imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ACES 1Q26 Earnings Call: Tekanan Margin Laba Kotor Diekspektasikan Membaik seiring Kenaikan ASP

Aspirasi Hidup Indonesia ($ACES) mengadakan earnings call pada Kamis (7/5). Hasil kinerja keuangan sebelumnya telah kami rangkum melalui link berikut: https://stockbit.com/post/31174145. Berikut beberapa catatan kami dari earnings call ACES:

Margin Laba Kotor Tertekan Pelemahan Rupiah & Harga Minyak

️ Margin laba kotor turun ke level 46,3% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 48%, 4Q25: 47%), utamanya disebabkan oleh pelemahan rupiah terhadap yuan China sekitar -7% YTD serta kenaikan harga minyak yang meningkatkan biaya logistik (freight costs) dan pengadaan.

️ Sebagai respons, ACES telah menaikkan harga jual ratarata (ASP) blended sekitar +10% bagi sekitar 5.00010.000 top SKU mulai April 2026, dengan mayoritas proses kenaikan harga ditargetkan selesai pada akhir 2Q26.

️ Manajemen ACES menyebut bahwa terakhir kali terjadi peningkatan harga yang signifikan (sekitar +10%) adalah 2019. Namun, manajemen tidak mengekspektasikan kenaikan ASP tersebut menekan pendapatan, dengan permintaan masih tergolong baik pascaLebaran.

Efisiensi SG&A Topang Margin Laba Usaha, Ekspansi Terbatas pada 1Q26

️ Meskipun margin laba kotor terkontraksi, margin laba usaha naik ke level 9,3% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 9%, 4Q25: 10,3%) didukung oleh efisiensi SG&A yang turun ke level 40,1% dari pendapatan (vs. 1Q25: 42,3%).

️ Efisiensi tenaga kerja menjadi salah satu driver utama sejak 2H25, dengan produktivitas (coverage) karyawan tercatat sedikit naik menjadi 47 sqm/karyawan (vs. akhir 2025: 46 sqm/karyawan).

️ Rasio A&P turun ke level ~0,9% dari pendapatan pada 1Q26 (vs. 1Q25: 2%) seiring topline yang solid.

️ Manajemen ACES mengekspektasikan A&P dapat meningkat seiring pengadaan event sepanjang tahun, namun tetap terjaga sesuai guidance yang mengincar maksimum rasio A&P di 1,5% terhadap pendapatan untuk 2026 (vs. 2026: 1,7%).

Outlook

️ Manajemen mempertahankan guidance 2026, dengan target pertumbuhan pendapatan sekitar +68% YoY, SSSG sekitar +24% YoY, dan pembukaan gerai baru sekitar 6580 gerai baru secara gabungan untuk AZKO dan NEKA.

️ Manajemen ACES mengantisipasi SSSG April 2026 lebih rendah secara kuartalan karena masa liburan yang lebih pendek dibandingkan tahun lalu, meski tetap optimistis untuk keseluruhan tahun. Pembukaan gerai diekspektasikan lebih agresif untuk sisa tahun 2026, mengingat perseroan baru membuka gerai baru AZKO dan NEKA masingmasing sebanyak 2 gerai seiring libur Lebaran pada akhir 1Q26.

️ Pemulihan margin laba kotor diharapkan mulai terlihat pada 2Q26 seiring realisasi kenaikan ASP, mengingat basis konsumen ACES yang cenderung middleup relatif tidak terdampak signifikan oleh ketidakpastian ekonomi.

️ Dari sisi supply chain, gangguan domestik menjelang Lebaran berupa kesulitan pengiriman ke luar Jawa kini sudah mereda. Sementara itu, tidak ada perubahan material dalam regulasi impor.

Stockbits View

️ Data historis menunjukkan bahwa secara jangka panjang, margin laba kotor ACES cenderung terjaga meski kurs rupiah terhadap yuan China mengalami tren pelemahan, yang dapat menjadi indikasi bahwa perseroan secara konsisten mampu meneruskan (passthrough) kenaikan biaya ke konsumen, sehingga ekspektasi pemulihan margin laba kotor akibat kenaikan harga cukup realistis.

️ Meski demikian, skenario harga minyak yang tinggi pada jangka waktu yang lebih lama (higherforlonger oil prices) dan pelemahan rupiah perlu dipantau karena berpengaruh terhadap biaya pengadaan dan distribusi.

️ Sementara itu, dampak tekanan harga minyak dan pelemahan nilai tukar terhadap daya beli konsumen perlu dipantau melalui tren SSSG ke depannya.

[Sumber: Earnings Call]

______
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy