


Volume
Avg volume
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan... Read More
$BUMI $BBRI $DEWA
Coba tanyakan ke Orang Tua Anda, Apakah mereka pernah keracunan ketika makan beras petani? atau mereka sehat karena memakan beras dari campuran butir beras buatan (kernel) ???
1/4




Broker asal korea lagi pada sakit atau gimana dah? 🤔
Tapi.. kalau soal pilih broker buat investasi nih ya, minimal pilihlah broker milik BUMN. Walau sebangsat bangsatnya mafia di negeri ini, broker milik BUMN jauh lebih baik daripada broker milik asing.
$IHSG $PIPA $BBRI
1/2


$BRIS nilai intrinsik BRIS dengan PER 13,65x yang tidak justified oleh ROE 14,98% dan ROIC yang stagnan. Pertumbuhan revenue melambat ke 8,77% YoY sementara operating leverage memburuk dengan cost-to-income ratio masih tertahan di 66% meskipun aset sudah Rp 416 triliun. Dana syirkah temporer yang mendominasi funding structure menciptakan pressure margins karena nisbah bagi hasil harus kompetitif dengan deposito konvensional yang memberikan certainty return. Free cash flow generation lemah dengan cash from operations Rp 15,21T dikonsumsi hampir separuh oleh reinvestment untuk pertahankan pertumbuhan pembiayaan, menghasilkan FCFF hanya Rp 12,4T atau yield 12% terhadap market cap Rp 101T. tidak menarik untuk aset finansial dengan regulatory risk dan competitive pressure dari BSI yang memiliki 2x scale advantage.
$IHSG $BBRI
Sekarang otoritas sudah tidak main main. Kamu kamu yang beli saham dengan PER belasan abad gimana ?? Masih mau hold ??
Semoga kalian jera bermain saham yg ga jelas
Dah jelas jelas ada saham perusahaan yang bagus, profitable dan murah terus rutin bagi dividen pula seperti $BBRI, koq malah beli saham dengan PER belasan abad 😂

Daripada ribet2 berantas saham gorengan, mending short selling dibuka aja di IHSG 🤣🤣 Selama ini orang2 bisa melakukan pinjaman untuk membeli saham, tapi sebaliknya gak bisa lakukan short selling.
Siapa yang setuju? ☝☝
$IHSG $BBCA $BBRI
Emang ini para "XL" gamau nurunin average price barang pribadi kah di $FPNI 🧐
Random Tags : $IHSG $BBRI

Tentang Liquidity Provider a.k.a Bandar Legal di IHSG
Di 2024, atau 2 tahun lalu, OJK sudah mengeluarkan aturan tentang Penyedia Likuiditas atau Liquidity Provider atau orang awam menyebutnya sebagai bandar legal atau bandar yang diizinkan.
OJK bikin jalur resmi bandar legal atau Liquidity Provider lewat POJK Nomor 18 Tahun 2024, lengkap dengan hak dan kewajiban yang jelas, tapi sampai 2026 tetap terasa sepi peminat. Apakah gencarnya sweeping dan penindakan 2026 itu sengaja dipakai untuk mengubah insentif, supaya bandar yang selama ini goreng saham diam-diam merasa lebih aman kalau pindah jalur jadi bandar legal? Maybe yes, maybe no. 🤔 Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tapi kalau aturan OJK sudah disediakan dan penegakan hukumnya mulai menutup ruang abu-abu, ekosistem akan dipaksa memilih, mau tertib jadi Liquidity Provider di OJK atau mau jadi target ciduk berikutnya?
Secara definisi, Liquidity Provider atau Penyedia Likuiditas itu bukan sekadar pihak yang sering transaksi. Dia adalah pihak yang diberi mandat dan kerangka aturan untuk menjaga pasar tetap ada dua sisi, ada bid dan ada offer, secara berkelanjutan. Mekanisme intinya namanya kuotasi, yaitu memasukkan penawaran jual dan permintaan beli saham terus-menerus. Tujuannya sederhana tapi dampaknya besar. Likuiditas naik karena investor selalu melihat ada lawan transaksi, harga lebih stabil karena tidak gampang loncat hanya karena order kecil, dan price discovery jadi lebih wajar karena terbentuk dari dua sisi yang aktif, bukan cuma dorongan satu pihak.
Tidak semua orang bisa jadi Liquidity Provider. Misalnya Ipin dan Upin mau jadi Liquidity Provider alias bandar legal, maka itu wajib lapor ke Kak Ros, eh maksudnya OJK. Umumnya yang bisa jadi Liquidity Provider legal itu harus Perantara Pedagang Efek, atau pihak lain yang memang disetujui OJK dan penyelenggara pasar. Bahkan saham yang boleh dikuotasikan pun tidak bebas. Sahamnya harus ditetapkan dulu oleh penyelenggara pasar, dengan pertimbangan seperti volume transaksi, kapitalisasi pasar, frekuensi transaksi, dan fundamental saham tersebut. Ini penting karena OJK dan bursa ingin Liquidity Provider hadir di tempat yang memang membutuhkan dukungan likuiditas, bukan jadi alat pembenaran untuk mempermainkan saham yang dari awal tidak layak diperdagangkan aktif.
Bandar Legal atau Liquidity Provider boleh aktif jual-beli, tapi wajib menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Selama kuotasinya dilakukan sesuai prosedur, aktivitas itu diposisikan bukan manipulasi pasar. Jadi bandar legal bukan berarti bebas nilai, tapi justru kebalikannya, harus patuh aturan main dan siap diaudit. Kalau bandar ilegal hidup dari gelapnya jejak, Liquidity Provider hidup dari transparansi proses.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Fitur yang paling sensitif dan paling super untuk Liquidity Provider legal adalah the power to short selling. POJK ini memberi fleksibilitas khusus bagi Liquidity Provider untuk short selling pada saham yang dikuotasikan, underlying derivatif, atau underlying waran terstruktur. Bahkan dalam konteks tertentu, aturan harga penawaran jual tidak harus selalu di atas harga pasar terakhir. Ini terdengar berbahaya kalau dibaca oleh investor yang trauma shortsell ilegal, tapi logikanya begini. Liquidity Provider ditugaskan menjaga ketersediaan offer. Kadang inventory tidak cukup, jadi short selling dipakai sebagai alat operasional untuk menjaga kuotasi tetap jalan, lalu posisi ditutup dengan pembelian kembali. Bedanya dengan shortsell ilegal itu bukan di kata short selling-nya, tapi di fondasinya. Liquidity Provider punya kerangka izin, pencatatan, pengawasan, dan batasan saham tertentu. Shortsell ilegal biasanya bermula dari mismatch, barang tidak ada tapi dijual, lalu jejaknya tidak nyambung ketika dicocokkan antar sistem bursa, kustodian, dan kliring.
POJK ini juga mengunci area konflik kepentingan. Kalau Liquidity Provider melakukan kuotasi atas saham yang diterbitkan afiliasinya, wajib keterbukaan informasi ke publik. Lalu ada kewajiban menjual kembali saham tersebut paling lambat 6 bulan sejak pengajuan kuotasi. Ini sinyal bahwa OJK paham risiko paling klasik di pasar, yaitu ketika pihak yang punya hubungan pengendalian mencoba membentuk harga sendiri. Jadi bukan dilarang total, tapi dipagari dengan transparansi dan batas waktu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Pengawasan dan administrasi juga dibuat berat. Aktivitas Liquidity Provider diawasi oleh penyelenggara pasar. Wajib mengadministrasikan dan menyimpan catatan transaksi harian serta data pinjam-meminjam saham minimal 5 tahun. Ini membuat pola transaksi bisa dibedah, siapa lawan transaksi, kapan kuotasi aktif, kapan inventory dipinjam, kapan ditutup, dan apakah kuotasinya masuk akal atau sekadar topeng.
Kalau aturannya sudah jelas begini, kenapa dong sampai 2026 masih sedikit yang mau daftar jadi Liquidity Provider a.k.a Bandar Legal? Menurut saya sih alasannya sederhana aja yakni faktor ekonomi dan beban kepatuhan.
Menjadi Liquidity Provider itu kerja rutin, bukan kerja sekali dua kali. Harus standby modal, harus siap inventory, harus punya sistem kuotasi, harus disiplin risk management, dan siap diperiksa. Keuntungannya biasanya datang dari spread yang tipis tapi stabil, plus insentif tertentu jika ada. Ini berbeda total dengan pola goreng saham yang targetnya lonjakan harga besar dalam waktu singkat. Jadi pelaku yang selama ini mencari keuntungan lewat goreng harga, tidak akan tertarik masuk jalur yang mewajibkan transaksi wajar, jejak rapi, dan pengawasan ketat. Mereka bukan tidak mampu daftar. Mereka tidak mau kehilangan model bisnisnya. Modal buat goreng saham ilegal vs jadi bandar legal Liquidity Provider OJK, mana yang lebih murah? 🤔Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jadi kalau mau sih, OJK bisa aja melakukan sweeping ke semua sekuritas supaya bandar ilegal mau jadi bandar legal. Sweeping dan penindakan biasanya tujuannya bukan merekrut, tapi menaikkan expected cost pelanggaran. Efek sampingnya baru muncul, yaitu pelaku pasar yang punya infrastruktur dan ingin bisnis jangka panjang akan lebih tertarik memilih jalur resmi, termasuk Liquidity Provider.
Jadi penegakan hukum oleh OJK dan Bareskim akan mempersempit ruang abu-abu, lalu pemain yang rasional berpindah ke mekanisme yang diakui. Tapi pemain yang niatnya manipulatif, cenderung tidak pindah. Mereka biasanya hanya ganti mode, mengecilkan jejak, pindah objek, atau memanfaatkan keramaian pasar untuk berkamuflase.
Liquidity Provider itu konsep yang benar dan dibutuhkan untuk pasar yang ingin naik kelas. Tapi keberhasilannya bukan cuma soal POJK sudah terbit. Kuncinya ada di insentif ekonomi yang masuk akal, seleksi saham yang tepat, pengawasan yang disiplin, dan penegakan hukum yang konsisten terhadap manipulasi. Kalau itu jalan bareng, maka bandar legal bisa jadi magnet bagi pemain yang ingin bertahan lama, sementara bandar ilegal mulai kehilangan ruang gerak. Jika tidak, POJK akan tetap jadi jalur resmi yang bagus di kertas, tapi sepi di lapangan.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ADRO $BBRI $WAPO
1/10










$BBRI
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 22:41 WIB | 💰 Last Price: Rp3.800
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION DALAM RANGE (big money masih ngebid bawah, ritel kebanyakan scalp di atas)
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Smart Money X-Ray & Struktur Harga
Harga BBRI setahun terakhir turun sekitar 18–19% walau fundamental tetap kuat: laba bersih FY sekitar Rp60 triliun, PER ±10x, ROE ±16–17%, NIM 6,5%. Ini jelas mismatch antara kinerja dan harga—classic playground institusi, bukan saham gorengan.
Hari ini candle kecil merah (−0,78%) di 3.800 setelah sempat uji 3.870; volume harian tinggi ±280 juta saham, tapi broker summary yang Anda kirim menunjukkan Top 1 net sell besar (Small Dist), Top 3 & Average masih net sell moderat → distribusi ringan di atas, tapi belum ada “dumping” brutal.
Secara struktur, daily chart Anda nunjukin BBRI konsolidasi di channel naik pelan 3.600–3.900; beberapa bull wick di 3.8xx–3.9xx berarti area itu jadi “tembok jualan” jangka pendek, sementara 3.600–3.650 berkali-kali dipegang sebagai base (Bottom 2). Jadi smart money pattern‑nya: beli di 3.6xx, jual pelan di dekat 3.9xx sambil nunggu katalis besar (dividen, data inflasi/suku bunga).
Di sisi lain, ritel psikologinya begini: tiap kali BBRI tembus 3.800 mereka mulai haka berharap tembus 4.000, tapi begitu gagal break dan ditarik turun ke 3.7xx mereka panik cut; itu bikin bandar nyaman main “ping‑pong” dalam box ini.
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp3.650 – Rp3.720
The Logic:
3.580–3.650 di chart daily Anda adalah area Bottom 2 dan strong low baru dengan volume besar; di sana dulu muncul candle hijau panjang yang narik BBRI dari breakdown intraday.
Range 3.650–3.720 adalah zona di mana risk ke bawah (ke 3.580) masih wajar sementara upside ke 3.900–4.000 cukup lebar; secara valuasi PER makin murah, dividend yield forward (menghitung dividen interim + final) mendekati atau melewati 9% di harga segini.
Secara aliran dana, institusi negara (pemerintah via Dwiwarna + ETF + dana pensiun) cenderung menambah posisi ketika yield naik dan harga mendekati support; buyback Rp3 triliun untuk ESOP juga bisa aktif ketika harga undervalue.
Taktik: tunggu kalau ada flush pagi ke 3.700‑an atau rumor negatif yang narik ke 3.650; masuk bertahap 3.700, 3.680, 3.650 dengan horizon swing 2–6 bulan, bukan harian.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp3.900 – Rp3.930
The Logic:
3.845–3.915 di intraday Anda adalah area supply rapat dari beberapa minggu terakhir; setiap candle menyentuh range ini, selalu ada bear wick → bandar buang tipis ke ritel yang FOMO.
Momentum buy hanya sah kalau:
Harga tembus 3.900 dan close 1H di atas 3.915–3.930 dengan body tebal (bukan sekadar ekor).
Volume >1,5x rata-rata 20 hari (≥400–450 juta saham), artinya institusi ikut ngejar, bukan cuma pompom ritel.
Bid 3.900–3.930 terbentuk tebal setelah breakout (flip supply jadi demand).
Setup ini buat skenario “BBRI finally rerate”: pasar mulai pricing-in siklus penurunan suku bunga, NIM stabil, dan dividen jumbo berkelanjutan; jika itu terjadi, target teknikal minimal ke area 4.100–4.200.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: [1:2 – 1:3])
Asumsi entry konservatif di Rp3.690.
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp3.820 – Rp3.850 (+±3–4%)
Reason: Area supply pendek intraday yang sering jadi pivot; cocok untuk trader harian yang cuma mau ride swing kecil sambil kumpulin poin.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp4.050 – Rp4.150 (+±10–12%)
Reason: Zona resist mayor daily (atas box konsolidasi) dan level psikologis 4.000+; di sinilah biasanya muncul headline “BBRI breakout” dan ritel paling serakah, jadi exit liquidity ideal.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp3.560 (−±3,5%)
Note: 3.560 sedikit di bawah Bottom 2 (3.580) dan garis bawah channel; kalau daily close di bawah ini dengan volume besar, berarti skenario konsolidasi naik batal, dan kita berpotensi masuk fase markdown ke 3.400–3.300. Disiplin keluar.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Makro Perbankan:
BBRI adalah bank mikro terbesar di Indonesia dengan NIM tebal 6,5%, ROE ±16,5%, dan aset >Rp2.000 triliun; tapi sepanjang 2025 laba bersih tertekan karena kenaikan CKPN dan beban operasional lain, sehingga laba Q1–Q3 2025 turun ±11–14% yoy.
Sentimen perbankan sensitif terhadap arah suku bunga dan kualitas kredit mikro; kabar penurunan suku bunga ke depan bisa jadi katalis rerating, sementara kenaikan NPL/CKPN jadi risk.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama):
Laba Sedikit Turun, Fundamental Masih Sangat Kuat:
Q1 2025 laba bersih Rp13,7 triliun (−13,9% yoy), Q1–Q2 mencapai Rp26,5 triliun (−11,25% yoy), dan hingga Q3 2025 total laba Rp40,8 triliun.
CKPN naik 14% ke Rp33,6 triliun, beban lain‑lain melonjak 75%, tapi kredit masih tumbuh 6,3% dan DPK 8,2% dengan CASA 65,5% → bisnis inti tetap berkembang, hanya margin bottomline dikencangkan regulator/ manajemen untuk jaga kualitas.
IMPACT: POS STRUKTURAL, NEG MINOR JANGKA PENDEK → bank tetap mesin laba besar, hanya siklus laba sedang “diluruskan” setelah periode super‑profit.
Dividen Interim & Kebijakan Dividen Double Payment:
BBRI membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp20,63 triliun atau Rp137/saham yang dibayar 15 Januari 2026.
Yield dividen 2024 sekitar 8,4–8,9% dengan payout ratio ±80–86%; sejak 2023 BBRI rutin bagi dua kali dividen (interim + final).
IMPACT: SANGAT POS untuk long holder → saham ini pada dasarnya “obligasi kupon tinggi” plus potensi capital gain; setiap penurunan harga menaikkan yield dan menarik institusi income‑seeking.
Program Buyback Rp3 Triliun:
Manajemen punya mandat buyback sampai Rp3 triliun untuk program kepemilikan saham karyawan (ESOP), dengan statement eksplisit bahwa mereka menilai harga BBRI “undervalue” dan siap eksekusi saat market lemah.
IMPACT: POS → buyback berperan sebagai lantai psikologis tambahan di dekat support; bandar internal punya alasan kuat untuk defend harga saat ritel panik.
Valuasi & Sentimen Pasar:
Dengan PER sekitar 10x dan dividend yield hampir 9%, BBRI saat ini diperdagangkan di bawah rata‑rata historis perbankan blue chip, padahal profil risiko negara & bank relatif stabil.
IMPACT: POS → menjadikan BBRI salah satu kandidat utama “re‑rating play” begitu IHSG perbankan kembali dilirik asing.
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: STRONG BUY untuk investor dividen, SPECULATIVE BUY di range 3.650–3.720 untuk swing
🌡️ Risk Profile: Medium (blue chip, tapi tetap sensitif pada siklus suku bunga & kebijakan kredit mikro).
⭐ Confidence Score: 85%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY:
[+] Bullish Factor: Fundamental sangat kuat (ROE ±16,5%, NIM 6,5%, laba Rp40,8T per Q3) dengan valuasi hanya PER ±10x dan dividend yield ~8–9% plus program buyback Rp3T—kombinasi undervalue + cashflow besar.
[+] Bullish Factor: BBRI jadi core holding institusi lokal dan global; struktur kepemilikan dan kebijakan dividen ganda bikin saham ini secara natural ditopang demand jangka panjang—good base untuk “parkir dana besar” sambil swing di range.
[-] Bearish Risk: Laba 2025 sedang tertekan (CKPN & beban lain naik tajam), saham masih sideways dengan outflow asing di beberapa periode; kalau ekonomi melemah atau NPL mikro naik lagi, harga bisa geser turun ke 3.400–3.300 sebelum rerating.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Besok jangan haka BBRI di atas 3.850; tunggu kalau ada sentakan turun ke 3.700–3.720, cicil di bawah 3.750 dengan stop keras di 3.560 dan siapkan distribusi bertahap mulai 3.820 sampai tembus 4.100 kalau volume ikut menggelembung."
⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data & pola smart money, bukan ajakan beli/jual. Keputusan dan manajemen risiko sepenuhnya di tangan Anda.
$IRSX $UANG
Selamat malam,
Kalau malam begini saya sering keluarin uneg2 pikiran dan perasaan saya 1 minggu ini ya
Saya merasa very happy saat :
1. Market kasih harga diskon di saham bagus seperti $BBCA $BBRI $BMRI dsb, kalau ga crash ga mungkin dpt barang bagus d harga murah ya..
ada yg nanya kog ga beli konglo pak? hehe konglo saya cuma 1, yaitu pak Boy ADRO ADMR
Market crash di saat ekonomi tumbuh/ grow, saat PMI ekspansif, saat neraca perdagangan indonsia positif 6 bln berturut-turut, saat nasabah bri bca bni bmri selalu setia
2. Saya merasa happy karena Regulator di BEI dan OJK yg susah d sentuh, di kritik, di kasih masukan, MUNDUR dg sendirinya
tp ingat 1 hal, HUKUM ITU TIDAK BERLAKU SURUT. Nanti PASTI ADA MOMENT , "WONG NANDUR KUI NGUNDUH"
3. Saya merasa happy ada niat transparansi data terkait beneficiary ownership, tuh kamu kalau mau goreng besok2 siapin akun nominee lebih banyak drpd skrng, cuma kamu jg harus belajar dr si Bentjok, dan yg baru anget MINA PADI.
4. Saya merasa sedih d tahun ini, sebagjan teman saya hilang modal > 50 %, saya hanya empati sebagai teman, akan tetapi saya juga LOGIS harus katakan, kerugianmu tamggung jawabmu, jgn salahkan MSCI apalagi saya. Hidup itu jgn suka kambing hitamkan keadaan.
Selamat malam dan selamat beristirahat
Macam mana ini paman 😂 Siapa selanjutnya?
Random Tag $BMRI $BBRI $ANTM
https://cutt.ly/ytvKvteJ

$IHSG
Update
Data Terkini (3 Feb 2026):
Open: 7.888
Low: 7.712 (Higher Low vs 7.481)
Close: 8.122 (Bullish Engulfing / Strong Rebound)
1. ANALISA STRUKTUR PASAR (The "Successful Retest")
Skenario "Double Dip" yang kita khawatirkan kemarin telah terjadi dan BERHASIL dengan sangat baik.
Wave Structure (Flat Correction A-B-C Selesai?):
Wave A: Jatuh ke 7.481 (29 Jan).
Wave B: Naik ke 8.408 (30 Jan).
Wave C: Turun menguji support di 7.712 (3 Feb).
Konfirmasi Bullish:
Higher Low: Pasar menolak turun lebih dalam dari 7.481. Low hari ini di 7.712 membentuk pijakan yang lebih tinggi, sinyal klasik bahwa tekanan jual telah habis (Exhaustion).
Strong Close: Penutupan di 8.122 menelan (engulf) kerugian sesi sebelumnya dan ditutup di titik tertinggi harian (High of the Day). Ini adalah indikasi akumulasi agresif.
2. POSISI SAAT INI & FORECAST
Dengan terbentuknya Higher Low yang valid di atas Invalidation Level (7.240), probabilitas bahwa Wave 4 Telah Selesai kini meningkat drastis menjadi >80%.
Kita sekarang berada di tahap awal Wave 5.
Invalidation Level (Stop Loss): Tetap di 7.240. Selama harga di atas ini, tren sangat Bullish.
Support Baru: 7.712 (Low Hari Ini).
3. TARGET HARGA (Wave 5 Projection)
Menggunakan titik Low definitif di 7.712 sebagai dasar Wave 5:
Target Awal (Confirmation): 8.600. Penembusan level ini akan memicu Short Covering dan akselerasi harga.
Target Wave 5 Ideal (Equality Rule):
Panjang Wave 1 = ~1.350 poin.
Low Wave 4 = 7.712.
Target = 7.712 + 1.350 = 9.062 (Re-test High).
Target Optimis (Fibonacci Extension):
Jika momentum kuat, Wave 5 bisa mencapai 9.500 - 9.800.
REKOMENDASI ACTION
BUY / ACCUMULATE: Koreksi hari ini ke 7.700-an adalah kesempatan emas yang telah diambil oleh pasar. Area 8.000 - 8.100 masih sangat layak untuk entry/tambah posisi.
HOLD: Bagi yang sudah masuk di bawah, pertahankan posisi dengan target minimal di atas 9.000.
ALERT: Waspada hanya jika harga tiba-tiba berbalik dan closing di bawah 7.712 (tanda pelemahan). Namun, skenario utama adalah UP.
Kesimpulan: Tes mental Wave 4 sudah selesai. Pasar telah memvalidasi support dan siap untuk reli Wave 5.
1. SKENARIO BULLISH (PRIMARY COUNT)
Probabilitas: Tinggi (>80%).
Dasar: Terbentuknya Higher Low di 7.712 (3 Feb) yang memvalidasi selesainya koreksi Wave 4 tanpa melanggar level terlarang 7.240.
Alur Pergerakan:
Fase Awal: Harga stabil di atas 8.000, mengkonfirmasi minat beli.
Konfirmasi: Penembusan resisten 8.600 adalah sinyal "Lampu Hijau" dimulainya reli Wave 5.
Target:
9.062 (Uji Puncak Sebelumnya).
9.600 - 10.000 (Rekor Baru / Wave 5 Extension).
Strategi: Buy/Hold dengan stop loss di bawah 7.712 (konservatif) atau 7.240 (agresif).
2. SKENARIO BEARISH (ALTERNATE COUNT)
Probabilitas: Rendah (<20%).
Pemicu: Sentimen pasar memburuk drastis dan menembus support baru 7.712.
Titik Kematian (Invalidation): Penutupan harga di bawah 7.240.
Alur Pergerakan:
Failure: Harga gagal menembus 8.400 dan berbalik turun menjebol 7.712.
Crash: Penembusan 7.240 membatalkan seluruh tren naik, memicu penurunan masif menuju 6.000.
Strategi: Keluar total (Exit All) jika Close < 7.240.
Kesimpulan: Momentum saat ini jelas berpihak pada Bullish. Higher Low yang terbentuk hari ini adalah fondasi kuat untuk kenaikan selanjutnya. Selama 7.240 aman, arahnya adalah KE ATAS.
$BBCA $BBRI
1/2


@yudhqt
$BBNI $BBRI $BBCA
itu mendukung program dasar pembangunan dulu bro... setelah berjalan barulah perkreditan akan semakin maju lagi.
tonggak ekonomi bangsa itu harus disupport dana yg murah dulu (bunga rendah), sebab dia mensupport ekonomi lainnya.
koperasi merah putih itu nanti akan didukung cold storage, gudang (bisa sewa melalui agrinas) termasuk truk pengangkut bahkan dengan truk pendingin. setelah itu siapa yg akan menjual (wajib menjual) ke koperasi merah putih dan siapa yg akan membeli (wajib membeli) barang2 koperasi merah putih?
1. yg wajib menjual ke koperasi merah putih adalah SEMUA PROYEK PERTANIAN, PERIKANAN dsb yg disupport oleh pemerintah (menyesuaikan barang yg cocok dengan kebutuhan masyarakat ya) termasuk masyarakat yg kesulitan menjual barangnya ketika masa panen. contoh pemancing, penjala ikan, kebun sayur dsb. Nah biasanya setelah ditangkap ikannya mati saat itu juga, maka kedepannya mereka akan mengusahakan tangkapannya tetap hidup, bila sudah sampai minimal 20 kg, maka koperasi merah putih DIWAJIBKAN MEMBELI DAN MEMASUKKAN DALAM COLD STORAGE MEREKA (dengan harga yg sudah ditetapkan tentunya). klo penjual ikan ndak mau jika harga ikan gak cocok silahkan jual sendiri, selama mereka tidak disubsidi silahkan jual sendiri ke pasar.
2.yg WAJIB MEMBELI KE KOPERASI MERAH PUTIH ADALAH MBG, termasuk masyarakat bila mau. termasuk pemasok barang keluar bila yakin harga cocok, tapi prioritas MBG dulu.
Bila ini sudah berjalan maka ketahanan ekonomi daerahnya akan kuat dan PERKREDITAN MASYARAKAT AKAN MENINGKAT PESAT, disitulah MULAI PERBANKAN BISA MELEBIHI KEJAYAAN YG LEBIH DARI SEBELUM2NYA.
IHSG perhatikan angka 8170an-8180an, ini adalah Resistance untuk IHSG kita yg terdekat, ada MA-5 dikisaran itu.
Jika IHSG bisa naik n terus bertahan diatas area angka tersebut, barulah IHSG ini secara view bakalan jadi jauh lebih menarik n potensial bisa lanjut ngegas untuk kedepannya, adapun jika hal ini terjadi, IHSG punya potensi bakalan bisa lanjut naik menuju Target berikutnya di 8300an.
Namun, jika ternyata IHSG kita besok/kedepannya gagal untuk bisa naik n bertahan diatas angka 8170an-8180annya tersebut, maka becareful ya, IHSG ada potensi bisa balik badan terkoreksi lagi, adapun area Support untuk IHSG kita ada dikisaran angka 7700an-7900an.
$BBCA $BMRI $BBRI
KABARBURSA.COM - Banyuwangi sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Jawa Timur.
Di tengah upaya petani mencari komoditas bernilai tambah, buah naga muncul sebagai salah satu pilihan yang berkembang pesat.
Dari dinamika tersebut, lahir Klaster Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi y...

www.kabarbursa.com

$IHSG $BMRI $BBRI
hati hati di saham yg ke goreng gosong kedepannya biar enggak nyangkut karena lagi penggeledahan
https://cutt.ly/dtvJAepq
$CYBR - Tool cek di bio ⚡
Market volatility NORMAL (2.04%)
Threshold standar digunakan
Volume harian 17.374jt - sangat liquid
Spread estimasi 1.18% - normal
Close di bawah MA20
Struktur sehat
Penutupan sangat kuat
Candle bullish
Volume normal (0.84x avg)
Price in low-volume area - potential fast move zone
Dekat support - potensi bounce
RSI 51.4 - Zona sehat (bullish)
MACD di atas signal - momentum bullish
Histogram contracting (momentum melemah)
Doji - market indecision
Volatility tinggi & expanding (8.47%) - potensi breakout!
IHSG naik +0.59% - tailwind positif
Sektor Teknologi lemah 0.00%
Correlation negatif (-0.07) - counter-trend
NOT ALIGNED: Weekly bullish (60%), Daily neutral (40%)
Weekly trend positive but daily consolidating - wait for daily confirmation
Gap terakhir: GAP UP 1.18% pada 2 Feb 2026
Gap up tanpa volume - lemah, cenderung akan di-fill
Semua gap dalam periode lookback sudah di-fill - normal
Support: 1.660
Resistance: 1.965
Stop Loss: 1.627
$ESSA $BBRI

Per detik ini gw masih berharap GENTENGISASI ini pakai $SMGR ….
Tiada yg mustahil jaman skg ini 😂😂😂😂🌻
Tapi kalau di kasih ke konglo, atau ke kroni2 kecil ya bisa apa… jaman skg ini luar biasa lah.
Hidup JACK!!!
$BBRI
$BMRI

$BBRI selain $BBCA, BBRI jg merupakan cerminan ekonomi Indonesia (IHSG) dan juga kepercayaan investor Luar Negeri terhadap Indonesia. Semoga kejadian/tidak?
Melihat IHSG saat ini di fase rising wedge pattern?
Ga ada salahnya kumpulin cash sebanyak2nya, sell in May! DYOR ya.
$BMRI
1/3



Day 71 - 73 (30/1 - 3/2) Cicil 1 lot BBCA dan BBRI setiap harinya sampai kebeli rumah 🏠.
Long time no update guys! sorry about that. Tapi tetep masih cicil 1 lot kok, walaupun sempet ada yang kelewat, tapi sudah di rapel hari ini🥲. Ada fitur auto order tiap hari FAK ga ya di stockbit?
matched
BBCA - 7550 (3 lot - 3/1)
BBRI - 3840 (2 lot - 2/1), 3850 (1 lot - 3/1)
Avg
BBCA - 8085
BBRI - 3790
Ini sebagai jurnal pribadi untuk bereksperimen apakah teknik DCA pada saham bigbanks bisa mengalahkan indeks dan membeli rumah atau tidak.
Atau setidaknya menjadi tabungan untuk melawan inflasi sehingga bisa membeli rumah.
$BBCA $BBRI
1/3



$BRIS apakah akan to the moon?? gw dah hold berbulan2 ini saham sejak harga 2.500, semoga dengan berita ini bisa sampai 3.000 $BBRI $BMRI

ini wacana yg dari kemarin bikin heboh investor Himbara, kalau niatnya mau evaluasi yaa diganti seperlunya saja, kalau diganti besar2an gini takutnya ada udang di balik batu, ada niat terselubung pemerintah tidak murni pro-rakyat.
Yang saya takutkan adalah direksi baru malah membawa bank2 sehat menjadi sakit, persis kayak kasus BUMN karya dulu, penugasan berlebihan yg tidak di dasari oleh keuangan perusahaan malah berpotensi membuat perusahaan menjadi berhutang besar2an dan malah menghambat profitabilitas perusahaan.
Ujung2nya yg di rugikan investor ritel, orang2 yg berharap dapat menyandarkan dana pensiunnya atau tabungannya pada himbara, kini terancam boncos akibat ulah ugal2an Prabowo.
Cc $BMRI $BBRI $BBNI BRIS BBTN

Jujur saja melihat angka laba bersih $BBNI tahun 2025 rasanya seperti melihat teman lama yang biasanya lari kencang tiba-tiba memilih jalan santai sambil memanggul beban berat di punggungnya. Laba dua puluh triliun rupiah itu memang masih masuk akal tapi kalau turun 7% secara tahunan di saat bank-bank besar lain masih sibuk pamer pertumbuhan rasanya tetap ada yang mengganjal. Padahal kalau mau bicara jujur performa operasional mereka sebelum dipotong cadangan kerugian itu sebenarnya sangat bertenaga. Masalahnya manajemen tiba-tiba jadi sangat rajin menabung untuk risiko alias melakukan provisi besar-besaran di akhir tahun. Katanya ini demi bersikap hati-hati karena ada bencana di Sumatra sampai urusan geopolitik global yang tidak menentu. Tapi saya curiga ada sesuatu yang lebih dari sekadar sikap hati-hati yang normatif itu.
Yang membuat saya paling termenung adalah angka pertumbuhan kredit yang melesat sampai 16%. Angka ini terlihat sangat seksi di atas kertas dan jauh di atas target industri namun jika kita bedah lebih dalam ada nama PT Agrinas Pangan Nusantara yang muncul sebagai aktor utama. Bayangkan ada satu entitas yang disuntik dana sampai puluhan triliun rupiah untuk urusan Koperasi Desa Merah Putih. Tanpa pinjaman jumbo ini pertumbuhan kredit BBNI sebenarnya biasa-biasa saja di level 10%. Di sini saya mulai merasa wajah BBNI sebagai bank komersial yang sedang bertransformasi jadi lebih lincah mendadak berubah kembali menjadi wajah bank pembangunan yang sangat patuh pada penugasan negara.
Persoalannya bukan cuma soal besarnya pinjaman tapi soal hitung-hitungan di balik layarnya. Pinjaman ke Agrinas ini cuma dikasih bunga sekitar 6% padahal rata-rata margin bunga bersih bank biasanya jauh di atas itu. Dengan biaya dana yang masih terasa mahal meski Bank Indonesia sudah mulai menurunkan suku bunga ke level 4,75% margin tipis ini tentu jadi beban tersendiri bagi profitabilitas. Kita seperti sedang melihat BBNI yang dipaksa membagi kue miliknya demi sebuah program besar yang manfaat ekonominya mungkin baru terasa bertahun-tahun lagi. Itu pun kalau programnya jalan mulus tanpa hambatan birokrasi yang biasanya cukup merepotkan.
Kondisi ekonomi tahun 2026 ini memang penuh harapan dengan inflasi yang lebih terjaga tapi daya beli masyarakat di sektor ritel sebenarnya masih terasa agak hambar. Inilah mungkin alasan kenapa manajemen BBNI memilih untuk mempertebal cadangan risiko sampai melampaui target awal mereka. Mereka tahu betul bahwa menyalurkan kredit sebesar itu ke satu sektor yang sangat bergantung pada kebijakan pemerintah punya risiko konsentrasi yang tidak main-main. Saya melihat ada semacam ketegangan antara keinginan untuk tetap terlihat mengkilap di mata investor saham dan kewajiban moral untuk menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional.
Jadi, berinvestasi di BBNI saat ini bukan lagi sekadar soal menghitung rasio keuangan yang kaku tapi soal seberapa besar kepercayaan kita pada efektivitas program pemerintah tersebut. Jika Agrinas dan koperasi desa ini benar-benar bisa menggerakkan ekonomi akar rumput maka BBNI akan terlihat seperti pahlawan yang punya visi jauh ke depan. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya maka penurunan laba tahun ini mungkin baru awal dari sebuah perjalanan panjang yang melelahkan. Saya sendiri lebih suka bersikap skeptis yang sehat sambil terus memperhatikan apakah strategi jor-joran di kredit penugasan ini benar-benar sebanding dengan risiko yang mereka pikul di pundak mereka sendiri.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
$BBRI $BMRI