


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Masih relevan simpan saham bank atau cuma jadi aksesoris portofolio?
āDulu katanya "Bank is King", sekarang kok harganya jalan di tempat (malah cenderung longsor)? Sementara itu, sektor new economy nawarin potensi bagger walaupun bikin senam jantung. Apakah era kejayaan sektor konvensional udah resmi tamat dan diganti teknologi AI, EV, & green energy?
āTim "Sabar": Tetap cicil bank besar karena fundamental kuat & dividen tetap ngalir.
āTim "Muak": Cabut ke sektor teknologi/energi baru karena ogah duitnya mati di saham yang gak gerak-gerak.
āPertanyaannya: Apakah sektor lama itu yang bakal punah, atau sektor baru itu cuma "bubble" yang siap meledak, atauuuuu pertengahan 2026 bigbanks yg akan manggung? DYOR!
$BBRI $PTRO $INET

Mantap Analisa Kohhš š
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc š
$BBRI $BBCA $ANTM

Mantap Analisa Kohhš š
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc š
$BBRI $BBCA $ANTM

Mantap Analisa Kohhš š
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc š
$OASA $CDIA $BBRI

Mantap Analisa Kohhš š
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc š
$BBRI $CDIA $OASA

Waktunya untuk Big banks to shine.
Be ready untuk buy on breakout di $BBRI $BBTN
*Jgn haka tapi buy on breakout.
Ada bedanya. Buy on breakout itu showing buyer nya mau beli dan kuat untuk beli dan serap supply dari seller, sedangkan kalo maen haka, bisa aja tiba2 supply dari seller muncul dan buyer tiba2 stop beli.
#hfmtradesTradingCommunity
@nzrandy17 itu ataanya $BEKS ada $BBRI sama sama bank datanya sama. pbv 1.71 di stokbit 1,76 beda dikit. ini yang beks bedanya jauh bangetm di stokbit 0.96 pbv beks didata bapak 33.53. . pbv kan biasanya angkanya kecil 0,sekian sampai 3 atau 7 gak ada yang sampai lebih 30.

BISMILLAH
REQUEST ANALISA SAHAM $MPXL
Dilihat dari teknikal analisisnya emiten ini menarik untuk swing yaa, kenapa?
1. MACDmenunjukkan akan ada persilangan goldencross
2. RSI di area oversold
3. dilihat dari garis MA support terdekatnya di 161
4. untuk resist terdekatnya diarea 208
kesimpulan:
- menarik untuk swing
- area support tedekat 161
- area resist terdekat 208
- best entry dekat area support
DYOR
sekian dan terima gajiii
random tag $BBRI $BBCA
1/4




$BBCA saat ini ada kisaran area Support Kuat di 7500-7600an, hari ini keliatan BBCAnya ketahan kok dikisaran area Supportnya tersebut.
perhatikan aja support itu dulu untuk skrg, selama BBCA ga jebol dari support itu, viewnya potensial akan bisa rebound kok at the end, Target reboundnya bisa ke 7800an-7900an. Adapun Jika BBCA turun n breakdown dari 7500nya, baru BBCA ini punya potensi akan bisa turun lebih dalam lagi ke Last Lownya yang berada dikisaran angka 7225-7300.
$BBRI $BMRI
Berita terbaca malam 24 - 25 Januari 2026
sembarang tag : $AMAG , $BBRI , $ULTJ
Chatingan tadi siang (sudah dapat izin dari yang ng chat), kita sama - sama belajar.
si M : om, tag terus saham x dong, biar saham nya naik....berita nya kan terus ada tuh,
saya : dek, kalo ada orang beli di pucuk, terus kita cuan, padahal kita tau saham itu busuk dan sering pom saham itu. Apa uang capital gain yang kita dapatkan dengan cara seperti itu berkah? apa kamu ga kasian, orang yang modalnya ketahan di pucuk di saham yang ga pernah bagi dividen dan LK nya hancur. Beberapa kali saya dapat curhatan orang stockbit yang trauma kena pom2, bahkan ada yang sampai cerai dan hampir bunuh diri. Saya buat daftar berita ini supaya orang lebih hati - hati dalam investasi di saham. Semoga Tuhan memberikan limpahan rezaki halal untukmu.

yang mau ikutan terbang yuk $BBRI, pasang sabuk pengaman yang kenceng.
Target bullish 1, 2 dan 3. šøšø

KABARBURSA.COM ā PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendukung program pemerintah dalam menekan prevalensi stunting.
Langkah menekan persentase stunting dilakukan lewat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli. Inisiatif BRI Peduli kali ini, dilatar belakangi is...

www.kabarbursa.com

Banjir longsor gempaā¦.
Masih ingat semua prediksi saya?
Skg kalian belum paham penting nya menjaga pemerintahan lepas dari org2 jahat, lepas dari koruptor, lepas dari pengaruh jokowi, lepas dari mentri jokowi. Karena kita butuh regenerasi. Mereka uda dikasib kepercayaan tapi hasilnya?
$SMGR dan BUMN Karya kuncj penting ketika bencana datang, bahkan ketika perang.
Bayangkan aja ketika infrastruktur hancur, lagi dan lagi APBN dikasih ke swasta, niscaya kehancuran semakin buruk,
Prabowo harus segera merevitalisasi BUMN,
Mereformasi BUMN
Cukuplah ambil duit deviden dari Danantara,
Bumn karya dkk buat efisien efektif hebat.
Jauhkan dari KKN
Uda saatnya BUMN karya dipulihkan
$WSKT
$BBRI

IHSG minggu ini ditutup melemah di angka 8951.01 koreksi sebesar -1.37%
Commo on fire - Gold, Metal, Minerals
Saratoga X Boy Tohir on fire
Oils looks good also
Semoga IHSG besok rebound, kalaupun belum, manfaatkan diskon yang diberikan.
EOD-23/01/2026
Saham yang baru keluar signal Strong Uptrend hari ini
$BBRI,
JTPE, ERAL, ERAA, MYOR, SSMS,
TOOL, JAST, SURI, SMSM,
SOUL, BPII, POLI, (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Uptrend hari ini
-
-
-
- (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal *Potential Reversal/ Early Move/ Bottoming/ SOS* hari ini
INDF,
AUTO, TUGU, IPCC,
INTA, SOHO, COCO, URBN, CAMP, CSMI,
- (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Downtrend hari ini
$AMMN,
DATA, AVIA, ACES, FAST, JARR, KBLV, TEBE,
SAGE, BBKP, NICE, KOTA, MLBI, SPTO, BMTR, REAL, GPRA, NIKL, IOTF, SDMU, IDPR, MLIA, LPLI, OILS, ELPI, RUIS, OBMD, RAAM, NETV, NZIA, MANG, BHIT, JAYA, KBAG, CAKK, TOSK, MIRA, BEKS, CRAB, AHAP, NASA, IPTV, RBMS, ABBA, ESTA, ARKA, WINR, CNKO, BKDP, JGLE, TAMU, ELTY, VIVA, LAND, UNSP, MDRN, RODA, BAPI, BBRM,
EKAD, UFOE, YPAS, DNET, (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Strong Downtrend hari ini
CPIN, CDIA, BRPT, $PTRO,
CLEO, FORE, SSIA,
SATU, FITT, DNAR, AWAN, APEX, CTTH, LINK, BVIC, PURA, HRME,
BALI, TNCA, KARW, FOOD, BBSI, (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Stock closed at Highest YTD dan ATH (Sort by +)
LMPI, RMKO, BAIK, JTPE, INAI, INTD, LPCK, BLUE, ITMA, TOOL,
INPS, ARKO, JAST, PLAN, CASH, ATAP, POLI, PACK, TFCO, CANI,
NSSS, ENZO, SCCO, ERAL, KUAS, MORA, IKPM, PAMG, AMAN, AADI,
ERAA, SGER, ESSA, PGAS, ADMR, MYOR, ASGR, SSMS, ULTJ, BPII,
INCO, CARE, BIPI, AUTO, SURI, SMGR, BOLA, DAYA, ADRO, PART,
NCKL, ANTM, TGKA, JSMR, MPIX, WGSH, HOKI, CEKA, KBLI, BTPS,
PTBA, EXCL, SMSM, BBRI, SAFE, BMHS, MPMX, CAMP, IKBI, NOBU,
PKPK, TOWR, TLKM, BSML, DGNS, TRIM, ADES, MBMA, SRTG, BOLT,
NISP, SGRO, WIIM, LPPF, TCPI, INDY, MEDS, BBTN, POWR, ARNA,
SRSN, INDO, GOLF, PBSA,
Saham ARA:
LMPI, RMKO, BAIK, JTPE, INAI, INPS, ARKO, PLAN, CASH, ATAP,
POLI, PACK, TFCO, CANI, ENZO, BATA, ZINC,
$ESSA Setelah mengalami melewati masa masa sulit 2025, mungkin bisa dibaca akumulasi, market sepertinya tidakmungkin lagi mengabaikan perusahaan dengan net cash lumayan besar, Tahun 2026 bisa jadi saatnya ESSA rerating, itupun belum menghitung proyek barunya. Kita liat sejauh mana amonia kan mengalir
$BBRI
$PTRO
$BUMI Edisi bongkar2 lemari kok nemu benda yang sangat berguna di market saat ini. Bagi yang belum tau, ini adalah suvenir rups bbri tahun lalu yang untuk mendapatkannya sangat tidak mudah karena penuh effort (alumni yang hadir saat itu pasti masih inget gimana ricuh antriannya hanya sekedar ingin bisa masuk ke ruang rapat). Barang ini cocok buat ngipasin porto yang lagi kebakaran, mudah2n bisa segera ijo. Monggo bagi yang membutuhkan supaya portonya ijo royo2, silahkan DM
Buka jasa kelas vvip XXX
Buka jasa kipasin porto VVV
$IHSG $BBRI

@fikrikawakibi
bang, ada tidak riset buy atau sell dengan analisa lempar koin
dengan aturan :
1. memakai risk 1 % dari modal,
2. risk reward 1 : 3
3. maksimal size per entri 10 % dari modal
dilakukan sebanyak 1.000- 5.000 kali entri...
itu hasilnya seperti apa ?
semua tau, lempar koin utk metode inpestasi / trading adalah terlihat sangat konyol.
kalau hasilnya secara statistik sangat kecil kemungkinan MC, berarti ada yang perlu dibenahi psikologis kita dalam trading / inpestasi...
kalau hasilnya MC / rungkat,
berarti ya sangat konyol kalau memakai lempar koin.
tapi data riset rungkat tetap bisa dipakai tuh...
tinggal di balik saja datanya...mungkin bisa propit. kalau tadi saat buy selalu los ya jangan buy tapi sell.
ada tidak sih bang yg pernah melakukan riset ?
apakah itu riset konyol atau berguna ?
berguna disini, ya bisa utk propit ya...
$BTC
$IHSG
$BBRI
Upgrade ilmu, never stop learning āļø
kira2 besok senin saham apa nih yang lanjut naik?
random
$BBRI $BBNI$BMRI

Laba Bersih Kepada Pemilik Entitas Induk vs Non-Pengendali, Apa Bedanya?
Dalam membaca laporan laba rugi ataupun ketika menghitung rasio keuangan suatu perusahaan, penting bagi investor untuk bisa membedakan antara laba bersih kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali, kenapa?
Karena keduanya adalah hal yang berbeda, laba bersih kepada pemilik entitas induk adalah bagian laba bersih yang menjadi hak pemegang saham perusahaan induk, dan ini sudah dikurangi porsi dari laba non pengendali.
Dimana laba ini mencerminkan kinerja yang benar-benar berdampak langsung terhadap nilai perusahaan induk, sehingga laba ini akan diambil dalam menghitung rasio keuangan suatu perusahaan.
Sedangkan laba bersih kepentingan non-pengendali merupakan bagian laba anak usaha yang kepemilikannya tidak seluruhnya dimiliki oleh entitas induk, atau dimiliki oleh pihak lain juga yang mempunyai porsi kepemilikan di anak usaha tersebut.
Laba non pengendali ini akan muncul ketika perusahaan induk memiliki kepemilikan kurang dari 100% di anak usaha, sehingga laba harus dibagi sesuai porsi kepemilikan masing-masing pihak.
Misalnya perusahaan ABCD mempunyai anak usaha X dan Y, kepemilikan perusahaan ABCD di anak usaha X mencapai 100%, sedangkan di anak usaha Y sebesar 70%.
Ketika anak usaha X mencetak laba bersih Rp200 miliar, maka keseluruhan laba tersebut akan digabung jadi satu sama perusahaan ABCD di bagian laba entitas induk.
Sedangkan kalau anak usaha Y cetak laba bersih Rp100 miliar, maka yang akan tercatat sebagai laba kepada entitas induk di laporan keuangan konsolidasian perusahaan ABCD sebesar Rp70 miliar saja (sesuai porsi kepemilikan), sedangkan sisanya Rp30 miliar akan dicatat sebagai kepentingan non pengendali (karena bukan haknya perusahaan ABCD).
Katakanlah karena kita berinvestasi dengan beli saham perusahaan ABCD tersebut, maka akan lebih tepat jika kita mengambil laba bersih dari entitas induk (laba yang benar-benar menjadi haknya ABCD), bukan non pengendali, dan juga bukan total laba tahun berjalan (karena masih ada non pengendalinya juga).
Kamu biasanya mengambil yang laba bersih entitas induk juga tidak?
šĀ Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$BBRI $BBCA $SIDO
1/2


Mengatur "uang jajan" atau alokasi modal untuk setiap saham itu ibarat menyusun menu makanan: kamu tidak mau terlalu kenyang di satu hidangan tapi lapar di yang lain, dan pastinya kamu ingin makanan yang bergizi.
Dalam dunia saham, kita menggunakan Market Cap (ukuran perusahaan) dan Fundamental (kesehatan perusahaan) sebagai kompasnya.
1. Strategi Berdasarkan Market Cap (Ukuran Perusahaan)
Bayangkan Market Cap sebagai "kelas berat" petinju. Semakin berat, semakin stabil tapi gerakannya mungkin lebih lambat.
Large cap (Blue Chip)
- Karakteristik: Perusahaan raksasa, stabil, rajin bagi dividen.
- Alokasi modal: 50% - 70% (Pondasi portofolio)
Mid Cap (Second Liner)
- Karakteristik: Perusahaan menengah, sedang tumbuh, risiko sedang.
- Alokasi modal: 20% - 30% (Mesin pertumbuhan).
Small Cap (Third Liner)
- Karakteristik: Perusahaan kecil, sangat lincah, risiko tinggi.
- Alokasi modal: 5% - 10% (Bumbu pelengkap)
Logikanya: Jika saham Small Cap kamu anjlok 20%, portofolio keseluruhanmu tetap aman karena penopang utamanya adalah Large Cap yang stabil.
2. Strategi Berdasarkan Fundamental (Kualitas Perusahaan)
Jangan cuma lihat ukuran, lihat juga "jeroannya". Fundamental memberi tahu kita seberapa layak sebuah saham diberi jatah uang lebih banyak.
Gunakan Sistem Skor Sederhana:
Fundamental Premium (Skor A): Hutang rendah, laba naik terus, penguasa pasar.
Aksi: Boleh ambil porsi maksimal di kategorinya (misal: 15% dari total modal untuk 1 saham ini).
Fundamental Oke (Skor B): Bisnis bagus tapi hutang agak tinggi atau laba lagi stagnan.
Aksi: Ambil porsi sedang (misal: 5-7% dari total modal).
Fundamental Spekulatif (Skor C): Perusahaan lagi rugi tapi ada harapan turnaround (balik untung).
Aksi: Porsi kecil saja, anggap seperti "uang tiket bioskop" (misal: 1-2% dari total modal).
3. Formula "Position Sizing" (Biar Nggak All-In)
Agar tidak emosional, gunakan rumus Fixed Fractional. Intinya, jangan biarkan satu kesalahan menghancurkan seluruh modalmu.
Aturan Emas: Jangan taruh lebih dari 10-15% total modalmu di dalam satu saham tunggal, sehebat apa pun fundamentalnya.
Contoh Simulasi: Jika kamu punya modal Rp100 juta:
Saham Large Cap, Fundamental A: Masukkan Rp15 juta (15%). Aman dan stabil.
Saham Mid Cap, Fundamental B: Masukkan Rp7 juta (7%). Ada potensi naik tinggi tapi waspada hutang.
Saham Small Cap, Fundamental C: Masukkan Rp2 juta (2%). Kalau harganya "to the moon" untung besar, kalau bangkrut kamu cuma rugi 2% dari total uangmu.
Kesimpulan:
Market Cap menentukan stabilitas portofolio.
Fundamental menentukan keyakinan kamu untuk menaruh uang lebih banyak.
Dengan cara ini, kamu tetap bisa tidur nyenyak saat pasar merah membara karena uangmu sudah terbagi dengan logika yang sehat.
Random tag $BBRI $NCKL $BUKA
š ATURAN SCALPING SAHAM (RINGKASAN)
1ļøā£ Ikut tren
MA20 di atas MA50 ā BUY
2ļøā£ Entry terkonfirmasi
Pullback kecil + candle hijau + volume naik
3ļøā£ Target kecil
Profit 0,5% ā 1,5%
4ļøā£ Cut loss wajib
Rugi 0,5% ā 1%
5ļøā£ Disiplin modal
1 trade max 10% modal
2x cut loss ā STOP
āø»
š§® CONTOH
Modal: 10 juta
Modal per trade: 1 juta
š Beli saham di 1.000
šÆ Target: 1.010 (+1%)
š Cut loss: 990 (ā1%)
š¹ Jika profit:
1.000.000 ā +10.000
š¹ Jika cut loss:
1.000.000 ā ā10.000
š 1x loss tertutup 1x win
š Fokus konsisten, bukan sekali besar
āø»
š Intinya:
Scalping itu cepat, kecil, disiplin.
Tanpa cut loss = bukan scalping.
Sesuaikan dengan gaya kalian šš¾
Random tag:
$BBRI $DEWA $ANTM
PER (Price to Earning Ratio) - Berapa Tahun Modal Lo Balik?
PER itu paling gampang dipahamin kayak gini: lo beli warung nasi goreng seharga 100 juta. Warung itu untung bersih 10 juta per tahun. Berapa tahun modal lo balik? Ya 10 tahun kan? (100 juta dibagi 10 juta). Nah, angka 10 itu adalah PER-nya! Simple banget kan? PER 10 artinya lo butuh 10 tahun buat balik modal dari profit perusahaan!
Di saham, cara hitung PER itu: Harga Saham dibagi Earning Per Share (EPS). Atau lebih gampang lagi, lo liat aja di aplikasi trading lo, biasanya udah ada angka PER-nya. Nah, gimana baca angkanya? PER rendah (5-10) biasanya dianggap murah atau undervalued. PER tinggi (20-30 atau lebih) dianggap mahal atau overvalued. Tapi ini nggak mutlak ya, tergantung sektor dan growth potential perusahaan juga!
Contoh nyata: Bank BCA (BBCA) PER-nya sekitar 20-25. Artinya lo butuh 20-25 tahun buat balik modal dari profit bank. Mahal dong? Nggak juga! Karena BCA punya kualitas dan pertumbuhan yang stabil. Investor rela bayar premium (PER tinggi) untuk kualitas! Sebaliknya, saham gorengan bisa aja PER-nya 5 atau bahkan negatif (rugi), tapi tetep nggak worth it dibeli karena fundamentalnya jelek!
PBV (Price to Book Value) - Berapa Kali Lipat Nilai Aset?
PBV itu gampangnya kayak gini: lo mau beli toko yang punya aset (bangunan, peralatan, stok barang) total nilai 100 juta. Terus pemiliknya jual toko itu seharga berapa? Kalau dijual 100 juta, berarti PBV-nya 1x (harga sama dengan nilai aset). Kalau dijual 200 juta, PBV-nya 2x (harga dua kali lipat nilai aset). Kalau dijual 50 juta, PBV-nya 0.5x (harga di bawah nilai aset - ini murah banget!).
Di saham, PBV dihitung dari: Harga Saham dibagi Book Value Per Share. Book value itu nilai aset bersih perusahaan (total aset dikurangi total utang). PBV di bawah 1x biasanya dianggap murah banget karena lo beli perusahaan di bawah nilai aset-nya. PBV 1-3x dianggap wajar. PBV di atas 5x dianggap mahal kecuali perusahaannya punya intangible assets yang valuable seperti brand atau technology!
Contoh: Saham bank biasanya PBV-nya 2-4x. Kenapa? Karena aset bank itu mostly duit dan piutang, jadi nilai bukunya tinggi. Sementara saham technology atau consumer goods bisa PBV-nya 5-10x karena yang valuable itu brand dan intellectual property-nya, bukan aset fisiknya! Jadi PBV harus dibandingkan dengan peers di sektor yang sama, jangan compare bank dengan teknologi!
CARA PAKE PER DAN PBV BUAT CARI SAHAM MURAH:
Gampangnya gini: lo buka screener di aplikasi trading lo, terus filter saham dengan PER di bawah 15 dan PBV di bawah 2. Ini biasanya saham-saham yang undervalued atau murah. Tapi jangan langsung beli! Lo masih harus cek fundamental lainnya: apakah perusahaannya profitable, utangnya wajar, dan bisnis model-nya sustainable. Kadang saham murah itu murah karena emang jelek, bukan karena undervalued!
Sebaliknya, ada saham yang PER dan PBV-nya tinggi tapi tetep worth it dibeli karena growth potential-nya gede! Contoh: saham teknologi atau perusahaan yang lagi fase ekspansi agresif. Mereka invest banyak buat growth, jadi profit sekarang kecil (PER tinggi), tapi potential future profit-nya gede! Makanya investor rela bayar premium!
$IHSG $BBCA $BBRI