4,760

-50

(-1.04%)

Today

104.7 M

Volume

128.75 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI $BBRI $CDIA sedang menunggu keajaiban di 3 saham ini yg entah kapan bakalan naik nya. aku yakin suatu saat pasti naik tapi ntah kapan waktu yg akan menjawab

kenaikan $IHSG untuk saat ini belum ada kepastian ekonomi Indonesia secara nyata, menurutku pergerakan sebenarnya ada pada saham big bank😂 my opinion aja, kalian sependapat gk?

$BMRI $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INPS Perusahaan Swasta Rasa BUMN

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

INPS ini memang bukan BUMN tapi kalau lihat gelagatnya malah lebih BUMN dari BUMN. Bukan karena kepemilikannya, tapi karena darah yang mengalir di bisnisnya itu darah BUMN, sumber barangnya BUMN, aliran uangnya lewat BUMN, dan kalau salah langkah ada bayangan risiko hukum yang nuansanya beda dibanding bisnis swasta biasa. Banyak emiten swasta bisa ganti pemasok, ganti bank, ganti kontrak, lalu hidup lagi. INPS tidak punya kemewahan itu, karena model bisnisnya seperti bergantung pada satu jantung, dan jantung itu namanya Pertamina. Jadi kalau investor menilai INPS pakai kacamata emiten logistik biasa, investor bakal salah fokus, karena INPS ini lebih mirip operator yang harus menjaga hubungan dengan negara seperti menjaga izin hidup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari data yang ada, ekosistem bisnis INPS memang berwarna BUMN. INPS mengakui principal tunggal untuk BBM, elpiji, dan pelumasnya adalah Pertamina, dan ketergantungannya disebut mencapai 60% sampai 70% dari total pendapatan. Jadi kalau hubungan itu terganggu, operasional bisa berhenti, bukan sekadar turun margin.

Di sisi perbankan, Bank Mandiri $BMRI berperan sebagai banker utama, penyimpan kas utama, sekaligus pemberi fasilitas kredit modal kerja terbesar, bahkan operasional perbankan grup disebut hampir seluruhnya melalui rekening cabang Bank Mandiri. Polanya jadi terasa seperti perusahaan swasta yang hidup di jalur pipa BUMN, satu sisi pipa suplai energi, sisi lain pipa transaksi dan kredit, sehingga prioritas utama manajemen secara naluriah adalah menjaga pipa itu tetap lancar.

Bagian yang bikin cerita ini terasa seperti skenario yang sangat rasional, bahkan kalau terdengar sinis, adalah episode takeover tahun 2016. Di sana terlihat bagaimana risiko bisa dipindahkan dari BUMN ke swasta dengan cara yang rapi. $BBCA Syariah sebagai bank swasta memberikan fasilitas pembiayaan yang secara spesifik ditujukan untuk mengambil alih sisa utang angsuran di Bank Mandiri. Dampaknya jelas, Bank Mandiri menerima pelunasan penuh saat itu juga, posisi Bank Mandiri aman, sedangkan risiko gagal bayar masa depan pindah ke BCA Syariah. Lalu pada 2023, yang akhirnya mengikhlaskan utang adalah BCA Syariah, pokok Rp16,64 miliar dan bunga atau margin Rp27,90 miliar, total Rp44,54 miliar. Secara angka, ini terlihat seperti pengorbanan kreditur swasta, tapi secara struktur, ini juga terlihat seperti upaya mengunci supaya ekosistem BUMN tidak menjadi pihak yang menanggung luka paling dalam. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di titik ini, argumen tentang risiko merugikan negara menjadi terasa logis kalau investor melihat syarat formal di Anggaran Dasar INPS. Di dalam Anggaran Dasar, ada ketentuan bahwa seseorang dilarang menjadi Direktur atau Komisaris jika dalam 5 tahun sebelumnya pernah dihukum karena tindak pidana yang merugikan keuangan negara. Ketentuan seperti ini membuat manajemen secara rasional akan sangat alergi pada skenario yang bisa ditafsirkan sebagai merugikan BUMN, karena BUMN bisa membawa konsekuensi sosial, administratif, dan hukum yang lebih berat daripada sekadar sengketa perdata biasa.

Di dalam logika ini, gagal bayar ke Bank Mandiri berpotensi memunculkan framing merugikan keuangan negara, sedangkan restrukturisasi atau penghapusan utang dengan bank swasta lebih mudah diposisikan sebagai risiko bisnis dan negosiasi perdata. Ini bukan soal baik atau buruk, ini soal insentif. Investor yang paham insentif biasanya lebih cepat mengerti kenapa sebuah perusahaan memilih menyelamatkan jalur tertentu terlebih dahulu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang menarik, saat kondisi perusahaan memburuk, pola bantuan yang muncul lagi-lagi bernuansa BUMN. Ketika INPS sudah berada pada titik defisiensi modal Rp29,87 miliar dan defisit akumulasi Rp212,45 miliar, ada restrukturisasi dari PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA, yang juga entitas BUMN, termasuk skema Tranche II atas utang denda yang bisa dihapus jika perusahaan patuh membayar pokok utang sesuai ketentuan. Secara psikologis, ini menguatkan kesan bahwa ketika perusahaan berada di tepi jurang, jalur yang dicari untuk menahan jatuhnya justru jalur institusional, bukan sekadar cari kreditur swasta baru. Ini membuat INPS terlihat seperti perusahaan yang hidup di orbit negara, walaupun bukan milik negara.

Jadi jelas ada ketergantungan pendapatan 60% sampai 70% ke Pertamina. Ada Bank Mandiri sebagai pusat kas dan kredit modal kerja. Ada takeover yang mengalihkan eksposur dari Mandiri ke BCA Syariah, lalu terjadi penghapusan utang total Rp44,54 miliar pada 2023 yang membuat kreditur swasta menjadi pihak yang menelan pil pahit. Ada pula kondisi neraca yang berat, defisiensi modal Rp29,87 miliar dan defisit Rp212,45 miliar, yang membuat kebutuhan restrukturisasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Dalam situasi seperti ini, manajemen biasanya berpikir seperti operator utilitas, bukan seperti pedagang biasa. Prioritasnya adalah menjaga aliran, menjaga lisensi sosial, menjaga hubungan institusional, baru setelah itu bicara ekspansi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi ketika dikatakan bahwa INPS lebih BUMN dari BUMN, itu sebenarnya komentar tentang struktur ketergantungan dan struktur risiko, bukan komentar tentang status kepemilikan. Perusahaan ini seperti bisnis swasta yang menjalankan tugas vital di lapangan, tapi berada di koridor yang membuat ruang manuvernya diatur oleh dua hal yang sangat BUMN, sumber energi dan sumber kredit. Dalam koridor seperti ini, keputusan paling rasional adalah melindungi pihak yang kalau sampai rugi bisa membawa dampak jauh lebih berat, dan jika harus ada pihak yang berkorban, biasanya yang dipilih adalah pihak swasta yang konsekuensi hukumnya lebih masuk ranah perdata. Investor boleh tidak suka, tapi sebagai analisis insentif, polanya nyambung dan konsisten dengan data yang investor pegang.

Pertanyaan utamanya adalah kok bisa BUMN bahu membahu mencoba menyelamatkan INPS? 🤔
Ada apa di INPS sehingga BUMN seperti Pertamina, Bank Mandiri hingga PPA coba membantu INPS? 🤔

Apakah ada bakwan di balik udang? 😌

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes

tenang asing masih hold di 4800an, distribusi kecil itu $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tentang kebijakan MSCI baru:
https://cutt.ly/ptja7WAB

$BBRI $BBCA $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Menari di Atas Puing Geopolitik

Dunia sedang tidak waras dan harga $XAU adalah buktinya. Melihat harganya yang melonjak melewati angka empat ribu empat ratus dolar per troy ounce rasanya seperti melihat alarm kebakaran yang terus berbunyi tanpa henti. Semua orang mendadak ketakutan gara gara Amerika mulai main tangan di Venezuela awal Januari ini yang bikin pasar minyak panas dingin. Tapi anehnya saat saya membaca laporan ekonomi terbaru kita seolah sedang berada di dimensi lain yang tenang dan penuh optimisme. Ada angka pertumbuhan lima koma empat persen yang dipajang dengan sangat percaya diri untuk tahun dua ribu dua puluh enam ini. Rasanya seperti sedang menonton tetangga bertengkar hebat di luar sana sementara kita sendiri sibuk merapikan taman depan rumah dengan harapan tidak ada pot yang pecah kena lemparan batu.

Saya agak sulit mencerna bagaimana kita bisa begitu yakin dengan angka pertumbuhan setinggi itu saat Tiongkok yang merupakan pelanggan terbesar kita sedang lesu parah. Ekspor kita ke sana merosot tujuh persen lebih dan harga komoditas andalan seperti sawit atau batu bara juga sedang tidak baik baik saja dengan penurunan belasan persen. Narasi tentang surplus perdagangan yang sudah bertahan enam puluh tujuh bulan berturut turut itu sebenarnya punya sisi gelap yang jarang dibahas secara jujur. Kita terlihat surplus bukan karena jualan kita sedang hebat tapi karena kita sedang ngerem belanja barang dari luar. Ini seperti merasa tabungan aman hanya karena kita berhenti jajan padahal pendapatan pokok kita sebenarnya sedang dipotong oleh keadaan. Ada bias narasi yang coba dijual bahwa kita baik baik saja padahal kita hanya sedang bertahan dengan cara yang sangat pasif.

Lalu ada urusan inflasi yang dipatok di angka dua koma enam persen tahun ini. Kedengarannya memang manis di telinga tapi kalau kalian sering mampir ke minimarket atau bayar tagihan bulanan pasti tahu ada yang tidak sinkron antara angka statistik dengan kenyataan di rak toko. Kenaikan harga bensin nonsubsidi dan biaya perawatan diri pelan pelan mulai menggerus daya beli yang sebenarnya sudah terasa pas pasan sejak akhir tahun lalu. Bank Indonesia memang masih berusaha menahan suku bunga di angka empat koma tujuh puluh lima persen supaya Rupiah tidak makin babak belur melewati angka enam belas ribu per dolar Amerika. Ini adalah upaya mati matian menjaga wajah ekonomi kita tetap terlihat cantik di mata investor asing saat dunia luar sedang penuh asap dan ketidakpastian.

Hal yang paling menggelitik adalah bagaimana kita melihat krisis di Venezuela ini sebagai peluang terselubung. Jika Amerika berhasil mempercepat produksi minyak di sana mungkin harga energi global bisa melandai dan beban subsidi kita berkurang di masa depan. Tapi itu adalah sebuah kemungkinan yang sangat besar risikonya. Untuk saat ini satu satunya hal yang membuat saya sedikit lega adalah melihat angka impor barang modal yang naik hampir tiga puluh persen. Setidaknya masih ada pengusaha yang cukup berani beli mesin baru dan berharap pabrik mereka tetap berputar meskipun permintaan dari luar negeri sedang suram. Ini adalah taruhan besar pada konsumsi domestik yang selama ini selalu jadi penyelamat kita di saat saat genting.

Intinya semua ini soal seberapa kuat kita bisa menahan napas di bawah tekanan global. Kita sedang mencoba menjadi pulau stabilitas di tengah samudera yang sedang mengamuk hebat. Apakah kita benar benar kuat atau hanya sedang beruntung karena badainya belum sampai ke sini adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Pasar mungkin bisa dibumbui dengan narasi manis dan angka proyeksi yang memukau tapi realitas ekonomi tidak pernah bisa dibohongi selamanya. Kita tinggal menunggu apakah stabilitas ini akan bertahan sampai perayaan Imlek dan Lebaran nanti atau kita harus mulai bersiap dengan skenario yang lebih pahit saat peluru geopolitik benar benar mulai menghantam fondasi ekonomi kita secara langsung.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

$ADRO $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@SYUHAE1 MG psikopat njir, normalnya mah jual cicil biar harga stabil (harga jual di harga yang diinginkan) ini mah jual sekaligus ngeguyur sampe turun beberapa tik....

Emiten langganan pengguyuran $DEWA $BUMI $BMRI dll, ritel sebaiknya jangan gegabah 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

th 2030
mungkin $BMRI bisa kembali ke 7000

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI $INET $TAPG ancur sehancur2nya sodare
ritel perlu CL 🗿

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kasih permen dulu buat holder bank
Outlook 2026 - Banking & Insurance

$BBNI $BMRI $BBNI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) mengumumkan bahwa perseroan telah melakukan pelunasan  terhadap pokok obligasi Berkelanjutan I KETR tahun 2020 seri B senilai Rp168 miliar.
Ikhsan Triyanto, Sekretaris Perusahaan KETR dalan pengumuman, Jumat 9 Januari 2026 m...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

kebanyakan liat orang pamer cuan . shingga emosi meledak saat emiten kpunyaan sdang FL 😁

sabar2 . smngat sllu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

menyikapi market yang seperti ini bagaimana?
-> cari emiten yang ROE tinggi, harga nya dibawah MA 200.
beli terus simpan. atau kalau ngga tunggu rilis Q4 2025.

random aja
$BBRI
$BMRI
$BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ZeccaIndonesia coba ss performance lu om, jangan ss porto. bingung kalau kelihatan cuma unrealized loss saja

$BBRI $BMRI $AADI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yang ngajarin suruh CL CL beli saham gorengan trading, beli ini tu kenapa merah DLL kayak uda profesional jago trading 😅 di cek akun nya masih rata rata belum setahun 😅 lebih bijak pemula pahami gaya investasi yang uda kenal asam manis garam.

Market lagi uptrend, kalau downtrend main gorengan kena banting ARB gak bisa CL baru tahu pahitnya 🙏

Random $BBCA $BMRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sori lupa foto ini hasil rupslb $BBTN kmrn

$BMRI $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI turun yuk sampe 4300

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG naik tipis 0,13% atau 11,28 poin ke level 8.936 pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (9/1). Harga saham dua emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah direstrukturisasi  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan  PT Krakatau steel Tbk (KRAS) semringah...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI kunci nya adalah sabar, tapi lupa naro nya dmna, 😅 , di cari kolong kasur dibawah rak piring juga ga ada

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI $BMRI $BBNI
yg mau jual/TP silahkan, yg mau hold jg silahkan, klo pribadi yg niat investing ya tambah terus lah apalagi chance turun gini, yakali di sia2in nambah lot🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI Kunci Investasi Saham Sabar,Nunggu sampai 6500 💫

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI makin turun makin di cicil lah.. gila kali dah di kasih diskon.masa ngk mau masuk 😁

$BMRI coreksi sebelum deviden final

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Besok tanggal 10 Januari 2026, adalah tanggal yg baik buat kita berdoa agar Tuhan menunjukkan KuasaNya terhadap Jokowi. Tanggal yg baik buat keadilan datang ke Jokowi dan keluarga nya.

Semoga Tuhan segera memulihkan Indonesia.
Semoga besok Tuhan melaknat pejabat dan pengusaha zholim korup… AMIN

God Bless Indonesia

$SMGR
$BBRI
$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI ni big bang jangan dulu beli kayaknya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI makin turun makin cicil sambil nunggu deviden masuk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI 4760 sdh boleh masuk ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saatnya narik saldo dari bank-bank ampas Himbara 👎🏻

$BBNI $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI parah bro 2026 juga bukan tahunnya big bank keknya.. 1 haripun ga dikasih hijau wkwkwk.

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy