


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
❌ US Dollar Index DXY masih terus melonjak hingga mencapai 98.
Seiring rilis FOMC minutes yang membuka peluang Fed untuk menaikkan suku bunga lagi jika inflasi US tidak kunjung turun.
Rangkaian data terakhir juga masih menunjukkan resiliensi ekonomi US yang menyulitkan inflasi turun.
$IHSG $USDIDR $BBRI

janganlah tebar fear kalo kalian ga suka suatu saham, tinggal skip aja kalo ga suka. hati kotormu yg akan membuat portomu banyak merah.
$INDS $BULL $BBRI
$IHSG masih fase sideways recovery di range support 8.176 dan resist dinamis MA100 area 8.300–8.400 an.
Selama belum ada daily close di atas 8.400, pergerakan masih cenderung di range tsb.
Jika daily close > 8.400 dan volume mendukung maka potensi lanjut ke 8.500 resist minor dan close gap di 8.600–8.800 an. Disc.
$BUMI $BBRI

Day 83 (19/2) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
matched
BBCA - 7200
BBRI - 3800
Avg
BBCA - 8017
BBRI - 3793
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



Day 82 (18/2) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
matched
BBCA - 7325
BBRI - 3820
Avg
BBCA - 8026
BBRI - 3793
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



@investorbless tak usah naif,pemerintahan pak prabowo minimal akan nambah hutang 3000T. itu baru bisa jalan pemerintahannya,kalo pengen ekonomi meroket harus nambah hutang 6000T. duit tinggal cetak ngapain pusing. yang bego yak kita,sudah tahu duit diprint,tapi tidak mau beli $XAU. atau kalo saham beli perbankan dan komoditas. sudah jelas itu,laba bakal meroket. tidak hanya prabowo,hampir semua pemerintahan itu sama,yang pemerintahannya beda itu cuma cina,rakyat dan pemerintahannya anomali. saya nggak mau komentari pemerintahan indo itu yah karena pemerintahan indonesia itu masuknya rata2,siapapun pemimpinnya yah akan sama.
USA cuma jago tipu2 dan rampok,kalo cina ini pertumbuhannya real fundamental dari peras keringat.
bisa nggak indonesia kayak cina? mustahil
$BBRI $ADRO
$INDS
https://cutt.ly/QtQhRTau
"Dengan kapasitas produksi yang telah stabil, perseroan mulai mengarahkan strategi pada penguatan pasar ekspor.
Untuk 2026, Indospring membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya UAE dan Uzbekistan, serta pasar Amerika Serikat."
yuhuuuuuhhhh.
domestik ok, lanjut ekspor.
random tag
$BBRI
$BMRI
gassss
Melihat yang Tidak Dilihat Pasar: Filosofi Investasi Kualitas & Potensi Tersembunyi
Di pasar saham, mayoritas investor bergerak setelah angka berbicara: laba melonjak, media mulai meliput, analis ramai memberi rekomendasi. Namun ada pendekatan yang berbeda — mencari perusahaan kecil berkualitas sebelum pasar menyadarinya.
Pendekatan ini memiliki kemiripan kuat dengan filosofi Philip Fisher, yang menekankan kualitas bisnis, kekuatan produk, dan integritas manajemen sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Artikel ini membahas kerangka berpikir tersebut secara sistematis dan praktis.
1️⃣ Berpikir Seperti Pemilik Bisnis
Alih-alih bertanya “apakah saham ini murah?”, pendekatan ini bertanya:
Apakah produknya benar-benar dibutuhkan pasar?
Apakah pelanggan melakukan pembelian ulang?
Apakah brand memiliki kekuatan dan loyalitas?
Apakah perusahaan punya ruang bertumbuh 5–10 tahun ke depan?
Fokusnya bukan pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan kualitas fondasi bisnis.
2️⃣ Turun ke Lapangan: Validasi Produk
Banyak investor hanya membaca laporan keuangan. Pendekatan ini melangkah lebih jauh:
Mengunjungi outlet atau titik distribusi
Mengamati traffic dan respons pelanggan
Membandingkan dengan kompetitor
Membaca ulasan dan persepsi pasar
Tujuannya sederhana: memastikan bahwa angka pertumbuhan memang didukung oleh real demand, bukan sekadar strategi akuntansi atau promosi sesaat.
Sering kali, perubahan di lapangan terlihat lebih dulu sebelum tercermin di laporan keuangan.
3️⃣ Analisa Keuangan sebagai Konfirmasi, Bukan Titik Awal
Setelah yakin pada produk, barulah laporan keuangan dianalisis untuk memastikan konsistensi:
Pertumbuhan pendapatan stabil
Margin terjaga atau meningkat
Arus kas operasi sehat
Utang terkendali
Return on Equity (ROE) baik
Di sini laporan keuangan berfungsi sebagai alat verifikasi, bukan satu-satunya dasar keputusan.
4️⃣ Manajemen: Faktor Penentu Utama
Bisnis hebat bisa hancur di tangan manajemen yang buruk. Sebaliknya, bisnis yang masih kecil bisa berkembang pesat di bawah kepemimpinan yang visioner dan disiplin.
Beberapa indikator kualitas manajemen:
Rekam jejak eksekusi yang konsisten
Transparansi komunikasi kepada investor
Alokasi modal yang rasional
Ekspansi terukur, bukan agresif tanpa perhitungan
Investor yang berfokus pada kualitas sering berkata:
Kita tidak hanya membeli perusahaan, kita membeli tim yang mengelolanya.
5️⃣ Menemukan Potensi Sebelum Ramai
Perusahaan kecil sering belum dilirik karena:
Kapitalisasi pasar masih rendah
Liputan analis terbatas
Pertumbuhan belum spektakuler
Namun justru di fase awal inilah peluang terbesar muncul.
Jika produk kuat dan manajemen kompeten, efek skala (scaling) dapat membuat pertumbuhan laba meningkat signifikan dalam beberapa tahun. Saat publik mulai menyadari, harga sering kali sudah jauh bergerak.
Inilah esensi “melihat yang tidak dilihat pasar”.
6️⃣ Risiko & Disiplin
Pendekatan ini bukan tanpa risiko. Perusahaan kecil memiliki:
Volatilitas lebih tinggi
Ketergantungan besar pada manajemen
Sensitivitas terhadap kondisi ekonomi
Karena itu tetap diperlukan:
Diversifikasi terukur
Evaluasi berkala terhadap fundamental
Disiplin keluar jika tesis investasi berubah
7️⃣ Siapa yang Cocok dengan Strategi Ini?
Strategi ini cocok bagi investor yang:
Sabar dan berpikir jangka panjang
Mau melakukan riset mendalam
Tidak mudah terpengaruh sentimen pasar
Percaya bahwa kualitas bisnis akan tercermin pada harga dalam jangka panjang
Penutup
Pendekatan ini bukan tentang mencari saham murah, melainkan mencari bisnis luar biasa sebelum pasar menyadarinya.
Dengan kombinasi observasi lapangan, analisa keuangan, dan penilaian kualitas manajemen, investor berpeluang menemukan permata tersembunyi — perusahaan kecil yang suatu hari bisa menjadi pemain besar.
Karena pada akhirnya, pasar mungkin lambat mengenali kualitas.
Tetapi kualitas yang konsisten hampir selalu menemukan jalannya.
$BBRI $BBCA $BRPT

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,43% atau 36,15 poin ke level 8.274 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (19/2). Harga saham perbankan ditutup lesu saat Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.
Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jeblok 3,...

katadata.co.id
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 35,29 poin atau turun 0,42% ke level 8.274,94 pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026).
Sebanyak 412 saham turun, 309 naik, dan 237 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 21,46 triliun, melibatkan 43,13 miliar saham dalam...

www.cnbcindonesia.com

KONPERSI 1R
meng konpersi resiko ke 1R, sangatlah penting.
itu akan menyederhanakan sambungan hubungan korelasi ( apapun istilahnya ) antara :
1. dampak ke porto keseluruhan
2. money managemen
3. trading plan
4. eksekusi : jarak sl pada chart, size entri
5. data statistik: ris reward ,win ret , propitabel atau tidak. sering kan kita melihat ketika win rate tinggi, tapi hasilnya rugi atau propit rendah, ataupun win ret rendah tapi propitabel.
pointnya : win ret harus berbanding lurus dengan ris reward. cara cara bagaiamana supaya bisa seperti itu.
ane tidak bisa jelaskan lebih baik, tapi intinya : cari jalan, cara atau apapun itu utk meng konpersi resiko ke 1R.
kira kira seperti ini ( angka hanya contoh, di sesuaikan saja dgn modal akun yang di punya entah 1 juta, 10 juta, 100 juta, 1 miliar, 1 triliun ) :
modal akun 100 juta, resiko yang di tetapkan 1 %.
maka 1 % itu adalah 1.000.000
maka 1.000.000 = 1 R.
atau
modal akun 100 juta, resiko yang di tetapkan 5 %, maka resiko 5 % itu adalah 5.000.000
maka 5.000.000 = 1 R.
bagaimana kalau 50 % dari modal akun resiko yang di tetapkan ? ya boleh boleh saja, tapi perlu di ingat, setahan apa metode kita ?
korelasinya adalah dengan DATA loss beruntun.
LALU
konversi ke chart, jarak stop loss berapapun, mau 10 % dari harga avg entri, mau 1 % dari harga avg entri, ataupun 50 % dari avg entri, resiko total tidak boleh lebih dari 1 R.
nanti kita akan ketemu berapa size utk entri. mau masuk sebuah saham, berapa size alokasinya dari nilai porto . itu akan otomati mengikuti. selama dasarnya berangkat dari nilai 1 R tadi.
jadi di titik ini, noise pada all in atau tidak akan berkurang.
nah, setelah itu baru juga masukan faktor pariabel resiko crash jika all in.
maka dari hal beginian, kita bisa membuat STANDAR diri sendiri, maksimal size berapa, laverage ( jika ada ) berapa.
nanti dengan teknis pada chart, maka ketika terapkan hal sederhana saja , hal bodoh saja, tidak perlu TP 1 TP 2 TP 3,
kita hanya kalau tidak SL ya TP, maka kita bisa menghitung 100 entri kita berapa kira kira hasilnya.
tentu sebelumnya sebuah metode ya harus di bek test , porwar test, test modal kecil dst.
ribet ? ya begitu. yang instan, ane tidak nemu jalannya.
semoga berguna utk pemula abal abal seperti ane.
gambar hanya pemanis
disch on
#pejuang_receh
#terus_tambah_jam_terbang
#bersyukur_aja_dulu
$IHSG
$BTC
$BBRI
1/2


Kalau zaman jaya dulu, selalu menunggu dikasih diskon karena crash, sekarang selalu diberikan kesempatan berkali kali, sampai harga gosong jadi mentah, selama IDR melemah, tidak butuh crash, siapa tau DY $BBCA jadi 10%
$BMRI $BBRI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Bank Rakyat Indonesia dan Danantara. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat akuntabilitas anggaran negara dan mencegah kebocoran dana publik, terutama subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Ekonom senior INDEF, Didin S. Damanhuri, menyebut PNM sebagai program pemberdayaan ekonomi yang “senyap” namun terbukti nyata menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah, karena sejak awal mengelola dana publik yang dialokasikan khusus untuk sektor produktif.
Selama lebih dari dua dekade, PNM berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil, meski tidak banyak terekspos. Purbaya menilai, dengan menempatkan PNM langsung di bawah Kementerian Keuangan, sekitar Rp 40 triliun subsidi bunga KUR per tahun bisa diubah menjadi modal kerja produktif dengan bunga rendah, bukan sekadar “hilang” sebagai subsidi. Ia menggambarkan, jika rencana ini berjalan, Kemenkeu seolah memiliki “bank kecil” dengan modal Rp 160 triliun dalam empat tahun, tanpa harus terus-menerus menggelontorkan subsidi.
Keunggulan PNM juga terletak pada sumber daya manusia yang berpengalaman dalam pendampingan dan penilaian risiko pembiayaan mikro. Hingga November 2025, PNM memiliki 4.655 kantor layanan di 36 provinsi, memberdayakan 22,7 juta perempuan prasejahtera melalui 43.457 pendamping nasabah, dengan sekitar 73% portofolio pembiayaan berbasis syariah. Dengan reposisi kelembagaan ini, pemerintah berharap UMKM sebagai tulang punggung ekonomi domestik mendapat akses pembiayaan yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan, sehingga menciptakan efek berganda yang lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
$BBRI
random tag: $BBNI $BMRI
Update manja di bulan Ramadhan.
Alhamdulillah seperti biasa $UNTR tetap menjadi hiasan terindah di portofolio.
$BBRI dan $AMMN perjalanan masih panjang.

Misalanya neh saat market crash kmaren 27/1 ambil $BBCA atau $BBRI $BMRI. 10 hari kmudian jualan, besok pagi masuk lagi. Rugi apa coba...
Ya gitu deh... Udah tolol ples tamak pula.... trus ngomel2 pula.. 🤣 🫣