4,980

-145

(-2.83%)

Today

127.63 M

Volume

181.58 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hai, Rekans
$IHSG $BBCA $BMRI

Siap berinvestasi sambil ikut membangun negeri?

Kini saatnya tumbuh bersama melalui Sukuk Ritel Seri SR024 - “Pilihan Berharga untuk Ketenangan Yang Nyata.”

SR024 bukan sekadar instrumen investasi, tetapi wujud nyata kontribusi kita dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan berinvestasi di SR024, kamu bisa meraih imbalan kompetitif, aman karena dijamin negara, sekaligus berkontribusi langsung dalam pembangunan negeri.

Kali ini, Pemerintah menghadirkan dua seri pilihan menarik:

SR024T3 (tenor 3 tahun) imbalan 5,55% p.a.
Green Sukuk SR024T5 (tenor 5 tahun) imbalan 5,90% p.a.

Masa Penawaran : 6 Maret - 15 April 2026

Pemesanan dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi pemerintah, tersedia di website , aplikasi perbankan, dan platform investasi pilihanmu.

Investasi Aman. Imbalan Menarik. Untuk Ketenangan Yang Nyata.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

➖ Menkeu Purbaya membuka opsi pemangkasan anggaran program MBG, jika lonjakan harga minyak mentah dunia memicu defisit APBN melebar ke atas 3%.

https://cutt.ly/ttR2YGnj

Berdasarkan hasil stress test, defisit APBN baru akan melebar hingga 3,6% sampai 3,7% jika harga minyak rata-rata menyentuh USD 92 per barel sepanjang tahun.

Jika itu terjadi maka MBG bisa diefisiensikan.
Namun yang dicegah adalah belanja pendukung MBG yang tidak berpengaruh langsung ke penyediaan makanan, misalnya beli motor dan komputer untuk seluruh SPPG.

Sementara belanja utama berupa penyediaan makanan diupayakan tetap berlanjut.

Selain MBG, belanja infrastruktur yang bersifat multi years juga bisa digeser ke tahun berikutnya.

$IHSG $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI | 006

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung geliat industri kreatif nasional melalui penyelenggaraan Livin’ Fest Heritage Raya 2026.
Bank Mandiri menggelar ajang tersebut pada 5–7 Maret 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.
Gelaran Livin' Fest Heritage Raya 2026 merupakan...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

berita 1 bulan kedepan
$BMRI $DSSA $BNBR

@investorbless tapi emg iya sih ketara bgt @bennix itu kontennya selalu lebih menginterpretasikan hasil dari keputusan yang di ambil razim saat ini, hampir tidak pernah ada kritik atau melihat dari POV Fiskalnya. $IHSG $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@skydrugz27 sektor real sepi karna bnyk yg fomo di saham dan pada sangkut. akirnya nahan ngeluarin uang buat khdupan nyata

krna fyp pas bullish2nya bnyk yg pamer shingga bnyak member baru yg terpancing masuk juga . alhasil uang yg hrusnya buat konsumtif lari ke market . alhasil sektor real sepi

$BMRI $BBRI $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO LK Full Year 2025: Transisi dari Fosil ke EBT Sudah Jelas Tapi Hasilnya Belum Kelihatan

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Di LK Full Year 2025, terlihat jelas ADRO sedang sibuk transisi dari bisnis fosil ke bisnis EBT. Meskipun saat ini belum kelihatan dampak EBT-nya. Laporan 2025 ini belum menunjukkan hasil panen dari energi baru terbarukan, tetapi sudah sangat jelas menunjukkan arah belanjanya, arah investasinya, dan arah struktur bisnis yang sedang dibangun. Jadi sekarang yang terlihat bukan lonjakan laba dari EBT, melainkan fase penanaman modal besar-besaran agar beberapa tahun ke depan ADRO tidak cuma hidup dari batu bara. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Setelah spin-off bisnis batu bara termal pada Desember 2024, postur ADRO memang berubah total. Sumber pendapatan 2025 sekarang lebih bersih dan lebih fokus ke dua mesin utama, yaitu jasa pertambangan sekitar US$968,8 juta dan pertambangan batu bara metalurgi sekitar US$1,006 miliar, sebelum eliminasi antar-segmen. Total pendapatan konsolidasi tercatat US$1,87 miliar. Kalau dibandingkan dengan 2024 dari operasi berlanjut sebesar US$2,07 miliar, berarti revenue turun sekitar 9,8%. Laba bersih operasi berlanjut juga turun dari US$637,4 juta menjadi US$489,8 juta, atau turun sekitar 23,1%. Gross profit margin menyusut dari 42% ke 34%, sementara net profit margin turun dari 30% ke 26%. Jadi dari sisi angka laba rugi, 2025 memang bukan tahun pertumbuhan yang gagah-gagahan. Ini lebih mirip tahun normalisasi margin setelah bisnis thermal coal dilepas dan harga komoditas tidak sekuat sebelumnya.

Tetapi penurunan itu tidak otomatis berarti kualitas bisnis memburuk. Justru kalau dilihat lebih dalam, inti bisnisnya masih sangat sehat. NPM 26% itu masih tebal sekali. Banyak perusahaan tambang atau kontraktor akan sangat senang kalau masih bisa menjaga margin bersih di level seperti itu. Jadi tekanan pada laba lebih cocok dibaca sebagai kombinasi dari perubahan portofolio bisnis dan normalisasi harga komoditas, bukan sebagai tanda kerusakan operasional. Dengan kata lain, mesin bisnis lamanya masih tetap menghasilkan uang sangat besar, hanya sekarang laba itu sedang dipakai untuk membiayai lompatan ke bisnis baru.

Bagian yang paling menonjol justru ada di arus kas dan capex. CFO 2025 tercatat US$594,1 juta. Angka ini memang jauh di bawah 2024 yang mencapai US$2,01 miliar. Sekilas kelihatan anjlok parah. Tetapi ini harus dibaca hati-hati, karena basis pembanding 2024 masih membawa pengaruh besar dari bisnis batu bara termal yang sekarang sudah tidak ada di tubuh ADRO. Jadi penurunan CFO itu memang wajar secara struktur. Yang lebih penting justru apa yang dilakukan perusahaan terhadap kas itu. Ternyata hampir semua kas operasi habis ditarik ke capex yang mencapai US$801,5 juta. Hasilnya, free cash flow menjadi minus US$207,4 juta. Jadi ADRO sekarang bukan sedang kekurangan laba, melainkan sedang sengaja membakar modal untuk membangun fondasi bisnis baru. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bukti transisinya ada di aset dalam pembangunan. Pos ini melonjak dari US$490 juta menjadi US$1,28 miliar. Kenaikannya sekitar US$790 juta, atau naik lebih dari 161%. Ini bukan kenaikan kecil. Ini angka yang menunjukkan perusahaan benar-benar sedang menaruh uang dalam jumlah besar untuk proyek jangka panjang, terutama smelter aluminium KAI di KIPI. Jadi kalau investor bertanya kenapa EBT belum terlihat dampaknya ke laba, jawabannya karena fase sekarang masih fase tanam, belum fase panen. Uang sedang masuk ke proyek, tetapi proyek itu belum penuh menghasilkan revenue dan laba.

Ini juga menjelaskan kenapa transisi dari fosil ke EBT harus dibaca sebagai perubahan arah, bukan perubahan hasil jangka pendek. ADRO sudah masuk ke pembangkit listrik tenaga air lewat Kayan Hydropower Nusantara dan tenaga angin lewat Tanah Laut Wind Farm. Selain itu, perusahaan juga membangun rantai nilai hilirisasi aluminium. Jadi transisinya tidak sesederhana berpindah dari batu bara ke panel surya. Mereka sedang mencoba membangun portofolio baru yang mencampurkan mineral, pembangkit listrik hijau, dan hilirisasi industri. Itu sebabnya dampak EBT belum langsung muncul di laporan laba rugi 2025. Proyek-proyek seperti ini butuh waktu panjang, capex besar, dan biasanya baru terasa hasilnya setelah konstruksi dan commissioning berjalan lebih jauh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hal yang membuat transisi ini terasa masih aman adalah posisi neraca ADRO sangat kuat. Kas dan setara kas mencapai US$1,04 miliar. Sementara total utang bank jangka pendek dan panjang sekitar US$745 juta, ditambah liabilitas sewa US$76,2 juta. Jadi total utang berbunga kira-kira sekitar US$821,2 juta. Kas masih lebih tinggi daripada utang berbunga. Artinya ADRO berada dalam posisi net cash. Ini poin penting sekali. Banyak perusahaan ingin diversifikasi ke bisnis hijau, tetapi gagal karena modalnya tidak kuat dan neracanya terlalu berat. ADRO justru punya kemewahan untuk membiayai transisi ini dari kombinasi kas internal dan akses pinjaman yang masih sehat.

Dari sisi kreditor, dukungan bank juga menunjukkan bahwa proyek-proyek baru ini dianggap layak secara finansial. Bank-bank seperti Mandiri $BMRI, SMBC, dan $BBRI bersedia memberi fasilitas kredit besar untuk mendanai proyek smelter KAI. Artinya, lembaga keuangan pun melihat bahwa arah hilirisasi dan transisi energi ADRO bukan sekadar cerita, tetapi proyek yang memang punya basis ekonomi. Jadi walaupun hasil EBT belum terlihat di laba, jejak kepercayaan dari kreditor sudah terlihat.

Di sisi operasional, kualitas pelanggan ADRO juga sangat membantu masa transisi ini. Pendapatan sekitar US$1,19 miliar atau 63% dari total revenue berasal dari PT Adaro Indonesia dan Adaro International, yang merupakan entitas saudara sendiri. Ini sangat penting karena membuat arus kas operasional tetap stabil dan risiko piutang macet sangat rendah. Total piutang usaha sekitar US$392,9 juta, dan piutang lewat 90 hari cuma sekitar US$250 ribu. Itu sangat kecil. Bahkan perusahaan tidak perlu membentuk pencadangan kerugian piutang untuk piutang usaha. Jadi walaupun perusahaan sedang belanja modal besar, uang dari bisnis lama masih masuk dengan disiplin yang sangat baik.

Masalah justru bukan dari pelanggan operasional, melainkan dari pihak lain seperti PT Persada Sentral Mineral. Pinjaman ke PSM sebesar sekitar Rp526,6 miliar atau US$31,3 juta harus dicadangkan 100% karena tidak bisa dibayar. Kalau dibandingkan dengan laba bersih US$489,8 juta, kerugian ini setara sekitar 6,3% laba. Jadi ini memang menggerus profit, walaupun tidak sampai mengguncang fondasi perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga terlihat menahan pembayaran ke vendor. Beban yang masih harus dibayar naik dari US$151,6 juta menjadi US$292,6 juta, dan sekitar US$252,3 juta di antaranya adalah tagihan dari pemasok dan kontraktor yang belum dibayar tunai. Ini menunjukkan ADRO sedang mengelola likuiditas dengan cukup agresif. Kas difokuskan ke megaproyek, sedangkan tempo vendor dimaksimalkan agar operasi harian tetap jalan.

Kalau dilihat dari geografi pendapatan, bisnis ADRO sekarang lebih dominan lokal. Revenue domestik sekitar US$1,20 miliar atau 64%, sementara ekspor sekitar US$664 juta. Ini masuk akal karena jasa pertambangan mereka banyak melayani operasi di dalam negeri. Tetapi ada juga beban regulasi yang besar. Pajak penghasilan mencapai US$122,6 juta, royalti ke pemerintah sekitar US$124,5 juta, ada tekanan dari aturan DMO, dan ada juga kewajiban DHE yang mengunci 100% devisa hasil ekspor di perbankan Indonesia selama 12 bulan. Jadi di satu sisi ADRO sedang transisi ke bisnis yang katanya lebih masa depan, tetapi di sisi lain mereka masih harus menanggung beban regulasi yang sangat berat dari bisnis sumber daya di Indonesia. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Risiko kurs juga masih ada. Pendapatan dan pelaporan banyak dalam dolar AS, sedangkan sebagian biaya operasional dalam rupiah. Fluktuasi 10% kurs bisa berdampak sekitar US$51 juta sampai US$62 juta ke laba, dan pada 2025 perusahaan mencatat rugi kurs sekitar US$10,9 juta. Jadi bahkan dalam fase transisi ini, ADRO belum sepenuhnya keluar dari karakter lama bisnis komoditas yang sensitif terhadap regulasi, kurs, dan harga global.

ADRO memang sedang bergerak dari bisnis fosil ke bisnis EBT dan hilirisasi mineral, tetapi 2025 masih merupakan tahun pembuktian arah, bukan tahun pembuktian hasil. Revenue turun 9,8%, laba turun 23,1%, CFO turun tajam, dan FCF negatif US$207,4 juta. Dari sudut pandang investor jangka pendek, ini bisa kelihatan kurang menarik. Tetapi kalau dilihat dengan lensa transisi bisnis, angka-angka itu justru masuk akal karena perusahaan sedang mengalihkan hasil bisnis lamanya untuk membangun mesin baru.

Sederhananya, laba dari bisnis lama masih ada, masih besar, dan masih sehat. Tetapi laba itu sekarang tidak dibagikan seluruhnya menjadi kenyamanan jangka pendek. Sebagian besar sedang dikorbankan menjadi aset dalam pembangunan, smelter, pembangkit, dan infrastruktur energi yang hasilnya baru mungkin terasa beberapa tahun lagi. Jadi memang benar, dampak EBT belum kelihatan di LK Full Year 2025. Tetapi arah perusahaan ke sana sudah sangat jelas, dan jejak angkanya juga sudah terlalu besar untuk dianggap kebetulan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧾 Kinerja
🔹 Revenue turun 9,8% jadi US$1,87 miliar
🔹 Laba bersih turun 23,1% jadi US$489,8 juta
🔹 GPM turun dari 42% ke 34%
🔹 NPM turun dari 30% ke 26%
🔹 Artinya laba turun tapi bisnis inti masih tebal

🏗️ Bukti transisi
🔹 Aset dalam pembangunan naik dari US$490 juta jadi US$1,28 miliar
🔹 Naik sekitar US$790 juta
🔹 Capex tembus US$801,5 juta
🔹 Fokus ke smelter aluminium dan proyek EBT
 ▫️ Kayan Hydro
 ▫️ Tanah Laut Wind Farm
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💵 Cashflow
🔹 CFO US$594,1 juta
🔹 FCF minus US$207,4 juta
🔹 Bukan karena bisnis inti jelek
 ▫️ Tapi karena uang sedang dibakar buat ekspansi

🏦 Neraca
🔹 Kas US$1,04 miliar
🔹 Utang berbunga sekitar US$821,2 juta
🔹 Posisi net cash
 ▫️ Jadi transisi masih aman dibiayai

✅ Arah EBT sudah jelas
❌ Hasil EBT belum terasa ke laba
🔹 2025 masih fase tanam bukan fase panen

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Stock market (pasar saham) itu tempat jual beli saham perusahaan. Banyak orang mikir saham cuma soal grafik naik atau turun, padahal sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Di dalamnya ada analisa, strategi, psikologi, manajemen risiko, dan pemahaman kondisi ekonomi.
Orang yang sukses di market biasanya bukan yang paling cepat beli atau jual, tapi yang paling paham apa yang dia lakukan.

Di market ada 3 hal utama yang selalu jalan bareng:

1. Peluang → harga saham bisa naik karena kinerja perusahaan bagus, sentimen positif, atau banyak investor masuk.
2. Risiko → harga juga bisa turun karena berita buruk, krisis ekonomi, atau panic selling.
3. Mental → emosi sangat berpengaruh. Takut, serakah, atau panik bisa bikin keputusan jadi salah.

Kalau kamu cuma fokus ke keuntungan tanpa ngerti risiko, biasanya malah gampang rugi. Sebaliknya, kalau kamu paham cara kerja market, kamu bisa lebih tenang walau harga lagi turun.

Contoh sederhana:
- Contoh peluang:
Kamu beli saham perusahaan A di harga 1.000 karena laporan keuangannya bagus. Beberapa minggu kemudian naik ke 1.300 → kamu dapat profit.

- Contoh risiko:
Kamu beli saham B karena ikut-ikutan orang. Ternyata perusahaan itu punya masalah utang dan harga turun dari 800 ke 500 → kamu rugi.

- Contoh mental:
Saham kamu turun sedikit, padahal fundamental masih bagus. Kalau kamu panik dan jual cepat, kamu bisa kehilangan potensi naik di masa depan.

📌 Intinya:
Stock market itu bukan judi, tapi permainan strategi dan pengetahuan. Semakin kamu belajar memahami cara kerjanya, semakin besar peluang kamu bisa ambil keputusan yang tepat

Analisis ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

▶️ Follow & Kunjungi profil saya untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.

Random tag : $MMLP $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Index Movers February 2026 $IHSG
Top Composite Leaders: $BMRI, EMAS, BBRI
Top Composite Laggards: $DSSA, FILM, MORA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Lihatlah prediksi saya!! Ending semua kehancuran adalah menyalahkan rakyat!!!
Dasco mulai menyalahkan sipil yg tidak kompak!!!!
Bayangkan rakyat uda merelakan prabowo tabrak2 aturan, uda merelakan prabowo ambil sumber APBN buat bentuk danantara. Tapi apa hasilnya?
Danantat malah beli mobil India!!!!!
Danantara malah cincai buat proyek ke swasta!! Kenapa ngga BUMN yg mengerjakan proyeknya?
Kenapa kinerja BUMN masih bobrok?
Kenapa harga sandang pangan papan naiknya gila2an?
Kan tentara uda hampir di semua pemerintahan!!
Lagi rakyat yg salah???
Rakyat yg tidak kompak?
Apa pemerintah yg tidak punya kompetensi dan kapasitas!!!
Sudah saya ingatkan tentang goreng2 saham tapi ngga percaya, harus nunggu MSCI!
Sudah saya ingatkan ttg fiskal yg kolot, tapi ngga percaya harus nunggu fitch rating..
Kalian tau, ini hanya pintu masuk!!!
Pintu masuk snowball ke kehancuran. Kalian bahkan tidak buat kebijakan apapun yg membawa harapan baik.
Sama seperti kalian memanage $SMGR seperti itulah kalian memanage negara ini.
Kredit macet, inflasi, hilangnya nilai rupiah, dan UTANG YG AKAN TIBA2 LOMPAT khususnya DOLLAR!!!
Semoga Tuhan segera memulihkan Indonesia dan memberi azab dan penyakit buat pemimpin dan pengusaha zholim, laknat, korup,. Dan semoga Tuhan segera memberi azab kepada org2 rasis yg merusak demokrasi Indonesia. Amiiiiin

$BMRI
$BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ChandraAlifen waini suhu $BMRI 😬

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

udah woy, masih sibuk trading aja, lu bakal nyesel kalau ngga ambil cash sekarang dan mengubahnya menjadi emas fisik. Rupiah dan dollar akan menjadi sampah akibat perang agresi AS-Israel ke Iran. perang akan panjang, dan Indonesia di ambang krisis besar. $BUMI $BBCA $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

semoga senin menu BSJP naik semua, biar bisa buat nyicil dividen hunter big bank $BBRI $BMRI $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI Sampe bagi dividen akan bermain di range 4800-5500, perhatikan setiap support dan resistance untuk entry maupun TP.

Hanya pendapat saya pribadi ketika cumedate nanti BMRI akan berada di level 5300-5500, lalu ketika exdate tiba akan mendarat di kisaran 4900-5000 😁.

Jadi tinggal dipilih mau TP di waktu exdate atau hold untuk mendapatkan dividen.



NOTE: KOTAK BIRU ITU AREA SUPPORT KUAT DAN KOTAK MERAH AREA RESISTANCE.


$BBCA $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana untuk melunasi pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI Tahap II Tahun 2025 yang akan jatuh  tempo pada tanggal 5 April 2026.
Menurut Rizky Pangidoan Sitanggang, Vice President BMRI  dalam keterangan, Jumat 6 Mar...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

USD nyaris 17rb, BBM terancam langka karena perang di Timurtengah, beban APBN semakin berat sehingga ancaman downgrade surat utang oleh berbagai lembaga rating semakin nyata, tapi katanya kita harus tetap tenang karena SOLUSINYA sudah ada yaitu MBG🗿
$BBCA $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG panggil pak pur biar naik $IHSG


$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI Saat nya tebar fear untuk mencari barang🤣🤟







$BBRI $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menjelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau. IHSG pada perdagangan saham Jumat (06/3/2026) ditutup di level 7.585,687.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 124,850 poin atau rontok 1,62% dari penutupan Kamis (05/3/2026) di...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI semoga bagi dividen 200rp,April besok💥

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELSA $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Jumat (06/3/2026) ditutup di posisi 7.509,101, merosot 201,436 poin atau anjlok 2,61%. Ini dipicu harga saham 645 emiten yang berakhir melemah, sementara hanya sebanyak 97 saham ditutup naik dan 69 saham ...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (6/3/2026). Kendati demikian, IHSG berhasil memangkas koreksi pada akhir sesi 2.
IHSG tercatat turun 124,85 poin atau -1,62% ke level 7.585,69. Sebanyak 581 saham turun, 181 naik,...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TPIA terlihat belakangan ini cukup konsisten diakumulasi oleh broker HP, dan kalau kita perhatikan hari ini di Gavra alert muncul sinyal entry dari toge pada harga 5725, selain itu juga pengepul hari ini sudha menghijau... tidak heran TPIA hari ini naek cukup agresif di kala saham lain cukup babak belur.
.
Disclaimer:
Setiap pembahasan saham hanya bersifat sebagai referensi atau bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap tindakan adalah tanggung jawab dari pelaku pasar. Do your own research.
.
Random tag
$BBRI $BMRI
.
Untuk info lebih banyak lagi bisa lewat External Community GAVRA di Discord dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: Y75116
Link Panduan
https://stockbit.com/post/14715856
.
Jika ingin tau lebih lanjut tentang tanam toge, jeruk dan duren bisa claim free trialnya juga di link berikut
https://cutt.ly/BtRF3en1

Read more...

1/5

testestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI rusak oh rusak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI 100.766 lot dipasar negosiasi??hmm apa ya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SMRADRCJ6A induk buy-back mah aman besok ge ke puncak 🚀






$CDIA $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI bmri kapan rups?

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy