


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Panduan Musim Dividen 2026: Perbankan dan Tambang Siap Bagi Keuntungan!
💰 Musim dividen domestik resmi dimulai dengan dominasi sektor perbankan Big Caps pada Maret-April.
🏦 BBCA menjadi pembuka jalan, disusul $BBRI , $BMRI, dan BBNI yang diprediksi tebar dividen jumbo.
🏗️ Sektor energi dan konglomerasi seperti ASII, UNTR, dan $ITMG menyusul pada periode Mei-Juni.
📡 Diversifikasi sektor meluas di bulan Juni dengan kehadiran TLKM, PGAS, hingga emiten ritel ACES.
🍜 INDF dijadwalkan menjadi penutup rangkaian musim dividen tahun ini pada bulan Juli mendatang.
📊 Investor disarankan mencermati tanggal Cum Date untuk mengamankan hak atas pembagian laba.
Simak lengkap
https://cutt.ly/1tR4VPrA

Masuk $IHSG aja Mir... dijamin lebih tenang dan barokah, ya ndak gaess ?
$BBCA $BBRI siap terbang wkkwkw... auuwooo...

$IHSG Pernah nonton film yang bertema pembunuh berdarah dingin? Dimana setiap menjalankan aksinya tidak pernah dibawa perasaan alias baperan, begitu dingin saat eksekusi, hear nothing see nothing. Di belantara saham, sikap tidak baperan juga sangat diperlukan agar kepala tetap dingin dan logika berpikir jalan terus. Kebayang saat cuan euforia kita berlebihan seolah sudah menang perang atau sebaliknya saat CL kesedihan kita begitu lebay seolah besok kiamat. Ingat lur, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, esok hari kita masih tetap bertempur di tempat dan jam yang sama, yakin bisa pikiran jernih kalo sisa baperan kemarin masih ada?
Pernah nyimak di tiktok siapa ya yang bilang untuk menjadi berdarah dingin, otak kita wajib dikonsletin, entah apa maksudnya.
BSJKI
Beli Sore Jual Kalo Inget
$BBRI $BUMI
Perusahaan Asuransi yang Memiliki Paling Banyak Saham di IHSG
Asabri jadi asuransi yang paling banyak pegang saham di IHSG dengan kepemilikan di atas 1%
Asabri pegang 33 saham dengan kepemilikan di atas 1%.
Di bawah Asabri, ada BPJS Ketenagakerjaan program JHT dengan 31 saham. Ini besar sekali. Artinya Asabri dan BPJS Naker ini tampak memakai pendekatan diversifikasi luas. Mereka tidak bertaruh pada sedikit saham, tapi menyebar risiko ke banyak emiten. Di bawahnya ada Taspen dengan 15 saham dan IFG Life dengan 13 saham. Setelah itu mulai turun ke level menengah seperti Simas Jiwa dan Indolife Pensiontama masing-masing 11 saham, Prudential 9 saham, lalu BPJS program JP 8 saham. Jadi ada gap yang cukup jelas antara kelompok teratas dan sisanya.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $FIRE $ADRO
1/6






Rilis data penjualan (distribusi) sepeda motor di pasar domestik Indonesia Februari 2026 oleh AISI
✅ Distribusi Feb 2026 sebanyak 587.354 unit.
Naik +1,66% mtm dari Jan 2026 (577.763).
Naik +1,05% yoy dari Feb 2025 (581.277).
Lebih banyak dari Feb 2024 (558.685).
✅ Distribusi kumulatif Jan-Feb 2026 mencapai 1.165.117 unit.
Naik +2,06% ctc dari Jan-Feb 2025 (1.141.578).
Lebih banyak dari Jan-Feb 2024 (1.151.343).
...............
Penjualan sepeda motor yang meningkat menunjukkan mulai pulihnya pasar otomotif di Indonesia yang menggambarkan perbaikan kondisi ekonomi secara umum.
$BBCA $BMRI $BBRI

"💵 Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$ 151,9 Miliar! Rupiah Aman atau Bahaya?"
by mancingsaham Academy
Sobat Cuan, Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data krusial di Jumat (6/3) ini. Cadangan Devisa (Cadev) kita per akhir Februari 2026 dilaporkan turun menjadi US$ 151,9 miliar. Buat trader dan investor, Cadev ini ibarat "tabungan darurat" negara. Kalau tabungannya turun, apakah ekonomi kita sedang bahaya dan IHSG bakal goyang? Tenang, jangan panik dulu. Yuk, kita bedah faktanya!
1️⃣ Apa yang Terjadi? (The Data)
Berdasarkan laporan resmi BI, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 berada di angka US$ 151,9 miliar. Angka ini memang mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Januari 2026 yang menyentuh level US$ 154,6 miliar.
2️⃣ Kenapa Tabungan Negara Bisa Turun?
Uangnya lari ke mana? BI menjelaskan ada beberapa alasan utama di balik penurunan ini:
* Bayar Cicilan Negara: Dipakai untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.
* Jagain Rupiah: Dipakai oleh BI sebagai peluru untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Maklum, ketidakpastian pasar keuangan global saat ini masih sangat tinggi, jadi BI harus siap sedia mengintervensi pasar agar Rupiah tidak jeblok.
* Selain itu, pergerakan ini juga dipengaruhi oleh dinamika penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
3️⃣ Apakah Level Ini Berbahaya?
Sama sekali tidak! BI menegaskan bahwa nilai Cadev US$ 151,9 miliar ini masih SANGAT TINGGI.
Sebagai perbandingan, tabungan ini setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor, atau 5,9 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri. Standar kecukupan internasional itu cuma butuh 3 bulan impor. Artinya, napas ekonomi kita masih sangat panjang dan sanggup menahan guncangan eksternal!
4️⃣ Dampak ke IHSG: Asing Masih Percaya!
Dengan tabungan devisa yang tebal ini, BI punya cukup amunisi untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Buktinya, aliran masuk modal asing (capital inflow) diproyeksi akan tetap deras. Investor global melihat prospek ekonomi nasional kita masih sangat positif dan imbal hasil (yield) investasi di Indonesia tetap seksi. Ini sentimen yang sangat bagus untuk pasar saham kita!
5️⃣ Strategi Trading: Pantau Sektor Sensitif Rupiah
Data Cadev yang kuat memberikan rasa aman bagi pelaku pasar.
· 🚀 Sektor Perbankan (Big Banks): Kalau stabilitas makroekonomi terjaga dan Rupiah aman, saham perbankan berkapitalisasi besar biasanya jadi incaran utama dana asing.
· 📈 Sektor Consumer Goods: Cadangan devisa yang kuat bikin kurs terkendali. Emiten yang banyak impor bahan baku (seperti sektor consumer) akan terselamatkan dari pembengkakan biaya.
· 🛡️ Jangan Lengah: Meskipun fundamental negara kuat, tetap pantau sentimen global. Pastikan kamu selalu disiplin Stop Loss jika market global tiba-tiba terguncang hebat.
6️⃣ Kesimpulan
Turunnya cadangan devisa di bulan Februari bukanlah sinyal bahaya, melainkan bukti bahwa BI bekerja aktif menjaga stabilitas ekonomi dan pemerintah disiplin membayar utang. Fundamental kita masih sekuat baja!
Kunci menyikapinya: Jangan mudah termakan berita "judul clickbait" yang menakut-nakuti soal penurunan devisa. Fokuslah pada fakta bahwa ketahanan eksternal kita masih jauh di atas standar aman internasional. Tetap percaya diri memancing di IHSG!
Semoga bermanfaat dan membantu teman-teman semua 🚀
📌 Gabung di mancingsaham community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik https://cutt.ly/KtR9vgsH atau chat 081251880459 (WhatsApp)
$BBCA $BBRI $BMRI
1/10










🔴 IHSG tidak menentu
Ada yang Masih Mau Invest Jangka Panjang?
Saya mau bagi screener GRATIS untuk invest jangka panjang 3-5 tahun. Dm ya
Tuh liat yang masuk screener dari bulan kemarin semakin naik.
Asal pilih bisnis yang sehat & punya growth jelas.
Yang panik lihat merah,
yang siap lihat peluang.
Kalau mau bahas saham long term tanpa drama & euforia,
👉 follow aja 📊🔥
⚠️DYOR
$BBRI $BBCA $BRIS

➖ Iran tidak akan lagi menyerang negara tetangganya, selama serangan yang masuk ke Iran tidak bersumber dari negara-negara tersebut.
https://cutt.ly/otR2SbzO
Pernyataan ini sedikit meredakan eskalasi, walaupun di sisi lain Iran juga sudah bertekad tidak akan menyerah, dan serangan Iran ke kapal tanker di Selat Hormuz masih terus terjadi.
$ENRG $BBRI $BIPI

➖ Menkeu Purbaya membuka opsi pemangkasan anggaran program MBG, jika lonjakan harga minyak mentah dunia memicu defisit APBN melebar ke atas 3%.
https://cutt.ly/ttR2YGnj
Berdasarkan hasil stress test, defisit APBN baru akan melebar hingga 3,6% sampai 3,7% jika harga minyak rata-rata menyentuh USD 92 per barel sepanjang tahun.
Jika itu terjadi maka MBG bisa diefisiensikan.
Namun yang dicegah adalah belanja pendukung MBG yang tidak berpengaruh langsung ke penyediaan makanan, misalnya beli motor dan komputer untuk seluruh SPPG.
Sementara belanja utama berupa penyediaan makanan diupayakan tetap berlanjut.
Selain MBG, belanja infrastruktur yang bersifat multi years juga bisa digeser ke tahun berikutnya.
$IHSG $BBRI $BMRI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emisi obligasi baru. Selama periode 2 hingga 6 Maret 2026, tiga perusahaan mencatatkan surat utangnya.
Pencatatan ketiga obligasi ini berlangsung serentak pada Rabu (4/3/2026). PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) meril...

stockwatch.id

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham domestik sepanjang tahun berjalan 2026. Hingga pekan pertama Maret, nilai net foreign sell tercatat sebesar Rp7,29 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menga...

www.kabarbursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan sepanjang perdagangan sepekan pada periode 2–6 Maret 2026. Indeks terkoreksi sekitar 7,89 persen dan ditutup pada level 7.585,687 dari posisi 8.235,485 pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsa...

www.kabarbursa.com

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Taspen (Persero) terus memperkuat portofolio investasinya. Pengelola dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) ini makin agresif memborong saham. Perseroan diketahui menyasar emiten – emiten berfundamental kokoh.
Mengintip portofolio Perseroan per 27 Februari 2026, ...

stockwatch.id

JAKARTA – Transaksi investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (6/3) ditutup dengan net buy atau pembelian bersih.
Transaksi asing pada hari bursa sebelumnya, Kamis (5/2), ditutup dengan net sell 396,69 juta lembar. Namun, angka ini beralih ke net buy sebesar 264,30 juta hari ini.
Volume tr...

www.idnfinancials.com
/NET%20FOREIGN%2021.jpeg)
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $WIIM (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1965
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1920 – 2000
- Stoploss: < 1850
- TP1: 2150
- TP2: 2300 – 2450
Alasan: Harga masih bertahan di atas support minor dan struktur swing masih cukup sehat untuk potensi lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1750 – 1850
- Stoploss: < 1680
- TP1: 2050
- TP2: 2200 – 2350
Alasan: Area ini zona demand kuat dan bekas area akumulasi sebelumnya, cocok buat entry sabar dengan risk lebih aman Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 2100 dengan volume besar
- Stoploss: < 1920
- TP1: 2300
- TP2: 2500 – 2700
Alasan: Breakout resistance 2100 bisa jadi pemicu momentum lanjutan kalau volume ikut masuk Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 2100 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1750 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $BBRI $PTMR
@investorbless tapi emg iya sih ketara bgt @bennix itu kontennya selalu lebih menginterpretasikan hasil dari keputusan yang di ambil razim saat ini, hampir tidak pernah ada kritik atau melihat dari POV Fiskalnya. $IHSG $BBRI $BMRI
Kasus Nasabah Blackrock dan Blackstone yang Tidak Bisa Tarik Dana
Sharing salah satu member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Hari ini ada member yang share berita Reuters tentang fund atau reksadana BlackRock dan Blackstone yang bermasalah. Kalau cuma baca sekilas, memang gampang panik karena judulnya seolah-olah raksasa pengelola aset dunia sedang kena masalah likuiditas. Padahal kalau dibedah pelan dan pakai ukuran yang benar, yang sedang bermasalah itu bukan seluruh BlackRock atau Blackstone, melainkan produk tertentu di ceruk private credit yang dari awal memang punya karakter aset tidak likuid. Jadi headline-nya besar, tetapi objek masalahnya relatif kecil dan sangat spesifik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf8
Skalanya langsung kelihatan kalau dibandingkan dengan total aset kelolaan grup. BlackRock melaporkan AUM sekitar US$14 triliun per akhir 2025, sedangkan Blackstone sekitar US$1,2749 triliun. Sementara fund yang sedang dibatasi redemption, yaitu HPS Corporate Lending Fund atau HLEND, ukurannya sekitar US$26 miliar. Artinya HLEND cuma sekitar 0,19% dari total AUM BlackRock. Jadi secara matematis ini memang secuil sekali terhadap ukuran BlackRock sebagai grup. Dengan kata lain, yang terganggu adalah satu kantong kecil di dalam kapal yang sangat besar, bukan kapalnya secara keseluruhan.
Kalau dibandingkan dengan fund besar BlackRock sendiri, perbedaannya makin terasa. Salah satu produk terbesar BlackRock adalah iShares Core S&P 500 ETF atau IVV dengan net assets sekitar US$730,4 miliar per 6 Maret 2026. Dibanding IVV, HLEND yang US$26 miliar cuma sekitar 3,6% ukuran IVV. Jadi HLEND bahkan bukan mendekati salah satu monster fund milik BlackRock. Ini penting supaya orang tidak salah framing. Masalah di HLEND tidak bisa langsung dibaca sebagai gambaran kondisi seluruh ekosistem fund BlackRock, apalagi ETF dan reksadana publiknya yang underlying asset-nya sangat likuid.
Untuk Blackstone, pembanding yang paling relevan bukan ETF saham besar seperti IVV, melainkan BCRED, karena sama-sama berada di wilayah private credit semi-liquid yang menyasar investor wealth. BCRED milik Blackstone berukuran sekitar US$82 miliar, sedangkan HLEND sekitar US$26 miliar. Jadi BCRED kira-kira 3,15 kali lebih besar dari HLEND. Menariknya, BCRED juga mengalami tekanan redemption. Investor meminta penarikan sekitar 7,9% dan Blackstone merespons dengan menaikkan batas penarikan biasa dari 5% menjadi 7%, lalu menambah sekitar US$400 juta dari perusahaan dan karyawannya agar semua permintaan bisa terpenuhi. Sementara HLEND benar-benar mentok di gate 5% dan hanya membayar sekitar US$620 juta dari permintaan US$1,2 miliar. Jadi tekanan memang ada di industri private credit, tetapi cara menanganinya berbeda-beda. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Inti masalah HLEND ada pada underlying asset-nya. Isinya bukan saham large cap yang bisa dijual tiap detik di bursa, dan bukan pula obligasi pemerintah yang pasar sekundernya dalam. HLEND itu menyalurkan dana ke private credit untuk perusahaan menengah, terutama perusahaan swasta yang lebih matang dan punya arus kas stabil. Materi HPS juga menjelaskan fokusnya pada privately originated senior secured loans kepada established core dan upper middle market companies. Jadi isi fund ini pada dasarnya adalah kredit korporasi privat yang sifatnya direct lending, senior secured, dan tidak punya kedalaman pasar seperti saham dan obligasi publik. Sekitar 19% portofolionya juga terkait software, sektor yang sedang sensitif terhadap kekhawatiran disrupsi AI. Jadi kalau banyak investor mau keluar bersamaan, aset seperti ini memang susah dijual cepat tanpa diskon.
Di situlah letak perbedaan paling penting dengan underlying asset yang berupa bond atau saham. IVV misalnya berisi 500 saham large-cap AS dalam indeks S&P 500 yang sangat likuid, transparan, diperdagangkan harian, dan market depth-nya sangat dalam. Kalau ada arus keluar besar di ETF seperti itu, mekanisme pasar dan creation redemption unit masih punya bantalan likuiditas yang jauh lebih baik. HLEND sebaliknya membawa mismatch bawaan. Investor diberi jendela penarikan berkala, tetapi aset dasarnya berupa pinjaman privat jangka menengah sampai panjang yang tidak bisa dicairkan cepat dengan harga wajar. Jadi yang terekspos di sini bukan BlackRock sebagai institusi raksasa, melainkan risiko desain produk private credit semi-liquid itu sendiri.
Karena itu, pembacaan yang lebih tepat bukan BlackRock dan Blackstone sedang bermasalah semua, melainkan pasar sedang menguji seberapa kuat struktur likuiditas produk private credit retail dan wealth. Reuters jelas menulis HLEND menerima permintaan withdrawal sekitar US$1,2 miliar atau 9,3% NAV lalu hanya membayar sekitar US$620 juta karena batas 5%, sementara subscription baru kuartal itu sekitar US$840 juta. Artinya memang ada arus keluar bersih tekanan sentimen. Tetapi itu masih sangat berbeda dengan cerita kebangkrutan atau gagal bayar institusi induknya. Ini lebih mirip alarm bahwa di saat pasar gelisah, investor baru sadar bahwa private credit tidak bisa diperlakukan seperti reksadana saham atau ETF yang likuid setiap hari.
Jadi berita itu memang layak diperhatikan, tetapi tidak layak dibesar-besarkan seolah seluruh BlackRock dan Blackstone sedang guncang. Yang sedang kena tekanan hanyalah fund tertentu dengan underlying asset private corporate loans yang memang tidak deep. Secara ukuran terhadap AUM grup, HLEND sangat kecil. Secara struktur aset, ia memang jauh lebih rapuh terhadap redemption massal dibanding fund yang isinya saham dan bond publik. Jadi kalau cuma baca judul, orang bisa panik. Tetapi kalau dibaca dengan konteks angka, yang terbuka justru bukan keruntuhan dua raksasa itu, melainkan kerentanan struktural produk private credit semi-liquid saat investor serempak ingin keluar.
BlackRock dan Blackstone: Yang Bermasalah Cuma Ceruk Kecil Private Credit
🧾 Skala masalah
🔹 BlackRock AUM sekitar US$14 triliun
🔹 Blackstone AUM sekitar US$1,2749 triliun
🔹 HLEND cuma sekitar US$26 miliar
🔹 HLEND cuma 0,19% dari AUM BlackRock
▫️ Jadi ini sangat kecil di level grup
🏦 Bandingkan dengan fund besar
🔹 IVV milik BlackRock sekitar US$730,4 miliar
🔹 HLEND cuma 3,6% ukuran IVV
🔹 BCRED milik Blackstone sekitar US$82 miliar
🔹 BCRED sekitar 3,15 kali HLEND
🧩 Akar masalah
🔹 HLEND isi asetnya private corporate loans
🔹 Bukan saham
🔹 Bukan bond publik yang likuid
🔹 Jadi memang susah dijual cepat tanpa diskon
✅ Bukan BlackRock dan Blackstone yang runtuh
✅ Yang rapuh itu produk private credit semi-liquid
❌ Kalau baca judul doang memang bisa bikin panik
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BBCA $ANTM
1/10










yang gratisan saja AI secerdas itu ternyata...
ide, logika dan kesimpulannya bisa bisa melangkahi kita manusia.
ceritanya barusan ..
ane kepikiran ingin hitung moping aperage dari garis atas dan bawah bolinger band...dan dijadikan visual garis supaya mudah melihat gerakan std deviasi dari simple moving aperage ( MA )
jadi hasil yang ingin ane lihat adalah bukan garis upper dan lower bolingger biasa..., tapi average dari garis bolinger itu sendiri.
logikanya, mirip stokastik rsi yg di buat utk melihat avg rsi.
setelah di hitung sama gemini, ternyata itu dia sudah sekalian di tambahkan kemaren , di indikator yang ane minta sebelumnya karena ngeluh garisnya patah patah
point disini, si gemini duluan dari ide pikiran yg muncul dikepala pagi ini...
atau hanya ide yg muncul dikepala ane saja yang basi , karena pemula, latar belakang jualan pinggir jalan pakai gerobak pula ?
entahlah...apapun itu, ane jadi takut, apa yg di film film jadi kenyataan seperti ultron, skynet dll...
semoga tak kejadian...
$IHSG
$BTC
$BBRI
1/2


@skydrugz27 sektor real sepi karna bnyk yg fomo di saham dan pada sangkut. akirnya nahan ngeluarin uang buat khdupan nyata
krna fyp pas bullish2nya bnyk yg pamer shingga bnyak member baru yg terpancing masuk juga . alhasil uang yg hrusnya buat konsumtif lari ke market . alhasil sektor real sepi
$BMRI $BBRI $BBCA
Tiket Kereta Belum Sold Out, Apakah Ekonomi Melemah?
Berita dari Nikkei Asia mengatakan bahwa 2 minggu menjelang lebaran, tiket kereta masih belum sold out. Padahal di tahun - tahun sebelumnya, di minggu pertama atau kedua puasa, tiket kereta biasanya sudah habis duluan. Mengingat kereta itu adalah moda transaksi paling murah sehingga biasanya tinggi peminat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Nikkei langsung jump to conclusion dengan menganggap ini sebagai indikasi melambatnya ekonomi Indonesia. Orang enggan mudik karena duit tidak ada.
Kesimpulan Nikkei mungkin benar.
Tapi kalau mau positive thinking, bisa saja banyak orang beli mobil sehingga mereka memilih mudik pakai kendaraan sendiri ketimbang pakai kereta. Atau pemudik merasa duit banyak dan memilih mudik naik pesawat. Tapi kalau mau positive thinking begini kita perlu lihat data trafik tol dan data penumpang pesawat. Kalau ternyata meningkat, itu artinya orang-orang memilih switch dari kereta ke pesawat dan kendaraan pribadi. Ini pertanda bagus, artinya kesejahteraan meningkat.
Namun jika yang terjadi adalah trafik tol ikutan turun dan penumpang pesawat juga turun maka itu artinya ekonomi kita memang slow down. Itu bahaya.
Walaupun begitu, ada juga kemungkinan lain yakni orang-orang tidak lagi menganggap mudik sebagai hal yang sakral. Mungkin banyak orang yang jadi atheis, tidak lagi percaya sama Tuhan dan tidak lagi menganggap mudik itu penting.
Banyak kemungkinan memang. Oleh karena itu ketika melihat data anjloknya penjualan tiket kereta api, kita harus melihatnya dari berbagai sudut pandang.
Kalau saya jadi oposisi pemerintah, enak banget goreng berita ini. Kalau saya jadi pendukung pemerintah pun, enak juga goreng berita ini. Padahal datanya sama tapi kesimpulan yang diambil bisa beda, tergantung posisi dan bayaran.
Yang oposisi mungkin akan menyalahkan MBG dan Kopdes sebagai penyebab lemahnya ekonomi. Sedangkan yang pro pemerintah akan bilang, ekonomi kita masih kuat karena orang memilih naik pesawat karena sekarang mereka lebih sejahtera ketimbang naik kereta. Posisi menentukan opini.
Maju tak gentar, membela yang bayar. 😌
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$GIAA $BBRI $BBCA
1/7







JAKARTA, STOCKWATCH.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses mencetak kinerja solid hingga Triwulan IV 2025. Perusahaan anak kini tampil sebagai mesin pencetak laba baru perseroan. Laba bersih mereka melonjak tajam 16,1% secara tahunan (YoY). Angkanya sukses menembus Rp10,38 triliu...

stockwatch.id

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pertumbuhan transaksi digital dari segmen ritel, bisnis, hingga ekosistem pembayaran ikut memperkuat struktur pendanaan perseroan melalui peningkatan dana...

stockwatch.id
