


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
How to Spot Accounting Red Flags
https://cutt.ly/OtynLw3a
$BBCA $BMRI $BBRI

Day 34(28/11) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah š
Bad weeks for bigbanks š but good opportunity to accumulate
matched
BBCA - 8325
BBRI - 3690
Avg
BBCA - 8235
BBRI - 3839
End of week Porto performance report:
Week on Week, Porto -3.08% vs IHSG +1.12%
Alltime, Porto +1.79% vs IHSG +7.00%
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
$BBCA $BBRI
1/4




STOCKWATCH.IDĀ (JAKARTA)Ā ā Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Jumat (28/11/2025) kembali ditutup melemah 37,158 poin atau turun 0,43% ke 8.508,706, dari penutupan Kamis (27/11/2025) di level 8.545,865.
Sedangkan selama periode 02 Januari 2025 sampai dengan 28 November 2025...

stockwatch.id
Tapi ko bisa ya klo misal di bobol hacker palingan dia ngambil dana yang ada di rdn doang kan, sementara yang udah jadi saham kan ga bisa langsung di wd, ada T+2, apakah yang ilang cuma saldo RDN?. trus misal wd biasanya no rek harus sama kan. trus sama hackernya di wd kemana? apa beda ya aturannya di mirae. $BBRI $BBCA$BMRI
$BBRI Halo teman Stockbit. Ada yang punya pengalaman mengaktifkan Fitur TRUSTED DEVICE? kok jadi ngeri saya mau aktifkan
itu transaksi jam 7 malem gimana ceritanya? bingung gw, klo bener jam segitu jelas mirae yg salah
$BBRI $BBCA
$BBRI
uda dek, lapkeu lu paling sampah dari ke 3 bigbank, keliatan sudah Q to Q lu kea tai wkwkwkkwkw
jadi ditanya kok BBRI di punish mulu sih?
mendingan perbaiki kinerjalu drpd ngeluh š¤
Pantes dibanting aseng $BBNI $BMRI , sudah kudoggy pasti LK jelek š¤£
Dari bantingannya pasti $BBRI paling busuk, tinggal nunggu LK nya muncul š¤£
@Reyvaldo udh biasa terjdi bang ššš. skur cash msh ad 40% nan jdi bisa buat nmbh muatan $ADRO & $BBRI
Ada yg dm nanya $BBRI kok kemaren saya avg down? Hari ini saya jg avg down.
Saya juga suka ikuti pergerakan big fund asing krn kalo banking memang benchmarknya ya asing. Asing yg bs bikin naik juga sebaliknya.
Kenapa ikuti mereka?
Bukan utk sekedar menebak 1 broker misalnya, kalo dia masuk ikut masuk, keluar ikut keluar. Saya tdk seperti itu.
Bukan sekedar ikuti 1,2 broker saja tapi utk bisa melihat pola perilaku market dan trend yg akan datang.
Krn itulah semua analisa pd akhirnya akan sangat subjektif.
Para big fund bs keluar masuk tapiii siapa yg mendominasi pergerakan harga-lah yg akan membentuk supply demand di masa yg akan datang.
Saya anggap saja diri saya bodoh, mereka lebih pintar.
Kepentingan saya adalah saya melihat avg harga saya dan menambah lot dg harga yg sdh saya tentukan.
Krn dalam universe deviden play, Fokus saya ke jumlah penambahan lot, selama harga masih masuk akal, dividen masih fair, fundamental masih bagus, masih growth, ya tambahin terus modalnya.
Pertanyaan klasiknya : duidnya ada tidak?
Mau sabar tdk?
Saya jawabnya : duidnya ada (dari keuntungan trading dan siap sabar)
Saya di bbri utk akun deviden ada di avg Rp 4500
Saya liat pergerakan big fund asing daei 7/8 sd 24/11 itu akumulasi dg avg Rp 4500, tepat dimana itu adalah harga avg saya.
Ada
Zp Rp 3970, Rp 2,2 T
Bk Rp 3924, Rp 853 B
AK Rp 3967 Rp 347 B
Yu Rp 4000 Rp 224 B
Dari data tsb saya mulai membuat plan avg down.
Per hari ini dari sebelumnya Rp 4500 sekarang sdh di harga Rp 4300.
Bisa saja ini sangat subjektif, beda pov ya wajar.
Krn pd akhirnyaā¦.
Its me vs me
Not me vs market
Or me vs you.
Realisasi cuan trading di november di Rp 275+ jeti. Semoga desember bisa lebih perform lagi, begitu juga harapan saya utk para pembaca. Amiiinnnn.

@irfanscrimmers hmmm... Memang harus dicek sih, siapa saja yang jual saham $NAYZ ke IRMAN di tanggal 8 Oktober 2025.
Dan cek juga transaksi $BBRI $BMRI
Kasus Nasabah Mirae Atas Nama IRMAN vs Mirae vs $NAYZ
Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang laporan polisi nasabah Mirae
https://stockbit.com/post/24100822
Terlihat jelas tanggal 8 Oktober 2025 Irman beli NAYZ 12,96% pakai YP
Pertanyaannya adalah siapa yang jual saham $BBRI $BBCA Irman saat itu?
Lalu siapa yang jual NAYZ ke Irman saat itu?
Kalau BEI dan OJK serius atasi masalah, harusnya bisa di tracking sih log transaction nya.
Apakah ini kesalahan sekuritas atau kelalaian nasabah? Saya pun tidak tahu.
Semoga saja kasus yang sama tidak terjadi di Stockbit
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Jakarta, CNBC Indonesia - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Hery Gunardi menyebut, salah satu indikator negara maju adalah komposisi UMKM di atas 4%.
"Sebuah negara itu akan dibilang ne...

www.cnbcindonesia.com

Nasabah Mirae Menggugat Pembobolan Rekening
Kasus hilangnya dana nasabah di Mirae Asset Sekuritas ini ibarat alarm keras yang akhirnya pecah setelah lama dianggap desas-desus. Seorang nasabah bernama Irman mendadak mendapat notifikasi transaksi pada 6 Oktober 2025 sekitar pukul 19.34, padahal ia tidak melakukan apa-apa di aplikasinya malam itu. Begitu dicek, portofolionya yang tadinya berisi saham-saham mapan seperti BBCA, BBRI, dan Telkom malah berubah jadi saham-saham yang bahkan belum pernah ia dengar. Total kerugian yang ia klaim mencapai 71 miliar Rupiah, angka yang tentu membuat siapa pun langsung lemas. Uniknya, penjelasan dari pihak Mirae adalah bahwa server mereka aman, jadi dugaan awal diarahkan ke akses ilegal dari pihak yang mengetahui login nasabah. Dengan kata lain, narasi perusahaan seolah menggeser beban ke sisi nasabah, bukan ke sisi keamanan sistem. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Masalahnya, Irman tidak menerima penjelasan itu. Ia memilih jalur hukum dengan melaporkan tiga direksi sekaligus, yaitu Tae Yong Shim, Tomi Taufan, dan Arishandi, ke Bareskrim Polri. Laporannya sudah masuk dengan nomor LP/B/583/XI/2025/SPKT/BARESKRIM Polri. Tuduhan yang diajukan bukan sembarangan, mulai dari dugaan penipuan, illegal access, pelanggaran aturan transfer dana, sampai potensi pelanggaran UU ITE. Ketika orang mengadu kehilangan uang puluhan miliar, laporannya tentu tidak main-main. Dan menariknya, Irman bukan satu-satunya yang bersuara. Ada nasabah lain, Leni, yang mengaku mengalami transaksi janggal pada 10 November 2025, namun ketika melapor justru merasa disalahkan. Kuasa hukum menyebut estimasi total kerugian beberapa nasabah sudah lebih dari 90 miliar Rupiah.
Situasi ini juga muncul di tengah reputasi Mirae yang memang sudah lama penuh gesekan dengan sebagian nasabah. Tahun sebelumnya bahkan ada puluhan nasabah yang menggugat perusahaan terkait fasilitas margin dan alleged forced-sell yang menimbulkan total kerugian besar. Jadi ketika kasus 71 miliar ini pecah, banyak yang merasa ini seperti kelanjutan dari pola panjang persoalan kepatuhan dan transparansi operasional. Hal yang makin memanaskan suasana adalah belum adanya tanggapan resmi dari Sekretaris Perusahaan Mirae saat berita keluar, sehingga ruang kosong informasi itu terisi oleh spekulasi. Alurnya jadi seperti ini, ada dana hilang miliaran, portofolio berubah tanpa izin, perusahaan menyatakan server aman, dan nasabah justru balik menuduh direksi. Kombinasi yang sangat tidak nyaman untuk ekosistem sekuritas yang harusnya berbasis kepercayaan.
ā” Ringkasan Kasus Kehilangan Dana 71 Miliar di Mirae Asset Sekuritas
š§Ø 1. Inti Kejadian
š¤ Nasabah bernama Irman
šø Dana sekitar 71 miliar hilang
š² 6 Oktober 2025 pukul 19.34 WIB muncul transaksi otomatis
š Portofolio blue chip (BBCA BBRI TLKM) hilang
š§© Terganti saham-saham tidak dikenal
š”ļø 2. Klaim Pihak Mirae
š¢ Mirae menyatakan server aman
š Menuding akses ilegal melalui user ID dan password nasabah
š Narasi: ini bukan hack sistem ā ini kompromi kredensial
āļø 3. Nasabah Melawan
š Irman melaporkan direksi Mirae ke Bareskrim
š¤ Terlapor
Tae Yong Shim (Dirut)
Tomi Taufan (Direktur)
Arishandi (Direktur)
š Nomor laporan: LP/B/583/XI/2025/SPKT/BARESKRIM
šØ 4. Pasal yang Dipakai
š Dugaan penipuan
š Illegal access
š³ Dugaan pelanggaran UU Transfer Dana
š Dugaan pelanggaran UU ITE
š Framing hukum: bukan sekadar akun dibobol, tapi potensi fraud sistemik
š„ 5. Muncul Korban Lain
š© Nasabah bernama Leni alami transaksi janggal 10 November 2025
š£ļø Mengaku malah disalahkan perusahaan
š„ Kuasa hukum sebut banyak korban
š° Estimasi kerugian total >90 miliar
šÆļø 6. Respons Perusahaan
š° Tempo meminta komentar
š¤ Sekretaris Perusahaan Mirae (Irvin Arief) belum memberi keterangan
š 7. Rekam Jejak Konflik Mirae
š Tahun 2024 ā 40 nasabah menggugat Mirae
Isu: fasilitas margin, POJK 6/2024, forced-sell, pembukaan rekening margin tanpa persetujuan
š„ Hubungan Miraeānasabah sudah panas sebelum kasus 71 miliar ini
šÆ Core
š„ Nasabah klaim portofolionya berubah sendiri, dana hilang 71 miliar
š¢ Mirae bilang sistem aman, salahkan akses login nasabah
āļø Nasabah laporkan Direksi Mirae dengan pasal penipuan dan cybercrime
š„ Ada korban lain, total kerugian diduga tembus 90 miliar
Semoga @Stockbit tidak mengalami hal yang sama.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BMRI $NASI

Jakarta, CNBC IndonesiaĀ āĀ Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus mendorong agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan untuk naik kelas.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang telah membant...

www.cnbcindonesia.com

@fathanarif kalau kamu rajin, tinggal googling aja short Squeeze.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$BBRI $BMRI $BREN

Beli saham $BBRI di harga 3.740 pas match malah yang kecantum 3.746 bukan 3.740. ini yang salah Stockbitnya apa w yang belum paham ya itungannya gimana š
*REPORT TRANSAKSI ARUS DANA EMITEN BANK, 28 Nov 2025*
1. Arus Transaksi $BMRI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan š¼. Volume bid mencapai 79,44%, sementara volume offer mencapai 57,84% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume š¼ 20,12 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan š¼ 24,49% dari volume transaksi. Saham ini cukup diminati Asing š¼ dengan transaksi 79,44% dari volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 4.840 - 4.890; TP 1: 5.010 - 5.100; TP 2: > 5.600; Stop-Loss: < 4.840. Selama penutupan bertahan di atas 4.840, support tetap terjaga.
2. Arus Transaksi $BBCA
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian š½. Volume bid mencapai 46,64%, sementara volume offer mencapai 74,46% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume š¼ 1,42 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan š¼ 4,70% dari volume transaksi. Saham ini cukup diminati Asing š¼ dengan transaksi 46,64% dari volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 8.330 - 8.420; TP 1: 8.540 - 8.650; TP 2: > 9.500; Stop-Loss: < 8.330. Selama penutupan bertahan di atas 8.330, support tetap terjaga.
š” Sentimen: š 24 Nov 2025 - *BBCA Bagikan Dividen Interim Rp 6,77 Triliun, Simak Jadwal Berikut *, selengkapnya https://cutt.ly/ytyh2T83
3. Arus Transaksi $BBRI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian š½. Volume bid mencapai 29,14%, sementara volume offer mencapai 74,09% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume š¼ 30,73 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan š¼ 42,44% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 29,14% dari total volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 3.690 - 3.730; TP 1: 3.850 - 3.910; TP 2: > 4.300; Stop-Loss: < 3.690. Selama penutupan bertahan di atas 3.690, support tetap terjaga.
š” Sentimen: š 24 Nov 2025 - *BRI Bidik Pertumbuhan Baru! Genjot Segmen Konsumer & Bank Emas*, selengkapnya https://cutt.ly/Utyh2R7I
4. Arus Transaksi BBNI
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian š½. Volume bid mencapai 19,42%, sementara volume offer mencapai 45,84% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume š¼ 1,51 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan š¼ 23,51% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 19,42% dari total volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 4.270 - 4.320; TP 1: 4.470 - 4.540; TP 2: > 5.000; Stop-Loss: < 4.270. Selama penutupan bertahan di atas 4.270, support tetap terjaga.
5. Arus Transaksi BTPS
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing untuk menjual saham lebih besar dari pembelian š½. Volume bid mencapai 9,90%, sementara volume offer mencapai 28,68% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume š¼ 0,17 juta dari hari sebelumnya, atau mengalami peningkatan š¼ 29,74% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 9,90% dari total volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 1.320 - 1.330; TP 1: 1.380 - 1.400; TP 2: > 1.500; Stop-Loss: < 1.320. Selama penutupan bertahan di atas 1.320, support tetap terjaga.
6. Arus Transaksi BJTM
Perdagangan hari terakhir, keinginan Asing membeli lebih besar dari penjualan š¼. Volume bid mencapai 8,80%, sementara volume offer mencapai 2,47% dari total volume yang diperdagangkan. Pembelian asing pada hari terakhir bursa melemah dengan penurunan volume š½ 0,64 juta dari hari sebelumnya, atau banyak dilepas asing š½ jika dibanding hari sebelumnya dengan aksi jual 2,47% dari volume transaksi. Porsi pembelian asing hanya 8,80% dari total volume transaksi.
š” Trading Idea: Entry : 550 - 550; TP 1: 560 - 570; TP 2: > 600; Stop-Loss: < 550. Selama penutupan bertahan di atas 550, support tetap terjaga.
_Disclaimer:_*)
#> Catatan ini hanya informasi, bukan ajakan jual beli.
#> Catatan ini disusun dengan algoritma analisis data yang dikembangkan oleh @PasukanCutloss Primbon Saham
#> Analisis data lengkap di: https://cutt.ly/7tyhLKNN
#> Pelajari analisis data saham lebih mendalam, silakan japri: https://cutt.ly/gtyhLJzp