


Volume
Avg volume
PT Sigma Energy CompressindoTbk (Perseroan) adalah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 2007 yang bergerak dalam bidang usaha Jasa Penyewaan Alat-Alat Untuk Monetisasi Minyak dan Gas Suar Bakar dengan Menggunakan Teknologi Kompresi untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Pada saat ini Perseroan adalah pemimpin pasar dalam menyediakan layanan mini gas kompresor untuk memonetisasi gas suar bakar dan mengoptimalkan produksi migas pada sumur-sumur marjinal serta yang berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara menangkap hingga 1.500 MMSCF gas suar bakar per tahun senilai sekitar USD 12.5 juta. Perse... Read More
Harga Wajar SICO (berdasarkan data):
Saya hitung dengan 3 pendekatan: PE, PB, dan EV/EBITDA. Outputnya berupa rentang harga wajar, bukan satu angka tunggal, karena small cap sangat sensitif asumsi.
A) Valuasi berbasis PE (Earnings Multiple)
Data:
EPS annualised = 14,79
EPS TTM = 13,73
Harga saat ini ≈ 127 (konsisten dengan yield 6/4,72%)
Skenario multiple PE (konservatif–basis–optimistis):
Konservatif: PE 8x
Basis: PE 10x
Optimistis: PE 12x
Menggunakan EPS annualised 14,79:
1. PE 8x → 8 × 14,79 = 118,32
2. PE 10x → 10 × 14,79 = 147,90
3. PE 12x → 12 × 14,79 = 177,48
Menggunakan EPS TTM 13,73:
1. PE 8x → 109,84
2. PE 10x → 137,30
3. PE 12x → 164,76
Inti: fair value via PE berada di kisaran ~110 sampai ~177, dengan “basis” sekitar 137–148 (tergantung EPS yang dipakai).
B) Valuasi berbasis PB (Asset/Book Multiple)
Data:
BVPS = 140,25
Current PB = 0,91 (harga 127 konsisten: 127/140,25 ≈ 0,91)
Skenario PB target:
Konservatif: 0,9x (pasar tetap diskon)
Basis: 1,0x (kembali ke nilai buku)
Optimistis: 1,1x (premium kecil karena neraca sehat)
Perhitungan:
1. PB 0,9x → 0,9 × 140,25 = 126,23
2. PB 1,0x → 1,0 × 140,25 = 140,25
3. PB 1,1x → 1,1 × 140,25 = 154,28
Inti: fair value via PB berada di kisaran ~126 sampai ~154, basis ~140.
C) Valuasi berbasis EV/EBITDA
Data:
EV/EBITDA (TTM) = 5,0
EBITDA TTM = 25B
Net debt = 0B
Shares outstanding = 910,08M
Market cap terlihat 116B
Langkah:
EV “basis” = 5,0 × 25B = 125B
Karena net debt ~0, nilai ekuitas (market cap wajar) ≈ 125B
Harga wajar per saham = 125B / 910,08M = Rp137,3
Sensitivitas EV/EBITDA target:
4,5x → EV = 112,5B → harga = 123,6
5,0x → EV = 125,0B → harga = 137,3
6,0x → EV = 150,0B → harga = 164,8
Inti: fair value via EV/EBITDA berada di kisaran ~124 sampai ~165, basis ~137.
D) Ringkasan harga wajar (range + angka basis)
Menggabungkan 3 metode (tanpa “mengada-ada”, hanya dari data Anda):
PB basis: ~140
EV/EBITDA basis: ~137
PE basis: ~137–148
Estimasi harga wajar “basis” yang paling defensif
Saya ambil titik temu paling konsisten: Rp138–145 per saham.
Range wajar (basis-optimistis)
*Basis: ~138–145
*Optimistis (rerating + eksekusi capex sukses): ~160–175
Dengan harga saat ini ~127, maka terhadap basis 138–145 ada potensi upside sekitar:
(138−127)/127 = 8,66%
(145−127)/127 = 14,17%
masih ada margin keuntungan
tag: $SICO $IHSG
DYOR
Analisis fundamental & prospek SICO (kualitas bisnis, risiko, katalis)
● Identifikasi asumsi tersembunyi
Harga saat ini dari chart: Rp127.
- EPS yang dipakai untuk valuasi:
EPS annualised 14,79 dan/atau EPS TTM 13,73 (saya gunakan keduanya untuk sensitivitas).
BVPS: 140,25.
EBITDA TTM: Rp25B.
Net debt: 0B (praktis tidak ada net debt).
Dividen TTM: Rp6; yield 4,72%.
FCF TTM negatif: free cash flow (9B) karena capex (31B) sementara CFO 22B.
Asumsi “harga wajar” di sini = nilai wajar berbasis multiple (PE, PB, EV/EBITDA) dan uji kelayakan kas (dividen vs FCF).
●Kaji alternatif / kontra-argumen
SICO terlihat “murah” di layar, tapi ada kontra-poin penting:
FCF negatif: valuasi murah bisa menjadi “value trap” bila capex tinggi tidak menghasilkan return memadai, atau jika laba bersih belum terkonversi menjadi kas berkelanjutan.
Skala kecil & free float 26,61% → risiko likuiditas, volatility, dan price discovery yang kurang efisien.
Margin & growth yang terlihat bagus bisa bersifat cyclical / one-off (misalkan proyek, timing kontrak, atau perubahan working capital).
Kita perlu menilai: “murah karena bagus” vs “murah karena risiko”.
● Analisis fundamental dari data yang ada:
A. Snapshot valuasi (apa yang pasar “harga-kan” sekarang)
PE (Annualised) 8,59x
PE (TTM) 9,25x
P/S (TTM) 0,74x
P/B 0,91x
EV/EBITDA (TTM) 5,00x
Price/Cashflow (TTM) 5,14x
Price/FCF (TTM) -13,25x (negatif karena FCF negatif)
Interpretasi singkat: pasar memberi multiple rendah; ini biasanya terjadi karena (i) small cap/likuiditas rendah, (ii) ketidakpastian pertumbuhan, atau (iii) kualitas cashflow (FCF) belum solid.
B. Profitabilitas & efisiensi
ROA (TTM) 7,44%
ROE (TTM) 9,79%
Gross margin (Quarter) 23,29%
Operating margin (Quarter) 5,46%
Net margin (Quarter) 3,86%
Catatan kritis: gross margin cukup sehat, tapi net margin tipis (3–4% kuartalan). Artinya bisnis sensitif terhadap:
biaya operasional/overhead,
utilisasi aset,
biaya pendanaan (meski net debt 0),
volatilitas biaya input pada lini trading/operasional.
C. Neraca & solvabilitas (kekuatan defensif)
Current ratio 6,30
Quick ratio 5,01
Debt to equity 0,18
Net debt 0B
Ini profil neraca yang sangat konservatif (likuid & leverage rendah). Secara risiko kebangkrutan/tekanan bunga, SICO relatif aman.
D. Cash flow (ini titik yang wajib di-“stress test”)
Cashflow TTM yang Anda tunjukkan:
Cash from Operations (CFO): 22B
Cash from Investing: (22B)
Capex: (31B)
Free Cash Flow (FCF): (9B)
Cash from Financing: (3B)
Makna manajerialnya:
Operasi menghasilkan kas (22B) → bagus.
Namun perusahaan sedang fase investasi/capex agresif (31B) sehingga FCF negatif.
Di saat yang sama, perusahaan membayar dividen (TTM 6). Ini sah-sah saja, tetapi dividen yang sehat idealnya ditopang FCF positif atau setidaknya CFO kuat + capex yang bersifat produktif.
Pertanyaan kunci (untuk prospek): capex 31B itu membangun apa, dan kapan mulai menghasilkan tambahan EBITDA/laba?
E. Growth (angka headline vs kualitas)
Revenue (Quarter YoY) 87,80%
Revenue (YTD YoY) 62,14%
Revenue (Annual YoY) 10,99%
Net Income (Quarter YoY) 86,55%
Net Income (YTD YoY) 16,47%
Net Income (Annual YoY) 5,19%
EPS (Annual YoY) 5,19%
Interpretasi: pertumbuhan kuartalan tinggi, namun annual lebih moderat. Ini bisa berarti:
ada lonjakan musiman/proyek di kuartal tertentu, atau
base effect (pembanding tahun lalu rendah).
F. Dividen & kualitas “shareholder return”
Dividend TTM: 6
Payout ratio: 40,58%
Dividend yield: 4,72%
Dengan FCF negatif, dividen masih mungkin aman jika:
CFO tetap kuat,
capex bersifat sementara (one-off) dan akan turun setelah proyek selesai,
kas/likuiditas mencukupi.
Jika capex berlanjut bertahun-tahun, payout “nyaman” di laba belum tentu “nyaman” di kas.
● Kesimpulan logis: Prospek SICO (luas, namun terukur)
1. Thesis prospek (base case)
- SICO tampak sebagai small cap energi dengan neraca sehat yang sedang berada pada fase growth + investasi aset, sehingga multiple pasar masih rendah.
- Jika capex berubah menjadi kenaikan kapasitas/pendapatan (utilisasi kompresor, kontrak baru, atau ekspansi lini bisnis), maka rerating multiple (PE/PB/EVEBITDA) masuk akal.
2. Katalis yang masuk akal (bukan spekulasi liar)
- Konversi capex menjadi pendapatan/EBITDA (kunci utama).
- Stabilisasi margin (net margin naik sedikit saja bisa signifikan untuk EPS).
Konsistensi dividen dengan cashflow yang membaik (FCF kembali positif).
- Perbaikan likuiditas/coverage (small cap biasanya terdiskon).
Risiko material
- Margin tipis (shock biaya/penurunan utilisasi cepat menekan laba).
- Risiko eksekusi proyek (timeline, cost overrun).
- Likuiditas & volatilitas (free float 26,61%).
tag: $SICO
Do Your Own Research, hanya sharring sedikit analisa dan tesis.
Cacing-cacing, naga-naga
Lanjut:
Realized 1-Sep-25 (1Y) >> 30-Dec-25 (YTD)
19 - $SAPX pendatang baru, lumayan nambah realized +0 >> +3.4jt
20 - $SICO pendatang baru, lumayan nambah realized +0 >> 2.3jt
Terdepak: $RALS sebelumnya penringkat 17, realized +2.7jt tapi itu di akhir 2024 jadi gak masuk rekap FY2025.
$SICO mgkn akan bergerak jika pendistribusian ron92 untuk SPBU Shell sudah merata ke seluruh Indonesia
Harus Ada yang Dijual agar Ada yang Dibeli.
Dua bulan terakhir ini $ADMR paling sering keluar masuk di porto swing ini. Rumusnya sederhana: beli waktu ada yang buang barang dengan kencang sampai mereka capek buang barangnya, lalu jual waktu ada yang beli barang dengan penuh euforia semangat, kalau kebetulan nyangkut toh nyangkut nya di saham aluminium play di tahun depan.
Yang mau buang barang ayo kandasin lagi ADMR ini biar kucicil tampung lagi 🤭
Uang jual adeemer sebagian diparkirkan di $SICO $KLAS dan ARNA. Saham bagus layak digantikan saham bagus juga. SICO dan ARNA itu Dividend Yield historisnya di harga sekarang lebih bagus dari ADMR (sebelum memperhitungkan aluminium play nantinya). KLAS jelas momentum Pasir Silika nya yang diharapkan memberikan profit yang lebih tebal di tahun depan alias masih Hopemology, tentu akan lebih bagus jika Mister KLAS menaikkan Dividend Payout Ratio-nya tahun depan agar minimal setara deposito lah DY nya.
"selalu bijak berinvestasi,
ini bukan ajakan jual beli saham."

@FaisalWara itu Funda A sektor energi dapet $SICO $CGAS market cap masih 100milyar & 300milyar. Revenue udah cakep, tinggal benerin Operating & Net Profit Margin.
@Gamasyah Gas Ko. $SICO juga Potensial ini. Tapi Khawatir PSP nya Ngeguyur aja. Soalnya dia nggak mau Sahamnya Naik, padahal sedang di Akum sama PSP nya juga nggak.
@BELVINVVIPREAL
King pamit dengan elegan, $JAYA tetaplah JAYA ...
King bungkam haters dengan ARA, yg lain bungkam haters dengan caci maki atau mungkin blokir semata ..
Sungguh perbedaan yg terlalu nyata, sampai2 para pembohong pun tdk dpt lagi menyembunyikan kebenarannya ..
Berharap semoga 2026 KING BELVIN tetap eksis di tele dan stream XL😎
Semoga $SICO dan $GEMA kapan waktu jg dilirik🤣