


Volume
Avg volume
PT Sumber Tani Agung Resources (STAA) adalah grup usaha kelapa sawit swasta yang berkantor pusat di Sumatera Utara, Indonesia. Grup Perseroan telah melakukan kegiatan usaha sejak tahun 1970 dan telah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam menjalankan pembudidayaan tanaman kelapa sawit yang terintegrasi. Proses produksi dari Grup Perseroan dimulai dari penanaman dan pemanenan perkebunan kelapa sawit, serta pengolahan kelapa sawit Tandan Buah Segar (āTBSā) untuk menghasilkan minyak kelapa sawit (āCrude Palm Oilā/āCPOā), inti sawit (āPalm Kernel/ āPKā), minyak inti sawit (āPalm Kernel Oilā/āPKOā), bungkil kelapa sawit (āPalm Ker... Read More
@izzanbinfranz $STAA sebenarnya sudah naik tinggi, ini sedang fase akumulasi. $NSSS kemaren begitu juga di harga 500an.

kalau punya saham sawit dijual murah , atau lot tidak lengkap kabari saya gan
random tag$STAA$PTPS$TAPG SMAR LSIP SIMP

$LSIP melihat stats selama 3 tahun.
- Revenue naik
- Net Income naik
- EPS juga naik (2x lipat lebih)
- Dividen 2025 harusnya 2x lipat 2023 lah ya minimal.
tetapi dalam 3 tahun, harga saham cuma naik 18% (naik 0,18 dari harga 2023)
(-) menunggu apresiasi pasar, saham beredarnya terlalu banyak
random $TAPG $STAA

BELAJAR MEMBACA LAPORAN KEUANGAN 10
seri ke 10 š
Persediaan
memahami apa itu persediaan, tujuan dan bagaimana cara menggunakan data dan informasi tersebut
Inventory atau persediaan dalam laporan keuangan merupakan informasi aset dalam bentuk bahan baku, bahan setengah jadi, atau produk siap jual yang tersimpan di gudang , aset ini digunakan untuk menunjang produksi / langsung di jual untuk dijadikan kas
Contohnya gini
Tio Punya usaha Toko sembako ,maka semua barang yang dia mau jual itu masuk dalam laporan keuangan persediaan.
masalah dalam persediaan adalah manajemen efektivitas nya, bagaimana pengelolaan gudang dan tim penjualan serta purchasing
bayangkan jika Tio terlalu banyak menumpuk barang namun penjualan nya menurun, maka usaha Tio bisa hancur karena overstok di usahanya, uang jadi barang , barang tidak terjual ,lalu nilai barang menurun
skenario lainnya juga bisa terjadi, misal produknya terlalu laris, namun jumlah barang yang ia siap jual kurang stok. kondisi ini dinamakan stok out.
Sebagai investor kita harus melihat antara keseimbangan pergerakan penjualan dan kesiapan persediaan barang perusahaan
Penjualan naik + persediaan naik = Bagus normal
Penjualan turun + Persediaan naik = Tanda tanya
atau bisa juga melihat dari perputaran barang nya itu sendiri lewat ITO inventory turn over
Rumus = HPP Ć· Rata rata persediaan
contoh gambar dibawah $STAA
HPP nya 4.365.540
Rata rata persediaan 760.591
4.365.540 Ć· 760.591 = 5,7x
jika di anggap setahun satu kali siklus bisnis Perputaran barang di gudang STAA ini 5,7x keluar masuk, sangat bagus sekali
Disclaimer ini hanya contoh saja bukan rekomendasi beli atau jual saham ,
Saya mencoba bantu share tentang pemahaman persediaan, jika ada yang salah silahkan bisa komen
random tag
$VICI$INET
1/3



PRINSIP INVESTASI
" Jangan menembak harga ."
Sederhana saja tidak ada yang tau besok seperti apa,entah naik atau turun jangan hiraukan itu karena hal tersebut di luar kendalimu
Pergerakan harga seperti orang gila yang menawarkan peluang dan ketakutan, ia tidak realistis terkadang ada perusahaan bagus namun ditawarkan dengan harga murah, dan sebaliknya kadang harga menawarkan dengan mahal untuk perusahaan jelek dalam buku the inteligen investor harga dianalogikan seperti subjek
yaitu MR MARKET
Lalu fokus nya gimana ?
ambil ketika kesempatan itu muncul, misal perusahaan A kinerjanya bagus, kualitas oke, harga juga menarik
namun terjadi pesimisme terhadap market. Ambil
jika ada perusahaan B misalnya jelek kinerja gak jelas, Kualitas buruk, namun harga naik tinggi, saya sarankan skip itu adalah sihir yang mencoba menarik mu
maka fokuslah pada nilai nya , jangan pada fluktuasi harganya
random tag
$STAA
$LPKR
$KLSE
Karena sudah bosan nontonin UNTR diembat pusat emas model baru (AK) dengan rakus atau $RLCO diembat broker NG, jadi nyari pemandangan baru
Ternyata IF akumulasi besar di $STAA, mungkin karena mereka bete cuma kebagian puluhan lot di RLCO
Di sisi lain, pemandangan baru juga PP akumulasi besar di $INDF
1/3



$STAA, rencana cicil baru beli 3 lot (trade sendiri) malahan modal dipake beli $INPC all in (recom trade dari abclee)
belajar sendiri dan belajar dari yg lain, lebih percaya org lain wkwkwk
marikita lihat..
$IHSG - Mati Rasa di Lantai Bursa
08.55 WIB.
Lima menit sebelum bel. Mati rasa sudah menempel sejak jam empat subuh, ketika tubuh bangun sendiri tanpa alarm, seperti refleks lama yang lupa cara bermimpi. Aku menatap langit-langit kamar, mencoba mengingat mimpi apa pun. Tidak ada. Kosong. Seperti chart tanpa volume.
Layar monitor hijau-merah berkedip. Tak ada yang ānyangkutā. Dahulu, pergerakan tiga fraksi TLKM saja cukup membuat telapak tangan basah, jantung berdegup seperti hendak meloncat dari rongga dada. Sekarang? Hampa. Sehampa-hampanya. Klik buy terasa seperti menekan tombol lift, sekadar gerak mekanis. Naik-turun sama saja. Portofolio tinggal deretan piksel mati. Batinku sebidang ruang kosong, flat, sideways.
Aku buka Stockbit. Isinya tetap sama, debat backdoor listing yang itu-itu lagi. Saham konglomerasi yang dikunyah berulang-ulang. Bahas right issue yang berseri-seri. Screenshot cuan, entah ini asli atau entah itu editan. Pom-pom gorengan bercampur tawa getir para ākorbanā yang pura-pura santai.
Selalu saja ramai, tapi sunyi. Lebih gaduh dari lantai bursa, tapi tanpa denyut.
Aku bergerak. Aku membaca. Aku klik. Tapi rasa tak ikut. Bosan.
Pagi tadi masuk WhatsApp dari anak baru:
āBang, IHSG kenapa bisa merah?ā
Jempolku mulai menari: The Fed, yield obligasi, risiko geopolitik, lalu berhenti. Jari-jari menggantung di keyboard. Aku hapus semua, dan menulis ulang:
āLagi pada takut mungkin⦠kayak lo waktu pertama kali naik roller coaster.ā
Balasannya: āHahaha iya juga ya. Tapi seru-kan, Bang?ā
Aku diam lama. Ia baru saja memberi laporan keuangan paling jujur, rasa takut yang sehat.
09.15 WIB. IHSG turun 0,5%. Tak ada yang bergerak di dalam.
Flashback menyelinap tanpa izin. $TOTL melonjak ARA 30% pasca proyek istana, telapak tangan basah. TBLA rights issue, rasanya seperti menggenggam tiket lotre. $STAA turun 50%, napas tersengal.
Dulu, rugi menampar pipi. Cuan terasa seperti bonus hidup. Segalanya hidup.
Sekarang? Ritual kosong. Bear market batin. Adrenalin terkuras, diganti algoritma: buy, hold, sell, tanpa pernah bertanya ākenapa?ā.
Portofolioku mencapai all time high kemarin. Aku menatapnya seperti foto lama di dompet. Ada kenangan, tapi emosinya absen. Mati rasa lebih berbahaya daripada rugi. Rugi bisa dicari gantinya. Mati rasa melahirkan keputusan yang tampak rapi, tapi rapuh, seperti saham gorengan yang indah di chart, busuk di dasar.
Aku keluar dari semua grup Telegram. Dulu bikin jantung berdegup. Sekarang hanya pengulangan. Kita mengajari pemula menjadi dingin. Ironisnya, pelajaran itu mengeringkan emosi. Intuisi melemah. Kita saling melatih jadi mesin.
10.30 WIB.
Aku beli saham BMRI. Tapi harganya serasa di pucuk, meski laporan keuangan solid dan risiko terukur. Tapi batin tetap beku. Tangan bergerak, mata membaca. Rutinitas mengalahkan refleksi. Aku telah menjadi algoritma yang mengira dirinya manusia.
Dahulu, membongkar laporan tahunan terasa seperti petualangan intelektual, menganalisis margin, menelusuri arus kas, menafsirkan teka-teki catatan kaki (CLK).
Sekarang? Hambar. Informatif, tapi tanpa getaran.
Bahaya kini ada di depan mata. Batin yang mati rasa tak lagi membunyikan alarm. Kita ceroboh bukan karena bodoh, tapi karena tak lagi merasa perlu takut.
Aku iri pada mereka yang masih bisa menahan napas melihat chart, berdiskusi panas, merasakan campuran percaya diri dan gentar. Aku iri pada jarak antara tindakan dan rasa mereka.
Mati rasa itu penjara yang picik. Tidak menyakitkan, malah menenangkan. Aku tetap klik, tetap patuh. Tapi tak ada suara dari dalam. Pasar mungkin menyukai trader seperti ini. Tapi di titik itu, aku tahu, aku berhenti jadi manusia.
12.00 WIB.
Ingatan melayang ke galeri sekuritas tua di Harmoni.
Si Om di pojokan. Tiga monitor tabung. Kopi sachet. Rokok kretek. Bau asap menetap.
Ia menunjuk grafik CUAN.
āYang ini berdetak, Dik. Coba rasain.ā
Dulu aku tertawa. Sekarang aku paham.
āPasar nggak hidup kalau kita nggak ngerasain detaknya. Kita bakal jadi robot.ā
Obrolan selalu sederhana: kopi, rokok, kebenaran kecil. Kadang ia menyindir, kadang mengomel sambil melempar print-out grafik:
āHati-hati⦠lu ikut, lu mati!ā
Atau teriak, āJangan sok ikut-ikutan pom-pom, emangnya lu bandar!ā
Flashback lain: portofolio melonjak 50%. Adrenalin. Sedikit sombong. Kini angkanya sama, tapi sunyi. Inflasi pengalaman memudarkan sensasi, detik demi detik, seperti chart yang bergerak datar tak berujung.
13.30 WIB.
Grup WhatsApp bergetar.
āBang, saham X aman nggak?ā
Aku jawab pelan,
āGue juga nggak tahu. Tapi rasain dulu takutnya.ā
Mereka heran. Tapi memang begitu, rasa takut yang sehat sering lebih jujur dari semua analisis.
Aku diam. Membiarkan batin merasa, takut, ragu, hidup. Untuk kembali bernapas di bursa, aku harus berani merasakannya.
14.10 WIB.
Pesan lain masuk.
āBang, gue baru coba beli TLKM, nyangkut nih.ā
Aku tertawa spontan. Tawa pertama sejak lama.
āSantai bro. Itu bagian dari belajar. Rasain sakitnya, jangan cuma baca chart. Sakit itu guru paling jujur.ā
Dia balas emoji nangis sambil tertawa. Cukup. Batin hidup kembali. Sedikit. Lebih baik daripada mati total.
14.45 WIB.
Monitor berpendar merah-hijau. Dada bergetar tipis. ICBP naik sedikit. Mungkin kopi. Mungkin bukan. Tapi ada sesuatu yang kembali.
Aku tak sampai pada kesimpulan besar hari ini. Hanya napas yang kembali terasa setelah lama tertahan. Pasar tetap angka. Trading tetap untung-rugi. Tapi ada sesuatu yang pelan-pelan bergerak lagi.
15.30 WIB.
WhatsApp berbunyi.
āBang, gue nyangkut di GGRP. Gimana dong?ā
Aku tertawa lagi, tulus tapi jenuh. Pola pasar selalu berulang, maka jawaban template pun meluncur tanpa sengaja:
āTenang bro, gue juga pernah ngalamin, anggap aja itu bagian dari belajar"
Dia balas emoji hormat. Ada rasa hangat yang menjalar pelan. Ternyata, berbagi luka jauh lebih menghidupkan daripada sekadar pamer angka.
15.45 WIB.
Pasar tutup. Monitor gelap. Ruangan senyap, tapi tidak kosong.
Aku menyeduh kopi tubruk. Tanpa gula. Pahit. Nendang.
Dan anehnya, aku senang bisa merasakannya lagi.
Kopi meninggalkan jejak yang bertahan lama. Seperti si Om yang tak menjanjikan apa-apa, tapi jujur apa adanya.
Besok market buka jam sembilan.
Aku datang bukan sebagai algoritma yang mati rasa.
Aku datang dengan rasa takut yang sehat, keberanian yang dihitung,
dan sedikit kekacauan di hati, cukup untuk tetap menjadi manusia,
di dunia yang perlahan ingin mematikannya.

$STAA bencana Sumatra kemarin masih berefek banget ke saham ini, udah seminggu lebih gak ada peningkatan š
Alhamdulillah penutup tahun 2025 sesuai harapan target bisa kasih kado anak gadis laptop š¤²š¤²š¤²
$TOBA
$STAA
