đ° CMRY Earnings Call 2Q26:Â Momentum Segmen Dairy Berlanjut, Margin Mulai Bottoming Out
Cisarua Mountain Dairy ($CMRY) telah melaporkan kinerja 1H26, yang ulasan singkatnya telah kami tulis di sini [https://stockbit.com/post/34380360], serta mengadakan earnings call pada Senin (3/8). Berikut rangkuman kami atas highlight kinerja 1H26 serta prospek 2H26:
Stockbitâs take:
âŞď¸ Laba bersih 1H26 tumbuh +18% YoY, sejalan ekspektasi.
âŞď¸ Pertumbuhan tersebut ditopang pendapatan yang solid dan melampaui guidance 2026, meski margin tertekan kenaikan biaya bahan baku, beban distribusi, dan beban oneâoff provisi kebakaran gudang.
âŞď¸ Margin berpotensi kembali naik seiring rencana kenaikan harga jual pada 4Q26, sementara momentum segmen âdairyâ diperkirakan berlanjut meski segmen âconsumer foodsâ masih tertekan akibat dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
âŞď¸ Valuasi saat ini atraktif untuk perusahaan dengan outlook dan rekam jejak pertumbuhan yang konsisten.
Laba Bersih 1H26 Sejalan Ekspektasi, Pendapatan Lampaui Guidance â CMRY mencatat laba bersih Rp617 M pada 2Q26 (+20% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp1,2 T (+18% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 52% estimasi 2026F konsensus (vs. rataârata 3 tahun terakhir: ~51% laba bersih tahunan). Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan selama 1H26 yang naik +25% YoY menjadi Rp6,5 T, melampaui guidance 2026 dari manajemen CMRY di kisaran +15â20% YoY. Kinerja pendapatan tersebut utamanya ditopang segmen âdairyâ yang melonjak +57% YoY pada 2Q26, sehingga kontribusinya naik ke level 44% dari total pendapatan (vs. 2Q25: 34%). Sebaliknya, segmen âconsumer foodsâ hanya tumbuh +6% YoY â menandai normalisasi pertama sejak IPO â seiring highâbase effect dan dampak program MBG yang dinilai menekan konsumsi inâhome, mengingat sebagian besar penjualan segmen ini ditujukan untuk kebutuhan bekal sekolah.
Margin Tertekan Bahan Baku, Distribusi & OneâOff; Kenaikan Harga pada 4Q26 â Margin laba kotor turun ke 43,5% pada 2Q26 (vs. 2Q25: 45,3%) seiring kenaikan biaya bahan baku dan kemasan (+38% YoY) termasuk pelemahan rupiah, di mana perseroan belum menaikkan harga jual sepanjang 1H26. Sementara itu, margin laba usaha turun lebih dalam ke level 18,3% (vs. 2Q25: 23,3%) akibat provisi keusangan persediaan sebesar Rp99 M terkait kebakaran gudang â yang dicatatkan pada pos âothersâ dengan klaim asuransi yang telah diajukan â serta kenaikan beban distribusi (+47% YoY) seiring ekspansi ke luar Jawa dan Bali. Manajemen CMRY menilai margin laba kotor mulai menunjukkan tanda bottoming out dan berencana menaikkan harga jual (ASP) pada 4Q26 untuk mengkompensasi kenaikan biaya, sehingga ekspansi margin laba kotor diperkirakan kembali terjadi pada 4Q26 atau 1Q27. Selain itu, manajemen juga akan meluncurkan produk di level yang lebih premium, yang juga dapat menopang kenaikan ASP.
Stockbitâs View: Positif terhadap CMRY, Valuasi Cukup Atraktif dengan Momentum Dairy yang Solid â Kami menilai tekanan margin pada 2Q26 sebagian bersifat temporer, mengingat provisi kebakaran gudang merupakan oneâoff, sementara rencana kenaikan harga jual berpotensi mengkompensasi tekanan dari kenaikan biaya bahan baku dan pelemahan rupiah. Di sisi topâline, manajemen CMRY memperkirakan pertumbuhan sebesar doubleâdigit pada segmen âdairyâ dapat berlanjut, ditopang oleh rejuvenasi kategori dan inovasi produk, meski basis pembanding akan semakin menantang pada 2H26. Adapun risiko utama menurut kami adalah pelemahan nilai tukar rupiah, meski eksposur tersebut sebagian dilindungi melalui penempatan kas dalam denominasi dolar AS yang mendorong net finance income mencapai Rp147 M pada 2Q26 (vs. 2Q25: Rp17 M). Per Rabu (5/8), CMRY diperdagangkan pada valuasi 14,9x 1Y Forward P/E atau -2 standar deviasi di bawah rataârata historis 5 tahun, level yang kami nilai relatif menarik untuk perusahaan dengan rekam jejak pertumbuhan pendapatan CAGR +27% selama periode 2021â2025 dan guidance pertumbuhan pendapatan 2026F di kisaran +15â20% YoY.
[Sumber: Earnings Call 2Q26, Laporan Keuangan]
----------
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit
