🎥 Recap Libur Lebaran: Perang AS–Iran, Minyak, dan Emas
Selama periode libur Lebaran pada 18–24 Maret 2026, terdapat sejumlah perkembangan signifikan yang perlu dicermati investor menjelang pembukaan kembali perdagangan bursa:
▪️Perang AS–Iran Memasuki Pekan ke–4 — Eskalasi berlanjut dengan serangan AS–Israel ke Iran, sementara Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Selat Hormuz tetap terganggu secara de facto, dengan International Maritime Organization mencatat terdapat lebih dari 3.000 kapal terjebak di Teluk Persia. Pada Senin (23/3), Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 5 hari, mengklaim adanya “pembicaraan produktif”, tetapi Iran membantah adanya negosiasi.
▪️Harga Minyak Sangat Volatil — Brent bergerak dalam rentang USD97–118/barrel selama libur dan per Rabu (25/3) pagi berada di level USD98,54/barrel (-5,7%). Harga minyak sempat anjlok lebih dari -10% ke bawah USD100/barrel setelah pengumuman penundaan serangan oleh Trump.
▪️Harga Emas Terkoreksi Tajam — Emas mencatatkan penurunan mingguan terburuk sejak 1983 sebesar -11% pada pekan lalu seiring ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi lebih lama akibat tekanan inflasi dari harga minyak, penguatan dolar AS, serta aksi profit–taking dan likuidasi posisi pasca–rally +66% selama 2025. Pada Rabu (25/3) pagi, harga emas rebound +2,1% ke level ~USD4.570/oz.
[Sumber: Trading Economics, CNN, NPR, CNBC]
Stockbit Commentary
Banyak variabel yang terakumulasi selama libur Lebaran. Setelah eskalasi konflik sempat berlanjut, pengumuman penundaan serangan oleh Trump memberikan sinyal de–eskalasi yang mendorong penurunan harga minyak dan pemulihan parsial di beberapa pasar, meski sinyal tersebut masih rapuh mengingat Iran membantah adanya negosiasi. Walaupun ada pemulihan, level indeks saham global secara net per Rabu (25/3) pagi masih lebih rendah dibandingkan sebelum periode libur Lebaran (18 Maret 2026), dengan S&P 500 -0,4%, DJIA -0,2%, Hang Seng -3,7%. Arah $IHSG pada saat pasar dibuka akan bergantung pada skenario mana yang lebih direspons oleh pelaku pasar. Namun, dari sisi sektoral:
▪️Emiten batu bara dan CPO ($AADI, ITMG, TAPG, DSNG): tetap dapat menjadi hedge di tengah harga minyak tinggi, sejalan dengan pola historis [https://stockbit.com/post/29548253].
▪️Emiten emas ($EMAS, BRMS, ARCI): pergerakan harga dipengaruhi oleh 2 faktor, yakni potensi tekanan dari koreksi harga emas dan dampak inflow/outflow dari rebalancing indeks GDX/GDXJ [https://stockbit.com/post/29626333].
▪️Emiten migas (MEDC, ENRG): level harga minyak sedikit lebih rendah di ~USD97/barrel dibanding sebelum libur Lebaran (USD100/barrel), meski tren penurunan harga dari puncak dan sinyal de–eskalasi perlu dicermati.
Faktor yang perlu dimonitor: 1) hasil negosiasi AS–Iran; dan 2) respons pemerintah terhadap potensi pelebaran defisit fiskal, tekanan inflasi, dan pelemahan rupiah.
_________
Stockbit Research Team