imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Trading in the Zone & The Disciplined Trader
#2 — Ilusi Kontrol

Ada satu kebiasaan kecil yang hampir selalu dimiliki oleh trader pemula, bahkan oleh mereka yang sudah cukup lama berkecimpung di pasar saham.

Kebiasaan itu bukan soal analisa yang salah,bukan pula soal memilih saham yang keliru.
Kebiasaan itu bernama "ingin mengontrol hasil."

Kita mengatur jam beli.
Mengatur harga beli.
Mengatur target keuntungan.
Mengatur titik cut loss.
Lalu tanpa sadar, kita berharap market juga ikut patuh pada semua pengaturan itu.
Padahal, sejak awal, market saham tidak pernah berjanji untuk mengikuti keinginan siapa pun.

Market hanya menyediakan peluang.
Kita yang menaruh harapan.
Di titik ini, ilusi mulai bekerja.
Trader merasa bahwa semakin detail rencananya, semakin besar kendalinya.
Semakin banyak indikator, semakin aman posisinya.
Semakin kuat keyakinannya, semakin besar peluang untuk “dipatuhi” oleh harga.
Namun market tidak mengenal rasa yakin.
Ia hanya bergerak.

“The market does not beat you. You beat yourself.”
— Jesse Livermore

Ketika harga bergerak berlawanan, yang terguncang bukan portofolio lebih dulu, melainkan rasa kendali. mental.

Muncul pikiran-pikiran yang tampak masuk akal, tapi sesungguhnya berbahaya.. 😇😇
“Sebentar lagi juga balik.”
“Fundamentalnya bagus.” pasti kamu pernah kan ? beli saham gorengan, ketika sangkut sibuk pelajari fundamental ?
“Yang penting sabar.”

Bukan berarti semua kalimat itu salah.
Masalahnya adalah waktu kemunculannya.
Kalimat-kalimat itu sering muncul bukan dari perhitungan, melainkan dari penolakan untuk menerima bahwa kendali kita sudah hilang.

Di sinilah perbedaan mulai terlihat.
Seorang wisetrader tidak berusaha mengendalikan market. Ia hanya mengendalikan satu hal respon dirinya sendiri. Ia sadar sepenuhnya bahwa harga bisa naik tanpa alasan, harga bisa turun tanpa permisi, dan rencana bisa gagal meski disusun dengan niat terbaik.

“Control what you can control.”
— Paul Tudor Jones

Wisetrader tidak marah ketika market bergerak di luar ekspektasi. Ia tidak tersinggung.
Ia tidak merasa dikhianati.
Karena sejak awal, ia sudah berdamai dengan satu kebenaran sejati.. bahwa market tidak pernah berada di bawah kendalinya.
Yang berada di bawah kendalinya hanyalah :
berapa besar ia masuk (position sizing)
kapan ia keluar (exit strategy)
dan kapan ia memilih untuk tidak melakukan apa-apa.

Di sanalah kebebasan sebenarnya berada.
Bukan pada kemampuan menebak harga,
melainkan pada keberanian melepaskan ilusi kontrol.

Maka pertanyaannya bukan lagi: “Kenapa saham ini tidak naik sesuai analisa saya?”
Melainkan: “Apakah saya sedang trading dengan rencana atau sedang berusaha memaksa market agar membenarkan saya?”

Dan jika hari ini market tidak mengikuti keinginanmu,
apakah kamu masih mampu keluar dengan tenang,
atau justru memilih bertahan demi mempertahankan rasa benar?

Pertanyaan itu sederhana.
Namun jawabannya akan menentukan apakah kamu sedang melangkah menuju pola pikir wisetrader atau masih terjebak dalam ilusi kendali yang manis, tapi mahal.

buat yang belom baca pelajaran sebelumnya silahkan :
https://stockbit.com/post/26230149 <<< #1

$PADI $GTSI $BULL

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy