


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Pemerintah alokasikan 58,03% Dana Desa 2026 untuk koperasi desa (KDMP), bikin industri LKM (pembiayaan mikro) was-was soal persaingan ketat. Tapi pelaku LKM optimis, siapkan strategi seperti perbaiki layanan, buka cabang baru, latih karyawan, dan fokus usaha mikro. Target pertumbuhan pinjaman 5-10% di 2026 meski kredit macet rendah, asosiasi minta pemerintah dukung LKM juga.
$BBRI $BTPS
THE DARK SIDE OF FINANCIAL RATIOS: Kenapa Laba Bersih Bisa Bohong?
Malam ini, sehabis merenungkan materi kelas Audit Investigasi tadi siang, saya baru sadar satu realita kejam di pasar modal: Sebagian besar rasio keuangan yang kita agungkan (PE, PBV, ROE, Liquidity) itu sangat bias dan bisa di-makeup.
Dalam akuntansi berbasis akrual, manajemen punya 1001 celah legal untuk merekayasa angka. Dengan asumsi ceteris paribus, mereka bisa utak-atik metode depresiasi, pencatatan piutang, atau revaluasi aset untuk menyulap perusahaan yang sekarat jadi terlihat punya laba bersih triliunan. Window dressing is real, kawan-kawan.
Lalu, kalau Net Income dan Ekuitas bisa dimanipulasi, kita investor fundamental harus pegangan pada apa?
Ingat pepatah legendaris Wall Street:
🔥 "Profit is an opinion, Cash is a fact." 🔥
Daripada cuma melototin EPS dan Laba Bersih, mari gunakan "Anti-Fraud" berlapis ini untuk mencari perusahaan yang jujur:
1. Follow the Cash (Uang Tunai Gak Bisa Bohong)
Laba bersih triliunan gak ada artinya kalau bentuknya cuma tagihan/piutang macet. Cek Cash From Operations (CFO) dan Free Cash Flow (FCF). Pastikan angkanya positif dan idealnya lebih besar dari Laba Bersih.
2. Uji Kebohongan via Dividen (Skin in the Game)
Cara paling gampang tes laba palsu: Suruh perusahaannya bagi uang ke investor.
Cek Dividend Payment Streak. Perusahaan tukang makeup data gak akan sanggup bayar dividen rutin 5-10 tahun tanpa putus, karena uang kasnya memang gak ada.
3. Gunakan Piotroski F-Score & Altman Z-Score
Daripada pusing lihat 1 rasio, pakai komposit skor ini. Perusahaan manipulatif biasanya hancur di F-Score (skor cuma 2-4) dan Altman Z-Score-nya merah. Cari yang F-Score nya 7-9.
(Pengecualian: Metrik Kas & Utang ini HARAM dipakai untuk screening Bank seperti BBCA BMRI BBNI NISP ya. Tabungan kita itu dihitung Utang oleh Bank, dan uang tunai adalah "barang dagangan" mereka. Untuk Bank, fokus ke Dividend Streak, ROE > 15%, dan Net Profit Margin untuk deteksi kredit macet).
Tadi iseng screening pakai filter ketat "Anti-Fraud" ini (FCF positif raksasa, Payout Ratio sehat, Dividend rutin >5 tahun, F-Score > 7). Beberapa nama Hidden Gem yang lolos murni tanpa manipulasi kas ternyata bukan cuma saham blue chip, tapi ada nama seperti IPCC, TOTL, dan IPCM.
Pelajaran berharganya: Jangan gampang jatuh cinta sama EPS dan Net Income yang meroket ratusan persen kalau Cash Flow-nya berdarah-darah.
Ada yang pernah jadi korban Value Trap alias kejebak saham yang PE/PBV nya "kelihatan" murah tapi ternyata perusahaannya zonk? Mari diskusi di kolom komentar!
$BBCA $BBRI $BUMI #ValueInvesting #FundamentalAnalysis #AuditInvestigasi
Kejadian Hari Senin (23 Feb 2026)
DISCLAIMER ON: Tulisan ini bukan ajakan untuk menjual atau membeli. Semua keputusan investasi ada di tangan masing-masing. Pastikan Anda sudah belajar dan memahami risikonya sebelum mulai berinvestasi.
1. Kabar dari Luar Negeri (Market Global)
Emas Jadi Bintang: Harga emas dunia terbang tinggi melewati $5.160 karena banyak orang takut akan kondisi dunia yang sedang tidak tenang.
Dollar AS Lemas: Uang Dollar Amerika sedang lesu di bawah angka 97.5 karena aturan pajak baru dari Presiden Trump bikin investor bingung.
Bunga Amerika Naik: Bunga tabungan pemerintah AS naik ke 4,09% karena harga barang di sana masih susah turun.
2. Kabar dari Indonesia (IHSG)
Pasar Sedang Pesta: $IHSG naik drastis +1,50% dan berhenti di angka 8.396.
Banjir Uang Asing: Investor luar negeri memasukkan uang lebih dari Rp1 Triliun ke pasar saham kita hari ini.
Bank & Emas Juara: Saham yang paling banyak diborong adalah bank-bank besar ($BBRI, BMRI) dan tentu saja saham emas favoritmu, $ANTM.
Strategi & Posisi ANTM untuk Selasa, 24 Feb 2026
Berdasarkan grafik terbaru, ini adalah panduan "bungkus keuntungan" untuk saham ANTM:
Status Posisi: Siap Jual (Profit Taking).
Area Jual (Cuan): Pasang antrean jual di harga 4.420 – 4.450. Jika harga sangat kuat, target maksimal ada di 4.600.
Batas Pengaman: Jika harga tiba-tiba turun ke 4.320, segera jual semua untuk mengamankan sisa keuntunganmu.
Alasan: Indikator menunjukkan harga sudah mulai "kedinginan" di atas (jenuh beli) dan butuh istirahat sejenak sebelum bisa naik lagi nanti.
https://cutt.ly/OtWudC1d

Kata-kata untuk kita katakan sebagai afirmasi cuan konsisten 5 menit sebelum jam bursa buka:
"Margin kecil yang konsisten lebih aman daripada keuntungan besar yang jarang terjadi". - Bang Roma .
#CATATANKU random tag $BRPT $BBRI $ATLA
📌UPDATE PANTAUAN TERBARU UNTUK BESOK 24/2/2026
Teruntuk saham $BBRI bagi yang sedang HOLD atau yg akan BUY besok❕
Mari kita lihat beberapa opsi di bawah ini:
Market Structure
Kondisi pasar saat ini terkonfirmasi dalam fase STRONG UPTREND, di mana struktur harga selaras dengan aliran dana besar.
BBRI saat ini sedang dalam kondisi 'Power On'. Harga di Rp 3.900 bergerak stabil di atas EMA20 (Rp 3.800) sebagai batas suci tren jangka pendek, dan juga berada di atas VWAP (Rp 3.769) serta POC (Rp 3.840). Ini menandakan buyer memiliki kontrol penuh karena harga rata-rata pelaku pasar hari ini dan tembok beton (POC) sudah berhasil dilewati dengan solid.
Bandarmology Insight
Terjadi akumulasi kualitas tinggi oleh institusi. Broker AK (UBS) dan RX (Macquarie) terpantau belanja besar dengan total nilai akumulasi mencapai lebih dari Rp 302 miliar. Menariknya, sisi seller justru didominasi oleh broker ritel seperti YP (Mirae Asset) dan XL, yang menandakan adanya perpindahan barang dari tangan ritel ke 'Big Money' (Institusi Asing).
✅Verdict
BULLISH
Confidence: 90%
Primary Driver: Akumulasi masif oleh institusi asing (AK & RX) yang dibarengi dengan posisi harga di atas semua level support teknikal (EMA20, VWAP, dan POC).
✅Trading Plan
BUY
For Cash Holders
Gunakan strategi Buy on Weakness atau cicil bertahap. Momentum sedang kuat, jadi jangan tunggu koreksi terlalu dalam.
🔰Entry Zone: Rp 3.840 - Rp 3.880
Reason: Area ini merupakan bantalan support kuat (POC) dan dekat dengan garis EMA20.
For Stock Holders
Hold kencang dan biarkan profit berlari (Ride the trend). Jangan buru-buru jualan selama harga tidak jebol batas suci.
🔰Stop Loss: Rp 3.790 (Di bawah EMA20)
🔰Exit Target: Rp 3.930 - Rp 4.050
$MEGA $BMRI
#Jangan lupa like & follow untuk analisa² berikut nya🙌
#Disclaimer yh
#Semoga bermanfaat & membantu analisa kalian!
di US sono, pelaku pump and Dump, insider trading, sekuritas yg punya info A1 duluan lalu beli sahamnya, mereka semua bisa diblacklist dan dipenjara.
Di Konoha, pelaku pump and dump masih saja berkeliaran dan tidak diblacklist.
Gak heran pada berani semua, wong tidak ada efek jeranya.
Penegakan hukumnya hehehehe~
$IHSG $BBCA $BBRI
ALL HISTORY DEPO - WD
apakah rumus ini bisa di pakai utk menghitung laba - rugi inpestasi sebuah akun portopolio ?
MODAL MASUK tersisa = selisih total depo dengan total WD
modal masuk tersisa maksudnya disini seperi ilustrasi ini :
jika kita masukan modal 10 ekor ayam ke kadalam kandang, lalu di ambil 2 ekor ayam utk dimakan maka ayam yang tersisa di kandang seharusnya adalah 8 ekor ayam.
kalau ternyata di kandang ada 12 ekor ayam setelah di ambil 2 ekor ayam, maka berarti ayamnya berkembang biak.
CONTOH Untuk akun porto :
contoh 1️⃣ ( angka hanya contoh, silahkan pakai puluh juta , ratus juta dll bebas )
total all wd 10 ribu rupiah
total all deposit 8 ribu rupiah
modal masuk tersisa adalah -2 ribu rupiah.
maka keuntungan adalah :
kelebihan wd 2 ribu rupiah + uang cash di porto dan barang yang ada di porto.
contoh 2️⃣
total all wd 8 ribu rupiah
total all deposit 10 ribu rupiah
modal masuk tersisa adalah 2 ribu rupiah.
jika total ekuity ( cash + barang ) ternyata ada 1.500 rupiah
maka artinya selama ini porto keseluruhan minus 500 rupiah dari modal masuk tersisa
jika total ekuity ( cash + barang ) ternyata ada 3.000 rupiah
maka artinya selama ini porto keseluruhan telah bertumbuh 1.000 rupiah.
apakah cara sederhana ini benar ?
atau malah salah ?
jika salah mohon koreksinya 🙏
$IHSG
$BTC
$BBRI
$BMRI mau ada hajatan apa sih Boss Mandiri besok ini? Mau pamer balik 6000 lagi kah ???
$BBRI pun gak mau kalah
$BBNI seperti biasa kalem tapi paling moncer
$IHSG $BUMI $BBRI
asing netbuy 1.1T, kira2 ada berita apa ni? apakah isu msci dah terselesaikan??? atau ada penerawangan lainnya? mohon infonya suhu...
23.02
Ihsg 8,396 +1.5%
Top value
Bumi 1.2T, +0.6%
Bipi 1.1T, +20.1% (illiquid)
Big bank
$BBRI +1.5%, Bmri +2.9%
Gold stock
Antm +4%, $EMAS +6.3%, Mdka +4.1%
Metal stock
Tins +6.1%, Mbma +2.3%
Worth mention
Pgas +3.6% (near ath)
Unvr +5.8%, Mapi +3.4% (consumer)
$INKP +4.6% - DH, again?
- 2nd testing IHSG rebound, unfortunately today gap up
- Gold, up or down(?)
- Net foreign 1T++, real flow finally
Hang Seng +2.5%, Nikkei -1.1%
Btc 66k
Commodities
Tins -2.2%. Gold 5,168
Ng +1.5%, Cpo +1.9%
$BMRI vs $BBNI Berhasil Tetap Growth di Januari 2026
BMRI dan BBNI adalah 2 bank Himbara paling rajin di IHSG karena keduanya sudah rilis Laporan Keuangan Januari 2026. Bank Himbara dan beberapa BUMN lain malah belum rilis laporan keuangan Full Year 2025 contohnya ya $BBRI. Kalau kita lihat ada perbedaan strategi antara BMRI dan BBNI di Januari 2026 ini. BMRI tampil seperti mesin besar yang sudah matang dan fokus menjaga kualitas hasil, sedangkan BBNI terlihat seperti mesin yang sedang menambah tenaga dan volume dulu. Dua-duanya bagus, tapi bagusnya beda rasa. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dilihat dari ukuran, BMRI masih jauh di atas BBNI. Aset BMRI sekitar Rp2.190 triliun versus BBNI sekitar Rp1.344 triliun, jadi BMRI kurang-lebih 1,63 kali BBNI. Kredit BMRI sekitar Rp1.511 triliun versus BBNI Rp894 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) BMRI sekitar Rp1.635 triliun versus BBNI Rp1.051 triliun. Ini penting karena skala besar memberi ruang efisiensi, daya tawar, dan kapasitas bisnis korporasi yang biasanya lebih stabil. Jadi kalau investor lihat BMRI lebih kalem tapi tetap kuat, itu masuk akal. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari laju pertumbuhan, giliran BBNI yang lebih galak. Aset BBNI naik 24,99% sedangkan BMRI sekitar 13,9%, kredit BBNI naik 19,27% versus BMRI sekitar 15,6%, dan DPK BBNI naik 35,80% versus BMRI sekitar 17,29%. Artinya BBNI sedang ekspansi lebih agresif, terutama di penghimpunan dana. Konsekuensinya juga langsung kelihatan, likuiditas BBNI jadi jauh lebih longgar karena pertumbuhan dana lebih cepat dari kredit. Ini bagus untuk bantalan risiko, tapi sementara waktu bisa menahan hasil karena dana belum semuanya berubah jadi aset ber-yield tinggi.
Dari sisi laba dan kualitas profit inti, BMRI lebih meyakinkan pada Laporan Januari 2026 ini. Laba bersih BMRI naik 16,18% ke sekitar Rp4,65 triliun, sedangkan BBNI naik 3,45% ke sekitar Rp1,69 triliun. Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) BBNI memang tumbuh lebih cepat 17,39% dibanding BMRI sekitar 10,2%, tetapi secara nominal NII BMRI tetap jauh lebih besar sekitar Rp7,21 triliun versus BBNI Rp3,73 triliun. Yang paling membedakan adalah beban, BMRI menunjukkan penurunan impairment sekitar 22% dan beban tenaga kerja turun sekitar 19,19%, sementara BBNI justru impairment naik 51,65% dan beban tenaga kerja naik 20,39%. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bagian paling menarik dari strategi kedua Himbara ini ada di struktur dana, likuiditas, dan risiko nilai wajar. Keduanya sama-sama mengalami dilusi CASA (Current Account Saving Account), tetapi BMRI masih punya level CASA yang lebih tinggi sekitar 72,91% dibanding BBNI 68,39%. Di sisi lain, BBNI jauh lebih longgar dari sisi LDR (Loan to Deposit Ratio) karena turun ke 85,05%, sedangkan BMRI hanya turun tipis ke sekitar 92,41%, jadi BBNI punya kapasitas ekspansi kredit yang belum terpakai lebih besar. Untuk kualitas aset, keduanya sama-sama menurunkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) saat kredit naik, tetapi BBNI masih punya rasio CKPN terhadap kredit lebih tebal sekitar 3,99% versus BMRI 2,49%. Keduanya juga kena tekanan laba komprehensif dari nilai wajar, tapi BBNI jauh lebih terpukul karena laba komprehensif turun 53,31% versus BMRI turun sekitar 5,38%, sehingga BMRI terlihat lebih stabil untuk hasil jangka pendek dan BBNI lebih menarik untuk dipantau kalau likuiditas besar itu berhasil dikonversi jadi laba.
✅ BMRI unggul kualitas hasil Januari
📈 Laba bersih tumbuh lebih cepat 16,18%
🧾 Biaya kredit dan SDM lebih rapi
🏦 Skala jauh lebih besar
🚀 BBNI unggul akselerasi pertumbuhan
📊 Aset, kredit, DPK tumbuh lebih cepat
💧 Likuiditas jauh lebih longgar
🔋 Punya ruang dorong kredit lebih besar ke depan
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏢 Aset
BMRI sekitar Rp2.190 triliun
BBNI sekitar Rp1.344 triliun
✅ BMRI sekitar 1,63 kali BBNI
💳 Kredit
BMRI sekitar Rp1.511 triliun
BBNI sekitar Rp894 triliun
✅ BMRI unggul nominal
🚀 BBNI unggul growth 19,27% vs sekitar 15,6%
💰 DPK
BMRI sekitar Rp1.635 triliun
BBNI sekitar Rp1.051 triliun
✅ BMRI unggul nominal
🚀 BBNI unggul growth 35,80% vs sekitar 17,29%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ BMRI
Laba bersih sekitar Rp4,65 triliun
NII sekitar Rp7,21 triliun
Impairment turun sekitar 22%
Beban tenaga kerja turun sekitar 19,19%
⚠️ BBNI
Laba bersih sekitar Rp1,69 triliun
NII sekitar Rp3,73 triliun
Impairment naik 51,65%
Beban tenaga kerja naik 20,39%
⚠️ Keduanya terdilusi CASA
BMRI sekitar 72,91%
BBNI 68,39%
✅ BMRI lebih unggul level CASA
💧 Likuiditas
BBNI LDR turun ke 85,05%
BMRI LDR sekitar 92,41%
✅ BBNI lebih aman
⚠️ BBNI lebih berisiko NIM drag kalau dana parkir lama
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Keduanya CKPN turun saat kredit naik
🛡️ Rasio CKPN ke kredit 2026
BMRI sekitar 2,49%
BBNI sekitar 3,99%
✅ BBNI lebih tebal cadangan relatif
📉 Laba komprehensif
BMRI turun sekitar 5,38%
BBNI turun 53,31%
✅ BMRI lebih tahan tekanan OCI (Other Comprehensive Income)
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7







Hari ini (Senin, 23 Februari 2026), IHSG ditutup menguat ~1,50% ke level 8.396,08 (dari penutupan sebelumnya 8.271,77), dengan rentang perdagangan 8.327–8.397 dan volume ~44 miliar saham.
Penguatan ini didorong rebound regional setelah US Supreme Court membatalkan sebagian besar tarif Trump, plus inflow domestik dan short covering. Sektor basic materials (+3,31%) dan transportasi/logistik (+3,09%) memimpin, sementara top gainers termasuk saham komoditas seperti ANTM, MDKA.
Prediksi besok (Selasa, 24 Februari 2026):
a. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas atau menguji 8.450–8.500 (support 8.300, resistance 8.450–8.500). Momentum bullish dari MACD dan rebound kemarin bisa berlanjut jika hold di atas 8.400, tapi rawan profit taking.
b. Fokus buy on weakness di saham undervalued dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat – prioritas sektor basic materials (komoditas rebound), konsumsi (jelang Ramadan), dan keuangan.
Berikut saran saham berpotensi naik besok (spekulatif, probabilitas rebound ~55–65% jika IHSG stabil di atas 8.400; berdasarkan rekomendasi Phintraco, MNC Sekuritas, dan update 23 Februari 2026).
1. $BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk)
* Entry (Buy on weakness): Rp3.800–Rp3.890
* Target Profit (TP): Rp4.100–Rp4.200 (potensi 5–8%)
* Stop Loss (SL): di bawah Rp3.700 (risiko ~4–5%)
* Alasan: Closing Rp3.890 IDR (+1.30%), teknikal neutral; bank BUMN likuid, rebound kemarin – potensi lanjut jika sektor keuangan pulih (rekomendasi Phintraco).
2. $BRPT (PT Barito Pacific Tbk)
* Entry: Rp2.100–Rp2.140
* TP: Rp2.300–Rp2.400 (potensi 7–12%)
* SL: di bawah Rp2.000 (risiko ~5–6%)
* Alasan: Closing Rp2.140 IDR, teknikal neutral; sektor petrokimia/energi undervalued, momentum rebound – potensi naik jika komoditas stabil (rekomendasi Phintraco).
3. $UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk)
* Entry: Rp2.300–Rp2.360
* TP: Rp2.500–Rp2.600 (potensi 6–10%)
* SL: di bawah Rp2.200 (risiko ~4–6%)
* Alasan: Closing Rp2.360 IDR (+5.36%), teknikal neutral; konsumsi defensif (FMCG), undervalued – potensi rebound jelang Ramadan (rekomendasi Phintraco).
4. ESSA (PT Surya Esa Perkasa Tbk)
* Entry: Rp650–Rp660
* TP: Rp700–Rp750 (potensi 6–13%)
* SL: di bawah Rp620 (risiko ~5–6%)
* Alasan: Closing Rp660 IDR, teknikal neutral; sektor energi/gas undervalued – potensi rebound teknikal (rekomendasi Phintraco).
5. TINS (PT Timah Tbk)
* Entry: Rp3.800–Rp3.920
* TP: Rp4.200–Rp4.300 (potensi 7–9%)
* SL: di bawah Rp3.700 (risiko ~4–5%)
* Alasan: Closing Rp3.920 IDR, teknikal neutral; timah/komoditas rebound potensial – undervalued dengan prospek global (rekomendasi Phintraco).
Catatan Penting
Ini bukan prediksi pasti naik — rebound kemarin kuat, tapi rawan profit taking (probabilitas ~60%). Data dari TradingView (per closing 20 Februari 2026; adjust dengan performa 23/2 jika relevan, tapi tool memberikan data 20/2 sebagai terakhir – closing kemarin mungkin mirip).
Saran umum:
Pantau pagi besok (volume, update komoditas atau reformasi free float). Gunakan stop loss ketat, position sizing kecil. Ini bukan saran investasi resmi – konsultasikan analis bersertifikat.
Cek real-time di app sekuritas/BEI/TradingView pagi besok.
$BBRI strikes again.
ijo lagi.
ayo $BBCA, salah satu dari big dog nya Perbankan di Indo, masa masih minus.
Day 84-85 (20-23/2) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
matched
BBCA - 7300 (2lot)
BBRI - 3890 (2lot)
Avg
BBCA - 8000
BBRI - 3796
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



“Beli saham karena FOMO itu mudah.
Tapi saat ARB, mental yang hancur.”
“Masalahnya bukan di market…
tapi kamu masuk tanpa planning.”
🧠 Jangan FOMO Ya Guys Ya
Saham yang dibeli karena FOMO biasanya tidak punya:
alasan kuat
batas risiko
target yang jelas
Saat harga turun atau bahkan ARB (Auto Reject Bawah):
panik muncul
cut loss jadi emosional
atau malah nyangkut tanpa arah
Padahal masalah utamanya sederhana:
👉 Masuk tanpa rencana = keluar tanpa kendali
⚠️ Realita yang sering terjadi
Lihat saham naik → ikut beli
Besok merah → berharap balik
Kena ARB → mental drop
Akhirnya kapok / trauma
💡 Mindset yang benar
Beli karena analisa, bukan suasana
Tentukan:
alasan beli
batas rugi
target profit
Siap dengan skenario terburuk sebelum klik buy
Simpel sebenernya...kita sebagai pemula harus lebih smart ya guys..jangan mau jadi "EXIT LIQUIDITY"
$INDS $BBRI $ANTM

$ASII $BBRI $PTBA hai tmn2. Misal ini misal, tahun2 lalu belum lapor spt bwt saham, reksadana, obligasi dll, lalu tahun ini dilaporkan satu per satu gitu bisa nggak? Misal tahun ini lapor spt utk 2023, 2024 dan 2025. Caranya gmn? Kena dendakah untuk yg 2023 dan 2024? Mohon bantu jawab 🙏
$IHSG selamat untuk orang orang yang berhasil serok di harga bawah disaat ihsg crash kemarin” 😊
Random tag $BMRI $BBRI

Kenapa Pramono Anung Tidak jadi Tersangka ya?
Disaat JAKARTA RAYA KOTA TERBESAR DI INDONESIA MENJADI MISKIN DI TANGANNY!!!!!!
Duit sebegitu banyak tapi dia sengaja tidak mau memperbaiki jalam raya!!!!
Bahkan itu di pusat jakarta bukan di pelosok jakarta!!!!!!
Gubernur yg sibuk hanya mengurus peresmian dan keluarga.
Selain transjakarta tabrakan kalian akan melihat kemunduran besar di Jakarta!!!!!!!
Terima kasih sudah menciptakan demokrasi rasis!! Yg membuat demokrasi mahal dan melahirkan banyak korupsi dan birokrat bobrok.
Semoa Tuhan segera memulihkan Indonesia. Amin
Random
$BBRI
$CUAN
$BUMI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi. Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memper...

www.cnbcindonesia.com
