


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
KABARBURSA.COM – Arus dana asing kembali menjadi penentu arah pasar saham domestik pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor global secara aktif melakukan pembelian bersih pada sejumlah saham berkapitalisasi besar lintas sektor, denga...

www.kabarbursa.com

Ok, skg ane coba ingin mensurvey teman2 yang:
1. Merasa DITIPU oknum kelas VVIP/penjual sinyal/kelas berbayar dll (tulis di kolom komentar TANPA menyebutkan oknumnya)
2. Ada BUKTI Realized Loss gara2 disuruh haka saham oleh oknum tsb
3. Merasa kena SCAM oleh oknum yang ga bertanggung jawab.
Sila tulis di kolom komentar pengalamanmu dan loss berapa.
Nb: jangan dipelintir seolah2 ane anti kelas berbayar. Ane hanya ANTI sama oknum yg suka nipu member2nya
Random tag:
$BBRI $BUMI $RAJA
Rakyat Amerika Mau Memberontak Tidak Mau Bayar Pajak Karena Anggaran Pemerintah Dikorupsi
Rakyat Amerika tidak mau lagi bayar pajak, itu kalimat yang terdengar ekstrem, tapi kalau dilihat dari percakapan politik mereka belakangan ini, sumber emosinya jelas. Ada kombinasi rasa diperas biaya hidup, lalu merasa uang pajak dibakar untuk hal yang mereka anggap tidak adil, tidak tepat sasaran, atau bocor di tengah jalan. Di media sosial, emosi semacam ini gampang berubah jadi slogan, lalu slogan berubah jadi ancaman kolektif, salah satunya ide tax revolt pada 2026. Intinya bukan sekadar benci pajak, melainkan krisis percaya terhadap negara sebagai pengelola uang bersama. Dan ketika trust turun, kepatuhan pajak ikut turun, mau ekonominya maju atau tidak. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang bikin api ini makin besar adalah narasi fraud dan pemborosan yang terasa konkret dan bisa divisualisasikan. Konten viral tentang dugaan fraud program pemerintah di Minnesota, termasuk klaim banyak daycare kosong tapi menerima dana, dipakai sebagai simbol bahwa sistem bisa dibohongi dalam skala besar, bahkan disebut lintas banyak program dan bernilai sangat besar. Dari titik itu, kemarahan publik mendapat bahan bakar emosional, rakyat merasa kalau mereka telat bayar pajak sedikit saja bisa dikejar, sementara kebocoran anggaran dianggap dibiarkan. Di sisi lain, ada tokoh dan influencer konservatif yang terang-terangan mendorong ide tidak membayar pajak pada 2026 sampai ada tindakan tegas terhadap korupsi dan fraud, sehingga narasi ini terdengar seperti gerakan, bukan sekadar keluhan.
Keluhan pajak di Amerika juga tidak cuma soal pajak penghasilan federal, ada juga luka lama di level lokal, yaitu pajak properti. Di Maryland misalnya, ada yang menulis bahwa penilaian pajak properti naik rata-rata 13% untuk rumah tinggal, bahkan ia mengaku pernah kena kenaikan sampai 26%, dan proses bandingnya terasa seperti birokrasi yang kebal kritik. Dia membandingkan dengan gagasan pembatasan seperti Proposition 13 di California yang membatasi tarif pajak properti 1% dari nilai taksiran dan membatasi kenaikan tahunan 2%, sehingga pajak tidak melonjak liar saat harga rumah naik. Ini penting karena bagi banyak keluarga, pajak properti itu terasa seperti cicilan kedua, dan ketika naik tajam, rasa marahnya sangat personal.
Lalu ada satu elemen yang sering dipakai sebagai amunisi retorik, yaitu audit dan akuntabilitas belanja negara. Department of Defense (DoD) Amerika diberitakan kembali gagal audit tahunan untuk tahun ke-7 berturut-turut, dan fakta semacam ini dipakai untuk menegaskan argumen bahwa negara tidak rapi mengelola uang, tapi tetap menuntut rakyat patuh membayar. Di sisi penerimaan pajak, Internal Revenue Service (IRS) juga secara berkala mempublikasikan estimasi tax gap, selisih antara pajak yang seharusnya dibayar dan yang benar-benar terkumpul, yang besarnya ratusan miliar dolar per tahun. Jadi, ada dua sisi yang saling menguatkan emosi publik, di atas ada kesan uang bocor dan tak terkendali, di bawah ada kesan beban dipaksa tetap jalan.
Sekarang pertanyaannya, apakah rakyat Indonesia perlu mencontoh Amerika? Menurut saya, tidak untuk metodenya, tapi bisa untuk pelajarannya. Metode tidak bayar pajak itu bukan protes biasa, itu pelanggaran hukum dan berisiko jadi bumerang, karena pada akhirnya yang terganggu bukan hanya negara abstrak, tapi layanan publik yang langsung menyentuh rakyat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Pelajarannya adalah arah kemarahannya, yaitu menuntut transparansi, menuntut audit yang bermakna, menuntut penindakan fraud yang cepat, dan menuntut belanja negara yang bisa dipertanggungjawabkan. Amerika punya tradisi protes pajak panjang, tapi tetap saja ketika masuk ke aksi tidak bayar pajak, konsekuensinya bisa berat dan tidak romantis.
