


Volume
Avg volume
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More
.
Hangat-hangat tai ayam,
(temporary; short momentum)
Ketika peta jalan berubah2 dalam hitungan pendek,
Itu adalah ujian, ujian tentang,
“Membedakan Mana Ilalang, Mana Gandum”
Periksalah daun hingga akarnya, baru akan ketemu jawabannya.
Akurasi jawaban tidak bisa ditemukan dengan pertanyaan, mana ARA mana ARB,
atau nafas pernyataan ultra holiganisme yg amat bersemangat, ARAin ndar, ARBin ndar 😆
Selamat menikmati minuman hangat pagi ini, sehangat market pekan depan.
$IHSG $BMRI $BIPI
00.50 WIB waktunya warga Gotham menulis karangan bebas 😁 .
Ketika koreksi market sekira akhir January saya terkena cut loss besar untuk ukuran saya. Masih terasa sakitnya tuh disini. Que sera, sera. Sementara masih wait n see sambil maintain stock yang masih ada.
Saya masih mantengin Big4 Bank, entahlah suasana hati masih belum nyaman. Trio himbara $BBRI BBNI $BMRI masih mental-mentul sedari downtrend akhir 2024 dan cenderung sideway dalam chart mingguannya. Yang agak nganu adalah $BBCA, downtrend terus ke harga stocksplit 2021. Saham Bigbank sering disebut proxy ekonomi, cenderung labih cepat bergerak dibanding real kondisi ekonomi. Saya anggap paranoid saya saja. Semoga semua cepat membaik.
"Profit is your dream, capital is your life", tetap eling lan waspada 😉. Salam cuan untuk semua warga IHSG.

➖ Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia siap dengan segala skenario yang timbul setelah keputusan US Supreme Court soal tarif.
https://cutt.ly/BtQZrYEW
ART yang disepakati Indonesia-US baru akan berlaku 60 hari ke depan, setelah kedua negara berkoordinasi dan meratifikasi di internalnya masing-masing.
Jadi dengan adanya keputusan US Supreme Court, ada kemungkinan ART tersebut akan dibatalkan oleh US.
Indonesia meminta komoditas yang sudah ditetapkan tarif 0% sesuai Agreement on Reciprocal Trade (ART) agar tetap 0%, karena itu diatur dalam Executive Order yang berbeda dengan yang dibatalkan oleh US Supreme Court.
Tarif global 10% yang ditetapkan Trump setelah keputusan US Supreme Court, masih menguntungkan bagi Indonesia karena lebih rendah dari tarif hasil ART di 19%.
Kemungkinan terjadinya pembatalan tarif resiprokal akibat keputusan US Supreme Court, sudah diantisipasi dan didiskusikan oleh tim negosiator Indonesia dengan USTR.
Menko Airlangga juga menegaskan akan adanya treatment khusus dari US bagi negara-negara yang sebelumnya sudah menandatangani perjanjian dagang dengan US, yang membedakan dengan negara lainnya yang dikenakan tarif global 10%.
$BMRI $PTRO $ANTM
$BMRI $BBRI $UNTR
Wah kelihatannya gw agak telat nyadar, ternyata bandar asingnya lagi sibuk pindahan rumah dari sektor energi ke perbankan dan basic industry.
Kalau lu perhatiin dari minggu kemaren, duit gede pelan-pelan udah mulai akumulasi dan ngeruk barang pas ritel lagi sibuk pusing portonya merah atau nyangkut di pucuk saham-saham energi. Hebat bener emang cara kerjanya, rapi tanpa ketahuan ritel FOMO.
Pertanyaannya, lu mau tetep jadi museum holder nungguin saham yang udah ditinggal bandar, atau mau mulai ngikutin jejak duit raksasa?
Mau lihat peta akumulasi yang sama? 👉 https://cutt.ly/btQL0PPk
Disclaimer On & DYOR!

"IHSG 2026: Prediksi & Strategi! Yuk Join Instagram Live mancingsaham! 🚀📊"
Hey, sahabat trader & investor! 🎣
Kami balik lagi untuk ngupas prediksi IHSG 2026 dan strategi menghadapi pergerakan pasar yang seru banget ini! Siap-siap dapetin insight GRATIS dan interaktif bareng kita di sesi live spesial:
📅 Minggu, 22 Februari 2026
🕖 Pukul 20.00 - 21.00 WIB
📍 Live di Instagram mancingsaham
Klik di sini buat join 👉 https://cutt.ly/PtQLn92j
Apa aja yang bakal dibahas?
✨ Prediksi arah IHSG ke depan.
✨ Tips dan strategi menghadapi tren pasar.
✨ Q&A interaktif, jawab pertanyaan & request analisis saham favorit Anda!
Ajak teman trading Anda, siapkan kopi, dan jangan lupa set reminder! ☕ Karena ini kesempatan emas buat tingkatin wawasan saham dan strategi investasi Anda.
Tag teman-teman Anda sekarang dan sampai jumpa di Live!
$BBCA $BMRI $BBRI

KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar net foreign buy pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026.
Investor asing membukukan beli bersih Rp404,41 miliar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan BBRI sebagai saham paling banyak diserok asing hari itu.
Data perd...

www.kabarbursa.com

x : BANGG AJARIN DONG BANGG
Belajar bisa dari mana saja. Tapi yang jelas, namanya belajar itu ya kadang bayar, kadang gratis, kadang malah dibayar.
yang jelas lakukan tindakan preventif agar biaya sekolahnya ga terlalu mahal.
Belajarlah sampai menjadi seorang pakar, Maka Rejeki akan mengikuti.
$BMRI $ZATA $ARCI
Mau update dr konten saya yg ini: https://stockbit.com/post/28252361
ga menyangka dapat jackpot secepat ini (padahal timeframe saya sampai akhir tahun ini). Puji Tuhan untuk $MEDC saya ikut merasakan pesta setelah trading halt kemarin setelah 2 tahun dalam goa 😁😁
Di hari kamis kemarin itu benar2 hari saya seperti org kesurupan padahal dijam kerja 😅 mohon jgn judge saya ya, karna saya merasa menang lotere tiba2 saat itu. Bisa di bayangkan, return saya itu hampir 1 tahun gaji saya pas lagi dipuncaknya.
Saya sempat TP sedikit tapi masih hold mayoritas saat ini karna saya masih ada conviction; MEDC masih belum ada di titik harga wajarnya sehingga masih berpeluang naik (plis DYOR jgn FOMO karna cerita ini).
Ditambah lagi $BMRI kemarin sempat kembali ke harga AVG saya sehingga saya akhirnya bisa keluar dengan profit tipis setelah menunggu 2 tahun di KBMI-4 😁😁 kalau di tanya senyum saya sudah seperti joker, lebar sekali karna penantian bertahun2 puji Tuhan akhirnya HAMPIR selesai.
Nah karna saya seorang investor, hasil TP saya akhirnya saya putar lg & uda tak share analisa saya di postingan sebelum ini, silahkan di cek ya (kebetulan saya pakai english, boleh di translate ya kalau ada yg bingung wkwk)
akhir kata, sama seperti post saya sebelumnya, konten ini hanya sharing perjalanan investasi saya bukan untuk flexing ataupun ajakan beli/jual, karna saat ini pun porto saya masih merah tp tidak separah tahun lalu.
penutup, mo mengutip quotes di film "the pursuit of happiness"
This part of my life... this little part... is called 'happiness' 😁😁😁😁
happy cuan semua
PS. berikut sisa uang makan saya per saya share post ini sampai gajian berikutnya akibat all in seluruh harta ke saham wkwk karna saya seorang investor yg ingin "silent wealth" tp bisa dibilang rada gila juga 🤫

$BMRI
last opportunity to come in before fly to the moon.
big double top highly probably confirmed
before triple bottom confirm.
siapin amunisi penuh dr sekarang followersku ,
gua jg nyiapin.
sayang dilewatkan moment ini guys yg datang tiap 5 tahun sekali..
#Disc on#Awan kinton#DYOR
$BBCA Apakah Bank Yang Paling Dicintai Nasabah?
Pertanyaan member di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
BBCA itu adalah bank yang sangat dicintai para nasabahnya. Kalimat ini bukan sekadar pujian merek, tapi tercermin di angka yang sangat sulit dipalsukan, yaitu CASA (current account savings account) 84,22% dan dana pihak ketiga yang tetap tumbuh 10,1% sampai Rp 1.233,8 triliun. Artinya, nasabah bukan cuma datang saat bunga promo tinggi, tetapi tetap menaruh giro dan tabungan dalam skala besar untuk transaksi harian, payroll, bisnis, dan parkir likuiditas. Dalam bahasa bisnis, ini tanda loyalitas yang kuat, lengket, dan menghasilkan biaya dana murah. Namun justru di titik ini banyak investor keliru karena dana murah besar tidak otomatis membuat EPS (earnings per share) langsung terbang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau loyalitas nasabah diukur dengan proksi struktur dana, BBCA ada di level yang sangat dominan dibanding bank lain dalam sampel 10 bank yang sudah rilis LK Full Year 2025. CASA BBCA 84,22% jauh di atas rata-rata sampel 55,07% dan median 59,06%, bahkan unggul 13,33 poin di atas CASA Bank Mandiri yang sudah sangat kuat di 70,89%. Gap sebesar itu bukan selisih kecil, ini menunjukkan franchise transaksi BBCA memang berbeda kelas. Sederhananya, bank lain masih lebih banyak bertarung lewat pricing dana, sedangkan BBCA lebih banyak menang lewat kebiasaan nasabah dan ekosistem transaksi. Itu yang membuat loyalitas BBCA terlihat lebih struktural daripada sekadar siklus.
Lalu kenapa CASA besar tetapi EPS hanya naik 4,9% dari Rp 445 ke Rp 467. Jawaban utamanya ada di sisi aset dan manajemen risiko, bukan di sisi pendanaan. BBCA punya likuiditas sangat longgar dengan LDR (loan to deposit ratio) sekitar 78,6%, sehingga pertumbuhan DPK lebih cepat daripada pertumbuhan kredit 7,65%. Akibatnya, sebagian dana besar diparkir ke efek investasi Rp 409,42 triliun dengan yield sekitar 6,46%, lebih rendah dari yield kredit rupiah 7,43%. Jadi BBCA memang sangat kuat mengumpulkan bahan bakar, tetapi tidak semua bahan bakar itu dibakar di mesin dengan imbal hasil tertinggi.
Faktor penahan kedua adalah pilihan manajemen yang sangat konservatif. Beban CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) naik 97,1% menjadi Rp 4.011 miliar, jadi ada laba yang sengaja ditahan untuk mempertebal bantalan risiko. Secara kualitas laba, ini justru positif karena BBCA memilih keamanan jangka panjang daripada memoles laba jangka pendek. Tambahan lagi, NII (net interest income) hanya tumbuh 3,9% karena beban bunga naik 5,8% lebih cepat dari pertumbuhan pendapatan bunga 4,2%, yang menandakan ada tekanan margin meski dana murah sangat besar. Jadi keunggulan CASA tetap bekerja, tetapi tidak cukup untuk meniadakan tekanan dari penempatan aset dan kebijakan pencadangan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Faktor ketiga adalah hal yang sering disalahpahami, yaitu efek jumlah saham beredar 123,27 miliar lembar. Secara persentase, kalau jumlah saham stabil, pertumbuhan EPS akan mengikuti pertumbuhan laba bersih, jadi penyebab utama EPS tidak terbang tetap karena laba bersih memang naiknya moderat 4,9%. Tetapi secara nominal per lembar, kenaikan laba bersih Rp 2,71 triliun memang terbagi ke basis saham yang sangat besar, sehingga tambahan EPS hanya sekitar Rp 22 per lembar. Ini membuat BBCA terlihat kurang meledak di EPS, padahal nominal laba tambahannya sendiri sangat besar. Dengan kata lain, mesin labanya tetap besar, hanya karakter distribusi per sahamnya membuat kenaikan terlihat lebih kalem.
Kalau dibandingkan bank lain, di sinilah perbedaan kualitas versus kecepatan muncul sangat jelas. Mega bisa mencatat EPS growth lebih tinggi karena terdorong trading gain one-off, sementara $BTPS laba bisa naik karena provisi turun, tetapi kualitas pertumbuhannya lebih rapuh jika dibanding laba berulang BBCA. $BMRI Mandiri lebih mirip pesaing inti karena sama-sama kuat di operasional, hanya profilnya berbeda, Mandiri lebih agresif di kredit dan unggul di NPL gross, sedangkan BBCA menang telak di struktur dana murah. Jadi BBCA bukan kalah efisien, melainkan memilih profil pertumbuhan yang lebih stabil dan defensif. Itu sebabnya loyalitas nasabah BBCA tercermin lebih kuat di daya tahan franchise daripada lonjakan EPS jangka pendek. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sudut pandang investor, BBCA adalah contoh bank yang kekuatannya sangat besar di sisi kewajiban, tetapi pertumbuhan EPS tetap ditentukan oleh disiplin penyaluran aset, pricing kredit, pencadangan, dan biaya operasional. Kelebihan BBCA ada pada kualitas laba berulang, risiko yang lebih terkelola, dan opsi ekspansi saat kondisi ekonomi membaik karena likuiditasnya sudah siap. Kelemahannya bukan kelemahan struktural, melainkan konsekuensi dari strategi konservatif dan basis laba yang sudah sangat besar sehingga pertumbuhan persen lebih sulit melompat tinggi. Potensinya tetap kuat jika kredit tumbuh lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas aset dan jika porsi dana parkir di aset yield rendah bisa dialihkan ke penyaluran yang lebih produktif. Jadi, loyalitas nasabah BBCA itu sangat besar, tetapi loyalitas yang besar ini lebih dulu menciptakan benteng dan fleksibilitas, baru setelah itu bisa dikonversi menjadi akselerasi EPS jika timing siklusnya pas.
💙 Loyalitas nasabah BBCA sangat kuat
↳ 💧 CASA 84,22% tertinggi di sampel
↳ 📈 DPK tumbuh 10,1% ke Rp 1.233,8 triliun
↳ 🧲 Dana murah tetap masuk walau bunga pasar kompetitif
↳ 🧠 Ini tanda franchise transaksi dan kebiasaan nasabah sangat lengket
📊 Posisi BBCA secara statistik
↳ 📍 CASA BBCA di atas rata-rata sampel 55,07% sebesar 29,15 poin
↳ 📍 CASA BBCA di atas median 59,06% sebesar 25,16 poin
↳ 📍 CASA BBCA di atas Mandiri 70,89% sebesar 13,33 poin
↳ 📍 NPL BBCA 1,71% masih lebih baik dari rata-rata sampel 1,99%
↳ 📍 Coverage BBCA 186,3% sedikit di atas rata-rata sampel 183,72%
🚦 Kenapa EPS BBCA tidak terbang
↳ 🛟 CKPN naik 97,1% ke Rp 4.011 miliar, laba ditahan untuk bantalan risiko
↳ 🏦 Likuiditas berlebih, LDR sekitar 78,6% membuat dana tidak seluruhnya masuk kredit
↳ 📄 Efek investasi Rp 409,42 triliun ber-yield sekitar 6,46%, di bawah yield kredit rupiah 7,43%
↳ 📉 NII tumbuh 3,9% saja karena beban bunga naik lebih cepat dari pendapatan bunga
↳ 🧮 Jumlah saham 123,27 miliar lembar membuat kenaikan laba besar terlihat kalem per lembar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⚖️ BBCA
↳ 🚀 Skala dana murah BBCA paling besar dan paling unggul
↳ 🐢 Trend EPS moderat karena strategi konservatif dan basis laba sudah tinggi
↳ 🛡️ Kualitas laba lebih defensif dibanding bank yang ditopang one-off atau recovery provisi
↳ 🎯 Potensi akselerasi ada jika kredit tumbuh lebih cepat dan dana parkir turun tanpa menaikkan risiko
↳ ✅ BBCA cocok untuk investor yang mengejar kualitas dan daya tahan
↳ ✅ CASA besar adalah aset strategis jangka panjang, bukan jaminan EPS meledak tiap tahun
↳ ⚠️ Kalau investor cari lonjakan EPS cepat, bank dengan profil lebih agresif bisa terlihat lebih menarik tetapi risikonya biasanya lebih tinggi
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8








Membedah Fundamental Valuasi Melalui Lensa McKinsey 🏛️ - part 2
2. Hukum Konservasi Nilai
Melanjutkan kerangka analitis sebelumnya, Hukum Konservasi Nilai (Conservation of Value) adalah prinsip ekuivalensi mutlak dalam corporate finance. Jika ROIC dan Growth adalah "mesin" pencetak nilai, maka Konservasi Nilai adalah "hukum" yang menjaga agar pasar tidak tertipu oleh ilusi optik.
Prinsip ini berakar kuat pada Teorema Modigliani-Miller (M&M), yang secara esensial menyatakan bahwa nilai intrinsik suatu entitas murni ditentukan oleh kapasitas asetnya dalam menghasilkan arus kas bebas (Free Cash Flow), bukan dari bagaimana arus kas tersebut dikemas, dibagi, atau dicatat secara akuntansi.
Mari kita bedah mekanika dari hukum ini dalam praktik profesional dan eksekusi korporasi:
A. Analogi "Kue Arus Kas" dan Ilusi Struktur Modal
Bayangkan total arus kas masa depan perusahaan sebagai sebuah kue pie. Hukum Konservasi Nilai menegaskan bahwa Anda tidak bisa memperbesar ukuran kue tersebut hanya dengan memotongnya menjadi lebih banyak bagian atau mengubah cara Anda membagikannya.
Ketika manajemen melakukan rekayasa struktur modal, misalnya dengan menerbitkan utang baru (debt) untuk menebus saham (equity buyback). mereka pada dasarnya hanya mengubah "siapa" yang memiliki klaim atas kue tersebut. Pemegang saham yang tersisa mungkin akan melihat metrik Earnings Per Share (EPS) mereka melonjak tajam karena jumlah lembar saham beredar menyusut. Namun, secara bersamaan, profil risiko dari sisa ekuitas tersebut meningkat tajam akibat beban utang (leverage) yang lebih tinggi. Pasar yang rasional akan langsung merespons dengan menurunkan valuasi kelipatan (P/E ratio), sehingga total nilai intrinsik perusahaan (Enterprise Value) tetap terkonservasi atau tidak berubah. Nilai hanya bisa tercipta jika utang tersebut memberikan perlindungan pajak riil (tax shield) yang secara harfiah menambah cash flow baru, bukan dari efek mekanis kenaikan EPS.
B. Kekebalan Pasar Terhadap Ilusi Akuntansi (Accounting Optics)
Buku McKinsey dengan sangat tegas membuktikan bahwa pasar modal (smart money) jauh lebih cerdas daripada angka-angka bottom line di laporan laba rugi. Perubahan kebijakan akuntansi yang memanipulasi laba bersih tetapi tidak menyentuh arus kas riil sama sekali tidak akan mendistorsi valuasi. Terdapat dua preseden historis yang menjadi studi kasus utama:
- Penghapusan Amortisasi Goodwill (FASB 142): Pada awal tahun 2000-an, standar akuntansi AS (US GAAP) mengubah aturan pelaporan. Perusahaan tidak lagi diwajibkan untuk mengamortisasi (menyusutkan) goodwill dari akuisisi masa lalu secara berkala. Akibatnya, secara instan, laba bersih ratusan perusahaan multinasional melonjak drastis karena beban non-kas tersebut hilang dari laporan laba rugi. Namun, apakah harga saham mereka ikut meledak? Tidak. Pasar mengabaikan lonjakan laba bersih tersebut karena arus kas riil (Free Cash Flow) yang dihasilkan dari operasi perusahaan tidak berubah satu sen pun.
- Pencatatan Opsi Saham Karyawan (Employee Stock Options / ESO):
Di masa lalu, perusahaan teknologi sering memberikan kompensasi berupa opsi saham kepada karyawan tanpa mencatatnya sebagai beban di laporan laba rugi, sehingga laba terlihat sangat besar. Ketika regulator memaksa agar opsi saham ini dicatat sebagai beban (expense), laba akuntansi perusahaan-perusahaan ini anjlok seketika. Namun, valuasi saham mereka tidak runtuh. Mengapa? Karena pasar sudah mendiskontokan (memperhitungkan) efek dilusi dari opsi saham tersebut jauh sebelum aturan akuntansi itu diubah. Sekali lagi, nilai terkonservasi pada level fundamental kas dan kepemilikan riil, bukan pada tinta laporan laba rugi.
C. Mitos Penciptaan Nilai melalui Merger & Akuisisi (M&A)
Hukum Konservasi Nilai menjadi pisau analisis paling tajam untuk membongkar kesesatan berpikir dalam aksi korporasi M&A. Banyak bankir investasi mempresentasikan skenario merger yang EPS-accretive (langsung menaikkan laba per saham entitas gabungan) sebagai bukti penciptaan nilai.
McKinsey membongkar bahwa menggabungkan dua perusahaan, Perusahaan A dan Perusahaan B tidak akan pernah menciptakan nilai sepeser pun kecuali penggabungan tersebut menghasilkan arus kas baru yang tidak bisa dihasilkan jika keduanya berdiri sendiri (Sinergi Arus Kas).
Jika Perusahaan A mencaplok Perusahaan B murni untuk memperbesar ukuran perusahaan, namun A membayar harga akuisisi (termasuk premi) yang persis sama dengan nilai sekarang (Present Value) dari arus kas B, maka transaksi tersebut memiliki Net Present Value (NPV) = Nol. Laba bersih gabungan mungkin terlihat masif, pendapatan (top line) meroket, tetapi tidak ada satu pun value baru yang tercipta bagi pemegang saham Perusahaan A. Bahkan, jika A membayar premi terlalu mahal (overpay), nilai justru dihancurkan, karena A mentransfer sebagian "kue" milik pemegang sahamnya kepada pemegang saham B.
Bagi seorang analis profesional, Hukum Konservasi Nilai mengajarkan disiplin yang sangat ketat: Financial engineering (rekayasa keuangan), stock splits (pemecahan saham), spin-offs yang tidak mengubah operasi, atau perubahan metode pencatatan inventaris yang tidak berdampak pada pajak, secara absolut bukanlah mesin pencipta nilai.
Satu-satunya cara manajemen dapat memperbesar "kue" valuasi adalah dengan kembali ke formula dasar: memotong biaya operasional riil, menaikkan harga jual tanpa kehilangan volume (pricing power), berinvestasi pada proyek dengan ROIC tinggi, atau membuang aset mati untuk mengembalikan kas kepada pemegang saham. Di luar itu, semuanya hanyalah kosmetik.
poin selanjutnya akan dibahas di part 3
random tag: $BMRI $ANTM $ADRO

$BBCA dan Mandiri Masih Jadi Bank Terbaik di LK Full Year 2025 (BBRI Belum Rilis LK Full Year 2025, Jadi Jangan Tanya di Mana BBRI)
Sudah ada banyak bank yang rilis LK Full Year 2025. Kalau lihat data yang ada, masih belum ada yang berhasil mengalahkan laba BBCA. Bank swasta juga masih unggul dalam kualitas mesin laba inti dan struktur dana murah yang sulit ditiru. Dari 10 bank yang sudah rilis LK ini, pola yang muncul sangat jelas, siapa yang tumbuh karena operasional inti, siapa yang tumbuh karena efisiensi provisi, dan siapa yang terlihat tumbuh tetapi membawa beban risiko ke periode berikutnya. Jadi fokus investor sebaiknya bukan hanya siapa paling kencang naik, tapi siapa yang paling tahan kalau kondisi bunga, likuiditas, dan kualitas kredit berubah. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dibaca sebagai perbandingan lintas bank, ada empat metrik yang paling menentukan hasil akhir, yaitu NPL (non-performing loan) gross, CASA (current account savings account) ratio, pertumbuhan kredit, dan CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) coverage. NPL gross memotret tekanan kualitas aset saat ini, CASA memotret kekuatan franchise pendanaan murah, pertumbuhan kredit memotret agresivitas ekspansi, dan CKPN coverage memotret seberapa tebal bantalan jika kualitas aset memburuk. Masalahnya, tidak ada bank yang menang mutlak di semua metrik, sehingga interpretasinya harus berbasis kombinasi, bukan satu angka. Itulah sebabnya BBCA dan $BMRI Mandiri terlihat elit, tetapi alasannya berbeda, BBCA unggul ekstrem di pendanaan murah, Mandiri unggul kuat di kualitas kredit dan tetap growth cepat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Secara statistik, data di LK juga memberi gambaran statistik yang jelas. Rata-rata NPL gross 10 bank ada di 1,99% dengan median 1,87%, jadi mayoritas masih di zona relatif sehat, tetapi rentangnya lebar dari 1,13% sampai 3,08% yang menandakan gap kualitas aset antar bank cukup nyata. Rata-rata CASA ratio ada di 55,07% dengan median 59,06%, dan rentangnya sangat lebar dari 25,9% sampai 84,22%, ini menunjukkan kekuatan dana murah memang sangat timpang antar pemain. Rata-rata pertumbuhan kredit ada di 8,54% dengan median 8,73%, artinya pertumbuhan sektor masih ada, hanya ritmenya berbeda dari sangat agresif sampai sangat konservatif. Rata-rata CKPN coverage 183,72% dengan median 188,60% juga menegaskan bahwa bantalan risiko dibentuk oleh karakter portofolio dan gaya manajemen risiko masing-masing bank, bukan sekadar ukuran bank.
Kualitas laba menjadi pembeda paling penting dalam membaca makna angka. BBCA dan Mandiri terlihat paling sehat karena struktur laba lebih dominan dari NII (net interest income) dan fee-based income yang berulang, sehingga kualitas laba lebih tahan terhadap perubahan sentimen pasar. Di sisi lain, Mega dan $BTPS perlu dibaca lebih hati-hati karena ada sinyal laba yang terdorong faktor yang kurang berulang seperti trading gain atau penurunan beban provisi, sementara tekanan di sisi pendapatan inti atau restrukturisasi tetap muncul. OCBC juga masuk kategori yang perlu dibaca lebih detail karena pemulihan provisi bisa membantu laba jangka pendek, tetapi tidak otomatis berarti mesin pendapatan inti sedang kuat. BSI dan Permata justru menarik karena menunjukkan ketahanan dengan jalur berbeda, BSI lewat pertumbuhan dan fee digital, Permata lewat bantalan cadangan tebal dan perbaikan struktur dana meski yield kredit tertekan.
Dari data LK Full Year 2020, BBCA dan Mandiri tetap kelas elit, BSI paling menarik sebagai penantang seimbang, lalu BNI, Danamon, dan Permata masuk kelompok peluang dengan trade-off yang berbeda-beda. BTN, Mega, BTPS, dan OCBC lebih cocok dibaca sebagai cerita eksekusi spesifik, jadi investor perlu disiplin membaca kualitas aset, sumber laba, dan sensitivitas biaya dana, bukan hanya headline pertumbuhan atau headline laba. Intinya, data ini tidak bilang siapa bank terbaik untuk semua kondisi, tetapi sangat membantu membaca bank mana yang defensif, mana yang agresif, mana yang sensitif terhadap bunga, dan mana yang butuh verifikasi kualitas laba lebih ketat sebelum investor ambil posisi.
🏦 Peta besar 10 bank FY 2025
🔹 BBCA tetap benchmark laba dan kualitas franchise
🔹 Mandiri sangat layak diposisikan setara elit dengan BBCA
🔹 BSI paling seimbang di luar dua raksasa
🔹 BNI paling agresif dalam ekspansi kredit
🔹 Mega dan BTPS paling rawan salah tafsir kalau hanya lihat headline laba
🛡️ NPL gross terbaik ada di Mandiri 1,13%
⚠️ NPL gross tertinggi ada di BTN 3,08%
🧠 Maknanya, kualitas aset terbaik ada di Mandiri, tekanan kualitas aset paling berat ada di BTN
💧 CASA ratio terbaik ada di BBCA 84,22%
⚠️ CASA ratio terendah ada di BTPS 25,9%
🧠 BBCA punya struktur dana termurah dan paling kuat menopang margin
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🚀 Pertumbuhan kredit tertinggi ada di BNI 15,95%
🐢 Pertumbuhan kredit terendah ada di OCBC 1,7%
🧠 Maknanya, BNI paling ekspansif, OCBC paling konservatif
🛟 CKPN coverage tertinggi ada di BTPS 328,7%
⚠️ CKPN coverage terendah ada di Mega 72,6%
🧠 Maknanya, BTPS punya bantalan sangat tebal, Mega bantalan relatif tipis dan perlu dicermati bersama kualitas aset
📈 NPL
📍 NPL gross rata-rata 1,99%
📍 NPL gross median 1,87%
📍 NPL gross rentang 1,13% sampai 3,08%
📍 Gap kualitas aset antar bank cukup lebar
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📍 CASA rata-rata 55,07%
📍 CASA median 59,06%
📍 CASA rentang 25,9% sampai 84,22%
📍 Gap kekuatan dana murah sangat ekstrem
📍 Pertumbuhan kredit rata-rata 8,54%
📍 Pertumbuhan kredit median 8,73%
📍 Pertumbuhan kredit rentang 1,7% sampai 15,95%
📍 Ada bank yang mengejar volume, ada yang menjaga kualitas dan likuiditas
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📍 CKPN coverage rata-rata 183,72%
📍 CKPN coverage median 188,60%
📍 CKPN coverage rentang 72,6% sampai 328,7%
📍 Coverage harus dibaca bareng NPL, Stage 2, restrukturisasi, dan sumber laba
🏅 Bank Unggulan
👑 BBCA
💰 CASA 84,22% membuat biaya dana sangat murah
🧱 Struktur laba lebih berulang dan defensif
🛡️ Cocok untuk investor yang cari kualitas dan stabilitas
🔥 Mandiri
✅ NPL gross 1,13% paling rendah
📈 Pertumbuhan kredit 13,97% tetap tinggi
⚙️ Kombinasi kualitas aset dan eksekusi growth sangat kuat
🌱 BSI
📈 Pertumbuhan kredit 13,21% kuat
🛟 Coverage 190,9% masih solid
📱 Fee digital tumbuh kuat dan menopang kualitas laba
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🎯 Bank Medioker
🚀 BNI
📈 Kredit tumbuh 15,95% paling tinggi
💧 CASA 69,75% kuat
⚠️ Risiko kualitas aset perlu dipantau karena sinyal tekanan kredit dan Stage 2 meningkat
⚠️ Risiko konsentrasi dana institusi juga perlu diperhatikan
⚖️ Danamon
📉 NPL gross 1,64% masih baik
🛒 Potensi menarik jika bunga turun karena biaya dana bisa turun lebih cepat
⚠️ LDR (loan to deposit ratio) 115% membuat ruang likuiditas lebih ketat
🧱 Permata
🛟 CKPN coverage 260% sangat tebal
💧 CASA 63,8% sudah cukup bagus
⚠️ Yield kredit turun menekan margin, jadi kunci ada di efisiensi dan repricing
🚨 Bank Lampu Kuning
🏠 BTN
📈 Pertumbuhan kredit 11,9% cukup tinggi
⚠️ NPL gross 3,08% tertinggi di sampel
⚠️ Stage 2 tinggi membuat risiko provisi ke depan lebih sensitif
🎲 Mega
📈 Laba terlihat naik
⚠️ Ada ketergantungan pada trading gain one-off
⚠️ CASA 27,02% rendah, artinya struktur dana mahal dan sensitif terhadap cost of fund
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧪 BTPS
🛟 Coverage 328,7% sangat tebal
⚠️ CASA 25,9% sangat rendah
⚠️ Restrukturisasi naik 309% membuat investor perlu lebih hati-hati membaca kualitas pertumbuhan laba
✅ NPL rendah ditambah CASA tinggi biasanya berarti bank lebih tahan menjaga margin dan kualitas laba
⚠️ Growth kredit tinggi tanpa kontrol kualitas aset bisa berubah jadi beban provisi di periode berikutnya
⚠️ Coverage tinggi tidak otomatis paling aman, bisa juga tanda portofolio memang berisiko dan butuh bantalan besar
✅ Laba dari operasional inti lebih bernilai daripada laba dari faktor non-berulang
⚠️ Likuiditas longgar bagus untuk keamanan neraca, tetapi bisa menekan NIM (net interest margin) jika terlalu banyak parkir di surat berharga
🔮 Skenario potensi ke depan
📉 Jika suku-bunga turun
✨ Permata dan Danamon berpotensi lebih menarik karena biaya dana bisa turun dan margin bisa melebar
🙂 Mega dan BTPS bisa ikut terbantu dari sisi biaya dana, tetapi kualitas aset tetap penentu utama
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📌 Jika suku-bunga tetap tinggi
🛡️ BBCA dan Mandiri cenderung paling tahan karena basis CASA tinggi
⚠️ Bank dengan deposito dominan lebih rentan tertekan NII
📉 Jika ekonomi melambat
🔍 Fokus pasar pindah ke kualitas aset dan kualitas laba
⚠️ Bank dengan Stage 2 tinggi, NPL naik, atau laba non-inti dominan berisiko ditekan valuasi
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
👑 BBCA masih benchmark laba dan kualitas franchise
🛡️ Mandiri adalah penantang elit paling kuat dengan kombinasi growth dan kualitas aset
🌱 BSI paling menarik sebagai kombinasi growth dan disiplin risiko di luar dua raksasa
⚖️ BNI, Danamon, dan Permata menarik dalam skenario yang tepat, tetapi trade-off risikonya wajib dipahami
🚨 BTN, Mega, dan BTPS wajib dianalisis lebih dalam pada kualitas aset dan kualitas laba sebelum investor mengambil keputusan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Msci siap masuk besok senin... Kemungkinan gak si gorengan yah. Tp si komo dan basic ind.
Random
$IHSG $BMRI $BBCA

$BMRI $IHSG
🔵 Kinerja Lapkeu January 2025 - 2026 - Naik 16%
🔵 MSCI Mensetujui Proposal Reformasi BEI
🔵 Perang Dagang Trump Dibatalkan MA
Sudah tau kan market kearah mana?

SAHAM : $WAPO
HARGA SAAT INI : 179
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham small cap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak di area konsolidasi setelah tekanan turun. Struktur belum membentuk uptrend sehat dan rawan false breakout, sehingga swing bersifat spekulatif dan wajib disiplin risk.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 170
- Support Kunci : 155
- Resistance 1 : 195
- Resistance 2 : 215
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Fluktuatif dan relatif tipis
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 155 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 179
- Stop Loss : 150
- Target Swing : 205
- Risk : Reward : ±1 : 0,9 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten small cap sektor consumer/F&B, sensitif terhadap daya beli dan sentimen pasar
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term defensif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- WAPO hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 155
- Target area 195–215, risiko tinggi jika breakdown 155
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$FUTR $BMRI
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Update kinerja bank
LK 2025 : $BDMN
Januari 2026 : $BMRI , $BJTM
Cerita nyata, semoga bermanfaat :
Saya pergi shalat ke masjid, dengan berbeda hari, dan mendapatkan pengalaman :
1. Memakai kaos yang pantas
Ucapan manusia : kamu ga da baju yang lebih rapih lagi, kemeja atau baju koko?
2. Memakai kemeja lengan panjang
Ucapan manusia : mau kemana bro, udah kerja sekarang?
3. Memakai baju koko dan peci
Ucapan manusia : weis , udah jadi ustad sekarang....
4. Memakai jaket dan sarung
Ucapan manusia : bro, pergi ke masjid pakai baju yang pantas dong
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mencari ridha Allah walau manusia membencinya, maka Allah akan mencukupinya dari manusia. Dan barang siapa mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia.”
(HR. Tirmidzi)
Pesan : Fokuslah pada ridha Tuhan, bukan tepuk tangan manusia. Serta jauhilah "RIBA"

$BMRI, harga wajarnya. 5600.
$BBCA harga Wajar nya 10.000.
$BBRI harga wajarnya 4500.
perlu di ingat terkadang harga saham tidak sesuai harga wajarnya atau sedikit dibawah harga wajarnya agar pembagian deviden bisa lebih besar.
contoh BBCA bisa saja nanti harganya naik ke 8000 tapi pembagian deviden dibesarin + Buyback .
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $FOLK (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 675
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 650 – 700
- Stoploss: < 620
- TP1: 750
- TP2: 820 – 900
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing FOLK masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 600 – 620
- Stoploss: < 560
- TP1: 700
- TP2: 780 – 900
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 720 dengan volume besar
- Stoploss: < 650
- TP1: 820
- TP2: 950 – 1050
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 720 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 600 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
$BMRI $ASHA
@FazaGood wah bukan $SUPA paman, sektor banking cuman pegang 2 di porto ini. Selain itu lebih ke sektor komoditas dan infrastruktur IT maupun manufaktur..
Random tag
$BMRI $WIFI
SCALPING $ASPR (151)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (147 – 155)
Take Profit 1 (TP1) 158
Take Profit 2 (TP2) 166
Zona Stoploss (< SL) 140
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (149)
Risiko (Risk)
Entry 149 → Stoploss 140
Risiko = 9 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 9 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 17 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,9
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti $BMRI $RATU ,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
ANALISA SAHAM $PTPS
Harga Sekarang: Rp 196
Zona Area Beli Aman:
Rp 185 – 190
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 178
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 205 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 205 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 220
• TP2 = Rp 240 – 260
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 185, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor konstruksi/engineering, pergerakan agresif dan sensitif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $ESSA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Ini adalah hasil analisa bandarmology $BMRI yang diambil dari https://cutt.ly/qtQSRsj3
Analisis Faktor Kunci:
Smart Money Flow (Asing): BEARISH KUAT. Aliran modal asing menunjukkan distribusi (selling) yang sangat dominan. Broker asing terbesar (ZP, BK) adalah penjual utama, dengan total penjualan bersih asing jauh melebihi pembelian. Pembeli asing (RX, YU) tidak cukup signifikan untuk menahan tekanan jual. Ini adalah sinyal peringatan utama.
Aktivitas Pemerintah & Lokal (Insider/Institusi Domestik): BULLISH. Pihak domestik, terutama broker pemerintah (NI, DX) dan lokal (BB, XL, SQ), bertindak sebagai penyerap (net buyer) yang agresif. Mereka membeli dalam volume besar di tengah gempuran jual asing, menunjukkan keyakinan pada fundamental saham atau adanya dukungan likuiditas domestik.
Momentum & Tekanan Pasar: BEARISH dalam jangka pendek. Indikator bandarmology seragam negatif: "Big Dist" pada akumulasi/distribusi (accdist) untuk rata-rata, top3, dan top5. Net flow uang (amount) negatif Rp 1.066 Triliun (-35.2%). Meski jumlah buyer (48) > seller (40), kekuatan jual (value) jauh lebih terkonsentrasi dan besar, didominasi oleh beberapa broker besar.
Interpretasi & Skenario:
Narasi yang terbentuk adalah "Perang Likuiditas" atau "Transfer Kepemilikan". Skenario yang paling mungkin adalah institusi asing sedang melakukan profit taking atau realokasi portofolio secara besar-besaran dari BMRI. Penjualan mereka terstruktur dan masif (lihat CC, ZP, BK).
Di sisi lain, institusi domestik (pemerintah dan lokal) dengan percaya diri membeli saham-saham yang dilepas asing. Ini bisa diinterpretasi sebagai:
Dukungan strategis dari pihak domestik yang melihat harga sudah menarik (value buying).
Pergantian kepemilikan dari pemain jangka pendek (asing) ke pemain jangka panjang (domestik).
Perang sinyal ini menciptakan tekanan jual di pasar (sehingga harga cenderung turun atau tertekan), namun diikuti oleh bid (permintaan beli) yang kuat di bawahnya. Jika pembeli domestik kehabisan daya serap, harga berpotensi koreksi lebih dalam. Namun, jika mereka konsisten menahan dan asing berhenti menjual, harga bisa menemukan dasar yang kuat.
Kesimpulan & Rekomendasi:
Sinyal Utama: NEUTRAL-TO-BEARISH (Konflik Sinyal Tinggi). Sinyal teknis dan aliran asing sangat bearish, namun aksi beli institusi domestik memberikan pondasi support yang kuat.
Strategi Investor Existing: HOLD dengan batas stop loss. Jika Anda investor jangka panjang dan percaya pada fundamental BMRI, aksi beli domestik bisa menjadi penahan. Namun, awasi jika tekanan jual asing berlanjut. Pertimbangkan untuk averaging down hanya jika sinyal jual asing mulai mereda.
Strategi Calon Investor: WAIT & WATCH / BUY ON WEAKNESS dengan skala bertahap. Jangan terburu-buru masuk. Tunggu konfirmasi bahwa tekanan jual asing telah berkurang atau habis. Bisa mulai akumulasi porsi kecil di area support teknis jika dibarengi dengan volume beli domestik yang masih solid.
Level Kunci:
Resistance: Area di sekitar harga rata-rata beli asing (Rp 4,800 - Rp 4,900).
Support: Area di sekitar harga rata-rata beli domestik (Rp 4,700 - Rp 4,800). Perhatikan aksi broker pemerintah (NI, DX) sebagai penahan utama.
Risiko Utama: Kelanjutan gelombang jual asing yang bisa mengikis kepercayaan dan melibas bid domestik.
Peluang: Terbentuknya base (dasar) yang kuat setelah proses distribusi asing selesai, yang bisa menjadi awal rally berikutnya yang didorong pemain domestik.
1/4




Mau muji saham bank tapi em 😭
SHARPE RATIO
Sharpe Ratio: Indikator untuk mengukur efisiensi investasi dengan membandingkan imbal hasil ekstra (excess return) terhadap volatilitas (risiko). Angka ini menunjukkan berapa persen keuntungan tambahan di atas aset tanpa risiko untuk setiap 1% gejolak harga yang ditanggung.
Risk-Free Rate: Mengacu pada aset tanpa risiko gagal bayar. Berdasarkan data per 21 Februari 2026, instrumen ritel terbaru adalah ORI029 dengan kupon pasti 5,45% per tahun (tenor 3 tahun). Sumber: https://cutt.ly/MtQSsP1R.
Sumber Data Saham: Menggunakan return bulanan riil dari Stockbit selama 50 bulan terakhir (Januari 2022 – Februari 2026). Khusus CUAN menggunakan 36 bulan (Maret 2023 – Februari 2026).
2. Rangkuman Hasil Sharpe Ratio (Disetahunkan)
Diurutkan dari tingkat efisiensi tertinggi hingga terendah dengan acuan kupon SBN 5,4%:
1. CUAN (Petrindo Jaya Kreasi)
Return Tahunan: 169,77% | Risiko Tahunan: 121,35%
Sharpe Ratio: 1,35 (Sangat Efisien)
2. BUMI (Bumi Resources)
Return Tahunan: 61,50% | Risiko Tahunan: 77,46%
Sharpe Ratio: 0,72 (Efisien)
3. BMRI (Bank Mandiri) $BMRI
Return Tahunan: 12,39% | Risiko Tahunan: 25,43%
Sharpe Ratio: 0,27 (Positif tapi Rendah)
4. BBRI (Bank Rakyat Indonesia) $BBRI
Return Tahunan: 2,31% | Risiko Tahunan: 28,23%
Sharpe Ratio: -0,11 (Tidak Efisien)
5. BBCA (Bank Central Asia) $BBCA
Return Tahunan: 1,09% | Risiko Tahunan: 16,55%
Sharpe Ratio: -0,26 (Paling Tidak Efisien Historis)
Sharpe Ratio tidak melihat saham mana yang perusahaannya lebih bagus secara fundamental. Rasio ini murni melihat harga atas risiko. CUAN memberikan untung yang menutupi risikonya yang gila-gilaan, sementara pergerakan harga BBCA belakangan ini belum cukup kuat untuk mengalahkan bunga investasi yang paling aman sekalipun. 🤯
!PAST =/ Future
Coefficient of Variation (CV) (STDV/MEAN) = kecil baik
CUAN: Memiliki CV 0,71
BUMI: Memiliki CV 1,26
BMRI: Memiliki CV 2,05
BBRI: Memiliki CV 12,24
BBCA: Memiliki CV 15,22
BTC : Sharpe Ratio: 0,53 / Coefficient of Variation (CV): 1,56 (ESTIMATE)