imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DEWA: Laba Bersih 2025 Melonjak 78x seiring Konsolidasi Gayo Mineral Resources

Stockbit's take:

️ Darma Henwa ($DEWA) mencatat laba bersih Rp4,1 T pada 4Q25 (vs. 3Q25: Rp71 M, 4Q24: Rp17 M). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp4,3 T (vs. 2024: Rp55 M), jauh melampaui ekspektasi (1.324% estimasi 2025F konsensus).

️ Lonjakan laba bersih selama 2025 (vs. 9M25: Rp239 M) ditopang oleh pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) sebesar Rp4,5 T. Hal ini mengompensasi sejumlah kerugian dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total Rp724 M.

️ Meski dampak konsolidasi GMR bersifat oneoff, kami menilai prospek kinerja DEWA tetap positif. Core profit meningkat signifikan menjadi Rp573 M selama 2025 (vs. 2024: Rp65 M), didukung ekspansi margin laba kotor.

️ Akuisisi GMR Picu Negative Goodwill Rp4,5 T
DEWA merampungkan akuisisi atas 99,75% saham GMR pada November 2025 melalui realisasi uang muka investasi yang telah dicatat pada laporan keuangan 2024, sehingga tidak melibatkan arus kas tambahan pada 2025. Akuisisi ini menghasilkan negative goodwill sebesar Rp4,5 T, yang berasal dari selisih nilai wajar aset GMR senilai Rp6,7 T dan biaya perolehan senilai Rp844 M, ditambah kepentingan nonpengendali dan liabilitas pajak tangguhan. GMR merupakan operator tambang emas dan tembaga yang masih berada pada tahap eksplorasi dan evaluasi di Aceh, dengan nilai aset eksplorasi dan evaluasi sebesar Rp7 T.

Pencatatan negative goodwill ini dilakukan bersamaan dengan impairment atas piutang dan persediaan, serta penjualan dan penghapusan aset tetap. Selain itu, DEWA kehilangan kendali atas entitas usahanya, PT Dire Pratama, yang bergerak di bidang usaha pelabuhan pada November 2025, sehingga menimbulkan kerugian Rp82 M.

️ Core Profit Tumbuh Signifikan, Didukung Ekspansi Margin Laba Kotor
DEWA mencatat core profit sebesar Rp350 M pada 4Q25 (vs. 3Q25: Rp52 M), sehingga core profit selama 2025 mencapai Rp573 M (vs. 2024: Rp65 M). Peningkatan ini didorong oleh ekspansi margin laba kotor menjadi 16,6% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 12,8%) dan 15,1% selama 2025 (vs. 2024: 7,3%). Ekspansi margin terjadi seiring kenaikan pendapatan pada 4Q25 (+13% QoQ/+16% YoY) dan 2025 (+6% YoY), dengan volume material moved naik +13% QoQ/+5% YoY pada 4Q25 dan +3% YoY selama 2025. Selain itu, beban subkontraktor selama 2025 turun -37% YoY, sejalan dengan strategi peningkatan porsi pengerjaan inhouse.

Kami memperkirakan core profit DEWA akan meningkat menjadi Rp910 M pada 2026 (+59% YoY), didukung oleh meningkatnya porsi pengerjaan inhouse ke level 100% (vs. 9M25: 67%) dan asumsi penambahan volume kontrak sebesar 50 juta bcm dari proyek nonBengalon dari PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sebelumnya, DEWA mengumumkan akan mempercepat pengambilalihan pekerjaan secara inhouse di proyek Bengalon milik KPC mulai April 2026.

️ DEWA Catat Manfaat Pajak Penghasilan Bersih
DEWA juga membukukan manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp93 M pada 2025 (vs. 9M25: beban pajak Rp94 M, 2024: beban pajak Rp40 M), akibat adanya pajak tangguhan Rp120 M.

______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy