


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
@benny0108 Ada konsep T+2 om. Setiap transaksi yang kita lakukan baru tercatat 2 hari kerja setelah transaksi. Jika cum date adalah T+0, maka ex date T+1 dan record date T+2. Jumlah lembar saham yang kita miliki saat penutupan cum date akan tercatat pada T+2 atau saat record date, sehingga berhak atas dividen. Walaupun saat ex date sudah dijual, hak dividen tetap ada karena saat record date kita tercatat masih punya sahamnya. Kepemilikan saat penutupan ex date baru tercatat satu hari kerja setelah record date. Jadi aman, karena saat record date kita masih tercatat punya sahamnya. Dengan kata lain, Daftar Pemegang Saham (DPS) saat record date adalah pemegang saham s.d. penutupan cum date.
Saya mengatakan ini, atau siapapun yang menjelaskan tentang ini, bukan berarti bermaksud mengajarkan untuk jual pada saat ex date, karena kita sudah tahu, biasanya harga saat ex date akan turun senilai nominal dividen. Saya hanya ingin menjelaskan mengenai konsep cum date, ex date, dan record date. Saya sendiri tidak pernah menjual saham berdividen yang saya punya, entah di cum date, ex date, record date, dsb.
Untuk TS @ROISNURIHSAN dan juga om @nrlmustafa mohon bisa di-update perkembangan kasusnya sampai saat ini, apa betul masih punya barang s.d. penutupan cum date, tapi dividen belum masuk ke RDN saat payment date? $ADRO $BBRI $BSSR
Selamat pagi temen-temen semua, selamat hari minggu semuanya!
Malam ini jam 20.00-21.00 WIB kita akan adakan kembali Live Technical Analysis yaa di Instagram mancingsaham kita seperti yg biasanya kita adakan.
Berikut ini link Instagram Kami mancingsaham : https://cutt.ly/ntlW5XM9
Jangan lupa gabung ya, malam ini kita bahas lengkap n tuntas semua ttg market update n saham" yg lagi ramai secara perspektif technicalnya.
See you guys malam ini!
$BBCA $BMRI $BBRI
@IyoG7 mantap 😁 sekarang udah berapa lot nih 🤭 apa udah ketiduran sampe lupa haha ☕
$BBRI $BBCA $BBNI
$IHSG $ARCI $BBRI
========================================
MONEY MANAGEMENT TRADING
========================================
* Win : untung 2 x modal
* Loss : rugi 1 x modal
contoh :
cuma 40% win : 4 x 2 = 8
loss 60% : 6 x 1 = 6
masih untung 8 - 6 = 2
note : yang boleh buat trading hanya 1-2% dari modal.
========================================
1 x TRADING RESIKONYA 1% DARI MODAL
========================================
Contoh :
modal : Rp. 1.000.000.,
resiko : 1% (Rp. 10.000.,)
jadi, cari harga saham yang perlot nya kurang lebih Rp. 100.000.,
saham A : Rp. 100.000/lot
Risk & Reward : 1 : 2
(cari risk saham yang kalau minus 10% dan reward nya 20%, lebih dari 20% sangat bagus)
Saham A :
minus 10% :
Rp. 100.000., - 10% = Rp. 90.000.,
Rp. 100.000., - Rp. 90.000., = Rp. 10.000.,
Rp. 10.000., yaitu 1% dari Rp. 1.000.000.,
plus 20% :
Rp. 100.000., + 20% = Rp. 120.000.,
Rp. 120.000., - Rp. 100.000., = Rp. 20.000.,
Rp. 20.000., yaitu 2% dari Rp. 1.000.000.,
NOT FINANCIAL ADVICE ‼️

Tahu nggak bedanya investor / trader ada jam terbang dan nggak ?!?
Yang ada jam terbang akan menghargai orang - orang yang bisa menghargai orang lain dan akan memberi dukungan / support walau yang dibilang orang tersebut mungkin aja salah. Jika ditanyain sama orang, akan menjawab segampang mungkin agar orang mudah mengerti.
Yang ga ada jam terbang, ya lihat aja di komentar² Steam aku, kalau ku panggil "BABI HIJAU BERKUMIS" ya orang yang ga perlu dihargai 🤣 karena tidak bisa menghargai orang lain......
BTW buat kalian yang baru cemplung di dunia investasi ntah saham, crypto, emas dan investasi lainnya. Jangan asal masuk pelajari dan pahami.... Ga usah terbawa FOMO juga....
Setiap investasi ada waktunya naik dan ada waktunya turun. Masalahnya kalian sanggup ga pegang jangka panjang ? Jangan kalian karena lihat di medsos beli nih hari besok kaya, iya bisa aja terjadi tapi dari berapa perbandinganya ? 1:1 juta mungkin.....
Investasi = Waktu = Orang yang siap menunggu uangnya dinginnya berkerja menghasilkan uang lagi......
Nih buktinya di crypto dan saham saat ini, seperti biasa lot dan nominal aku tutup..... maklum cuma ada 0.0000001 lot aja
$BUMI $BTC $BBRI
Yang merasa dirinya babi hijau block aja, jangan buat drama di komen 🤣
!! DISCLAIMER !!
Perlu diingat bahwa opini yang disampaikan di sini adalah pendapat pribadi dan tidak merupakan saran investasi. Investasi saham memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk risiko kehilangan modal. Pastikan Anda untuk melakukan riset yang menyeluruh dan memahami risiko sebelum melakukan investasi.
Setiap keputusan jual beli serta untung rugi setelah membaca opini ini adalah tanggung jawab anda pribadi... Jika merasa tidak cocok silahkan block aja, tidak ada ajakan follow
1/2


$IDXFINANCE possible minggu depan break weekly resistance, karena jika dilihat sebelumnya juga tertahan di harga sekarang dengan RSI 70, maka di kondisi sekarang RSI 62.88 sangat bullish belum masuk area overbought dan masih diatas EMA 20.
Ditambah kondisi IHSG mulai masuk area overbought, akankah giliran sektor finance terutama big bank mendorong IHSG?
Tag emiten kesukaan ritel $BBRI $BMRI

"IHSG 2026: Prediksi & Strategi! Yuk Join Instagram Live mancingsaham! 🚀📊"
Hey, sahabat trader & investor! 🎣
Kami balik lagi untuk ngupas prediksi IHSG 2026 dan strategi menghadapi pergerakan pasar yang seru banget ini! Siap-siap dapetin insight GRATIS dan interaktif bareng kita di sesi live spesial:
📅 Minggu, 18 Januari 2026
🕖 Pukul 20.00 - 21.00 WIB
📍 Live di Instagram mancingsaham
Klik di sini buat join 👉 https://cutt.ly/6tlb7Lwh
Apa aja yang bakal dibahas?
✨ Prediksi arah IHSG ke depan.
✨ Tips dan strategi menghadapi tren pasar.
✨ Q&A interaktif, jawab pertanyaan & request analisis saham favorit Anda!
Ajak teman trading Anda, siapkan kopi, dan jangan lupa set reminder! ☕ Karena ini kesempatan emas buat tingkatin wawasan saham dan strategi investasi Anda.
Tag teman-teman Anda sekarang dan sampai jumpa di Live!
$BBCA $BBRI $BMRI

$BBRI izin berbagi bang/neng 🙏🙏📈
Analisa dari QStock AI ini hanya untuk sharing info, bukan ajakan beli atau jual saham ya 📈
QStock AI Insight — IDX:BBRI
QStock AI - Download on Google Play
17 Jan 2026 22:37
Disclaimer: Saham adalah instrumen berisiko tinggi. Informasi ini bersifat edukatif dan informatif, bukan rekomendasi jual atau beli. Pengguna wajib melakukan riset mandiri (DYOR).
Catalyst Overview
(Company Condition, Positive Catalysts, and Risks)
Saham IDX:BBRI (Bank Rakyat Indonesia) menunjukkan kinerja yang stabil dengan fundamental yang kuat, didukung oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan efisiensi operasional.
Namun, tantangan seperti fluktuasi suku bunga dan kondisi ekonomi global dapat mempengaruhi kinerja jangka pendeknya.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dapat berdampak pada sektor perbankan.
Smart-Money Detection
Smart Money & Retail
(Data diupdate setiap tanggal 10 di bulan berikutnya)
Periode: Desember 2025 (vs November 2025)
Smart Money: 82,53% ↓ (−1,83%)
Retail: 17,47% ↑ (+1,83%)
Attention: Dengan porsi Smart Money sekitar 82,53% dan selisih terhadap retail sekitar 65,1 poin persentase, saham ini berada pada kategori Kendali kuat sehingga arah jangka menengah cenderung mengikuti ritme pemain utama dan tidak mudah berubah hanya karena sentimen retail jangka pendek. Penurunan porsi Smart Money di tengah kenaikan harga sekitar +5,52% dalam 30 hari terakhir mengisyaratkan kecenderungan melepas barang ke antusiasme pasar sehingga disiplin pengelolaan risiko menjadi lebih penting.
Quantitative Market Signals
Technical Snapshot
Nama Saham : BBRI
Harga Penutupan : Rp. 3.820 (15 Jan 2026)
Rata-rata harga 20 hari : Rp. 3.725
Rata-rata harga 50 hari : Rp. 3.789
Rata-rata volume 30 hari : 214.8 juta lembar
Status Pasar
Dalam beberapa minggu terakhir harga mulai menguat, namun dalam beberapa bulan terakhir pergerakan masih mendatar. Dorongan beli mulai muncul, tetapi arah menengah belum tegas.
Area Minat Beli
Area Akumulasi : Rp. 3.600 – Rp. 3.750
Level Konfirmasi : Rp. 3.710
Validitas sinyal meningkat apabila disertai volume rata-rata 30 hari. Attention: Harga berada di atas Area Minat Beli. Level Konfirmasi dipakai untuk menilai validitas pemulihan (bukan sinyal entry). Saat ini harga sudah berada di atas Level Konfirmasi, artinya pemulihan lebih kredibel secara struktur. Ini bukan sinyal beli otomatis. Jika belum punya posisi, mengejar harga meningkatkan risiko; opsi yang lebih terukur adalah menunggu pullback wajar ke Retest Zone (Area Uji Arah) atau Area Minat Beli. Acuan volume minimal 1.825.489 lot. Syarat konfirmasi sudah terpenuhi: 2 hari close berturut-turut di atas level dan volume menguat.
Retest Zone (Area Uji Arah)
Area : Rp. 3.660 – Rp. 3.770
Attention: Harga berada di atas Retest Zone (Area Uji Arah). Ini biasanya menandakan kondisi mulai membaik, namun tetap perlu disiplin jika terjadi koreksi.
Reward Projection
(Reward projection berfokus pada disiplin struktur pasar dan resiko, bukan pada mengejar "asumsi")
Swing Projection : Rp. 3.870 – Rp. 4.120
Extended Projection : Rp. 4.220
Attention: Dalam kondisi pasar jangka menengah yang cenderung melemah, pergerakan ke atas umumnya diperlakukan lebih selektif. Pendekatan yang lebih konservatif biasanya menunggu harga mendekati area Demand atau Retest, sementara perhatian tetap diarahkan pada kestabilan struktur dan disiplin pengendalian risiko.
Invalidation (Risk)
Invalidasi Struktur Menengah : Rp. 3.510
Attention: Gunakan batas proteksi untuk menghindari kerugian membesar jika kondisi memburuk. Semakin tidak stabil, semakin penting disiplin batas proteksi.
Resume
Ketika dorongan beli jangka pendek mulai terlihat sementara tren menengah masih mendatar, biasanya orang mulai bersiap dengan memperhatikan area pullback atau demand. Pendekatan ini dilakukan sambil menunggu konfirmasi apakah arah menengah akan ikut menguat.
QStock AI on Google Play
Kapan Sih Lo Harus Cut Loss Sebelum Bangkrut Total?
Guys, gue mau bahas topik yang paling SUSAH dan paling MENYAKITKAN buat investor manapun: CUT LOSS! Lo tau nggak kenapa banyak investor retail yang loss gede-gedean sampe jadi "investor kandang ternak"? Bukan karena mereka bodoh, TAPI KARENA MEREKA NGGAK BERANI CUT LOSS! Mereka lebih milih nahan saham yang turun 50%, 60%, bahkan 70% dengan harapan "nanti juga balik kok!" Tapi kenyataannya? Nggak pernah balik! Malah makin turun! Dan uang mereka LENYAP!
Pertama-tama, lo harus ngerti konsep dasar ini: CUT LOSS ITU BUKAN KALAH, TAPI STRATEGI SURVIVE! Bayangin lo lagi perang, terus kaki lo kena tembak. Lo punya dua pilihan: (1) Ngebandemin luka dan mundur sementara buat recovery, atau (2) Nekat terus maju sampe lo mati kehabisan darah. Mana yang lebih smart? JELAS PILIHAN 1 kan?! Cut loss itu sama, lo akuin kerugian kecil sekarang supaya lo bisa survive dan fight another day dengan strategi yang lebih baik!
Tapi kenapa susah banget buat cut loss? Karena ada yang namanya LOSS AVERSION dan EGO! Manusia itu secara psikologis lebih takut rugi daripada seneng untung. Rasa sakit loss 1 juta itu dua kali lebih kuat dibanding rasa senang profit 1 juta. Makanya pas saham lo turun 20%, lo nggak berani jual karena "sayang" sama ruginya. Lo pikir "Ah nanti juga naik!" Terus turun jadi 30%, 40%, 50%, dan lo masih nahan karena udah terlanjur "sayang" sama kerugian yang makin gede. INI JEBAKAN PSIKOLOGI!
Terus pertanyaannya: KAPAN WAKTU YANG TEPAT BUAT CUT LOSS? Jawabannya tergantung strategi lo, tapi gue kasih guideline umum yang dipake banyak trader dan investor sukses: SET STOP LOSS DI AWAL PAS LO BELI! Misalnya lo beli saham di harga 1000, set stop loss di 900 (loss 10%) atau 850 (loss 15%). Kalo harga nembus level itu, LANGSUNG JUAL tanpa mikir panjang! Jangan pernah berharap "mungkin besok naik" karena itu cuma wishful thinking!
Yang lagi rame sekarang, banyak ritel BUMI yang udah loss 30-40% tapi masih hold karena "nunggu balik modal dulu baru jual!" SALAH BESAR! Ini namanya average down tanpa strategi! Lo tau nggak, dari loss 50% itu butuh gain 100% buat balik modal?! Misal uang lo 10 juta jadi 5 juta (loss 50%), buat balik ke 10 juta lo butuh profit 100% dari 5 juta! SUSAH BANGET! Makanya lebih baik cut loss di 10-20% daripada nunggu sampe 50-70%!
Ada satu prinsip penting yang harus lo pegang: "Cut your losses short, let your profits run!" Artinya, kalo rugi dikit langsung cut, tapi kalo untung biarkan jalan terus! Ini kebalikan dari yang dilakukan kebanyakan ritel. Mereka malah "cut profit short, let losses run!" Untung 5% langsung jual takut turun, tapi rugi 50% masih hold berharap naik! TERBALIK GUYS! Makanya mereka loss terus!
Terus gimana kalo lo udah terlanjur loss gede? Misal udah loss 40-50%, masih worth it cut loss atau nggak? Jawabannya: TERGANTUNG FUNDAMENTAL SAHAMNYA! Kalo fundamentalnya bagus dan lo yakin long term bakal naik lagi, bisa hold. Tapi kalo fundamentalnya jelek, track recordnya mengerikan kayak BUMI, dan semua tanda menunjukkan bahaya, LEBIH BAIK CUT LOSS SEKARANG daripada nunggu loss jadi 70-80%! Sisa 50% masih bisa lo pake invest di saham lain yang lebih bagus!
Yang paling penting: JANGAN EMOTIONAL ATTACHMENT SAMA SAHAM! Saham itu bukan pasangan lo, bukan anak lo, bukan harta warisan! Saham itu cuma INSTRUMEN INVESTASI! Kalo nggak profitable, BUANG dan cari yang lain! Jangan kayak orang bucin yang toxic relationship tapi masih bertahan karena "udah terlanjur cinta!" NGGAK! Ini soal DUIT, bukan soal CINTA! Be rational, not emotional!
$IHSG $BBCA $BBRI
Kenapa Ritel Selalu Beli Paling Atas dan Jual Paling Bawah? Ini Psikologinya!
Guys, gue mau bahas fenomena paling tragis dan paling sering terjadi di pasar saham: kenapa ritel selalu aja beli di harga paling atas terus jual di harga paling bawah? Lo pasti pernah ngerasain atau minimal liat temen lo ngalamin ini kan? Beli saham pas lagi naik-naiknya, eh besoknya langsung turun. Terus pas udah turun dalem banget dan nggak tahan, dijual deh. Beberapa hari kemudian? Sahamnya naik lagi! Ini bukan sial guys, ini ada ilmu psikologinya! Dan kalo lo nggak ngerti psikologi ini, lo bakal terus-terusan jadi korban!
Pertama, ada yang namanya FOMO atau Fear of Missing Out. Ini penyakit nomor satu investor ritel! Lo liat saham A naik 20% dalam seminggu, temen-temen lo pada cuan, di grup Telegram pada heboh, di Twitter trending, di Instagram story temen lo pada pamer profit.
Apa yang lo rasain? Lo takut ketinggalan! Lo mikir "Wah kalo gue nggak beli sekarang, nanti makin mahal! Udah naik 20%, pasti masih bisa naik lagi sampe 50%!" Tanpa mikir panjang, tanpa riset, lo langsung hajar beli di harga yang udah tinggi. Padahal bandar dan smart money udah pada ambil profit dan mulai distribusi ke lo! Inilah awal dari tragedi!
Kedua, ada namanya Confirmation Bias. Pas lo udah beli saham di harga tinggi tadi, lo mulai cari-cari berita atau analisa yang mendukung keputusan lo. Lo cuma baca artikel yang bilang "Target harga masih bisa ke 500!" atau "Saham ini masih undervalued!" Sementara berita negatif atau warning dari orang lain lo abaikan. Lo bilang "Ah mereka cuma iri aja!" atau "Mereka nggak ngerti fundamental!" Padahal lo sendiri yang lagi denial dan nggak mau terima kenyataan bahwa lo beli di harga yang kemahalan!
Ketiga, pas saham lo mulai turun, muncul yang namanya Loss Aversion. Ini sifat manusia yang lebih takut rugi daripada seneng dapet untung. Psikolog bilang, rasa sakit kehilangan 100 ribu itu dua kali lebih kuat dibanding rasa seneng dapet untung 100 ribu. Makanya pas saham lo turun 10-20%, lo nggak berani cut loss. Lo mikir "Ah ntar juga balik kok, sabar aja!" Lo malah nambah beli thinking "averaging down" tapi tanpa analisa yang bener. Lo berharap saham bakal balik ke harga beli lo. Tapi kenyataannya? Saham terus turun sampe 40-50%!
Keempat, pas udah turun 40-50%, lo udah nggak tahan lagi. Modal lo udah terkikis banyak, lo butuh duit, atau lo udah stress ngeliat portofolio merah terus. Akhirnya lo jual di harga paling bawah karena panic selling. Ini yang namanya Capitulation atau menyerah total. Lo udah nggak peduli lagi mau profit atau nggak, yang penting keluar aja dari saham itu. Dan ironisnya? Beberapa hari atau minggu setelah lo jual, saham itu mulai naik lagi! Kenapa? Karena lo baru aja jadi exit liquidity terakhir buat bandar! Mereka nunggu semua ritel panic selling, baru deh mereka akumulasi lagi di harga murah!
Siklus ini terus berulang guys! Ritel beli pas hype di harga atas karena FOMO, nahan pas turun karena nggak mau ngaku salah dan berharap balik, terus jual pas udah nggak tahan di harga bawah karena panic. Sementara bandar dan smart money? Mereka beli pas semua orang takut di harga bawah, hold pas lagi naik, terus jual ke ritel yang FOMO di harga atas. Ini siklus klasik yang udah terjadi puluhan tahun dan sampe sekarang masih aja berulang karena psikologi manusia nggak berubah!
Yang lagi happening banget sekarang contohnya ya kasus BUMI tadi! Pas harganya masih 200-300an, nggak ada yang peduli. Begitu naik ke 400 dan ada narasi MSCI, 110 ribu ritel baru masuk karena FOMO! Sekarang asing udah kabur 4 triliun, tapi ritel masih hold karena berharap balik. Kalo harga turun lagi ke 300 atau 250, mereka bakal panic selling. Dan pas mereka jual semua, bandar bakal akumulasi lagi di harga murah! Siklus ini terus berulang dan ritel selalu jadi korban!
Terus gimana caranya avoid jebakan ini? Pertama, belajar control emosi lo! Jangan beli karena FOMO, jangan hold karena ego, dan jangan jual karena panic. Pake data dan analisa, bukan perasaan! Kedua, set target profit dan stop loss sejak awal. Misal lo target profit 20% dan stop loss 10%. Kalo udah tercapai, execute tanpa ragu! Ketiga, jangan terlalu sering liat chart kalo lo bukan day trader. Makin sering lo liat, makin emosional lo jadinya. Kalo lo investor jangka panjang, cek aja sebulan sekali!
Keempat, belajar dari kesalahan orang lain, jangan tunggu sampe lo sendiri yang rugi baru belajar! Liat kasus-kasus kayak BUMI, DADA, dan saham-saham gorengan lain yang udah bikin ribuan ritel rugi. Pelajari polanya, pahami psikologinya, dan jangan ulangi kesalahan yang sama! Dan yang terakhir, always do your own research! Jangan asal ikut rekomendasi orang atau grup Telegram. Riset sendiri, bikin keputusan sendiri, dan tanggung jawab sendiri. Kalo lo ikut-ikutan orang terus rugi, siapa yang lo salahkan?
$IHSG $BBRI $BMRI
Cara Invest Rutin yang Bikin Lo Nggak Pusing Mikirin Timing Pasar!
Guys, lo pasti sering banget kan ngeluh "Aduh kapan ya waktu yang tepat buat beli saham? Takut beli eh besoknya turun!" atau "Gue tunggu turun dulu deh baru beli, takut beli di puncak!" Nah, kalo lo sering mikir kayak gini, artikel ini wajib banget lo baca sampe habis! Gue mau jelasin strategi yang udah dipake investor-investor sukses di seluruh dunia namanya Dollar Cost Averaging atau DCA. Ini strategi yang bikin lo nggak perlu pusing mikirin timing pasar, dan yang paling penting: ini beneran work!
Dollar Cost Averaging atau DCA itu basically lo invest dengan nominal yang sama secara rutin di waktu yang sama, nggak peduli harga saham lagi naik atau turun. Misalnya lo komit buat invest 1 juta setiap tanggal 1 tiap bulan ke saham BBCA. Bulan ini harganya 10 ribu per lembar, lo beli. Bulan depan harganya turun jadi 9 ribu, lo tetep beli. Bulan berikutnya naik jadi 11 ribu, lo tetep beli juga. Pokoknya konsisten invest 1 juta tiap bulan tanpa mikirin harganya lagi naik atau turun!
Kenapa strategi ini powerful banget? Karena lo otomatis "beli lebih banyak pas harga murah, dan beli lebih sedikit pas harga mahal" tanpa perlu mikir! Contohnya gini: Bulan pertama BBCA harganya 10 ribu, dengan 1 juta lo dapet 100 lembar (1 lot). Bulan kedua harganya turun jadi 8 ribu, dengan 1 juta lo dapet 125 lembar. Bulan ketiga harganya naik jadi 12 ribu, dengan 1 juta lo cuma dapet 83 lembar. Total lo udah invest 3 juta dan dapet 308 lembar dengan harga rata-rata sekitar 9.740 per lembar. Lumayan kan? Lo nggak beli di harga tertinggi terus!
Yang lagi happening banget sekarang tuh banyak anak muda yang praktekin DCA lewat aplikasi-aplikasi investasi. Mereka set auto-invest setiap tanggal gajian, jadi begitu gaji masuk, langsung otomatis kepotong buat beli saham. Nggak perlu mikir, nggak perlu ribet, nggak perlu stress ngeliat harga naik turun tiap hari. Tinggal set and forget! Setelah setahun dua tahun, pas mereka cek portfolio, eh ternyata udah terkumpul banyak dan profitable!
Strategi DCA ini cocok banget buat lo yang sibuk kerja atau kuliah dan nggak punya waktu buat monitor market setiap hari. Lo juga nggak perlu jadi expert dalam analisa teknikal atau fundamental yang ribet. Yang penting lo pilih saham blue chip yang bagus kayak BBCA, BBRI, TLKM, atau UNVR yang lo yakin dalam jangka panjang bakal tetep solid, terus lo invest rutin aja setiap bulan. Simple tapi efektif!
Tapi inget ya, DCA bukan berarti lo beli saham sembarangan! Lo tetep harus riset dulu saham yang mau lo beli. Pastikan perusahaannya fundamentalnya bagus, punya track record yang solid, dan lo yakin dalam 5-10 tahun ke depan mereka masih bakal eksis. Jangan DCA ke saham gorengan atau saham yang fundamentalnya jelek, nanti bukannya untung malah rugi terus-terusan! DCA works kalo lo apply ke saham berkualitas yang memang worth it untuk jangka panjang.
Yang paling penting dari strategi DCA ini adalah disiplin dan konsistensi. Lo harus komit invest setiap bulan tanpa skip, nggak peduli pasar lagi bullish atau bearish. Pas pasar lagi crash dan semua orang panic selling, lo tetep beli. Pas pasar lagi rally dan semua orang FOMO, lo juga tetep beli dengan nominal yang sama. Ini yang bikin lo averaging down harga beli lo dan dalam jangka panjang hasilnya bakalan bagus!
Ada study yang nunjukin kalo investor yang konsisten DCA dalam jangka panjang (5-10 tahun) ke saham blue chip itu returnnya lebih bagus dan lebih stabil dibanding investor yang coba-coba timing market. Kenapa? Karena timing market itu susah banget, bahkan expert aja sering salah! Sementara DCA ngilangin faktor emosi dan guesswork. Lo cuma fokus ke satu hal: invest rutin dengan nominal yang sama. As simple as that!
$BBRI $BMRI $CDIA
REQUEST EMITEN $PACK DARI SAHABAT KITA @mramadhans
SECARA STURUKTUR PACK INI JELAS TERLIHAT SEDANG UPTREND
DENGAN SYARAT:
L+H+HL+HH
NAMUN UNTUK TRADEPLAN
KARNA PACK INI SEDANG MENGALAMI KENAIKAN ARA ARA
SARAN SAYA JANGAN BURU2 MENGABIL KEPUTUSAN
JANGAN KEJAR KERETA YG SUDAH MELAJU SANGAT CEPAT
TUNGGU KOREKSINYA SAJA
JIKA BELUM ADA BARANG
NAMUN BUAT YANG SUDAH ADA BARANG
HAPPY CUAN YA
TARGET BERIKUTNYA 376
NAMUN UNTUK PERTANYAAN APAKAH SENIN WORTH IT UNTUK BUY ATAU TIDAK
SAYA RASA TIDAK KARNA KENAIKAN YANG TERLALU PASIF
RAWAN SEKALI TEMAN2 JADI EXIT LIQUIDITY
BIARKAN SAJA EMITEN TERSEBUT TERBANG
MASIH BANYAK EMITEN LAIN YANG BELUM TERBANG
SEMOGA KEDEPANNYA BUAT ABANGNYA BISA MENGIKUTI MOMENTUM EMITEN LAIN YG BISA MELAJU KAYAK PACK INI
SEKALI LAGI SELAMAT BUAT TEMAN2 YANG SUDAH AMBIL PACK HARGA BAWAH
HAPPY CUAN BERKAH SELALU REZEKINYA AAMIIN
DC ON TRADEPLAN INI MURNI ANALISA MIMIN PRIBADI
MOHON KALIAN ANALISA ULANG YA
TINDAKAN JUAL MAUPUN BELI ADA DI TANGAN KALIAN MASING2
STOP FOMO STOP KEMAKAN POMPOM MAUPUN FEAR YANG BEREDAR
BELILAH EMITEN DI AREA BELI ATAU SUPPORT TERDEKAT YA GUYS
BELAJAR BERSABAR UNTUK MERAIH KESUKSES AN
SEMOGA BERMANFAAT AND HAPPY CUAAN
JANGAN LUPA FOLLOW BIAR ADA NOTIF TRADEPLAN EMITEN SELANJUTNYA DARI REQUETS AN TEMEN2
DAN TERIMAKASIH BUAT TEMEN2 YANG SUDAH FOLLOW LIKE DAN COMMENTNYA
SEMOGA BISA MEMBATU TEMAN2 SEKALIAN
AAMIIN
SILAHKAN BISA GABUNG KOMUNITAS STOCKBIT MIMIN
https://stockbit.com/chat/group/invitation/kwg1lnq6NToE
RANDOM TAG $BBRI $IRSX

@KasianusAliong ya ini bisa aja, karena pembentukan rising wedge pattern $IHSG bisa saja terjadi, jika jebol 8700, $BBCA $BBRI sukses slalu 😇

Mengapa Jepang Bisa Menjadi Negara dengan Disiplin Tinggi? 🎉
Rahasianya Bukan Bakat, Tapi Doktrin Hidup yang Konsisten
Jika kita berbicara soal negara dengan tingkat disiplin yang sangat tinggi di Asia, Jepang hampir selalu berada di posisi teratas. Disiplin di Jepang bukan sekadar soal tepat waktu atau tertib aturan, tetapi sudah menjadi cara hidup yang tertanam sejak kecil, dipraktikkan setiap hari, dan diwariskan lintas generasi.
Menariknya, kedisiplinan orang Jepang bukan dibangun dengan hukuman keras atau tekanan berlebihan. Justru sebaliknya, ia lahir dari doktrin nilai hidup sederhana namun konsisten yang terus dilatih. Dari sekian banyak filosofi hidup Jepang, ada 5 doktrin utama yang sangat relevan untuk menghancurkan rasa malas dan membangun disiplin diri, bahkan jika diterapkan oleh siapa pun di luar Jepang, termasuk kamu sendiri.
1. KAIZEN, Sedikit menjadi lebih baik, ketika kita konsisten setiap hari ⚠️
Kaizen berarti perbaikan berkelanjutan. Orang Jepang tidak terobsesi menjadi sempurna hari ini. Yang mereka kejar adalah satu hal sederhana:
Hari esok harus lebih baik daripada hari ini, walau hanya 1%.
Dengan Kaizen:
* Tidak ada target muluk yang bikin stres
* Tidak ada alasan menunda karena terlalu berat
* Tidak ada rasa malas karena beban terasa ringan
Malas sering muncul karena kita ingin hasil besar secara instan. Kaizen mematahkan itu. Fokusnya bukan hasil, tapi kebiasaan kecil yang konsisten.
2. IKIGAI, Alasan kuat untuk bangun setiap pagi 👨🎓
Ikigai adalah jawaban atas pertanyaan:
Untuk apa aku hidup dan berjuang?
Sebenarnya aku hidup untuk apa?
Aku kehilangan arah hidup
Orang Jepang percaya bahwa setiap orang punya Ikigai, entah itu:
Keluarga, Pekerjaan, Kontribusi ke orang lain, Proses belajar itu sendiri.
Ketika seseorang menemukan Ikigai:
* Dia tidak perlu dimotivasi terus-menerus
* Dia tidak mudah menyerah
* Rasa malas perlahan menghilang karena hidup terasa bermakna
Malas sering kali bukan karena capek, tapi karena tidak tahu sedang menuju ke mana.
3. KINTSUGI, Menerima kegagalan lalu bangkit dengan versi yang lebih kuat 😤
Kintsugi adalah seni memperbaiki benda pecah dengan emas.
Filosofinya dalam:Retakan bukan aib, tapi bagian dari nilai.
Dalam hidup:
* Gagal bukan akhir
* Salah bukan alasan berhenti
* Kekurangan bukan hal yang harus disembunyikan
Orang Jepang dilatih untuk:
* Menerima kegagalan dengan lapang dada
* Belajar dari kesalahan
* Tidak mencari kambing hitam atas kesalahan yang terjadi
* Bangkit dengan mental yang lebih matang
Rasa malas sering muncul setelah gagal. Kintsugi mengajarkan: gagal itu bahan bakar, bukan rem.
4. WABI-SABI, Menikmati kesederhanaan dan proses sampai tujuan ⏳
Wabi-sabi mengajarkan keindahan dalam:
* Kesederhanaan
* Kedewasaan dalam berpikir
* Ketidaksempurnaan
* Proses yang tenang dan jujur
Dengan Wabi-sabi:
* Hidup tidak harus serba cepat
* Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain
* Proses panjang tidak terasa menyiksa
Banyak orang malas karena:
* Terlalu fokus dengan hasil, padahal belum mulai juga
* Ingin cepat selesai
* Tidak menikmati proses
Wabi-sabi membalik sudut pandang: proses itu sendiri adalah tujuan.
5. SHOSHIN, Pikiran pemula yang rendah hati 😊
Shoshin berarti beginner’s mind — selalu merasa masih harus belajar.
Orang Jepang sangat menghargai sikap:
* Rendah hati
* Mau mendengarkan
* Tidak merasa paling tahu
Dengan Shoshin:
* Ego ditekan
* Belajar jadi menyenangkan
* Perbaikan diri tidak pernah berhenti
Dibodohi oleh diri sendiri dan rasa malas sering datang saat kita merasa “sudah cukup pintar”.
Shoshin menghancurkan itu dengan satu keyakinan: Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari hari ini.
Disiplin tinggi di Jepang bukan karena orangnya “hebat sejak lahir”, tapi karena mereka hidup dengan nilai yang sama, dilakukan terus-menerus, tanpa banyak alasan. 💪
Kelima doktrin ini:
* Tidak butuh modal
* Tidak butuh status
* Tidak butuh bakat khusus
Yang dibutuhkan hanya kesadaran dan konsistensi.
Jika diterapkan perlahan, satu per satu, rasa malas tidak perlu “diperangi”. Ia akan hilang dengan sendirinya, tergantikan oleh kebiasaan hidup yang lebih sadar, terarah, dan bermakna. 😎
$BBRI $IRSX $BNBR
Deviden Report (H2 2025) - Program cicil 1 lot BBRI BBCA sampai kebeli rumah
BBCA - Rp 55/shares (Cum Date: 02 Dec 2025 - 35 lot) = Rp 192.500
BBRI - Rp 137/shares (Cum Date: 29 Dec 2025 - 49 lot) = Rp 671.300
Total Deviden: 863.800
Deviden akan di reinvest sebagai modal cicil 1 lot tiap hari, lets go.
$BBCA $BBRI
1/2


Ritel is coming! 🚀
XL alias @Stockbit resmi jadi penguasa frekuensi transaksi 2025.
Selamat, secara angka kita menang telak! Tapi bentar... ini beneran tanda ritel udah sadar investasi, atau jangan-jangan ada "penumpang gelap"?
Logika simpelnya: Bandar itu pinter. Mereka tahu semua mata mantau pergerakan broker big money (AK, BK, YU, dll). Cara paling gampang buat sembunyi ya "nyamar" jadi ritel. Pake sekuritas yang sama kayak kita, biar seolah-olah market lagi digerakin massa, padahal cuma satu remote yang pegang.
Pertanyaannya buat kalian yang merasa "Smart Trader":
Kalian yakin yang transaksi itu murni "pasukan jempol" ritel yang udah tobat dari judol? Atau kita cuma bangga jadi juara frekuensi, padahal aslinya cuma jadi exit liquidity buat raksasa yang lagi nyamar?
Kubu mana kalian?
A. Kita emang udah gede dan solid!
B. Itu akun big fund yang pake topeng XL.
C. Cuma nyumbang fee: Yang cuan cuma sekuritasnya, kamunya mah boncos.
Bursa makin rame atau makin pinter main petak umpet? Ga usah baper, namanya juga market. 🤑
$ARNA $ADRO $BBRI
