🍪 MYOR 1Q26: Laba Bersih +37% YoY, Dampak Kenaikan Harga Minyak Belum Terefleksi
Mayora Indah ($MYOR) mencatat laba bersih Rp946 M pada 1Q26 (+37% YoY, -7% QoQ), setara 29% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 24% realisasi 2025). Meski tergolong sebagai pencapaian musiman kuartal pertama yang relatif tinggi, pola musiman yang sedikit berbeda pada tahun ini perlu diperhatikan, khususnya di tengah kenaikan harga minyak mulai 2Q26.
1. Margin Masih Tinggi pada 1Q26, Akan Melandai Mulai 2Q26
Sejalan dengan guidance perseroan, margin masih tinggi pada 1Q26, dengan margin laba kotor lebih tinggi dari guidance 2026 di kisaran 23–25%. Ke depan, margin akan melandai mulai 2Q26 seiring dampak dari lonjakan harga minyak, utamanya pada aspek biaya seperti peningkatan biaya kemasan dan biaya pengiriman. Pada 1Q26, margin laba kotor berada di level 26,6% (vs. 4Q25: 23,7%, 1Q25: 21,9%).
2. Pendapatan Turun -5% YoY Didorong Pasar Domestik
Pendapatan pada 1Q26 tercatat sebesar Rp9,4 T (-5% YoY, -18% QoQ). Sebelumnya, manajemen memproyeksikan total pendapatan 1Q26 akan relatif flat atau sedikit turun secara tahunan diakibatkan beberapa faktor, seperti: 1) efek pergeseran Lebaran pada penjualan perseroan yang sedikit maju dari 1Q26 ke 4Q25; dan 2) pelarangan transportasi truk selama Lebaran yang lebih lama tahun ini (13 hari vs. 7 hari pada 2025). Secara market, pendapatan domestik turun lebih dalam hingga -8% YoY, sementara pendapatan ekspor masih tumbuh tipis +1% YoY.
Guidance 2026 MYOR beserta pembahasan kinerja sebelumnya dapat dibaca melalui Stockbit Commentary [https://stockbit.com/post/30128869].
🔑 Key Takeaway
Meski kinerja laba bersih MYOR pada 1Q26 menunjukkan pertumbuhan yang solid, kami menilai bahwa potensi pelemahan kinerja di kuartal–kuartal mendatang perlu diperhatikan oleh investor. Skenario bertahannya harga minyak di level yang tinggi untuk periode lebih lama (higher–for–longer) berpotensi meningkatkan risiko pemangkasan ekspektasi kinerja dari konsensus, meski secara valuasi MYOR saat ini sudah berada di level yang atraktif secara historis.
Per Selasa (28/4), MYOR diperdagangkan pada valuasi 11,7x 1–Year Forward P/E, terendah dalam 5 tahun terakhir, dan sedikit di atas -2 standar deviasi historis 5 tahun di level 11x. Sementara itu, per Selasa (28/4), konsensus mengestimasikan laba bersih 2026F sebesar Rp3,3 T, yang mengimplikasikan pertumbuhan +15% YoY.
Pada perdagangan hari ini, harga saham MYOR turun -2,2%.
Stockbit Snips 28 April 2026:
https://cutt.ly/NtLo54hZ
