSG $BMRI $BIPI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

00.50 WIB waktunya warga Gotham menulis karangan bebas 😁 .

Ketika koreksi market sekira akhir January saya terkena cut loss besar untuk ukuran saya. Masih terasa sakitnya tuh disini. Que sera, sera. Sementara masih wait n see sambil maintain stock yang masih ada.

Saya masih mantengin Big4 Bank, entahlah suasana hati masih belum nyaman. Trio himbara $BBRI BBNI $BMRI masih mental-mentul sedari downtrend akhir 2024 dan cenderung sideway dalam chart mingguannya. Yang agak nganu adalah $BBCA, downtrend terus ke harga stocksplit 2021. Saham Bigbank sering disebut proxy ekonomi, cenderung labih cepat bergerak dibanding real kondisi ekonomi. Saya anggap paranoid saya saja. Semoga semua cepat membaik.

"Profit is your dream, capital is your life", tetap eling lan waspada 😉. Salam cuan untuk semua warga IHSG.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

➖ Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia siap dengan segala skenario yang timbul setelah keputusan US Supreme Court soal tarif.

https://cutt.ly/BtQZrYEW

ART yang disepakati Indonesia-US baru akan berlaku 60 hari ke depan, setelah kedua negara berkoordinasi dan meratifikasi di internalnya masing-masing.

Jadi dengan adanya keputusan US Supreme Court, ada kemungkinan ART tersebut akan dibatalkan oleh US.

Indonesia meminta komoditas yang sudah ditetapkan tarif 0% sesuai Agreement on Reciprocal Trade (ART) agar tetap 0%, karena itu diatur dalam Executive Order yang berbeda dengan yang dibatalkan oleh US Supreme Court.

Tarif global 10% yang ditetapkan Trump setelah keputusan US Supreme Court, masih menguntungkan bagi Indonesia karena lebih rendah dari tarif hasil ART di 19%.

Kemungkinan terjadinya pembatalan tarif resiprokal akibat keputusan US Supreme Court, sudah diantisipasi dan didiskusikan oleh tim negosiator Indonesia dengan USTR.

Menko Airlangga juga menegaskan akan adanya treatment khusus dari US bagi negara-negara yang sebelumnya sudah menandatangani perjanjian dagang dengan US, yang membedakan dengan negara lainnya yang dikenakan tarif global 10%.

$BMRI $PTRO $ANTM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI $BBRI $UNTR
Wah kelihatannya gw agak telat nyadar, ternyata bandar asingnya lagi sibuk pindahan rumah dari sektor energi ke perbankan dan basic industry.

Kalau lu perhatiin dari minggu kemaren, duit gede pelan-pelan udah mulai akumulasi dan ngeruk barang pas ritel lagi sibuk pusing portonya merah atau nyangkut di pucuk saham-saham energi. Hebat bener emang cara kerjanya, rapi tanpa ketahuan ritel FOMO.

Pertanyaannya, lu mau tetep jadi museum holder nungguin saham yang udah ditinggal bandar, atau mau mulai ngikutin jejak duit raksasa?

Mau lihat peta akumulasi yang sama? 👉 https://cutt.ly/btQL0PPk

Disclaimer On & DYOR!

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ada kemungkinan laba 2026 $BMRI di kisaran 58-60T

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"IHSG 2026: Prediksi & Strategi! Yuk Join Instagram Live mancingsaham! 🚀📊"

Hey, sahabat trader & investor! 🎣
Kami balik lagi untuk ngupas prediksi IHSG 2026 dan strategi menghadapi pergerakan pasar yang seru banget ini! Siap-siap dapetin insight GRATIS dan interaktif bareng kita di sesi live spesial:

📅 Minggu, 22 Februari 2026
🕖 Pukul 20.00 - 21.00 WIB
📍 Live di Instagram mancingsaham
Klik di sini buat join 👉 https://cutt.ly/PtQLn92j

Apa aja yang bakal dibahas?
✨ Prediksi arah IHSG ke depan.
✨ Tips dan strategi menghadapi tren pasar.
✨ Q&A interaktif, jawab pertanyaan & request analisis saham favorit Anda!

Ajak teman trading Anda, siapkan kopi, dan jangan lupa set reminder! ☕ Karena ini kesempatan emas buat tingkatin wawasan saham dan strategi investasi Anda.

Tag teman-teman Anda sekarang dan sampai jumpa di Live!

$BBCA $BMRI $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar net foreign buy pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026.
Investor asing membukukan beli bersih Rp404,41 miliar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan BBRI sebagai saham paling banyak diserok asing hari itu.
Data perd...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI
last opportunity to come in before fly to the moon.
big double top highly probably confirmed
before triple bottom confirm.
siapin amunisi penuh dr sekarang followersku ,
gua jg nyiapin.
sayang dilewatkan moment ini guys yg datang tiap 5 tahun sekali..
#Disc on#Awan kinton#DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@doni929320 korban gocekan OD ni $BMRI 🤭😂🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA Apakah Bank Yang Paling Dicintai Nasabah?

Pertanyaan member di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

BBCA itu adalah bank yang sangat dicintai para nasabahnya. Kalimat ini bukan sekadar pujian merek, tapi tercermin di angka yang sangat sulit dipalsukan, yaitu CASA (current account savings account) 84,22% dan dana pihak ketiga yang tetap tumbuh 10,1% sampai Rp 1.233,8 triliun. Artinya, nasabah bukan cuma datang saat bunga promo tinggi, tetapi tetap menaruh giro dan tabungan dalam skala besar untuk transaksi harian, payroll, bisnis, dan parkir likuiditas. Dalam bahasa bisnis, ini tanda loyalitas yang kuat, lengket, dan menghasilkan biaya dana murah. Namun justru di titik ini banyak investor keliru karena dana murah besar tidak otomatis membuat EPS (earnings per share) langsung terbang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau loyalitas nasabah diukur dengan proksi struktur dana, BBCA ada di level yang sangat dominan dibanding bank lain dalam sampel 10 bank yang sudah rilis LK Full Year 2025. CASA BBCA 84,22% jauh di atas rata-rata sampel 55,07% dan median 59,06%, bahkan unggul 13,33 poin di atas CASA Bank Mandiri yang sudah sangat kuat di 70,89%. Gap sebesar itu bukan selisih kecil, ini menunjukkan franchise transaksi BBCA memang berbeda kelas. Sederhananya, bank lain masih lebih banyak bertarung lewat pricing dana, sedangkan BBCA lebih banyak menang lewat kebiasaan nasabah dan ekosistem transaksi. Itu yang membuat loyalitas BBCA terlihat lebih struktural daripada sekadar siklus.

Lalu kenapa CASA besar tetapi EPS hanya naik 4,9% dari Rp 445 ke Rp 467. Jawaban utamanya ada di sisi aset dan manajemen risiko, bukan di sisi pendanaan. BBCA punya likuiditas sangat longgar dengan LDR (loan to deposit ratio) sekitar 78,6%, sehingga pertumbuhan DPK lebih cepat daripada pertumbuhan kredit 7,65%. Akibatnya, sebagian dana besar diparkir ke efek investasi Rp 409,42 triliun dengan yield sekitar 6,46%, lebih rendah dari yield kredit rupiah 7,43%. Jadi BBCA memang sangat kuat mengumpulkan bahan bakar, tetapi tidak semua bahan bakar itu dibakar di mesin dengan imbal hasil tertinggi.

Faktor penahan kedua adalah pilihan manajemen yang sangat konservatif. Beban CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) naik 97,1% menjadi Rp 4.011 miliar, jadi ada laba yang sengaja ditahan untuk mempertebal bantalan risiko. Secara kualitas laba, ini justru positif karena BBCA memilih keamanan jangka panjang daripada memoles laba jangka pendek. Tambahan lagi, NII (net interest income) hanya tumbuh 3,9% karena beban bunga naik 5,8% lebih cepat dari pertumbuhan pendapatan bunga 4,2%, yang menandakan ada tekanan margin meski dana murah sangat besar. Jadi keunggulan CASA tetap bekerja, tetapi tidak cukup untuk meniadakan tekanan dari penempatan aset dan kebijakan pencadangan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Faktor ketiga adalah hal yang sering disalahpahami, yaitu efek jumlah saham beredar 123,27 miliar lembar. Secara persentase, kalau jumlah saham stabil, pertumbuhan EPS akan mengikuti pertumbuhan laba bersih, jadi penyebab utama EPS tidak terbang tetap karena laba bersih memang naiknya moderat 4,9%. Tetapi secara nominal per lembar, kenaikan laba bersih Rp 2,71 triliun memang terbagi ke basis saham yang sangat besar, sehingga tambahan EPS hanya sekitar Rp 22 per lembar. Ini membuat BBCA terlihat kurang meledak di EPS, padahal nominal laba tambahannya sendiri sangat besar. Dengan kata lain, mesin labanya tetap besar, hanya karakter distribusi per sahamnya membuat kenaikan terlihat lebih kalem.

Kalau dibandingkan bank lain, di sinilah perbedaan kualitas versus kecepatan muncul sangat jelas. Mega bisa mencatat EPS growth lebih tinggi karena terdorong trading gain one-off, sementara $BTPS laba bisa naik karena provisi turun, tetapi kualitas pertumbuhannya lebih rapuh jika dibanding laba berulang BBCA. $BMRI Mandiri lebih mirip pesaing inti karena sama-sama kuat di operasional, hanya profilnya berbeda, Mandiri lebih agresif di kredit dan unggul di NPL gross, sedangkan BBCA menang telak di struktur dana murah. Jadi BBCA bukan kalah efisien, melainkan memilih profil pertumbuhan yang lebih stabil dan defensif. Itu sebabnya loyalitas nasabah BBCA tercermin lebih kuat di daya tahan franchise daripada lonjakan EPS jangka pendek. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sudut pandang investor, BBCA adalah contoh bank yang kekuatannya sangat besar di sisi kewajiban, tetapi pertumbuhan EPS tetap ditentukan oleh disiplin penyaluran aset, pricing kredit, pencadangan, dan biaya operasional. Kelebihan BBCA ada pada kualitas laba berulang, risiko yang lebih terkelola, dan opsi ekspansi saat kondisi ekonomi membaik karena likuiditasnya sudah siap. Kelemahannya bukan kelemahan struktural, melainkan konsekuensi dari strategi konservatif dan basis laba yang sudah sangat besar sehingga pertumbuhan persen lebih sulit melompat tinggi. Potensinya tetap kuat jika kredit tumbuh lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas aset dan jika porsi dana parkir di aset yield rendah bisa dialihkan ke penyaluran yang lebih produktif. Jadi, loyalitas nasabah BBCA itu sangat besar, tetapi loyalitas yang besar ini lebih dulu menciptakan benteng dan fleksibilitas, baru setelah itu bisa dikonversi menjadi akselerasi EPS jika timing siklusnya pas.

💙 Loyalitas nasabah BBCA sangat kuat
↳ 💧 CASA 84,22% tertinggi di sampel
↳ 📈 DPK tumbuh 10,1% ke Rp 1.233,8 triliun
↳ 🧲 Dana murah tetap masuk walau bunga pasar kompetitif
↳ 🧠 Ini tanda franchise transaksi dan kebiasaan nasabah sangat lengket

📊 Posisi BBCA secara statistik
↳ 📍 CASA BBCA di atas rata-rata sampel 55,07% sebesar 29,15 poin
↳ 📍 CASA BBCA di atas median 59,06% sebesar 25,16 poin
↳ 📍 CASA BBCA di atas Mandiri 70,89% sebesar 13,33 poin
↳ 📍 NPL BBCA 1,71% masih lebih baik dari rata-rata sampel 1,99%
↳ 📍 Coverage BBCA 186,3% sedikit di atas rata-rata sampel 183,72%

🚦 Kenapa EPS BBCA tidak terbang
↳ 🛟 CKPN naik 97,1% ke Rp 4.011 miliar, laba ditahan untuk bantalan risiko
↳ 🏦 Likuiditas berlebih, LDR sekitar 78,6% membuat dana tidak seluruhnya masuk kredit
↳ 📄 Efek investasi Rp 409,42 triliun ber-yield sekitar 6,46%, di bawah yield kredit rupiah 7,43%
↳ 📉 NII tumbuh 3,9% saja karena beban bunga naik lebih cepat dari pendapatan bunga
↳ 🧮 Jumlah saham 123,27 miliar lembar membuat kenaikan laba besar terlihat kalem per lembar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

⚖️ BBCA
↳ 🚀 Skala dana murah BBCA paling besar dan paling unggul
↳ 🐢 Trend EPS moderat karena strategi konservatif dan basis laba sudah tinggi
↳ 🛡️ Kualitas laba lebih defensif dibanding bank yang ditopang one-off atau recovery provisi
↳ 🎯 Potensi akselerasi ada jika kredit tumbuh lebih cepat dan dana parkir turun tanpa menaikkan risiko

↳ ✅ BBCA cocok untuk investor yang mengejar kualitas dan daya tahan
↳ ✅ CASA besar adalah aset strategis jangka panjang, bukan jaminan EPS meledak tiap tahun
↳ ⚠️ Kalau investor cari lonjakan EPS cepat, bank dengan profil lebih agresif bisa terlihat lebih menarik tetapi risikonya biasanya lebih tinggi

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Membedah Fundamental Valuasi Melalui Lensa McKinsey 🏛️ - part 2

2. Hukum Konservasi Nilai

Melanjutkan kerangka analitis sebelumnya, Hukum Konservasi Nilai (Conservation of Value) adalah prinsip ekuivalensi mutlak dalam corporate finance. Jika ROIC dan Growth adalah "mesin" pencetak nilai, maka Konservasi Nilai adalah "hukum" yang menjaga agar pasar tidak tertipu oleh ilusi optik.

Prinsip ini berakar kuat pada Teorema Modigliani-Miller (M&M), yang secara esensial menyatakan bahwa nilai intrinsik suatu entitas murni ditentukan oleh kapasitas asetnya dalam menghasilkan arus kas bebas (Free Cash Flow), bukan dari bagaimana arus kas tersebut dikemas, dibagi, atau dicatat secara akuntansi.

Mari kita bedah mekanika dari hukum ini dalam praktik profesional dan eksekusi korporasi:

A. Analogi "Kue Arus Kas" dan Ilusi Struktur Modal
Bayangkan total arus kas masa depan perusahaan sebagai sebuah kue pie. Hukum Konservasi Nilai menegaskan bahwa Anda tidak bisa memperbesar ukuran kue tersebut hanya dengan memotongnya menjadi lebih banyak bagian atau mengubah cara Anda membagikannya.

Ketika manajemen melakukan rekayasa struktur modal, misalnya dengan menerbitkan utang baru (debt) untuk menebus saham (equity buyback). mereka pada dasarnya hanya mengubah "siapa" yang memiliki klaim atas kue tersebut. Pemegang saham yang tersisa mungkin akan melihat metrik Earnings Per Share (EPS) mereka melonjak tajam karena jumlah lembar saham beredar menyusut. Namun, secara bersamaan, profil risiko dari sisa ekuitas tersebut meningkat tajam akibat beban utang (leverage) yang lebih tinggi. Pasar yang rasional akan langsung merespons dengan menurunkan valuasi kelipatan (P/E ratio), sehingga total nilai intrinsik perusahaan (Enterprise Value) tetap terkonservasi atau tidak berubah. Nilai hanya bisa tercipta jika utang tersebut memberikan perlindungan pajak riil (tax shield) yang secara harfiah menambah cash flow baru, bukan dari efek mekanis kenaikan EPS.

B. Kekebalan Pasar Terhadap Ilusi Akuntansi (Accounting Optics)
Buku McKinsey dengan sangat tegas membuktikan bahwa pasar modal (smart money) jauh lebih cerdas daripada angka-angka bottom line di laporan laba rugi. Perubahan kebijakan akuntansi yang memanipulasi laba bersih tetapi tidak menyentuh arus kas riil sama sekali tidak akan mendistorsi valuasi. Terdapat dua preseden historis yang menjadi studi kasus utama:

- Penghapusan Amortisasi Goodwill (FASB 142): Pada awal tahun 2000-an, standar akuntansi AS (US GAAP) mengubah aturan pelaporan. Perusahaan tidak lagi diwajibkan untuk mengamortisasi (menyusutkan) goodwill dari akuisisi masa lalu secara berkala. Akibatnya, secara instan, laba bersih ratusan perusahaan multinasional melonjak drastis karena beban non-kas tersebut hilang dari laporan laba rugi. Namun, apakah harga saham mereka ikut meledak? Tidak. Pasar mengabaikan lonjakan laba bersih tersebut karena arus kas riil (Free Cash Flow) yang dihasilkan dari operasi perusahaan tidak berubah satu sen pun.

- Pencatatan Opsi Saham Karyawan (Employee Stock Options / ESO):
Di masa lalu, perusahaan teknologi sering memberikan kompensasi berupa opsi saham kepada karyawan tanpa mencatatnya sebagai beban di laporan laba rugi, sehingga laba terlihat sangat besar. Ketika regulator memaksa agar opsi saham ini dicatat sebagai beban (expense), laba akuntansi perusahaan-perusahaan ini anjlok seketika. Namun, valuasi saham mereka tidak runtuh. Mengapa? Karena pasar sudah mendiskontokan (memperhitungkan) efek dilusi dari opsi saham tersebut jauh sebelum aturan akuntansi itu diubah. Sekali lagi, nilai terkonservasi pada level fundamental kas dan kepemilikan riil, bukan pada tinta laporan laba rugi.

C. Mitos Penciptaan Nilai melalui Merger & Akuisisi (M&A)
Hukum Konservasi Nilai menjadi pisau analisis paling tajam untuk membongkar kesesatan berpikir dalam aksi korporasi M&A. Banyak bankir investasi mempresentasikan skenario merger yang EPS-accretive (langsung menaikkan laba per saham entitas gabungan) sebagai bukti penciptaan nilai.

McKinsey membongkar bahwa menggabungkan dua perusahaan, Perusahaan A dan Perusahaan B tidak akan pernah menciptakan nilai sepeser pun kecuali penggabungan tersebut menghasilkan arus kas baru yang tidak bisa dihasilkan jika keduanya berdiri sendiri (Sinergi Arus Kas).

Jika Perusahaan A mencaplok Perusahaan B murni untuk memperbesar ukuran perusahaan, namun A membayar harga akuisisi (termasuk premi) yang persis sama dengan nilai sekarang (Present Value) dari arus kas B, maka transaksi tersebut memiliki Net Present Value (NPV) = Nol. Laba bersih gabungan mungkin terlihat masif, pendapatan (top line) meroket, tetapi tidak ada satu pun value baru yang tercipta bagi pemegang saham Perusahaan A. Bahkan, jika A membayar premi terlalu mahal (overpay), nilai justru dihancurkan, karena A mentransfer sebagian "kue" milik pemegang sahamnya kepada pemegang saham B.

Bagi seorang analis profesional, Hukum Konservasi Nilai mengajarkan disiplin yang sangat ketat: Financial engineering (rekayasa keuangan), stock splits (pemecahan saham), spin-offs yang tidak mengubah operasi, atau perubahan metode pencatatan inventaris yang tidak berdampak pada pajak, secara absolut bukanlah mesin pencipta nilai.

Satu-satunya cara manajemen dapat memperbesar "kue" valuasi adalah dengan kembali ke formula dasar: memotong biaya operasional riil, menaikkan harga jual tanpa kehilangan volume (pricing power), berinvestasi pada proyek dengan ROIC tinggi, atau membuang aset mati untuk mengembalikan kas kepada pemegang saham. Di luar itu, semuanya hanyalah kosmetik.

poin selanjutnya akan dibahas di part 3
random tag: $BMRI $ANTM $ADRO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

Net profit
1M26: IDR 4.653 bio (+16% yoy)
1M25: IDR 4.005 bio

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI $CDIA $BBRI jadi ini disebut prestasi atau lagi kena prank ? Wkwkkw

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy