


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
Supporting Bisnis Kapal Angkutan Migas
Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Venezuela di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Bisnis kapal adalah bisnis yang sangat besar karena banyak industri lain yang terlibat di dalamnya. Investor sering melihatnya cuma sebagai emiten pelayaran yang menyewakan kapal, padahal itu cuma ujung yang terlihat. Di balik satu kapal yang berlayar, ada rantai pembiayaan bank, lembaga kredit non-bank, asuransi rangka dan mesin, asuransi perang, P&I (protection and indemnity), galangan, bengkel suku cadang, ship management, penyedia kru, penyedia bahan bakar, broker keagenan pelabuhan, sampai regulator pajak dan covenant perbankan yang mengikat tiap angka di laporan keuangan. Karena asetnya mahal, bisnis ini dari lahir memang bisnis leverage, jadi ceritanya bukan sekadar pendapatan naik turun, melainkan kemampuan memutar utang menjadi arus kas yang stabil.
Itulah kenapa saham kapal bisa kelihatan gagah saat tarif charter naik, tapi bisa terlihat rapuh saat refinancing seret atau kapal masuk dry docking dan kas tersedot. Investor yang paham ekosistemnya biasanya lebih dingin dalam menilai rally, karena mereka tahu yang menggerakkan kapal itu bukan headline, melainkan uang bank, polis asuransi, dan kontrak yang benar-benar dibayar tepat waktu. Jadi kalau mau memahami bisnis kapal, mulai dari satu kesimpulan tegas, ini adalah bisnis energi dan logistik yang berdiri di atas industri keuangan dan industri risiko. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sektor migas dan gas, emiten seperti SHIP, $SOCI, BULL, $HUMI, GTSI, BOAT, BBRM, BESS, dan Logindo beroperasi sebagai pipa berjalan untuk energi cair dan gas. BULL bergerak di tanker minyak, gas, kimia, dan punya paparan ke FPSO dan FSO, juga tanker gas LNG dan LPG. HUMI mengoperasikan armada LNG, minyak mentah, BBM, kimia, plus layanan regasifikasi terapung. SOCI bermain di tanker minyak, gas, kimia, ditambah galangan, dan pelanggan besarnya termasuk PT Pertamina International Shipping. GTSI fokus LNG dan manajemen kapal serta terkait proyek FSRU, dengan konsekuensi konsentrasi pelanggan yang sangat tinggi. BOAT adalah kapal penunjang lepas pantai yang menempel ke aktivitas migas.
BBRM mencakup pengangkutan migas dan offshore support vessels termasuk self-propelled barge. BESS masuk radar karena ruang lingkup migas lewat entitas anak PT Enam Sembilan Geo Energi, walau pendapatan pelayaran yang disebut lebih bernuansa domestik. Di sisi lain, kelompok non-migas seperti MBSS, TCPI, PSSI, dan PSAT lebih mirip jembatan logistik untuk komoditas padat seperti batu-bara dan nikel, armadanya lazim berbasis kapal tunda dan tongkang, serta lebih Rupiah driven dan lebih sensitif pada volume tambang, cuaca, dan bottleneck pelabuhan.
Kalau investor ingin melihat ukuran mesin uangnya, data revenue 9M 2025 di kelompok migas memberi peta kelas yang jelas. SHIP sekitar USD 127,9 juta, SOCI sekitar USD 118,0 juta, BULL sekitar USD 107,3 juta, HUMI sekitar USD 96,5 juta, lalu jurangnya jauh ke Logindo sekitar USD 29,5 juta dan GTSI sekitar USD 26,9 juta, lalu BESS sekitar USD 15,9 juta atau sekitar Rp261,7 miliar dengan kurs Rp16.460 per 1 USD, disusul BOAT sekitar USD 12,8 juta dan BBRM sekitar USD 10,1 juta. Skala ini bukan sekadar kebanggaan, karena skala biasanya menentukan daya tawar kontrak, akses pendanaan, dan kemampuan menyerap biaya perawatan tanpa membuat arus kas jungkir balik. Di bisnis kapal, yang kecil bisa melompat kencang kalau dapat kontrak tepat, tetapi yang kecil juga lebih sensitif kalau satu kontrak terlambat bayar atau satu biaya perbaikan membengkak. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lalu masuk ke jantung sebenarnya dari bisnis kapal, yaitu pendanaan. Per 30 September 2025, total akumulasi utang bank dan lembaga keuangan untuk pembiayaan kapal migas yang teridentifikasi sekitar USD 810,5 juta. Dua kreditor terbesar, Bank Mandiri sekitar USD 284,9 juta dan Bank Central Asia sekitar USD 130,4 juta, jika digabung sekitar USD 415,3 juta atau sekitar 51% dari total, artinya lebih dari separuh mesin armada ditopang dua pintu besar. Ini bukan detail kecil, karena saat kondisi kredit mengetat, biaya bunga naik, atau tenor refinancing berubah, dampaknya bisa langsung terasa lintas emiten.
Dominasi Mandiri $BMRI terlihat dari contoh eksposur SHIP sekitar USD 184,6 juta dan SOCI sekitar USD 95,9 juta, sementara sisanya tersebar ke BBRM sekitar USD 3,4 juta dan BESS sekitar USD 0,9 juta. Di belakangnya ada pemain besar lain seperti Bank Woori Saudara sekitar USD 84,7 juta yang muncul pada BULL sekitar USD 41,5 juta, SOCI sekitar USD 24,8 juta, dan SHIP sekitar USD 18,3 juta, lalu Panin sekitar USD 40,2 juta yang menempel pada BULL sekitar USD 32,3 juta dan HUMI sekitar USD 7,9 juta. Ada juga lender non-bank seperti Bamboo Mountain Power BV sekitar USD 38,8 juta yang terkait fasilitas FSRU Jawa 1 untuk HUMI dan GTSI, serta OCP Asia Fund sekitar USD 38,7 juta yang terkait fasilitas Logindo. Di lapisan berikutnya ada OCBC NISP sekitar USD 33,8 juta, BNI sekitar USD 26,0 juta, Sinarmas sekitar USD 21,6 juta, BRI sekitar USD 17,5 juta, sampai LPEI sekitar USD 9,2 juta yang muncul di BOAT, dan beberapa kreditur lain yang lebih kecil. Gambaran besarnya sederhana, bisnis kapal adalah bisnis yang tumbuh karena kredit, dan kredit itu datang dengan aturan main berupa covenant dan disiplin cashflow.
Setelah bank, ada lapisan utang yang sering diremehkan investor karena bentuknya utang usaha, padahal ini yang menggerakkan kapal hari demi hari. Per 30 September 2025, total akumulasi utang kepada vendor operasional yang teridentifikasi sekitar USD 51,5 juta. Yang paling besar muncul sebagai agregat pemasok BULL sekitar USD 12,3 juta dan agregat pemasok HUMI sekitar USD 9,6 juta, lalu vendor internal ekosistem Humpuss seperti PT Humpuss Transportasi Curah sekitar USD 5,3 juta dan PT Humpuss Trading sekitar USD 4,4 juta yang relevan untuk HUMI dan GTSI, plus agregat pemasok GTSI sekitar USD 4,1 juta.
Ada juga vendor operasional lain seperti PT OTS Internasional sekitar USD 1,8 juta, Koperasi Karyawan Bhakti Samudra sekitar USD 1,7 juta yang menggambarkan kebutuhan kru dan operasional, PT GHS Maritim Indonesia sekitar USD 1,5 juta di SHIP, lalu utang premi asuransi ke LCH Insurance Brokers sekitar USD 1,4 juta, dan NorthStandard sekitar USD 0,5 juta di SHIP untuk P&I. Lapisan vendor ini menunjukkan satu hal, kapal tidak bisa menunggu jadwal pembayaran yang ideal, kapal butuh bahan bakar, perawatan, kru, dan manajemen sekarang juga, lalu dibayar belakangan, jadi manajemen likuiditas itu nyawa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Karena asetnya mahal dan risikonya tinggi, asuransi menjadi pilar ketiga yang membuat bisnis ini bisa berjalan. Total akumulasi nilai jaminan asuransi armada migas yang teridentifikasi sekitar USD 1,58 miliar. Nilai pertanggungan terbesar muncul pada SHIP sekitar USD 383,5 juta, SOCI sekitar USD 375,4 juta, Logindo sekitar USD 298,2 juta, BULL sekitar USD 203,4 juta, WINS sekitar USD 153,4 juta, GTSI sekitar USD 76,3 juta, BBRM sekitar USD 60,7 juta, dan BOAT sekitar USD 26,8 juta.
Untuk SHIP, penyedia jaminan disebut PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi Wahana Tata, dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, dengan P&I seperti Shipowners, NorthStandard, dan Thomas Miller P&I. Untuk SOCI, ada LCH Insurance Brokers dan PT Willis Indonesia. Angka pertanggungan ini penting karena di laut, satu insiden bisa menghapus nilai aset dalam satu kejadian, jadi asuransi adalah jaring pengaman finansial yang membuat risiko kapal tetap bankable.
Armada adalah wujud nyata dari semua utang dan polis itu. SHIP memiliki total 30 kapal yang tersebar di induk dan anak usaha, termasuk tanker, FSO, dan kapal pendukung. Logindo memiliki total 38 unit armada yang disebut juga digunakan sebagai jaminan fasilitas pinjaman utama. HUMI setidaknya memiliki 34 unit teridentifikasi, termasuk 18 tugboat dan 4 barge, 1 crane vessel, 1 kapal LNG, serta sejumlah unit tanker dan AHTS yang disebut spesifik.
BBRM memiliki total 6 kapal yang terdiri dari 2 self-propelled barge dan 4 offshore support vessels. BOAT memiliki total 6 unit kapal milik perusahaan. GTSI setidaknya mengoperasikan 2 unit LNG utama yang disebut, sementara BULL disebut mengoperasikan armada tanker minyak, FPSO, FSO, dan tanker gas tetapi tidak ada angka total agregat yang dicantumkan dalam data yang investor berikan. Dari sini terlihat bahwa bisnis kapal bukan cuma soal ada kapal atau tidak, melainkan komposisi kapal, karena kapal tanker, LNG, FPSO, FSO, dan OSV punya profil biaya, risiko, dan kebutuhan asuransi yang berbeda.
Di atas semua itu, ada dua pengunci yang membuat bisnis kapal terlihat mudah di permukaan tapi sulit di dalam, yaitu konsentrasi pelanggan dan struktur kontrak. Di data yang investor berikan, Pertamina Group muncul sebagai pusat gravitasi, dengan PT Pertamina International Shipping dan entitas Pertamina lain seperti Pertamina Hulu Energi OSES atau Pertamina Hulu Mahakam menjadi klien utama bagi SHIP, SOCI, HUMI, GTSI, BULL, BOAT, dan Logindo. Secara nominal, PT Pertamina International Shipping berkontribusi sekitar USD 39,7 juta di SHIP atau sekitar 31% pendapatan, sekitar USD 38,9 juta di SOCI atau sekitar 33%, sekitar USD 38,3 juta di HUMI atau sekitar 40%, dan sekitar USD 7,5 juta di GTSI atau sekitar 28%. Di luar itu ada PetroChina International Jabung Ltd di SHIP sekitar USD 21,8 juta atau sekitar 17% dengan kontrak FSO sampai 2032, BP Berau Ltd sekitar USD 17,4 juta, dan Pertamina Hulu Energi OSES sekitar USD 15,0 juta. Ada juga Eastway Expedition FZE di BULL sekitar USD 11,3 juta, serta Pertamina Hulu Mahakam di Logindo sekitar USD 5,7 juta.
Ini membuat bisnis kapal migas terlihat stabil karena ada kontrak besar, tapi sekaligus menciptakan risiko single customer, terutama GTSI yang sekitar 70% pendapatannya berasal dari PT PLN Energi Primer Indonesia sekitar USD 18,9 juta. Stabilitas di sini bukan gratis, stabilitas dibayar dengan ketergantungan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sisi keempat yang sering menjebak investor adalah aturan kas dan jadwal perawatan. Bisnis ini padat modal dan kapal wajib dry docking tiap 2 sampai 5 tahun, jadi manajemen harus memperlakukan perawatan sebagai siklus kas, bukan kejadian tak terduga. Ditambah lagi ada covenant dan rasio seperti DSCR (debt service coverage ratio), current ratio, dan DER (debt to equity ratio) yang membuat manajemen tidak bisa santai meskipun revenue terlihat besar.
Saat DSCR ketat, ruang gerak mengecil ketika tarif turun atau kapal masuk bengkel. Saat current ratio tipis, biaya perbaikan bisa langsung mengguncang likuiditas. Saat DER tinggi, return terlihat lebih menarik saat pasar bagus, tapi risiko refinancing dan bunga makin terasa saat pasar berubah. Pajak PPh Final 1,2% atas pendapatan bruto jasa pelayaran domestik dan charter juga membuat margin bersih tidak bisa dibaca seperti bisnis yang pajaknya mengikuti laba, karena pajak tetap menempel pada revenue walau biaya bunker, perawatan, dan bunga sedang naik.
Bisnis kapal adalah pabrik besar yang produknya bukan barang, melainkan jam operasi armada yang ditukar menjadi kas, lalu kas itu dipakai untuk membayar bank, membayar vendor, membayar premi, dan membayar perawatan, sambil menjaga covenant tetap aman. Di situ terlihat kenapa industri ini melibatkan banyak industri lain, karena tanpa bank armada tidak tumbuh, tanpa vendor armada tidak jalan, tanpa asuransi armada tidak bankable, tanpa galangan armada tidak laik, dan tanpa pelanggan besar armada tidak punya utilisasi. Itulah mengapa analisis bisnis kapal yang paling jujur selalu kembali ke tiga poros, kontrak dan pelanggan yang membayar, struktur pendanaan yang menopang kapal, dan disiplin operasional yang menjaga kapal tetap berlayar.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9









Market selalu bergerak dulu baru news akan keluar.
Mendeteksi transaksi upnormal untuk mengantisipasi hal tersebut.
USA ngebom dan nangkap presiden venezuela katanya🫣
bukan ajakan jual beli. bahan untuk di sikapi aja agar tidak FOMO
random
$BBRI
$BMRI
$BBCA

Selamat pagi temen-temen semua, selamat hari minggu semuanya!
Malam ini jam 20.00-21.00 WIB kita akan adakan kembali Live Technical Analysis yaa di Instagram mancingsaham kita seperti yg biasanya kita adakan.
Berikut ini link Instagram Kami mancingsaham : https://cutt.ly/NtgVX0Gs
Jangan lupa gabung ya, malam ini kita bahas lengkap n tuntas semua ttg market update n saham" yg lagi ramai secara perspektif technicalnya.
See you guys malam ini!
$BBCA $BBRI $BMRI
UPGRADE SKILL | Hi, (Kamu) 'newbie' yang baru terjun ke pasar modal perbanyaklah literasi, serta 'trial & error' @nevergiveup
Strategi Anda? Tidak punya, wah kacau! Siap-siap pahlawan bursa, akhirnya 👋
BUY, 'tanpa trade plan' not recommended! Sebaiknya dari Kamu, (wajib) luangkan diri guna membaca news or referensi terkait kebiasaan tradingmu itu 1/2jam tiap hari!
'... tujuannya agar punya bahan olah data'
Setelah cukup punya bahan olah data, lanjut screening ticker saham emiten favoritmu itu. Tentunya, jangan pernah sekali-kali jauh dari profil risiko yang Kamu miliki (akal sehat 🧠).
Ada banyak sekali motif/notif screener yang dipakai oleh para investor & trader sebagai gaya khas mereka masing-masing, tentunya memiliki keunikan sendiri (prestige style).
"... prestige style", privilege strategy
Berikut ini, (method) salah satu screener yang mengadopsi DNA investasi beberapa principle raksasa Hedge Fund; dan para maestro ala legend di pasar modal kelas dunia! let's 🧑💻
Ini tujuannya, olah data untuk membantu Anda melakukan disipliner & (audit) bedah emiten yang menjadi target dugaan Anda dengan standar global style tentunya! D.Y.O.R !!
✓ "The Quality Growth"
(DNA: Warren Buffett & Peter Lynch) berfokus pada Moat (keunggulan kompetitif) dan Growth (pertumbuhan) yang berkelanjutan tentu tanpa beban utang yang berat. Cocok untuk Kamu, fokus mencari "ten-bagger"; hidden gem!
✓ "Deep Value & Turnaround"
(DNA: Benjamin Graham & Seth Klarman) Gaya Hedge Fund nilai (seperti Baupost Group) yang mencari aset salah harga atau/misalnya suatu kondisi 'distressed'; potensi rebound besar.
✓ "The Alpha Momentum"
(DNA: Jim Simons & Ray Dalio) Pendekatan kuantitatif dan makro yang sering digunakan Hedge Fund raksasa seperti Renaissance Technologies atau Bridgewater untuk menangkap tren pasar (momentum).
Untuk sektor Perbankan,
-> ganti DER dengan CAR
Untuk sektor Komoditas,
-> fokus pada FCF/CFO
"... (sektor komoditas) fokus pada FCF/CFO dan siklus harga komoditas global lebih baik ketimbang melirik P/E Ratio yang seringkali menipu (P/E rendah di puncak siklus justru berbahaya)" Note: Sesuaikan selera Anda!
Sekilas ringkasan, Buddy's
"... memang benar, terjun ke pasar modal tanpa trade plan dan literasi itu seperti maju perang tanpa senjata. MATI KONYOL!"
Strategi dan "bekal" mental yang bisa Anda olah untuk memperkuat strategi investasi/trading selanjutnya seperti apa?❓Catat!
-> Pelajaran utamanya adalah: Pasar itu netral. Kesuksesan bukan soal memprediksi masa depan, tapi menguasai diri sendiri.
-> Berpikir dalam Probabilitas: Jangan terikat pada hasil satu trade. Anggap setiap transaksi sebagai bagian dari seri besar, seperti kasino yang mengandalkan keunggulan statistik dalam jangka panjang (win rate).
-> Terima Risiko Sepenuhnya: Rasa takut itu muncul karena menuntut kepastian (irasional). Begitu mampu menerima bahwa "apa pun bisa terjadi", maka rencana apa pun itu bisa di eksekusi dengan tenang tanpa ragu.
-> Tangani Keyakinan (Beliefs): Otak manusia itu sering membawa trauma masa lalu ke layar monitor. Maka, perlu harus "memprogram ulang (reset/ upgrade)" pikiran agar tidak melihat kerugian-kegagalan personal.
-> Perspektif menjebak: Agar tidak terjebak dalam jangka pendek, maka 'trial & error'!
"... menimbang pasar dan menilai emiten, sama seperti pada umumnya, 'bisa diukur' adalah koentji-nya", fokuslah pada koentji-nya
Jika tidak, maka temukanlah:
✓ Keunggulan & siklusnya
✓ Trend up & followingnya
Audit rutin, agar tidak mudah terjebak!
"... BELAJAR GOBLOK!", dari Bob Sadino
https://cutt.ly/VtgCL1m5
Changing World Order!
https://cutt.ly/UtgCL1aS
@fundamentalneverlie
$BMRI $ANTM
$IHSG
1/3



Bank $BBCA beli kembali saham-Nya (buyback) dengan nominal Jumbo hingga 5 Triliun.
Sebenarnya aksi korporasi ini dilaksanakan mulai 22 oktober 2025 dan akan selesai 19 Januari 2026. Artinya, sebentar lagi aksi korporasi buyback nya akan selesai ..
Dan menariknya, harga BBCA sekarang cuma 8.025, sedangkan kita cek broker summarynya buybacknya dilakukan lumayan jauh diatas harga saat ini. Artinya, cukup menarik BBCA di harga sekarang menurut pandangan saya ..
Bagaimana tanggapan kalian ??
_
$BBRI $BMRI
1/4




$BBCA $BMRI $BBNI
adakah disini wanita single yang profesinya full time dividen investor atau trader yang sedang mencari jodoh? 🙏🏼
(boleh komen buat yg wanita)
Bocoran saham-saham yang saat ini berada pada kisaran fair price, bahkan sebagian sudah diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (terdiskon). Watchlist ini terdiri dari $AMRT, ASII, BBCA, $BMRI, BNGA, BRIS, CMRY, INDY, MEDC, NCKL, PGEO, dan $TAPG, ANTM yang berdasarkan penilaian saya memiliki fundamental baik serta beberapa saham tersebut masih menyisakan margin of safety menarik bagi investor berorientasi jangka menengah maupun panjang.
Pendekatan yang digunakan berfokus pada valuasi konservatif, kemampuan untuk menghasilkan laba walaupun berfluktuasi, kualitas neraca, serta prospek pertumbuhan ke depan, sehingga pergerakan harga jangka pendek - baik naik maupun turun - lebih dipandang sebagai kesempatan akumulasi bertahap daripada pemicu kepanikan. Konsep ini sejalan dengan prinsip value investing ala Warren Buffett, di mana fokus utama adalah membeli sebagian kepemilikan bisnis yang baik pada harga yang wajar atau diskon, dan memberi waktu bagi kinerja fundamental untuk terefleksi di harga pasar. Koreksi harga justru diposisikan sebagai fase akumulasi, selama tidak terjadi penurunan kualitas bisnis secara material.
Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh isi bersifat opini pribadi dan hanya bertujuan memberikan referensi tambahan, khususnya bagi investor yang masih dalam tahap awal mempelajari analisis fundamental dan laporan keuangan. Setiap keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pihak, setelah melakukan kajian mandiri yang memadai.
Nanti malam saya adakan IG LIVE jam 20.00 di IG @theturtleinvesting
Kita bahas2 saham ya..
See you there
$BBRI $BBNI $BMRI
PCI - Polling Cuan Inside
AMERIKA SERANG VENEZUELA, SAHAM APA NIH YG BAKAL BULLISH?
random tags$BBCA $BBRI $BMRI
tips trading utk pemula, setuju? https://stockbit.com/post/20680521
disclaimer : catatan pribadi ini hanyalah celoteh / prediksi nubitol, bukan ajakan beli atau jual.. . yuk mari kita sama2 mandiri 💞
(boleh diSHARE semoga bermanfaat)
Siap siap aja ihsg, confidence Bapak menteri kita patut diapresiasi tp tetep disiplin gess.
Klo $IHSG to the moon, kira-kira saham apa nh yg paling menarik...
$ASII, $BMRI
Disclaimer on

🔎 Narasi Investasi #23 (3 Januari 2026)
🟡 Analisis Strategis: $BTC Menuju Dead Cat Bounce
1. Fenomena Sideways dan Potensi "Pump" yang Terakumulasi 📈
Stagnasi Harga: Bitcoin saat ini tertahan di kisaran $89.000. Stagnasi ini sebenarnya merupakan tanda kekuatan karena harga terus tertahan di level support kunci ($86k - $89k). Semakin lama harga bergerak menyamping (sideways), semakin besar energi yang terkumpul untuk ledakan harga ke atas.
Karakteristik Siklus: Secara historis, karakteristik Bitcoin dalam siklus ini adalah melakukan konsolidasi yang cukup lama setelah berhasil keluar dari garis downtrend. Fase membosankan ini biasanya berakhir dengan breakout tiba-tiba yang meninggalkan banyak investor retail yang tidak siap.
Narasi Dead Cat Bounce (DCB): Penurunan harga sebelumnya telah memicu apa yang disebut sebagai Weekly Cycle Low. Target utama dalam jangka pendek adalah sebuah relief rally (kenaikan sementara) menuju area Dead Cat Bounce di kisaran $103.000.
2. Bukti On-Chain & Sentimen Pasar: "Smart Money" vs "Retail" 🐳
Akumulasi Tercepat Sejak 2012: Data on-chain menunjukkan indikasi yang sangat bullish. Para Whales (dompet pemegang 100 - 1.000 BTC) baru saja menambah kepemilikan sebesar $4,6 miliar dalam waktu singkat. Ini menandakan tingkat akumulasi tercepat yang pernah terlihat sejak tahun 2012.
Extreme Fear & Depresi Retail: Saat ini, indeks ketakutan pasar berada di zona Extreme Fear dalam waktu yang cukup lama. Partisipasi publik atau retail hampir menyentuh titik nol—artinya sudah sangat sedikit orang awam yang berani masuk ke crypto. Secara psikologi market, ini sering kali merupakan tanda bahwa dasar harga (bottom) sudah dekat.
MVRV Score All-Time Low: Indikator MVRV yang mengukur nilai realisasi harga menunjukkan posisi terendah sepanjang sejarah, bahkan lebih rendah daripada titik paling bearish pada siklus-siklus sebelumnya.
3. Indikator Teknikal Utama 📊
DSS Bressert (Weekly): Indikator momentum ini sudah berada di level bawah dan bersiap untuk berpotongan (cross) ke arah atas. Biasanya, setelah cross terjadi di timeframe mingguan, tren kenaikan yang kuat akan segera mengikuti.
RSI Weekly: RSI pada kerangka waktu mingguan menunjukkan kondisi yang sangat tertekan. Meskipun harga Bitcoin saat ini jauh lebih mahal dibandingkan beberapa tahun lalu, kekuatan relatifnya (RSI) menyerupai kondisi saat Bitcoin berada di harga $16.000.
CME Gap: Terdapat celah harga di level $88.200. Karena sebagian besar celah harga di CME akhirnya tertutup, investor disarankan tidak panik jika terjadi koreksi kecil ke area tersebut sebelum harga akhirnya melanjutkan reli ke atas.
4. Ancaman Makro: Resesi yang Mendekat ⚠️
Yield Curve Amerika: Pergerakan pasar obligasi Amerika menunjukkan tanda-tanda resesi yang semakin jelas. Ketika grafik ini naik dengan tajam, sejarah membuktikan bahwa krisis ekonomi biasanya menyusul (seperti pada tahun 2000, 2008, dan periode COVID).
Ilusi Suku Bunga: Pemotongan suku bunga (rate cuts) oleh The Fed sering dianggap sebagai berita bagus. Namun, secara historis, resesi justru sering menghantam saat proses pemotongan bunga dimulai karena hal itu menandakan ekonomi sedang tidak sehat.
Dampak Likuiditas: Jika resesi benar-benar terjadi, semua kelas aset termasuk emas dan crypto bisa mengalami penurunan drastis sesaat karena investor akan berebut menarik modal mereka menjadi uang tunai demi memenuhi kebutuhan hidup.
5. Masa Depan Altcoins & Dominasi Institusi 🏛️
Alt-Season yang Terfragmentasi: Jangan berharap semua koin akan naik gila-gilaan secara bersamaan. Alt-season saat ini lebih bersifat rotasi modal saja. Uang akan berpindah dari satu koin ke koin lainnya secara bergantian karena likuiditas di pasar retail sedang menipis.
New Coin Syndrome (NCS): Waspadai koin-koin baru yang diluncurkan dengan hype berlebihan namun memiliki tekanan jual besar dari airdrop dan investor awal. Koin-koin seperti ini sering kali hanya memiliki satu arah tujuan, yaitu terus menurun hingga nilainya habis.
Visi yang Berubah: Dengan masuknya institusi besar seperti BlackRock, jati diri Bitcoin telah berubah dari aset yang liar menjadi alat investasi Wall Street. Ini berarti kenaikan Bitcoin ke depannya mungkin lebih stabil namun tidak akan sedahsyat atau se-parabolik masa lalu.
***
💡 Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual, lakukan riset sendiri.
🔎 Follow dan Like, biar gak ketinggalan insight terbaru!
💬 Investasi bukan cuma soal uang, tapi juga soal ilmu!
Random tag
$BBCA $BMRI

📊 Update Signal
$BMRI
Haka 5075++? DYOR
Buy 1: 5050
Buy 2: 5000
CL <: 4900
TP 1: 5200
TP 2: 5375
Arah Trend: ⏩ Sideways
Validasi Teknis : 🛡 Support Defense
Rec: ✅ Hold
$BRPT
Haka 3190++? DYOR
Buy 1: 3180
Buy 2: 3100
CL <: 3000
TP 1: 3300
TP 2: 3530
Arah Trend: ⏩ Sideways
Validasi Teknis : 🩸 Tekanan Jual Tinggi
Rec: ⚠️ Siap CL / 🚫 Avoid / 👁️ WNS
$ENRG
Haka 1640++? DYOR
Buy 1: 1590
Buy 2: 1560
CL <: 1520
TP 1: 1700
TP 2: 1750
Arah Trend: 💹 Uptrend
Validasi Teknis : 🏆 Rally berlanjut
Rec: ✅ Hold
Ini hanya membantu yang sudah pegang posisi dan ingin BEP / tidak CL dalam / TP tipis.
Disarankan ambil TP1 untuk yang punya barang di bawah, guna amankan modal.
Bukan ajakan jual/beli. DYOR sesuai profil risiko masing-masing.
CMIIW
Global Equity Return Composition menurut JP Morgan Asset Management
2025 adalah tahun kejayaan Eropa dan Emerging Market. Namun Emerging Market terlihat lebih sehat return-nya karena primary drivernya masih earnings. Bandingkan dengan Eropa dan China, di mana main driver return-nya adalah multiple expansion. Bahkan Eropa juga diuntungkan banyak oleh faktor mata uang.
Mudah-mudahan 2026 giliran Emerging Market yang mendapatkan multiple expansion dan currency benefit.
$BMRI $BUMI $DEWA

SAHAM : $RATU
HARGA SAAT INI : 9.675
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Konsolidasi sehat setelah kenaikan, struktur masih aman selama support kunci terjaga
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 9.300 – 9.450
- Support Kunci : 9.000
- Resistance 1 : 10.200
- Resistance 2 : 10.800 – 11.200
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume cenderung muncul saat koreksi → indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 9.000 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 9.675
- Stop Loss : 9.000 (±7,0%)
- Target Swing : 11.000 (±13,7%)
- Risk : Reward : 1 : 2,0 → LAYAK
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten hulu migas dengan eksposur lapangan Cepu
- Sensitif terhadap harga minyak & realisasi produksi
- Cocok untuk swing hingga mid-term dengan disiplin stop loss
AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/kompas_saham
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
RATU layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 9.000.
Peluang kenaikan ke area 10.200–11.000 masih terbuka dengan risiko terukur.
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
$BBRI $BMRI
izin mau nanya dong kalau $BMRI itu bagi dividen cara ngeliatnya gmn ya? sama kalau beli tanggal brp maximal biar dapet dividennya?
Kemarin 4 bank besar dibuang foreign, secara trend foreign buang barang paling besar $BBRI, $BBCA, BBNI juga masih dibuang tp ga semasif BBRI, $BMRI secara trend foreign flow malah dibeli terus jika dijual itu jualannya sedikit sekali, short term BMRI akan outperform 3 bank lainnya, BBRI masih nunggu foreign netbuy, walaupun harga udah mulai menarik, target tetap sama beli BBRI dibawah 3600

$BBCA
Mending nyicil lot saham di $BBCA atau $BMRI yah bang ? Gua pemula. Mohon panduannya terimakasih
$BMRI $BBRI $BBNI
salut pak Pur baru kali ini denger pejabat mengakui kegagalan
gagal ya gagal atur ulang strategi lagi
bukan malah ngeles

Emiten di MSCI Indonesia Global Standard (Nov 2025):
Bank Central Asia $BBCA
Bank Rakyat Indonesia $BBRI
Bank Mandiri $BMRI
Telkom Indonesia TLKM
Astra International ASII
Dian Swastatika Sentosa DSSA
Amman Mineral Internasional AMMN
Barito Pacific BRPT
Chandra Asri Pacific TPIA
Bank Negara Indonesia BBNI
GoTo Gojek Tokopedia GOTO
Petrindo Jaya Kreasi PTRO
Sumber Alfaria Trijaya AMRT
Charoen Pokphand Indonesia CPIN
Indofood Sukses Makmur INDF
United Tractors UNTR
Barito Renewables Energy BREN
Bumi Resources Minerals BRMS
$DEWA hold 3-6 bulan aja. Masuk MSCI lepas..
Kalau mau yang santai, masukin $BMRI estimasi dividen 9%, tidur lebih nyenyak..
$BMRI para suhu izin nanyaa apakah hari Senin tgl 05 January masih sempat dapat dividen lagi gk ya kalo dpt masuk??
izin nanya para suhu
Koq masih ada yg mikir Handoko Tanuadji di insider $AEGS beda ama yg d $ATIC ya. tinggal di klik aja insider nya, trs di klik lg namanya kan kluar itu saham2 yg dipunya ama Handoko Tanuadji apa aja. Sesimple itu sih.
Tp jgn ekspetasi tinggi udah ga sampe 5% kepemilikan beliau d situ. Dan lagi Titan grup masih ada kasus utang ama $BMRI lho yaaa... Custodian nya lbh menarik sih kata sy drpd si Handoko sendiri di AEGS.
Yg dapet jaring 🕸 kmrn hold aja udah susah rugi harga segitu.