ULTJ

ULTJ

ID flagID flag

Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk.

1,525

+15

(0.99%)

Today

2.72 M

Volume

5.49 M

Avg volume

Company Background

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. atau ULTJ memiliki kegiatan usaha utama di bidang industri makanan dan minuman, serta bidang perdagangan. Produk-produk yang diproduksi dan/atau diperdagangkan Perseroan antara lain Susu Cair dengan merek dagang (Ultra Milk, Ultra Mimi, Susu Sehat dan Low Fat Hi Cal), Teh (Teh Kotak dan Teh Bunga), Minuman Kesehatan (Sari Asam), Minuman lainnya (Sari Kacang Hijau dan Coco Pandan Drink), Susu Bubuk (Morinaga), Susu Kental Manis (Cap Sapi dan Ultra Milk), dan Konsentrat Buah-buahan dengan merek dagang ULTRA. Saat ini Perseroan telah menjangkau lebih dari 25.000 wholesaler yang masi... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ turun serok, turun serok, yakali ga pada minum susu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Teh Kotak ☕️

Market Share Teh Kotak tergerus lumayan dalam. Dari 77.3% per 3Q20 menjadi hanya 53% per 2025. Ada apa ini?

Kalo liat total nilai pangsa pasarnya, setidaknya sampai 3Q24 masih tumbuh. Sayangnya tidak ada data untuk tahun 2025 di Pubex ULTJ.

Kira-kira kenapa Teh Kotak kehilangan pamor? Ada yang punya data Pangsa Pasar RTD Teh, apa TAM turun atau hanya Teh Kotak yang lesu?

Sumber : Public Expose $ULTJ

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ banyak yang sell, susu..jangan kawatir..perang juga banyak yang beli.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ diem diem bae

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ Pendapatan naik, program pemerintah jalan, kita lihat apakah kedepanya bursa akan memberikan sentimen positif ke harga sekarang.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

melihat MBG yg jalan trus kykny $ULTJ dan $DMND bakal to the moon di akhir thun

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai  Rp8,76 triliun 2025, turun  tipis 1,19%  dari Rp8,87 triliun  pada tahun 2024.
Meski penjualan turun, ULTJ  membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ

$ULTJ: Ultrajaya Milk Industry & Trading Company mencatat laba bersih Rp392 M pada 4Q25 (+54% YoY, +10% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 menjadi Rp1,35 T (+19% YoY). Pendapatan pada 4Q25 tumbuh +10% YoY, melanjutkan tren pemulihan sejak 3Q25 dan membatasi kontraksi pendapatan selama 2025 menjadi hanya -1% YoY (vs. 9M25: -5% YoY). Margin laba usaha pada 4Q25 naik ke level 19,5% (vs. 4Q24: 9,7%, 3Q25: 19,6%) didukung efisiensi biaya promosi yang signifikan (-64% YoY).

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-rupiah-melemah-ditekan-lonjakan-harga-minyak?source=research

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Ketika PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) merilis laporan keuangan auditan tahun 2025, fluktuasi angka laba bersih acap kali menjadi pusat perhatian utama publik. Padahal, jika kita menelaah rincian data di balik angka tersebut dan menyilangkannya dengan materi...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ pada Q4 2025 membukukan Laba Bersih Rp 392 B atau naik 53.62% dibanding Q4 2024 sebesar Rp 255 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level 11.60x.

Pendapatan meningkat 10.43% menjadi Rp 2,530 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 32.11% dibandingkan dengan 34.80% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat naik 1.90% menjadi Rp 812.49 B.

Sementara itu Beban Keuangan $ULTJ tercatat sebesar Rp (30 M). Total Debt pada Q4 2025 sebesar Rp 44 B dibanding Rp 38 B di Q4 2024. Dengan demikian, Debt to Equity Ratio $ULTJ menjadi 0.01 dibanding 0.01 pada kuartal lalu.

Dari sisi Arus Kas, $ULTJ melaporkan positive Operating Cashflow sebesar Rp 724 B. Selain itu, emiten telah menyerap Capex pada periode ini senilai Rp (109 B) sehingga Free Cash Flow tercatat Rp 615 B.

Data tersaji dalam kuartalan, bukan year to date.

Selengkapnya Data Finansial bisa diakses http://stockbit.com/symbol/ULTJ/financials

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ
Disclaimer: harga penutupan saham per 31 Desember 2025 = 1.440, penulis memiliki saham ini dalam portfolio saham sehingga mungkin berpengaruh dengan penilaian yang dilakukan
1. Secara balance sheet, ULTJ termasuk perusahaan yang kuat dimana total kas dan setara kas yang dipegang dapat melunasi seluruh hutang lancar dan tidak lancar
2. Arus kas perusahaan cukup sehat dengan Net OCF lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk investasi (ICF) dan financing (FCF).
3. Secara nilai penjualan secara YOY mengalami penurunan -1,2% dibandingkan 2025, akan tetapi laba operasi yang dihasilkan bertumbuh sebesar 13,1% mengindikasikan efisiensi biaya operasional yang baik ditunjukkan oleh operating profit margin yang naik dari 16% menjadi 18%
4. Manajemen tetap menjalankan perusahaan dengan baik tercermin dari ROE yang tinggi diatas 15%, rasio hutang / ekuitas yang rendah (11%) akan tetapi cukup defensif dalam mengelola kas yang dimiliki terlihat dari cash ratio yang tinggi (400%)
5. Secara valuasi perusahaan rata-rata masih undervalue dibandingkan rata-rata PER dan PBV nya.
6. Perputaran uang sangat baik: outstanding days untuk persediaan menurun dari rata-rata 87 hari menjadi 69 hari, penagihan piutang lebih cepat dibandingkan hutang yang tertagih menghasilkan total perputaran uang yang lebih cepat dari 84 hari menjadi 72 hari
7. Selama 10 tahun, penggunaan retained earnings yang dihasilkan cukup baik dimana 32% dibagikan sebagai dividen (angka "cukup" menurut penulis 20 - 40% dari retained earnings) sisanya digunakan sebagai modal kerja. Retained Earnings yang dimiliki menghasilkan return on invested capitals sebesar 17%

Berdasarkan 10 aspek yang dinilai, ULTJ layak diberikan score B-

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

JAKARTA - Emiten produsen susu Ultramilk, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 sebesar 19,06% secara tahunan menjadi Rp1,35 triliun.
Sejalan dengan itu, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat sekitar Rp130 per saham, naik dari Rp...

www.idnfinancials.com

www.idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ Kinerja ULTJ 2025: Laba Bersih Melejit 19% Meski Penjualan Melandai https://cutt.ly/MtTg7HtS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di paparan Public Exposenya kali ini $ULTJ sudah menyampaikan kontribusi MBG terhadap total penjualan. Terlihat peningkatan signifikan dari Juli yang hanya 0, 1 % menjadi 2,1 % hingga Desember 2025. Cukup optimis jika kontribusi MBG terhadap penjualan akan semakin tinggi ke depan apalagi dengan dukungan mulai beroperasinya pabrik baru.

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ

Halo rekan-rekan investor! Sebagai mentor Anda, hari ini kita akan membedah kekuatan fundamental PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2025. Jika Anda mencari saham dengan fundamental "benteng baja", ULTJ memberikan sinyal yang sangat menarik. Mari kita bedah alasannya:

**1. Lonjakan Laba di Tengah Penurunan Pendapatan (Efisiensi Luar Biasa)**
Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah pendapatan usaha ULTJ sedikit turun menjadi Rp 8,76 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 8,87 triliun pada 2024. Namun, jangan buru-buru panik! Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan justru melonjak tajam sekitar 19,3% menjadi Rp 1,37 triliun dari Rp 1,15 triliun di tahun sebelumnya.

Bagaimana ini bisa terjadi? Manajemen ULTJ melakukan efisiensi yang sangat agresif. Mereka berhasil memangkas beban penjualan secara signifikan, dari Rp 1,34 triliun menjadi hanya Rp 1,01 triliun. Sebagai investor, ini adalah bukti bahwa manajemen memiliki kendali luar biasa atas struktur biaya perusahaan.

**2. "Gunung Kas" dan Neraca yang Sangat Sehat**
Bagi Anda yang konservatif dan mengutamakan keamanan dana, neraca ULTJ adalah idaman. Perhatikan metrik berikut:
* **Kas dan Setara Kas:** Menggunung menjadi Rp 3,16 triliun di 2025, naik pesat dari Rp 2,43 triliun di 2024. Uang tunai ini memberi perusahaan ketahanan absolut menghadapi krisis ekonomi.
* **Aset vs Liabilitas:** Total aset perusahaan tumbuh menjadi Rp 9,25 triliun dari Rp 8,46 triliun. Hebatnya, di saat aset naik, total liabilitas (utang) justru berhasil ditekan turun dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 937 miliar.
* **Likuiditas Super Kuat:** Aset lancar tercatat sebesar Rp 5,19 triliun, jauh melampaui liabilitas jangka pendeknya yang hanya Rp 787 miliar. Perusahaan nyaris tak punya risiko gagal bayar utang jangka pendek.

Total ekuitas perusahaan juga menebal menjadi Rp 8,31 triliun dari Rp 7,42 triliun. Ini mencerminkan penumpukan saldo laba yang luar biasa berkat kinerja yang solid.

**3. Mesin Pencetak Uang (Arus Kas Operasi)**
Sebagai investor, kita tidak boleh hanya melihat laba di atas kertas, tapi pastikan juga uang aslinya benar-benar masuk. Kabar baiknya, arus kas bersih dari aktivitas operasi ULTJ melesat menjadi Rp 1,69 triliun, dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 1,26 triliun. Ini menandakan kualitas laba (quality of earnings) ULTJ sangat baik; laba yang dicetak sukses dikonversi menjadi uang tunai di tangan perusahaan.

**Arahan Investasi (Mentor's Take):**
Rekan-rekan, ULTJ adalah representasi klasik dari *defensive stock* dengan fundamental *balance sheet* yang sangat "bersih". Dengan minimnya utang, kas berlimpah, dan kemampuan mencetak margin laba yang lebih tebal via efisiensi, saham ini sangat layak dilirik bagi Anda yang berorientasi investasi nilai (*value investing*) jangka menengah-panjang.

Tugas Anda selanjutnya: pantau terus pergerakan harga sahamnya untuk mencari titik masuk (*entry point*) yang terdiskon atau memiliki margin pengaman (*margin of safety*). Selain itu, perhatikan juga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ke depan; dengan tumpukan kas Rp 3,16 triliun, terbuka lebar peluang bagi manajemen untuk membagikan dividen jumbo yang memanjakan investor, atau melakukan ekspansi strategis. Tetap disiplin dan analisis risiko Anda!

https://cutt.ly/htTgDKc0

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ULTJ 2025: Laba Bersih +19% YoY, Didorong Efisiensi Opex

Stockbit’s take:
▪️Ultrajaya Milk Industry & Trading Company ($ULTJ) mencatatkan laba bersih Rp392 M pada 4Q25 (+54% YoY, +10% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 menjadi Rp1,35 T (+19% YoY).
▪️Pendapatan pada 4Q25 tumbuh +10% YoY, melanjutkan tren pemulihan sejak 3Q25 dan membatasi kontraksi pendapatan selama 2025 menjadi hanya -1% YoY.
▪️Ekspansi margin laba usaha ke level 19,5% (vs. 4Q24: 9,7%, 3Q25: 19,6%) didukung efisiensi biaya promosi yang signifikan.

1️⃣ Top–line: Tren Pemulihan Pendapatan Berlanjut
Pendapatan pada 4Q25 tumbuh +10% YoY/+17% QoQ menjadi Rp2,53 T, melanjutkan tren pemulihan yang mulai terlihat pada 3Q25 (+1% YoY) setelah kontraksi selama 1H25 (-8% YoY). Tren ini sejalan dengan kinerja se–industri yang sempat tertekan pada paruh pertama seiring tekanan daya beli, sebelum mulai pulih pada paruh kedua. Pemulihan pada 2H25 tersebut membantu membatasi kontraksi pendapatan selama 2025 menjadi hanya -1% YoY (vs. 9M25: -5% YoY).

2️⃣ Profitabilitas: Efisiensi Opex Dorong Ekspansi Margin Laba Usaha
Margin laba kotor pada 4Q25 sedikit tertekan ke level 32,1% (vs. 4Q24: 34,8%, 3Q25: 31,9%) seiring kenaikan bahan baku (+8% YoY), sehingga margin laba kotor selama 2025 turun ke level 32,7% (vs. 2024: 34,1%). Meski demikian, tekanan pada margin laba kotor berhasil dikompensasi oleh efisiensi opex yang signifikan. Total opex pada 4Q25 turun -44% YoY, salah satunya didorong oleh penurunan biaya promosi (A&P) yang turun sebesar -64% YoY. Hal tersebut membuat proporsi biaya A&P terhadap pendapatan turun secara tahunan ke level 5,2% pada 4Q25 (vs. 4Q24: 15,9%, 3Q25: 3,1%). Sebagai catatan, biaya promosi pada 4Q24 merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan efisiensi tersebut, margin laba usaha pada 4Q25 mencapai 19,5% (vs. 4Q24: 9,7%, 3Q25: 19,6%), dengan laba usaha melonjak +122% YoY/+17% QoQ.

______
Amara Beatrice (@amarabeatrice)
Investment Analyst Stockbit

Read more...

$ULTJ Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian ULTJ tahun penuh (FY) 2025 yang telah diaudit, berikut adalah analisis fundamental


​1. Revenue Structure Analysis: Stagnasi yang Menantang.

​Total Revenue FY 2025: Rp 8,77 triliun, mencatatkan kontraksi sebesar 1,2% dibandingkan FY 2024 (Rp 8,87 triliun).

​Komposisi Segmen:
​Minuman (Beverages): Tetap menjadi kontributor dominan dengan nilai Rp 9,67 triliun (sebelum eliminasi dan PPN).

​Makanan (Foods): Kontribusi sangat kecil dan mengalami penurunan ke Rp 54,1 miliar dari sebelumnya Rp 70,9 miliar.

​Geografis: Penjualan didominasi pasar domestik (>99%), sementara pasar ekspor tetap marjinal meski tumbuh dari Rp 19 miliar ke Rp 28,9 miliar.

​Driver & Karakteristik: Penurunan pendapatan ini mengindikasikan pertumbuhan yang bersifat cyclical/stagnan di tengah persaingan ketat pasar susu UHT dan teh siap minum. Tidak adanya pertumbuhan volume yang signifikan menunjukkan saturasi pasar atau tekanan daya beli di segmen konsumer menengah-bawah.


​2. Profitability & Net Income Quality: Ekspansi Margin yang "Anomali"
​Net Income FY 2025: Rp 1,38 triliun, tumbuh 19,4% YoY meskipun pendapatan turun.

​Analisis Margin:
​Gross Profit Margin (GPM): Mengalami kompresi ke 32,7% (vs 34,1% di 2024) akibat kenaikan beban pokok penjualan.

​Operating Margin: Ekspansi signifikan menjadi 19,2% (vs 16,3% di 2024).

​Kualitas Laba: Pertumbuhan laba bersih didorong oleh efisiensi biaya operasional yang drastis, terutama penurunan beban penjualan dari Rp 1,35 triliun menjadi Rp 1,01 triliun. Selain itu, terdapat kontribusi dari laba selisih kurs sebesar Rp 77,9 miliar.

​Kesimpulan: Kualitas laba bersifat moderate. Pertumbuhan bottom-line tidak didorong oleh top-line, melainkan oleh pemotongan biaya pemasaran dan keuntungan non-operasional (kurs).

​3. Balance Sheet Strength: "The Fortress Balance Sheet"
​Posisi Kas: Sangat kuat dengan Kas dan Setara Kas Rp 3,16 triliun, naik dari Rp 2,43 triliun.

​Struktur Modal:
​Total Debt: Sangat rendah, hanya terdiri dari utang bank jangka pendek Rp 1,6 miliar dan utang sewa.

​Net Cash Position: Perusahaan memiliki posisi Net Cash yang sangat masif, memberikan fleksibilitas keuangan tinggi.

​Kesehatan: Rasio lancar (Current Ratio) meningkat pesat, menunjukkan profil risiko likuiditas yang hampir nol.

​4. Cash Flow Analysis: Cash Generating Machine
​Operating Cash Flow (OCF): Rp 1,69 triliun, jauh melampaui laba bersihnya, menunjukkan konversi kas yang sangat sehat.

​Capital Expenditure (Capex): Rp 424,2 miliar untuk akuisisi aset tetap.

​Free Cash Flow (FCF): Tetap positif kuat di kisaran Rp 1,2 triliun setelah dikurangi Capex. ULTJ adalah cash cow yang matang dengan kemampuan menghasilkan kas internal yang sangat stabil.


​5. Capital Allocation Strategy
​Dividen: Perusahaan membayarkan dividen sebesar Rp 484 miliar selama tahun 2025.

​Ekspansi: Investasi pada entitas anak seperti PT Ultra Sumatera Dairy Farm (USDF) menunjukkan upaya integrasi supply chain ke hulu untuk mengamankan bahan baku susu segar.

​Disiplin: Manajemen terlihat sangat konservatif, lebih memilih menumpuk kas daripada melakukan akuisisi agresif atau leverage besar.

​6. Investment View & Risiko
​Pandangan : Fundamental ULTJ tetap kokoh secara neraca, namun kehilangan momentum pertumbuhan pendapatan. Valuasi saat ini mencerminkan bisnis stabil tetapi rendah pertumbuhan (low growth).

​Risiko Utama: Volatilitas harga bahan baku impor (susu bubuk/konsentrat) yang dipasok oleh pihak luar negeri seperti SIG Combibloc dan Olam. Selain itu, risiko pajak terlihat dari adanya keberatan pajak (USDF) sebesar Rp 7 miliar.

​Kesimpulan:
​Bull Case: Keberhasilan integrasi peternakan Sumatera menurunkan ketergantungan impor, ekspansi margin berkelanjutan (GPM naik kembali >35%).

​Base Case: Pendapatan tumbuh flat (0-3%), laba terjaga di level saat ini melalui efisiensi biaya.

​Bear Case: Penurunan daya beli masyarakat berkelanjutan, kompresi margin akibat kenaikan harga komoditas global dan kurs USD.

​Status: NEUTRAL
Argumentasi: Meskipun neraca sangat kuat (Net Cash) dan efisiensi biaya luar biasa, absennya pertumbuhan pendapatan (revenue growth) menjadi hambatan utama untuk re-rating valuasi ke tingkat yang lebih tinggi. Saham ini lebih cocok untuk investor defensif yang mencari stabilitas daripada growth seeker.

Disclaimer : Analisis ini berdasarkan data LK FY 2025 yang tersedia, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/beli

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Ultrajaya (ULTJ) menyudahi 2025 membukukan laba bersih Rp1,35 triliun. Surplus 19,46 persen dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp1,13 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut melonjak menjadi Rp130 dari sebelumnya Rp109.
Penjualan terkumpul Rp8,76 triliun, turu...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

News Today
👉 Perang Timur Tengah diprediksi akan meluas dan panjang, IHSG dibuka dengan Panik.
👉 Kuwait mulai setop produksi minyak, Harga Minyak dunia resmi tembus USD100/barel.
👉 LM Antam hari ini terpantau turun Rp55rb ke level Rp3,004jt/gram.
👉 BEI mencermati pola pergerakan saham SPRE terkait dengan UMA.
👉 $ULTJ cetak laba bersih Rp 1,35T pada 2025, naik 19,06% secara YoY.
👉 $BMRI infokan kesiapan dana untuk bayar Obligasi berwawasan lingkungan I tahap II 2025.
👉 $NISP infokan perubahan susunan anggota direksi dan/atau Dewan komisaris perseroan.
👉 BWPT infokan pelunasan pokok Obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2025.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIDO vs $GOOD vs $ULTJ: Growth in Horizon

Kalau kita lihat laporan keuangan saham konsumer di Full Year 2025, rata-rata bagus sih. Hal itu bisa kita lihat di SIDO, GOOD, dan ULTJ. Tapi begitu dibedah lebih dalam, kelihatan jelas bahwa bagusnya mereka itu beda kelas dan beda rasa. Ada yang bagus karena mesinnya efisien sekali, ada yang bagus karena skala penjualannya besar, dan ada yang bagus karena neracanya tebal seperti benteng. Jadi, investor jangan berhenti di angka laba atau omzet saja. Yang jauh lebih penting justru kualitas laba, kekuatan cashflow, struktur utang, dan daya tahan bisnis saat kondisi global mendadak tidak ramah. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SIDO tampil seperti perusahaan yang jalannya paling rapi. Total asetnya hanya Rp 3,68 triliun, paling kecil dibanding dua pesaingnya, tetapi justru dari aset yang kecil itu SIDO bisa mencetak penjualan Rp 4,07 triliun dan laba bersih Rp 1,22 triliun. Ini menandakan asetnya produktif dan model bisnisnya efisien. Struktur neracanya juga sangat bersih karena ekuitasnya Rp 3,12 triliun, sementara liabilitas hanya Rp 561,4 miliar. Rasio liabilitas terhadap ekuitas cuma 17,9%, sangat rendah. Yang paling penting, SIDO zero bank debt. Jadi perusahaan ini tidak hidup dari dorongan utang bank. Dari sisi operasional juga sehat sekali karena CFO mencapai Rp 1,25 triliun, bahkan lebih tinggi dari laba bersihnya. Itu artinya laba SIDO bukan sekadar laba akrual di kertas. Uangnya benar-benar masuk. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOOD punya cerita yang sangat berbeda. Dari sisi ukuran bisnis, dia yang paling besar. Total aset Rp 9,33 triliun, pendapatan Rp 13,11 triliun, dan growth penjualan 7,2%. Jadi kalau hanya melihat omzet, GOOD kelihatan paling perkasa. Tapi masalahnya, skala besar itu tidak otomatis berarti kualitas laba juga bagus. Laba bersih GOOD hanya Rp 756,2 miliar, jadi margin bersihnya tipis sekali, sekitar 5,7%. Ini jauh di bawah SIDO dan juga di bawah ULTJ. Penyebabnya jelas, beban pokok dan beban bunga masih berat. Liabilitas GOOD juga tinggi sekali, mencapai Rp 4,97 triliun, bahkan rasio liabilitas terhadap ekuitas menembus 114%. Di dalamnya ada utang bank jangka panjang Rp 1,77 triliun ditambah pinjaman yang segera jatuh tempo Rp 361 miliar. CFO GOOD memang masih bagus di Rp 1,25 triliun, tetapi arus kas itu kemudian banyak dipakai untuk bayar bunga dan cicil utang bank. Jadi GOOD ini kuat di volume, tetapi ruang napasnya lebih sempit karena beban keuangan dan leverage lebih tinggi.

ULTJ justru muncul sebagai emiten yang neracanya paling nyaman dilihat. Total asetnya Rp 9,25 triliun, hampir setara GOOD, tapi struktur pendanaannya jauh lebih kalem. Liabilitasnya hanya Rp 937 miliar, sementara ekuitasnya Rp 8,31 triliun. Rasio liabilitas terhadap ekuitas cuma 11,2%, sangat rendah. Utang banknya nyaris tidak ada, tersisa Rp 1,6 miliar saja. Ini membuat ULTJ terlihat seperti benteng kas. Penjualannya memang turun tipis 1,2% menjadi Rp 8,76 triliun, tetapi laba bersihnya justru naik 19,3% menjadi Rp 1,37 triliun. Ini sangat menarik, karena saat top-line melemah tipis, bottom-line malah melesat. Artinya manajemen berhasil menekan biaya dengan sangat efektif. CFO ULTJ juga paling tinggi di antara ketiganya, mencapai Rp 1,69 triliun, dan kas akhirnya menumpuk sampai Rp 3,16 triliun. Dari sini kelihatan bahwa ULTJ bukan cuma untung, tapi juga sangat likuid. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau bicara efektivitas dan efisiensi, SIDO memang paling unggul. Margin laba bersihnya mendekati 30%, angka yang luar biasa untuk emiten konsumer. Dengan aset paling kecil, dia tetap mampu mencetak laba besar. Itu menunjukkan efisiensi pabrikasi dan produktivitas aset yang sangat tinggi. ULTJ ada di posisi berikutnya. Margin bersihnya sekitar 15,7%, masih sangat sehat, dan lonjakan laba di tengah penjualan yang turun tipis menunjukkan bahwa manajemen operasionalnya sedang bekerja dengan disiplin tinggi. GOOD tertinggal dalam hal efisiensi, bukan karena bisnisnya jelek, tetapi karena modelnya lebih berat ke volume dengan margin tipis. Dalam model seperti itu, sedikit saja ada kenaikan biaya, dampaknya bisa langsung terasa ke laba bersih.

Kalau bicara growth, GOOD menang di pertumbuhan omzet karena pendapatannya naik 7,2%. Ini menunjukkan distribusi dan skala penjualannya memang paling agresif. Tetapi growth semacam ini mahal, karena didorong dengan struktur pendanaan yang lebih berat dan hasil akhirnya belum diterjemahkan menjadi margin yang tebal. ULTJ justru menang di kualitas pertumbuhan laba. Laba bersih naik 19,3% walau penjualan turun tipis. Ini biasanya lebih disukai investor yang suka kualitas, karena menunjukkan perusahaan bisa memperbaiki profitabilitas tanpa harus memaksa penjualan tumbuh. SIDO sendiri tidak terlalu eksplosif, tapi pertumbuhannya tetap sehat dan konsisten. Penjualan naik 4,1%, laba naik 4,9%, dan cashflow tetap kuat. Jadi SIDO itu bukan yang paling kencang, tapi paling rapi.

Dari sisi kesehatan fundamental dan daya tahan, SIDO dan ULTJ berada di level yang sangat nyaman. SIDO unggul karena bebas utang bank, liabilitas rendah, cashflow kuat, dan rantai pasoknya dominan lokal. Ini sangat penting. Saat perang dagang memanas atau rupiah melemah, SIDO relatif lebih aman karena bahan bakunya tidak terlalu tergantung impor. Bahkan kas dolar AS yang dimiliki SIDO memberi semacam natural hedging. Jadi kalau rupiah melemah, dia tidak langsung panik. ULTJ juga sangat kuat, terutama karena kasnya sangat besar. Dengan kas dan reksadana Rp 3,16 triliun, ULTJ secara teori bisa melunasi seluruh liabilitasnya Rp 937 miliar besok pagi dan masih punya sisa kas yang tebal. Itu level keamanan yang sangat tinggi. Hanya saja, ULTJ sedikit lebih terekspos ke impor karena ada bahan baku dan kemasan dari pemasok asing, plus ada transaksi dalam USD dan EUR. Bedanya, ULTJ cukup cerdas karena punya lindung nilai alami lewat simpanan valas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOOD adalah yang paling rentan kalau dunia luar sedang kacau. Bukan berarti GOOD jelek, tetapi struktur bisnisnya membuat dia paling sensitif. Liabilitas tinggi, utang bank besar, beban bunga besar, margin bersih tipis, dan ada paparan bahan baku impor seperti gandum, gula, keju, serta kemasan. Dalam kondisi normal, model ini masih bisa berjalan baik. Tapi kalau kurs melemah tajam, bunga tinggi bertahan lama, atau harga bahan baku melonjak karena gangguan perdagangan global, GOOD yang paling cepat merasakan tekanan. Dengan margin sekitar 5,7%, bantalan keuntungannya memang lebih tipis. Jadi kalau ada guncangan, laba GOOD lebih mudah tertekan dibanding SIDO dan ULTJ.

Jadi dari ketiganya, SIDO bisa dianggap sebagai juara efisiensi dan juara kualitas fundamental. ULTJ adalah juara kekuatan neraca dan juara cash buffer. GOOD adalah juara skala bisnis dan juara pertumbuhan omzet, tapi juga yang paling berat menanggung risiko keuangan dan tekanan margin. Jadi pilihan terbaik tergantung apa yang dicari investor. Kalau investor cari emiten yang paling efisien, paling bersih, dan paling tahan banting, SIDO paling menarik. Kalau investor suka perusahaan dengan neraca luar biasa kuat dan kas melimpah, ULTJ sangat meyakinkan. Kalau investor mau exposure ke bisnis konsumsi dengan omzet paling besar dan pertumbuhan top-line paling tinggi, GOOD tetap relevan, tapi jelas risikonya juga paling tinggi. Di antara tiga nama ini, SIDO kelihatan paling seimbang, ULTJ paling nyaman, dan GOOD paling butuh kehati-hatian. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏆 Peringkat utama
🔹 SIDO paling efisien
🔹 ULTJ paling kuat kas
🔹 GOOD paling besar omzet

🧾 Kualitas laba
🔹 SIDO paling rapi
 ▫️ Laba Rp 1,22 triliun
 ▫️ CFO Rp 1,25 triliun
 ▫️ Margin sangat tebal
🔹 ULTJ sangat sehat
 ▫️ Laba naik 19,3%
 ▫️ Meski penjualan turun 1,2%
🔹 GOOD kurang efisien
 ▫️ Omzet Rp 13,11 triliun
 ▫️ Tapi margin tipis

💰 Neraca
🔹 SIDO zero utang bank
🔹 ULTJ kas Rp 3,16 triliun
🔹 GOOD liabilitas Rp 4,97 triliun

⚠️ Risiko
🔹 SIDO paling aman
🔹 ULTJ aman tapi ada paparan impor
🔹 GOOD paling rentan bunga kurs dan bahan baku

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ

### Analisis Fundamental Saham ULTJ (PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk)

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025 (dari dokumen yang disediakan Stockbit, yang merupakan laporan audited per 31 Desember 2025) dan data terkini dari sumber eksternal (seperti situs keuangan dan analisis pasar per Maret 2026), berikut adalah analisis fundamental saham ULTJ.

Data utama diambil dari neraca keuangan (balance sheet) yang tersedia, dengan total aset Rp9,25 triliun (naik dari Rp8,46 triliun di 2024), liabilitas total Rp937 miliar (turun dari Rp1,03 triliun), dan ekuitas Rp8,32 triliun (naik dari Rp7,43 triliun). Saya menggunakan data TTM (trailing twelve months) dari sumber pasar untuk melengkapi, karena laporan laba rugi lengkap tidak sepenuhnya terdeteksi di dokumen (meski ada indikasi laba bersih sekitar Rp1,22 triliun TTM).

Harga saham terkini (per 6 Maret 2026) adalah Rp1.545, dengan market cap sekitar Rp15,86 triliun.

#### 1. Analisis Hutang (Debt Analysis)
ULTJ memiliki struktur hutang yang sangat sehat dan konservatif, dengan fokus pada pendanaan internal daripada pinjaman eksternal.

- **Total Liabilitas**: Rp937 miliar (2025) vs Rp1,03 triliun (2024), turun 9,4%. Ini hanya 10,1% dari total aset, menunjukkan ketergantungan rendah pada hutang.

- **Debt-to-Equity Ratio (DER)**: 0,11x (atau 11,3%) berdasarkan ekuitas Rp8,32 triliun. Dari data pasar, DER TTM hanya 0,02%-0,37%, jauh di bawah rata-rata industri makanan-minuman (sekitar 0,5x-1x).

- **Hutang Jangka Pendek**: Hanya Rp1,62 miliar (utang bank), sangat minim dibandingkan kas Rp3,16 triliun.

- **Net Debt**: Negatif (kas melebihi hutang), dengan net debt/equity -0,32x.

- **Kesimpulan**: Risiko default rendah. Perusahaan bisa ekspansi tanpa beban bunga tinggi, tapi ini juga berarti potensi leverage rendah untuk pertumbuhan agresif.

#### 2. Analisis Profitabilitas (Profitability Analysis)
ULTJ menunjukkan profitabilitas solid, didukung oleh posisi kuat di pasar susu UHT Indonesia, meski ada penurunan penjualan di 2025 akibat faktor eksternal seperti inflasi bahan baku.

- **Laba Bersih (Net Profit)**: Estimasi full year 2025 sekitar Rp1,22 triliun (TTM), naik dari tahun sebelumnya. Dari Q3 2025, laba naik 9% YoY menjadi Rp961 miliar meski penjualan turun 5,24%.

- **Net Profit Margin**: 14,26% (TTM), di atas rata-rata industri (10-12%).

- **Return on Equity (ROE)**: 16,42% (TTM), naik dari tahun sebelumnya, menunjukkan efisiensi penggunaan ekuitas. Berdasarkan ekuitas Rp8,32 triliun dan laba Rp1,22 triliun, ROE ≈14,7%.

- **EBITDA**: Rp1,57 triliun (TTM), mendukung operasi stabil.

- **Kesimpulan**: Profitabilitas tinggi berkat efisiensi biaya dan merek kuat (seperti Teh Kotak dan Sari Asam). Namun, margin bisa tertekan jika harga susu impor naik.

#### 3. Analisis Likuiditas (Liquidity Analysis)
ULTJ sangat likuid, dengan posisi kas yang kuat untuk menangani kewajiban jangka pendek.

- **Current Ratio**: 5,85x (aset lancar Rp5,19 triliun / liabilitas lancar ≈Rp888 miliar). Jauh di atas standar aman (2x).

- **Quick Ratio**: 6,47x (TTM), menunjukkan kemampuan bayar tanpa jual inventori.

- **Kas dan Setara Kas**: Rp3,16 triliun (naik 30% YoY), cukup untuk tutup semua liabilitas.

- **Kesimpulan**: Likuiditas excellent, minim risiko solvabilitas jangka pendek. Ini memungkinkan investasi seperti Rp1,14 triliun untuk ekspansi produksi susu UHT.

#### 4. Analisis Turnover (Efficiency/Turnover Ratios)
Turnover mengukur efisiensi aset dalam menghasilkan penjualan.

- **Asset Turnover**: ≈0,92x (penjualan TTM Rp8,53 triliun / aset rata-rata ≈Rp9,25 triliun). Menunjukkan aset digunakan cukup efisien.

- **Inventory Turnover**: Estimasi 5-6x (berdasarkan inventori Rp1,11 triliun dan asumsi COGS ≈60% penjualan). Turun sedikit karena inventori naik, tapi masih baik untuk industri dairy.

- **Receivables Turnover**: ≈11x (piutang usaha Rp741 miliar / penjualan tahunan), menunjukkan pengumpulan cepat.

- **Kesimpulan**: Efisiensi baik, tapi penurunan penjualan 2025 menekan turnover. Ekspansi bisa tingkatkan ini.

#### 5. Analisis SWOT
- **Strengths (Kekuatan)**: Posisi pasar dominan di susu UHT Indonesia, neraca kuat (kas tinggi, hutang rendah), ROE tinggi, dan dukungan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Insider buying intens (keluarga Prawirawidjaja borong saham Rp1,8 miliar), sinyal kepercayaan.

- **Weaknesses (Kelemahan)**: Penjualan turun 5,24% di 2025 karena kompetisi dan inflasi bahan baku. Ketergantungan impor susu (potensi fluktuasi harga).

- **Opportunities (Peluang)**: Kerja sama potensial dengan FrieslandCampina (Frisian Flag) untuk akuisisi minoritas, ekspansi produksi Rp1,14 triliun. Pertumbuhan pasar dairy Indonesia (forecast revenue +9,4% per tahun).

- **Threats (Ancaman)**: Kenaikan harga komoditas global (susu, kemasan) akibat perang Iran-Israel (lihat bagian potensi). Kompetisi dari pemain seperti Indofood atau impor murah.

#### 6. Nilai Wajar vs Harga Market
- **Fair Value Estimasi**: Berdasarkan Peter Lynch Fair Value, sekitar Rp1.566-Rp1.700 (dari forecast EPS 115-130 dan P/E 13-14). Analis target: Rp1.800-Rp2.000 (dari revenue forecast 8,58T-9,45T). Satu sumber menyebut Rp526 (mungkin undervalued model, tapi kurang realistis).

- **Harga Market Saat Ini**: Rp1.545 (turun 1,28% harian, tapi naik 2,62% sebelumnya).

- **Kesimpulan**: Saham undervalued ringan (market di bawah fair value estimasi). P/E 13,46x dan PB 2,09x wajar untuk growth stock. Potensi upside 10-20% jika ekspansi berhasil.

#### 7. Risiko Perusahaan Tutup atau Saham Nyangkut

- **Probabilitas Kebangkrutan**: 0% (berdasarkan model Altman Z-Score atau serupa). Dengan likuiditas tinggi, hutang minim, dan kas berlimpah, risiko tutup hampir nol. Bahkan di skenario buruk, perusahaan bisa bertahan 5-10 tahun tanpa penjualan baru.

- **Risiko Saham Nyangkut**: Rendah (10-15%). Saham likuid dengan volume harian jutaan lembar, tapi bisa stuck jika pasar bearish (misalnya turun ke Rp1.200 jika penjualan stagnan). Historis, saham stabil dengan growth 13,7% book value tahunan. Non-cash earnings tinggi bisa jadi red flag minor, tapi bukan isu utama.

#### 8. Jika Survive, Besar Dividen per Tahun
ULTJ konsisten bayar dividen, dengan payout ratio aman.

- **Dividen Tahunan Saat Ini**: Rp45 per saham (yield 2,91%). Historis: Growth +30,26% dalam 5 tahun, payout 39,75% (dari EPS Rp117).

- **Proyeksi jika Survive**: Dengan EPS growth 11,9-12%, dividen bisa naik ke Rp50-55 per saham (yield 3-3,5% di harga sekarang). Dividen aman karena free cash flow positif dan payout di bawah 40%.

#### 9. Potensi 1-6 Bulan ke Depan (Maret-Agustus 2026), Khususnya Saat Perang Iran-Israel

- **Potensi Umum**: Positif moderat (target Rp1.600-1.800, upside 5-15%). Driver: Ekspansi produksi untuk MBG, potensi akuisisi FrieslandCampina, insider buying, dan forecast growth 9-12%. Q1 2026 earnings bisa dorong rally jika penjualan rebound.

- **Dampak Perang Iran-Israel**: Netral-negatif ringan untuk ULTJ. Perang bisa naikkan harga minyak (transportasi +5-10%), susu impor (Indonesia impor 70% kebutuhan dairy, harga bisa +10-20% jika supply Middle East terganggu). Namun, ULTJ punya stok domestik (peternakan anak usaha seperti Ultra Sumatera Dairy Farm) dan hedging bahan baku. Jika perang eskalasi, margin turun 1-2%, tapi demand domestik stabil (dairy esensial). Risiko utama: Inflasi global, tapi ULTJ bisa pass-on ke harga produk. Overall, survive mudah; potensi downside 5-10% jika minyak >$100/barel.

Rekomendasi: **Hold/Buy** untuk jangka panjang, fokus dividen dan growth. Ingat ya, selalu Konsultasikan dengan advisor keuangan untuk risiko pribadi.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ $IHSG jangan dibeli. beli saham gorengan aja😆

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $ULTJ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ Q4 2025 paling jossss paling gokilll

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Menyala $ULTJ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ULTJ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@StockbitReports $ULTJ

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy