


Volume
Avg volume
PT Trans Power Marine Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam penyediaan jasa transportasi angkutan barang curah. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan berbagai jenis kapal, seperti kapal tunda, tongkang, dan tongkang crane. Komoditas yang diangkutnya antara lain batu bara, kepingan kayu, dan perangkat rotary kilm spons. Perusahaan menyediakan tiga jasa pengangkutan: transshipment (pemindahan muatan antar kapal), angkutan antarpulau, dan luar negeri. Perusahaan memiliki kantor perwakilan di Banjarmasin, Tarakan, Cilacap, Kumai, dan Cilegon, Indonesia.
Kenapa Perusahaan Kapal Harus Diversifikasi?
Request salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Ternyata banyak sekali investor saham di Stockbit yang suka sama saham kapal seperti $BOAT, $SMDR, dan $TPMA. Menurut saya, ini pola yang aneh karena biasanya investor Stockbit itu doyan sama saham konglomerat dan big bank. Tapi mungkin justru karena kapal itu kelihatan simpel, angkut barang, jalan, dibayar, lalu uang masuk. Padahal di balik itu, bisnis kapal itu penuh keputusan teknis yang dampaknya langsung ke laba, arus kas, dan utang. Jadi ketika banyak investor mulai melirik, besar kemungkinan mereka lagi mengejar kombinasi antara cerita siklus komoditas, pendapatan berbasis dolar, dan peluang cuan yang terasa lebih cepat kelihatan di laporan keuangan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari skala, ketiganya ini beda kelas jauh. SMDR itu raksasa, pendapatan jasa 9M 2025 sebesar AS$571,56 juta dan masih tumbuh 7,9% dari AS$529,50 juta. TPMA itu kelas menengah, pendapatan AS$83,89 juta tetapi turun 6,1% dari AS$89,39 juta. BOAT itu kecil, pendapatan AS$12,84 juta, tapi lonjakannya 65% dari AS$7,78 juta. Di sini sisi bagusnya jelas, investor bisa pilih sesuai gaya, mau yang besar dan relatif stabil seperti SMDR, mau yang fokus dan efisien seperti TPMA, atau mau yang kecil tapi ngebut seperti BOAT. Sisi buruknya juga jelas, semakin kecil skala, semakin tinggi risiko hasilnya gampang kebawa satu-dua kontrak dan perubahan utilisasi kapal.
Dari sisi laba, gambarnya agak berlawanan dengan ukuran. TPMA justru yang paling efisien dengan margin laba bersih sekitar 16,5% dan laba bersih atribusi pemilik AS$13,86 juta. BOAT mencetak laba bersih AS$1,32 juta dengan margin 10,3%, lumayan untuk perusahaan kecil yang sedang bertumbuh. SMDR laba bersih atribusi pemilik AS$43,09 juta, tapi margin hanya 7,5% karena bisnisnya luas dan struktur biayanya berat. Bagusnya margin tinggi itu memberi bantalan saat revenue goyang, dan TPMA terlihat punya disiplin biaya yang kuat. Buruknya margin tinggi juga bisa semu kalau ternyata datang dari periode freight lagi bagus atau dari efisiensi sementara, jadi investor perlu cek apakah margin itu konsisten saat siklus berubah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dibedah dari biaya, perbedaannya makin kebaca. Biaya jasa SMDR AS$463,81 juta itu sekitar 81,1% dari revenue, lalu beban umum dan administrasi AS$35,88 juta sekitar 6,3% dari revenue. TPMA direct costs AS$58,80 juta sekitar 70,1% dari revenue, dan SGA AS$5,62 juta sekitar 6,7%, jadi pengungkit utamanya ada di direct costs yang lebih rendah dibanding SMDR dan BOAT.
BOAT memiliki cost of revenue AS$10,16 juta sekitar 79,1% dari total revenue dan operating expenses AS$0,86 juta sekitar 6,7%, jadi pola biaya BOAT mirip SMDR di sisi cost ratio, hanya skalanya kecil. Ini bagus untuk TPMA karena menunjukkan pricing dan utilisasi yang relatif kuat di segmen tug and barge batu bara. Ini kurang bagus untuk SMDR dan BOAT jika tidak ada peningkatan efisiensi operasional, karena cost ratio tinggi membuat margin gampang tertekan saat tarif angkut melemah atau biaya operasi naik.
Bagian yang paling sering bikin investor salah kaprah ada di arus kas dan capex, karena laba bisa terlihat bagus tapi uangnya belum tentu ikut datang. SMDR menghasilkan CFO AS$116,99 juta dan capex AS$79,28 juta, sehingga masih menyisakan free cash flow positif AS$37,71 juta. Itu sinyal bagus, artinya ekspansi masih dalam batas kemampuan menghasilkan kas, dan ini biasanya membuat bisnis besar lebih tahan banting.
TPMA beda cerita, karena punya CFO AS$31,51 juta tapi capex AS$38,99 juta, sehingga free cash flow negatif sekitar minus AS$7,48 juta. Ini bisa bagus kalau investor percaya capex itu akan jadi kapal produktif yang menaikkan revenue dan CFO ke depan, tapi buruk kalau ekspansinya terlalu agresif dan akhirnya memaksa tambahan utang atau aksi korporasi lagi.
BOAT lebih konservatif, karena punya CFO AS$2,37 juta dan capex AS$1,94 juta, free cash flow masih positif AS$0,43 juta, bagus karena bertumbuh tanpa mengorbankan kesehatan kas, tapi buruk karena skala capex kecil juga berarti daya dorong ekspansi bisa terbatas jika pasar tiba-tiba memberi peluang besar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau bicara model bisnis dan moat, SMDR menang di diversifikasi. Dia punya banyak anak usaha dan paparan ke shipping, logistik, pelabuhan, keagenan, bahkan beberapa investasi asosiasi seperti LNG East-West Shipping 50% dan Patimban Global Gateway Terminal 21%. Diversifikasi itu bagus karena satu lini melemah bisa ditopang lini lain, tapi buruknya manajemen jadi kompleks dan margin konsolidasi sering ketarik turun karena ada segmen yang margin-nya tipis.
TPMA lebih fokus, ditopang anak usaha seperti BEST 65% dan TOP 51%, plus beberapa asosiasi. Fokus itu bagus karena eksekusi lebih tajam, dan terlihat dari direct costs yang lebih rendah, tapi buruknya ketergantungan ke siklus batu bara dan utilisasi tug and barge membuat kinerja lebih sensitif ke permintaan komoditas dan pola pengiriman.
BOAT sangat terkonsentrasi di offshore support migas, ini bagus karena niche OSV sering punya barrier teknis lebih tinggi dibanding tongkang biasa, tetapi buruk karena pasar offshore juga siklikal dan sensitif pada belanja eksplorasi serta proyek. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Struktur pemegang saham pengendali juga memberi warna yang beda. BOAT dikendalikan individu yang juga aktif di manajemen, ini bagus karena keputusan bisa cepat dan selaras, tapi buruk karena risiko key person dan governance perlu benar-benar dilihat dari praktik transaksi pihak berelasi dan kedisiplinan kontrak.
SMDR dikendalikan holding yang memegang 58%, dengan struktur pemegang saham dan operasi yang lebih mapan, ini bagus untuk stabilitas dan akses pendanaan, tapi buruknya kelincahan biasanya kalah dibanding pemain kecil.
TPMA berada di bawah pengendalian grup Patin dan pemegang saham besar seperti Dwitunggal Perkasa Mandiri 52,04%, ini bagus karena ada dukungan permodalan dan jaringan bisnis, tapi buruknya investor perlu awas pada transaksi pihak berelasi seperti sewa kapal atau sewa kantor yang bisa memengaruhi kualitas laba. Di sisi pelanggan, TPMA punya konsentrasi yang cukup kentara, Indexim Coalindo menyumbang 21% revenue dan ada pelanggan besar lain 12%, itu bagus untuk kepastian volume, tapi buruk karena ketergantungan kontrak bisa membuat bargaining power timpang. SMDR dan BOAT juga punya pelanggan besar, hanya bentuknya lebih tersebar di SMDR dan lebih spesifik migas di BOAT.
Kalau investor mau mencari potensi kebaikan dari masing-masing, syaratnya beda-beda dan sebagian sudah kelihatan buktinya, sebagian masih pekerjaan rumah. Untuk SMDR, syarat utamanya adalah menjaga volume dan utilisasi lintas lini sambil menahan cost ratio yang berat, buktinya sudah lumayan terlihat dari revenue yang masih tumbuh 7,9% dan free cash flow yang tetap positif AS$37,71 juta.
Untuk TPMA, syarat utamanya capex harus cepat berubah menjadi pendapatan dan CFO yang lebih tinggi, plus leverage harus tetap terkendali karena gearing sekitar 66,7% dan free cash flow masih negatif, jadi syarat ini belum sepenuhnya terpenuhi, buktinya CFO masih kalah dari capex.
Untuk BOAT, syarat utamanya adalah pertumbuhan 65% harus berulang, bukan cuma efek low base, dan perusahaan perlu menjaga margin sambil menambah kapasitas tanpa merusak neraca, buktinya ada di laba positif margin 10,3%, free cash flow positif, dan net debt to equity sekitar 33,16% yang tergolong sehat. Jadi alasan banyak investor Stockbit mulai melirik saham kapal sebenarnya masuk akal, karena ada kombinasi growth, cashflow, dan cerita siklus. Yang bikin hasil akhirnya bagus atau buruk bukan sekadar sektor kapal, tapi disiplin biaya, kualitas kontrak, dan apakah ekspansi dibayar oleh kas operasional atau oleh harapan.
π’ Revenue 9M25
π SMDR USD 571,6 juta, YoY +7,9%
β TPMA USD 83,9 juta, YoY -6,1%
π οΈ BOAT USD 12,8 juta, YoY +65%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π° Profitabilitas
π Laba SMDR USD 43,1 juta, margin 7,5%
π₯ Margin TPMA 16,5%, laba USD 13,9 juta
π₯ BOAT margin 10,3%, laba USD 1,3 juta
πΈ Kas dan ekspansi
π¦ SMDR CFO 117,0, capex 79,3, FCF +37,7
π§ TPMA CFO 31,5, capex 39,0, FCF -7,5
πͺ BOAT CFO 2,4, capex 1,9, FCF +0,4
π SMDR terdiversifikasi logistik pelabuhan
βοΈ TPMA fokus batubara tug barge
π’οΈ BOAT fokus OSV migas
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










$HUMI vs $SOCI: Mana yang Labanya Lebih Besar?
Ada member External Community Pintar Nyangkut di Telegram yang bertanya soal HUMI dan SOCI, dan ini wajar karena saham kapal itu sering kelihatan mirip dari luar padahal mesinnya beda-beda. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak investor melihat saham kapal seperti HUMI dan SOCI itu cuma sebagai perusahaan pelayaran, lalu berharap siklus freight naik langsung ikut terbang. Masalahnya, di sektor ini yang menentukan bukan sekadar naik-turunnya tarif, tapi jenis muatan, tipe kontrak, standar teknologi kapal, dan siapa pelanggannya. Di situlah HUMI sering disalahpahami, karena ia bukan cuma punya kapal, tapi juga punya ekosistem jasa yang bikin cara bacanya beda. Jadi yang penting bukan pertanyaan humi bagus atau jelek, tapi humi ini bisnis apa sebenarnya, dan risiko apa yang sedang investor beli. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
HUMI itu lebih mirip induk ekosistem maritim energi daripada satu produk tunggal. Segmennya campuran mulai dari LNG, minyak mentah, BBM, bahan kimia, sampai crewing dan training, lalu di dalamnya ada GTSI yang spesialis LNG dan ada entitas crewing seperti MCSI. Ini sisi bagusnya, risiko tidak bertumpu di satu pasar saja, dan ada potensi sinergi biaya kru, standar keselamatan, serta utilisasi armada lintas kebutuhan grup. Tapi sisi buruknya juga jelas, makin banyak segmen berarti makin banyak titik gagal, makin kompleks eksekusi, dan investor lebih sulit menilai mana yang benar-benar mesin laba dan mana yang masih jadi beban.
Kalau dilihat dari laporan keuangan Q3 2025, SOCI memimpin revenue gede dengan pendapatan AS$ 118,04 juta dan aset AS$ 632,80 juta, laba bersih AS$ 12,08 juta.
BULL pendapatan revenue AS$ 107,29 juta, aset AS$ 348,84 juta, laba bersih AS$ 12,76 juta.
HUMI pendapatan AS$ 96,48 juta, aset AS$ 323,73 juta, laba bersih AS$ 7,64 juta.
TPMA lebih kecil secara pendapatan AS$ 83,89 juta dan aset AS$ 270,79 juta, tapi laba bersihnya justru paling tinggi AS$ 15,80 juta sehingga efisiensi labanya menonjol.
GTSI pendapatan AS$ 26,87 juta laba AS$ 4,88 juta, sementara LEAD pendapatan AS$ 10,15 juta. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Perbedaan kualitas struktur bisnisnya terlihat dari sumber keunggulan masing-masing. SOCI punya pembeda yang sangat nyata karena punya shipyard Multi Ocean Shipyard, jadi perawatan dan docking tidak sepenuhnya tergantung pihak luar, off-hire bisa ditekan, dan shipyard juga bisa jadi bantalan pendapatan saat pasar sewa kapal melemah. Syarat agar ini benar-benar jadi moat adalah yard utilization harus sehat dan order eksternal jalan, bukan cuma melayani kapal sendiri, buktinya adalah kontribusi jasa galangan yang konsisten dan disiplin capex agar shipyard tidak jadi lubang kas.
Sedangkan HUMI punya moat yang berbeda, ia punya rantai nilai yang lebih lengkap lewat training dan crewing, plus akses ke LNG lewat GTSI yang barrier to entry-nya tinggi. Syarat agar keunggulan ini berubah jadi cuan yang stabil adalah kontrak jangka panjangnya tidak putus, utilisasi kapal tinggi, dan kualitas operasi terjaga karena LNG itu bisnis yang tidak memberi ruang untuk kesalahan, buktinya terlihat dari basis pelanggan BUMN energi dan adanya anak usaha LNG yang sudah berjalan.
HUMI dan SOCI sama-sama punya eksposur besar karena pelanggan mereka adalah Pertamina International Shipping dengan kontribusi sekitar 33%, ini bagus karena lawan transaksi kuat dari BUMN monopoli dan kontraknya cenderung panjang, tapi ini bisa jadi buruk karena satu perubahan kebijakan procurement bisa langsung mengubah ritme pendapatan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
GTSI lebih ekstrem karena PLN Energi Primer Indonesia menyumbang sekitar 70% pendapatan, sisi baiknya cashflow bisa sangat stabil jika kontrak berjalan mulus, sisi buruknya single counterparty risk sangat nyata.
BULL punya skala besar di tanker dan bisa mencetak laba, tapi adanya akumulasi defisit AS$ 231,95 juta membuat risk label going concern jadi hantu yang tidak bisa diabaikan, syarat agar ini membaik adalah perbaikan ekuitas dan struktur utang yang benar-benar terlihat di laporan, bukan cuma cerita siklus tanker.
$TPMA terlihat paling rapi dari sisi laba terhadap pendapatan, tapi ia sensitif pada siklus batu bara dan kontrak, jadi syaratnya sederhana tapi ketat, kontrak berjangka harus terus terjaga dan ekspansi armada tidak boleh membuat leverage melampaui kemampuan cashflow. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Investor sektor kapal harus fokus ke bukti yang bisa dicek di laporan berikutnya, bukan sekedar berharap janji. Perhatikan apakah margin dan CFO konsisten, apakah kontrak utama diperpanjang, apakah utilisasi kapal LNG dan tanker stabil, dan apakah ekosistem crewing benar-benar menurunkan biaya operasi atau hanya jadi cerita. Lalu bandingkan dengan SOCI, bila shipyard menghasilkan cash yang stabil, SOCI punya peredam siklus yang lebih jelas. Kalau investor mencari yang paling efisien dari sisi laba pada angka yang ada, TPMA terlihat paling menonjol, sedangkan HUMI lebih cocok dibaca sebagai ekosistem yang potensinya besar, tetapi baru maksimal kalau kontrak, utilisasi, dan disiplin eksekusinya benar-benar rapi.
β’ HUMI π§© holding maritim energi, LNG, oil, crewing, training
β’ GTSI π§ anak HUMI, fokus LNG dan FSRU
β’ SOCI ποΈ shipping plus shipyard MOS π§ docking internal, bisa jasa pihak ketiga
β’ TPMA βοΈ tug barge floating crane, batu-bara
β’ LEAD π οΈ OSV offshore migas, sensitif siklus rig
β’ BULL π’οΈ tanker oil, gas, chemical, plus FPSO atau FSO Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π Data LK Q3 2025
β’ Pendapatan π° SOCI 118,0 juta, BULL 107,3, HUMI 96,5, TPMA 83,9
β’ Laba π₯ TPMA 15,8 juta, BULL 12,8, SOCI 12,1
π§Ύ Risiko valuasi
β’ BULL β οΈ defisit 231,9 juta, risk premium naik
β’ TPMA π leverage 66,75%, agresif ekspansi
β’ SOCI π‘οΈ moat shipyard, HUMI π§ββοΈ moat kru plus LNG
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










$TPMA
1. Summary
Outlook: BULLISH (Accumulation Phase)
Struktur Pasar: Pembentukan Base raksasa (Quadruple Bottom) di akhir Wave 2.
Posisi Saat Ini: Harga sedang berkonsolidasi di area 600 setelah memantul kuat dari lantai support beton di 550.
Rekomendasi: BUY di area 590-600.
2. Primary Count (Skenario Utama)
TPMA sedang membangun landasan peluncuran yang sangat masif. Pola seperti ini biasanya mendahului tren naik yang sangat panjang dan stabil.
Cycle Low: Bottom di 447 (Mar 2025).
Wave 1 (Selesai): Naik ke 665 (Apr 2025).
Wave 2 (Base Building):
Koreksi ini berbentuk Sideways panjang yang sangat melelahkan, menguji level 550 sebanyak 4 kali (Juni, Sep, Okt, dan Des 2025).
Fakta bahwa harga tidak pernah jebol di bawah 550 menunjukkan adanya akumulasi Smart Money yang menjaga harga di level ini ("The Floor").
Wave 3 (Early Stage):
Pantulan terakhir dari 550 (12 Des 2025) ke 620 (2 Jan 2026) kemungkinan adalah Sub-wave (i).
Konsolidasi saat ini di area 590-610 adalah Sub-wave (ii). Ini adalah kesempatan emas untuk masuk sebelum breakout.
3. Alternate Count (Skenario Alternatif)
Skenario: Range Bound Forever Jika harga gagal menembus 620 dan 665, TPMA akan melanjutkan pola "ping-pong" dalam kotak besar 550-665. Meskipun membosankan, strategi "Buy Support 550, Sell Resist 665" tetap sangat profitable.
4. Invalidation Level & Trading Plan
Major Support: 550 (Tembok Beton).
Buy Zone: 590 - 605.
Stop Loss: Close di bawah 540 (Risiko sangat kecil).
Resistance Breakout: 620 dan 665.
5. Projection / Targets
Target Awal: 665 (High Wave 1).
Target Wave 3 Major: 900 (1.618 Extension).

Kapal Mana yang Prospeknya Menarik?
Lanjutan request analisis saham kapal oleh user Stockbit dan member di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak investor di Stockbit yang mungkin tidak tahu kalau meskipun sama-sama bisnis kapal, sebenarnya TPMA, BULL, GTSI, dan LEAD itu bisnisnya berbeda. Satu jual jasa angkut komoditas curah yang volumenya rutin, satu hidup dari aktivitas rig migas yang siklusnya bisa mendadak sepi, satu main tanker yang ikut ombak geopolitik dan tarif, satu lagi main LNG yang pintunya sempit tapi kontraknya biasanya panjang. Karena beda muatan, beda kapal, beda izin, beda kontrak, maka beda juga cara baca labanya. Kalau investor samakan semuanya cuma karena sama-sama punya kapal, risiko salah tafsirnya besar. Di pasar, yang bikin investor nyangkut biasanya bukan salah hitung angka, tapi salah paham mesin uangnya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
TPMA itu mesin batubara domestik, fokus di kapal tunda tongkang dan floating crane buat transshipment, jadi pendapatan cenderung ditopang kebutuhan energi dan logistik komoditas curah kering.
BULL itu mesin tanker minyak, gas, kimia plus unit besar seperti Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dan Floating Storage and Offloading (FSO), artinya armada dan kontraknya bisa sangat besar, tapi biaya langsung dan depresiasinya juga tebal.
GTSI itu spesialis Liquefied Natural Gas (LNG) dan infrastruktur gas seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), barrier to entry tinggi karena aset dan compliance rumit, sehingga kompetisinya tidak seramai tongkang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
LEAD itu Offshore Support Vessels (OSV), jasa pendukung lepas pantai untuk migas, sehingga musim panen-nya sangat tergantung belanja eksplorasi dan aktivitas offshore client.
Untuk ukuran revenue, itu dipimpin oleh BULL dengan Revenue sekitar USD107,29 juta, lalu TPMA USD83,89 juta, LEAD USD29,51 juta, dan GTSI USD26,87 juta.
Namun urusan laba bersih, TPMA justru paling atas USD15,80 juta, disusul BULL USD12,76 juta, GTSI USD4,88 juta, dan LEAD USD0,87 juta. Dari net margin, TPMA 18,83% tipis di atas GTSI 18,14%, lalu BULL 11,89%, dan LEAD 2,95%.
Beban operasional terhadap revenue juga langsung kebaca, SGA BULL cuma sekitar 4,70% dari revenue, TPMA 6,70%, GTSI 9,84%, sedangkan LEAD 16,90% jadi paling berat untuk ukuran revenue yang tidak besar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bagian yang sering dilupakan investor adalah kualitas kas. CFO TPMA sekitar USD31,51 juta, BULL USD20,38 juta, LEAD USD10,95 juta, GTSI USD9,69 juta. CFO terhadap laba bersih itu paling waras di TPMA sekitar 1,99 kali dan GTSI 1,99 kali, BULL 1,59 kali, sementara LEAD 12,57 kali yang biasanya berarti laba akuntansinya tertekan biaya non-kas dan beban keuangan, jadi profit kecil tapi kas operasional masih terlihat besar.
Dari sisi belanja aset, BULL terlihat paling kalem capex sekitar USD3,13 juta, sedangkan TPMA USD16,87 juta dan GTSI USD6,84 juta lebih agresif.
Dari pertumbuhan YoY revenue, GTSI paling ngebut dengan growth 13,34%, BULL 4,58%, TPMA turun 6,15%, LEAD turun 12,47%, jadi pasar wajar kalau melihat GTSI sebagai cerita ekspansi, TPMA sebagai cerita efisiensi, BULL sebagai cerita ukuran besar tapi margin ketekan, dan LEAD sebagai cerita pemulihan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kunci terakhir ada di struktur pelanggan dan jenis kontrak, karena itu yang menentukan stabilitas. GTSI sangat terkonsentrasi, PT PLN Energi Primer Indonesia sekitar 70% revenue, ditambah PT Pertamina International Shipping 28%, jadi bagus kalau kontrak panjang dan layanan kritikal, tapi rapuh kalau ada renegosiasi tarif atau perubahan penugasan.
TPMA lebih tersebar ke banyak nama batubara dan semen seperti Indexim Coalindo, Kaltim Prima Coal, Borneo Indobara, Indocement, jadi risikonya lebih tersebar walau tetap sensitif ke volume batubara.
BULL bertumpu pada jaringan besar seperti grup Pertamina dan counterparty luar negeri, bagus karena pasar tanker bisa besar, buruknya biaya langsung sudah USD80,10 juta dari revenue USD107,29 juta sehingga ruang salah langkah lebih sempit, ditambah ada beban historis defisit akumulasi USD231,9 juta yang jadi bayangan tata-kelola dan permodalan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
LEAD sangat tergantung aktivitas offshore seperti Pertamina Hulu Mahakam dan klien migas lain, jadi syarat reboundnya jelas, utilisasi kapal harus naik stabil, kontrak lebih panjang harus balik, dan beban bunga harus turun lewat restrukturisasi atau penjualan aset yang tidak produktif.
π $TPMA
βοΈ Mesin efisiensi laba
β
Laba gede sekitar USD15,80 juta, net margin 18,83%
π Syarat lanjut bagus capex USD16,87 juta harus berubah jadi revenue yang pulih, bukan cuma tambah aset
π§± Diversifikasi pelanggan
β
Banyak pelanggan batubara dan semen, tidak terkunci 1 pembeli besar
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π’οΈ BULL
π’ Mesin volume terbesar
β
Revenue USD107,29 juta tertinggi dibandingkan yang lain
π§Ύ Margin ketekan biaya
β οΈ COGS USD80,10 juta, net margin 11,89%
𧨠Overhang permodalan
β οΈ Bukti defisit akumulasi USD231,9 juta, jadi syarat rerating harus ada perbaikan ekuitas dan disiplin leverage
π₯ $GTSI
π§ͺ Barrier to entry tinggi
β
Fokus LNG dan FSRU, revenue tumbuh 13,34%
π― Konsentrasi pelanggan tinggi
β οΈ Konsumen PLN Energi Primer Indonesia 70% revenue
β
Jadi bagus kalau kontrak panjang jalan mulus, buruk kalau renegosiasi tarif atau perubahan penugasan Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π οΈ $LEAD
π Siklus paling sensitif
β οΈNet margin 2,95% dan revenue turun 12,47%
πΈ Beban keuangan membayangi
π Syarat membaik harus ada kontrak baru yang cukup panjang dan penurunan bunga, karena tanpa itu laba mudah kembali seret
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9









Duel Kapal: $TPMA vs $GTSI vs $BULL vs LEAD
Request beberapa user Stockbit dan member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Saat ini saya lihat banyak investor Stockbit yang nampaknya beli saham GTSI, BULL, TPMA, dan LEAD, soalnya banyak user Stockbit yang request pembahasan fundamentalnya. Polanya klasik, sektor pelayaran lagi kelihatan menarik karena kelihatan bisa cetak cash cepat saat siklusnya pas. Tapi 4 saham ini tidak bisa dipukul rata, karena mesin uangnya beda, risikonya beda, dan kualitas labanya juga beda. Di laporan keuangan 2025, ada yang unggul karena margin tebal, ada yang unggul karena skala, ada yang unggul karena growth, ada yang kelihatan laba tipis tapi cash-nya kencang. Jadi interpretasi yang sehat itu bukan siapa yang paling rame dibahas, tapi siapa yang paling konsisten mengubah revenue jadi kas, sambil menjaga beban bunga dan kebutuhan capex tetap masuk akal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor lihat dari profit dan margin, TPMA paling menonjol di kualitas laba. Revenue TPMA USD83,89 juta, laba bersih USD15,80 juta, jadi net margin 18,83%. Menariknya, revenue TPMA justru turun -6,15% YoY, tapi profit tetap paling besar, artinya efisiensi biaya jalan dan pricing power kontrak masih bisa menahan tekanan. Cashflow juga menguat, CFO TPMA USD31,51 juta, hampir 1,99x laba bersih, ini sinyal laba tidak sekadar akuntansi, tapi benar-benar ketarik jadi kas dari pelanggan. Capex TPMA USD16,87 juta masih besar, tetapi tetap menghasilkan FCF positif USD14,65 juta, jadi ekspansi atau peremajaan armada belum bikin napas sesak.
BULL unggul di skala, bukan di margin. Revenue BULL USD107,29 juta paling besar, laba bersih USD12,76 juta dengan net margin 11,89%. Kenapa margin lebih tipis, padahal skala lebih besar? Karena direct cost BULL tinggi, COGS USD80,10 juta, termasuk depresiasi besar, jadi bagian revenue yang habis di biaya operasional lebih banyak. CFO BULL USD20,38 juta atau 1,59x laba bersih, masih sehat, dan capex cuma USD3,13 juta sehingga FCF justru paling besar USD17,25 juta. Namun ada bendera yang tidak boleh diabaikan, akumulasi defisit USD231,9 juta menunjukkan historis profitabilitas yang pernah berdarah-darah, jadi investor perlu cek apakah siklus sekarang cukup kuat untuk memperbaiki struktur neraca dan utang, bukan cuma membuat laba sesaat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
GTSI itu kombinasi unik, skala kecil tapi margin tebal dan growth paling kencang. Revenue GTSI USD26,87 juta, laba bersih USD4,88 juta, net margin 18,14% hampir setara TPMA, dan growth revenue +13,34% YoY paling tinggi di antara 4 saham. Ini biasanya terjadi karena bisnisnya spesialis, LNG charter, ditambah ada kontribusi laba dari entitas asosiasi. CFO GTSI USD9,69 juta atau 1,98x laba bersih, jadi kualitas cash conversion juga bagus. Tapi FCF GTSI hanya USD2,85 juta karena capex USD6,84 juta relatif besar dibanding skalanya, artinya growth-nya dibayar dengan belanja aset, bukan gratis. Risiko yang paling nyata adalah konsentrasi pelanggan, mayoritas revenue dari satu grup besar, jadi bagusnya kontrak bisa stabil, buruknya kalau kontrak terganggu atau renegosiasi harga, dampaknya langsung terasa.
LEAD itu contoh kasus yang sering bikin investor salah baca, laba tipis tapi cashflow terlihat besar. Revenue LEAD USD29,51 juta, laba bersih USD0,87 juta, net margin cuma 2,95%, paling lemah. Tapi CFO LEAD USD10,95 juta, sekitar 12,5x laba bersih, ini biasanya terjadi karena beban non-cash besar seperti depresiasi atau impairment, sehingga laba akuntansi ditekan, tapi kas operasional masih masuk. Ini bisa dianggap bagus kalau tujuan investor adalah survival dan bayar kewajiban, karena kas nyata lebih penting daripada laba kertas. Tapi bisa juga buruk kalau artinya aset sudah tua, depresiasi tinggi, dan beban bunga menghantam, apalagi finance cost sekitar USD5,5 juta itu berat dibanding revenue. FCF LEAD masih positif USD6,84 juta, jadi ada napas, tetapi kunci suksesnya ada di restrukturisasi utang, penurunan bunga, dan kemampuan mengamankan kontrak jangka panjang agar tidak terus-terusan lari di tempat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
TPMA menang di kualitas keseluruhan karena profit terbesar, margin tertinggi, CFO paling besar, dan FCF masih positif meski capex agresif. BULL menang di skala dan FCF, cocok untuk investor yang suka mesin besar yang sedang panen cash, tetapi harus ekstra disiplin cek neraca karena jejak akumulasi defisit besar biasanya tidak muncul tanpa alasan. GTSI menang di growth dan margin, tetapi syaratnya satu, kontrak LNG dan pelanggan utama harus aman, plus capex tidak boleh membuat pengembalian aset menjadi mengecil. LEAD lebih cocok dibaca sebagai fase recovery, syaratnya bunga harus turun atau utang berkurang, kontrak harus makin lengket, dan penjualan aset jika ada harus memperbaiki neraca tanpa mengorbankan kemampuan menghasilkan revenue ke depan.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










$DEWA
β‘ TRADING PLAN: DEWA
π’ Entry
Wait for Stabilization: Jangan masuk sampai harga menunjukkan tanda-tanda akumulasi ulang di area 600 β 625.
Rebound Confirmation: > 720 (Masuk hanya jika harga berhasil kembali ke atas level ini dengan volume yang meyakinkan untuk membatalkan sinyal panic selling).
π― Take Profit (TP)
TP 1: 760 β 785 β jual 50% (Target pemulihan teknis jangka pendek menuju area resisten minor).
TP 2: 820 β 850 β jual sisa (Target pengujian kembali area puncak sebelumnya jika tren naik berhasil pulih).
π΄ Stop Loss (SL)
SL Agresif: 590.
Daily Close < 570 β EXIT TOTAL (Wajib keluar segera karena tren naik jangka menengah akan berakhir sepenuhnya dan harga berisiko jatuh kembali ke area konsolidasi bawah di kisaran 400-an).
β οΈ Catatan Cepat
MACD Dead Cross: Sinyal ini biasanya menandai dimulainya fase penurunan yang cukup panjang; disiplin pada stop loss sangat krusial di sini.
Volume Spike: Perhatikan volume transaksi; jika volume saat penurunan hari ini sangat besar dibandingkan rata-rata harian, itu pertanda distribusi besar-besaran oleh institusi.
Sector Sentiment: Pergerakan DEWA seringkali dipengaruhi oleh sentimen grup atau sektor infrastruktur tambang; pantau pergerakan saham sejenis sebagai referensi tambahan.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$TPMA $KOPI
$TPMA para suhu warga lama TPMA disini gameplay nya hanya dividen kan ya?, apa ada yg swing/scalping jg?. baru 1 minggu saya masukin watchlist TPMA ini, mohon pendapat suhu
$PSAT lama ga nengok emiten ini, kirain udah mantul/rebound taunya malah makin dalemπ
yg nyangkut disini tungguin aja emiten ini ngadain aksi korporasi (bagi dividen) bakal naik itu, kita tunggu untuk dividen yield-nya apakah bisa lebih besar dari emiten yg serupa $TPMA ?
jangan lupa sebelum $DAAZ ngaceng berat kaya gini, daaz juga pernah nyungsep dalem sedalem-dalemnya, karna yg naik ga bakal naik terus, pun juga sebaiknya yg turun ga bakal turun terus.
Salam kebajikan π
mantap juga tuh ada yg pom-pomin psat, kalian harus dukung orang itu π
1/3



@HendraSetiawan08 pak, ijin tanya.
secara angka.
dividen yield bagi investor ditentukan dari harga saham saat itu kan? dan jumlah Dividen ditentukan dari banyaknya lot yang dipegang saat cum date?
yang membedakan adalah harga saham per lot nya.
jika saat ini belum waktunya cum date, masih fase akum.
apakah artinya lebih baik akumulasi saham dividen yield yang sama2 dua digit tapi harga masih murah masih di level ratusan rupiah atau dividen yield 2 digit harga nya udah ribuan?
$TPMA dan $BSSR
Sesuai namanya "Marine" kali. @IyonPratikno .
kan ada tuh, to the moon, tapi malah merah "ke bawah" karena ya luar angkasa itu 3D..
nah $TPMA tujuannya bukan fly me to the moon, tapi let's dive to Atlantis (mari nyelam ke Atlantis, dunia kelas atasnya makhluk bawah laut).
wkwkwkwkwk