5,075

0.00

(0.00%)

Today

157.24 M

Volume

165.87 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@jazle uang dingin mah santai saja kawan..., kalau di saya minusnya di $BBCA ketutup $BBRI nah cuannya di $BMRI udah harga meroket dividen nya jumbo lagi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DMAS daripada saham ini buat deviden, lebih worth it $BBRI $BMRI.

Harga saham selalu naik kearah utara, bukan cuma deviden trap.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PERBEDAAN STOCK SPLIT DAN PERUBAHAN REGULASI SAHAM BISA DIBELI PERLEMBAR:

Karena masih banyak yang salah kaprah mengenai tujuan Saham bisa dibeli Perlembar bukan harus 1 Lot = 100 Lembar

Inklusi Pasar Modal Bukan Soal Saham Murah, tetapi Keadilan Akses bagi Investor Ritel kecil

Dalam upaya memperluas inklusi pasar modal, masih TERKENDALA bahwa harga saham yang tinggi menjadi penghalang utama bagi investor ritel kecil. Saham-saham dengan harga diatas Rp2.000, Rp5.000, bahkan di atas Rp10.000 per lembar kerap “TIDAK TERJANGKAU”, terutama bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap.

Persepsi ini dapat dimengerti, namun perlu diluruskan. Masalah utama bukan terletak pada mahal atau murahnya harga saham secara nominal, melainkan pada AKSES dan keadilan bagi investor ritel kecil untuk berpartisipasi pada saham-saham berkualitas.

Jika inklusi pasar modal dimaknai sebagai kesempatan yang setara, maka investor dengan modal terbatas seharusnya juga memiliki peluang untuk mengakses saham-saham berfundamental kuat, berkapitalisasi besar, dan berperan penting dalam perekonomian nasional, bukan hanya saham berharga rendah yang risikonya sering kali lebih tinggi.

STOCK SPLIT:
Bukan Solusi Teknis yang Perlu Dipahami Secara Utuh atas Inklusi dan Keadilan

Dalam praktiknya, stock split kerap dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan keterjangkauan saham. Melalui aksi ini, harga saham diturunkan secara nominal dengan MENAMBAH JUMLAH SAHAM BEREDAR.

Namun secara fundamental, nilai perusahaan tidak berubah. Kapitalisasi pasar tetap sama, kinerja tidak otomatis meningkat, dan valuasi tidak serta-merta menjadi lebih menarik.

Yang terjadi adalah penyesuaian teknis:
- Jumlah saham bertambah
- Harga per lembar memang menurun
- Earnings per Share (EPS) dan dividen per lembar menyesuaikan secara proporsional

Bagi investor yang telah memahami mekanisme pasar, stock split merupakan informasi NETRAL. Namun bagi investor pemula, kebijakan ini berpotensi menimbulkan BIAS PERSEPSI, seolah-olah saham menjadi lebih terjangkau secara nilai, padahal yang berubah hanya bentuknya, bukan substansinya.

Tantangan di Balik Stock Split bagi Investor:

Dari sudut pandang edukasi dan perlindungan investor, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati:

Pertama, peningkatan jumlah saham beredar dapat memengaruhi dinamika PERMINTAAN dan PENAWARAN. Dalam kondisi tertentu, TEKANAN SUPLAY AKAN meningkat sehingga pergerakan harga memerlukan dukungan volume dan kinerja yang lebih besar.

Kedua, harga saham yang lebih rendah secara nominal cenderung lebih aktif diperdagangkan. Hal ini dapat memang meningkatkan likuiditas, tetapi juga berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya jika tidak diiringi pemahaman risiko yang memadai.

Ketiga, apabila stock split tidak dibarengi dengan peningkatan kinerja operasional, ekspansi bisnis, atau efisiensi, pasar dapat menilainya sebagai langkah teknis semata atau KOSMETIK bukan refleksi pertumbuhan nilai perusahaan.

Karena itu, stock split bukan SOLUSI dalam mendorong inklusi investor ritel, Malah bisa jadi Peluang Untuk menggoreng Saham.

Inklusi yang Sejati adalah Kesempatan Mengakses Saham Berkualitas:

Isu yang lebih mendasar dalam pengembangan pasar modal Indonesia adalah KEADILAN AKSES. Investor ritel kecil tidak semestinya diarahkan hanya pada saham-saham berharga rendah, sementara AKSES ke saham-saham unggulan TERBATAS oleh MEKANISME TEKNIS PEMBELIAN.

Jika tujuan literasi dan inklusi adalah membangun investor jangka panjang yang berkualitas, maka investor dengan modal kecil juga perlu diberi jalan untuk berpartisipasi di saham-saham berfundamental kuat, termasuk saham-saham unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung indeks pasar.

Inklusi tidak berarti menurunkan standar kualitas investasi, melainkan memperluas pintu masuknya.

Pembelian Saham per Lembar sebagai Instrumen Keadilan Akses:

Kebijakan pembelian saham Perlembar yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia menjadi langkah penting dalam konteks ini.

Melalui kebijakan tersebut:
- Investor ritel dapat menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial
- Saham berkualitas tetap dapat diakses tanpa mengubah struktur emiten
- Tidak terjadi distorsi terhadap EPS, dividen, maupun valuasi
- Proses belajar investasi dapat dilakukan secara bertahap dan terukur

Dengan mekanisme ini, investor ritel kecil tidak lagi dipaksa memilih antara “SAHAM MURAH” atau “TIDAK BERINVESTASI SAMA SEKALI”. Mereka dapat mulai membangun kepemilikan pada saham-saham berkualitas secara konsisten, SESUAI KEMAMPUAN.

Arah Literasi Pasar Modal yang Lebih Berkeadilan

Ke depan, pesan literasi pasar modal perlu bergeser dari fokus pada harga nominal menuju pemahaman nilai, risiko, dan akses yang setara.

Pasar modal yang sehat bukan hanya ditopang oleh banyaknya investor, tetapi oleh kualitas keputusan investasi. Edukasi yang baik akan:
1. Mengurangi perilaku spekulatif
2. Mendorong kepemilikan jangka panjang
3. Memperluas partisipasi investor pada saham-saham berkualitas
4. Memperkuat stabilitas pasar secara keseluruhan

BAGAIMANA EMPAT POINT DIATAS BISA TERWUJUD JIKA INVESTOR RITEL KECIL TIDAK BISA MEMBELI EMITEN/SAHAM BLUE CHIPS, LQ30 dan LQ45 (KARENA KEMAMPUAN MODALNYA DIBATASI SECARA TEHNIS OLEH REGULATOR).

Stock split tetap merupakan aksi korporasi yang sah dan bermanfaat dalam konteks tertentu atau bisa jadi KOSMETIK JUGA. Namun, inklusi pasar modal tidak seharusnya bergantung pada pemecahan saham semata.

Bagi investor ritel kecil, yang dibutuhkan bukan ILUSI HARGA MURAH, melainkan KEADILAN AKSES terhadap saham-saham berkualitas. Dengan dukungan regulasi, edukasi yang objektif, dan pemahaman fundamental, pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif, berimbang, dan berkelanjutan sehingga sejalan dengan arah penguatan pasar modal yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan.

$IHSG $BBCA $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ada "Kartu Kuning" dari MSCI buat pasar modal kita? ⚠️

​Masalah free float dan transparansi kepemilikan saham di atas 1% lagi jadi sorotan utama. Kalau kita nggak berbenah, risiko eksodus modal asing itu nyata. Tapi tenang, BEI sudah nyiapin langkah reformasi besar-besaran.
​Cek apakah saham di portofolio kalian aman dari sentimen ini:
https://cutt.ly/3tmblwwS

$BBCA $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

https://cutt.ly/mtmvMGTS

Bagi yang jago hitung, coba hitungkan kalau bigbanks kita NIM nya dipaksa turun, apa yang akan terjadi.

Jangan ada yang bilang bahwa hal yang mustahil menurunkan NIM bank kita.

$BBCA$BMRI$BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – Tiga broker dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 mencatat arah dana yang berbeda.
Data top broker menunjukkan Stockbit Sekuritas Digital (XL), UBS Sekuritas Indonesia (AK), dan Mandiri Sekuritas (CC) mendominasi aktivitas pasar reguler pada hari...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

Sempat ngulik PE saat ini:
$BBCA : 15,4 an
$BMRI : 8,45 an
$BBNI : 7,9 an

(PE = Harga saat ini : EPS).

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA $BBNI $BMRI @NISP @BNGA @BJTM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI tombol dollar di bawah emang ada gunanya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Masbrill Bisnis bank itu kan membiayai perekonomian negara. $BBCA sih persh bagus, namun kalo ekonomi lagi loyo bagaimana kredit bisa tumbuh kencang? Yg ada malah byk kredit macet.
Sentimen pasar saham jg netral (tidak bullish maupun bearish).

$BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Korban $BBCA 10600, $BMRI 7400, $BBNI 5700 sama nasibnya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Riset unboxing stockbit periode awal ahun ini mengenai Indo banks. Saham big bank blue chip fundamental terus dijual asing. Apakah akan terbukti gacoR.
$BBCA $BMRI

Unboxing sebelumnya ada saham per-emas-an, dewa, bumi terbukti gacor boss.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Q1/26 ada satu aturan yang kemungkinan besar nantinya dapat menjadi katalis positif untuk Bank Himbara alias Bank BUMN.

Apa itu?

Yakni revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA. Nantinya, DHE SDA diwajibkan untuk disimpan di Bank Himbara saja pada kurun waktu tertentu. Bisa dilihat Bank Himbara yang kemungkinan paling diuntungkan adalah $BMRI.

$BBNI $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

apa ga salah 2025 dividennya cuma 1.97% aja $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI kalo aja duit w banyak ..udah ta allin disini untuk hunting dividen ..bank paling oke

Outlook $BMRI Montly Chart.


Saat ini kita berada di area 0,5 Fibonacci, kurang lebih chart BMRI ini masih terbilang bearish karena kita masih berada di bawah MA 50.

Sempat menyentuh area support penting dan berhasil reject area tersebut ditandai dengan wick candle saja yang mengenai area support. Hal itu cukup menandakan buying power masih kuat.

Masih ada kemungkinan BMRI ini mengalami continuation sampai ke harga 5.400-5.500, di area tersebut juga perlu diwaspadai karena terdapat bearish OB yang mana berpotensi mengalami selling pressure. Lets see bagaimana pergerakan BMRI ini.

Read more...

2000+ trade didua account
selama 7 bulan ini.

100+ emiten (tepatnya sy juga gak pernah hitung, males

Pernah minus?
Dalam banget. 60%.

Itu awal2 sy trading the real my plonga plongo money sy lepas dimedan market melawan team smart money. ENDINGnya mengantar nyawa KO otomatis.

Dulu mindset sy sederhana bin lugutol.

ARB = diskon. barang bagus serbu....

Diskon = beli ngepot ngepot

Beli = bangga dong klo ingat awal dulu bener bener kocak bin ajib. tp itu adl bagian dr proses perjalanan trading saya yg tdk perlu dianggap aib klo emang pernah sebodoh itu.

Masuk 6 juta di 118, merasa udah paling pinter sdh amanin aset berharga yg ternyata otw jd benda purbakala alamak.....

itulah kali pertama “Pak Tani” dikandangin berbulan2 harusnya duit 6juta bisa dipake buat ngepot ngepot di market malah pak tani dipaksa Sleeping beauty digocap. Cakep bgt.

Kok gak cutloss kak?

Pertama, background sy 13thn penganut deposito garis keras.
Bukan setahun dua tahun. Tiga belas taun duit gaji dr tahun 2013 selalu masuk deposito.

Kedua, dari awal pihak bank datang ke kantor sy udh jelasin saham itu investasi jangka menengah 3–5 tahun. Fokus kerja di dunia real, nikmati dividen tiap tahun, capital gain nyusul. Bahkan disuruh beli BMRI waktu itu masuk diharga 5450 habis beli nyelem terus asikkkk.

Jadi mindset awal sy memang dibentuk sbg long-term investor yg super sabar seperti nenek nenek makan peyek.

Sy bahkan belum tau ada profesi daytrader ato scalper taunya ya krn dpt bisikan gabut dilampu merah itu 1000lot disham bumi iseng buy iseng sell ternyata cuan 4 perak klo beli 1000lot gede juga ya under 45detik dpt duit 400rb kerja apaan.

Kalau baru dikurung hitungan minggu, ngapain panik sampe cutloss? batas toleransi sy 3-5 tahun bung.

Dari minus 60% itu akhirnya sy bisa exit gondol duit.

kok bisa kak
itulah manfaatnya Lock in total di jam bursa.

Jam2 ngantuk tiba2 saham ajib bin kocak itu mulai sentik sentik petanda ada yg mo gerakin neeh nahhh bener gerak ke 51
Average sy yg 118 (modal 6 jutaan) langsung sy tambah di 51–52.
Rata2 jadi 56 koma sekian seingat saya
Yang awalnya cuma 6 juta, valuasi lompat jadi 29 juta buat avr down hampir avr 600% dr qty awal.

krn sudah terkurung berbulan bulan pak tani yg dipaksakan jd putri tidur begitu ijo sekitar modal awal 29juta something naik jd 34 jutaan something sy lupa krn sdh sy jadikan sejarah kelam sahamnya sdh sy block dr memory otak saya.

sy langsung sell semua saking takutnya kena kurung lg. setrauma itu.
Reflek. Gak mikir panjang.

Ternyata itu awal sahamnya dibawa ARA berkali2. saham ajib bin kocak ditahan berbulan bulan kalem berasa korban aputasi macak bedrest giliran disell ngepot ngepot. definisi anak diluar kandungan yg paling durjana ya ginih.

Dulu sy sering nyesel, “kok jual kecepetan sih…” nyesel gelo sedih aneh kan cuan kok sedih itu mindset yg salah yg harus sy reset krn itu tanda maruk
DNAnya firaun masih tersisa disendi2 ga paham konsep grateful dan klo itu tdk diobati itu Alarm bahaya utk diri sendiri.

TP Alhamdulillah sy yg sekarang?
Yang penting ijo.
Cashflow lancar.
Gak usah drama.
Muterin duit lagi
tiap hari happy dijam bursa.

Sy sadar posisi sy adl trader receh yg tugasnya bereaksi, bukan meramal.

dan bagi sy lebih baik jadi trader receh yg konsisten profit
daripada sok profesional tapi ujung2nya gosong.

Team disiplin cutloss atau team average?

Sy team disiplin TP dan jaga cashflow.


$BMRI
$BUMI
$CHEM

Read more...

$BMRI

Rabu 🚀
Senyum" cieeee

CPI = 2.4% US
its a good result, artinya bullish 🥂

Yang masih nyari BMRI di 4000 - #GOODLUCK
Yang masih ga ada barang - #SAYONARA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DPR Trend 10 tahun $BBRI $BBCA $BMRI...
Bri dan Mandiri sama2x pernah Trend patah DPR nya...

@sai123m bagus sekali
Di Indonesia saat ini hingga awal 2026, retail investor belum bisa melakukan short selling di pasar saham secara resmi.
Peraturan dan implementasi short selling masih ditunda oleh regulator sampai setidaknya 17 Maret 2026.


BEI menunda penerapan fasilitas short selling (termasuk pembiayaan dan transaksi) hingga 17 Maret 2026.
Karena itu, BEI tidak menerbitkan Daftar Efek Short Selling sampai tanggal itu, artinya belum ada saham yang bisa ‘dijadikan short’ secara formal. Regulasi ini berlaku untuk semua pelaku (termasuk retail) — sehingga retail sampai saat ini belum bisa short sell di BEI karena fasilitasnya belum aktif.

Rencana penerapan short selling di Indonesia sudah dibicarakan sejak 2024 dan sempat dijadwalkan aktif akhir 2025, namun selalu ditunda berkali-kali karena kondisi pasar dan pertimbangan regulator.

Jadi sampai setidaknya Maret 2026, meskipun ada regulasi yang diarahkan, retail belum bisa melakukan short sell karena fasilitas teknis dan daftar sahamnya belum tersedia.


Tetapi.. kenyataannya
Investor asing:
Punya inventory saham besar
Bisa jual kapan pun
Tidak butuh izin khusus untuk jual kepemilikan mereka sendiri

Kepemilikan Asing di BEI (per data 2025)
Investor asing mempunyai sekitar 45,9% dari total nilai kepemilikan saham di pasar modal Indonesia (nilai pasar saham secara keseluruhan).
Saham Big Cap


Ini juga berlaku untuk
Broker / institusi besar lokal:
Mereka Punya inventory proprietary (pemegang saham mayoritas)
Bisa distribusi pelan
Bisa hedging lintas market (index, futures, offshore)
Retail & broker lokal kecil:
Inventory terbatas
Tidak punya struktur lindung nilai
Risiko ke compliance tinggi

Tapi kok asing kayak jual rugi?

Ini yang bikin ilusi.
Contoh:
Asing beli $BBCA di avg Rp 4.000 (bertahun-tahun lalu)
Sekarang jual di Rp 7.000

Retail lihat: beli di atas "
“Kok jual pas turun? Rugi dong?”
Padahal:
Mereka tetap untung besar
Cost basis mereka jauh di bawah
Yang terlihat cuma transaksi hari ini, bukan sejarah posisi

Kita tidak bisa melihat dari susut pandang ritel tapi harus dari sudut pandang institusi Yang Mengendalikan harga $BMRI $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – Aksi broker asing UBS Sekuritas Indonesia (AK) pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 menunjukkan rotasi dana yang kontras. AK mencatat pembelian besar pada saham energi dan komoditas, namun secara bersamaan melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Data top broker me...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

Tulisan #1 - Dividen Itu Bukan Gaji

Banyak orang masuk ke dunia dividend investing dengan satu harapan yang sangat manusiawi: ingin punya penghasilan rutin tanpa harus bekerja lebih keras. Mereka membayangkan dividen seperti gaji kedua—datang setiap tahun, stabil, bisa dihitung, bisa diandalkan. Padahal pasar tidak pernah menandatangani kontrak kerja dengan kita. Tidak ada slip gaji, tidak ada kepastian tanggal tetap, tidak ada jaminan jumlahnya sama. Dividen bukan kewajiban perusahaan kepada investor, melainkan keputusan bisnis yang bisa berubah mengikuti laba, arus kas, ekspansi, atau bahkan tekanan ekonomi.

Masalahnya bukan pada keinginan memiliki passive income. Itu sah dan rasional. Masalahnya muncul ketika kita memperlakukan dividen seolah-olah hak tetap. Ketika nominalnya turun, kita kecewa seperti karyawan yang dipotong gajinya. Ketika tidak dibagikan, kita marah seperti merasa dikhianati. Di sinilah banyak dividend investor pemula salah langkah: mereka membangun ekspektasi tetap pada sesuatu yang sifatnya dinamis. Padahal dalam laporan keuangan, dividen selalu berada di bawah satu syarat besar—kemampuan dan kebijakan perusahaan.

Dividen lahir dari laba dan arus kas. Jika laba turun, ruang membagikan dividen menyempit. Jika perusahaan butuh dana ekspansi, prioritas bisa bergeser. Bahkan perusahaan yang historinya rajin membayar dividen pun tidak kebal terhadap perubahan siklus. Komoditas bisa jatuh, regulasi bisa berubah, utang bisa meningkat, dan manajemen bisa mengubah strategi. Tidak ada klausul yang memaksa mereka membayar investor hanya karena tahun lalu mereka melakukannya. Ketika kita memahami ini, perspektif kita mulai bergeser: dividen adalah bonus dari kinerja bisnis, bukan upah dari kepemilikan saham.

Justru di titik inilah kedewasaan seorang dividend investor diuji. Ia tidak membangun gaya hidup berdasarkan angka yang belum pasti. Ia tidak menggantungkan kebutuhan pokok pada payout ratio. Ia memahami bahwa stabilitas sejati bukan berasal dari satu emiten, melainkan dari struktur portofolio yang sehat, manajemen risiko, dan ekspektasi yang realistis. Dividen bisa menjadi mesin cashflow, tetapi mesin itu tetap terhubung pada kesehatan bisnis. Jika mesinnya rusak, alirannya akan terhenti.

Maka sebelum berbicara tentang target satu juta per bulan, sebelum menghitung yield on cost sepuluh tahun ke depan, kita perlu mengoreksi fondasi berpikir kita terlebih dahulu. Dividen bukan gaji. Ia adalah hasil dari bisnis yang bekerja dengan baik. Dan tugas kita bukan menuntutnya seperti karyawan menagih upah, melainkan memastikan kita menjadi pemilik yang memahami risiko. Di situlah dividend investing berubah dari sekadar strategi mencari uang menjadi perjalanan membangun ketenangan yang rasional.

$DMAS $LPPF $BMRI

Read more...

@RgSTMA

Saya sih ga tahu yang dimaksud siapa, kebetulan saja post ini lewat di feed saya.

Tapi jika disuruh memilih banking untuk long term, maka dengan senang hati saya memilih $BBCA.

No offense, saya tidak punya saham banking di portofolio sekarang. Namun saya cukup mengenal banking karena ini adalah segmen yang saya pegang ketika awal-awal masuk bursa saham 7-8 tahun yang lalu.

Jika kita liat satu waktu (saat ini), BBCA tampak lebih mahal daripada banking lainnya. Namun ada alasan kenapa BBCA bisa dihargai mahal. Yang paling signifikan tentu trust dan ROE yang lebih tinggi daripada banking lain. Bank pemerintah yang mendekati BBCA hanya $BMRI yang kuat di sektor korporat. Namun karena BMRI termasuk himbara, maka dia sangat rawan terkena kebijakan aneh pemerintah (ehem seperti sekarang).

BBCA akan lebih menguntungkan jika timeframe anda jangka panjang, maybe lebih dari 5 tahun. investor institusi, big fund, dan orang-orang super kaya suka dengan saham seperti ini. Jangan lupa jika ritel tidak semuanya duit under 100 juta, sebagian ritel benar-benar banyak duit dan tajir dari lahir.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SCALPING $CHEM (110)

RENCANA ENTRY & EXIT

Entry Buy (107 – 113)
Take Profit 1 (TP1) 115
Take Profit 2 (TP2) 120
Zona Stoploss (< SL) 102

RISK : REWARD (DETAIL)

Asumsi Entry Ideal (109)

Risiko (Risk)
Entry 109 → Stoploss 102
Risiko = 7 poin

Reward TP1
TP1 – Entry = 6 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,85

Reward TP2
TP2 – Entry = 11 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,6

Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP

Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$BMRI $ASII
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

semoga modal seadanya tahun ini bisa dapat 2digit dari $INDS 🥰🥰



$MINA$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ASSA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1165

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1130 – 1180
- Stoploss: < 1080
- TP1: 1250
- TP2: 1350 – 1450
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing ASSA masih memungkinkan rebound Boss.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1050 – 1080
- Stoploss: < 1000
- TP1: 1180
- TP2: 1300 – 1450
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1220 dengan volume besar
- Stoploss: < 1130
- TP1: 1350
- TP2: 1500 – 1650
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1220 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 1050 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$BMRI $TRUS
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SCALPING $BMRI (5075)

RENCANA ENTRY & EXIT

Entry Buy (4980 – 5150)
Take Profit 1 (TP1) 5200
Take Profit 2 (TP2) 5400
Zona Stoploss (< SL) 4850

RISK : REWARD (DETAIL)

Asumsi Entry Ideal (5050)

Risiko (Risk)
Entry 5050 → Stoploss 4850
Risiko = 200 poin

Reward TP1
TP1 – Entry = 150 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,75

Reward TP2
TP2 – Entry = 350 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,75

Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP

Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$PGEO $HYGN
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...

BREAKING NEWS DI HARI VALENTINE !

Semakin Kalian Takut , Semakin Asing Menyerok !, Saham-Saham Yang Fundamentalnya Kuat Seperti Dibawah Ini Punya Ch*nd*ng per 31 Januari 2026, $BUMI Emang Sudah Dilepasnya Menjadi 2%, Kenapa BBCA Semakin Turun Tidak Perlu Di Jelaskan , Mari Sharing Di Komentar Bawah !

$BMRI $BBRI

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy