BBRI

BBRI

ID flagID flag

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

3,750

-20

(-0.53%)

Today

17.12 M

Volume

251.41 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

lawan itu russell $IHSG $BBRI $INET

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BMRI $BBRI
FTSE telat masuk, retail indo udh beradaptasi sama cara main kalian

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TLKM pelan tapi pasti. Otw 3600

Ijin tag $BBNI $BBRI

$TRGU oke gaskan dar jangan lemah kamu,
$BBRI$DEWA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI gk ketulung

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@opickippay Serok aja sktng, $BBRI Akan ke 3800-3900

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI Hantam Aja Jangan Takut ini bisa ke 3800-3900πŸš€πŸš€

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI pusing liatny cuma stuck di angka 3600 - 3700 kapan di jempu ke angka 4000 nyaβ€¦πŸ˜’

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI mana nii laporan keuangan q4 nya , masak belum keluar??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kok $WIFI tiba2 πŸš€ ???

$BBRI $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI kira2 bakal turun ga ya hari ini ke 3.650 πŸ€”

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dow Jones, Nikkei, Shanghai Exchange, Hang seng semua naik bahkan cetak All Time High.

$IHSG malah plonga plongo. emang dasarnya purbacot Pujaan kaum naif ga tau juga dia itu ngerjain apa.

$BBCA $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI naik ke 3800

BBCA BBRI BMRI menarik untuk diikuti.
$BBCA buy di harga 7875
$BBRI buy di harga 3890
$BMRI buy di harga 5025

Disclaimer On

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BMRI $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (10/2/2026), berpotensi melemah terbatas. Setelah pada perdagangan kemarin ditutup naik 1,22 persen ke 8.031,87.
IHSG pada perdagangan kemarin juga disertai dengan net sell asing Rp600 miliar. Saham yang paling banyak dijual asi...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Berita mengenai penundaan review indeks FTSE Russell untuk Indonesia pada Maret 2026 ini memang membawa nuansa "deja vu" bagi investor, terutama setelah sentimen serupa dari MSCI di awal tahun.

1. Karakteristik Sentimen: "Ketidakpastian, Bukan Penolakan"
Berbeda dengan penurunan rating oleh Moody’s (yang bersifat fundamental terhadap profil utang negara) atau laporan Goldman Sachs (yang bersifat opini riset), langkah FTSE ini bersifat teknis-operasional. FTSE menggunakan aturan Exceptional Market Disruption (Aturan 2.4). Ini berarti mereka melihat adanya risiko "perputaran yang tidak diinginkan" (adverse turnover) jika mereka melakukan penyesuaian sekarang, sementara aturan bursa kita sedang dalam proses reformasi besar-besaran.

Sentimennya bersifat negatif-moderat.
Negatif karena menghambat potensi aliran dana masuk (inflow) dari investor pasif untuk sementara waktu, namun moderat karena alasannya adalah menunggu transparansi data yang lebih baik (reformasi free float), bukan karena ekonomi Indonesia sedang memburuk.

2. Efek Berantai dari "Efek MSCI"
Kejadian ini terasa lebih berat karena muncul hanya selisih hari setelah MSCI membekukan peninjauan indeks mereka untuk Indonesia. Di mata investor global, jika dua penyedia indeks terbesar (MSCI dan FTSE) secara kompak mengambil sikap wait and see, ini menciptakan persepsi bahwa pasar Indonesia sedang dalam masa "transisi yang berisiko".

Investor asing cenderung akan melakukan penyesuaian portofolio dengan cara mengurangi bobot (underweight) atau setidaknya berhenti membeli saham Indonesia sampai ada kejelasan di Mei 2026. Ini yang menyebabkan tekanan jual pada saham-saham blue chip yang biasanya menjadi penghuni indeks global.

3. Dampak pada Likuiditas dan Aksi Korporasi
Penundaan ini memiliki dampak langsung yang cukup "menyakitkan" bagi beberapa emiten:

3.1. Saham Baru (IPO) atau Right Issue: Emiten yang baru melantai atau melakukan aksi korporasi besar tidak bisa segera masuk ke indeks FTSE. Ini mengurangi daya tarik mereka di mata fund manajer asing.

3.2. Perubahan Bobot: Saham yang seharusnya naik kelas dari Small Cap ke Mid Cap (atau sebaliknya) harus tertahan statusnya.

3.3. Inflow Pasif Terhenti: Dana-dana ETF yang mereplikasi indeks FTSE tidak akan melakukan pembelian baru selama periode pembekuan ini.

4. Perbedaan dengan Kejadian Moody’s atau Goldman Sachs
Jika Moody's memberikan sentimen negatif, dampaknya biasanya terasa di pasar obligasi dan nilai tukar rupiah secara langsung. Jika Goldman Sachs merilis laporan negatif, dampaknya lebih ke arah psikologis sektoral. Namun, penundaan FTSE/MSCI ini dampaknya sangat mekanis: jika nama saham tidak ada di daftar indeks mereka, mesin (algoritma/ETF) tidak akan membeli. Ini adalah masalah arus kas (flow), bukan sekadar opini.

⚠️ NOTE: Secara keseluruhan, ini adalah sentimen negatif jangka pendek yang menciptakan "awan mendung" di IHSG. Pasar kemungkinan akan bergerak sideways atau cenderung melemah hingga bulan Mei 2026, saat FTSE menjanjikan update berikutnya. Namun, sisi positifnya adalah otoritas (OJK & BEI) dipaksa untuk mempercepat transparansi data free float agar integritas pasar Indonesia meningkat di mata dunia.

TAG: $BUMI $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bukan tebar fear ya.
hanya kasih info agar kamu jangan terlalu panik.
SLOW BUT SURE
market turun karena ada alasannya :
kemaren 5 bank big caps turun karena moody's turunkan outlook jadi negatif
sekang giliran FTSE RUSSELL

random tag $BBRI $ADRO $BMRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

βž– Media mainstream mulai ramai memberitakan penundaan review FTSE Russell

https://cutt.ly/TtnufxdM

Penundaan review FTSE kali ini sudah lebih terprediksi, biar diberesin sekalian request MSCI.

$IHSG $BBRI $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kasus Pusat Data Nasional Sementara $ISAT

Di 2025, ada beberapa mantan karyawan dan direktur anak usaha ISAT yang jadi tersangka kasus PDNS. Banyak investor yang mungkin lupa atau tidak tahu tentang kasus ini. Banyak orang mengira urusan begini cuma headline, padahal ini tes paling jujur buat melihat kualitas tata-kelola saat perusahaan sedang nyaman-nyaman saja.

Di bisnis telekomunikasi, laba bisa terlihat rapi dari tahun ke tahun, tetapi risiko hukum itu modelnya ekor, jarang muncul, sekali muncul bisa mengubah persepsi pasar dan akses proyek. Yang menarik, ISAT tetap mencatat laba naik, jadi kuncinya bukan panik atau santai, melainkan memisahkan mana yang benar-benar berpotensi jadi arus kas keluar dan mana yang cuma noise. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Inti kasus PDNS ISAT begini. Ada penyelidikan dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara di Kominfo untuk periode 2020 sampai 2024. Lalu pada 22 Mei 2025 ditetapkan 5 tersangka, dan salah satunya disebut sebagai mantan direktur Lintasarta. Ini membuat risiko reputasi melekat ke anak usaha, terutama karena konteksnya proyek pemerintah, yang biasanya sensitif pada isu kepatuhan dan integritas proses.

Pembeda paling penting untuk investor ada di garis antara individu dan korporasi. Di sisi yang buruk, begitu ada eks pimpinan anak usaha yang terseret, reputasi ikut terciprat, dan kadang efeknya bisa berupa kehati-hatian ekstra dari pemberi proyek, audit, sampai pengetatan syarat kontrak. Di sisi yang baik, Lintasarta menyatakan per 7 Januari 2026 tidak ada indikasi tindak pidana korporasi, dan manajemen meyakini perkara ini tidak berdampak material secara hukum maupun keuangan. Ini artinya ISAT sedang mencoba menutup pintu agar masalah berhenti di level personal, bukan berubah menjadi masalah sistem perusahaan.

Sekarang lihat angka laba, supaya investor tidak terjebak narasi doang. Laba tahun berjalan ISAT naik dari sekitar Rp5,27 triliun di 2024 menjadi sekitar Rp5,82 triliun di 2025, naik sekitar 10,34%. Secara statistik sederhana, kenaikan dua digit tipis seperti ini biasanya menandakan operasional inti tetap berjalan, sementara kasus kontinjensi belum memunculkan biaya besar yang menggerus laba. Ini kabar baik untuk kestabilan bisnis, tetapi bukan kartu bebas risiko, karena biaya hukum dan dampak kontrak sering datang belakangan, bukan saat penyelidikan baru mulai.

Di titik ini, makna kontinjensi menjadi penting. Kontinjensi itu seperti awan, terlihat ada, tetapi belum tentu turun hujan, dan laporan keuangan biasanya menahan diri untuk mengakui beban sampai ada kepastian kewajiban. Kalau kasus tetap tidak menyasar korporasi, wajar bila laba tetap naik dan tidak ada arus kas keluar yang terasa. Namun kalau status berubah, atau muncul klaim, denda, pembatalan kontrak, atau pembatasan tender, barulah awan itu berubah jadi hujan, dan efeknya biasanya masuk lewat provisi, biaya hukum yang membesar, atau penurunan nilai aset dan piutang terkait proyek. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang membuat ISAT lebih unik dibanding perusahaan swasta biasa adalah posisi negara yang tidak hanya sebagai regulator. Pemerintah punya 1 lembar saham Seri A, yang memberi hak suara istimewa, termasuk hak veto atas keputusan strategis tertentu, serta hak menunjuk 1 direktur dan 1 komisaris. Ini seperti rem tangan strategis yang bisa ditarik ketika ada keputusan besar yang menyentuh kepentingan negara, walau kendali ekonomi sehari-hari tetap mengikuti kepemilikan mayoritas. Untuk investor, sisi bagusnya adalah ada pagar yang membuat keputusan ekstrem lebih sulit terjadi, sisi kurang enaknya adalah ada dimensi politik dan kebijakan yang kadang tidak linear dengan kepentingan pemegang saham minoritas.

Dulu kan katanya ada yang mau Buyback Indosat tapi ternyata ndak pernah berhasil. πŸ€”

Hubungan ISAT dengan pemerintah juga hidup lewat transaksi dan kewajiban yang rutin. ISAT menempatkan dana dan bertransaksi pinjaman dengan bank BUMN, membayar biaya hak penggunaan frekuensi, menjalankan kewajiban USO 1,25% dari pendapatan bruto tahunan setelah pengurang tertentu, serta ada transaksi sewa lahan, dan dinamika perpajakan termasuk restitusi dan ketetapan pajak. Ini karakter biaya yang sifatnya struktural, bukan insidental, dan biasanya lebih konsisten menggerus margin dibanding risiko kontinjensi yang belum tentu jadi. Sisi positifnya, akses spektrum dan ekosistem regulasi bisa lebih terjaga karena hubungan formalnya jelas, sisi negatifnya, perubahan kebijakan bisa langsung memukul margin tanpa perusahaan punya banyak ruang untuk menghindar.

Kalau dilihat dari komposisi kepemilikan, kendali ekonomi sangat jelas berada pada pemegang saham mayoritas swasta. Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. memegang 65,64%, lalu ada unsur pemerintah lewat PT Perusahaan Pengelola Aset 9,63%, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia 8,33%, publik sekitar 16,35%, dan kepemilikan manajemen dalam porsi kecil. Angka-angka ini menggambarkan dua lapis kendali yang berjalan bareng, kendali bisnis dan arus ekonomi dominan di pihak swasta, tetapi kendali strategis tertentu bisa dipengaruhi lewat saham Seri A. Dalam praktiknya, ini membuat ISAT bisa bergerak agresif sebagai entitas swasta, namun tetap punya pagar keputusan tertentu yang tidak bisa dilompati seenaknya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan rasa risikonya, ada dua tipe yang benar-benar beda karakter. Kasus PDNS itu risiko diskrit, ada periodenya 2020 sampai 2024, ada momen kunci 22 Mei 2025, lalu ada posisi perusahaan per 7 Januari 2026, jadi investor tinggal memantau pergeseran status dan konsekuensinya. Sementara relasi pemerintah itu risiko dan manfaat yang terus berjalan, tiap tahun ada biaya frekuensi, ada USO 1,25%, ada evaluasi pajak, ada kepatuhan lisensi, jadi efeknya lebih seperti potongan rutin. Kondisi yang membuat cerita ini jadi konstruktif adalah ketika kasus berhenti di individu, tidak muncul arus kas keluar besar, dan pada saat yang sama bisnis inti terus menjaga laba dan kualitas kas.

Kalau investor ingin membaca arah ke depan dengan disiplin, fokusnya bukan hanya angka laba, tetapi perubahan yang biasanya mendahului biaya besar. Perhatikan apakah kontinjensi tetap kontinjensi atau berubah jadi provisi, apakah ada lonjakan biaya hukum, apakah ada indikasi gangguan kontrak atau akses tender, dan apakah kualitas laba didukung kas yang sehat, bukan sekadar pencatatan. Di sisi tata-kelola, konsistensi pengungkapan dan kesesuaian narasi dengan angka itu kuncinya, karena pasar biasanya memaafkan risiko kalau informasinya jelas, tetapi pasar menghukum keras kalau ada kejutan yang terasa seperti ditahan-tahan.

🟒 Laba 2024 sekitar Rp5,27 triliun lalu 2025 sekitar Rp5,82 triliun, naik sekitar 10,34%.
🟑 PDNS mencakup periode 2020 sampai 2024, tersangka ditetapkan 22 Mei 2025, total 5 orang, ada eks direktur Lintasarta.
🟒 Posisi perusahaan per 7 Januari 2026 menyebut tidak ada indikasi tindak pidana korporasi dan diyakini tidak material.
🟒 Kendali ekonomi mayoritas ada di Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. 65,64%.
🟑 Ada 1 saham Seri A milik pemerintah dengan hak veto keputusan strategis tertentu dan hak menunjuk 1 direktur serta 1 komisaris.
🟑 Unsur pemerintah juga hadir lewat PT Perusahaan Pengelola Aset 9,63%.
🟑 Pemegang lain PT Tiga Telekomunikasi Indonesia 8,33% dan publik sekitar 16,35%.
🟑 Biaya sektoral yang melekat USO 1,25% dari pendapatan bruto tahunan setelah pengurang tertentu.
🟑 Titik pantau utama perubahan kontinjensi menjadi provisi, lonjakan biaya hukum, pembatasan tender, pemutusan kontrak.
πŸ”΄ Skenario terburuk jika perkara melebar ke korporasi atau muncul dampak kas dan kontrak yang nyata.
🟒 Skenario terbaik jika status tetap di individu, tidak ada biaya besar, dan laba serta kas operasional tetap konsisten.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$TLKM $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

selamat pagi teman" semua, semoga kabarnya sehat" selalu ya,

hari ini kita akan melihat konfirmasi pergerakan market apakah mmg sudah price in terhadap surat FTSE yg baru keluar atau belum, jadi jika nanti marketnya merah cukup dalam n balik terkoreksi kembali, ada kemungkinan artinya market ini baru merespons negatif ttg hal yg terjadi baru" ini yaitu ttg penundaan rebalancing FTSE dimana jika benar hal ini terjadi, IHSG punya potensi bakalan bisa balik turun kekisaran Support Kuatnya yang ada diangka 7700an-7900an, Namun Jika Marketnya hari ini tidak terkoreksi dalam atau bahkan bisa hijau, maka artinya market sudah price in dengan surat FTSE tersebut sblmnya dimana IHSG artinya berpotensi akan bisa melanjutkan kenaikannya untuk segera menutup Gapnya yang saat ini ada hingga angka 8102. Adapun yg mesti diketahui ialah market secara global mulai dr US hingga Asia per pagi ini overall masih hijau royo" n naik walaupun kalau mengecek harga commodity rata" per pagi ini cenderung sedang terkoreksi.

at the end semoga marketnya sudah price in dengan hal FTSE" ini n bisa cerah mengikuti pergerakan market global yg ada saat ini, semoga marketnya bersahabat dengan kita semua, happy trading all!

$RAJA $BBRI $PANI

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Terjemahan $ADRO $BBRI $IHSG

Indonesia – Perlakuan Indeks

09 Februari 2026

Pada 29 Januari 2026, Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan komitmennya dalam meningkatkan integritas dan transparansi pasar modal Indonesia (siaran pers). Beberapa hari kemudian, pada 05 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan rencana reformasi (siaran pers).

Menindaklanjuti masukan dari External Advisory Committees FTSE Russell, serta mempertimbangkan potensi dampak negatif terhadap perputaran (turnover) dan ketidakpastian dalam menentukan nilai free float yang akurat atas saham Indonesia, sehubungan dengan reformasi pasar yang diumumkan pada Januari 2026, FTSE Russell akan menangguhkan penerapan Aturan Indeks 2.4 (Gangguan Pasar) jika Klien tidak dapat melakukan perdagangan di Pasar atau atas suatu Efek.

FTSE Russell akan terus memantau perkembangan rencana reformasi tersebut dan akan memberikan pembaruan dalam pengumuman hasil tinjauan tahunan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Sebagai konsekuensinya, berlaku segera, peristiwa korporasi berikut tidak akan diterapkan untuk efek Indonesia yang tercatat di dalam indeks ekuitas FTSE Russell:

Penambahan – IPO awal atau penambahan akibat peninjauan indeks.

Penghapusan – akibat peninjauan indeks.

Perubahan segmen Kapitalisasi Besar, Menengah, dan Kecil – akibat peninjauan indeks.

Perubahan jumlah saham beredar – akibat penerbitan saham baru, buyback, atau pembaruan data jumlah saham beredar.

Perubahan bobot karena investabilitas – akibat penawaran sekunder atau pembaruan data pemegang saham.

Rights Issue – hak akan diasumsikan dijual.

Jenis peristiwa korporasi berikut tetap akan diterapkan:

Penghapusan konstituen indeks – akibat pengambilalihan/merger, suspensi, kebangkrutan, atau delisting.

Aksi korporasi tanpa penambahan modal – seperti stock split, konsolidasi, saham bonus, dan mandatory spin-off, dll.

Distribusi dividen – baik reguler maupun khusus.

Pemberitahuan ini tidak terkait dengan Klasifikasi Negara Ekuitas (LSEG). Pengumuman klasifikasi negara ekuitas berikutnya akan dilakukan pada 07 April 2026 sesuai jadwal.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pagi guys, baru cek berita lagi lagi ada sentimen negatif dari Asing..
Jujur, IHSG kita lagi kena mental.

Belum sembuh luka dari MSCI (batal rebalancing), Moody's (Outlook Negatif), ditambah pagi ini FTSE Russell ikutan "Walk Out".

Ada berita panas dari KONTAN: "Susul MSCI, FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham Indonesia".

Buat yang nanya: "Om, kenapa sih asing pada kompak nge-prank kita?"

Sini kita bedah forensik satu-satu biar paham kenapa ini SERIUS.

1. PUKULAN PERTAMA: MSCI

Kejadian: MSCI cancel atau tunda rebalancing bobot saham Indonesia.

Artinya: MSCI itu kayak "Michelin Guide" buat restoran. Kalau saham kita gak masuk daftar mereka, Ratusan Triliun Duit Pasif (ETF Global) GAK BAKAL MASUK.

Masalahnya: Free Float, Aturan FCA (Full Call Auction) dan Papan Pemantauan Khusus (PPK) bikin mereka bingung.

Asing nganggep pasar kita jadi "Gak Likuid" dan susah buat keluar-masuk.

2. PUKULAN KEDUA: MOODY'S (KARTU KUNING UTANG)

Kejadian: Outlook Utang Indonesia turun dari Stabil jadi Negatif.

Artinya: "Eh Indonesia, utang lo mulai bahaya nih. Kalau gak ati-ati, gue turunin rating lo."

Efek: Investor Asing (Big Fund) yang pegang obligasi/SBN jadi was-was. Kalau mereka cabut, Rupiah melemah. Kalau Rupiah lemah, asing males beli saham kita karena rugi kurs.

3. PUKULAN KETIGA (TERBARU): FTSE RUSSELL (IKUTAN NGAMBEK)

Kejadian: Pagi ini (10 Feb 2026), FTSE mutusin buat MENUNDA review indeks Indonesia periode Maret 2026.

Alasannya (Cek Gambar): "Ketidakpastian penentuan FREE FLOAT dan potensi GANGGUAN PERDAGANGAN di tengah proses reformasi pasar modal".

Maksudnya apa tuh "Free Float & Gangguan"? πŸ€”

Simpelnya gini:

FTSE bingung ngitung saham mana yang beneran bisa dibeli publik (Free Float).

Gara-gara aturan bursa yang sering berubah (Reformasi Pasar/FCA), FTSE jadi ragu: "Ini saham beneran likuid gak sih? Atau semu?"

Daripada salah masukin saham busuk ke indeks global mereka, mending mereka SKIP DULU.

APA EFEKNYA KE PORTOFOLIO SAHAM KITA? πŸ’Έ
Ini namanya "Liquidity Crunch" alias Kekeringan Likuiditas dari Asing.

- Gagal Pesta Maret: Biasanya bulan Maret itu pestanya Foreign Flow karena ada rebalancing indeks. Tahun ini? ZONK. Jangan ngarep inflow deras dari ETF Asing.

- Big Caps Berat: Saham-saham Blue Chip (BBCA, BMRI, TLKM, ASII) itu bahan bakarnya duit asing. Kalau asing mogok belanja, saham-saham ini bakal sideways atau malah koreksi pelan-pelan (slow bleed).


- Rotasi ke Second Liner: Karena Big Caps lagi "dimusuhin" asing, duit lokal (ritel & bandar lokal) bakal lari ke saham-saham Gorengan Premium atau yang punya isu spesifik (Contoh: Isu Danantara/Hilirisasi).

Gimana pendapat kalian? Apakah aturan bursa kita emang bikin bingung asing?

Diskusi di kolom komentar! πŸ‘‡

$BUMI $BBRI $BBCA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ga perlu panik boyy, $$BMRI $BBRI $BBCA
ini di tunda karena sedang penerapan sistem baru bei soal free float dan transparansi πŸ˜‚πŸ˜‚

kalau open panik waktunya kalia SEERRRRLOOOKKKKK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Time to buy $BBRI $BMRI $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Emang kalau harga sahamnya turun terus, $BBRI bisa bangkrut? 🀭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Here we go again, ARB lagi ARB lagi kah? 😭 $BUMI $BBRI $MINA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ada satu mantra khusus yang harus selalu dipegang di dalam market.

"Ketika kita sudah membeli saham di perusahaan yang bagus, hanya ada dua kemungkinan:
1. "Ketika harga saham naik, kita mendapatkan keuntungan.
2. Ketika harga saham turun, kita mendapatkan kesempatan (untuk membeli di harga yang lebih murah)."

$BBCA $BMRI $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

baru aja kmren mulai rebound, masak mau trading halt lagi wkwkw.

bisa ngga sih hari ini gausah panic sell.

$BBRI
$ANTM
$BREN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

1. MSCI Announcement januari 2026
2. Penurunan level oleh goldman sachs dari overweight jadi underweight
3. Penurunan outlook Indonesia oleh moody's
4. FTSE membekukan sementara bursa Indonesia sama seperti MSCI


Lucu memang, ada lagi kemarin $PIPA benerΒ² di caci maki dll dianggap emiten sampah ga pantas IPO karena beberapa kasus. eh malah yang nyerok asing di sesi 1 kemarin dan akhirnya naik lagi harganya.

Gini amat asing mau nyerok bawah, polanya sama sebetulnya kaya ritel indo kalau ga sempet beli karena takut harga "udah pucuk", tinggal bikin stream aja:

"turunin ndar" "jemput harga bawah ndar" "geprek ndar"
cuma kalau asing mainnya cantik, pakai suratΒ² resmi wkwkwkw


$BBRI $BMRI

Read more...
2013-2026 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy