imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

šŸ›’ MIDI Earnings Call 3Q26: SSSG Terakselerasi Didorong Pemulihan Kategori, Bagikan Dividen Interim Pertama

Midi Utama Indonesia ($MIDI) telah melaporkan kinerja 3Q26/9M26 — yang ulasan singkatnya telah kami tulis di sini https://stockbit.com/post/37048807 — serta mengadakan earnings call pada Selasa (3/11). Berikut rangkuman kami atas highlight kinerja serta outlook ke depan:

Stockbit’s take

ā–Ŗļø SSSG secara apple–to–apple pada 3Q26 terakselerasi ke +6,1% YoY, didorong oleh kombinasi volume (+2% YoY) dan kenaikan harga, dengan sejumlah kategori seperti rokok, staples, snack dan beverage mencatatkan pertumbuhan positif.

ā–Ŗļø Margin laba usaha pada 3Q26 — yang menjadi kuartalan pertama yang bersih dari pengaruh Lawson — relatif flat, tetapi perbandingan secara tahunan terdistorsi oleh perubahan metode pencatatan THR dari cash basis ke akrual pada 2026.

ā–Ŗļø MIDI untuk pertama kalinya membagikan dividen interim sebesar Rp127 M atau Rp3,8/saham, dengan potensi kenaikan dividend payout ratio ke level 60–70%, meski timing dari kenaikan payout ratio tersebut belum dirinci.

ā–Ŗļø Guidance untuk 2027 serupa dengan 2026, di mana SSSG ditargetkan berada di mid–single digit, pertumbuhan topline high–single digit, dan target pembukaan 200 gerai baru.

Topline: SSSG Terakselerasi, Didorong Kenaikan Harga & Pemulihan Kategori

ā–Ŗļø SSSG pada 3Q26 terakselerasi ke +5,2% YoY, didorong oleh kombinasi pertumbuhan volume (~2%) dan kenaikan harga. Jika memperhitungkan pendapatan pulsa dan paket data yang direklasifikasi menjadi fee–based income pada 2026, SSSG pada 3Q26 tumbuh +6,1% YoY secara apple–to–apple.

ā–Ŗļø Secara kategori, kategori produk ā€˜personal care’ menjadi kontributor utama SSSG, sementara beberapa kategori yang sebelumnya tertekan mulai menunjukkan pemulihan, dengan ā€˜rokok’ kembali positif pada 3Q26, ā€˜staples’ mengalami rebound seiring perbaikan pasokan beras dibanding 3Q25, serta kategori ā€˜snack’ dan ā€˜beverage’ turut menunjukkan pemulihan.

ā–Ŗļø Di sisi lain, kategori ā€˜frozen food’ relatif flat akibat berkurangnya peluncuran produk baru dan promosi dari principal dibanding tahun lalu.

ā–Ŗļø Secara geografis, wilayah Jawa di luar Jabodetabek dan luar Jawa masing–masing tumbuh high–single digit, sementara Jabodetabek mencatat SSSG low–single digit seiring tekanan daya beli.

ā–Ŗļø Dari sisi ekspansi, manajemen telah menambah 121 gerai baru selama 9M26, serta mengekspektasikan pembukaan gerai baru selama 2026 akan mencapai 190+ gerai baru, sedikit lebih rendah dibandingkan target 2026 di 200 gerai baru, karena konstruksi terhambat akibat kabut asap.

Margin Laba Usaha Flat, Perubahan Metode Akrual THR Turut Mendistorsi

ā–ŖļøMargin laba kotor pada 3Q26 naik tipis ke 27% (+20 bps YoY), ditopang oleh product mix yang lebih favorable seiring fokus manajemen pada kategori bermargin tinggi seperti ā€˜personal care’.

ā–ŖļøNamun, rasio SG&A pada 3Q26 sedikit naik ke 22,8% (+10 bps YoY), sehingga margin laba usaha pada 3Q26 tercatat relatif flat di 5,2% (vs. 3Q25: 5,3%).

ā–ŖļøManajemen menjelaskan bahwa perubahan metode pencatatan THR dari cash basis ke akrual turut menambah beban karyawan pada 3Q26, yang sebelumnya tidak tercatat pada kuartal tersebut, sehingga perbandingan yang lebih apple–to–apple adalah secara kumulatif, bukan secara kuartalan.

ā–ŖļøSelain kenaikan pada beban karyawan, beban transportasi meningkat seiring kenaikan harga solar sejak April–Mei 2026, tetapi manajemen berupaya mengkompensasi kenaikan tersebut dengan mengoptimalkan routing.

Stockbit’s View: Positif terhadap MIDI, Pemulihan Kategori & Ekspansi Luar Jawa Menopang Outlook

ā–Ŗļø Kami menilai akselerasi SSSG MIDI pada 3Q26 merupakan sinyal positif, meski sebagian besar ditopang kenaikan harga, karena didukung oleh pemulihan broad–based di beberapa kategori (ā€˜rokok’, ā€˜staples’, ā€˜snack/minuman’) serta kontribusi berkelanjutan dari ā€˜personal care’.

ā–Ŗļø Secara struktural, ekspansi ke luar Jawa masih memberi runway pertumbuhan yang panjang, di mana manajemen menyebut utilisasi warehouse di 75% dengan kapasitas untuk menampung ~1.000 gerai tambahan sebelum memerlukan pusat distribusi baru.

ā–Ŗļø Dividen interim pertama kali sejak berdiri serta potensi kenaikan payout ratio ke 60–70% menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap cash flow generation, meski timing dari kenaikan payout belum dirinci, termasuk apakah merupakan target jangka pendek atau lebih jangka panjang. ?

ā–Ŗļø Untuk 2027, manajemen mempertahankan target SSSG mid–single digit dan pertumbuhan topline high–single digit, didukung oleh target pembukaan 200 gerai baru dengan rencana penetrasi ke Kalimantan Barat dan Papua Selatan (Merauke).

__________
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy