


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
$BMRI $IHSG
Sepertinya benar dugaanku 🔥
Mini Crash is coming, Gold Naik 2%
Perperangan Mexico - Chaos 🔥
USA Vs Iran - 1-3 Day Sooner ☢️🛰
Ga bener, Benci wa sama trump asli
Dia gk pantas jadi president.. kalau aku jdi rakyat USA gak akan ku pilih dia
Baru berjalan 1 Tahun aja issue menegangkan banyak x perubahan bukan membaik, mala memburuk..
----------------------------
Bersyukur aku berani TP di Akun Trading BMRI
Invest nasib la besok , semoga ada kesempatan untuk Kurangin Posisi and TP 🙏
Bukan Pesimis, kita harus ngerti kondisi
ku tegaskan : Ekonomi kita gk ada yang salah, tapi Geopolitik kita makin memanas 🔥 Bukan sekedar Ancaman, tapi sudah ada pergerakan dan pertanda cepat ga lambat itu akan terjadi
Becareful, Dont let greedy make you fall 🤝

📌UPDATE PANTAUAN TERBARU UNTUK BESOK 24/2/2026
Teruntuk saham $BBRI bagi yang sedang HOLD atau yg akan BUY besok❕
Mari kita lihat beberapa opsi di bawah ini:
Market Structure
Kondisi pasar saat ini terkonfirmasi dalam fase STRONG UPTREND, di mana struktur harga selaras dengan aliran dana besar.
BBRI saat ini sedang dalam kondisi 'Power On'. Harga di Rp 3.900 bergerak stabil di atas EMA20 (Rp 3.800) sebagai batas suci tren jangka pendek, dan juga berada di atas VWAP (Rp 3.769) serta POC (Rp 3.840). Ini menandakan buyer memiliki kontrol penuh karena harga rata-rata pelaku pasar hari ini dan tembok beton (POC) sudah berhasil dilewati dengan solid.
Bandarmology Insight
Terjadi akumulasi kualitas tinggi oleh institusi. Broker AK (UBS) dan RX (Macquarie) terpantau belanja besar dengan total nilai akumulasi mencapai lebih dari Rp 302 miliar. Menariknya, sisi seller justru didominasi oleh broker ritel seperti YP (Mirae Asset) dan XL, yang menandakan adanya perpindahan barang dari tangan ritel ke 'Big Money' (Institusi Asing).
✅Verdict
BULLISH
Confidence: 90%
Primary Driver: Akumulasi masif oleh institusi asing (AK & RX) yang dibarengi dengan posisi harga di atas semua level support teknikal (EMA20, VWAP, dan POC).
✅Trading Plan
BUY
For Cash Holders
Gunakan strategi Buy on Weakness atau cicil bertahap. Momentum sedang kuat, jadi jangan tunggu koreksi terlalu dalam.
🔰Entry Zone: Rp 3.840 - Rp 3.880
Reason: Area ini merupakan bantalan support kuat (POC) dan dekat dengan garis EMA20.
For Stock Holders
Hold kencang dan biarkan profit berlari (Ride the trend). Jangan buru-buru jualan selama harga tidak jebol batas suci.
🔰Stop Loss: Rp 3.790 (Di bawah EMA20)
🔰Exit Target: Rp 3.930 - Rp 4.050
$MEGA $BMRI
#Jangan lupa like & follow untuk analisa² berikut nya🙌
#Disclaimer yh
#Semoga bermanfaat & membantu analisa kalian!
$IHSG ditutup naik 1,5%.
Total transaksi 24,17T, ada nego 1,8T di SRAJ.
NFB All Market 1,14T, 4 hari berturut-turut.
Semua sektor mengalami kenaikan.
Top Sector: Basic-Ind +3,31%.
Top Leaders: $BMRI, BBRI, MEGA
Top Laggards: $AMMN, MORA, SMMA

@TioBenedict
Besok Off.. trading. semua buang kiri.. karena induk $BMRI harganya di atas Exercise Price.
Warant, tidak bisa capai ITM.
kesimpulan: @Hangus.
$BMRIBQCG6A👌
$BMRI mau ada hajatan apa sih Boss Mandiri besok ini? Mau pamer balik 6000 lagi kah ???
$BBRI pun gak mau kalah
$BBNI seperti biasa kalem tapi paling moncer
$BBCA Bisa Tetap Growth di Januari 2026 Meskipun Tanpa Bantuan Purbaya dan Dana Hasil Ekspor
BBCA menjadi bank swasta pertama yang rilis Laporan Keuangan Bulan Januari 2026. BBCA memang tidak dapat dana dari Menkeu Purbaya di 2025 dan tidak dapat DHE seperti Himbara, tapi untungnya BBCA bisa tetap growth meskipun tanpa banyak support dari pemerintah. Seandainya BBCA adalah mahasiswa, maka bisa lah BBCA ini pamer paspor luar negeri karena tidak dapat LPDP. Kalau dapat LPDP tapi pamer paspor Inggris, ya bisa kena amuk netizen. Pelajaran pentingnya adalah kalau lagi bahagia, jangan dipamerkan karena banyak orang akan iri dengan kebahagiaan tersebut. Lebih baik stay low profile seperti BBCA. Kita bisa jadi korban akibat keterkenalan kita sendiri. Kalau lihat data LK Januari 2026, justru terlihat jelas bahwa BBCA, $BMRI, dan $BBNI sedang bermain dengan gaya yang berbeda, bukan sekadar siapa paling bagus. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi skala, BMRI masih paling besar dengan aset sekitar Rp2.190 triliun, lalu BBCA sekitar Rp1.559,7 triliun, dan BBNI sekitar Rp1.344,1 triliun. Kredit juga begitu, BMRI sekitar Rp1.511,4 triliun, BBCA sekitar Rp949,0 triliun, dan BBNI sekitar Rp894,3 triliun. Kalau investor hanya melihat ukuran, BMRI memang paling dominan. Tapi BBCA menarik karena dengan skala di bawah BMRI, laba bersih Januari 2026 justru sekitar Rp4,99 triliun, lebih tinggi dari BMRI sekitar Rp4,65 triliun dan jauh di atas BBNI sekitar Rp1,69 triliun. Ini memberi pesan penting bahwa ukuran besar itu kuat, tetapi kualitas struktur pendanaan dan efisiensi tetap bisa mengalahkan ukuran dalam hasil bulanan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi pertumbuhan, BBNI paling agresif, BMRI paling seimbang, dan BBCA paling selektif. Aset BBNI naik 24,99%, BMRI sekitar 13,9%, BBCA 9,00%. Kredit BBNI naik 19,27%, BMRI sekitar 15,6%, BBCA 6,26%. Jadi BBCA bukan kalah, tetapi memang terlihat memilih ritme yang lebih hati-hati. Itu cocok dengan struktur asetnya yang juga makin berat ke surat berharga, porsi kredit BBCA ke aset turun dari sekitar 62,41% ke 60,84%, sementara porsi surat berharga naik dari sekitar 25,96% ke 27,59%. BBCA sedang menjaga kualitas dan likuiditas sambil tetap tumbuh, bukan mengejar volume kredit setinggi mungkin. Apalagi BBCA kan ndak dibantu Purbaya dan ndak dapat DHE.
Kalau masuk ke pendanaan, di sini BBCA terlihat paling khas dan menurut saya paling enak dilihat dari sudut kualitas biaya dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) tiga komponen utama BBCA naik dari sekitar Rp1.120,5 triliun ke Rp1.225,4 triliun atau sekitar 9,37%, dengan giro naik 19,54%, tabungan naik 7,66%, dan deposito justru turun 4,55%. Hasilnya, rasio Current Account Saving Account (CASA) kasar BBCA naik dari sekitar 82,56% ke 84,78%, jauh di atas BMRI sekitar 72,91% dan BBNI 68,39%. Ini keunggulan yang sangat besar karena BBCA bisa tumbuh sambil memperbaiki komposisi dana murah, ketika BMRI dan BBNI sama-sama terdilusi CASA akibat deposito tumbuh cepat. Konsekuensinya juga terlihat, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) kasar BBCA turun ke sekitar 77,44%, lebih longgar daripada BMRI sekitar 92,41% dan bahkan lebih longgar dari BBNI 85,05%. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di laba-rugi, BBCA punya cerita yang sangat khas, yaitu laba naik walau Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income atau NII) turun tipis. NII BBCA turun tipis ke sekitar Rp6,62 triliun, tetapi laba bersih tetap naik 5,76% menjadi sekitar Rp4,99 triliun karena fee naik, beban operasional lainnya bersih turun tajam, dan beban impairment turun 53,8% ke sekitar Rp262,3 miliar. Dibanding BMRI, BBCA kalah di pertumbuhan NII karena BMRI naik sekitar 10,2%, dan kalah dari BBNI yang NII naik 17,39%, tetapi BBCA unggul di kualitas konversi laba bulanan. Dibanding BBNI, BBCA juga terlihat lebih stabil pada penghasilan komprehensif lain, karena tekanan nilai wajar BBCA ada tetapi jauh lebih ringan daripada BBNI yang laba komprehensifnya turun 53,31%. Jadi, BMRI adalah bank besar yang hasilnya masih kuat, BBNI adalah bank yang sedang menambah volume dan likuiditas, sedangkan BBCA adalah bank yang sangat efisien, sangat murah pendanaannya, dan tetap bisa mencetak laba tinggi meski pertumbuhan kredit tidak paling cepat.
✅ BBCA
Fokus kualitas dana dan efisiensi
Growth lebih selektif
Laba bulanan tetap paling tinggi
✅ BMRI
Paling besar secara skala
Pertumbuhan dan laba relatif seimbang
Eksekusi operasional rapi di Januari
🚀 BBNI
Paling cepat tumbuh
Likuiditas makin longgar
Potensi besar kalau dana parkir berubah jadi kredit berkualitas
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏦 Aset
BMRI sekitar Rp2.190 T ✅
BBCA sekitar Rp1.559,7 T
BBNI sekitar Rp1.344,1 T
💳 Kredit
BMRI sekitar Rp1.511,4 T ✅
BBCA sekitar Rp949,0 T
BBNI sekitar Rp894,3 T
💰 DPK
BMRI sekitar Rp1.635,5 T ✅
BBCA sekitar Rp1.225,4 T
BBNI sekitar Rp1.051,5 T
🚀 Aset growth
BBNI 24,99% ✅
BMRI sekitar 13,9%
BBCA 9,00%
🚀 Kredit growth
BBNI 19,27% ✅
BMRI sekitar 15,6%
BBCA 6,26%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BBNI paling agresif
BMRI paling seimbang
BBCA paling selektif
🥇 Laba bersih Januari 2026
BBCA sekitar Rp4,99 T ✅
BMRI sekitar Rp4,65 T
BBNI sekitar Rp1,69 T
📊 NII growth
BBNI 17,39% ✅
BMRI sekitar 10,2%
BBCA turun tipis
🛡️ Impairment
BBCA turun 53,8% ✅
BMRI turun sekitar 22% ✅
BBNI naik 51,65% ⚠️
💚 CASA
BBCA sekitar 84,78% ✅
BMRI sekitar 72,91%
BBNI 68,39%
💧 LDR
BBCA sekitar 77,44% paling longgar ✅
BBNI 85,05%
BMRI sekitar 92,41%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BBCA paling kuat di kualitas funding
BBNI punya ruang ekspansi kredit besar
BMRI lebih optimal memanfaatkan dana saat ini
⚠️ Kelemahan
BBCA
⚠️ Kredit growth paling rendah
⚠️ NII tertekan
👀 Tantangan menjaga growth tanpa merusak kualitas
BMRI
⚠️ CASA terdilusi
⚠️ Deposito naik kencang
👀 Jaga cost of fund dan beban lainnya
BBNI
⚠️ Impairment dan beban tenaga kerja naik
⚠️ Laba komprehensif tertekan berat
👀 Kunci ada di konversi likuiditas menjadi laba
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BMRI vs $BBNI Berhasil Tetap Growth di Januari 2026
BMRI dan BBNI adalah 2 bank Himbara paling rajin di IHSG karena keduanya sudah rilis Laporan Keuangan Januari 2026. Bank Himbara dan beberapa BUMN lain malah belum rilis laporan keuangan Full Year 2025 contohnya ya $BBRI. Kalau kita lihat ada perbedaan strategi antara BMRI dan BBNI di Januari 2026 ini. BMRI tampil seperti mesin besar yang sudah matang dan fokus menjaga kualitas hasil, sedangkan BBNI terlihat seperti mesin yang sedang menambah tenaga dan volume dulu. Dua-duanya bagus, tapi bagusnya beda rasa. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dilihat dari ukuran, BMRI masih jauh di atas BBNI. Aset BMRI sekitar Rp2.190 triliun versus BBNI sekitar Rp1.344 triliun, jadi BMRI kurang-lebih 1,63 kali BBNI. Kredit BMRI sekitar Rp1.511 triliun versus BBNI Rp894 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) BMRI sekitar Rp1.635 triliun versus BBNI Rp1.051 triliun. Ini penting karena skala besar memberi ruang efisiensi, daya tawar, dan kapasitas bisnis korporasi yang biasanya lebih stabil. Jadi kalau investor lihat BMRI lebih kalem tapi tetap kuat, itu masuk akal. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari laju pertumbuhan, giliran BBNI yang lebih galak. Aset BBNI naik 24,99% sedangkan BMRI sekitar 13,9%, kredit BBNI naik 19,27% versus BMRI sekitar 15,6%, dan DPK BBNI naik 35,80% versus BMRI sekitar 17,29%. Artinya BBNI sedang ekspansi lebih agresif, terutama di penghimpunan dana. Konsekuensinya juga langsung kelihatan, likuiditas BBNI jadi jauh lebih longgar karena pertumbuhan dana lebih cepat dari kredit. Ini bagus untuk bantalan risiko, tapi sementara waktu bisa menahan hasil karena dana belum semuanya berubah jadi aset ber-yield tinggi.
Dari sisi laba dan kualitas profit inti, BMRI lebih meyakinkan pada Laporan Januari 2026 ini. Laba bersih BMRI naik 16,18% ke sekitar Rp4,65 triliun, sedangkan BBNI naik 3,45% ke sekitar Rp1,69 triliun. Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) BBNI memang tumbuh lebih cepat 17,39% dibanding BMRI sekitar 10,2%, tetapi secara nominal NII BMRI tetap jauh lebih besar sekitar Rp7,21 triliun versus BBNI Rp3,73 triliun. Yang paling membedakan adalah beban, BMRI menunjukkan penurunan impairment sekitar 22% dan beban tenaga kerja turun sekitar 19,19%, sementara BBNI justru impairment naik 51,65% dan beban tenaga kerja naik 20,39%. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bagian paling menarik dari strategi kedua Himbara ini ada di struktur dana, likuiditas, dan risiko nilai wajar. Keduanya sama-sama mengalami dilusi CASA (Current Account Saving Account), tetapi BMRI masih punya level CASA yang lebih tinggi sekitar 72,91% dibanding BBNI 68,39%. Di sisi lain, BBNI jauh lebih longgar dari sisi LDR (Loan to Deposit Ratio) karena turun ke 85,05%, sedangkan BMRI hanya turun tipis ke sekitar 92,41%, jadi BBNI punya kapasitas ekspansi kredit yang belum terpakai lebih besar. Untuk kualitas aset, keduanya sama-sama menurunkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) saat kredit naik, tetapi BBNI masih punya rasio CKPN terhadap kredit lebih tebal sekitar 3,99% versus BMRI 2,49%. Keduanya juga kena tekanan laba komprehensif dari nilai wajar, tapi BBNI jauh lebih terpukul karena laba komprehensif turun 53,31% versus BMRI turun sekitar 5,38%, sehingga BMRI terlihat lebih stabil untuk hasil jangka pendek dan BBNI lebih menarik untuk dipantau kalau likuiditas besar itu berhasil dikonversi jadi laba.
✅ BMRI unggul kualitas hasil Januari
📈 Laba bersih tumbuh lebih cepat 16,18%
🧾 Biaya kredit dan SDM lebih rapi
🏦 Skala jauh lebih besar
🚀 BBNI unggul akselerasi pertumbuhan
📊 Aset, kredit, DPK tumbuh lebih cepat
💧 Likuiditas jauh lebih longgar
🔋 Punya ruang dorong kredit lebih besar ke depan
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏢 Aset
BMRI sekitar Rp2.190 triliun
BBNI sekitar Rp1.344 triliun
✅ BMRI sekitar 1,63 kali BBNI
💳 Kredit
BMRI sekitar Rp1.511 triliun
BBNI sekitar Rp894 triliun
✅ BMRI unggul nominal
🚀 BBNI unggul growth 19,27% vs sekitar 15,6%
💰 DPK
BMRI sekitar Rp1.635 triliun
BBNI sekitar Rp1.051 triliun
✅ BMRI unggul nominal
🚀 BBNI unggul growth 35,80% vs sekitar 17,29%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ BMRI
Laba bersih sekitar Rp4,65 triliun
NII sekitar Rp7,21 triliun
Impairment turun sekitar 22%
Beban tenaga kerja turun sekitar 19,19%
⚠️ BBNI
Laba bersih sekitar Rp1,69 triliun
NII sekitar Rp3,73 triliun
Impairment naik 51,65%
Beban tenaga kerja naik 20,39%
⚠️ Keduanya terdilusi CASA
BMRI sekitar 72,91%
BBNI 68,39%
✅ BMRI lebih unggul level CASA
💧 Likuiditas
BBNI LDR turun ke 85,05%
BMRI LDR sekitar 92,41%
✅ BBNI lebih aman
⚠️ BBNI lebih berisiko NIM drag kalau dana parkir lama
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Keduanya CKPN turun saat kredit naik
🛡️ Rasio CKPN ke kredit 2026
BMRI sekitar 2,49%
BBNI sekitar 3,99%
✅ BBNI lebih tebal cadangan relatif
📉 Laba komprehensif
BMRI turun sekitar 5,38%
BBNI turun 53,31%
✅ BMRI lebih tahan tekanan OCI (Other Comprehensive Income)
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







$BMRI Laporan Keuangan Bulan Januari 2026: Growth at All Cost
BMRI bisa dibilang lumayan cepat banget rilis laporan keuangan bulan Januari 2026. Kalau saya jadi manajemen BMRI pun, saya pasti akan cepat rilis karena banyak hal yang bisa dibanggakan dari LK Januari 2026 BMRI, yah, meskipun ada juga beberapa hal yang bisa dibilang kurang sempurna sih. Mana ada sih perusahaan yang sempurna di muka bumi ini apalagi kita ini cuma manusia yang makan Ikan Nasi Dan Sayur. Kalau data ini dibaca dengan kepala jernih, inti ceritanya bukan sekadar bank besar yang makin besar, tapi bank besar yang masih sanggup menjaga kualitas mesin laba saat struktur pendanaannya berubah cukup tajam. Menurut saya, itu poin yang paling layak diapresiasi. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi skala, BMRI memang kelihatan kuat. Total aset naik dari sekitar Rp1.920 triliun di Januari 2025 ke Rp2.190 triliun di Januari 2026 atau naik sekitar 13,9%, lalu kredit naik dari Rp1.307,18 triliun ke Rp1.511,41 triliun. Artinya pertumbuhan kredit lebih cepat dari pertumbuhan aset, jadi ekspansi ini masih punya rasa produktif, bukan sekadar membesarkan neraca. Surat berharga juga naik dari Rp226,58 triliun ke Rp292,57 triliun, jadi bank tetap memperbesar buffer likuid dan instrumen pendapatan. Yang menarik, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) turun dari Rp39,95 triliun ke Rp37,64 triliun saat kredit naik, sehingga secara rasio CKPN terhadap kredit turun dari sekitar 3,06% ke 2,49%. Tafsir paling masuk akal, kualitas aset relatif terjaga atau setidaknya tekanan baru belum terlihat dominan pada Januari 2026 ini. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sisi pendanaan, perubahan paling besar ada pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Giro naik 9,7% ke Rp645,85 triliun, tabungan naik 5,7% ke Rp546,57 triliun, tapi deposito melonjak 53,3% ke Rp443,07 triliun. Kalau dijumlahkan, DPK dari tiga komponen utama naik dari sekitar Rp1.394,40 triliun ke Rp1.635,49 triliun atau sekitar 17,29%, naik lebih cepat dari pertumbuhan aset dan kredit. Ini bagus untuk daya-dorong likuiditas, tapi ada harga yang harus dibayar karena komposisi dana murah terdilusi. Rasio CASA (Current Account Saving Account) kasar dari tiga komponen turun dari sekitar 79,28% ke 72,91%, sementara rasio kredit terhadap DPK atau LDR (Loan to Deposit Ratio) kasar turun tipis dari sekitar 93,75% ke 92,41%, jadi likuiditas makin nyaman tetapi risiko tekanan cost of fund tetap perlu dipantau.
Masuk ke laba-rugi, gambarannya menurut saya cukup sehat dan malah lebih berkualitas dibanding sekadar angka laba akhir. Pendapatan bunga naik ke Rp10,92 triliun dan beban bunga naik ke Rp3,71 triliun, sehingga Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) tetap tumbuh sekitar 10,2% menjadi sekitar Rp7,21 triliun. Fee dan administrasi juga naik dari Rp1,54 triliun ke Rp1,75 triliun, jadi mesin non-bunga ikut menopang. Yang paling enak dibaca adalah beban impairment turun sekitar 22% dan beban tenaga kerja turun sekitar 19,19%, walau beban lainnya naik sekitar 31,53% ke Rp2,22 triliun. Hasil akhirnya, laba bersih naik dari sekitar Rp4,00 triliun ke Rp4,65 triliun atau 16,18%, berarti pertumbuhan laba masih lebih cepat dari pertumbuhan aset, ini sinyal yang bagus untuk efisiensi inti.
Yang bikin data ini terasa lebih realistis dan tidak terlalu mulus adalah bagian laba komprehensif dan off-balance sheet. Laba komprehensif justru turun dari Rp4,54 triliun ke Rp4,30 triliun atau sekitar -5,38% karena rugi nilai wajar di penghasilan komprehensif lain sekitar Rp358,06 miliar, terutama dari aset keuangan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sekitar Rp350,55 miliar. Jadi laba inti naik, tapi nilai pasar portofolio tertentu memberi tekanan mark-to-market. Ini bukan alarm merah otomatis, tapi pengingat bahwa sensitivitas suku-bunga masih nyata. Ditambah lagi, garansi yang diberikan naik dari Rp143,79 triliun ke Rp197,82 triliun, yang artinya potensi fee dan aktivitas bisnis korporasi meningkat, sekaligus eksposur kontinjensi ikut membesar. Jadi BMRI sedang tumbuh dengan fondasi operasional yang cukup kuat, hanya saja investor tetap perlu disiplin memantau kualitas funding, biaya lain-lain, dan risiko nilai wajar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📈 Kredit naik kencang
📈 Laba bersih juga ikut naik lebih cepat dari aset
🎯 Artinya ekspansi masih menghasilkan
💵 NII naik sekitar 10,2%
🧾 Fee dan administrasi naik sekitar 13,19%
🛡️ Beban impairment turun sekitar 22%
📉 CASA turun dari sekitar 79,28% ke 72,91%
➜ Deposito tumbuh jauh lebih cepat
➜ Cost of fund berpotensi lebih menantang
📦 Beban lainnya naik sekitar 31,53%
➜ Bisa menekan leverage operasional jika berlanjut
🏦 Aset
2025 sekitar Rp1.920 triliun
2026 sekitar Rp2.190 triliun
✅ Naik sekitar 13,9%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
💳 Kredit
2025 Rp1.307,18 triliun
2026 Rp1.511,41 triliun
✅ Naik sekitar 15,6%
✅ Lebih cepat dari aset
📜 Surat berharga
2025 Rp226,58 triliun
2026 Rp292,57 triliun
✅ Naik sekitar 29,1%
🧩 Menambah penyangga likuid dan fleksibilitas
🧯 CKPN
2025 Rp39,95 triliun
2026 Rp37,64 triliun
✅ Turun saat kredit naik
🔎 Rasio CKPN ke kredit turun dari sekitar 3,06% ke 2,49%
🟢 Giro naik 9,7% ke Rp645,85 triliun
🟡 Tabungan naik 5,7% ke Rp546,57 triliun
🔥 Deposito naik 53,3% ke Rp443,07 triliun
✅ Total DPK tiga komponen naik sekitar 17,29% ke Rp1.635,49 triliun
✅ Likuiditas tebal
⚠️ Dana murah terdilusi
⚠️ Kejar pertumbuhan kredit berkualitas jadi makin penting
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Laba bersih naik 16,18%
2025 sekitar Rp4,00 triliun
2026 sekitar Rp4,65 triliun
⚠️ Laba komprehensif turun sekitar 5,38%
2025 Rp4,54 triliun
2026 Rp4,30 triliun
📉 Terdampak rugi nilai wajar sekitar Rp358,06 miliar
🧾 Beban operasional
✅ Impairment turun ke Rp443,12 miliar
✅ Beban tenaga kerja turun ke Rp1,47 triliun
⚠️ Beban lainnya naik ke Rp2,22 triliun
🚀 Potensi
Likuiditas besar memberi ruang ekspansi kredit
Profit inti masih bertumbuh
Aktivitas komitmen dan kontinjensi besar menandakan franchise korporasi tetap aktif
BMRI terlihat kuat di mesin inti
⚠️ Ada beberapa bagian yang kurang sempurna
📌 Justru itu yang bikin datanya terasa nyata dan masih menarik untuk dipantau lanjut
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/2


$BBNI Laporan Keuangan Bulan Januari 2026: Beban CKPN Meroket
Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
BBNI akhirnya rilis juga Laporan Keuangan Bulan Januari 2026, menyusul $BBCA dan $BMRI yang sudah rilis duluan. Kalau lihat laporan keuangan BBNI di Januari 2026 ini, ada beberapa hal yang patut disyukuri dan ada juga yang harus didoakan. Kalau dibaca sekilas, angkanya terlihat gagah karena aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sama-sama melesat. Tapi kalau dibaca lebih dalam, ini bukan cerita laba yang meledak, melainkan cerita bank yang sedang membesarkan badan sambil menata napas. Menurut saya, substansi paling pentingnya bukan sekadar tumbuh atau tidak tumbuh, melainkan BBNI sedang memilih posisi yang lebih aman dan lebih likuid, meski konsekuensinya profitabilitas jangka pendek jadi kurang nendang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi neraca, skala pertumbuhan BBNI memang besar dan tidak bisa diremehkan. Total aset naik 24,99% menjadi sekitar Rp1.344,1 triliun jika dibandingkan dengan Januari 2025, sementara kredit naik 19,27% menjadi sekitar Rp894,3 triliun. Masalahnya, pertumbuhan dana masuk jauh lebih cepat daripada penyaluran kredit, sehingga kelebihan likuiditas terlihat jelas parkir di Penempatan pada Bank Indonesia (BI) yang naik 104,12% dan surat berharga yang naik 36,82%. Secara struktur, porsi kredit terhadap total aset turun dari sekitar 69,73% ke 66,54%, sementara porsi penempatan pada BI naik dari sekitar 4,88% ke 7,98%. Ini membuat neraca terlihat lebih defensif dan lebih aman, tetapi secara bisnis perbankan biasanya juga berarti hasil aset rata-rata berpotensi tertekan karena dana lebih banyak ditempatkan ke instrumen berisiko rendah.
Bagian yang paling menarik justru muncul dari kombinasi kualitas aset dan laba rugi. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) kredit turun 6,81% padahal kredit naik 19,27%, sementara beban impairment di laba rugi malah naik 51,65% menjadi Rp779,8 miliar. Pola seperti ini sering dibaca sebagai sinyal pembersihan neraca, bisa lewat write-off atau penataan portofolio kredit bermasalah, sehingga beban di periode berjalan naik tetapi saldo cadangan di neraca tidak ikut mengembang. Artinya, ada kemungkinan manajemen sedang merapikan kualitas buku pinjaman di awal tahun. Di sisi pendapatan, Pendapatan Bunga Bersih (NII) tetap bagus dengan kenaikan 17,39% dan fee based income juga sehat, ditambah lonjakan keuntungan nilai wajar aset keuangan yang membantu sisi non-bunga, jadi mesin pendapatan sebenarnya masih hidup. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Namun, ketika masuk ke efisiensi dan hasil akhir, gambarannya jadi lebih campur-aduk. Laba bersih hanya naik 3,45% menjadi Rp1,686 triliun, jauh di bawah laju pertumbuhan aset dan DPK. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) turun dari 96,84% ke 85,05%, yang dari sisi risiko itu nyaman sekali, tetapi dari sisi profitabilitas itu jelas menjadi drag karena banyak kapasitas kredit yang belum dipakai. Rasio CASA (Current Account Saving Account) atau komposisi dana murah turun dari 70,73% ke 68,39% akibat deposito tumbuh 46,69% lebih cepat daripada tabungan yang hanya 9,88%, sehingga cost of fund ke depan perlu terus dijaga. Rasio efisiensi sederhana juga memburuk, terlihat dari Cost to Income Ratio (CIR) naik ke 63,38% dan ROA turun dari 0,152% ke 0,125%, yang artinya bank membesar lebih cepat daripada laba yang berhasil dicetak pada Januari ini.
Jadi BBNI di Januari 2026 sedang berada di fase transisi kualitas pertumbuhan. Mereka bersih-bersih kredit bermasalah. Kekuatan utamanya ada pada kemampuan menghimpun likuiditas besar, memperbesar skala, mengurangi ketergantungan pada pendanaan antarbank, dan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan bunga serta fee. Kelemahannya ada pada konversi likuiditas menjadi laba yang belum maksimal, tekanan biaya operasional dan impairment, serta sensitifitas portofolio obligasi terhadap pergerakan yield yang memukul laba komprehensif. Potensinya justru cukup besar kalau likuiditas longgar ini berhasil dikonversi ke kredit yang berkualitas dalam beberapa bulan ke depan, karena ruang ekspansi sudah ada. Jadi Jadi investor tidak perlu panik atau bahagia berlebihan, semua yang berlebihan itu kurang baik apalagi kalau sambil makan Ikan Nasi dan Sayur. Investor BBNI melihat ini apa yang dilakukan manajemen saat ini seperti sedang bangung fondasi kredit, lalu menunggu apakah Februari sampai kuartal berikutnya bisa mengubah kehati-hatian manajemen ini menjadi laba yang lebih besar di masa depan.
🔹 Total aset naik dari Rp1.075,4 triliun ke Rp1.344,1 triliun atau 24,99%
🔹 Kredit naik dari Rp749,8 triliun ke Rp894,3 triliun atau 19,27%
🔹 DPK naik dari Rp774,3 triliun ke Rp1.051,5 triliun atau 35,80%
🔹 Artinya pertumbuhan DPK unggul sekitar 16,53 poin dibanding pertumbuhan kredit
🔹 Ini menjelaskan kenapa likuiditas melonggar dan LDR turun ke 85,05%
✅ Porsi kredit ke aset turun sekitar 3,19 poin
✅ Porsi penempatan pada BI ke aset naik sekitar 3,09 poin
✅ Porsi surat berharga ke aset naik sekitar 1,27 poin
⚠️ Ini menandakan aset produktif tetap tumbuh, tetapi parkir likuid tumbuh lebih cepat
⚠️ Konsekuensinya potensi yield rata-rata aset bisa tertahan
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Giro naik 49,37% dan porsinya ke DPK naik dari sekitar 38,36% ke 42,20%
⚠️ Tabungan naik hanya 9,88% dan porsinya turun dari sekitar 32,37% ke 26,19%
⚠️ Deposito naik 46,69% dan porsinya naik dari sekitar 29,27% ke 31,61%
📌 Jadi penurunan CASA bukan karena giro jelek, tetapi karena tabungan melemah dan deposito melesat
📌 Ini campuran sinyal yang bagus untuk skala, tapi perlu dijaga untuk biaya dana
✅ NII naik 17,39% menunjukkan inti bisnis bunga masih kuat
✅ Fee based income sekitar 16,65% dari pendapatan operasional bruto, cukup sehat untuk diversifikasi
✅ Keuntungan nilai wajar aset keuangan melonjak dan membantu pendapatan non-bunga
⚠️ Beban tenaga kerja naik 20,39%
⚠️ Beban impairment naik 51,65%
⚠️ Laba bersih cuma naik 3,45% sehingga kualitas pertumbuhan laba terlihat tertahan
⚠️ CKPN kredit turun 6,81% saat kredit naik 19,27%
⚠️ Beban impairment justru naik 51,65%
🔎 Kombinasi ini masuk akal bila ada write-off atau pembersihan kredit bermasalah
📌 Kalau benar, ini bisa jadi langkah sehat untuk menyiapkan kualitas laba berikutnya
📌 Investor perlu pantau apakah NPL dan cost of credit ke depan membaik sebagai konfirmasi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ LDR turun dari 96,84% ke 85,05% berarti bantalan likuiditas lebih tebal
✅ Liabilitas ke bank lain turun 41,40% berarti ketergantungan wholesale funding berkurang
⚠️ Laba komprehensif turun 53,31% karena rugi nilai wajar instrumen utang di penghasilan komprehensif lain
⚠️ Ini sinyal risiko suku bunga masih terasa pada portofolio obligasi
📌 Jadi operasional masih jalan, tetapi nilai buku sensitif terhadap pasar obligasi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Likuiditas longgar memberi ruang ekspansi kredit tanpa harus agresif menaikkan bunga simpanan
✅ Garansi yang diberikan naik 72,24% bisa mencerminkan aktivitas bisnis korporasi yang kuat
✅ Kewajiban komitmen naik 38,20% bisa menjadi pipeline pendapatan dan fee di periode berikutnya
⚠️ Tapi eksposur off balance sheet juga menaikkan risiko kontinjensi bila kualitas debitur melemah
📌 Potensi besar ada, tetapi eksekusinya harus disiplin
✅ Skala tumbuh cepat
✅ Likuiditas sangat aman
✅ Mesin pendapatan inti masih hidup
⚠️ Efisiensi memburuk sementara
⚠️ Profitabilitas tertahan sementara
🔭 Kalau manajemen berhasil mengubah dana parkir menjadi kredit berkualitas dan menurunkan tekanan impairment, BBNI bisa masuk fase laba yang lebih kuat setelah fase penataan ini
🔭 Kalau tidak, bank akan tetap besar tapi hasilnya kurang optimal dibanding kapasitasnya
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







$SMGR $BMRI $ADRO hai tmn2. Misal ini misal, tahun2 lalu belum lapor spt bwt saham, reksadana, obligasi dll, lalu tahun ini dilaporkan satu per satu gitu bisa nggak? Misal tahun ini lapor spt utk 2023, 2024 dan 2025. Caranya gmn? Kena dendakah untuk yg 2023 dan 2024? Mohon bantu jawab 🙏
$IHSG selamat untuk orang orang yang berhasil serok di harga bawah disaat ihsg crash kemarin” 😊
Random tag $BMRI $BBRI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi. Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memper...

www.cnbcindonesia.com

Kinerja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) lesu dibandingkan dengan saham-saham bank anggota Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara. Turunnya harga saham bank swasta raksasa tersebut sudah terjadi sejak 21 Januari 2026 lalu.
Adapun pengumuman mendadak dari pengelola indeks MSCI memperdalam kore...

katadata.co.id
*REPORT TRANSAKSI ARUS DANA EMITEN BANK, 23 Feb 2026*
1. Arus Transaksi $BMRI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan 🔼 . Volume bid mencapai 83,12%, sementara volume offer mencapai 35,49% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume 🔼 48,26 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan 🔼 78,95% dari volume transaksi. Saham ini cukup diminati Asing 🔼 dengan transaksi 83,12% dari volume transaksi.
Trading Idea: Entry : 5.240 - 5.300; TP 1: 5.460 - 5.600; TP 2: > 6.200; Stop-Loss: < 5.240. Selama penutupan bertahan di atas 5.240, support tetap terjaga.
Sentimen: 13 Feb 2026 - *Optimalisasi Struktur Keuangan Bank Mandiri Mitra Strategis Pemerintah*, selengkapnya https://cutt.ly/atWwzUKG
2. Arus Transaksi $BBRI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan 🔼 . Volume bid mencapai 79,58%, sementara volume offer mencapai 27,31% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume 🔽 4,89 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing 🔽 jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 27,31% dari volume transaksi. Saham ini cukup diminati Asing 🔼 dengan transaksi 79,58% dari volume transaksi.
Trading Idea: Entry : 3.910 - 3.950; TP 1: 4.020 - 4.090; TP 2: > 4.500; Stop-Loss: < 3.910. Selama penutupan bertahan di atas 3.910, support tetap terjaga.
3. Arus Transaksi $BBTN
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan 🔼 . Volume bid mencapai 61,74%, sementara volume offer mencapai 9,07% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume 🔼 2,93 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan 🔼 41,07% dari volume transaksi. Saham ini cukup diminati Asing 🔼 dengan transaksi 61,74% dari volume transaksi.
Trading Idea: Entry : 1.380 - 1.400; TP 1: 1.420 - 1.450; TP 2: > 1.600; Stop-Loss: < 1.380. Selama penutupan bertahan di atas 1.380, support tetap terjaga.
Sentimen: 13 Feb 2026 - *Kebut Transformasi, 2027 BTN Bidik 100 Digital Store*, selengkapnya https://cutt.ly/NtWwzUBk
@PasukanCutloss
⚠️ Hanya bertujuan sebagai informasi, bukan nasihat keuangan. Transaksi Juragan tanggung jawab pribadi.
Investasi itu kayak tim bola: Butuh Serangan tajam (Profitabilitas) dan Pertahanan kokoh (Solvabilitas).
Gimana cara cari perusahaan yang "Juara"?
Serangan: ROE > 15% & NPM > 20%
Pertahanan: DER < 1x & ICR > 3x
Kalau emiten pilihanmu nggak masuk kriteria ini, mending pikir-pikir lagi deh. Penjelasan lengkap cara screening-nya ada di video ini: https://cutt.ly/gtWweags
$BMRI $BBNI $ICBP