Ada alasan struktural kenapa meniru tax revolt justru lebih berbahaya di Indonesia. Tax ratio Indonesia lama dikenal relatif rendah, dan bahkan dalam diskursus kebijakan pun sering disebut tax ratio Indonesia sekitar 10% dari produk domestik bruto, sementara ada ambisi menaikkan jauh lebih tinggi, bahkan pernah disebut target 18% dalam beberapa tahun. Artinya basis penerimaan pajak kita sudah lebih tipis dibanding kebutuhan pembangunan, jadi kalau kepatuhan sengaja dirusak, efeknya bisa lebih cepat terasa. Di negara dengan tax ratio rendah, setiap penurunan kepatuhan langsung memperlebar lubang, dan lubang itu biasanya ditutup dengan utang, pemotongan layanan, atau pengetatan yang ujung-ujungnya kembali menekan rakyat.
Kalau investor dan warga Indonesia ingin meniru sisi baik dari dinamika Amerika, bentuknya bukan mogok pajak, tapi mogok percaya yang diarahkan lewat jalur legal dan politik. Caranya bisa berupa tekanan publik terhadap transparansi belanja, tuntutan audit yang dipublikasikan dan bisa dibaca rakyat, dorongan agar penanganan fraud punya tenggat dan indikator yang jelas, serta penguatan perlindungan pelapor. Di Amerika, percakapan tentang fraud Minnesota dan audit DoD dipakai sebagai pemicu kemarahan, tapi kemarahan yang produktif mestinya berubah jadi permintaan reform proses, bukan sekadar aksi destruktif. Ini juga nyambung dengan logika pajak, pajak itu kontrak sosial, ketika rakyat merasa kontraknya dilanggar, respons yang paling sehat adalah memperbaiki kontraknya, bukan membakar kontraknya.
Jadi, kemarahan warga Amerika yang muak bayar pajak itu bisa dipahami sebagai akumulasi dari 3 hal, rasa tidak adil, rasa uang bocor, dan rasa hidup makin mahal sementara negara terasa tidak kompeten. Tetapi meniru Amerika dengan cara berhenti bayar pajak adalah ide yang buruk untuk Indonesia, karena risikonya lebih besar daripada daya tekan politiknya. Yang layak ditiru adalah disiplin menuntut akuntabilitas, bukan keberanian melanggar. Kalau tujuan akhirnya negara bersih dan layanan publik membaik, jalur yang paling rasional adalah menekan perbaikan tata kelola sambil menjaga kepatuhan, karena tanpa penerimaan yang stabil, negara yang bersih pun tidak punya bahan bakar untuk bekerja.
Skema day-care di Minnesota yang ramai dibahas sebagai sumber korupsi itu intinya begini, kalau dana pemerintah mengalir berbasis klaim layanan dan verifikasi lapangan longgar, maka ruang fraud kebuka lebar, termasuk skenario tempatnya terlihat kosong tapi tagihan tetap jalan, atau penerima manfaatnya tidak benar-benar menerima layanan yang dilaporkan. Di kasus Minnesota, tuduhannya mengarah ke penyalahgunaan dana program publik lewat jejaring day-care, dan isu ini meledak karena konten video lapangan, lalu memicu respons politik, bahkan ada klaim skala fraud lintas program yang sangat besar.
Kalau ditarik ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada dua risiko berbeda yang investor atau masyarakat sering campur jadi satu. Pertama, risiko fraud administratif, misalnya jumlah porsi dilaporkan lebih banyak dari yang benar-benar dimasak atau dibagikan, kualitas bahan diturunkan diam-diam, pengiriman dicatat seolah diterima padahal tidak, atau markup biaya lewat vendor dan subvendor, sementara uang tetap cair. Ini tipe risiko yang mirip logika day-care. Programnya massal, melibatkan banyak dapur dan rantai pasok, jadi titik rawan biasanya ada di pencatatan, penerimaan barang, dan pembuktian layanan. Di dokumen pedoman MBG, justru bagian yang ditekankan adalah tata-kelola, ketepatan sasaran, dan pengawasan, karena desain program besar memang rawan moral hazard kalau kontrolnya lemah.
Kedua, risiko keamanan pangan, ini beda cerita. Anak sekolah bisa tidak makan karena distribusi telat atau porsi kurang, atau lebih parah terjadi keracunan kalau dapur, bahan baku, penyimpanan, suhu, dan higienitas tidak dijaga. Ini bukan selalu fraud, seringnya kegagalan operasional dan standar. Karena itu, pencegahan keracunan harus pakai disiplin kontrol mutu, mulai dari vendor yang jelas, SOP dapur, inspeksi, sampai sampling dan pelaporan insiden. Pedoman MBG menempatkan aspek keamanan dan standar layanan sebagai bagian inti pelaksanaan, artinya isu keracunan itu sudah dianggap risiko nyata dari awal.
Jadi, pertanyaannya bukan apakah bisa terjadi korupsi di MBG seperti program Day Care Minnesota Amerika, melainkan seberapa rapat sistem kontrolnya. Bukti paling kuat untuk mencegah skenario duit mengalir tapi anak tidak makan adalah bukti terima layanan yang sulit dipalsukan secara massal, misalnya rekonsiliasi harian antara data sekolah dan data dapur, bukti serah-terima per kelas, audit acak yang benar-benar mendadak, kanal pengaduan yang ditindak cepat, dan sanksi yang nyata sampai pemutusan kontrak serta proses hukum. Kalau kontrolnya cuma kertas, maka program apa pun bisa bocor. Kalau kontrolnya berbasis data, lapangan, dan hukuman yang konsisten, ruang mainnya menyempit drastis.
Jadi, semoga saja MBG bisa berjalan dengan baik tanpa korupsi seperti yang terjadi di Amerika.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BMRI $BBCA
1/10










Bergerak dalam sunyi, merangkak tanpa suara. Itulah DCA
DCA (Dollar Cost Averaging) adalah salah satu strategi investasi dengan menginvestasikan jumlah uang dalam periode tertentu. Bisa triggernya waktu atau bahkan harga.
Sayangnya DCA akhir" ini dianggap ga jaman, orang" banyak yang pingin beli hari ini all in di bottom besok naik 25%. Iya kalo bottom? kalo bukan?
DCA sulit untuk dilakukan karena 2 faktor:
KONSISTENSI sesuai plan awal, tidak goyah karena gejolak market.
KERAKUSAN atau IRI HATI manusia melihat orang lain bisa untung miliaran hingga punya McLaren
DCA dianggap tabu karena metode yang ga bisa dapat harga paling murah. Naik 5-10% pun di era bull saat ini dianggap tabu dan investor cupu.
Padahal ada formula yang menurut saya yang bisa buat kita sustain di pasar modal maupun hidup:
DCA (Jangan All in) + Perbesar Wadah Income (pekerjaan formil)
Kenapa cara ini menurut saya lebih sustain?
Bull Market buat orang lupa bahwa ga semua orang bisa trading.
Bull Market buat orang berfikir dirinya jenius meninggalkan wadah income utama mereka (pekerjaan formil) dengan harapan trading for living.
Apakah mungkin trading for living? tentu saja.
Tapi menurut keyakinan saya, kalau kalian punya pekerjaan formil dan hidup dari situ, fokus disana! kerahkan semuanya disana sehingga wadah income bisa lebih besar, jadikan saham sebagai leverage aset atau passive income mu.
Random tag
$BBCA $BBRI
jauh bro, $BBRI 5 tahun dividennya 10 kali... 20% dapat dari nabung USD 5 tahun itu gak berarti 🙏 ... mau tanya juga udah berapa hari di bursa bro?
Jadi guys..soal Financial Freedom gak mesti dari market kok...
cocok2an juga..
Ada yang datang ke market dengan membawa kekayaannya...
Ada yang berubah jadi kaya dari market, tapi dulunya kere...😁
Skrg sama sama kaya
kamu pilih jalan yang mana?
$BUMI $BBRI $BNBR
tentang all in.
all in. gak all in tergantung keberanian masing-masing aja apa salahnya?
coba cari pasal tentang all in gak ada artinya klo kalian all gak salah gak dipenjara kok🤣. canda✌
$BBRI $BUMI $RLCO
Menarik sekali polling ini.
Ternyata 50:50 loh yg ALL IN vs Diversifikasi.
Ane penasaran, kalian diversifikasi itu berapa saham sih?
Kalau ALL IN, emang yakin beneran All In? Atau jangan2 buka 10 sekur, lalu masing2 sekur dibeliin 1 saham aja, terus bilang All In?
Beri ane pencerahan 🙏
$BBRI $ADRO $BUMI

saham lemot $AKRA tapi 2 mingguan ini asing sedang melakukan akumulasi, mungkin gak lama lagi akan kesini harusnya.
Disclaimer On!
DYOR!
Random Tag: $BUMI $BBRI

ups jadi kelihatan yang mana suhu yang mana cupu🤭 IHSG uptrend parah ga berani size gede😁 $ARNA $BBRI $BUMI
$BBCA $BBNI $BBRI
GTSI masuk MSCI setuju atau tidak?
setelah masuk papan utama, dan diversifikasi usaha ke bidang regasifikasi mini lng plant yg akan menjadi penopang listrik seluruh pabrik diindonesia (kuartal ke 2 tahun 2026 launching di Jawa timur), seluruh pembangkit PLN diindonesia (pengganti solar), hingga menjadi bahan baku untuk pupuk bahkan dapat menjadi bahan subtitusi DME selain batubara bila diperlukan.
Aturan suspend MSCI kuat mengarah aturan umum suspend bursa international dan bukan aturan suspend khusus bursa yg berlaku pada satu negara saja. free float 15% lebih dikit.
$BSDE $PWON $BBRI
Tak usah berkata" , Simple aku ud gambarin ini
aku yakin uda pada tau jawabannya apa 🌕

KABARBURSA.COM - Aktivitas perdagangan dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) terpantau membeli sejumlah saham-saham besar pada pekan ini periode 12-15 Januari 2026.
Merujuk data perdagangan Stockbit, pada periode tersebut saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tercatat sebagai emiten yang dibor...

www.kabarbursa.com

Gapapa guys kalian dikatain kere, semangat compounding ilmu.
Gak semua orang start dengan uang gede kaya bro dibawah ini.
Gak smua orang jg bisa dapat kesempatan warisan jadi lgsg All in saham $BBRI atau $ARNA dengan yield recehnya bisa hepi hepi hidupnya.
Gak ada orang yang bener bener KAYA sibuk ngurusin cara investasi orang.
Tapi nge judge cara investasi orang dengan label “KERE” ini sih sudah kelewatan.
Menganggap dirinya wise tapi tidak wise dalam memahami karakter setiap manusia.
Yang duitnya masih kecil, kalau cuma investasi di ARNA gakan kaya.
Konteks duit kecil <100jt
Konteks kaya = passive income bisa mencukupi kebutuhan hidup.
Investasi gak melulu tentang dividen dan DCA VOO.
Mungkin bagi bro dibawah ini, Kita semua yg gak beli ARNA dan BBRI adalah orang KERE🙏🏽
DISCLAIMER
Tidak ada orang KAYA dan HEPI yang sibuk ngurusin cara investasi dan growth porto orang lain.
Perluas circle mu DEK 😅.

tentang dollar yang belakangan ini semakin menguat terhadap rupiah.
itu karena pemotongan suku bunga kita gak bisa pengen semuanya harus ada yang dilepaskan salah satunya. maunya kita apa mau likuiditas atau mau rupiah menguat terhadap dollar?. klo mau likuiditas turunin suku bunga. suku bunga rendah perusahaan besar rame pinjem duit ekspansi menciptakan lapangan kerja ekonomi berputar. tapi rupiah melemah terhadap dollar dampaknya inflasi di bahan yang import misalnya kacang kedelai itu akan inflasi soalnya cost jadi lebih mahal.
kalo kita naikkan suku bunga rupiah menguat terhadap dollar inflasi di bahan import berkurang soalnya rupiah menguat tapi likuiditas kita lagi kering nih. nah kita mau yang mana salah satunya memang harus dilepaskan gak bisa kita ambil semua
$BBRI $BUMI $RLCO
Yoo guyss izinn sedikit out of topic, disini aku mau minta pendapat kalian dong, jadi aku sempet mikir kalo fighter fighter indo cukup banyak dan tentunya dengan gaya bermainnya masing” tetapi yang aku lihat disini kayak mereka seringnya sparring dalam camp sendiri. Aku disini dateng dengan ide unik, how about ada sebuah aplikasi based hp gitu buat nyari sparring partner terdekat? Kira kira menurut kalian works ga? Dan apa ada masukan ? Monggo guys bisa sharing dibawah apapun pendapat kalian thankyou yaaa 🙌🙌
$BUMI $DEWA $BBRI
ILMU INVESTASI TERTINGGI
imho, salah satu ilmu tertinggi yg harus dikuasai investor sukses adalah ilmu makroekonomi dan geopolitik; dan psikologis investasi.
Dan di bawah itu ada yg sangat penting namun jarang ada teorinya, jarang sekali yang membahas ini. Yaitu ilmu Alokasi dan Re Alokasi Aset.
Sangat sederhana, pindahin sebagian dari saham A ke cash atau ke saham B. Atau All In ke C. Atau perbanyak cash dulu.
Apakah ada patokan yg bisa dijadikan pegangan pengambilan keputusan? Sepertinya tidak ada. Simpelnya kurangi alokasi ke emiten yg potensinya rendah ke emiten yg potensinya tinggi.
Sangat sederhana bukan? Ya, namun skill ini bisa membuat perbedaan yg sangat besar dalam return portofolio kita. Re alokasi aset yg benar akan memberikan profit maksimal tanpa meninggalkan sisa2 kesempatan yg masih ada di emiten lama.
Dan pengambilannya bersifat sangat subyektif. Terserah kepala masing2.
Misal pertengahan tahun 2025 anda punya $PANI value 200jt di harga 15rb (floating +100℅)
dan
$BUMI value 100jt di harga 120 (floating 0℅)
dan
$BBRI value 50jt (floating -30℅)
Narasi pani dan bumi sama2 mau masuk msci dan harga akan di mark up tinggi. Pada saat itu narasi pani sdh rame sejak lama. Sedangkan BUMI masih banyak yg meragukan karena ada cheng dong. Narasi banking malah negatif.
Jika tdk menguasai skill dan pola pikir Re Alokasi Asset tentu tidak akan memikirkan bagaimana alokasi yg akan memberikan return maksimal. Namun ketika sudah memiliki ilmu Re Alokasi Asset, maka secara otomatis kita akan mikir bagaimana Re Alokasi yg terbaik.
Dan lihat di harga saat ini. hasil akhirnya akan sangat berbeda dengan Re alokasi vs tanpa Re Alokasi.
@benny0108
Gak ada urusan dgn tanggal pencatatan.
Tanggal pencatatan bukan tanggal yg penting, dan gak ada pengaruh dgn hak dividen. Tgl pencatatan hanya utk kepentingan administrasi saja, utk mencatat Sampai waktu penutupan cumdate, siapa saja yg masih pegang sahamnya, shg berhak atas dividen. Bukan utk catat posisi pada tgl tersebut.🤔
Jadi tgl yg penting cuma cumdate & exdate saja, TDK lebih.
$ADRO $BSSR $BBRI
$BBRI asing masuk di BBRI sejak 5 januari. di $PTBA sudah sejak 2 januari. PTBA deviden 1 x di 20 Jun 25 Rp 332.44 . Div Yield 14.33%
saya nulis Closing $BMRI tgl 12 Desember di harga 4820. tgl 15 jan 4990
payment date BMRI 14 jan Rp 100. payment date BBRI 15 Jan Rp 137.
jadi enaknya beli yang mana ?
yg pasti saya jarang nulis BBRI seh. itu aja
Halo, teman-teman! 👋
Perkenalkan, saya Yanuario Adimada dari prodi Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember.
Saya sedang melakukan penelitian tentang apa saja yang membuat Generasi Z merasa nyaman, aman, dan tertarik menggunakan Stockbit.
Yuk, isi kuesioner berikut ini: https://bit.ly/StockbitGenZ
Waktu dan kontribusi anda akan sangat berarti bagi kelancaran penelitian saya, terima kasih banyak! 🙌
$BBRI $BMRI $BBCA
