4,990

+150

(3.10%)

Today

245.02 M

Volume

120.79 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesa... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SCALPING $HRTA (2520)

RENCANA ENTRY & EXIT

Entry Buy (2460 – 2580)
Take Profit 1 (TP1) 2620
Take Profit 2 (TP2) 2720
Zona Stoploss (< 2380)

RISK : REWARD (DETAIL)

Asumsi Entry Ideal (2520)

Risiko (Risk)
Entry 2520 → Stoploss 2380
Risiko = 140 poin

Reward TP1
2620 – 2520 = 100 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0.7

Reward TP2
2720 – 2520 = 200 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1.4

Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP

Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BMRI $UNTR
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

apa sih yang kalian pikir ketika beli $BBRI dan $BMRI?
Ketika kalian Mines di sini kalian merasa rugi? wkwkwk
Hallo sadar gak sih pas tekan buy?

ni saham turun -8%-10% masih ke cover dengan dividendnya. jadi uang lo gak kemana2 jadi kalau kesini tujuannya buat trading ngapain kesini. disini khusus buat mereka yang akumulasi terus dan nunggu 5-10 Tahun bukan yang beli habis itu jual.

lo harus tau ketika lo beli saham, harus sadar...
lo kalau sadar jadi ngerti dan paham ketika harga saham turun mau lepas (SL untuk management resiko) atau Beli lagi karna memang lo yakin ni barang bagus tapi pasar gak sadar... Dan Lo ngerti juga ketika harga naik lo ngerti mau ngapain. TP atau yakin kalau harga bisa naik lagi karna harga wajarnya belum layak segitu..
semoga bermanfaat bro... SEMANGATTTTT

TRADE YOUR PLAN, & PLAN YOUR TRADE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kalau mau ambil dividen yield tinggi + capital gain paling tinggi dari 4 big bank, aku paling favoritkan $BBNI utk swing(1-3bln) daripada $BBRI dan $BMRI . PBV paling rendah dari 3 bank lain, masuk 1M ke atas sangat aman.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Big bank sudah banyak yg jalan ya, kesabaran adalah emas $BBNI $BMRI $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI
$BBCA
$BBRI

masuk sekarang aman kan?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hmmm 😏 $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

R1 5250
R2 5575
S 4780

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI Terlihat pada perdagangannya yang terakhir ini akhirnya sudah berhasil untuk bisa naik dengan luar biasa signifikan n solid disertai lonjakan volume transaksi yg besar hingga saat ini BBRI sudah berada diangka 3820, artinya secara posisi BBRI saat ini sudah confirm BreakOut juga dari area Resistance sebelumnya yang ada diangka 3780-3800, adapun terlihat belakangan ini BBRI juga seperti sedang membentuk Pattern Double Bottom dimana Necklinenya pun juga sudah di BreakOut hari ini oleh kenaikannya sehingga membuat viewnya jadi sangat" bagus n menarik sekali saat ini, lebih menariknya lagi terlihat juga kenaikan signifikannya hari ini juga sudah disertai dengan adanya aliran Inflow dari Pihak Foreign yang besar, yaitu sekitar 426 Milyar Rupiah.

BBRI ini ada potensi sangat besar kedepannya khususnya dalam jangka pendeknya bakalan bisa segera lanjut naik n mengalami Bullish Reversal secara trend pendeknya dimana BBRI ini punya kisaran Target ada diangka 3980-4050, hal ini sangat" possible sekali bakalan bisa segera dicapai oleh BBRI Kedepannya selama BBRI ini juga mampu untuk bisa terus bertahan diatas area Supportnya yang saat ini ada diangka 3780-3800.

$BBCA $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI tolong bantu bandar biar trcapai

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

selamat sore teman" semua,

Reminder kembali yaa bahwa malam ini jam 20.00 - 21.00 WIB kita bakalan adain Live Technical Analysis GRATIS yaa di IG kita mancingsaham -> https://cutt.ly/utlUhkZO, so jangan lupa gabung ya teman" karena disana nanti seperti biasa kita akan ulas technical analysis market kita secara overall seperti apa saat ini, lalu saham" yang memang sedang ramai diperbincangkan saat ini n saham" dari requestan teman".

semoga bermanfaat! see you guys!

$BBRI $BBCA $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

dah mulai main nih diantara mereka siapa yg duluan ke 700milyad

$BMRI
$BBNI
$BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Melihat $PNBS ada di ujung akhir fase akumulasi dan bersiap untuk mengawali tren naik, maka counter ini layak kita ulik dan masukin watchlist. Setelah terjadi 2 volume besar di tanggal 27 Nov 2025 (yang membentuk false break) dan 5 Jan 2026 yang diikuti dengan retest support volume kecil, saat ini harga berada di atas EMA200 dan alligator (secara teknikal sudah bullish namun belum breakout). Apabila berhasil tembus angka 62, maka harga bisa dengan cepat naik ke 73-75 dan ini adalah PBV 1x jadi kemungkinan harga akan konsolidasi. Ada upside 16-17% untuk yang senang trading cepat dalam waktu 1-2 bulan namun bank ini masih menyimpan upside besar apabila ada yang mau hold lebih panjang.

Mari kita evaluasi cerita selanjutnya. Apabila tahun ini, rata-rata bank mini melakukan RI untuk menambah modal, maka walaupun PNBS adalah bank syariah yang dikecualikan (ada kelonggaran), Dubai Islamic Bank (DIB) sebagai pemegang saham 25% tentu ingin juga bank ini lebih ekspansif, bukan sekedar survive aja. Perhatikan action DIB di Dubai yang baru saja bermitra dengan Finshape (perusahaan Eropa) di akhir 2025 agar siap bertransformasi ke digital. Mereka tentu melihat juga seberapa besar potensi Indonesia dan apabila grup Panin ingin melepas kepemilikan di PNBS (atau kerja sama dengan asing), sangat mungkin DIB siap menjadi pengendali agar bank ini bisa menjadi perpanjangan tangan mereka di Indonesia. Ini adalah kunci kenaikan fantastis PNBS karena pada umumnya owner akan menjual di harga PBV 1.8x atau kita anggap dia memberikan diskon khusus ke DIB sebagai pemegang saham lama di harga PBV 1.6x. Ini setara dengan 120 atau ada upside 100% dari harga sekarang.

Berikut adalah performance 7 emiten grup Panin dalam 3 bulan terakhir dicompare dengan lowest-nya :

AMAG 340 - 440, saat ini 412 (+21%)
CFIN 302 - 346, saat ini 334 (+10.5%)
PANS 1300 - 1575, saat ini 1575 (+21%)
PNBN 990 - 1290, saat ini 1120 (+13%)
PNBS 50 - 64, saat ini 59 (+18%)
PNIN 755 - 890, saat ini 835 (+10.5%)
PNLF 222 - 334, saat ini 300 (+35%)
VRNA 79 - 101, saat ini 90 (+14%)

Dari data ini, terlihat bahwa grup Panin sudah mulai gerak dan ada di awal kenaikan kecuali PNLF yang sudah lari duluan. Ini katalis bagus untuk PNBS terutama jika satu grup semua jalan dan juga apabila tahun ini adalah tahun untuk bank yang sudah mulai terlihat dari asing yang mulai agresif mengakumulasi bank besar seperti $BBRI dan $BMRI

Berikut terlampir chart PNBS yang lebih jelas menunjukkan tanda-tanda breakout. Apabila minggu depan harga mulai tembus 60 (tertinggi 1 minggu terakhir), maka masuk dengan kekuatan 30-40% disarankan dan avg up apabila harga bertahan/lanjut di atas 65. Good luck!

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@EervianaYahya cadangan emas yang dimiliki indonesia di cadangan bank Indonesia hanya 78 Ton vs Amerika 8133 Ton 😌.
Ditambang di Freeport Papua, dijual ke Amerika. 😌
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$BBRI $BBNI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI $BBNI $BMRI cieee holder bigbank

saham fundamental mulai menyala. sama" dapat deviden dan capital gain 😁 $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI | Asing Ngapain di BMRI
Gue gak pegang BMRI sih jujur aja
tapi ntah kenapa asing masuk terus.

Kalo lu tanya gue menarik atau ngga?menarik aja sih.
Dan kalaupun gue mau masuk, gue lihat dulu ini arahnya mau kemana

“Apa mungkin balik ke ATH bang?”
yaa mungkin aja, tapi gue juga gak tau kapan.
yang jelas kayaknya gak dalam waktu dekat, tapi gue bisa aja salah.

Let’s keep DYOR.
$BBCA $BBRI

-R

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selamat pagi temen-temen semua, selamat hari minggu semuanya!

Malam ini jam 20.00-21.00 WIB kita akan adakan kembali Live Technical Analysis yaa di Instagram mancingsaham kita seperti yg biasanya kita adakan.

Berikut ini link Instagram Kami mancingsaham : https://cutt.ly/ntlW5XM9

Jangan lupa gabung ya, malam ini kita bahas lengkap n tuntas semua ttg market update n saham" yg lagi ramai secara perspektif technicalnya.

See you guys malam ini!

$BBCA $BMRI $BBRI

Read more...

$IDXFINANCE possible minggu depan break weekly resistance, karena jika dilihat sebelumnya juga tertahan di harga sekarang dengan RSI 70, maka di kondisi sekarang RSI 62.88 sangat bullish belum masuk area overbought dan masih diatas EMA 20.

Ditambah kondisi IHSG mulai masuk area overbought, akankah giliran sektor finance terutama big bank mendorong IHSG?

Tag emiten kesukaan ritel $BBRI $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"IHSG 2026: Prediksi & Strategi! Yuk Join Instagram Live mancingsaham! 🚀📊"

Hey, sahabat trader & investor! 🎣
Kami balik lagi untuk ngupas prediksi IHSG 2026 dan strategi menghadapi pergerakan pasar yang seru banget ini! Siap-siap dapetin insight GRATIS dan interaktif bareng kita di sesi live spesial:

📅 Minggu, 18 Januari 2026
🕖 Pukul 20.00 - 21.00 WIB
📍 Live di Instagram mancingsaham
Klik di sini buat join 👉 https://cutt.ly/6tlb7Lwh

Apa aja yang bakal dibahas?
✨ Prediksi arah IHSG ke depan.
✨ Tips dan strategi menghadapi tren pasar.
✨ Q&A interaktif, jawab pertanyaan & request analisis saham favorit Anda!

Ajak teman trading Anda, siapkan kopi, dan jangan lupa set reminder! ☕ Karena ini kesempatan emas buat tingkatin wawasan saham dan strategi investasi Anda.

Tag teman-teman Anda sekarang dan sampai jumpa di Live!

$BBCA $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BBCA $BMRI Terasa Seminggu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cuma mau ingetin, kalau Pemegang saham $BUMI itu naik super banyak ya desember kemarin. Pikir pakai logika lah ya..

Dan minggu kemarin pun, flow uang masuknya ke saham saham yang berfundamental bagus kayak $BMRI $ADRO dll..

Ini hanya menurut keyakinan saya...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kenapa Ritel Selalu Beli Paling Atas dan Jual Paling Bawah? Ini Psikologinya!

Guys, gue mau bahas fenomena paling tragis dan paling sering terjadi di pasar saham: kenapa ritel selalu aja beli di harga paling atas terus jual di harga paling bawah? Lo pasti pernah ngerasain atau minimal liat temen lo ngalamin ini kan? Beli saham pas lagi naik-naiknya, eh besoknya langsung turun. Terus pas udah turun dalem banget dan nggak tahan, dijual deh. Beberapa hari kemudian? Sahamnya naik lagi! Ini bukan sial guys, ini ada ilmu psikologinya! Dan kalo lo nggak ngerti psikologi ini, lo bakal terus-terusan jadi korban!
Pertama, ada yang namanya FOMO atau Fear of Missing Out. Ini penyakit nomor satu investor ritel! Lo liat saham A naik 20% dalam seminggu, temen-temen lo pada cuan, di grup Telegram pada heboh, di Twitter trending, di Instagram story temen lo pada pamer profit.

Apa yang lo rasain? Lo takut ketinggalan! Lo mikir "Wah kalo gue nggak beli sekarang, nanti makin mahal! Udah naik 20%, pasti masih bisa naik lagi sampe 50%!" Tanpa mikir panjang, tanpa riset, lo langsung hajar beli di harga yang udah tinggi. Padahal bandar dan smart money udah pada ambil profit dan mulai distribusi ke lo! Inilah awal dari tragedi!
Kedua, ada namanya Confirmation Bias. Pas lo udah beli saham di harga tinggi tadi, lo mulai cari-cari berita atau analisa yang mendukung keputusan lo. Lo cuma baca artikel yang bilang "Target harga masih bisa ke 500!" atau "Saham ini masih undervalued!" Sementara berita negatif atau warning dari orang lain lo abaikan. Lo bilang "Ah mereka cuma iri aja!" atau "Mereka nggak ngerti fundamental!" Padahal lo sendiri yang lagi denial dan nggak mau terima kenyataan bahwa lo beli di harga yang kemahalan!

Ketiga, pas saham lo mulai turun, muncul yang namanya Loss Aversion. Ini sifat manusia yang lebih takut rugi daripada seneng dapet untung. Psikolog bilang, rasa sakit kehilangan 100 ribu itu dua kali lebih kuat dibanding rasa seneng dapet untung 100 ribu. Makanya pas saham lo turun 10-20%, lo nggak berani cut loss. Lo mikir "Ah ntar juga balik kok, sabar aja!" Lo malah nambah beli thinking "averaging down" tapi tanpa analisa yang bener. Lo berharap saham bakal balik ke harga beli lo. Tapi kenyataannya? Saham terus turun sampe 40-50%!

Keempat, pas udah turun 40-50%, lo udah nggak tahan lagi. Modal lo udah terkikis banyak, lo butuh duit, atau lo udah stress ngeliat portofolio merah terus. Akhirnya lo jual di harga paling bawah karena panic selling. Ini yang namanya Capitulation atau menyerah total. Lo udah nggak peduli lagi mau profit atau nggak, yang penting keluar aja dari saham itu. Dan ironisnya? Beberapa hari atau minggu setelah lo jual, saham itu mulai naik lagi! Kenapa? Karena lo baru aja jadi exit liquidity terakhir buat bandar! Mereka nunggu semua ritel panic selling, baru deh mereka akumulasi lagi di harga murah!

Siklus ini terus berulang guys! Ritel beli pas hype di harga atas karena FOMO, nahan pas turun karena nggak mau ngaku salah dan berharap balik, terus jual pas udah nggak tahan di harga bawah karena panic. Sementara bandar dan smart money? Mereka beli pas semua orang takut di harga bawah, hold pas lagi naik, terus jual ke ritel yang FOMO di harga atas. Ini siklus klasik yang udah terjadi puluhan tahun dan sampe sekarang masih aja berulang karena psikologi manusia nggak berubah!

Yang lagi happening banget sekarang contohnya ya kasus BUMI tadi! Pas harganya masih 200-300an, nggak ada yang peduli. Begitu naik ke 400 dan ada narasi MSCI, 110 ribu ritel baru masuk karena FOMO! Sekarang asing udah kabur 4 triliun, tapi ritel masih hold karena berharap balik. Kalo harga turun lagi ke 300 atau 250, mereka bakal panic selling. Dan pas mereka jual semua, bandar bakal akumulasi lagi di harga murah! Siklus ini terus berulang dan ritel selalu jadi korban!

Terus gimana caranya avoid jebakan ini? Pertama, belajar control emosi lo! Jangan beli karena FOMO, jangan hold karena ego, dan jangan jual karena panic. Pake data dan analisa, bukan perasaan! Kedua, set target profit dan stop loss sejak awal. Misal lo target profit 20% dan stop loss 10%. Kalo udah tercapai, execute tanpa ragu! Ketiga, jangan terlalu sering liat chart kalo lo bukan day trader. Makin sering lo liat, makin emosional lo jadinya. Kalo lo investor jangka panjang, cek aja sebulan sekali!

Keempat, belajar dari kesalahan orang lain, jangan tunggu sampe lo sendiri yang rugi baru belajar! Liat kasus-kasus kayak BUMI, DADA, dan saham-saham gorengan lain yang udah bikin ribuan ritel rugi. Pelajari polanya, pahami psikologinya, dan jangan ulangi kesalahan yang sama! Dan yang terakhir, always do your own research! Jangan asal ikut rekomendasi orang atau grup Telegram. Riset sendiri, bikin keputusan sendiri, dan tanggung jawab sendiri. Kalo lo ikut-ikutan orang terus rugi, siapa yang lo salahkan?


$IHSG $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara Invest Rutin yang Bikin Lo Nggak Pusing Mikirin Timing Pasar!

Guys, lo pasti sering banget kan ngeluh "Aduh kapan ya waktu yang tepat buat beli saham? Takut beli eh besoknya turun!" atau "Gue tunggu turun dulu deh baru beli, takut beli di puncak!" Nah, kalo lo sering mikir kayak gini, artikel ini wajib banget lo baca sampe habis! Gue mau jelasin strategi yang udah dipake investor-investor sukses di seluruh dunia namanya Dollar Cost Averaging atau DCA. Ini strategi yang bikin lo nggak perlu pusing mikirin timing pasar, dan yang paling penting: ini beneran work!

Dollar Cost Averaging atau DCA itu basically lo invest dengan nominal yang sama secara rutin di waktu yang sama, nggak peduli harga saham lagi naik atau turun. Misalnya lo komit buat invest 1 juta setiap tanggal 1 tiap bulan ke saham BBCA. Bulan ini harganya 10 ribu per lembar, lo beli. Bulan depan harganya turun jadi 9 ribu, lo tetep beli. Bulan berikutnya naik jadi 11 ribu, lo tetep beli juga. Pokoknya konsisten invest 1 juta tiap bulan tanpa mikirin harganya lagi naik atau turun!

Kenapa strategi ini powerful banget? Karena lo otomatis "beli lebih banyak pas harga murah, dan beli lebih sedikit pas harga mahal" tanpa perlu mikir! Contohnya gini: Bulan pertama BBCA harganya 10 ribu, dengan 1 juta lo dapet 100 lembar (1 lot). Bulan kedua harganya turun jadi 8 ribu, dengan 1 juta lo dapet 125 lembar. Bulan ketiga harganya naik jadi 12 ribu, dengan 1 juta lo cuma dapet 83 lembar. Total lo udah invest 3 juta dan dapet 308 lembar dengan harga rata-rata sekitar 9.740 per lembar. Lumayan kan? Lo nggak beli di harga tertinggi terus!

Yang lagi happening banget sekarang tuh banyak anak muda yang praktekin DCA lewat aplikasi-aplikasi investasi. Mereka set auto-invest setiap tanggal gajian, jadi begitu gaji masuk, langsung otomatis kepotong buat beli saham. Nggak perlu mikir, nggak perlu ribet, nggak perlu stress ngeliat harga naik turun tiap hari. Tinggal set and forget! Setelah setahun dua tahun, pas mereka cek portfolio, eh ternyata udah terkumpul banyak dan profitable!

Strategi DCA ini cocok banget buat lo yang sibuk kerja atau kuliah dan nggak punya waktu buat monitor market setiap hari. Lo juga nggak perlu jadi expert dalam analisa teknikal atau fundamental yang ribet. Yang penting lo pilih saham blue chip yang bagus kayak BBCA, BBRI, TLKM, atau UNVR yang lo yakin dalam jangka panjang bakal tetep solid, terus lo invest rutin aja setiap bulan. Simple tapi efektif!

Tapi inget ya, DCA bukan berarti lo beli saham sembarangan! Lo tetep harus riset dulu saham yang mau lo beli. Pastikan perusahaannya fundamentalnya bagus, punya track record yang solid, dan lo yakin dalam 5-10 tahun ke depan mereka masih bakal eksis. Jangan DCA ke saham gorengan atau saham yang fundamentalnya jelek, nanti bukannya untung malah rugi terus-terusan! DCA works kalo lo apply ke saham berkualitas yang memang worth it untuk jangka panjang.

Yang paling penting dari strategi DCA ini adalah disiplin dan konsistensi. Lo harus komit invest setiap bulan tanpa skip, nggak peduli pasar lagi bullish atau bearish. Pas pasar lagi crash dan semua orang panic selling, lo tetep beli. Pas pasar lagi rally dan semua orang FOMO, lo juga tetep beli dengan nominal yang sama. Ini yang bikin lo averaging down harga beli lo dan dalam jangka panjang hasilnya bakalan bagus!

Ada study yang nunjukin kalo investor yang konsisten DCA dalam jangka panjang (5-10 tahun) ke saham blue chip itu returnnya lebih bagus dan lebih stabil dibanding investor yang coba-coba timing market. Kenapa? Karena timing market itu susah banget, bahkan expert aja sering salah! Sementara DCA ngilangin faktor emosi dan guesswork. Lo cuma fokus ke satu hal: invest rutin dengan nominal yang sama. As simple as that!



$BBRI $BMRI $CDIA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

gabut nih, analisa saham gratis aja x ya $SMDR $BMRI $ADRO 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kenapa Gue Mulai "Amankan Modal" di $BBYB (Realistis vs Harapan)
----------

Jujur, gue salah satu fans berat aplikasi Neo Bank. UI-nya enak, fiturnya oke. Tapi, sebagai investor saham, gue punya prinsip: Jangan jatuh cinta sama sahamnya, jatuh cintalah sama profitnya.

Belakangan ini gue perhatiin banyak ritel yang masih hype banget sama BBYB, mungkin karena sejarah multibagger-nya dulu. Tapi setelah gue bedah laporan keuangan terbaru dan tren makro 2026, gue mutusin untuk mulai mengurangi porsi (trimming) secara signifikan.

Bukan mau nakut-nakutin, tapi ini 3 alasan logis kenapa "Risk to Reward" BBYB sekarang mulai gak menarik buat gue:

1. Jebakan "De-Growth" (Valuasi Tech, Pertumbuhan Konvensional)
Ini yang paling bikin gue ilfeel. Kita beli saham bank digital karena berharap growth yang meledak-ledak, kan? Tapi data terakhir nunjukin BBYB malah ngerem penyaluran kredit (Kredit Minus ~19% YoY).

Coba pikir pake logika dagang: Kalau sebuah perusahaan teknologi malah menyusutkan bisnis utamanya demi ngejar laba sesaat (biar laporan keuangan terlihat hijau), itu tandanya "mesin pertumbuhan"-nya lagi macet.

Gue gak mau bayar harga premium (Valuasi Tech) buat perusahaan yang pertumbuhannya lagi minus. Itu namanya beli barang kw harga ori.
----------
2. Perang Bunga Deposito Udah Gak Sehat
Sadar gak sih? Kompetitor kayak Krom, SeaBank, dan Superbank lagi bakar duit gila-gilaan buat narik nasabah. Posisi BBYB sekarang kejepit:

Kalau BBYB ikut naikin bunga deposito buat lawan mereka -> Margin (NIM) bakal kegerus, laba abis.

Kalau BBYB nahan bunga rendah -> Nasabah (yang rata-rata gak loyal) bakal pindah ke aplikasi sebelah. Ini posisi "Maju Kena Mundur Kena". Gue lebih milih nonton dari pinggir lapangan dulu (Cash) daripada ikut perang yang bikin boncos ini.
----------
3. Smart Money Mulai "Rotasi"?
Coba perhatiin flow transaksi seminggu terakhir. Kenaikan harga seringkali gak didukung volume beli yang solid dari institusi besar, melainkan lebih banyak didorong ritel yang FOMO. Biasanya, kalau institusi besar (Big Money) udah mulai diam atau distribusi pelan-pelan di harga atas, ritel-lah yang bakal jadi "Last Man Standing" alias nyangkut di pucuk pas harga dibanting nanti.
----------
Kesimpulan Gue:
BBYB masih perusahaan yang bagus, tapi harga sahamnya sekarang sudah memfaktorkan semua berita bagus (Priced-in).

Gue pribadi lebih milih Take Profit sekarang dan tidur nyenyak, daripada maksa hold cuma buat ngejar kenaikan 2-3% tapi risikonya kegusur 10-15% kalau laporan Q4 nanti mengecewakan.

Ingat, Cuan yang belum di-realisasikan itu cuma angka di layar.

Stay safe, teman-teman. Jangan sampai jadi exit liquidity.

$BMRI $BBCA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

Saat ini sepertinya Bull Trap, Anomali banget
MSCI Regulasinya akan berubah di tgl 30 January

biasanya Outflow Asing besar besaran (Triliunan)
---
Mencurigakan... bukan waktu yang tepat untuk all in... Apalagi IHSG 9000 anomali banget ini hanya permainan waktu aja

sampai di detik" momentum mendekati tgl 30 january harusnya mini crash ihsg drop

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy