


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
Michael Yeoh:
Mantap Analisa Michael Yeoh 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/NtrWo854 💎
$BBRI $BMRI $ANTM

BRI resmi menjadi official bank klub dari FC Barcelona di Indonesia, hingga waktu 31 Desember 2027!
$BBRI $BMRI $BBCA
1/2


BBCA ini kek harga diskon loh. tapi emang semua finance lagi koreksi. liquidity pindah ke emas.
$BBCA $BBRI $BMRI

BAB 4 — Cara Mengumpulkan Posisi Tanpa Nyangkut
(Masuk Boleh Salah, Nambah Tidak Boleh Asal)
1️⃣ Kenapa Banyak Orang Nyangkut Padahal Entry Benar
Banyak trader sebenarnya tidak salah beli.
Yang salah adalah cara menambah posisi.
Pola yang sering terjadi:
- Entry awal sudah benar
- Harga turun sedikit
- Panik → tambah besar
- Harga turun lagi → nyangkut
📌 Masalahnya bukan di entry,
tapi di nambah saat kondisi belum siap.
2️⃣ Prinsip Dasar Akumulasi yang Sehat
Sebelum menambah posisi, satu hal wajib terjadi: 👉 kondisi harus lebih baik dari sebelumnya
Kalau kondisi:
- Sama → tunggu
- Lebih buruk → stop
- Lebih baik → boleh tambah
📌 Jangan pernah nambah hanya karena:
“Sudah terlanjur pegang.”
3️⃣ Urutan Akumulasi yang Aman (Step by Step)
1️⃣ Entry Pertama — Uji Posisi
- Harga dekat Lower Band
- Tekanan turun mulai melemah
- Masuk kecil saja
📌 Tujuan: Bukan untung,
tapi cek apakah analisamu salah atau tidak.
2️⃣ Entry Kedua — Harga Kembali ke Middle Band
Ini momen penting.
Ciri-cirinya:
- Harga berhasil naik dari Lower Band
- Menyentuh / mendekati Middle Band
- Tidak langsung ditekan balik
📌 Artinya: Pasar mulai menerima harga ini.
➡️ Boleh tambah ringan.
3️⃣ Entry Ketiga — Band Mulai Melebar ke Atas
Ini tanda yang jarang disadari.
Ciri-cirinya:
- Upper Band mulai naik
- Harga bertahan di atas Middle Band
Struktur mulai rapi
📌 Ini bukan area nekat, tapi area konfirmasi arah.
➡️ Tambah terakhir di sini.
4️⃣ Larangan Paling Keras Saat Akumulasi
🚫 Jangan nambah posisi jika:
- Harga terus nempel di Lower Band
- Lower Band masih turun tajam
- Band melebar ke bawah
- Harga tidak sanggup kembali ke Middle Band
📌 Menambah di kondisi ini =
menumpuk masalah, bukan peluang.
5️⃣ Kenapa Akumulasi Terlihat Lambat Tapi Aman
Akumulasi sehat itu:
- Terasa membosankan
- Tidak bikin deg-degan
- Tidak ramai dibicarakan
📌 Tapi hasilnya:
- Average price lebih aman
- Mental lebih tenang
- Risiko nyangkut jauh lebih kecil
6️⃣ Kesalahan Psikologis yang Harus Diputus
Biasanya muncul pikiran:
“Takut ketinggalan.”
Padahal: Kalau benar-benar naik,
pasar akan memberi banyak kesempatan.
📌 Trader selamat: Lebih takut salah posisi
daripada takut ketinggalan.
7️⃣ Ringkasan Bab 4
- Entry boleh salah
- Nambah harus lebih baik
- Akumulasi bertahap
- Lower Band ≠ tempat nambah brutal
- Middle Band = tes arah
- Band melebar ke atas = konfirmasi
- Lambat = aman
✍️ Catatan Personal untuk Kamu
Pola rugi yang sering terjadi di kamu: 👉 terlalu cepat averaging saat pasar belum siap.
Kalau Bab 4 ini kamu pegang:
- Kamu berhenti “menyelamatkan posisi”
- Kamu mulai membangun posisi
- Nyangkut pelan-pelan hilang
$BBCA $BMRI $ANTM
Supaya lebih mudah belajarnya bisa cek profil ada link Chanel WA.
BBCA dan Arti Kepercayaan dalam Sistem Perbankan Indonesia
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan, satu pertanyaan mendasar kembali mengemuka: apa yang sebenarnya dicari masyarakat dari sebuah bank?
Jawabannya sering kali bukan imbal hasil tinggi, melainkan keamanan dan kepercayaan. Dalam konteks perbankan Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi contoh paling nyata dari realitas tersebut.
Di banyak kota besar di Indonesia, BBCA dipersepsikan sebagai bank yang “paling aman”. Ia kerap disebut sebagai bank yang relatif tahan terhadap krisis, tekanan ekonomi, maupun gejolak pasar. Persepsi ini bukan dibangun oleh janji return besar, melainkan oleh rekam jejak stabilitas dan kehati-hatian manajemen yang konsisten selama bertahun-tahun.
Fenomena paling menarik adalah keberanian masyarakat menyimpan dana dalam jumlah sangat besar di BBCA—bahkan jauh di atas Rp2 miliar, batas maksimum simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Secara regulasi, simpanan di atas batas tersebut tidak mendapatkan perlindungan penuh negara. Namun dalam praktiknya, banyak nasabah tampak tidak menjadikan hal ini sebagai kekhawatiran utama.
Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap institusi dapat melampaui perlindungan formal yang disediakan regulator. Bagi deposan besar, reputasi, kualitas tata kelola, dan kekuatan neraca keuangan bank sering kali dianggap sebagai jaminan yang lebih nyata.
BBCA juga tidak dikenal sebagai bank yang agresif dalam menawarkan bunga deposito. Ketika bank lain berlomba menarik dana dengan imbal hasil tinggi—bahkan mendekati dua digit—BBCA tetap bertahan pada pendekatan konservatif. Anehnya, strategi ini justru tidak mengurangi minat nasabah besar.
Kenyataan ini menegaskan satu prinsip penting dalam ekonomi keuangan: bagi penyimpan dana besar, menjaga nilai lebih penting daripada mengejar imbal hasil. Dalam posisi ini, BBCA berfungsi bukan sebagai instrumen investasi, melainkan sebagai safe haven—tempat menyimpan dana dengan risiko yang dipersepsikan minimal.
Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari pendekatan manajemen risiko BBCA yang dikenal disiplin. Bank ini relatif selektif dalam penyaluran kredit, menjaga kualitas aset, dan mempertahankan likuiditas yang kuat. Pendekatan ini membuat BBCA lebih tahan terhadap siklus ekonomi yang naik turun.
Lebih dari itu, kredibilitas manajemen dan konsistensi tata kelola perusahaan turut memperkuat posisi BBCA di mata publik. Kepercayaan yang terbentuk bukan bersifat emosional, melainkan struktural—dibangun dari kinerja keuangan yang solid dan kebijakan yang berkesinambungan.
Pada akhirnya, BBCA menunjukkan bahwa dalam sistem perbankan modern, kepercayaan adalah mata uang paling bernilai. Di saat imbal hasil bisa berfluktuasi dan regulasi memiliki batas, reputasi dan kehati-hatian justru menjadi faktor penentu keberlanjutan. Dan di titik inilah BBCA menempati posisinya sebagai bank kepercayaan utama di Indonesia.
SEKARANG
dengan KEHATI-HATIAN BBCA yang sudah dijaga selama beberapa puluh tahun terakhir. dan menjaga reputasi yang tak pernah lelah .. BBCA memilih menyalurkan kreditnya ke DARMA HENWA itu tanda dan artinya perusahaan DEWA tersebut memiliki resiko kredit yang rendah, perusahaan yg dapat dipercaya dan memiliki growth yang tinggi sehingga pasti akan dapat mengembalikan pinjaman dari BBCA
BBCA SAJA SUDAH JATUH CINTA KE DEWA. KAMU KAPAN?
$BBCA $DEWA $BMRI

Statistik Libur Bursa 2026: BEI Terlalu Banyak Libur
Di 2026 ini, BEI banyak libur lagi. Bukan perasaan, tapi hitungan kalender. Dari 365 hari setahun, Bursa Efek Indonesia hanya buka 239 hari. Artinya ada 126 hari tanpa perdagangan, gabungan akhir pekan dan libur resmi. Secara proporsi, hampir 35% setahun pasar tutup. Ini bukan angka kecil untuk negara yang mengandalkan likuiditas harian. Yang menarik, liburnya bukan cuma banyak, tapi juga sering beruntun. Efeknya bukan cuma ke trader harian, tapi juga ke ritme arus dana dan psikologi pasar. Kalau investor merasa tahun terasa lambat, penyebabnya ada di kalender, bukan di grafik harga. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Mari mulai dari angka paling dasar. Kalender resmi BEI 2026 menetapkan 239 hari bursa. Dengan total hari kalender 365, maka hari non-bursa berjumlah 126. Ini sudah termasuk Sabtu dan Minggu, libur nasional, cuti bersama, serta libur bursa khusus seperti 31 Desember. Rata-rata hari bursa per bulan hanya sekitar 19 sampai 20 hari. Bahkan ada bulan seperti Mei yang cuma 16 hari bursa dan Maret 17 hari bursa. Bulan paling longgar justru Juli dengan 23 hari bursa karena hampir tidak ada hari libur nasional. Polanya jelas, kuartal awal dan kuartal dua cenderung berat libur, kuartal tiga lebih lega, lalu kuartal empat kembali padat libur.
Sekarang bandingkan dengan Amerika Serikat supaya tidak debat rasa. Bursa Amerika Serikat seperti NYSE dan NASDAQ di 2026 hanya memiliki sekitar 10 hari libur bursa penuh di luar akhir pekan. Dengan asumsi 52 minggu kerja, hari perdagangan mereka berada di kisaran 252 hari. Jadi secara kasar, Amerika punya sekitar 13 hari perdagangan lebih banyak dibanding Indonesia. Itu setara hampir satu bulan perdagangan Indonesia. Inilah alasan kenapa pasar Amerika terasa lebih kontinu, lebih jarang jeda, dan lebih konsisten dari sisi likuiditas. Bahkan ketika ada hari libur, sering cuma early close, bukan tutup penuh. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lalu Jepang. Bursa Tokyo di 2026 punya libur nasional lebih banyak dibanding Amerika, terutama karena struktur libur tradisional seperti Golden Week dan hari-hari nasional yang spesifik. Total hari bursa Jepang biasanya berada di kisaran 245 hari. Jadi Jepang masih lebih banyak hari buka dibanding Indonesia, walaupun secara budaya liburnya terasa padat. Bedanya, Jepang jarang menumpuk cuti bersama seperti Indonesia. Libur ada, tapi lebih tersebar.
China berada di kelas sendiri. Bursa Shanghai dan Shenzhen memang tidak sering libur kecil, tapi sekali libur bisa panjang. Chinese New Year dan National Day Golden Week bisa menutup pasar hampir satu minggu penuh. Total hari bursa China biasanya sekitar 240 hari. Angkanya mirip Indonesia, tapi karakternya beda. China libur panjang tapi jarang, Indonesia libur lebih sering dan tersebar. Dari sudut pandang likuiditas, dua-duanya sama-sama memutus aliran transaksi, tapi dengan pola yang berbeda.
Kalau disusun sederhana. Indonesia 239 hari bursa, Amerika sekitar 252, Jepang sekitar 245, China sekitar 240. Artinya BEI memang termasuk yang paling sedikit hari perdagangannya dibanding pasar besar dunia, kecuali China yang hampir setara. Tapi yang bikin Indonesia terasa lebih berat bukan cuma jumlahnya, melainkan kombinasi cuti bersama, libur keagamaan, dan akhir pekan yang sering menempel. Efeknya, dalam satu bulan, bisa ada dua sampai tiga minggu yang ritmenya terpotong. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Implikasinya nyata. Likuiditas domestik sering kempis di sekitar libur panjang. Volume transaksi menurun sebelum dan sesudah libur. Investor asing relatif lebih siap karena mereka terbiasa dengan kalender Asia, tapi investor ritel sering kehabisan momentum. Untuk trader jangka pendek, kalender ini bukan sekadar catatan, tapi variabel strategi. Banyak hari libur berarti lebih sedikit hari untuk recovery harga, lebih sedikit hari untuk distribusi, dan lebih sedikit hari untuk pembentukan tren yang rapi.
Jadi di 2026 BEI memang banyak libur lagi, dan itu fakta matematis. Dibanding Amerika, kita jelas lebih sering tutup. Dibanding Jepang, kita masih kalah jumlah hari buka. Dibanding China, kita mirip secara total, tapi lebih sering putus-putus. Jadi kalau pasar terasa lamban atau tidak konsisten, jangan buru-buru salahkan emiten atau sentimen global. Lihat kalender dulu. Karena di Indonesia, jam kerja pasar itu bukan cuma soal jam, tapi juga soal berapa hari pasar benar-benar hidup.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📅 Gambaran Umum Bursa 2026
📊 Total hari kalender 365
🏛️ Jumlah hari bursa 239
🌴 Total hari libur bursa 126
⚖️ Proporsi hari kerja bursa 65,48%
⚠️ Libur termasuk akhir pekan dan libur resmi
📉 Hari Libur Bursa 2026
🛑 Total libur 126 hari
📆 Terdiri dari
• Sabtu dan Minggu
• Libur nasional
• Cuti bersama
• Libur bursa khusus 31 Desember
🧮 Rata-rata Aktivitas Bursa
📈 Rata-rata hari bursa per bulan sekitar 19 sampai 20 hari
📉 Variasi dipengaruhi libur keagamaan dan cuti bersama
🗓️ Sebaran Hari Bursa per Bulan
📘 Januari 20 hari
📕 Februari 18 hari
📙 Maret 17 hari
📗 April 21 hari
📒 Mei 16 hari
📘 Juni 20 hari
📕 Juli 23 hari
📙 Agustus 19 hari
📗 September 22 hari
📒 Oktober 22 hari
📘 November 21 hari
📕 Desember 20 hari
🔥 Bulan Paling Produktif
🚀 Juli 23 hari bursa
📈 September dan Oktober masing-masing 22 hari
💡 Minim gangguan libur nasional
❄️ Bulan Paling Banyak Libur
🧊 Mei 16 hari bursa
🧊 Maret 17 hari bursa
⚠️ Banyak cuti bersama dan hari besar keagamaan
🧠 Implikasi untuk Investor
📊 Tahun 2026 relatif normal untuk aktivitas perdagangan
⏳ Tidak ada bulan ekstrem sangat pendek
🎯 Strategi trading jangka pendek tetap feasible
📅 Perlu waspada periode Maret sampai Mei karena hari bursa lebih sedikit
✅ Hari kerja bursa 239 hari
❌ Hari libur bursa 126 hari
⚖️ Ritme 2026 stabil
📉 Risiko distorsi likuiditas hanya di bulan tertentu
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$PIPA $BMRI $BBCA
1/3



@tutdeariyasa Kalau dilihat sebenarnya titik terendah sempat menyentuh -16% tapi ga masalah karena pada saat tersebut $IHSG juga terkontraksi diatas 16%. Yang masalah justru pada saat IHSG mulai mencetak ATH, porto saya mentok di kinerja YTD 2% karena tidak ada porsi saham konglo. Tapi pada saat tsb, saham-saham holding saya seperti $BMRI & $TOWR sedang diobral murah. Ya saya cicil beli terus menerus. Ujungnya ya seperti kinerja di ss
Next level Tahun Baru 2026
Saham indonesia memang luar biasa tahun ini. Walau sempat tertinggal dari sisi persetase keuntungan akhirnya saya pribadi masih tergolong kasta persentase terendah dalam range stockbitor nih.
Selamat buat kamu yang bisa beat the market dan masuk dalam top persentase tier atas dan kedua.
Sedikit pov untuk ihsg tahun ini. peluang ihsg masih bullish setidaknya 9200 dalam jangka waktu pendek dan target 9800-10400 memungkinkan dicapai jika sentimen dan earning report semester pertama memberi sinyal positif luar biasa.
Beberapa saham pilihan dapat dicek di https://cutt.ly/xtgfER0v
$IHSG $BMRI $BUMI

Besok Perang Lagi. Siap Senjata?
Liburan selesai. Besok data transaksi kembali mengalir.
Ingat, Smart Money tidak libur menyusun strategi. Saat kita sibuk bakar jagung semalam, mereka mungkin sudah punya roadmap mau akumulasi sektor apa di Q1 ini.
Jangan masuk market besok dengan tangan kosong. Nanti malam, luangkan 1 jam untuk Screening.
Cari saham yang: ✅ Harganya masih tidur/sideways. ✅ Tapi ada anomali akumulasi (Divergensi).
Kalau bingung mulainya dari mana, saya bahas logikanya di "Catatan Jurnal" (Link di Bio).
Good luck for 2026. Trade with data, not drama.
$GRIA $BBCA $BMRI

Danantara Story : Keraguan Investor
Keraguan terhadap Danantara wajar, bahkan sehat. Setidaknya ada dua keraguan besar yang beredar di publik. Pertama, Danantara dikhawatirkan hanya menjadi pengulangan Kementerian BUMN dengan nama dan struktur baru, tanpa perubahan substantif dalam cara negara mengelola BUMN. Kedua, sekalipun strukturnya berbeda, direksi BUMN tetap akan sulit mengambil keputusan strategis karena dibayang-bayangi risiko hukum, khususnya tafsir kerugian negara dan jerat tipikor.
Untuk menjawab dua keraguan ini, yang perlu dilihat bukan narasinya, melainkan perubahan struktur sebelum dan sesudah revisi Undang-Undang BUMN. Sebelum Danantara, BUMN dikelola langsung di bawah Kementerian BUMN dengan logika administrasi negara. Negara berperan sekaligus sebagai regulator, pemilik, dan sering kali penentu arah bisnis. BUMN menjalankan mandat campuran antara fungsi komersial dan penugasan publik. Dividen disetor ke APBN dan berhenti di sana, habis untuk belanja rutin, tanpa membentuk siklus reinvestasi yang terencana. Aset negara besar, tetapi tidak bekerja sebagai portofolio yang dituntut menghasilkan nilai jangka panjang.
Revisi UU BUMN menggeser logika ini. Negara memisahkan peran sebagai regulator dan pemilik aset. Kepemilikan saham BUMN strategis dialihkan ke Danantara, sementara negara tetap memegang kendali melalui saham dwiwarna. Kementerian BUMN tidak dibubarkan, tetapi perannya bergeser menjadi pembuat kebijakan dan pengawas. Pengelolaan ekonomi atas aset BUMN dipindahkan ke sebuah holding yang bekerja dengan logika korporasi dan investasi, bukan logika anggaran. Di titik ini, Danantara bukan sekadar kementerian dengan nama baru, melainkan perubahan kerangka pengelolaan.
Struktur Danantara dibangun dengan dua pilar yang fungsinya dipisahkan secara tegas. Danantara Asset Management berperan sebagai operational holding. BUMN dikonsolidasikan di bawahnya, dibenahi, dan dipaksa menghasilkan arus kas. Fokusnya bukan sekadar laba akuntansi atau pemenuhan penugasan, tetapi efisiensi, disiplin modal, dan cash generation. Di sisi lain, Danantara Investment Management berfungsi sebagai pengalokasi modal. Dividen dan hasil usaha BUMN tidak seluruhnya ditarik ke negara, tetapi dikelola dan diinvestasikan kembali ke sektor-sektor strategis. Fungsi pengelolaan portofolio investasi terpusat seperti ini sebelumnya tidak pernah benar-benar ada.
Namun justru karena strukturnya serius, risikonya juga serius. Danantara bukan proyek pencitraan ringan. Ia mengubah arsitektur aliran uang negara. BUMN menghasilkan kas, kas naik ke Danantara Asset Management, lalu dikonsolidasikan ke Danantara untuk dialokasikan kembali atau disetorkan ke negara. Negara secara sadar memindahkan salah satu tumpuan fiskalnya dari APBN langsung ke kinerja korporasi BUMN. Jika Danantara berhasil, negara memperoleh mesin pendanaan berkelanjutan tanpa menambah utang. Jika gagal, dampaknya bukan sekadar reputasi.
Kegagalan Danantara berarti dividen yang diharapkan tidak muncul, sementara belanja negara tetap berjalan. Defisit tidak mengecil, bahkan berpotensi melebar karena negara kehilangan sumber pendanaan non-pajak yang seharusnya diperkuat. Lebih jauh, struktur holding menciptakan konsentrasi risiko. Kesalahan tata kelola di tingkat Danantara Asset Management tidak lagi berdampak pada satu BUMN, tetapi pada keseluruhan portofolio. Risiko juga muncul di sisi investasi. Jika Danantara Investment Management salah arah dalam mengalokasikan modal, kerugian itu langsung menggerus arus kas BUMN dan memaksa negara kembali bergantung pada utang atau APBN.
Keraguan kedua, soal keberanian direksi mengambil keputusan di tengah bayang-bayang tipikor, justru menjadi alasan mengapa desain ini memisahkan peran secara lebih jelas. Dalam struktur lama, keputusan bisnis sering berada di wilayah abu-abu antara kebijakan dan korporasi. Direksi cenderung defensif, memilih tidak bertindak daripada mengambil risiko strategis. Dalam desain Danantara, BUMN diposisikan lebih tegas sebagai entitas bisnis dengan target arus kas dan tata kelola korporasi. Risiko hukum tidak hilang, tetapi ruang tafsir bahwa setiap keputusan bisnis otomatis adalah kebijakan negara dipersempit. Akuntabilitas dibuat lebih jelas, bukan lebih longgar.
Tantangan terberat Danantara tetap pada perubahan kultur. Struktur bisa diubah lewat undang-undang, kebiasaan tidak. Jejak kultur lama masih mudah ditemukan. Ketika publik melihat bank milik negara mengalokasikan anggaran besar untuk endorsement klub sepak bola Eropa seperti Barcelona, pertanyaan yang muncul sederhana. Apa relevansinya dengan bisnis inti. Apakah Lamine Yamal akan menjadi brand ambassador Simpedes. Tentu tidak. Ini bukan soal legal atau tidak, melainkan soal disiplin berpikir.
Danantara pada dasarnya hadir untuk memotong pola semacam itu. Bukan untuk melarang promosi atau kebanggaan merek, tetapi untuk memaksa pertanyaan yang lebih mendasar, sebagaimana cara investor berpikir. Apakah keputusan ini menghasilkan arus kas. Apakah ini memperkuat bisnis inti. Apakah setiap rupiah yang keluar berpeluang kembali sebagai lebih dari satu rupiah di masa depan. Dalam perspektif investor, pengeluaran dinilai bukan dari seberapa terlihat, tetapi dari seberapa besar nilai tambah yang diciptakan. Tanpa perubahan kultur berpikir seperti ini, struktur sebaik apa pun akan berhenti di tengah jalan, karena aset besar tanpa disiplin modal hanya akan memindahkan masalah lama ke wadah yang lebih besar.
Karena itu, Danantara tidak layak dinilai dari pidato atau narasi besarnya. Ia harus dinilai dari hal yang paling tidak romantis. Arus kas. Disiplin belanja modal. Keberanian memangkas keputusan yang populer tetapi tidak produktif. Jika kultur ini benar-benar berubah, Danantara bisa menjadi fondasi baru pengelolaan kekayaan negara. Jika tidak, ia hanya akan menjadi wadah besar yang mengonsolidasikan kebiasaan lama. Dan dalam konteks fiskal, kegagalan seperti itu bukan hanya memalukan, tetapi mahal.
Bagi investor saham, konteks ini menjadi relevan. Mayoritas saham BUMN berada di valuasi rendah bukan semata karena kinerja, tetapi karena ketidakpercayaan yang menahun terhadap tata kelola, konsistensi kebijakan, dan disiplin modal. Pasar tidak menghukum angka, pasar menghukum asumsi. Dengan memahami struktur Danantara dan logika di baliknya, setidaknya terbuka ruang bagi pematahan asumsi lama. Kini ada kepentingan yang lebih jelas bagi BUMN untuk membereskan laporan keuangannya, memperbaiki arus kas, dan meningkatkan setoran dividen, karena aliran uangnya tidak lagi berhenti di satu titik. Entah berhasil atau tidak, arah kepentingannya berubah. Spinoff dan inbreng BUMN belakangan ini juga terasa lebih masuk akal jika dibaca sebagai logika holding yang sedang membenahi anak usahanya, bukan sekadar manuver administratif. Sentimen pasar memang tidak berubah dalam semalam, tetapi ia bergerak ketika struktur dan kepentingan mulai selaras. Semoga kali ini berhasil.
$BBRI $BBNI $BMRI
$BMRI bikin kartu debit online sejak 17 desember sampai sekarang belum sampai, pas kemarin diperiksa di aplikasi livin statusnya kartu tidak terkirim (padahal alamat yg sy berikan sama dengan yg biasa sy pakai belanja online di e-commerce, selama ini lancar saja). kemarin ditelepon call center 14000 tapi di prank, menit pertama saya kasih data, kronologi, dsb... baru pada menit 19' disuruh menunggu dan diinstruksikan telepon jangan dimatikan. di menit 52' telepon langsung diputus sepihak oleh call center mandiri tanpa ada kejelasan lebih lanjut. sampai sekarang saya belum menerima kartu debit tersebut. teman-teman investor di stockbit pernah mengalami kendala serupa? bisa share pengalamannya dan cara menanggulanginya, trims...
Trimakasih @itokireng @illusix @budi9696 @RobbyWijaya31 dan semua teman2 RLA untuk 2025 yang luarbiasa 🙇♀️🙇♀️
Selamat datang 2026, semoga kebaikan selalu membersamai setiap langkah kita. Jatuh, bangun, berdiri, belajar dan bertumbuh 🌱
New playbook, new hope 🥳🥳🥳
*Yang mau porto bagger 2026 bisa follow suhu2 diatas atau gabung belajar bareng di RLA 💃💃💃💃
$RAJA $BMRI $CDIA
Bagaimana Warren Buffett Melakukannya
Investor paling sukses sepanjang masa akan pensiun. Inilah yang menjadikannya panutan bagi Amerika.
Oleh Seth A. Klarman
18 DESEMBER 2025
Warren Buffett telah lama dikenal dan dikagumi di seluruh dunia karena melakukan sesuatu yang pada dasarnya biasa saja. Dia bukanlah seorang seniman brilian, penemu hebat, atau atlet pemecah rekor. Sebaliknya, kecemerlangannya—kecemerlangan sederhana khas Midwestern—terungkap dalam seni investasi yang sederhana: membeli saham ini dan menghindari saham itu. Buffett sendiri menyebut tugas ini "sederhana, tetapi tidak mudah." Meskipun jutaan orang membeli dan menjual investasi setiap hari, tidak ada seorang pun yang memiliki rekor melakukannya lebih baik darinya, sekonsisten dan selama yang telah dilakukannya.
Pensiunnya Buffett yang akan segera tiba di usia 95 tahun adalah momen untuk merenungkan kualitas-kualitas yang telah menjadikannya investor paling sukses sepanjang masa. Kualitas-kualitas ini—rasa ingin tahu yang tak henti-hentinya, konsistensi analitis, upaya yang terfokus, dan kerendahan hati, bersama dengan integritas tinggi, kepribadian yang tidak berubah oleh kekayaan atau kesuksesan, dan optimisme yang cerah tentang Amerika Serikat—telah menjadikannya panutan bagi Amerika. Ia juga telah menjadi lambang penghormatan terhadap nilai-nilai Amerika kuno—pasar bebas, sistem pemerintahan demokratis, patriotisme, dan akal sehat—yang saat ini telah kehilangan sebagian nilainya. Sekarang, di dunia yang sangat kekurangan panutan yang tepat, Buffett akan meninggalkan panggung. Suara dan teladannya akan sangat dirindukan.
Sejak kecil, Warren Buffett telah memiliki bakat investasi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa. Sebagai seorang pemuda di Omaha, ia tertarik pada pasar saham dan melakukan investasi pertamanya (pada saham preferen Cities Service) pada usia 11 tahun. Ia menghasilkan uang dengan menjual kacang dan popcorn di pertandingan sepak bola kampus, sebagai pengantar koran The Washington Post, dan sebagai produser lembar tips pacuan kuda. Pada usia 17 tahun, ia mengumpulkan tabungannya untuk membeli mesin pinball yang ia tempatkan di tempat pangkas rambut, sebuah investasi yang menghasilkan arus kas berkelanjutan bagi Buffett.
Di awal usia 20-an, ia mengetahui tentang sebuah kelas yang menarik minatnya di Universitas Columbia, tentang investasi nilai, seni mencari peluang investasi yang menguntungkan dengan sabar. Kelas tersebut diajar oleh seorang jenius dan ahli serba bisa imigran, Benjamin Graham, yang juga mengelola dana investasi yang sukses. Graham telah ikut menulis buku berjudul Security Analysis pada tahun 1934 (saya terlibat sebagai editor edisi-edisi selanjutnya), dan pada tahun 1949 menerbitkan The Intelligent Investor, yang kemudian dikenal sebagai kitab suci investasi nilai. Buffett diterima di kelas tersebut. Ia dan Graham menjalin hubungan yang erat dan langgeng, dan, seperti yang dikatakan orang, sisanya adalah sejarah.
Terinspirasi oleh Graham, pada tahun 1956 Buffett yang berusia 25 tahun membuka kemitraan investasi, mengundang teman dan tetangga. Sejak usia muda, Buffett memiliki kepercayaan diri yang besar bahwa pendekatan investasi nilai akan secara andal melipatgandakan modal jauh ke masa depan dengan tingkat pengembalian yang luar biasa; seolah-olah dia dapat melihat bagaimana kekayaannya akan tumbuh seiring berjalannya waktu, jika saja dia tidak lengah. Dia bertekad untuk tetap berada dalam "lingkaran kompetensinya," memfokuskan seluruh perhatiannya pada investasi di bisnis yang dia yakini dapat dia pahami. Dan memang, kemitraan ini menghasilkan hasil yang luar biasa selama hampir 15 tahun beroperasi.
Pada tahun 1962, kemitraan investasi Buffett membeli saham pertama Berkshire Hathaway, sebuah kepemilikan yang seiring waktu akan semakin penting secara pribadi bagi Buffett. Berkshire, yang saat itu hanya sebuah perusahaan tekstil, secara sepintas memiliki harga murah, diperdagangkan dengan kelipatan rendah dari nilai buku dan pendapatannya. Namun, itu adalah bisnis berkualitas rendah, menghadapi tantangan biaya operasional domestik yang tinggi pada saat pesaing luar negeri dapat membuat produk dengan biaya yang jauh lebih rendah. Rencana Buffett adalah membujuk perusahaan untuk melepaskan operasi tekstilnya, sehingga ia dapat memanfaatkan valuasi pasar yang didiskon. Delapan tahun kemudian, Buffett menjadi ketua Berkshire. Ia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengubah perusahaan manufaktur yang sedang menurun itu menjadi konglomerat asuransi dan industri serta kendaraan investasi seumur hidup yang namanya (yang tidak pernah ia ubah) akhirnya menjadi identik dengan namanya sendiri.
Salah satu alasan untuk memiliki perusahaan asuransi sangat jelas di benak Buffett: Perusahaan-perusahaan tersebut menghasilkan sejumlah besar uang tunai yang bertambah seiring dengan ekspansi bisnis. Ini dikenal sebagai "float" dalam istilah industri—likuiditas yang tersedia untuk digunakan hingga suatu saat dibutuhkan untuk menyelesaikan klaim asuransi. Buffett tahu bahwa ia dapat meningkatkan keuntungan Berkshire dari waktu ke waktu dengan menginvestasikan float tersebut.
Buffett mengubah Berkshire menjadi perusahaan induk dengan "modal permanen" yang tidak hanya berinvestasi pada saham biasa tetapi juga pada seluruh bisnis. Berkshire tumbuh hingga akhirnya memiliki ratusan bisnis—termasuk BNSF Railway, Geico, NetJets, dan banyak perusahaan energi dan listrik—serta memusatkan posisi saham di Apple, American Express, dan Coca-Cola. Ini terbukti menjadi formula yang sukses: sebuah platform di mana Buffett segera memusatkan sebagian besar kekayaan bersihnya, sebuah perusahaan yang dapat ia fokuskan sepenuhnya. Buffett memegang hampir semua saham Berkshire Hathaway miliknya hingga baru-baru ini, ketika ia mulai mengurangi kepemilikannya sebagai bagian dari perencanaan warisan dan upaya filantropisnya. Investasi pribadi Buffett di Berkshire Hathaway akhirnya tumbuh menjadi lebih dari $125 miliar, bahkan setelah ia menyumbangkan saham senilai puluhan miliar dolar untuk amal. Tidak ada orang lain yang pernah membangun kekayaan investasi sebesar itu dari nol; seolah-olah ia memenangkan lotre dengan imbalan yang terus meningkat, meskipun bukan berdasarkan keberuntungan tetapi berdasarkan penerapan upaya terampil yang konsisten.
Kesuksesan Buffett sebagian besar disebabkan oleh ketajamannya sebagai investor nilai, selalu menilai saham sebagai kepemilikan sebagian dalam bisnis yang rencananya akan dipegang dalam jangka panjang. Prosesnya adalah melakukan uji tuntas dan analisis yang ekstensif; beroperasi dari model mental naluriah tentang karakteristik "bisnis yang baik"; menunggu dengan sabar "peluang besar" (kombinasi langka antara bisnis berkualitas tinggi dan harga saham yang salah menilai nilainya); dan kemudian, barulah mengambil langkah besar. Jika saham yang disukai Buffett turun harga, ia dengan senang hati membeli lebih banyak—yang sama sekali berbeda dengan perasaan kebanyakan orang ketika saham mereka turun.
Izinkan saya sedikit mundur dan mencatat bahwa investor nilai—dan saya menganggap diri saya sebagai salah satunya—adalah jenis investor yang unik. Mereka cenderung memiliki bakat matematika yang luar biasa dan tertarik sejak usia dini untuk mengoleksi perangko atau koin, memprediksi hasil pacuan kuda, memulai bisnis, berinvestasi di pasar saham, dan mencari cara untuk menghasilkan uang. Mereka adalah pemburu barang murah yang ulung dan memiliki kepribadian yang membuat mereka secara alami bersifat kontrarian. Mereka tidak merasa nyaman dengan konsensus, dan bahkan merasa tidak nyaman ketika pandangan mereka menjadi arus utama. Meskipun sebagian besar investor bersemangat oleh informasi rahasia atau penawaran umum perdana yang menarik, investor nilai bertujuan untuk tetap disiplin dan fokus pada nilai intrinsik suatu bisnis, pengembalian atas modal yang diinvestasikan, pendapatan dan arus kas yang dihasilkan, dan prospek masa depan perusahaan.
Mereka bersemangat bukan karena kemungkinan keuntungan instan, tetapi karena perhitungan matematis yang tak terhindarkan dari penggabungan modal dalam jangka panjang. Para pakar keuangan terkadang menyebut konsep bunga majemuk (atau pengembalian majemuk) sebagai "keajaiban dunia kedelapan"—hasil luar biasa yang diperoleh dari melakukan investasi yang bijak dan berdasarkan informasi, tetap berpegang pada investasi tersebut, dan secara konsisten mengambil pandangan jangka panjang. Konsep ini melambangkan Buffett, yang tidak pernah mencoba untuk cepat kaya (yang saya yakin dia akan mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana melakukannya) ketika berjalan lebih lambat akan menghasilkan hasil yang lebih pasti dan pada akhirnya jauh lebih menguntungkan. Penggabungan, jika dilakukan dengan sukses, dari waktu ke waktu akan secara andal meningkatkan kekayaan bersih Buffett; pada grafik yang menunjukkan kekayaan versus waktu, titik-titik yang diplot akan terus naik dan ke kanan.
Sepanjang karier investasi saya selama 45 tahun, hampir setiap investor nilai yang saya kenal mengagumi dan menghormati Buffett. Komunitas investasi nilai mengetahui rekam jejaknya, melacak pembelian dan penjualan terbarunya, dan memperoleh wawasan tentang cara berpikirnya dari surat-suratnya kepada pemegang saham. Meskipun beberapa orang memilih untuk menggunakan informasi ini untuk meniru portofolio Buffett dan yang lain menjadikan saham Berkshire Hathaway sebagai posisi inti, sebagian besar memfokuskan perhatian mereka bukan pada kepemilikannya tetapi pada proses berpikir dan perilakunya—sabar, konsisten, tidak emosional, dan berorientasi pada jangka panjang.
Bagaimana Buffett bisa melakukannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun? Dia menerapkan lima ciri utama dalam investasinya:
1. Pikiran yang waspada, cepat, akurat, dan tegas yang memberinya kemampuan untuk membuat penilaian investasi yang dapat diandalkan.
2. Kesederhanaan berpikir, langsung menuju inti permasalahan dalam menganalisis setiap investasi.
3. Kemampuan untuk membedakan investasi yang baik dari yang buruk, dan investasi yang hebat dari yang hanya baik—serta wawasan dan keyakinan untuk tetap berpegang pada investasi terbaik dari waktu ke waktu. Buffett, mengutip pakar investasi Peter Lynch, tidak pernah memangkas bunganya atau menyirami gulmanya.
4. Kemampuan untuk tetap fokus dalam jangka waktu lama dan menghindari gangguan.
5. Ketangkasan mental untuk mengubah strateginya ketika ia menemukan cara untuk meningkatkan kinerja, misalnya ketika ia lebih menekankan kualitas bisnis dalam pengambilan keputusannya.
Sepanjang kariernya, Buffett berhasil melewati gejolak pasar, krisis keuangan, perang, pandemi, dan inovasi teknologi yang luar biasa yang melahirkan bisnis yang tak terhitung jumlahnya sekaligus mengganggu, bahkan menggusur, banyak bisnis lainnya. Di tengah semua itu, Buffett terus maju, tampaknya tanpa terpengaruh. Sepanjang kariernya, persaingan antar investor semakin intensif karena investasi menjadi lebih terinstitusionalisasi, semakin banyak anak muda yang menekuni profesi investasi, informasi keuangan menjadi mudah diakses, dan semakin besar jumlah modal investasi yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan berlebih. Buffett terus menghasilkan hasil yang luar biasa.
Orang-orang umumnya beranggapan bahwa seseorang dapat menjadi kaya dengan berinvestasi pada saham biasa (yang tepat), menginvestasikan kembali dividennya, dan bertahan ketika investor lain panik. Kita sesekali mendengar cerita tentang seorang pensiunan petugas kebersihan, guru sekolah, atau pustakawan yang berhemat, menabung, dan berinvestasi dengan bijak, meninggalkan kekayaan yang cukup besar. Buffett menunjukkan sesuatu yang lebih mengejutkan—bahwa Anda dapat menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan melakukan hal itu, dan bukan dengan menggunakan algoritma perdagangan yang aneh yang mengambil satu atau dua sen dari setiap transaksi, tetapi dengan menerapkan rencana yang masuk akal untuk membeli dan menahan saham di perusahaan publik berkualitas tinggi. Dengan cara ini, Buffett adalah sosok yang istimewa—seorang investor yang luar biasa—tetapi juga seorang manusia biasa, hanya orang biasa yang membeli saham, biasanya di perusahaan-perusahaan terkenal. (Namun, orang awam tidak menghabiskan hari dan malamnya meneliti tumpukan laporan tahunan perusahaan, catatan kaki demi catatan kaki, untuk mencari wawasan yang berharga.)
Buffett biasanya memegang saham perusahaan tempat ia berinvestasi dalam jangka panjang. Standar yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri dalam memiliki saham baru sangat tinggi, dan ia menyarankan agar investor jarang mengambil posisi baru, karena hanya ada sejumlah ide yang berharga. Ia kebal terhadap kecenderungan sebagian besar investor untuk fokus pada sektor yang paling trendi atau teknologi baru yang paling populer, dan seiring waktu hal ini sangat menguntungkannya. Ia menciptakan konsep "kartu poin" investasi untuk setiap calon investor, dengan hanya 20 poin yang dapat digunakan seumur hidup. Tidak ada yang benar-benar mengikuti ide ini (sedikit dari kita yang secara realistis dapat disiplin seperti itu), tetapi ini tetap merupakan kerangka berpikir yang baik: pengingat bahwa ketika Anda menemukan investasi yang benar-benar menarik, Anda tidak perlu takut untuk menambah investasi. Cara berpikir ini bertentangan dengan praktik investasi kontemporer yang melakukan diversifikasi portofolio secara ekstensif sebagai cara untuk mengurangi risiko, yang berdampak pada banyak orang untuk melakukan diversifikasi dari ide investasi terbaik mereka.
Buffett sering mencatat bahwa ia mendapat manfaat dari keberuntungan sepanjang kariernya, dan dalam beberapa hal memang demikian. Dalam kamusnya sendiri, ia adalah pemenang "lotere ovarium," lahir dalam keadaan sehat dan dengan otak yang cerdas dalam keluarga dengan dua orang tua yang cukup makmur. Ia dibesarkan di Nebraska, sebuah negara bagian di mana orang-orang bangga berpikir mandiri, dan tempat di mana kebajikan kuno seperti kerja keras, hemat, dan menepati janji dipelajari sejak dini. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan akhirnya menjabat sebagai perwakilan AS. Nebraska cukup jauh dari Wall Street sehingga tekanan dari lingkungan sekitar tidak terlalu memengaruhi perkembangan profesional Buffett. Bahkan, Buffett mencatat pada bulan November, "Pusat Amerika Serikat adalah tempat yang sangat baik untuk dilahirkan, membesarkan keluarga, dan membangun bisnis." Buffett secara teratur menunjukkan bahwa ia diuntungkan karena menjadi orang Amerika. Hal ini membuatnya fokus terutama pada perusahaan-perusahaan di AS, di mana supremasi hukum berarti lapangan bermain yang cukup adil dan di mana terdapat banyak sekali sekuritas yang dapat diperdagangkan untuk dianalisis dan dipilih. Dan berinvestasi jangka panjang pada saham-saham Amerika di paruh kedua Abad Amerika memang merupakan hal yang baik. Hanya sedikit pasar utama yang berkinerja sebaik pasar ekuitas AS selama masa karirnya.
Buffett bukan hanya seorang investor; ia juga seorang pemikir investasi yang mendalam, selalu berusaha untuk meningkatkan diri, mencari area keunggulan baru, dan belajar dari kesalahannya. Meskipun ia tetap menjadi investor nilai sepanjang kariernya, Buffett sangat dipengaruhi oleh pemikiran tokoh investasi terkemuka lainnya, Philip Fisher, serta teman dan kolaborator lamanya, Charlie Munger. Akibatnya, ia menyempurnakan pendekatannya untuk lebih fokus pada kualitas bisnis yang mendasarinya, bahkan ketika itu berarti membayar lebih mahal, karena kualitas yang lebih tinggi kemungkinan akan menghasilkan investasi yang tumbuh dan lebih berharga. Buffett mengakui wawasan barunya ini dengan cara berikut: “Saya mencoba berinvestasi di bisnis yang begitu hebat sehingga orang bodoh pun dapat menjalankannya. Karena cepat atau lambat, akan ada orang seperti itu.”
Saat kariernya melejit di tahun 1960-an dan 70-an, Buffett sibuk memilih investasi satu per satu berdasarkan kriteria fundamental seperti pendapatan dan arus kas. Pada saat yang bersamaan, para akademisi mempelopori teori baru—"hipotesis pasar efisien"—yang menyatakan bahwa pasar keuangan harus efisien, karena informasi baru apa pun yang muncul akan dengan cepat tercermin dalam harga sekuritas. Jika Anda percaya pada efisiensi pasar, Anda pasti percaya bahwa tidak ada yang dapat mengalahkan pasar secara andal. Tetapi Buffett adalah bukti nyata bahwa seseorang dapat makmur dengan mengungkap ketidakefisienan pasar. Pada tahun 1984, Buffett berpendapat dalam majalah Columbia Business School bahwa para profesor keuangan harus mengesampingkan teori mereka dan memeriksa catatan delapan dana investasi (sebagian besar dikelola oleh teman-temannya), selain dana miliknya sendiri. Di kalangan akademisi, Buffett dipandang sebagai sosok yang unik, sebuah n dari satu. Tetapi alih-alih mempelajari Buffett dan apa yang dilakukannya, selama beberapa dekade para profesor keuangan berpegang teguh pada teori mereka dan menciptakan cara-cara baru untuk menjelaskan kesuksesannya. Bahkan hingga saat ini, mahasiswa keuangan terus diajarkan hipotesis pasar efisien. Buffett sering mencatat bahwa semakin banyak orang yang diajarkan bahwa pasar itu efisien, dan bahwa analisis investasi fundamental adalah buang-buang waktu, semakin lemah persaingan dan semakin baik menjadi investor nilai.
Meskipun Buffett membangun kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari nol selama karier investasinya, menurut saya, ini bukanlah pencapaiannya yang paling luar biasa. Sebaliknya, prestasi Buffett yang paling signifikan adalah bagaimana ia melesat sebagai seorang pemuda menuju kesuksesan investasi dan kemudian berhasil berprestasi di puncak kariernya sepanjang hidup dewasanya, selama hampir tiga perempat abad. Kita bisa memperdebatkan apakah Buffett adalah MVP investasi di tahun tertentu; kinerja investor mana pun dipengaruhi oleh fluktuasi pasar saham dan oleh karena itu paling baik diukur dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tetapi seandainya ada pengamat pasar keuangan yang serius antara pertengahan tahun 1960-an dan pertengahan tahun 2020-an diminta untuk memilih tim All-Star investasi pada saat tertentu, Buffett kemungkinan besar akan termasuk dalam setiap surat suara, setiap tahun.
Buffett tak kenal lelah; dia jarang mengambil cuti, dan dia tidak pernah membiarkan dirinya menyimpang dari pendekatan disiplinnya atau mengadopsi prioritas baru. Dan selama sebagian besar kariernya, dia bekerja hampir sendirian—hanya Buffett dan beberapa staf akuntansi dan administrasi. Dia adalah Cal Ripken-nya dunia investasi: seorang pria baja yang selalu berada di barisan depan setiap hari. Dia juga pada dasarnya sendirian di puncak; tidak ada investor lain selama periode itu yang menjadi setenar dia, dan tidak ada orang lain dengan rekam jejak yang sepanjang atau sehebat dirinya. Seperti Secretariat yang memenangkan Belmont Stakes pada tahun 1973 dengan selisih yang sangat jauh, tidak terlalu penting siapa non-unggulan yang berada di posisi kedua.
Buffett adalah seorang guru yang berbakat dan inspiratif, dan ia sering meluangkan waktu untuk tampil sebagai pembicara tamu di ruang kelas. Banyak kelompok mahasiswa telah terbang ke Nebraska untuk bertemu, mengajukan pertanyaan, dan berfoto dengan Sang Oracle of Omaha. Selama bertahun-tahun, surat tahunan Buffett kepada pemegang saham Berkshire Hathaway (dan bahkan surat kemitraannya sebelumnya) menjadi bacaan wajib bagi para profesional investasi. Tidak seperti kebanyakan komentator pasar Wall Street yang rumit dan membosankan, Buffett terkenal karena membuat subjek yang rumit menjadi mudah dipahami. Surat-surat Buffett sangat ditunggu-tunggu oleh komunitas investasi; surat-surat itu penuh dengan lelucon yang mudah diingat (seperti peringatan tentang pengambilan risiko bahwa "Hanya ketika air surut Anda akan tahu siapa yang berenang telanjang," dan nasihat yang telah teruji waktu untuk "Takutlah ketika orang lain serakah. Serakahlah ketika orang lain takut"), serta kutipan dari tokoh-tokoh seperti Yogi Berra dan Mae West.
Surat tahunan Buffett menjadi sangat berpengaruh sehingga saya percaya surat-surat tersebut berdampak pada peningkatan cara sebagian besar investor profesional berkomunikasi dengan klien mereka. Banyak manajer hedge fund dan beberapa manajer reksa dana (termasuk saya sendiri) telah berusaha meniru surat-surat Buffett dalam dua cara: dengan mengerahkan upaya yang cukup besar untuk membuat surat mereka sendiri menyeluruh, informatif, dan mudah dibaca, dan dengan membayangkan mereka menulis kepada kerabat yang kurang berpengetahuan (seperti yang dilakukan Buffett) yang tetap merupakan investor utama dalam dana mereka dan berhak mengetahui pemikiran di balik keputusan tersebut. Buffett telah menghayati sebuah pepatah yang sering dikaitkan dengan Albert Einstein: "Jika Anda tidak dapat menjelaskannya kepada anak berusia 6 tahun, Anda sendiri tidak memahaminya."
Seiring dengan semakin dikenalnya kehebatan investasi Buffett di kalangan bisnis, ia mulai menggunakan surat tahunannya yang dipublikasikan secara luas untuk mengiklankan kandidat akuisisi perusahaan, menyarankan bahwa Berkshire akan menjadi tempat yang tepat bagi bisnis keluarga yang pemegang sahamnya mencari pemilik yang andal dan suportif. Mereka yang menjual ke Berkshire tidak perlu khawatir perusahaan mereka akan menghadapi perubahan budaya atau pergantian karyawan (dibandingkan dengan perusahaan yang diakuisisi oleh pembeli ekuitas swasta pada umumnya); pendekatan Buffett adalah mengawasi alokasi modal akuisisinya tetapi sebagian besar membiarkannya apa adanya. Tidak seperti pembeli ekuitas swasta "barbar di gerbang" yang terkadang memecah perusahaan untuk mengambil bagian-bagian komponennya atau memangkas jumlah karyawan untuk meningkatkan keuntungan jangka pendek, Buffett menginvestasikan kembali modal ke dalam bisnis yang diakuisisi untuk mempertahankan dan mengembangkannya. Ia memiliki kerendahan hati untuk menghargai bahwa tim manajemen yang ada biasanya jauh lebih tahu tentang bisnis daripada dirinya. Ia adalah pengamat yang cepat dan akurat, tidak hanya terhadap bisnis tetapi juga terhadap orang-orang. Seorang rekan dekatnya pernah mengatakan kepada saya bahwa itu mungkin kemampuan Buffett yang paling luar biasa.
Seiring waktu, Buffett menjadi salah satu CEO Amerika yang paling dihormati dan dikagumi, dan namanya menjadi merek yang sangat terkenal. Ia mengubah persyaratan peraturan yang mewajibkan perusahaan publik seperti Berkshire Hathaway untuk mengadakan rapat pemegang saham tahunan menjadi sebuah acara besar yang akhirnya menjadi ziarah. Beberapa orang, termasuk banyak investor internasional, membeli saham Berkshire hanya untuk mendapatkan undangan. Kehadiran di sebagian besar rapat pemegang saham tahunan perusahaan biasanya sedikit, diukur dalam puluhan atau kadang-kadang ratusan peserta. Namun, kerumunan yang datang untuk melihat dan mendengarkan Buffett setiap tahunnya tumbuh menjadi ribuan dan kemudian puluhan ribu. Pada tahun 2000-an, pertemuan tersebut dijuluki Woodstock Kapitalisme. Pecandu investasi nilai menjadikan acara ini sebagai akhir pekan mereka, perkumpulan analis sekuritas merencanakan acara di sekitarnya, dan orang tua membawa anak-anak remaja yang bercita-cita menjadi ahli keuangan untuk menyaksikan dan belajar dari tokoh besar tersebut. Buffett dan Munger, mitra pemikirannya seumur hidup, akan menjawab pertanyaan dari audiens Omaha selama lebih dari lima jam. Jaringan keuangan CNBC mulai meliput pertemuan tersebut secara langsung. Rapat pemegang saham tersebut merupakan satu-satunya yang mendapat perhatian media nasional.
Sisi flamboyan Buffett mengatur pameran produk-produk perusahaan Berkshire yang tersedia untuk dibeli di pertemuan tersebut. Produk-produk tersebut termasuk See's Candies, perhiasan Borsheims, sofa dan set ruang makan Nebraska Furniture Mart, dan produk asuransi Geico—semua itu dilakukan untuk menyenangkan para peserta, mendapatkan iklan gratis, membangun merek, dan meningkatkan keuntungan pada hari Sabtu di bulan Mei. Status Buffett sebagai tokoh kultus menjadi begitu besar sehingga ketika orang-orang berada di kota untuk pertemuan tahunan Berkshire, mereka mampir ke restoran favorit Buffett dan memesan hidangan favoritnya. Jika Anda makan seperti dia makan, mungkin Anda akan dapat berinvestasi seperti dia berinvestasi—tentu saja, itu tidak akan merugikan. Meskipun saya belum pernah menghadiri pertemuan tahunan Berkshire dan belum pernah memiliki sahamnya, saya pernah makan siang dengan Buffett di Gorat's (restoran steak, pilihannya) dalam satu perjalanan saya untuk menemuinya di Omaha 17 tahun yang lalu.
Ketertarikan Buffett pada hal-hal dramatis juga meluas ke praktik perekrutannya. Pada tahun 2007, ia meluncurkan pencarian bakat investasi yang sangat dipublikasikan. Setelah menyeleksi ratusan kandidat selama beberapa tahun, ia akhirnya merekrut dua manajer hedge fund yang luar biasa, Todd Combs dan Ted Weschler, untuk bergabung dengan Berkshire masing-masing pada tahun 2010 dan 2011. Combs bekerja dengan Buffett hingga akhir tahun 2025, dan Weschler terus bekerja dengannya hingga saat ini, hasil dari apa yang harus dianggap sebagai salah satu pencarian eksekutif yang paling tidak konvensional namun sukses yang pernah ada.
Dalam banyak hal, Fuffett telah menjadi JP Morgan modern, seorang juara bisnis dengan kemampuan untuk menenangkan pasar yang bergejolak dengan menyuntikkan modal ke perusahaan-perusahaan yang berisiko, seperti Goldman Sachs selama krisis keuangan 2008, sehingga memberikan persetujuannya atas solvabilitas mereka. Dia membantu memulihkan kepercayaan di pasar selama momen panik dengan memasukkan pesanan beli ketika saham-saham favorit mengalami penurunan harga, sambil menawarkan jaminan publik tentang pasar, keuangan negara, dan kapitalisme. Dia telah menjadi pendukung setia Amerika Serikat, dan sangat percaya bahwa segala sesuatunya akan selalu berjalan baik dalam jangka panjang (seperti yang selalu terjadi).
Buffett menjadi filsuf yang sering dikutip mengenai berbagai subjek, mulai dari jaring pengaman sosial, filantropi, hingga tarif pajak. Suatu ketika, ia dengan masuk akal mengamati bahwa ia seharusnya tidak membayar tarif pajak yang lebih rendah daripada sekretarisnya, dan sedikit orang yang tidak setuju. Rasa hormat kepadanya di kalangan bisnis dan investasi (termasuk di antara investor individu) begitu luas sehingga ide-ide menjadi penting hanya karena ia telah mengartikulasikan atau mendukungnya.
Kekayaan Buffett yang sangat besar tidak mengubahnya, sesuatu yang tidak dapat diklaim oleh sebagian besar orang yang sangat kaya. Sepanjang kehidupan kerjanya, ia pada dasarnya tetap menjadi orang yang sama seperti ketika ia masih kecil: cerdas, ingin tahu, dan optimis. Sifatnya yang tidak berubah tidak hanya meluas ke pola makannya yang terdiri dari hamburger dan Cherry Coke; seiring waktu, minat bisnisnya mencerminkan ketertarikannya pada surat kabar, kereta api, dan Dairy Queen sejak kecil. Buffett telah tinggal di rumah yang sama di Omaha sepanjang hidup dewasanya. Ia umumnya mempertahankan persahabatan yang sama selama beberapa dekade. Ia tidak mengumpulkan mobil mewah, kapal pesiar, karya seni mahal, atau banyak properti liburan, seperti yang dilakukan banyak orang super kaya. Kekayaannya yang terus bertambah adalah cara untuk mencatat skor (seperti tumpukan chip poker yang sangat besar dan terus bertambah), tetapi baginya itu bukanlah tiket menuju gaya hidup mewah yang baru. Pada suatu saat, Buffett jelas merasa sedikit bersalah tentang pembelian pesawat pribadi: Ia menjulukinya "Yang Tak Terbela." Popularitas Buffett yang abadi, setidaknya sebagian, disebabkan oleh kerendahan hatinya yang tak pernah pudar, perspektifnya yang luas, kekagumannya yang tulus, dan rasa syukur yang tak pernah padam atas bagaimana hidupnya telah berjalan.
Seperti banyak investor dan pengusaha kaya lainnya, selama bertahun-tahun Buffett memfokuskan upayanya hampir secara eksklusif pada penggandaan modalnya sendiri, serta modal yang dipercayakan kepadanya oleh pemegang saham Berkshire lainnya, yang pada dasarnya telah mempekerjakan pengalokasi modal terbaik di dunia secara gratis. (Gaji Buffett dari Berkshire sangat minim.) Buffett mengatakan bahwa salah satu alasan dia menunda filantropi pribadi yang signifikan selama bertahun-tahun adalah karena dia berpikir bahwa, dengan menunggu, dia akan memiliki lebih banyak uang untuk disumbangkan di masa mendatang.
Buffett telah lama mengantisipasi untuk menyumbangkan kekayaannya untuk tujuan amal, tetapi kematian mendadak istri pertamanya, Susan, pada tahun 2004, mengganggu rencananya. Ia membayangkan bahwa Susan-lah yang akan membuat keputusan filantropi keluarga. Butuh beberapa tahun lagi baginya untuk memajukan rencananya menyumbangkan sejumlah besar uang, dengan bergabung dengan Bill dan Melinda Gates. Pada tahun 2006, Buffett menyumbangkan $31 miliar yang menakjubkan kepada Gates Foundation yang sudah kaya raya, sehingga menggandakan kemampuan pemberian hibah tahunannya. (Ini adalah, dan masih tetap, salah satu sumbangan filantropi terbesar dalam sejarah, dan Buffett memberikan lebih banyak lagi kepada yayasan tersebut dari waktu ke waktu.) Buffett bergabung dengan dewan Gates Foundation, dan Bill Gates bergabung dengan dewan direksi Berkshire Hathaway, meskipun keduanya telah mundur dari komitmen ini beberapa tahun yang lalu.
Pada tahun 2010, sekali lagi bekerja sama dengan Bill dan Melinda Gates, Buffett ikut mendirikan Giving Pledge, sebuah organisasi dengan tujuan mengajak para miliarder dunia untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi. Anggota diharuskan berjanji untuk menyumbangkan setengah atau lebih dari kekayaan mereka, baik selama hidup mereka atau setelah kematian mereka. Buffett dan Bill serta Melinda Gates meluangkan waktu untuk secara pribadi menghubungi calon anggota untuk membujuk mereka bergabung, termasuk mengatur beberapa pertemuan dengan saya dan istri saya sebelum kami bergabung pada tahun 2013. Pada perhitungan terakhir, Giving Pledge memiliki lebih dari 250 anggota yang telah berkomitmen menyumbangkan ratusan miliar dolar untuk filantropi di masa mendatang, sebuah angka yang kemungkinan akan terus bertambah seiring waktu—dan warisan yang akan berdampak jauh ke masa depan. Tidak ada orang lain yang pernah mencoba, apalagi mencapai, sesuatu yang sebanding.
Buffett, dari masa muda hingga usia tua, gemar mengevaluasi dan memahami bisnis. Ia berhasil menavigasi semua lingkungan pasar dan dengan mudah menjelajahi sebagian besar jenis investasi—saham tetapi juga obligasi, peluang publik dan swasta, perusahaan domestik dan global, bahkan derivatif dan komitmen reasuransi. Meskipun banyak investor profesional hanya fokus pada satu kelas aset, Buffett melukis mahakaryanya dengan palet terluas di kanvas terluas. Ia menjalin hubungan seumur hidup dengan para eksekutif perusahaan papan atas yang ia hormati (terutama Katharine Graham dari The Washington Post), dan terkenal mendelegasikan banyak tanggung jawab operasional kepada para manajer yang dipekerjakan oleh Berkshire. Dan ia terus berkinerja baik bahkan ketika modal ekuitas pemegang saham Berkshire meningkat hingga mencapai tingkat yang menakjubkan ($650 miliar pada tahun 2025). Investasi adalah bidang di mana ukuran biasanya menjadi penghambat kinerja. Tetapi ukuran Berkshire tidak secara nyata mengurangi rekor Buffett. Di bawah kepemimpinan Buffett, Berkshire Hathaway berkembang dari peserta yang kurang dikenal di industri tekstil AS yang sedang sekarat menjadi raksasa dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar, salah satu perusahaan terbesar di AS. Seperti pemain tengah All-Star yang melakukan tangkapan spektakuler satu demi satu, Buffett sering membuatnya tampak mudah meskipun kita semua tahu itu sama sekali tidak mudah.
Buffett mengatakan bahwa ia akan mengurangi perannya sehari-hari dalam memimpin Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025, meskipun ia akan tetap menjadi ketua perusahaan. Ia juga mengindikasikan bahwa ia akan "berdiam diri," tidak lagi menulis surat kepada pemegang saham atau berbicara di rapat tahunan. Ia telah mempercepat perencanaan warisannya dengan menyalurkan sebagian besar kekayaan pribadinya ke yayasan anak-anaknya.
Dunia investasi akan berbeda tanpa Warren Buffett di pucuk pimpinan Berkshire. Meskipun saya berharap dia masih memilih untuk menyuarakan pendapatnya, bagi banyak orang, termasuk saya sendiri, pensiunnya berarti memudarnya sebuah bintang penunjuk arah: suara yang konsisten, tenang, dan masuk akal, sosok yang selalu dapat menempatkan pergerakan pasar yang tak terduga atau perkembangan ekonomi atau geopolitik terbaru dalam perspektif yang tepat.
Kesuksesan komersial Buffett membangun kekayaannya, tetapi saya paling mengaguminya karena cara dia menjalani hidupnya. Dia memimpin salah satu perusahaan paling sukses dan dikagumi di dunia selama lebih dari setengah abad, dan dia melakukannya bukan dengan mempedulikan kekaguman, tetapi dengan terus fokus melakukan hal yang benar untuk bisnis dan para pemegang sahamnya. Dan dalam kasus Buffett, setidaknya, melakukan hal yang benar justru membuatnya semakin dikagumi.
Di bidang yang identik dengan kekayaan luar biasa dan persaingan untuk saling mengungguli, Buffett tetap rendah hati: menjalankan bisnisnya, membeli dan menjual investasi, mengomentari nilai-nilai sosial, menyebarkan semangat filantropi, dan sesekali menikmati burger dan Cherry Coke. Hanya sedikit orang yang mencapai level Buffett yang menjalani hidup seperti ini. Kita semua—sesama investor dan eksekutif bisnis, tetapi juga masyarakat luas—beruntung telah hidup di zaman Buffett, telah menyerap kebijaksanaannya, dan telah terinspirasi oleh teladannya. Buffett akan sangat dirindukan pada saat banyak orang paling sukses di komunitas bisnis tampaknya hanya fokus pada menghasilkan uang, tanpa banyak merenungkan bagaimana mereka menghasilkannya atau apa yang akan mereka lakukan dengannya. Hanya karena Anda bisa, bukan berarti Anda harus melakukannya.
Generasi investor baru akan datang, termasuk beberapa bintang yang akan meredup dan yang lainnya akan bertahan. Tetapi jika dinilai dari keseluruhan kariernya dan rekam jejak lengkap prestasinya serta nilai-nilai yang mendasarinya, Warren Buffett benar-benar telah, dan akan tetap, menjadi sosok yang unik.
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $BBCA $BBRI $BMRI
Happy New Year 2026!
Semoga kita bisa cuan bareng, like dan ketik amin jika setuju!
$BBCA $BBNI $BMRI

$BBRI $BBCA $BMRI
Agak curiga awal tahun 2026 mungkin sampai pertengahan tahun 2026 saham-saham di indo akan terkoreksi cukup dalam.
Mungkin ini faktor yang bisa gua shere:
Mulai perang rusia dan ukraina yang memanas lagi, jadi kemungkinan harga OIL akan naik, dan dampaknya juga ke bahan pangan, seperti gandum dll.
Cina melakukan pembatasan ekspor perak 2026, jadi bisa memicu harga perak meroket.
IHSG naik signifikan, tapi saham-saham bank besar malah cenderung terkoreksi, yang dimana harusnya bank besar menjadi cerminan bahwa memang ekomoni Indonesia baik dan menarik bagi asing untuk investasi di indonesia, ini malah sahamnya cenderung turun di saat IHSG naik signifikan.
BOJ naikin interest rate 0.75%.
MSCI juga ingin meninjau ulang perhitungan free float saham-saham Indonesia.
Emas naik gila-gilaan.
Ya mungkin ini beberapa hal yang menurut gua agak menghawatirkan.
#DYOR
#RISETSENDIRILEBIHBAIK
📊 Update Signal
$UVCR
Haka 149++? DYOR
Buy 1: 146
Buy 2: 143
CL <: 138
TP 1: 162
TP 2: 175
Arah Trend: 💹 Uptrend
Validasi Teknis : 🚀 Breakout
Rec: ✅ Hold / 👁️ WNS
$TRIN
Haka 1130++? DYOR
Buy 1: 1080
Buy 2: 1030
CL <: 980
TP 1: 1170
TP 2: 1300
Arah Trend: 💹 Uptrend
Validasi Teknis : 🛸 Pasca Breakout
Rec: ✅ Hold
$BMRI
Haka 5100++? DYOR
Buy 1: 5075
Buy 2: 5050
CL <: 4975
TP 1: 5250
TP 2: 5375
Arah Trend: ⏩ Sideways
Validasi Teknis : 🛡 Support Defense
Rec: ✅ Hold
Ini hanya membantu yang sudah pegang posisi dan ingin BEP / tidak CL dalam / TP tipis.
Disarankan ambil TP1 untuk yang punya barang di bawah, guna amankan modal.
Bukan ajakan jual/beli. DYOR sesuai profil risiko masing-masing.
CMIIW
IDXChannel - Entitas anak usaha PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Singa Purwakarta Jaya menandatangani addendum perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp25 miliar. Transaksi dilakukan pada 30 Desember 2025.
"Jaminan kredit berupa deposito berjangka Bank Mandiri dengan...

www.idxchannel.com
Pelajaran dari Market Crash Tahun 2025
Tahun 2025 memberikan pelajaran berharga bagi saya yang memegang saham dari sudut pandang fundamental. Dinamika harga saham begitu volatil ditandai dengan dua kali trading halt. Tidak mudah bagi pemegang saham seperti $BBRI atau $BMRI yang melakukan akumulasi beli pada tahun 2023 dan 2024 untuk bisa tetap memegang sahamnya. Saya terus belajar sampai menemukan tulisan dan ceramah Warren Buffett dan Charlie Munger yang menjadi game changer bagi perjalanan investasi saya.
Pada mulanya, saya melakukan analisis investasi, menentukan nilai intrinsik dengan mendiskontokan proyeksi Free Cash Flow (FCF), membeli saham, dan berharap harga saham akan mencapai nilai intrinsiknya. Apabila harga saham menyentuh nilai intrinsik, saya akan jual dan mencari saham yang undervalue lainnya. FCF tersebut dihitung dari Operating Cash Flow (OCF) dikurangi Capital Expenditure (Capex).
Dalam Berkshire Hathaway Annual Meeting Tahun 2008, Buffett menyampaikan nasehat berikut.
"So when we buy a stock, we would be happy with that stock if they told us the market was going to close for a couple years. We look to the business.
It’s exactly the same way as if you were going to buy a farm a few miles here outside of Omaha. You would not get a price on it every day, and you wouldn’t ask, you know, whether the yield was a little above expectation this year or down a little bit.
You’d look at what the farm was going to produce over time. You’d look at expected yields. You’d look at expected prices, the taxes, the cost of fertilizer, and you would evaluate the intelligence of your purchase based on what the farm produced relative to your purchase price.
Quotes would have nothing to do with it. That’s exactly the way we look at stocks. We look at them as businesses. We make judgments about what the future of those businesses will be. And if we’re right about in those judgments, the stocks will take care of themselves."
Ini pernyataan tegas dari Warren Buffett yang sayang sekali baru saya temukan dan tentunya menjadi game changer. Ternyata selama ini saya berharap return dari pasar, bukan dari bisnis itu sendiri. Saya berharap pasar akan menghargai bisnis itu sesuai atau melebihi valuasi saya. Setelah mendengarkan nasehat Buffett, ternyata return bisa diperoleh betul-betul dari bisnisnya, bahkan sekalipun saat pasar tutup.
Saya jadi berfikir bagaimana menerjemahkan konsep itu supaya bisa menemukan bisnis yang memberikan keuntungan meski pasar tutup. Saya memikirkan ulang konsep FCF, tidak salah, tetapi bagaimana cara menghitungnya supaya sesuai dengan konsep di atas. Apabila dengan mendefinisikan seberapa besar OCF-Capex tanpa memperhatikan ke mana larinya cash tersebut, yang terjadi ada kemungkinan cash tersimpan di neraca. Pada kondisi tersebut, guna memperoleh keuntungan, yang harus saya lakukan adalah saya harus memastikan kebenaran jumlah cash tersebut, saya mendorong manajemen untuk membagikan cash tersebut kepada investor ritel, atau saya mendorong investor ritel membeli sahamnya karena saya edukasi bahwa ada banyak cash di perusahaan itu. Saya sadar saya tidak bisa melakukan ketiga hal tersebut. Belum lagi kalau ada perusahaan yang bukannya memberikan uang kepada investor ritel, tetapi justru meminta uang sementara cash masih menumpuk.
Oleh karena itu, saya menganalisis ke mana saja laba bersih bisnis dialirkan dan bagaimana pergerakan ekuitasnya selama 10 tahun terakhir. Apakah laba bersih semuanya ditahan atau seberapa banyak yang dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen dan buy back saham. Apakah ekuitasnya menggemuk karena right issue atau aksi korporasi lain. Semakin perusahaan baik hati kepada investor ritel dengan tetap menjaga kestabilan pertumbuhan pendapatan dan laba, maka perusahaan itu yang lebih layak diapresiasi.
Saya lanjut berpikir, apabila tujuan utama saya berinvestasi untuk mencari kenaikan harga saham, maka tidak ada bedanya jika saya berharap kenaikan harga emas atau properti yang setelah saya beli saya diamkan. Lantas mengapa saya menghitung nilai intrinsik. Saya rasa saya perlu menghitung nilai intrinsik apabila saya benar-benar menerima cash dari suatu aset, dalam hal ini bisnis, bukan semata cash yang ditumpuk di neraca. Selain belum tentu cash itu sampai ke investor ritel, menumpuk cash sama artinya menumpuk modal. Padahal yang saya inginkan adalah bisnis yang kenaikan laba nya mengungguli kenaikan ekuitasnya sehingga Return on Equity (ROE) makin tinggi. Itu artinya perusahaan makin efisien dalam mempekerjakan modalnya.
Dengan begitu juga, saya menjadi betul-betul berpikir menjadi pemilik bisnis, misalkan pemilik sawah, kos, atau usaha kuliner. Apabila saya sudah mempunyai aset yang memberikan saya real cash yang memuaskan, saya tidak berpikir atau bahkan tidak peduli orang lain menawar di harga berapa properti atau bisnis saya. Kalau pun ada yang menawar jauh di bawah nilai intrinsiknya, saya tidak panik dan tetap saya pegang.
Target return yang dipasang menjadi tidak muluk-muluk, dividen per cost bisa mengalahkan obligasi dalam jangka panjang itu sudah baik, dari pada saya harus membuat bisnis yang belum tentu untung dan sustainable.
Saya meringkas pemikiran tersebut dalam satu kalimat sebagai pengingat saya dalam dinamika investasi yang tidak mudah, berikut ini.
Keuntungan investasi saham bisnis diperoleh dari kas yang diperoleh dari bisnis, dalam hal harga sahamnya diapresiasi pasar, itu adalah konsekuensi logis.
Tidak mudah memang untuk mengaplikasikannya sehari-hari karena tiap hari bursa, yang disuguhkan adalah pergerakan harga saham, bukan berapa cash atau proyeksi cash yang diperoleh dari bisnis. Untuk itu, saya lebih sering membuka laporan keuangan perusahaan atau ikhtisar minimal 10 tahunnya, sembari mengapresiasi kinerja manajemen, dan berkhayal apa iya aku bisa membuat dan me-manage bisnis sebesar dan setangguh ini, apalagi saat ekonomi kurang bersahabat.
Sekian catatan pribadi saya, bukan ajakan membeli atau menjual saham, apabila ada perbedaan itu hal yang wajar, terima kasih.
$IHSG
Selain terjadi peningkatan kinerja portofolio, di tahun 2025 ini juga terjadi peningkatan followers yang sangat signifikan. Tentu saja hal ini sama sekali di luar ekspektasi.
Bro @fikrikawakibi bilang tulisan saya berat-berat. Kesan yang teman-teman dapat pasti saya seorang nerd. Padahal, awal-awal saya belajar nulis di sini, isinya ora mutu. Banyak jokes dan funny stories. Dimarahin pembaca dan ada yg langsung ngeblock. 🤣🤣🤣
Tapi setelah beberapa saat, saya mulai pede nulis yg lebih serius. Tadinya saya pikir, retail uang kecil macam saya pasti ga akan didengar, apapun isi tulisannya.
Ternyata, terlepas dari seberapa plankton nya ukuran portofolio ku, respond dari teman-teman sesama investor cukup baik. Tidak ada satupun yg merendahkan ukuran portofolio yang kecil. Comment2 dan doa2 positif terus berdatangan. Follow dan dukungan terus bertambah, baik dari yang berwarna centangnya maupun tidak.
Ini memberi kesan mendalam buat saya, bahwa sebenarnya warga stockbit sangat positive minded, ramah, dan objektif. Memang sesekali saya lihat ada gesekan di forum ini, tp syukurlah itu tidak terjadi ke saya. Malah dapat teman diskusi yang baik seperti bro @prwrwjy , pak @yanuard, bro @michaeljamesbio, dll yg ga disebutkan satu per satu. 🙏
Untuk itu, izinkan saya berterimakasih atas kebaikan, respek, dan penghargaan teman-teman sekalian, baik yang follow ataupun tidak, sepuh ataupun newbie, sealiran ataupun beda. Saya doakan semuanya sehat, bahagia, dan sukses meraih impiannya.
Mari akhiri tahun 2025 dan awali tahun 2026 dengan semangat perdamaian!
Happy New Year guys! 🙏🙏🙏
$BBCA $BMRI $NISP
Menkeu Purbaya memberikan keterangan pers saat mengawal Tutup Kas APBN 2025
https://cutt.ly/LtgwIkI4
Kondisi yang jauh lebih positif dan optimis dibandingkan akhir tahun 2024 lalu.
Khususnya bagi masyarakat luas karena tidak ada lagi wacana kenaikan pajak ini itu.
Walaupun tidak terlalu menyenangkan buat perusahaan batubara dan emas, karena bea keluar ekspor yang akan berlaku sebentar lagi, menyasar tambahan penerimaan negara dari mereka yang dinilai sudah menikmati profit besar.
$ITMG $BBRI $BMRI
@Jackbas9 gimana ceritanya cuan dari dividen di tarik lagi? 😂
Trading jangan di big bank bang
$BBNI $BBRI $BMRI

Beliau ini salah satu anggota VIP group yang cukup noticable karena dalam waktu singkat sudah tau dan implement style Momentum Investing saya yang mengikuti Will O Neil.
Thank you apresiasinya, semoga banking comeback soon ya dengan kebijakan liquidity yang lebih longgar tahun depan
Pilihannya di 2024-2025 memang cuma 2: beli banking karena murah tapi ga naik2, atau momentum style mengikuti konglo / narrative-based dan segala silat2 nya 😂
$BBRI $BBCA $BMRI
"Happy New Year 2026"
Kami semua yang kebetulan berdomisili di New Zealand 🇳🇿 telah resmi memasuki tahun baru 2026
I would like to take this opportunity to wish all of you a Happy New Year 2026 and I wish everyone a great investing journey and a long period of prosperity in 2026 🍸
Instagram: James.Jayadi
Link Insta: https://cutt.ly/VtgqN0W6
Random tags:
$BUMI $DEWA $BMRI
