imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

INCO Earnings Call 1Q26: Akselerasi Produksi pada 2Q26, Progres HPAL IGP Berjalan Sesuai Rencana

Vale Indonesia ($INCO) mengadakan earnings call pada Jumat (8/5). Secara garis besar, takeaways dari earnings call ini sudah sesuai seperti yang kami bahas sebelumnya dalam kinerja keuangan 1Q26 INCO: https://stockbit.com/post/31066421. Beberapa poin tambahan menarik yang kami catat antara lain:

️ Terkait dengan potensi kenaikan cash cost, manajemen INCO masih optimistis untuk dapat mencapai cash cost sesuai guidance 2026 yang mengincar < US$10.000/ton. Faktorfaktor yang mendasari optimisme tersebut antara lain: 1) kenaikan volume produksi dibandingkan realisasi 1Q26, sehingga tercapai economies of scale; 2) persediaan HSFO dan diesel yang dimiliki perseroan diharapkan cukup mampu memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia.

️ Progres dari Indonesia Growth Project (3 proyek HPAL dan tambang bijih nikel) masih berjalan sesuai rencana, dengan proyek di Pomalaa yang akan pertama kali selesai dan beroperasi pada 3Q26.

️ Terkait dengan perkembangan pasar nikel dunia, manajemen berpendapat bahwa kenaikan harga patokan mineral (HPM) bijih nikel di Indonesia membuat supplydemand nikel dunia menjadi lebih seimbang, sehingga manajemen meyakini bahwa harga nikel akan terus tersupport di level saat ini.

️ Manajemen menilai bahwa kenaikan harga sulfur yang terjadi belakangan bukan sebagai ancaman terhadap proyek HPAL perseroan. Hal ini karena teknologi HPAL yang terus berkembang dan beradaptasi dengan penemuan metodemetode terbaru, sehingga dapat meminimalisir/menggantikan sulfur dalam proses produksinya.

️ Menanggapi wacana perubahan regulasi termasuk tarif royalti yang terbaru [https://stockbit.com/post/31500419], manajemen masih akan mempelajari lebih lanjut. Namun, dalam pandangan awal manajemen, kenaikan tarif royalti tidak akan terlalu berdampak signifikan pada kinerja perseroan.

Stockbits View:

️ Prospek kinerja operasional INCO pascaearnings call 1Q26 cukup positif. Volume produksi baik nickel matte maupun bijih nikel akan diakselerasi pada kuartal berikutnya sesuai dengan ekspektasi kami. Manajemen INCO juga meyakini bahwa potensi kenaikan biaya cenderung terbatas dan optimistis terhadap outlook harga nikel dunia pada tahun ini.

️ Namun, pergerakan saham INCO dan sektor minerba secara keseluruhan dalam jangka pendek masih akan lebih dibayangi oleh rencana perubahan regulasi pemerintah terkait royalti dan pajak. Berdasarkan perhitungan kami dengan menggunakan usulan tarif royalti yang baru, EPS INCO pada 2026 akan mengalami penurunan yang tidak signifikan, yaitu sekitar -1,5%. Namun, market masih akan melihat kepastian mengenai rencana pemberlakuan pajak lainnya seperti windfall tax.

[Sumber: Earnings Call]

______
Andrian Tanuwijaya (@atanuwi)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy