


Volume
PT Tri Banyan Tirta Tbk merupakan perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan main brand ALTO, TOTAL, dan produk air alkali dengan merk Total 8+ yang merupakan pemimpin pasar di segmen premium air minum kemasan. Perseroan sangat fokus terhadap bisnisnya, sejak mengakuisisi PT Tirtamas Lestari (TML) di tahun 2013 yang merupakan perusahaan AMDK dengan brand TOTAL, menambah jumlah pabrik yang dimiliki menjadi 8 pabrik yang berlokasi di Mojoagung yang dilengkapi dengan mesin baru yang canggih, pabrik ini dioperasikan oleh anak perusahaan yang bernama PT Delapan Bintang Baswara (DBB).
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, sebanyak 50 emiten belum menyampaikan laporan keuangan interim kuartal III-2025 (LKTW) atau per 30 September 2025. Sehingga, bursa mengenakan sanksi berupa peringatan tertulis I atau II dan denda Rp150 juta.
Mengutip pengumuman BEI, Selasa (20/1/...

www.idxchannel.com

$IKAN
β‘ TRADING PLAN: IKAN
π’ Entry
Buy on Weakness: 128 β 138 (Membeli saat harga mengalami koreksi teknis untuk menguji kekuatan support baru pasca-lonjakan).
Speculative Buy: 142 β 146 (Hanya jika volume beli di order book terlihat sangat tebal untuk mendukung penembusan ke level lebih tinggi).
π― Take Profit (TP)
TP 1: 158 β 166 β jual 50% (Mengamankan keuntungan di area target psikologis pertama).
TP 2: 174 β 185 β jual sisa (Target lanjutan jika momentum bullish dari MACD mampu mendorong harga lebih jauh).
π΄ Stop Loss (SL)
SL Agresif: 124.
Daily Close < 118 β EXIT TOTAL (Wajib keluar jika harga kembali masuk ke dalam zona konsolidasi lama, karena ini menandakan lonjakan sebelumnya hanyalah false breakout).
β οΈ Catatan Cepat
Golden Cross Validation: Sinyal MACD yang sangat tajam merupakan indikator positif yang kuat; pastikan histogram tetap berwarna hijau untuk menjaga kepercayaan diri dalam menyimpan posisi.
Liquidity Check: Saham IKAN terkadang memiliki likuiditas yang berubah-ubah; pastikan untuk tidak masuk dengan ukuran posisi yang terlalu besar agar mudah untuk keluar jika diperlukan.
V-Shape Potential: Jika harga mampu bertahan di atas 140 dalam 2-3 hari ke depan, ada potensi terbentuknya pola pemulihan cepat menuju level harga bulan Oktober lalu.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$ALTO $PMMP
$ALTO $HOTL
βοΈALTO = pengurangan fca kriteria 6 & tersisa fca kriteria 1
βοΈHOTL = pengurangan fca kriteria 6 & tersisa fca kriteria 1,8,9

$CPRO
β‘ SCALPING PLAN: CPRO
π’ Entry
Wait for Base: Tunggu hingga harga membentuk area konsolidasi stabil (minimal 3 hari) di kisaran 68 β 70.
Speculative Entry: 70 β 72 (Hanya jika muncul candle pembalikan arah seperti hammer dengan volume tinggi di area support).
π― Take Profit
TP 1: 78 β 82 β jual 70% (Area resisten psikologis di mana harga mulai jatuh hari ini).
TP 2: 86 β 88 β jual sisa (Target untuk menguji kembali puncak tertinggi sebelumnya).
π΄ Stop Loss
SL Agresif: 68.
Cut Loss Mutlak: Daily Close < 65 (Sinyal bahwa tren naik jangka pendek telah berakhir sepenuhnya dan harga akan kembali ke level 60).
β οΈ Catatan Cepat
High Risk: Penurunan >10% dalam sehari menandakan risiko tinggi; jangan melakukan average down saat harga terus turun.
MACD Cross Down: Segera keluar dari posisi jika garis biru MACD memotong ke bawah garis merah sinyal.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $ALTO
$ALTO Penyebab suspensi dan pergerakan harga saham PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) pada tahun 2025 merupakan kombinasi dari masalah legal-operasional yang serius dan anomali pasar.
Berikut adalah penjelasan rincinya:
1. Penyebab Suspensi Saham ALTO
Saham ALTO mengalami suspensi dalam jangka waktu yang panjang (termasuk periode 6 bulan terakhir di tahun 2025) disebabkan oleh beberapa faktor akumulatif:
Gugatan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang): Sejak awal 2025, ALTO menghadapi serangkaian gugatan PKPU dari para supplier-nya (seperti PT Sentralindo Teguh Gemilang dan PT Suryasukses Adi Perkasa) terkait tunggakan tagihan yang telah jatuh tempo sejak 2023-2024. Status PKPU Sementara ini memicu BEI untuk melakukan suspensi guna melindungi investor.
Masalah Kelangsungan Usaha (Going Concern): Perusahaan telah menghentikan operasional salah satu pabrik utamanya di Sukabumi (PT Tirtamas Lestari) setelah putusnya kontrak makloon dengan Danone Group. Selain itu, produksi merek internal seperti ALTO dan TOTAL sempat terhenti karena arus kas (cash flow) yang negatif.
Keterlambatan Laporan Keuangan: Seperti banyak emiten yang bermasalah secara finansial, ALTO sempat terkena suspensi karena belum menyampaikan laporan keuangan tahunan 2024 hingga pertengahan 2025, yang berujung pada sanksi administratif dari bursa.
2. Mengapa Saham ALTO Naik 12% (YTD) meskipun Disuspensi?
Kenaikan harga sebesar 12% Year-to-Date (YTD) pada saham yang sedang disuspensi mungkin terdengar kontradiktif, namun hal ini biasanya terjadi karena beberapa alasan teknis di bursa:
Kenaikan Sebelum Suspensi: Angka 12% tersebut kemungkinan besar akumulasi kenaikan yang terjadi di awal tahun sebelum gembok suspensi dipasang secara permanen atau saat ada periode pembukaan singkat (unsuspension).
Sentimen Investor Strategis: Ada rumor atau keterbukaan informasi mengenai masuknya investor baru (termasuk keterkaitan dengan grup besar seperti afiliasi Boy Thohir) yang berencana melakukan restrukturisasi utang. Spekulasi ini sering kali memicu kenaikan harga sesaat sebelum perdagangan dihentikan kembali.
Aksi Korporasi (Penjualan Aset): Manajemen ALTO mengumumkan rencana penjualan aset pabrik untuk memperbaiki arus kas. Harapan pasar terhadap perbaikan neraca keuangan ini sering kali diterjemahkan menjadi kenaikan harga saham oleh para spekulan.
$ALTO Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi saham ALTO:
1. Penghentian Produksi Merek Utama
Salah satu kabar paling mengejutkan di akhir 2024 dan berlanjut hingga 2025 adalah keputusan manajemen untuk berhenti memproduksi air kemasan merek ALTO, TOTAL, dan TOTAL 8.
Penyebab: Kondisi arus kas (cash flow) yang negatif secara terus-menerus.
Strategi Bertahan: Saat ini perusahaan hanya mengandalkan pendapatan dari skema maklon (memproduksi produk untuk pihak lain). Pelanggan maklon utama mereka adalah PT Kino Indonesia Tbk (KINO) yang menyerap hampir 90% kapasitas produksi di pabrik Cileungsi.
2. Kinerja Keuangan yang Mengkhawatirkan
Hingga laporan terbaru di tahun 2025, ALTO masih mencatatkan rapor merah:
Rugi Bersih Membengkak: Hingga kuartal III-2024 saja, rugi bersih naik lebih dari 190% menjadi Rp25,5 miliar. Kondisi ini diprediksi belum membaik signifikan di 2025 karena ketiadaan produk milik sendiri di pasar.
Gugatan PKPU: Perusahaan sempat menghadapi sejumlah permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari pemasok karena keterlambatan pembayaran utang yang mencapai miliaran rupiah.
3. Status di Bursa (Papan Pemantauan Khusus)
Saham ALTO kini berada di Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).
Harga Saham: Harga saham ALTO berada di level sangat rendah, berkisar antara Rp13 hingga Rp18 per lembar saham.
Notasi Khusus: ALTO menyandang beberapa notasi peringatan dari bursa, termasuk Notasi E (Ekuitas Negatif) dan Notasi X (Masuk Papan Pemantauan Khusus). Perusahaan juga sempat tercatat sebagai emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan interim di tahun 2025.
4. Rencana Penjualan Aset
Untuk memperbaiki arus kas yang macet, manajemen ALTO telah menyatakan rencana untuk menjual sejumlah aset perusahaan dan mencari investor strategis baru guna menyuntikkan modal segar agar merek "ALTO" bisa diproduksi kembali di masa depan.