


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
Terima kasih atas ulasannya wak @skydrugz27. Sepertinya divestasinya bakal dalam bentuk restrukturisai internal, melihat hasil pubex lalu yang mengkonfirmasi $PGAS sementara mengadakan kajian bareng Pertamina Hulu Energi (PHE) dan holding terkait divestasi hulu PGAS.
Pertanyaan lanjutannya, apakah divestasi kayak ini sama seperti $BMRI melepas $BRIS langsung ke Danantara ya wak?

✅ Berarti gak semua indeks-indeksan ngikut MSCI.
S&P Dow Jones masih lanjut rebalancing.
Moga imlekan dapet angpao, lebaran dapet salam tempel dari bursa.
https://cutt.ly/NtmD5vvb
$INET $PTRO $BMRI

Bank yang Paling Banyak Kasi Pinjaman ke Bisnis Kapal
Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Setelah baca beberapa laporan keuangan saham kapal, saya menemukan fakta bahwa Bank Mandiri $BMRI adalah bank yang paling banyak memberikan pinjaman kredit untuk saham kapal yang ada di IHSG. Ini bukan kebetulan, ini cerminan siapa yang paling siap menelan risiko siklus komoditas plus risiko aset kapal yang nilainya bisa naik-turun tergantung pasar. Bank yang mau pegang eksposur ke kapal berarti siap menghadapi volatilitas, siap negosiasi covenant, dan siap mengatur jaminan lintas entitas biar utang tetap aman. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bank Mandiri kelihatan bukan cuma hadir, tapi menyebar ke banyak cerita besar di sektor ini. Ada batubara di TCPI Rp1,22 triliun. Ada tanker dan gas di SHIP USD 176,14 juta. Ada SOCI yang punya fasilitas sindikasi USD 81,56 juta plus USD 7,02 juta. Lalu ada PSAT Rp200,60 miliar, CBRE Rp148,89 miliar, TAMU USD 13,62 juta, BESS Rp15,62 miliar, BBR USD 3,42 juta, BSML Rp29,84 miliar. Secara jumlah nama debitur, Mandiri memberikan kredit pada minimal 11 saham kapal dari total 21 emiten kapal, itu artinya sekitar 52% dari saham kapal yang ada di IHSG. Itu sudah level dominasi, bukan sekadar ikut-ikutan.
Kalau Mandiri itu bank yang paling luas jaringannya, $BBCA itu terlihat lebih fokus ke pemain yang arus kasnya biasanya kuat di tug and barge atau yang punya posisi market jelas. $TPMA punya pinjaman BCA USD 91,33 juta, angka yang sangat besar untuk satu emiten tug and barge. MBSS Rp261,92 miliar. WINS USD 16,82 juta. Ada juga SOCI di sindikasi USD 27,18 juta. Polanya terasa, BCA tidak menyebar ke terlalu banyak nama, tapi sekali masuk, tiketnya bisa besar dan biasanya dibarengi disiplin covenant yang ketat.
OCBC NISP, terutama lewat unit syariah, terlihat sering jadi pilihan untuk struktur pembiayaan yang lebih fleksibel. SMDR USD 37,09 juta plus Rp27,8 miliar, lalu ada tambahan kreditur asing di SMDR seperti BNP Paribas USD 42,03 juta, The IYO Bank USD 36,93 juta, dan Bank of China USD 13,47 juta. OCBC juga muncul di SOCI USD 18,94 juta, TPMA USD 14,60 juta, dan SHIP USD 1,81 juta. Ini memberi kesan adanya jalur pendanaan yang lebih campuran antara rupiah dan USD, plus variasi struktur. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Woori Saudara tampil sebagai bank yang cukup aktif di nama-nama tertentu, terutama yang bernapas dalam USD. BULL outstanding USD 41,52 juta, SOCI USD 24,85 juta, SHIP USD 18,34 juta. BRI masuk lewat CBRE plafon Rp180 miliar, HUMI USD 13,41 juta, dan GTSI USD 8,79 juta. BNI muncul di HUMI USD 18,21 juta. Di luar bank, ada dana dan instrumen alternatif yang punya karakter sendiri, seperti OCP Asia Fund IV dan V USD 54,10 juta untuk Logindo, Sukuk Ijarah dengan wali amanat BSI USD 50,31 juta untuk SMDR, Bamboo Mountain Power B.V USD 19,44 juta untuk GTSI dan HUMI, dan Goodman Seacrest Ltd Rp83,83 miliar untuk TCPI.
Bagian paling sensitif ada di dua area. Pertama, risiko mata uang. Dari data yang di ada, lebih dari 70% pinjaman jangka panjang dalam di industri kapal ini berdenominasi USD, terutama untuk tanker dan kapal LNG. Kalau pendapatan debitur banyak rupiah sementara cicilan USD, tekanan kurs bisa langsung menggerus rasio. Kedua, pelanggaran covenant. BULL dan CBRE melaporkan technical default. WINS lewat entitas anak WMO juga melanggar covenant tetapi mendapat waiver dari DEG sampai 15 Desember 2025. Ini menjelaskan kenapa bank kadang tidak menekan tombol eksekusi, bank lebih memilih waiver, reset covenant, atau restruktur, karena tujuan akhirnya tetap sama, utang dibayar, kapal tetap jalan, recovery tidak jatuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏦 Bank Mandiri
🪨 TCPI Rp1,22 triliun
🛢 SHIP USD 176,14 juta
🛢 SOCI USD 81,56 juta sindikasi, plus USD 7,02 juta
🚢 PSAT Rp200,60 miliar
🧱 CBRE Rp148,89 miliar
🛟 TAMU USD 13,62 juta
⚓ BESS Rp15,62 miliar
🛟 BBR USD 3,42 juta
🚢 BSML Rp29,84 miliar
📊 Cakupan minimal 11 dari 21 emiten, sekitar 52%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏦 BCA
🚢 TPMA USD 91,33 juta
⚓ MBSS Rp261,92 miliar
🛟 WINS USD 16,82 juta
🛢 SOCI USD 27,18 juta sindikasi
🏦 Woori Saudara
🛢 BULL USD 41,52 juta
🛢 SOCI USD 24,85 juta
🛢 SHIP USD 18,34 juta
🏦 OCBC NISP unit syariah
📦 SMDR USD 37,09 juta plus Rp27,8 miliar
🛢 SOCI USD 18,94 juta
🚢 TPMA USD 14,60 juta
🛢 SHIP USD 1,81 juta
🏦 BRI dan BNI
🧱 CBRE plafon Rp180 miliar
⚓ HUMI USD 13,41 juta, BNI USD 18,21 juta
🔥 GTSI USD 8,79 juta
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🌍 Kreditor asing dan lembaga spesialis
📦 SMDR BNP Paribas USD 42,03 juta, The IYO Bank USD 36,93 juta, Bank of China USD 13,47 juta
⚓ NMS LPEI USD 9,25 juta
🛟 WINS DEG USD 0,38 juta, juga terkait waiver WMO sampai 15 Desember 2025
🧾 Pendanaan non-bank dan pasar modal
⚓ Logindo OCP Asia USD 54,10 juta
📦 SMDR Sukuk Ijarah wali amanat BSI USD 50,31 juta
🔥 GTSI dan HUMI Bamboo Mountain Power B.V USD 19,44 juta
🪨 TCPI Goodman Seacrest Rp83,83 miliar
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⚠ Sinyal risiko yang paling penting
💱 Lebih dari 70% pinjaman jangka panjang berdenominasi USD
🚨 Technical default muncul di BULL dan CBRE
🛡 WINS lewat WMO melanggar covenant tapi ditahan waiver sampai 15 Desember 2025
🧷 Bank cenderung pakai jaminan silang dan default silang antar entitas untuk meredam volatilitas sektor
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9









@Aldosyahriral coba ketik di google bbri. idx
keluar grapik kan.
or liat d stockbit, grapik 1 tahun harga.
InsyaAllah bentuk ny sama. Kalo beda persentase karena angka perdagangan yang d ambil open or, closing hari.
Sembarang tag : $BBRI, $BMRI, $BBCA
$IHSG perusahan IPO jual 15-20% saham dapat uang buat ekspansi atau bayar hutang agar perusahaan berkembang dan berusaha mencari laba untuk dinikmati/dirasakan semua baik PT maupun pemilik saham.
investor beli saham mengharapkan keuntungan dengan bergabung ke PT melalui beli saham.
bila saham tidak membagikan keuntungan deviden bukankah artinya yg membeli saham tadi tidak dapat keuntungan?
tetapi hanya mengharapkan ada yg beli lembar saham PT tersebut lebih tinggi dia baru bisa jual (Zero Sum Game)?
jadi bagaimana dgn perusahaan yg tidak membagi keuntungan/deviden? bisa dikatakan hanya mencari siapa yg mau membeli harga lebih mahal selanjutnya?
dengan cara dimainkan harganya dipancing melalui bandar atau market Maker?
bagi ritel atau newbie disaham yg memang berpikiran beli saham adalah investasi sebaiknya cari saham ber deviden karena itu seperti kita menanam modal ditoko sebelah kemudian dia bagi hasil atau seperti kita menjadi anggota koperasi yg mendapat Shu setiap akhir tahun.
semoga bermanfaat #dyor $ITMG $BMRI
$BMRI https://cutt.ly/PtmPttqB
$BMRI https://cutt.ly/GtmPreCl
Aturan baru OJK ini ibarat "Obat Pahit". Jangka pendek market mungkin berat, tapi jangka panjang IHSG bakal makin kredibel di mata asing. Gimana strategi akumulasi yang pas biar nggak boncos? 📉➡️📈
Tonton peta jalan strategisnya di sini:
https://cutt.ly/LtmOXr9j
Tag: $BMRI $BBRI $BBCA
Danantara jadi juru selamat IHSG? 🤔 Ternyata ada strategi "Indirect Shield" lewat Reksa Dana supaya emiten bisa penuhi aturan free float tanpa melanggar aturan kepemilikan negara. Penasaran gimana cara mainnya?
Cek penjelasannya di menit di video ini:
https://cutt.ly/UtmOFTQK
Tag: $BBNI $BMRI $TLKM
SAHAM : $BULL
HARGA SAAT INI : 450
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham small cap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak konsolidasi setelah tekanan turun. Struktur belum membentuk uptrend sehat dan rawan false breakout, sehingga swing bersifat spekulatif dan wajib disiplin risk.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 430
- Support Kunci : 400
- Resistance 1 : 480
- Resistance 2 : 520
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Fluktuatif
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 400 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 450
- Stop Loss : 380
- Target Swing : 510
- Risk : Reward : ±1 : 0,9 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap sektor pelayaran/energi, sensitif terhadap sentimen dan likuiditas pasar
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term defensif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- BULL hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 400
- Target area 480–520, risiko tinggi jika breakdown 400
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $HKMU
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BMRI (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 5075
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 4950 – 5150
- Stoploss: < 4800
- TP1: 5400
- TP2: 5700 – 6000
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing BMRI masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 4700 – 4800
- Stoploss: < 4550
- TP1: 5150
- TP2: 5500 – 6000
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 5250 dengan volume besar
- Stoploss: < 4950
- TP1: 5700
- TP2: 6200 – 6600
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 5250 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 4700 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ADRO $PDPP
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Yuk mumpung libur, baca highlight story IG “Ask Me Anything 2” nya @theturtleinvesting
Follow IG @theturtleinvesting buat belajar.
Random tag:
$BMRI $INDS $RLCO
JURNAL SAHAM - SENIN, 16 FEBRUARI 2026
────────────────────────────
1️⃣ MARKET OVERVIEW (TOP DOWN)
────────────────────────────
Kondisi IHSG masih dalam fase tekanan distribusi. Struktur besarnya cenderung sideways dengan bias turun. Belum ada tanda reversal kuat karena tekanan jual asing masih dominan di saham-saham big cap, khususnya sektor perbankan.
Money flow asing menunjukkan kecenderungan keluar dari bank besar. BBCA menjadi titik lemah karena net sell besar dan breakdown support. Ini biasanya bukan sekadar rotasi sektor, tetapi indikasi risk-off sistemik.
Sektor yang relatif lebih tahan adalah komoditas. Emas, batu bara, dan tembaga mendapat dukungan sentimen global. Dalam situasi geopolitik dan ketidakpastian global, sektor ini cenderung lebih defensif dibanding bank.
Sentimen makro masih mixed:
– Global market belum sepenuhnya stabil
– USD relatif kuat
– Investor institusi cenderung defensif
Risk level market: Tinggi.
Ini bukan fase agresif. Ini fase selektif dan protektif modal.
────────────────────────────
2️⃣ SEKTOR & NARASI BESAR
────────────────────────────
Perbankan besar: Fase distribusi
BBCA breakdown support dengan net sell besar. Jika berlanjut, IHSG sulit naik signifikan. Bank adalah barometer risk appetite.
Mining / Komoditas: Fase relatif akumulasi defensif
Emas naik signifikan, batu bara dan tembaga membaik. Dalam kondisi global tidak stabil, sektor ini berpotensi outperform bank.
Kesimpulan sektoral:
Uang belum kembali ke risk-on mode. Rotasi lebih ke defensif dan value, bukan growth agresif.
────────────────────────────
3️⃣ RINGKASAN SAHAM
────────────────────────────
$BBCA
Struktur: Breakdown support 7.250, close di 7.200
Money flow: Net sell asing besar
Valuasi: Premium dibanding bank lain
Risiko: Tinggi jika distribusi lanjut
Bias: Avoid sementara
$BMRI
Struktur: Masih bertahan dekat support
Valuasi: PER sekitar 8x, PBV sekitar 1.6x (relatif murah)
Fundamental: Q4 laba melonjak, dividen menarik
Money flow: Lebih sehat dibanding BBCA
Risiko: Jika IHSG lanjut turun
Bias: Bullish untuk mid-term
$ANTM
Struktur: Pullback sehat dalam tren volatile
Katalis: Harga emas global
Karakter: Sensitif makro global
Risiko: Tinggi jika emas terkoreksi
Bias: Bullish agresif (swing)
BRMS
Struktur: Naik tipis dengan akumulasi konsisten
Money flow: Net buy asing 1 bulan terakhir
Karakter: Lebih berbasis flow daripada fundamental besar
Risiko: Sentimen komoditas berbalik
Bias: Neutral ke bullish ringan
────────────────────────────
4️⃣ TOP RANKING BULLISH POTENTIAL (SWING – MID TERM)
────────────────────────────
#1 BMRI
Paling rasional secara risk-reward.
Valuasi murah, laba naik, dividen menarik, dan secara teknikal masih dekat support. Jika IHSG rebound, ini kandidat utama yang ditarik naik karena likuid dan aman untuk dana besar.
#2 ANTM
Potensi lebih cepat dan agresif. Jika emas lanjut naik atau ada sentimen geopolitik, ANTM bisa spike cepat. Cocok untuk swing trader yang tahan volatilitas.
#3 BRMS
Flow asing cukup konsisten. Namun tetap lebih spekulatif dibanding BMRI. Cocok untuk swing dengan disiplin ketat.
────────────────────────────
7️⃣ KESIMPULAN STRATEGIS HARI INI
────────────────────────────
Market tidak agresif.
Market selektif dan defensif.
Lebih banyak risiko downside dibanding upside cepat.
Fokus pada saham:
– Valuasi masuk akal
– Laba naik
– Ada dividen
– Tidak sedang dihantam distribusi asing
Pilihan paling rasional saat ini tetap BMRI untuk positioning menengah.
Komoditas bisa untuk swing, tapi jangan overexposure.
ingat dalam compounding variable terbesar adalah time. walau return mu kecil kayak 15% cagr yang menurut standar sbagian org itu kecil tapi dalam waktu 25 tahun aset mu bisa naik jadi 33x lipat. So selain time, saving rate juga akan menambah bantalan dana untuk mu pensiun nanti agar uang bisa bekerja untuk kita.
uamg 200 juta bisa menjadi 6.6 milyar cukup untuk pensiun kebanyakan org di indonesia. goals nya adalah bukan jadi yang tercepat tapi memastikan kamu bisa sampai garis finish itu. happy holiday gong xi fa cai (hope you get rich) $BMRI $ADRO $MTDL
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang membawahi perusahaan pelat untuk selalu meningkatkan keuntungan. Kali ini Ia menargetkan return on assets (RoA) perusahaan pelat merah sebesar 7%.
Sejumlah pimpinan Ba...

www.cnbcindonesia.com

$BMRI
DisClaimer On:
🖋️📖 catatan dokumentasi,
📰DYOR jangan lupa, selalu analisa ulang,
✔️ini bukan ajakan untuk Jual/beli, segala keputusan ada di pribadi masing2.
Segala Profit/loss di tanggung masing masing.
Judul: Kinerja Awal Tahun BBCA: Laba Bersih Januari 2026 Melesat 5,76%
📈 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,76% secara YoY pada Januari 2026.
💰 Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang solid serta efisiensi beban operasional yang terjaga.
📊 NIM perbankan masih menunjukkan tren stabil di tengah dinamika suku bunga domestik awal tahun.
💎 Dana murah (CASA) tetap menjadi tulang punggung likuiditas perseroan untuk menekan biaya dana.
🚀 Kualitas aset tetap sehat dengan rasio NPL yang terkendali di bawah rata-rata industri perbankan nasional.
