15,375

-50

(-0.32%)

Today

34,400

Volume

46,990

Avg volume

Company Background

PT Akasha Wira International Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan telah diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010, ketika nama Perseroan diubah menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Perseroan memiliki beberapa kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan, diantaranya adalah industri air minum dalam kemasan dengan merek Nestlé Pure Life dan Vica Royal; industri kosmetika dengan merek Makarizo; industri food & beverage dengan merek Pureal dan Wonhae; serta distribusi produk kosmetika professional merek Wella and Clairol di Indonesia.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Are Bonds really safer than Stocks?

Over short term time periods of one year, the returns to equities can be decidedly negative and much worse than bonds. But over 10 year periods, equity investors rarely earn lower returns in stocks than in bonds, and when they do, the underperformance is relatively minor.

Over 20 year periods, stocks are less risky than bonds in that their worst returns have been significantly superior to the worst returns earned by bonds. In fact, over this longer time horizon, the worst return for stocks has been better than the average return for bonds.

While conventional wisdom holds that stocks are riskier than bonds, in fact, over 20 year periods stocks deliver better average returns, dramatically better returns during great periods, and yet still deliver better returns under the worst outcomes.

$CASS $ADES $SMDR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADCP

⚡ SCALPING PLAN

🟢 Entry
Area Beli: 54 – 57 (Harga saat ini sedang mencoba membentuk fase pembalikan arah setelah tertahan di area support kuat level 52).

Konfirmasi: Masuk jika harga mampu bertahan di atas level 56 pada pembukaan perdagangan Januari 2026 untuk mengantisipasi kelanjutan momentum rebound.

🎯 Take Profit
TP 1: 62 – 64 → jual 50% (Area resisten dari puncak konsolidasi bulan Desember dan batas bawah zona distribusi sebelumnya).

TP 2: 68 – 72 → jual sisa (Target optimis untuk menguji kembali area swing high jika volume akumulasi meningkat signifikan di awal tahun).

🔴 Stop Loss
Cut Loss: < 52 (Wajib disiplin keluar jika harga menembus level ini, karena ADCP berisiko jatuh kembali ke area harga terendah/saham tidur).

⚠️ Catatan Teknikal Penting & Analisis MACD
Indikator MACD: Menunjukkan fase Bullish Divergence awal di area netral. Garis MACD (0,37) saat ini berada di atas garis sinyal (-0,09).

Histogram MACD: Batang histogram positif menunjukkan nilai (0,47) dan mulai memanjang ke atas, mengonfirmasi adanya peningkatan tenaga beli (momentum) dalam beberapa hari terakhir.

Karakter Saham: ADCP sedang berada dalam fase transisi dari downtrend menuju konsolidasi. Kenaikan +1,79% hari ini disertai dengan penutupan di atas rata-rata harga harian, yang merupakan sinyal positif untuk perdagangan jangka pendek.

Strategi: Saham ini cocok untuk scalping cepat dengan memanfaatkan volatilitas di rentang harga rendah. Perhatikan antrean bid/offer; jika volume tebal, potensi pergerakan menuju level 60 akan semakin terbuka lebar.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$ADES $ADMF

Read more...

$SKLT #2 - Tentang Segmen Saos

Pada bagian pertama kita sudah bicara panjang soal sambal (#1 - https://stockbit.com/post/25513717). Tentang budaya, tentang lidah Indonesia, tentang bagaimana sambal bukan cuma produk tp kebiasaan. lalu muncul satu pertanyaan yg mungkin muncul saat membuka laporan keuangan SKLT:

Kenapa di laporan tertulis “saos”, bukan “sambal”? 
Apakah ini berarti story-nya berubah?

Jawabannya justru sebaliknya. 
Ceritanya malah menjadi lebih luas.

Begini, ternyata dlm dunia akuntansi makanan, sambal uleg, saos cabai, saos bangkok, saos serbaguna, semuanya masuk ke payung yg sama, yaitu saos & bumbu cair. Jadi ketika kita melihat segmen “saos” di SKLT, itu bukan bertujuan untuk mengaburkan data, tapi pencatatan yg sesuai klasifikasi resminya. Jadi, sambal yg kita bahas di bagian pertama adalah inti emosionalnya, sementara saos adalah kerangka bisnisnya.

Nah, jika difokuskan pd produk khusus "saos", di sinilah saos SKLT dengan merek FINNA berperan. FINNA bukan sambal uleg tradisional, tapi lini saos yg dirancang utk fleksibel. Bisa utk mie, ayam, seafood, nasi goreng, sampai masakan rumahan yg butuh rasa instan tapi konsisten. Teksturnya beda, fungsinya beda, dan pasarnya pun lebih luas. FINNA hidup di dapur rumah tangga, di warung, di gerai makanan, bahkan di dapur skala besar.

Lalu kita masuk ke pertanyaan berikutnya, apakah saos SKLT hanya main di rak supermarket?

Jawabannya: tidak.

SKLT sudah lama bermain di wilayah yg lebih senyap tapi menentukan, yaitu B2B, khususnya HOREKA. Bagi yg paham, hotel, restoran, kafe, dan jaringan makanan sebetulnya adalah mesin volume. Marginnya memang tipis, tapi stabil. Dan utk memahami landscape bisnis saos B2B ini kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan resmi di publik. Kita perlu investigasi langsung karena dipublik infonya terlalu minim, datanya bisa dikatakan sunyi senyap. 

Sebagai gambaran umumnya, di industri ini jg ada pemain seperti Akufood, perusahaan saos dan kecap yg sejak lama fokus memasok ke hotel dan restoran kelas menengah hingga atas. Pelanggan mereka bukan nama kecil, ada Shangri-La, Four Seasons, Grand Hyatt, KFC, Wendy’s, Yoshinoya, bahkan jaringan bioskop seperti 21 Cineplex. Ini contoh nyata bahwa saos di B2B bukan bisnis spekulatif, tapi bisnis kontrak, volume, dan kepercayaan.

Kenapa ini penting dibahas? Karena dr sini kita paham bahwa masuk ke HOREKA bukan hal sepele. Ada standar rasa, konsistensi, keamanan pangan, dan kemampuan supply chain. SKLT berada di ekosistem yg sama ini, meskipun dengan pendekatan yg sedikit berbeda.

Lalu kita sampai pada satu studi kasus yg menarik, relevan, dan nyata pada SKLT, yaitu Mie Gacoan.

Mie Gacoan menurut sy adalah sebuah fenomena di industri kuliner. Lahir dr Jawa Timur, tumbuh agresif lewat franchise, mengandalkan mie pedas, harga terjangkau, dan viralitas media sosial. Ribuan porsi per hari di satu kota bukan hal aneh bagi Gacoan. Per 2025 jumlah gerainya dilaporkan sudah lebih dari 130 di seluruh Indonesia. Namun, dari story tersebut ada satu detail kecil yg sering luput, yaitu Bangkok Sauce mereka ternyata diproduksi oleh PT Sekar Laut Tbk. Ya, SKLT.

Ini bukan asumsi, tapi fakta yg tercetak di kemasan. Silakan cek sendiri. 🫣

Artinya apa? Artinya SKLT tidak hanya menjual saos dengan mereknya sendiri, tapi jg berperan sebagai produsen di balik layar. Maklon. Contract manufacturing. Pemainnya yg tidak tampil di depan, tapi hadir di setiap piring.

Memang bagaimana kontribusinya terhadap penjualan segmen saos SKLT?Kalau kita hitung secara konservatif, sebenarnya kontribusi langsung saos dr Gacoan mungkin tidak spektakuler. Begini estimasi sy pribadi:

1. Jika per sachet saos dihargai Rp300 dari SKLT untuk Mie Gacoan dan per porsi Mie katakanlah mendapat 1 sachet. 

Kenapa hanya Rp300 per sachet? Di marketplace kita bisa menemukan saos serupa dengan harga Rp23.000-Rp25.000 per 50 sachet, maka per sachetnya sekitar Rp460-Rp500. Agar konservatif dan mempertimbangkan harga kontrak, maka kita pakai harga Rp300 per sachet saja.

Perlu diingat jg bahwa harga rata-rata Mie Gacoan adalah Rp10.000 saja. Cost harus betul-betul ditekan.

2. Berdasarkan Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi Vol. 3, No. 1, tahun 2025 dikatakan bahwa rata-rata penjualan Mie Gacoan per gerai mencapai 200 porsi mie per hari. Gerai yang lebih ramai bahkan dpt menjual hingga 300 porsi atau lebih per hari. 

Oleh karena itu jika dikalkulasi, maka:

Penjualan saos per gerai / hari 200 porsi × Rp300 = Rp60.000 per hari 

Penjualan saos per gerai / bulan  =  Rp60.000 × 30 hari = Rp1.800.000 per bulan

Penjualan saos per gerai / tahun  =  Rp1.800.000 × 12 bulan = Rp21.600.000 per tahun

Ini adalah perkiraan kasar revenue contribution yg berasal dr item saos saja per gerai.

3. Jika gerai Mie Gacoan se-Indonesia berjumlah 130 gerai, maka total kontribusi tahunan saos Mie Gacoan utk SKLT adalah 130 × Rp21.600.000 = Rp2.808.000.000

Angka Rp2,8 miliar per tahun dr saos Mie Gacoan terdengar kecil bila dibandingkan dgn total pendapatan saos SKLT di 2024 yg mencapai Rp670 miliar (segmen saos total). Artinya kontribusi langsung dr permintaan saos Mie Gacoan, dalam bentuk konsumsinya saat ini bisa dikatakan belum dominan di lini saos SKLT secara keseluruhan.

Namun perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, perhitungan ini yg berdasar asumsi konservatif dgn konsumsi saos Rp300 per porsi. Padahal, jika Gacoan pakai saos curah/bulk dr SKLT utk semua menu (bukan hanya satu sachet) penggunaan dan harga per porsi bisa saja lebih tinggi. 

Selain itu, bisa jg mereka pakai bumbu atau saos campuran utk produksi mie di dapur. Lagipula Mie Gacoan sering terkenal dgn repeat visit, kemungkinan penggunaan bahan pendukung real bisa lebih tinggi dr asumsi sederhana di atas. 

Nah, jika anda hitung secara agresif dengan estimasi harga saos per sachet Rp400 dan penjualan per gerainya 300 porsi per hari, maka dari 130 gerai pertahun hanya mendatangkan pendapatan sebesar Rp5,6 miliar saja. 😭

Lalu bagaimana kita bisa menjelaskan besarnya pertumbuhan penjualan segmen saos?

Mungkin begini penjelasan yg bisa terpikirkan oleh sy. Jadi, jika kita berhenti di kontribusi langsung saos Mie Gacoan saja, kita bisa saja kehilangan gambaran besarnya. Menurut penilaian sy, value sebenarnya dr Mie Gacoan bukan di kontrak B2B-nya, tapi di efek rasa.

Mie Gacoan bukan hanya channel penjualan, tapi mesin iklan paling murah dan paling jujur. Orang makan, lidah suka, otak mencatat rasa, lalu muncul keinginan utk replikasi di rumah. Ini persis yg terjadi pd saos bangkok gacoan. konsumen tidak peduli siapa produsennya di awal. Mereka hanya tahu rasanya “ini beda”. 

Begitu tahu produsennya PT Sekar Laut Tbk. lewat label yg tertera di kemasan, atau postingan di medsos, efeknya pindah ke rak marketplace. Ini bukan asumsi belaka, karena jejaknya terlihat jelas di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dgn seller yg eksplisit menjual “saos Bangkok Finna Mirip Gacoan”. 

Di sinilah HOREKA berubah fungsi. Bukan hanya channel penjualan, tapi mesin trial. Tempat konsumen mencicipi rasa sebelum membeli versi rumahannya. Media sosial mempercepat proses ini, marketplace menyelesaikannya. Inilah mengapa penjualan saos ritel dan online bisa tumbuh tanpa harus ada kontrak HOREKA jumbo yg diumumkan ke publik.

Kalau kita bandingkan dgn pemain seperti Akufood yg fokus kontrak besar hotel dan restoran internasional, posisi SKLT memang berbeda. SKLT tidak mengejar eksklusivitas framework agreement skala global. SKLT bermain di ceruk yg lebih cair, yaitu HOREKA lokal, franchise populer, lalu dikonversi ke ritel nasional dan digital.

Bagi sy itu adalah strategi yg sesuai dgn DNA SKLT sebagai perusahaan consumer goods yg mengerti lidah pasar. Dan di laporan keuangan, kita melihat hasilnya. segmen saos bertumbuh konsisten. bukan karena satu klien raksasa, tapi karena kombinasi beberapa faktor sekaligus. Produk yg adaptif, exposure rasa lewat HOREKA, dan distribusi ritel yg luas. pertumbuhan yg tidak bergantung pd satu story besar, tapi pada banyak cerita kecil yg berulang.

Sebagai penutup bagian kedua ini, sy ingin menyampaikan kembali bahwa SKLT tidak memaksakan brand lewat iklan mahal, tapi lewat penetrasi rasa. Seperti di artikel pertama bahwa sambal uleg mereka kuat di sidoarjo dulu, lalu masuk ke wilayah pariwisata, HOREKA, repeat consumption, baru kemudian menyebar ke daerah lain. Saos Gacoan hanyalah versi modern dr pola lama ini, dgn skala viral yg lebih besar karena dibantu algoritma medsos. 

Jadi, segmen saos SKLT bukan sekadar turunan sambal. Ia adalah jembatan antara dapur profesional dan dapur rumah. Antara pengalaman makan di luar dan konsumsi harian. Antara B2B yg sunyi dan B2C yg ramai. Dan ini baru satu segmen dr keseluruhan bisnis SKLT. Karena setelah sambal dan saos, masih ada produk yg sering diremehkan, tapi justru paling stabil, paling defensif, dan paling Indonesia, yaitu kerupuk.

Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang dunia persaosan di Indonesia. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research. 


Random Tag:
$ADES
$FAST

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Extended Internal Rate of Return (XIRR)

Halo semuanya, tidak terasa hari ini merupakan hari terakhir di 2025. Dalam suasana liburan panjang ini kita bahas artikel singkat saja ya. Btw congrats buat teman2 yang sudah beat IHSG, infonya 1 per 3 user Stockbit berhasil beat IHSG tahun ini, di saat IHSG returnnya 22%, luar biasa! Return 100% bukan sesuatu yang luar biasa sepertinya tahun ini, jujur saya seumur2 di market baru kali ini menyaksikan pesta yang semeriah ini. Bahkan return ribuan persen juga bisa didapatkan beberapa orang yang saya follow. Semoga ini bukan pertanda sesuatu yang buruk, semoga.

Anyway, berapakah return WB di awal2 partnershipnya terbentuk dulu? Ternyata CAGRnya 'hanya' 29% dalam 10 tahun, atau return 1000% dalam 10 tahun. Ya, di 2025 ini banyak sekali orang2 yang berhasil mengalahkan return tahunan WB. Sangat wajar sekali masa2 seperti ini jika berlangsung lebih lama sedkit lagi membuat pemikiran 'fundamental is dead' menjadi wajar. Banyak influencer2 saham baru yang muncul di tahun ini dengan segala teori dan pendekatannya yang pada akhirnya berani dengan gamblang menyatakan 'this time is different', sudut pandang value investing sekarang itu seperti ini d.l.l. Bahkan sampai ada yang mengatakan perhitungan discounted cash flow memakai estimasi kinerja dari 3 tahun ke depan. Sungguh mengherankan ;)

Yah anyway, sepertinya saya masih kolot untuk percaya bahwa pada akhirnya kinerja yang menentukan harga saham kedepannya. Bukan hanya prospek, apalagi prospek dari akuisisi, indexing, dan segala corporate action lainnya. Untuk teman2 yang belum beat IHSG tetap semangat ya, semoga di 2026 strateginya bisa lebih adapt dengan kondisi market yang cukup unik ini. Semoga saja yang sabar dengan saham-saham fundamentalnya akan diberi reward yang sesuai seperti holder $ADES di 2025 kemarin yang YTD bisa sampai 70%an.

Oke, kita lanjut. Yang mau kita bahas kali ini adalah, bagaimana sebenarnya perhitungan return teman2 di full year 2025 ini? Jika modal kita start di 100jt di awal 2025, maka ketika di akhir 2025 menjadi 150jt kita bisa dengan mudah mengatakan return kita 50% YTD di 2025 ini. Yang menjadi pertanyaan adalah jika 100jt tadi modal kita 2025, namun ternyata di bulan Juni kita menyetorkan modal tambahan sebesar 25jt, maka jika di akhir 2025 total modal kita + return menjadi 150jt berapa return kita? Apakah tetap 50%? 20% (25jt/125jt)? Atau ada metode perhitungan lain untuk case seperti ini?

Untuk case di ataslah kita perlu memakai XIRR, yang salah satu referensi yang saya pakai berasal dari tulisan @axlarry disini https://cutt.ly/Ttf37Lcm. Adapun untuk perhitungan simpelnya bisa kita lakukan melalui excel dengan menginput tanggal2 perubahan modal di sisi kiri dan nilai perubahan modal di sisi kanan. Ditutup dengan nilai modal akhir kita di 2025 ini. Dengan rumus tersebut kita akan mendapatkan info return untuk case di atas tadi actualnya adalah 21,99%.

Good newsnya sepertinya di Performance Stockbit sudah memfaktorkan hal tersebut, walaupun saya belum backtest pakai porto pribadi. Kondisi saya tahun ini banyak setor dan tarik modal secara ekstrim, jika tidak diadjust oleh stockbit maka return saya akan kacau seharusnya, anggap saja dari 30jt di awal tahun, turun ke 10jt di awal tahun, dan ditutup menjadi 50jt di luar dari floating dan realized profit / loss. Namun return YTDnya angkanya di 15,37% sepertinya masih 'wajar', sehingga asumsi saya perhitungan return Stockbit sudah memakai XIRR ini dibackendnya.

Semoga di 2026 kita bisa menjadi investor yang lebih baik lagi, dengan return yang lebih baik juga tentunya. Stay sane dan stay rational teman2, semoga ketika koreksi besar datang nanti kita tidak termasuk yang tersapu habis portonya diakibatkan porsi yang terlalu besar di saham2 non fundamental ya. Tolong diingat return 100% di 1 tahun akan habis jika di tahun berikutnya return kita -50%. Oke, mungkin gitu saja artikel kali ini. Selamat liburan teman2 semua!!!

$BUMI $SRTG

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BEEF
post sebelumnya kemarin: https://stockbit.com/post/25551006

chart update si sapi, closing hari ini.

terima kasih,
salam

disclaimer on, dyor.

NB: semua view dari saya gratis tis tis, tidak ada itu bayar membayar dan lain-lain. waspada pihak lain yang mengatasnamakan saya. Kalian nabung uang untuk keperluan kalian yang lain saja. Saya hanya cari uang di bursa / pasar modal.

random:
mau dilihat chart apa lagi ? mau dilihatin chart $ADES atau $RICY?

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES gila mau balik ke 16000 kah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

2 HARI MENJADI TOP SELLER $ADES

Hal konyol terpaksa saya lakukan dalam 2 hari, yaitu menjual langsung (rugi) saham yang harusnya memiliki "spesial momen".

alasannya karna akun yang saya gunakan bukan akun saya. Melainkan akun kerabat yang dimana kami sepakat untuk tidak bekerjasama lagi 🤣

Lucu rasanya melihat broker summary 2 hari perdagangan ini. Kira2 trader ritel bingung atau takut melihat broksum seperti ini⁉️🤣🤣🤣🤣

kisi2 broker yg saya gunakan:
logonya kuning
namanya Trimewahh

🤣🤣🤣
sometimes bukan "plan" nya yg salah, tapi karna banyak kekonyololan terjadi🤣

$TBIG $SRTG

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@titoandriant $ADES ini ya om?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES Kenaikan signifikan harga saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) hingga 67% secara Year-to-Date (YTD) pada tahun 2025 didorong oleh kombinasi kinerja keuangan yang sangat solid, efisiensi operasional, dan ekspansi kapasitas produksi.
Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan kenaikan tersebut:
1. Pertumbuhan Laba yang Agresif
Faktor fundamental utama adalah lonjakan laba bersih. Berdasarkan laporan keuangan terbaru:
Kenaikan Laba Kuartalan: Pada Kuartal II 2025, ADES membukukan laba bersih sebesar Rp316,5 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp234,0 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Profitabilitas Tinggi: Perusahaan berhasil menjaga Net Profit Margin (NPM) di angka yang sangat sehat, yakni sekitar 25-26%. Angka ini tergolong tinggi untuk industri barang konsumsi (consumer goods).
2. Operasional Pabrik Baru (Cikande)
Sentimen positif besar datang dari selesainya dan mulai beroperasinya pabrik baru di Cikande.
Pabrik ini meningkatkan kapasitas produksi ADES secara signifikan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh, baik di kategori Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) maupun produk kosmetik/perawatan pribadi.
Pasar merespons positif percepatan produksi ini karena memberikan kepastian pertumbuhan pendapatan di masa depan (revenue visibility).
3. Efisiensi Biaya dan Penguatan Ekuitas
Keputusan Dividen: Manajemen memutuskan untuk tidak membagikan laba tahun buku 2023 sebagai dividen, melainkan dialokasikan seluruhnya untuk memperkuat ekuitas perusahaan. Hal ini memberikan modal internal yang kuat untuk ekspansi tanpa harus menambah beban utang yang besar.
Rasio Utang Rendah: ADES memiliki struktur keuangan yang sehat dengan tingkat utang yang relatif rendah, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi suku bunga.
4. Dominasi Pasar dan Rebranding
Produk AMDK dengan merek Ades (lisensi dari Coca-Cola) dan produk kecantikan merek Makarizo terus menunjukkan performa penjualan yang kuat.
Efektivitas biaya pemasaran dan distribusi membuat ADES mampu bersaing ketat dengan pemain besar lainnya di industri minuman dan perawatan rambut.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Setuju Bang, udah pertanda dari panutan kita ini. AMDK $ADES ada di lantai, artinya silahkan diterjemahkan sendiri.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Carry trade adalah strategi dalam dunia keuangan di mana seseorang meminjam uang di negara dengan suku bunga rendah, lalu menginvestasikan uang tersebut di negara atau aset yang memberikan imbal hasil (bunga) lebih tinggi.

​Sederhananya, Anda meminjam "uang murah" untuk mendapatkan "untung dari bunga yang lebih tinggi". Selisih antara bunga yang Anda bayar (pinjaman) dan bunga yang Anda terima (investasi) itulah yang menjadi keuntungan Anda, yang sering disebut sebagai "positive carry".

✅️​Cara Kerja Carry Trade (Langkah demi Langkah)
• ​Pinjam Mata Uang Murah: Trader meminjam mata uang dari negara dengan suku bunga sangat rendah (contoh: Yen Jepang atau Franc Swiss). Mata uang ini disebut funding currency.
• ​Tukar Mata Uang: Uang hasil pinjaman tersebut ditukarkan ke mata uang negara lain yang suku bunganya jauh lebih tinggi (contoh: Dollar AS, Dollar Australia, atau Rupiah).
• ​Investasikan: Uang tersebut disimpan dalam bentuk deposito, obligasi, atau aset lain di negara tujuan tersebut.
• ​Dapatkan Selisihnya: Selama nilai tukar stabil, trader akan terus mendapatkan keuntungan dari selisih bunga harian/bulanan.

✅️​Contoh Ilustrasi
​Bayangkan Anda meminjam ¥1.000.000 di Jepang dengan bunga 0,1% per tahun. Anda lalu menukarnya ke Dollar AS dan menginvestasikannya di sana dengan bunga 5% per tahun.
• ​Bunga yang dibayar: 0,1%
• ​Bunga yang didapat: 5,0%
• ​Keuntungan bersih: 4,9% per tahun (sebelum biaya transaksi dan fluktuasi kurs).

‼️​Risiko Utama: Mengapa Ini Berbahaya?
​Walaupun terlihat seperti "uang gratis", carry trade memiliki risiko yang sangat besar, yaitu risiko nilai tukar (kurs).
• ​Penguatan Mata Uang Pinjaman: Jika mata uang yang Anda pinjam (misal: Yen) tiba-tiba menguat tajam terhadap mata uang tempat Anda berinvestasi, biaya untuk membayar kembali pinjaman tersebut akan membengkak. Hal ini bisa menghapus seluruh keuntungan bunga bahkan menyebabkan kerugian besar.
• ​Unwinding Carry Trade: Jika banyak investor besar melakukan carry trade dan tiba-tiba mereka semua ingin keluar (menjual aset mereka dan membeli kembali mata uang pinjaman untuk membayar hutang), nilai mata uang pinjaman tersebut akan melonjak drastis. Fenomena ini sering memicu kepanikan di pasar saham global (seperti yang terjadi pada Agustus 2024 lalu).

✅️Ketika biaya pinjaman Yen naik, investor terpaksa melakukan Likuidasi Paksa (menjual aset mereka) untuk membayar hutang Yen tersebut. Akibatnya:
‼️Jual Massal di Wall Street: Investor menjual saham-saham unggulan mereka (seperti sektor teknologi) untuk mendapatkan uang tunai guna melunasi pinjaman Yen. Inilah yang menyebabkan indeks S&P 500 dan Nasdaq anjlok beberapa waktu lalu.
‼️Kripto Terkoreksi Dalam: Kripto dianggap sebagai aset berisiko tinggi (high-risk). Saat terjadi kepanikan global, aset berisiko adalah yang pertama kali dijual. Likuidasi posisi leverage di pasar kripto sering kali diperparah oleh investor yang butuh menutup margin di pasar tradisional akibat carry trade yang gagal.
‼️Lingkaran Setan: Semakin banyak investor menjual saham/kripto untuk membeli Yen (guna membayar hutang), nilai Yen semakin naik. Semakin Yen naik, investor lain semakin panik dan ikut menjual aset mereka.

✅️​Kesimpulan
​Singkatnya, pasar saham dan kripto sempat jatuh karena uang yang dipakai untuk membeli aset tersebut sebenarnya adalah uang pinjaman dari Jepang. Begitu "pinjaman murah" itu terganggu, seluruh struktur investasi global yang dibangun di atasnya ikut bergoyang.
$ADES $BBRI $ACES

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES masa depan itu misteri 🤲

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI bukan batu bara kayaknya. mungkin $UNVR dan $ADES ??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES akankah menjadi BH nya Indonesia? tidak pernah bagi deviden. The real compounder.
Rumor mengatakan PSP tidak butuh duit. Alias sudah kaya raya sampai identitasnya tidak bisa dilacak.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES 15.375

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES waktunya naik pak boss

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES hem.. sepertinya ada yang habis TP gorengan, lalu haka AdeS ..
siapa itu yang kehilangan 100 lot... hi...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CLEO bakal mengikuti kaya $ADES ini mah🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES 513

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Akasha Wira International Tbk Tbk - ADES
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/Bto0nUwl

$ADES

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES bisa nggak sih ini bandar main nya jangan kayak banci

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

my current portofolio
$ADES $TUGU $SIDO BBCA

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Yongen10 iya ya even IHSG crash nih emiten $ADES naik trus grafiknya🤔 jd inget kejayaan $VISI dan $RCCC di masa lampau

@Yongen10 ADES ? Baru tau ada emiten $ADES , mana udh 15,500 , ga ada rencana SS itu ..
Kok harganya melebihi CLEO jauh bgt ya, oh i see lembar sahamnya dikit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES oh gini kalo punya saham di produk yang kita konsumsi, jadi lebih seger wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jika screener di postingan ini dilonggarkan kriteria valuasinya, PER dari semula < 15 menjadi < 30, PBV dari < 2 menjadi < 5,

Maka jumlah emiten yang masuk kriteria jadi 20.

Berikut list-nya per 5 Des 2025 urut dari PBV tertinggi.

1. KEJU 4,73
2. SIDO 4,70
3. CASS 4,18
4. $ADES 3,32
5. $AVIA 2,93
6. $NICK 2,87
7. TAPG 2,85
8. SMSM 2,67
9. TLDN 2,61
10. CTBN 2,48
11. KLBF 2,36
12. KMDS 2,24
13. PTPS 2,23
14. EMTK 2,11
15. NAIK 2,10
16. ANTM 2,07
17. IPCC 1,82
18. YOII 1,62
19. PANR 1,09
20. BAYU 0,89

Bisa dilihat bahwa cukup langka emiten yang punya profitability (ROA dan ROE) tinggi, pertumbuhan pendapatan dan laba konsisten, disertai risiko utang rendah (DER rendah, kas lebih besar dari debt).

Sekalinya ada emiten seperti itu, market mengapresiasi dengan valuasi yang lebih premium.

Hanya 4 emiten yang PBV nya di bawah 2.
Sementara 16 emiten lainnya PBV nya di antara 2 sampai 5.

Jadi kalau ketemu emiten di daftar ini yang diperkirakan masa depannya bakal cerah.
Bisa konsisten mempertahankan kinerja, risiko utang, dan terus tumbuh.

Kisaran PBV 4 sampai 5 masih harga wajar.
Di bawah 4, undervalue.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES waktu pubex 2024. apakah rencana SS masih dipertimbangkan? atau mungkin batal karena sudah tidak FCA ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADES kering bgt ya barangnya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Untuk selanjutnya catatan tentang $ADES saya tulis disini saja
galon NPL sudah ready ya gaes. LK 4 nanti dah mencakup revenue dari galon. kapasitas produksi ada jutaan liter, ah lupa berapa galon kapasitas produksinya. banyak pokoknya sehingga CAGR revenue 25%/thn masih on track ya.

Pabrik baru yang di cikande sudah jalan dan beroperasi juga. Proses bertahap. Kaget, cepat juga , tahun 2023 waktu saya lepas saham ini,posisi pabrik masih 2. cikande masih tercatat sebagai tanah. Ternyata tahun 2025 itu pabrik sudah berproduksi. Cek di google map. Sepertinya itu pabrik bekas trus direnov.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy