


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Ayo, Dipikirkan Secara Logika.
Bagaimana caranya IHSG bisa kembali ke 9,000? Bahkan ke 10,000 tanpa Antek-antek ASING MSCI di tengah Geopolitik Peperangan Israel, Amerika Serikat Vs Iran 😂.
Hadiahnya apa bang?
Hadiahnya cukup Menarik, Bikin Pak Purbaya Yudhi Sadewa Tersenyum. Kalau IHSG berhasil tembus ke 10,000 😊. Hahahaha.
Kalau IHSG Tembus ke 10,000, Niscaya Pak Purbaya Yudhi Sadewa Senang & Tersenyum Lebar 🥳😂🥳.
Random Tag: $BBRI $BBNI $BBCA

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham domestik sepanjang tahun berjalan 2026. Hingga pekan pertama Maret, nilai net foreign sell tercatat sebesar Rp7,29 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menga...

www.kabarbursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan sepanjang perdagangan sepekan pada periode 2–6 Maret 2026. Indeks terkoreksi sekitar 7,89 persen dan ditutup pada level 7.585,687 dari posisi 8.235,485 pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsa...

www.kabarbursa.com

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Taspen (Persero) terus memperkuat portofolio investasinya. Pengelola dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) ini makin agresif memborong saham. Perseroan diketahui menyasar emiten – emiten berfundamental kokoh.
Mengintip portofolio Perseroan per 27 Februari 2026, ...

stockwatch.id

JAKARTA – Transaksi investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (6/3) ditutup dengan net buy atau pembelian bersih.
Transaksi asing pada hari bursa sebelumnya, Kamis (5/2), ditutup dengan net sell 396,69 juta lembar. Namun, angka ini beralih ke net buy sebesar 264,30 juta hari ini.
Volume tr...

www.idnfinancials.com
/NET%20FOREIGN%2021.jpeg)
$BBNI $BBCA $BBRI
Yuk kita telusur jawaban2 kocak dari dokter spesialis 🤣🤣🤣 (termasuk kelicikan mereka menghilangkan hubungan infeksi bakteri dengan sel kanker)
1. Ketika pasien covid yg multiple organ failure tetapi selamat, pada urin feces dan plasma darahnya ditemukan RACUN BISA ULAR. Jawaban dokter spesialisnya gini : *ITU BUKAN RACUN BISA ULAR, ITU HANYA POTONGAN PROTEIN YG MIRIP DENGAN RACUN BISA ULAR, KARENA VIRUS COVID19 BISA MENGHASILKAN PROTEIN MIRIP RACUN BISA ULAR* 🤣🤣🤣 koplak toh jawaban mereka. *Virus covid19 melalui PCR juga memeriksa potongan proteinnya* , kenapa pasiennya tetap didiagnosa pasti covid19, harusnya juga dinyatakan bahwa itu bukan COVID19, hanya potongan protein yg mirip dengan covid19 dong 🤣🤣🤣 *koplak kau sayang... Buat malu dunia kedokteran aja kau...* 🤭🤭🤭
2. N terminal formilmetionin yg merupakan protein khas bakteri di sitoplasmanya ternyata *BANYAK TERDAPAT DI SITOPLASMA SEL KANKER.* Jawaban dokter spesialisnya gini : oh itu berasal dari mitokondria yg bocor 🤣🤣🤣 mitokondrianya yg bocor atau otaknya yg bocor 🤣🤣🤣 itu sengaja dilakukan mereka agar kanker tidak dihubungkan dengan bakteri sebagai penyebabnya, padahal paling banyak perubahan genetik hingga menjadi sel kanker itu banyak disebabkan oleh infeksi bakteri
3. Selenosistein merupakan protein yg mengandung selenium, khas pada bakteri anaerob, SEL MANUSIA YG TERINFEKSI DAN DISEBABKAN OLEH BAKTERI TERSEBUT akan memiliki respon GLUTATHIONE PEROKSIDASE DALAM SITOPLASMANYA AKIBAT SELENOSISTEIN MASUK KEDALAM SITOPLASMA SEL, DAN GLUTATHIONE PEROKSIDASE INI SANGAT TINGGI PADA SEL KANKER TERTENTU SEHINGGA BISA DIKATAKAN SEL KANKER SANGAT SERING TERPAPAR DENGAN SELENOSISTEIN (SEL KANKER AKIBAT INFEKSI BAKTERI ANAEROB). Jawaban dokter spesialisnya gini : Glutathione Peroksidase yg tinggi pada sel kanker tertentu itu tinggi akibat sel kanker bermutasi dan mampu mengambil dari darah dalam jumlah yg signifikan dan mengolah selenium (selenosistein/selenometionin) dan menghasilkan GLUTATHIONE PEROKSIDASE YG SANGAT BANYAK KHAS TERBENTUK KARENA KEBERADAAN SELENIUM. 🤣🤣🤣LAWAK
4. Pirolisin merupakan asam amino yg menjadi bagian dari struktur enzyme metiltransferase pada bakteri yg menghasilkan turunan metilamina menjadi monometilamin, dimetilamin dan trimetylamin sehingga sel bakteri anaerob dapat memecahnya dan mendapatkan energi + gas metana. Pada sel kanker yg disebabkan oleh infeksi bakteri anaerob berdasarkan teori fokal infeksi, seharusnya pirolisin dan selenosistein terdapat pada sitoplasma sel kanker tersebut, dan tentu gas metana akan dihasilkan oleh pasien tersebut yg berasal dari infeksi bakteri anaerob yg sangat banyak dan juga oleh sel kankernya. Akan tetapi dokter spesialis hanya menyatakan bahwa, hanya selenosistein aja yg ada di sitoplasma sel kanker, itupun berasal dari makanan manusia dan bukan dari bakteri (dan mereka bingung kok bisa sel kanker ini mengambil banyak sekali selenosistein dari pembuluh darah), sedangkan mereka juga bilang bahwa pirolisin tidak terdapat pada sitoplasma sel kanker, tetapi produk2 dari enzyme nya yaitu monometilamin/dimetylamin/trimetilamin, sangat banyak pada sitoplasma sel kanker (sel kanker dari infeksi bakteri anaerob dong tentunya). Dan mereka menyatakan juga bahwa produk turunan tersebut dihasilkan oleh enzyme metiltransferase dari DNA YG TELAH BERMUTASI sehingga tidak membentuk polimetilamina seperti biasa melainkan turunan dari metilamina 🤣🤣🤣 *LAWAK* ... Dan mereka masih bingung MUTASI DNA YG MANA, YG MENGUBAH ENZYME YG SEHARUSNYA MENGHASILKAN POLIMETYLAMINA MALAH MENJADI TURUNAN METILAMINA (katanya hasil dari berbagai jenis mutasi DNA) 😂😂😂 (bilang aja lo mau nutupin hubungan bakteri dengan sel kanker dan tidak mengakui bahwa didalam sel kanker dari infeksi bakteri anaerob terdapat pirolisin (maupun selenosistein) sehingga membentuk enzyme yg menghasilkan turunan METILAMINA dan bukan polimetilamina) 😂😂
5. D-amino acid, nah klo ini bukti paling konkrit mengenai hubungan fokal infeksi dan sel kanker ya dan semua sel kanker pasti banyak ASAM AMINO INI PADA SITOPLASMANYA. Meskipun D-amino acid dapat terbentuk oleh radiasi, ikatan dengan zat2 karsinogenik dan sebagainya, akan tetapi 90% SEL KANKER YG ADA SAAT INI AKIBAT INFEKSI MENAHUN, DAN TENTU SUMBER D-AMINOACIDNYA DARI KOMPLEKS POTONGAN BAKTERI (LPS/ENDOTOKSIN/EKSOTOKSIN) + ALBUMIN YANG MASUK KEDALAM SEL MELALUI ENDOSITOSIS. Terjadilah kelainan asam amino yg didominasi berupa kelainan g aktin dan sitoskeleton lainnya (termasuk histon). Ketika adaptasi sel terlampaui, barulah terjadi sel kanker.
SELESAI 🙏🙏🙏
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $WIIM (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1965
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1920 – 2000
- Stoploss: < 1850
- TP1: 2150
- TP2: 2300 – 2450
Alasan: Harga masih bertahan di atas support minor dan struktur swing masih cukup sehat untuk potensi lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1750 – 1850
- Stoploss: < 1680
- TP1: 2050
- TP2: 2200 – 2350
Alasan: Area ini zona demand kuat dan bekas area akumulasi sebelumnya, cocok buat entry sabar dengan risk lebih aman Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 2100 dengan volume besar
- Stoploss: < 1920
- TP1: 2300
- TP2: 2500 – 2700
Alasan: Breakout resistance 2100 bisa jadi pemicu momentum lanjutan kalau volume ikut masuk Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 2100 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1750 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $BBRI $PTMR
@investorbless tapi emg iya sih ketara bgt @bennix itu kontennya selalu lebih menginterpretasikan hasil dari keputusan yang di ambil razim saat ini, hampir tidak pernah ada kritik atau melihat dari POV Fiskalnya. $IHSG $BBRI $BMRI
Kasus Nasabah Blackrock dan Blackstone yang Tidak Bisa Tarik Dana
Sharing salah satu member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Hari ini ada member yang share berita Reuters tentang fund atau reksadana BlackRock dan Blackstone yang bermasalah. Kalau cuma baca sekilas, memang gampang panik karena judulnya seolah-olah raksasa pengelola aset dunia sedang kena masalah likuiditas. Padahal kalau dibedah pelan dan pakai ukuran yang benar, yang sedang bermasalah itu bukan seluruh BlackRock atau Blackstone, melainkan produk tertentu di ceruk private credit yang dari awal memang punya karakter aset tidak likuid. Jadi headline-nya besar, tetapi objek masalahnya relatif kecil dan sangat spesifik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf8
Skalanya langsung kelihatan kalau dibandingkan dengan total aset kelolaan grup. BlackRock melaporkan AUM sekitar US$14 triliun per akhir 2025, sedangkan Blackstone sekitar US$1,2749 triliun. Sementara fund yang sedang dibatasi redemption, yaitu HPS Corporate Lending Fund atau HLEND, ukurannya sekitar US$26 miliar. Artinya HLEND cuma sekitar 0,19% dari total AUM BlackRock. Jadi secara matematis ini memang secuil sekali terhadap ukuran BlackRock sebagai grup. Dengan kata lain, yang terganggu adalah satu kantong kecil di dalam kapal yang sangat besar, bukan kapalnya secara keseluruhan.
Kalau dibandingkan dengan fund besar BlackRock sendiri, perbedaannya makin terasa. Salah satu produk terbesar BlackRock adalah iShares Core S&P 500 ETF atau IVV dengan net assets sekitar US$730,4 miliar per 6 Maret 2026. Dibanding IVV, HLEND yang US$26 miliar cuma sekitar 3,6% ukuran IVV. Jadi HLEND bahkan bukan mendekati salah satu monster fund milik BlackRock. Ini penting supaya orang tidak salah framing. Masalah di HLEND tidak bisa langsung dibaca sebagai gambaran kondisi seluruh ekosistem fund BlackRock, apalagi ETF dan reksadana publiknya yang underlying asset-nya sangat likuid.
Untuk Blackstone, pembanding yang paling relevan bukan ETF saham besar seperti IVV, melainkan BCRED, karena sama-sama berada di wilayah private credit semi-liquid yang menyasar investor wealth. BCRED milik Blackstone berukuran sekitar US$82 miliar, sedangkan HLEND sekitar US$26 miliar. Jadi BCRED kira-kira 3,15 kali lebih besar dari HLEND. Menariknya, BCRED juga mengalami tekanan redemption. Investor meminta penarikan sekitar 7,9% dan Blackstone merespons dengan menaikkan batas penarikan biasa dari 5% menjadi 7%, lalu menambah sekitar US$400 juta dari perusahaan dan karyawannya agar semua permintaan bisa terpenuhi. Sementara HLEND benar-benar mentok di gate 5% dan hanya membayar sekitar US$620 juta dari permintaan US$1,2 miliar. Jadi tekanan memang ada di industri private credit, tetapi cara menanganinya berbeda-beda. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Inti masalah HLEND ada pada underlying asset-nya. Isinya bukan saham large cap yang bisa dijual tiap detik di bursa, dan bukan pula obligasi pemerintah yang pasar sekundernya dalam. HLEND itu menyalurkan dana ke private credit untuk perusahaan menengah, terutama perusahaan swasta yang lebih matang dan punya arus kas stabil. Materi HPS juga menjelaskan fokusnya pada privately originated senior secured loans kepada established core dan upper middle market companies. Jadi isi fund ini pada dasarnya adalah kredit korporasi privat yang sifatnya direct lending, senior secured, dan tidak punya kedalaman pasar seperti saham dan obligasi publik. Sekitar 19% portofolionya juga terkait software, sektor yang sedang sensitif terhadap kekhawatiran disrupsi AI. Jadi kalau banyak investor mau keluar bersamaan, aset seperti ini memang susah dijual cepat tanpa diskon.
Di situlah letak perbedaan paling penting dengan underlying asset yang berupa bond atau saham. IVV misalnya berisi 500 saham large-cap AS dalam indeks S&P 500 yang sangat likuid, transparan, diperdagangkan harian, dan market depth-nya sangat dalam. Kalau ada arus keluar besar di ETF seperti itu, mekanisme pasar dan creation redemption unit masih punya bantalan likuiditas yang jauh lebih baik. HLEND sebaliknya membawa mismatch bawaan. Investor diberi jendela penarikan berkala, tetapi aset dasarnya berupa pinjaman privat jangka menengah sampai panjang yang tidak bisa dicairkan cepat dengan harga wajar. Jadi yang terekspos di sini bukan BlackRock sebagai institusi raksasa, melainkan risiko desain produk private credit semi-liquid itu sendiri.
Karena itu, pembacaan yang lebih tepat bukan BlackRock dan Blackstone sedang bermasalah semua, melainkan pasar sedang menguji seberapa kuat struktur likuiditas produk private credit retail dan wealth. Reuters jelas menulis HLEND menerima permintaan withdrawal sekitar US$1,2 miliar atau 9,3% NAV lalu hanya membayar sekitar US$620 juta karena batas 5%, sementara subscription baru kuartal itu sekitar US$840 juta. Artinya memang ada arus keluar bersih tekanan sentimen. Tetapi itu masih sangat berbeda dengan cerita kebangkrutan atau gagal bayar institusi induknya. Ini lebih mirip alarm bahwa di saat pasar gelisah, investor baru sadar bahwa private credit tidak bisa diperlakukan seperti reksadana saham atau ETF yang likuid setiap hari.
Jadi berita itu memang layak diperhatikan, tetapi tidak layak dibesar-besarkan seolah seluruh BlackRock dan Blackstone sedang guncang. Yang sedang kena tekanan hanyalah fund tertentu dengan underlying asset private corporate loans yang memang tidak deep. Secara ukuran terhadap AUM grup, HLEND sangat kecil. Secara struktur aset, ia memang jauh lebih rapuh terhadap redemption massal dibanding fund yang isinya saham dan bond publik. Jadi kalau cuma baca judul, orang bisa panik. Tetapi kalau dibaca dengan konteks angka, yang terbuka justru bukan keruntuhan dua raksasa itu, melainkan kerentanan struktural produk private credit semi-liquid saat investor serempak ingin keluar.
BlackRock dan Blackstone: Yang Bermasalah Cuma Ceruk Kecil Private Credit
🧾 Skala masalah
🔹 BlackRock AUM sekitar US$14 triliun
🔹 Blackstone AUM sekitar US$1,2749 triliun
🔹 HLEND cuma sekitar US$26 miliar
🔹 HLEND cuma 0,19% dari AUM BlackRock
▫️ Jadi ini sangat kecil di level grup
🏦 Bandingkan dengan fund besar
🔹 IVV milik BlackRock sekitar US$730,4 miliar
🔹 HLEND cuma 3,6% ukuran IVV
🔹 BCRED milik Blackstone sekitar US$82 miliar
🔹 BCRED sekitar 3,15 kali HLEND
🧩 Akar masalah
🔹 HLEND isi asetnya private corporate loans
🔹 Bukan saham
🔹 Bukan bond publik yang likuid
🔹 Jadi memang susah dijual cepat tanpa diskon
✅ Bukan BlackRock dan Blackstone yang runtuh
✅ Yang rapuh itu produk private credit semi-liquid
❌ Kalau baca judul doang memang bisa bikin panik
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BBCA $ANTM
1/10










Kali ini kondisinya sepertinya lebih komplek, di US sendiri :
Lonjakan harga minyak (ditambah cadangan minyaknya yg juga menipis) akibat perang yg mgkn akan berlangsung lama.
92rb kehilangan lapangan kerja selama Februari.
Inflasi meningkat,Fed sulit utk cutrate.
Biaya perang $1B/hari, bahkan Trump minta tambahan anggaran perang lagi.
Blackrock sudah membatasi withdrawal (jika isue ini makin membesar, bisa bahaya).
Dll(banyak itu di X)
Di US aja udah seperti itu, gmn negara kita yg jauh lebih beresiko menghadapi kondisi saat ini🙃
Tapi ada kabar gembira, kita tidak usah khawatir, solusinya sudah ada yaitu MBG🗿
$BBRI $BMRI $BRIS
yang gratisan saja AI secerdas itu ternyata...
ide, logika dan kesimpulannya bisa bisa melangkahi kita manusia.
ceritanya barusan ..
ane kepikiran ingin hitung moping aperage dari garis atas dan bawah bolinger band...dan dijadikan visual garis supaya mudah melihat gerakan std deviasi dari simple moving aperage ( MA )
jadi hasil yang ingin ane lihat adalah bukan garis upper dan lower bolingger biasa..., tapi average dari garis bolinger itu sendiri.
logikanya, mirip stokastik rsi yg di buat utk melihat avg rsi.
setelah di hitung sama gemini, ternyata itu dia sudah sekalian di tambahkan kemaren , di indikator yang ane minta sebelumnya karena ngeluh garisnya patah patah
point disini, si gemini duluan dari ide pikiran yg muncul dikepala pagi ini...
atau hanya ide yg muncul dikepala ane saja yang basi , karena pemula, latar belakang jualan pinggir jalan pakai gerobak pula ?
entahlah...apapun itu, ane jadi takut, apa yg di film film jadi kenyataan seperti ultron, skynet dll...
semoga tak kejadian...
$IHSG
$BTC
$BBRI
1/2


@skydrugz27 sektor real sepi karna bnyk yg fomo di saham dan pada sangkut. akirnya nahan ngeluarin uang buat khdupan nyata
krna fyp pas bullish2nya bnyk yg pamer shingga bnyak member baru yg terpancing masuk juga . alhasil uang yg hrusnya buat konsumtif lari ke market . alhasil sektor real sepi
$BMRI $BBRI $BBCA
Tiket Kereta Belum Sold Out, Apakah Ekonomi Melemah?
Berita dari Nikkei Asia mengatakan bahwa 2 minggu menjelang lebaran, tiket kereta masih belum sold out. Padahal di tahun - tahun sebelumnya, di minggu pertama atau kedua puasa, tiket kereta biasanya sudah habis duluan. Mengingat kereta itu adalah moda transaksi paling murah sehingga biasanya tinggi peminat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Nikkei langsung jump to conclusion dengan menganggap ini sebagai indikasi melambatnya ekonomi Indonesia. Orang enggan mudik karena duit tidak ada.
Kesimpulan Nikkei mungkin benar.
Tapi kalau mau positive thinking, bisa saja banyak orang beli mobil sehingga mereka memilih mudik pakai kendaraan sendiri ketimbang pakai kereta. Atau pemudik merasa duit banyak dan memilih mudik naik pesawat. Tapi kalau mau positive thinking begini kita perlu lihat data trafik tol dan data penumpang pesawat. Kalau ternyata meningkat, itu artinya orang-orang memilih switch dari kereta ke pesawat dan kendaraan pribadi. Ini pertanda bagus, artinya kesejahteraan meningkat.
Namun jika yang terjadi adalah trafik tol ikutan turun dan penumpang pesawat juga turun maka itu artinya ekonomi kita memang slow down. Itu bahaya.
Walaupun begitu, ada juga kemungkinan lain yakni orang-orang tidak lagi menganggap mudik sebagai hal yang sakral. Mungkin banyak orang yang jadi atheis, tidak lagi percaya sama Tuhan dan tidak lagi menganggap mudik itu penting.
Banyak kemungkinan memang. Oleh karena itu ketika melihat data anjloknya penjualan tiket kereta api, kita harus melihatnya dari berbagai sudut pandang.
Kalau saya jadi oposisi pemerintah, enak banget goreng berita ini. Kalau saya jadi pendukung pemerintah pun, enak juga goreng berita ini. Padahal datanya sama tapi kesimpulan yang diambil bisa beda, tergantung posisi dan bayaran.
Yang oposisi mungkin akan menyalahkan MBG dan Kopdes sebagai penyebab lemahnya ekonomi. Sedangkan yang pro pemerintah akan bilang, ekonomi kita masih kuat karena orang memilih naik pesawat karena sekarang mereka lebih sejahtera ketimbang naik kereta. Posisi menentukan opini.
Maju tak gentar, membela yang bayar. 😌
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$GIAA $BBRI $BBCA
1/7







JAKARTA, STOCKWATCH.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses mencetak kinerja solid hingga Triwulan IV 2025. Perusahaan anak kini tampil sebagai mesin pencetak laba baru perseroan. Laba bersih mereka melonjak tajam 16,1% secara tahunan (YoY). Angkanya sukses menembus Rp10,38 triliu...

stockwatch.id

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pertumbuhan transaksi digital dari segmen ritel, bisnis, hingga ekosistem pembayaran ikut memperkuat struktur pendanaan perseroan melalui peningkatan dana...

stockwatch.id

$IHSG $BBCA $BBRI
orang orang sana juga pada panic wkwkw
baca berita : https://cutt.ly/wtRNHp2Z

$ADRO LK Full Year 2025: Transisi dari Fosil ke EBT Sudah Jelas Tapi Hasilnya Belum Kelihatan
Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Di LK Full Year 2025, terlihat jelas ADRO sedang sibuk transisi dari bisnis fosil ke bisnis EBT. Meskipun saat ini belum kelihatan dampak EBT-nya. Laporan 2025 ini belum menunjukkan hasil panen dari energi baru terbarukan, tetapi sudah sangat jelas menunjukkan arah belanjanya, arah investasinya, dan arah struktur bisnis yang sedang dibangun. Jadi sekarang yang terlihat bukan lonjakan laba dari EBT, melainkan fase penanaman modal besar-besaran agar beberapa tahun ke depan ADRO tidak cuma hidup dari batu bara. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Setelah spin-off bisnis batu bara termal pada Desember 2024, postur ADRO memang berubah total. Sumber pendapatan 2025 sekarang lebih bersih dan lebih fokus ke dua mesin utama, yaitu jasa pertambangan sekitar US$968,8 juta dan pertambangan batu bara metalurgi sekitar US$1,006 miliar, sebelum eliminasi antar-segmen. Total pendapatan konsolidasi tercatat US$1,87 miliar. Kalau dibandingkan dengan 2024 dari operasi berlanjut sebesar US$2,07 miliar, berarti revenue turun sekitar 9,8%. Laba bersih operasi berlanjut juga turun dari US$637,4 juta menjadi US$489,8 juta, atau turun sekitar 23,1%. Gross profit margin menyusut dari 42% ke 34%, sementara net profit margin turun dari 30% ke 26%. Jadi dari sisi angka laba rugi, 2025 memang bukan tahun pertumbuhan yang gagah-gagahan. Ini lebih mirip tahun normalisasi margin setelah bisnis thermal coal dilepas dan harga komoditas tidak sekuat sebelumnya.
Tetapi penurunan itu tidak otomatis berarti kualitas bisnis memburuk. Justru kalau dilihat lebih dalam, inti bisnisnya masih sangat sehat. NPM 26% itu masih tebal sekali. Banyak perusahaan tambang atau kontraktor akan sangat senang kalau masih bisa menjaga margin bersih di level seperti itu. Jadi tekanan pada laba lebih cocok dibaca sebagai kombinasi dari perubahan portofolio bisnis dan normalisasi harga komoditas, bukan sebagai tanda kerusakan operasional. Dengan kata lain, mesin bisnis lamanya masih tetap menghasilkan uang sangat besar, hanya sekarang laba itu sedang dipakai untuk membiayai lompatan ke bisnis baru.
Bagian yang paling menonjol justru ada di arus kas dan capex. CFO 2025 tercatat US$594,1 juta. Angka ini memang jauh di bawah 2024 yang mencapai US$2,01 miliar. Sekilas kelihatan anjlok parah. Tetapi ini harus dibaca hati-hati, karena basis pembanding 2024 masih membawa pengaruh besar dari bisnis batu bara termal yang sekarang sudah tidak ada di tubuh ADRO. Jadi penurunan CFO itu memang wajar secara struktur. Yang lebih penting justru apa yang dilakukan perusahaan terhadap kas itu. Ternyata hampir semua kas operasi habis ditarik ke capex yang mencapai US$801,5 juta. Hasilnya, free cash flow menjadi minus US$207,4 juta. Jadi ADRO sekarang bukan sedang kekurangan laba, melainkan sedang sengaja membakar modal untuk membangun fondasi bisnis baru. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bukti transisinya ada di aset dalam pembangunan. Pos ini melonjak dari US$490 juta menjadi US$1,28 miliar. Kenaikannya sekitar US$790 juta, atau naik lebih dari 161%. Ini bukan kenaikan kecil. Ini angka yang menunjukkan perusahaan benar-benar sedang menaruh uang dalam jumlah besar untuk proyek jangka panjang, terutama smelter aluminium KAI di KIPI. Jadi kalau investor bertanya kenapa EBT belum terlihat dampaknya ke laba, jawabannya karena fase sekarang masih fase tanam, belum fase panen. Uang sedang masuk ke proyek, tetapi proyek itu belum penuh menghasilkan revenue dan laba.
Ini juga menjelaskan kenapa transisi dari fosil ke EBT harus dibaca sebagai perubahan arah, bukan perubahan hasil jangka pendek. ADRO sudah masuk ke pembangkit listrik tenaga air lewat Kayan Hydropower Nusantara dan tenaga angin lewat Tanah Laut Wind Farm. Selain itu, perusahaan juga membangun rantai nilai hilirisasi aluminium. Jadi transisinya tidak sesederhana berpindah dari batu bara ke panel surya. Mereka sedang mencoba membangun portofolio baru yang mencampurkan mineral, pembangkit listrik hijau, dan hilirisasi industri. Itu sebabnya dampak EBT belum langsung muncul di laporan laba rugi 2025. Proyek-proyek seperti ini butuh waktu panjang, capex besar, dan biasanya baru terasa hasilnya setelah konstruksi dan commissioning berjalan lebih jauh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Hal yang membuat transisi ini terasa masih aman adalah posisi neraca ADRO sangat kuat. Kas dan setara kas mencapai US$1,04 miliar. Sementara total utang bank jangka pendek dan panjang sekitar US$745 juta, ditambah liabilitas sewa US$76,2 juta. Jadi total utang berbunga kira-kira sekitar US$821,2 juta. Kas masih lebih tinggi daripada utang berbunga. Artinya ADRO berada dalam posisi net cash. Ini poin penting sekali. Banyak perusahaan ingin diversifikasi ke bisnis hijau, tetapi gagal karena modalnya tidak kuat dan neracanya terlalu berat. ADRO justru punya kemewahan untuk membiayai transisi ini dari kombinasi kas internal dan akses pinjaman yang masih sehat.
Dari sisi kreditor, dukungan bank juga menunjukkan bahwa proyek-proyek baru ini dianggap layak secara finansial. Bank-bank seperti Mandiri $BMRI, SMBC, dan $BBRI bersedia memberi fasilitas kredit besar untuk mendanai proyek smelter KAI. Artinya, lembaga keuangan pun melihat bahwa arah hilirisasi dan transisi energi ADRO bukan sekadar cerita, tetapi proyek yang memang punya basis ekonomi. Jadi walaupun hasil EBT belum terlihat di laba, jejak kepercayaan dari kreditor sudah terlihat.
Di sisi operasional, kualitas pelanggan ADRO juga sangat membantu masa transisi ini. Pendapatan sekitar US$1,19 miliar atau 63% dari total revenue berasal dari PT Adaro Indonesia dan Adaro International, yang merupakan entitas saudara sendiri. Ini sangat penting karena membuat arus kas operasional tetap stabil dan risiko piutang macet sangat rendah. Total piutang usaha sekitar US$392,9 juta, dan piutang lewat 90 hari cuma sekitar US$250 ribu. Itu sangat kecil. Bahkan perusahaan tidak perlu membentuk pencadangan kerugian piutang untuk piutang usaha. Jadi walaupun perusahaan sedang belanja modal besar, uang dari bisnis lama masih masuk dengan disiplin yang sangat baik.
Masalah justru bukan dari pelanggan operasional, melainkan dari pihak lain seperti PT Persada Sentral Mineral. Pinjaman ke PSM sebesar sekitar Rp526,6 miliar atau US$31,3 juta harus dicadangkan 100% karena tidak bisa dibayar. Kalau dibandingkan dengan laba bersih US$489,8 juta, kerugian ini setara sekitar 6,3% laba. Jadi ini memang menggerus profit, walaupun tidak sampai mengguncang fondasi perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga terlihat menahan pembayaran ke vendor. Beban yang masih harus dibayar naik dari US$151,6 juta menjadi US$292,6 juta, dan sekitar US$252,3 juta di antaranya adalah tagihan dari pemasok dan kontraktor yang belum dibayar tunai. Ini menunjukkan ADRO sedang mengelola likuiditas dengan cukup agresif. Kas difokuskan ke megaproyek, sedangkan tempo vendor dimaksimalkan agar operasi harian tetap jalan.
Kalau dilihat dari geografi pendapatan, bisnis ADRO sekarang lebih dominan lokal. Revenue domestik sekitar US$1,20 miliar atau 64%, sementara ekspor sekitar US$664 juta. Ini masuk akal karena jasa pertambangan mereka banyak melayani operasi di dalam negeri. Tetapi ada juga beban regulasi yang besar. Pajak penghasilan mencapai US$122,6 juta, royalti ke pemerintah sekitar US$124,5 juta, ada tekanan dari aturan DMO, dan ada juga kewajiban DHE yang mengunci 100% devisa hasil ekspor di perbankan Indonesia selama 12 bulan. Jadi di satu sisi ADRO sedang transisi ke bisnis yang katanya lebih masa depan, tetapi di sisi lain mereka masih harus menanggung beban regulasi yang sangat berat dari bisnis sumber daya di Indonesia. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Risiko kurs juga masih ada. Pendapatan dan pelaporan banyak dalam dolar AS, sedangkan sebagian biaya operasional dalam rupiah. Fluktuasi 10% kurs bisa berdampak sekitar US$51 juta sampai US$62 juta ke laba, dan pada 2025 perusahaan mencatat rugi kurs sekitar US$10,9 juta. Jadi bahkan dalam fase transisi ini, ADRO belum sepenuhnya keluar dari karakter lama bisnis komoditas yang sensitif terhadap regulasi, kurs, dan harga global.
ADRO memang sedang bergerak dari bisnis fosil ke bisnis EBT dan hilirisasi mineral, tetapi 2025 masih merupakan tahun pembuktian arah, bukan tahun pembuktian hasil. Revenue turun 9,8%, laba turun 23,1%, CFO turun tajam, dan FCF negatif US$207,4 juta. Dari sudut pandang investor jangka pendek, ini bisa kelihatan kurang menarik. Tetapi kalau dilihat dengan lensa transisi bisnis, angka-angka itu justru masuk akal karena perusahaan sedang mengalihkan hasil bisnis lamanya untuk membangun mesin baru.
Sederhananya, laba dari bisnis lama masih ada, masih besar, dan masih sehat. Tetapi laba itu sekarang tidak dibagikan seluruhnya menjadi kenyamanan jangka pendek. Sebagian besar sedang dikorbankan menjadi aset dalam pembangunan, smelter, pembangkit, dan infrastruktur energi yang hasilnya baru mungkin terasa beberapa tahun lagi. Jadi memang benar, dampak EBT belum kelihatan di LK Full Year 2025. Tetapi arah perusahaan ke sana sudah sangat jelas, dan jejak angkanya juga sudah terlalu besar untuk dianggap kebetulan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧾 Kinerja
🔹 Revenue turun 9,8% jadi US$1,87 miliar
🔹 Laba bersih turun 23,1% jadi US$489,8 juta
🔹 GPM turun dari 42% ke 34%
🔹 NPM turun dari 30% ke 26%
🔹 Artinya laba turun tapi bisnis inti masih tebal
🏗️ Bukti transisi
🔹 Aset dalam pembangunan naik dari US$490 juta jadi US$1,28 miliar
🔹 Naik sekitar US$790 juta
🔹 Capex tembus US$801,5 juta
🔹 Fokus ke smelter aluminium dan proyek EBT
▫️ Kayan Hydro
▫️ Tanah Laut Wind Farm
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
💵 Cashflow
🔹 CFO US$594,1 juta
🔹 FCF minus US$207,4 juta
🔹 Bukan karena bisnis inti jelek
▫️ Tapi karena uang sedang dibakar buat ekspansi
🏦 Neraca
🔹 Kas US$1,04 miliar
🔹 Utang berbunga sekitar US$821,2 juta
🔹 Posisi net cash
▫️ Jadi transisi masih aman dibiayai
✅ Arah EBT sudah jelas
❌ Hasil EBT belum terasa ke laba
🔹 2025 masih fase tanam bukan fase panen
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







jika deviden investing, saat crash begini dengan jadwal pembagian deviden yang semakin dekat ..
silakan dilirik .. (under pressure)
$BBRI, BMRI, BBCA ..
atau comoditas (kondisi rally)
$BSSR $GEMS ..
Tetap gunakan uang dingin, dan sediakan cash sebagai likuiditas ..
#citacitariteljadibandar
1st, 2nd, and 3rd ammos arrived. wait for the 4th and 5th ammo...
then will go fight.....!
$BBRI $BBCA $INDF
US Dollar terus melemah, sementara USD to IDR terus naik.
Bukankah seharusnya kalau US Dollar melemah, rupiah nya makin menguat ya?
Saya liat data nya kok anomali,
Ada yang bisa bantu jelaskan?
Tag suhu suhu :
$BBCA $BBRI $IHSG
1/2


Stock market (pasar saham) itu tempat jual beli saham perusahaan. Banyak orang mikir saham cuma soal grafik naik atau turun, padahal sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Di dalamnya ada analisa, strategi, psikologi, manajemen risiko, dan pemahaman kondisi ekonomi.
Orang yang sukses di market biasanya bukan yang paling cepat beli atau jual, tapi yang paling paham apa yang dia lakukan.
Di market ada 3 hal utama yang selalu jalan bareng:
1. Peluang → harga saham bisa naik karena kinerja perusahaan bagus, sentimen positif, atau banyak investor masuk.
2. Risiko → harga juga bisa turun karena berita buruk, krisis ekonomi, atau panic selling.
3. Mental → emosi sangat berpengaruh. Takut, serakah, atau panik bisa bikin keputusan jadi salah.
Kalau kamu cuma fokus ke keuntungan tanpa ngerti risiko, biasanya malah gampang rugi. Sebaliknya, kalau kamu paham cara kerja market, kamu bisa lebih tenang walau harga lagi turun.
Contoh sederhana:
- Contoh peluang:
Kamu beli saham perusahaan A di harga 1.000 karena laporan keuangannya bagus. Beberapa minggu kemudian naik ke 1.300 → kamu dapat profit.
- Contoh risiko:
Kamu beli saham B karena ikut-ikutan orang. Ternyata perusahaan itu punya masalah utang dan harga turun dari 800 ke 500 → kamu rugi.
- Contoh mental:
Saham kamu turun sedikit, padahal fundamental masih bagus. Kalau kamu panik dan jual cepat, kamu bisa kehilangan potensi naik di masa depan.
📌 Intinya:
Stock market itu bukan judi, tapi permainan strategi dan pengetahuan. Semakin kamu belajar memahami cara kerjanya, semakin besar peluang kamu bisa ambil keputusan yang tepat
Analisis ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan sepenuhnya berada pada masing-masing investor.
▶️ Follow & Kunjungi profil saya untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.
Random tag : $MMLP $BBRI $BMRI
