


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
Hanya Karena IHSG Turun Kelas dari Emerging Market ke Frontier Market Maka Itu Tidak Akan Bikin Bangkrut Perusahaan
Yang bangkrut paling bandar yang udah capek-capek goreng dengan tujuan masuk MSCI. Dan investor serta trader ritel yang udah all in full margin masuk saham yang ditargetkan masuk MSCI tapi malah gagal masuk MSCI.
Perusahaan seperti BBCA BBNI $BBRI BMRI UNVR $TLKM $ASII akan tetap berbisnis seperti biasa. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Paling yang masalah itu kalau ternyata mereka ngasi utang ke bandar yang lagi aktif goreng saham. Itu baru bencananya.
Harga sahamnya mungkin anjlok hanya karena investor aseng mengurangi porsi investasinya di Indonesia. Tapi perusahaan yang konsisten cetak laba dan utang mini akan business as usual. Mereka tetap bagi dividen seperti biasa. Tapi ya potensi harga saham anjlok.
Kalau takut sama anjloknya harga saham, ya lebih baik jangan investasi saham. Masuk deposito aja atau beli SBN aja. Di dunia saham, harga saham anjlok itu adalah keniscayaan, sama seperti kematian dan pajak. Kamu lagi jalan-jalan, lalu tiba-tiba mati, bisa saja terjadi. Kamu beli Indomie di Alfamart, itu sudah otomatis kena PPN Pajak Pertambahan Nilai. Jadi kita tidak bisa benar-benar bisa bebas dari anjloknya harga saham kecuali kamu berhenti beli saham.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

buat ritel $IHSG yang udah paham teori kalau ritel jual harga naik, itu memang benar, dan bandar akan senang hati membeli di harga murah 🥹
tapi, ada satu hal lg yg bisa dilakukan, yaitu sama-sama mampus sama bandarnya, mau dibawa ke neraka sekalipun HODL, ladeni sampai ke palung terdalam, uang boleh hilang, tapi bandar harus sakit juga, minimal waktu dia habis untuk nunggu ritel cut loss 😭
makan dividen $BBRI sampai mampus bareng bandarnya, drpd makan dividen $BREN 🤣🤣🤣
$BMRI tetap untung dan hasilnya lebih bagus dari perkiraan.Walaupun keuntungan tahun ini naiknya cuma dikit, tapi Bank Mandiri masih kuat cari laba Kondisi keuangan aman & stabil Analis sebelumnya ngira hasilnya bakal lebih lemah, ternyata lebih bagus
Ibaratnya:
Target lari 10 km, dikira cuma sanggup 8 km,
ternyata masih bisa nyampe 10,5 km. Bukan rekor, tapi melebihi ekspektasi 👍
$BBRI $BBCA

misal beli bri 5000, mm kalo turun 250 avg down, masing2 25% porto sampe 4000 masih nyangkut tp dananya dah hbis, nyangkut 2 tahun, solusinya gimana kak apa masih bisa trading? dan nunggu dari 5000 ke 4000 itu g sehari 2 hari, duit nganggurnya dikemanain? 👀. $BBRI $BMRI $BBCA
$IHSG malam semua ada yang mau saya tanyakan ini lagi rame emerging market bisa tolong jelaskan 🙏🙏🙏🙏
random tag $BBCA $BBRI
Outlook global sdg tdk baik2 saja..jgn all in crypto dulu meskipun xtrem fear..cicil boleh...
Saran sih mending cicil saham yg 2 bln lg tebar dividen besar..
DMAS, SIDO, ADRO, ITMG, Bank2 dkk...
$BSSR $BMRI $BBRI
Bakal banyak sekali para judai2 yg semua pengen serba instan dikubur dengan hanya modal check broksum kalo "si kode XX sangkut diatas dan lagi rugi xxx miliar, ga mungkin si XX ini bakal biarin dan ga angkat lagi ke harga xxx"...
dunia ini ga se simple itu boss, kalo dari dulu market maker segampang ini bisa dibaca doank dari broksum semua yg di bursa udah kaya...
pernah ga merasa kenapa setiap emiten yg lg di fase sentimen buruk2 broksumnya ga menarik, terus tiba2 waktu fase diatas2nya broksum jadi menarik?
jadi ingat dulu zaman 2021-2022 jg banyak yg dikubur karna modal cek2 broksum doank...
orang yg cuman modal tarik2 broksum, tarik2 garis, suka FOMO dan semudah itu untuk dapat conviction buat beli saham atau "apapun" merupakan ciri2 orang malas yg serba pengen instan dan emg pantas dikubur ...
orang malas kek ginian kalo dikasih duit 1 Triliun pun gak beguna, akan habis juga pada waktunya ...
"To get what you want, you have to deserve what you want. The world is not yet a crazy enough place to reward a whole bunch of undeserving people"
$IHSG
$BUMI
$BBRI
$IHSG agak aneh asing masih banyak yg buy tuh apa cuma akal-akalan media luar ke bursa kita tentang MSCI & Moody's ini bikin market crash terus biar bisa serok harga bawah $BUMI $BBRI
MSCI sejauh ini dari kesimpulan yg saya ambil tidak mau kehilangan momentum, karena mereka juga sudah in position di equity yang fundamentalnya kuat sprt top 10 marketcap perbankan $BBCA $BMRI $BBRI.
Terlepas dari metodologi mereka yang yang lebih ke kuantitatif teknikal dari pada fundamental, menurut saya knp bisa baru" ini panas, karena mereka mencoba untuk mengantisipasi tidak asal rebalance saham konglo yang mencoba ikut trend dan kabur (exit). Sedangkan yg kita tau saja, sblmnya saham konglo ** story, capex, dan perkembangannya selalu berkelanjutan.
Di Q3-4 2025 semakin banyak saham dengan target tujuan selanjutnya mereka utk masuk ke indeks MSC, jadi tidak ada salah nya juga saya rasa utk mereka mengantisipasi agar tidak kecolongan lagi sprt case tahun" lalu saham konglo yang masuk MSCI tidak berkelanjutan.
$IHSG lucu melihat kejadian akhir akhir ini ribut ribut MSCI moody Goldman Sachs dll padahal kejadian buble saham saham tech yang sebetulnya saham growth yang kalian labeli gorengan ini kalau kalian baca buku buku investasi hal yang normal yang alamiah terjadi di pasar modal sejak ratusan tahun lalu kalau baca buku buku Warren Buffett ini jelas disebutkan bagaimana mekanisme pasar berlaku bukan cuma di BEI hal ini terjadi bukan cuma habit atau kelakuan investor lokal tapi sama saja investor asing bahkan mungkin yang memulai.. jadi ini bukan kesalahan Indonesia tapi memang hal terjadi krna kebiasaan follow the money kalau memang uang bergerak ke saham growth money fresh akan ikut kesana kecuali old money yg pegang saham $BBCA $BBRI di harga seribuan.! biarkan saja harusnya tidak perlu meresahkan krna memang ada yang trading ada pula yg investasi dua hal yang sangat berbeda.
Institusi asing seperti MSCI, UBS, Goldman, Nomura, dan Moody's, mendadak kompak mendowngrade atau menurunkan rating untuk saham Indonesia, efeknya sekarang kinerja IHSG menjadi yang terburuk di dunia, semoga kondisi ini bisa segera membaik. 🙏🏻
Disclaimer: ini bersifat edukasi, informasi, dan opini pribadi. Bukan ajakan jual, hold, atau beli.
$IHSG $BBCA $BBRI

Laba Bersih BRIS FY 2025 Tumbuh 8%!!! Harga Saham Masih Tertekan?
BRIS telah merilis kinerja full year 2025, dan masih melanjutkan kenaikan kinerja dari pendapatan hingga laba bersih secara yoy.
Pendapatan BRIS mengalami kenaikan sebesar 12% dari Rp25,2 triliun menjadi Rp28,2 triliun. Laba kotornya naik 10% menjadi Rp19,1 triliun, dan laba bersihnya naik 8% menjadi Rp7,5 triliun.
Simpanan dan piutang pembiayaan BRIS untuk akhir tahun 2025 mencatat pertumbuhan double digit, dimana simpanan dana pihak ketiga BRIS mencapai Rp380,4 triliun yang naik 16,2% secara yoy.
Simpanan dari giro, tabungan, dan deposito semuanya naik diatas 10%, bahkan giro naik hingga 27,5%.
Sedangkan untuk piutang pembiayaan mengalami kenaikan sebesar 14,49% secara yoy menjadi Rp318,8 triliun, ini menunjukkan jika BRIS masih gencar dalam meningkatkan pertumbuhan kredit-nya dalam meningkatkan pendapatan. Loan to deposit ratio BRIS juga masih terjaga di level 83,74%.
Meskipun pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi tersebut juga menggerus laba bersih yang naik 8% saja, karena naiknya hak pihak ketiga atas bagi hasil. Kenaikan laba bersih lebih rendah dari pendapatan tersebut juga karena naiknya beban operasional seperti beban umum dan administrasi, ditambah kenaikan CKPN sebesar 24%.
Harga saham BRIS sendiri sejak awal tahun 2025 hingga saat ini masih mengalami penurunan 12,8% yang ditutup pada level Rp2.380 per saham, hal ini karena masih banyaknya sentimen-sentimen negatif juga yang terjadi di market, seperti kondisi geopolitik global yang memanas, penurunan rating saham Indonesia, dan lain sebagainya.
BRIS juga punya beberapa target pada tahun 2026 ini, seperti piutang pembiayaan bisa tumbuh 14% - 16%. Biaya kredit tetap kurang dari 1%, dan net interest margin lebih dari 5,5%.
Secara realisasi tahun 2025 memang kurang bagus kalau dibandingkan 2024, karena piutang pembiayaan ada perlambatan, biaya kredit naik tipis jadi 0,84%, dan net interest margin juga turun menjadi 5,59%.
Gimana menurutmu, apakah laba bersih BRIS masih lanjut naik tahun 2026 ini?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$BRIS $BBCA $BBRI
1/4




Di saham berdividen jg pun bisa cutloss kalau belinya di pucuk. Saya jg pengalaman cutloss di $KKGI $BMRI $BBRI karena kurasa timeframenya terlalu panjang hanya utk kembali ke BEP kalau belinya di harga pucuk (dan khusus KKGI karena tiba-tiba rungkad 😂). Di saham-saham gorengan juga bisa cuan kalau belinya di bawah, kayak INET kalau beli di bawah 200 sblm RI, jual setelah cumdate RI masih bagger + hak tebus.
Intinya di semua saham 1, gausah beli di pucuk, beli pas sepi. Saham apapun kalau beli di pucuk + udah rame ga akan tenang.
SAHAM : $BWPT
HARGA SAAT INI : 126
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham gocap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak di area bawah pasca tekanan turun dan mencoba membentuk base kecil. Struktur belum sehat dan rawan false move, sehingga pendekatan swing bersifat spekulatif.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 122
- Support Kunci : 115
- Resistance 1 : 135
- Resistance 2 : 150
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Tipis dan fluktuatif
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 115 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 126
- Stop Loss : 112
- Target Swing : 145
- Risk : Reward : ±1 : 1,3 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten perkebunan sawit, kinerja sensitif harga CPO dan struktur utang
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- BWPT hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 115
- Target area 135–150, risiko tinggi jika breakdown 115
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BBRI $PTMR
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
SCALPING $BBRI (3780)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (3720 – 3820)
Take Profit 1 (TP1) 3860
Take Profit 2 (TP2) 3940
Zona Stoploss (< SL) 3660
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (3760)
Risiko (Risk)
Entry 3760 → Stoploss 3660
Risiko = 100 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 100 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 180 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,8
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$CDIA $SBMA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Kesalahan orang menganalisa Big Banks itu overcomplicated. Mikir susah susah sampe ke daya beli, pinjol, kurang daya saing.
Padahal yang utama di bank itu ya masalah uang dan perputaran uang. Yang bisa mereka atur juga itu. Emang bank bisa ngatur daya beli, pinjol, dan daya saing?
Kalau kita melihat uang berputar lebih cepat dari produksi uang, value dihasilkan.
Kalau kita melihat uang berputar lebih lambat dari produksi uang, inflasi naik.
Testamen ini bukan pendapat saya, pendapat bapak ini.
We are at early phase of another banking expansion, as I called as early as last year!
Gabung GoInvest:
https://cutt.ly/2tbOq7Ap
$BBRI $BBCA $BMRI
1/2


Langkah "Screening" Broker Sebelum Titip Uang! 🛡️
Jangan cuma screening sahamnya, screening juga tempat naruh duitnya! Sebelum lanjut trading di 2026, pastikan broker Anda lolos 3 tes ini:
Tes Ketebalan Bantal (MKBD): Di atas Rp100 Miliar itu wajib, di atas Rp1 Triliun itu "Benteng".
Tes Kejujuran (Rekam Jejak): Pernah kena sanksi OJK atau ada kasus dana hilang?
Tes Efisiensi Biaya: Hitung lagi skema PPN 12% dan DPP Nilai Lain.
Detail cara ngeceknya sudah saya rangkum step-by-step di sini:
https://cutt.ly/3tbOqzDC
$BMRI $BBCA $BBRI
Banyak yang panik soal kenaikan PPN di 2025-2026. Tapi tahu nggak kalau ada mekanisme DPP Nilai Lain yang bikin biaya real kita tetap stabil di 11%?
Selain soal pajak, saya juga bahas pertempuran teknologi antara "Raja Aktivitas" vs "Raja Nilai". Kenapa sekuritas gede kayak JP Morgan pakai hardware khusus cuma buat ngecek risiko dalam hitungan mikrodetik?
Jangan asal pilih "rumah" buat aset digital Anda. Simak bedah lengkapnya:
https://cutt.ly/PtbIX68B
$BMRI $BBCA $BBRI
$BMRI
Halo Sobat Investor! Senang sekali bisa membedah kinerja **Bank Mandiri (BMRI)** tahun buku 2025 ini bersama Anda. Sebagai mentor Anda, saya melihat laporan keuangan ini menunjukkan fondasi "Raksasa" yang makin kokoh, tapi ada satu **perubahan besar** di tahun 2026 yang wajib Anda antisipasi.
Mari kita bedah "jeroan" BMRI berdasarkan data audit per 31 Desember 2025 agar Anda tidak salah mengambil langkah investasi.
### 1. Profitabilitas: Mesin Pencetak Laba Masih Ngebut
Kabar baiknya, BMRI masih sangat *profitable*. Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi **Rp56,29 triliun**, tumbuh dari Rp55,78 triliun di tahun sebelumnya.
* **EPS (Laba per Saham):** Naik menjadi **Rp603,23** per lembar. Jika Anda pemburu dividen, ini sinyal positif bahwa jatah dividen Anda aman dan berpotensi tumbuh.
* **Pendapatan Bunga:** Naik signifikan menjadi **Rp164,4 triliun** (vs Rp151,2 triliun di 2024). Ini menunjukkan fungsi intermediasi (penyaluran kredit) berjalan sangat baik.
### 2. Kualitas Aset: Makin Bersih dan Efisien
Ini yang saya suka dari manajemen risiko BMRI tahun ini:
* **NPL Gross (Kredit Macet) Turun:** Rasio kredit bermasalah turun menjadi **0,96%** (vs 0,97% di 2024). Ini angka yang sangat sehat untuk ukuran bank sebesar ini.
* **Beban CKPN Turun:** Karena kualitas kredit membaik, bank tidak perlu menyisihkan uang "jaga-jaga" sebanyak dulu. Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif turun menjadi **Rp10,3 triliun** (sebelumnya Rp11,8 triliun). Ini langsung berdampak positif ke laba bersih.
### 3. Likuiditas & Dana Pihak Ketiga: Banjir Uang Tunai
Arus kas operasi BMRI berbalik arah secara fantastis.
* **Arus Kas Operasi Positif Besar:** BMRI mencatat arus kas bersih operasi positif sebesar **Rp154,18 triliun**, padahal tahun lalu negatif Rp26,18 triliun. Likuiditas sangat melimpah.
* **Tantangan Biaya Dana (Cost of Fund):** Hati-hati di sini. Simpanan Deposito Berjangka melonjak drastis menjadi **Rp379,6 triliun** (vs Rp243,9 triliun). Akibatnya, beban bunga deposito naik tajam menjadi Rp17,2 triliun. Bank harus membayar bunga lebih mahal untuk dana-dana ini, yang sedikit menekan margin.
### 4. "The Big Event" 2026: Dekonsolidasi BSI (Wajib Tahu!)
Ini poin paling krusial untuk analisis masa depan. Dalam catatan "Peristiwa Setelah Periode Pelaporan", ada perubahan besar terkait anak usahanya, **Bank Syariah Indonesia (BSI)**.
* Pada 27 Januari 2026, terjadi perubahan pengendalian. BMRI kehilangan pengendalian atas BSI karena pencabutan Surat Kuasa Khusus dari Kementerian BUMN.
* **Efeknya:** Mulai 2026, laporan keuangan BSI kemungkinan **tidak lagi dikonsolidasi** (digabung penuh) ke dalam BMRI, meskipun BMRI masih memegang **51,47%** saham.
* **Apa artinya buat Investor?** Jangan kaget jika *top line* (pendapatan) dan *asset size* BMRI di laporan kuartal I 2026 nanti terlihat "menyusut" secara akuntansi karena aset BSI dikeluarkan. Namun, BMRI tetap menikmati laba BSI melalui metode ekuitas (sebagai entitas asosiasi).
### Arahan Strategis Sang Mentor:
1. **Fundamental:** **STRONG HOLD / BUY ON WEAKNESS.** Kinerja 2025 solid. Pertumbuhan kredit kuat di angka Rp1.447 triliun dan aset tembus Rp2.829 triliun.
2. **Dividen Play:** Dengan EPS Rp603 dan arus kas yang sangat kuat, potensi *dividend payout ratio* tetap tinggi. Cocok untuk investor jangka panjang.
3. **Antisipasi Volatilitas:** Pasar mungkin bereaksi terhadap berita dekonsolidasi BSI. Jika harga saham terkoreksi karena "kepanikan sesaat" akibat penurunan angka aset konsolidasi di 2026 nanti, itu justru **peluang emas** untuk masuk. Ingat, kepemilikan saham BMRI di BSI tidak hilang, hanya cara pencatatannya yang berubah.
**Kesimpulan:** BMRI menutup 2025 dengan rapor hijau. Aset berkualitas, laba tumbuh, dan likuiditas banjir. Tetap tenang, fokus pada fundamental, dan nikmati dividennya!
*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data Laporan Keuangan 2025. Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda.*
https://cutt.ly/StbIKrQQ
RANDOM TAG $BBRI $BBNI
$ASII by IDX Insight Pro ⚡
Market volatility NORMAL (2.04%)
Threshold standar digunakan
Volume harian 331.348jt - sangat liquid
Spread estimasi 0.84% - sangat tight
Struktur sehat
Penutupan netral
Volume rendah (0.62x avg) - minat pasar lemah
Price near high-volume node - strong S/R level
Volume trend decreasing - waning interest
Big move on low volume - weak/suspicious
Momentum 5-hari kuat
Dekat resistance - rawan rejection
RSI 49.9 - Zona sehat (neutral)
MACD di bawah signal - momentum bearish
Histogram expanding bearish
Tidak ada pattern signifikan
Volatility tinggi & expanding (6.21%) - potensi breakout!
IHSG naik +0.59% - tailwind positif
Sektor Perindustrian lemah 0.00%
Correlation moderate (0.33)
NOT ALIGNED: Both timeframes neutral - RANGE-BOUND market
Wait for clearer trend direction before trading
Gap terakhir: GAP DOWN 2.16% pada 4 Feb 2026
Gap down besar (2.16%) tanpa volume - tekanan lemah, rebound likely
Semua gap dalam periode lookback sudah di-fill - normal
Support: 6.425
Resistance: 6.725
Stop Loss: 6.297
$BBCA $BBRI

Part 3 Setelah MSCI , Kemudian Moody's semoga Danantara kuat ya!! $MSCI $BMRI $BBRI
Bagaimana entitas-entitas besar seperti PLN, Pelindo, PGN, dan Hutama Karya ikut mengalami perubahan outlook menjadi Negatif:
Langkah Moody’s Ratings ini merupakan prosedur standar yang disebut sebagai "rating action" berantai. Ketika prospek (outlook) suatu negara (Sovereign) diturunkan, perusahaan-perusahaan besar yang memiliki keterkaitan erat dengan pemerintah secara otomatis akan ikut terdampak.
Berikut adalah rincian detail mengenai mengapa dan bagaimana entitas-entitas besar seperti PLN, Pelindo, dan Hutama Karya ikut mengalami perubahan outlook menjadi Negatif:
1. Kaitan Erat dengan Peringkat Negara (Sovereign Linkage)
Moody's menilai bahwa perusahaan-perusahaan ini adalah Government-Related Entities (GRE). Peringkat mereka tidak hanya berdiri sendiri berdasarkan performa keuangan, tetapi juga mencakup "Government Uplift"—yaitu asumsi bahwa jika perusahaan ini kesulitan, pemerintah Indonesia akan turun tangan membantu.
Jika kapasitas pemerintah untuk membantu dianggap menurun (ditandai dengan outlook negatif pada peringkat negara), maka kapasitas dukungan terhadap BUMN ini juga dianggap ikut melemah.
2. Profil Entitas yang Terdampak
Setiap perusahaan memiliki alasan spesifik mengapa mereka masuk dalam daftar revisi Moody's:
Entitas Peran Strategis Mengapa Outlook-nya Ikut Negatif?
PLN Monopoli transmisi & distribusi listrik. Memiliki utang dalam valas yang besar dan sangat bergantung pada subsidi serta kompensasi dari APBN.
Pelindo Pengelola pelabuhan utama nasional. Sebagai gerbang logistik negara, kinerjanya sangat berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia.
Hutama Karya Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Memiliki profil risiko tinggi karena ketergantungan penuh pada Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk membayar utang proyek.
PGN Infrastruktur gas nasional. Bergantung pada regulasi harga pemerintah (HGBT) dan perannya dalam ketahanan energi nasional.
3. Apa Dampaknya bagi Perusahaan-Perusahaan Ini?
Meskipun peringkat (rating) mereka saat ini belum turun (masih tetap di level yang sama, misal Baa2), status Outlook Negatif memberikan konsekuensi nyata:
Biaya Pinjaman (Cost of Fund): Investor atau perbankan mungkin akan meminta bunga yang lebih tinggi jika perusahaan-perusahaan ini ingin menerbitkan obligasi atau mencari pinjaman baru di pasar internasional.
Sentimen Pasar: Harga obligasi global milik perusahaan-perusahaan ini biasanya akan terkoreksi (turun) karena pasar mengantisipasi adanya risiko penurunan peringkat di masa depan.
Tekanan Efisiensi: Manajemen perusahaan dituntut untuk lebih konservatif dalam mengelola kas dan menunda belanja modal (Capex) yang tidak mendesak demi menjaga rasio keuangan.
4. Kapan Outlook Ini Bisa Kembali Menjadi Stabil?
Kunci utamanya ada pada Pemerintah Indonesia.
Jika dalam 12–18 bulan ke depan pemerintah berhasil menunjukkan perbaikan fiskal, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan kebijakan yang pro-investasi, Moody's dapat mengembalikan outlook negara ke "Stabil". Jika negara stabil, maka outlook PLN, Pelindo, Hutama Karya, dan PGN biasanya akan ikut pulih secara otomatis.
Catatan Penting: Perlu diingat bahwa perubahan outlook ini bukan berarti perusahaan sedang bangkrut. Ini adalah peringatan dini (early warning) bahwa risiko makroekonomi sedang meningkat.
$BBTN
Halo para investor cerdas! Mari kita bedah tuntas saham **BBTN (Bank Tabungan Negara)**. Saat ini BBTN sedang berada di fase transformasi besar-besaran yang menarik untuk dicermati, meskipun ada "ombak" dari sentimen makroekonomi.
Berikut adalah analisa lengkap sebagai bekal strategi investasi Anda:
**1. Fundamental: Cerita Pembalikan Arah (Turnaround Story)**
Jangan terlalu panik dengan kinerja masa lalu. Meskipun laba bersih tahun buku 2024 sempat turun 14%, BBTN menunjukkan pemulihan luar biasa memasuki akhir 2025.
* **Laba Melonjak:** Per November 2025, laba bersih sudah melonjak **21,10% YoY** menjadi Rp2,91 triliun. Ini sinyal kuat bahwa strategi manajemen mulai membuahkan hasil.
* **Efek Penurunan Suku Bunga:** Ini kunci utamanya. BBTN adalah bank yang paling diuntungkan jika suku bunga turun. Mengapa? Karena porsi dana mahal (deposito) mereka tinggi (49%). Saat BI Rate turun (seperti tren 2025), beban bunga BBTN turun lebih cepat daripada pendapatan bunga kreditnya, sehingga margin keuntungan (NIM) melebar signifikan ke kisaran 3,9% - 4,0%.
**2. "Game Changer": Lahirnya Bank Syariah Nasional (BSN)**
Ini adalah aksi korporasi paling seksi dari BBTN. Pada 22 Desember 2025, BBTN resmi melakukan *spin-off* Unit Usaha Syariah menjadi **PT Bank Syariah Nasional (BSN)**.
* **Raksasa Baru:** BSN langsung menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan aset sekitar Rp71,3 triliun.
* **Potensi Cuan:** BBTN menguasai 99,99% saham BSN, artinya keuntungan dari entitas baru ini akan tetap mengalir deras ke laporan keuangan konsolidasi BBTN.
**3. Dukungan Pemerintah: Angin Segar Sektor Properti**
Sebagai "Raja KPR", BBTN dimanjakan oleh kebijakan pemerintah di tahun 2026:
* **Insentif Pajak:** Perpanjangan PPN DTP 100% untuk rumah hingga harga Rp5 miliar (PPN ditanggung pemerintah untuk bagian harga sampai Rp2 miliar). Ini katalis kuat untuk mendongkrak penjualan KPR Non-Subsidi yang marginnya lebih tebal.
* **Kuota FLPP:** Anggaran KPR Subsidi (FLPP) naik menjadi 350.000 unit, di mana BBTN menguasai pangsa pasar dominan.
**4. Risiko yang Wajib Diwaspadai: Sentimen Moody's**
Sebagai mentor, saya harus ingatkan risikonya. Moody's baru saja menurunkan *outlook* utang Indonesia dan 5 bank besar (termasuk BBTN) dari "Stabil" menjadi **"Negatif"**.
* Hal ini memicu volatilitas pasar dan tekanan jual asing karena kekhawatiran tata kelola dan kebijakan fiskal. Namun, fundamental BBTN dinilai tetap solid oleh manajemen dan OJK.
**5. Valuasi & Strategi Trading (Action Plan)**
Saham BBTN saat ini tergolong **sangat murah** (undervalued) dengan PBV hanya **0,6x**, jauh di bawah BBCA (3,3x) atau BBRI. Ini memberikan *margin of safety* yang tebal bagi investor jangka panjang.
* **Posisi Harga (6 Feb 2026):** Rp1.280 (terkoreksi 3,03%).
* **Area Beli Aman (Buy on Weakness):** Manfaatkan koreksi saat ini untuk akumulasi di rentang **Rp1.250 – Rp1.290**.
* **Target Harga (Profit Taking):**
* Jangka Pendek: Rp1.420.
* Jangka Menengah: Rp1.500 – Rp1.600 (Sesuai target konsensus analis).
* **Stop Loss:** Jika harga jebol di bawah **Rp1.180**, sebaiknya batasi kerugian karena tren bisa melemah.
**Kesimpulan Mentor:**
BBTN adalah pilihan menarik bagi investor tipe *value investor* yang sabar. Kombinasi valuasi murah, potensi *rebound* laba dari penurunan bunga, dan aksi korporasi BSN menjadikannya "kuda hitam" di sektor perbankan. Namun, tetap disiplin pada *money management* mengingat sentimen negatif jangka pendek dari rating agency global.
https://cutt.ly/atbII6vm
RANDOM TAG $BBRI $BMRI
Lanjutan Part 2 Setelah MSCI , Kemudian Moody's semoga Danantara kuat ya!! $MSCI $BMRI $BBRI
Moody's turunkan rating peringkat kredit Indonesia Outlook
Moody's telah menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, namun tetap mempertahankan peringkat Baa2. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang dapat melemahkan efektivitas kebijakan dan mengindikasikan pelemahan tata kelola. ¹ ²
*Alasan Penurunan Outlook:*
- _Prediktabilitas Kebijakan_: Moody's menilai bahwa penurunan prediktabilitas kebijakan dapat melemahkan kredibilitas Indonesia di mata investor.
- _Kohesi Kebijakan_: Moody's juga menilai bahwa kurangnya kohesi kebijakan dapat meningkatkan risiko terhadap stabilitas makroekonomi dan keuangan.
- _Risiko Fiskal_: Moody's memperingatkan bahwa peningkatan belanja sosial dapat meningkatkan risiko fiskal, terutama mengingat basis penerimaan negara yang lemah.
*Respon Pemerintah dan OJK:*
- Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa penurunan outlook tidak mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
- OJK menilai bahwa penurunan outlook merupakan peringatan bagi Indonesia untuk meningkatkan kredibilitas kebijakan dan menjaga stabilitas makroekonomi. ³
*Dampak terhadap Pasar:*
- Penurunan outlook dapat memicu reaksi pasar yang negatif, termasuk penurunan nilai tukar rupiah dan indeks saham.
- Moody's juga memperingatkan bahwa penurunan peringkat dapat memicu reaksi pasar yang lebih parah. ⁴
Part 1
Setelah MSCI , Kemudian Moody's semoga Danantara kuat ya!! $MSCI $BMRI $BBRI
Berikut adalah daftar bank dan lembaga pembiayaan yang terdampak penurunan outlook oleh Moody's:
*Bank yang Terkena Dampak:*
1. *PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)*: Peringkat Baa2 dan BCA baa2, dengan modal yang masih kuat, pendanaan yang solid, dan profitabilitas yang tinggi.
2. *PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)*: Peringkat Baa2 dan BCA baa2, dengan profitabilitas, permodalan, dan pendanaan yang sangat kuat.
3. *PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)*: Peringkat Baa2 dan BCA baa3, dengan permodalan yang kuat dan struktur pendanaan yang stabil.
4. *PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)*: Peringkat Baa2 dan BCA baa2, dengan kualitas aset yang sangat kuat dan tingkat profitabilitas yang tinggi.
5. *PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN)*: Peringkat Baa2 dan BCA ba2, dengan risiko aset yang tinggi dan tingkat pencadangan yang relatif rendah.
*Lembaga Pembiayaan yang Terkena Dampak:*
1. *PT Astra Sedaya Finance (ASF)*: Skor ba1, dengan kondisi lingkungan operasional yang berisiko.
2. *PT Federal International Finance (FIF)*: Skor ba1, dengan kondisi lingkungan operasional yang berisiko.
3. *PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI*: Skor ba2, dengan eksposur terhadap pembiayaan proyek infrastruktur yang berisiko.
4. *Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Indonesia Eximbank*: Skor b2, dengan kondisi lingkungan operasional yang berisiko. ¹ ²
Sumber Efek Pemangkasan Outlook RI oleh Moody’s Merembet ke Lembaga Keuangan https://cutt.ly/1tbIU1LA
Cerita Inspiratif "Pria dan Api yang Membakar" (fiksi)
Cerita dimulai dengan seorang pria yang terdampar di pulau kecil setelah kapalnya tenggelam.
Ia membangun pondok jerami kecil untuk berlindung dan bertahan hidup dengan memakan buah-buahan. Setiap hari, ia berdoa meminta pertolongan dan meratapi nasibnya.
Suatu malam, saat ia tertidur, api yang biasa ia nyalakan membesar dan membakar habis pondoknya.
Pria itu menangis putus asa, menyalahkan Tuhan atas kemalangannya.
Namun, keesokan paginya, sebuah perahu mendekati pulau itu.
Kapten kapal berkata, "Kami melihat api semalam, kami mengira ada kapal terbakar, sehingga kami berlayar ke sini."
Pesan Moral: Seringkali, apa yang kita anggap sebagai "musibah" atau kehancuran, sebenarnya adalah jalan Tuhan untuk menyelamatkan atau memberikan sesuatu yang lebih baik.
Kejadian buruk bisa jadi adalah kesempatan, jangan lupa untuk selalu bersyukur.
"Kebanyakan orang kehilangan kesempatan besar karena kesalahan persepsi mereka tentang waktu. Jangan tunggu. Waktunya tidak akan pernah tepat." - Stephen C. Hogan
Random: $BBCA $BBRI $ANTM
Happy Weekend and stay Healthy 😉
