đ° PGAS 9M26 Earnings Call Takeaway: Laba 2026 Berpotensi Sejalan dengan Konsensus, Bahkan Setelah Provisi Gunvor Dibukukan Penuh
Perusahaan Gas Negara ($PGAS) pada Rabu (4/11) mengadakan earnings call untuk membahas kinerja 9M26, dengan highlights kinerja melalui link berikut [https://stockbit.com/post/37097608]. Berikut catatan penting kami:
âȘïž Spread Tertekan Pembatasan Harga LNG, Masih Sesuai Guidance â Manajemen menyebut spread gas trading pada 2026F masih sesuai guidance di kisaran US$1,65â1,85/mmbtu, seiring realisasi 9M26 yang telah berada di atas rentang tersebut di US$1,94/mmbtu, meski tren pada 3Q26 menunjukkan penurunan ke US$1,72/mmbtu (vs. 2Q26: US$2,09/mmbtu) setelah harga LNG industri dipangkas ke US$13/mmbtu. Untuk 2027, level spread masih bergantung pada keputusan pemerintah terkait apakah akan memperpanjang kebijakan harga LNG di US$13/mmbtu.
âȘïž Belum Ada Rincian Tambahan Provisi terkait Gunvor â Terkait sengketa dengan Gunvor, manajemen masih menelaah putusan parsial arbitrase tanpa merinci kapan selisih provisi akan diakui, maupun potensi tambahan provisi atas sisa kargo hingga 2027. Per 9M26, PGAS baru membukukan provisi US$72 juta dari total putusan US$128,6 juta, sehingga masih tersisa selisih US$56,5 juta.
âȘïž Belum Ada Guidance terkait Dividend Payout Ratio â Manajemen juga belum memberikan arahan dividend payout ratio tahun buku 2026 dan hanya menyebut level historis di kisaran 70â80%. Manajemen menjelaskan bahwa pinjaman bank yang jatuh tempo dalam 12 bulan mendatang, sebesar US$175 juta dari total US$626 juta, turut menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran payout dividen.
âȘïž Suplai Corridor Menyusut, PGAS Tambah Pemasok Gas untuk 2027 â Untuk mengantisipasi penurunan kontrak gas dari Blok Corridor, PGAS menandatangani 3 perjanjian jual beli LNG, 3 perjanjian jual beli gas, dan 1 amandemen kontrak gas pada Oktober 2026. Meski demikian, pasokan baru paling cepat masuk pada 2027 dari LNG South Hub dan Medco Sakakemang (~38 bbtud), sementara 2 dari 3 kontrak LNG baru mengalir pada 2029 dan 2033.
Stockbitâs View: Estimasi Konsensus Dapat Tercapai Meski dengan Asumsi Konservatif
âȘïž Setelah rilis 9M26, konsensus mulai menaikkan estimasi laba bersih PGAS pada 2026F menjadi US$310 juta per 3 November 2026, dibandingkan konsensus sebelumnya pada Agustus 2026 di US$295 juta.
âȘïž Kami menilai laba bersih 2026F tetap dalam kisaran konsensus meski dengan asumsi konservatif, yakni: 1) volume gas trading 4Q26 sebesar 800 bbtud (September 2026: 801 bbtud) dengan spread US$1,65/mmbtu; 2) laba segmen âexploration & productionâ 4Q26 turun setengah dari realisasi US$29,5 juta pada 3Q26, seiring melemahnya harga komoditas; dan 3) selisih provisi Gunvor sebesar US$56,5 juta dibukukan penuh pada 4Q26.
âȘïž Dengan asumsi dividend payout ratio di kisaran 70â80% dan kurs rupiah terhadap dolar AS di 18.000, PGAS berpotensi membagikan dividen tahun buku 2026 sekitar Rp158â180/saham (vs. 2025: Rp125,61/saham), mengimplikasikan dividend yield sekitar 11,1â12,7% di harga saham Rp1.420/saham.
âȘïž Key upside: 1) spread pada 4Q26 di atas tren 3Q26 di US$1,65/mmbtu; 2) laba âexploration & productionâ di atas asumsi konservatif kami; dan 3) dividend payout ratio di atas 80%.
âȘïž Faktor risiko: 1) berlanjutnya tren penurunan spread seiring pembatasan harga LNG industri; 2) tambahan klaim Gunvor atas sisa kargo hingga 2027; dan 3) dividend payout ratio lebih rendah seiring jatuh tempo pinjaman bank.
__________
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit