


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
$BBCA $BMRI $BBRI
baca berita nya : https://cutt.ly/XtEVYviL

Grup Saham No.1 Favorite Warga Stockbit
Mantap Analisa 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$ENRG $BBRI $BBCA

Grup Saham No.1 Favorite Warga Stockbit
Mantap Analisa 😍 😍
Link Grup ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc 💎
$BBRI $BBCA $ENRG

$BBRI $BBCA $BMRI
Hallo semua! Perkenalkan saya Savero Rhesa Pramudita dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.
Saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir mengenai penggunaan analisa teknikal dan analisa fundamental pada investor pemula.
Buat rekan-rekan yang memenuhi 2 kriteria ini:
1. Pengalaman investasi saham ≤ 1 tahun.
2. Masih aktif melakukan transaksi/investasi.
Saya mohon bantuan waktu luangnya untuk mengisi kuesioner berikut:
🔗 Link Survei: https://cutt.ly/jtECm1IR
Pengisiannya singkat kok, hanya sekitar ±5 menit saja. Data dari teman-teman akan sangat berarti bagi kelancaran penelitian saya.
Terima kasih banyak atas partisipasi dan waktunya, rekan-rekan! 🙏
$ENRG Prediksi nya udh mulai terbukti.
https://cutt.ly/PtECvoO1
$BBRI $BMRI

$PIPA $CDIA $BBRI
hallo semua
seperti analisa tadi pagi, memang IHSG merah membara walau tak semerah akibat MSCI kemarin.
namun itu cukup membuat IHSG merah hingga minus lebih dari 2% dengan imiten pak PP yang minus, bahkan imiten pak HH BUVA sampai ARB.
tapi ini sesuai analisa dimana saham minyak dan emas menjadi saham yang hijau semerbak dewi indah.
namun yang gokil dari hari ini dimana tetap ada anomali yang terjadi terutama saham OILS yang naik hampir ARA. walau namanya oil yang artinya minyak, tapi ini bukan minyak bumi malahan imiten ini jualan minyak kelapa.
Sungguh mebagongkan antara imiten nya yang anomali atau para ritel yang anomali mengira ini saham minyak bumi.
tapi ya good luck lah yang cuan di saham itu. kapan lagi ya kan
kita lihat besok apakah ritel dan bandar masih mau naikin saham minyak kelapa ini. mana tahu minyak kelapa impor dari selat Hormuz kan 😂😂😂
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BULL (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 470
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 460 – 475
- Stoploss: < 445
- TP1: 500
- TP2: 520 – 540
Alasan: Harga masih bertahan di atas support pendek dan struktur swing masih rapi, peluang lanjut naik masih terbuka Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 430 – 445
- Stoploss: < 415
- TP1: 480
- TP2: 505 – 525
Alasan: Area ini zona demand kuat dan support valid sebelumnya, cocok buat entry aman sambil jaga risk Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 485 dengan volume besar
- Stoploss: < 465
- TP1: 510
- TP2: 540 – 560
Alasan: Breakout resistance kunci + volume bisa jadi pemicu momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 485 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 430 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $BBRI $PANI
@ArifMuzzaki saya mulai aktif trading 3 bulan terakhir aja.. 1 tahun lebih berjalan itu nyangkut di big banks $BBRI avg 4.800 ga berani cutloss.. selama setahun lebih.. dan banyak melewatkan PP season dan msci play.. sedih yak :") akhir nya 3 bulan lalu mulai legowo dan pelan2 mulai ada hasil. walau banyak error nya juga nih kayak di coin dan ptro barusan
Rilis data ekonomi US
➖ ISM Manufacturing PMI Feb = 52,4 (vs previous 52,6, vs consensus 51,8)
➖ ISM Manufacturing Employment Feb = 48,8 (vs previous 48,1)
➖ ISM Manufacturing New Orders Feb = 55,8 (vs previous 57,1)
❌ ISM Manufacturing Prices Feb = 70,5 (vs previous 59,0, vs consensus 59,5)
➖ S&P Global Manufacturing PMI Final Feb = 51,6 (vs previous 52,4, vs preliminary 51,2)
PMI manufaktur US masih bertahan kuat di atas ekspektasi, walaupun ekspansi sedikit melambat dibandingkan bulan lalu.
Kondisi demikian masih belum mendukung Fed untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
$BMRI $BBNI $BBRI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (02/3/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 218,652 poin atau terpangkas 2,65% ke level 8.016,833.
IHSG pada awal Maret 2026 ini dibuka di level 8.092,905, lebih rendah dibandingka...

stockwatch.id

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah 2,65% atau 218,65 poin ke level 8.016 pada penutupan perdagangan Senin (2/3). Tekanan datang dari koreksi sejumlah saham lintas sektor seperti industri, siklikal, hingga infrastruktur, sebagai imbas gejolak konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serika...

katadata.co.id
$INDS jangan beli ges, biarin gabisa keluar si "itu" wkwkwk. gayanya sok angkat2 jelang penutupan, dikira orang masih mau beli gorengan dingin🤣
RT: $IHSG $BBRI
Sinyal Bahaya di Kuartal Pertama: Tekanan Ekonomi Kian Nyata
Sangat disayangkan bahwa pada awal tahun ini kondisi ekonomi justru menunjukkan pelemahan yang cukup drastis. Sejumlah indikator utama menggambarkan perlambatan yang tidak bisa diabaikan. Pertumbuhan ekspor secara tahunan (YoY) pada Januari tercatat hanya 3,39%, jauh di bawah ekspektasi dan turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai dua digit. Penurunan kinerja ekspor ini menjadi sinyal bahwa permintaan global terhadap produk dalam negeri sedang melemah, yang pada akhirnya berdampak pada sektor industri dan tenaga kerja.
Di sisi lain, neraca perdagangan juga mengalami tekanan. Surplus yang tercatat hanya sekitar 0,96 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya maupun proyeksi pasar. Kondisi ini diperparah dengan lonjakan pertumbuhan impor yang mencapai 18,21% (YoY), jauh di atas perkiraan. Ketidakseimbangan antara ekspor yang melemah dan impor yang melonjak berpotensi menekan stabilitas eksternal serta nilai tukar, jika tren ini berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Tekanan juga terlihat dari sisi harga. Inflasi tahunan (YoY) Februari meningkat menjadi 4,76% dari sebelumnya 3,55%, sementara inflasi bulanan (MoM) naik 0,68% setelah sebelumnya mengalami deflasi. Kenaikan inflasi ini menunjukkan daya beli masyarakat berpotensi tergerus, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Kombinasi antara perlambatan ekspor, melemahnya surplus perdagangan, serta tekanan inflasi menjadi tantangan besar bagi perekonomian di awal tahun. Diperlukan kebijakan yang tepat dan responsif agar momentum pertumbuhan dapat kembali terjaga dan kepercayaan pasar tidak semakin tergerus.
$IHSG $USDIDR $BBRI

Siap-siap coal jadi primadona, disaat krisis energi, idealis negara-negara barat dan yang memiliki kebutuhan besar, mau gamau bakal balik menggunakan coal, RKAB udah dipangkas kalau demand naik artinya?
tesisnya juga mendukung ke emiten-emiten yang belum jauh terapresiasi, kalau emiten batubara yang udah naik-naik dari sebelum ada momentum ini kemungkinan udah priced in atau sedikit adjusted aja
ritel holder perbankan mending pindah ke COAL sini
$BBCA $BBRI $BMRI
#AI #ForeignInflow #Akumulasi
===========================================================
LAPORAN ANALISA PASAR & NET FOREIGN BUY (PER 2 MARET 2026)
===========================================================
KONDISI PASAR UMUM:
IHSG tertekan ke level 8.016 (-2,66%) akibat tensi geopolitik
AS-Iran. Terjadi anomali di mana investor asing justru melakukan
akumulasi masif pada sektor Komoditas dan Energi.
-----------------------------------------------------------
1. SEKTOR EMAS & LOGAM (ANTM)
-----------------------------------------------------------
* Status: Top Net Foreign Buy (156,60B)
* Harga: 4.610 (+5,98%)
* Analisa: Emas menjadi "Safe Haven" utama. Didorong kenaikan
harga emas fisik ke Rp 3,15 jt/gram dan isu kuota RKAB Nikel.
* Proyeksi: Target terdekat 4.850. Potensi uji level 5.000
jika tensi global memanas.
-----------------------------------------------------------
2. SEKTOR ENERGI & JASA TAMBANG (PTRO, AADI, ADRO, INDY, ESSA)
-----------------------------------------------------------
* Status: Akumulasi Agresif (Buy on Weakness & Momentum)
* Pergerakan:
- AADI: +7,03% (Target 10.500) - Valuasi masih murah.
- PTRO: -2,04% (Target Rebound 6.500) - Asing serok di bawah.
- INDY: +15,53% (Target 4.500) - Waspada Profit Taking.
- ESSA: +12,40% (Target 800) - Imbas lonjakan gas global.
* Analisa: Antisipasi gangguan logistik Selat Hormuz yang
memicu lonjakan harga energi fosil.
-----------------------------------------------------------
3. SEKTOR PERBANKAN & KONSUMER (BBRI, ASII, $INDF)
-----------------------------------------------------------
* Status: Tekanan Kurs Rupiah (Rp 16.868/USD)
* Pergerakan:
- $BBRI: -2,30% (Support kuat di 3.700)
- $ASII: -5,62% (Target pemulihan 6.500)
* Analisa: Asing tetap masuk (Net Buy) namun harga turun.
Ini indikasi strategi rebalancing jangka panjang di harga diskon.
-----------------------------------------------------------
KESIMPULAN STRATEGI:
-----------------------------------------------------------
Pasar saat ini digerakkan oleh "War & Energy Shock".
Fokus pada saham komoditas sebagai pelindung nilai portofolio
(Hedging). Sektor perbankan cenderung 'Wait and See' hingga
kurs Rupiah stabil.
===========================================================
Disclaimer: Analisa ini bersifat informatif, keputusan
investasi sepenuhnya ada di tangan investor.
===========================================================
#DYOR

Ketika Orang-orang Ketakutan Sama Potensi Perang Dunia
Ini aseng malah asyik borong $ANTM PTRO $AADI $BBRI ADRO
Aseng nya bondo nekat juga ini.
Saya pikir aseng bakalan borong saham migas, tapi kok aseng ndak ada ada yang beli saham migas di top 5 net buy? 🤔
ESSA mungkin bisa lah dianggarkan saham migas soalnya doi jualan LPG. Tapi ndak masuk top 5 net buy. 🤔
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






🚨 IHSG Bergejolak! Perang Memanas! Commodity Rally Berlanjut?
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik global dan reli harga komoditas.
Finsera menyelenggarakan sesi diskusi daring yang akan memberikan perspektif mengenai :
- Dampak konflik geopolitik terhadap IHSG
- Implikasi kenaikan harga komoditas terhadap sektor-sektor tertentu
- Analisis risiko dan manajemen portofolio
- Outlook pasar jangka pendek dan menengah
🗓 Senin, 2 Maret 2026
⏰ 21.00 WIB
📍 Zoom (https://bit.ly/weeklymarketbriefing)
Meeting ID: 820 0157 9174
Passcode: 257127
Kali ini, kelas terbuka untuk umum!! So, jangan sampai terlewat🤩
Perspective creates confidence.
See you on Zoom 🚀
$IHSG $BBRI $BBCA

Day 90 (2/3) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
matched
BBCA - 7075
BBRI - 3820
Avg
BBCA - 7959
BBRI - 3803
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



$BBRI malah akumulasi disaat yang lain outflow termasuk emiten minyak yang naik malah minyak kelapa $OILS !
$AGRO bapack ibuck liquidity provider, markdown sampai harga IPO 100 perak yee....lagi loyo digital attacker nih...
$BBRI
Penurunan IHSG dalam sebulan terakhir terutama setelah pengumuman "MSCI" sebenarnya adalah PELUANG bagi kita untuk mendapatkan harga yang bagus. Dalam bahasa Mandarin ada istilah "WEIJI" yang artinya krisis, namun dapat diartikan pula sebagai PELUANG. MENGAPAAA??
Karena setiap ada krisis disitu selalu ada kesempatan, dan tugas kita di capital market adalah untuk mencari perusahaan yang memiliki potensi yang besar di saat krisis tersebut. Jadi penurunan IHSG ini, dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Sebagai contoh saat Covid di 2020, banyak miliarder baru yang lahir dan banyak juga miliarder turun kasta, jadi tergantung dari sisi mana kita melihatnya.
Jadi tugas kita ditengah penurunan saat ini adalah membeli saham dengan fundamental baik, dan tunggu.
$MEDC $BBRI $ENRG

🚨 TODAY MARKET RECAP 🚨
📊 IHSG ANJLOK TERTEKAN PERANG! SAHAM ENERGI & EMAS MELONJAK!
IHSG ditutup anjlok 2,65% ke level 8.016,83 hari ini, terpukul sentimen negatif eskalasi konflik geopolitik antara AS-Israel dan Iran yang memicu aksi jual investor global. Namun, di tengah tekanan ini, saham-saham komoditas energi dan emas justru melesat.
🔥 HOT NEWS & MOVERS
• IHSG: Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 2,65% atau 218,65 poin ke level 8.016,83, imbas sentimen perang AS-Iran. Pelemahan ini menghapus Rp318 triliun kapitalisasi pasar BEI.
• APEX, ENRG, ELSA, MEDC, RAJA, AKRA: Saham-saham migas melesat signifikan, dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan Selat Hormuz. Ini menunjukkan rotasi dana ke sektor yang diuntungkan dari tensi geopolitik.
• ANTM, BRMS, ARCI: Saham emiten emas dan perak menguat tajam, dengan harga emas global naik 1,38% dan perak Antam terbang tinggi. Aset safe haven menjadi buruan investor di tengah ketidakpastian.
• NCKL: Pengendali PT Trimegah Bangun Persada Tbk melepas 991 juta saham senilai Rp1,38 triliun. Aksi divestasi ini mengurangi porsi kepemilikan pengendali sebesar 1,57%.
• TIRT: Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk disuspensi BEI setelah melonjak 2.172% dari Rp44 ke Rp1.000. Suspensi ini dilakukan sebagai upaya perlindungan investor dari volatilitas ekstrem.
• Maskapai Penerbangan: Saham maskapai penerbangan ambruk memimpin penurunan di bursa Asia. Sektor ini terpukul gangguan wilayah udara Timur Tengah dan kenaikan harga minyak.
🏢 CORPORATE ACTIONS
• HILL: Saham PT Hillcon Tbk masuk Papan Pemantauan Khusus (FCA) setelah harganya anjlok 78,01% dalam sebulan terakhir.
• LPPF: Laba bersih PT Matahari Department Store Tbk turun 12,4% menjadi Rp725,4 miliar sepanjang 2025.
• LPKR: PT Lippo Karawaci Tbk mencatat pendapatan neto turun 21,48% menjadi Rp8,84 triliun dan laba bersih tertekan sepanjang 2025.
• KIJA: PT Kawasan Industri Jababeka Tbk membukukan laba bersih Rp423,19 miliar pada 2025, naik 16,48%, didukung peningkatan penjualan dan pendapatan jasa.
• LSIP: PT PP London Sumatra Indonesia Tbk mencatat laba bersih Rp1,88 triliun pada 2025, melonjak 28%, didukung kenaikan harga jual dan volume produk sawit.
• BBRI: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan menggelar RUPST pada 10 April 2026, memberikan sinyal potensi dividen lebih tinggi meskipun laba 2025 turun 5,26%.
• BEI: Sepanjang 2025, BEI mengenakan 3.040 sanksi kepada 453 emiten, mayoritas terkait laporan keuangan.
🌍 MACRO & MICRO ECONOMY
• IHSG turun 2,65% atau 218,65 poin ke level 8.016,83 imbas perang AS dan Iran, menghapus Rp318 triliun kapitalisasi pasar BEI.
• Harga minyak Brent melonjak hingga 13%, berpotensi tembus US$100, imbas gangguan pasokan di Selat Hormuz.
• Rupiah tertekan, ditutup melemah 0,54% ke Rp16.861/US$ akibat sentimen perang Timur Tengah dan sentimen risk-off global.
• BPS melaporkan inflasi Februari 2026 melonjak 0,68% secara bulanan (4,76% yoy), lebih tinggi dari konsensus, didorong oleh kenaikan harga daging ayam, cabai rawit, dan emas perhiasan.
• Neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 surplus US$950 juta, menyempit dari bulan sebelumnya, dengan AS menjadi penyumbang surplus terbesar dan China defisit terdalam.
💡 Ritel Insight
Di tengah gejolak geopolitik yang meningkatkan volatilitas pasar, investor ritel disarankan untuk tetap rasional, mencermati fundamental saham, dan menyesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing, serta mencari peluang di sektor yang diuntungkan seperti komoditas energi dan emas.
📌 $MEDC $ANTM $BBRI