🏦 Hasil ini memperkuat posisi BBCA sebagai market leader dengan fundamental yang sangat resilien.
Simak lengkap
$BBCA $BMRI $BBRI

@jazle uang dingin mah santai saja kawan..., kalau di saya minusnya di $BBCA ketutup $BBRI nah cuannya di $BMRI udah harga meroket dividen nya jumbo lagi
$DMAS daripada saham ini buat deviden, lebih worth it $BBRI $BMRI.
Harga saham selalu naik kearah utara, bukan cuma deviden trap.
PERBEDAAN STOCK SPLIT DAN PERUBAHAN REGULASI SAHAM BISA DIBELI PERLEMBAR:
Karena masih banyak yang salah kaprah mengenai tujuan Saham bisa dibeli Perlembar bukan harus 1 Lot = 100 Lembar
Inklusi Pasar Modal Bukan Soal Saham Murah, tetapi Keadilan Akses bagi Investor Ritel kecil
Dalam upaya memperluas inklusi pasar modal, masih TERKENDALA bahwa harga saham yang tinggi menjadi penghalang utama bagi investor ritel kecil. Saham-saham dengan harga diatas Rp2.000, Rp5.000, bahkan di atas Rp10.000 per lembar kerap “TIDAK TERJANGKAU”, terutama bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap.
Persepsi ini dapat dimengerti, namun perlu diluruskan. Masalah utama bukan terletak pada mahal atau murahnya harga saham secara nominal, melainkan pada AKSES dan keadilan bagi investor ritel kecil untuk berpartisipasi pada saham-saham berkualitas.
Jika inklusi pasar modal dimaknai sebagai kesempatan yang setara, maka investor dengan modal terbatas seharusnya juga memiliki peluang untuk mengakses saham-saham berfundamental kuat, berkapitalisasi besar, dan berperan penting dalam perekonomian nasional, bukan hanya saham berharga rendah yang risikonya sering kali lebih tinggi.
STOCK SPLIT:
Bukan Solusi Teknis yang Perlu Dipahami Secara Utuh atas Inklusi dan Keadilan
Dalam praktiknya, stock split kerap dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan keterjangkauan saham. Melalui aksi ini, harga saham diturunkan secara nominal dengan MENAMBAH JUMLAH SAHAM BEREDAR.
Namun secara fundamental, nilai perusahaan tidak berubah. Kapitalisasi pasar tetap sama, kinerja tidak otomatis meningkat, dan valuasi tidak serta-merta menjadi lebih menarik.
Yang terjadi adalah penyesuaian teknis:
- Jumlah saham bertambah
- Harga per lembar memang menurun
- Earnings per Share (EPS) dan dividen per lembar menyesuaikan secara proporsional
Bagi investor yang telah memahami mekanisme pasar, stock split merupakan informasi NETRAL. Namun bagi investor pemula, kebijakan ini berpotensi menimbulkan BIAS PERSEPSI, seolah-olah saham menjadi lebih terjangkau secara nilai, padahal yang berubah hanya bentuknya, bukan substansinya.
Tantangan di Balik Stock Split bagi Investor:
Dari sudut pandang edukasi dan perlindungan investor, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati:
Pertama, peningkatan jumlah saham beredar dapat memengaruhi dinamika PERMINTAAN dan PENAWARAN. Dalam kondisi tertentu, TEKANAN SUPLAY AKAN meningkat sehingga pergerakan harga memerlukan dukungan volume dan kinerja yang lebih besar.
Kedua, harga saham yang lebih rendah secara nominal cenderung lebih aktif diperdagangkan. Hal ini dapat memang meningkatkan likuiditas, tetapi juga berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya jika tidak diiringi pemahaman risiko yang memadai.
Ketiga, apabila stock split tidak dibarengi dengan peningkatan kinerja operasional, ekspansi bisnis, atau efisiensi, pasar dapat menilainya sebagai langkah teknis semata atau KOSMETIK bukan refleksi pertumbuhan nilai perusahaan.
Karena itu, stock split bukan SOLUSI dalam mendorong inklusi investor ritel, Malah bisa jadi Peluang Untuk menggoreng Saham.
Inklusi yang Sejati adalah Kesempatan Mengakses Saham Berkualitas:
Isu yang lebih mendasar dalam pengembangan pasar modal Indonesia adalah KEADILAN AKSES. Investor ritel kecil tidak semestinya diarahkan hanya pada saham-saham berharga rendah, sementara AKSES ke saham-saham unggulan TERBATAS oleh MEKANISME TEKNIS PEMBELIAN.
