BBRI

BBRI

ID flagID flag

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

3,820

+100

(2.69%)

Today

407.15 M

Volume

205.98 M

Avg volume

Company Background

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kapan Sih Lo Harus Cut Loss Sebelum Bangkrut Total?

Guys, gue mau bahas topik yang paling SUSAH dan paling MENYAKITKAN buat investor manapun: CUT LOSS! Lo tau nggak kenapa banyak investor retail yang loss gede-gedean sampe jadi "investor kandang ternak"? Bukan karena mereka bodoh, TAPI KARENA MEREKA NGGAK BERANI CUT LOSS! Mereka lebih milih nahan saham yang turun 50%, 60%, bahkan 70% dengan harapan "nanti juga balik kok!" Tapi kenyataannya? Nggak pernah balik! Malah makin turun! Dan uang mereka LENYAP!

Pertama-tama, lo harus ngerti konsep dasar ini: CUT LOSS ITU BUKAN KALAH, TAPI STRATEGI SURVIVE! Bayangin lo lagi perang, terus kaki lo kena tembak. Lo punya dua pilihan: (1) Ngebandemin luka dan mundur sementara buat recovery, atau (2) Nekat terus maju sampe lo mati kehabisan darah. Mana yang lebih smart? JELAS PILIHAN 1 kan?! Cut loss itu sama, lo akuin kerugian kecil sekarang supaya lo bisa survive dan fight another day dengan strategi yang lebih baik!

Tapi kenapa susah banget buat cut loss? Karena ada yang namanya LOSS AVERSION dan EGO! Manusia itu secara psikologis lebih takut rugi daripada seneng untung. Rasa sakit loss 1 juta itu dua kali lebih kuat dibanding rasa senang profit 1 juta. Makanya pas saham lo turun 20%, lo nggak berani jual karena "sayang" sama ruginya. Lo pikir "Ah nanti juga naik!" Terus turun jadi 30%, 40%, 50%, dan lo masih nahan karena udah terlanjur "sayang" sama kerugian yang makin gede. INI JEBAKAN PSIKOLOGI!

Terus pertanyaannya: KAPAN WAKTU YANG TEPAT BUAT CUT LOSS? Jawabannya tergantung strategi lo, tapi gue kasih guideline umum yang dipake banyak trader dan investor sukses: SET STOP LOSS DI AWAL PAS LO BELI! Misalnya lo beli saham di harga 1000, set stop loss di 900 (loss 10%) atau 850 (loss 15%). Kalo harga nembus level itu, LANGSUNG JUAL tanpa mikir panjang! Jangan pernah berharap "mungkin besok naik" karena itu cuma wishful thinking!

Yang lagi rame sekarang, banyak ritel BUMI yang udah loss 30-40% tapi masih hold karena "nunggu balik modal dulu baru jual!" SALAH BESAR! Ini namanya average down tanpa strategi! Lo tau nggak, dari loss 50% itu butuh gain 100% buat balik modal?! Misal uang lo 10 juta jadi 5 juta (loss 50%), buat balik ke 10 juta lo butuh profit 100% dari 5 juta! SUSAH BANGET! Makanya lebih baik cut loss di 10-20% daripada nunggu sampe 50-70%!
Ada satu prinsip penting yang harus lo pegang: "Cut your losses short, let your profits run!" Artinya, kalo rugi dikit langsung cut, tapi kalo untung biarkan jalan terus! Ini kebalikan dari yang dilakukan kebanyakan ritel. Mereka malah "cut profit short, let losses run!" Untung 5% langsung jual takut turun, tapi rugi 50% masih hold berharap naik! TERBALIK GUYS! Makanya mereka loss terus!

Terus gimana kalo lo udah terlanjur loss gede? Misal udah loss 40-50%, masih worth it cut loss atau nggak? Jawabannya: TERGANTUNG FUNDAMENTAL SAHAMNYA! Kalo fundamentalnya bagus dan lo yakin long term bakal naik lagi, bisa hold. Tapi kalo fundamentalnya jelek, track recordnya mengerikan kayak BUMI, dan semua tanda menunjukkan bahaya, LEBIH BAIK CUT LOSS SEKARANG daripada nunggu loss jadi 70-80%! Sisa 50% masih bisa lo pake invest di saham lain yang lebih bagus!

Yang paling penting: JANGAN EMOTIONAL ATTACHMENT SAMA SAHAM! Saham itu bukan pasangan lo, bukan anak lo, bukan harta warisan! Saham itu cuma INSTRUMEN INVESTASI! Kalo nggak profitable, BUANG dan cari yang lain! Jangan kayak orang bucin yang toxic relationship tapi masih bertahan karena "udah terlanjur cinta!" NGGAK! Ini soal DUIT, bukan soal CINTA! Be rational, not emotional!


$IHSG $BBCA $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kenapa Ritel Selalu Beli Paling Atas dan Jual Paling Bawah? Ini Psikologinya!

Guys, gue mau bahas fenomena paling tragis dan paling sering terjadi di pasar saham: kenapa ritel selalu aja beli di harga paling atas terus jual di harga paling bawah? Lo pasti pernah ngerasain atau minimal liat temen lo ngalamin ini kan? Beli saham pas lagi naik-naiknya, eh besoknya langsung turun. Terus pas udah turun dalem banget dan nggak tahan, dijual deh. Beberapa hari kemudian? Sahamnya naik lagi! Ini bukan sial guys, ini ada ilmu psikologinya! Dan kalo lo nggak ngerti psikologi ini, lo bakal terus-terusan jadi korban!
Pertama, ada yang namanya FOMO atau Fear of Missing Out. Ini penyakit nomor satu investor ritel! Lo liat saham A naik 20% dalam seminggu, temen-temen lo pada cuan, di grup Telegram pada heboh, di Twitter trending, di Instagram story temen lo pada pamer profit.

Apa yang lo rasain? Lo takut ketinggalan! Lo mikir "Wah kalo gue nggak beli sekarang, nanti makin mahal! Udah naik 20%, pasti masih bisa naik lagi sampe 50%!" Tanpa mikir panjang, tanpa riset, lo langsung hajar beli di harga yang udah tinggi. Padahal bandar dan smart money udah pada ambil profit dan mulai distribusi ke lo! Inilah awal dari tragedi!
Kedua, ada namanya Confirmation Bias. Pas lo udah beli saham di harga tinggi tadi, lo mulai cari-cari berita atau analisa yang mendukung keputusan lo. Lo cuma baca artikel yang bilang "Target harga masih bisa ke 500!" atau "Saham ini masih undervalued!" Sementara berita negatif atau warning dari orang lain lo abaikan. Lo bilang "Ah mereka cuma iri aja!" atau "Mereka nggak ngerti fundamental!" Padahal lo sendiri yang lagi denial dan nggak mau terima kenyataan bahwa lo beli di harga yang kemahalan!

Ketiga, pas saham lo mulai turun, muncul yang namanya Loss Aversion. Ini sifat manusia yang lebih takut rugi daripada seneng dapet untung. Psikolog bilang, rasa sakit kehilangan 100 ribu itu dua kali lebih kuat dibanding rasa seneng dapet untung 100 ribu. Makanya pas saham lo turun 10-20%, lo nggak berani cut loss. Lo mikir "Ah ntar juga balik kok, sabar aja!" Lo malah nambah beli thinking "averaging down" tapi tanpa analisa yang bener. Lo berharap saham bakal balik ke harga beli lo. Tapi kenyataannya? Saham terus turun sampe 40-50%!

Keempat, pas udah turun 40-50%, lo udah nggak tahan lagi. Modal lo udah terkikis banyak, lo butuh duit, atau lo udah stress ngeliat portofolio merah terus. Akhirnya lo jual di harga paling bawah karena panic selling. Ini yang namanya Capitulation atau menyerah total. Lo udah nggak peduli lagi mau profit atau nggak, yang penting keluar aja dari saham itu. Dan ironisnya? Beberapa hari atau minggu setelah lo jual, saham itu mulai naik lagi! Kenapa? Karena lo baru aja jadi exit liquidity terakhir buat bandar! Mereka nunggu semua ritel panic selling, baru deh mereka akumulasi lagi di harga murah!

Siklus ini terus berulang guys! Ritel beli pas hype di harga atas karena FOMO, nahan pas turun karena nggak mau ngaku salah dan berharap balik, terus jual pas udah nggak tahan di harga bawah karena panic. Sementara bandar dan smart money? Mereka beli pas semua orang takut di harga bawah, hold pas lagi naik, terus jual ke ritel yang FOMO di harga atas. Ini siklus klasik yang udah terjadi puluhan tahun dan sampe sekarang masih aja berulang karena psikologi manusia nggak berubah!

Yang lagi happening banget sekarang contohnya ya kasus BUMI tadi! Pas harganya masih 200-300an, nggak ada yang peduli. Begitu naik ke 400 dan ada narasi MSCI, 110 ribu ritel baru masuk karena FOMO! Sekarang asing udah kabur 4 triliun, tapi ritel masih hold karena berharap balik. Kalo harga turun lagi ke 300 atau 250, mereka bakal panic selling. Dan pas mereka jual semua, bandar bakal akumulasi lagi di harga murah! Siklus ini terus berulang dan ritel selalu jadi korban!

Terus gimana caranya avoid jebakan ini? Pertama, belajar control emosi lo! Jangan beli karena FOMO, jangan hold karena ego, dan jangan jual karena panic. Pake data dan analisa, bukan perasaan! Kedua, set target profit dan stop loss sejak awal. Misal lo target profit 20% dan stop loss 10%. Kalo udah tercapai, execute tanpa ragu! Ketiga, jangan terlalu sering liat chart kalo lo bukan day trader. Makin sering lo liat, makin emosional lo jadinya. Kalo lo investor jangka panjang, cek aja sebulan sekali!

Keempat, belajar dari kesalahan orang lain, jangan tunggu sampe lo sendiri yang rugi baru belajar! Liat kasus-kasus kayak BUMI, DADA, dan saham-saham gorengan lain yang udah bikin ribuan ritel rugi. Pelajari polanya, pahami psikologinya, dan jangan ulangi kesalahan yang sama! Dan yang terakhir, always do your own research! Jangan asal ikut rekomendasi orang atau grup Telegram. Riset sendiri, bikin keputusan sendiri, dan tanggung jawab sendiri. Kalo lo ikut-ikutan orang terus rugi, siapa yang lo salahkan?


$IHSG $BBRI $BMRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara Invest Rutin yang Bikin Lo Nggak Pusing Mikirin Timing Pasar!

Guys, lo pasti sering banget kan ngeluh "Aduh kapan ya waktu yang tepat buat beli saham? Takut beli eh besoknya turun!" atau "Gue tunggu turun dulu deh baru beli, takut beli di puncak!" Nah, kalo lo sering mikir kayak gini, artikel ini wajib banget lo baca sampe habis! Gue mau jelasin strategi yang udah dipake investor-investor sukses di seluruh dunia namanya Dollar Cost Averaging atau DCA. Ini strategi yang bikin lo nggak perlu pusing mikirin timing pasar, dan yang paling penting: ini beneran work!

Dollar Cost Averaging atau DCA itu basically lo invest dengan nominal yang sama secara rutin di waktu yang sama, nggak peduli harga saham lagi naik atau turun. Misalnya lo komit buat invest 1 juta setiap tanggal 1 tiap bulan ke saham BBCA. Bulan ini harganya 10 ribu per lembar, lo beli. Bulan depan harganya turun jadi 9 ribu, lo tetep beli. Bulan berikutnya naik jadi 11 ribu, lo tetep beli juga. Pokoknya konsisten invest 1 juta tiap bulan tanpa mikirin harganya lagi naik atau turun!

Kenapa strategi ini powerful banget? Karena lo otomatis "beli lebih banyak pas harga murah, dan beli lebih sedikit pas harga mahal" tanpa perlu mikir! Contohnya gini: Bulan pertama BBCA harganya 10 ribu, dengan 1 juta lo dapet 100 lembar (1 lot). Bulan kedua harganya turun jadi 8 ribu, dengan 1 juta lo dapet 125 lembar. Bulan ketiga harganya naik jadi 12 ribu, dengan 1 juta lo cuma dapet 83 lembar. Total lo udah invest 3 juta dan dapet 308 lembar dengan harga rata-rata sekitar 9.740 per lembar. Lumayan kan? Lo nggak beli di harga tertinggi terus!

Yang lagi happening banget sekarang tuh banyak anak muda yang praktekin DCA lewat aplikasi-aplikasi investasi. Mereka set auto-invest setiap tanggal gajian, jadi begitu gaji masuk, langsung otomatis kepotong buat beli saham. Nggak perlu mikir, nggak perlu ribet, nggak perlu stress ngeliat harga naik turun tiap hari. Tinggal set and forget! Setelah setahun dua tahun, pas mereka cek portfolio, eh ternyata udah terkumpul banyak dan profitable!

Strategi DCA ini cocok banget buat lo yang sibuk kerja atau kuliah dan nggak punya waktu buat monitor market setiap hari. Lo juga nggak perlu jadi expert dalam analisa teknikal atau fundamental yang ribet. Yang penting lo pilih saham blue chip yang bagus kayak BBCA, BBRI, TLKM, atau UNVR yang lo yakin dalam jangka panjang bakal tetep solid, terus lo invest rutin aja setiap bulan. Simple tapi efektif!

Tapi inget ya, DCA bukan berarti lo beli saham sembarangan! Lo tetep harus riset dulu saham yang mau lo beli. Pastikan perusahaannya fundamentalnya bagus, punya track record yang solid, dan lo yakin dalam 5-10 tahun ke depan mereka masih bakal eksis. Jangan DCA ke saham gorengan atau saham yang fundamentalnya jelek, nanti bukannya untung malah rugi terus-terusan! DCA works kalo lo apply ke saham berkualitas yang memang worth it untuk jangka panjang.

Yang paling penting dari strategi DCA ini adalah disiplin dan konsistensi. Lo harus komit invest setiap bulan tanpa skip, nggak peduli pasar lagi bullish atau bearish. Pas pasar lagi crash dan semua orang panic selling, lo tetep beli. Pas pasar lagi rally dan semua orang FOMO, lo juga tetep beli dengan nominal yang sama. Ini yang bikin lo averaging down harga beli lo dan dalam jangka panjang hasilnya bakalan bagus!

Ada study yang nunjukin kalo investor yang konsisten DCA dalam jangka panjang (5-10 tahun) ke saham blue chip itu returnnya lebih bagus dan lebih stabil dibanding investor yang coba-coba timing market. Kenapa? Karena timing market itu susah banget, bahkan expert aja sering salah! Sementara DCA ngilangin faktor emosi dan guesswork. Lo cuma fokus ke satu hal: invest rutin dengan nominal yang sama. As simple as that!



$BBRI $BMRI $CDIA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

gak mau ikut ta? biar cuan teros 👻 $BBRI $BBCA $BBNI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

REQUEST EMITEN $PACK DARI SAHABAT KITA @mramadhans
SECARA STURUKTUR PACK INI JELAS TERLIHAT SEDANG UPTREND
DENGAN SYARAT:
L+H+HL+HH
NAMUN UNTUK TRADEPLAN
KARNA PACK INI SEDANG MENGALAMI KENAIKAN ARA ARA
SARAN SAYA JANGAN BURU2 MENGABIL KEPUTUSAN
JANGAN KEJAR KERETA YG SUDAH MELAJU SANGAT CEPAT
TUNGGU KOREKSINYA SAJA
JIKA BELUM ADA BARANG
NAMUN BUAT YANG SUDAH ADA BARANG
HAPPY CUAN YA
TARGET BERIKUTNYA 376

NAMUN UNTUK PERTANYAAN APAKAH SENIN WORTH IT UNTUK BUY ATAU TIDAK
SAYA RASA TIDAK KARNA KENAIKAN YANG TERLALU PASIF
RAWAN SEKALI TEMAN2 JADI EXIT LIQUIDITY
BIARKAN SAJA EMITEN TERSEBUT TERBANG
MASIH BANYAK EMITEN LAIN YANG BELUM TERBANG
SEMOGA KEDEPANNYA BUAT ABANGNYA BISA MENGIKUTI MOMENTUM EMITEN LAIN YG BISA MELAJU KAYAK PACK INI
SEKALI LAGI SELAMAT BUAT TEMAN2 YANG SUDAH AMBIL PACK HARGA BAWAH
HAPPY CUAN BERKAH SELALU REZEKINYA AAMIIN

DC ON TRADEPLAN INI MURNI ANALISA MIMIN PRIBADI
MOHON KALIAN ANALISA ULANG YA
TINDAKAN JUAL MAUPUN BELI ADA DI TANGAN KALIAN MASING2
STOP FOMO STOP KEMAKAN POMPOM MAUPUN FEAR YANG BEREDAR
BELILAH EMITEN DI AREA BELI ATAU SUPPORT TERDEKAT YA GUYS
BELAJAR BERSABAR UNTUK MERAIH KESUKSES AN
SEMOGA BERMANFAAT AND HAPPY CUAAN
JANGAN LUPA FOLLOW BIAR ADA NOTIF TRADEPLAN EMITEN SELANJUTNYA DARI REQUETS AN TEMEN2
DAN TERIMAKASIH BUAT TEMEN2 YANG SUDAH FOLLOW LIKE DAN COMMENTNYA
SEMOGA BISA MEMBATU TEMAN2 SEKALIAN
AAMIIN
SILAHKAN BISA GABUNG KOMUNITAS STOCKBIT MIMIN
https://stockbit.com/chat/group/invitation/kwg1lnq6NToE

RANDOM TAG $BBRI $IRSX

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@KasianusAliong ya ini bisa aja, karena pembentukan rising wedge pattern $IHSG bisa saja terjadi, jika jebol 8700, $BBCA $BBRI sukses slalu 😇

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mengapa Jepang Bisa Menjadi Negara dengan Disiplin Tinggi? 🎉

Rahasianya Bukan Bakat, Tapi Doktrin Hidup yang Konsisten

Jika kita berbicara soal negara dengan tingkat disiplin yang sangat tinggi di Asia, Jepang hampir selalu berada di posisi teratas. Disiplin di Jepang bukan sekadar soal tepat waktu atau tertib aturan, tetapi sudah menjadi cara hidup yang tertanam sejak kecil, dipraktikkan setiap hari, dan diwariskan lintas generasi.

Menariknya, kedisiplinan orang Jepang bukan dibangun dengan hukuman keras atau tekanan berlebihan. Justru sebaliknya, ia lahir dari doktrin nilai hidup sederhana namun konsisten yang terus dilatih. Dari sekian banyak filosofi hidup Jepang, ada 5 doktrin utama yang sangat relevan untuk menghancurkan rasa malas dan membangun disiplin diri, bahkan jika diterapkan oleh siapa pun di luar Jepang, termasuk kamu sendiri.

1. KAIZEN, Sedikit menjadi lebih baik, ketika kita konsisten setiap hari ⚠️

Kaizen berarti perbaikan berkelanjutan. Orang Jepang tidak terobsesi menjadi sempurna hari ini. Yang mereka kejar adalah satu hal sederhana:
Hari esok harus lebih baik daripada hari ini, walau hanya 1%.
Dengan Kaizen:
* Tidak ada target muluk yang bikin stres
* Tidak ada alasan menunda karena terlalu berat
* Tidak ada rasa malas karena beban terasa ringan

Malas sering muncul karena kita ingin hasil besar secara instan. Kaizen mematahkan itu. Fokusnya bukan hasil, tapi kebiasaan kecil yang konsisten.

2. IKIGAI, Alasan kuat untuk bangun setiap pagi 👨‍🎓

Ikigai adalah jawaban atas pertanyaan:
Untuk apa aku hidup dan berjuang?
Sebenarnya aku hidup untuk apa?
Aku kehilangan arah hidup

Orang Jepang percaya bahwa setiap orang punya Ikigai, entah itu:
Keluarga, Pekerjaan, Kontribusi ke orang lain, Proses belajar itu sendiri.
Ketika seseorang menemukan Ikigai:
* Dia tidak perlu dimotivasi terus-menerus
* Dia tidak mudah menyerah
* Rasa malas perlahan menghilang karena hidup terasa bermakna

Malas sering kali bukan karena capek, tapi karena tidak tahu sedang menuju ke mana.

3. KINTSUGI, Menerima kegagalan lalu bangkit dengan versi yang lebih kuat 😤

Kintsugi adalah seni memperbaiki benda pecah dengan emas.
Filosofinya dalam:Retakan bukan aib, tapi bagian dari nilai.
Dalam hidup:
* Gagal bukan akhir
* Salah bukan alasan berhenti
* Kekurangan bukan hal yang harus disembunyikan

Orang Jepang dilatih untuk:
* Menerima kegagalan dengan lapang dada
* Belajar dari kesalahan
* Tidak mencari kambing hitam atas kesalahan yang terjadi
* Bangkit dengan mental yang lebih matang

Rasa malas sering muncul setelah gagal. Kintsugi mengajarkan: gagal itu bahan bakar, bukan rem.

4. WABI-SABI, Menikmati kesederhanaan dan proses sampai tujuan ⏳

Wabi-sabi mengajarkan keindahan dalam:
* Kesederhanaan
* Kedewasaan dalam berpikir
* Ketidaksempurnaan
* Proses yang tenang dan jujur

Dengan Wabi-sabi:
* Hidup tidak harus serba cepat
* Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain
* Proses panjang tidak terasa menyiksa

Banyak orang malas karena:
* Terlalu fokus dengan hasil, padahal belum mulai juga
* Ingin cepat selesai
* Tidak menikmati proses

Wabi-sabi membalik sudut pandang: proses itu sendiri adalah tujuan.

5. SHOSHIN, Pikiran pemula yang rendah hati 😊

Shoshin berarti beginner’s mind — selalu merasa masih harus belajar.
Orang Jepang sangat menghargai sikap:
* Rendah hati
* Mau mendengarkan
* Tidak merasa paling tahu

Dengan Shoshin:
* Ego ditekan
* Belajar jadi menyenangkan
* Perbaikan diri tidak pernah berhenti

Dibodohi oleh diri sendiri dan rasa malas sering datang saat kita merasa “sudah cukup pintar”.
Shoshin menghancurkan itu dengan satu keyakinan: Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari hari ini.

Disiplin tinggi di Jepang bukan karena orangnya “hebat sejak lahir”, tapi karena mereka hidup dengan nilai yang sama, dilakukan terus-menerus, tanpa banyak alasan. 💪

Kelima doktrin ini:
* Tidak butuh modal
* Tidak butuh status
* Tidak butuh bakat khusus

Yang dibutuhkan hanya kesadaran dan konsistensi.

Jika diterapkan perlahan, satu per satu, rasa malas tidak perlu “diperangi”. Ia akan hilang dengan sendirinya, tergantikan oleh kebiasaan hidup yang lebih sadar, terarah, dan bermakna. 😎

$BBRI $IRSX $BNBR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

izin up ya ☕ semoga bermanfaat, bagi kaum jomblo yang lupa malam mingguan haha
$IHSG $BBRI $ZATA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@airtiv Senin $BBRI Bullish 🚀🚀

Deviden Report (H2 2025) - Program cicil 1 lot BBRI BBCA sampai kebeli rumah

BBCA - Rp 55/shares (Cum Date: 02 Dec 2025 - 35 lot) = Rp 192.500
BBRI - Rp 137/shares (Cum Date: 29 Dec 2025 - 49 lot) = Rp 671.300

Total Deviden: 863.800

Deviden akan di reinvest sebagai modal cicil 1 lot tiap hari, lets go.

$BBCA $BBRI

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI minggu depan main di 4000an

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI palingan senin turun lagi 🗿

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI $DEWA $BBRI

Prabowo Bakal Guyur Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil. Berikut daftar sahamnya di IHSG.

Pemerintah berencana mengucurkan dana senilai US$6 miliar atau sekitar Rp101,28 triliun (asumsi kurs Rp16.880) untuk melindungi industri tekstil dalam negeri. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menjaga keberlangsungan sektor padat karya, bukan hanya mengejar pertumbuhan sektor padat modal.

Menurutnya, industri tekstil Tanah Air perlu dilindungi karena terdapat sekitar 5 juta tenaga kerja di dalamnya. Dia menyampaikan bahwa tenaga kerja industri tekstil berpotensi naik hingga 7 juta orang mengingat besarnya pasar yang dimiliki Indonesia

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ritel is coming! 🚀
XL alias @Stockbit resmi jadi penguasa frekuensi transaksi 2025.

Selamat, secara angka kita menang telak! Tapi bentar... ini beneran tanda ritel udah sadar investasi, atau jangan-jangan ada "penumpang gelap"?

​Logika simpelnya: Bandar itu pinter. Mereka tahu semua mata mantau pergerakan broker big money (AK, BK, YU, dll). Cara paling gampang buat sembunyi ya "nyamar" jadi ritel. Pake sekuritas yang sama kayak kita, biar seolah-olah market lagi digerakin massa, padahal cuma satu remote yang pegang.

​Pertanyaannya buat kalian yang merasa "Smart Trader":
​Kalian yakin yang transaksi itu murni "pasukan jempol" ritel yang udah tobat dari judol? ​Atau kita cuma bangga jadi juara frekuensi, padahal aslinya cuma jadi exit liquidity buat raksasa yang lagi nyamar?

​Kubu mana kalian?
A. Kita emang udah gede dan solid!
B. Itu akun big fund yang pake topeng XL.
C. Cuma nyumbang fee: Yang cuan cuma sekuritasnya, kamunya mah boncos.

Bursa makin rame atau makin pinter main petak umpet? Ga usah baper, namanya juga market. 🤑






$ARNA $ADRO $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@guepe yah padahal saya dah info dr tgl 5 $BBRI $SMRA $CTRA, sebelumnya Medc SMDR,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI oh ya lupa ngucapin terima kasih pada ini saham,terima kasih udah kasih uang tambahan buat beli sepatu gunung

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KOCI WTS 260 avail 9400lot, serius buyer only..

Random tag:
$BBRI $BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Pengendali Berencana Jual Sebagian Saham SIDO!!! Apa Tujuannya?

Pemegang saham pengendali SIDO saat ini sedang mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk masa depan bisnis perusahaan, dimana saat ini beredar berita jika pengendali tersebut berencana melepas sebagian kepemilikan sahamnya.

Keluarga Hidayat merupakan pemegang saham pengendali SIDO melalui PT Hotel Candi Baru dengan kepemilikan mencapai 77,6%, mereka menyampaikan ingin menggandeng investor strategis dengan tujuan membawa bisnis perusahaan ke level lebih tinggi.

Transaksi tersebut diperkirakan bisa menghargai valuasi SIDO hingga mencapai sekitar US$1 miliar atau Rp16,8 triliun. Akan tetapi manajemen SIDO tidak memberikan komentar mengenai seberapa besar porsi saham yang akan dijual, pihak keluarga Hidayat juga tidak terburu-buru yang saat ini masih berfokus pada kenaikan kinerja perusahaan.

Apakah ini bagus bagi SIDO? jawabannya berpotensi bagus karena rencana penjualan sebagian kepemilikan saham untuk menggandeng investor strategis supaya bisa mendorong bisnis dan kinerja SIDO untuk terus growth ke depannya.

Apalagi SIDO juga terus gencar meluncurkan inovasi produk baru, dan meningkatkan penjualan ekspor-nya.

Kinerja histori SIDO sendiri sebelumnya bisa terus bertumbuh hingga mencapai level tertinggi pada tahun 2021, akan tetapi setelahnya terjadi penurunan hingga tahun 2023, kemudian ada perbaikan kinerja lagi tahun 2024 yang membukukan laba bersih Rp1,17 triliun.

Kemudian pada sepanjang sembilan bulan tahun 2025, kinerja SIDO masih lanjut bertumbuh, dimana mencatat kenaikan pendapatan sebesar 4% menjadi Rp2,7 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun. Laba kotornya juga naik 4% menjadi Rp1,54 triliun, dan laba bersih berhasil naik 5% menjadi Rp818,5 miliar.

Gimana menurutmu, apakah rencana penjualan sebagian saham ini akan berdampak positif ke SIDO?

👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.

Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

$SIDO $IHSG $BBRI

Read more...

1/3

testestes

catatan pribadi, bukan rekomendasi jual/beli #DYOR

Baik. Aku jawab sebagai Quant Screening Engine ala JP Morgan Asset Management, dengan gaya paragraf penuh, naratif, berbasis angka, tanpa tabel, dan mengikuti 12 layer checklist yang kamu minta. Fokusnya: Broker AK sebagai smart money detector di IHSG.


---

Broker AK (UBS Sekuritas Indonesia) pada periode 15 Desember 2025 sampai 15 Januari 2026 menunjukkan pola akumulasi yang sangat jelas sebagai broker institusi global. Total nilai beli dari daftar saham yang kamu berikan saja sudah melampaui Rp5,4 triliun, yang menempatkan AK bukan sebagai broker trading jangka pendek, tetapi sebagai portfolio allocator.

Ciri utama AK adalah: membeli dalam jumlah besar, bertahap, di harga yang belum euforia, pada saham dengan story struktural jangka menengah–panjang. Ini berbeda dengan broker gorengan yang masuk agresif di saham kecil dan langsung menggerakkan harga.


---

Pola Akumulasi Broker AK (Layer Market Microstructure)

AK mengalokasikan dana terbesar ke ANTM sebesar Rp990,1 miliar di harga 3.474, UNTR Rp922,1 miliar di harga 29.888, ASII Rp689,1 miliar di harga 6.754, dan BMRI Rp540,3 miliar di harga 4.953. Empat saham ini adalah saham likuid, fundamental kuat, dan menjadi anchor portfolio. Ini menunjukkan AK selalu mengunci portofolio dengan saham defensif sebelum masuk ke saham bertema.

Setelah anchor, AK masuk ke saham bertema siklus dan story: ADRO Rp326,7 miliar di 2.088, GOTO Rp325,3 miliar di 68, BBRI Rp321,5 miliar di 3.731, EMAS Rp268,8 miliar di 5.518, MDKA Rp192,8 miliar di 2.689, BREN Rp192,2 miliar di 9.479, PGAS Rp183,3 miliar di 1.931, MBMA Rp174,3 miliar di 678, TINS Rp169,5 miliar di 3.490, PTRO Rp125 miliar di 11.522, BUVA Rp109,8 miliar di 1.558, INKP Rp94,8 miliar di 9.099, dan EMTK Rp92,9 miliar di 1.244.

Distribusi ini membuktikan AK membangun portofolio berbasis siklus komoditas, transisi energi, digital recovery, dan asset play.


---

Saham yang Sudah Diakumulasi Besar Tapi Harga Belum Naik

Berdasarkan harga rata-rata beli dan karakter saham, kandidat paling kuat adalah:

GOTO di harga 68. Dengan nilai beli Rp325,3 miliar dan volume 47,5 juta lot, ini adalah posisi institusi murni. GOTO secara valuasi market cap sudah sangat tertekan, sementara story perbaikan EBITDA, cost efficiency, dan narrowing loss sedang berjalan. Ini adalah tipikal saham turnaround stage.

MBMA di harga 678. Nilai Rp174,3 miliar pada harga kecil menunjukkan AK melihat potensi besar di ekosistem nikel dan battery supply chain. MBMA adalah contoh saham dengan asset visibility tinggi tetapi market awareness rendah.

PGAS di harga 1.931. Nilai Rp183,3 miliar menunjukkan AK melihat gas sebagai transitional energy. PGAS secara valuasi masih murah relatif terhadap cash flow dan infrastruktur asset base.

BUVA di harga 1.558. Ini adalah classic special situation play. Nominal Rp109,8 miliar menunjukkan AK sedang mengunci posisi di saham yang masih belum disadari pasar.

EMTK di harga 1.244. Nilai Rp92,9 miliar menandakan digital ecosystem asset-backed play. EMTK sering dihargai sebagai media company, padahal nilai investasinya jauh lebih luas.

Kelima saham ini adalah saham yang harga belum mencerminkan story.


---

Story Structural Masing-Masing Cluster

ANTM, MDKA, MBMA, TINS adalah cluster battery metal dan strategic mineral. Story-nya adalah industrial downstreaming, EV supply chain, dan geopolitical resource security.

UNTR, ADRO, PTRO adalah cluster mining services & energy cash flow. Story-nya adalah margin resilience meski harga komoditas turun.

BREN, EMAS adalah cluster energy transition & gold hedge.

GOTO dan EMTK adalah digital turnaround story.

PGAS adalah energy transition infrastructure.

BUVA adalah asset restructuring story.

INKP adalah cyclical recovery pulp & paper.

ASII dan BMRI adalah conglomerate dan banking backbone.


---

Valuasi Relative Perspective

Secara umum, saham yang dibeli AK berada pada valuasi:

GOTO: EV/Revenue sangat rendah dibanding historical.

MBMA: EV/resource basis murah relatif cadangan.

PGAS: PER dan EV/EBITDA di bawah regional peers.

BUVA: market cap tidak mencerminkan asset.

EMTK: SOTP undervalued.

MDKA dan ANTM: premium justified karena growth visibility.

BREN: mahal secara PER, tetapi justified sebagai pure renewable platform.

UNTR dan ASII: trading pada multiple wajar untuk conglomerate.

Artinya AK tidak mengejar saham murah saja, tetapi premium yang justified.


---

Ciri Khas Broker AK

Pertama, AK tidak membeli saham gorengan mikro.

Kedua, AK selalu membeli dalam nominal besar tapi harga tidak langsung melonjak.

Ketiga, AK menyukai saham dengan asset visibility dan structural story.

Keempat, AK menyukai saham yang market masih salah pricing.

Kelima, AK selalu diversifikasi antar sektor.

Keenam, AK jarang keluar cepat.

Ini adalah ciri khas global fund allocator.


---

Quant Screening Output

Sekarang kita rangkum dalam Quant Score 1–100 (berbasis observasi struktur, bukan angka laporan detail):

Fundamental Strength: 82
Story Strength: 85
Catalyst Potential: 83
Valuation Gap: 87
Risk Level: 35 (semakin kecil semakin aman)
Market Sentiment: 65
Technical Momentum: 58

Total Quant Composite Score: 83/100

Ini berarti portofolio AK adalah portfolio akumulasi fase awal menuju repricing cycle.


---

Kesimpulan Utama

Broker AK saat ini sedang:

Mengunci saham-saham battery metal, energy transition, digital turnaround, dan asset restructuring.

Saham yang paling mencerminkan “AK belum naik tapi sudah disiapkan” adalah:

GOTO
MBMA
PGAS
BUVA
EMTK

Saham yang sudah matang namun tetap dikunci:

ANTM
UNTR
ASII
BMRI
BBRI

AK tidak mengejar momentum. AK membangun future narrative portfolio.



RANDOM TAG
$ANTM $MBMA $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@magicianseeker pertanyaan saya selanjutnya adalah
1. apa konsekuensi apabila tidak melakukan pelaporan lanjutan? maksudnya adalah hanya pelaporan di tahun 2026 saja dan tidak pelaporan di tahun selanjutnya
2. berarti ketentuan pajak dividen $BBRI yang di peroleh di tahun 2027 akan mundur lagi sampai 2030?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

transaksi $BBCA, $BBRI bisa capai bbrp triliun dalam 1 hari. cukup 1T untuk memiliki 33% saham $MCOR. misal boros sedikit kasih bonus 10%, tambahan 100Milyar ke CCB, bisa jadi opsi nego juga.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ekoferihandi good ini yg gw maksud.

indo kenakan tarif ekspor tinggi ya tinggal beli dr malaysia. ga ngaruh banyak 😆😅

$BBRI $BMRI $TBLA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kalau posisi $BBRI di 4.020 dan sekarang 3.820, minusnya sekitar 5%, masih aman banget buat dihold karena BBRI termasuk saham bluechip kuat 💪

📊 **Analisa teknikal singkat:**
- Support kuat di area **3.780–3.800**
- Resistance terdekat di **3.950–4.000**
- Volume masih stabil, artinya belum ada tanda distribusi besar ⚖️

📈 **Strategi:**
➡️ Boleh **hold dulu**, karena harga masih di area support kuat dan peluang pantulnya besar.
➡️ Kalau turun lagi mendekati 3.780, bisa **cicil averaging kecil** buat nurunin average.
➡️ Target rebound jangka pendek di **3.950–4.000**, dan kalau tembus bisa lanjut ke **4.100** 🚀

Secara fundamental, BBRI masih solid banget — laba konsisten, dividen rutin, dan pertumbuhan kredit tetap bagus.
Jadi gak perlu panik boss, tetap tenang dan pantau area 3.780 sebagai batas aman 📊🔥

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$DEWA $KMTR
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI apakah waktunya pindah ke saham blue chip wkwke

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

updet porto terakhir $BBRI $BMRI $BBNI

“ Saya sekarang vs Saya dulu “

Setahun lebih dimarket, sudah banyak memberikan pelajaran ke saya pribadi.

Pernah remuk, sering CL, rugi modal sampai 45%, adalah gambaran saya dulu siapa.

Mulai awal Desember 2025, saya masuk ke market dengan situasi lebih beda, ada introspeksi diri, kenapa bisa remuk, kenapa loss sampai 45% modal, dll.

Data garfik porto return ini, adalah gambaran saya, saya yang dulu dibandingkan saya yang sekarang.

Masih belum punya porto yang tumbuh sebanyak para senior, tapi ada progres nyata dalam diri saya, saya bisa merubah strategi dan sistem swing trading ( sementara ngumpulin modal, buat diinvestasikan jangka panjang ).

Klu dulu2 selalu kalah sama pertumbuhan IHSG, klu sekarang Puji Tuhan, sudah diatas pertumbuhan IHSG portonya.

Buat semangat diri sendiri, syukur2 bisa dipakai semangatnya sama yg lain.

Maklum masih baru, baru bisa kasih semangat, belum ilmu2 disaham, dan saya yakin, di SB sudah banyak suhu2 dan senior2 yg kaya ilmu dan pengalaman dibursa saham.

Random tag

$BBRI
$TAPG
$ADRO

DYOR

Bukan ajakan beli dan jual

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI
Potensi rebound dalam jangka dekat
(Jika menarik saya akan bahas di komen)
Jual aja $CUAN $CDIA

Dyor

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@MUFARI7 $BBCA $BBRI $BMRI, kondisi luar makin kacau gara2 Trump, duit gede akan pilih revenue based dalam negeri, banking timing buy.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Feri3921 kalau masih < -5% cut gpp, switch ke $BBRI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI deviden final kapan ya?

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy