


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
$BBCA dan Mandiri Masih Jadi Bank Terbaik di LK Full Year 2025 (BBRI Belum Rilis LK Full Year 2025, Jadi Jangan Tanya di Mana BBRI)
Sudah ada banyak bank yang rilis LK Full Year 2025. Kalau lihat data yang ada, masih belum ada yang berhasil mengalahkan laba BBCA. Bank swasta juga masih unggul dalam kualitas mesin laba inti dan struktur dana murah yang sulit ditiru. Dari 10 bank yang sudah rilis LK ini, pola yang muncul sangat jelas, siapa yang tumbuh karena operasional inti, siapa yang tumbuh karena efisiensi provisi, dan siapa yang terlihat tumbuh tetapi membawa beban risiko ke periode berikutnya. Jadi fokus investor sebaiknya bukan hanya siapa paling kencang naik, tapi siapa yang paling tahan kalau kondisi bunga, likuiditas, dan kualitas kredit berubah. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dibaca sebagai perbandingan lintas bank, ada empat metrik yang paling menentukan hasil akhir, yaitu NPL (non-performing loan) gross, CASA (current account savings account) ratio, pertumbuhan kredit, dan CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) coverage. NPL gross memotret tekanan kualitas aset saat ini, CASA memotret kekuatan franchise pendanaan murah, pertumbuhan kredit memotret agresivitas ekspansi, dan CKPN coverage memotret seberapa tebal bantalan jika kualitas aset memburuk. Masalahnya, tidak ada bank yang menang mutlak di semua metrik, sehingga interpretasinya harus berbasis kombinasi, bukan satu angka. Itulah sebabnya BBCA dan $BMRI Mandiri terlihat elit, tetapi alasannya berbeda, BBCA unggul ekstrem di pendanaan murah, Mandiri unggul kuat di kualitas kredit dan tetap growth cepat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Secara statistik, data di LK juga memberi gambaran statistik yang jelas. Rata-rata NPL gross 10 bank ada di 1,99% dengan median 1,87%, jadi mayoritas masih di zona relatif sehat, tetapi rentangnya lebar dari 1,13% sampai 3,08% yang menandakan gap kualitas aset antar bank cukup nyata. Rata-rata CASA ratio ada di 55,07% dengan median 59,06%, dan rentangnya sangat lebar dari 25,9% sampai 84,22%, ini menunjukkan kekuatan dana murah memang sangat timpang antar pemain. Rata-rata pertumbuhan kredit ada di 8,54% dengan median 8,73%, artinya pertumbuhan sektor masih ada, hanya ritmenya berbeda dari sangat agresif sampai sangat konservatif. Rata-rata CKPN coverage 183,72% dengan median 188,60% juga menegaskan bahwa bantalan risiko dibentuk oleh karakter portofolio dan gaya manajemen risiko masing-masing bank, bukan sekadar ukuran bank.
Kualitas laba menjadi pembeda paling penting dalam membaca makna angka. BBCA dan Mandiri terlihat paling sehat karena struktur laba lebih dominan dari NII (net interest income) dan fee-based income yang berulang, sehingga kualitas laba lebih tahan terhadap perubahan sentimen pasar. Di sisi lain, Mega dan $BTPS perlu dibaca lebih hati-hati karena ada sinyal laba yang terdorong faktor yang kurang berulang seperti trading gain atau penurunan beban provisi, sementara tekanan di sisi pendapatan inti atau restrukturisasi tetap muncul. OCBC juga masuk kategori yang perlu dibaca lebih detail karena pemulihan provisi bisa membantu laba jangka pendek, tetapi tidak otomatis berarti mesin pendapatan inti sedang kuat. BSI dan Permata justru menarik karena menunjukkan ketahanan dengan jalur berbeda, BSI lewat pertumbuhan dan fee digital, Permata lewat bantalan cadangan tebal dan perbaikan struktur dana meski yield kredit tertekan.
Dari data LK Full Year 2020, BBCA dan Mandiri tetap kelas elit, BSI paling menarik sebagai penantang seimbang, lalu BNI, Danamon, dan Permata masuk kelompok peluang dengan trade-off yang berbeda-beda. BTN, Mega, BTPS, dan OCBC lebih cocok dibaca sebagai cerita eksekusi spesifik, jadi investor perlu disiplin membaca kualitas aset, sumber laba, dan sensitivitas biaya dana, bukan hanya headline pertumbuhan atau headline laba. Intinya, data ini tidak bilang siapa bank terbaik untuk semua kondisi, tetapi sangat membantu membaca bank mana yang defensif, mana yang agresif, mana yang sensitif terhadap bunga, dan mana yang butuh verifikasi kualitas laba lebih ketat sebelum investor ambil posisi.
🏦 Peta besar 10 bank FY 2025
🔹 BBCA tetap benchmark laba dan kualitas franchise
🔹 Mandiri sangat layak diposisikan setara elit dengan BBCA
🔹 BSI paling seimbang di luar dua raksasa
🔹 BNI paling agresif dalam ekspansi kredit
🔹 Mega dan BTPS paling rawan salah tafsir kalau hanya lihat headline laba
🛡️ NPL gross terbaik ada di Mandiri 1,13%
⚠️ NPL gross tertinggi ada di BTN 3,08%
🧠 Maknanya, kualitas aset terbaik ada di Mandiri, tekanan kualitas aset paling berat ada di BTN
💧 CASA ratio terbaik ada di BBCA 84,22%
⚠️ CASA ratio terendah ada di BTPS 25,9%
🧠 BBCA punya struktur dana termurah dan paling kuat menopang margin
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🚀 Pertumbuhan kredit tertinggi ada di BNI 15,95%
🐢 Pertumbuhan kredit terendah ada di OCBC 1,7%
🧠 Maknanya, BNI paling ekspansif, OCBC paling konservatif
🛟 CKPN coverage tertinggi ada di BTPS 328,7%
⚠️ CKPN coverage terendah ada di Mega 72,6%
🧠 Maknanya, BTPS punya bantalan sangat tebal, Mega bantalan relatif tipis dan perlu dicermati bersama kualitas aset
📈 NPL
📍 NPL gross rata-rata 1,99%
📍 NPL gross median 1,87%
📍 NPL gross rentang 1,13% sampai 3,08%
📍 Gap kualitas aset antar bank cukup lebar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📍 CASA rata-rata 55,07%
📍 CASA median 59,06%
📍 CASA rentang 25,9% sampai 84,22%
📍 Gap kekuatan dana murah sangat ekstrem
📍 Pertumbuhan kredit rata-rata 8,54%
📍 Pertumbuhan kredit median 8,73%
📍 Pertumbuhan kredit rentang 1,7% sampai 15,95%
📍 Ada bank yang mengejar volume, ada yang menjaga kualitas dan likuiditas
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📍 CKPN coverage rata-rata 183,72%
📍 CKPN coverage median 188,60%
📍 CKPN coverage rentang 72,6% sampai 328,7%
📍 Coverage harus dibaca bareng NPL, Stage 2, restrukturisasi, dan sumber laba
🏅 Bank Unggulan
👑 BBCA
💰 CASA 84,22% membuat biaya dana sangat murah
🧱 Struktur laba lebih berulang dan defensif
🛡️ Cocok untuk investor yang cari kualitas dan stabilitas
🔥 Mandiri
✅ NPL gross 1,13% paling rendah
📈 Pertumbuhan kredit 13,97% tetap tinggi
⚙️ Kombinasi kualitas aset dan eksekusi growth sangat kuat
🌱 BSI
📈 Pertumbuhan kredit 13,21% kuat
🛟 Coverage 190,9% masih solid
📱 Fee digital tumbuh kuat dan menopang kualitas laba
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🎯 Bank Medioker
🚀 BNI
📈 Kredit tumbuh 15,95% paling tinggi
💧 CASA 69,75% kuat
⚠️ Risiko kualitas aset perlu dipantau karena sinyal tekanan kredit dan Stage 2 meningkat
⚠️ Risiko konsentrasi dana institusi juga perlu diperhatikan
⚖️ Danamon
📉 NPL gross 1,64% masih baik
🛒 Potensi menarik jika bunga turun karena biaya dana bisa turun lebih cepat
⚠️ LDR (loan to deposit ratio) 115% membuat ruang likuiditas lebih ketat
🧱 Permata
🛟 CKPN coverage 260% sangat tebal
💧 CASA 63,8% sudah cukup bagus
⚠️ Yield kredit turun menekan margin, jadi kunci ada di efisiensi dan repricing
🚨 Bank Lampu Kuning
🏠 BTN
📈 Pertumbuhan kredit 11,9% cukup tinggi
⚠️ NPL gross 3,08% tertinggi di sampel
⚠️ Stage 2 tinggi membuat risiko provisi ke depan lebih sensitif
🎲 Mega
📈 Laba terlihat naik
⚠️ Ada ketergantungan pada trading gain one-off
⚠️ CASA 27,02% rendah, artinya struktur dana mahal dan sensitif terhadap cost of fund
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧪 BTPS
🛟 Coverage 328,7% sangat tebal
⚠️ CASA 25,9% sangat rendah
⚠️ Restrukturisasi naik 309% membuat investor perlu lebih hati-hati membaca kualitas pertumbuhan laba
✅ NPL rendah ditambah CASA tinggi biasanya berarti bank lebih tahan menjaga margin dan kualitas laba
⚠️ Growth kredit tinggi tanpa kontrol kualitas aset bisa berubah jadi beban provisi di periode berikutnya
⚠️ Coverage tinggi tidak otomatis paling aman, bisa juga tanda portofolio memang berisiko dan butuh bantalan besar
✅ Laba dari operasional inti lebih bernilai daripada laba dari faktor non-berulang
⚠️ Likuiditas longgar bagus untuk keamanan neraca, tetapi bisa menekan NIM (net interest margin) jika terlalu banyak parkir di surat berharga
🔮 Skenario potensi ke depan
📉 Jika suku-bunga turun
✨ Permata dan Danamon berpotensi lebih menarik karena biaya dana bisa turun dan margin bisa melebar
🙂 Mega dan BTPS bisa ikut terbantu dari sisi biaya dana, tetapi kualitas aset tetap penentu utama
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📌 Jika suku-bunga tetap tinggi
🛡️ BBCA dan Mandiri cenderung paling tahan karena basis CASA tinggi
⚠️ Bank dengan deposito dominan lebih rentan tertekan NII
📉 Jika ekonomi melambat
🔍 Fokus pasar pindah ke kualitas aset dan kualitas laba
⚠️ Bank dengan Stage 2 tinggi, NPL naik, atau laba non-inti dominan berisiko ditekan valuasi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
👑 BBCA masih benchmark laba dan kualitas franchise
🛡️ Mandiri adalah penantang elit paling kuat dengan kombinasi growth dan kualitas aset
🌱 BSI paling menarik sebagai kombinasi growth dan disiplin risiko di luar dua raksasa
⚖️ BNI, Danamon, dan Permata menarik dalam skenario yang tepat, tetapi trade-off risikonya wajib dipahami
🚨 BTN, Mega, dan BTPS wajib dianalisis lebih dalam pada kualitas aset dan kualitas laba sebelum investor mengambil keputusan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Msci siap masuk besok senin... Kemungkinan gak si gorengan yah. Tp si komo dan basic ind.
Random
$IHSG $BMRI $BBCA

$BMRI $IHSG
🔵 Kinerja Lapkeu January 2025 - 2026 - Naik 16%
🔵 MSCI Mensetujui Proposal Reformasi BEI
🔵 Perang Dagang Trump Dibatalkan MA
Sudah tau kan market kearah mana?

SAHAM : $WAPO
HARGA SAAT INI : 179
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham small cap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak di area konsolidasi setelah tekanan turun. Struktur belum membentuk uptrend sehat dan rawan false breakout, sehingga swing bersifat spekulatif dan wajib disiplin risk.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 170
- Support Kunci : 155
- Resistance 1 : 195
- Resistance 2 : 215
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Fluktuatif dan relatif tipis
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 155 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 179
- Stop Loss : 150
- Target Swing : 205
- Risk : Reward : ±1 : 0,9 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap sektor consumer/F&B, sensitif terhadap daya beli dan sentimen pasar
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term defensif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- WAPO hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 155
- Target area 195–215, risiko tinggi jika breakdown 155
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$FUTR $BMRI
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Update kinerja bank
LK 2025 : $BDMN
Januari 2026 : $BMRI , $BJTM
Cerita nyata, semoga bermanfaat :
Saya pergi shalat ke masjid, dengan berbeda hari, dan mendapatkan pengalaman :
1. Memakai kaos yang pantas
Ucapan manusia : kamu ga da baju yang lebih rapih lagi, kemeja atau baju koko?
2. Memakai kemeja lengan panjang
Ucapan manusia : mau kemana bro, udah kerja sekarang?
3. Memakai baju koko dan peci
Ucapan manusia : weis , udah jadi ustad sekarang....
4. Memakai jaket dan sarung
Ucapan manusia : bro, pergi ke masjid pakai baju yang pantas dong
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mencari ridha Allah walau manusia membencinya, maka Allah akan mencukupinya dari manusia. Dan barang siapa mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia.”
(HR. Tirmidzi)
Pesan : Fokuslah pada ridha Tuhan, bukan tepuk tangan manusia. Serta jauhilah "RIBA"

$BMRI, harga wajarnya. 5600.
$BBCA harga Wajar nya 10.000.
$BBRI harga wajarnya 4500.
perlu di ingat terkadang harga saham tidak sesuai harga wajarnya atau sedikit dibawah harga wajarnya agar pembagian deviden bisa lebih besar.
contoh BBCA bisa saja nanti harganya naik ke 8000 tapi pembagian deviden dibesarin + Buyback .
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $FOLK (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 675
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 650 – 700
- Stoploss: < 620
- TP1: 750
- TP2: 820 – 900
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing FOLK masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 600 – 620
- Stoploss: < 560
- TP1: 700
- TP2: 780 – 900
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 720 dengan volume besar
- Stoploss: < 650
- TP1: 820
- TP2: 950 – 1050
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 720 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 600 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
$BMRI $ASHA
@FazaGood wah bukan $SUPA paman, sektor banking cuman pegang 2 di porto ini. Selain itu lebih ke sektor komoditas dan infrastruktur IT maupun manufaktur..
Random tag
$BMRI $WIFI
SCALPING $ASPR (151)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (147 – 155)
Take Profit 1 (TP1) 158
Take Profit 2 (TP2) 166
Zona Stoploss (< SL) 140
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (149)
Risiko (Risk)
Entry 149 → Stoploss 140
Risiko = 9 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 9 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 17 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,9
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti $BMRI $RATU ,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
ANALISA SAHAM $PTPS
Harga Sekarang: Rp 196
Zona Area Beli Aman:
Rp 185 – 190
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 178
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 205 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 205 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 220
• TP2 = Rp 240 – 260
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 185, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor konstruksi/engineering, pergerakan agresif dan sensitif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $ESSA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Ini adalah hasil analisa bandarmology $BMRI yang diambil dari https://cutt.ly/qtQSRsj3
Analisis Faktor Kunci:
Smart Money Flow (Asing): BEARISH KUAT. Aliran modal asing menunjukkan distribusi (selling) yang sangat dominan. Broker asing terbesar (ZP, BK) adalah penjual utama, dengan total penjualan bersih asing jauh melebihi pembelian. Pembeli asing (RX, YU) tidak cukup signifikan untuk menahan tekanan jual. Ini adalah sinyal peringatan utama.
Aktivitas Pemerintah & Lokal (Insider/Institusi Domestik): BULLISH. Pihak domestik, terutama broker pemerintah (NI, DX) dan lokal (BB, XL, SQ), bertindak sebagai penyerap (net buyer) yang agresif. Mereka membeli dalam volume besar di tengah gempuran jual asing, menunjukkan keyakinan pada fundamental saham atau adanya dukungan likuiditas domestik.
Momentum & Tekanan Pasar: BEARISH dalam jangka pendek. Indikator bandarmology seragam negatif: "Big Dist" pada akumulasi/distribusi (accdist) untuk rata-rata, top3, dan top5. Net flow uang (amount) negatif Rp 1.066 Triliun (-35.2%). Meski jumlah buyer (48) > seller (40), kekuatan jual (value) jauh lebih terkonsentrasi dan besar, didominasi oleh beberapa broker besar.
Interpretasi & Skenario:
Narasi yang terbentuk adalah "Perang Likuiditas" atau "Transfer Kepemilikan". Skenario yang paling mungkin adalah institusi asing sedang melakukan profit taking atau realokasi portofolio secara besar-besaran dari BMRI. Penjualan mereka terstruktur dan masif (lihat CC, ZP, BK).
Di sisi lain, institusi domestik (pemerintah dan lokal) dengan percaya diri membeli saham-saham yang dilepas asing. Ini bisa diinterpretasi sebagai:
Dukungan strategis dari pihak domestik yang melihat harga sudah menarik (value buying).
Pergantian kepemilikan dari pemain jangka pendek (asing) ke pemain jangka panjang (domestik).
Perang sinyal ini menciptakan tekanan jual di pasar (sehingga harga cenderung turun atau tertekan), namun diikuti oleh bid (permintaan beli) yang kuat di bawahnya. Jika pembeli domestik kehabisan daya serap, harga berpotensi koreksi lebih dalam. Namun, jika mereka konsisten menahan dan asing berhenti menjual, harga bisa menemukan dasar yang kuat.
Kesimpulan & Rekomendasi:
Sinyal Utama: NEUTRAL-TO-BEARISH (Konflik Sinyal Tinggi). Sinyal teknis dan aliran asing sangat bearish, namun aksi beli institusi domestik memberikan pondasi support yang kuat.
Strategi Investor Existing: HOLD dengan batas stop loss. Jika Anda investor jangka panjang dan percaya pada fundamental BMRI, aksi beli domestik bisa menjadi penahan. Namun, awasi jika tekanan jual asing berlanjut. Pertimbangkan untuk averaging down hanya jika sinyal jual asing mulai mereda.
Strategi Calon Investor: WAIT & WATCH / BUY ON WEAKNESS dengan skala bertahap. Jangan terburu-buru masuk. Tunggu konfirmasi bahwa tekanan jual asing telah berkurang atau habis. Bisa mulai akumulasi porsi kecil di area support teknis jika dibarengi dengan volume beli domestik yang masih solid.
Level Kunci:
Resistance: Area di sekitar harga rata-rata beli asing (Rp 4,800 - Rp 4,900).
Support: Area di sekitar harga rata-rata beli domestik (Rp 4,700 - Rp 4,800). Perhatikan aksi broker pemerintah (NI, DX) sebagai penahan utama.
Risiko Utama: Kelanjutan gelombang jual asing yang bisa mengikis kepercayaan dan melibas bid domestik.
Peluang: Terbentuknya base (dasar) yang kuat setelah proses distribusi asing selesai, yang bisa menjadi awal rally berikutnya yang didorong pemain domestik.
1/4




Mau muji saham bank tapi em 😭
SHARPE RATIO
Sharpe Ratio: Indikator untuk mengukur efisiensi investasi dengan membandingkan imbal hasil ekstra (excess return) terhadap volatilitas (risiko). Angka ini menunjukkan berapa persen keuntungan tambahan di atas aset tanpa risiko untuk setiap 1% gejolak harga yang ditanggung.
Risk-Free Rate: Mengacu pada aset tanpa risiko gagal bayar. Berdasarkan data per 21 Februari 2026, instrumen ritel terbaru adalah ORI029 dengan kupon pasti 5,45% per tahun (tenor 3 tahun). Sumber: https://cutt.ly/MtQSsP1R.
Sumber Data Saham: Menggunakan return bulanan riil dari Stockbit selama 50 bulan terakhir (Januari 2022 – Februari 2026). Khusus CUAN menggunakan 36 bulan (Maret 2023 – Februari 2026).
2. Rangkuman Hasil Sharpe Ratio (Disetahunkan)
Diurutkan dari tingkat efisiensi tertinggi hingga terendah dengan acuan kupon SBN 5,4%:
1. CUAN (Petrindo Jaya Kreasi)
Return Tahunan: 169,77% | Risiko Tahunan: 121,35%
Sharpe Ratio: 1,35 (Sangat Efisien)
2. BUMI (Bumi Resources)
Return Tahunan: 61,50% | Risiko Tahunan: 77,46%
Sharpe Ratio: 0,72 (Efisien)
3. BMRI (Bank Mandiri) $BMRI
Return Tahunan: 12,39% | Risiko Tahunan: 25,43%
Sharpe Ratio: 0,27 (Positif tapi Rendah)
4. BBRI (Bank Rakyat Indonesia) $BBRI
Return Tahunan: 2,31% | Risiko Tahunan: 28,23%
Sharpe Ratio: -0,11 (Tidak Efisien)
5. BBCA (Bank Central Asia) $BBCA
Return Tahunan: 1,09% | Risiko Tahunan: 16,55%
Sharpe Ratio: -0,26 (Paling Tidak Efisien Historis)
Sharpe Ratio tidak melihat saham mana yang perusahaannya lebih bagus secara fundamental. Rasio ini murni melihat harga atas risiko. CUAN memberikan untung yang menutupi risikonya yang gila-gilaan, sementara pergerakan harga BBCA belakangan ini belum cukup kuat untuk mengalahkan bunga investasi yang paling aman sekalipun. 🤯
!PAST =/ Future
Coefficient of Variation (CV) (STDV/MEAN) = kecil baik
CUAN: Memiliki CV 0,71
BUMI: Memiliki CV 1,26
BMRI: Memiliki CV 2,05
BBRI: Memiliki CV 12,24
BBCA: Memiliki CV 15,22
BTC : Sharpe Ratio: 0,53 / Coefficient of Variation (CV): 1,56 (ESTIMATE)
$IHSG ditutup turun tipis 0,03%, turun 2 hari terakhir.
Total transaksi 20,39T.
NFB All Market 240,52B, 3 hari berturut-turut.
Top Sector: Infrastructure
Laggard Sector: Non-Cyclical
Top Leaders: $BMRI, AMMN, FILM
Top Laggards: $DSSA, BYAN, BRPT

Rilis data ekonomi US
❌ Core PCE Price Index MoM Dec = 0,4% (vs previous 0,2%, vs consensus 0,3%)
❌ PCE Price Index MoM Dec = 0,4% (vs previous 0,2%, vs consensus 0,3%)
❌ Core PCE Price Index YoY Dec = 3% (vs previous 2,8%, vs consensus 2,9%)
❌ PCE Price Index YoY Dec = 2,9% (vs previous and consensus 2,8%)
➖ Core PCE Prices QoQ Q4 Adv = 2,7% (vs previous 2,9%, vs consensus 2,6%)
❌ PCE Prices QoQ Q4 Adv = 2,9% (vs previous and consensus 2,8%)
✅ Personal Income MoM Dec = 0,3% (vs previous 0,4%, vs consensus 0,3%)
➖ Personal Spending MoM Dec = 0,4% (vs previous and consensus 0,4%)
✅ GDP Growth Rate QoQ Q4 Adv = 1,4% (vs previous 4,4%, vs consensus 3%)
❌ GDP Price Index QoQ Q4 Adv = 3,7% (vs previous 3,7%, vs consensus 2,8%)
✅ GDP Sales QoQ Q4 Adv = 1,2% (vs previous 4,5%)
✅ Real Consumer Spending QoQ Q4 Adv = 2,4% (vs previous 3,5%)
Inflasi PCE US naik lagi di atas ekspektasi, namun di sisi lain pertumbuhan ekonomi US justru melemah di bawah ekspektasi.
Risiko ekonomi US mengalami stagflasi kembali menyeruak. Inflasi sulit turun tapi ekonomi melambat.
Perkembangan demikian masih memerlukan kebijakan Fed Funds Rate yang ketat.
Dan kalaupun keputusan cut rate diambil, lebih dikarenakan kondisi darurat untuk mencegah pemburukan terlalu parah.
$BBCA $BMRI $WIFI
Kalian kenapa? Kalian kan investor. Knpa pada panik.
Itulah asiknya investasi, serok di harga bawah $BMRI $PTBA
Eh lupa, kalian team fomoan🤣🤣
@malezbayar Hehe ketahuan juga ya.. 😄
Kalau cuma lihat price, pasti rasanya pengen lepas cepat.
Tapi kalau lihat bisnisnya, cadangan, exposure ke nikel & emas, plus narasi hilirisasi yang belum selesai… ya jadi mikir dua kali buat jual murah-murah. Kadang bukan betah nahan, tapi lebih ke belum selesai ceritanya.
Dan yang bikin seru, market itu sering kasih diskon justru saat sentimen lagi jelek.
Nah di fase itu, kita cuma bisa pilih ikut emosi harga… atau percaya sama value yang belum sepenuhnya dihargai pasar 😉
Random tag
$ANTM $BMRI $WIFI
@rujakcingur Betul paman, memang kalau current price kelihatan, orang bisa nebak-nebak itu emiten apa 😄
Tapi yang nggak kelihatan itu justru yang paling mahal: potensi ke depan dan target price-nya.
Nah itu yang belum tentu semua orang bisa lihat, apalagi kalau belum paham fundamental dan narasi besarnya.
Justru di situlah letak “game”-nya.
Orang lain mungkin menebak emitennya, tapi belum tentu mereka tahu:
- seberapa kuat bisnisnya bertahan di siklus,
- seberapa besar growth runway-nya,
- dan seberapa jauh rerating valuasi bisa terjadi kalau market balik normal.
Jadi ya… boleh saja ditebak emitennya 😉
Tapi arah masa depannya? Target akhirnya?
Hehe… itu yang bikin perjalanan investasi jadi jauh lebih menarik dan penuh kejutan.
Random tag
$BMRI $WIFI $ANTM
“Ashmore Saja Optimis, Kenapa Media Masih Hobi Menakut-nakuti Pasar Indonesia?”
Optimisme pelaku institusi global seperti Ashmore Group terhadap Indonesia memang sering terasa kontras dengan judul-judul media yang terdengar penuh kekhawatiran. Sebenarnya ini bukan anomali. Media hidup dari perhatian pembaca, dan secara psikologis berita bernada negatif jauh lebih cepat menarik klik dibandingkan kabar stabil atau positif. Ketika ada isu suku bunga global, pelemahan rupiah, atau arus dana asing keluar, itu lebih “seksi” untuk dijadikan headline dibandingkan pertumbuhan AUM, inflow dana, atau perbaikan margin yang sifatnya gradual.
Selain itu, sudut pandang media umumnya jangka pendek dan berbasis sentimen pasar harian, sementara manajer investasi seperti Ashmore bekerja dengan horizon lebih panjang dan berbasis data fundamental. Apa yang bagi media terlihat sebagai risiko (volatilitas, ketidakpastian global, politik, dll.), bagi institusi justru bisa dilihat sebagai fase akumulasi saat valuasi murah. Jadi bukan berarti medianya salah—mereka hanya bermain di time frame yang berbeda dengan investor institusional.
Faktor lain adalah fungsi media sebagai “early warning system”. Mereka cenderung mengangkat potensi risiko agar pelaku pasar waspada, bukan untuk menjatuhkan pasar. Ironisnya, di fase ketika fundamental mulai membaik tetapi harga masih tertekan, narasi fear memang terasa dominan. Justru di titik seperti inilah biasanya terjadi perbedaan antara investor yang mengikuti arus berita dan investor yang membaca arah data.
$BBCA $BMRI $BBRI

$BMRI update harian, sekarang lagi Diakumulasi pelan-pelan sama pemain besar (terutama asing). Yang jual kebanyakan justru lokal. Jadi ini bukan saham lagi dibuang, tapi lagi pindah tangan dari lokal ke institusi.
Walaupun di transaksi harian kelihatan banyak yang jual, tapi setiap ada yang jual langsung ada yang nampung. Makanya harga nggak jatuh. Kalau memang distribusi, harusnya sudah longsor karena tekanan jualnya gede.
Ini cirinya Asing lagi nyerap barang: dibiarin ditekan dulu, lalu diambil semua supply-nya. Jadi naiknya nanti bukan karena ritel rame, tapi karena stok sudah dikumpulin.
Dari foreign flow kelihatan jelas asing beli jauh lebih besar dibanding jual (net buy sekitar +173B). Artinya uang besar masuk, bukan keluar.
Broker pembeli utama itu BK, AK, BB, YU ini broker institusi besar dan mereka beli di harga yang hampir sama semua di sekitar 5.12x–5.14x. Kalau average mereka rapat begitu, berarti memang lagi bangun posisi, bukan trading sebentar.
Sebaliknya yang banyak jual itu broker lokal seperti OD, MG, YP, LG, ZP. Jadi yang keluar itu domestik, yang masuk itu institusi luar.
Di running trade malah kelihatan sell lebih banyak dari buy, tapi harga tetap muter di area 5.125–5.150 dan nggak jatuh. Ini tanda penting: jualnya diserap. Kalau nggak ada yang nampung, harga pasti sudah turun.
Transaksi paling banyak juga terjadi di area itu (5.12x–5.15x), artinya di situlah barang lagi dipindah tangan. Orderbook juga nunjukin bid selalu muncul lagi di bawah, sementara offer ditaruh di atas buat nahan harga supaya nggak naik dulu sebelum akumulasi selesai.
Jadi secara flow: barang keluar dari lokal > masuk ke asing > ditahan supaya nggak kelihatan naik.
1/10










@Andika1199 saya di $BMRI ini yg surplus banyak dari kenaikan harga saham + dividen lebih besar dari $BBCA dan $BBRI
$BMRI hmmm investor asing pindah ke Mandiri, sementara $BBCA mulai perlahan ditinggal. Apakah ini pertanda bahwa dana asing mulai percaya pemerintahan Indonesia under pak Prabowo, makanya pindah ke BUMN Indonesia, dengan flagship simbolnya $BMRI?
Mohon penjelasannya para Suhu-suhu investor 🙏
➖ Selain update soal MSCI, OJK juga mengumumkan penindakan dan penjatuhan sanksi yang baru saja dilakukan hari ini terhadap pelaku manipulasi transaksi saham.
https://cutt.ly/otQE7JRq
$BMRI $IHSG $IMPC
$BMRI
Keren permainan bandar , Aku suka cara memainkan ritel naik turun 😎
Detik" terakhir ku liat keren sih langsung buat Ritel Sell Off semua
Di buat BID and Offernya bingung mau kemana ni BMRI
kita liat akhir sesi
aku bilang dia akan tutup di 5125-5150