


Volume
Avg volume
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1991. Sejak awal, Adira Finance berkomitmen untuk menjadi perusahaan pembiayaan terbaik dan terkemuka di Indonesia. Adira Finance hadir untuk melayani beragam pembiayaan seperti kendaraan bermotor baik baru ataupun bekas. Melihat adanya potensi ini, Adira Finance mulai melakukan penawaran umum melalui sahamnya pada tahun 2004 dan Bank Danamon menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 75%. Melalui beberapa tindakan korporasi, saat ini Bank Danamon memiliki kepemilikan saham sebesar 92,07% atas Adira Finance. Seba... Read More
#6 Tidak Semua Penurunan Perlu Respon
Saya pernah berada di fase di mana setiap penurunan harga terasa seperti alarm darurat. Sedikit merah di layar, dan pikiran langsung sibuk menyusun skenario terburuk. Saya merasa harus selalu melakukan sesuatu: jual, beli lagi, pindah saham, atau setidaknya membuka aplikasi lebih sering. Diam terasa seperti kesalahan. Padahal, semakin sering saya merespons setiap gerakan kecil, semakin kacau hasilnya. Bukan karena pasar makin buruk, tapi karena saya sendiri kelelahan bereaksi.
Seiring waktu, saya mulai menyadari satu pola yang jujur tapi tidak nyaman: banyak penurunan tidak pernah benar-benar membutuhkan tindakan. Harga turun karena sentimen, karena emosi pasar, atau karena hal-hal yang sama sekali tidak mengubah kualitas bisnis yang saya miliki. Namun saya terlanjur menganggap semua penurunan sebagai ancaman. Di situlah saya keliru—saya menyamakan pergerakan harga dengan perubahan nilai, padahal keduanya sering berjalan di jalur yang berbeda.
Saya mulai belajar menahan diri, bukan dengan menutup mata, tapi dengan mengubah pertanyaan. Bukan lagi “kenapa harga turun?”, melainkan “apa yang benar-benar berubah?”. Jika jawabannya tidak menyentuh alasan awal saya berinvestasi, maka respons terbaik sering kali adalah tidak melakukan apa-apa. Ternyata, menahan diri itu jauh lebih sulit daripada bertindak. Tapi justru di situlah ketenangan mulai terbentuk—saat saya tidak lagi merasa wajib bereaksi pada setiap fluktuasi.
Hari ini, penurunan harga masih datang, dan rasa tidak nyaman tetap ada. Namun saya tidak lagi memperlakukannya sebagai panggilan aksi otomatis. Saya belajar bahwa respons yang berlebihan sering kali lebih merugikan daripada penurunan itu sendiri. Tidak semua penurunan perlu respon, dan tidak semua keheningan berarti pasrah. Kadang, keputusan paling dewasa di pasar saham adalah memberi ruang bagi waktu untuk bekerja, sementara kita menjaga pikiran tetap tenang.
$IHSG $BJBR $ADMF

$BFIN
Halo, Rekan Investor. Selamat datang di sesi bedah saham kita hari ini.
Saya melihat banyak dari Anda yang bertanya-tanya tentang **BFI Finance (BFIN)**. Apakah saham ini layak dikoleksi di tengah volatilitas pasar tahun 2026 ini? Mari kita bedah fundamentalnya layaknya seorang profesional, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Berdasarkan data terbaru hingga awal 2026, berikut adalah analisis dan arahan strategis saya untuk portofolio Anda:
### 1. Narasi Utama: *The Comeback Story* (Kisah Kebangkitan)
Ingat tahun 2024? Itu adalah masa "bersih-bersih" dan kalibrasi internal bagi BFIN. Laba sempat turun 4,8% dan mereka melakukan efisiensi besar-besaran (memangkas >1.000 karyawan).
**Kabar baiknya:** Strategi itu berhasil. Di Semester I 2025, BFIN mencatatkan **kenaikan laba bersih 11,1% YoY menjadi Rp762 miliar**. Ini sinyal kuat bahwa mesin laba mereka sudah kembali panas dan efisiensi biaya operasional mulai membuahkan hasil.
### 2. Valuasi & Dividen: "Diskon" dengan Bonus Jumbo
Sebagai mentor, saya selalu mengajarkan untuk mencari *value*. Coba perhatikan angka ini:
* **Valuasi Murah:** BFIN diperdagangkan dengan PE Ratio sekitar **7,1x** dan Price to Book (PBV) di kisaran **1,0x**. Ini tergolong murah untuk perusahaan dengan *Return on Equity* (ROE) solid di angka 15,3%.
* **Dividen Menggiurkan:** Ini favorit saya. *Dividend yield* BFIN mencapai **9,57%**, jauh di atas rata-rata industri (6,24%) dan bunga deposito. Dengan *payout ratio* di atas 50%, BFIN adalah "sapi perah" yang bagus untuk *cash flow* portofolio Anda.
* **Potensi Upside:** Konsensus analis menargetkan harga wajar di **Rp915**, memberikan potensi keuntungan (*upside*) lebih dari **30%** dari harga saat ini.
### 3. Posisi Strategis & Manajemen Risiko
BFIN bukan pemain baru. Mereka tahu cara bermain di lapangan yang licin:
* **Fokus Aset Produktif:** 78% portofolio mereka ada di sektor produktif (modal kerja, investasi, alat berat). Ini cerdas, karena sektor ini tumbuh seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7,4% di 2026.
* **Kualitas Aset Terjaga:** Meskipun NPF (kredit macet) naik sedikit ke 1,63% di pertengahan 2025 karena daya beli yang menantang, angka ini masih **jauh lebih sehat** dibandingkan rata-rata industri yang berada di 2,57%. Mereka sangat disiplin.
* **Transformasi Digital:** Tidak ada lagi pembukaan cabang fisik yang boros biaya. Fokus mereka kini 100% pada ekspansi layanan digital dan *technology-based origination*.
### 4. Sentimen Pasar & Regulasi
* **Investor Besar Masuk:** Masuknya **Ares Management** menggantikan peran Northstar memberikan sentimen institusional global yang kuat. Ditambah lagi, Direksi rajin memborong saham sendiri, yang merupakan sinyal kepercayaan diri manajemen.
* **Aman dari Regulasi Baru:** OJK menaikkan aturan *free float* (saham publik) menjadi 15%. BFIN sudah jauh di atas itu (~48%), jadi mereka aman dari risiko *forced delisting* atau sanksi, berbeda dengan emiten lain yang mungkin panik.
### Arahan Strategis untuk Investor (Action Plan)
1. **Untuk *Income Investor* (Pencari Dividen):** **STRONG BUY**. Dengan yield hampir 10%, saham ini bisa menjadi mesin pasif income yang sangat baik sambil menunggu apresiasi harga.
2. **Untuk *Value Investor*:** **ACCUMULATE**. Harga saat ini memberikan *margin of safety* yang cukup tebal. Fundamental perusahaan sedang dalam tren membaik (*turnaround*).
3. **Waspada Risiko:** Tetap pantau daya beli masyarakat dan angka NPF. Jika inflasi naik tak terkendali, sektor multifinance biasanya yang pertama terpukul. Namun, dengan *coverage ratio* 2,4x, BFIN punya bantalan yang cukup tebal.
**Kesimpulan Mentor:**
BFIN adalah contoh klasik perusahaan *turnaround* yang solid. Efisiensi sudah dilakukan, laba mulai naik, dan mereka membayar Anda (lewat dividen) dengan murah hati saat Anda menunggu harga sahamnya kembali ke nilai wajarnya di Rp900-an.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali, sesuaikan dengan profil risiko, dan cuan menyertai Anda!*
https://cutt.ly/ntbIQjoH
RANDOM TAG $ADMF $CFIN
Sekarang saya jelasin lagi SALAH KAPRAH tentang value investing, yang menyebabkan orang-orang bilang "Fundamental is dead".
Saya sudah intip2 materi beberapa kelas value investing Indonesia, baik kelas R, B, atau T.
Saya belum nemu satupun yang menjelaskan dengan gamblang tentang hal ini.
Ingat kembali konsep hurdle rate di post berikut
https://stockbit.com/post/27790477
https://stockbit.com/post/28033189
Acuan Cost of Equity kita anggap sama dengan Prof Aswath di 11,19%
Lalu Anda masuk saham $POWR karena Anda lihat dividen yield nya gede di angka 10,07%.
Dari sini saja, langkah awal sudah kurang logis. Anda pilih sebuah perusahaan yang ROE nya di bawah hurdle rate.
Bagaimana mungkin Anda mengharapkan return di atas hurdle rate kalau ROE nya di bawah nya?
Apa yang terjadi? Market akan menyesuaikan value of equity nya (baca pbv), agar mendekati hurdle rate. Artinya, PBV nya akan selalu di bawah 1 selama ROE nya ga membaik ke atas COE.
Lalu Anda bilang, fundamental itu bullshit karena saham Anda murah terus bertahun-tahun.
Anggap Anda tetap saja beli meski sudah dijelaskan. Dari rumus kemarin, maka rumusnya adalah
DY + g = 11,19%
10,07% + g = 11,19%
Maka Anda butuh Net Income growth rate minimal sebesar 1,12% untuk menjustifikasi keputusan Anda. Silahkan cek NI TTM terakhir apakah sedang naik apa turun. Bahkan kl ditarik 4 tahun ke belakang, NI nya bahkan ga ada growth.
Not so surprising, sebab sejak awal level return nya mediocre, below hurdle rate terus. Artinya, setiap growth (di luar inflasi) yg tercipta membutuhkan reinvestasi yang sangat besar, sehingga semakin mau growth besar semakin merusak value bisnis.
Dari sudut pandang multiple expansion, hampir mustahil untuk diharapkan terjadi karena total return sudah di bawah hurdle rate. Masa harapin hurdle rate market jatuh lagi ke level deposito?
Jadi, beli POWR salah ga bro?
Ini tergantung pada konstruksi portofolio Anda.
Kalau porto Anda isinya semua sahan model ginian, jangan harap Anda akan beat the market karena total return nya jauh di bawah hurdle rate market.
Tapi kalau porto Anda disusun seperti tim sepak bola, di mana ada keseimbangan antara menyerang dan bertahan, maka lain cerita. Asalkan overall hurdle rate porto Anda di atas 11,19 tadi, maka besar peluang Anda akan beat the market. Dalam hal ini, saham model ini jadi ultra defensive stock, dan biarkan saham lain yang jadi penyerangnya.
Coba cek saham lain yang modelnya sama, seperti $MPMX atau $ADMF.
Jadi saham bagus bukan cuma asal PBV rendah atau Dividend Yield tinggi.
Fundamental never lies. Semoga bermanfaat!
gak kaget jika $ADMF sampe harga 13000
Karena tahun 2025 akusisi PT Arthaasia finance... sebesar 1 t lebih
dan merger dengan $MFIN yang sudah 20 tahun melantai di bursa..
dan satu lagi selalu konsisten memberi deviden kepada investornya...
$BMRI $HEXA $ADMF
perbedaan saham fundamental dan IHSG secara keseluruhan.
IHSG ambruk, portofolio ku anteng aja,,malah cepat balik

$ADMF 30 Jan 26
Investor: MUFG BANK
Action: SELL
Shares Traded: -2,000 (-0.0002%)
Current: 233,841,459 (18.9222%)
Previous: 233,843,459 (18.9224%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI
$ADMF 02 Feb 26
Investor: MUFG BANK
Action: SELL
Shares Traded: -83,700 (-0.0067%)
Current: 233,757,759 (18.9155%)
Previous: 233,841,459 (18.9222%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI
$ADMF 29 Jan 26
Investor: MUFG BANK
Action: SELL
Shares Traded: -100 (0.0000%)
Current: 233,843,459 (18.9224%)
Previous: 233,843,559 (18.9224%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI
@HadiSopandi Kalau misalkan mau right issue minimal harus terbitkan minimal 8,9% dari total saham yang beredar sekarang (kalau mengacu ke data stockbit kepemilikan masyarakat cuma 7,5%) untuk mencapai minimal 15% kepemilikan masyarakat. Kalau $ADMF mau tetap go public dengan menerbitkan minimal 8,9%, maka harus right issue sekira 890 Miliar (asumsi market cap 10T).
$ADMF $MFIN
beli/jual odd lot ADMF di harga penutupan minat 30 Jan 2026
8300, minat bs pm
skema jual beli di stockbit
misal saya ad 0.51
- jual 51*8300 + 100(1 lot pasar reguler)*8300= 1,25jt
- beli, 0.49 = 49+100(agar memenuhi syarat min transaksi di pasar nego 1jt)*8300= 1.23jt
open discussion and nego" tipis masih boleh. disini yang penting sama" cari kawan dan semoga cuan untuk kita semua. Amin 🙏
ane awalnya nganggap emiten yg "Lirik-able" oleh MSCI harus punya freefloat besar dan bisa dibuktikan.
makanya kaget thd pengumuman BEI kemarin bahwa SELURUH emiten harus minimal 15%.
lah ini kan PR besar..
ga semua PSP willing punya hajat sebesar ini..
PSP $ADMF $BNGA $TOTO kaget dengar ini..
$ADMF 27 Jan 26
Investor: MUFG BANK
Action: SELL
Shares Traded: -4,500 (-0.0004%)
Current: 233,843,559 (18.9224%)
Previous: 233,848,059 (18.9228%)
Broker: -
Investor Type: Foreign
Source: KSEI
MASALAH BERIKUTNYA SELAIN MSCI?
Katakanlah masalah transparansi free float nanti berhasil diatasi bursa.
Masalah berikutnya adalah setiap emiten harus punya free float minimal 15%, contoh: $HMSP free dloat hanya 7,5%, yg artinya pengendali harus membanjiri pasar lagi sbyk 7,5%. Masalahnya adalah apakah ada yg mau beli dan siap beli? Dgn jumlah saham saat ini saja, harga sahamnya msh di bottom.
Jadi yg dikuatirkan adalah upaya penambahan free float tidak disertai dgn likuiditas yg cukup yg membuat supply lbh banyak dan harga makin anjlok.
Bbrp saham bagus yg jg punya PR free float adalah $ADMF BNGA TOTO BSMN TSPC IKBI $BSSR
List saham baik dgn free float di bawah 15% dapat dibuat dgn screener stockbit, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Semoga holdr saham2 ini bersiap diri.
