


Volume
Avg volume
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi. Perusahaan berinvestasi dalam tiga sektor; konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam. Portofolio investasi sumber daya alamnya termasuk perusahaan yang bergerak dalam industri batu bara, seperti PT Adaro Energy Tbk; perkebunan minyak kelapa sawit, seperti PT Provident Agro Tbk; eksplorasi gas dan minyak bumi, seperti Interra Resources Ltd, dan pertambangan tembaga dan emas, seperti Sihayo Gold Ltd. Portofolio investasi infrastrukturnya mencakup perusahaan yang bergerak dalam penyewaan menara telekomunikasi, seperti PT Tower Bersama In... Read More
$SRTG 04 Feb 26
Investor: EDWIN SOERYADJAYA
Action: BUY
Shares Traded: +1,045,000 (+0.0077%)
Current: 4,867,505,690 (35.8833%)
Previous: 4,866,460,690 (35.8756%)
Broker: XL
Investor Type: Domestic
Source: KSEI
$SRTG 04 Feb 26
Investor: EDWIN SOERYADJAYA
Action: BUY
Shares Traded: +1,045,000 (+0.0077%)
Current: 4,867,505,690 (35.8833%)
Previous: 4,866,460,690 (35.8756%)
Price: 1608
Investor Type: Domestic
Source: IDX
$SRTG 02 Feb 26
Investor: EDWIN SOERYADJAYA
Action: BUY
Shares Traded: +488,700 (+0.0036%)
Current: 4,866,460,690 (35.8756%)
Previous: 4,865,971,990 (35.872%)
Price: 1629
Investor Type: Domestic
Source: IDX
https://stockbit.com/post/24453503
Congrats $AGII
$SRTG $PGAS

Rinciannya, pertama dilakukan pada 2 Februari 2026 dengan jumlah 488.700 saham pada harga Rp1.629 per saham. Selanjutnya, pada 4 Februari 2026, dilakukan pembelian tambahan sebanyak 1.045.000 saham dengan harga Rp1.608 per saham.
Seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa dan transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi.
Dengan demikian, porsi kepemilikan saham SRTG bertambah menjadi 4.867.505.690 saham atau 35,8833%, dari sebelumnya 4.865.971.990 saham atau setara dengan 35,8719% hak suara.
Porsi kepemilikan Edwin tercatat lebih besar dari kepemilikan mitra bisnisnya Sandiaga
Uno yang menggenggam 21,51% saham SRTG.
Dyor
$SRTG $ANTM $AMRT
1/2


$SRTG ini selalu ketebak bjir arahnya. iep tinggi terus diturunin sideways. dah gitu aja tiap hari wkwk
[WATCHLIST ONLY : 143 EMITEN]
Kamis, 05 February 2026 08:57
Saham potensial gap-up/down di OPENING market, diurut berdasarkan nilai persentase:
(cukup pantau baris paling atas dan paling bawah untuk cek gap terbesar):
GAP UP:
🔼 $TKIM gap up ke 7100 (+250 / +3.65%) dari 6850
🔼 $BLUE gap up ke 5875 (+200 / +3.52%) dari 5675
🔼 $SRTG gap up ke 1750 (+55 / +3.24%) dari 1695
🔼 SMGR gap up ke 2600 (+50 / +1.96%) dari 2550
🔼 GEMS gap up ke 7700 (+125 / +1.65%) dari 7575
🔼 ASDM gap up ke 660 (+10 / +1.54%) dari 650
🔼 MBMA gap up ke 680 (+10 / +1.49%) dari 670
🔼 TMAS gap up ke 139 (+2 / +1.46%) dari 137
🔼 AADI gap up ke 8300 (+100 / +1.22%) dari 8200
🔼 BJBR gap up ke 840 (+10 / +1.2%) dari 830
🔼 PTBA gap up ke 2580 (+30 / +1.18%) dari 2550
🔼 INKP gap up ke 9000 (+100 / +1.12%) dari 8900
🔼 PWON gap up ke 366 (+4 / +1.1%) dari 362
🔼 TEBE gap up ke 1390 (+15 / +1.09%) dari 1375
🔼 GGRM gap up ke 16950 (+175 / +1.04%) dari 16775
🔼 BMRI gap up ke 5050 (+50 / +1%) dari 5000
🔼 LPIN gap up ke 440 (+4 / +0.92%) dari 436
🔼 LSIP gap up ke 1175 (+10 / +0.86%) dari 1165
🔼 BRIS gap up ke 2420 (+20 / +0.83%) dari 2400
🔼 INCO gap up ke 6650 (+50 / +0.76%) dari 6600
🔼 ASII gap up ke 6725 (+50 / +0.75%) dari 6675
🔼 IPCC gap up ke 1350 (+10 / +0.75%) dari 1340
🔼 AALI gap up ke 7550 (+50 / +0.67%) dari 7500
🔼 PBSA gap up ke 1515 (+10 / +0.66%) dari 1505
🔼 MDKA gap up ke 3050 (+20 / +0.66%) dari 3030
🔼 TLKM gap up ke 3350 (+20 / +0.6%) dari 3330
🔼 PANI gap up ke 8950 (+50 / +0.56%) dari 8900
🔼 ITMG gap up ke 22100 (+50 / +0.23%) dari 22050
GAP DOWN:
🔽 BBRI gap down ke 3850 (-20 / -0.52%) dari 3870
🔽 HRTA gap down ke 2240 (-20 / -0.88%) dari 2260
🔽 INDY gap down ke 3320 (-30 / -0.9%) dari 3350
🔽 PANS gap down ke 1530 (-15 / -0.97%) dari 1545
🔽 TBIG gap down ke 1750 (-25 / -1.41%) dari 1775
🔽 INET gap down ke 362 (-10 / -2.69%) dari 372
Cek ulang semuanya dan IEP bisa berubah smp menit terakhir. Salam Cuan.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan, Presiden Komisaris Edwin Soeryadjaya menambah kepemilikan saham sebanyak 1,53 juta lembar saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin melakukan pembelian saham SRTG dalam dua kali transaksi pa...

www.cnbcindonesia.com

Pagi, bro! Kamis, 5 Februari.
Sruput dulu kopinya.
Kemaren sore kita mules liat market, tapi pagi ini ada harapan baru.
Kita kayak lagi nonton battle of the titans live di $IHSG.
Di pojok kiri: foreign (jualan Rp 1,4 T).
Di pojok kanan: konglomerat lokal (Prajogo Pangestu cs).
Grup Prajogo (BREN, TPIA, BRPT, CUAN) ngumumin BUYBACK JUMBO (Total Triliunan) pas banget asing lagi guyur. Mereka pasang badan. Mereka nggak rela harga sahamnya diinjek-injek.
Gimana Peta Perang Pagi Ini?
kita perlu menyesuikan. Kemaren kita takut market rubuh, tapi pagi ini denger ada tembok duit dari Grup PP Saham-saham ini bakal jadi top priority scalping/day trade karena likuiditasnya bakal gila.
Trus berita soal pemerintah mau pangkas kuota batubara 40-70%. Ini bom buat ADRO, PTBA, ITMG. Jangan sentuh batubara murni hari ini. Sentimennya jelek banget. Asing yang kemaren buang BUMI Rp 571 M ternyata udah tau duluan.
Perak/Timah masih oke. $TINS/NCKL dapet sentimen positif. Foreign mungkin masih jualan, tapi lokal bakal main di sini.
Jadi, apa yang spesial hari ini?
"Nempel sama Bos Prajogo, Jauhin Tukang Arang".
BREN / TPIA / BRPT / CUAN: Ada duit Buyback Triliunan. Kalau Opening merah atau koreksi dikit, bisa selot selot! Target saat bounce cepet tapi ya. Asing jualan? bodo amat, ada bos yang nampung.
$SRTG: Pak Edwin akumulasi. Ini sinyal insider yang bagus.
BBCA/BMRI: Masih jadi safe haven karena asing udah ngerem jualan.
Waspada
BATUBARA (ADRO/PTBA/ITMG/BUMI): Berita pangkas kuota + stop ekspor itu sentimen negatif double strike. Jangan coba-coba nangkep pisau jatuh di sini. BUMI yang kemaren dibuang asing juga hati-hati.
Nasdaq anjlok -1,5%. Sentimen negatif buat Tech lokal, GOTO dkk
Siap mental, bro? Hari ini kita nebeng di pundak raksasa lokal buat ngelawan foreign.
$DNET
Halo, Sahabat Investor! Mari kita bedah PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) ini. Banyak yang bilang ini "saham Indomaret", tapi sebagai mentor Anda, saya harus ingatkan: **DNET itu lebih dari sekadar minimarket.** Ini adalah kendaraan strategis Grup Salim yang sedang bertransformasi dari sekadar pedagang ritel menjadi pemain infrastruktur digital.
Berikut adalah analisis lengkap saya untuk bekal strategi investasi Anda di Februari 2026 ini:
### 1. Fundamental: "Satu Tubuh, Dua Jiwa"
DNET saat ini berdiri di atas dua kaki utama yang sangat berbeda karakternya:
* **Sang Tulang Punggung (Indomaret):**
Ini adalah mesin uang utama. Kepemilikan 40% DNET di Indomaret adalah alasan kenapa perusahaan ini tetap profitabel. Kinerja Indomaret luar biasa; pada Kuartal I 2025 saja, laba bersih Indomaret loncat **213%** secara tahunan (YoY). Indomaret menjadi penopang utama yang menutupi kerugian dari segmen lain. Target penambahan 1.000 gerai di 2025 menunjukkan dominasi mereka belum akan pudar.
* **Sang Mesin Pertumbuhan (FiberStar):**
Ini adalah "masa depan" DNET. Melalui entitas anak PT Mega Akses Persada (FiberStar), DNET agresif menggelar kabel optik. Targetnya gila-gilaan: menambah 113.817 km kabel di 2025 untuk mencapai total 164.424 km. Lebih menarik lagi, FiberStar sudah menjadi mitra resmi **Starlink** di Indonesia, membuka peluang pendapatan hibrida (fiber + satelit).
### 2. Kinerja Keuangan: Hijau Royo-royo
Laporan keuangan menunjukkan tren positif yang solid:
* **Laba Bersih:** Full Year 2024 tembus Rp1,07 Triliun (+49% YoY). Tren ini berlanjut di 9 bulan pertama 2025 dengan kenaikan laba 12,55% menjadi Rp838,66 Miliar.
* **Beban:** Hati-hati, ekspansi agresif FiberStar memakan biaya. Beban keuangan tercatat Rp408,87 miliar per September 2025 karena utang untuk belanja modal (Capex). DNET bahkan baru saja menjaminkan asetnya ke Bank Mandiri pada Januari 2026 untuk mengamankan pinjaman.
### 3. Sisi Gelap: Pemberat Langkah (Laggards)
Tidak semua portofolio DNET bersinar. Anda harus waspada pada:
* **KFC (FAST):** Masih menjadi beban. Di Semester I 2025, kontribusi FAST membuat DNET rugi Rp50,36 miliar karena isu boikot dan biaya bahan baku. Meski kerugian menyusut, pemulihannya lambat.
* **Sari Roti (ROTI):** Laba sempat tertekan (-68% di Q1 2025) karena biaya operasional, meskipun secara fundamental masih *market leader*.
### 4. Valuasi & Teknikal: Mahal tapi Premium
* **Valuasi:** DNET tidak murah. PE Ratio-nya berada di kisaran **109x - 125x**. Ini jauh di atas rata-rata industri. Investor membayar "harga premium" untuk eksklusivitas saham Indomaret (karena Indomaret tidak IPO sendiri) dan potensi ledakan FiberStar.
* **Posisi Pasar (Februari 2026):** Harga saham di kisaran **Rp8.975**.
* **Teknikal:** Indikator Moving Average (MA) jangka panjang menunjukkan sinyal **Beli**, namun osilator jangka pendek menunjukkan posisi Netral/Konsolidasi.
* **Support/Resistance:** Perhatikan level *support* kuat di area Rp8.100 - Rp8.650. *Resistance* terdekat di Rp9.150.
### 5. Strategi Investasi dari Mentor
Sahabat investor, berikut arahan saya untuk DNET:
1. **Untuk Investor Jangka Panjang (Value/Growth):** **HOLD/ACCUMULATE ON WEAKNESS.**
DNET adalah *proxy* terbaik untuk konsumsi domestik dan infrastruktur digital Indonesia. Jika Anda percaya ekonomi Indonesia tumbuh 5,1%-5,2% di 2026, Indomaret akan panen. Jangan kejar harga saat hijau (FOMO). Cicil beli jika harga terkoreksi mendekati Rp8.600.
2. **Untuk Trader Jangka Pendek:** **WAIT AND SEE.**
Likuiditas DNET rendah (free float efektif <10%). Pergerakan harganya bisa sangat *volatile* dan tidak wajar (sempat kena UMA di awal 2026). Tunggu konfirmasi volume besar sebelum masuk.
3. **Manajemen Risiko:**
Perhatikan utang DNET yang membengkak untuk Capex FiberStar Rp2 Triliun. Jika suku bunga tidak turun sesuai ekspektasi, beban bunga bisa menggerus laba bersih.
**Kesimpulan Mentor:**
DNET adalah saham "Sultan" dengan valuasi premium. Anda membeli *cashflow* monster dari Indomaret dan tiket lotere masa depan dari FiberStar. Jika Anda nyaman dengan valuasi mahal demi kualitas aset grup Salim, saham ini layak ada di portofolio jangka panjang Anda.
*Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Pelajari risiko sebelum bertransaksi.*
https://cutt.ly/mtv859N8
RANDOM TAG $SRTG $BNBR
$SRTG
$SRTG: Pengendali sekaligus Komisaris Utama Saratoga Investama Sedaya, Edwin Soeryadjaya, membeli ~1,5 juta saham SRTG dengan harga rata–rata Rp1.615/lembar atau senilai total ~Rp2,5 M pada 2–4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan saham Edwin Soeryadjaya di SRTG naik dari ~35,87% menjadi ~35,88%.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-kompilasi-buyback-pascapengumuman-msci?source=research

@santo29 , makasi om, mohon di cek lagi. Nanti saya koreksi kalo ada yang salah.
Semoga investasi nya berkembang terus bertambah, hajat/keinginan baiknya tercapai semua, selalu sehat, bahagia terus, dijauhi orang jahat, selalu dapat limpahan rezeki dan sejahtera selalu.
Āmīn yā rabbal ‘ālamīn
sembarang tag : $ASRI , $SRTG , $CBDK
Pengusaha nasional Edwin Soeryadjaya kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).Kali ini, putra pendiri Grup Astra William Soeryadjaya itu memborong lebih dari 1,53 juta saham SRTG.
Aksi penambahan saham itu terungkap dalam laporan perubahan kepemilikan saham ya...

katadata.co.id
News Update
👉 IHSG sesi I ditutup melemah 0,53% ke level 8,079.
👉 Bareskrim tetapkan Dirut PT MPAM Djoko Joelijanto dan Edy Suwarno sebagai tersangka.
👉 Bea cukai Malang gagalkan peredaran 2,75jt batang rokok ilegal.
👉 Siapkan dana Rp750M, CUAN akan gelar Buyback saham perseroan.
👉 COIN dukung anak usahanya CFX turunkan biaya transaksi secara bertahap mulai Maret ini.
👉 Komisaris $SRTG membeli 1.533.700 lembar saham perseroan di Rp1.629 dan Rp1.608.
👉 Akuisisi, $INET beli 1.687.455.000 lembar saham PADA di harga Rp63/saham.
👉 Menara Cakra Buana membeli 738.692.651 lembar saham saham $HITS di harga Rp391.

📰 Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan di SRTG Senilai Rp2,5 M
Pengendali sekaligus Komisaris Utama Saratoga Investama Sedaya ($SRTG), Edwin Soeryadjaya, membeli ~1,5 juta saham SRTG dengan harga rata–rata Rp1.615/lembar atau senilai total ~Rp2,5 M pada 2–4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan saham Edwin Soeryadjaya di SRTG naik dari ~35,87% menjadi ~35,88%.
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
_________
Stockbit Sekuritas