


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
WOW... $XAU meroket mendekati $5000/oz beberapa point lagi
apakah kenaikan ini bakal bikin big banks junam ?
$BBRI $BBCA
Yang Mau Menu BSJP Boleh Masuk
https://stockbit.com/chat/group/invitation/JjeStupUsJtz
$BBCA $BBNI $BBRI
➖ Harga emas melonjak menembus USD 4900/t.oz setelah rilis data inflasi US yang bertahan sesuai ekspektasi, padahal ekonomi US masih resilien.
$ANTM $BBRI $BRMS

maklumin saja, supaya $BMRI $BBRI rame kembali. GenZ masuk bluchip kurang nendang, buat investor senior saja yang pingin hidup santai dan pensiun tenang. 2026 eranya emiten kudah hitam, saking hitamnya tidak bisa di analisa, rally aja terus pokoknya dari under 100 ke 1000 an
Saham Turun Terus, Tapi Bisnisnya Bagus : Jual atau Justru Nambah?
Banyak investor pemula panik saat lihat saham yang dia pegang turun terus, padahal kalau dicek lebih dalam, bisnis perusahaannya masih sehat. Revenue masih tumbuh, laba stabil, arus kas positif, neraca keuangan nggak bermasalah, dan dividend yield masih besar. Tapi karena harga saham turun, logika langsung kebalik: “Ini saham jelek ya?” Padahal harga dan bisnis itu dua hal yang beda.
Market sering bereaksi berlebihan terhadap sentimen jangka pendek. Bisa karena isu makro, suku bunga, atau sekadar rotasi dana ke sektor lain. Di kondisi seperti ini, yang harus dicek bukan chart harian, tapi laporan keuangan: apakah laba masih konsisten, apakah utang terkendali, apakah dividennya menarik dan apakah perusahaan masih punya economic moat yang kuat.
Kalau fundamentalnya masih kuat, valuasi makin murah, dan dividennya besar, justru ini area menarik buat investor jangka panjang. Banyak saham bagus dalam sejarah pasar yang performa terbaiknya dimulai setelah fase “ditinggal market”. Masalahnya, cuma sedikit orang yang cukup sabar buat nunggu.
Di sinilah prinsip be greedy when others are fearful diuji. Bukan berarti asal nambah saham yang turun, tapi berani nambah saat data bilang bisnisnya masih oke. Harga bisa bohong dalam jangka pendek, tapi kinerja bisnis jarang bohong dalam jangka panjang.
Prinsip ini memang klise, tapi banyak investor tidak mampu menerapkannya karena emosinya terpengaruh kondisi Mr. Market.
$BBCA $BBRI $BMRI
$BBRI $BBNI $BMRI https://cutt.ly/ItzYVds6
karena king yudho recall $BBRI dan $BBCA rumusnya kalau perbankan naik ya emiten emas $PSAB dkk turun

Halo rekan investor, saya SentimenX, presenter berita pasar modal Anda. Hari ini, 22 Januari 2026, kita akan membedah kabar kurang sedap yang datang dari "raksasa" perbankan kita, PT Bank Central Asia Tbk ($BBCA).
Kabar Utama: BBCA Dihajar Asing, Net Sell Tembus Rp 959,3 Miliar
Kabar mengejutkan datang dari emiten perbankan blue-chip BBCA. Berdasarkan data perdagangan terbaru per tanggal 22 Januari 2026, investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) besar-besaran yang angkanya menembus Rp 959,3 miliar. Fenomena "dihajar asing" ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang cukup tinggi, di mana BBCA yang biasanya menjadi tumpuan indeks justru mengalami tekanan distribusi yang masif.
Efek Sektor dan Analisa Sentimen
Aksi jual bersih hampir satu triliun rupiah pada BBCA ini tentu memberikan dampak sistemik bagi sektor keuangan (perbankan):
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) & BMRI (Bank Mandiri): Sebagai sesama emiten perbankan besar, BBRI dan BMRI biasanya akan ikut terkena imbas psikologis. Jika asing keluar dari BBCA untuk melakukan rebalancing portofolio keluar dari Indonesia, maka tekanan jual serupa berisiko merembet ke emiten Big Banks lainnya.
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Mengingat BBCA memiliki bobot kapitalisasi pasar (market cap) yang sangat besar, pelemahan harga BBCA akibat net sell ini menjadi beban berat yang dapat menekan laju IHSG secara keseluruhan.
Hasil Analisa: Sentimen ini bersifat Negatif untuk jangka pendek. Aksi jual asing dalam skala sebesar ini biasanya tidak terjadi dalam satu hari saja, melainkan sebuah tren distribusi. Hal ini mengindikasikan adanya kekhawatiran investor global terhadap valuasi perbankan kita atau adanya pengalihan dana ke pasar negara lain yang dianggap lebih menarik saat ini.
Rekomendasi Insight Strategi
Berdasarkan harga terakhir di level 7.650 pada 22 Januari 2026, berikut panduannya:
1. Untuk Scalping (Sesi 1)
Sangat berisiko untuk melakukan scalping di tengah tekanan jual asing yang masif. Namun bagi trader agresif yang memanfaatkan pantulan teknikal:
Support: 7.550 - 7.600 (Area bantalan harga jika penurunan berlanjut).
Resistance: 7.750 - 7.825 (Target kenaikan terbatas untuk aksi fast trade).
2. Untuk Swing / Hold (Jangka Menengah-Panjang)
Bagi investor jangka panjang, BBCA tetaplah emiten dengan fundamental yang sangat solid.
Target Harga: Dalam jangka panjang, jika badai net sell mereda dan kinerja keuangan tetap bertumbuh, BBCA berpotensi kembali menuju area 8.500 - 9.000.
Namun, untuk saat ini disarankan untuk Wait and See atau mulai mencicil beli secara bertahap (Dollar Cost Averaging) di area support kuat.
3. Penjelasan Hasil Negatif
Hasil sentimen ini dikategorikan Negatif karena adanya tekanan jual yang masif dari investor institusi luar negeri. Di pasar modal, volume "jualan" yang jauh lebih besar daripada "pembelian" akan membuat harga sulit untuk naik. Jika aksi jual ini berlanjut di hari-hari berikutnya, harga BBCA bisa mencari level keseimbangan baru yang lebih rendah sebelum akhirnya kembali stabil.
Rangkuman Sederhana
BBCA sedang "dibuang" oleh investor asing dengan nilai hampir satu triliun rupiah dalam sehari. Hal ini membuat harga tertekan dan memberikan dampak negatif bagi sektor perbankan lainnya. Untuk trader, sebaiknya waspada terhadap penurunan lanjutan. Untuk investor jangka panjang, ini bisa menjadi kesempatan mengumpulkan saham blue-chip di harga diskon, asalkan dilakukan dengan sabar dan bertahap.
still use ur DYOR
$BBRI $BMRI

Berita terbaca malam 22 Januari 2026
sembarang tag : $PGUN , $ULTJ , $BBRI
Pertanyaan :
F : ka, salah satu fundamental yang biasanya kaka ga lewatkan dalam analisa saham apa?
Saya : liat jam tangan yang dipakai Direksi dan komisaris, serta lihat mobil dinas nya apa, sesuai ga dengan laba perusahaan.
F : serius ka?

➖ Presiden Prabowo bicara di World Economic Forum 2026 Davos, Swiss
https://cutt.ly/ZtzTEmvP
$USDIDR $IHSG $BBRI
$BBRI $IHSG
1️⃣ Gambaran Besar Weekly BBRI
Saat ini BBRI ada di zona krusial:
Harga: ~3.810
Tepat di Fib 61.8% – 65% (3.770 – 3.630)
Area ini = support terakhir sebelum turun lebih dalam
📌 Ini make or break zone.
2️⃣ Struktur Harga: Bearish Continuation Pattern
Yang kelihatan jelas:
🔴 A. Lower High + Descending Triangle
Setiap rebound → lower high
Support makin tipis
Ini bukan konsolidasi sehat, tapi pressure ke bawah
Bias statistik:
Descending triangle lebih sering breakdown daripada breakout.
🔴 B. EMA 200 Weekly = Resistance
EMA 200 (merah) belum ditembus
Setiap naik ke sana → langsung dijual
Ini tanda:
👉 Big player belum mau angkat Harga
3️⃣ Volume & Momentum = Lemah
📉 Volume Sama seperti BBNI: volume kecil saat sideways
Artinya tidak ada akumulasi agresif
📉 RSI Weekly = RSI di ~48
Bukan oversold
Masih punya ruang jatuh
Ini penting:
Kalau RSI masih di tengah → belum waktunya reversal besar
4️⃣ Skenario yang Masuk Akal
🔻 Bearish Scenario (lebih probable saat ini)
Jika weekly close < 3.750:
Level Keterangan
3.600 – 3.500 Support minor
3.200 – 3.000 AREA DEMAND KUAT (2018 & 2020 mantul)
📌 Area 3.0 – 3.2 itu bukan asumsi, tapi:
Historical demand - Volume profile tebal
Panic zone → cocok buat akumulasi jangka Panjang
🔺 Bullish Scenario (butuh konfirmasi)
BBRI baru aman kalau:
Weekly close di atas 4.000
Lebih ideal break 4.280 (Fib 50% + MA)
Tanpa itu:
👉 setiap naik masih technical rebound
==============================================
5️⃣ Faktor Eksternal (Mirip BBNI)
🌍 Global risk-off → bank big cap ditekan
📆 MSCI Feb → potensi volatility
💸 Asing cenderung sell dulu, pikir belakangan
BBRI sebagai market darling & likuid:
👉 sering jadi sumber cash saat market stress.

$BSSR
Cari untung Ato cari kaya??🤔😅
Saya tertarik dgn statement mas @zalde ini.🤔
"AADI ngegas, BSSR situ2 aja"🤔
Pertanyaan nya, apa rencana dan target kamu investasi di pasar saham ini???
1. Target hanya mencari untung?😅
2. ato Rencana menjadi kaya??🤔
Kalo kamu hanya sekedar cari untung, maka saham2 yg Volatile dan cepat bergerak mungkin lebih cocok buat kamu.
Jadi jatuhnya kamu trading cari CG saja.
Kamu TDK perlu punya target miliki berapa ribu, puluhan ribu lot.🤔 Ato bahkan ratusan ribu lot.🤩
Karena begitu kamu beli dan punya lot dikit, dia SDH gerak dan to the moon, maka otomatis SDH TDK menarik utk di cicil lagi, yg ada malah tergoda utk TP.🤔😂
Lantas apakah bisa kaya, tentu saja bisa, tapi kemungkinan probabilitanya kecil.
Krn biasanya kamu akan tergoda utk segera TP, sehingga yg kamu kumpulkan kemungkinan hanya uang receh saja.😅
Tapi bila kamu punya rencana menjadi kaya di pasar modal, dgn memanfaatkan keajaiban compounding, maka saham yg gerakannya lemot dan di situ2 aja, justru itu yang bisa membuat kamu menjadi kaya.🤔😅 Tapi tentu saja yg membagikan dividen dgn Dy memadai.👍😂
Karena dgn saham yg berkarakter santuy gitu, kamu punya waktu yg cukup untuk terus mencicil dan jalankan rencana investasi yang telah kamu susun sebelumnya.
Dgn kamu terus mencicil dan reinvesatasikan hasilnya, maka jumlah lot yg kamu kuasai akan menjadi besar, Krn kamu kemungkinan kurang tertarik untuk TP.🤔😅
Jadi sebetulnya karakter BSSR yg gak kemana2 "memaksa" saya untuk jadi "kaya".👍☺️😂
Maka balik lagi, Kamu cuma mau sekedar untung saja? ato cari kaya?🤔😅😂
Ingat, untung belum tentu kaya.
Tapi kalo kaya, udah pasti untung.😂😂😂
Mungkin ini yg sering disebut :
High risk, low gain. ato?🤦
high gain, low risk?😂
Tapi kalo saya, pilih yg "no risk, high gain" wkwkwk 😂 🤣 🤣
Ini bukan ajakan jual/beli, dyor.
$AADI $BBRI

$MAPI laba naik, teknikal manteb, news mau lebaran, XL di kanan, AK BK di kiri
Sedep pol
DYOR
$BUMI $BBRI
Jakarta, CNBC Indonesia — Tekanan jual investor asing kembali membayangi pasar saham Tanah Air. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) jumbo, dengan saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi sasaran utama.
Berdasarkan data perdagangan, net foreign ...

www.cnbcindonesia.com

Kenapa sih saham2 pempedak aneh aneh ya? Disuruh ara malah arb
Kenapa dia gak main di $ADRO $ADMR atau $BBRI aja bikinin ara
$BBCA periode buyback sudah habis kan? makanya dibuang asing? apa diperpanjang?
Kelihatannya SQ makin aktif ngumpulin barang.
Senggol dikit : $BMRI $BBRI