A. Bandar-moh-login 🤷🏻‍♀️
Banyak orang di market terlalu fokus membaca pola bandar:
a. Kalau MG begini besok mau diguyur
b. Kalau AK begini artinya dia akum
c. Kalau BK begini ga lama lagi tudemun(tah) nih
Tidak sedikit juga yang hobi posting di stream sambil nyebut nama bandar tertentu. Padahal tujuannya hanya ngomporin pemula biar ikut nyemplung.
Masalahnya, bandar itu bukan sekumpulan wakil rakyat (upsie). Mereka jelas tahu orang membaca pola mereka, sehingga pola dapat dibalik: kadang terlihat seperti mau jual padahal mau beli, atau sebaliknya. Silahkan baca post sebelumnya: https://stockbit.com/post/20014546
Naik turunnya saham tidak hanya dipengaruhi bandar, tapi juga faktor lain seperti sentimen, berita, foreign flow, big player asing, manipulasi harga, dll. Silahkan baca post sebelumnya: https://stockbit.com/post/20166351
Sedangkan kalian, para ahli di stream, persis anak kecil yang main tebak-tebakan cuaca dari bentuk awan:
"Kalau awannya bulat, nanti hujan"
"Kalau awannya panjang, besok panas"
Padahal cuaca bisa berubah karena banyak faktor.
B. Bandar-dah-login 👩🏻‍💻
Saya kasih perumpamaannya itu seperti faktor perubahan cuaca (yang merasa jurusannya boleh koreksi jika ada yang salah/kurang).
1. ​Pergerakan Massa Udara (sentimen/berita):
Biasanya berupa rumor sentimen atau berita (massa udara). Gampangnya, kabar tentang merger atau IPO (angin dari tempat lain) yang bisa membuat saham jadi ramai, walau tidak ada perubahan mendasar.
2. ​Perbedaan Tekanan Udara (tekanan beli dan jual):
Harga saham tidak bergerak dengan sendirinya. Ada tekanan beli dan jual, termasuk manipulasi bid/ask. Tekanan beli dominan, maka harga naik. Tekanan jual dominan, maka harga turun.
3. ​Siklus Hidrologi (bandar dan pasar):
a. ​Akumulasi (penguapan):
Bandar mulai mengumpulkan saham secara perlahan dan diam-diam. Grafik terlihat flat atau bergerak di harga yang sama dalam waktu lama, seolah tidak ada pergerakan (seperti uap air, tidak terlihat). Tujuannya agar tidak menarik perhatian kalian.
b. ​Mark Up (pembentukan awan):
Setelah akumulasi selesai, mereka mulai menaikkan harga secara perlahan. Grafik mulai membentuk pola-pola yang menarik (seperti awan), uptrend atau formasi bullish. Investor yang melihat pola ini mulai tertarik dan masuk, karena mendeteksi sinyal kalau harga siap dikerek.
c. Distribusi (gerimis):
Disini mereka menjual sahamnya sedikit demi sedikit. Aksi jual tidak terlihat jelas dan tidak membuat harga anjlok drastis. Bisa diiringi faktor berita minor atau sentimen netral, jadi pasar masih terlihat stabil. Ritel juga masih menganggapnya sebagai koreksi wajar. Ini seperti hujan gerimis yang turun perlahan, tidak membuat kalian panik. Banyak juga yang masih merasa aman dan tetap beraktivitas seperti biasa karena "ah.. gerimis doang ini, lanjut gasss".
c. Mark Down (banjir bandang): Setelah mereka selesai menjual sebagian besar saham, mulailah melepaskan tekanan jual yang sangat kuat (banting ndar!). Harga akan jatuh drastis dan cepat, seperti banjir bandang yang datang tiba-tiba. Investor yang telat masuk dan tidak sempat keluar jelas terseret arus. Bisa diperparah jika dana asing keluar atau sentimen negatif mendadak muncul/baru dimunculkan (ytta).
4. ​Aliran Udara Lintas Wilayah (dana asing):
Aliran dana asing atau big player (sistem front) bisa mengubah sentimen pasar secara keseluruhan. Contohnya, saat ada dana asing dalam jumlah besar masuk (front panas), pasar akan bergerak naik. Sebaliknya, saat mereka mulai keluar (front dingin), pasar bisa tertekan dan terjun bebas.
Intinya, pahami sendiri logikanya, jangan cuma ngekor stream orang. Because the best trades come from having conviction.
ps: yang baru mampir dan kepo isi stream ini tentang apa bisa check disini https://stockbit.com/post/20171207
rt: $ANTM $CUAN $BREN