


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
$BUMI
Dilit2 perang, dikit2 tarif trump, dikit2 war trade, dikit2 pengebomaan. Apasoh isi otak orang2 kaya, apakah mereka suka dengan dengan keinginanya melihat rudal dan pesawat tempur dan kekacauan?
$BBRI $DEWA
ASING KABUR DARI BIG BANKS? JANGAN PANIK, INI PELUANG DISKON! 🏦
Rupiah tertekan sampai 17.000? Bank Indonesia tahan suku bunga tinggi? Memang kelihatannya berat buat sektor finansial. Tapi buat investor jangka panjang, ini adalah momen "pestanya diskon" buat serok saham-saham perbankan di harga bawah.
Kapan waktu yang tepat buat masuk biar nggak "tangkap pisau jatuh"? Strategi lengkapnya ada di sini:
🔗 https://cutt.ly/ztERwLKF
$BBRI $BMRI $BBNI
Musim Rilis Laporan Keuangan FY 2025!!! Kenapa Penting Diperhatikan?
Tiap investor saham yang membeli suatu perusahaan sangat perlu untuk memahami laporan keuangan perusahaan yang dimiliki, hal ini karena laporan keuangan mempunyai informasi yang sangat penting terkait perusahaan tersebut.
Bahkan Warren Buffett juga menekankan mengenai pentingnya paham laporan keuangan suatu perusahaan sebelum berinvestasi di perusahaan tersebut, karena itu adalah kunci keberhasilan ketika berinvestasi.
Laporan keuangan sendiri terbagi dalam beberapa bagian, seperti neraca, laba rugi, perubahan modal, dan arus kas. Ketika kita melihat beberapa bagian tersebut, kita bisa mengetahui seperti apa kinerja perusahaan beserta kesehatan keuangannya, kita juga menjadi lebih tahu mengenai seberapa besar nilai perusahaan tersebut.
Sebagai contoh, kita bisa melihat apakah kinerja terbaru perusahaan tersebut bisa mencetak laba bersih atau justru mencatat kerugian dengan melihat laporan laba rugi. Kalau kinerja terbarunya menunjukkan kenaikan laba bersih bahkan signifikan, sedangkan harga sahamnya belum naik, kondisi ini bisa menjadi peluang yang menarik.
Selain itu, dengan laporan keuangan kita juga bisa melihat pertumbuhan perusahaan. Dari data histori yang ada sebelumnya kita bisa membandingkan perkembangan kinerja dari tahun ke tahun dengan melihat laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.
Kemudian kita juga bisa melihat kesehatan keuangan perusahaan dengan melihat neracanya, kalau kas yang dimiliki perusahaan bisa membayar hutang buruk jangka pendek-nya maka ini bagus.
Cek juga rasio hutang buruk dengan ekuitas-nya atau debt to equity ratio, kalau masih dibawah 100% maka ini sehat, apalagi kalau arus kas operasional perusahaan yang positif.
Saat kita sudah paham seperti apa laporan keuangan terbaru perusahaan tersebut, kita akan jadi punya pilihan untuk tetap hold atau jual sahamnya. Tapi perlu diingat lagi, kalau kita juga harus mempelajari aspek fundamental yang lain dari perusahaan tersebut, seperti profil bisnis perusahaan.
Emiten yang kamu pegang udah rilis laporan keuangan FY 2025 belum?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$SIDO $BBRI $BBCA
1/3



Ayatollah Ali Khamenei Tewas Digempur, Teheran Runtuh dalam Serangan Fajar
Serangan udara terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel menghantam pusat komando Teheran, menargetkan kompleks kepemimpinan tertinggi Iran. Serangan presisi ini menghancurkan fasilitas strategis dan langsung menewaskan Ayatollah Ali Khamenei di usia 86 tahun.
Rentetan serangan dini hari waktu setempat 28 Februari 2026, melemahkan sistem pertahanan udara Iran sebelum gempuran puncak menghantam kediaman Khamenei. Ledakan besar memicu kepanikan warga dan membuat otoritas langsung menutup akses jalan serta wilayah udara nasional.
Pemerintah Iran sempat membantah kabar kematian Khamenei, namun tekanan bukti lapangan memaksa media resmi mengonfirmasi. Klaim keberhasilan operasi ini juga disampaikan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Serangan tersebut sekaligus memusnahkan jajaran elite militer Iran, termasuk Ali Shamkhani, Mohammad Pakpour, dan Mohammad Bagheri. Runtuhnya komando angkatan bersenjata membuat struktur pertahanan nasional Iran lumpuh dalam hitungan jam.
Program nuklir Iran juga terpukul keras setelah ketua SPND Hossein Jabal Amelian tewas bersama pejabat intelijen senior. Puluhan staf keamanan dan keluarga inti Khamenei turut menjadi korban reruntuhan fasilitas rahasia tersebut.
Pengamat menilai hilangnya figur sentral rezim Iran akan mengguncang stabilitas Timur Tengah. Kekosongan kepemimpinan di tengah eskalasi militer meningkatkan risiko perang terbuka yang dapat mengubah peta geopolitik kawasan secara permanen. Selengkapnya https://cutt.ly/ZtEWHFLe
Random Tag: $BBRI $MEDC $ELSA
Di saat makin ramainya influencers dari latar belakang yang berbeda-beda saling sindir, dari mulai di komunitas grup chat masing-masing, stream XL, di media sosial mainstream yang luas, hingga podcasts yang diproduksi secara profesional, maka ini menjadi compelling event untuk saya mengulang-ulang kembali wejangan engkong saya Lynch: smart money itu tidak beneran smart. Satu-satunya keunggulan yang dimiliki smart money dibandingkan ritel hanyalah smart money punya banyak cara untuk menggiring sentimen ritel
Smart money ini sendiri punya level dribbling yang berbeda-beda juga, yang ditargetkan untuk taraf berpikir ritel yang berbeda-beda juga. Kalau mengambil istilah engkong saya Munger, dia menyebutnya order of thinking
---
First order of thinking, digiring lewat narasi kosong. Ini yang bisa dibilang paling menyebar di komunitas-komunitas, stream, dan media sosial mainstream, karena inilah pintu gerbang paling pertamanya FOMO
Engkong Lynch memang membagi investasi ke dalam kategori-kategori stories, tapi setiap story punya logika bisnis yang waras, dan nilai ekonomi di dunia nyata. Adapun narasi-narasi kosong itu seperti:
1. Perusahaan yang hidup dari pinjaman dengan jaminan saham, lalu dana hasil utang diputar kembali untuk membeli saham yang sama, menciptakan kenaikan artifisial yang tampak sehat padahal justru sebaliknya, dan ini dikemas sebagai, "momentum story growth masih panjang."
2. Perusahaan yang aksi korporasinya justru memberikan sinyal neraca keuangan perusahaan nggak sehat, atau bisa jadi tampak sehat tapi kok tak mampu mendanai pengembangan dari arus kas dari operasi usaha utamanya sendiri, sehingga harus menggalang dana lagi ke sana kemari seperti ormas-ormas kepemudaan jelang lebaran, dan ini juga senantiasa dikemas sebagai, "momentum story growth masih panjang."
Nomor 1 dan 2 ini memang sengaja dibuat untuk menggiring ritel tanpa critical thinking blas, karena sekalinya ada yang kritis, kok bisa dilusi akibat utang dengan jaminan saham, atau menggalang dana terus-menerus karena tak mampu mendanai pengembangan dari arus kas dari operasi usaha utamanya sendiri, dianggap, "momentum story growth masih panjang?" Jawaban pamungkasnya cuma satu: nanti exit-nya ke asing, dibeli oleh fund asing karena masuk indeks global. Tapi ada juga nomor 3 dan seterusnya,
3. Narasinya tampak seolah-olah punya dampak bisnis atau nilai ekonomi (economic value), tapi cuma rumor cocoklogi tanpa pubex. Ini biasanya ciri-cirinya dikemas sebagai, "info ordal A1," "backdoor," lalu akhirnya saat emitennya dimintai keterangan oleh BEI, akan klarifikasi, "Terus terang saya tidak diberi tahu, saya tidak tahu, dan saya bahkan bertanya-tanya, kenapa kok saya tidak diberi tahu. Sampai hari ini saya enggak tahu."
4. Narasinya beneran dikonfirmasi oleh pubex, tapi boro-boro dampak bisnis atau nilai ekonominya terwujud menghasilkan arus kas bebas 1-5 tahun ke depan, path to profitability-nya aja nggak ada. Istilah umumnya adalah, "bakar uang." Ini bisa juga dikombinasikan sama nomor 2, menggalang dana karena tak mampu mendanai pengembangan dari arus kas dari operasi usaha utamanya sendiri, tapi setelah 3 tahun dananya udah ludes dibakar, masih tanpa path to profitability. Nanti kalau ketua komunitasnya ditanya oleh membernya yang punya critical thinking, jawabannya akan bertema, "tahu kapan harus masuk dan kapan harus keluar."
5. Narasinya beneran punya nilai ekonomi, tapi ritel digiring masuk saat semua orang pengen masuk. Demand berkumpul secara terkonsentrasi, nanti pas return-nya tidak sesuai ekspektasi, mantranya selalu sama: "punya 1M pun gw ogah masuk DIVIDEND TRAP, jalan kek keong mending saham X nunggu 2minggu aj bisa multibagger."
---
Second order of thinking, digiring lewat momentum yang berbentuk volume spike dan teknikal/chart. Smart money di level ini menggiring sentimen ritel yang taraf berpikirnya agak tinggian dikit. Smart money itu bisa jadi seniman juga, mereka bisa melukis lukisan-lukisan teknikal yang indah yang akan dikagumi oleh ritel
Mau nggambar volume spike? Gampang
Mau nggambar breakout? Gampang
Mau nggambar pantulan, nutup gap? Gampang
Mau nggambar money flow? Gampang
Sampai ritel mengimani, "ini adalah setup yang sempurna!" Maka smart money sudah menggapai cita-citanya menjadi pelukis yang sukses. Lalu tahun depan saat kita cek kembali lukisannya, ternyata lukisan itu adalah lukisan Gunung Everest
Ingat kata pepatah, "Every dead body on Mt. Everest was once a highly motivated person."
Setiap ritel yang mati di pucuk Gunung Everest, pernah 100% yakin dengan risk management dia, momentum story-nya, dan konfirmasi setup volume/teknikalnya
---
Third order of thinking, digiring lewat mengasosiasikan brokers dan underwriters tertentu dengan sifat-sifat tertentu. Broker A bandarnya gini, broker B bandarnya gitu, dll. Asal ritel sudah lihat broksum yang "cakep" terbuai lah sudah
Kemudian di fourth order of thinking, sudah mulai ada ritel yang mampu membaca kerangka waktu ganda (multiple timeframe): apakah akumulasi broker besarnya hanya terjadi pada 1-2 bulan tertentu lalu sebelum-sebelumnya fluktuatif? Ataukah akumulasinya berlangsung konsisten dari kuartal ke kuartal, bahkan tahun ke tahun, dengan tren yang sangat landai dan halus?
Maka smart money bisa beroperasi senyap dengan cara akumulasi menggunakan broker ritel, lalu memberikan umpan menggunakan broker bermodal besar. Atau, pada saham yang baru melantai (IPO), mereka menampung barang melalui broker penjamin emisi (underwriter), lalu melakukan transfer barang melalui transaksi Free on Payment (FOP) ke broker ritel atau broker yang tidak mencolok (low profile), baru kemudian melakukan distribusi.
---
Di fifth level of thinking, ada ritel yang baca, belajar, dan memahami langsung filosofi di balik siklus Wyckoff. Dua filosofi Wyckoff yang paling mendasar, BUKAN soal teknikal, bukan soal momentum, tapi tentang psikologi:
1. Saham yang tidak dipromosikan (pompom) oleh pembuat konten media sosial, ketua komunitas, atau kelas berbayar belum tentu sedang dalam fase akumulasi. Namun, saham yang sudah dipromosikan sudah pasti sedang dalam fase distribusi. Cek jumlah shareholders-nya, cek jumlah followers-nya, cek setiap pertambahan dan penyusutannya.
2. Saham yang mematahkan tren atau sedang dalam tren menurun belum tentu sedang diakumulasi. Namun, saham yang sedang dalam fase akumulasi sudah pasti-baik disengaja maupun tidak-diciptakan menjadi "neraka psikologis" bagi manusia normal.
Karakteristiknya meliputi: membosankan, tren menurun yang lambat (diiris tipis-tipis), serta fluktuasi yang membingungkan agar investor melepas aset di harga murah. Tidak akan ada aksi yang memberikan secercah harapan, seperti lonjakan volume (volume spike) atau penembusan harga (breakout).
Di taraf berpikir ini, ritel dengan modal paling unyu pun paham untuk membedakan mana voting machine dari sentimen/momentum sesaat, dan mana weighing machine yang benar-benar akan compounding kekayaan:
https://stockbit.com/post/28319134
---
Makanya seroang contrarian belum tentu seseorang dengan pemikiran kritis, dan seseorang dengan pemikiran kritis belum tentu tahu siklus Wyckoff. Tapi mempelajari filosofinya langsung, BUKAN secara teknikal, berpotensi membangun pemikiran kritis secara alami, dan pemikiran kritis yang dilengkapi dengan pengetahuan psikologis Wyckoff, PASTI secara alami menciptakan seseorang dengan strategi contrarian yang tidak terpengaruh dengan narasi-narasi di luar sana karena bisa secara kritis membedakan mana yang kosong dan mana yang berisi secara nilai ekonomi dan bisnis
VALUE: Mencari intrinsic worth. Fokus pada fundamental absolut. Jika Anda di sini, Anda percaya pada efisiensi pasar jangka panjang namun eksploitasi inefisiensi jangka pendek.
TEKNIKAL: Studi tentang perilaku. Di sini, harga adalah diskon dari segala informasi. Ini adalah matematika fraktal dan psikologi massa yang terwujud dalam grafik.
BANDARMOLOGY: Analisis jejak "Big Money". Ini adalah pengakuan bahwa pasar tidak selalu fair; ada anomali volume yang digerakkan oleh entitas dengan daya beli masif (akumulasi vs distribusi).
Zona Persinggungan (The Nuance)
Di sinilah detailnya menjadi krusial:
Value + Teknikal (contoh: PE Band, Div Yield, MFI): Menggunakan valuasi sebagai jangkar, tapi tetap memperhatikan arus uang (Money Flow Index). Anda tidak hanya beli aset yang memiliki value, tapi aset deep value yang mulai "dilirik" oleh indikator teknikal.
Teknikal + Bandarmologi (contoh: Chart, Volume): Fokus murni pada price action. Konfirmasi apakah lonjakan harga didukung oleh volume riil (partisipasi bandar) atau sekadar noise ritel.
Value + Bandarmologi (contoh: Pubex, Corp Action): Di sinilah asimetri informasi terjadi. Public Expose atau aksi korporasi sering kali menjadi katalis bagi "Big Money" untuk masuk sebelum fundamentalnya terefleksi sepenuhnya di laporan keuangan kuartal depan.
CONTRARIAN
Titik tengah ini adalah wilayah paling berbahaya sekaligus paling menguntungkan. Menjadi Contrarian di sini bukan berarti sekadar "melawan arus" demi ego, melainkan:
> Membeli saat valuasi waras (Value), saat volume dan chart terlihat sangat buruk namun jenuh jual (Teknikal), dan saat data menunjukkan akumulasi diam-diam di tengah kepanikan publik (Bandarmologi).
N.B. Ilustrasi hanya contoh, bukan complete list karena keterbatasan space gambar
$BBRI $ADRO $BUVA
1/2


analisa bandarmology $BBRI yang diambil dari https://cutt.ly/FtEQ4fr2
1. Analisis Faktor Kunci
Smart Money Flow (Asing): Sinyal BULLISH kuat. Aktivitas pembeli didominasi oleh broker asing (RX, YU, ZP, XA, AK) dengan total pembelian bersih yang signifikan. Harga beli rata-rata mereka (Rp 3,745 - Rp 3,868) berada di sekitar atau di atas rata-rata pasar (Rp 3,850), menunjukkan keyakinan pada level harga saat ini. Penjual asing (BK, KZ) ada, tetapi tekanan beli jauh lebih besar.
Aktivitas Insider (Lokal & Pemerintah): Sinyal BEARISH. Rasio jumlah broker penjual (61) jauh lebih tinggi daripada pembeli (29), dengan selisih -32. Pihak lokal dan pemerintah (CC, XL, XC) menjadi net seller utama. Ini menunjukkan profit-taking atau kehati-hatian dari pelaku dalam negeri, menciptakan perang sinyal dengan asing yang agresif membeli.
Momentum & Akumulasi: Sinyal akumulasi POSITIF. Indikator broker_accdist menunjukkan status "Acc" (Akumulasi). Rata-rata volume harian (786k lot) lebih rendah dari rata-rata 5 hari (804k lot), yang bisa mengindikasikan konsolidasi. Namun, pembelian oleh Top 1, 3, dan 5 broker (sekitar 10% dari total nilai) masuk kategori "Small Acc", menunjukkan akumulasi bertahap dan stabil, bukan panic buying.
2. Interpretasi & Skenario
Narasi yang terbentuk adalah "Smart Money (Asing) vs. Profit-Taking (Insider/Lokal)". Asing secara agresif mengakumulasi saham BBRI, mungkin didorong oleh outlook fundamental (suku bunga, kinerja kredit) yang positif dalam jangka menengah-panjang. Di sisi lain, pelaku lokal dan pemerintah memanfaatkan kenaikan harga ini untuk melakukan realisasi keuntungan (profit-taking), terlihat dari banyaknya broker penjual dengan volume kecil hingga menengah.
Hal ini menciptakan konsolidasi sehat. Tekanan jual dari dalam negeri diserap dengan baik oleh permintaan kuat dari asing. Rata-rata harga beli asing yang tinggi menunjukkan mereka tidak menunggu koreksi dalam dan yakin dengan prospek ke depan. Skenario terbesar adalah kelanjutan tren naik (bullish continuation) setelah fase konsolidasi ini selesai dan tekanan jual insider berkurang.
3. Kesimpulan & Rekomendasi
Sinyal Utama: BULLISH dengan catatan konsolidasi jangka pendek.
Strategi Investor Existing: HOLD / AVERAGE UP. Tren utama masih naik didukung akumulasi asing. Gunakan periode konsolidasi/pelemahan minor untuk menambah posisi jika sudah memiliki konfirmasi fundamental.
Strategi Calon Investor: ACCUMULATE ON WEAKNESS. Bisa mulai akumulasi bertahap di area support. Menunggu pullback ke sekitar rata-rata harga beli asing (Rp 3,750 - Rp 3,800) bisa menjadi entry point yang lebih baik.
Level Kunci:
Support Utama: Rp 3,745 - Rp 3,780 (Area rata-rata beli asing & harga terendah broker buyer besar).
Resistance: Rp 3,900 - Rp 3,950 (Perlu konfirmasi breakout dengan volume tinggi).
Risiko Pengamatan: Awasi jika net buying asing melemah secara tiba-tiba sementara selling pressure lokal tetap tinggi, karena dapat memicu koreksi lebih dalam.
1/5





halo om, kalo boleh tau jika suatu negara bubar, kira² bagaimana nasib para investor dan nasib kepemilikan saham2 di negara tersebut, tolong di bantu jawab bagi yg tau.
$BBRI $ANTM $BUMI
KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat delapan efek yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk selama sepekan periode 23-27 Februari 2026.
Pada Rabu, 25 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbi...

www.kabarbursa.com

Sesuai prediksi semua akan makin mahal di era Prabowo
Yg turun harga nya adalah akuntabilitas dan suara rakyat!!!
Sandanv Papan Pangan akan terus makin mahal, kesehatan pendidikan akan naik gila2an, tapi pertumbuhan ekonomi kolot malah tidak tercapai..
Bayangkan ada segelintir org lagi trial and eror ke satu negara dgn pemikiran kolot mereka
Danantara hadir utk membantu HILIRISASI MOBIL INDIA dan mematikan iklim otomotif domestik
$SMGR saja tidak bisa bertransformasi konon mau mengubah ekonomi Indonesia.
Uda saatnya PIMPINAN NU, MUHAMADIYAH, KATOLIK, HKBP DLL BERSATU, berdialog bersama mewakili suara rakyat.
Apakah BOARD OF PEACE, mengorbankan dagang ke amerika, beli mobil india, dan MBG uda cukup menjadi KRITERIA PRABOWO DIMAKZULKAN? Apakah prabowo sudah melanggar UUD45, Konstitusi dan pancasila.
Kalau belum ya minimal di tertibkan.
Kalau sudah, berarti petinggi agama harus bekerja utk menjga Indonesia seperti saat dulu NU jaga indonesia dari penjajah.
Semoga Tuhan segera memulihkan Indonesia dan menyadarkan penguasa dan pengusaha.
Jgn biarkan negara ini dihancurkan luar dalam kayak SMGR
NEXT
$BBRI
$BMRI

Pemimpin Tertinggi Iran Katanya Mati Kena Serangan Israel
Sharing salah satu member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Berita tentang kematian pimpinan tertinggi Iran itu berasal dari CNN dan narasumber Israel.
Iran sendiri belum memberikan respon konfirmasi.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah Iran akan melakukan serangan balasan atau malah menyerah.
Kalau Iran melakukan serangan balasan maka potensi perang berkepanjangan. Emas dan migas potensi meroket.
Tapi kalau Iran langsung menyerah maka selesai cerita. Drama berseason-season sejak 1970an tamat di 2026.
Pertanyaannya adalah apakah China, Russia, Korut dan negara BRICS lainnya mau melawan atau diam saja?
Kalau melawan, ya itu artinya perang dunia ketiga. Aset beresiko tinggi kena dump.
Tapi kalau diam saja, ya game over.
Amerika dan Israel resmi menjadi raja dunia. Negara lain adalah jajahan mereka. Melawan Amerika dan Israel sama saja dengan mati.
Apakah karena itu lah sehingga Indonesia masuk ke dalam Board of Peace? 🤔
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $ANTM $BUMI
1/6






Senin yang manggung
-perEMASan
-perMINYAKan
-$BBRI lapkeu dan mau bagi dividen
-$JPFA lapkeu ngeri
udah pegang mana aja
apa alasan fundamental yang akan membuat $BBRI bisa ringkas gitu. jgn ngawurlah. kalo ngk punya alasan utamanya.
$ADCP lagi rame di instagram... carut marut nya property milik "BUMN" ini, selain mangkrak dan tidak laku karena kemahalan.
contoh nyata kalau orang² tidak kompeten dikasih lokasi emas
dikasih uang negara
hasil nya ya seperti mahata depok, mahata rawabuntu serpong, cisauk point dll
hampir semua mirip kisah nya dengan bumn² yang lain kecuali bank mandiri, bni dan bri... sisa nya dikelola sdm rendah semua sehingga minim inovasi, mahal tapi murahan...
tiap tahun yg meningkat cuma tunjangan dan gaji para pengelola nya dan gundik² nya.
$BBRI $BMRI

Yang belum punya barang sibuk ngefear biar bisa nyerok.
Yang udah punya barang pasti pinginnya naik dong. Harus post optimisme
Jadi tiap orang punya kepentingan masing2, tergantung posisinya.
Berfikir logic aja
Apakah ini kejadian pertama, rudal meluncur, saling berbalas pantun US, Israil, vs Iran diakhir pekan?
History repeat it self...
Pelakunya sama, orang2nya masih sama. Biasanya hasilnya bakal sama aja..
randomtag..
$ANTM $MEDC $BBRI
Kemungkinan Senin besok atau 3 bulan kedepan bakalan koreksi pelan pelan. Tapi ini Saham blue chip jadi gaperlu khawatir. kalo turun ya??? SEROOKKKKKKKKKKK $BBCA $BBRI
@Isfahmi19
1. saham yang akan naik itu kata siapa , analisa siapa ?
2. nunggu saham yang discon, itu kata siapa, analisa siapa ?
point :
analisa sendiri jauh lebih baik entah berakhir loss atau propit.
$IHSG
$BTC
$BBRI
Minggu Pahing, 1 Maret 2026
Bersyukur masih Minggu, Berharap besok nggak halt lagi 🔥
Sudah tertulis dalam kitab jangka https://stockbit.com/post/28484490 😁
The Power of King $DADA 👑
rtag : $BBRI $BBNI
#dyor!!!
1/2


ANALISIS SEROK SAHAM – $BATR
Harga Saat Ini : 107
1️⃣ KONDISI HARGA
Harga berada di area tengah setelah pergerakan sebelumnya.
Belum menyentuh zona bawah ekstrem.
Area sekarang cenderung area supply minor, bukan zona serok ideal.
2️⃣ MAPPING ZONA SEROK
Zona Serok 1 (Ringan)
100 – 104
Area support terdekat.
Cocok untuk cicil 20–30%.
Zona Serok 2 (Ideal)
90 – 98
Support kuat sebelumnya.
Risk–reward lebih sehat.
Cocok untuk tambah posisi utama.
Zona Serok 3 (Diskon Bandar)
78 – 88
Area panic selling / flush.
Entry agresif jika muncul reversal + volume.
3️⃣ TARGET PANTULAN
TP1 : 118
TP2 : 130
TP3 : 145 – 160 (jika momentum kuat)
4️⃣ STOPLOSS WAJIB
Jika tutup di bawah 75
Struktur rusak → wajib disiplin cut.
5️⃣ SIMULASI RISK : REWARD
(Contoh Entry Zona Ideal 94)
Risiko ±19 poin
Potensi TP1 ±24 poin
Potensi TP2 ±36 poin
Estimasi R:R
1 : 1,2 sampai 1 : 1,8
Masuk bawah = tekanan psikologis lebih kecil.
KESIMPULAN PASUKAN SEROK
Harga 107 bukan zona terbaik untuk serok maksimal.
Strategi terbaik menunggu ditekan ke 98 – 90.
Jangan beli karena FOMO naik.
Kita beli saat orang panik dan harga murah.
Yang sering nyangkut beli di atas.
Pasukan Serok hadir beli di bawah, Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $BBRI $INDY