imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🍃SIDO Earnings Call 2Q26: Guidance Pendapatan Direvisi Turun, tapi Normalisasi Inventori Telah Rampung

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ($SIDO) telah melaporkan kinerja 1H26 yang ulasan singkatnya telah kami tulis di sini [https://stockbit.com/post/34418480], serta mengadakan earnings call pada Jumat (7/8). Berikut rangkuman kami atas highlight kinerja 1H26 serta prospek pada 2H26:

Stockbit’s take

▪️Laba bersih selama 1H26 turun -44% YoY seiring penurunan pendapatan di tengah destocking (normalisasi inventori).

▪️Manajemen SIDO merevisi turun guidance pendapatan 2026F dari flat menjadi -10% YoY seiring dampak normalisasi inventori yang lebih besar dibandingkan ekspektasi awal, meski permintaan konsumen masih disebut stabil.

▪️Manajemen memperkirakan margin laba kotor pada 2H26 akan relatif stabil di sekitar level 1H26.

▪️Meski valuasi tampak relatif murah, kami menilai masih terdapat potensi pemangkasan estimasi laba bersih konsensus.

Penurunan Pendapatan Mencerminkan Proses Destocking, Bukan Melemahnya Permintaan — Pendapatan turun -21% YoY pada 2Q26 dan -20% YoY selama 1H26, seiring sell–in pada 2Q26 dan 1H26 yang masing–masing terkontraksi -32% YoY dan -30% YoY. Sementara itu, sell–out justru tumbuh +8% YoY pada 2Q26 dan relatif stabil selama 1H26, dengan pangsa pasar Tolak Angin yang tetap terjaga di level 71%, mengindikasikan bahwa penurunan pendapatan lebih mencerminkan koreksi di distribusi ketimbang pelemahan permintaan konsumen. Manajemen menyebut proses normalisasi inventori telah rampung pada akhir Mei 2026, dengan pemulihan ke depan yang diperkirakan bertahap dan berbasis permintaan. Manajemen pun merevisi turun guidance pendapatan 2026F dari flat menjadi -10% YoY seiring dampak normalisasi yang lebih besar dari perkiraan awal, tanpa rencana kenaikan harga jual secara luas.

Mix Bergeser ke F&B & Ekspor, Margin Diperkirakan Stabil — Di tengah kontraksi segmen herbal, segmen F&B tumbuh +11% YoY selama 1H26 dengan pertumbuhan kuat pada C Plus Collagen dan portofolio ready–to–drink. Pertumbuhan tersebut meningkatkan kontribusi segmen F&B menjadi 51,8% terhadap total pendapatan, sementara segmen herbal sebesar 43,6%. Pergeseran mix tersebut turut menekan margin laba kotor secara keseluruhan pada 1H26 ke level 50,5% (vs. 1H25: 56,9%), mengingat margin laba kotor segmen F&B lebih rendah dibandingkan segmen herbal. Di samping itu, deleverage volume pada segmen herbal turut menekan margin laba kotor segmen tersebut ke level 60,5% (vs. 1H25: 65,8%). Manajemen SIDO memperkirakan margin laba kotor pada 2H26 akan relatif stabil di sekitar level 1H26, dengan potensi perbaikan seiring pulihnya volume dan bauran segmen herbal. Adapun bisnis internasional tumbuh +28% YoY (mengecualikan essential oils) dengan kontribusi 12,5% dari total pendapatan selama 1H26 (vs. 1H25: 9,7%), ditopang oleh pasar Malaysia melalui Kuku Bima Ener–G (F&B) dan Filipina melalui Tolak Angin Care (herbal).

Valuasi Murah, tapi Pemulihan Perlu Dibuktikan — Per Senin (10/8), SIDO diperdagangkan pada valuasi 9,1x Forward P/E, di bawah -2 standar deviasi rata–rata historis 5 tahun. Meski valuasi tampak relatif murah, kami menilai masih terdapat potensi pemangkasan estimasi laba bersih konsensus, yang pada gilirannya juga dapat berimplikasi terhadap prospek besaran dividen. Ke depan, investor perlu memantau tren pendapatan pada 3Q26 untuk melihat potensi inflection point, mengingat periode tersebut merupakan kuartal pertama dengan basis inventori yang telah ternormalisasi.

[Sumber: Earnings Call 2Q26, Laporan Keuangan]

-----
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ¡About¡ContactHelp¡House Rules¡Terms¡Privacy