605

+10

(1.68%)

Today

6.73 M

Volume

9.72 M

Avg volume

Company Background

PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) adalah kelompok usaha agribisnis yang terdiversifikasi dan terintegrasi dengan operasi bisnis utama yang berkisar antara penelitian dan pengembangan, pengembangbiakan dan budidaya kelapa sawit, hingga penggilingan dan pemurnian minyak sawit mentah, dan pemasaran dan distribusi minyak goreng, margarin, shortening dan produk turunan lainnya. SIMP Group juga melakukan penanaman tanaman lain seperti karet, tebu, kakao dan teh. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang tergabung di Indonesia, dan Indofood Agri Resources Ltd., Singapura ('IndoAgri') adalah perusahaan induk dari kedua kelompok terse... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Berita terbaca 28 Feb dan 1 Maret 2026
sembarang tag : $POWR , $SIMP , $GOTO

Azab di alam barzakh
Dalam mimpi, Rasulullah ﷺ diperlihatkan berbagai bentuk azab. Salah satunya:

Seseorang duduk, lalu datang orang lain membawa pengait besi.
Pengait itu dimasukkan ke sudut mulutnya, lalu disobek hingga ke tengkuk.
Kemudian sisi lainnya dilakukan hal yang sama.
Setelah selesai, wajahnya kembali normal, lalu disiksa lagi berulang-ulang.

Ketika Nabi ﷺ bertanya, malaikat menjelaskan:

“Itu adalah orang yang keluar dari rumahnya lalu berdusta, dan dustanya tersebar hingga ke penjuru dunia. Ia disiksa seperti itu sampai hari kiamat.”

Saran : sering - sering mandiin jenazah hingga menyolatkan dan menguburkan.

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@williams1011 indomie nya pake minyaknya $SIMP, kalo perang paling laku. wkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

oke lanjut part 26 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (LPPF, LSIP, SIMP)

$LPPF , PT Matahari Department Store Tbk
- Peritel department store terbesar di segmen middle–mass Indonesia
- Fokus: fashion, footwear, beauty, kids, home
Model bisnis:
- Combination of private label (SUKO, ZES, Nevada, dll)
- Brand konsinyasi
- Omnichannel (Shop&Talk, livestream, online platform)
Biaya terbesar: sewa (PSAK 73), gaji, dan inventory risk.
Secara karakter:
- Mature retailer
- No structural growth
- High exposure to purchasing power
- Rental & labor inflation risk
- Competition from illegal imports
LPPF = high operating leverage + cyclical + tergantung daya beli kelas menengah.

history 2021-2025
2021 Net Income ± 913, Recovery pasca-Covid
2022 Net Income ± 1.32 T, Reopening boom
2023 Net Income± 1.20 T, Stabilisasi
2024 Net Income 828, Normalisasi
2025 Net Income 725, Lemah demand + one-off reversal

fase saat ini
Fase Bisnis: Mature – Defensive cyclical
Status Emiten : Cash generative
Market Segment : Middle class retail fashion
Growth Mode : Store optimization + private label expansion
Risiko Utama : Daya beli, impor ilegal, wage inflation

Kondisi Market Segment :
- Tabungan masyarakat turun
- Youth unemployment tinggi
- Informal worker naik
- Illegal import pressure tinggi

➡ Artinya 2025–2026 = demand environment masih soft.
Lebih cocok sebagai dividend cyclical stock

mengenai Capex digunakan untuk:
- Mono-brand SUKO & ZES expansion
- MU+KU concept store
- Renovasi gerai lama
- Teknologi omnichannel

Strategi memaksimalkan capex:
- Tutup 7 gerai rugi : Tingkatkan ROIC
- Buka mono-brand : Margin lebih tinggi
- Perbesar private label mix : GM naik
- Omnichannel : Inventory turnover lebih cepat
Ini strategi yang tepat untuk fase defensif.

dengan mempertimbangan kondisi market yang cenderung negatif, fair value di 6-7x, eps 250-280 = 1,600 – 2,000 per share.

lanjut $LSIP , PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi (upstream)
Segmen utama:
🌴 Perkebunan kelapa sawit (TBS)
🏭 Produksi CPO (Crude Palm Oil)
🥥 PK (Palm Kernel)
🌱 Benih unggul sawit (seed breeding – salah satu yang kuat di Indonesia)

Karakter bisnis:
- Pure upstream → sangat sensitif harga CPO global
- Struktur biaya relatif efisien
- Net cash, tanpa leverage besar
- Mayoritas dimiliki Indofood Group

Karakter LSIP:
- Pure upstream
- Earnings cyclical
- Tidak punya downstream
- Net cash strong
- Governance baik

True EPS normal = ±145 – 150 per share
multiply nya berdasarkan siklus CPO
Peak CPO = 6–8x
Mid-cycle = 8–10x
Bottom cycle = 12–15x
PE wajar: 8–10x
Fair value konservatif: 1.200 – 1.500

kita lihat fase dan siklusnya 2021-2025
2021 Siklus CPO Recovery, fase Recovery
2022 Supercycle, fase Peak profit
2023 Koreksi, fase Normalisasi
2024 Stabil, fase Mid-cycle
2025 Stabil naik, fase Mid-cycle
2026 Berpotensi naik?, fase Early upcycle?

Hal yang perlu diperhatikan:
1️⃣ Harga CPO global
2️⃣ Produksi TBS (pengaruh cuaca El Nino / La Nina)
3️⃣ Margin akibat pupuk & biaya tenaga kerja
4️⃣ Rupiah terhadap USD

Jika Harga CPO > 4.000 MYR sustain, Produksi normal
👉 2026 earning bisa tembus 1,1 – 1,2 T
👉 EPS bisa 160 – 175

Pola Capex LSIP:
1️⃣ Replanting bertahap (tidak agresif ekspansi)
2️⃣ Upgrade pabrik CPO (efisiensi extraction rate)
3️⃣ Peremajaan kebun tua → yield improvement
4️⃣ Investasi bibit unggul (seed business margin tinggi)

Karakter capex:
- Tidak ekspansi liar
- Fokus yield & efisiensi
- Return on invested capital dijaga
- Tidak ambil utang untuk ekspansi

Ini membuat:
✔️ Neraca sangat sehat
✔️ Cash flow stabil
✔️ Risiko rendah

Cocok dibeli saat fear siklus, 2026 potensi membaik jika CPO naik

lanjut $SIMP
SIMP = Agribusiness terintegrasi berbasis kelapa sawit.
Segmen utama:
- Perkebunan kelapa sawit (hulu)
- Produksi CPO & PK
- Refinery & produk turunan (minyak goreng, margarin, shortening)
- Produk konsumen & industrial oil
- Anak usaha penting: LSIP (London Sumatra)
Model bisnis:
👉 Fully integrated dari kebun → pabrik → refinery → distribusi.
Karakter bisnis:
- Sangat tergantung harga CPO global
- Capital intensive
- Siklus komoditas kuat
- Margin sangat volatile

Fase Emiten
2021 Expansion, Bullish commodity, CPO naik tajam
2022 Peak Cycle, Supercycle, Margin sangat tinggi
2023 Downcycle, Koreksi, Harga CPO turun
2024 Stabilization, Recovery awal, Harga stabil
2025 Early Upswing, Normalizing, Demand membaik

Cara Manajemen Maksimalkan Capex :
- Replanting kebun tua → naikkan yield jangka panjang
- Optimasi extraction rate CPO
- Integrasi LSIP → sinergi biaya
- Downstream product mix → stabilkan margin
- Automasi & efisiensi energi

Karakter Capex SIMP:
2021–2022 : Peremajaan kebun (replanting), Modernisasi pabrik, Efisiensi milling
2023–2024 : Fokus cost control, Optimasi yield, Maintenance capex
2025 : Peningkatan produktivitas, Investasi downstream margin lebih tinggi

Capex mereka bukan ekspansi agresif, tapi:
👉 productivity driven
👉 margin protection strategy

Risiko Utama SIMP :
- Harga CPO global
- Kebijakan ekspor Indonesia
- Pajak & levy
- Cuaca ekstrem
- ESG pressure global
- Impairment goodwill LSIP (selalu muncul di audit note)

EPS normal: 105
P/E wajar 7x
Fair value = 735 per share

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sharing cuan:

"Anda tidak melindungi diri Anda secara memadai dengan menjadi setengah terjaga sementara orang lain sedang tidur," ucap Warren Buffett seperti dikutip Barchar

Peringatan Warren Buffett ini lahir dari kesalahan langka yang pernah ia buat: Ia membeli obligasi berjangka 15 tahun saat menyadari iklim ekonomi sedang bergeser, namun ia gagal menjualnya ketika kekhawatirannya terbukti benar.

Buffett kehilangan uang bukan karena ia ceroboh, melainkan karena ia hanya "setengah terjaga". Ia mengikuti arahan umum pasar alih-alih berpegang teguh pada standar risetnya yang ketat. Baginya, menjadi setengah terjaga berarti melakukan upaya minimum atau hanya mengikuti kawanan (herd mentality), mengabaikan dinamika yang bergeser, atau gagal melakukan riset mendalam untuk memahami sebuah aset.

Paralel Modern: Jebakan Momentum AI

Saat ini, pasar sedang berada dalam siklus momentum tinggi yang didorong oleh teknologi AI. Dengan kesuksesan besar perusahaan seperti Nvidia (NVDA), godaan untuk mengikuti tren secara buta sangatlah besar.

Namun, tanda-tanda pergeseran mulai terlihat. Meski pembangunan infrastruktur AI terus dipercepat, indeks Nasdaq mulai kesulitan mempertahankan momentumnya dan volatilitas kembali merayap masuk.

Di sinilah investor yang "setengah terjaga" sering kali merugi. Mereka tetap bertahan dalam transaksi hanya karena percaya pada hiruk-pikuk pasar (hype) dan FOMO tanpa menyadari rasio risiko terhadap keuntungan (risk-to-reward) yang dihadapi dan perhitungan fundamental perusahaan yang berubah

Cara Tetap "Terjaga Penuh" di Pasar Saat Ini

Untuk melindungi portofolio dari pergeseran pasar yang tidak terhindarkan, Warren Buffett menyarankan beberapa langkah disiplin:

- Akui kesalahan sejak dini: jangan biarkan rasa takut merealisasikan kerugian (unrealized loss) menahan Anda pada posisi yang tidak lagi sesuai dengan strategi portofolio Anda.

- Lampaui analisa bukan sekadar tren (FOMO): sangat mudah untuk membeli apa yang sedang populer. Namun, perlindungan sejati dalam investasi adalah pada saham bernilai (value stocks) yang menguntungkan dan memiliki rekam jejak yang terbukti. Jika Anda tidak bisa menjelaskan bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan arus kas lima tahun dari sekarang, Anda mungkin sedang "tertidur".

- Diversifikasi efisien: investor yang setengah terjaga sering kali terjebak dalam satu sektor saja. Tetap terjaga berarti melakukan penyeimbangan ulang (rebalancing) secara konsisten untuk mengurangi paparan terhadap potensi gelembung (bubble).

Warren Buffett membangun Berkshire Hathaway dengan kesadaran penuh terhadap setiap aspek bisnis yang ia sentuh. Kerugiannya bukanlah produk sampingan dari pasar yang fluktuatif, melainkan harga yang harus dibayar karena membiarkan kewaspadaannya turun.

Pelajaran bagi kita jelas: pasar penuh dengan orang-orang yang "tertidur" terhadap risiko. Anda tidak bisa melindungi modal hanya dengan sedikit lebih waspada dari mereka. Untuk bertahan dan berkembang, Anda harus terjaga sepenuhnya, disiplin, dan siap bertindak saat kerumunan mulai terlelap.

Kedisiplinan di Balik Keberhasilan Berkshire Hathaway

Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor paling sukses sepanjang masa melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway. Filosofi dasarnya berpusat pada Value Investing, yakni mencari perusahaan yang nilai intrinsiknya lebih tinggi daripada harga pasarnya saat ini.

Ia selalu menekankan pentingnya "lingkaran kompetensi", yakni hanya berinvestasi pada bidang yang benar-benar dipahami, dimengerti dan analisa fundamental sahamnya

Prinsip "terjaga sepenuhnya" yang ditekankan Warren Buffett mencerminkan pandangannya bahwa investasi bukanlah permainan spekulatif.
investasi saham bukan perjudian yang akan sukses dalam sekejap, melainkan kepemilikan bisnis secara serius dengan fundamental yang terjaga dan waktu

Di tengah volatilitas pasar global pada 2026, nasihatnya mengenai riset mendalam dan disiplin diri tetap menjadi kompas utama bagi investor profesional maupun ritel yang ingin membangun kekayaan dalam jangka panjang tanpa terjebak dalam euforia pasar sesaat.

salam inves
$WMUU, $FPNI, $SIMP

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah akan ada special dividen dr $LSIP ke $SIMP karena denda?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AALI dan $SIMP Sama-sama Kena Denda Satgas PKH Tapi Beda Cara Catat di LK

AALI dan SIMP sama-sama kena denda Satgas PKH tapi anehnya adalah cara mencatat denda itu di LK Full Year 2025 sangat beda. Menurut saya ini aneh sih karena dua manajemen mendapatkan denda yang sama tapi interpretasi akuntansi mereka sangat beda seperti bumi dan langit. Tapi kalau dibedah pelan dan analitik, ini sebenarnya soal judgement manajemen tentang seberapa besar peluang menang dan seberapa pasti arus kas keluar itu dianggap final. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

AALI memilih jalur konservatif. Mereka mencatat beban legal Rp572,07 M di laporan laba rugi 2025, naik tajam dari Rp81,7 M tahun sebelumnya. Artinya denda sudah priced in. Laba bersih 2025 sekitar Rp1,54 T, jadi beban ini kira-kira 37% dari laba. Secara prinsip akuntansi, ini masuk kategori provisi karena dianggap kewajiban kini yang kemungkinan besar mengakibatkan arus keluar sumber daya. Sisi positifnya, kualitas laba jadi lebih bersih ke depan karena risiko besar sudah diakui. Sisi negatifnya, laba tahun berjalan langsung tertekan dan rasio profitabilitas terlihat lebih jelek. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

SIMP sebaliknya. Mereka membayar Rp2,34 T ke escrow 30 Desember 2025, tapi tidak membebankannya ke laba rugi. Dana itu dicatat sebagai aset tidak lancar lainnya karena manajemen mengajukan keberatan dan menilai masih ada peluang pemulihan. Laba bersih 2025 Rp2,82 T, sehingga nilai denda setara kira-kira 83% laba. Kalau langsung dibebankan, laba hampir habis. Jadi secara skala, eksposur SIMP jauh lebih besar dari AALI, baik absolut maupun relatif terhadap laba dan ekuitas.

Apakah pendekatan SIMP bagus atau buruk? Bagus kalau syaratnya terpenuhi yaitu probabilitas menang tinggi dan ada dasar hukum kuat untuk pemulihan dana. Dalam standar akuntansi, aset hanya boleh diakui jika manfaat ekonominya besar kemungkinan mengalir kembali. Kalau memang peluang menang substansial dan ada preseden kuat, mencatat sebagai aset bisa dibenarkan dan menjaga stabilitas laba. Tapi kalau peluangnya lemah, ini berubah jadi bom waktu karena suatu saat harus write off Rp2,34 T dan itu akan menggerus ekuitas secara drastis.

Apakah syarat itu sudah terpenuhi? Dari sisi fakta, SIMP memang punya rekam jejak menang perkara KPPU dan membalikkan Rp40,89 M menjadi penghasilan operasi lain. Itu menunjukkan mereka berani litigasi dan pernah berhasil. Namun kasus PKH ini nilainya jauh lebih besar dan sifatnya administratif kehutanan, bukan persaingan usaha. Hingga akhir periode, belum ada putusan final. Jadi secara objektif, ini masih wilayah ketidakpastian yang material. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi arus kas, AALI relatif lebih nyaman. CFO sekitar Rp4,21 T sehingga beban Rp572 M hanya sekitar 13% dari arus kas operasi. SIMP punya CFO Rp3,43 T, tapi Rp2,34 T sudah keluar tunai ke escrow, setara sekitar 68% CFO. Memang kas SIMP masih Rp8,35 T dan utang neto kira-kira Rp1,15 T, jadi likuiditas tidak langsung terancam. Namun kualitas free cash flow tahun itu jelas tertekan oleh pembayaran tersebut.

Jadi secara komparatif, AALI unggul dalam transparansi dan konservatisme, laba masa depan lebih stabil tapi laba tahun ini dikorbankan. SIMP unggul dalam menjaga laba jangka pendek dan rasio profit terlihat kuat, tapi membawa risiko akuntansi besar ke periode berikutnya. Mana yang lebih baik tergantung hasil hukum. Kalau SIMP menang, pendekatan mereka terlihat cerdas dan agresif. Kalau kalah, pendekatan AALI akan terlihat lebih prudent dan disiplin sejak awal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@RickyTsia yang kena denda satgas PKH cuma $SIMP. Itu $LSIP ndak kena

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP LK Full Year 2025: Kena Denda Satgas PKH

Di LK Full Year 2025, SIMP mencetak laba sangat besar tapi ada 1 bom waktu yang sangat besar menanti, yakni denda satgas PKH. Maksudnya begini, bisnisnya terlihat sangat sehat di laporan laba rugi, tetapi ada dana Rp2,34 T yang sudah keluar dari kas dan sekarang status akhirnya masih menggantung. Kalau hasil keberatannya tidak sesuai harapan, dampaknya bisa terasa seperti laba setahun disedot habis oleh urusan non-operasional. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi bisnis inti, SIMP sedang dalam fase panen kinerja. Revenue naik 31,9% jadi Rp21,06 T dan laba tahun berjalan naik 29,2% jadi Rp2,82 T. Ini bukan kebetulan, karena struktur SIMP memang terintegrasi dari kebun sampai produk jadi. Segmen perkebunan menyumbang laba usaha segmen Rp3,36 T, jauh lebih dominan dibanding segmen minyak dan lemak nabati yang laba usaha segmennya Rp702,2 M, padahal segmen minyak dan lemak nabati revenue-nya Rp14,99 T. Artinya, uang besar SIMP datang dari kebun dan efektivitas rantai pasok internal, sementara pabrik dan merek memberi volume dan stabilitas distribusi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Namun, kualitas margin tidak sepenuhnya mulus. Gross margin turun dari 30,3% jadi 26,0% karena beban pokok tumbuh lebih cepat daripada revenue. Operating margin juga turun tipis dari 20,7% jadi 19,0%. Net margin relatif stabil 13,4% dari 13,7%, SIMP tetap cuan besar, tapi biaya ikut naik dan perusahaan harus kerja lebih keras untuk menjaga setiap rupiah laba.

Sekarang masuk ke inti bom waktunya. Denda administratif kehutanan Rp2,34 T dibayar pada 30 Desember 2025 ke rekening penampungan escrow. Di LK Full Year 2025, pembayaran ini tidak dibebankan ke laba rugi, melainkan diparkir sebagai aset tidak lancar lainnya karena SIMP mengajukan keberatan dan prosesnya belum selesai. Jadi laba Rp2,82 T itu belum terkena pukulan denda. Secara akuntansi ini bisa masuk akal jika manajemen yakin dana tersebut bisa dipulihkan, tapi buat investor, ini tetap risiko besar karena hasil akhirnya di luar kontrol perusahaan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau keberatan diterima, efeknya positif. Kas bisa kembali Rp2,34 T, aset tidak lancar itu turun, dan tidak ada beban besar yang menghantam laba. Kalau keberatan ditolak, efeknya pahit. SIMP harus menghapus aset Rp2,34 T itu dan secara logika sederhana, sekitar 83% dari laba setahun Rp2,82 T bisa lenyap kalau dibukukan sebagai beban. Yang lebih penting, kasnya sudah terlanjur keluar di 2025, jadi ini bukan risiko kas masa depan, ini risiko pengakuan final, status, dan apakah dana itu kembali atau tidak.

Untungnya, bantalan SIMP tebal. Kas Rp8,35 T, pinjaman berbunga Rp9,50 T, jadi utang neto kira-kira Rp1,15 T. CFO Rp3,43 T dalam setahun, cukup untuk menutup utang neto beberapa kali lipat. Net gearing ratio 0,04x menunjukkan leverage bersih rendah. Jadi denda PKH ini memang bisa memukul laba dan ekuitas, tapi kecil peluang membuat SIMP kehabisan napas likuiditas, kecuali muncul denda lanjutan atau gangguan operasional besar.

Ada juga dua hal yang perlu kita ingat. Pertama, SIMP sempat menang perkara persaingan usaha, sampai bisa membalikkan penyisihan denda Rp40,89 M menjadi penghasilan operasi lain. Itu kabar baik karena mengurangi beban hukum yang mengganggu laba. Kedua, pola penjualan pihak berelasi cukup besar, total 39,5% dari penjualan, dan penjualan ke $ICBP sendiri 19,58% senilai Rp4,12 T. Ini biasanya membantu stabilitas serapan barang, tapi membuat SIMP kuat karena ekosistem grup, bukan semata menang di pasar bebas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Terakhir, soal piutang, masalah utama bukan pelanggan komersial karena penyisihan piutang pihak ketiga hanya Rp444 Jt dari piutang bruto Rp769,7 M, kecil sekali. Yang lebih berisiko justru piutang plasma Rp1,28 T dengan penyisihan Rp711,4 M atau 55,6%. Ini bukan berarti SIMP ditipu, tapi menggambarkan model plasma memang panjang, bergantung produktivitas kebun, dan cicilan petani baru lancar kalau kebunnya benar-benar menghasilkan. Ke vendor juga tidak terlihat pola bandel karena mayoritas utang usaha berstatus lancar, dan dengan kas Rp8,35 T, keterlambatan kecil lebih masuk akal sebagai urusan administrasi daripada gagal bayar.

Jadi, LK Full Year 2025 menunjukkan SIMP sedang sangat kuat secara operasional dan kas, tapi ada satu pos non-operasional Rp2,34 T yang statusnya belum final. Investor boleh menikmati laba besar Rp2,82 T, tapi tetap harus menganggap denda satgas PKH sebagai variabel yang bisa mengubah cerita laba dalam sekejap, tanpa mengubah fakta bahwa kasnya sudah sempat keluar.

🧨 SIMP LK Full Year 2025 Bom Waktu PKH

🟢 Kinerja inti
• 🛢️ Revenue Rp21,06 T naik 31,9%
• 💰 Laba Rp2,82 T naik 29,2%
◦ 📉 Gross margin 26,0% turun

💣 Denda Satgas PKH
• 🧾 Dibayar Rp2,34 T ke escrow
• 🧱 Dicatat aset tidak lancar
◦ ⚠️ Jika kalah potong kira-kira 83% laba
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧯 Bantalan kas
• 💧 Kas Rp8,35 T
• 🔄 CFO Rp3,43 T
• 🧷 Utang neto Rp1,15 T

🧾 Piutang
• ✅ Pihak ketiga penyisihan Rp444 Jt dari Rp769,7 M
• ⚠️ Plasma Rp1,28 T penyisihan 55,6%

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@StockbitNews2 $SIMP 🚀🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencetak kinerja positif sepanjang tahun lalu. Emiten sawit milik konglomerat Anthoni Salim itu membukukan kenaikan penjualan dan laba yang signifikan.
Salim Ivomas meraih penjualan sebesar Rp21,06 triliun pada 2025, tumbuh 32 persen dibandingkan 2024 ...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

“Remember, cash is a fact, profit is an opinion.” – Alfred Rappaport

$LSIP $SIMP $INDF

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jika perang benar2 meletus & selat Hormuz suspend. Maka harga oil akan naik gila2an. Pemerintah bisa pusing tujuh keliling memikirkan APBN yang berpotensi defisit. Apakah dengan perang pemerintah akan menghentikan MBG demi subsidi BBM? Ah sudahlah nyawit aja lebih enak.

$TAPG $LSIP $SIMP

$SIMP $BUMI $MEDC

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LSIP Full Year 2025: The Power of Nyawit

LSIP adalah perusahaan yang bisa cetak laba gede sampai Triliunan berkat jualan sawit. Di satu sisi, sawit dianggap sebagai sumber bencana, di sisi lain sawit adalah sumber duit. Di laporan keuangan, moral debat itu tidak muncul sebagai kalimat, tapi muncul sebagai angka. Ketika harga komoditas mendukung dan operasional rapi, sawit berubah jadi mesin uang yang nyaris tidak ada lawannya di bursa. LK Full Year 2025 LSIP menggambarkan itu dengan sangat jelas, growth kencang, margin tebal, kas menumpuk, utang bank berbunga nihil. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

CPO menyumbang Rp4,09 T atau 74,3% dari total pendapatan Revenue LSIP yang mencapai Rp5,51 T. Produk inti sawit dan produk terkait Rp1,09 T atau 19,8%. Karet cuma Rp149,98 M atau 2,7%. Benih dan lainnya Rp175,30 M. Secara ekonomi, LSIP bisa dibilang sebagai perusahaan CPO, sedangkan karet hanya sampingan. Jadi kalau investor bertanya apa yang paling menentukan performa LSIP, jawabannya adalah harga CPO, volume, rendemen, dan efisiensi biaya kebun serta pabrik. Segmen produk kelapa sawit juga menyumbang laba usaha segmen terbesar Rp1,92 T, mengunci kesimpulan bahwa profit itu datang dari sawit, bukan dari diversifikasi yang kecil-kecil. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi growth, angka LK Full Year 2025 terlihat seperti tahun panen. Pendapatan naik 20,8% dari Rp4,56 T menjadi Rp5,51 T. Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 27,8% dari Rp1,48 T menjadi Rp1,89 T. Ini bukan growth kosmetik, karena margin ikut tebal. Net margin menguat dari 32,4% menjadi 34,3%. Dalam bahasa sederhana, LSIP bukan cuma jualan lebih banyak atau jualan lebih mahal, tapi juga mampu mengubah penjualan itu jadi laba bersih dengan konversi yang makin baik.

Ada satu detail yang kelihatan kontradiktif tapi justru penting untuk interpretasi. Gross margin turun dari 43,7% menjadi 41,0%. Penyebabnya beban pokok naik 26,4%, lebih cepat dari kenaikan pendapatan 20,8%. Ini berarti biaya produksi dan pembelian bahan baku melaju kencang, bisa karena biaya pupuk, tenaga kerja, logistik, atau dinamika harga TBS. Di titik ini, investor yang hanya lihat gross margin mungkin mengira ada masalah besar. Tetapi LSIP menunjukkan bahwa laba usaha justru makin kuat, operating margin naik dari 34,0% menjadi 36,4%. Kuncinya ada di biaya lain. Beban operasi lain turun drastis dari Rp437,6 M pada 2024 menjadi Rp9,3 M pada 2025. Tahun 2024 ada beban besar dari penurunan nilai aset kebun karet Rp296,16 M, sementara 2025 beban semacam itu hampir tidak ada. Jadi, gross margin memang turun, tetapi beban non-operasional yang dulu menggerus laba sudah hilang, membuat operating margin dan net margin menguat. Ini contoh klasik, satu layer margin turun, layer berikutnya naik karena ada normalisasi beban besar yang sifatnya one-off.

Dari sisi daya tahan bisnis, LSIP berada di kelas yang jarang. Perusahaan punya lahan tertanam 110.982 hektar, skala yang besar untuk menjaga volume produksi dan efisiensi. Sebagai bagian dari Grup Salim melalui $SIMP, jalur penyerapan produk juga relatif aman. Penjualan ke SIMP 63,26% dari total pendapatan, setara Rp3,48 T. Angka ini turun dari 79,80% pada 2024, dan itu bisa dibaca dua arah. Positifnya, ketergantungan ke entitas grup menurun, berarti ada ruang pasar eksternal yang makin besar, diversifikasi pelanggan meningkat. Negatifnya, tetap saja lebih dari separuh pendapatan masih lewat satu pihak, jadi investor tetap perlu memantau kewajaran harga, terms, dan risiko konsentrasi. Namun untuk komoditas yang mudah dijual, channel grup sering berfungsi sebagai penstabil serapan, bukan sebagai penghambat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang paling sulit dibantah adalah kekuatan kas dan arus kas. Kas dan setara kas melonjak menjadi Rp7,59 T dari Rp5,45 T. Total liabilitas hanya Rp1,54 T, dan yang lebih menarik, tidak ada utang bank berbunga. CFO Rp3,02 T. Artinya CFO setara 1,95 kali total liabilitas. Dengan kas Rp7,59 T, LSIP secara teori bisa melunasi seluruh liabilitasnya 4,9 kali lipat. Ini status net cash yang ekstrem. Untuk investor, ini berarti risiko gagal bayar nyaris nol, fleksibilitas dividen dan buyback tinggi, serta kemampuan bertahan saat harga CPO turun jauh lebih kuat daripada pemain yang banyak utang.

Kalau dibawa ke isu kompetisi, LSIP sebenarnya tidak berkompetisi seperti FMCG yang saling banting harga, tapi bertarung dengan dua hal. Harga komoditas dan produktivitas kebun. LSIP mengurangi risiko pasar dengan cara yang sederhana tapi efektif, menjual banyak ke entitas grup, menerapkan verifikasi kredit pelanggan, dan menjaga hubungan pasokan TBS lewat petani plasma. Mereka juga punya natural hedge terbatas lewat penjualan ekspor, walau tidak punya hedging formal harga komoditas. Bukti manajemen penagihan juga terlihat rapi, penerimaan kas dari pelanggan naik menjadi Rp6,15 T dari Rp4,08 T. Kualitas piutang pun sangat bersih, piutang usaha bruto Rp40,66 M dengan cadangan penurunan nilai cuma Rp391 Juta, kurang dari 1%. Piutang jatuh tempo >90 hari hanya Rp1,35 M, yang secara proporsi nyaris tidak berarti dibanding aset Rp15,54 T, ekuitas Rp13,996 T, revenue Rp5,511 T, laba Rp1,886 T, maupun CFO Rp3,015 T. Ini bukan bisnis yang uangnya nyangkut di pelanggan.

Di sisi vendor, LSIP juga tidak menunjukkan kebiasaan menahan pembayaran. Utang usaha Rp250,70 M, dan 95,8% atau Rp240,34 M berstatus lancar. Utang >90 hari cuma Rp3,46 M. Dengan kas Rp7,59 T, menunda pembayaran vendor tidak memberi manfaat ekonomi. Ini penting karena banyak perusahaan komoditas terlihat kuat di laba, tapi cashflow-nya rapuh karena modal kerja kacau. LSIP menunjukkan kebalikannya, laba naik, CFO melonjak hampir dua kali lipat dari Rp1,56 T menjadi Rp3,02 T, dan free cash flow juga tebal, Rp2,58 T dari CFO Rp3,02 T dikurangi capex Rp433,3 M. Ini kualitas laba yang investor biasanya cari, laba didukung kas, bukan laba yang hanya bagus di kertas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

LK Full Year 2025 LSIP adalah potret perusahaan sawit yang sedang berada di fase sangat menguntungkan, growth dua digit, margin bersih 34,3%, kas Rp7,59 T, utang bank berbunga nihil, CFO Rp3,02 T, free cash flow Rp2,58 T. Titik yang perlu diingat investor adalah dua hal. Gross margin turun ke 41,0% karena biaya naik lebih cepat dari revenue, jadi efisiensi biaya kebun dan pabrik tetap wajib dipantau. Dan konsentrasi penjualan ke SIMP 63,26% memberi stabilitas serapan, tapi tetap membawa risiko konsentrasi yang harus dinilai dari fairness terms. Di luar itu, dari sisi cash conversion, piutang, dan disiplin bayar vendor, LSIP terlihat sangat rapi. Ini tipe emiten komoditas yang ketika siklus harga mendukung, bisa mencetak uang dengan kualitas yang sulit ditandingi.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP uangmu aman di sini. jangan pada panik.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP gw khawatir senin nasibnya gimana nih, iran vs as dan Israel udah mulai

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kinerja keuangan yang meningkat sepanjang tahun buku 2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit serta minyak dan lemak nabati.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audit untuk tahun yang berakh...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Salim Ivomas Pratama (SIMP) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp2,07 triliun. Menanjak 33 persen dari episode akhir tahun sebelumnya Rp1,55 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar melejit menjadi Rp133 dari sebelumnya Rp100.
Laba bruto meningkat 13 persen menjadi ...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mulai terbukti kah penjualan larisst dan minyak goreng indomaret yang dijual secara gerilya oleh $SIMP ?

penjualan SIMP naik di 2025 sampai 20T dan keuntungan sampai 2T

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP

Halo rekan investor! Mari kita bedah bersama fundamental PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025. Sebagai investor, penting bagi kita untuk melihat apakah pertumbuhan angka di atas kertas benar-benar didukung oleh kualitas bisnis yang solid.

Berikut adalah arah dan poin-poin krusial dari kinerja SIMP di 2025 yang wajib Anda perhatikan:

**1. Pertumbuhan Top-Line dan Bottom-Line yang Impresif**
Kinerja penjualan SIMP sangat luar biasa di 2025. Perusahaan berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp21,05 triliun, melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp15,96 triliun.
Peningkatan omzet ini mengerek laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik signifikan menjadi Rp2,06 triliun, dari sebelumnya Rp1,54 triliun di 2024. Bagi Anda yang fokus pada valuasi saham, perhatikan Laba Per Saham (EPS) dasar yang ikut melesat dari Rp99,98 menjadi Rp133,40 per lembar. Ini adalah sinyal pertumbuhan profitabilitas yang sangat baik.

**2. Neraca Keuangan (Balance Sheet) Sangat Sehat**
Sebagai mentor, saya selalu menyarankan Anda untuk mengecek *balance sheet* agar kita tahu daya tahan perusahaan. Total aset SIMP membesar menjadi Rp41,37 triliun. Yang paling menarik adalah tumpukan kas dan setara kas yang meroket menjadi Rp8,34 triliun dari Rp5,75 triliun di tahun sebelumnya.
Dari sisi utang, total liabilitas tercatat sebesar Rp14,78 triliun, sedangkan total ekuitas jauh lebih besar yakni Rp26,59 triliun. Artinya, rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di level yang sangat aman (sekitar 0,55x). Perusahaan memiliki ruang yang sangat lega untuk ekspansi tanpa tercekik beban utang.

**3. Kualitas Arus Kas yang "Cash Rich"**
Laba di atas kertas tidak ada artinya jika tidak menjadi uang tunai. Di sinilah SIMP membuktikan kualitasnya. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi surplus sangat tebal, mencapai Rp3,43 triliun (naik dari Rp2,29 triliun di 2024). Penerimaan kas dari pelanggan juga melonjak tajam menjadi Rp20,87 triliun. Ini berarti keuntungan yang dicatatkan perusahaan benar-benar mengalir masuk menjadi kas nyata.

**4. Penggerak Pendapatan dan Sinergi Grup**
Jika kita bedah produknya, motor utama pendapatan Grup SIMP berasal dari produk hilir yang lebih stabil, yaitu "Minyak goreng dan lemak nabati" yang mencetak penjualan fantastis sebesar Rp14,98 triliun (naik dari Rp12,33 triliun di 2024). Selain itu, lini komoditas seperti MKS/CPO dan Inti Sawit masing-masing menyumbang Rp1,82 triliun dan Rp2,08 triliun.
Keunggulan kompetitif SIMP juga terletak pada sinergi Grup Indofood. Penjualan kepada pihak berelasi, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, mencapai Rp4,12 triliun (sekitar 19,5% dari total pendapatan). Ini memberi kepastian penyerapan produk yang stabil alias ada *captive market*.

**Arahan Strategis untuk Anda:**
Melihat struktur kas yang tebal, utang yang terkendali, dan EPS yang bertumbuh lebih dari 30%, SIMP menunjukkan fundamental bisnis agribisnis dan *consumer goods* (minyak goreng) yang sangat kokoh di tahun 2025.

Sebagai investor, Anda bisa melihat saham dengan profil seperti ini sebagai *value play* sekaligus saham defensif yang tangguh. Anda bisa mempertimbangkan untuk memegang (hold) jika sudah memiliki barang di harga bawah, atau mengakumulasi beli dengan mencermati valuasi (P/E rasio) saat ini dan memantau terus stabilitas harga CPO global. Tetap disiplin dengan *money management* Anda!

https://cutt.ly/ItEfpX5q

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) hari ini, Jumat 27 Februari 2026  melaporkan hasil keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (FY2025).
SIMP mencatat penjualan sebesar Rp21,06 triliun  pada tahun 2025, naik 32...

stockwatch.id

stockwatch.id

$SIMP Berdasarkan data Q4 2025 yang Tersedia, berikut adalah analisis terhadap emiten SIMP


​1. Bedah Postur Keuangan (Deep Dive Analysis)

​Secara makro, SIMP menunjukkan performa top-line yang impresif namun menghadapi tantangan efisiensi pada kuartal terakhir 2025.


​A. Income Statement & Profitability
​Revenue (Top-line): Mencapai 21,057 B (Annualized), tumbuh 31.87% YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi pasar atau kenaikan harga komoditas (CPO) yang signifikan selama 2025.


​Net Income (Bottom-line): Laba bersih terkunci di angka 2,068 B. Secara tahunan (YTD), laba tumbuh 33.42%, namun pada Q4 sendiri terjadi deceleration (penurunan) laba sebesar -12.71% YoY. Ini mengindikasikan adanya lonjakan beban operasional atau penurunan margin di akhir tahun.


​Margins: Gross Profit Margin (GPM) sebesar 24.54% tergolong moderat untuk industri perkebunan. Net Profit Margin (NPM) berada di angka 10.58%. Angka ini menunjukkan efisiensi konversi pendapatan menjadi laba yang cukup sehat namun rawan terhadap fluktuasi biaya produksi.


​B. Balance Sheet & Solvency
​Liquidity: Current Ratio 1.27x dan Quick Ratio 1.09x menunjukkan posisi likuiditas yang aman untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.


​Leverage: Debt to Equity Ratio (DER) hanya 0.38x. Ini adalah struktur modal yang sangat konservatif dan solid. Total Debt sebesar 7,550 B jauh di bawah Total Equity 20,444 B.


​Net Debt: (27 B), perusahaan memiliki posisi kas yang hampir setara dengan total utangnya (hampir net cash).


​C. Cash Flow
​Free Cash Flow (FCF): Sangat kuat di angka 3,186 B. Kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai setelah belanja modal (CapEx 995 B) sangat luar biasa. Ini memberikan ruang besar untuk pembagian dividen atau ekspansi anorganik.

​Analisis Valuasi:
​Saham SIMP saat ini diperdagangkan pada PER 4.54x dan PBV 0.46x. Berdasarkan 6 metode.
(Graham forumula,Graham number ,PEG lynch.
Mean version,Cost of equity dan pbv wajar)
rata-rata harga wajar berada di kisaran Rp 1,050 - Rp 1,500.


​Verdict:
​Deep Value Play: Emiten ini sedang dalam kondisi undervalued yang sangat ekstrem (diskon >50% dari nilai buku).


​Solvency Winner: Struktur neraca yang bersih (DER rendah) membuat perusahaan tahan banting terhadap gejolak suku bunga.


​Efficiency Note: Meski revenue naik tajam, penurunan laba bersih secara YoY di Q4 perlu diwaspadai sebagai sinyal kenaikan biaya input atau penurunan efisiensi produksi.


Stagnasi harga SIMP di level 600 meskipun fundamentalnya "mengerikan" (dalam arti positif) adalah fenomena klasik di bursa kita, yang sering disebut sebagai "Value Trap" atau "Deep Value Sleep".


​ada 5 alasan fundamental dan teknikal kenapa harga tidak bergerak meski valuasi sudah sangat murah:

​1. Masalah Likuiditas & Free Float
​SIMP adalah anak usaha dari LPPF (IndoAgri) yang dikendalikan oleh grup Salim. Saham yang beredar di publik (free float) secara efektif mungkin tidak cukup besar atau tidak cukup aktif diperdagangkan oleh institusi besar (Big Money). Tanpa adanya market maker atau aliran dana asing (foreign flow) yang masif, saham ini kehilangan "bahan bakar" untuk naik.



​2. Isu "Holding Company Discount"
​ada sentimen negatif terhadap perusahaan induk (holding) atau anak usaha yang berlapis-lapis. Investor lebih memilih masuk ke ICBP atau INDF untuk eksposur grup Salim yang lebih likuid, atau langsung ke LSIP (anak usaha SIMP) yang sering dianggap lebih murni secara operasional dan lebih efisien. SIMP terjepit di tengah-tengah struktur organisasi.



​3. Rendahnya Dividend Payout Ratio (DPR)
​Payout Ratio hanya 14.99%.
Meskipun labanya 2,068 B, mereka hanya membagikan dividen Rp 20 per lembar. Dengan harga 600, yield-nya hanya 3.31%.


​Investor institusi lebih suka saham undervalued yang "memaksa" harganya naik lewat dividen besar (DPR > 50%). Dengan kas sebesar Rp 8,3 Triliun, SIMP sebenarnya mampu bagi dividen jauh lebih besar, tapi mereka memilih menahan kas. Pasar menghukum ini dengan valuasi rendah.


​4. Siklus Sektor CPO (Commodity Trap)
​Pasar modal bersifat forward-looking. Meskipun kinerja 2025 bagus, jika pasar memprediksi harga CPO dunia akan melandai di 2026, maka investor tidak akan berani melakukan re-rating (menaikkan target PER) pada saham perkebunan. Penurunan laba bersih Q4 sebesar -12.71% YoY menjadi alarm bagi pasar bahwa puncak kejayaan siklus mungkin sudah lewat.


​5. Efek "Anak Tiri" di Portofolio Salim
​Dalam grup Salim, fokus investor sering kali terpecah. SIMP sering dianggap sebagai kendaraan operasional yang memiliki beban utang grup atau belanja modal (CapEx) yang berat dibanding LSIP yang lebih "bersih". Hal ini membuat risk appetite manajer investasi terhadap SIMP cenderung rendah.


​Kesimpulan:
​Harga 600 adalah "The Floor" (lantai) karena PBV sudah di bawah 0.5x . Namun, untuk naik ke harga wajar (Rp 1.000+), SIMP butuh Katalis:
-​Kenaikan drastis Dividend Payout Ratio menjadi 40-50%.
-​Aksi korporasi seperti Buyback saham oleh manajemen.
-​Lonjakan harga CPO yang memicu panic buying di sektor perkebunan.


SIMP adalah prototipe saham "Deep Value". Secara fundamental, emiten ini sangat sehat dengan risiko kebangkrutan yang hampir nol berkat posisi kas dan utang yang sangat terjaga. Namun, secara sentimen, SIMP kekurangan katalis penggerak.

​Pemegang saham ini, sedang melakukan arbitrage kesabaran. menang di aset, tapi kalah di waktu (opportunity cost).
dan bukan sedang "berjudi" pada pertumbuhan

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LSIP $SIMP....pelit deviden.... kalo $AADI royal deviden,,.. investor jelas suka yg royal deviden

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tanda2 $CPO mulai mendidih, awas aja program embege malah tambah bikin harga minyak goreng ikutan naik di pasar $LSIP $SIMP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP laba bersih semakin Extraordinary, PBV 0,4 dan PE hanya 4x sudah terlalu murah dengan laba bersih 2T, minggu depan mungkin akan breakout ke harga baru di rentang 700.. Peluang dividen lebih besar dari tahun lalu juga di depan mata.. salah satu saham undervalue yg tersisa di $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

LEDAKAN LABA DI LK TERBARU $SIMP

Ada ledakan laba yang sangat signifikan dimana laba tahun 2025 perusahaan konglomerat salim simp menembus angka 2.1 Trilyun.

Dalam waktu dekat kita kalkulasikan harga saham menembus level 1000 sesuai dengan kinerja perusahaan terbaru.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@kakakbodo bro Lo bandingin sama $SIMP dan $INDS

murah menurut Lo itu seperti apa

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP potensi dev 27

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SIMP kinerja juga luar biasa.. dibarengi anak usaha $LSIP dan next mungkin tbla cm minusnya disaham salim ini agak pelit dividen. spt indf icbp.. di sektor lain ada lppf yg bagus jg Q4 dan ini emitennya royal dividen.. kalo emiten kelapa sawit yg royal dividen grup triputra $TAPG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

tetep optimis mau naik cepet atau pelan yg jelas hold sambil nyicil terus buat long term dan semoga bisa jadi tabungan nikah wkwkwk

bukan ngajak DYOR $SIMP

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy