PART 2 : HILIRISASI SILIKA

Saya mengenal hilirisasi silika secara tak sengaja ketika mempelajari emiten $KLAS, seperti yang saya tulis di PART 1 https://stockbit.com/post/25238070

Silika ini merupakan bahan baku untuk berbagai produk end user seperti gelas, kaca, semikonduktor, serta panel surya. Saat ini pasir silika yang ditambang dan dimurnikan oleh KLAS dijual ke produser kaca, yakni PT Xinyi Glass dan PT Mulia Glass. Jadi kalo untuk produk kaca sepertinya sudah terjadi aktivtias ekonomi dari hulu ke hilir, di mana bahan baku ditambang, dimurnikan, diproses menjadi kaca dan dipasarkan di Indonesia.

Yang menarik dan saat ini mulai diperbincangkan adalah hilirisasi silika sebagai bahan baku solar panel. Saat ini, tren penggunaan solar panel di Indonesia semakin naik. Pemain besar macam $ADRO dan NCKL pun memasang solar panel untuk kebutuhan listrik mereka. Apalagi pemerintah mempunyai program 100 GWH listrik tenaga surya. Semua koperasi merah putih juga diwacanakan menggunakan tenaga surya. Ini semua membuat permintaan solar panel meningkat tajam.

Kondisi ini sepertinya mulai disadari produsen solar panel. Juni 2025 kemarin, pabrik solar panel PT Trina Mas Agra Indonesia (PT TMAI) resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. TMAI sendiri mayoritas dimiliki oleh Trina Solar, salah satu produsen solar panel terintegrasi vertikal terbesar di dunia asal China.

Nah sekarang kita berada di kondisi di mana pabrik solar panel besar sudah operasional di Indonesia, sehingga mampu untuk memenuhi permintaan solar panel yang semakin meninggi.

Yang jadi masalah adalah, polysilicon sebagai material penting pembuatan solar panel ini semua impor dari China. Indonesia cuma kebagian assembling doang mungkin. Jadi manfaat ekonomis tidak berasa.

Karena itu Kemenperin merilis road map hilirisasi silika di Indonesia, dengan tujuan pembuatan solar panel bisa dilakukan full di dalam negeri dari hulu ke hilir, karena toh bahan baku berupa pasir silika melimpah di Indonesia. Kalo hilirisasi semikonduktor kayaknya masih nanti.

——

STEP BY STEP

Di sini saya coba menjelaskan secara sederhana bagaimana hilirisasi silika untuk solar panel ini berjalan (gambar 1)

1. Pasir Silika —> Metallurgical Grade Silicon (MG-Si)

Indonesia mempunyai pasir silika melimpah, namun pasir silika ini masih belum murni dan masih banyak pengotor. Dibutuhkan cara agar pasir silika ini menjadi produk silika dengan kemurnian tinggi (98%-99.5%) agar dapat menjadi MG-Si. Nah, MG-Si ini lah yang digunakan untuk pembuatan polysilicon nantinya.

Namun, masalah utama pembuatan MG-Si ini adalah perlu proses Electric Arc Furnaces (EAF) yang memerlukan listrik dalam jumlah yang melimpah. Jadi mirip dengan pembuatan aluminum, di mana resources terbesarnya adalah listrik, ternyata hilirisasi silika pun porsi terbesarnya adalah penggunaan listrik. Ini bisa disiasati dengan penggunaan PLTU, toh batubara kita juga melimpah.

2. MG-Si —> Trichlorosilane (TCS)

Proses ini mengubah MG-Si yang merupakan material padat menjadi gas, sehingga dapat dilakukan didistilasi. Ini membuat pemurnian menjadi feasible.

Rumus Kimia : Si + 3 HCl → HSiCl₃ (TCS) + H₂

3. TCS —> Polysilicone

TCS yang berupa gas akan terkondensasi menjadi likuid. TCS akan menjalani pembersihan dari zat-zat pengotor sehingga akan didapatkan silikon dengan kemurnian 99.999%. Silikon murni ini berbentuk padatan yang dinamakan Polysilicone

Rumus kimia : 2 HSiCl₃ + 2 H₂ → 2 Si + 6 HCl

Nah sebenarnya pada pembuatan solar panel, yang paling penting ya pembuatan polysilicone ini. Karena memang sudah dan perlu ekspertise.

——

Kalo polysilicone udah jadi, tidak perlu permunian lagi, tinggal dilakukan pemrosesan menjadi panel surya (gambar 2)

4. Polysilicone —> Ingot
Jadi kristal polysilicone ini akan dilebur dan dipadatkan menjadi bongkahan yang namanya Ingot

5. Ingot —> Wafers
Ingot yang berwujud bongkahan akan dipotong menjadi ultra-thin slices alias kepingan sangat tipis yang disebut wafers, yang ketebalannya 130–170 microns.

6. Wafers —> Solar Cell
Pada prinsipnya ini kondisi di mana silicon menjadi penghasil listrik apabila ada sinar matahari

7. Solar Cell —> Module (Panel Surya)
Solar cell tadi disusun dan dipadatkan menjadi panel surya

——

Jadi yang utama adalah pabrik pembangunan polysilicone tadi. Kalo udah sampai polysilicone, manufaktur Indonesia kemungkinan sudah mampu memproduksi solar panel.

Karena itu sebenarnya pemerintah Indonesia itu sudah merayu beberapa perusahaan untuk bikin Polysilicone di Indo. Misalnya tahun 2022 yg ada kabar bahwa pabrik polysilicone akan dibangun di Jawa Tengah dan Kalimantan Utara (gambar 3). Yang terbaru satu tahun yang lalu pemerintah juga mengumumkan bakal ada pabrik polysilicone yang dibangun di Indonesia. (gambar 4)

Kalo nanti ternyata pabrik polysilicone ini benar-benar dibuat di Indonesia, maka tentu saja yang punya IUP pasir silika berpotensi cuan. Emiten yang punya IUP pasir silika yg listing di bursa ada $MITI, KLAS, CUAN, LAPD, dan IFSH

Karena saya pun baru belajar, bagi xobat legend yang mau koreksi atau menambahkan dipersilakan.

Read more...

1/4

testestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy