Volume
Avg volume
PT Sigma Energy CompressindoTbk (Perseroan) adalah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 2007 yang bergerak dalam bidang usaha Jasa Penyewaan Alat-Alat Untuk Monetisasi Minyak dan Gas Suar Bakar dengan Menggunakan Teknologi Kompresi untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Pada saat ini Perseroan adalah pemimpin pasar dalam menyediakan layanan mini gas kompresor untuk memonetisasi gas suar bakar dan mengoptimalkan produksi migas pada sumur-sumur marjinal serta yang berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara menangkap hingga 1.500 MMSCF gas suar bakar per tahun senilai sekitar USD 12.5 juta. Perse... Read More
Danantara, sebagai sovereign wealth fund baru Indonesia, memiliki potensi untuk terlibat dalam pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) yang strategis, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SINERCO).
Berikut adalah beberapa poin terkait proyek CCS di Indonesia yang relevan dengan Danantara dan SINERCO:
Proyek CCS di Indonesia
Potensi Penyimpanan Karbon
Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar, mencapai 572 miliar ton CO2 di saline aquifer dan 4,85 miliar ton CO2 di reservoir minyak dan gas yang telah habis (depleted oil and gas reservoirs). Potensi ini mendukung pengembangan CCS untuk menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Proyek CCS Utama
Proyek CCS Sunda-Asri di Sumatra Selatan dan Cilegon, Banten, sedang dikembangkan oleh PT Pertamina bersama ExxonMobil.
Proyek CCUS Tangguh LNG oleh BP Global dijadwalkan selesai pada tahun 2026.
Kesepakatan senilai $10 miliar antara pemerintah Indonesia dan ExxonMobil untuk pengembangan teknologi CCS di sektor petrokimia juga menunjukkan komitmen besar terhadap teknologi ini.
Peran SINERCO
PT SINERCO telah lama menjadi pionir dalam teknologi pengurangan emisi melalui solusi seperti mini gas compressor yang mendukung program Zero Routine Flaring. Teknologi ini dapat menjadi bagian dari ekosistem CCS untuk menangkap emisi karbon dari pembakaran gas suar bakar.
Relevansi dengan Danantara
Sebagai sovereign wealth fund, Danantara dapat berperan dalam:
Pendanaan Proyek CCS: Mendukung investasi awal untuk proyek-proyek CCS strategis seperti Sunda-Asri dan Tangguh LNG.
Kemitraan dengan SINERCO: Mengintegrasikan teknologi SINERCO untuk memperluas solusi pengurangan emisi karbon di sektor energi.
Mendorong Kolaborasi Internasional: Menarik mitra global seperti ExxonMobil, BP Global, dan negara-negara dengan kebijakan pajak karbon aktif (Singapura, Jepang, Korea Selatan).
Dengan potensi besar ini, Danantara dapat menjadi katalis utama dalam mempercepat adopsi CCS di Indonesia sambil mendukung target dekarbonisasi nasional.
$SICO
1/2
PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO), atau dikenal sebagai Sinerco, telah menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan sahamnya. Berikut adalah langkah-langkah utama yang diambil perusahaan:
1. Optimalisasi Armada Kompresor
Sinerco berencana meningkatkan tingkat pemanfaatan armada kompresor (compressor fleet utilization) dari 69% menjadi 83% pada tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan aset yang ada dan meningkatkan efisiensi operasional.
2. Diversifikasi Produk dan Inovasi Teknologi
Sinerco memperkenalkan mini gas compressor baru dengan penggerak motor listrik sebagai pengganti mesin gas. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan menurunkan emisi gas rumah kaca.
3. Ekspansi Pasar dan Infrastruktur
Perusahaan terus memperluas jangkauan bisnisnya melalui beberapa inisiatif:
Pembelian workshop di Bogor untuk mendukung efisiensi operasional.
Pengembangan SPBU strategis di Palembang dengan lahan seluas 5.000 meter persegi.
Penetrasi ke wilayah-wilayah baru, termasuk wilayah timur Indonesia, untuk memanfaatkan peluang pasar yang belum tergarap sepenuhnya.
4. Fokus pada Penyewaan Kompresor GasJack
Penyewaan kompresor GasJack tetap menjadi kontributor utama pendapatan, menyumbang sekitar 68% dari total pendapatan perusahaan. Alat ini digunakan untuk meningkatkan volume produksi gas dan mengurangi emisi karbon, menjadikannya solusi yang relevan bagi industri minyak dan gas.
5. Efisiensi Biaya dan Pemasaran
Sinerco telah melakukan efisiensi biaya operasional dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan margin keuntungan. Strategi ini terbukti berhasil, seperti terlihat dari peningkatan laba bersih sebesar 114,42% pada tahun 2022 setelah IPO.
6. Kerja Sama Strategis
Perusahaan menjalin kontrak dengan berbagai pemain besar di sektor minyak dan gas, seperti PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Chevron Indonesia, dan PT Medco EP Indonesia. Kerja sama ini memberikan stabilitas pendapatan melalui kontrak jangka panjang.
7. Dukungan IPO
Dana hasil IPO digunakan untuk membayar utang, pengembangan usaha, dan modal kerja. Langkah ini memberikan fleksibilitas finansial bagi Sinerco untuk mendukung ekspansi bisnisnya.
Dengan kombinasi strategi efisiensi operasional, inovasi teknologi, ekspansi pasar, dan diversifikasi produk, Sinerco optimistis dapat mencapai target pendapatannya sebesar Rp119,81 miliar pada tahun 2025.
$SICO
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan sejumlah proyek migas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029 untuk memperkuat ketahanan energi.
$SICO
1/4