2,890

+40

(1.40%)

Today

23.38 M

Volume

41.1 M

Avg volume

Company Background

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk., yang awalnya berdiri sebagai PT Grahametropolitan Lestari pada 6 Oktober 1989 dan bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum, kemudian bertransformasi ke sektor telekomunikasi. Kini, perusahaan ini fokus pada penyediaan layanan data, voice, SMS, dan digital dengan jaringan luas serta inovasi teknologi terkini seperti 4.5G Ready, 4.9G Massive MIMO, dan pengembangan jaringan 5G. Sejak rebranding pada tahun 2009 dan bergabung dengan Axiata Group, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. memiliki anak usaha serta perusahaan asosiasi internasional, antara lain CelcomDigi di Malaysia, Dialog di Sri Lanka,... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL Ritel XL banyak duitt 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL hari ini sudah tembus di atas MA20 👍

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL maju mundur teros

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Waldens , belajar excel, database, coding, ibadah tepat waktu biar ditolong Tuhan tepat wKtu juga, ma jangan pantang menyerah ka.

sembarang tag : $EXCL, $BMRI, $TLKM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL buruan biji naga naik

Tenang teman.
Investor seringkali melihat masa depan.
Dalam hal ini $EXCL yg di backup oleh Sinarmas melalui $DSSA nya lah yang lebih unggul.

Mulai dari akusisi $MORA untuk memperkuat infrastruktur sampai merger Smartfren dan XL kebaca sekali langkah Sinarmas adalah membentuk ekosistem Telekomunikasi dan Teknologi yang lengkap.
Sementara kalau kita lihat ISAT mentok saja disana, gak kemana2.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ISAT saya bingung loh.. bingung lapkeu ISAT naik tajam sahamnya stag tapi lapkeu XL $EXCL lapkeu merugi tapi sahamnya naik. fenomena apa ini $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

arakan ndar $EXCL $BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL Jika Perhitungan Q1-Q2 Revenue naik 10-20% dan Lk Positif, Artinya apa? 😀😅🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WIFI

sudah capek turun, waktunya naik

$EXCL $DOOH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kiamat $EXCL go to 900 berish

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL jadi ini dah balik ijo karena angpao udah cair atau udah selesai analisa?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📰 EXCL 2025: Rugi Bersih ~Rp4,4 T

Stockbit's take:

▪️XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL) mencatatkan rugi bersih sebesar ~Rp1,8 T pada 4Q25 (vs. 3Q25: rugi bersih ~Rp1,4 T, 4Q24: laba bersih ~Rp503 M). Hasil ini membuat rugi bersih selama 2025 menjadi ~Rp4,4 T (vs. 2024: laba bersih ~Rp1,8 T), dibandingkan estimasi 2025F konsensus yang memperkirakan rugi bersih ~Rp3,9 T.

▪️EBITDA selama 2025 turun -1% YoY seiring menyusutnya margin EBITDA ke level 41,9% (vs. 2024: 52%), utamanya akibat pembukuan biaya integrasi pasca–merger yang dimulai pada 2Q25.

▪️Rata–rata pendapatan per pengguna (ARPU) pada 4Q25 naik menjadi Rp44,8 ribu (+8,7% YoY, +15,2% QoQ), tetapi jumlah pelanggan turun ke level 73 juta (+24,1% YoY, -8,3% QoQ).

Operasional: Kenaikan Pendapatan didorong Kenaikan ARPU yang Signifikan
Secara operasional, pendapatan pasca–merger pada 4Q25 naik menjadi ~Rp11,9 T (+32% YoY, +4% QoQ). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ARPU ke level Rp44,8 ribu (+8,7% YoY, +15,2% QoQ), menandai level tertinggi sepanjang 2025. Namun, kenaikan ARPU diikuti oleh penurunan jumlah pelanggan menjadi 73 juta (+24,1% YoY, -8,3% QoQ). Manajemen EXCL menjelaskan bahwa kenaikan ARPU mencerminkan normalisasi persaingan harga di industri, sementara penurunan pelanggan sejalan dengan strategi perusahaan yang fokus pada segmen pelanggan berkualitas tinggi. Hal ini terlihat pada pendapatan per data (data yield) pada 4Q25 yang naik ke Rp2,7 per MB (-10,1% YoY, +2,6% QoQ). Manajemen memperkirakan momentum perbaikan ARPU akan berlanjut di 1Q26, meski jumlah pelanggan akan kembali menurun.

Meningkatnya kerugian pada 4Q25 disebabkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan (+63% YoY, +5% QoQ) dan opex (+143% YoY, +44% QoQ), yang utamanya didorong oleh kenaikan biaya integrasi (+146% QoQ) dan beban percepatan depresiasi (+6% QoQ) pasca–merger. Realisasi beban integrasi selama 2025 tercatat sebesar ~Rp2,4 T, lebih tinggi dibandingkan estimasi manajemen EXCL pada earnings call 9M25 di level Rp1,5 triliun. Namun, manajemen juga merevisi turun estimasi beban integrasi untuk 2026, dari sekitar Rp1,5 T menjadi lebih rendah dari Rp1 T. Sementara itu, beban percepatan depresiasi diestimasikan naik ke ~Rp5 T untuk 2026 (vs. beban percepatan depresiasi 2025: ~Rp4,5 T). Manajemen menjelaskan bahwa kedua biaya tersebut akan terus berlanjut hingga proses integrasi selesai, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 2 tahun sejak merger efektif dilakukan pada April 2025. Namun, porsi pembukuan biaya tersebut diperkirakan akan mulai menurun pada 2H26, karena sebagian besar biaya akan dibukukan pada 1H26.

Jika mengesampingkan beban one–off, seperti biaya integrasi dan percepatan depresiasi, manajemen EXCL memperkirakan bahwa perseroan masih mencetak laba setelah pajak yang telah ternormalisasi (normalized profit after tax) sebesar ~Rp1,2 T rupiah pada 4Q25 dan ~Rp3 T selama 2025.

Guidance 2026: Pertumbuhan Pendapatan Sejalan dengan Industri
Melihat realisasi pendapatan yang mencapai Rp42,4 triliun  selama 2025 (+23% YoY) dan sejalan dengan estimasi konsensus, kami menilai EXCL berada pada posisi yang cukup solid untuk memenuhi guidance 2026, di mana perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang sejalan dengan industri dan pertumbuhan EBITDA sebesar 2x pertumbuhan pendapatan. Kenaikan ARPU serta fokus pada pelanggan dengan kualitas yang lebih tinggi menjadi pendorong utama, di mana manajemen yakin momentum pertumbuhan ini dapat berlanjut pada 2026.

----------
Christian William Munaba (@chriswill97)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

After M&A - 2026 That’s where re-rating usually starts!


Kalau baca LK 2025, kelihatan banget $EXCL lagi ada di fase transisi besar. Revenue sudah Rp42,4 triliun. Total aset Rp115,3 triliun dengan ekuitas Rp30 T juga nunjukin skala bisnisnya sudah heavyweight.

Tapi yes, bottom line masih minus sekitar Rp4,4 triliun.

Dan honestly, itu expected. Merger sama Hutchison 3 Indonesia bukan sekadar gabung pelanggan. Itu integrasi jaringan, sistem billing, spektrum, SDM, sampai positioning brand. Short term pasti ada friction cost.


Kalau eksekusi smooth, 2026 bisa jadi turning point.

1. Cost synergy mulai fully reflected.
Telekom itu operating leverage-nya gede banget. Revenue sudah di atas Rp40T. Sedikit efisiensi OPEX saja bisa langsung translate ke EBITDA dan net profit.
2. Pricing discipline lebih rasional.
Dengan market structure yang lebih terkonsolidasi, ruang perang harga makin sempit. ARPU punya chance buat stabil — bahkan creep up pelan-pelan.
3. Capex lebih strategic, bukan agresif.
Aset tetap Rp121,5 T itu tinggal di optimise. Fokusnya bukan lagi expansion mode, tapi monetisation mode.


Menurut gue sih 2025 itu heavy lifting.
2026 harusnya mulai harvesting.
Kalau synergy delivery on track, narasinya shift dari “perusahaan lagi rugi karena merger”
jadi “platform besar yang siap cetak profit”.
Dan di market, narrative shift kayak gini biasanya yang bikin re-rating mulai kejadian.

Cheers..

Dyor! $PYFA $BRIS

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL tutup gap yuk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LINK LK Full Year 2025: Masih Rugi

Rugi tahun berjalan makin gede
Padahal revenue naik tapi beban jaringan malah naik lebih gede.

Capex tetap gede
Ambil utang 7,1 Triliun untuk bayar utang 6,7 Triliun
utang barunya dari MUFG dan Deutsche dengan bunga lebih rendah tapi jatuh temponya.

LINK telah mendapatkan persetujuan pengesampingan dari para krediturnya terhadap pelanggaran pembatasan rasio keuangan potensial atau aktual atas laporan keuangan konsolidasian tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

Itu artinya biarpun rugi gede dan DCSR ndak sampai 3, MUFG dan Deutsce Bank tetap memaafkan. Baik banget dua bank ini. Udah kasih utang bunga rendah, kasi lagi keringangan biar LINK ndak kena technical default.

Kalau nanti utang MUFG induk $BDMN dan Deutsche Bank mau jatuh tempo, LINK sudah ada rencana cadangan karena pada tanggal 18 Desember 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman berjangka dengan International Finance Corporation dan Asian Development Bank. Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar 3,3 Triliun dan 2,4 Triliun dengan jangka waktu 9 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan belum melakukan penarikan pinjaman itu. Mungkin buat siap-siap bayar MUFG.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$EXCL

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL jemput dyong di 2800 an sayang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL ke 2700 dulu ndar plzzz ketinggalan kereta ndar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL Mumpung Masih Diskon gaes

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL ada yang punya 2 lembar ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RMKO
$RMKE
$EXCL

Disc on

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL ada gap up. posisi bottom.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL gas ndar, keburu ritel pada masuk
$BUMI $BELL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL gak usah ditahan ndar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📰 Direktur EXCL Tambah Kepemilikan Senilai Rp986 Juta

Direktur XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL), Yessie Dianty Yosetya, membeli 342.200 saham EXCL dengan harga rata–rata ~2.880 rupiah per lembar atau senilai total ~Rp986 juta pada 13 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Yessie Dianty Yosetya di EXCL naik dari 0,0104% menjadi 0,0123%.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]

_________
Stockbit Sekuritas

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

5G nya dikembangin, kalah sama $EXCL udh banyak kota yg 5G.
dri Solo - Sragen 5G si $TLKM malah cuma di tempat pemerintah Solo doang :v

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INET ditunggu lelangnya..siapa tau dapet
$WIFI $EXCL

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL pindah ke WIFI Aja

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy