


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai dukun...

stockwatch.id

Kedengarannya seperti... akhir-akhir ini, percakapan di banyak tempat mulai berubah nada. Yang tadinya ramai dengan kode-kode dan target harga, kini berganti menjadi diskusi tentang makroekonomi, respons pemerintah, dan pentingnya menyiapkan cash. Ada yang berkata, "Jangan agresif beli," dan "Perhatikan perkembangan perang," serta "Selalu sisihkan cash lebih banyak."
Tampaknya ada beban yang sangat berat ketika kita merasa harus terus-menerus memantau setiap pergerakan dunia dan kebijakan pemerintah hanya untuk merasa aman dalam melangkah. Sepertinya ada kenyamanan sesaat saat kita mendengar anjuran untuk menyimpan uang tunai di saat situasi sedang mencekam, seolah-olah itu adalah solusi ajaib yang baru saja ditemukan untuk menyelamatkan apa yang tersisa.
...Solusi ajaib?
Kedengarannya seperti nasihat yang bijak. Nasihat yang lahir dari pengamatan terhadap situasi yang tidak menentu. Nasihat yang ingin melindungi.
Itu benar. Di tengah kabut, langkah paling aman memang berhenti sejenak dan memegang cash erat-erat. Itu naluri bertahan yang wajar. Ketika arah tidak jelas, siapa pun akan menarik kaki ke tempat yang dirasa aman.
Namun, saya penasaran. Sepertinya ada perbedaan perasaan yang sangat mendalam antara mereka yang sudah memiliki dana cadangan sejak jauh hari karena produktivitas mereka di dunia nyata, dengan mereka yang terpaksa memegang uang tunai hari ini hanya karena baru saja melepaskan asetnya dalam keadaan rugi. Ada pengakuan yang jujur bahwa memiliki uang tunai karena hasil perencanaan yang matang jauh sebelum badai datang, rasanya sangat berbeda dengan memiliki uang tunai karena rasa takut dan kepanikan setelah mengikuti narasi yang ternyata tidak menjadi kenyataan.
...Rasa takut dan kepanikan?
Dua Jenis Cadangan di Tengah Badai
Ada satu hal tentang cash yang jarang dibicarakan di tengah hiruk-pikuk peringatan makro.
Cash bisa datang dari dua tempat yang berbeda ceritanya.
Yang pertama adalah cadangan yang disisihkan sejak langit masih cerah. Ia berasal dari kebiasaan lama: dari hasil kerja yang konsisten, dari pengeluaran yang dikelola, dari keuntungan yang sebagian diambil dan disimpan ketika harga-harga sedang baik. Orang yang memiliki cadangan jenis ini tidak perlu repot-repot menjual apa pun saat badai datang—cash-nya sudah ada di sana, menunggu dengan tenang. Dan ketika harga-harga mulai terlihat mean reversal, ia bisa menggunakan cadangan itu tanpa perlu menjual aset lain dalam keadaan terpaksa.
Yang kedua adalah cash yang lahir dari kepanikan. Ia berasal dari menjual ketika harga sudah jatuh, dari cut loss karena tidak tahan melihat merah, dari likuidasi karena ternyata selama ini bergerak dengan uang pinjaman. Cash ini bukan hasil persiapan, tapi hasil luka. Dan pemiliknya, setelah memegang cash ini, akan duduk di pinggir lapangan dengan perasaan campur aduk—lega karena selamat, tapi juga bertanya-tanya kapan terjadi solusi makroekonomi supaya bisa masuk lagi tanpa merasa terlambat.
Keduanya sama-sama memegang cash. Tapi yang satu memegangnya dengan ketenangan, yang lain memegangnya dengan kegelisahan.
Yang menarik, selama langit cerah, kedua jenis ini tidak terlihat berbeda. Mereka yang tidak pernah menyisihkan cash bisa terlihat sangat aktif, sangat percaya diri, sangat sibuk dengan momentum dan story. Tapi ketika awan gelap mulai datang—dan ia pasti datang—kontrasnya menjadi nyata.
Yang satu bertanya, "Apa yang terjadi di makro?"
Yang lain bertanya, "Apa yang sudah saya siapkan selama ini?"
Tampaknya kita mulai menyadari bahwa kedaulatan finansial sejati tidak dibangun dengan cara menghabiskan seluruh energi untuk menebak kapan sebuah masalah akan selesai. Sepertinya kita mulai melihat bahwa mereka yang paling tenang saat ini bukanlah mereka yang paling vokal meneriakkan strategi cadangan, melainkan mereka yang sudah memahami nilai bisnis yang mereka miliki dan tahu persis berapa besar risiko yang sanggup mereka tanggung sejak awal—bukan baru menentukan profil risiko saat pasar sudah memerah.
...Baru menentukan profil risiko?
Tampaknya kita kini lebih menghargai kemampuan untuk tetap fokus pada pekerjaan dan karya kita di dunia nyata sebagai sumber modal yang utama, daripada harus menjadi tawanan layar yang menunggu kepastian makro yang tidak pernah bisa dikendalikan. Ada kelegaan yang luar biasa saat kita tidak lagi merasa perlu menjadi pengamat yang cemas, karena kita tahu bahwa investasi kita didasarkan pada fondasi yang kokoh, bukan sekadar mengikuti arah angin yang setiap saat bisa berbalik arah.
Jadi, ketika Anda mendengar nasihat bijak tentang menyiapkan cash dan berhati-hati di tengah ketidakpastian makro, ada satu pertanyaan yang mungkin lebih penting untuk diajukan pada diri sendiri—bukan kepada pemberi nasihat:
"Jika saya melihat cash yang saya pegang hari ini, apakah ia datang dari persiapan yang dimulai sejak langit masih cerah, atau dari keputusan yang diambil di tengah badai?"
Jika pada akhirnya pasar adalah tempat yang menguji seberapa jauh kita benar-benar mengenal diri kita sendiri dan aset yang kita beli, bagaimana cara Anda memastikan bahwa kesiapan Anda menghadapi masa depan adalah hasil dari kemandirian perencanaan Anda di dunia nyata, bukan sekadar respon darurat karena Anda baru saja menyadari bahwa narasi yang Anda ikuti tidak memiliki pijakan yang kuat?
$IHSG $ADRO $BBRI

Pertanyaan bagus:
Kalau mau berkarier di bidang investment bagaimana?
Jujur saya ga bisa jelasin.
Kalau saya memang beruntung bisa lama di market sejak 2011. Sejujurnya investment uda cukup, cuma di tahun 2022 - 2023 saya banyak ngajar dengan latar belakang tujuan donasi atau amal. GoInvest dulu masih gratis. Makin lama semakin banyak yang percaya.
Jalur saya, jalur yang butuh hoki menurut saya. Kan saya dokter, latar belakang non investment. Dari trust itu jadi menjalar sampai ke sekarang, bahkan uda certified endingnya.
Ada teman saya yang mulai karir dengan melamar ke berbagai perusahaan sekuritas, bukan analis tapi ya mulai dari sosmed dll dulu. Kemudian dapat kesempatan untuk ambil sertifikasi lengkap yang dibutuhin buat jadi analyst. Apakah harus dari sarjana yang sesuai? Ga juga.
Kalau ada fresh grad non sejalur, cari cari aja lowongan di sekuritas, dll. Cari koneksi dulu, jalin network. Kalau di UI dll jurusan sejalur uda pasti tahu musti kemana, banyakan mau jadi investment banker.
Saya pernah liat kok lowongan kerja analis dari sekuritas fresh grad bebas lulusan apa aja bahkan mau disertifikasikan.
Sebenarnya si, semua tergantung ke kita. Kalau bahasa agama saya, kalau pintu diketuk, maka Tuhan akan bukakan bagi kamu.
$BBRI $BBCA $BUMI
Alasan kenapa trader atau investor sering melihat CBOE Volatility Index (VIX) sebelum pasar buka adalah karena VIX bisa memberi gambaran sentimen global, yang sering mempengaruhi pergerakan pasar lain termasuk IHSG.
1. Indikator ketakutan pasar global
VIX berasal dari volatilitas opsi pada indeks S&P 500. Karena pasar Amerika adalah acuan utama dunia, ketika VIX naik tajam biasanya menandakan investor global sedang takut atau risk-off.
Akibatnya:
Investor cenderung menjual aset berisiko, termasuk saham di emerging market seperti Indonesia.
2. Mempengaruhi aliran dana asing
Saat VIX tinggi, investor global biasanya menarik dana dari pasar berkembang dan memindahkan dana ke aset yang lebih aman. Hal ini bisa membuat asing keluar dari IHSG sehingga pasar lokal ikut tertekan.
3. Memberi gambaran kondisi market hari itu
Trader sering memakai VIX sebagai sentimen awal sebelum market buka:
VIX naik tinggi → potensi market merah / volatil
VIX turun → market biasanya lebih kondusif
VIX sering dipantau karena menjadi barometer ketakutan pasar global. Ketika VIX naik, biasanya tekanan jual di pasar saham dunia meningkat, termasuk di IHSG.
$BBRI $BBCA $BUVA

Indeks VIX S&P 500 adalah indeks yang mengukur tingkat ketakutan atau volatilitas pasar saham, khususnya pada indeks S&P 500. Indeks ini dikenal juga sebagai “fear index” (indeks ketakutan).
Indeks ini secara resmi disebut CBOE Volatility Index (VIX), yang dibuat oleh Chicago Board Options Exchange.
Penjelasan sederhana.
VIX mengukur perkiraan volatilitas pasar selama 30 hari ke depan berdasarkan harga opsi pada indeks S&P 500.
Artinya:
VIX naik → pasar sedang takut / panik
VIX turun → pasar lebih tenang / optimis
Gambaran level VIX.
VIX < 15 → pasar sangat tenang / optimis
VIX 15 – 25 → volatilitas normal
VIX > 30 → pasar mulai panik
VIX > 40 → panic besar / krisis
Contoh di market
Saat terjadi krisis seperti COVID-19 market crash 2020, VIX sempat melonjak sampai di atas 80, menandakan kepanikan besar di pasar saham global.
VIX adalah indikator untuk melihat tingkat ketakutan atau volatilitas di pasar saham Amerika.
Trader dan investor sering memantau VIX untuk mengetahui sentimen pasar global.
Korelasi dengan saham
VIX naik → saham biasanya turun
VIX turun → saham biasanya naik
$BBCA $BBRI $BIPI

curiga libur lebaran Trump bikin ulah lagi nih
biasanya kan gitu nih aki2 kalo bikin ulahnya pas liburan/weekend
biar dibuka market langsung dibanting
$BBRI
$PTRO
Lincoln mengajarkan bahwa persiapan adalah kunci dari efektivitas. Banyak orang terburu-buru bertindak, tapi lupa mempersiapkan diri. Padahal, ketajaman alat maupun mental baik keterampilan, pengetahuan, menentukan hasil lebih dari sekadar usaha keras.
Bekerja tanpa persiapan hanya membuat kita lelah lebih cepat. Sebaliknya, mereka yang meluangkan waktu untuk belajar, melatih diri, dan merencanakan langkah, akan melangkah lebih ringan dan mencapai lebih jauh.
Di pasar saham juga sama. Banyak orang terburu-buru membeli saham karena takut ketinggalan momentum, tapi lupa mempersiapkan diri dengan ilmu, analisa, dan manajemen resiko.
Padahal ketajaman analisa, pengalaman, dan kedisiplinan strategi jauh lebih menentukan hasil dibanding sekadar sering transaksi.
Tanpa persiapan, investor hanya akan cepat lelah menghadapi volatilitas market. Sebaliknya, mereka yang meluangkan waktu untuk belajar membaca chart, memahami fundamental, dan merencanakan langkah, biasanya bisa melangkah lebih tenang dan bertahan lebih lama di pasar.
Apapun pekerjaan mu, sibuklah mempersiapkan diri. Asah kemampuanmu, jernihkan pikiranmu, dan kuatkan mentalmu. Karena kapak yang tajam akan menebang lebih banyak pohon dengan lebih sedikit tenaga.
$BNBR $BUMI $BBRI

TRUE PROMISE:
Hari ini diakhiri dengan Gelombang Serangan Iran “True Promise” ke 33 13 JAM yang lalu…
Sampai saat ini sdh 15 Jam Tidak ada serangan lagi dari Amerika maupun Zionist Israel… Sesuai SYARAT yang diajukan Iran “BERHENTI MENYERANG MAKA KAMI BERHENTI MEMBALAS SERANGAN”
Aman Gan… Tenang… Kemungkinan $IHSG besok Hijau lagi Guys… PARA BANDAR Sayap Barat sudah Makan Banyak di Emerging Market..
Sekedar Tag:
$ADRO $BBRI
Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiapkan uang tunai senilai Rp 25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran Idulfitri 2026. Dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas transaksi dan penarikan tunai selama periode libur pa...

katadata.co.id
@Odsey
oh pantes om masih ada sangkut di $BBRI sejak 2024 di pucuk harga 5500an
di $KETR juga ya om harga pucuk
kok pelampiasan nya ke $BUVA om. salah sendiri knp beli ppucuk
Berita terbaca 10 Maret 2026
sembarang tag : $RMKO , $BBRI , $ESSA
Kalo ada yang salah/beda/kurang, nanti di koreksi.
Selamat i’tikaf bagi yang menjalankan....

Selamat Malam para Institusi Perusahaan Domestic Indonesia.
Tebakan Candlestick/Chart 5Y yang saya bilang pada Minggu Lalu, Terjadi Panic Selling yang dilakukan oleh Ritel Domestic & Ritel FOREIGN FOMO dengan Euforia IHSG Harga 9,000.
Gambar Slide Nomor 3. Kalau tidak terjadi Aksi Panic Selling yang dilakukan oleh Ritel, sebenarnya Candlestick/Chart IHSG masih Fase Bullish. Tetapi Fakta lain berbanding terbalik, banyak yang Panic Selling menggunakan Full Margin di Saham Gorengan seperti Saham Pak Prajogo Pangestu, Saham Bakrie Group dll yang membuat IHSG tertekan + Menjelang Lebaran yang akan datang, pastinya Ritel Domestic Indonesia Butuh Uang. Tidak peduli dia mau Cutloss ataupun Profit, yang penting Tujuannya Satu Yaitu Sell. Tetapi Kalau Sell mendapatkan Profit tidak masalah, yang jadi Masalah adalah Sell dalam situasi Cutloss dengan Panic Selling 🗿
Slide Nomor 2 Bertahan di harga Resistance Tahun 2025 Agustus yang lalu. Tetapi kalau jebol bisa semakin parah menuju Support Major di 7,000 dari kelakuan Panic Selling yang tidak kuat melihat Kondisi IHSG di tahun 2026 ini.
Kejadian IHSG Tahun 2026 tidak beda jauh dengan Kejadian IHSG pada tahun 2021-2023 ketika Presiden masih di tangan Joe Biden. Era COVID-19 + Perang Russia Vs Ukraina tidak begitu parah Penurunannya ketimbang di tahun 2026 ini. Saya paham ko, Semakin Pergantian Tahun SID Investor Ritel Domestic Indonesia selalu bertambah. Saking bertambahnya semakin banyak yang tidak kuat Mental dan melakukan Aksi Panic Selling.
Disclaimer On: Bukan Untuk Ajakan Buy/Sell. Ini menurut Analisa saya dan AI Stockbot 🤖 Pribadi Saya 🧘.
Jadi Kesimpulannya bagaimana bang? Jangan Malas untuk Belajar diri sendiri, Jauhi FOMO/Euforia Pasar di tengah Trend Bullish Tinggi IHSG. Buy ketika Bearish Bukan Bullish 🗿
Random Tag: $BBCA $BMRI $BBRI
1/4




intinya berhati hati kalau mau spekulasi beli sebelum libur lebaran.
takutnya malah makin panas Iran Vs USA Israel
$BMRI $BBRI $BBCA
Ihsg tidak jadi masalah kalau punya invest longterm
Berikut ada screener gratisnya.
Follow y, nanti saya dm gratis
$BBRI $BMRI $BRIS

JAKARTA - Fitch Ratings merevisi outlook peringkat empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, lembaga pemeringkat global tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit bank-bank tersebut.
Keempat bank BUMN yang outlooknya direvisi menjadi negatif oleh Fit...

www.idnfinancials.com

menarik nih bbni mau ada dividen
baca berita : https://cutt.ly/ktTAfous
disclaimer on.
random tag : $BBCA $BBRI $BBNI
