Volume
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex atau Perseroan) berawal dari sebuah perusahaan perdagangan tradisional yang menjual produk tekstil bernama “Sri Redjeki” yang berada di Pasar Klewer, Solo, yang didirikan oleh H. M. Lukminto pada 1966. Sritex berkembang dengan memproduksi kain yang dikelantang dan dicelup di pabrik pertama yang dibangun di Baturono, Solo, pada 1968. Pada 1978, “Sri Redjeki” secara resmi berubah menjadi PT Sri Rejeki Isman. Saat ini, Sritex telah menjadi produsen tekstil-garmen terintegrasi dengan empat lini produksi mulai dari pemintalan, penenunan, pencetakan, pencelupan, dan garmen. Produk yang dihasilkan ant... Read More
tujuannya ownernya mungkin mau PHK massal dan tutup pabrik layaknya $SRIL agar pemerintah menyadari selama ini bikin kebijakan sudah ngawur banget. ownernya sudah tak perduli lagi ini usaha lanjut atau ngak. mereka masih kaya raya kok dari usaha lain. investor (apestor) dibiarkan mati merana 😁😁😁
wkwkwk supply nambah demand tetap harga turun
indikasi lain cash flow nya jelek , kesimpulan menunda gugatan pailit sementara kalo gak ada perbaikan oleh management nanti bisa kyk $SRIL
$PBRX sejak RI ...
Dalam jangka panjang Fundamental yg menentukan nasib harga wajar sahamnya.
$SRIL sdh jd kertas gorengan ANJIR🤡
mantan LQ45 kan...
@danusubagio70 sampe ancur2an harga rokok bro, dihajar pemerintah, $SRIL bisa bangkrut juga krn efek kebijakan,
mknya pada minggat investor2 besar, pindah di negara yg ramah investor, disini dipalak pejabat dan ormas2 , ngeri bro
Saya juga ga pernah cutloss krn duit dingin & selalu masuk di saham fundamental bagus. Cm pernah kejebak di saham suspend doank 🤣 $SRIL
$WOOD jangan bagi deviden untuk bbrp tahun ke depan karena utangnya masih banyakk, better lunasin utang dulu baru bagi2 deviden.
percuma bagi deviden kecil tapi bangkrut kyk $SRIL $TELE wkwkwkkwk
@gerhardalexsitoru Berarti Owner Bertanggung Jawab dan membeli saham nya kembali yg beredar di Publik dan itu oke oke aja dari pada kayak emiten yg laen kagak ada kejelasan kayak $WSKT $WIKA $SRIL 😃😁
@godbless betul sekali. Industri rokok ini banyak menyerap lapangan pekerjaan dan tembakau2 dari $HMSP $GGRM itu tidak diimport dari negara tetangga. Jadi imbasnya jika industri ini lumpuh akan lebih masif lagi dibandingkan $SRIL
@JefrySitorus saya sependapat dengan Anda. Seharusnya pemerintah ini menjaga iklim bisnis rokok legal. Tapi herannya, ini seakan2 negara malakin rokok legal, dan rokok ilegal dibiarkan beredar....Memang saya liat kadang2 ada penindakan dari aparat hukum ke rokok2 ilegal, akan tetapi, Jumlahnya ini pasti KECIL dari seluruh peredaran rokok ilegal
@gerhardalexsitoru saya setuju juga dengan Anda. Memang keliatan sektor rokok legal ini cuman jadi SAPI PERAH pemerintah. Alasannya karena mau melindungi kesehatan masyarakat. Fakta di lapangan, perokok bertambah jumlahnya dan rokok2 murah dan ilegal beredar masif juga
beginilah alkisah di negara konoha.....udah salah kebijakan, masi keukeh dipertahankan. Monggo direview baik2 sebelum industri ini kolaps
$SRIL ...semoga saja suspend bisa dibuka...
https://cutt.ly/ErpsrhW4
### Rangkuman Aksi Buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)
#### 1. Aksi Unjuk Rasa Buruh Sritex
- Pelaksana Aksi:
- Ratusan buruh PT Sritex.
- Anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
- Partai Buruh.
- Lokasi dan Waktu:
- Kediaman pemilik PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.
- Jalan Bhayangkara, Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah.
- Jumat, 21 Maret 2025.
#### 2. Tuntutan Para Buruh
- Pembayaran THR:
- Harus dibayarkan paling lambat H-7 Lebaran 2025 untuk puluhan ribu buruh.
- Pembayaran Pesangon dan Hak Buruh:
- Pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak 15%, dan penggantian cuti.
- Hak-hak buruh lainnya, termasuk uang koperasi.
- Dibayarkan paling lambat H-7 Lebaran 2025.
#### 3. Tanggapan KSPI dan Partai Buruh
- Aksi ini bukan yang terakhir, melainkan awal dari serangkaian aksi lanjutan.
- Menuntut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengeluarkan anjuran tertulis terkait besaran pesangon dan hak buruh.
- Jika Menaker tidak mengeluarkan anjuran tertulis, KSPI dan Partai Buruh menganggap PHK oleh PT Sritex adalah sepihak dan ilegal.
- Aksi ini juga merupakan bentuk perlawanan atas ketidakadilan terhadap buruh.
- Mengajak elemen masyarakat untuk ikut mengawal kasus ini sebagai solidaritas terhadap nasib buruh.
#### 4. Status PT Sritex dan Investor Baru
- PT Sritex telah mendapatkan investor baru dan akan segera beroperasi kembali.
- 5.000 mantan karyawan telah direkrut kembali untuk operasional perusahaan.
- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengonfirmasi bahwa mantan karyawan sudah menandatangani kontrak kerja dengan investor baru pada 17 Maret 2025.
- Sebelumnya, SRIL dinyatakan pailit pada 1 Maret 2025 oleh Pengadilan Niaga Semarang akibat gugatan dari PT Indo Bharat Rayon.
### Kesimpulan
Aksi unjuk rasa buruh PT Sritex dilakukan untuk menuntut pembayaran THR dan pesangon yang belum diberikan. KSPI dan Partai Buruh menegaskan bahwa PHK buruh Sritex tidak sah jika tidak ada anjuran tertulis dari Menaker. Sementara itu, PT Sritex telah mendapatkan investor baru dan mulai merekrut kembali mantan karyawan untuk melanjutkan operasional perusahaan.
Ticker Saham: $SRIL
Berdasarkan data dari Partai Buruh dan KSPI, berikut deretan perusahaan yang melakukan PHK dalam dua bulan pertama 2025.
Total buruh terkena PHK: 49.843
1. PT. Daya Mekar Tekstil – 250 buruh – Wilayah: KBB – Efisiensi
2. PT. Kencana Fajar Mulia – 300 buruh – Wilayah: KBB – Pabrik tutup
3. PT. Lantai Emas Kemenangan Jaya – 200 buruh – Wilayah: Bogor – Dalam PKPU
4. PT. Ubin Keramik Kemenangan Jaya – 230 buruh – Wilayah: Bogor – Dalam PKPU
5. PT. Inopack Packaging – 263 buruh – Wilayah: Bogor – Pailit
6. PT. Aditec Cakrawityata (Quantum) – 511 buruh – Wilayah: Tangerang – Pailit
7. PT. Sintra Elektrindo – 58 buruh – Wilayah: Bekasi – Pailit
8. PT. ISS – 9 buruh – Wilayah: Lampung – Peralihan Perusahaan
9. PT. Parsiantuli Karya Perkasa – 83 buruh – Wilayah: Cirebon – PHK Sepihak
10. PT. Karya Mitra Budi Sentosa – 10.000 buruh – Wilayah: Pasuruan, Nganjuk, dan Madiun – Pailit
11. PT. Duta Cepat Pakar Perkasa – 1.500 buruh – Wilayah: Surabaya – Pailit
12. PT. Rama Gloria Sakti – 500 buruh – Wilayah: Pasuruan – Pailit
13. PT. Miilenia Furniture – 300 buruh – Wilayah: Pasuruan – Pailit
14. PT. Cahaya Indo Persada – 150 buruh – Wilayah: Surabaya – Pailit
15. PT. Rita Sinar Indah – 100 buruh – Wilayah: Surabaya – Pailit
16. PT. New Era – 2.000 buruh – Wilayah: Gresik – Pailit
17. PT. Danamtex – 810 buruh – Wilayah: Pekalongan – Pailit
18. PT. Dupantex – 530 buruh – Wilayah: Pekalongan – Pailit
19. PT. Jabatex – 500 buruh – Wilayah: Tangerang – Pailit
20. PT. Master Movenindo – 700 buruh – Wilayah: Jakarta Utara – Pailit
21. PT. Istana Baladewa – 200 buruh – Wilayah: Bandung
22. PT. Mustika Fortuna Abadi – 3 buruh – Wilayah: KBB – PHK, proses 5 tahun
23. PT. Ricki Putra Globalindo – 700 buruh – Wilayah: Bandung – Dalam PKPU
24. PT. Daya Mekar Tekstindo – 16 buruh – Wilayah: KBB – PHK
25. PT. Fajar Mataram Sedayu – 19 buruh – Wilayah: KBB – PHK
26. PT. Falmaco Nonwoven Industry – 200 buruh – Wilayah: KBB – PHK
27. PT. Century Textil (Centex) – 137 buruh – Wilayah: Jakarta Timur – Efisiensi
28. PT. Sritex – 10.665 buruh – Wilayah: Sukoharjo – Pailit
29. PT. Bitratex – 2.000 buruh – Wilayah: Semarang – Pailit
30. PT. Primayuda – 985 buruh – Wilayah: Boyolali – Pailit
31. PT. Sinar Pantja Djaja – 340 buruh – Wilayah: Semarang – Pailit
32. PT. Yihong Novatex – 1.500 buruh – Wilayah: Cirebon – Efisiensi
33. PT. Danbi – 2.000 buruh – Wilayah: Garut – Pailit
34. PT. Sanken Indonesia – 900 buruh – Wilayah: Bekasi – Relokasi ke Jepang
35. PT. Yamaha Music Piano – 1.100 buruh – Wilayah: Jakarta dan Bekasi – Relokasi ke China
36. PT. Adis – 1.500 buruh – Wilayah: Tangerang – Efisiensi
37. PT. Victory Ching Luh – 2.000 buruh – Wilayah: Tangerang – Efisiensi
38. PT. Pulau Sambu Group – 1.700 buruh – Wilayah: Indragiri Hilir – PHK Massal
39. PT. RSUP – 1.800 buruh – Wilayah: Indragiri Hilir – PHK Massal
40. KFC – 2.274 buruh – Wilayah: - – Efisiensi
$FAST $SRIL $RICY
bro masalahnya IKN bikin daya beli nyungsep, pajak naik. hutang bengkak.
menahan suku bunga ga akan menahan dana investor asing. kalau akar masalahnya ga di benahi.
daya beli ini efek domino nya tercermin di laporan keuangan $BBRI BTPS GGRM UNVR . masalah daya beli juga tercermin di industri tekstil seperti $SRIL dan lainnya.
$PANI
yang penting jangan cuma omon-omon, kembalikan dana nasabah bank dari koperasi sapi merah pemutihan
kembalikan lapangan kerja kepada karyawan phk
kembalikan sistem pajak yang lama daripada sistem crashcore
kembalikan pemerintahan sipil dan fungsi tni
$BMRI $SRIL $MTDL
$BBCA bisa2nya kena lagi habis $SRIL, sekarang PT Gunbuster Nickel. Katanya paling prudent, kok malah kucurin kredit ke perusahaan asing pulak.... Kita yg lokal aja mau minta kredit 100jt begitu ribetnya.
$IHSG Penurunan saham $BBRI yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh kurangnya kepercayaan investor asing terhadap ekonomi dan stabilitas politik di Indonesia, yang menyebabkan mereka mengurangi investasi di Indonesia, termasuk di sektor perbankan. Kekhawatiran investor asing tentang korupsi, hukum yang tidak jelas, dan ketidakstabilan politik di Indonesia telah memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia. Selain itu, efisiensi anggaran pemerintah yang tidak optimal juga telah memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia, karena pengeluaran yang tidak terkendali dan prioritas anggaran yang tidak tepat. Investor asing juga tidak suka investasi di Indonesia karena proses yang dipersulit dan banyak pungutan liar, serta adanya tekanan dari ormas yang tidak kondusif. Hal ini telah menyebabkan investor asing mengalihkan investasi mereka ke negara-negara lain yang memiliki iklim investasi yang lebih kondusif contohnya Vietnam, Thailand dan Malaysia yg memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik . Di samping itu, jual beli masyarakat juga menurun secara signifikan, sehingga beberapa perusahaan mengalami kerugian dan melakukan PHK massal contohnya $SRIL . Hal ini telah memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia dan meningkatkan tingkat pengangguran. Sebagaimana kita tahu, BBRI ini memiliki target pasar yang kuat di segmen pasar micro, membantu masyarakat UMKM dengan menfasilitasi pinjaman dan meningkatkan akses keuangan bagi mereka. Namun, meskipun pendapatan BBRI naik dari tahun lalu, tidak menutup kemungkinan bahwa tahun ini akan terasa efeknya. Bisa jadi, pendapatan tahun ini akan mengalami penurunan karena kondisi ekonomi yang memburuk dan menurunnya kepercayaan investor. Dengan demikian, penurunan saham BBRI tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh faktor internal yang terkait dengan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, dan iklim investasi di Indonesia.
https://cutt.ly/3riNeA8o
betul... kalau punya hutang (apalagi berbunga) dan tiba tiba naudzubillah musibah menimpa shg kekayaan kita menguap
Kita bukan Tuhan yang tau 100% kepastian masa depan... kita cuma bisa ikhtiar dgn mengelola risiko
ex: menghindari membeli perusahaan yang risiko bangkrutnya besar spt $WSKT $SRIL $WMUU
Pada akhirnya mayoritas orang disini maunya stockpick, jadi kalo mau terkenal pinter pinter kasih stockpick berikut cara ngelesnya kalo salah.
kalo sekedar mau share idea ya tulis aja bebas…
soalnya kalo kata Prof Stella Christie menulis itu penting sebagai sarana berfikir.
dalam perjalanan penulisan its okay sekali menurut saya menjilat ludah sendiri, ya karena pemikiran bisa berubah dengan tambahnya ilmu.
Wong saya awal belajar saham 2020 anggepnya fundamental is dead kok karena cuan di gorengan mulu dan sempet dibawa cutloss di SRIL karena pemahaman fundanya sekedar PBV rendah artine baguss… sekarang malah sangat mengamini fundamental setelah belajar 4 tahunan di market
Selamat sahuurr 🙏🏻
$ZBRA $SRIL $WIFI
asbun
ormas dampaknya lokal
ormas berdasi yg bikin kebijakan regulasi politik serampangan, dampaknya sistemik sampai ke akar-akarnya .
kalau media konotasi nya sama artinya ini pencucian otak publik, menjauhkan dari akar masalah sebenarnya yaitu regulasi dan daya beli .
ente lihat aja GGRM, UNVR, FAST, BTPS, $BBRI $SRIL $GOTO, BATA
itu bukan efek ormas, judol tapi regulasi dan daya beli. terutama akar masalahnya IKN dan proyek-proyek yg di biaya mahal, tapi tidak memberikan imbal hasil yang bagus. buang angggaran.
food estate, bandara, kereta cepat, jalan tol yg katanya bikin harga murah, semua anomali
@ayahhera laba akrual. Laba yang tidak ada kas nya. Ngaku laba di atas kertas tapi ndak ada real kas masuk. Contoh kas laba $SRIL $PBRX $WSKT
$WIFI GERAKAN NYA MENGINGATKAN TENTANG $BWPT $SRIL AISA..DAHULU KALA...TRANSAKSI JUMBO2...BERAKHIR SYULIT...EH PALILIT.....EH PAILIT
ini gua heran nya di Indonesia ini. masalah fundamental nya ga di atasi. malah di tutupi pakai isu ga jelas.
lu pikir aja pakai akal, judol bisa bikin PHK massal industri tekstil? lebih masuk akal mana PHK massal industri tekstil di sebabkan kran impor?
isu-isu ga jelas beginian yg bikin masalah ekonomi salah pengobatan.
pendapatan pajak turun, lari nya ke isu coretax, padahal masalah fundamental nya daya beli masyarakat di sektor UMKM dan pasar tradisional lagi turun. karena PPN naik, karena hutang negara naik dan adanya IKN
$WIFI $BBRI $SRIL
Satu hal yang menjadi fokus saya setelah nemu emiten dengan fundamental bagus, berdividen dan kinerja yang memang bagus adalah interest bearing atau utang berbunganya.
Jadi, jangan sampai kita punya emiten yang utang berbunganya gak bisa dibayar, bisa-bisa kayak $SRIL yang harus pailit gulung tikar.
$SRIL KURANG AJAR tegas salah satu anggota DPR, $IHSG$BBRI
https://cutt.ly/brunstcI
permasalahan pabrik tekstil bukan soal asset liabilities management seperti kata akun bukanorangpentingRI yang katanya analis sebuah perusahaan keuangan.
tapi memang kran impor dan regulasi pemerintah.
dan lucunya lagi orang ini tepuk tangan dengan isu investor baru akan menyelamatkan Sritex, dan karyawan nya bisa bekerja lagi.
gua lucu karena dia analis, ini sudah telat
kalau mau menyelamatkan Sritex kemaren saat kran impor mau di buka , di stop.
semua industri tekstil masalahnya sama. apalagi dollar gagal ke 10 ribu, tambah rungkad lagi utang dalam bentuk USD nya.
$SRIL