


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
Analogi Perahu dan Badai: Mengapa Fundamental Tetap Raja
Di pasar saham, fundamental adalah lambung kapal yang kokoh, sementara euforia adalah angin kencang yang bisa membawa kita lari sangat cepat, tapi juga bisa menenggelamkan tanpa peringatan.
π Euforia itu Candu, Bukan Strategi
Melihat saham "gorengan" naik puluhan persen dalam hitungan jam memang menggoda adrenalin. Tapi ingat, kenaikan yang didorong hanya oleh kata-kata atau manipulasi bandar adalah kenaikan tanpa pondasi. Saat bandar selesai berpesta, mereka akan meninggalkan rumah dalam keadaan terbakar, dan mereka yang masuk terakhir adalah yang menanggung kerugiannya.
π Fundamental Bukan "Membosankan", Tapi "Kepastian"
Banyak orang menertawakan saham fundamental karena geraknya yang lambat. Namun, dalam jangka panjang, harga saham selalu mengikuti laba perusahaan. Membeli saham fundamental bagus berarti kita sedang membeli aset nyata, bukan sekadar tiket lotre.
π Risiko vs Keuntungan
Dalam saham gorengan, Anda bertaruh pada keberuntungan. Dalam saham fundamental, Anda bertaruh pada pertumbuhan ekonomi dan kinerja manajemen. Memilih fundamental mungkin tidak membuat Anda kaya dalam semalam, tapi ia memastikan Anda tetap kaya dan bisa tidur nyenyak di malam hari.
Ingatlah: Pasar saham adalah alat untuk mentransfer uang dari orang yang tidak sabar ke orang yang sabar. Jangan biarkan tawa orang lain karena cuan sesaat merusak rencana masa depan finansial Anda yang sudah teruji.
tag : $ADRO $BMRI $CITA
selamat pagi jika rezekinya ga mau ketinggalan mending bangun pagi agar tidak dipatok ayam.. atau gabung aja di $INDS setelah itu jangan jadi ayam ya yg matok apalagi musang yg pasang jemuran.. cukup masuk dan Hold..akan menuju titik pemberhentian berikutnya di 1770
$ICBP $BMRI
Mencoba menghibur diri sebagai holder $BBRI menggunakan kacamata the wyckoff theory.
BBRI saat ini di persimpangan antara masih di fase B akumulasi atau sudah memasuki fase C akumulasi .
jika masih dalam fase B, maka wick pada tanggal 29 januari adalaah Secondary Test as Sign of Weakness , yang mengindikasikan masih dalam proses akumulasi yang tidak tau sampai kapan dan harga kemungkinan masih akan bergerak sideways di range 3460 - 4050 ...
jika sudah memasuki fase C, maka wick tanggal 29 bisa di konfirmasi sebagai SPRING, yang terjadi untuk mengambil liquiditas di harga diskon, dan seharusnya akan naik teratur disertai dengan volume tinggi serta membentuk Change of Character di dalam range dan memasuki fase D.
so menurut teman tema SB yang mana ??
masih akan akumulasi panjang !
atau
sudah tahap akhir akumulasi !
$BBCA $BMRI

β
Menko Perekonomian Airlangga menyampaikan update rencana penandatanganan ART (Agreement of Reciprocal Tariff) antara Indonesia dengan US pada 19 Feb 2026.
https://cutt.ly/CtnYNxAy
$IHSG $USDIDR $BMRI
$BBCA vs $BMRI LK Full Year 2025: Mana yang Terbaik Dalam Mengubah Kredit Menjadi Laba
Dalam dunia saham, investor yang sudah ada posisi buy di sebuah saham cenderung akan mendukung saham yang dimilikinya dengan sekuat tenaga. Sama seperti halnya investor BBCA dan BMRI yang sama-sama menganggap saham yang mereka miliki adalah saham terbaik. Kalau ada yang tanya kenapa tidak bahas BBRI, itu karena $BBRI belum rilis LK Full Year 2025. Baru BBCA dan BMRI yang rilis, jadi ya bahas yang ada aja dulu. Tapi justru di sinilah serunya, ketika cuma dua raksasa yang sudah buka kartu, bias dan fanatisme biasanya makin terasa, padahal angka-angka yang keluar di LK itu adalah fakta yang sulit dibantah. Di 2025 ini, duel antara BMRI dan BBCA bukan sekadar siapa yang lebih besar, melainkan siapa yang lebih produktif, siapa yang lebih rapi mengelola risiko, dan siapa yang sedang menanggung beban margin yang mulai tergerus. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari data staging kredit, kita bisa melihat peta menyeluruh tentang kesehatan kredit dan kualitas laba BMRI vs BBCA. Kredit Stage 1 itu adalah kredit yang masih lancar, Stage 2 itu kredit yang mulai menunjukkan peningkatan risiko signifikan, Stage 3 itu yang sudah masuk kategori NPL.
CKPN yang dibandingkan dengan total kredit adalah bantalan yang disiapkan bank untuk menutup potensi rugi, semakin tinggi bisa berarti semakin konservatif, atau bisa juga berarti portofolio memang butuh bantalan lebih tebal.
NIM menggambarkan tebal-tipisnya margin bunga bersih, sedangkan CIR menggambarkan seberapa boros biaya operasional untuk menghasilkan pendapatan, ROA mengukur produktivitas aset, ROE mengukur produktivitas ekuitas. Jadi ketika investor membandingkan BBCA dan BMRI, yang sedang dibandingkan itu bukan cuma profit, tapi juga mesin pendanaannya, kualitas portofolio, dan seberapa mahal risiko yang sedang dibawa.
Kalau dibandingkan dari skala operasional menggunakan angka yang sudah keluar sebelumnya, BMRI itu monster size. Aset 2025 BMRI Rp2.829,9 T, sedangkan BBCA Rp1.586,8 T, artinya BMRI sekitar 1,78 kali lebih besar. Kredit BMRI Rp1.850,0 T sementara BBCA Rp970,2 T, BMRI sekitar 1,91 kali lebih besar. DPK BMRI Rp1.817,9 T sementara BBCA Rp1.233,8 T, BMRI sekitar 1,47 kali lebih besar. Tapi hasil akhirnya lucu, laba bersihnya hampir sama, BBCA Rp57,5 T dan BMRI Rp56,3 T. Ini nyambung banget dengan rasio laba terhadap total kredit, BBCA 5,93% sedangkan BMRI 3,04%, jadi secara produktivitas, BBCA menghasilkan laba per unit kredit sekitar 1,95 kali BMRI. Tafsirnya jelas, BBCA itu mesin kecil tapi kencang, BMRI itu truk besar yang angkutannya banyak, namun margin per muatannya lebih tipis. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang lihat kualitas aset lewat staging, karena staging adalah radar masa depan. BBCA punya Stage 1 sebesar 96,31%, Stage 2 2,02%, Stage 3 1,67%.
Sedangkan BMRI punya kredit Stage 1 90,81%, Stage 2 7,65%, Stage 3 1,54%. Ini bikin perbedaan yang mencolok karena BMRI memang sedikit lebih rendah di Stage 3 dibanding BBCA, selisih 0,13 poin, tetapi BMRI menyimpan kredit yang perlu dipantau ketat jauh lebih besar, sebab kredit Stage 2-nya BMRI sekitar 3,79 kali lebih besar dari BBCA. Dari sisi tren 2024 ke 2025, BBCA membaik, Stage 1 naik 0,37 poin, Stage 2 turun 0,23 poin, Stage 3 turun 0,14 poin. BMRI lebih campur aduk, Stage 3 membaik besar turun 0,41 poin, tapi Stage 2 justru naik 1,49 poin dan Stage 1 turun 0,25 poin. Artinya, BMRI berhasil mendorong sebagian yang sudah bermasalah agar tidak makin parah, tetapi watchlist-nya membesar. Ini biasanya terjadi saat bank mengelola portofolio besar yang beragam, ada bagian yang pulih, ada bagian yang mulai goyah.
Masuk ke CKPN, di sini investor bisa lihat gaya konservatif versus kebutuhan bantalan. CKPN dibanding total kredit BBCA 3,07% turun dari 3,62%, BMRI 2,60% turun dari 3,04%. Jadi dua-duanya menurunkan bantalan relatifnya, tetapi BBCA tetap menahan bantalan lebih tinggi 0,47 poin dibanding BMRI. Kalau disambungkan dengan data sebelumnya, beban bunga BMRI Rp58,20 T jauh lebih berat dibanding BBCA Rp13,36 T, sekitar 4,36 kali, sehingga tekanan margin BMRI lebih terasa dan ruang untuk membuat bantalan ekstra biasanya lebih ketat. Beban CKPN tahun berjalan juga sebelumnya menunjukkan BMRI Rp8,27 T dan BBCA Rp4,01 T, jadi BMRI mengeluarkan biaya risiko lebih besar secara nominal, wajar karena skala kreditnya jauh lebih besar. Esensinya, BBCA terlihat lebih tebal di bantalan relatif, BMRI terlihat lebih besar di angka nominal karena ukuran portofolionya. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang bicara margin dan efisiensi, karena inilah penyebab utama mengapa dua bank bisa punya laba mirip padahal ukuran jauh berbeda. NIM BBCA mencapai 5,39% turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,68%, atau turun 0,29 poin. NIM BMRI 3,75% turun dari 4,68%, turun 0,93 poin. Jadi margin dua-duanya tertekan di 2025, tetapi BMRI yang paling terasa terseret. Dan ini konsisten dengan gambaran biaya dana, BBCA punya struktur biaya bunga yang jauh lebih ringan, membuat margin lebih tahan saat kompetisi simpanan naik. CIR BBCA 32,79% naik 0,33 poin, BMRI 34,51% turun 0,20 poin, jadi BMRI sedikit membaik efisiensi operasional, BBCA sedikit memburuk, namun level BBCA masih lebih efisien daripada BMRI. Lalu ROA BBCA 3,63% turun 0,15 poin, BMRI 2,06% turun 0,51 poin, lagi-lagi tekanan di BMRI lebih besar. ROE BBCA 21,01% turun 0,47 poin, BMRI 23,64% turun 0,62 poin, dan BMRI tetap unggul ROE karena leverage dan struktur ekuitasnya membuat return ke pemegang saham lebih tinggi.
Jadi bisa dikatakan kalau BBCA menang di kualitas laba dan produktivitas, sementara BMRI menang di skala dan return ke ekuitas. BBCA punya portofolio yang lebih bersih di Stage 1, watchlist Stage 2 yang jauh lebih kecil, margin yang lebih tebal, dan laba per unit kredit yang jauh lebih tinggi. BMRI punya ukuran yang dominan, Stage 3 yang sedikit lebih rendah, efisiensi operasional yang membaik, dan ROE yang lebih tinggi, tetapi Stage 2 yang naik besar itu sinyal yang tidak boleh disepelekan karena itu calon tekanan biaya risiko ke depan bila ekonomi mikro atau sektor tertentu melambat. Potensi ke depan buat BBCA lebih ke konsistensi dan daya tahan, sementara potensi BMRI lebih ke leverage skala, namun syaratnya margin tidak terus terkikis dan Stage 2 tidak bocor ke Stage 3. Jadi kalau investor ingin memilih saham yang terasa paling predictable, BBCA lebih masuk akal. Kalau investor ingin memilih saham yang menang di skala dan bisa jadi lebih sensitif ke siklus ekonomi, BMRI tetap menarik, tapi pengawasannya harus lebih rajin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
β
Laba bersih hampir seri, BBCA Rp57,5 T, BMRI Rp56,3 T.
ποΈ Skala BMRI jauh lebih besar, aset sekitar 1,78 kali BBCA, kredit sekitar 1,91 kali BBCA.
βοΈ Produktivitas BBCA lebih tinggi, laba per kredit 5,93% vs 3,04%.
π§ Staging dan risiko masa depan.
π¦ BBCA.
β
Stage 1 96,31%.
π Stage 2 2,02%.
π§Ύ Stage 3 1,67%.
π Tren membaik, Stage 2 dan Stage 3 turun.
π§ BMRI.
β
Stage 1 90,81%.
π Stage 2 7,65%.
π§Ύ Stage 3 1,54%.
β οΈ Stage 2 naik 1,49 poin walau Stage 3 turun 0,41 poin.
π‘οΈ Bantalan CKPN.
π§± BBCA CKPN per kredit 3,07%, lebih tebal dari BMRI 2,60%.
π Dua-duanya turun dari 2024, BBCA turun 0,55 poin, BMRI turun 0,44 poin.
π° Margin dan biaya.
π¦ BBCA.
β
NIM 5,39%, turun 0,29 poin.
πΈ Beban bunga Rp13,36 T.
π§ BMRI.
β οΈ NIM 3,75%, turun 0,93 poin.
πΈ Beban bunga Rp58,20 T, sekitar 4,36 kali BBCA.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π§Ύ Efisiensi dan return.
π¦ BBCA.
β
CIR 32,79%.
β
ROA 3,63%.
β
ROE 21,01%.
π§ BMRI.
β
CIR 34,51% membaik tipis.
β οΈ ROA 2,06% turun lebih dalam.
π ROE 23,64% tetap lebih tinggi.
π― Potensi 2026
π¦ BBCA.
π‘οΈ Lebih tahan perang biaya dana.
π Cocok untuk investor yang mengejar stabilitas kualitas.
π§ BMRI.
ποΈ Leverage skala tetap kuat.
π¦ Kunci ada di Stage 2, jangan sampai merembet ke Stage 3.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/5





$BMRI $BBRI $IHSG
Woahh keren danantara kita π
Kini mereka membalas kembali serangan ke MSCI dan Moody π€£π€£π€£
Mampus makan tuh
======
1 Kata untuk MSCI and Moody
#poster ini for fun
1/2


$BBCA emang susah cari lawan, laba paling gede cukup denga 3/4 pendapatan bunga $BMRI. Konversi top line ke bottom line nya ga bocor
@skydrugz27 bukan nya sama ya pak? karena hanya ganti pengendali sekarang danantara peggang saham A sedangkan mandiri saham biasa
$BRIS tidak di konsol dan cenderung positif untuk $BMRI karena seperti npl, car dan roe di bmri akan lebih bagus dan bmri masih bisa masukkan laba bris sesuai dengan kepemilikkan saham nya yg 51%.
hanya berbeda akutansi nya
@GanPrakoso $BMRI laba masih growth
Spin off $BRIS itu di Januari 2026 jadi efeknya baru akan kelihatan di Q1 2026
@2GDRizki , dicoba dulu ja ka. Di cek tiap hari, berubah ga. Setau saya update. Kalo ada beda, terjadi karena penggunaan data jumlah saham. Mudah-mudahan codingnya ga banyak koreksian.
sembarang tag : $NISP , $BMRI , $NIKL
@civovic wkwk masalahnya ritel dungu pingin terbang tapi saling nyemangatin biar tahan barang dan pada jdi sales biar bnyak ritel yg gabung π€£ $BMRI
Dear $BBRI $BMRI $BBCA
Kaaaaapan jalannya⦠itu saja pertanyaan saya..
Sudah setahun dr PTRO 4000 lalu ke 12.000 sampai ARB rungkad ke 5500 masih saja ini blm jalan jalan..
Tidak basa basi karena kita mau liat perbankan bangkitttt.
Gak kuat kalau cuma ngandelin dividen doang ini.. butuh sperti konglo yg hari ini naik belasan persen sampai ARA.
Disclaimer konten ini hanya guyon jngn dianggap sriussss.
KABARBURSA.COM β PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat dukungannya terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) kriya berbasis ekonomi sirkular.
Dukungan Bank Mandiri terhadap UMKM tersebut diwujudkan melalui program Mandiri Looping for Life dalam ajang INACRAFT 2026 di Jakarta yang berlangs...

www.kabarbursa.com

Siapa Bank Terbaik di 2025 Sejauh Ini: Update 11 Februari 2026
Sejauh ini per hari ini, baru 7 Bank yang sudah rilis LK Full Year 2025 yakni $BBCA vs NISP vs BBNI vs $BMRI vs BRIS vs MEGA vs $BBTN. Kita perlu cek mana yang terbaik dari mereka di sepanjang 2025. Dan ini tidak bisa dijawab cuma dengan lihat siapa yang paling besar atau siapa yang growth paling tinggi. Bank itu mesin yang kelihatannya tenang, tapi di dalamnya perang biaya dana, perang kualitas kredit, dan perang disiplin pencadangan. Investor yang cuma terpukau angka aset biasanya baru sadar belakangan, aset besar itu bisa jadi berkat ekspansi yang mahal. Sebaliknya, bank yang asetnya tidak sebesar raksasa bisa mencetak laba yang lebih bersih dan lebih efisien, itu sering lebih menarik buat investor yang suka kualitas. Jadi cara yang paling masuk akal adalah membandingkan skala, kecepatan tumbuh, efisiensi biaya dana, beban risiko, lalu baru tarik kesimpulan potensi. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi skala neraca, BMRI adalah pemimpin absolut di 2025 dengan aset Rp2.829,93 T, naik +30,16% dari 2024. BBCA ada di posisi kedua dengan aset Rp1.586,83 T, naik +9,49%, lalu BBNI Rp1.185,72 T, naik +12,40%. Empat bank lain ukurannya terpaut jauh, BBTN Rp469,61 T, BRIS Rp456,19 T, NISP Rp308,14 T, dan MEGA Rp140,83 T. Statistiknya menarik, rata-rata pertumbuhan aset grup 12,07% dengan median 9,66%, artinya angka rata-rata terdorong kuat oleh lonjakan BMRI, sementara mayoritas bank lain tumbuh di satu digit sampai belasan. Secara skala, aset BMRI kira-kira 1,78 kali BBCA dan sekitar 20,09 kali MEGA, jadi kalau investor bicara kapasitas neraca, BMRI memang kelas berat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Untuk penyaluran dana kredit bruto 2025 polanya mirip dengan total aset di mana BMRI menyalurkan kredit Rp1.849,97 T naik +13,97%, BBCA Rp970,23 T naik +7,65%, BBNI Rp899,53 T naik +15,94% yang menjadi pertumbuhan kredit paling cepat di grup, disusul BBTN Rp400,58 T naik +11,90%, BRIS Rp314,81 T naik +14,41%, NISP Rp173,37 T naik +1,71% yang paling lambat, dan MEGA Rp67,24 T naik +4,00%. Rata-rata pertumbuhan kredit mereka semua adalah 9,94% dengan median 11,90%, jadi secara umum laju kredit lumayan, tapi ada yang menahan growth, yakni NISP. Kalau investor suka melihat agresivitas, rasio kredit terhadap aset menggambarkan karakter, BBTN paling agresif sekitar 85,30%, BBNI sekitar 75,86%, BRIS sekitar 69,01%, BMRI sekitar 65,37%, BBCA sekitar 61,14%, NISP sekitar 56,26%, dan MEGA sekitar 47,75% yang paling konservatif.
Di sisi pendanaan, DPK (Dana Pihak Ketiga) 2025 memperlihatkan siapa yang punya daya tarik kuat di mata nasabah. BMRI menghimpun DPK Rp1.817,90 T naik +26,71%, BBCA Rp1.233,80 T naik +10,10%, BBNI Rp1.040,83 T naik +29,21% yang paling kencang, lalu BBTN Rp405,50 T naik +15,06%, BRIS Rp393,21 T naik +10,79%, NISP Rp243,51 T naik +18,25%, MEGA Rp104,13 T naik +13,59%. Rata-rata pertumbuhan DPK grup 17,67% dan median 15,06%, jadi 2025 itu tahun pertarungan dana yang cukup panas, dengan BBNI dan BMRI tampil agresif. Rasio kredit terhadap DPK atau Loan To Deposit Ratio (LDR) memberi gambaran seberapa ketat likuiditas, BMRI sekitar 101,76% dan BBTN sekitar 98,79% terlihat paling menekan, sementara BBCA sekitar 78,64%, BRIS sekitar 80,06%, BBNI sekitar 86,42%, NISP sekitar 71,20%, MEGA sekitar 64,57% terlihat lebih longgar. Buat investor, LDR yang ketat bukan otomatis buruk, tapi artinya ruang ekspansi tanpa menaikkan biaya dana biasanya lebih terbatas.
Dari sisi pendapatan bunga 2025, BMRI adalah yang tertinggi dengan pendapatan bunga mencapai Rp164,41 T, BBCA Rp98,91 T, BBNI Rp69,39 T, BBTN Rp36,34 T, BRIS Rp28,27 T, NISP Rp18,94 T, MEGA Rp10,20 T. Yang menarik adalah hampir semua bank ini naik pendapatan bunganya, kecuali BRIS turun dari Rp30,85 T ke Rp28,27 T dan MEGA turun tipis dari Rp10,29 T ke Rp10,20 T. Dari sisi beban bunga 2025, BMRI Rp58,20 T, BBNI Rp29,06 T, BBTN Rp18,12 T, BBCA Rp13,36 T, BRIS Rp9,14 T, NISP Rp7,99 T, MEGA Rp5,27 T. Kalau dibuat rasio sederhana beban bunga dibanding pendapatan bunga sebagai proksi efisiensi biaya dana operasional, BBCA paling irit beban hanya sekitar 13,51% dari pendapatan bunga, lalu BRIS sekitar 32,32% dan BMRI sekitar 35,40%, sedangkan BBNI sekitar 41,88%, NISP sekitar 42,18%, BBTN sekitar 49,87%, MEGA sekitar 51,67% paling berat. Di sinilah BBCA terlihat seperti mesin yang halus, income besar tapi cost of funds tidak ikut liar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor ingin melihat tenaga inti intermediasi, selisih pendapatan bunga minus beban bunga juga bicara banyak. BMRI menghasilkan selisih sekitar Rp106,21 T, BBCA sekitar Rp85,55 T, BBNI sekitar Rp40,33 T, BRIS sekitar Rp19,13 T, BBTN sekitar Rp18,22 T, NISP sekitar Rp10,95 T, MEGA sekitar Rp4,93 T. Dari sisi laju, BBTN adalah outlier karena selisihnya naik sekitar +58,52%, sedangkan BMRI naik +4,38% dan BBCA naik +3,99% cenderung stabil, BBNI turun tipis, NISP turun tipis, MEGA turun, BRIS turun cukup dalam. Jika selisih ini dibandingkan dengan aset sebagai proksi kekuatan margin atas neraca, BBCA paling tinggi sekitar 5,39%, disusul BRIS sekitar 4,19%, BBTN sekitar 3,88%, BMRI sekitar 3,75%, NISP sekitar 3,55%, MEGA sekitar 3,50%, BBNI sekitar 3,40%. Ini membuat cerita yang penting, bank bisa besar, tapi yang paling efektif memeras nilai dari neraca tetap yang paling efisien biaya dananya.
Setelah itu, bagian yang biasanya menentukan apakah laba itu aman atau hanya kebetulan, yaitu pencadangan dan kualitas kredit. NPL bruto 2025 rentangnya lebar, rata-rata bank ini punya NPL sekitar 1,81% dan median NPL 1,81%, dengan NPL terendah adalah MEGA 1,07% yang membaik dari 1,22%, lalu BMRI 1,13% stabil dari 1,12%, BBCA 1,71% membaik dari 1,78%, BRIS 1,81% membaik dari 1,90%, BBNI 1,93% membaik dari 1,97%, sementara BBTN 3,08% masih paling tinggi walau membaik dari 3,16%. Yang paling bikin investor perlu waspada adalah NISP karena NPL naik dari 1,55% ke 1,94%, naik 0,39 poin, itu perubahan paling besar dan arahnya memburuk. Di saldo CKPN neraca, BMRI Rp48,03 T turun, BBNI Rp35,86 T turun, BBCA Rp29,75 T turun, NISP Rp7,50 T turun, sementara BBTN Rp15,31 T naik, BRIS Rp10,97 T naik, MEGA Rp0,80 T naik. Kalau dilihat sebagai CKPN terhadap kredit, NISP sekitar 4,33% dan BBNI sekitar 3,99% terlihat paling tebal, sedangkan BMRI sekitar 2,60% lebih tipis, dan MEGA sekitar 1,20% paling tipis, tapi MEGA juga punya NPL terendah sehingga konteksnya berbeda. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Laba bersih bank di 2025 terbesar sejauh ini adalah BBCA Rp57,54 T naik +4,93%, lalu BMRI Rp56,29 T naik +0,92% yang secara rasa memang stagnan, kemudian BBNI Rp20,04 T turun -6,63%, BRIS Rp7,57 T naik +8,02%, NISP Rp5,06 T naik +3,92%, BBTN Rp3,50 T naik +16,42%, MEGA Rp3,36 T naik +27,88% yang paling tinggi secara persen. Statistik laba juga menarik, rata-rata pertumbuhan laba grup 7,92% tapi median 4,93%, artinya distribusinya timpang karena ada yang melesat besar sementara ada juga yang minus. Kalau dibuat rasio laba terhadap aset sebagai proksi produktivitas neraca, BBCA paling tinggi sekitar 3,63%, MEGA sekitar 2,39%, BMRI sekitar 1,99%, BBNI sekitar 1,69%, BRIS sekitar 1,66%, NISP sekitar 1,64%, dan BBTN sekitar 0,75% yang paling tipis. Jadi bank paling besar belum tentu bank paling banyak menghasilkan laba, dan bank yang growth labanya paling tinggi belum tentu paling berkualitas kalau beban risikonya sedang meledak.
β
Mesin laba paling efisien dan produktif di neraca, BBCA
ποΈ Skala neraca paling dominan, BMRI
π Pertumbuhan laba paling tinggi secara persen, MEGA
β‘ Akselerasi selisih bunga paling mencolok, BBTN
π Pertumbuhan kredit paling cepat, BBNI
π Perbaikan laba dengan pencadangan yang sangat ringan, BRIS
π§― Alarm risiko paling jelas karena NPL berbalik naik, NISP
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π° Efisiensi biaya dana operasional, BBCA 13,51% lalu gap besar ke bank lain yang banyak berada di 30% sampai 50%
π§Ύ Produktivitas laba atas aset, BBCA sekitar 3,63% sedangkan BBTN sekitar 0,75%
π§± Kesehatan kredit, MEGA 1,07% dan BMRI 1,13% terendah, BBTN 3,08% tertinggi
π Perubahan NPL paling mengganggu, NISP naik 0,39 poin
π Keunggulan utama tiap bank
π¦ BBCA, biaya dana paling irit, profit paling tebal, stabilitas paling enak buat investor yang suka kualitas
π§ BMRI, pertumbuhan aset dan DPK agresif, skala membuat daya jelajah luas, tapi laba 2025 nyaris datar
π₯ BBNI, kredit dan DPK tumbuh cepat, tapi laba turun dan beban CKPN tahun berjalan naik +18,44%
π© BBTN, selisih bunga melonjak, tapi beban CKPN tahun berjalan naik +211,8% dan NPL masih paling tinggi
π¨ BRIS, laba naik +8,02% dengan pembalikan CKPN neto, namun pendapatan bunga bruto turun
πͺ NISP, DPK masih tumbuh, CKPN tebal terhadap kredit, tapi NPL memburuk paling besar
β¬ MEGA, NPL terendah, laba tumbuh paling cepat secara persen, namun skala kecil jadi dampak nominal terbatas
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
β οΈ Kelemahan yang paling perlu dipantau investor
𧨠BBTN, beban risiko melonjak, jadi pertanyaan besarnya bukan growth, tapi kualitas growth
π§Ύ BBNI, penurunan laba di tengah ekspansi dana dan kredit, berarti ada faktor penekan yang harus dibuktikan selesai
π BRIS, pendapatan bunga bruto turun, jadi perlu bukti bahwa peningkatan laba bukan cuma efek sementara
π NISP, NPL naik, biasanya ini yang paling cepat menggerus laba bila berlanjut
π― Potensi yang paling rasional untuk 2026 berbasis pola 2025
π‘οΈ Defensif dan konsisten, BBCA
π¦ Ekspansi neraca dan dominasi skala, BMRI
π Growth persen tinggi dengan kualitas kredit yang terlihat baik, MEGA
π§ Re-rating bila risiko terkendali, BBTN dan BBNI
π§ Growth syariah yang menarik bila pendapatan bunga pulih, BRIS
π¦ Turn-around kualitas kredit sebagai kunci, NISP
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







$BBRI $BBNI $BMRI https://cutt.ly/FtnEGCtf
$PTBA $BMRI $RALS
main aman dulu di dividen nunggu ada yg IPO
lama bet ni, ayo segerea IPO kan griya ama intamnya king PP
tidak untuk $BBCA, karena asing masih keluar π€
udahlah kami para ritel tunggu lagi di 7k aja
$BMRI $BBRI
$IHSG $BBRI $BMRI
Gaes, gunakan ilmu penerawangan loe
(analisis, feeling, prediksi, nujum, dll.) setelah BEI ketemu MSCI dah sepakat akan perbaikan bursa, apalagi hari ini IHSG IJO royo-royo.
Maka mulai besok IHSG
akan seperti apa?