Jika tujuan literasi dan inklusi adalah membangun investor jangka panjang yang berkualitas, maka investor dengan modal kecil juga perlu diberi jalan untuk berpartisipasi di saham-saham berfundamental kuat, termasuk saham-saham unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung indeks pasar.
Inklusi tidak berarti menurunkan standar kualitas investasi, melainkan memperluas pintu masuknya.
Pembelian Saham per Lembar sebagai Instrumen Keadilan Akses:
Kebijakan pembelian saham Perlembar yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia menjadi langkah penting dalam konteks ini.
Melalui kebijakan tersebut:
- Investor ritel dapat menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial
- Saham berkualitas tetap dapat diakses tanpa mengubah struktur emiten
- Tidak terjadi distorsi terhadap EPS, dividen, maupun valuasi
- Proses belajar investasi dapat dilakukan secara bertahap dan terukur
Dengan mekanisme ini, investor ritel kecil tidak lagi dipaksa memilih antara “SAHAM MURAH” atau “TIDAK BERINVESTASI SAMA SEKALI”. Mereka dapat mulai membangun kepemilikan pada saham-saham berkualitas secara konsisten, SESUAI KEMAMPUAN.
Arah Literasi Pasar Modal yang Lebih Berkeadilan
Ke depan, pesan literasi pasar modal perlu bergeser dari fokus pada harga nominal menuju pemahaman nilai, risiko, dan akses yang setara.
Pasar modal yang sehat bukan hanya ditopang oleh banyaknya investor, tetapi oleh kualitas keputusan investasi. Edukasi yang baik akan:
1. Mengurangi perilaku spekulatif
2. Mendorong kepemilikan jangka panjang
3. Memperluas partisipasi investor pada saham-saham berkualitas
4. Memperkuat stabilitas pasar secara keseluruhan
BAGAIMANA EMPAT POINT DIATAS BISA TERWUJUD JIKA INVESTOR RITEL KECIL TIDAK BISA MEMBELI EMITEN/SAHAM BLUE CHIPS, LQ30 dan LQ45 (KARENA KEMAMPUAN MODALNYA DIBATASI SECARA TEHNIS OLEH REGULATOR).
Stock split tetap merupakan aksi korporasi yang sah dan bermanfaat dalam konteks tertentu atau bisa jadi KOSMETIK JUGA. Namun, inklusi pasar modal tidak seharusnya bergantung pada pemecahan saham semata.
Bagi investor ritel kecil, yang dibutuhkan bukan ILUSI HARGA MURAH, melainkan KEADILAN AKSES terhadap saham-saham berkualitas. Dengan dukungan regulasi, edukasi yang objektif, dan pemahaman fundamental, pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif, berimbang, dan berkelanjutan sehingga sejalan dengan arah penguatan pasar modal yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan.
$IHSG $BBCA $BMRI
Ada "Kartu Kuning" dari MSCI buat pasar modal kita? ⚠️
Masalah free float dan transparansi kepemilikan saham di atas 1% lagi jadi sorotan utama. Kalau kita nggak berbenah, risiko eksodus modal asing itu nyata. Tapi tenang, BEI sudah nyiapin langkah reformasi besar-besaran.
Cek apakah saham di portofolio kalian aman dari sentimen ini:
https://cutt.ly/3tmblwwS
$BBCA $BBRI $BMRI
https://cutt.ly/mtmvMGTS
Bagi yang jago hitung, coba hitungkan kalau bigbanks kita NIM nya dipaksa turun, apa yang akan terjadi.
Jangan ada yang bilang bahwa hal yang mustahil menurunkan NIM bank kita.
$BBCA$BMRI$BBRI

KABARBURSA.COM – Tiga broker dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 mencatat arah dana yang berbeda.
Data top broker menunjukkan Stockbit Sekuritas Digital (XL), UBS Sekuritas Indonesia (AK), dan Mandiri Sekuritas (CC) mendominasi aktivitas pasar reguler pada hari...

www.kabarbursa.com

@Masbrill Bisnis bank itu kan membiayai perekonomian negara. $BBCA sih persh bagus, namun kalo ekonomi lagi loyo bagaimana kredit bisa tumbuh kencang? Yg ada malah byk kredit macet.
Sentimen pasar saham jg netral (tidak bullish maupun bearish).
$BBRI $BMRI