imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PGAS 1Q26 Earnings Call Takeaway: Menjaga Margin di Tengah Tekanan Volume

Perusahaan Gas Negara ($PGAS) mengadakan earnings call pada Selasa (28/4), menyusul rilis kinerja keuangan 1Q26 [https://stockbit.com/post/30901136]. Berikut poinpoin penting yang telah kami rangkum:

Penurunan Volume Operasional 1Q26: Kombinasi Pelemahan Demand & Faktor Operasional
️ Pada 1Q26, PGAS mencatatkan penurunan kinerja operasional pada beberapa segmen utama seperti: 1) niaga gas (-10% YoY, lebih rendah 11% dari target 2026); 2) transmisi gas (-4% YoY, lebih rendah 5% dari target 2026); dan 3) transportasi minyak (-17% YoY, lebih rendah 18% dari target 2026). Manajemen PGAS pun menjelaskan bahwa penurunan tersebut didorong oleh kombinasi pelemahan demand dan faktor operasional.
️ Pelemahan Demand: Lonjakan harga energi global dan disrupsi supply chain bahan baku menekan serapan gas pelanggan industri, terutama industri petrokimia.
️ Faktor Operasional: Penurunan kinerja operasional juga disebabkan oleh maintenance pemasok di Jambaran Tiung Biru, adanya turnaround pada fasilitas FSRU milik perseroan di Lampung dan Jawa Barat, faktor pergeseran libur Lebaran, dan natural decline di segmen transportasi minyak.

Outlook: Tetap Optimis pada Volume sambil Menjaga Margin
️ Volume Outlook: Manajemen PGAS menyebut bahwa indikasi volume operasional saat ini cukup stabil, dengan angka final akan disampaikan via laporan operasional bulanan. Target volume niaga gas selama 2026 di +5% YoY belum diubah, meski realisasi selama 1Q26 turun -10% YoY.
️ SupplyDemand Outlook: Manajemen menjaga keseimbangan antara pasokan LNG yang lebih mahal dengan tren pelemahan daya beli pelanggan industri. Volume swap pada wilayah Natuna dan Sumatera Selatan yang diinisiasi sejak 2025 dan melibatkan supply blok Corridor di hulu dan pembeli di Singapura masih berjalan pada 2026 sebagai upaya untuk optimalisasi pasokan.
️ Margin Outlook: Formula harga jual regasifikasi LNG sudah mencerminkan harga pasar dengan mekanisme passthrough. Target spread margin niaga gas di kisaran US$1,61,9/MMBTU hingga akhir 2026 masih dipertahankan melalui diversifikasi pasokan dan fleksibilitas kontrak.
️ Others: Beban pajak selama 1Q26 sebesar US$14 juta tercatat lebih rendah karena adanya beban pajak tangguhan sebesar US$17 juta, di mana US$11,5 juta di antaranya berasal dari segmen upstream akibat penyusutan aset.

Stockbit's view: Konfirmasi Volume Recovery Jadi Kunci
️ Update kinerja operasional PGAS hingga 1H26 menjadi faktor yang akan kami perhatikan untuk menentukan apakah perseroan mampu mengejar target 2026. Dalam jangka pendek, pergerakan harga saham PGAS akan dipengaruhi sentimen dividen, volume recovery, dan turnaround segmen upstream. Berdasarkan penilaian kami, kenaikan harga minyak dunia memberikan limited upside bagi PGAS. Hal ini karena meski earnings segmen upstream dapat meningkat, lonjakan harga energi global mendorong biaya segmen midstream akibat biaya LNG yang lebih mahal, sehingga berpotensi menurunkan volume penjualan akibat pelemahan daya beli pelanggan.
️ Key upside: 1) pembagian dividen dengan nominal yang tinggi per saham, apalagi hingga menyamai dividen tahun buku 2024; 2) rebound volume niaga gas pada 2Q26 untuk mengejar target 2026 di +5% YoY; 3) potensi turnaround segmen upstream dari posisi rugi pada 1Q26 menjadi laba, seiring lonjakan harga energi global.
️ Key risks: 1) dividend payout ratio konservatif di kisaran 5080% yang menekan nominal dividen per saham untuk tahun buku 2025, mengingat laba bersih PGAS selama 2025 turun -37% YoY sehingga payout ratio harus naik signifikan untuk menjaga nominal dividen per saham; dan 2) tekanan volume berlanjut seiring pelemahan daya beli pelanggan akibat lonjakan harga energi global.

________
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy