


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Mantap Analisa Kohh😍 😍
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$OASA $CDIA $BBRI

Mantap Analisa Kohh😍 😍
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$BBRI $CDIA $OASA

Mantap Analisa Kohh😍 😍
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$BBRI $BBCA $BMRI

$BBRI mas bro, ada yg uda reinvest dividen sahamnya biar bebas pajak di coretax lewat e-Pelaporan AS.39-01 ? Caranya gimana ya ? Ga ada pilihan jelas, perasaan sebelum coretax jelas arahnya tinggal klik & masukin data2nya.
Rilis data ekonomi US
❌ Non Farm Payrolls Jan = 130K (vs previous 48K, vs consensus 70K)
❌ Unemployment Rate Jan = 4,3% (vs previous and consensus 4,4%)
❌ U-6 Unemployment Rate Jan = 8% (vs previous 8,4%)
❌ Average Hourly Earnings MoM Jan = 0,4% (vs previous 0,1%, vs consensus 0,3%)
➖ Average Hourly Earnings YoY Jan = 3,7% (vs previous 3,7%, vs consensus 3,6%)
Kondisi ketenagakerjaan US yang lebih kuat dibandingkan ekspektasi, memperkecil peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga selama inflasi belum terbukti benar-benar turun.
$IHSG $USDIDR $BBRI
Edukasi $IHSG untuk 12 Februari 2026
∆ Penutupan: 8.290,97 (+1,96%).
∆ Candle: Terbentuk candle hijau panjang yang berhasil menembus area konsolidasi sebelumnya. Ini adalah sinyal bullish yang kuat.
∆ Stochastic RSI: Terlihat mulai melengkung ke atas dari area oversold (jenuh jual), menunjukkan adanya momentum pembalikan arah yang segar.
∆ MACD: Meskipun masih di area negatif, histogram menunjukkan pemendekan (bar merah memudar), yang menandakan tekanan jual mulai berkurang drastis.
∆ Accumulation/Distribution: Garis ungu menunjukkan lonjakan tajam, menandakan adanya akumulasi besar dari pelaku pasar pada perdagangan hari ini.
Perkiraan IHSG Besok (12 Februari 2026)
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan terbatas atau bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat.
Level Angka Psikologis
Resistance 8.350 – 8.440 (Target kenaikan selanjutnya jika momentum terjaga)
Support 8.200 – 8.112 (Area batas aman untuk menjaga tren rebound)
Faktor Pendukung:
√ Sentimen Positif MSCI: Adanya diskusi konstruktif antara BEI dan MSCI terkait reformasi pasar modal memberikan kepercayaan diri bagi investor.
√ Bargain Hunting: Setelah koreksi di awal Februari, banyak saham big caps yang sudah berada di harga murah sehingga memancing aksi beli.
√ Volume Transaksi: Kenaikan hari ini disertai volume yang cukup solid (58,38 Miliar), memperkuat validitas rebound.
Random Tag $ANTM $BBRI

Mencoba menghibur diri sebagai holder $BBRI menggunakan kacamata the wyckoff theory.
BBRI saat ini di persimpangan antara masih di fase B akumulasi atau sudah memasuki fase C akumulasi .
jika masih dalam fase B, maka wick pada tanggal 29 januari adalaah Secondary Test as Sign of Weakness , yang mengindikasikan masih dalam proses akumulasi yang tidak tau sampai kapan dan harga kemungkinan masih akan bergerak sideways di range 3460 - 4050 ...
jika sudah memasuki fase C, maka wick tanggal 29 bisa di konfirmasi sebagai SPRING, yang terjadi untuk mengambil liquiditas di harga diskon, dan seharusnya akan naik teratur disertai dengan volume tinggi serta membentuk Change of Character di dalam range dan memasuki fase D.
so menurut teman tema SB yang mana ??
masih akan akumulasi panjang !
atau
sudah tahap akhir akumulasi !
$BBCA $BMRI

Kalo dilihat dari historis, setiap IHSG jatuh dalam, maka setelahnya akan bangkit jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum jatuh.
Saya sendiri yakin 2026 ini IHSG bisa hit 12000. Jika demikian maka sekarang adalah waktu terbaik untuk investasi di saham Indonesia. Ditambah lagi dengan ekonomi Indonesia yang sudah sangat membaik dalam 5 tahun terakhir.
Rndm: $BBRI $EXCL $PADA
$BBCA vs $BMRI LK Full Year 2025: Mana yang Terbaik Dalam Mengubah Kredit Menjadi Laba
Dalam dunia saham, investor yang sudah ada posisi buy di sebuah saham cenderung akan mendukung saham yang dimilikinya dengan sekuat tenaga. Sama seperti halnya investor BBCA dan BMRI yang sama-sama menganggap saham yang mereka miliki adalah saham terbaik. Kalau ada yang tanya kenapa tidak bahas BBRI, itu karena $BBRI belum rilis LK Full Year 2025. Baru BBCA dan BMRI yang rilis, jadi ya bahas yang ada aja dulu. Tapi justru di sinilah serunya, ketika cuma dua raksasa yang sudah buka kartu, bias dan fanatisme biasanya makin terasa, padahal angka-angka yang keluar di LK itu adalah fakta yang sulit dibantah. Di 2025 ini, duel antara BMRI dan BBCA bukan sekadar siapa yang lebih besar, melainkan siapa yang lebih produktif, siapa yang lebih rapi mengelola risiko, dan siapa yang sedang menanggung beban margin yang mulai tergerus. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari data staging kredit, kita bisa melihat peta menyeluruh tentang kesehatan kredit dan kualitas laba BMRI vs BBCA. Kredit Stage 1 itu adalah kredit yang masih lancar, Stage 2 itu kredit yang mulai menunjukkan peningkatan risiko signifikan, Stage 3 itu yang sudah masuk kategori NPL.
CKPN yang dibandingkan dengan total kredit adalah bantalan yang disiapkan bank untuk menutup potensi rugi, semakin tinggi bisa berarti semakin konservatif, atau bisa juga berarti portofolio memang butuh bantalan lebih tebal.
NIM menggambarkan tebal-tipisnya margin bunga bersih, sedangkan CIR menggambarkan seberapa boros biaya operasional untuk menghasilkan pendapatan, ROA mengukur produktivitas aset, ROE mengukur produktivitas ekuitas. Jadi ketika investor membandingkan BBCA dan BMRI, yang sedang dibandingkan itu bukan cuma profit, tapi juga mesin pendanaannya, kualitas portofolio, dan seberapa mahal risiko yang sedang dibawa.
Kalau dibandingkan dari skala operasional menggunakan angka yang sudah keluar sebelumnya, BMRI itu monster size. Aset 2025 BMRI Rp2.829,9 T, sedangkan BBCA Rp1.586,8 T, artinya BMRI sekitar 1,78 kali lebih besar. Kredit BMRI Rp1.850,0 T sementara BBCA Rp970,2 T, BMRI sekitar 1,91 kali lebih besar. DPK BMRI Rp1.817,9 T sementara BBCA Rp1.233,8 T, BMRI sekitar 1,47 kali lebih besar. Tapi hasil akhirnya lucu, laba bersihnya hampir sama, BBCA Rp57,5 T dan BMRI Rp56,3 T. Ini nyambung banget dengan rasio laba terhadap total kredit, BBCA 5,93% sedangkan BMRI 3,04%, jadi secara produktivitas, BBCA menghasilkan laba per unit kredit sekitar 1,95 kali BMRI. Tafsirnya jelas, BBCA itu mesin kecil tapi kencang, BMRI itu truk besar yang angkutannya banyak, namun margin per muatannya lebih tipis. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang lihat kualitas aset lewat staging, karena staging adalah radar masa depan. BBCA punya Stage 1 sebesar 96,31%, Stage 2 2,02%, Stage 3 1,67%.
Sedangkan BMRI punya kredit Stage 1 90,81%, Stage 2 7,65%, Stage 3 1,54%. Ini bikin perbedaan yang mencolok karena BMRI memang sedikit lebih rendah di Stage 3 dibanding BBCA, selisih 0,13 poin, tetapi BMRI menyimpan kredit yang perlu dipantau ketat jauh lebih besar, sebab kredit Stage 2-nya BMRI sekitar 3,79 kali lebih besar dari BBCA. Dari sisi tren 2024 ke 2025, BBCA membaik, Stage 1 naik 0,37 poin, Stage 2 turun 0,23 poin, Stage 3 turun 0,14 poin. BMRI lebih campur aduk, Stage 3 membaik besar turun 0,41 poin, tapi Stage 2 justru naik 1,49 poin dan Stage 1 turun 0,25 poin. Artinya, BMRI berhasil mendorong sebagian yang sudah bermasalah agar tidak makin parah, tetapi watchlist-nya membesar. Ini biasanya terjadi saat bank mengelola portofolio besar yang beragam, ada bagian yang pulih, ada bagian yang mulai goyah.
Masuk ke CKPN, di sini investor bisa lihat gaya konservatif versus kebutuhan bantalan. CKPN dibanding total kredit BBCA 3,07% turun dari 3,62%, BMRI 2,60% turun dari 3,04%. Jadi dua-duanya menurunkan bantalan relatifnya, tetapi BBCA tetap menahan bantalan lebih tinggi 0,47 poin dibanding BMRI. Kalau disambungkan dengan data sebelumnya, beban bunga BMRI Rp58,20 T jauh lebih berat dibanding BBCA Rp13,36 T, sekitar 4,36 kali, sehingga tekanan margin BMRI lebih terasa dan ruang untuk membuat bantalan ekstra biasanya lebih ketat. Beban CKPN tahun berjalan juga sebelumnya menunjukkan BMRI Rp8,27 T dan BBCA Rp4,01 T, jadi BMRI mengeluarkan biaya risiko lebih besar secara nominal, wajar karena skala kreditnya jauh lebih besar. Esensinya, BBCA terlihat lebih tebal di bantalan relatif, BMRI terlihat lebih besar di angka nominal karena ukuran portofolionya. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang bicara margin dan efisiensi, karena inilah penyebab utama mengapa dua bank bisa punya laba mirip padahal ukuran jauh berbeda. NIM BBCA mencapai 5,39% turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,68%, atau turun 0,29 poin. NIM BMRI 3,75% turun dari 4,68%, turun 0,93 poin. Jadi margin dua-duanya tertekan di 2025, tetapi BMRI yang paling terasa terseret. Dan ini konsisten dengan gambaran biaya dana, BBCA punya struktur biaya bunga yang jauh lebih ringan, membuat margin lebih tahan saat kompetisi simpanan naik. CIR BBCA 32,79% naik 0,33 poin, BMRI 34,51% turun 0,20 poin, jadi BMRI sedikit membaik efisiensi operasional, BBCA sedikit memburuk, namun level BBCA masih lebih efisien daripada BMRI. Lalu ROA BBCA 3,63% turun 0,15 poin, BMRI 2,06% turun 0,51 poin, lagi-lagi tekanan di BMRI lebih besar. ROE BBCA 21,01% turun 0,47 poin, BMRI 23,64% turun 0,62 poin, dan BMRI tetap unggul ROE karena leverage dan struktur ekuitasnya membuat return ke pemegang saham lebih tinggi.
Jadi bisa dikatakan kalau BBCA menang di kualitas laba dan produktivitas, sementara BMRI menang di skala dan return ke ekuitas. BBCA punya portofolio yang lebih bersih di Stage 1, watchlist Stage 2 yang jauh lebih kecil, margin yang lebih tebal, dan laba per unit kredit yang jauh lebih tinggi. BMRI punya ukuran yang dominan, Stage 3 yang sedikit lebih rendah, efisiensi operasional yang membaik, dan ROE yang lebih tinggi, tetapi Stage 2 yang naik besar itu sinyal yang tidak boleh disepelekan karena itu calon tekanan biaya risiko ke depan bila ekonomi mikro atau sektor tertentu melambat. Potensi ke depan buat BBCA lebih ke konsistensi dan daya tahan, sementara potensi BMRI lebih ke leverage skala, namun syaratnya margin tidak terus terkikis dan Stage 2 tidak bocor ke Stage 3. Jadi kalau investor ingin memilih saham yang terasa paling predictable, BBCA lebih masuk akal. Kalau investor ingin memilih saham yang menang di skala dan bisa jadi lebih sensitif ke siklus ekonomi, BMRI tetap menarik, tapi pengawasannya harus lebih rajin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
✅ Laba bersih hampir seri, BBCA Rp57,5 T, BMRI Rp56,3 T.
🏗️ Skala BMRI jauh lebih besar, aset sekitar 1,78 kali BBCA, kredit sekitar 1,91 kali BBCA.
⚙️ Produktivitas BBCA lebih tinggi, laba per kredit 5,93% vs 3,04%.
🧠 Staging dan risiko masa depan.
🟦 BBCA.
✅ Stage 1 96,31%.
🔍 Stage 2 2,02%.
🧾 Stage 3 1,67%.
📉 Tren membaik, Stage 2 dan Stage 3 turun.
🟧 BMRI.
✅ Stage 1 90,81%.
🔍 Stage 2 7,65%.
🧾 Stage 3 1,54%.
⚠️ Stage 2 naik 1,49 poin walau Stage 3 turun 0,41 poin.
🛡️ Bantalan CKPN.
🧱 BBCA CKPN per kredit 3,07%, lebih tebal dari BMRI 2,60%.
📉 Dua-duanya turun dari 2024, BBCA turun 0,55 poin, BMRI turun 0,44 poin.
💰 Margin dan biaya.
🟦 BBCA.
✅ NIM 5,39%, turun 0,29 poin.
💸 Beban bunga Rp13,36 T.
🟧 BMRI.
⚠️ NIM 3,75%, turun 0,93 poin.
💸 Beban bunga Rp58,20 T, sekitar 4,36 kali BBCA.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧾 Efisiensi dan return.
🟦 BBCA.
✅ CIR 32,79%.
✅ ROA 3,63%.
✅ ROE 21,01%.
🟧 BMRI.
✅ CIR 34,51% membaik tipis.
⚠️ ROA 2,06% turun lebih dalam.
🏆 ROE 23,64% tetap lebih tinggi.
🎯 Potensi 2026
🟦 BBCA.
🛡️ Lebih tahan perang biaya dana.
📌 Cocok untuk investor yang mengejar stabilitas kualitas.
🟧 BMRI.
🏗️ Leverage skala tetap kuat.
🚦 Kunci ada di Stage 2, jangan sampai merembet ke Stage 3.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/5





$BMRI $BBRI $IHSG
Woahh keren danantara kita 😆
Kini mereka membalas kembali serangan ke MSCI dan Moody 🤣🤣🤣
Mampus makan tuh
======
1 Kata untuk MSCI and Moody
#poster ini for fun
1/2


@MS223 $BBRI udah rilis LK Full Year 2025?🤔
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$BBRI udah bullish divergen, tenang aja udah ga ada cerita BBRI bikin lower low lagi... segera gas to 5200.... probabilitas 99,99% selesai konsolidasi arahnya bullish asal ga bikin lower low lagi dan so far on the right track.... meski begitu ini bukan suatu kepastian (100%) ya krn kepastian hanya milik Tuhan 😀

Dear $BBRI $BMRI $BBCA
Kaaaaapan jalannya… itu saja pertanyaan saya..
Sudah setahun dr PTRO 4000 lalu ke 12.000 sampai ARB rungkad ke 5500 masih saja ini blm jalan jalan..
Tidak basa basi karena kita mau liat perbankan bangkitttt.
Gak kuat kalau cuma ngandelin dividen doang ini.. butuh sperti konglo yg hari ini naik belasan persen sampai ARA.
Disclaimer konten ini hanya guyon jngn dianggap sriussss.
$BBRI $BBNI $BMRI https://cutt.ly/FtnEGCtf
AMOR: Dividen Dermawan, Harga Saham Sekarat
AMOR mungkin layak masuk museum rekor: dividen dibagikan lebih dari 100% setiap tahun, tapi harga sahamnya terus turun tanpa rasa bersalah. EPS ada, laba ada, dividen deras—namun grafik harga 5 tahun terakhir justru terlihat seperti papan seluncur ke bawah. Seolah pasar berkata: “terima kasih dividennya, tapi masa depanmu kami skip.”
Ironinya, dividen jumbo ini bukan tanda bisnis bertumbuh, melainkan lebih mirip strategi menghabiskan kas karena tidak tahu mau dipakai apa lagi. Tidak terlihat ekspansi agresif, tidak ada cerita pertumbuhan, tidak ada ambisi membangun bisnis ke level berikutnya. Yang ada hanyalah rutinitas tahunan: laba → dividen → harga turun lagi.
Pertanyaannya pun wajar muncul: apakah ini tanda AMOR sedang bersiap pamit secara elegan dari pasar Indonesia? Membagi dividen besar sambil membiarkan valuasi menyusut pelan-pelan sering kali bukan strategi menciptakan nilai, melainkan strategi mengakhiri cerita tanpa ribut. Investor dapat dividen, pengendali tetap nyaman, dan pasar dibiarkan menafsirkan sendiri akhir ceritanya.
Kesimpulannya, $AMOR bukan saham gagal, tapi juga bukan saham bertumbuh. Ia lebih cocok disebut “saham pensiun”: rajin memberi uang saku, tapi sudah berhenti bermimpi. Dan seperti pensiunan pada umumnya, pasar jarang memberi valuasi tinggi—meski jasanya di masa lalu tidak bisa dipungkiri.
$BBCA $BBRI
tidak untuk $BBCA, karena asing masih keluar 🤭
udahlah kami para ritel tunggu lagi di 7k aja
$BMRI $BBRI
$IHSG $BBRI $BMRI
Gaes, gunakan ilmu penerawangan loe
(analisis, feeling, prediksi, nujum, dll.) setelah BEI ketemu MSCI dah sepakat akan perbaikan bursa, apalagi hari ini IHSG IJO royo-royo.
Maka mulai besok IHSG
akan seperti apa?