


Volume
Avg volume
PT Sumber Tani Agung Resources (STAA) adalah grup usaha kelapa sawit swasta yang berkantor pusat di Sumatera Utara, Indonesia. Grup Perseroan telah melakukan kegiatan usaha sejak tahun 1970 dan telah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam menjalankan pembudidayaan tanaman kelapa sawit yang terintegrasi. Proses produksi dari Grup Perseroan dimulai dari penanaman dan pemanenan perkebunan kelapa sawit, serta pengolahan kelapa sawit Tandan Buah Segar (“TBS”) untuk menghasilkan minyak kelapa sawit (“Crude Palm Oil”/“CPO”), inti sawit (“Palm Kernel/ “PK”), minyak inti sawit (“Palm Kernel Oil”/”PKO”), bungkil kelapa sawit (“Palm Ker... Read More
$STAA, rencana cicil baru beli 3 lot (trade sendiri) malahan modal dipake beli $INPC all in (recom trade dari abclee)
belajar sendiri dan belajar dari yg lain, lebih percaya org lain wkwkwk
marikita lihat..
$IHSG - Mati Rasa di Lantai Bursa
08.55 WIB.
Lima menit sebelum bel. Mati rasa sudah menempel sejak jam empat subuh, ketika tubuh bangun sendiri tanpa alarm, seperti refleks lama yang lupa cara bermimpi. Aku menatap langit-langit kamar, mencoba mengingat mimpi apa pun. Tidak ada. Kosong. Seperti chart tanpa volume.
Layar monitor hijau-merah berkedip. Tak ada yang “nyangkut”. Dahulu, pergerakan tiga fraksi TLKM saja cukup membuat telapak tangan basah, jantung berdegup seperti hendak meloncat dari rongga dada. Sekarang? Hampa. Sehampa-hampanya. Klik buy terasa seperti menekan tombol lift, sekadar gerak mekanis. Naik-turun sama saja. Portofolio tinggal deretan piksel mati. Batinku sebidang ruang kosong, flat, sideways.
Aku buka Stockbit. Isinya tetap sama, debat backdoor listing yang itu-itu lagi. Saham konglomerasi yang dikunyah berulang-ulang. Bahas right issue yang berseri-seri. Screenshot cuan, entah ini asli atau entah itu editan. Pom-pom gorengan bercampur tawa getir para “korban” yang pura-pura santai.
Selalu saja ramai, tapi sunyi. Lebih gaduh dari lantai bursa, tapi tanpa denyut.
Aku bergerak. Aku membaca. Aku klik. Tapi rasa tak ikut. Bosan.
Pagi tadi masuk WhatsApp dari anak baru:
“Bang, IHSG kenapa bisa merah?”
Jempolku mulai menari: The Fed, yield obligasi, risiko geopolitik, lalu berhenti. Jari-jari menggantung di keyboard. Aku hapus semua, dan menulis ulang:
“Lagi pada takut mungkin… kayak lo waktu pertama kali naik roller coaster.”
Balasannya: “Hahaha iya juga ya. Tapi seru-kan, Bang?”
Aku diam lama. Ia baru saja memberi laporan keuangan paling jujur, rasa takut yang sehat.
09.15 WIB. IHSG turun 0,5%. Tak ada yang bergerak di dalam.
Flashback menyelinap tanpa izin. $TOTL melonjak ARA 30% pasca proyek istana, telapak tangan basah. TBLA rights issue, rasanya seperti menggenggam tiket lotre. $STAA turun 50%, napas tersengal.
Dulu, rugi menampar pipi. Cuan terasa seperti bonus hidup. Segalanya hidup.
Sekarang? Ritual kosong. Bear market batin. Adrenalin terkuras, diganti algoritma: buy, hold, sell, tanpa pernah bertanya “kenapa?”.
Portofolioku mencapai all time high kemarin. Aku menatapnya seperti foto lama di dompet. Ada kenangan, tapi emosinya absen. Mati rasa lebih berbahaya daripada rugi. Rugi bisa dicari gantinya. Mati rasa melahirkan keputusan yang tampak rapi, tapi rapuh, seperti saham gorengan yang indah di chart, busuk di dasar.
Aku keluar dari semua grup Telegram. Dulu bikin jantung berdegup. Sekarang hanya pengulangan. Kita mengajari pemula menjadi dingin. Ironisnya, pelajaran itu mengeringkan emosi. Intuisi melemah. Kita saling melatih jadi mesin.
10.30 WIB.
Aku beli saham BMRI. Tapi harganya serasa di pucuk, meski laporan keuangan solid dan risiko terukur. Tapi batin tetap beku. Tangan bergerak, mata membaca. Rutinitas mengalahkan refleksi. Aku telah menjadi algoritma yang mengira dirinya manusia.
Dahulu, membongkar laporan tahunan terasa seperti petualangan intelektual, menganalisis margin, menelusuri arus kas, menafsirkan teka-teki catatan kaki (CLK).
Sekarang? Hambar. Informatif, tapi tanpa getaran.
Bahaya kini ada di depan mata. Batin yang mati rasa tak lagi membunyikan alarm. Kita ceroboh bukan karena bodoh, tapi karena tak lagi merasa perlu takut.
Aku iri pada mereka yang masih bisa menahan napas melihat chart, berdiskusi panas, merasakan campuran percaya diri dan gentar. Aku iri pada jarak antara tindakan dan rasa mereka.
Mati rasa itu penjara yang picik. Tidak menyakitkan, malah menenangkan. Aku tetap klik, tetap patuh. Tapi tak ada suara dari dalam. Pasar mungkin menyukai trader seperti ini. Tapi di titik itu, aku tahu, aku berhenti jadi manusia.
12.00 WIB.
Ingatan melayang ke galeri sekuritas tua di Harmoni.
Si Om di pojokan. Tiga monitor tabung. Kopi sachet. Rokok kretek. Bau asap menetap.
Ia menunjuk grafik CUAN.
“Yang ini berdetak, Dik. Coba rasain.”
Dulu aku tertawa. Sekarang aku paham.
“Pasar nggak hidup kalau kita nggak ngerasain detaknya. Kita bakal jadi robot.”
Obrolan selalu sederhana: kopi, rokok, kebenaran kecil. Kadang ia menyindir, kadang mengomel sambil melempar print-out grafik:
“Hati-hati… lu ikut, lu mati!”
Atau teriak, “Jangan sok ikut-ikutan pom-pom, emangnya lu bandar!”
Flashback lain: portofolio melonjak 50%. Adrenalin. Sedikit sombong. Kini angkanya sama, tapi sunyi. Inflasi pengalaman memudarkan sensasi, detik demi detik, seperti chart yang bergerak datar tak berujung.
13.30 WIB.
Grup WhatsApp bergetar.
“Bang, saham X aman nggak?”
Aku jawab pelan,
“Gue juga nggak tahu. Tapi rasain dulu takutnya.”
Mereka heran. Tapi memang begitu, rasa takut yang sehat sering lebih jujur dari semua analisis.
Aku diam. Membiarkan batin merasa, takut, ragu, hidup. Untuk kembali bernapas di bursa, aku harus berani merasakannya.
14.10 WIB.
Pesan lain masuk.
“Bang, gue baru coba beli TLKM, nyangkut nih.”
Aku tertawa spontan. Tawa pertama sejak lama.
“Santai bro. Itu bagian dari belajar. Rasain sakitnya, jangan cuma baca chart. Sakit itu guru paling jujur.”
Dia balas emoji nangis sambil tertawa. Cukup. Batin hidup kembali. Sedikit. Lebih baik daripada mati total.
14.45 WIB.
Monitor berpendar merah-hijau. Dada bergetar tipis. ICBP naik sedikit. Mungkin kopi. Mungkin bukan. Tapi ada sesuatu yang kembali.
Aku tak sampai pada kesimpulan besar hari ini. Hanya napas yang kembali terasa setelah lama tertahan. Pasar tetap angka. Trading tetap untung-rugi. Tapi ada sesuatu yang pelan-pelan bergerak lagi.
15.30 WIB.
WhatsApp berbunyi.
“Bang, gue nyangkut di GGRP. Gimana dong?”
Aku tertawa lagi, tulus tapi jenuh. Pola pasar selalu berulang, maka jawaban template pun meluncur tanpa sengaja:
“Tenang bro, gue juga pernah ngalamin, anggap aja itu bagian dari belajar"
Dia balas emoji hormat. Ada rasa hangat yang menjalar pelan. Ternyata, berbagi luka jauh lebih menghidupkan daripada sekadar pamer angka.
15.45 WIB.
Pasar tutup. Monitor gelap. Ruangan senyap, tapi tidak kosong.
Aku menyeduh kopi tubruk. Tanpa gula. Pahit. Nendang.
Dan anehnya, aku senang bisa merasakannya lagi.
Kopi meninggalkan jejak yang bertahan lama. Seperti si Om yang tak menjanjikan apa-apa, tapi jujur apa adanya.
Besok market buka jam sembilan.
Aku datang bukan sebagai algoritma yang mati rasa.
Aku datang dengan rasa takut yang sehat, keberanian yang dihitung,
dan sedikit kekacauan di hati, cukup untuk tetap menjadi manusia,
di dunia yang perlahan ingin mematikannya.

$STAA bencana Sumatra kemarin masih berefek banget ke saham ini, udah seminggu lebih gak ada peningkatan 🙂
Alhamdulillah penutup tahun 2025 sesuai harapan target bisa kasih kado anak gadis laptop 🤲🤲🤲
$TOBA
$STAA

https://cutt.ly/4tfAjYGj
$TAPG $DSNG $STAA

Airlangga: Amerika setuju sawit Indonesia bebas tarif (0%)
https://cutt.ly/ptfQwAUl
$STAA $TAPG

$STAA
⚡ SCALPING PLAN
🟢 Entry
Buy on Support: 1.300 – 1.325 (Membeli di area harga saat ini yang merupakan level psikologis dan support kuat).
Buy on Rebound: > 1.360 (Masuk jika harga berhasil memantul dari area konsolidasi saat ini dengan volume beli yang meningkat).
🎯 Take Profit
TP 1: 1.390 – 1.420 (Target awal untuk mengamankan profit di area resisten minor terdekat).
TP 2: 1.480 – 1.520 (Area resisten dinamis di mana harga sebelumnya sempat tertahan sebelum koreksi).
TP 3: 1.600+ (Target jika momentum pembalikan arah menguat dan volume kembali tebal).
🔴 Stop Loss
SL Area: < 1.270 (Jika harga menembus level ini, struktur pemulihan gagal dan risiko penurunan berlanjut ke area 1.100-an).
Note: Jika ditutup (Daily Close) di bawah 1.270 → WAJIB CUT LOSS.
⚠️ Catatan Singkat
Konsolidasi Bawah: Harga sedang bergerak sideways di area bawah, sehingga membutuhkan kesabaran atau konfirmasi volume untuk meledak naik.
Momentum MACD: Garis MACD masih di bawah garis sinyal, namun jaraknya mulai menyempit (potensi Golden Cross jika harga naik di atas 1.350).
Disiplin: Jangan melakukan averaging down terlalu banyak jika harga belum menunjukkan tanda-tanda pantulan yang kuat.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $STUP
Q: Bro, loe kenapa suka nulisnya pake Inggris?
A: Jadi gini.. Ane belajar otodidak itu hampir 90% bahannya dari luar, terutama US. Jadi sourcenya juga pake bahasa Inggris. Kadang ane mau share malas kalau harus terjemahin lagi dengan resiko maknanya terdistorsi.
Q: Kenapa koq jauh amat belajarnya?
A: Ada beberapa alasan, diantaranya:
*Mereka adalah penemu kapitalisme. Mereka juga yang menerapkan best practice of capitalism. Jadi kita belajarnya dari yang terbaik donk.
*Mereka sudah punya sejarah market yang panjang, sudah melewati berbagai boom and bust, sehingga sudah banyak contoh kasus baik kesuksesan maupun kegagalan.
*Karena punya histori panjang, mereka juga sudah lebih financial literate. Didukung oleh sistem pendidikan yang lebih baik, banyak sekali riset dan studi terkait saham, market, maupun behaviour. Ilmu mereka jauh lebih maju dari kita.
*Menghindari bias kalau belajar dari orang Indonesia. Kadang kita dikasih contoh kasus saham Indo, kita tau jg orangnya lagi hold, takutnya penjelasan mereka jadi kurang objektif.
Jadi, please deh, zaman AI dan internet canggih gini masih ngeluh soal bahasa Inggris. Zaman ane dulu ga ngerti satu kata saja harus cari dari kamus tebal yg kalo nimpuk orang bisa amsyong.
Mending waktu yang Anda pakai buat bergelisah di depan monitor dipakai untuk belajar bahasa Inggris. Atau biaya kelas saham dialihkan aja ke kursus bahasa Inggris.
Bahasa itu idak sesusah yg Anda bayangkan. Ane IPK 2 koma saja bisa, masa ente ga bisa?
$BMRI $TLDN $STAA
Saya seorang Planter, kurang lebih 2 - 4 tahun sekali buah banjir dan perusahaan Sawit punya target Ton/Ha & Oer yang berbeda.
Tergantung luas lahan, varietas dan tahun tanam pokok di perusahaan tersebut.
$TAPG $STAA $BUMI
tak bisa lepasnya indonesia dari sawit saya lihat terikat dua faktor:
1. faktor ekonomi: yang ini nggak cuma berlaku di indonesia, tapi SELURUH dunia, yaitu sawit menjadi komoditas perkebunan dengan yield tertinggi di dunia. alasan inilah yang bikin ketika salah satu belahan dunia kehilangan produksi minyak untuk keperluan makanan, yang mampu memenuhi supply-nya cuma sawit. misalnya pas produksi minyak biji bunga mata hari Ukraina terhambat, uni eropa nggak bisa mengandalkan minyak nabati seperti zaitun apalagi minyak hewani, karena yield-nya emang serendah itu
2. faktor budaya: keluarga saya, dari keluarga kecil sampai keluarga besar, udah hijrah ke zaitun dan kelapa. tapi khususnya zaitun, kebanyakan rekan saya nggak suka karena katanya pahit, ga tau kenapa lidah orang indonesia udah picky, kalau saya sendiri nggak merasa beda mungkin karena lidah saya lidah mediterania 🤣
$LSIP $STAA $TAPG
😔
📅Weekly recap #2
Winrate: 66.67%
W: 2
L: 1
$PADA -> 306 : HIT 💸
https://stockbit.com/post/25407580
$BUMI -> 412 : HIT 💸
https://stockbit.com/post/25335496
$STAA -> 1.390 : 1.325 📉
https://stockbit.com/post/25258194
Discord server di bio 😁👌
Disclaimer:
Semua analisis murni berasal dari pembacaan sistem dan model EFX (Engine, Companion, EFX Layer, dan EFX Net Pressure Field), bersifat rule-based dan structural.
https://cutt.ly/ttdgvJV5
$OILS $STAA

masih aman segitu, tinggal tunggu juga ntar kejemput
biasanya saya kalau udah -15% udah average down selot-selot
hold TAPG masih lebih aman buat mental daripada hold $STAA wkw
$DSNG $TAPG $STAA usahakan TAHAN karena ini saham sudah dapat benefit bagus di 2026!! Saran saja jgn jual dulu!! HOLD KERAS !!