


Volume
Avg volume
PT Trans Power Marine Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam penyediaan jasa transportasi angkutan barang curah. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan berbagai jenis kapal, seperti kapal tunda, tongkang, dan tongkang crane. Komoditas yang diangkutnya antara lain batu bara, kepingan kayu, dan perangkat rotary kilm spons. Perusahaan menyediakan tiga jasa pengangkutan: transshipment (pemindahan muatan antar kapal), angkutan antarpulau, dan luar negeri. Perusahaan memiliki kantor perwakilan di Banjarmasin, Tarakan, Cilacap, Kumai, dan Cilegon, Indonesia.
$TPMA
Halo rekan investor. Mari kita duduk sejenak dan membedah **PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)**.
Saya melihat emiten ini seperti "kapal tangguh di lautan yang bergelombang". Mengapa? Karena di tengah fluktuasi harga komoditas batu bara, TPMA justru sedang melakukan transformasi besar dan menawarkan valuasi yang sangat menarik bagi *value investor* maupun pemburu dividen.
Berikut adalah analisa mendalam dan arahan investasi saya untuk Anda:
### 1. Fundamental: Mesin Uang yang Efisien
Jangan terkecoh hanya dengan melihat sektornya yang "siklikal". Coba lihat mesin di dalamnya:
* **Profitabilitas Tinggi:** Pada tahun penuh 2024, TPMA mencetak laba bersih fantastis sebesar **US$25,2 juta (Rp407 miliar)**, naik 28% dari tahun sebelumnya. Margin laba bersihnya (NPM) sangat tebal, mencapai **40,2%**. Ini menunjukkan manajemen biaya yang sangat efisien.
* **Tantangan Jangka Pendek:** Memang, pada Semester I 2025 (1H25), pendapatan sempat turun 8% karena penurunan produksi batu bara nasional. Namun, perusahaan tetap mencetak laba bersih US$11,05 juta dengan margin yang terjaga sehat.
* **Dividen Jumbo:** Ini adalah daya tarik utamanya. TPMA membagikan dividen tunai **Rp80 per saham** untuk tahun buku 2024, yang setara dengan *yield* sekitar **13-15%** di harga saat ini. Sangat jarang ada emiten yang bisa memberikan *yield* sebesar ini secara konsisten.
### 2. Katalis Pertumbuhan: Transformasi "Bulk to Blue"
Jangan anggap TPMA hanya sebagai pengangkut batu bara biasa. Mereka sedang bermanuver cerdas:
* **Ekspansi Anorganik:** Akuisisi 65% saham **PT Bahtera Energi Samudra Tuah (BEST)** adalah langkah strategis yang langsung menambah armada dan pendapatan secara signifikan.
* **Pivot ke Nikel:** TPMA tidak mau mati bersama batu bara. Melalui anak usahanya (TLP) dan *Joint Venture* dengan raksasa seperti Tsingshan, mereka agresif masuk ke pengangkutan nikel. Ini adalah "mesin pertumbuhan" baru seiring hilirisasi industri di Indonesia.
* **Kolaborasi Baru:** Di akhir 2024, TPMA membentuk JV baru bernama **PT Trans Bahtera Pioneer (TBP)** bersama KKGI, dengan modal awal Rp51,5 miliar untuk memperkuat logistik di Kalimantan Timur. Ini sinyal ekspansi yang serius.
### 3. Valuasi: Masih "Salah Harga"
Sebagai mentor, saya harus tunjukkan angka ini. Pasar sepertinya belum sepenuhnya menghargai transformasi TPMA.
* **PE Ratio:** Di kisaran **5,5x - 6,6x**, jauh di bawah rata-rata historisnya maupun industri.
* **PBV Ratio:** Diperdagangkan di **0,8x - 0,9x**. Artinya, Anda membeli perusahaan ini di bawah nilai buku aset-asetnya (kapal, kas, piutang). Ini memberikan *Margin of Safety* yang cukup tebal.
* **Aksi Korporasi:** Manajemen sendiri sadar sahamnya murah. Pada April 2025, mereka mengumumkan **Buyback Saham** dengan anggaran hingga **Rp80 miliar**. Ini adalah sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap nilai perusahaan.
### 4. Risiko yang Perlu Diwaspadai
Tidak ada investasi tanpa risiko. Perhatikan ini:
* **Ketergantungan Batu Bara:** Sekitar 85% volume angkut masih batu bara. Jika harga batu bara anjlok dalam atau produksi nasional dipangkas drastis, kinerja TPMA pasti terdampak.
* **Likuiditas Saham:** Volume transaksi harian tidak terlalu besar. Bagi investor ritel dengan modal besar, masuk dan keluar harus dilakukan secara bertahap agar tidak menggoncang harga.
### Arahan Strategis untuk Investor:
1. **Posisi: BUY on Weakness (Akumulasi Bertahap)**
* Harga saat ini (sekitar Rp580-590) adalah area *entry* yang menarik mengingat PBV < 1x.
* Area *Support* Kuat: **Rp550 - Rp560**. Jika harga menyentuh level ini, itu adalah kesempatan emas untuk menambah muatan.
* Target Harga Jangka Menengah: **Rp700 - Rp800**, dengan asumsi pasar mulai mengapresiasi kinerja nikel dan *re-rating* valuasi.
2. **Untuk *Income Investor* (Pencari Dividen):**
* Saham ini wajib ada di portofolio Anda. Dengan *yield* dua digit, TPMA bisa menjadi "sapi perah" yang memberikan arus kas pasif lebih tinggi dari deposito maupun obligasi.
3. **Mindset:**
* Bersabarlah. Transisi dari batu bara ke nikel butuh waktu untuk tercermin penuh di laporan keuangan. Anggap volatilitas harga saat ini sebagai "ombak kecil" bagi kapal yang sedang menuju pulau harta karun.
**Kesimpulan Mentor:**
TPMA adalah kombinasi langka antara **Fundamental Kuat**, **Dividen Besar**, dan **Valuasi Murah**. Risiko siklus komoditas memang ada, namun mitigasi melalui diversifikasi ke nikel dan aksi *buyback* manajemen membuat saham ini sangat layak dikoleksi untuk jangka menengah hingga panjang.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap di tangan Anda. Pelajari risiko dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing.*
https://cutt.ly/rtbNs7gN
RANDOM TAG $PSSI $HATM
$TEBE
Halo, Sobat Investor. Mari kita bedah PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Sebagai mentor, saya melihat saham ini sedang dalam fase yang sangat menarik: **Fundamentalnya solid, tapi pergerakan harganya sedang "liar" akibat sentimen bandarmologi dan aksi korporasi besar.**
Berikut adalah analisa mendalam saya untuk strategi investasimu:
### 1. Fundamental & Kinerja Keuangan: *Turnaround* di Q3 2025
Secara kinerja, TEBE sempat membuat pasar khawatir di awal 2025, namun berhasil membalikkan keadaan.
* **Pemulihan Laba:** Tahun 2024 laba bersih turun ke Rp133,2 Miliar. Kuartal 1 2025 sempat anjlok parah (hanya Rp108 juta), namun **Kuartal 3 2025** mencetak laba bersih fantastis sebesar **Rp81,3 Miliar**. Ini sinyal kuat bahwa operasional kembali normal dan meningkat.
* **Neraca "Sehat Walafiat":** Ini yang saya suka. TEBE memiliki kas tebal (Rp581,5 Miliar di Q3 2025) dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sangat kecil, hanya **0,06x**. Perusahaan ini hampir tidak punya utang berbunga, sangat aman dari risiko kebangkrutan.
### 2. Sentimen & Aksi Korporasi: *The Haji Isam Effect*
Ini adalah katalis utama pergerakan harga sahamnya.
* **Pengendali Baru:** Jhonlin Group milik Haji Isam (melalui PT Dua Samudera Perkasa) resmi menjadi pengendali. Masuknya konglomerat ini membawa ekspektasi sinergi logistik tambang yang besar.
* **Transformasi Bisnis (Game Changer):** TEBE tidak lagi hanya bergantung pada logistik batu bara khusus. Anak usahanya, PT Pelabuhan Talenta Bumi, mendapatkan konsesi **27 tahun** untuk Pelabuhan Banjarmasin dan menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Artinya, mereka bisa melayani kargo umum dan penumpang, bukan cuma batu bara.
* **Diversifikasi:** Sedang mengkaji masuk ke pengangkutan pasir silika dan kredit karbon.
### 3. Valuasi & Dividen: *Dividend Play* yang Menarik
* **Valuasi:** Dengan harga saat ini di kisaran Rp1.255 (Februari 2026), PER berada di level 12-13x dan PBV sekitar 1,38x. Ini valuasi yang wajar untuk perusahaan infrastruktur logistik yang *profitable*.
* **Dividen:** TEBE adalah "sapi perah" dividen. *Yield* dividennya berkisar 7-8%. Manajemen berkomitmen membagikan dividen jumbo karena posisi kas yang kuat. Bagi pemburu *passive income*, ini emiten wajib pantau.
### 4. Risiko & Teknikal: Hati-Hati Pisau Jatuh
Sobat investor harus waspada di sini.
* **Volatilitas Ekstrem:** Saham ini sempat digoreng sampai Rp4.530 di Oktober 2025, lalu jatuh bebas ke Rp1.200-an di awal 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat memberikan status UMA (*Unusual Market Activity*) dan suspensi karena pergerakan tidak wajar.
* **Sinyal Teknikal:** Saat ini indikator teknikal (RSI, MACD, MA) menunjukkan sinyal **Strong Sell**. Tren penurunan masih kuat. Jangan menangkap pisau jatuh (*catch a falling knife*).
### Kesimpulan & Arahan Mentor:
1. **Untuk Investor Dividen:** TEBE sangat layak dikoleksi, **TAPI tunggu harga stabil**. Fundamental kasnya menjamin dividen lancar. Tunggu sampai tekanan jual mereda dan harga membentuk *base* (dasar) baru.
2. **Untuk Trader:** Waspada volatilitas. Saham ini sedang dalam fase koreksi tajam setelah *pump* besar-besaran efek akuisisi. Manfaatkan pantulan teknikal (*technical rebound*) jangka pendek saja.
3. **Prospek Jangka Panjang:** Sangat cerah karena transformasi menjadi pelabuhan umum (BUP) dan dukungan Jhonlin Group. Jika kamu tipe *long-term holder*, harga di bawah Rp1.200 mulai terlihat menarik untuk dicicil pelan-pelan.
**Verdik:** *Watchlist* ketat. Fundamental bagus, tapi teknikal sedang *bearish* parah. Tunggu tanda-tanda pembalikan arah sebelum masuk dalam porsi besar.
https://cutt.ly/OtbB4lhe
RANDOM TAG $BESS $TPMA
Di sini ada yang pernah bisa lapor SPT dengan NPPN untuk pekerjaan sampingan, namun tetap mempertahankan kode KLU pekerjaan formal? Coretax kok ya tidak ada opsi untuk menambah kode KLU di pendapatan lain-lain ya, masa pendapatan gross dari pekerjaan sampingan dihitung menggunakan NPPN pekerjaan formal? Ya tidak sinkron lah ya?
$ITMG $TPMA
Ingat, apapun yang terjadi pada kapal, kapten pantang meninggalkan kapal meski karam, mari kita tenggelam bersama-sama para Kapten $TPMA $BBRM $HUMI
$NOBU
$APEX
$TPMA
sumpah tuh saham sebenarnya bagus.. cuma sabarrr² dah nungguin terbang🤣😂
*izin colek porto wahahaa
holla kawan kawan $IHSG
Apa itu free float? Fundamental dan deviden adalah yang utama.
Tetap cicil selot selot.
$TPMA $BSSR
*Bukan ajakan beli, lebih ke mindset (TR)

@michaelarianto beli di PBV 0.5 baru diskon 50% , klo harga sekarang masih mahal. mending investasi kan di $TPMA harga murah, PBV dibawah 1, dividen tahun sebelumnya 14%.
$TPMA lihat historinya Februari-Maret biasanya dibanting dulu sebelum pengumuman deviden, kita lihat tahun ini apakah histori berulang?
$TPMA $HAIS $TMAS emiten perkapalan yg bagi deviden besar naiknya malah sedikit sedangkan tetangga yg g bagi deviden malah ARA wkwkwk.. lawak
Perusahaan transportasi kapal angkut batubara seperti $TPMA minim terkena dampaknya. Soalnya demand dari dalam negeri masih kuat, ada DMO yang harus dipenuhi. Apalagi TPMA full beroperasi di domestik saja.
Kemudian, TPMA sudah terikat kontrak dengan perusahaan untuk mengangkut batubaranya dalam kuota tertentu. Jadi, ini sudah meminimalisir risiko kapal tongkang oversupply.