Analisa vs Market Merah
##Semua Terlihat Benar Saat Market Hijau##
Lagi dan lagi market balik merah, wkwkwk.
Dan seperti biasa, muncul cerita klasik. Kemarin saham naik dikit, langsung keluar kalimat, “Neh kan, analisa gue… kalian kagak percaya.”
Sebenarnya menurut BangAl, itu gak masalah. Analisa orang beda-beda, sudut pandang juga beda. Tapi satu hal yang sering dilupain: saat IHSG lagi rally, hampir semua analisa kelihatan benar.
Di market hijau, mau entry agak telat masih bisa cuan. Mau beli agak random masih ketolong market. Bahkan buy tanpa rencana pun kadang tetap naik. Di fase ini, market yang bekerja keras, bukan analisanya.
Masalahnya, kondisi seperti ini sering bikin orang ke-GR-an. Merasa analisanya paling jago, paling tepat, paling benar. Padahal belum tentu. Karena analisa belum diuji.
##Ujian Sebenarnya Datang Saat Merah##
BangAl pernah baca tulisan senior-senior lama di Stockbit. Mereka bilang, “Alam akan menyeleksi sendiri siapa yang benar-benar bisa analisa dan siapa yang cuma kebetulan.”
Dan seleksi itu bukan terjadi saat market hijau, tapi justru saat market merah.
Saat IHSG turun, saat saham mulai gak nurut, saat volume besar malah jadi jebakan, saat news yang kemarin jadi euforia hari ini jadi alasan jualan.
Di market merah, emosi mulai main. Psikologi diuji. Banyak yang panik, banyak yang nyesel, banyak yang bingung mau ngapain. Di sinilah keliatan, siapa yang punya plan dan siapa yang cuma berharap.
Analisa yang kelihatannya “sakti” di market hijau, sering kali langsung gugur saat market drop. Bukan karena analisanya salah total, tapi karena tidak siap menghadapi risiko.
next time kelanjutannya.....
random tag : $DEWA $BUMI $BRMS