Trump Mau Tangkap Gubernur The Fed, Powell
Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Amerika gila sih, bahkan Gubernur The Fed pun mau ditangkap Trump. Jerome Powell, Gubernur atau Ketua Federal Reserve (The Fed) lagi terancam, dan ini bukan drama medsos, ini tekanan politik yang sudah masuk ke jantung kebijakan moneter. Kalau sampai bank sentral harus mikirin risiko hukum saat menentukan suku bunga, itu bukan lagi soal inflasi versus lapangan kerja, itu soal siapa yang pegang setir negara. Di titik ini, pasar tidak lagi menilai data ekonomi doang, tapi juga menilai apakah independensi The Fed masih punya pagar. Dan begitu pagar itu terlihat goyang, volatilitas biasanya datang bukan pelan-pelan, tapi nyelonong. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Pemicu kegaduhan terbarunya adalah laporan bahwa jaksa federal membuka penyelidikan pidana terhadap Powell, dikaitkan dengan isu kesaksian di Kongres mengenai proyek renovasi kantor pusat The Fed di Washington, D.C. yang nilainya disebut sekitar 2,5 miliar dolar. Powell lalu merespons secara terbuka dan membingkai ancaman dakwaan itu sebagai konsekuensi dari The Fed yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian internal demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi Presiden. Ini poin penting, karena ketika seorang Ketua bank sentral harus mengucapkan kalimat semacam itu, artinya konflik sudah naik level dari sekadar sindiran politik menjadi upaya menekan institusi.
Pasar langsung bereaksi, karena pasar itu alerginya bukan cuma pada kabar buruk, tapi pada ketidakpastian yang tidak bisa dimodelkan. Setelah pernyataan Powell, futures indeks saham AS sempat turun sekitar 0,5% dan dolar ikut melemah, sementara aset safe haven seperti emas justru melonjak dan mencetak rekor di kisaran 4.600 dolar per troy ounce. Angka 0,5% itu kelihatannya kecil, tapi konteksnya besar, ini bukan koreksi karena laporan pendapatan atau data inflasi, ini reaksi terhadap risiko institusional, sesuatu yang biasanya bikin investor cepat geser dari mode risk-on ke mode lindungi modal.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Timing-nya juga tidak kebetulan. Pasar sudah menatap pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) 27 sampai 28 Januari 2026, dan banyak pihak memperkirakan The Fed menahan suku bunga, alias jeda pemotongan, sambil menunggu data berikutnya. Jadi yang terjadi sekarang seperti menaruh bom asap di ruangan rapat sebelum keputusan besar, akibatnya setiap kalimat dari Powell, setiap manuver politik, bahkan detail kecil soal proses hukum bisa jadi pemicu gerak cepat di saham, dolar, obligasi, sampai emas. Di atas itu, masa jabatan Powell sebagai Ketua memang tinggal beberapa bulan lagi, dan ketidakpastian soal siapa pengganti, plus bagaimana prosesnya, bikin premi risiko naik dengan sendirinya.
Kalau investor coba membedah dampaknya dengan kacamata trend dan skala, ada tiga lapis yang kelihatan. Lapis pertama reaksi instan, futures turun sekitar 0,5%, dolar melemah, emas meledak, ini gejala klasik ketika pasar mencium risiko politik ke kebijakan moneter. Lapis kedua efek kebijakan, kalau The Fed merasa harus makin defensif menjaga kredibilitas, dia bisa cenderung lebih hati-hati soal pemangkasan suku bunga, dan itu bisa mengubah ekspektasi harga aset dari ekuitas sampai properti. Lapis ketiga yang paling besar adalah efek institusional, kalau independensi The Fed dianggap bisa ditarik-tarik sesuai kebutuhan politik, maka risk premium Amerika naik, dan itu biasanya menyebar ke seluruh dunia lewat kurs dolar, yield obligasi AS, dan arus modal global. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Konflik Trump versus Powell ini bukan sekadar ribut orang kuat, ini tabrakan dua hal yang selama ini jadi pondasi pasar, independensi bank sentral dan prediktabilitas kebijakan. Ketika pondasi itu diganggu, pasar akan lebih mudah kaget, lebih gampang panik, dan lebih sering overreact. Jadi wajar kalau fokus kembali ke satu tema besar, politik ketemu suku bunga, dan begitu dua itu sudah berantem di ruang publik, volatilitas biasanya tidak minta izin dulu.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$IHSG $BMRI $ADRO
1/10









