


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
$BBRI — Sejak Breakdown Double Tops di 25 Nov, BB AK RX KZ (Foreign) udah Distribusi masig barangnya ke Retail. Jumat kemarin, walaupun BBRI udah sampe ke Target Double Topsnya, tapi Broker Summary-nya masih sangat jelek.
28 Nov, BB masih Distribusi masif ke YP CC XL, lalu ada PD sama XC alias Retail retail IHSG. Itu berarti, walaupun udah di target Double Tops, kita masih perlu nunggu ada Foreign balik badan sebelum ikutan serok, kecuali kalian yang Holder jangka panjang same at least tahun 2026.
#InMyOpinion #DoYourOwnResearch #NotFinancialAdvice

CIS - Cuan Inside Sharing
SEMBUNYIKAN KEKAYAANNYA part.1
(cek slide)
sumber : exc. ngomongin uang
random tags$IHSG$BBCA$BBRI
tips trading utk pemula, setuju? https://stockbit.com/post/20680521
disclaimer : catatan pribadi ini hanyalah celoteh / prediksi nubitol, bukan ajakan beli atau jual.. . yuk mari kita sama2 mandiri 💞
(boleh diSHARE semoga bermanfaat)
1/10










$BRIS $BBRI $AMRT
Sekelas bandar besar pun mengalami floating loss bahkan cutloss… pertanyaanya; apakah mereka kurang pengalaman? Tidak….
Anehnya terkadang ada yang sok pintar menghujat orang lain karena mengoleksi floatingloss…
Bukan masalah bodoh dan pintar… lebih kepada nasib rezki.
Saya beri contoh resikonya;
Orang yang cari aman, beli saat harga pembalikan ( saham bergerak setelah menembus resistenya) beli cenderung all in.
Resikonya jika langsung di banting bandar🤣 alhasil cutloss. Biasanya orang ini trader
Orang yang menangkap pisau jatuh, nitip sendal di saham yang dwontrand, beli saat pas di suport terkuat biasanya ini semi longthem. Punya cukup modal untuk avergdown beli nyicil tidak langsung all in. Resikonya meski do avergdwon tetep masih merah/ koleksi floatingloss.
Beda strategi ajah jangan hanya karena porto anda sedang hijau menghujat yang merah….salam santun
JAKARTA – Transaksi investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (28/11) masih ditutup dengan net sell atau penjualan bersih.
Perdagangan asing pada Kamis (27/11) ditutup dengan net sell 2,36 miliar lembar, tapi angka tersebut turun ke 893,28 juta lembar.
Volume transaksi asing sendiri mereda...

www.idnfinancials.com
/NET%20FOREIGN%2016.jpeg)
melintas di IG https://cutt.ly/RtyQuyff
dan kejadian, tiba tiba sebuah sistem, sekuritas bermasalah, itu bukan sekali dua kali kita dengar
itulah mengapa ane katakan dalam tulisan sebelumnya
https://stockbit.com/post/23906192
setidaknya harus bisa excel sederhana, HARUS MAU membuat simulasi, jurnal, dll.
itu akan membawa pada strategi, evaluasi, perbaikan, dan mudah mudahan pada pertumbuhan .
sebelum fokus pada strategi teknis, entah itu value investing, metode benyamin graham , waren buffet,
atau strategi teknikal analisis, bandarmologi dll yang mungkin ada ribuan macamnya,
hal mendasar ini , LAYAK untuk kita pikirkan, rumuskan utk diri kita sebagai pemula.
hal itu akan membawa pada pilihan
meletakan telor dalam satu kresek, atau telornya di bagi dalam beberapa kresek
dan hal itu akan mencakup hal hal
- alokasi porto , mau di letakan di mana saja, di hard aset, atau finansial aset seperti saham, forex , kripto dll
- pakai banyak sekuritas atau satu sekuritas saja
- kalau saham , beli saham satu saja atau beberapa macam
-alokasi porto, membuat garis besarnya,
atau hal hal teknis :
- beli saham A, B, C berapa persen dari porto saham keseleuruhan
- beli kritpo berapa persen dari porto kripto keseluruhan
- trading kripto, pakai berapa persen dari porto kripto keseluruhan
- dari alokasi itu, entrinya pakai berapa persen ?
setelah itu, baru TURUN ke teknisnya lagi, konversi ke CHART, pakai lavergae berapa.
contoh hal seperti kejadian ini
walau pun SL tetap sama, tapi pakai full size ekuiti yang di alokasikan utk trading future , kacau itu...
akan BERBEDA dengan kalau entrinya pakai 10 % saja dari ekuiti akun trading future yang telah di alokasikan, utk mencapai TP dan SL nya di angkat pakai Laverge.
jangan katakan, itu kan di amerika, bukan disini...
hal kecil, mendasar, tapi bisa fatal atau menyelamatkan diri kita.
karena, hari esok, tidak ada seorang pun yang tau.
cacing cacing, naga naga, itu bagus, tapi tetap ane lebih ke prinsip :
apa yang baik bagi orang lain, belum tentu baik bagi ane, begitu juga sebaliknya.
ada kuot yang sering ane ingat , dari pak RT kiyosaki , kira kira kurang lebih
"pastikan rencanamu mencakup resiko resiko terliar , hasil hasil paling liar "
tepatnya kalimatnya ane lupa, kira kira begitu.
disch on
$BTC
$IHSG
$BBRI
1/2


oh iya lupa hitung REALIZED LOSS ketika cutloss CFIN LSIP BBRI terkait post sebelumnya https://stockbit.com/post/24105950
🗣️ itu profit udah termasuk cutloss?
suuuper sekali @christiansn pertanyaannya (dgn aksen mario teguh)
Realized loss pada periode 1-7 Oktober 2025 atau pada periode avg down SIDO: 👇
$CFIN cutloss -Rp500rb (dari 332 ke 316)
$LSIP cutloss -Rp2.1jt (dari 1462 ke 1315)
$BBRI cutloss -Rp10.2jt (dari 4450 ke 3760)
BERARTI
• Jika CL CFIN & LSIP saja (slide 2), porto masih berhasil profit Rp11.7jt 💰
(hitung: gain 14.3jt - 2.6jt)
• sedangkan jika sekalian CL BBRI jg (slide 3), masih saja profit Rp19.1jt 💰
(hitung: gain 29.9jt -10.8jt)
Udah dibantai BBRI masih bisa profit pake ilmu teknikalku?
subarashi honto.. 🤔
1/3



Screen pagi Jumat, 28 Nopember 2025
$ NASI
$ STAR
$ PSKT
hasil sore tiga tiganya araa
bukan ajakan jual dan beli saham
analisa sendiri.
disc on
tools boleh sederhana, tapi hasilnya luar biasaa 💸💸
cekbio
$BBRI $BBCA
1/2


$NAYZ kasian bapak ini, saham $CDIA $BBRI TLKM BBCA nya berubah jadi saham gorengan, emang keterlalun mirae, sering bgt ngerugiin nasabahnya🥲🥲🥲

Berikut contoh porto follower per 22 Agustus 2025.
Beliau mau stylenya swing trade.
Jgn kira hanya floating loss -7% ya, sebab kalo rutin cutloss .. maka REALIZED LOSSnya bisa numpuk hingga puluhan persen.
❗ Posisi floating loss & realized loss numpuk.
❗ Cash sisa 7% sehingga avg down pun gak efek. Mau dibagi ke berapa saham?? 😵
Kalo kamu dalam posisi seperti ini, apa yg harus dilakukan?
===
Ini cara saya. 4 tahun lalu, porto saya jg kyk gini, tapi berhasil turnaround di tahun ke 2 dan realized profit di tahun ke 3.
A long and painful journey for a newbie.
Pertama saya doa dulu kepada Tuhan, minta dituntun dan di ajar.
Kedua, saya evaluasi seluruh saham yg ada di porto: mana yg masih ada harapan untuk di hold? mana yg perlu di CL?
Mari kita evaluasi porto ini.
===
3 dari 5 emiten merupakan kontributor loss terbesar, kebetulan porsi modal invested jg besar2:
• $MARK avg Rp743, 1768 lot.
• $BBRI avg Rp4450, 147 lot.
• $SIDO avg Rp567, 1397 lot.
Sisanya kecil2:
• CFIN Rp332, 312 lot.
• LSIP Rp1462, 142 lot. Saya tebak beliau fomo ngejar sawit.
Reminder, kita sedang evaluasi pada tgl 22 Agustus 2025.
=== ANALISIS
berdasarkan Fundamental & Kinerja per kinerja Q2
• MARK funda baik; revenue & laba turun; valuasi sangat murah dan dividend PAYOUT RATIO naik terus sampai 90%an. Sayangnya belum ada momentum positif -- jadi ngikutin teknikal aja.
• BBRI funda tidak baik (sebab NPL saat itu masih tertekan, daya beli konsumennya jg tertekan); revenue & laba turun; valuasi sangat murah dan dividend payout ratio 80%-85%. Momentum masih negatif, tapi karena harga sudah turun banyak.. jadi sideways aja -- ngikutin teknikal.
• SIDO funda baik; revenue & laba naik; valuasi tidak murah tapi dividend payout ratio 90%-99%. Momentum negatifnya (paska covid) sudah lewat, jadi trend harga naik -- ngikut teknikal.
=== HASIL ANALISANYA
• CFIN & LSIP tidak saya analisa, karena jujurnya butuh effort & waktu untuk analisa. Lagian nilai investednya terlalu kecil.
• MARK bukan rekoman saya, tapi masih ada harapan.
• BBRI bukan rekoman saya. Tapi karena risiko turunnya sudah terbatas, hold saja. Kalo ada peluang yg lebih baik, bisa dialihkan ke saham lain.
• SIDO beliau ngekor saya sampai nyangkut. Masih ada harapan kok seandainya mau hold. Lihat saja nanti.. 👇
=== REKOMENDASI (bukti di slide 2)
💎💎💎 ANDAIKATA beliau ikuti dan praktekan ilmu "entry on technical oversold" dengan benar.. apa yg bakal terjadi pada portonya?
BBRI kan saya arahkan untuk "dialihkan bertahap ke saham2 yg potensial". Nyari yg potensial caranya gmn? Ya paling gampang pake technical oversold. Sebetulnya beliau sudah tahu kok, follower lama.
Terpantau tgl 1-7 Oktober 2025.. stochastic SIDO extreme oversold, stabil di harga Rp515/525. BETUL? Kesempatan untuk beliau avg down.
Avg down pake apa?
• sisa cash 24jt.
• CL CFIN & LSIP 9jtan + 18jtan. Anggep aja 27jt.
• CL BBRI? Saya rekomnya sih alihkan ke saham potensial, remember? 😁
Andai tidak mau CL BBRI, dapet modal Rp51jt untuk avg down SIDO di Rp525. Avg cost SIDO beliau jadi Rp550, sebanyak 2366 lot 👈👈👈 Di 10 Nov berhak dapat dividend SIDO Rp22/lembar.
Per HARI INI (29 Nov 2025) posisi porto beliau harusnya:
BBRI Invested Rp65,739,461
avg Rp4450, 147 lot.
❌ current Rp3680, FL -17.3% (-Rp11.3jt)
MARK Invested Rp131,425,342
avg Rp743, 1768 lot.
current Rp845, FP +13.7% (+Rp18jt)
dividend gain +Rp3.5jt
✅ net gain +Rp21.5jt alias profit +16%!
SIDO Invested Rp130,121,799
avg Rp550, 2366 lot.
current Rp545, FL -0.9% (-Rp1.1jt)
dividend gain +Rp5.2jt
✅ net gain +4.1jt alias profit +3%!!
Total Invested Rp327.2jt
Total Gain Rp14.3jt alias 4.3% 💰 Lumayan.. dari yg tadinya FL -7%an hehe
===
Lantas bagaimana jika rekomendasi saya sepenuhnya diikuti?
Andai BBRI di CL jg, dapet Rp54jt dan dialihkan ke SIDO. Maka Per HARI INI (29 Nov 2025) posisi porto beliau harusnya:
SIDO Invested Rp184.1jt
avg Rp542, 3394 lot.
current Rp545, FP +0.5% (+Rp1jt)
dividend gain +Rp7.4jt
✅ net gain +Rp8.4jt alias profit 4.5%
nambah profit di MARK tadi jadinya
Total Invested Rp315.5jt
Total Gain +Rp29.9jt alias 9.4% 💰💰💰
but how unfortunate..
Terpantau pada stream, 3 Okt siang, beliau CL MARK di Rp630.
atau mungkin saya salah mengira. Mungkin beliau sudah dapat rekoman yg lebih baik dan lebih cocok.
Beginilah cara saya turnaround porto. Dengan segala keterbatasan saya, semoga tulisan ini bisa berguna untuk turnaround portomu jg.
1/2


@Stockbit jgn kebanyakan fitur.
percuma.
kalau awal market masih sering eror.
cc pak @WellsonLo @rafidpratama @skydrugz27 @SuperAdmin @robertgunawankeren
rantag $NAYZ $CDIA $BBRI
$BBCA tekun, belajar dan konsisten karena Tidak semua orang bisa menjadi trader yang handal, tapi semua orang bisa menjadi investor yang cerdas.
$BBRI $BMRI

Investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih mencapai Rp 1,02 triliun pada perdagangan Jumat (28/11). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak dilepas investor asing.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing mencatatkan transaksi jual be...

katadata.co.id

Secret sauce Warren Buffet:
https://cutt.ly/xtymnHqO
$BBCA $BBRI $BRPT

Lho lho lho...
Gak bahaya ta??? $ADRO
Link postingan berita di FB
https://cutt.ly/htymvGwt
Tag $BUMI $BBRI
1/2


Part 2
Lanjutkan
$ATLA $BBRI $BSBK
https://cutt.ly/JtymcEgV
Ngeri bgt pak Irman uangnya lenyap di $NAYZ . Sekuritas YP emang redflag, gak ada penjelasan, mereka cuci tangan.
$TLKM $BBRI
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,43% atau 37,16 poin ke level 8.508 pada perdagangan hari ini. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.495 hingga 8.572.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh aksi ambil untung atau profit taking i...

www.idnfinancials.com

Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Sekuritas di Indonesia
Ada lagi kejahatan pembobolan rekening di salah satu sekuritas di Indonesia. Ini sekuritas sudah beberapa kali kena bobol. Nasabahnya selama ini hanya curhat lewat podcast youtuber. Kali ini ada nasabah yang akhirnya melapor ke polisi karena total dana yang dirampok 71 Milyar. Di tengah gembar-gembor keamanan digital dan sertifikasi ini itu, faktanya akun investasi orang masih bisa dibongkar seperti kaleng sarden. Perusahaan sekuritas sibuk bilang sistem aman, server aman, yang salah nasabah, sementara pola kejadiannya mirip dan berulang. Kalau sudah berkali-kali kejadian, wajar kalau publik mulai bertanya, ini sekuriti aplikasinya memang longgar atau ada yang jauh lebih gelap di dalam. Dan yang paling menyakitkan, semua drama ini terjadi di pasar yang tiap hari teriak literasi keuangan dan ajak masyarakat nabung saham. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Skemanya di kasus ini kelihatannya sederhana, tapi secara ekonomi sangat efisien untuk pelaku. Korban awalnya punya portofolio berisi saham bluechip $BBRI TLKM $BBCA, saham yang buat banyak orang dianggap tulang punggung portofolio jangka panjang. Hacker entah lewat kredensial yang bocor, malware, social engineering, atau kombinasi semuanya, berhasil masuk ke akun trading korban. Begitu masuk, bukan satu dua lot yang dijual, tetapi semua saham bluechip korban dilikuidasi. Hasil penjualan itu terkumpul dana sekitar 71 Milyar di RDN. Di titik ini, pelaku punya kendali penuh atas senjata paling berbahaya di pasar saham, yaitu dana besar di tangan pihak yang tidak tahu sedang dipakai untuk apa.
Lalu datang tahap yang membuat modus ini berbeda dari pembobolan RDN biasa. Uang 71 Milyar tadi tidak ditarik ke rekening pribadi pelaku. Tidak ada transfer aneh ke rekening baru yang mudah dilacak. Tidak muncul mutasi antar bank yang bisa segera diendus sistem perbankan. Dana itu langsung dipakai untuk memborong satu saham gorengan yang sudah disiapkan sebelumnya, misalnya NAYZ. Dari luar, yang terlihat hanya satu akun nasabah yang sangat agresif, jual semua bluechip dan all in ke satu saham kecil.
Sekarang kita hitung potensi cuannya. Bayangkan pelaku sudah lama mengakumulasi $NAYZ di harga 4 Rupiah per lembar, pelan-pelan, mungkin lewat beberapa akun, ketika saham itu sepi dan tidak dilirik orang. Begitu punya stok besar di harga murah, mereka butuh exit yang manis. Di sinilah akun korban dimanfaatkan. Uang 71 Milyar dipakai untuk membeli NAYZ di harga 130 Rupiah. Secara matematika sederhana, 71.000.000.000 dibagi 130 menghasilkan kurang-lebih 546 juta lembar, setara sekitar 5,46 juta lot. Margin keuntungan pelaku per lembar adalah selisih 130 dikurangi 4, yaitu 126 Rupiah. Dikalikan 546 juta lembar, cuan kotor pelaku bisa mendekati 68,8 Milyar. Jadi nilai portofolio korban secara praktis dipindahkan ke kantong pelaku dalam bentuk capital gain di saham gorengan.
Dari kacamata pelaku, ini jenius dan dingin. Mereka tidak menyentuh satu Rupiah pun uang cash di luar sistem bursa. Mereka hanya menjual barang yang mereka miliki di harga mahal ke korban yang dipaksa beli. Di atas kertas, pelaku tampak seperti trader yang hebat, sukses beli murah dan jual mahal. Dari kacamata korban, ini mimpi buruk. Portofolio yang tadinya berisi perusahaan perbankan dan telekomunikasi besar tiba-tiba berubah jadi satu saham gorengan dengan harga di pucuk dan likuiditas yang rapuh. Kalau harga NAYZ kemudian jatuh kembali ke level normal, kerugian korban bisa mendekati habis.
Modus seperti ini juga sangat menyulitkan penegakan hukum yang hanya berpikir linier soal aliran dana. Kalau yang dicari hanya jejak transfer dari RDN ke rekening pelaku, kasus seperti ini bisa saja terlihat bersih. Padahal esensinya tetap pencurian. Pelaku mencuri hak ekonomi atas portofolio korban, meskipun realisasi cuannya berupa capital gain, bukan saldo rekening. Di sisi lain, aktivitas pasar yang tercatat hanyalah jual beli biasa antara pihak yang satu dan pihak yang lain. Tidak ada red flag eksplisit kalau sistem pengawasan tidak dirancang membaca pola perilaku, bukan sekadar nominal.
Di sinilah pertanyaan besar muncul. Apakah ini murni akibat sekuriti aplikasi online trading yang longgar, atau ada kemungkinan permainan orang-dalam yang ikut mengatur panggung. Kalau hanya satu kasus, perusahaan bisa bersembunyi di balik narasi klasik bahwa kredensial nasabah bocor, edukasi kurang, dan seterusnya. Tapi kalau pola bobolnya berulang, di sekuritas yang sama, dengan model kejahatan serupa, wajar kalau investor mulai curiga bahwa ada yang salah di level desain sistem dan kultur pengawasan.
Untuk bisa mengeksekusi skema seperti ini dengan mulus dan berulang, pelaku butuh beberapa hal sekaligus. Mereka harus tahu akun mana yang punya portofolio besar, dengan kandungan bluechip yang empuk untuk dilikuidasi. Mereka harus punya stok saham gorengan dalam jumlah masif di level harga rendah. Mereka harus cukup yakin bahwa ketika dana puluhan miliar digelontorkan ke saham kecil, transaksi itu tidak langsung dihentikan oleh sistem risk atau compliance internal. Dan mereka harus nyaman bahwa ketika selesai exit, mereka bisa menikmati cuan tanpa segera diseret ke meja investigasi. Kombinasi ini jauh lebih mudah kalau ada pihak yang paham peta dalam, entah itu struktur data nasabah, kebiasaan pengawasan, atau kelemahan prosedur.
Tentu secara etika dan hukum kita tidak bisa sembarang menuduh nama atau institusi spesifik tanpa bukti. Tapi analyst waras tidak boleh mematikan alarm logika. Kalau satu sekuritas tercatat beberapa kali kena kasus bobol akun, pola kerugiannya besar, dan struktur modusnya mirip, minimal itu membuktikan satu hal, bahwa standar sekuriti dan pengawasan internal mereka kalah jauh dari klaim di brosur marketing. Lebih tajam lagi, kalau tiap kejadian perusahaan hanya mengulang narasi server aman dan menyalahkan nasabah, itu tanda kultur risk management yang defensif, bukan kultur yang berorientasi proteksi nasabah.
Ada dimensi lain yang sama penting, yaitu peran bursa dan otoritas. Di saham gorengan, bursa bisa sangat cepat mengeluarkan pengumuman aktivitas tidak wajar, UMA, bahkan suspend, ketika harga tiba-tiba melesat. Masalahnya, kalau lonjakan itu sumbernya dana curian dari akun nasabah, langkah-langkah itu datang terlalu terlambat bagi korban. Harga sudah dipompa, pelaku sudah exit, korban sudah pegang barang busuk, baru kemudian pasar disuruh tenang menunggu klarifikasi. Di sisi lain, parameter detail kapan UMA diterbitkan, apa batas kenaikan yang dianggap tidak wajar, dan kapan suspend dipicu, tidak disampaikan dengan transparan dan terukur ke publik. Ruang abu-abu seperti ini selalu berpotensi jadi lahan abuse, apalagi kalau digabung dengan kasus pembobolan akun.
Secara substansi keuangan, skema ini menggabungkan minimal tiga jenis kejahatan. Pertama pencurian akses akun investasi, baik lewat teknik siber maupun kebocoran internal. Kedua manipulasi pasar, karena pelaku sengaja menggerakkan harga dan volume saham kecil menggunakan dana yang bukan miliknya. Ketiga potensi pencucian uang, karena hasil kejahatan itu dikemas ulang menjadi capital gain yang tampak seperti hasil trading biasa. Kombinasi seperti ini merusak integritas pasar modal jauh melampaui kerugian satu orang nasabah.
Untuk investor, implikasinya pahit. Pesan pertama, jangan percaya bahwa sekuritas secara otomatis menjadi benteng terakhir. Keamanan akun adalah tanggung jawab bersama, dan sementara struktur insentif perusahaan mendorong mereka mengurangi biaya, investor harus agresif menuntut fitur keamanan ekstra. Autentikasi berlapis berbasis aplikasi, konfirmasi tambahan untuk transaksi jumbo, notifikasi real time, pembatasan geolokasi, sampai deteksi device asing, semua itu bukan kemewahan tetapi kebutuhan. Kalau sekuritas tidak menyediakan atau hanya menyediakan sebagai opsi yang tidak diaktifkan default, itu sudah menjadi minus besar dalam penilaian.
Pesan kedua, investor perlu punya disiplin memantau akun sendiri. Log in rutin, cek mutasi portofolio, perhatikan semua notifikasi jual beli. Kalau suatu malam tiba-tiba muncul penjualan besar yang bukan instruksi investor, jangan berasumsi itu glitch. Anggap sebagai sinyal darurat, blokir sementara, hubungi sekuritas, dan lapor ke aparat jika perlu. Waktu respon di menit dan jam pertama bisa menentukan seberapa besar kerusakan akhir.
Pesan ketiga, jangan terlalu naif melihat saham gorengan yang naik tidak wajar. Di balik candle hijau panjang yang bikin euforia, bisa saja ada cerita seorang nasabah yang portofolionya dikuras habis. Ketika investor ikut lompat ke saham itu hanya karena melihat kenaikan fantastis, secara tidak sadar investor ikut menambah likuiditas di arena yang mungkin sedang dipakai pelaku untuk menutup jejak kejahatan.
Pada akhirnya, kasus pembobolan seperti ini bukan sekadar soal satu orang kehilangan 71 Milyar. Ini soal ujian terhadap integritas seluruh ekosistem pasar modal. Kalau sekuriti aplikasi online trading dibiarkan longgar, pengawasan internal lemah, dan ada kesan perlindungan lebih besar ke institusi daripada ke nasabah, kepercayaan publik akan terkikis terus. Di titik tertentu, masyarakat akan mulai bertanya, lebih aman simpan uang di deposito atau emas daripada menjadikan pasar saham sebagai tempat membangun kesejahteraan jangka panjang. Dan ketika kepercayaan sudah jatuh, recovery-nya jauh lebih mahal daripada biaya investasi sekuriti yang seharusnya sejak awal diprioritaskan.
Modus Pembobolan Rekening Sekuritas
⚠️ Akar Masalah
• 🔓 Keamanan aplikasi longgar
• 🔄 Pola kejadian berulang di sekuritas yang sama
• 🏚️ Kultur pengawasan defensif, cenderung menyalahkan nasabah
Cara Kerja Skema
🕳️ 1. Pengambilalihan Akun
• 🧿 Bocornya kredensial atau malware
• 🎭 Social engineering
• 🛠️ Potensi akses orang-dalam
🛒 2. Likuidasi Portofolio Bluechip Korban
• 📉 Semua BBRI TLKM BBCA dijual
• 💰 Saldo terkumpul sekitar 71 Miliar
🎯 3. Penggunaan Dana untuk Pump Saham Gorengan
• 🧩 Dana tidak ditarik
• 💥 Langsung dipakai borong saham kecil seperti NAYZ
• 🪙 Transaksi tampak normal sebagai beli-jual biasa
🚪 4. Exit Pelaku
• 🪤 Pelaku sudah kumpulkan NAYZ di harga 4
• 💸 Korban dipaksa beli di 130
• 📈 Cuan pelaku sekitar 68,8 Miliar
Mengapa Modus Ini Sulit Dideteksi
🔍 Bursa lihatnya transaksi biasa
• ❌ Tidak ada arus dana keluar RDN
• ❌ Tidak ada transfer mencurigakan
• 📊 Yang terlihat cuma agresif beli satu saham kecil
🔐 Pengawas internal tidak punya trigger spesifik
• 🧱 Dana besar masuk ke gorengan tetap lolos
• 🧭 Tidak ada analisis pola perilaku
Indikasi Kuat Ada Masalah Sistemik
🚨 1. Pola serupa berulang
• 🧩 Modus mirip
• 💸 Kerugian besar
• 🏦 Sekuritas sama
🚨 2. Akses informasi internal sangat mungkin
• 🧿 Pelaku tahu portofolio besar
• 📚 Pelaku tahu celah pengawasan
• 🛠️ Pelaku tahu mana saham yang tidak akan langsung disuspend
🚨 3. Reaksi perusahaan selalu sama
• 📢 Klaim server aman
• 🧽 Menyalahkan nasabah
• 🪞 Tidak ada transparansi insiden
Risiko Hukum yang Timbul
⚖️ 1. Pencurian akses investasi
• 🔑 Akses ilegal akun
⚖️ 2. Manipulasi pasar
• 📈 Pump pakai dana curian
• 🔄 Exit pakai akun korban
⚖️ 3. Pencucian uang model capital gain
• 🧼 Hasil kejahatan dikemas sebagai keuntungan trading
Peran Otoritas dan Bursa yang Lemah
🏛️ UMA dan suspend tidak bekerja cepat
• 🔄 Sering telat setelah pelaku exit
• 📉 Korban sudah pegang barang busuk
🧩 Parameter UMA tidak transparan
• ❔ Tidak jelas batas kenaikan
• 🕳️ Ruang abu-abu rawan abuse
Dampak bagi Investor
🔐 1. Keamanan tidak bisa diasumsikan
• 🔑 Autentikasi berlapis wajib
• 📲 Konfirmasi transaksi besar
• 📍 Pembatasan device dan geolokasi
📡 2. Monitoring akun harus aktif
• 🛎️ Perhatikan notifikasi jual beli
• 🛑 Segera blokir jika ada aktivitas aneh
🔥 3. Saham gorengan jangan dilihat polos
• 🪤 Lonjakan harga bisa dari dana korban
• 🔄 Likuiditas rapuh, risk reward buruk
Makna Besar Kasus Ini
💣 1. Ini bukan insiden kecil
• 💥 Serang integritas pasar modal
• 💸 Kerugian publik skala besar
🏦 2. Kepercayaan bisa runtuh
• 🧊 Tanpa perbaikan, investor lebih pilih deposito atau emas
🔧 3. Sekuriti aplikasi harus jadi prioritas
• 🛡️ Biaya sekuriti jauh lebih murah dari biaya rusaknya kepercayaan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

@Alfian993 pak IRMAN itu pensiunan. Umur nya 71 tahun. Dia hidup dari dividen $BBRI $TLKM BBCA. Tiba-tiba berubah jadi $NAYZ
@velvetsprei emang bisa jual 330 juta lembar saham $NAYZ di harga atas tanpa bikin ARB berhari-hari? 🤔
Pak IRMAN kan pengen saham $BBRI $TLKM BBCA nya yang dibeli di Average bawah dikembalikan 🤔
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

@Dapijordana saham $BBRI $TLKM BBCA Pak Irman dijual semua sama hacker dapat duit 71 Milyar. Terus itu duit dipakai hacker buat beli saham $NAYZ. Itu artinya hackernya cuan gede dengan jual NAYZ ke Pak Irman. Apalagi kalau hackernya beli NAYZ harga 4 rupiah. Terus jual harga 130 rupiah ke Pak Irman sebanyak 12%. Cuan gede kan. Jadi hacker tidak perlu tarik duit dari RDN. Cukup belikan saham gorengan saja. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
How to Spot Accounting Red Flags
https://cutt.ly/OtynLw3a
$BBCA $BMRI $BBRI

Day 34(28/11) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠
Bad weeks for bigbanks 📉 but good opportunity to accumulate
matched
BBCA - 8325
BBRI - 3690
Avg
BBCA - 8235
BBRI - 3839
End of week Porto performance report:
Week on Week, Porto -3.08% vs IHSG +1.12%
Alltime, Porto +1.79% vs IHSG +7.00%
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
$BBCA $BBRI
1/4




STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Jumat (28/11/2025) kembali ditutup melemah 37,158 poin atau turun 0,43% ke 8.508,706, dari penutupan Kamis (27/11/2025) di level 8.545,865.
Sedangkan selama periode 02 Januari 2025 sampai dengan 28 November 2025...

stockwatch.id
Tapi ko bisa ya klo misal di bobol hacker palingan dia ngambil dana yang ada di rdn doang kan, sementara yang udah jadi saham kan ga bisa langsung di wd, ada T+2, apakah yang ilang cuma saldo RDN?. trus misal wd biasanya no rek harus sama kan. trus sama hackernya di wd kemana? apa beda ya aturannya di mirae. $BBRI $BBCA$BMRI