Lanjut cerita kmrn https://stockbit.com/post/26973988
##Bertahan Lebih Penting dari Terlihat Hebat##
BangAl teringat pesan Pak Gema (Astronacci), yang sudah puluhan tahun di market. Beliau pernah bilang, mentor itu ada dua tipe.
Tipe pertama, mentor yang benar-benar membimbing. Mengajarkan cara berpikir, memahami risiko sebelum entry, dan selalu menjelaskan alasan beli dan jual. Fokusnya bukan cepat kaya, tapi bertahan di market.
Tipe kedua, mentor yang menjerumuskan. Saat ditanya analisanya, jawabannya cuma, “Ikut aja.” Gak ada alasan, gak ada risiko. Saat market naik, kelihatannya selalu benar. Tapi saat market merah, analisanya hilang, grup sepi, dan yang disalahkan selalu market.
Dari situ BangAl makin yakin, profit di market hijau itu biasa. Banyak orang bisa. Tapi tetap tenang, tetap disiplin, dan tetap pegang rules saat market merah, itu yang gak semua orang sanggup.
Karena market gak peduli kita pemula atau senior. Yang bertahan adalah mereka yang punya proses.
Dan ingat, analisa yang bagus bukan yang selalu benar, tapi yang masih relevan saat market jatuh.
##Mental Trader: Musuh Terbesar Bukan Market##
Di market merah, sebenarnya yang paling diuji itu bukan indikator, bukan chart, bahkan bukan news.
Yang paling diuji adalah mental trader itu sendiri.
Banyak yang baru sadar, ternyata turun 3–5% aja udah bikin gak tenang. Chart dilihatin tiap menit, grup dibuka tutup, cari pembenaran, cari opini yang sesuai sama posisi sendiri. Padahal market lagi gak peduli kita pegang apa.
Di fase ini, ada yang jadi over-analisa, nambah indikator, ganti timeframe, sampai lupa rencana awal. Ada juga yang kebalikannya: panik, jual di bawah, lalu nonton sahamnya mantul beberapa hari kemudian. Dua-duanya sama-sama capek secara mental.
Mental trader yang belum siap biasanya punya satu ciri:
gak nyaman dengan ketidakpastian.
Padahal market itu sendiri adalah ketidakpastian.
BangAl selalu bilang, sebelum mikir profit, tanya dulu ke diri sendiri:
“Kalau besok market makin merah, gue siap ngapain?”
Kalau jawabannya belum jelas, berarti posisi itu terlalu besar atau rencananya belum matang.
Makanya, di market merah, disiplin itu bukan cuma soal stop loss atau take profit. Disiplin itu soal:
1. berani diem saat belum ada peluang,
2. berani keluar walau cuma untung kecil,
3. dan berani mengakui salah saat skenario gak jalan.
Gak semua orang harus kuat nahan saham berbulan-bulan. Gak semua orang juga cocok scalping cepat.
Mental tiap trader beda-beda. Dan itu gak salah.
"Yang salah itu memaksakan gaya orang lain ke diri sendiri, lalu stres sendiri saat market gak sesuai harapan".
Di market merah, trader yang bertahan bukan yang paling jago analisa, tapi yang paling kenal dirinya sendiri.
Karena pada akhirnya, "market bisa kita baca, tapi mental kita sendiri yang harus kita jinakkan dulu".
next time lanjut lagi..>>
$BUMI $BRMS $DEWA