422

+2

(0.48%)

Today

1.18 M

Volume

1.62 M

Avg volume

Company Background

Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) didirikan pada tanggal 05 Juni 1997. Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) bergerak dalam bidang baby care, feminine care dan health care. Saat ini, kegiatan usaha utama UCID adalah bergerak dalam bidang produsen popok bayi (MamyPoko), pembalut wanita (Charm), popok dewasa (Charm) dan tisu basah (MamyPoko).

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

250 orang cute loss di $UCID

Termasuk saya sendiri?? 🤭🤭

Saham popok ini memang fenomenal 😭😭😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mirp $HMSP ketika kena sengketa pajak, kuartal berikutnya rebound. Bisakah $UCID seperti itu? I don ting so

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIDO vs $UCID: Beda Dunia

SIDO dan UCID itu bisnisnya memang beda. SIDO jualan jamu. UCID jualan popok. Tapi yang bikin investor geleng-geleng di 2025 bukan sekadar beda produk. Yang bikin kontras itu satu perusahaan kelihatan seperti mesin uang yang rapi, satunya lagi seperti kena rangkaian kejadian sial yang numpuk dalam satu tahun. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau lihat skala, UCID memang lebih besar. Total aset UCID Rp7,33 triliun, SIDO Rp3,68 triliun. Revenue UCID Rp7,98 triliun, SIDO Rp4,07 triliun. Ekuitas UCID Rp4,62 triliun, SIDO Rp3,12 triliun. Jadi secara badan, UCID lebih jumbo, hampir dua kali lipat di aset dan jauh lebih besar di penjualan.

Masalahnya, skala besar tidak otomatis jadi laba. Di 2025, SIDO bisa cetak laba bersih Rp1,22 triliun. UCID malah rugi bersih Rp1,19 triliun. Ini titik patah yang paling jelas. SIDO menjahit profit dari bisnis yang tumbuh. UCID justru kebobolan dari beberapa sisi sekaligus.

Revenue UCID turun tajam dari Rp9,67 triliun di 2024 menjadi Rp7,98 triliun di 2025. Begitu penjualan turun segitu, pabrik dan kapasitas produksi yang tadinya dirancang untuk volume lebih besar jadi tidak kepakai optimal. Dampaknya bukan cuma margin turun, tapi juga muncul kerugian akuntansi yang menyakitkan. UCID mengakui impairment mesin Rp301,19 miliar. Artinya aset mesin yang dulu dianggap bisa menghasilkan arus kas besar, sekarang dinilai tidak seproduktif ekspektasi awal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Lalu ada masalah kualitas penjualan, bukan cuma kuantitas. Piutang macetnya meledak. Cadangan penurunan nilai piutang usaha naik jadi Rp196,82 miliar dari sebelumnya Rp19,35 miliar. Bahkan ada write-off piutang Rp123,90 miliar. Bahasa sederhananya, UCID sudah jualan, tetapi sebagian tagihannya tidak kembali, dan manajemen akhirnya mengakui itu sebagai kerugian nyata.

Belum selesai, UCID kena hantaman pajak masa lalu. UCID kalah banding dan peninjauan kembali di Mahkamah Agung untuk pajak 2017 dan 2018, lalu muncul beban penyesuaian pajak tahun sebelumnya Rp285,81 miliar termasuk denda. Ini tipikal beban yang bikin laporan laba rugi terasa seperti diseret oleh masa lalu. Penjualan sedang turun, lalu disodok lagi oleh koreksi pajak yang besar.

Jadi UCID di 2025 itu bukan sekadar bisnis popoknya tidak laku. UCID kena hantam kombinasi penjualan turun, kapasitas pabrik menganggur, kualitas piutang memburuk, dan beban pajak masa lalu muncul bersamaan. Itu yang bikin perubahan dari laba Rp350 miliar di 2024 menjadi rugi Rp1,19 triliun di 2025 terasa seperti badai sempurna.

Bandingkan dengan SIDO. Di 2025, revenue SIDO naik dari Rp3,91 triliun menjadi Rp4,07 triliun. Laba bersih juga naik dari Rp1,17 triliun menjadi Rp1,22 triliun. Ini menunjukkan bisnis inti berjalan normal dan sehat. Yang paling membuat SIDO tampak superior adalah efisiensi dan margin. Dengan revenue Rp4,07 triliun, SIDO bisa cetak laba kotor Rp2,36 triliun. Itu secara kasar berarti margin kotor sekitar 58%. Buat bisnis konsumsi, ini kualitas yang sangat tinggi.

Di sisi neraca, SIDO juga terlihat nyaman. Liabilitas SIDO cuma Rp561 miliar, sementara UCID Rp2,71 triliun. Ini bukan sekadar angka utang. Ini soal tekanan hidup sehari-hari. Liabilitas kecil memberi ruang napas besar, apalagi kalau mayoritasnya utang usaha, utang pajak, dan akrual operasional rutin. Risiko likuiditas SIDO jadi jauh lebih ringan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kas SIDO memang turun dari Rp855 miliar jadi Rp462 miliar. Kalau tidak dibaca konteksnya, orang bisa mengira kas turun karena bisnis seret. Padahal di sini justru kebalikannya. Kas turun karena SIDO membayar dividen tunai Rp1,27 triliun dan buyback Rp299 miliar. Ini keputusan alokasi kas. Uang dibagikan ke pemegang saham dan dipakai mengurangi saham beredar, bukan karena operasional berdarah-darah.

Menariknya, UCID punya kas Rp1,95 triliun, lebih besar daripada kas SIDO Rp462 miliar. Ini memberi pesan penting. Kas besar tidak otomatis berarti perusahaan sehat. UCID tetap bisa rugi besar walau kasnya tebal, karena masalahnya ada di laba operasional, kualitas piutang, impairment, dan pajak masa lalu. Sementara SIDO kasnya turun justru karena manajemen mengembalikan value ke investor lewat dividen dan buyback. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

UCID memang lebih besar dari sisi aset dan revenue, tetapi di 2025 UCID seperti bisnis yang sedang sakit karena penjualan turun, aset produksi tidak terpakai optimal sampai kena impairment, piutang banyak yang bermasalah, lalu ditambah pukulan pajak masa lalu. SIDO lebih kecil skalanya, tetapi mesinnya jauh lebih rapi, margin tinggi, liabilitas rendah, laba nyata, dan kas dipakai untuk memanjakan pemegang saham lewat dividen besar dan buyback.

🏭 UCID
🧱 Aset Rp7,33 T
🛒 Revenue Rp7,98 T
🧾 Ekuitas Rp4,62 T
🧨 Liabilitas Rp2,71 T

🌿 SIDO
🧱 Aset Rp3,68 T
🛒 Revenue Rp4,07 T
🧾 Ekuitas Rp3,12 T
🧘 Liabilitas Rp561 B

💥 Laba bersih 2025
✅ SIDO Rp1,22 T
❌ UCID rugi Rp1,19 T

💸 Kas 2025
🏦 UCID Rp1,95 T
🪙 SIDO Rp462 B

⚠️ UCID what went wrong
📉 Revenue turun Rp9,67 T ke Rp7,98 T
🏭 Impairment mesin Rp301,19 B
🧾 CKPN piutang Rp196,82 B naik dari Rp19,35 B
🧹 Write-off piutang Rp123,90 B
🧾 Pajak masa lalu Rp285,81 B

🌱 SIDO kenapa tetap sehat
📈 Revenue naik Rp3,91 T ke Rp4,07 T
💰 Laba kotor Rp2,36 T kira-kira margin 58%
🎁 Kas turun karena dividen Rp1,27 T dan buyback Rp299 B

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID juga memperbesar penyisihan kerugian piutangnya.

Mengindikasikan risiko cashflow yang lambat akibat lesunya penjualan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selain omset yang drop, $UCID juga mencatatkan penurunan nilai aset tetap yang signifikan Rp 301 miliar.

Penurunan utilitas kapasitas produksi akibat turunnya omset bisa menyebabkan hal demikian.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

*(DAFTAR KEPEMILIKAN SAHAM DI ATAS 1% BANDAR NEGARA UNITED KINGDOM)*

*MORGAN STANLEY AND CO INTERNATIONAL PLC*

1. HILL
2. FILM
3. EMAS
4. BIPI
5. RATU
6. PTRO
7. POLY
8. LPKR
9. LCGP
10. JSPT
11. GOTO

*THE PRUDENTIAL ASSURANCE COMPANY LIMITED*

1. JSMR

*JPMORGAN CHASE BANK NA SINGAPORE BRANCH*

1. JSPT
2. LION
3. VIVA
4. ESTA

*JPMCB NA AIF CLT RE-THE SCOTTISH ORIENTAL SMALLER COMPANIES TRUST PLC*

1. HERO
2. CTRA
3. ARNA
4. UCID
5. SPTO
6. SMSM
7. PZZA

*INVESCO ASIAN FUND (UK)*

1. INTP

*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*

1. INTP
2. DEPO
3. CSAP
4. BATA
5. ACES
6. ROTI

*BARCLAYS CAPITAL SECURITIES LIMITED*

1. DEWI
2. BTPN
3. BSML
4. BNLI
5. SMKM

*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*

1. DEPO
2. CSAP
3. BATA
4. ACES
5. ROTI
6. ERAA

*JPMCB NA AIF CLT RE-FIDELITY ASIAN VALUES PLC*

1. CTRA
2. ARNA
3. SPTO

*CITIGROUP GLOBAL MARKETS LIMITED*

1. BTPN
2. BNLI

*JPMORGAN CHASE BANK, NATIONAL ASSOCIATION*

1. BEBS

*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P*

1. AMRT
2. KLBF

*ABERDEEN ASIA FOCUS PLC*

1. AKRA

*BLOOM INTERNATIONAL LTD*

1. UNIT

*JPMCB NA RE - SWEDBANK ROBUR SMALL CAP EMERGING MARKETS*

1. UCID
2. ARNA
3. PRDA

*GOLDMAN SACHS INTERNATIONAL*

1. SUGI

*CREDIT SUISSE SEC (EUROPE) LIMITED-94644000*

1. SUGI
2. LCGP

*NOMURA PB NOMINEES LTD*

1. PLAS
2. LCGP

*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P.*

1. KLBF
2. AMRT

*JP MORGAN SECURITIES PLC*

1. KAYU
2. BSML

*JPMCB NA RE - VANGUARD INTERNATIONAL VALUE FUND* (Negara United States)

1. SMSM

*UBS AG, LONDON* (Negara SWITZERLAND)

1. BTPN
2. BTEL
3. BSML
4. BDMN
5. ARNA
6. ZATA
7. TLDN
8. SATU
9. PLAS
10. ELSA
11. BTPN
12. BTEL
13. BSML
14. BDMN
15. ARNA

Tag : $UNIT $UCID $PRDA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

*(DAFTAR KEPEMILIKAN SAHAM 1% BANDAR NEGARA UNITED KINGDOM)*

*MORGAN STANLEY AND CO INTERNATIONAL PLC*

1. HILL
2. FILM
3. EMAS
4. BIPI
5. RATU
6. PTRO
7. POLY
8. LPKR
9. LCGP
10. JSPT
11. GOTO

*THE PRUDENTIAL ASSURANCE COMPANY LIMITED*

1. JSMR

*JPMORGAN CHASE BANK NA SINGAPORE BRANCH*

1. JSPT
2. LION
3. VIVA
4. ESTA

*JPMCB NA AIF CLT RE-THE SCOTTISH ORIENTAL SMALLER COMPANIES TRUST PLC*

1. HERO
2. CTRA
3. ARNA
4. UCID
5. SPTO
6. SMSM
7. PZZA

*INVESCO ASIAN FUND (UK)*

1. INTP

*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*

1. INTP
2. DEPO
3. CSAP
4. BATA
5. ACES
6. ROTI

*BARCLAYS CAPITAL SECURITIES LIMITED*

1. DEWI
2. BTPN
3. BSML
4. BNLI
5. SMKM

*DBS BANK LTD S/A ALBIZIA ASEAN OPPORTUNITIES FUND*

1. DEPO
2. CSAP
3. BATA
4. ACES
5. ROTI
6. ERAA

*JPMCB NA AIF CLT RE-FIDELITY ASIAN VALUES PLC*

1. CTRA
2. ARNA
3. SPTO

*CITIGROUP GLOBAL MARKETS LIMITED*

1. BTPN
2. BNLI

*JPMORGAN CHASE BANK, NATIONAL ASSOCIATION*

1. BEBS

*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P*

1. AMRT
2. KLBF

*ABERDEEN ASIA FOCUS PLC*

1. AKRA

*BLOOM INTERNATIONAL LTD*

1. UNIT

*JPMCB NA RE - SWEDBANK ROBUR SMALL CAP EMERGING MARKETS*

1. UCID
2. ARNA
3. PRDA

*GOLDMAN SACHS INTERNATIONAL*

1. SUGI

*CREDIT SUISSE SEC (EUROPE) LIMITED-94644000*

1. SUGI
2. LCGP

*NOMURA PB NOMINEES LTD*

1. PLAS
2. LCGP

*HSBC-FUND SERVICES, THE OVERLOOK PARTNERS FUND L.P.*

1. KLBF
2. AMRT

*JP MORGAN SECURITIES PLC*

1. KAYU
2. BSML

*JPMCB NA RE - VANGUARD INTERNATIONAL VALUE FUND* (Negara United States)

1. SMSM

*UBS AG, LONDON* (Negara SWITZERLAND)

1. BTPN
2. BTEL
3. BSML
4. BDMN
5. ARNA
6. ZATA
7. TLDN
8. SATU
9. PLAS
10. ELSA
11. BTPN
12. BTEL
13. BSML
14. BDMN
15. ARNA


Tag : $UCID $SPTO $SMSM

Read more...

@didikagussusilo 😁

$GEMS, $BYAN, $UCID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

News Update
👉 Sesi I IHSG ditutup amblas 🔻4,32% ke level 7,596.
👉 Bahlil sebut, Cadangan BBM nasional aman hingga 20 hari kedepan.
👉 OJK kebut demutualisasi BEI, regulasi sedang dibahas di Kemenkeu.
👉 Ekspansi kredit $BANK jajakan Sukuk wakalah senilai Rp500M.
👉 $UCID catatkan rugi bersih Rp1,19T di 2026, anjlok 441% secara YoY.
👉 EURO tercatat auto reject atas setelah lepas dari pengawasan BEI.
👉 TRIM akan terbitkan obligasi senilai Rp250M dengan bunga 7,75%/tahun dan 8,50%/tahun.
👉 $JSMR mencatat core profit stabil Rp3,7T 2025 meski pendapatan turun 5,88% YoY.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yang kuat holder $UCID .. udah gw kasih tau dari 2024 .. mana itu influencer yang suka pompom ucid wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID pada Q4 2025 membukukan Rugi Bersih Rp (1,099 B) atau turun -1042.32% dibanding Q4 2024 sebesar Rp 117 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level -1.44x.

Pendapatan menurun -35.98% menjadi Rp 1,631 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 7.27% dibandingkan dengan 22.07% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat turun -78.92% menjadi Rp 118.54 B.

Sementara itu Beban Keuangan $UCID tercatat sebesar Rp (3 B).

Dari sisi Arus Kas, $UCID melaporkan positive Operating Cashflow sebesar Rp 365 B. Selain itu, emiten telah menyerap Capex pada periode ini senilai Rp (15 B) sehingga Free Cash Flow tercatat Rp 350 B.

Data tersaji dalam kuartalan, bukan year to date.

Selengkapnya Data Finansial bisa diakses http://stockbit.com/symbol/UCID/financials

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Uni-Charm (UCID) menyudahi 2025 dengan tabulasi rugi Rp1,19 triliun. Drop 441 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba bersih Rp350,4 miliar. Dengan hasil itu, rugi per saham dasar menjadi Rp288 dari periode sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba Rp84.
Penda...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID
Sepanjang tahun 2025, PT Uni-Charm Indonesia Tbk. (UCID) menghadapi tekanan kinerja keuangan yang cukup berat. Pendapatan perusahaan anjlok dari Rp9,67 triliun menjadi Rp7,98 triliun , yang mengakibatkan kerugian bersih sebesar Rp1,19 triliun (berbalik dari posisi laba Rp350 miliar pada tahun 2024). Kerugian besar ini turut menggerus total aset dan ekuitas perusahaan secara signifikan. Namun di sisi positifnya, operasional inti UCID masih mampu mencetak arus kas masuk dari aktivitas operasi yang surplus sebesar Rp435 miliar.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID LK Full Year 2025: Rugi 1 Triliun Lebih, Apakah Manajemen UCID Korupsi dan Bobrok? Hanya Sekedar Bertanya

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

LK Full Year 2025 UCID itu seperti alarm yang bunyinya kencang tapi manajemen masih pura-pura tidur. Investor UCID wajar kalau naik darah, karena ini bukan sekadar laba turun biasa. Ini kombinasi penjualan melemah, margin kempis, mesin menganggur, piutang banyak yang tidak balik, lalu ditutup dengan pukulan pajak masa lalu yang meledak di 2025. Kalau manajemen masih berdalih ini cuma kondisi pasar, itu alasan yang terlalu murahan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara bisnis, UCID jualan barang kebutuhan harian, popok dan pembalut, yang harusnya punya demand dasar. Tapi realitanya, revenue 2025 turun ke Rp7,98 triliun dari Rp9,67 triliun di 2024. Turun sekitar 17% itu sinyal ada masalah eksekusi, entah kalah kompetisi, salah strategi harga, salah channel, atau portofolio produk tidak kena lagi. Dampaknya kelihatan langsung di gross margin yang jeblok dari 20,41% jadi 15,04%. Ini bukan penurunan tipis, ini tanda UCID kehilangan daya tawar harga atau struktur biaya pabriknya jadi tidak efisien karena volume turun, sehingga biaya tetap kebawa membebani tiap unit produk.

Kalau investor lihat dari segmen, laba bruto 2025 masih ditopang Diapers Rp699,48 miliar kontribusi 58,23% sedangkan Non-Diapers Rp501,68 miliar kontribusi 41,77%. Artinya mesin uang utama masih popok. Tapi justru di sisi operasional ada petunjuk yang menyebalkan, utilisasi mesin turun sampai memicu impairment mesin Rp301,19 miliar. Mesin bukan rusak, tapi jarang dipakai. Ini poin yang bikin investor harus curiga. Kenapa bisa mesin menganggur di bisnis kebutuhan pokok? Kalau alasannya permintaan melemah, berarti manajemen gagal menjaga share. Kalau alasannya strategi menahan produksi, berarti manajemen tidak punya rencana agresif untuk rebut kembali volume. Impairment itu cara akuntansi bilang proyeksi masa depan tidak seindah yang dulu manajemen janjikan ketika belanja mesin.

Lalu masuk ke bagian yang paling bikin muka masam, laba bersih. Dari laba Rp350,44 miliar di 2024, UCID berubah jadi rugi bersih Rp1,19 triliun di 2025, growth laba bersih -441%. Ini bukan rugi operasional kecil, ini rugi yang bikin investor wajib minta penjelasan rinci, sebab sumbernya jelas dan banyak yang sebenarnya bisa dikendalikan. Impairment mesin Rp301,19 miliar memang non-kas, tapi akar masalahnya tetap operasional yang turun. Beban penyesuaian pajak tahun sebelumnya Rp285,81 miliar karena kalah banding sengketa pajak masa lalu, itu bukan cuaca buruk, itu tata kelola pajak yang amburadul dari masa lalu yang baru meledak sekarang. Apalagi sengketa pajak disebut lintas tahun fiskal 2017, 2018, 2019, dan 2022. PK di Mahkamah Agung untuk kasus 2017 ditolak Desember 2025, lalu muncul kewajiban bayar sekitar Rp199 miliar termasuk denda. Ini membuat investor pantas mempertanyakan kualitas kontrol internal dan strategi litigasi pajak UCID, karena dampaknya nyata menghancurkan laba 2025. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masalah lain yang lebih merusak dari yang terlihat adalah piutang. Tahun 2025 ada penambahan provisi penurunan nilai piutang Rp213,63 miliar dan write-off piutang Rp123,90 miliar. Ini sinyal ada pelanggan yang benar-benar gagal bayar. Bahkan ada piutang jatuh tempo lebih dari 6 bulan Rp107,95 miliar dengan expected loss rate 96,2%. Itu piutang yang hampir pasti tidak kembali. Ini memalukan untuk perusahaan dengan produk fast moving consumer goods. Kalau channel distribusi dikelola rapih, harusnya risiko kredit bisa dipagari dengan limit, jaminan, atau pengetatan term. Jadi kalau angka segede ini sampai terjadi, investor patut menilai ada kebocoran di kredit kontrol, pemilihan distributor, atau disiplin penagihan yang telat. Dan efeknya bukan cuma laba. Ini memakan kualitas kas masuk, karena penerimaan dari pelanggan turun Rp780 miliar, dari Rp12,29 triliun jadi Rp11,51 triliun. Jadi walaupun beban piutang itu non-kas di laporan laba rugi, di dunia nyata uangnya memang tidak masuk.

Yang sering bikin investor salah paham adalah CFO UCID yang justru naik 10,28% menjadi Rp435,93 miliar, dari Rp395,30 miliar. Ini terlihat seolah-olah cash engine aman. Tapi naiknya CFO itu banyak terbantu efek akuntansi, karena rugi impairment dan rugi piutang ditambahkan kembali dalam rekonsiliasi arus kas. Jadi CFO positif itu benar, tetapi tidak otomatis berarti bisnisnya sehat. Ini lebih tepat dibaca begini, UCID masih punya mesin kas dari operasional, namun kualitas pertumbuhan kasnya tertahan oleh kas pelanggan yang bocor dan kas yang keluar untuk pajak. Sisi baiknya, manajemen menahan capex besar-besaran, dari Rp254,12 miliar turun ke Rp85,88 miliar. Ini yang membuat FCF melonjak 147,9% jadi Rp350,05 miliar, dan FCF margin membaik ke 4,38% dari 1,45%. Tapi di sisi lain, capex ditekan juga bisa berarti manajemen sedang mode bertahan, bukan mode menyerang. Kalau pasar popok dan pembalut makin kompetitif, terlalu hemat capex tanpa strategi revenue bisa jadi malah mempercepat penurunan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Soal neraca, UCID sebenarnya nyaman. Kas dan setara kas Rp1,95 triliun. Utang berbunga praktis tidak ada, hanya liabilitas sewa Rp156,39 miliar, jangka pendek Rp58,98 miliar dan jangka panjang Rp97,41 miliar. Ini net cash company, dan secara likuiditas sangat aman. Investor tidak perlu takut UCID tiba-tiba kolaps karena utang bank. Bahkan total liabilitas Rp2,71 triliun pun masih bisa dikelola dengan ruang kas yang besar, apalagi utang usaha Rp866,68 miliar term 7 sampai 60 hari dan tidak ada sinyal nunggak. Jadi masalah UCID bukan kemampuan bayar, tetapi kualitas manajemen laba, kualitas pengendalian risiko pajak, kualitas kontrol piutang, dan kemampuan menjaga volume di pasar.

Jadi UCID itu masih hidup dari sisi kas, tapi manajemen membuat 2025 jadi tahun yang buruk di laporan laba rugi karena gabungan eksekusi pasar yang melemah, utilisasi pabrik yang turun sampai impairment, serta warisan sengketa pajak dan piutang yang jebol. Investor UCID wajib menuntut jawaban yang spesifik, bukan jawaban template. Siapa yang gagal bayar sampai piutang di atas 6 bulan segitu besar, channel mana yang paling bermasalah, langkah pengetatan kredit apa yang sudah dilakukan, strategi rebut kembali volume apa, dan roadmap penyelesaian sengketa pajak agar tidak berulang. Karena kalau tidak ada perubahan nyata, kas yang tebal cuma jadi bantalan sementara, bukan jaminan UCID kembali bagus. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📉 Kerusakan di Laba
💥 Laba Rp350,44 miliar 2024 jadi rugi Rp1,19 triliun 2025.
🧨 Sumber utama
↳ 🏭 Impairment mesin Rp301,19 miliar karena utilisasi turun.
↳ 🧾 Pajak tahun sebelumnya Rp285,81 miliar akibat kalah sengketa.
↳ 🧍‍♂️ Piutang bermasalah, provisi Rp213,63 miliar.
↳ 🗑️ Write-off piutang Rp123,90 miliar.

🛒 Penjualan dan Margin
📦 Revenue turun Rp9,67 triliun ke Rp7,98 triliun.
🧱 Gross margin turun 20,41% ke 15,04%.
🏷️ Laba bruto segmen 2025
↳ 👶 Diapers Rp699,48 miliar, 58,23%.
↳ 🩲 Non-Diapers Rp501,68 miliar, 41,77%.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💧 Kas Masih Jalan
💰 CFO naik Rp395,30 miliar ke Rp435,93 miliar.
⚙️ Capex ditekan Rp254,12 miliar ke Rp85,88 miliar.
🚰 FCF naik Rp141,18 miliar ke Rp350,05 miliar.

🛡️ Neraca Aman
🏦 Kas Rp1,95 triliun.
🧾 Liabilitas sewa Rp156,39 miliar.
✅ Net cash, bukan masalah utang.

❓Pertanyaan yang wajib ditagih investor
🔎 Piutang >6 bulan Rp107,95 miliar, loss rate 96,2% itu siapa?
🧠 Strategi rebut volume dan naikkan utilisasi mesin apa?
⚖️ Sistem kontrol pajak supaya tidak berulang apa?

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update LK Tahunan 2025 $UCID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hampir 2 tahun lalu pas $UCID masih 850an saya dihujat sekelompok golongan tertentu... Sekarang barulah terbukti UCID Rugi Rp 1 Triliun... kalau yang terjadi worst case scenario artinya perusahaan ini layak investasi jika termasuk golongan Cigarbutt alias Good/Mediocre Company at Very Cheap Price... artinya UCID harga 150 bukan tidak mungkin....

Apakah $INTP sesuai prediksi saya juga segera menyusul ke harga 3500? (Karena fakta ekonomi di lapangan cukup mengerikan)

Tak lupa juga prediksi $EKAD menuju 120 (yang saat itu dihujat juga oleh Kelompok Suhu Investor Kuartalan Tanpa Nama)

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID

Halo rekan investor! Mari kita bedah bersama kinerja keuangan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (kode emiten: UCID) sepanjang tahun 2025. Sebagai mentor Anda, saya ingin menyoroti beberapa poin krusial dari laporan keuangan tahunan terbaru mereka yang patut menjadi perhatian serius bagi strategi portofolio investasi kita.

Secara garis besar, tahun 2025 merupakan tahun yang sangat menantang bagi UCID. Berikut adalah analisis fundamentalnya:

**1. Kinerja Penjualan dan Laba Rugi yang Tertekan Parah**
Kabar buruknya, UCID mengalami penurunan kinerja pendapatan yang cukup signifikan. Penjualan dan pendapatan usaha mereka turun dari Rp 9,67 triliun di tahun 2024 menjadi hanya Rp 7,98 triliun di tahun 2025. Penurunan *top-line* ini berdampak luar biasa dengan memukul *bottom-line* (laba) perusahaan. Dari yang sebelumnya sukses mencetak laba bersih sebesar Rp 350,44 miliar pada 2024, UCID kini harus menelan pil pahit dengan mencatatkan kerugian bersih yang sangat dalam, yakni mencapai Rp 1,19 triliun pada akhir 2025. Beban penjualan yang tinggi di angka Rp 1,25 triliun serta lonjakan beban umum dan administrasi menjadi Rp 469,3 miliar turut memperparah kerugian ini.

**2. Penyusutan Aset dan Ekuitas**
Dampak kerugian masif tersebut langsung tercermin pada postur neraca perusahaan (*balance sheet*). Total aset UCID menyusut drastis dari Rp 8,65 triliun di 2024 menjadi Rp 7,33 triliun pada akhir 2025. Penyusutan ini sebagian besar menggerus modal perusahaan, di mana total ekuitas anjlok dari Rp 5,86 triliun menjadi Rp 4,62 triliun. Menurunnya ekuitas ini didominasi oleh penurunan saldo laba ditahan (yang belum ditentukan penggunaannya) akibat kerugian masif di tahun berjalan. Di sisi lain, total liabilitas sedikit menurun dari Rp 2,79 triliun menjadi Rp 2,71 triliun, yang mengindikasikan perusahaan tidak menambal kerugian tersebut dengan utang secara agresif.

**3. Sinar Terang di Tengah Badai: Arus Kas yang Kuat**
Sebagai investor cerdas, kita tidak boleh hanya melihat metrik laba akuntansi. Jika kita membedah laporan arus kasnya, ada angin segar yang melegakan. Meskipun secara pencatatan laba rugi mencetak rugi bersih lebih dari Rp 1 triliun, UCID ternyata masih mampu mencetak arus kas bersih positif dari aktivitas operasi sebesar Rp 435,93 miliar di tahun 2025, bahkan meningkat dari Rp 395,30 miliar pada tahun 2024. Selain itu, posisi kas dan setara kas di akhir tahun 2025 justru meningkat menjadi Rp 1,95 triliun dibandingkan Rp 1,79 triliun di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa secara likuiditas jangka pendek, "napas" perusahaan masih sangat aman dan mereka mengantongi uang tunai yang berlimpah.

**Arahan Strategi untuk Anda:**
Melihat data di atas, saya menyarankan pendekatan **"Wait and See"** bagi Anda yang ingin masuk, atau pertimbangkan posisi *Hold* dengan sangat hati-hati jika Anda sudah memiliki sahamnya. Hindari melakukan *Average Down* (pembelian ke bawah) secara agresif dulu. Perubahan drastis dari perusahaan yang mencetak laba menjadi rugi triliunan rupiah menandakan adanya tantangan struktural, efisiensi yang menurun tajam, atau hilangnya pendapatan yang butuh waktu untuk pulih.

Walaupun likuiditas kas mereka tebal, pasar saham biasanya merespons negatif kerugian bersih sebesar ini. Kita butuh konfirmasi dari manajemen terkait strategi *turnaround* (pembalikan arah bisnis) mereka di kuartal-kuartal awal tahun 2026 sebelum memutuskan untuk menyuntikkan modal tambahan ke saham ini. Selalu lindungi modal Anda, dan disiplinlah dengan *Trading Plan* Anda!

Semoga analisa ini membantu Anda mengambil keputusan yang objektif di pasar. Tetap semangat dan salam *cuan*!

https://cutt.ly/stE7L4eT

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID Analisis Q4 2025 UCID.

​UCID sedang menghadapi fase "Fundamental Impairment" yang cukup brutal. Meskipun secara balance sheet perusahaan ini masih sangat kokoh (bebas hutang finansial signifikan), namun dari sisi Bottom Line, emiten ini mengalami pendarahan hebat. Rugi bersih yang mencapai Rp 1,19 Triliun pada 2025 adalah lonjakan defisit yang sangat mengkhawatirkan bagi perusahaan konsumsi defensif.


​Bedah Angka Keystasts (FY Q4 2025).

​1. Top-Line Performance (Revenue)
​Revenue (TTM): 7,984 B.
Terjadi penurunan -17.48% YoY dibandingkan 2024 (9,675 B). Dari perspektif analis, penurunan dua digit pada sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) adalah red flag.
mengindikasikan hilangnya pangsa pasar (market share) atau kegagalan strategi pricing power di tengah gempuran kompetitor produk sejenis yang lebih murah.


​2. Profitability & Margin Compression
​Gross Profit (TTM): 1,645 B.
​Gross Profit Margin (Q4): 15.60%. Ini jauh di bawah standar industri kosmetik/konsumsi yang biasanya di atas 20-25%.


​Net Income (TTM): RUGI (1,195 B).
​Q4 2025 saja: Rugi Rp 1,09 Triliun. Ini adalah anomali besar. Biasanya Q4 adalah high season. Kerugian sebesar ini di kuartal terakhir menunjukkan adanya Write-off (penghapusan aset), biaya restrukturisasi, atau pembengkakan beban operasional yang masif.


​Net Profit Margin (Q4): 67.37%.
secara teknis menunjukkan inefisiensi total pada periode tersebut.

​3. Valuation Ratios (The "Value Trap" Perspective)

​EPS (TTM): 287.53. Karena rugi, maka PER (Price to Earnings) menjadi -1.56x. Secara fundamental, saham ini tidak bisa dinilai dengan PER.


​PBV (Price to Book Value): 0.40x.
angka yang sangat rendah. Saham diperdagangkan 60% di bawah nilai bukunya (BVPS: 1,112.30). Di mata Value Investor, ini terlihat "murah", tapi bagi analis, ini adalah "Asset Play" yang berisiko jika ekuitas terus tergerus rugi.


​Price to Sales (TTM): 0.23x. Valuasi terhadap penjualan sangat terdiskon, mencerminkan pesimisme pasar yang ekstrem.


​4. Solvency & Liquidity (The Silver Lining)
​Current Ratio: 2.16x. Likuiditas jangka pendek sangat aman.

​Debt to Equity Ratio: -
Perusahaan hampir tidak memiliki hutang bank berbunga (Interest Bearing Debt).

​Net Debt: (1,636 B). UCID adalah perusahaan Net Cash. Kas yang dimiliki (1.9 Triliun) jauh lebih besar dari total kewajibannya. Ini adalah satu-satunya alasan mengapa UCID belum "tumbang".


​Kesimpulan: Pandangan.
​Dari kacamata analis UCID saat ini adalah "Distressed Value Stock".

​Earnings Reversal Required: Pasar tidak akan memberikan apresiasi harga selama manajemen tidak mampu menjelaskan mengapa rugi Q4 meledak hingga Rp 1 T. Tanpa turnaround laba, nilai buku akan terus menyusut.


​Dividend Sustainability: Meskipun ada Dividend Yield 3.76%, secara teknis ini dibayar dari cadangan kas, bukan dari laba berjalan (karena laba negatif). Ini tidak sustainable untuk jangka panjang.


​Sentiment: Penurunan harga hingga menyentuh All Time Low menunjukkan Institutional Outflow. Investor besar sedang keluar karena prospek pertumbuhan sektor popok bayi yang melambat akibat penurunan angka kelahiran.

​Harga Saat Ini (Rp.448): Berada di zona Deep Value namun tanpa katalis.

​SPECULATIVE BUY/HOLD hanya bagi yang percaya pada pemulihan operasional di 2026.
​AVOID bagi investor yang mencari pertumbuhan laba konsisten. Saham ini sedang "sakit" secara operasional meski "sehat" secara kas.

​Dari perspektif Analis UCID saat ini berada dalam fase "Value Trap".

​-impairment & Structural Issue: Penurunan pendapatan sebesar 17,5% di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) adalah sinyal merah. Ini bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan pergeseran struktural. Konsumen kemungkinan beralih ke produk low-tier (popok curah/ekonomis) atau adanya kompetisi agresif dari kompetitor baru.


-​Royalty & Management Overheads: Meskipun perusahaan merugi triliunan, beban royalti ke induk (Unicharm Jepang) tetap berjalan. Analis melihat ini sebagai governance risk di mana kepentingan pemegang saham mayoritas diprioritaskan di atas profitabilitas entitas lokal.


The "Silver Economy" Long-Term Play: Satu-satunya katalis positif adalah dominasi UCID (pangsa pasar 46%) di segmen Adult Care (Lifree). Seiring penuaan populasi Indonesia, ini adalah long-game. Namun, pertumbuhan segmen ini belum mampu menambal kebocoran di segmen Baby Care yang merupakan kontributor pendapatan terbesar.



Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mengalami tekanan hebat sepanjang tahun lalu. Kerugian produsen popok dan pembalut tersebut menembus Rp1 triliun, terburuk sepanjang masa.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (3/3/2026), pendapatan Unicharm anjlok 17 persen menjadi Rp7,98 tri...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID penyusutannya gila

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID cash melimpah utang gak ada, tp kalo gak profit buat apa.
ngerii juga yaak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Good bye $UCID 🙏💔

Lapkeu Laba $UCID Q4 Minus 1Triliun wowww... otw dihukum pasar dan bandar?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

otw 50 kah $UCID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ampas bgt nih Q4 rugi 1T...gelooo
ARB lah berjilid-jilid $UCID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ternyata Elon Musk itu tidak sepandai yg saya bayangkan..

$UCID $ERAA $PANR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UCID alhamdulillah

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy