


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
Q1/26 ada satu aturan yang kemungkinan besar nantinya dapat menjadi katalis positif untuk Bank Himbara alias Bank BUMN.
Apa itu?
Yakni revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA. Nantinya, DHE SDA diwajibkan untuk disimpan di Bank Himbara saja pada kurun waktu tertentu. Bisa dilihat Bank Himbara yang kemungkinan paling diuntungkan adalah $BMRI.
$BBNI $BBRI
Outlook $BMRI Montly Chart.
Saat ini kita berada di area 0,5 Fibonacci, kurang lebih chart BMRI ini masih terbilang bearish karena kita masih berada di bawah MA 50.
Sempat menyentuh area support penting dan berhasil reject area tersebut ditandai dengan wick candle saja yang mengenai area support. Hal itu cukup menandakan buying power masih kuat.
Masih ada kemungkinan BMRI ini mengalami continuation sampai ke harga 5.400-5.500, di area tersebut juga perlu diwaspadai karena terdapat bearish OB yang mana berpotensi mengalami selling pressure. Lets see bagaimana pergerakan BMRI ini.

$AADI by IDX Insight Pro ⚡
Data IHSG tidak cukup untuk volatility calculation - menggunakan threshold default
Volume harian 153.400jt - sangat liquid
Spread estimasi 0.79% - sangat tight
Trend masih naik
Struktur sehat
Candle doji
Volume rendah (0.71x avg) - minat pasar lemah
Price in low-volume area - potential fast move zone
Volume trend decreasing - waning interest
Momentum 5-hari kuat
Momentum 10-hari kuat
RSI konfirmasi momentum kuat (>55)
Upper range (90%) menuju resistance 8800.00
RSI 70.5 - Overbought (rawan koreksi)
MACD di atas signal - momentum bullish
Histogram contracting (momentum melemah)
Doji di level kritis - indecision
Volatility tinggi (5.32%) - market aktif
BB Width normal 20.22%
Data IHSG tidak tersedia - neutral
ALIGN: Weekly & Daily bullish - HIGH CONVICTION trade!
Timeframe Weighting: Weekly (60%) + Daily (40%) = Strong uptrend
Gap terakhir: GAP DOWN 1.44% pada 12 Feb 2026
Gap down tanpa volume - lemah, bisa rebound
Semua gap dalam periode lookback sudah di-fill - normal
Support: 7.825
Resistance: 8.800
Stop Loss: 7.669
$BBCA $BMRI

2000+ trade didua account
selama 7 bulan ini.
100+ emiten (tepatnya sy juga gak pernah hitung, males
Pernah minus?
Dalam banget. 60%.
Itu awal2 sy trading the real my plonga plongo money sy lepas dimedan market melawan team smart money. ENDINGnya mengantar nyawa KO otomatis.
Dulu mindset sy sederhana bin lugutol.
ARB = diskon. barang bagus serbu....
Diskon = beli ngepot ngepot
Beli = bangga dong klo ingat awal dulu bener bener kocak bin ajib. tp itu adl bagian dr proses perjalanan trading saya yg tdk perlu dianggap aib klo emang pernah sebodoh itu.
Masuk 6 juta di 118, merasa udah paling pinter sdh amanin aset berharga yg ternyata otw jd benda purbakala alamak.....
itulah kali pertama “Pak Tani” dikandangin berbulan2 harusnya duit 6juta bisa dipake buat ngepot ngepot di market malah pak tani dipaksa Sleeping beauty digocap. Cakep bgt.
Kok gak cutloss kak?
Pertama, background sy 13thn penganut deposito garis keras.
Bukan setahun dua tahun. Tiga belas taun duit gaji dr tahun 2013 selalu masuk deposito.
Kedua, dari awal pihak bank datang ke kantor sy udh jelasin saham itu investasi jangka menengah 3–5 tahun. Fokus kerja di dunia real, nikmati dividen tiap tahun, capital gain nyusul. Bahkan disuruh beli BMRI waktu itu masuk diharga 5450 habis beli nyelem terus asikkkk.
Jadi mindset awal sy memang dibentuk sbg long-term investor yg super sabar seperti nenek nenek makan peyek.
Sy bahkan belum tau ada profesi daytrader ato scalper taunya ya krn dpt bisikan gabut dilampu merah itu 1000lot disham bumi iseng buy iseng sell ternyata cuan 4 perak klo beli 1000lot gede juga ya under 45detik dpt duit 400rb kerja apaan.
Kalau baru dikurung hitungan minggu, ngapain panik sampe cutloss? batas toleransi sy 3-5 tahun bung.
Dari minus 60% itu akhirnya sy bisa exit gondol duit.
kok bisa kak
itulah manfaatnya Lock in total di jam bursa.
Jam2 ngantuk tiba2 saham ajib bin kocak itu mulai sentik sentik petanda ada yg mo gerakin neeh nahhh bener gerak ke 51
Average sy yg 118 (modal 6 jutaan) langsung sy tambah di 51–52.
Rata2 jadi 56 koma sekian seingat saya
Yang awalnya cuma 6 juta, valuasi lompat jadi 29 juta buat avr down hampir avr 600% dr qty awal.
krn sudah terkurung berbulan bulan pak tani yg dipaksakan jd putri tidur begitu ijo sekitar modal awal 29juta something naik jd 34 jutaan something sy lupa krn sdh sy jadikan sejarah kelam sahamnya sdh sy block dr memory otak saya.
sy langsung sell semua saking takutnya kena kurung lg. setrauma itu.
Reflek. Gak mikir panjang.
Ternyata itu awal sahamnya dibawa ARA berkali2. saham ajib bin kocak ditahan berbulan bulan kalem berasa korban aputasi macak bedrest giliran disell ngepot ngepot. definisi anak diluar kandungan yg paling durjana ya ginih.
Dulu sy sering nyesel, “kok jual kecepetan sih…” nyesel gelo sedih aneh kan cuan kok sedih itu mindset yg salah yg harus sy reset krn itu tanda maruk
DNAnya firaun masih tersisa disendi2 ga paham konsep grateful dan klo itu tdk diobati itu Alarm bahaya utk diri sendiri.
TP Alhamdulillah sy yg sekarang?
Yang penting ijo.
Cashflow lancar.
Gak usah drama.
Muterin duit lagi
tiap hari happy dijam bursa.
Sy sadar posisi sy adl trader receh yg tugasnya bereaksi, bukan meramal.
dan bagi sy lebih baik jadi trader receh yg konsisten profit
daripada sok profesional tapi ujung2nya gosong.
Team disiplin cutloss atau team average?
Sy team disiplin TP dan jaga cashflow.
$BMRI
$BUMI
$CHEM
$BMRI
Rabu 🚀
Senyum" cieeee
CPI = 2.4% US
its a good result, artinya bullish 🥂
Yang masih nyari BMRI di 4000 - #GOODLUCK
Yang masih ga ada barang - #SAYONARA

@sai123m bagus sekali
Di Indonesia saat ini hingga awal 2026, retail investor belum bisa melakukan short selling di pasar saham secara resmi.
Peraturan dan implementasi short selling masih ditunda oleh regulator sampai setidaknya 17 Maret 2026.
BEI menunda penerapan fasilitas short selling (termasuk pembiayaan dan transaksi) hingga 17 Maret 2026.
Karena itu, BEI tidak menerbitkan Daftar Efek Short Selling sampai tanggal itu, artinya belum ada saham yang bisa ‘dijadikan short’ secara formal. Regulasi ini berlaku untuk semua pelaku (termasuk retail) — sehingga retail sampai saat ini belum bisa short sell di BEI karena fasilitasnya belum aktif.
Rencana penerapan short selling di Indonesia sudah dibicarakan sejak 2024 dan sempat dijadwalkan aktif akhir 2025, namun selalu ditunda berkali-kali karena kondisi pasar dan pertimbangan regulator.
Jadi sampai setidaknya Maret 2026, meskipun ada regulasi yang diarahkan, retail belum bisa melakukan short sell karena fasilitas teknis dan daftar sahamnya belum tersedia.
Tetapi.. kenyataannya
Investor asing:
Punya inventory saham besar
Bisa jual kapan pun
Tidak butuh izin khusus untuk jual kepemilikan mereka sendiri
Kepemilikan Asing di BEI (per data 2025)
Investor asing mempunyai sekitar 45,9% dari total nilai kepemilikan saham di pasar modal Indonesia (nilai pasar saham secara keseluruhan).
Saham Big Cap
Ini juga berlaku untuk
Broker / institusi besar lokal:
Mereka Punya inventory proprietary (pemegang saham mayoritas)
Bisa distribusi pelan
Bisa hedging lintas market (index, futures, offshore)
Retail & broker lokal kecil:
Inventory terbatas
Tidak punya struktur lindung nilai
Risiko ke compliance tinggi
Tapi kok asing kayak jual rugi?
Ini yang bikin ilusi.
Contoh:
Asing beli BBCA di avg Rp 4.000 (bertahun-tahun lalu)
Sekarang jual di Rp 7.000
Retail lihat: beli di atas "
“Kok jual pas turun? Rugi dong?”
Padahal:
Mereka tetap untung besar
Cost basis mereka jauh di bawah
Yang terlihat cuma transaksi hari ini, bukan sejarah posisi
Kita tidak bisa melihat dari susut pandang ritel tapi harus dari sudut pandang institusi Yang Mengendalikan harga $BMRI $BBRI
KABARBURSA.COM – Aksi broker asing UBS Sekuritas Indonesia (AK) pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 menunjukkan rotasi dana yang kontras. AK mencatat pembelian besar pada saham energi dan komoditas, namun secara bersamaan melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Data top broker me...

www.kabarbursa.com

Tulisan #1 - Dividen Itu Bukan Gaji
Banyak orang masuk ke dunia dividend investing dengan satu harapan yang sangat manusiawi: ingin punya penghasilan rutin tanpa harus bekerja lebih keras. Mereka membayangkan dividen seperti gaji kedua—datang setiap tahun, stabil, bisa dihitung, bisa diandalkan. Padahal pasar tidak pernah menandatangani kontrak kerja dengan kita. Tidak ada slip gaji, tidak ada kepastian tanggal tetap, tidak ada jaminan jumlahnya sama. Dividen bukan kewajiban perusahaan kepada investor, melainkan keputusan bisnis yang bisa berubah mengikuti laba, arus kas, ekspansi, atau bahkan tekanan ekonomi.
Masalahnya bukan pada keinginan memiliki passive income. Itu sah dan rasional. Masalahnya muncul ketika kita memperlakukan dividen seolah-olah hak tetap. Ketika nominalnya turun, kita kecewa seperti karyawan yang dipotong gajinya. Ketika tidak dibagikan, kita marah seperti merasa dikhianati. Di sinilah banyak dividend investor pemula salah langkah: mereka membangun ekspektasi tetap pada sesuatu yang sifatnya dinamis. Padahal dalam laporan keuangan, dividen selalu berada di bawah satu syarat besar—kemampuan dan kebijakan perusahaan.
Dividen lahir dari laba dan arus kas. Jika laba turun, ruang membagikan dividen menyempit. Jika perusahaan butuh dana ekspansi, prioritas bisa bergeser. Bahkan perusahaan yang historinya rajin membayar dividen pun tidak kebal terhadap perubahan siklus. Komoditas bisa jatuh, regulasi bisa berubah, utang bisa meningkat, dan manajemen bisa mengubah strategi. Tidak ada klausul yang memaksa mereka membayar investor hanya karena tahun lalu mereka melakukannya. Ketika kita memahami ini, perspektif kita mulai bergeser: dividen adalah bonus dari kinerja bisnis, bukan upah dari kepemilikan saham.
Justru di titik inilah kedewasaan seorang dividend investor diuji. Ia tidak membangun gaya hidup berdasarkan angka yang belum pasti. Ia tidak menggantungkan kebutuhan pokok pada payout ratio. Ia memahami bahwa stabilitas sejati bukan berasal dari satu emiten, melainkan dari struktur portofolio yang sehat, manajemen risiko, dan ekspektasi yang realistis. Dividen bisa menjadi mesin cashflow, tetapi mesin itu tetap terhubung pada kesehatan bisnis. Jika mesinnya rusak, alirannya akan terhenti.
Maka sebelum berbicara tentang target satu juta per bulan, sebelum menghitung yield on cost sepuluh tahun ke depan, kita perlu mengoreksi fondasi berpikir kita terlebih dahulu. Dividen bukan gaji. Ia adalah hasil dari bisnis yang bekerja dengan baik. Dan tugas kita bukan menuntutnya seperti karyawan menagih upah, melainkan memastikan kita menjadi pemilik yang memahami risiko. Di situlah dividend investing berubah dari sekadar strategi mencari uang menjadi perjalanan membangun ketenangan yang rasional.
$DMAS $LPPF $BMRI

@RgSTMA
Saya sih ga tahu yang dimaksud siapa, kebetulan saja post ini lewat di feed saya.
Tapi jika disuruh memilih banking untuk long term, maka dengan senang hati saya memilih $BBCA.
No offense, saya tidak punya saham banking di portofolio sekarang. Namun saya cukup mengenal banking karena ini adalah segmen yang saya pegang ketika awal-awal masuk bursa saham 7-8 tahun yang lalu.
Jika kita liat satu waktu (saat ini), BBCA tampak lebih mahal daripada banking lainnya. Namun ada alasan kenapa BBCA bisa dihargai mahal. Yang paling signifikan tentu trust dan ROE yang lebih tinggi daripada banking lain. Bank pemerintah yang mendekati BBCA hanya $BMRI yang kuat di sektor korporat. Namun karena BMRI termasuk himbara, maka dia sangat rawan terkena kebijakan aneh pemerintah (ehem seperti sekarang).
BBCA akan lebih menguntungkan jika timeframe anda jangka panjang, maybe lebih dari 5 tahun. investor institusi, big fund, dan orang-orang super kaya suka dengan saham seperti ini. Jangan lupa jika ritel tidak semuanya duit under 100 juta, sebagian ritel benar-benar banyak duit dan tajir dari lahir.
SCALPING $CHEM (110)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (107 – 113)
Take Profit 1 (TP1) 115
Take Profit 2 (TP2) 120
Zona Stoploss (< SL) 102
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (109)
Risiko (Risk)
Entry 109 → Stoploss 102
Risiko = 7 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 6 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,85
Reward TP2
TP2 – Entry = 11 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,6
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $ASII
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ASSA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1165
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1130 – 1180
- Stoploss: < 1080
- TP1: 1250
- TP2: 1350 – 1450
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing ASSA masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1050 – 1080
- Stoploss: < 1000
- TP1: 1180
- TP2: 1300 – 1450
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1220 dengan volume besar
- Stoploss: < 1130
- TP1: 1350
- TP2: 1500 – 1650
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1220 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1050 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $TRUS
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
SCALPING $BMRI (5075)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (4980 – 5150)
Take Profit 1 (TP1) 5200
Take Profit 2 (TP2) 5400
Zona Stoploss (< SL) 4850
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (5050)
Risiko (Risk)
Entry 5050 → Stoploss 4850
Risiko = 200 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 150 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,75
Reward TP2
TP2 – Entry = 350 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,75
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$PGEO $HYGN
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
BREAKING NEWS DI HARI VALENTINE !
Semakin Kalian Takut , Semakin Asing Menyerok !, Saham-Saham Yang Fundamentalnya Kuat Seperti Dibawah Ini Punya Ch*nd*ng per 31 Januari 2026, $BUMI Emang Sudah Dilepasnya Menjadi 2%, Kenapa BBCA Semakin Turun Tidak Perlu Di Jelaskan , Mari Sharing Di Komentar Bawah !
$BMRI $BBRI

Bukan soal besar atau kecilnya profit, tapi soal konsisten dan disiplin risk management.
$BMRI $BBRI $BBNI
$BMRI Berdasarkan analisis broker flow pada saham BMRI, aktivitas broker yang umumnya digunakan oleh investor asing atau smart money menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Broker RX dan YU terlihat cenderung melakukan akumulasi. Broker BK sebelumnya sempat melakukan distribusi dalam jumlah sangat besar, namun saat ini mulai kembali melakukan akumulasi. Sementara itu, broker AK, CC, dan ZP masih berada dalam fase distribusi.
Jika ditinjau dari sisi investor ritel melalui broker yang lazim digunakan, pola pergerakannya terlihat serupa. Ketika harga berada di area bawah atau mengalami penurunan, investor ritel melakukan akumulasi secara bersamaan. Namun, saat harga mulai mengalami rebound, mereka beralih melakukan distribusi atau penjualan.
Berdasarkan broker summary sejak tanggal 1 Januari 2026, investor asing telah keluar dari BMRI dengan nilai kurang lebih Rp3 triliun. Meskipun terdapat pihak asing atau institusi lain yang menyerap saham tersebut, jumlahnya relatif lebih kecil. Tiga pembeli terbesar masih berada di bawah Rp1 triliun, sedangkan tiga penjual terbesar mencapai sekitar Rp3 triliun, sehingga secara keseluruhan masih terjadi net sell yang signifikan.
Apabila dilihat khusus sejak awal Februari 2026, terdapat pembelian oleh BK sekitar Rp500 miliar, RX sekitar Rp300 miliar, dan DX sekitar Rp300 miliar. Nilai ini sedikit lebih besar dibandingkan pihak yang melakukan penjualan, sehingga muncul indikasi kemungkinan adanya re-akumulasi. Pada saat yang sama, broker yang cenderung digunakan oleh ritel seperti XL, XC, YP, dan PD justru melakukan penjualan.
Broker summary per 13 Februari 2026 menunjukkan BK masih konsisten melakukan pembelian setelah sebelumnya sempat distribusi. Hal ini mengindikasikan adanya pihak yang terus melakukan akumulasi melalui broker BK, yang hingga saat ini masih menjadi salah satu top buyer dengan pembelian sekitar Rp160 miliar. YU juga tercatat melakukan pembelian. Di sisi lain, penjualan yang kemungkinan besar berasal dari institusi masih terjadi melalui AK, ZP, dan TP dengan total sekitar Rp350 miliar.
Secara umum, terdapat indikasi bahwa investor asing masih cenderung bersikap defensif dan melakukan penjualan untuk mengamankan likuiditas. Namun, beberapa pihak mulai kembali melakukan akumulasi, sebagaimana terlihat pada BK dan YU yang sebelumnya sempat distribusi besar lalu melakukan pembelian kembali. Saat ini terdapat sekitar empat broker asing yang terlihat mengakumulasi, sementara sisanya cenderung bergerak sideways atau tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan. Broker CC merupakan pihak yang paling konsisten melakukan distribusi, sedangkan BK, meskipun sempat distribusi, telah melakukan re-akumulasi.
Di sisi ritel, pembelian dilakukan saat harga berada di bawah, yang tercermin dari pola pergerakan yang sangat mirip. Ketika BMRI mulai rebound, mereka melakukan penjualan, umumnya untuk merealisasikan keuntungan dan mengalihkan dana ke saham-saham konglomerasi, yang dapat terlihat dari daftar top buyer pada saham-saham tersebut.
Dalam periode dua hingga tiga bulan terakhir, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp3-5 triliun. Oleh karena itu, pergerakan selanjutnya masih perlu dicermati untuk melihat langkah yang akan diambil oleh investor asing.
#DYOR #NFA #LAKUKANRESEACHMANDIRI $IHSG $BBCA
1/5





✅ Para menteri bidang utama terkait ekonomi yaitu :
- Menko Perekonomian Airlangga,
- Menkeu Purbaya,
- Menko Pangan Zulhas,
- Menteri Investasi CEO Danantara Rosan Roeslani,
- Menteri ESDM Bahlil
- Kepala BGN Dadan
- Mentan Amran
Bicara di Indonesia Economic Outlook 2026.
https://cutt.ly/PtmthAoD
Memberi paparan jelas program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melebihi target APBN 5,4% bahkan bisa sampai 6%.
Kesempatan ini juga menjadi bukti bagi khalayak untuk melihat kekompakan para menteri dalam mencapai target pemerintahan Presiden Prabowo.
$IHSG $BMRI $ANTM
$BBCA kembali lah kesini, marilah berkumpul dengan teman big bank mu $BBRI, $BMRI, BBNI. diangka 3k - 4k.
Update Makroekonomi 13/2/2026
Rilis data ekonomi US
➖ Core CPI Inflation Rate MoM Jan = 0,3% (vs previous 0,2%, vs consensus 0,3%)
✅ Core CPI Inflation Rate YoY Jan = 2,5% (vs previous 2,6%, vs consensus 2,5%)
✅ CPI Inflation Rate MoM Jan = 0,2% (vs previous and consensus 0,3%)
✅ CPI Inflation Rate YoY Jan = 2,4% (vs previous 2,7%, vs consensus 2,5%)
Inflasi harga konsumen US masih bisa tetap bergerak turun sesuai bahkan di bawah ekspektasi, di tengah resiliensi aktivitas ekonomi US yang masih nampak.
Perkembangan ini cukup baik mendukung Fed melanjutkan penurunan suku bunga.
$BBCA $BUMI $BMRI
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI) Riduan menyebut pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham, terkait isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN.
"Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya da...

www.cnbcindonesia.com

@Male123 Setuju. Masih banyak kita yang belum financially educated, jadi teknik marketing seperti itu yang paling manjur so far.
Kalo harus cari akar masalahnya, menurut gw krn kurikulum pendidikan kita gak kuat di pengajaran critical thinking. Menghasilkan orang2 yang banyak tahu tapi logika masih di bawah ketek greedy. 😂
Mudah2an di masa depan lebih baik.
$BBRI $BBCA $BMRI
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara terkait target return on assets (RoA) yang dipatok di angka 7% oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara yang membawahi perusahaan BUMN.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Anggoro E...

www.cnbcindonesia.com

$BMRI Kalo kamu mengerti betul apa yg kamu beli, kamu ga akan diversifikasi -shadow master-
$IHSG $BBCA
1/2


Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (13/. Pada penutupan perdagangan, indeks turun 0,64% menyentuh level 8.212,27. Meski demikian, IHSG mampu memangkas pelemahan setelah sempat merosot sebesar 1,02% pada sesi pertama.
Seb...

www.cnbcindonesia.com

@Stockbit $BMRI $PTBA $ANTM gampang San ga perlu pusing2 ROA 7% mah🤭 itu BUMN yg rugi2 lu pailitkan aja kan selesai hilang assetnya. nah yg untung kalau bisa lu selesaikan hutangnya terus lu jual2in di LN mayan cuannya bisa puluhan persen ROAnya ntar😂 nanti palingan lu dilempar hengpon🤭😂🤣