


Volume
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Bisnisnya diklasifikasikan ke dalam lima segmen: konstruksi, industri mesin dan listrik, real estate, dan pertambangan. Segmen konstruksinya terdiri dari konstruksi sipil, termasuk jalan, jembatan, bandar udara, pelabuhan dan barrage (bendungan), dan konstruksi bangunan, termasuk bangunan perumahan dan perniagaan. Segmen mesin dan listrik terdiri dari dua unit bisnis: energi, yang terdiri dari penyediaan jasa rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) dan investasi pada pembangkit listrik, dan pabrik ... Read More
$PTPP
Kindly reminder, PEFINDO telah menerbitkan penurunan rating Obligasi PTPP di 15 Januari 2026 semula "A" menjadi "BBB+" dan terdapat beberapa obligasi jatuh tempo di Juli 2026
Biasanya diawali dengan penurunan rating, gagal bayar jatuh tempo dan suspend
Beware guyssss, kalau ada kesempatan untuk exit silahkan daripada mengendap itu duit
Tag Warga Karya2 yang terhomat yang telah gugur dalam perjuangan : $WIKA $WSKT
#dyor

Rencana Danantara untuk melakukan restrukturisasi dan perampingan BUMN Karya sepertinya mengalami delay akibat kompleks nya permasalahan yang mereka hadapi saat ini. Wacana awal adalah merger dan hanya menyisakan 3 grup BUMN Karya. Masing masing dengan spesialisasinya. Hmmm... bukannya dulu mereka lahir dgn gagasan yang sama? Ujung ujungnya lari juga dari core bisnis.
Namun, saya justru melihat menggabungkan seluruhnya dibawah 1 holding akan jauh lebih efisien daripada merger dan membuat 3 BUMN yg tersisa. Seperti halnya yg sudah dilakukan pada MindID. Koordinasi spesialisasi jadi jauh lebih efektif daripada 3 grup berbeda yang tentu akan menciptakan persaingan diantara mereka. Harapan ROA dan ROE yang bagus, pastinya bakal jadi isapan jempol saja.
Dari sekian banyak BUMN karya, saya menilai $PTPP adalah perusahaan yang paling siap untuk dijadikan holding. Membawahi BUMN Karya lainnya. Sehingga transaksi afiliasi bisa dilakukan di sesama anak perusahaan. Memaksimalkan cash yang ada tanpa bunga yang besar (kalau ambil kredit perbankan).
Tanda kearah ini semakin kuat, dengan rencana PTPP untuk melepas 14,5 juta lembar saham di pasar reguler dari brankas treasury mereka. Ini berpeluang membuat harga koreksi, dan ritel pada buang barang. Disaat itulah fund besar akan masuk.
Yuk kita perhatikan terus ke arah mana Danantara akan mengambil sikap.
$ADHI $WIKA WSKT

$PPRE $WIKA $IHSG sepertinya 2026 ini IKN akan segera rampung karena di proyek semua di percepat bahkan sampai berani menjanjikan goal satu per satu pembangunanya semoga BUMN bisa berubah baik tahun ini karena lagi terjadi perang dimana mana

Average Down: Strategi Cerdas atau Perangkap Ego?
Average down sering terdengar menarik, terutama ketika saham yang sudah kita beli turun cukup dalam. Kita membeli lagi di harga yang lebih rendah dengan harapan menurunkan harga rata-rata dan mempercepat potensi keuntungan saat harga kembali pulih. Di atas kertas, pendekatan ini tampaknya rasional. Namun dalam praktiknya, average down dapat menjadi pedang bermata dua: strategi investasi yang cerdas atau justru perangkap ego yang mahal.
Kunci dari average down yang sehat terletak pada alasan di balik keputusan tersebut. Dalam hal ini, kita perlu memisahkan pergerakan harga saham dari fundamental bisnisnya. Jika harga saham turun karena sentimen pasar jangka pendek, kondisi makro, atau kepanikan sementara, sedangkan fundamental bisnisnya tetap solid, maka average down dapat menjadi langkah yang rasional. Dalam situasi seperti itu, kita sebenarnya membeli bisnis yang sama dengan kualitas yang sama, tetapi dengan harga yang lebih murah.
Sebaliknya, average down menjadi berbahaya ketika kita melakukannya tanpa evaluasi ulang yang jujur. Jika pendapatan terus menurun, margin tertekan, utang meningkat, atau keunggulan kompetitif memudar, menambah posisi justru akan memperbesar kesalahan awal. Harga yang turun bukan lagi peluang, melainkan sinyal peringatan. Dalam kondisi ini, average down sering kali dilakukan bukan sebagai strategi investasi yang rasional, melainkan sebagai upaya emosional untuk membuktikan bahwa kita tidak salah.
"The most important thing to do if you find yourself in a hole is to stop digging."
—Warren Buffett
Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi agar average down tetap rasional:
Tesis investasi awal masih sejalan, bahkan semakin jelas.
Kualitas bisnis tetap baik, dengan neraca yang sehat dan arus kas yang kuat.
Valuasi setelah penurunan benar-benar menjadi lebih menarik, bukan sekadar terlihat murah.
Porsi saham tersebut dalam portofolio masih terkendali.
Tanpa syarat-syarat tersebut, average down menjadi tindakan yang justru memperbesar risiko. Kita mungkin merasa lebih percaya diri karena memiliki lebih banyak saham di harga rendah, padahal secara tidak sadar kita menempatkan porsi modal yang semakin besar pada satu ide yang belum tentu benar.
Tanda paling jelas bahwa average down sudah berubah menjadi kesalahan fatal adalah ketika keputusan tersebut didorong oleh ego. Fokus kita bergeser dari nilai dan kualitas bisnis ke harga beli rata-rata. Kita enggan menjual karena tidak ingin mengakui kesalahan, atau berharap pembelian tambahan akan “menyelamatkan” posisi kita. Di sinilah banyak investor terjebak terlalu lama dalam saham yang kualitasnya terus memburuk.
Average down yang sehat selalu disertai disiplin. Kita tahu kapan harus berhenti, dan kita siap menerima bahwa tidak semua saham layak dipertahankan. Modal bersifat terbatas, dan melindunginya sering kali jauh lebih penting daripada mencari pembenaran atas keputusan masa lalu.
Jadi, average down bukanlah strategi yang baik atau buruk dengan sendirinya. Semuanya bergantung pada alasan di baliknya dan kualitas evaluasi yang kita lakukan. Saat mempertimbangkan average down, pertanyaan utamanya sederhana: apakah keputusan itu benar-benar didasarkan pada nilai bisnis yang lebih baik, atau hanya dorongan untuk meredakan ketidaknyamanan karena harga bergerak berlawanan dengan harapan kita?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $ADHI $WIKA $PTPP
$WIKA saham ini bagus dengan banyak proyek besar,tapi sepertinya pengelolaan nya tidak lebih baik dari swasta dan fundamental nya mengkhawatirkan
seperti nya Masi ada korupsi atau problem di dalam nya
DYOR
$WSBP
MTFN dah msuk.. TAXI dah masuk..
WSBP all in sini..
Delisting ? FREE DELISTING 100% aman. (GPT dan Google gratis tanya ajah informasi apakah WSBP akan kena delisting?)
Project Besar tahun ini menanti..
* Giant Sea Wall (on proses bhn baku Beton turap)
* IKN (Tol+ gedung +jembatan beton dr WSBP on proses)
* toll di Jatim dan Probolinggo SDH proses.
* jembatan Musi SDH proses
* Pembangunan sekolah rencana ada bahan baku dr WSBP jg.
etch..
ga nutup kemungkinan WSBP akan menjadi KK dari $WIKA dan $WSKT Yg byk masalah..
yg bilang gw buzzer / nyangkut.. ketawain jah lapak copet dsini terganggu ksihan.. loe jual gw Accum..
ingat FCA paling murah sisa WSBP, BTEK jah di kerek atas.
Gak disarankan beli di waktu Hijau yah guys (Tapi KLO loe holder dan inpestor santuy tinggal)
Ingat : Bukan ajakan JUAL BELI.
Note: bandar kere yg pkai byk akun chat ancam dan fear far gue gak takut Broo gw bntu sesama dan dah hijrah tobat.
tobat Klian umur ga ada yg tauh kyk kawan gw blum sempat dipanggil kecelakaan 🙏
MTFN dah msuk.. $TAXI dah masuk..
WSBP all in sini..
Delisting ? FREE DELISTING 100% aman.
Project Besar tahun ini menanti..
* Giant Sea Wall (on proses bhn baku Beton turap)
* IKN (Tol+ gedung +jembatan beton dr WSBP on proses)
* toll di Jatim dan Probolinggo SDH proses.
* jembatan Musi SDH proses
* Pembangunan sekolah rencana ada bahan baku dr WSBP jg.
etch..
ga nutup kemungkinan WSBP akan menjadi KK dari $WIKA dan $WSKT Yg byk masalah..
Halo para investor cerdas! Kembali lagi bersama saya, SentimenX, yang akan membedah pergerakan pasar modal hari ini secara tajam dan terpercaya.
Hari ini, 12 Januari 2026, perhatian pasar tertuju pada salah satu raksasa konstruksi pelat merah, PT PP Persero Tbk ($PTPP). Mari kita bedah aksi korporasi yang sedang mereka siapkan.
Update Berita Aktual: PTPP Lepas Saham Tresuri
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto, pada Senin, 12 Januari 2026, perseroan berencana untuk menjual kembali 14.555.900 lembar saham hasil pembelian kembali (tresuri) di Bursa Efek Indonesia.
Berikut detail penting yang perlu Anda catat:
Jumlah Saham: 14.555.900 lembar atau setara sekitar 0,2% dari total saham perseroan.
Periode Penjualan: Berlangsung selama 6 bulan, mulai 26 Januari hingga 26 Juli 2026.
Pelaksana: Perseroan telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai perantara perdagangan.
Efek Sektor dan Emiten Terkait
Langkah PTPP ini memberikan sentimen yang bervariasi bagi sektor konstruksi (BUMN Karya).
Likuiditas: Penjualan saham tresuri meningkatkan jumlah saham beredar di masyarakat (free float), yang secara teori meningkatkan likuiditas perdagangan saham PTPP.
Sentimen Sektor: Emiten lain seperti ADHI (Adhi Karya) dan WIKA (Wijaya Karya) mungkin akan ikut terdampak secara psikologis. Pasar akan melihat apakah aksi ini murni untuk memperkuat modal kerja atau bagian dari penataan portofolio yang lebih luas.
Analisis SentimenX
Secara volume, jumlah 14,5 juta lembar ini tergolong kecil (hanya 0,2%) sehingga tekanan jual yang dihasilkan kemungkinan besar tidak akan membuat harga saham "longsor" secara ekstrem. Namun, secara psikologis, pasar sering kali merespons negatif rencana penjualan saham oleh emiten karena dianggap sebagai tambahan pasokan (supply) di pasar reguler.
Rangkuman Strategi Investasi
Berdasarkan analisis data teknikal dan berita di atas, berikut panduannya:
1. Untuk Scalping (Trading Harian):
Sentimen ini cenderung Netral ke Negatif Tipis untuk jangka pendek karena adanya potensi tekanan jual dari aksi pengalihan saham tersebut.
Support: Rp 404 - Rp 408 (Area krusial untuk melihat apakah harga tertahan).
Resistance: Rp 422 - Rp 430 (Target penguatan jika terjadi pantulan teknikal).
2. Untuk Swing / Hold (Jangka Menengah-Panjang):
Kabar ini bisa menjadi peluang jika dipadukan dengan katalis positif lain seperti rencana divestasi aset senilai Rp1,69 triliun (PP Infrastruktur dan CRI) yang ditargetkan rampung pada Kuartal I-2026.
Target Harga Jangka Panjang: Jika PTPP berhasil menjaga kinerja keuangan dan kontrak baru, target moderat berada di kisaran Rp 480 - Rp 500 (menguji level tertinggi 52 minggu).
3. Kesimpulan Naratif:
PTPP sedang "cuci gudang" kecil dengan menjual kembali saham yang dulu mereka beli. Dampaknya tidak akan merusak tren besar, tapi mungkin akan membuat harga sedikit tertahan dalam beberapa minggu ke depan saat proses penjualan dimulai pada akhir Januari nanti.
Demikian laporan dari saya, SentimenX. Tetap waspada dan perhatikan volume transaksi di pasar.
still use ur DYOR
$ADHI $WIKA

problem knp WIKA suspend ngga slese".., gmn netizen percaya untuk investasi d BUMN" d Indonesia klo sekelas BUMN aja kyk begini.
$WIKA $PTPP

@YohanesCong2 infrastuktur itu bukan cuma bandara. Lagian fokusnya bukan ke situ. Tapi bagaimana menciptakan BUMN karya yg maju modern sehingga harga konstruksj murah. Ini penting agar ketika bencana dan perang terjadi, kita ngga cuma bisa ngurus jembatan bailey itupun impor. 😭😭😭
$WIKA $WSKT $BBCA
IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengamankan kontrak untuk memasok pipa baja dalam proyek pembangunan pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) segmen 1 dan 2. BUMN baja tersebut akan menyuplai lebih dari 80 ribu ton pipa baja dalam proyek strategis tersebut.
Hal itu ditandai d...

www.idxchannel.com

$WIKA Ada yang tahu ini maksudnya apa ya? Saham Seri B dari DANANTARA dialihkan ke BP BUMN??? 🙃 🙃 🙃
JADI TAMBAH CURIGA NIH SAMA NEGARA, MAU DIKEMANAIN PERUSAHAAN KARYA GAK JELAS INI??? 🤔 🤔 🤔

Sebagai catatan pribadi saya:
1. SGAR Mempawah, Inalum x $ANTM
2. Industri DME, $PTBA ITMG AADI
3. Industri Aspal Buton, $WIKA
4. Mangan Sulfat, no idea yet
5. Nikel Morowali, banyakk
6. Copper/Tembaga Gresik, Freeport
7. Industri Besi Baja, KRAS ?
Sumber: GNFI: Danantara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengalihkan kepemilikan sebagian saham seri B pada seluruh emiten badan usaha milik negara (BUMN) kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Danantara memiliki saham di emiten BUMN melalui PT Danantara Asset Management (DA...

katadata.co.id