đź“° DEWA Earnings Call 2025 Recap
Manajemen Darma Henwa ($DEWA) mengadakan earnings call untuk membahas kinerja 2025 [https://stockbit.com/post/29770771] pada hari ini, Selasa (31/3). Berikut beberapa catatan penting kami:
Update Gayo Mineral Resources
Gayo Mineral Resources (GMR) memiliki IUP eksplorasi dengan area mencapai 34.550 ha. DEWA memperkirakan pekerjaan lapangan terkait eksplorasi dapat rampung pada pertengahan 2027, sementara produksi ditargetkan dapat dimulai pada 2029. Manajemen DEWA tidak menutup kemungkinan adanya revaluasi terhadap aset GMR, mengingat penilaian valuasi sebesar Rp7 T yang dicatat pada laporan keuangan 4Q25 hanya didasarkan pada fase eksplorasi tahap 1 dari 3.
Ekspektasi Kinerja Operasional ke Depan
Untuk 2026, manajemen DEWA memperkirakan:
▪️Total volume overburden: 150–160 juta bcm dari proyek existing, mengindikasikan kenaikan +8–15% YoY dari realisasi 2025 di level 139 juta bcm.
▪️Produksi batu bara: sama atau sedikit naik dari level 17 juta ton selama 2025.
Hingga Februari 2026, kinerja perseroan diperkirakan masih on–track seiring curah hujan tidak separah tahun lalu, meski proyek Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal terdampak curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan.
Di luar proyek grup Bumi Resources ($BUMI), manajemen DEWA menyebut terdapat 2 pekerjaan potensial yang dapat digarap oleh perseroan:
▪️Proyek batu bara di Kalimantan Selatan dengan produksi batu bara pasca–pemangkasan RKAB 2026 setidaknya sebesar 1,4 juta ton (setara ~8% realisasi produksi batu bara 2025 DEWA). Stripping ratio tambang tersebut berada di kisaran 10–11x.
▪️Proyek nikel di Sulawesi.
Manajemen DEWA memperkirakan bahwa rate pengerjaan akan meningkat selama 2026, terutama di proyek PT Arutmin Indonesia, yang lebih disebabkan oleh bertambahnya jarak pengerjaan dibandingkan pergerakan harga batu bara. Sementara itu, porsi pengerjaan in–house akan mencapai 100% pasca–pengambilalihan porsi subkontraktor pada April 2026 di proyek Bengalon (vs. 2025: 69%, 9M25: 67%, 2024: 45%). Saat ini, margin EBITDA dari pengerjaan subkontraktor sebesar ~6%, sementara jika dikerjakan sendiri mencapai 35%. Margin EBITDA juga diekspektasikan meningkat tahun ini seiring penggunaan alat berat yang lebih efisien.
______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit